Kecenderungan Perilaku Seks Bebas Remaja Perkotaan

http://ceria.bkkbn.go.id/ceria/penelitian/detail/182 KECENDERUNGAN PERILAKU SEKS BEBAS REMAJA PERKOTAAN Peneliti: Amiruclin, Mudjahirin Tohir, Friedha NRK Hedi Pujo Santoso Sumber Dana: DIKRutinNo.3157/PT'09.H2/N/1997 Dapat diperoleh di: Puslit social Budaya/LPN-Universitas Diponogoro

Seks bebas atau dalam bahasa populernya disebut extra-marital intercouse atau kinky-seks merupakan bentuk pembebasan seks yang di pandang tidak wajar. Tidak terkecuali bukan saja oleh agama dan negara, tetapi juga oleh fiisafat. Ironinya perilaku itu nyatanya cenderung disukai oleh anak muda, terutama kalangan remaja yang secara bio-psikologis sedang tumbuh menuju proses pematangan. Pada tahap ini remaja biasanya lemah dan penggunaan alat panaptikon dirinya, yakni lemah dalam penggunaan nilai-nilai, norma dan kepercayaan, atau dalam perspektif Freudian disebut superego, maka kecenderungan yang ada mereka lebih suka bertindak ceroboh, trial dan error. Hanya sekedar memenuhi tabiat aktualisasi sin yang berlebihan, ia rela mengorbankan moralitasnya untuk memenuhi kehendak mendapatkan pujian dari kelompok referensinya. Di sinilah pentingnya pendidikan seks yang lebih transparan dan bertanggung jawab, untuk menghindari munculnya bentuk pembebasan seks liberal di luar kendali superego.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan seks prilaku bebas di kalangan remaja perkotaan, serta bertujuan menguji beberapa variable yang diasumsikan dapat memperngaruhi kecenderungan prilaku seks bebas dikalangan remaja perkotaan, seperti aktivitas pencarian informasi seks dan intensitas penggunaan sumber-sumber informasi seks.

Dalam penelitian ini ada beberapa konsep yang akan diteliti, di antaranya adalah kecenderungan perilaku seks bebas, aktivitas pencarian informasi seks, dan penggunaan sumber-sumber informasi seks. Lokasi penelitian di Kotamadya Dati 11 Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja usia 13 - 18 tahun, dan penentuan sampelnya dilakukan dengan cara multistage. Pengumpulan data dilakukan melalui FGD (Focus Group Discussion) dan survai dengan panduan kuesioner, serta melalui data-data sekunder. Analisis data dilakukan melalui analisis kualitatif terhadap data bukan angka, dan analisis kuantitatif (statistik) terhadap data yang berupa angka baik melihat distiibusi frekuensi maupun uji hipotesis penelitian dengan alat uji regresi. Dengan menggunakan metode eksplanatori, penelitian ini berhasil membuktikan hipotesis, bahwa ketika informasi yang diterima remaja bukan merupakan infoffnasi yang transparan maka kecenderungan remaja untuk melakukan seks bebas makin tinggi. Hal ini berarti informasiinformasi seks yang umumnya hanya diberikan setengah-setengah justru berdampak paradoksal. Bukan munculnya ekspresi pembebasan seks sesuai dengan nilai-nilai kesakralan yang diharapkan, melainkan malah munculnya bentuk ekspresi pembebasan seks liberal akibat ketidak-tahuannya akan informasi seks yang baik dan benar.

Makin beragamnya sumber-sumber informasi seks tidak menjamin bahwa kecenderungan perilaku seks remaja akan menurun. Namun karena isi informasi yang disampaikan masih bersifat remang-remang dan tidak jelas, maka justru berdampak paradoksal. Bukan munculnya perilaku seks remaja yang makin bijak, tetapi sebaliknya malah mempertinggi kecenderungan perilaku seks bebas.

Atas ditemukannya hal-hal penting seperti tersebut di atas, maka implikasi praktis untuk memberikan pemecahan masalah yang dipandang relevan antara lain : 1. Keterbukaan dan transparansi dalam proses pendidikan seks adalah penting, bukan saja pendidikan seks yang disampaikan melalui sekolah, media massa, saluran komunikasi publik dan lain-lain, tetapi yang paling penting pendidikan seks di dalam keluarga. Karena keluargalah agen sosialisasi yang paling utama sebelum remaja melakukan sosialisasi dengan institusi lainnya. 2. Perlu disusun kurikulum pendidikan tingkat SLTP maupun SLTA yang memungkinkan terjadinya proses pendidikan seks itu pada mata pelajaran biologi dan mata pelajaran agama.

Ada dari SMA. tidak banyak siswi yang mengaku dan minta konseling ketika mereka hamil di luar nikah. Suminah memperkirakan jumlah siswi hamil di luar nikah di Jambi bisa saja lebih dari 164 orang. jumlah itu berdasarkan laporan siswi yang meminta bantuan konseling ke SIKOK. Apalagi. kemarin (27/9). 28 September 2012 12:06 Seks Bebas di Kalangan Remaja Makin Mengkhawatirkan JAMBI-Perilaku sex bebas di kalangan pelajar sudah sangat mengkhawatirkan. “Mereka memboyong anaknya ke Jakarta. sebanyak 164 remaja (berstatus pelajar) diketahui hamil di luar nikah. mayoritas kecenderungan para pelajar itu ingin menggugurkan kandungannya. Bahkan.”katanya. ada sejumlah orang tua yang langsung mengambil alih kasus anaknya dengan melakukan upaya abrosi sendiri di luar Jambi. jumlah siswi yang melakukan aborsi di yakininya juga lebih dari 64 orang. Suminah mengatakan. Sebab. jumlah pelajar yang hamil di luar nikah lebih banyak lagi. Rentang umurnya pun bervariasi.”tegasnya. tidak banyak siswi yang mau terbuka memberi informasi ketika mereka hamil. lalu melakukan aborsi di sana. Menurut Suminah. Suminah mengaku menemukan sedikitnya 64 pelajar sudah melakukan upaya aborsi sendiri. Yang sembunyi-sembunyi dan melakukan aborsi sendiri. Aktivis SIKOK.jambiindependent. Sebab. bisa jadi lebih banyak lagi. kebanyakan mereka yang datang ke SIKOK memang perutnya sudah membesar. dalam dua tahun terakhir (2010-2012). tidak sedikit pula siswi SMP. “Banyak yang datang minta konseling itu dari kelas 2 dan beberapa kelas 3.164 Pelajar Hamil di Luar Nikah http://www.php?option=com_content&view=article&id=17031:164-pelajarhamil-di-luar-nikah&catid=7:sosial&Itemid=9 Ditulis oleh mui Jumat.”katanya. “Itu yang ketauan. Sebab. Melihat tren kejadian hamil di luar nikah ini. “Memang belum terlalu banyak.id/jio/index. Berdasarkan data dari Yayasan Sentra Informasi dan Komunikasi Orang Kito (SIKOK). pelajar hamil yang melakukan konseling ke yayasan SIKOK cukup beragam. Suminah meyakini perilaku sex bebas yang dilakukan kalangan remaja dan pelajar sangat tinggi. SIKOK pernah melakukan survey terhadap . bahkan ada remaja umur 14 tahun. Yang tidak mau melapor dan konseling mungkin lebih banyak lagi. ada yang 17 tahun. Tapi trennya selalu meningkat.co. Dia memperkirakan. beberapa kasus yang mereka temukan.”ujarnya.” ujarnya usai seminar peringatan hari kesehatan sex Se-Dunia di Ruang Pola kantor Gubernur Jambi. Dari konseling yang mereka lakukan. “Itu yang ketauan saja.

sekitar 20 hingga 30 persen remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks. aktivis Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jambi tak menampik tren perilaku sek bebas dikalangan pelajar sudah sangat mengkhawatirkan.1. Enny Nadia Simanjorang. 1 juta adalah remaja perempuan.2% remaja SMA mengaku pernah melakukan aborsi. Anggap saja tren itu stagnan. Bahkan. Apa solusinya? Mempersempit kemungkinan perbuatan itu terjadi dengan membangun lingkungan yang lebih baik. sedikitnya 8 % siswi mengaku sudah melakukan hubungan layaknya suami istri dengan pacar. Data per Juni 2012. ada pula remaja di Jambi yang berprofesi sebagai penjaja seks. berdasarkan penelitian di berbagai kota besar di Indonesia. maka diperkirakan pada tahun 2012 ini ada sekitar 16 ribu dari total 200 ribu lebih siswa/i. “Kondisi ini memang sudah sangat mengkhawatirkan. baik dari lingkungan keluarga. lingkungan sekitar. . Sementara itu. Dari konseling yang mereka lakukan. Hasilnya.”ujarnya. Sedangkan pengidap AIDS mencapai 45 orang. Tingginya angka seks bebas di kalangan remaja dapat terlihat dari meningkatnya tren usia remaja yang terjangkit virus mematikan HIV/AIDS. sudah melakukan hubungan suami istri. Dari 2 juta wanita Indonesia yang pernah melakukan aborsi. jumlah pengidap HIV usia remaja (15-24 tahun) mencapai angka 103 orang. Berdasarkan hasil survei Komnas Perlindungan Anak bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di 12 provinsi pada 2007. diperoleh pengakuan remaja bahwa sebanyak 93. Sebanyak 21. dan oral seks. hubungan sex sudah dianggap hal biasa di kalangan remaja kita.”katanya.”ujarnya. model pacaran yang memberikan ruang untuk melakukan hal di luar ketentuan adalah buah dari kehidupan sosial yang makin buruk. “Persentase kalangan remaja yang terjangkit berada pada urutan kedua setelah golongan usia dewasa. latar belakang remaja putri melakukan hubungan badan karena ingin membuktikan cinta kepada sang pacar.7% anak SMP dan SMU pernah melakukan ciuman. petting. Sedangkan yang memotivasi remaja pria melakukan hubungan badan ingin menunjukkan sikap jantan. Sebanyak 97% pelajar SMP dan SMA mengaku suka menonton film porno. Sebanyak 62. dari Duta Remaja Aliansi Satu visi mengatakan.”katanya. di atas 25 tahun. Ferdia Prakasa. Ini sudah sangat mengkhawatirkan. “Dan semua itu karena pengaruh lingkungan yang begitu bebas.7% anak SMP mengaku sudah tidak perawan. ”Mempersempit perilaku seperti ini harus dilakukan oleh semua pihak. Mantan Direktur Yayasan SIKOK ini menjelaskan. Apalagi. hingga pemerintah. Sehingga kemungkinan kejadian ini bisa ditekan.182 Siswa SMU/SMK Kota Jambi tahun 2003.

dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang angka kematian ibunya tertinggi di seluruh Asia Tenggara.”kata dia.Celakanya. . tetapi bahaya akibat pergaulan bebas. Jumlah aborsi saat ini tercatat sekitar 2. Menurut dia. “Ancaman pola hidup seks bebas remaja secara umum baik di pondokan atau koskosan tampaknya berkembang semakin serius. sering timbul karena konsep diri remaja juga yang bermasalah. Berbagai masalah itu perlu segera diberikan suatu bekal pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah-sekolah. serta kurangnnya pengetahuan remaja akan reproduksi sehat. dan 15-20 persen diantaranya dilakukan remaja.3 juta. kata dia. anak-anak remaja ini bisa terhindar dari percobaan melakukan seks bebas. “Dengan demikian. Berbagai faktor ikut mempengaruhi dianataranya kurang perhatian orang tua. ”Masalah-masalah remaja seperti ini. Hal ini pula yang menjadikan tingginya angka kematian ibu di Indonesia. pendidikan Kesehatan Reproduksi di kalangan remaja bukan hanya memberikan pengetahuan tentang organ reproduksi. perilaku seks bebas tersebut berlanjut hingga menginjak ke jenjang perkawinan. sekolah yang kurang dapat mengontrol hal ini atau memang karena tuntutan kemajuan jaman yang memaksa remaja melakukan hal ini. namun bukan pendidikan seks secara vulgar. tingginya angka hubungan seks pranikah di kalangan remaja erat kaitannya dengan meningkatnya jumlah aborsi saat ini. Ia menjelaskan. seperti penyakit menular seksual dan sebagainya.”pungkasnya.”katanya.

poskotanews. Sebanyak 35.” ujar Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (KSPK BKKBN) Sudibyo Alimoeso dalam sambutannya pada acara GenRe Goes to School di SMA Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya. perilaku seks bebas bukanlah sesuatu yang aneh dalam kehidupan remaja Indonesia. Tasikmalaya.” katanya. (aby) Penelitian Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) pada 2007 lalu menemukan. “Bahkan. .Perilaku Seksual Remaja Kian Mengkhawatirkan http://www. Satu persen remaja perempuan dan enam persen remaja pria mengaku telah menjalani perilaku seks bebas. Tasikmalaya.9 persen responden telah melakukan hubungan seksual pranikah. Bandung. 6. Deputi KSPK BKKBN Sudibyo Alimoeso menjelaskan pentingnya merencanakan pernikahan di usia matang kepada tenaga pengajar Pesantren Suryalaya pada acara “GenRe Goes to School” di SMA Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya. Ia mengemukakan. Keempat kota itu adalah Jakarta Pusat. dan Surabaya.9 persen remaja punya teman yang sudah pernah melakukan hubungan seksual sebelum menikah. penyimpangan seksual kerap terjadi di kalangan muda usia. Jawa Barat. mencapai 26 persen. “Remaja yang mengetahui teman mereka melakukan seks bebas di luar nikah jumlahnya sangat besar.com/2012/11/06/perilaku-seksual-remaja-kian-mengkhawatirkan/ TASIKMALAYA (Pos Kota) – Perilaku seksual yang tidak sehat di kalangan remaja cenderung meningkat. Medan. Berbagai penelitian mengungkap. meningkatnya perilaku seksual pranikah di kalangan remaja diperkuat oleh data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 2009 dari penelitian di empat kota.

” katanya. penyalahgunaan narkotika. ada tiga masalah yang paling menonjol pada remaja Indonesia. termasuk DPR untuk menyosialisasikan program GenRe ini. jumlah remaja terbilang besar. . Dari data itu terdapat proporsi relatif tinggi pada remaja yang menikah karena hamil yang tidak diinginkan. Tangerang. Tiga masalah itu berhubungan satu sama lain. “Di seluruh Indonesia jumlah PIK ini sudah mencapai 16 ribu.9 persen remaja hamil dan melahirkan sebelum menikah. bukan sebagai kewajiban untuk menekan angka kelahiran. Masih banyak yang berpikir kampanye GenRe berarti mendorong hubungan seks bebas. Agama dan budaya kerap menjadi batu sandungan. “BKKBN ingin menjadikan GenRe sebagai sebuah gaya hidup. Dari sekitar 240 juta penduduk Indonesia. Di usia penuh gejolak. mencapai 63.006 responden usia kurang dari 17 sampai 24 tahun. Sudibyo Alimoeso juga mengungkapkan. Menurut Sudibyo. Meski begitu.4 juta atau sekitar 26.7 persen remaja hamil sebelum menikah dan melahirkan setelah menikah. dan HIV/AIDS. Terungkap pula. dan Bekasi. yakni seksualitas. bukan pengendalian penduduk. “Karena itu. 38.” kata Sudibyo. Kami bekerja sama dengan semua pihak.Dalam kunjungannya ke SMA Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya bersama anggota Komisi IX DPR Siti Mufattalah dan psikolog Yunike. ada 20. Para remaja itu “haus” akan aktivitas pembangkit adrenalin. remaja selalu menyimpan rasa penasaran dan mencoba segala sesuatu yang menantang. keluarga dan kesehatan akan lebih bermanfaat bagi mereka ketimbang harus menikah dalam usia muda. Menurut Sudibyo. sosialisasi diakui tidak semulus yang diharapkan. Indonesia dengan jumlah populasi generasi muda yang besar menghadapi dua sisi berlawanan itu. program GenRe atau Generasi Berencana dalam berbagai kampanye menekankan bahwa merencanakan pendidikan.7 persen dari total penduduk. BKKBN juga mengembangkan Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Kesehatan Reproduksi Remaja untuk sekolah menengah atas (SMA) dan mahasiswa. remaja bisa menjadi peluang besar untuk meraih masa depan cemerlang suatu bangsa atau sebaliknya.” kata Sudibyo. penyebab kehancuran. dengan sampel 3. Anggota Komisi IX DPR Siti Mufattalah juga menyatakan keprihatinannya soal seks bebas di kalangan remaja. pendekatannya adalah untuk kesehatan. Sudibyo Alimoeso menyebutkan. berdasarkan penelitian Australian National University dan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia pada 2010 di Jakarta.

kurangnya perhatian pemerintah dalam hal konten seks pada anak dan remaja hingga minimnya edukasi seks di lingkungan keluarga. masyarakat. “Karena itu. “Pemerintah lewat kekuatan menekan harus menertibkan standar untuk membatasi tayangan yang belum pantas ditonton remaja. baik di sekolah. kampus. Sebagai lingkungan yang pertama kali dikenal anak. Pendidikan di sekolah. (aby/dms) . tidak akan banyak berarti. keluarga bisa menjadi sumber pendidikan seks yang mendasar. DPR khususnya Komisi IX sangat mendukung BKKBN dalam mengampanyekan program GenRe. Seperti halnya minuman alkohol atau narkoba. maraknya perilaku seksual tidak sehat di kalangan remaja berasal dari banyak faktor. maupun pusat perbelanjaan. pemuka agama.Ia mengatakan. mengandalkan keluarga saja untuk menepis perilaku seks bebas. remaja merasakan seks sebagai sesuatu yang nikmat dan bisa kecanduan. dan pemerintah punya peran yang sama untuk memberikan pendidikan seks. tanpa pendidikan seks yang tepat.” kata Siti. Psikolog Yunike mengingatkan.” katanya. Mulai dari informasi soal seksualitas yang makin mudah diakses.

Lebih gawatnya lagi. Apalagi sikap remaja saat ini sangat kritis.html Berdasarkan data penelitian pada 2005-2006 di kota-kota besar mulai Jabotabek. Sehingga para pelajar yang begitu penasaran akan pengetahuan seks akan mencari tahu sendiri informasi terkait seks melalui berbagai media.“Sex Education Solusi Dini Terhadap Remaja Masa Kini” OPINI | 07 September 2012 | 08:09 http://edukasi. sebab orang tua masih menganggap bahwa membicarakan mengenai seks adalah hal yang tabu. Jumlah ini meningkat setiap tahunnya. Salah satu faktor penyebab utamanya yaitu minimnya pengetahuan seks yang benar dan terpadu melalui pendidikan formal (sekolah) maupun informal (orang tua). Ini tentu merupakan sebuah fenomena yang sangat memprihatinkan. Di Indonesia. masih berkisar 47. segala peraturan dan tindakan hukum telah dilakukan. Fakta tersebut membuktikan bahwa kasus ini banyak terjadi di kalangan pelajar sekolah menengah sampai kalangan mahasiswa. Jika dicermati maraknya tindakan asusila dan pergaulan bebas (free sex) di beberapa kelompok pelajar disebabkan oleh berbagai faktor. Sehingga Penyakit Menular Seksual (PSM) sudah banyak menyebar di kalangan remaja. Medan. yang selalu ingin tahu dan ingin mencoba. jumlah lelaki pelanggan Pekerja Seks Komersial (PSK) pun mencapai 3.000 orang (tempointeraktif.kompasiana. sebanyak 63 persen remaja SMP sudah melakukan hubungan seks. Akan tetapi masih saja sulit untuk diatasi dan belum ditemukan solusi yang terbaik. seks bebas (free sex) itu kini telah menjadi tren oleh beberapa kelompok pelajar serta merupakan bagian dari budaya yang ada di masyarakat. Karena rata-rata saat para pelajar tumbuh menjadi remaja.com. dan Makassar. kehamilan yang tidak diinginkan. Karena saat ini berbeda dengan pada masa lalu. terlebih buat yang sudah beranjak remaja.170. Namun hal ini penulis anggap penting karena mengacu pada dua aspek. hemat penulis sex education sudah seharusnya diberikan kepada peserta didik sejak dini. tingginya hubungan seks di luar nikah. meskipun masih diambang pro dan kontra. 28/12-2010). mereka tanpa sadar telah terjerumus ke dalam hal-hal negatif seperti free sex. Menyimak fenomena tersebut. .54 persen remaja-remaja di Indonesia mengaku pernah melakukan hubungan seks pranikah. Jakarta. Seperti halnya yang ditunjukkan data survei Kesehatan Reproduksi Remaja (15-19 tahun) oleh Badan Pusat Statistik (2009) tentang perilaku remaja terhadap kesehatan reproduksi menunjukkan fakta yang mencengangkan. mereka belum mengerti dengan seks. Hal inilah yang dijadikan aspek kedua. Bahkan akibat faktor tersebutlah. Oleh karenanya. sampai pada penularan PSM seperti halnya HIV AIDS. Sementara data hasil survei pada tahun 2008 oleh Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan menunjukkan. Bandung.com/2012/09/07/%E2%80%9Csex-education-solusi-dini-terhadap-remajamasa-kini%E2%80%9D-484827. yaitu untuk mencegah ambigunya pendidikan seks maupun pengetahuan tentang kesehatan reproduksi di kalangan remaja. Surabaya. Sehingga hal ini menjadi catatan hitam di dalam dunia pendidikan Indonesia.000 orang dan perempuan PSK sekitar 214. informasi tentang seks begitu gampangnya diakses oleh siapapun. Sedangkan 21 persen siswa SMA pernah melakukan aborsi.

Setiap sekolah dan para pendidiknya harus menyadari bahwa pada era sekarang ini pendidikan seks sangat penting untuk mengawal tumbuh kembang anak remaja. juga moral dalam pandangan keluarga dan masyarakat sekitar. agar tidak tersesat lagi akibat menjadi korban buta seks. Maka dari itu perlu adanya kebijakan memasukan pendidikan seks (sex education) ke dalam kurikulum sekolah maupun mengarahkan terhadap setiap orang tua agar memberikan pendidikan seks terhadap putra-putrinya. dan latar keluarga. Mencakup masalah psikologi. Bahwasanya sex education bukan mengajarkan bagaimana melakukan hubungan seks yang baik. Pada intinya sex education ini sebenarnya mempunyai pembahasan yang komplek. Karena peran agama sendiri adalah mendidik moral. Selain itu juga harus diberikan dengan penjelasan yang jelas dan berhati-hati agar tidak terjadi salah penafsiran bagi si anak. Namun sebelumnya perlu dipahami bahwa sex education ini bukan berarti untuk mendorong anak didik mempraktikan perilaku seks dengan lawan jenisnya. Pendidikan seks di sekolah bisa juga berbasiskan komunitas sekolah yang diisi kegiatan diskusi rutin. Karena yang terpenting adalah manfaat yang bisa kita petik. Karena sebenarnya orang tua memegang peran penting dalam memberikan edukasi tentang seks pada putra-putrinya. tapi membekali diri agar dapat mengubah perilaku seksualnya ke arah yang lebih bertanggungjawab atau belajar apa yang akan timbul (dampak) dari aktivitas seks tersebut bagi peserta didik. Untuk itu perlu adanya penyamaan persepsi tentang sex education. latar pendidikan. Maka dari itu kini perlu ditekankan kembali pentingnya sex education diberikan kepada anak-anak sampai usia dewasa. Apabila tak berbenah . Menyangkut tentang kesehatan reproduksi remaja yang juga menjadi program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Maka dianggap sangat perlu untuk segera merumuskan kurikulum sex education sebagai sarana pencerahan bagi anak-anak maupun remaja. saat ini seks bukan lagi merupakan hal yang heboh dan tabu yang membuat kita malumalu untuk membahasnya. Selanjutnya disesuaikan dengan kondisi masyarakat sekarang. maupun pembelajaran terkait pemahaman seks yang benar oleh Guru BK maupun guru Biologi yang lebih mumpuni terkait topik ini. Norma dalam masyarakat pun menganggap bahasan seks masih tabu untuk dibicarakan secara transparan dan hanya untuk konsumsi mereka yang dewasa. Terutama lebih ditekankan tentang hukum dalam agama termasuk siksa dan sanksinya.Sesungguhnya tidak bisa dipungkiri jika berbicara tentang seks di mana saja adalah topik yang seru dan heboh. Terlepas dari itu semua. dan sekolah hanya membantu. Adapun yang perlu diperhatikan adalah cara menyampaikan pendidikan seks harus diintegrasikan dengan pendidikan agama. Karena selama sehari 2/3-nya anak berada di rumah. sosio-kultural. Namun justru untuk mencegah dan melindungi anak didik dari segala tindakan yang mengarah pada seks bebas serta diberikan informasi dan pembelajaran seks yang benar. agama dan kesehatan. Maka sebaiknya sekolah juga bekerjasama dengan BKKBN maupun dinas terkait lainnya. Sex education itu harus diajarkan sedini mungkin dan setiap tahapan perkembangan anak pun harus berbeda edukasi yang diberikan.

Wallahu a’lam. tapi bisa anak-anak yang masih SD juga sudah pada belajar dan menjajal. dalam sepuluh tahun lagi kemungkinan besar kasus seperti ini pelakunya bukan lagi serendah anak SMP.dari sekarang. .

kenakalan remaja semakin menunjukkan trend yang amat memprihatinkan. dan bahkan 21.com/2012/06/seks-bebas-di-kalangan-remaja. yakni pernah melakukan aborsi. Aborsi dilakukan sebagai jalan keluar dari akibat dari perilaku seks bebas. penganiayaan.2 persen di antaranya berbuat ekstrim. Pencarian jati diri seseorang terjadi pada masa remaja. pemerasan. harapan remaja sebagai penerus bangsa yang menentukan kuaitas negara di masa yang akan datang sepertinya bertolak belakang dengan kenyataan yang ada.9% hamil.html I. dan 91. di antaranya dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan sebanyak 32 persen remaja usia 14 hingga 18 tahun di kota-kota besar di Indonesia (Jakarta. Perilaku nakal dan menyimpang di kalangan remaja saat ini cenderung mencapai titik kritis. Kenakalan atau Gaya Hidup ????? http://nuno-nurlekha. remaja yang melakukan seks pra nikah. Surabaya. Dan sepertinya seks bebas telah menjadi trend tersendiri. Penyimpangan.Seks Bebas di Kalangan Remaja (Pelajar dan Mahasiswa). Di antara berbagai macam kenakalan remaja. Secara kumulatif. Hasil survei lain juga menyatakan. Bahkan banyak orang mengatakan bahwa remaja adalah tulang punggung sebuah negara.3 juta kasus . penyalahgunaan narkoba. Namun melihat kondisi remaja saat ini. perampokan. Statement demikian memanglah benar. Telah banyak remaja yang terjerumus ke dalam kehidupan yang dapat merusak masa depan. 72.blogspot. pencurian. Kenakalan remaja yang diberitakan dalam berbagai forum dan media dianggap semakin membahayakan. Di tangan remajalah tergenggam arah masa depan bangsa ini. Pergaulan seks bebas di kalangan remaja Indonesia saat ini memang sangatlah memprihatinkan. Berdasarkan beberapa data. dan seks bebas pranikah kasusnya semakin menjamur. Data ini didukung beberapa hasil penelitian bahwa terdapat 98% mahasiswi Yogyakarta yang melakukan seks pra nikah mengaku pernah melakukan aborsi. melainkan sesuatu yang wajar dan telah menjadi kebiasaan. Bahkan penelitian LSM Sahabat Anak dan Remaja Indonesia (Sahara) Bandung antara tahun 2000-2002. Dalam rentang waktu kurang dari satu dasawarsa terakhir. mabuk-mabukan. aborsi di Indonesia diperkirakan mencapai 2. Bahkan seks bebas di luar nikah yang dilakukan oleh remaja (pelajar dan mahasiswa) bisa dikatakan bukanlah suatu kenakalan lagi. dan Bandung) pernah berhubungan seks. Pendahuluan Masa remaja adalah masa-masa yang paling indah.5% di antaranya mengaku telah melakukan aborsi lebih dari satu kali. tawuran pelajar. Berbagai macam kenakalan remaja yang ditunjukkan akhir-akhir ini seperti perkelahian secara perorangan atau kelompok. remaja merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan dapat menggantikan generasi-generasi terdahulu dengan kualitas kinerja dan mental yang lebih baik. seks bebas selalu menjadi bahasan menarik dalam berbagai tulisan selain kasus narkoba dan tawuran pelajar. satu dari empat remaja Indonesia melakukan hubungan seksual pranikah dan membuktikan 62.7 persen remaja kehilangan perawan saat masih duduk di bangku SMP.

(Mulyono. 2010) mengemukakan pendapatnya bahwa kenakalan remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Karena pencarian jati diri seseorang terjadi pada masa remaja. sekitar 10-30% adalah para remaja. Dalam tulisan-tulisan lain. 1994).2010) mengungkapkan. Setengah dari jumlah itu dilakukan oleh wanita yang belum menikah. usia saat anak tidak lagi merasa dibawah tingkat orang yang lebih tua. Hal itu dapat terjadi apabila remaja melakukan hal-hal menyimpang yang biasa disebut dengan kenakalan remaja. (dalam Lapu.per tahun. melainkan berada dalam tingkat yang sama Lapu (2010) juga menuliskan bahwa masa remaja adalah masa transisi atau peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang ditandai dengan adanya perubahan aspek fisik. Namun. suka mengganggu. Masa remaja memanglah masa-masa yang paling indah. tiap hari 100 remaja melakukan aborsi dan jumlah kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) pada remaja meningkat antara 150. Jhon Pieget. Artinya. Selain itu survei yang dilakukan BKKBN pada akhir 2008 menyatakan.000 hingga 200.000 kasus setiap tahun. maupun faktor lingkungan sekitar yang secara potensial dapat membentuk perilaku seorang anak. . salah satunya adalah Kartono seorang ilmuan sosiologi. perbuatan tidak baik dan bersifat mengganggu ketenangan orang lain . berhubungan seksual satu kali tidak menyebabkan kehamilan. Menurut para ahli. 1995). di masa remaja seseorang dapat terjerumus ke dalam kehidupan yang dapat merusak masa depan. faktor keluarga yang merupakan lingkungan utama (Willis. (dalam Lapu. 9-4-2005). Sumber lain juga menyebutkankan. Sumber lain juga menyebutkan tidak kurang dari 900 ribu remaja yang pernah aborsi akibat seks bebas (Jawa Pos. ada 230 ribu sampai 575 ribu remaja putri yang diperkirakan melakukan aborsi setiap tahunnya. 28-5-2001). mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang. (2010) menyebutkan kenakalan remaja meliputi semua prilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dialukukan oleh remaja. 63 persen remaja di beberapa kota besar di Indonesia melakukan seks pranikah. secara psikologi masa remaja adalah usia saat individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa. sedangkan kenakalan adalah perbuatan nakal. Dan di Jawa Timur. Sedangkan Daryanto (1997) menyebutkan kenakalan dengan kata dasar nakal adalah suka berbuat tidak baik. remaja yang melakukan aborsi tercatat 60% dari total kasus (Jawa Pos. tingkah laku yang melanggar norma kehidupan masyarakat. psikis & psikososial. Prilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang sekitarnya. Kenakalan remaja disebabkan oleh berbagai faktor baik faktor pribadi. Akibatnya. Tinjauan Pustaka Istilah “Remaja” berasal dari bahasa latin “Adolescere” yang berarti remaja. para pelaku seks dini itu menyakini. Dan. dan suka tidak menurut. II. kenakalan remaja diartikan sebagai suatu outcome dari suatu proses yang menunjukkan penyimpangan tingkah laku atau pelanggaran terhadap norma-norma yang ada. Anonim.

serta pola komunikasi dalam keluarga) dan faktor lain di luar keluarga (seperti hubungan dengan kelompok bermain atau „peer group‟. (Gunarsa. Perilaku seksual di luar nikah sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama dan nilai-nilai sosial pada masyarakat Indonesia. Karena sebenarnya remaja merupakan kelompok manusia yang penuh dengan potensi berdasarakan catatan sejarah remaja Indonesia yang penuh vitalitas. Berbagai tulisan tentang seks bebas. Perilaku seksual diluar nikah terjadi sebagai akibat masuknya kebudayaan barat. Pada dasarnya COG adalah Free Sex (seks bebas) merupakan kebebasan hubungan seksual di luar nikah. Ini bertentangan dengan persepsi umum yang mengatakan bahwa remaja merupakan kelompok yang biasanya tidak berada dengan kelompok manusia yang lain. lucu bahkan menyakitkan mungkin akan dialami dalam rangka mencari jati diri. pola disiplin orang tua. akses kepada obat-obat terlarang dan buku-buku porno serta minuman beralkohol). VCD. 2010) Anonim (2009) juga menyatakan bahwa seks bebas adalah hubungan seksual yang dilakukan diluar ikatan pernikahan. Pembahasan Remaja dengan segala perubahan dan fakta-fakta remaja lainnya memang selalu menarik untuk dibahas. ada yang berpendapat bahwa remaja adalah kelompok orang-orang yang sering menyusahkan orang tua. tempat-tempat hiburan. penyaluran hasrat seksual. seks bebas selalu menjadi bahasan menarik dalam berbagai tuisan selain kasus narkoba dan tawuran pelajar. Seks bebas merupakan tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual yang ditujukan dalam bentuk tingkah laku. (Anonim. karena di masa remaja terjadi proses pencarian jati diri. gembira. diskotik. diantaranya adalah menonton film porno. pahit. Masa remaja adalah masa yang paling berseri. ketersediaan berbagai sarana seperti gedung bioskop.Berbagai macam faktor yang berpengaruh pada kenakalan remaja. yaitu faktor keluarga (seperti kedekatan hubungan orang tua–anak. gaya pengasuhan orang tua. yang menyebutkan hanya 35% siswi SMA didaerahnya yang masih perawan dan data yang lebih menohok dari Yogyakarta. Sayangnya. di antaranya didapatkan data dari Walikota Bengkulu. Pengalaman manis. Masuknya paham Children Of God (COG) sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Di saat remajalah proses menjadi manusia dewasa berlangsung. 97% mahasiswi pernah melakukan hubungan seks pranikah. salah satunya Saptono (2006) menuliskan data dari beberapa sumber dan penelitian. dan kurangnya peran dan perhatian orang tua kepada anaknya. banyak diantara mereka yang tidak sadar bahwa beberapa pengalaman yang tampaknya menyenangkan justru dapat menjerumuskan. III. hasil penelitian Iip Wijayanto menyebutkan. internet. Dari berbagai bentuk kenakalan yang dilakukan oleh remaja. Faktor penyebab remaja melakukan seks bebas. baik suka sama suka atau dalam dunia prostitusi. sedih.1995). televisi. semangat patriotisme yang menjadi harapan penerus bangsa Kita juga tidak boleh lupa bahwa masa remaja adalah masa yang penuh gejolak. masa yang penuh dengan berbagai pengenalan dan petualangan akan hal-hal yang baru sebagai bekal untuk mengisi kehidupan mereka kelak. . pengaruh pergaulan bebas.

Dan disanalah para remaja banyak yang terjebak dalam beberapa perilaku menyimpang yang lazim disebut dengan kenakalan remaja. Kita sebagai generasi penerus bangsa ini seharusnya malu melihat negara kita yang dikenal dunia dengan populasi mayoritas muslim terbesar. Dalam perspektif perilaku menyimpang masalah sosial terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma sosial yang berlaku. dan tak dapat dipungkiri bahwa sebagian pelakunya adalah remaja (pelajar dan mahasiswa). penyalahgunaan narkoba. pemerasan. Terlebih bila apa yang dilihatnya merupakan informasi tentang indahnya seks bebas yang bisa membawa dampak pada remaja itu sendiri. Nah dari sinilah kasus seks bebas di negeri ini semakin hari semakin meningkat. Dari tahun ke tahun kasus seks bebas di negeri ini makin banyak saja jumlahnya. seorang anak dalam menghadapi gejolak biologisnya. Tak hanya itu akses masyarakat Indonesia terhadap namanama sex-idol (bintang porno) seperti Pamela Anderson dari Amerika Serikat atau Maria Ozawa alias Miyabi dari Jepang. penganiayaan. terekam oleh google trends menempati peringkat 1 di dunia selama 3 tahun berturut-turut sampai tahun ini. Lebih parahnya tentang seks bebas. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. . Inilah indikasi bahwa seks bebas kasusnya makin marak. Di tambah lagi kasus video mesum tiga artis belakangan ini. Perilaku menyimpang dikalangan remaja atau yang biasa desebut dengan kenakalan remaja bentuknya bermacam-macam seperti perkelahian secara perorangan atau kelompok. Bentuk-bentuk kenakalan yang demikian biasa disebut juga dengan pergaulan bebas. dan seks bebas pranikah. mabuk-mabukan. Kenyataan tersebut menunjukkan betapa ironisnya kondisi remaja kita saat ini. Seperti banyak orang bilang bahwa masa remaja merupakan masa yang rentan. Apalagi ditunjang dengan era globalisasi dan era informasi yang sedemikian rupa menyebabkan remaja sekarang terpancing untuk coba-coba mempraktekkan apa yang dilihatnya. pencurian. beberapa penelitian menunjukkan bahwa tujuh dari dari sepuluh perempuan telah melakukan hubungan seksual sebelum berumur 20 tahun. tawuran pelajar. yang tentunya semakin mengingatkan kita akan betapa tingginya aktivitas seks bebas ini terjadi di Negara kita. Kenakalan remaja dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang. Paling sedikit mereka berganti pasangan dengan empat laki-laki yang berbeda-beda. Rasa ingin tahu dari para remaja kadang-kadang kurang disertai pertimbangan rasional akan akibat lanjut dari suatu perbuatan. tetapi menjadi konsumen industri pornografi dan pornoaksi nomor dua setelah Rusia. Di berbagai media pemberitaan baik media massa ataupun media elektronik. Penyimpangan-penyimpangan yang kasusnya makin marak dan menarik untuk dibahas adalah pergaulan bebas atau lebih spesifiknya disebut seks bebas. yang namanya kasus seks bebas selalu saja muncul. Sementara satu dari enam pelajar perempuan aktif bergaul seks bebas.Dalam kehidupan para remaja sering kali diselingi hal-hal yang negatif dalam rangka penyesuaian dengan lingkungan sekitar baik lingkungan dengan teman temannya di sekolah maupun lingkungan pada saat dia di rumah. perampokan. Perilaku yang penuh dengan kebebasan seringkali mengarah pada kenakalan yang sangat mencemaskan Sangat menyedihkan saat perilaku ini mengakibatkan tingginya jumlah penyimpangan dikalangan remaja.

. GO (ghonorhoe). Bandung.9 persen. Kasus AIDS sejak 2007 tedapat 2.586 orang. 30 persen di antaranya dilakukan oleh para remaja. Seperti dikutip dari harian Republika yang memuat hasil survei Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) yang dilakukan pada 2003 di lima kota. seperti Jakarta. Bahkan beberapa survei yang dilakukan pada sembilan kota besar di Indonesia menunjukkan. Dari jumlah tersebut. serta kasus aborsi dan HIV/AIDS di kalangan remaja Indonesia memanglah suatu fenomena yang sangat memprihatinkan. 27 persen di antaranya terjadi dalam lingkungan pranikah dan 12.5 persen adalah pelajar. risiko terkena penyakit tersebut bisa mencapai empat hingga lima kali lipat.Selain beberapa data jumlah kasus seks bebas yang telah dituliskan di pendahuluan. Bahkan jika hubungan seks tersebut dilakukan sebelum usia 17 tahun. yaitu 15-29 tahun (usia remaja masuk di dalamnya). yang meninggal dunia mencapai 3. seks bebas juga akan menyebabkan penyakit menular seksual. Bahkan diestimasikan.000 kasus. sementara penelitian pada tahun 1999 lalu terhadap pasien yang datang ke klinik pasutri. di Indonesia tahun 2014 akan terdapat 501. tercatat sekitar 18 persen remaja pernah melakukan hubungan seksual pranikah. serta meningkatkan resiko kanker mulut rahim untuk wanita. Palu dan Banjarmasin.699 kasus. Aktivitas seks bebas yang makin marak tersebut masihkah bisa disebut sebagai penyimpangan perilaku atau kenakalan remaja ? ataukah mengindikasikan bahwa seks bebas sudah menjadi kebiasaan atau gaya hidup ?. seperti sipilis. Didukung juga hasil berbagai penelitian di beberapa kota besar di Indonesia. Tingginya angka kehamilan yang tidak diinginkan (KTD). Surabaya. menjadi dua puluh persen pada tahun 2000. Penderita ditemukan terbanyak pada usia produktif. di antaranya Surabaya. KTD mencapai 37. Selain menimbulkan hal-hal berbahaya yang tidak diinginkan karena kasus aborsi. Bahkan di Palu. rumah tempat mereka berlindung dan sebagian besar mereka menggunakan alat kontrasepsi yang dijual bebas. sebanyak 12 persen menggunakan metode coitus interuptus (mengeluarkan sperma di luar organ intim wanita). dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat. apalagi bagi kehamilan pranikah di kalangan remaja erat kaitannya dengan meningkatnya jumlah aborsi saat ini. Uraian tentang kasus seks bebas dan makin banyaknya kehamilan yang tidak diinginkan (KTD). Penderita HIV/AIDS sudah terdapat di 32 provinsi dan 300 kabupaten/kota. pada tahun 2000 lalu tercatat remaja yang pernah melakukan hubungan seks pranikah mencapai 29. Boyke Dian Nugraha mengungkapkan. dari sekitar lima persen pada tahun 1980-an. dan Yogyakarta menyatakan bahwa sebanyak 85 persen remaja berusia 13-15 tahun mengaku telah berhubungan seks dengan pacar mereka.000 hingga 200. Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) pada remaja menunjukkan kecenderungan meningkat antara 150.3 juta. Meningkatnya jumlah kasus seks bebas menyebabkan makin tingginya jumlah kehamilan yang tidak diinginkan (KTD). Angkanya melaju sangat cepat bahkan melebihi jumlah aborsi di negara negara maju sekalipun. Jakarta.947 kasus dan periode Juni 2009 meningkat hingga delapan kali lipat. Jumlah kasus aborsi di Indonesia setiap tahun mencapai 2. Adakah ini pertanda titik balik budaya kontemporer yang bakal kembali ke zaman jahiliyah yang primitif dan gelap seperti dulu ? Marilah kita berkaca pada sejarah. Kasus aborsi remaja di Indonesia ternyata sangat mencengangkan.. pakar seks juga specialis Obstetri dan Ginekologi Dr. hingga HIV/AIDS.400 kasus HIV/AIDS. Ironisnya.000 kasus setiap tahun. hubungan seks itu dilakukan di rumah sendiri. menjadi 17.

namun saat ini remaja justru salah mempergunakan kecanggihan teknologi tersebut. internet. Seperti diriwayatkan Imam Bukhori dalam sebuah hadist yang diceritakan melalui istri Nabi. Ini dilakukan guna mendapatkan keturunan yang baik. Dia “bercampur” dengan siapapun yang disukai. Dimulai dengan pinangan kepada orang tua/wali. menjual keperawanan. media ponsel. Bila telah hamil kemudian melahirkan. berhubungan seks sebelum nikah. Bahkan tayangan televisi. Pertama. Semua media informasi tersebut menyerbu anak-anak dan dikemas sedemikian rupa sehingga perbuatan seks itu dianggap lumrah dan menyenangkan. semuanya tersedia dalam berbagai media informasi . gonta-ganti pasangan. TV. dan yang bersangkutan tidak boleh mengelak. homo atau lesbi. ada juga model perkawinan sebagaimana berlaku sekarang. ia memanggil seluruh anggota kelompok tersebut tidak seorangpun boleh absen. kurangnya kasih sayang orang tua yang akan menyebabkan anak/remaja mencari kesenangan di luar dan mereka akan bergaul bebas dengan siapa saja yang mereka inginkan dan terkadang mereka mencari teman yang tidak sebaya yang memungkinkan mereka akan terpengaruh dangan apa yang dilakukan orang dewasa. Di era kehidupan dengan sistem komunikasi global. Karena munculnya kasus-kasus seks bebas bukanlah karena kebodohan pelakunya seperti pada zaman jahiliyah dahulu. penyebab maraknya seks bebas sekarang ini antara lain. Jika menyimak 3 model pertama dalam perkawinan masyarakat zaman jahiliyah di atas. Aisyah ra.Dilihat dari literatur sejarah. Bila istrinya telah hamil. semakin mendekatkan para remaja itu melakukan hubungan seks di luar nikah. dengan kemudahan mengakses informasi baik melalui media cetak. Selain itu peran dari perkembangan teknologi yang memberikan efek positif dan negatif tidak dapat dipungkiri bahwa setiap individu dari kita merasa senang dengan kehadiran produk atau layanan yang lebih canggih dan praktis. Ketiga. media-media berbau porno( bahkan VCD dan DVD porno yang begitu mudah diperoleh hanya dengan Rp 5. Kedua. dan DVD bajakan yang berkeliaran di masyarakat. Pada zaman itulah berlaku tradisi perkawinan model seks bebas. semuanya menggauli seorang wanita. hubungan seks yang dilakukan oleh wanita tunasusila yang memasang bendera/tanda di pintu-pintu rumah. kekejaman dan suka mengubur anak perempuan. Secara garis besar. Masyarakat senang pertikaian dan pembunuhan. seks bareng. tentunya memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan kita. dan menikah. dan mereka menyelewengkan fungsi teknologi yang sebenarnya. Tidak terkecuali teknologi internet yang telah merobohkan batas dunia dan media televisi yang menyajikan hiburan. kurang dari 10 orang. Namun. model keroyokan. gonta-ganti pasangan. kita tidak bisa langsung mengatakan bahwa seks bebas adalah budaya remaja atau kaum muda kita. Mulai dari berciuman. ada kesamaan budaya dengan perilaku seks bebas. Potret sosial mereka begitu gelap. prostitusi dan hamil di luar nikah yang kian marak di zaman sekarang.000). Keempat. amat primitif dan jauh dari peradaban. Kemudian ia menunjuk salah seorang yang dikehendakinya untuk di nisbahkan sebagai bapak dari anak itu. bahwa pada zaman jahiliyah dikenal 4 cara pernikahan. ia kembali lagi untuk digauli suaminya. perilaku seks bebas sudah pernah menjadi tradisi dalam masyarakat zaman jahiliyah dulu. Sekelompok lelaki. membayar mahar. informasi serta berita aktual. Zaman di mana kondisi masyarakat Arab pra-Islam yang sangat tenggelam dalam “tanah lumpur” kebodohan dan keterbelakangan. namun perkembangan iptek yang sangat baik dan penting bagi perkembangan ilmu pengetehuan dan informasi para remaja. Seorang suami memerintahkan istrinya jika telah suci dari haid untuk berhubungan badan dengan pria lain. komik.

seksualitas dan aspek-aspek kehidupannya. tentu membekali putra-putri remaja dengan benteng ajaran agama yang kokoh . Masiah banyak generasi-generasi emas yang dapat melanjutkan eksistensi dan membangun negeri ini. IV. Bertolak dari fenomena yang memprihatinkan tentang seks bebas di kalangan remaja. Selain itu. juga meningkatkan kesadaran dari orang tua untuk memilihkan tempat kos bagi anak-anaknya yang layak dan aman. tidak bisa mengatakan ”TIDAK” terhadap seks bebas (merasa takut diputus hubungan oleh pacarnya/dijadikan alasan sebagai pembuktian cinta/pacar sudah membujuk rayu sedemikian rupa. Sudah biasa saja. masih banyak remaja yang mempunyai sikap dan prinsip yang kuat. Selain itu. Mereka adalah asset yang harus kita bina mental dan moralitasnya. kalau terus-menerus mengalami godaan dan dalam kondisi sangat bebas dari kontrol. Pencarian jati diri seseorang terjadi pada masa remaja. Bahkan ada yang beranggapan dengan pernah melakukan seks. seperti. Karena seks bebas di kalangan remaja merupakan tanggung jawab kita bersama. tentu suatu saat akan tergoda pula untuk melakukannya. karena sekuat-kuatnya mental seorang remaja untuk tidak tergoda pola hidup seks bebas. Salah satu upaya untuk menanggulangi maraknya seks bebas di kalangan remaja. Oleh karenanya kuatkan hati dan mental terhadap godaan seks bebas dengan rumus ini : PACARAN + CINTA = PERNIKAHAN. sehingga tak menjadi salah arah dalam membuat keputusan dalam hidupnya. Bahkan banyak orang mengatakan bahwa remaja adalah tulang punggung sebuah negara. (khususnya penghuni kos yang biasa jadi tempat ”beraksi” pelajar dan mahasiswa) selain perlu dilakukan pengawasan yang ketat dan intensif dari pemilik kos secara proporsional. penulis yakin dan optimis. Hal ini terkadang tidak terlalu diperhatikan oleh orang tua yang sibuk dengan segala usaha dan kegiatan mereka dan juga oleh pihak sekolah terkadang kurang memperhatikan hal ini. Statement demikian memanglah benar. Kesimpulan Masa remaja adalah masa-masa yang paling indah. remaja merupakan generasi penerus . Lain dari hal di atas. tidak adanya media penyalur bakat dan hobi remaja juga menjadi faktor maraknya kasus seks bebas. Nah. Budaya seks bebas dan gaya hidup nyeleweng akibat adanya westernisasi harus kita kikis bersama. baru kemudian SEKS. dianggap „Gaul‟. Maka dari itu diperlukan upaya penanggulangan dari segala pihak dengan langkah upaya meningkatkan akses remaja terhadap informasi yang benar dengan merangkul berbagai kalangan. termasuk media massa. Masih banyak remaja yang yang tidak tenggelam dalam pusaran budaya seks bebas. seks bebas juga terjadi karena pola pikir yang dangkal dan punya konsep diri rendah di kalangan remaja. akhirnya ada beberapa orang malah sudah menjalaninya sebagai gaya hidup. agar para remaja memiliki pengetahuan yang benar dan akurat mengenai kesehatan. Dan hal yang tak kalah penting adalah pembekalan tentang seks kepada remaja sedini mungkin. sampai akhirnya tidak bisa menolak).Dasar-dasar agama yang kurang juga menjadi pendorong terhadap maraknya kasus seks bebas. karena jika remaja tidak mendapat pendidikan agama yang baik mereka akan jauh dari Tuhan dan pasti tingkah laku mereka akan sembarangan.

1995. Di tangan remajalah tergenggam arah masa depan bangsa ini. Faktor penyebab remaja melakukan seks bebas.000 hingga 200. Salah satu upaya untuk menanggulangi maraknya seks bebas di kalangan remaja.Psikologi Praktis: Anak. (diakses pada tanggal 26 Juni 2010). tentu membekali putra-putri remaja dengan benteng ajaran agama yang kokoh. di masa remaja seseorang dapat terjerumus ke dalam kehidupan yang dapat merusak masa depan. diantaranya adalah menonton film porno. seks bebas selalu menjadi bahasan menarik dalam berbagai tuisan selain kasus narkoba dan tawuran pelajar. (khususnya penghuni kos yang biasa jadi tempat ”beraksi” pelajar dan mahasiswa) selain perlu dilakukan pengawasan yang ketat dan intensif dari pemilik kos secara proporsional.[online] http://sabdaspace.”Seks Bebas”.id/2010/01/ seks-bebas-2/. pengaruh pergaulan bebas. Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) pada remaja menunjukkan kecenderungan meningkat antara 150. Karena pencarian jati diri seseorang terjadi pada masa remaja. B.Kamus Bahasa indonesia Lengkap. Namun. Hal itu dapat terjadi apabila remaja melakukan hal-hal menyimpang yang biasa disebut dengan kenakalan remaja.Surabaya:Apollo. Masa remaja memanglah masa-masa yang paling indah. Daryanto.D. S. Anonim.html. Daftar Pustaka Anonim.5 persen adalah pelajar.000 kasus setiap tahun.http://matheduunila. kurangnya dasar ilmu agama.2010.2010.gunadarma. [online]. Seks bebas merupakan tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual yang ditujukan dalam bentuk tingkah laku.http://wartawarga.000 kasus. Selain itu. Meningkatnya jumlah kasus seks bebas menyebabkan makin tingginya jumlah kehamilan yang tidak diinginkan (KTD). Pendekatan Analisis Kenakalan Remaja dan Penanggulangannya. Lapu. dan kurangnya peran dan perhatian orang tua kepada anaknya. (diaksespada tanggal 26 Juni 2010).2010. & Gunarsa.[online]. Y. Yuven Merdiaris. Bahkan beberapa survei yang dilakukan pada sembilan kota besar di Indonesia menunjukkan.bangsa yang diharapkan dapat menggantikan generasi-generasi terdahulu dengan kualitas kinerja dan mental yang lebih baik. KTD mencapai 37. Remaja dan Keluarga.(diakses pada tanggal 10 Juli 2010).”Pengertian Kenakalan Remaja”. .. Mulyono. Yogyakarta:Kanisius.ac. blogspot.com/ kenakalan_remaja. 27 persen di antaranya terjadi dalam lingkungan pranikah dan 12. Gunarsa.1995. com /2009/10/pengertian-kenakalan-remaja. Jakarta:PT BPK Gunung Mulia.”Kenakalan Remaja”. 1997. Dari berbagai bentuk kenakalan yang dilakukan oleh remaja. dan pola pikir yang dangkal. juga meningkatkan kesadaran dari orang tua untuk memilihkan tempat kos bagi anak-anaknya yang layak dan aman.

http://rudyct.[online]. . (diaksespada tanggal 26 Juni 2010).”Perilaku Kenakalan Remaja Pengaruh Lingkungan Keluarga dan/atau Lingkungan Teman?”. 2006. (diakses pada tanggal 26 Juni 2010). Herien.com/doc/13753330/Free-Sex.com/PPS702-ipb/01101/ HERIEN. ”Perilaku Seks Bebas Di Kalangan Remaja dan Orang (Dewasa) Sudah Berkeluarga (Sebuah Kajian tentang Pperilaku dan Kebutuhan)”.scribd. http://www. S.Puspitawati. Problema Remaja dan Pemecahannya.2000. Willis.[online]. Saptono. 1994.htm. Bandung:Penerbit Angkasa.

juga menjadi salah satu penyebab munculnya anak-anak yang tidak di inginkan. Ancaman pola hidup seks bebas remaja secara umum baik di pondokan atau kos-kosan tampaknya berkembang semakin serius. Jumlah aborsi saat ini tercatat sekitar 2. Tingginya angka hubungan seks pranikah di kalangan remaja erat kaitannya dengan meningkatnya jumlah aborsi saat ini. seperti Jakarta. Jika hubungan seks tersebut dilakukan sebelum usia 17 tahun. Kisaran angka tersebut. Namun dalam beberapa kasus juga terjadi pada anak-anak yang duduk di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Boyke Dian Nugraha di Jakarta mengungkapkan." kata pemilik Klinik Pasutri ini.html Berdasarkan penelitian di berbagai kota besar di Indonesia. Kelompok remaja yang masuk ke dalam penelitian tersebut rata-rata berusia 17-21 tahun. serta kurangnnya pengetahuan remaja akan reproduksi sehat. Palu dan Banjarmasin. lanjut Boyke juga bisa meningkatkan resiko kanker mulut rahim. Diantaranya. pada tahun 2000 lalu tercatat remaja yang pernah melakukan hubungan seks pranikah mencapai 29.9 persen.blogspot. Hal ini pula yang menjadikan tingginya angka kematian ibu di Indonesia. sekitar 20 hingga 30 persen remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks. tercatat sekitar 18 persen remaja pernah melakukan hubungan seksual pranikah. Selain tentunya kecenderungan untuk aborsi.3 juta. dikumpulkan dari berbagai penelitian di beberapa kota besar di Indonesia. Mungkinkah karena longgarnya control mereka pada mereka? Berikut ini laporan wartawan Majalah Gemari Haris Fadillah dari "Kota Pelajar" Yogyakarta dan Kota Jakarta. risiko terkena penyakit tersebut bisa mencapai empat hingga lima kali lipat. perilaku seks bebas tersebut berlanjut hingga menginjak ke jenjang perkawinan. Dari sisi kesehatan. menjadikan Indonesia sebagai negara yang angka kematian ibunya tertinggi di seluruh Asia Tenggara. Celakanya. dan 15-20 persen diantaranya dilakukan remaja. Sulawesi Tenggara.com/2009/10/waspadai-seks-bebas-kalangan-remaja. "sementara penelitian yang saya lakukan pada tahun 1999 lalu terhadap pasien yang datang ke Klinik Pasutri. Dari sekitar lima persen pada tahun 1980-an. kata Boyke. Keadaan ini juga bisa dijadikan bahan pertanyaan tentang kualitas anak tersebut. menjadi duapuluh persen pada tahun 2000. Surabaya.Waspadai Seks Bebas Kalangan Remaja http://sajojo26artikel. dan umumnya masih bersekolah di tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau mahasiswa. dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat. perilaku seks bebas bisa menimbulkan berbagai gangguan. . Pakar seks juga specialis Obstetri dan Ginekologi Dr. terjadi kehamilan yang tidak di inginkan. Seks pranikah. Bahkan di pulau Palu. apabila ibunya sudah tidak menghendaki.

kata Trias Setiawati. ujar Boyke. Subklinis dan kronis. Selain itu. antara lain disebabkan berkurangnya pemahaman nilai-nilai agama.Selain itu. seks pranikah akan meningkatkan kasus penyakit menular seksual." ujarnya. GO (ghonorhoe). semakin longgar. Penderita bisa saja tidak mengalami keluhan. juga disebabkan belum adanya pendidikan seks secara formal di sekolahsekolah. Godaan semacam itu terasa lebih berat lagi bagi remaja yang memang benteng mental dan keagamaannya tidak begitu kuat." cetusnya. seks bebas sudah menjadi bagian dari budaya bisnis. kronis dan akut. Selain itu. kata anita. baik pada pria maupun wanita. Paling-paling hanya timbul keputihan atau anyang-anyang. saat ini. Sementara tingkat pengawasan dari pemilik kos di kota ini. tentu suatu saat akan tergoda pula untuk melakukannya. Bahkan.000. jumlah remaja yang mengalami masalah kehidupan seks terutama di Yogyakarta terus bertambah. jumlah pelajar di Kota Yogyakarta sebanyak 121. Disisi lain. Berbeda dengan wanita. tentunya mendorong makin suburnya bisnis rumah kos di kota ini. akibat pola hidup seks bebas. Ini. kalau terusmenerus mengalami godaan dan dalam kondisi sangat bebas dari kontrol." dalihnya." kata Kepala PSW-UII Dra Trias Setiawati. Saluran sperma atau indung telur menjadi tersumbat oleh kuman GO. Boyke menambahkan. Mengapa demikian? "karena pada kenyataannya pengaruh gaya seks bebas yang mereka terima jauh lebih kuat dari pada control yang mereka terima maupun pembinaan secara keagamaan. seperti sipilis. dan pengaruh lingkungan secara umum. Tercatat sekitar 90 dari 121 masalah seks yang masuk ke Klinik Pasutri (pasangan suami istri)pada tahun 2000 lalu. Tapi. hingga HIV/AIDS. perilaku seks bebas ini bisa berlanjut hingga menginjak perkawinan. seperti sulit buang air kecil atau sakit pada ujung kemaluan. Saat ini. juga maraknya penyebaran gambar serta VCD porno. Sementara tingkat pengawasan dari pemilik kos maupun pihak orang tua. internet.000 orang. makin banyak remaja yang terjebak ke dalam pola seks bebas karena berbagai pengaruh yang mereka terima baik dari teman. dialami orang-orang yang pernah melakukan hubungan pranikah (pre marital). kasus GO paling banyak terjadi. "Pada pria biasanya menampakan gejala. tidak menimbulkan gejala serta keluhan pada penderita. Factor yang melatarbelakangi hal ini. . Anita menggolongkan penyakit GO tersebut ke dalam subklinis. atau sekitar 25 persen dari penduduk kota yang terkenal sebagai Kota pelajar yang sebanyak 490. Banyak remaja terjebak Lalu bagaimana dengan remaja di "Kota Pelajar" Yogyakarta? Berdasarkan survey Pusat Studi Wanita Universitas Islam Indonesia (PSW-UII) Yogyakarta. untuk GO yang sudah parah dapat menyebabkan hilangnya kesuburan. Msi. Androlog Anita Gunawan mengatakan. Bagaimana dengan GO yang sudah parah? Dr Boyke Dian Nugraha menjelaskan. Sehingga. "Masalah seks dengan pasangannya justru dijadikan legistimasi untuk melakukan seks bebas. Sedangkan GO akut akan menampakan gejala. "Sekuat-kuatnya mental seorang remaja untuk tidak tergoda pola hidup seks bebas. hal itu justru semakin meningkatkan penyebaran penyakit tersebut. seringkali tidak menampakan gejala yang jelas.

Padahal . tapi semata untuk menolong nyawa ribuan generasi muda dari perbuatan tidak berkemanusiaan. Yayasan Sayap Ibu (YSI) berupaya untuk mengatasi permasalahan anak-anak yang ditelantarkan orangtuannya. saat ini untuk menekankan jumlah pelaku seks bebas -terutama di kalangan remaja. kata dia. tapi ada juga diantaranya yang mengalami kecacatan akibat aborsi yang gagal dilakukan orang tuannya. yang hingga kini jumlahnya demikian besar. selain perlu dilakukan pengawasan yang ketat dan intensif dari pemilik kos secara proporsional. psikotropika dan zat adiktif lainnya) atau di Daerah Istimewa Yogyakarta di sebut madat. juga meningkatkan kesadaran dari orang tua untuk memilihkan tempat kos bagi anak-anaknya yang layak dan aman.Salah satu upaya untuk menanggulangi maraknya seks bebas di kalangan remaja. tapi juga nyawa ibu muda itu sendiri. Pendidikan Kesehatan Reproduksi Maraknya seks bebas di kalangan remaja membuat banyak pihak sangat prihatin. tapi juga pada anak-anak yang akan dilahirkan. khususnya penghuni kos. Bila digabung dengan lain jumlahnya akan mencapai ribuan orang Di antara mereka yang dirawat bukan hanya fisiknya yang normal." ujar Trias saat ditemui di Yogyakarta." tungkasnya. Ditambahkannya. serta berkaitan erat dengan pengaruh Napza (narkotika. . Aborsi illegal bukan hanya berbahaya bagi janin.bukan hanya membentengi diri mereka dengan unsure agama yang kuat. Ciptaningsih menegaskan. juga dibentengi dengan pendampingan orang tua Dan selektivitas dalam memilih teman-teman. "Upaya yang dilakukan Yayasan Sayap Ibu ini bukannya justru memberikan peluang kepada anak-anak remaja untuk melakukan seks bebas. cara ini selain tidak berprikemanusiaan. belum lama ini." dalih Ciptaningsih. Untuk menghindari tindakan aborsi illegal yang dilakukan ibu-ibu yang tidak menginginkan kehamilan. juga akan menyebabkan beban ganda pada anak-anak yang gagal di aborsi. Karena setiap janin berdasarkan kontroversi Hak Anak Internasional perlu dijaga kelangsungan hidupnya. juga mempunyai program merawat ibu-ibu muda yang hamil akibat seks bebas atau kehamilan tidak dikehendaki sampai anak tersebut lahir dengan selamat. Sebagai Yayasan yang perduli dengan anak-anak terlantar. Yayasan Sayap Ibu selain menampung anak-anak yang ditelantarkan orang tuanya. sehingga ada kecenderungan akan ditelantarkan orang tua. "Selain itu. Terlebih anak yang lahir tersebut merupakan anak yang dikehendaki. Pasalnya. hal itu akan menimbulkan masalah baru bukan hanya bagi wanita remaja itu sendiri. tentu membekali putra-putrinya dengan benteng ajaran agama yang kokoh. munculnya perilaku seks bebas di kalangan remaja yang marak belakangan ini tidak terlepas dari pengaruh era globalisasi. Di Yayasan Sayap Ibu Daerah Istimewa Yogyakarta saja saat ini tercatat sekitar 500 orang anak lebih yang dirawat dan belum mendapatkan orang tua angkat. Salah satunya adalah Ketua Yayasan Sayap Ibu Daerah Istimewa Yogyakarta Ny Hj Ciptaningsih Utaryo. "Karena biasanya orang tua yang hamil di luar nikah akan cenderung mencari jalan pintas untuk menutupi aib yang dideritannya.

. seperti penyakit menular seksual dan sebagainya." imbau Ciptaningsih.Karena ada kecenderungan remaja lebih terbuka kepada teman dekatnya ketimbang dengan orang tua sendiri. namun bukan pendidikan seks secara vulgar. Selain itu. sudah saatnya di kalangan remaja diberikan suatu bekal pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah-sekolah. anak-anak remaja ini bisa terhindar dari percobaan melakukan seks bebas. Dengan demikian. "Pendidikan Kesehatan Reproduksi di kalangan remaja bukan hanya memberikan pengetahuan tentang organ reproduksi. tetapi bahaya akibat pergaulan bebas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful