Neonatal Necrotizing Enterocolitis

Neonatal Necrotizing Enterocolitis
Pendahuluan Necrotizing enterocolitis (NEC ) merupakan penyebab tertinggi dari angka kematian dan angka kecacatan di Neonatal Intensive Care Unit ( NICU) di sepenjuru dunia. Kemajuan dalam perawatan perinatal dan neonatal telah memberikan kontribusi dalam pertumbuhan populasi bayi prematur yang berisiko NEC.(1) Neonatal Necrotizing Enterocolitis (NEC) merupakan keadaan darurat yang mengancam kehidupan di traktus gastrointestinal pada periode bayi baru lahir. Penyakit ini di gambarkan dengan nekrosis pada mukosa saluran cerna. Penyebab dari NEC masih belum jelas, namun diduga penyebabnya multi faktoral. Angka kejadian dan angka kematian meningkat pada bayi yang lahir dengan berat badan rendah atau premature. Penyakit ini jarang ditemukan pada bayi yang cukup bulan.(1) Insidens pasti dari NEC tidak diketahui. Hal ini signifikan sangat bervariasi di berbagai Negara. Angka NEC sekitar 1%-7% dari semua NICU di Amerika Serikat, atau 1 sampai 3 kasus dari 1000 angka kelahiran. Pada bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR, <1500 gr ), NEC terjadi sekitar 10-12%. Di berbagai Negara, angka kejadian NEC dengan bayi BBLR bervariasi antara 1%-2% di Jepang, 7% di Austria, 10% di Yunani, 14% di Argentina, dan 28% di Hong Kong.(2) Laporan terbaru banyak menyebutkan adanya hubungan yang kuat antara NEC dan prematuritas, dimana bayi preterm dari usia kehamilan yang pendek dan berat badan lahir rendah menjadi faktor utama. Hanya sekitar 7%-13% dari semua kasus NEC terjadi pada bayi yang cukup bulan. Kemajuan yang terbaru dari terapi surfaktan dan peningkatan metode ventilasi telah memberikan hasil yang signifikan terhadap kelangsungan hidup dari bayi berat badan lahir rendah. Meningkatnya angka kelahiran bayi dengan berat badan rendah merupakan faktor risiko berkembangnya NEC. Dimasa yang akan datang, NEC mungkin akan melampaui respiratory distress syndrome sebagai penyebab kematian utama pada bayi premature.(2)
1

Neonatal Necrotizing Enterocolitis

Epidemiologi 1. Usia dan maturitas NEC merupakan penyakit yang dominan terdapat pada bayi premature dengan berat badan lahir rendah di bandingkan pada bayi yang kecil selama usia kehamilan. Kliegman dan Fanaroff melaporkan rata-rata usia kehamilan dari 123 pasien dengan NEC yaitu 31 minggu ( berat badan lahir rata-rata 1460 gr). Bayi dengan berat badan sangat rendah (<1000 gr) dan usia kehamilan 28 minggu merupakan faktor terbesar terjadinya NEC. Lemons dkk menunjukkan suatu hubungan terbalik antara angka kejadian NEC dan berat badan lahir. Angka kejadian NEC terbesar terjadi pada bayi dengan berat badan lahir antara 501-750gr (14%) dan kemudian angka kejadian menurun dengan bertambahnya berat badan: 751-1000gr (9%), 1001-1250gr (5%), 1251-1500gr(3%).(2,3) Tesdale dkk. melaporkan hubungan terbalik antara usia kejadian NEC dan usia selama dalam kandungan. Bayi dengan NEC di usia kurang dari 1 minggu biasanya lebih matang ( ratarata usia selama dalam kandungan 36,1 minggu) dibandingkan bayi dengan NEC di usia lebih dari 1 minggu ( rata-rata usia selama dalam kandungan 33,4 minggu ). Komplikasi dan angka kematian lebih sering pada pasien dengan kejadian NEC lebih awal. Ostlie dkk menunjukkan hubungan terbalik antara usia dalam kandungan dan waktu kejadian NEC. Bayi aterm ( >38 minggu ) memiliki waktu kejadian lebih cepat ( 4,9 hari ) di bandingkan bayi preterm ( <38 minggu ) ( 13 hari ).(2,3) Wilson dkk menghitung jumlah berat badan lahir spesifik dengan angka serangan pada pasien NEC. Periode risiko bagi NEC menurun dengan meningkat angka berat badan lahir. Wilson menduga bahwa kematangan fungsi gastrointestinal memainkan peranan penting dalam menentukan risiko NEC.(2,3) 2. Makanan NEC terjadi pada sekitar 90% bayi yang telah mendapatkan asupan makanan, sebaliknya hanya sekitar 10% bayi dengan NEC yang terjadi sebelum mendapatkan asupan makanan. Brown dan Sweet mengusulkan bahwa protocol pemberian makanan yang agresif merupakan pathogenesis dari NEC. Mereka menemukan bahwa sebelum mereka merubah protocol
2

banyak bayi menunjukkan hasil kultur yang negatif. Susu Formula dengan osmolaritas yang tinggi menunjukkan tingginya angka kejadian NEC dimana menyebabkan cedera pada mukosa saluran pencernaan pada binatang percobaan. aminophylline ) dimana diketahui menurun motilitas saluran cerna dan menghasilkan radikal bebas selama di metabolism. Agen Farmakologi Derivate Xantin ( theophilline. ketika pendekatan secara hati-hati dalam pemberian makanan dipraktekkan. telah di laporkan memiliki hubungan dengan NEC.3) 3 . serta di perburuk dengan pro inflamasi pada jaringan intraselular dan mungkin memainkan peranan penting dalam terjadinya NEC. namun. virus yang telah terisolasi dari bayi yang terkena dampak NEC. Hal ini berdasarkan hasil temuan bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. (2.(2. hanya 1 kasus terjadi pada 932 bayi dengan berat badan lahir rendah. 14 kasus NEC terjadi pada 1745 bayi dengan berat badan lahir rendah.Neonatal Necrotizing Enterocolitis pemberian makanan secara lambat pada July 1974.(2) Patogenesis Meskipun etiologi yang tepat belum di ketahui. jamur.3) Pemberian vitamin E pada bayi juga terkait dengan peningkatan NEC.(2) 4. seperti preparat vitamin. Kasus-kasus berdasarkan epidemiologi menyarankan etiologi infeksi. Dari Juli 1974 sampai Juni 1978. Willis dkk melaporkan secara signifikan angka kejadian NEC yang tinggi pada bayi yang di beri kalsium laktat murni dibandingkan bayi yang tidak di beri kalsium atau kalsium laktat yang dicampur air maupun susu formula.3) Banyak obat oral.3) 3. (2. memiliki hiperosmolar yang potensial menyebabkan cedera pada mukosa intestinal.(2. Hiperosmolar Hiperosmolar dan komposisi makanan juga berhubungan dengan meningkatnya angka kejadian NEC. para peneliti menunjukkan hal ini di sebabkan oleh multifaktor seperti iskemik atau cedera pada saluran cerna. Peningkatan NEC hanya terjadi jika pemberian diberikan dalam bentuk oral atau dengan preparat hiperosmolar.

(2.(2. tumor necrosis factor [TNF]. platelet activating factor [PAF]. pelepasan mediator inflamasi ( seperti leukotrine. cedera dan aktifasi dari selsel radang dan ketidakmatangan dari mukosa usus/ disfungsi. Pathogenesis necrotizing enterocolitis. iskemia usus. (dikutip dari kepustakaan 3) Selain itu. hasilnya yaitu peradangan yang signifikan pada jaringan intestinal.3) Meskipun patogenesis NEC masih belum jelas. termasuk keberadaan flora bakteri normal. Eksperimental yang panjang terhadap hewan percobaan menunjukkan translokasi flora usus melintasi barier mukosa intestinal lebih rentan menyebabkan iskemia intestinal. namun bukti besar menunjukkan suatu multifaktor. organisme yang sama berhasil di isolasi dari kultur tinja bayi yang terkena NEC dengan organism pada kultur tinja bayi sehat.3) Penelitian pada hewan percobaan menjelaskan patogenesis penyakit ini. dan faktor pertumbuhan) yang kesemuanya mengarah ke derajat kerusakan intestinal. selain itu sistem imun yang belum matang dan disfungsi imunologi mungkin memainkan peranan penting dalam patogenesis penyakit ini sehingga memicu keterlibatan sistemik. asam empedu.Neonatal Necrotizing Enterocolitis Gambar 1. Terlepas dari faktor pemicu. 4 . Mekanisme tersebut dapat menjelaskan pelindungan pada bayi yang mendapatkan ASI terhadap NEC.

Bayi yang menyusui dengan susu formula tanpa oligofuktosa sebagai komponen telah tercatat memiliki dominasi organism clostridial. juga memiliki potensi yang tinggi untuk terjadi NEC. analisis retrospektif terbaru menyebutkan bahwa dibandingkan hasil dari NEC pada pasien dengan penyakit jantung bawaan dengan NEC pada pasien tanpa penyakit jantung bawaan. (3) b. komponen susu manusia. yang terdapat dalam lumen usus. Flora saluran cerna Pada individu yang sehat. Namun. iskemia usus Beberapa epidemiologis telah mencatat bahwa bayi yang terpapar lingkungan intrauterine ditandai dengan aliran darah plasenta yang menurun akan memiliki peningkatan NEC. seperti pada pasien dengan paten duktus arteriosus atau penyakit jantung bawaan. lingkungan usus di tandai dengan dominasi flora bifidobacter.(3) 5 . Pada kotoran tikus yang terdapat Staphylococcus aureus dan Escherichia coli menunjukkan peningkatan kejadian dan keganasan dari NEC dibandingkan dengan usus yang dihuni dengan berbagai macam spesies bakteri. bayi postnatal dengan aliran darah sistemik berkurang.Neonatal Necrotizing Enterocolitis a. menunjukkan hasil yang lebih baik pada pasien dengan penyakit jantung bawaan. Koloni bakteri tersebut meningkat dengan adanya oligofruktosa. Bayi premature banyak menerima paparan dari obat antibiotic speckturm luas. Karakter lingkungan bakteri usus diperkirakan memainkan peranan penting dalam regulasi terhadap peradangan usus. yang lebih lanjut mengubah lingkungan bakteri intra luminal Eksperimen dan meta-analisis menunjukkan bahwa pemaparan eksogen dari pro biotik bifidobakteri dan lactobacilli atau probitik (zat nondigestible yang selektif mendorong pertumbuhan bakteri yang menguntungkan yang ada dalam usus) dapat melunakkan risiko dan tingkat keparahan NEC pada bayi premature. Demikian pula.

TNF-a. induksi iskemia usus telah memberikan peranan penting dalam perkembangan NEC. Endotoksin kemudian berinteraksi secara sinergis dengan PAF dan berbagai molekul properadangan lain untuk memperkuat respon inflamasi. Eksperimen terhadap inhibitor PAF dalam hewan percobaan belum terbukti dalam mengurangi cedera mukosa usus. dan leukotrien seperti C4 dan IL-18. Patologis. prostaglandin.(3) Dikatifkannya leukosit dan xantine oksidase epitel usus kemudian dapat menghasilkan suatu oksigen reaktif. menyebabkan cedera jaringan lebih lanjut dan kematian sel.(3) Nekrosis usus terjadi akibat rusaknya lapisan mukosa usus. ( dikutip dari kepustakaan 5) Pada hewan model. yang memungkinkan untuk translokasi bakteri dan endotoksin bakteri bermigrasi ke jaringan yang rusak. (3) 6 . Mekanisme perlindungan selular seperti EGF. Usus Normal (atas).Neonatal Necrotizing Enterocolitis Gambar 2. iskemia menginduksi respon inflamsi local yang mengakibatkan aktivasi dari sel-sel radang dengan mediator seperti PAF. TGF-B1 dan eritropoietin mengurangi kemampuan bayi dalam menanggapi respon protektif. usus nekrosis ( bawah).

Bayi premature yang mendapatkan ASI memiliki insiden 7 . ASI mengandung immunoglobulin A (IgA).(4) Faktor risiko pada ibu berupa gangguan aliran darah usus selama dalam janin. seperti asfiksia. studi epidemiologi menunjukkan bahwa demografi. panyakit jantung bawaan. EZGF. Oligofruktosa mendorong replikasi bifidobakter dan menghambat kolonisasi dengan organisme laktosa-fermentasi. seperti insufisiensi plasenta (misalnya hipertensi dalam kehamilan ). yang terdapat dalam sel lumen usus dan menghambat translokasi bakteri . atau kelainan metabolik. bayi aterm dengan NEC muncul pada usia awal. gangguan pernapasan. Bayi aterm Dibandingkan dengan bayi premature. dapat meningkatkan risiko bayi untuk terjadi NEC. TGF-B1 dan eritropoietin memainkan peran utama dalam mediasi respon inflamasi. faktor risiko.Neonatal Necrotizing Enterocolitis c. karakteristik pasien dan tentu saja klinis berbeda secara signifikan antara bayi aterm ( cukup bulan ) dan Preterm ( kurang bulan atau premature ). Interleukin (IL)-10. Riwayat menyusui dini pada bayi premature merupakan suspek NEC pada bayi. Bayi Preterm Bayi premature beresiko untuk terjadinya NEC selama beberapa minggu setelah lahir. sekitar 1 sampai 3 hari post natal.(4) b. tapi dapat juga muncul pada usia 1 bulan. Agregasi dari T-sel pada usus merupakan pertahanan pertama untuk pathogen lumen dan dapat dirangsang dengan agregat linfosit kecil. terutama jika dirawat dengan indometasin. Imaturitas saluran cerna Pada bayi premature. yang tidak terdapat atau kurang pada bayi premature.(4) a.(3) Diagnosis Pada bayi dengan enterocolitis necrotizing ( NEC). Bayi premature dengan duktus arteriosus beresiko tinggi untuk berkembang menjadi NEC. penyakit kronis ( diabetes mellitus ) atau penyalagunaan kokain pada ibu.(3) Eksperimental dan studi epidemiologi telah mencatat bahwa susu manusia ( ASI) memiliki efek perlindungan. Bayi aterm yang disertai dengan NEC biasanya disertai dengan penyakit sistemik lainnya. prematuritas sel-sel mukosa dan tidak adanya mekanisme antioksidan memungkinkan barier mukosa lebih rentan terhadap cedera.

Perdarahan rectal biasanya masif. Jumlah platelet kurang dari 150.4) Laboratorium Bayi dengan NEC biasanya dengan neutropenia. Bayi dengan jumlah leukosit rendah pada penilitian ini mempunyai prognosis jelek. hipoglikemi dan syok.000/mm3 biasanya ditemukan pada pasien dengan kultur organisme gram negatif. pemeriksaan fisik biasanya ditemukan adanya distensi abdomen dengan sedikit pembengkakan. muntah ( >70%) dan diare ( 426%). Darah segar pada feses sekitar 25-63% kasus dan berak darah sekitar 22-59%. Jumlah neutrofil kurang dari 6000/mm3 biasanya berhubungan dengan septisemia gram negatif.Neonatal Necrotizing Enterocolitis lebih rendah terkena NEC daripada bayi yang menyusui dengan susu formula. dan terdapat loops usus.(2) Trombositopenia umumnya ada dan tampaknya berhubungan dengan sepsis gram negatif. Leukosit bisa meningkat. Pada sebagian pasien. demam. Sejalan dengan perjalanan penyakit. Insidens dari trombositopenia pada NEC sekitar 65-90%.(2. Pada bayi laki-laki. hematokezia ( 79-86%). apneu. massa abdomen yang mobile atau terfiksir.4) Karena derajat keganasan penyakit bervariasi.(2. Gejala yang lebih spesifik tampak pada sistem gastrointestinal. secara esensi belum berubah dari pertama kali di laporkan pada tahun1970. 37% bayi memiliki jumlah neutrofil kurang dari 1500 /mm3. penelitian yang lebih lanjut telah gagal untuk mendukung temuan tersebut. bradikardi.namun. Gejala-gejala umum yang tampak berupa lemah. tapi umumnya rendah.(2) 8 . Edema dan eritema dinding perut merupakan hasil dari peritonitis. trombositopenia dan asidosis metabolik. yang mengindikasikan terjadinya perforasi. Pada satu penilitian. Pemberian susu formula telah dikaitkan dengan peningkatan risiko NEC pada bayi premature.000/mm3. penyakit dapat berkembang sangat cepat/ progresif dan umumnya pasien meninggal dalam waktu 24 jam.(4) Gambaran klinis NEC umumnya datang dengan gejala klinik yang nonspesifik yaitu berupa ketidakstabilan fisiologi. palpasi abdomen mungkin teraba pembengkakan. tampak perbedaan warna pada scrotum. 95% memiliki jumlah platelet kurang dari 150. Pada satu penilitian secara cohort pada 40 bayi yang telah dioperasi karena NEC. seperti distensi abdomen ( 70-98%).

telah diukur dalam beberapa percobaan yang berhubungan dengan kadar CRP dalam resolusi penyakit NEC. pneumonia dan E. Organisme yang berasal dari peritoneal berupa Klebsiella sp. striktur atau septicemia. K. C. Metabolic asidosis bukan indicator spesifik dari nekrosis intestinal. S. butcirum dan E. coli. Staphlococcus aureus.5) 9 .(2) C-reactive Protein (CRP). toksin di hasilkan dari C. perfringens. CRP mungkin sebagai indicator awal bagi NEC jika kadar CRP meningkat lebih dari 10mg/L dalam 48 jam setelah di suspek NEC. coli. dan telah berhasil di isolasi dari contoh kotoran pasien. K. bayi-bayi yang di duga kuat mengalami NEC perlu pemeriksaan radiologi yang rutin setiap 4-6 jam. Kultur darah positif pada 30-35% pasien. kotoran dan peritoneal cavitas. merupakan reaktan fase akut. Staphylacoccus epidermis. E. Enterobacter sp.(2) Bakteri Data bacteriologi untuk NEC telah dapat di kultur dari darah.(2) Gambaran Radiologi Bayi yang diduga mengalami NEC memerlukan pemeriksaan radiologi berkala. enterococci. Clostridium difficile. coli. Klebsiella pneumonia.(2. coli menyebabkan mayoritas biakan darah positif. epidermidis. Salmonella sp. dan Clostridium butycirum. Dibeberapa pusat penelitian.(2) Toxin bakteri Cedera pada mukosa mungkin di perantarai oleh toksin pada beberapa kasus NEC. C. aeruginosa. Epidermidis. pneumonia. Organisme yang biasa di kultur dari feses seperti E. Kultur biasanya Escherichia coli. kegagalan CRP kembali ke kadar normal dalam 10 hari merupakan suatu indicator abses. Enterococcus cloacae. difficile. P. Clostridium perfringens dan Pneumonas aeruginosa. Proteus mirabilis. S.Neonatal Necrotizing Enterocolitis Metabolik asidosis sangat umum terjadi sekitar 40-85% pasien dengan NEC dan hal ini dipercaya sebagai hasil dari hipovolemi dan sepsis.

Beberapa tanda yang dapat ditemukan pada NEC seperti 1. (2. Gas yang terdapat dalam dinding usus umumnya hydrogen. Frekuensi pneumatosis intestinal sekitar 19-98%.(2. pneumoperitoneum 5.5. Derajat dilatasi dan distrubusi pada loop-loop usus tergantung pada kegawatan kliniik dan progresif dari penyakit.5) 10 . gambaran ileus ( distensi usus ) 2. intestinalis pneumatosis ( linear atau kistik ) 3. portal vein gas 4. berbentuk linier atau bulat.6) Distensi usus Multiple udara mengisi loop usus merupakan tanda awal dan paling umum ditemukan pada foto X-ray pasien dengan NEC ( 55%-100% kasus ). intraperitoneal fluid 6.(2. walaupun kadang tidak ditemukan gambaran pneumatosis intestinal pada sekitar 14% pasien dengan NEC ( meskipun penyakitnya parah ). Dibeberapa kasus. yaitu suatu produk dari metabolism bakteri dalam usus.Neonatal Necrotizing Enterocolitis Pemeriksaan radiologi yang paling baik dalam mendiagnosis NEC yaitu dengan X-ray berupa foto polos abdomen dan lateral kiri dekubitus. dilatasi persisten usus. dilatasi intestinal nonspesifik didahului dengan gejala klinik NEC beberapa jam sebelumnya. Gambaran pneumatosis intestinal pada pasien yang di duga NEC merupakan salah satu diagnosis NEC.5) Pneumatosis intestinal Pneumatosis intestinal merupakan gas yang terdapat pada dinding usus. Air fluid level terlihat pada foto lateral dekubitus.

diare hebat.Neonatal Necrotizing Enterocolitis Gambar 3. intoleransi karbohidrat. Pneumatosis intestinal. karena gambaran ini juga dapat ditemukan pada enterocolitis akibat Hirschsprung‟s disease. Penumatosis intestinal tidak spesifik untuk NEC. inspissated milk syndrome. dan biasanya.(dikutip dari kepustakaan 5) Pneumatosis dapat muncul sebelum onset dari gejala NEC tampak.(2) 11 . pyloric stenosis. Pneumatosis umumnya lebih sering terdapat pada bayi dengan NEC yang telah mendapatkan asupan makanan ( 84%) dibandingkan dengan bayi yang belum mendapat asupan makanan ( 14%). dan beberapa kalainan lainnya.

Bentuk linier dari pneumatosis terdiri dari gelembung-gelembung yang berkumpul pada lapisan muskularis dan submukosa.(2) 12 . Pneumatosis intestinal.Neonatal Necrotizing Enterocolitis Gambar 4.(dikutip dari kepustakaan 5) Terdapat dua bentuk pneumatosis intestinal yang ditemukan pada gambaran radiologi. Bentuk kistik mempunyai bentuk granular atau balon busa dan biasanya terdapat di submukosa. Bentuk kistik biasanya di bingungkan dengan fecal mass yang terdapat pada usus. yaitu kistik dan linier.

Potongan mukosa menunjukkan pneumatosis.Neonatal Necrotizing Enterocolitis Gambar 5.(2) Gambar 6. Gambaran gas pada vena porta biasanya sulit ditemukan sekitar 10-30% kasus. Gas vena porta. Gambaran udara pada vena porta merupakan suatu prognosis buruk bagi pasien NEC.(Dikutip dari kepustakaan 5) Gas Vena Porta Gambaran gas vena porta merupakan gambaran radiolusen pada cabang vena hepar dan meperlihatkan pelebaran pada vena tersebut. ( dikutip dari kepustakaan 7) 13 .

dimana angka kejadianya sekitar 12-30% pasien.(dikutip dari kepustakaan 5) Cairan di intraperitoneal Beberapa foto polos abdomen memperlihatkan adanya gambaran air fluid level di rongga peritoneum.(2) 14 . Pneumoperitoneum.(2) Gambar 7. Pada posisi supine tampak gambaran udara bebas pada garis ligament falciform („football sign”). Tapi adanya gambaran ini. Terdapatnya gambaran asites dan udara pada vena porta menunjukkan angka kematian yang tinggi pada pasien NEC.(2) Persistent Dilated Loops Gambaran persistent dilated loops pad foto polos abdomen suatu gambaran dilatasi dari usus yang tidak berubah walaupun posisinya di rubah dalam waktu 24-36 jam. bukan merupakan suatu petunjuk terjadinya nekrosis usus.Neonatal Necrotizing Enterocolitis Pneumoperitoneum Udara bebas pada rongga peritoneum memperlihatkan suatu perforasi dari usus. Gambaran dapat terlihat jelas pada posisi lateral kiri dekubitus. Pada pasien dengan gambaran ini mungkin sudah terjadi nekrosis.

(2) Selain itu keuntungan menggunakan USG dalam menengevaluasi NEC yaitu USG dapat digunakan secara cepat struktur abdominal.(8) Gambar 8. Kegunaan USG untuk mendiagnosis NEC lebih dapat digunakan pada pasien dengan tanda-tanda klinik yang meragukan atau radiografik yang meragukan. mengobservasi ketebalan dinding usus. Gambaran hiperechoic pada hepar menunjukkan aeroportia. Abnormal loop usus pada USG digambarkan sebagai lingkaran hipoechoic dengan pusat focus yang echoic ( “target sign”). peristaltik dan perfusinya. Gambaran cincin pneumatosis usus.Neonatal Necrotizing Enterocolitis Ultrasonografi Ultrasonografi (USG) telah digunakan untuk mengidentifikasi nekrosis usus. (Dikutip dai kepustakaan 8) Gambar 9.(dikutip dari kepustakaan 8) 15 . cairan intraperitoneal dan udara pada vena porta.

sangat diperlukan suatu criteria untuk klasifikasi dari stadium NEC.( dikutip dari kepustakaan 9) 16 . (2. Bell dkk. radiologi. Bayi yang menderita NEC stadium 1 memiliki gambaran yang diduga sebagai NEC. Beberapa klasifikasi telah digunakan dan dipublikasikan. NEC stadium 2 pasien telah di diagnose NEC tapi tidak terdapat indikasi untuk intervensi operasi. Pada tahun1978. dan gejala sistemik. Klasifikasi Necrotizing Enterocolitis. memperkenalkan suatu klasifikasi yang sampai sekarang masih digunakan.(2) Tabel 1. tiga stadium masih tetap digunakan. tapi kategori yang digunakan mengambarkan prognosis dari penyakit tersebut. yaitu sistim tiga stadium ( suspeck.8) Klasifikasi Dalam memilih penanganan yang tepat ( nonoperatif atau operatif ) dan untuk menentukan hasil terapi pada pasien yang berhasil ditangani. NEC stadium 3 yaitu pasien dengan NEC lebih lanjut dengan nekrosis usus atau perforasi. definitive. dan advanced ) yaitu kriteria yang mengkategorikan pasien berdasarkan riwayat. manifestasi gastrointestinal.Neonatal Necrotizing Enterocolitis Magnetic Resonance Imaging Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan modalitas yang noninvasive untuk mengidentifikasi bayi dengan iskemik usus dan NEC. Klasifikasi Bell telah dimodifikasi.

feses di periksa untuk melihat specimen dan darah yang terkandung didalamnya. aminoglikosida dan antibiotik untuk melawan organisme anaerob. pasien yang telah menjalani operasi menerima antibiotik secara intravena selama 1 sampai 2 minggu. saluran gastrointestinal di dekompres melalui gastric tube dan di beri cairan intravena. Darah rutin.(2. Pemasangan intra vena fluid drips diperlukan untuk pemberian nutrisi parenteral. Pasien secara konstan dan hati-hati di monitor keadaanya seperti distensi perut. maka pengobatan bagi pasien NEC adalah konservatif. operasi seharusnya tidak dilakukan sampai ditemukan adanya gangreng namun operasi harus dilakukan sebelum perforasi terjadi.(2. platelet. Darah dan rutin di kultur.4) Indikasi operasi Prinsip dasar intervensi operasi pada pasien NEC yaitu untuk mengangkat jaringan saluran cerna yang telah mengalami gangreng dan mempertahankan ukuran saluran cerna. tidak ada pemeriksaan klink dan 17 .4) Observasi ketat berupa pemeriksaan fisik berkala. Pemberian ASI/ susu formula di hentikan. antibiotik yang digunakan yaitu golongan penicillin. Sayangnya. sejumlah kecil susu formula dapat diberikan. muntah atau nonspesifik tanda atau gejala NEC. Jika pasien secara klinik mulai membaik. Pemberian ASI/Susu formula dihentikan jika hasil pemeriksaan memberikan hasil positif. dekompresi dan antibiotic selama 7 sampai 14 hari. pengobatanya dengan mengistrahatkan kerja dari saluran cerna.Neonatal Necrotizing Enterocolitis Penanganan Nonoperatif Jika tidak terdapat nekrosis atau perforasi.4) Setelah pemberian ASI/Susu Formula. Beberapa peneliti juga menggunakan kombinasik vancomycin dan gentamicin atau vancomisyn dengan cephalosporin generasi ketiga. Idealnya. Pasien yang didiagnosa NEC secara definitive. CRP dan elektrolit diperiksa. Sampai sekarang.(2. analisa gas darah. pemeriksaan radiologi ( foto polos abdomen AP dan lateral kiri dekubitus ) setiap 6 sampai 8 jam. Pemberian susu mulai dilakukan ketika pasien secara klinik membaik dan fungsi saluran cernanya telah menunjukkan perbaikan. dan analisa gas darah. platelet dan leukosit. dan antibiotik spektrum luas diberikan intravena sebagai terapi awal.

Neonatal Necrotizing Enterocolitis pemeriksaan tambahan lain yang dapat memberikan sensitivitas yang tinggi untuk memperlihatkan gangreng intestinal. Paracentesis Hasil positif pada paracentesis. Pasien dengan hasil foto polos abdomen memperlihatkan gas vena portal biasa disertai dengan adanya nekrosis usus. Indikasi yang dapat diterima secara luas untuk dilakukan operasi yaitu adanya pneumoperitoneum. portal venous gas.(2. dan loop intestinal. teraba massa abdomen. yang merupakan organisme spesifik terjadinya nekrosis usus.(2) 3.(2) 4. Sekitar 21% bayi dengan perforasi usus. Ascites Pneumoperitoneum tidak selalu jelas dengan perforasi usus.4) Indikasi operasi bagi penderita NEC yaitu : 1.(2) 18 . gambaran radiologinya menunjukkan suatu ascites. (2) 5. loop usus tetap melebar Loop usus tetap melebar didefinisikan sebagai adanya di dilatasi dari usus yang menetap lebih dari 24 jam. Pneumoperitoneum Bayi yang mengalami pneumoperitoneum selama pengobatan nonoperatif harus segera dilakukan laparatomi atau pemasangan drain peritoneum. Indikasi relative meliputi positif paracentesis. (2) 2. menandakan adanya cairan bebas pada cavum peritoneum yang diaspirasi lebih dari 0. Gas vena portal terdapat hubungan antar gas vena portal dengan nekrosis usus. dinding abdomen eritem.5mL berwarna coklat atau kuning kecoklatan yang terdiri dari bakteri gram. Terdapat cairan pada cavum abdomen bisa jadi satu-satunya indikasi terjadinya perforasi.

dan koreksi anemia dan koagulopati. penanganan pertama dengan drainase peritoneum telah banyak digunakan dengan berbagai macam variasi. Focal disease b. reseksi dengan anastomosis. Drainase peritoneum primer Pada tahun 1977 dilaporkan penggunaan drainase peritoneum yang bermanfaat menstabilkan dan memperbaiki status bayi premature yang mengalami perforasi sebelum menjalani operasi laparatomy.Neonatal Necrotizing Enterocolitis Managemen Operasi NEC yang lebih lanjut memerlukan intervensi operasi. Tujuan utama dari operasi yaitu untuk membuang jaringan usus yang nekrotik dan mempertahankan ukuran usus. pemberian antibiotik spektrum luas. (2) 2. panjang usus yang mengalami nekrosis diklasifikasikan menjadi : a. drain and wait. penanganan syok. Contoh cairan peritoneal di ambil untuk dikultur organisme aerobik. seperti reseksi dengan enterostomy. Produksi urine minimal 1mL/kgBB/jam. Multifocal disease (>50% viable ) c. Sejak itu. anaerobik dan jamur. Seluruh traktus gastrointestinal secara sistemik diperiksa untuk menilai panjang penyakit dan berapa panjang usus yang masih dapat dipertahankan. dan beberapa praktisi menyarankan sebagai sebagai terapi definitive. Pan-intestinal ( NEC totalis. proximal enterostomy. Abdomen diinsisi secara transversal pada supraumblikal kanan. (2) 19 . Laparatomy Pada laparatomi. teknik clip and drop dan teknik patch. sejumlah pilihan operasi dapat diambil. Insisi dilakukan dengan hati-hati jangan sampai melukai hati. (2) Jenis operasi yang biasa dilakukan dalam menangani NEC yaitu: 1. < 25% viable ) Tergantung dari penyakit dan karakteristik pasien pada saat operasi. Kondisi umum pasien harus dioptimalkan terlebih dahulu sebelum di operasi dengan dukungan ventilator.

dengan pasien yang memerlukan intervensi bedah selama fase akut penyakit menunjukkan suatu tingkat kelangsungan hidup yang lebih rendah. Keberadaan dan lokasi obstruksi tersebut didiagnosis dengan menggunakan enema kontras. dan striktur yang paling sering sering melibatkan sisi kiri dari kolon. 50% pasien mengalami komplikasi jangka panjang.(4) Striktur usus Striktur usus dapat berkembang pada bayi dengan atau tanpa perforasi sebelumnya. Walaupun lokasi yang paling mungkin untuk penyakit akut yaitu ileum terminal. Potongan usus yang mengalami nekrosis ( dikutip dari kepustakaan 5) Komplikasi Sekitar 75% pasien dapat bertahan hidup. dan reseksi bedah diperlukan pada daerah yang mengalami striktur. Banyak dokter bedah secara rutin melakukan enama kontras pada pasien 20 . Gejala intoleransi pemberian ASI/susu formula dan gangguan pencernaan lain biasanya terjadi 2 sampai 3 minggu setelah sembuh dari penyakit awal. Insidennya sekitar 25-33%. Terdapat 2 komplikasi yang paling sering ditemukan pada pasien yaitu striktur usus dan sindrom usus pendek.Neonatal Necrotizing Enterocolitis Gambar 10. Dari pasien yang bertahan hidup.

lebih dari 75% bayi bertahan hidup dari penyakit ini. dan pemantauan pertumbuhan bakteri yang terlalu cepat. tetapi penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa pertumbuhan ini dapat berlangsung selama 2 tahun. prognosis untuk pasien yang mengalami adalah baik. Pemotongan usus halus dapat mengakibatkan malabsorpsi zat gizi serta cairan dan elektrolit. banyak komplikasi seperti striktur dan sindrom usus pendek.4) Prognosis Seperti disebutkan diatas. Gejala paling sering ditemukan pada bayi yang telah mengalami pemotongan sebagian besar usus kecil atau kehilangan sebagian kecil katup ileocecal.(2) 21 . Namun. Secara keseluruhan. pengelolaan yang tepat dari hipersekresi asam lambung. pemeliharaan gizi yang lengkap sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Hal ini dapat dicapai dengan pemberian vitamin yang cukup. mineral dan kalori secara parenteral. Usus bayi tumbuh dan beradaptasi dari waktu ke waktu.Neonatal Necrotizing Enterocolitis mereka sebelum reanastomosis usus sehingga semua intervensi bedah dapat dilakukan pada saat bersamaan(2.4) Sindrom Usus Pendek ( Short Bowel Syndrome ) Sindrom usus pendek adalah suatu gejala kesulitan pencernaan yang dihasilkan dari reseksi berlebihan usus halus yang diperlukan untuk penyerapan nutrisi penting dari lumen usus. Selama waktu itu.(2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful