P. 1
Pengertian, Kedudukan, Sifat Dan Fungsi Uud 1945

Pengertian, Kedudukan, Sifat Dan Fungsi Uud 1945

|Views: 287|Likes:
Published by M Syaiful Huda

More info:

Published by: M Syaiful Huda on Jan 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/01/2015

pdf

text

original

PENGERTIAN, KEDUDUKAN, SIFAT DAN FUNGSI UUD 1945 PENGERTIAN HUKUM DASAR Hukum dasar ialah peraturan hukum

yang menjadi dasar berlakunya seluruh peraturan perundangan dalam suatu negara. Hukum dasar merupakan :
1.

Sumber hukum tertinggi bagi produk-produk hukum dan kebijaksanaan pemerintah. Sarana pengawasan (control) berlakunya semua peraturan dalam negara. Hukum Dasar Tertulis (UUD / Konstitusi tertulis)

2.

Hukum Dasar Hukum Dasar Tak Tertulis (Konvensi atau Kebiasaan ketata Negaraan)

UUD atau Konstitusi negara adalah peraturan negara dan merupakan batang tubuh suatu negara yang memuat ketentuan-ketentuan pokok dan menjadi salah satu sumber dari peraturan perundangan lainnya yang kemudian dikeluarkan oleh negara.

UUD 1945 merupakan sumber hukum artinya : semua peraturan yang berlaku (TAP atau Kep MPR.1 UUD 1945 SEBAGAI HUKUM DASAR (TERTULIS) ialah : 1. Aturan-aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan yang harus ditaati dan dilaksanakan. Hukum yang pokok. UUD 1945 adalah hukum yang berlaku. 3. Perpu. UUD 1945 adalah mengikat pemerintah dan lembaga negara dan lembaga masyarakat. Peraturan daerah). 2. 4. sebab UUD 1945 berisi norma-norma. UU. umumnya disebut konvensi. PP. Misalnya : Pidato kenegaraan Presiden pada tiap-tiap tanggal 16 Agustus dan Pidato Presiden sebagai keterangan pemerintah tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan . hukum yang tertinggi (yang tertulis). Kepres. Hukum Dasar Yang Tak Tertulis adalah : 1.

Konvensi menurut UUD 1945 harus memenuhi syarat tidak bertentangan dengan isi. kekosongan ketentuan yang tidak diatur secara jelas dalam UUD 1945.Belanja Negara (APBN) pada minggu pertama bulan januari stiap tahun. 3. Konvensi hanya terjadi pada tingkat nasional saja. mengisi. Pembukaan yang meliputi empat alinea. 4. 2 PENGERTIAN UUD 1945 Konstitusi negara kesatuan RI ialah UUD 1945 yang terdiri dari : 1. 2. .16 BAB.Aturan Peralihan. arti dan maksud UUD 1945 oleh karena itu sifatnya melengkapi. .37 Pasal. Batang Tubuh atau isi yang meliputi : . Terjadi berulang kali dan dapat diterima masyarakat.Aturan Tambahan. 2. . KEDUDUKAN UUD 1945 .

3 Sebagai hukum dasar: 1. Harus dilaksanakan. b. Setiap Wareganegara. b. Merupakan sumber hukum tertinggi bagi: a. 2. Harus ditaati. Setiap Lembaga masyuarakat. Setiap Lembaga Negara. . Berisi norma-norma yang : a. Hukum Dasar Tak Tertulis. Baik hukum dasar tertulis maupun hukum dasar tak tertulis adalah norma hukum yang : 1. Hukum Dasar Tertulis. Produk-produk hukum. Kebijakan pemerintah. 2. Alat control [ pengawasan ]. d.a. b. Pemerintah. Mengikat : a. b. c.

Kepada pemerintah penyelenggara negara. Perubahan UUD yang memerlukan prosedur istimewa. . maka sifat UUD itu adalah rigid [kaku]. Fungsi UUD 1945 UUD 1945 sebagai sumber hukum maka UUU 1945 mempunyai fungsi sebagai alat control yaitu alat untuk mengecek apakah. seperti: dinyatakan dalam pasal 37 UUD 1945 dan dinegara USA. sebagaimana mengubah dan membuat UU biasa [luwes/fleksibel]. 2. Cara Mengubah Konsitusi [UUD] Ada dua cara mengubah UUD antara lain: 1. pusat dan lain-lain dan b. UUD diubah dengan cara prosedur yang biasa.Merupakan aturan-aturan pokok yang merupakan garis besar sebagai intruksi: a. Menyelenggarakan kehidupan negara menyelenggarakan kesejahteraan social. norma hukum yang lebih rendah yang berlaku itu sesuai atau tidak dengan UUD 1945. Pada zaman ORBA UUD 1945 sulit dirubah dengan mengeluarkan TAP MPR tentang REFERENDUM.

3. maka konsitusi itu saja berlaku dalam arti hukum legal melainkan merupakan suatu kenyataan dan efektif artinya konsitusi itu dilaksanakan secara mumi dan konsekuen. Nilai Nominal Suatu konsitusi secara hukum berlaku. 2. Jadi konsitusi disini hanya sekedar istilah sedangkan pelaksanaanya digantikan dengan kepentingan penguasa. Nilai Normatif Apa bila suatu konsitusi [UUD] telah resmi diterima oleh suatu bangsa. Contoh: pelaksanaan UUD 1945 ORLA. karena ada pasalpasal tertentu yang dalam kenyataanya tidak berlaku. Nilai Semantik [simbotik]. jenis . Contoh: Pasal 28 UUD 1945 [ORBA] praktek pelaksanaanya pasal itu banyak tergatung pada kemauan penguasa. tetapi dalam kenyataanya hanya sekedar untuk melaksanakan kekuasaan politik. namun berlakunya itu tidak sempurna. Konsitusi itu secara umum tetap berlaku.4 Menurut KAKLOEWESTEIN ada tiga penilaian terhadap konsitusi antara lain: 1.

5 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->