P. 1
Untitled

Untitled

|Views: 11|Likes:
Published by Alim Sumarno

More info:

Published by: Alim Sumarno on Jan 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/14/2014

pdf

text

original

PENDAHULUAN Bagian pendahuluan terutama berisi: (1) permasalahan penelitian; Penggunaan media pembelajaran di beberapa sekolah kota Mojokerto juga

telah tersedia sarana- prasarana yang mencukupi, akan tetapi pada pelaksanaan penggunaannya belum secara maksimal baik sekolah negeri maupun swasta. Pada sekolah SMP eLKISI yang merupakan salah satu sekolah swasta di Mojokerto telah memiliki saranaprasarana yang memadai, berupa fasilitas media lab komputer dengan jumlah 10 unit komputer, LCD proyektor dan layar yang dapat dioperasionalkan dengan baik, akan tetapi belum digunakan secara maksimal oleh guru dalam proses pembelajarannya karena belum mengetahui secara maksimal strategi dan teknik dalam penggunaanya. Untuk itu penelitian dilakukan di SMP eLKISI Mojokerto. Berdasarkan data dokumenter serta wawancara kepada guru bidang studi menemukan beberapa indikator, antara lain : nilai rata-rata dalam mata pelajaran Sirah Nabawiyah adalah 60, sebanyak 60% dari jumlah peserta didik dibawah Standart Kelulusan Minimal (SKM) yaitu 75, dalam pembelajaran sirah nabawiyah yang dilakukan oleh guru berpusat pada menggunakan LKS dan papan tulis, dalam pembelajaran didalam kelas hanya 2 jam pelajaran dalam seminggu, sehingga waktu untuk belajar siswa sangat terbatas dalam memahami materi dan kurang efisien dalam memaksimalkan waktu dalam pembelajaran. Dari indikator di atas membawa dampak: Siswa tidak dapat mencapai kompetensi yang diharapkan dengan adanya indikator nilai ulangan siswa pada pokok bahasan memahami sejarah nabi Muhammad SAW dibawah standar minimum. Tujuan ideal dari proses pembelajaran Sirah Nabawiyah adalah siswa mampu mencapai indikator yang telah ditetapkan dalam kurikulum Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas VII. (2) wawasan dan rencana pemecahan masalah; Salah satu kebijakan pendidikan yang dituangkan dalam Program Pembangunan Nasional lima tahun (Propenas) 1999-2004 adalah peningkatan mutu pendidikan nasional. Berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan telah dan akan terus dilakukan, di antaranya dengan melengkapi sekolah-sekolah dengan berbagai sarana dan sumber belajar di sekolah. Keberhasilan proses pembelajaran salah satunya terletak pada penggunaan media yang bervariasi (multimedia). Dalam kegiatan belajar mengajar, guru dapat menggunakan berbagai variasi, antara lain variasi media. Salah satu media yang dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran adalah media Video (VCD). “Media video merupakan media audio-visual yang menampilkan gerak. Pesan yang disajikan bisa bersifat fakta (peristiwa penting, berita) maupun fiktif (misalnya cerita), bisa bersifat informative, edukatif maupun instruksional”. (Sadiman, 2006:74) Daya serap seseorang terhadap pesan dan isi dalam sebuah Video (VCD) sangat besar. Mereka dapat menggambarkan setiap episode film tersebut secara

baik setelah menonton untuk dapat memecahkan masalah belajar pada mata pelajaran Sirah Nabawiyah . Video dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar karena kesesuaian isi yang meliputi dokumentasi tempattempat dan berbagai peristiwa yang dilalui oleh nabi Muhammad SAW serta kelengkapan pendukungnya seperti narasi, gambar, audio akan dapat menarik perhatian dan minat anak untuk melihat, mendengar dan mengikuti jalannya cerita, sehingga anak akan dapat lebih memahami suatu cerita/ kisah yang disampaikan dan juga membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar dalam upaya mencapai prestasi belajar yang optimal khususnya pada mata pelajaran Sirah Nabawiyah. (3) Rumusan masalah; Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: Bagaimanakah proses pemanfaatan media video (VCD) Jazirah Nabi berjudul “Muhammad SAW” yang dilakukan oleh guru Pada Mata Pelajaran Pembelajaran Sirah Nabawiyah Pokok Bahasan Memahami Sejarah Nabi Muhammad SAW untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VII di SMP eLKISI Mojokerto? (3) Tujuan penelitian; Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui strategi dan teknik pemanfaatan Media Video (VCD) Jazirah Nabi berjudul “Muhammad SAW” sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran Sirah Nabawiyah Pokok Bahasan Memahami Sejarah Nabi Muhammad SAW Kelas VII di SMP eLKISI Mojokerto

(4) rangkuman kajian teoritik yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Pengertian 1. Pemanfaatan Pemanfaatan adalah proses, cara atau proses perbuatan memanfaatkan sesuatu (Menurut Kamus Besar Ilmu Pengetahuan,2006: 1184). Sedangkan menurut Barbara B. Seels (1994: 50) “ Pemanfaatan adalah aktivitas menggunakan proses dan sumber untuk belajar.” Sedangkan pemanfaatan media adalah” penggunaan sistematis dari sumber untuk belajar”. Proses pemanfaatan media merupakan proses pengambilan keputusan berdasarkan pada spesifikasi desain pembelajaran. Prinsip- prinsip pemanfaatan juga dikaitkan dengan karakteristik siswa. Pemanfaatan adalah aktivitas menggunakan proses dan sumber untuk belajar. Pemanfaatan yang dimaksud disini adalah pemanfaatan video (VCD)

1

yang disebut perangkat lunak (software) yang didalamnya berisi pesan dan disajikan dengan menggunakan peralatan yang disebut (hardware). 2. Media “Media adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.”(Sadiman, 2006: 7) Dari definisi media dapat disimpulkan bahwa media adalah perangkat lunak yang berisi pesan atau informasi pendidikan yang disalurkan dari pengirim ke penerima dengan menggunakan peralatan sehingga proses belajar terjadi. 3. Media Pembelajaran “Apabila media yang dirancang untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga terjadi proses pembelajaran yang betujuan instruksional atau mengandung meksud- maksud pengajaran maka media itu disebut media pembelajaran.”(Heinich, 1982 dalam Azhar Arsyad, 2006: 4) Salah satu media pembelajaran adalah media video. Menurut Arsyad (2006: 49) “ Video merupakan media yang dapat menggambarkan suatu objek yang bergerak bersama- sama dengan suara alamiah atau suara yang sesuai”.Menurut sadiman (2006: 74) “ Video sebagai media audio- visual yang menampilkan gerak”. Sehingga dapat disimpulkan pengertian video adalah bahan atau seperangkat lunak yang dapat merekam dan menampilkan gerak bersama- sama dengan suara yang berisi pesan atau informasi yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar untuk menyampaikan pesan pembelajaran dari sumber (guru maupun sumber lain) kepada penerima (siswa ataupun warga belajar) yang disajikan melalui peralatan video dan TV. Media video ini adalah sebuah produk media (VCD) pembelajaran yang dapat digunakan untuk memudahkan siswa dalam belajar dan membantu mengefektifkan kegiatan proses belajar mengajar pada mata pelajaran Sirah Nabawiyah pokok bahasan Memahami Sejarah Nabi Muhammad SAW untuk siswa kelas VII di SMP eLKISI Mojokerto. VCD Jazirah Nabi ini semacam film dokumenter. Menjelajahi wilayah dan daerah-daerah yang memiliki bekas peradaban pada masa para nabi dan Rasulallah SAW terutama jejak-jejak perjuangan dakwah Rasulullah SAW di sekitar semenanjung Arabia. VCD Jazirah Nabi Nabi Muhammad SAW yang berdurasi 50 menit ini tidak sekadar menyajikan potret

hidup tempat dan wilayah-wilayah tersebut, tetapi narasinya yang berpijak pada referensi sejarah yang terpercaya membuat VCD ini sesuai sebagai sarana pendidikan dan pengembangan wawasan tentang sejarah perjuangan para nabi dan Rasulallah SAW. Karakteristik Media Sebagai sebuah media pembelajaran, video mempunyai karakteristik yang berbeda dengan media lain. Adapun karakteristik media video memiliki perbedaaan dengan media televisi. Perbedaan itu terletak pada penggunaan dan sumber. Media video dapat digunakan kapan saja dan kontrol ada pada pengguna, sedangkan media televisi hanya dapat digunakan satu kali pada saat disiarkan, dan kontrol ada pada pengelola siaran. Namun secara umum kedua media ini mempunyai karakteristik yang sama, yaitu: a. Menampilkan gambar dengan gerak, serta suara secara bersamaan. b. Mampu menampilkan benda yang sangat tidak mungkin ke dalam kelas karena terlalu besar (gunung), terlal kecil (kuman), terlalu abstrak (bencana), terlalu rumit (proses produksi), terlalu jauh (kehidupan di kutub) dan lain sebagainya. c. Mampu mempersingkat proses, misalnya proses penyemaian padi hingga panen.

d. Memungkinkan adanya rekayasa (animasi).
Kelebihan dan kekurangan Media Video Media video (VCD) pembelajaran sama halnya seperti media yang lain yang mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan dalam penggunaanya. Agnes, Elisabeth (1999) didalam bukunya yang berjudul Format Program TV/Video, kelebihan dan kekurangan media video (VCD) pembelajaran, antara lain: a. Kelebihan 1) Dapat menstimulir efek gerak. 2) Dapat diberi suara maupun warna. 3) Tidak memerlukan keahlian khusus dalam penyajiannya. 4) Tidak memerlukan ruangan gelap dalam penyajiannya. 5) Dapat diputar ulang, diberhentikan sebentar, dan sebagainya (video) kontrol pada pengguna. b. Kekurangan 1) Memerlukan peralatan khusus dalam penyajiannya. 2) Memerlukan tenaga listrik.

3) Memerlukan keterampilan khusus dan kerja tim
dalam Pembuatannya. 4) Tidak dapat diputar ulang (siaran televisi) à kontrol pada pengelola. 5) Sulit dibuat interaktif (khusus siaran langsung siaran televisi interaktif melalui telepon/sms). 6) Dan lain sebagainya. Sedangkan kelemahan video menurut Azhar Arsyad (2006:50), yaitu: 1) Pengadaan film dan video umumnya memerlukan biaya mahal dan waktu yang banyak. 2) Pada saat film dipertunjukkan, gambar- gambar bergerak terus sehingga tidak semua siswa mampu mengikuti informasi yang ingin disampaikan melalui film tersebut. 3) Film atau video yang tersedia tidak selalu sesuai dengan kebutuhan dan tujuan belajar yang diinginkan, kecuali film dan video itu dirancang dan diproduksi khusus untuk kebutuhan sendiri. Kelebihan pada suatu media merupakan hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan media dalam pembelajaran. Adapun juga kelebihan yang dimiliki media video (VCD) yaitu mampu menyampaiakan pesanpesan secara lengkap, faktual dan menyeluruh serta mampu meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa, sehingga secara keseluruhan siswa yang menonton dirangsangnya untuk secara tidak langsung terlibat mengikuti peristiwa- peristiwa yang disajikan. Walaupun secara teori media video (VCD) memiliki kelemahan, namun juga memberikan manfaat yang tidak dapat diabaikan dalam penyampaian pesan- pesan pendidikan secara terarah apabila diprogram secara baik dan memberikan hasil yang bermakna bagi siswa, sehingga ilmu pengetahuan yang disampaikan akan mudah dipahami oleh siswa. Beberapa dasar pertimbangan dalam pemilihan media video ini adalah menurut Nata Abuddin (2009: 304-306) yaitu: a. Kesesuaian dengan tujuan pengajaran b. Ketepatan dalam memilih media c. Obyektivitas d. Program pengajaran e. Sasaran program f. Situasi dan kondisi g. Keefektifan dan efisiensi Strategi Pemanfaatan Media Media video ini digunakan dengan perencanaan yang sistematis agar diperoleh hasil yang efektif. Menurut Sadiman (2006:188), supaya media dapat digunakan

secara efektif dan efisien ada tiga langkah utama yang perlu diikuti dalam menggunakan media, antara lain: a. Tahap Persiapan sebelum menggunakan media Supaya penggunaan media dapat berjalan dengan baik, guru perlu membuat persiapan unit pelajaran. Kemudian guru memilih video yang sesuai dengan tujuan pelajaran. Setelah memilih film, sebaiknya film tersebut diuji coba terlebih dahulu (preview). Selanjutnya guru merencanakan bagaimana mengkorelasikan film itu dengan kegiatan- kegiatan lainnya seperti Tanya jawab, diskusi kelas, pekerjaan kreatif, dan sebagainya. b. Tahap Kegiatan selama menggunakan Film harus dipelajari, bahkan apabila diperlukan pertunjukkan bisa diulangi kembali tergantung pada masalah yang dibicarakan. Pelaksanaan pemutaran ulangan dapat dilakukan pada hari lain. Guru harus mensetting ruangan kelas dan fasilitas yang akan digunakan nantinya. c. Tahap penutup (tindak lanjut) Untuk menjajaki apakah tujuan telah tercapai dan untuk mengetahui peningkatan dalam memahami isi materi siswa terhadap materi pembelajaran yang disampaikan melalui media. Kegiatan itu dapat berupa tes, soal latihan , demonstrasi atau menceritakan kembali isi dari video yang diperoleh dari catatan/ rangkuman yang telah ditulis oleh siswa. Desain ruangan yang tepat dalam penyajian akan lebih membuat penyajian cerita lebih luas dan terarah, dan dengan pengaturan/ penataan ruang akan lebih memperjelas jarak pandang dan keluesan pandangan. Adapun desain ruangan yang baik menurut Sadiman (2006: 324) dalam tata pemanfaatan peralatan media VCD adalah sebagai berikut: Bentuk susunan tempat duduk dan ukuran layar: Ruangan yang akan dipergunakan berbentuk persegi panjang, dengan ini tempat duduk yang digunakan adalah memanjang, mengadap dinding yang lebih sempit. Pancaran cahaya proyektor
450

Sudut efektif

3 Tempat duduk siswa Proyektor

Kriteria Keberhasilan dalam pemanfaatan video (VCD) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sirah Nabawiyah Pemanfaatan video (VCD) dapat dikatakan berhasil meningkat hasil belajar siswa dalam memahami suatu kisah apabila anak dapat menceritakan kembali dengan bahasanya sendiri isi dari cerita yang dia tonton, maupun menyebutkan peristiwa- peristiwa apa saja yang terjadi pada video tersebut dan mampu memberi kesimpulan dari kandungan kisah/ sejarah. Untuk mengetahui apakah video (VCD) mampu meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan memperhatikan aktifitas- aktifitas mereka saat menonton video. Baik berupa antusiasme, mengikuti jalan cerita pada video, keberanian siswa untuk bertanya kepada guru apabila ada bagian dari kisah yang mereka tidak mengerti, dan perhatian mereka saat guru memberikan penjelasan mengenai pertanyaan yang mereka ajukan.

Gambar 2.1 Tipe permukaan layar Dalam penempatan layar terdapat dua alternatif, yaitu ditengah ruangan dan disudut ruangan. Dilihat dari sudut efektif pemantulan cahaya oleh permukaan layar, maka penempatan layar pada sudut ruangan lebih menguntungkan. Akan tetapi hal itu hanya berlaku pada ruangan yang berbentuk bujur sangkar atau mendekati bujur sangkar. Jadi, faktor yang harus diperhatikan pada saat menentukan penempatan layar ialah ukuran ruangan, susunan tempat duduk dan peralatan- peralatan lainnya yang ada. Hal lain yang harus diperhatikan ialah ketinggian layar dari lantai, yaitu ± 1,8 m (diukur dari tepi bawah layar). Hal ini menjaga supaya orang yang duduk dibagian belakang tidak terhalang pandangannya oleh orang yang didepannya.

Hipotesis Hipotesis adalah jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul (Arikunto, 2002:64). Dari uraian tersebut, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: “Pemanfaatan Media Video (VCD) Jazirah Nabi berudul “Muhammad SAW” dapat meningkatkan pemahaman Sejarah Nabi Muhammad SAW Pada Mata Pelajaran Pembelajaran Sirah Nabawiyah Pokok Bahasan Memahami Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII DI SMP eLKISI Mojokerto”

Ketinggian 1,8 m dari lantai Sudut pandang siswa terhadap layar

Jarak paling jauh

Sudut efektif

Gambar 2.2 Tata Peletakan Video monitor

Pada bagian ini kadang-kadang juga dimuat harapan akan hasil dan manfaat penelitian. Panjang bagian pendahuluan sekitar 2-3 halaman dan diketik dengan 1,5 spasi (atau mengikuti ketentuan penulisan jurnal ilmiah tempat artikel tersebut hendak diterbitkan). Karakteristik Sasaran Salah satu langkah dalam memanfaatkan media adalah menganalisis karakteristik sasaran. Hal ini sangat penting agar nantinya media yang dimanfaatkan sesuai dengan karakteristik sasaran. Dalam pembelajaran, karakteristik sasaran identik dengan perkembangan kognitif yang diukur dengan rentang usia. Siswa kelas VII SMP eLKISI Mojokerto rata-rata berumur 12 tahun. Menurut Piaget (Oemar Hamalik, 2007 : 35)

METODE Pada dasarnya bagian ini menjelaskan bagaimana penelitian itu dilakukan. Materi pokok bagian ini adalah: (1) rancangan penelitian; Dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti termasuk jenis penelitian eksperimen. Dimana peneliti menggunakan pre test dan post tes untuk mengetahui pemahaman materi siswa sebelum memanfaatkan program video pembelajaran Sirah Nabawiyah dan sesudah menggunakan media video (VCD) Sirah Nabawiyah “sejarah Nabi Muhammad SAW” Jenis yang digunakan adalah Quast Experimen Desain “One Grup Pre tes-Post test Design (Arikunto, 2002:78), berikut pola penelitiannya:

O1 x O2

Keterangan: 01 02 : Observasi sebelum eksperiment (pre test) : Observasi sesudah eksperiment (postest)

Variabel terikat akibat dari variabel bebas yang keadaanya tergantung pada variabel bebas dan variabel lain. Dalam hal ini adalah varibel terikatnya adalah Hasil belajar Siswa kelas VII pada Mata Pelajaran Pembelajaran Sirah Nabawiyah.

Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data merupakan cara kerja dalam penelitian guna memperoleh data atau keteranganketerangan yang diperoleh dalam kegiatan sesuai dengan kenyataan. Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini ada prosedur yang harus digunakan agar data yang diperoleh bisa relevan dengan kebutuhan peneliti. Dari rumusan masalah dapat diketahui jenis data yang diambil, sumber data, metode pengumpulan data yang diperlukan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode tes dan metode non tes. Metode tes menggunakan tes hasil belajar yaitu metode observasi dan metode tes. 1. Metode Observasi Metode observasi adalah kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera (Arikunto, 2006:156). Metode observasi dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan persiapan pembelajaran dilihat dari guru dan materi dalam pemanfaatan media Video (VCD) “sejarah Nabi Muhammad SAW”. Observasi dapat dibedakan menjadi dua cara yang kemudian digunakan untuk menyebutkan jenis observasi yaitu: a. Observasi non sistematis yang dilakukan oleh pengamat dengan tidak menggunakan instrumen pengamatan. Observasi sistematis yang dilakukan oleh pengamat dengan menggunakan pedoman sebagai instrumen pengamatan. (Arikunto, 2006:157).

Untuk O1 merupakan tes awal yang diberikan kepada siswa. Tes ini diberikan kepada anak untuk mengetahui pengetahuan awal anak mengenai kisah/ sejarah yang akan ditonton. Adapun O2 merupakan tes yang diberikan kepada siswa setelah diberikan perlakuan yaitu untuk mengetahui pemahaman mereka setelah menonton video (VCD) Sirah Nabawiyah Sejarah Nabi Muhammad SAW. (2) populasi dan sampel (sasaran penelitian); Sasaran dalam penelitian ini adalah Siswa Kelas VII DI SMP ELKISI Mojokerto. Jumlah keseluruhan Siswa Kelas VII adalah 29 siswa, yang terdiri dari siswa lakilaki berjumlah 11 anak, siswa perempuan berjumlah 18 anak dengan usia berkisar antara 12-13 tahun. Karena Subyek kurang dari 100 orang, maka penelitian ini termasuk penelitian populasi.

(3) teknik pengumpulan instrumen; Variable Penelitian

data

dan

pengembangan

Menurut Hadi dalam Suharsimi Arikunto (2002: 94) “ Variabel adalah obyek penelitian yang bervariasi”, menurut Sudjana (2001:11) bahwa “ Variabel adalah ciri atau karaktersitik dari individu, obyek, peristiwa yang nilanya bisa berubah- ubah. Variable merupakan obyek penelitian yang bervariasi dan memiliki bagian- bagian kecil yang terdapat pada indikator masing- masing variabel. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas dan variabel terikat adalah: Variabel bebas adalah yang memberikan pengaruh kepada variabel lainnya. Dalam hal ini yang menjadi variabel bebasnya adalah Pemanfaatan Media Video (VCD) Jazirah Nabi berudul “Muhammad SAW” Pada Mata Pelajaran Pembelajaran Sirah Nabawiyah karena dengan dimanfaatkannya akan mempengaruhi Hasil belajar Siswa Kelas VII DI SMP eLKISI Mojokerto.

b.

Dalam penelitian ini menggunakan obsevasi sistematis menggunakan instrumen pengamatan. Peneliti menggunakan cek list (√) pada pertanyaan yang telah dibuat terlebih dahulu oleh peneliti. Peneliti memilih metode observasi ini untuk melakukan pengamatan langsung terhadap proses pelaksanaan pembelajaran Sirah Nabawiyah

5

dengan menggunakan media Video (VCD) “sejarah Nabi Muhammad SAW”. Dalam hal ini peneliti mengobservasi proses pembelajaran dengan media Video (VCD) yang dilakukan oleh guru dan siswa di dalam kelas. Alasan atau pertimbangan peneliti dalam menggunakan metode observasi adalah sebagai berikut; Peneliti dapat langsung melakukan pengamatan terhadap obyek yang diteliti - Karena pengamatan dilakukan secara langsung maka data yang diperoleh benar- benar obyektif tanpa ada tekanan dari luar. Langkah-langkah yang dilakukan dengan metode observasi antara lain: Membuat instrument observasi berupa check list b) Melakukan pengamatan langsung terhadap obyek yang diteliti. c) Melakukan pencatatan terhadap hasil yang diperoleh dari observasi. d) Proses pengamatan dilakukan dalam dua tahap
a)

Post tes, untuk mengetahui kemampuan siswa setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan media Surat Kabar. Pelaksananaan evaluasi ini diberikan sebelum dan sesudah dilakukan proses pembelajaran dengan menggunakan media Video Sirah Nabawiyah.
b.

Bentuk tes yang diberikan berupa pertanyaan atau tes lisan. Dalam pelaksanaan tes lisan ini guru memanggil anak satu persatu untuk maju ke depan kelas, kemudian guru memberikan serangkai pertanyaan mengenai isi yang ada pada video pembelajaran sirah nabawiyah. Guru memberikan kesempatan siswa untuk menjawab pertanyaan sesuai kemampuan mereka, juka siswa merasa kesulitan, guru memberikan sedikit bantuan agar mereka mampu menjawab pertanyaan dengan baik. Untuk penelitian yang menggunakan alat dan bahan, perlu dituliskan spesifikasi alat dan bahannya. Spesifikasi alat menggambarkan kecanggihan alat yang digunakan sedangkan spesifikasi bahan menggambarkan macam bahan yang digunakan.

2. Tes Tes sebagai alat penilaian adalah pertanyaanpertanyaan yang diberikan kepada siswa untuk mendapat jawaban dari siswa dalam bentuk lisan (tes lisan), dalam bentuk tulisan atau dalam bentuk perbuatan (tes tindakan) (Sudjana, 2001 : 35) Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengumpulkan keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Arikunto,2002:198). Metode tes dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui atau mengukur kemampuan yang dimiliki oleh siswa sebelum diberikan perlakuan (pre test) dan sesudah diberikan perlakuan (post test). Disini tes yang di gunakan adalah tes subjektif. Tes subyektif adalah salah satu jenis tes hasil belajar yang memiliki karakteristik tertentu. (Sudijono, 2005:99 ). Tes subjektif yang digunakan berupa tes uraian bentuk bebas. Tes hasil belajar diberikan sebanyak dua kali, yaitu:
a.

Untuk penelitian kualitatif seperti penelitian tindakan kelas, etnografi, fenomenologi, studi kasus, dan lain-lain, perlu ditambahkan kehadiran peneliti, subyek penelitian, informan yang ikut membantu beserta cara-cara menggali data-data penelitian, lokasi dan lama penelitian serta uraian mengenai pengecekan keabsahan hasil penelitian. Sebaiknya dihindari pengorganisasian penulisan ke dalam “anak sub-judul” pada bagian ini. Namun, jika tidak bisa dihindari, cara penulisannya dapat dilihat pada bagian “Hasil dan Pembahasan”.

Pre tes, untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum materi diberikan.

(4) dan teknik analisis data. Teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang telah diajukan sehingga dapat digunakan untuk menarik kesimpulan,”menarik kesimpulan penelitian selalu berdasarkan diri atas semua data yang diperoleh dalam kegiatan penelitian”(Arikunto, 2002: 12). Teknik analisis data menggunakan presentase dan uji t. 1. Perhitungan dengan prosentase Perhitungan dengan menggunakan rumus prosentase dilakukan untuk menentukan gambaran

kualitas pemanfaatan program vido pembeajaran Sirah Nabawiyah di SMP eLKISI Mojokerto. Peneliti menggunakan perhitungan prosentase, data yang diperoleh dari observasi, adapun rumus prosentase yang digunakan adalah:

P=

f x100% N

Keterangan: P = Angka presentase f = Frekunsi yang akan dicari N = Jumlah frekuensi/banyaknya individu (Sudjono, 2005:40) Untuk mengetahui hasil perhitungan prosentase mengenai pemanfaatan program video pembelajaran Sirah Nabawiyah di SMP eLKISI Mojokerto termasuk kriteria baik atau cukup dapat dilihat dari kriteria: 76% - 100% : Sangat baik 56% - 75% : Baik 40% - 55% : Cukup 0 - 40% : Kurang baik

(Arikunto, 2002 :246) 2. Perhitungan dengan uji t Sedangkan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Pemanfaatan program video pembelajaran menggunakan teknik kuantitatif dengan menggunakan rumus uji t (t-tes). Karena penelitian ini merupakan Quasi Eksperimen maka rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:

Menyenangkan. Terjemahan oleh Alwiyah Abdurrahman. Bandung: Penerbit Kaifa. AECT. 1986. Definisi Teknologi Pendidikan. Jakarta: CV. Rajawali Pers. Agnes, Elisabeth .1999.Format Program TV/Video. Jakarta:PT. Rajawali Pers. Ali, Muhammad.2011.Sirah Nabawiyah.Jakarta: Pustaka Alkautsar. Arsyad, Azhar. 2006. Media Pembelajaran. Jakarta: PT.Rajawali Pers. Arikunto, Suharsimi.2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, edisi Revisi V. Jakarta: Rineneka Cipta . Hadi. Sutrisno. 1996. Metodologi Riset Jilid 1. Jogja Karta: Andi Offest Hamalik, Oemar. 2007. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algasindo. Kamus Besar Ilmu Pengetahuan.2006 Muhadi, Yudhi. 2008. Media Pembelajaran. Jakarta: Gaung Persada Press. Mustadji. Susarno, Lamidjan Hadi. 2010. Panduan Seminar. Surabaya : Unesa Press University. Nata, Abuddin. 2009. Presperktif Islam tentang sistem pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup. Sadiman , Arief. dkk. 2006. Media pendidikan. Jakarta : Raya Grafinda Persada. Seels, Barbara dan Richey, rita.1994. Teknologi Pembelajaran Devinisi dan Kawasannya. Jakarta : Unit Percetakan Universitas Negeri Jakarta. Sudjana, Nana & Rivai. 2001. Media Pengajaran. Bandung: SINAR BIRU Sudijono, anas. 2005. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta : PT Rajawali Pers. Tim Penyusun. 2006. Panduan Penulisan dan Penilaian Skripsi Universitas Negeri Surabaya. Surabaya : Unesa University Press. Tim Abdi Guru. 2007. Ayo Belajar Agama Islam. Jakarta: Erlangga.

Keterangan: Md = mean dari deviasi Xd = perbedaan deviasi dengan mean deviasi N = banyaknya subjek df = atau db adalah N-1 (Arikunto, 2002:86)

DAFTAR PUSTAKA De Porter, Bobbi dan Hernacki, Mike. 1992. Quantum Learning. Membiasakan Belajar Nyaman dan

7

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->