1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Genetika adalah cabang biologi yang berurusan dengan hereditas dan variasi. Unit-unit herediter yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya (dengan kata lain, diwariskan) disebut gen. Gen terletak dalam molekul-molekul pangjam asam deoksiribonukleat (deoxyribonucleic acid, DNA) yang ada dalam semua sel. DNA, bersama dengan suatu matriks, protein membentuk nukleoprotein dan terorganisasi menjadi struktur yang disebut kromosom yang ditemukan dalam nulkeus atau daerah inti sel. Sebuah gen mengandung kode informasi bagi produksi protein. Normalnya DNA adalah molekul yangs sabil dengan kapasitas untuk bereplikasi sendiri. Terkadang bisa terjadi perubahan spontan pada suatu bagian DNA. Perubaha ini disebut mutasi, dapat menyebabkan perubahan kode DNA yang mengakibatkan produksi protein yang salah satu tidak lengkap.1 Genetika disebut juga ilmu keturunan. Berasal dari kata genos yang berarti suku-bangsa atau asal-usul. Genetika merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana suatu sifat diturunkan pada suatu organismee, serta variasi yang mungkin timbul didalamnya. Prinsip-prinsip genetika dapat dikatakan sama saja
1

Wiliam Standfield, Genetika (Jakarta: Erlangga 2007), h. 1

1

2 bagi seluruh organisme baik itu tumbuhan, hewan, dan mikroorganismee. Manusia sampai saat ini masih sangat sulit digunakan sebagai permodelan dari genetika. Oleh karena itu, kita dapat menggunakan tumbuhan dan hewan sebagai obyek atau bahan percobaan dalam mempelajari hukum-hukum dari penurunan sifat.2 Drosophila melanogaster tergolong holometabola, memiliki periode istirahat, yaitu dalam fase pupa. Dalam perkembangannya Drosophila

melanogaster mengalami metamorfosis sempurna yaitu melalui fase telur, larva, pupa dan Drosophila melanogaster dewasa. Lamanya siklus hidup Drosophila melanogaster bervariasi sesuai suhu. Rata-rata lama periode telur-larva pada suhu 20⁰C adalah 8 hari, pada suhu 25⁰C lama siklus menurun yaitu 5 hari. Siklus hidup pupa pada suhu 20⁰C adalah sekitar 6,3 hari, sedangkan pada suhu 25⁰C sekitar 4,2 hari. Sehingga pada suhu 25⁰C siklus hidup Drosophila melanogaster dapat sempurna sekitar 10 hari, tetapi pada suhu 20⁰C dibutuhkan sekitar 15 hari.3 Berdasarkan kamus pedigree artinya silsilah atau asal-usul. Sedangkan analysis berarti pemeriksaan yang teliti. Jadi kalau diartikan secara harfiah (kata demi kata), pedigree analysis berarti pemeriksaan yang teliti terhadap silsilah atau asal usul. Beberapa kegunaan pedigree analysis yakni untuk mengetahui bagaimana timbulnya suatu penyakit, untuk mengetahui mekanisme atau pola penurunan penyakit, untuk memperkirakan Penetrance, untuk memperkirakan expressivity. Selain lima kegunaan tersebut, sebenarnya masih banyak lagi fungsi

2 3

“Putri”Genetika”, Putri Ananda blog, http:// blogspot.com. (27 Desember 2011). Wildan Yatim, Genetika (Bandung: Tarsito, 1996), h.31

2

3 pedigree analysis seperti memperkirakan kebutuhan biaya pengobatan dalam suatu populasi masyarakat, kebutuhan sarana dan prasarana.4 Pengertian alel ganda adalah faktor yang memiliki lebih dari dua macam alel, sekalipun tidak ada satu pun makhluk diploid yang mempunyai lebih dari dua macam alel untuk tiap faktor. Sebab timbulnya alel ganda adalah peristiwa mutasi gen. Stanfield mengatakan “Karena suatu gen dapat berubah menjadi bentukbentuk alternatif oleh proses mutasi, secara teoritis di dalam suatu populasi mungkin dijumpai sejumlah besar alel.5 Chi square merupakan salah satu alat analisis yang paling sering digunakan dala statistik. Dan chi square dari bahasa inggrisnya: Chi-square test. Sebenarnya itu bukan huruf X, tetapi huruf Yunani “phi” ( χ ). Untuk mudahnya, huruf Yunani itu lalu dianggap sebagai huruf X.6 Genetika Populasi adalah cabang genetika yang membahas transmisi bahan genetik pada ranah populasi. Dari objek bahasannya, genetika populasi dapat dikelompokkan sebagai cabang genetika yang berfokus pada pewarisan genetik. Ilmu ini membicarakan implikasi hukum pewarisan Mendel apabila diterapkan pada sekumpulan individu sejenis disuatu tempat. Genetik populasi dapat diartikan sebagai aspek genotipe dari suatu sekumpulan yang meliputi banyaknya kromosom, alel bagian dari kromosom yang berperan dalam hal pembentukkan

4 5

“Putra”Pedigree”, Putra’S blog, http:// blogspot.com. (27 Desember 2011). “Lilis”Alel Ganda”, LilisAsrianiblog, http:// blogspot.com. (27 Desember 2011). 6 Sorya, Genetika Strata 1 (Yogjakarta: UGM, 1997), h. 211.

3

4 warna, bulu, bentuk, dan lain-lain, dan faktor-faktor keturunan yang diwariskan kepada generasi-generasi berikutnya.7 Poligen merupakan variasi sifat keturunan dan pengaruh geng anda (multigen /poligen) kolreuter dan dapat menyilangkan 2 jenis tanaman F1: intermedier dan F2: mempunyaibanyakvariasi. Poligen pada manusia misalnya tinggi tubuh (badan), pigmentasi kulit baik itu hewan atau tumbuhan dalam tinggkat tinggi, berat, dan waktu yang di perlukan untuk menjadi dewasa.8

B. Tujuan Adapun tujuan pada praktikum ini adalah: 1. Praktikum I untuk mengetahui morfologi perbedaan antara Drosophila sp jantan dan Drosophila sp betina. 2. Praktikum II untuk mengetahui siklus hidup Drosophila sp membedakan stadi telur-larva-pupa-imago. 3. Praktikum III menganalisis silsilah keluarga untuk pola dominan autosomal, menganalisis silsilah keluarga untuk pola resesif autosomal dan

membandingkan ciri pola pewarisan antara dominan autosomal dan resesif autosomal melalui silsilah keluarga. 4. Praktikum IV untuk menetukan golongan darah masing-masing praktikan dan mengamati reaksi antigen dan antibodi (serum darah).

7 8

Ardi”Populasi”, Ardi Hermansyahblog, http:// blogspot.com. (27 Desember 2011). Mila”Poligen”, Mhilahblog, http:// blogspot.com. (27 Desember 2011).

4

5 5. Praktikum V untuk mengetahui cara pengolahan data dengan tesX2, untuk mengetahui besarnya deviasi yang terjadi pada percobaan yang telah dilakukan dan menetukan kebenaran atau tidaknya percobaan yang telah dilakukan. 6. Praktikum VI untuk mengetahui cara menghitung frekuensi gen, sifat morfologi, dan sifat tingkah laku dengan menggunakan metode Hardywenberg. 7. Praktikum VII untuk mengamati sebaran fenotip pada sifat yang ditentukan oleh banyak gen dan menganati kelompok kelas fenotip tinggi badan dalam populasi. C. Manfaat Adapun manfaat dari praktikum genetika adalah agar mahasiswa dapat mengetahui sifat-sifat keturunan kita sendiri atau setiap makluk yang berada di sekitar lingkungan kita. Manusia jarang digunakan sebagai objek atau barang percobaan genetis karena sulitnya mempelajari gen manusia, sehingga lebih mudah mempelajari hukum-hukumnya lewat sifat menurun yang terkandung dalam tubuh tumbuhan dan hewan sekitar. Ada beberapa kesukaran dalam mempelajari manusia sebagai obyek genetika, diantaranya: 1. Sulitnya mengumpulkan data karena jarang sekali orang yang mau diketahui memiliki cacat atau kelainan suatu karakter pada tubuhnya atau keluarganya. 2. Sulitnya menjajaki secara langsung sifat genetis yang dijumpai pada seseorang karena tidak dapat dipilih dan ditentukan dengan siapa orang (obyek penelitian) ter-sebut akan kawin. 5

6 3. Sulitnya mengamati pertumbuhan karakter yang sesuai dengan kemampuan atau harapan peneliti. Hal ini disebabkan pindahnya sang objek, kawin lagi dengan seseorang yang akan mengacaukan penyelidikan semula. 4. Sulitnya mendapatkan data statistik tentang sifat genetis yang sama dalam karakter yang diselidiki, hal ini dikarenakan data yang didapat dari perbandingan-perbandingan karakter tertentu sangat sedikit. Lain halnya dengan tanaman atau hewan renik yang dapat memiliki keturunan yang banyak. 5. Umur si peneliti lebih pendek dari pada umur obyek yang diteliti, karena daur hidup obyek yang diteliti lebih panjang dari daur hidup si peneliti. 6. Sulitnya mengatur dan mengontrol suasana lingkungan obyek yang diteliti sesuai dengan harapan peneliti.

6

7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Umum Lalat Buah (Drosophilla melanogaster)

(Sumber : Wikipedia Bahasa Indonesia, http://Wikipedia.org/wiki/ Lalat buah jantan dan betina) Gambar 1 : Perbedaan lalat buah (Drosohilla melanogaster) jantan dan betina

Drosohilla melanogaster adalah sejenis serangga bersayap yang masuk keladam ordo Diptera (bangsa lalat). Spesies ini umumnya bersayap dikenal sebagai lalat buah dalam istilah atau dalam pustaka-pustaka biologi eksperimental dan merupakan yang paling banyak diunakan dalam penelitian genetika, fisiologi dan evolusi sejarah kehidupan. Drosohilla melanogaster populer karena sanggat mudah berkembangbiak hanya memerlukan waktu dua minggu untuk

7

8 menyelesaikan seluruh daur kehidupannya, mudah pemeliharaannya, serta memiliki banyak variasi fenotif yang relatif mudah diamati.9 Ciri umum dari Drosohilla melanogaster diantaranya: 1. Warna tubuh kuning kecoklatan dengan cincin berwarna hitam di tubuh bagian belakang. 2. Berukuran kecil, antara 3-5 mm. 3. Urat tepi sayap (costal vein) mempunyai dua bagian yang terinteruptus dekat dengan tubuhnya. 4. Sungut (arista) umumnya berbentuk bulu, memiliki 7-12 percabangan. 5. Mata majemuk berbentuk bulat agak ellips dan berwarna merah. 6. Terdapat mata kecil pada bagian atas kepala dengan ukuran lebih kecil di banding mata majemuk. 7. Thorax berbulu-bulu dengan warna dasar putih, sedangkan abdomen bersegmen lima dan bergaris hitam sayap pangjang, berwarna transparan dan posisi bermula dari trorax.10 Inti sel tubuh lalat buah hanya memiliki 8 kromosom saja. Sehingga mudah sekali diamati dan dihitung. Delapan buah kromosom itu dibedakan atas: a. 6 buah kromosom (3 pasang) pada lalat betina dan jantan bentuknya sama. Karena kromosom-kromosom disebut autosom (kromosom tubuh), disingkat dengan huruf A.
“Rudi“lalat buah” RudiRegobiz Blog, http:// blogspot.com. (27 Desember 2011). “Zeran”Siklus Hidup Drosohilla melanogaster”, Zeranblog, http:// blogspot.com. (27 Desember 2011).
10 9

8

9 b. 2 buah kromosom (1 pasang) disebut kromosom kelamin (seks kromosom), sebab bentuknya ada yang berada pada lalat betina dan jantan. c. Pengamatan kromosom pada lalat buah Drosohilla melanogaster menunjukkan adanya perbedaan untuk kromosom pada lalat betina dan jantan. Lalat buah memiliki empat pasang kromosom, biasanya kromosom diberi nomor sesuai dengan panjang kromosom. Kromosom panjang mudah berkembang biak. Dari situ perkawinan saja dapat dihasilkan ratusan keturunan, dan generasi yang baru dapat dikembangkan dalam setiap dua minggu. Karakteristik ini menjadikan lalat buah organismee yang cocok sekali untuk kajian-kajian genetik. Keuntungan lain dari lalat buah adalah lalat ini hanya memiliki 4 pasang kromosom, yang dapat dengan mudah dibedakan memalui mikroskop cahaya.11 Penelitian dari bergabai organismee menunjukkan bahwa setiap jenis disebabkan oleh sejumlah kelompok gen berputar. Kelompok ini dinamakan sebagai kelompok puatan. Misalnya pada sebuah kromosom terdapat gen A, B, C dan D maka gen-gen tersebut termasuk ke dalam satu kelompok pautan. Lebih lanjut diketahui bahwa jumlah pautan yang dimiliki pada suatu organismesesuai dengan jumlah pautan yang dimiliki pada suatu organismee sesuai dengan jumlah kromosom haploid yang dimilikinya. Jadi pada Drosohilla melanogaster yang mempunyai kromosom haploid, mempunyai 4 kelompok pautan.12

11 12

Sorya, Genetika Strata 1 (Yogjakarta: UGM, 1997), h. 164. Prwoto dan wiryosoewarto, Genetika dan Evolusi Cet I (Jakarta: Depdikdup, 1994), h. 61.

9

10 Lalat buah (Drosohilla melanogaster) memiliki berbagai macam perbedaan sifat keturunan yang adapat dikenal dengan pembesaran lamah. Lalat buah

(Drosohilla melanogaster) ini memiliki beberapa jenis mutan (individu yang dihasilkan krena adanya mutasi) yang dapat diamati dengan perbesaran yang lemah pula. Perkembangbiakan dari siklus hidupnya mudah diamati, karena terjadi di luar tubuhnya mulai dari telur, larva, pupa gingga menjadi dewasa (imago).13 B. Tinjauan Umum Siklus Hidup Lalat Buah (Drosohilla melanogaster)

(Sumber : Wikipedia Bahasa Indonesia, http://Wikipedia.org/wiki/ Siklus hidup lalat buah jantan dan betina) Gambar 1 : Perbedaan siklus hidup lalat buah (Drosohilla melanogaster) jantan dan betina

Penelitian pertama mengenai lalat buah (Drosohilla melanogaster) dilakukan oleh margan, penggunaan organismee ini sangat tepat karena pertama, lalat kecil ini populasi yang besar dapat dijadikan atau dipelihara dalam

13

“Marnala”Siklus Hidup Lalat Buah”, Marnalablog, http:// blogspot.com. (27 Desember

2011).

10

11 laboratorium. Kedua, daur hidup yang sangat cepat. Tiap dua minggu dapat satu generasi dewasa baru. Ketiga alat ini sangat subur, yaitu betina dapat menghasilkan ratusan telur yang dibuahi dalam hidupnya yang pendek itu. Dengan demikian populasinya besar yang mudah dihasilkan tersebut memudahkan analisis statistik yang mudah dipercaya.14 Lalat buah (Drosohilla melanogaster) baru akan kawin setelah berumur 8 jam. Dengan demikian, hewan betina sudah dapat bertelur keesokkan harinya. Seekor Drosohilla melanogaster betina sanggup menghasilkan sekitar 50-75 butir telur sehari sekitar 400-500 telur dalam 10 hari. Telur tersebut berwarna putih susu, bentuk bulat panjang berukuran sekitar 0,5 mm2.15 Matamorfosis pada Drosohilla termasuk metamorfosis sempurna, yaitu dari telur - larva instar I - larva instar II – larva instar III – pupa – imago. Fase perkembangan dari telur Drosohilla melanogaster. Setelah itu terjadi fertilisasi, yang terjadi dari laur periode. Partama periode embrionik di dalam telur pada saat fertilisasi sampai pada saat larva muda menetas dari telur dan ini terjadi dalam waktu kurang lebih 24 jam. Dan pada saat seperti ini, larva tidak berhenti-henti untuk makan. Periode kedua adalah periode setelah menetas dari telur disebut perkembangan postembrionik yang dibagi menjadi tiga tahap, yaitu larva, pupadan

14 15

John. Kimbaal, Biologi Edisi kelima (Jakarta: Erlangga, 2005), h. 233. Wildan Yatim, Genetika (Bandung: Tarsito, 1996), h. 31.

11

12 imago (fase seksual dengan perkembangan pada sayap). Formasi lainnya pada perkembangan secara seksual terjadi pada saat dewasa.16 Margon menerik kesimpulan bahwa gen yang menyebabkan warna mata putih pada lalat mutannya hanya pada kromosom X saja, tidak ada lokus warna merah tersebut pada kromosom Y. Jadi betina membawa 2 salinan gen untuk karakter ini, sementara jantan hanya membawa satu. Karena alel muatan resesif, betina akan mempunyai mata berwarna putih hanya jika betina tersebut menerima alel tersebut pada kedua kromosom X. Sesuatu hak yang tak mungkin terjadi pada betina F2 dalam ekperimen morgan. Sebaliknya untuk jantan, sesuatu selain tunggal dari alel muatan ini menyebabkan mata putih. Karena jantan hanya mempunyai alel resesif.17 Segera setelah ditemukannya kromosom kelamin makin menjadi jelas bahwa penelitian jenis kelamin ternyata tidak sederhana seperti yang diduga semula. Walaupun pada umumnya dianggap bahwa alel XX adalah betina XY adalah jantan akan tetapi kenyataan dengan adanya nondisjunsi seperti yang diterangkan dimuka membuktikan bahwa kromosom Y pada lalat Drosohilla melanogaster tidak mempunyai pengaruh pada penetuan jenis kelamin, kenyataan ini dalah misalnya: a. Lalat 3 AAXXY memiliki kromosom Y tetapi pada lalat brtina.

16 17

“Tari”Siklus Hidup”, Galaksi Tariblog, http:// blogspot.com. (27 Desember 2011). Ibid,

12

13 b. Lalat 3 AAXO tidak memiliki kromosom Y tetapi lalat jantan.18 Pertumbuhan siklus hidup Drosohilla melanogaster dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni: a. Suhu lingkungan Drosohilla melanogaster mengalami siklus selama 8-11 hari dalam kondisi ideal. Kondisi ideal yang dimaksud adalah suhu sekitar 25-28oC. Pada suhu ini lalat akan mengalami satuan putaran siklus secara optimal. Sedangkan pada suhu rendah atau sekitar 18oC, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan siklus hidupnya relatif lebih lama dan lambat sekitar 18-20 hari. Pada suhu 30oC, lalat dewasa yang tumbuh akan steril. b. Ketersediaan media makanan Jumlah telur Drosohilla melanogaster yang dikelurkan akan menurun apabila kekurangan makanan. Lalat buah dewasa yang kekurangan makanan akan menghasilkan larva berukuran kecil. Larva ini mampu membentuk pupa berukuran kecil, namun sering kali gagal berkembang menjadi individu dewasa. Beberapa dapat menjadi dewasa yang hanya dapat menghasilkan sedikit telur. Viabilitas dari telur – telur juga dipengaruhi oleh jenis makan yang akan dimakan oleh larva betina. c. Tingkat kepadatan botol pemeliharaan Botol medium sebaiknya diisi dengan medium buah yang cukup dan tidak terlalu padat. Selain itu, lalat buah akan berkembangbiak di dalam botol
18

Suryo, op, cit. h,. 165

13

14 pun sebaiknya tidak terlalu banyak, cukup beberapa pasang saja. Pada Drosohilla melanogaster kondisi ideal dimana tersedia cukup ruang (tidak terlalu padat) individu dewasa dapat kurang lebih 40 hari. Namun apabila kondisi botol medium terlalu padat akan menurunnya produksi telur dan meningkatnya jumlah kematian pada individu dewasa. d. Intenstias cahaya Drosohilla melanogaster lebih menyulai cahaya renung-renung dan akan mengalami pertumbuhan yang amat lambat selama berada di tempat gelap.19 C. Tinjauan Umum Analisis Pedigree Pedigree atau dapat diterjemahkan sebagai 'Silsilah', adalah catatan/ rekaman dalam bentuk diagram yang menunjukkan asal usul keturunan suatu hasil pembiakan.Dalam bidang genetika, diagram silsilah digunakan untuk melacak halhal seperti ciri spesifik, sifat bawaan, kelainan genetika dan pewarisan penyakit pada suatu keluarga atau garis keturunan. Lambang-lambang yang telah baku digunakan untuk menyatakan laki-laki, perempuan, perkawinan dan keturunan. Perkawinan dinyatakan dengan garis penghubung horizontal antara laki-laki dan perempuan, sedangkan keturunan diletakkan pada baris berikutnya dengan susunan berurutan dari kiri ke kanan menurut tanggal kelahiran dan dihubungkan vertikal ke garis perkawinan kedua orang tuanya. Pewarisan karakter yang

19

“Michael”Drosophila genomics”, Galaksi michealblog, http:// blogspot.com. (27 Desember

2011).

14

15 dipelajari dinyatakan dengan garis penghubung tebal, dan ketidakhadiran karakter ditunjukkan dengan simbol terbuka.20 Beberapa kegunaan analysis pedigree adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui bagaimana timbulnya suatu penyakit kadang-kadang, bila ditelaah lebih lanjut beberapa jenis penyakit atau kelainan akan menunjukkan adanya kejadian berulang yang dialami oleh lebih dari satu orang yang masih memiliki hubungan saudara satu sama lain. Berdasarkan pola yang ditunjukkan dari catatan silsilah keluarga (bagan riwayat keluarga/family tree), kita dapat memperkirakan sifat suatu penyakit. apakah penyakit tersebut bersifat diturunkan dari orang tua atau tidak diturunkan. Salah satu contohnya adalah hemofilia. Pada awalnya, tidak diketahui bahwa hemofilia adalah kelainan yang dapat diturunkan. Setelah para ahli melakukan analisis terhadap silsilah keluarga Ratu Victoria, maka jelas terlihat bahwa hemofilia adalah kelainan yang dapat diturunkan. 2. Untuk Mengetahui Mekanisme atau Pola Penurunan Penyakit. Dari pola yang tampak dalam bagan riwayat keluarga dapat kita lihat pula mekanisme penurunan suatu penyakit. Contoh: hemofilia adalah penyakit yang diturunkan melalui kromosom X. 3. Untuk Memperkirakan Penetrance. Penetrance adalah perkiraan berapa banyak penyakit tersebut akan timbul atau terjadi pada seseorang dengan kondisi gen tertentu.
20

“Sinta”Pedigree”, Sincablog, http:// blogspot.com. (27 Desember 2011).

15

16 4. Untuk Memperkirakan Expressivity. Expressivity adalah derajat beratnya manifestasi klinis suatu penyakit pada kondisi gen tertentu. 5. Sebagai Dasar Dari Konseling Genetis. Selain lima kegunaan tersebut, sebenarnya masih banyak lagi biaya fungsi pedigree dalam analysis suatu seperti populasi

memperkirakan

kebutuhan

pengobatan

masyarakat, kebutuhan sarana dan prasarana. Selain lima kegunaan tersebut, sebenarnya masih banyak lagi fungsi pedigree analysis seperti memperkirakan kebutuhan biaya pengobatan dalam suatu populasi masyarakat, kebutuhan sarana dan prasarana.21 D. Tinjauan Umum Alel Ganda Pengertian alel ganda adalah faktor yang memiliki lebih dari dua macam alel, sekalipun tidak ada satu pun makhluk diploid yang mempunyai lebih dari dua macam alel untuk tiap faktor. Sebab timbulnya alel ganda adalah peristiwa mutasi gen. Stanfield mengatakan “Karena suatu gen dapat berubah menjadi bentukbentuk alternatif oleh proses mutasi, secara teoritis di dalam suatu populasi mungkin dijumpai sejumlah besar alel.22 Sebuah gen dapat memiliki lebih dari sebuah alel. Alel-alenya disebut alal ganda (multiple allele). Sedangkan peristiwa dimana sebuah gen dapat mempunyai lebih dari satu alel di sebut multiple allelomophi. Contoh umum alel ganda ialah alel s, yang berperan dalam mempengaruhi sterilisasi. Ada dua macam sterilisasi
“Putra Jati Melayu”Pedigree Analysis”, Putrajatimelayublog, http:// blogspot.com. (27 Desember 2011). 22 “Lilis”Alel Ganda”, LilisAsrianiblog, http:// blogspot.com. (27 Desember 2011).
21

16

17 yang dapat disebabkan oleh alel s, yaitu sterilisasi sendiri (self sterility) dan sterilitas silang (cross strerility). Mekanisme terjadinya sterilisasi oleh alel s pada garis besarnya berupa kegagalan, akibatnya adanya semacam reaksi antigen – antibodi.23 Darah adalah cairan yang berwarna merah yang terdapat pada pembuluh darah. Volume darah manusia ± 7% dari berat badan atau ± 5 liter untuk laki-kali dan 4,5 liter untuk perempuan. Penyimpanan darah dapat dilakukan dengan meberikan natrium sitrat dan natrium oksalat, karena garam-garam ini menyingkirkan ion-ion kalsium dari darah yang berperang penting dalam proses pembekuan darah.24 Darah merupakan media transpormasi dalam tubuh. Darah terdiri atas plasma darah dan sel-sel darah. Sebagian besar sebagian darah sel terdiri terdiri atas sel merah dan eritrosit, sedangkan jumlah sel darah putih atau leukosit sangat sedikit, yaitu 2 permil dari jumlah eritrosit. Trombosit ini penting pada penggumpalan darah. Golingan darah merupakan ciri khas dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Sampai saat ini telah dikenal cukup banyak sistem golingan darah. Dua jenis penggolongna darah yang paling penting adalah penggolongan AB0 dan rhesus (faktor Rh). Golongan darah manusia itu herediter (keturunan)

23 24

“Tamring”Gen Ganda”,Tamringblog, http:// blogspot.com. (27 Desember 2011). M. Abbas, Biologi (Jakarta: Yudistra, 1997), h. 170.

17

18 yang ditentukan pula oleh alel ganda. Berhubung dengan itu golongan darah seseorang dapat mempunyai arti penting dalam kehidupan.25 Menurut sistem ABO, ada 4 macam golongan darah berdasarkan macam aglutinogennya. Keempat golongan darah itu ditentukan oleh 3 macam alel yang diberi simbol I (isoaglutinogen): gen IA pembentuk aglutinogen A, gen IB pembentuk aglutinogen B, gen I0 yang tidak dapat membentuk aglutinogen.26 Darah mempunyai fungsi antara lain: mengankut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, mengangkut karbondioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru, mengangkut sari-sari makanan ke seluruh tubuh, mangangkut sisa-sisa makanan dari seluruh jaringan tubuh ke alat-alat ekskresi, mengangkut hormon dari kelenjer endokrim ke bagian tubuh tertentu, mengangkut air untuk diedarkan ke seluruh tubuh, menjaga stabilitas suhu dengan memindahkan panas yang dihasilkan oleh alat-alat tubuh yang aktif ke alat-alat tubuh yang tidak aktif, mengjaga tubuh dari infeksi kuman dengan membentuk antibodi.27 Golongan darah pada menusia bersifat herditer yang ditentukan oleh alel ganda. Golongan darah seseorang dapat mempunyai arti yang penting dalam kehidupan. Sistem penggolongan yang umumnya dikenal dalam sistem AB0. Pada tahun 1900 dan 1901 Landstainer menemukan bahwa penggunpalan darah (Aglutinasi) kadang-kadang terjadi apabila eritrosit seseorang dicampur dengan serum darah orang lain. Pada orang lain lagi, campuran tersebut tidak
25 26

Sorya, Genetika Strata 1 (Yogjakarta: UGM, 1997), h. 254. Ibid, h. 255. 27 M. Abbas, op, cit. h,. 171.

18

19 mengakibatkan penggumpalan barah. Berdasarkan hal tersebut Landstainer membagi golongan darah manusia menjadi 4 golongan yaitu A, B, AB dan 0. Dalam hal ini ertirosit terdapat antigen dan aglutinogen, sedangkan dalam serumnya terkandung zat anti yang disebut sebagai antibodi atau aglutinin. Dikenal 2 macam antigen yaitu anti A dan Anti B.28 Darah merupakan suspensi sel dan fragmen siroplasma di dalam ciran yang disebut dengan plasma. Secara keseluruhan darah dapat dianggap sebagai jaringan pengikat dalam arti luas karena pada dasarnya terdiri atas unsur-unsur sel substansi interseluler yang berbentuk plsama. Secara fungsional darah merupakan jaringan pengikat yang dalam artinya menghubungkan seluruh bagian-bagian dalam tubuh sehingga merupakan integritas. Darah yang merupakan subspensi tersebut terdapat gen, dimana gen merupakan ciri-ciri yang dapat diamati secara kolektif atau fenotifnya dari suatu organismee. Pada organismee diploid, setiap fenotif dikendalikan oleh setidak-tidaknya satu pasangan gen dimana satu pasang anggota tersebut diwariskan dari setiap tertua. Jika anggota pasangan tadi bereinan dalam efeknya yang tepat terhadap fenitifnya, maka disebut alelik. Alel adalah bentuk alternatif suatu keturunannya.29 E. Tinjauan Umum Tes X2 (Chi Square Test) gen tunggal, misalnya gen yang mengendalikan sifat , sedangkan zat antinya diberikan sebagai

28 29

Johan Kimbal, Biologi jilid 3 (Jakarta: Erlangga, 1990), h. 301. Subowa, Histologi Umum (Jakarta: Bumi Aksara, 1992), h. 125.

19

20 Chi square merupakan salah satu alat analisis yang paling sering digunakan dala statistik. Dengan tujuan untuk uji Homogenitas dan uji indenpendensi. Seringkali percobaan perkawinan yang kita lakukan menghasilkan keturunan yang tidak sesuai benar dengan hukum Mendel. Kejadian ini biasanya meyebabkan kita bersikap ragu-ragu, apakah penyimpangan yang terjadi itu karena kebetulan saja ataukah karena memang ada faktor lain. Berhubung dengan itu perlu diadakan evaluasi terhadap kebenarannya atau tidaknya hasil percobaan yang kita lakukan dibandingkan dengan keadaan secara teoritis. Suatu cara untuk mengadakan evaluasi itu ialah melakukan tes X2 (bahasa inggrisnya: Chi-square test). Sebenarnya itu bukan huruf X, tetapi huruf Yunani “phi” ( χ ). Untuk mudahnya, huruf Yunani itu lalu dianggap sebagai huruf X.30 Probabilitas atau istilah lainnya kemungkinan, kebolehjadian, peluang dan sebagaimya umumnya digunakan untuk menyatakan peristiwa yang belum dapat dipastikan. Dapat juga digunakan untuk menyatakan suatu pernyataan yang tidak diketahui akan kebenarannya, diduga berdasarkan prinsip teori peluang yang ada. Sehubungan dengan itu teori kemungkinan sangat penting dalam mempelajari genetika. Kemungkinan atas terjadinya sesuatu yang diinginkan ialah sama dengan perbandingan antara sesuatu yang diinginkan itu terhadap keseluruhannya.

30

“Diky“Chi Square”, DikyNaga Blog, http://teenagers-moslem.blogspot.com. (27 Desember

2011).

20

21 Kemungkinan peristiwa yang diharapkan ialah perbandingan dari peristiwa yang diharapkan itu dengan segala peristiwa yang mungkin terjadi terhadap.31 Sebagai uji X2 (Chi Square Test). Uji chi-kuadrat atau chi-square digunakan untuk menguji homogenitas varians beberapa populasi atau merupakan uji yang dapat mengubah deviasi dari nilai-nilai yang diharapkan menjadi probabilitas dari ketidaksamaan demikian yang terjadi oleh peluang dan harus memperhatikan besarnya sampel dan besarnya peubah (derajat bebas).32 Manfaat uji chi-kuadrat adalah: a. Menguji proporsi untuk data multinom. b. Menguji kesamaan rata-rata distribusi Poisson. c. Menguji independen antara dua faktor di dalam daftar kontingensi B x K. d. Menguji kesesuaian antara data hasil pengamatan dengan model distribusi dari mana data itu diduga di ambil. e. Menguji model distribusi berdasarkan data hasil pengamatan.33 F. Tinjauan Umum Genetika Populasi Populasi adalah suatu kelompok individu sejenis yang hidup pada suatu daerah tertentu. Genetika populasi adalah cabang dari ilmu genetika yang mempelajari gen-gen dalam populasi dan menguraikannya secara matematik akibat dari keturunan pada tingkat populasi. Suatu populasi dikatakan seimbang apabila frekuensi gen dan frekuensi genetik berada dalam keadaan tetap dari setiap
31 32

Wildan Yatim, Genetika (Bandung: Tarsito, 1996), h. 36. Ibid., h.37. 33 Ibid., h.38.

21

22 generasi. Dari objek bahasannya, genetika populasi dapat dikelompokkan sebagai cabang genetika yang berfokus pada pewarisan genetik. Ilmu ini membicarakan implikasi hukum pewarisan Mendel apabila diterapkan pada sekumpulan individu sejenis di suatu tempat. Berbeda dengan genetika Mendel, yang mengkaji pewarisan sifat untuk perkawinan antara dua individu (atau dua kelompok individu yang memiliki genotipe yang sama), genetika populasi berusaha menjelaskan implikasi yang terjadi terhadap bahan genetik akibat saling kawin yang terjadi di dalam satu atau lebih populasi. Genetika Populasi didasarkan pada Hukum HardyWeinberg, yang diperkenalkan pertama kali oleh Wilhelm Weinberg pada tahun 1908 dan, hampir bersamaan tetapi secara independen, Godfrey Hardy pada tahun 1908.34 Pola pewarisan suatu sifat tidak selalu dapat dipelajari melalui percobaan persilangan buatan. Pada tanaman keras atau hewan-hewan dengan daur hidup panjang seperti gajah, misalnya, suatu persilangan baru akan memberikan hasil yang dapat dianalisis setelah kurun waktu yang sangat lama. Demikian pula, untuk mempelajari pola pewarisan sifat tertentu pada manusia jelas tidak mungkin dilakukan percobaan persilangan. Pola pewarisan sifat pada organismeeorganismee semacam itu harus dianalisis menggunakan data hasil pengamatan langsung pada populasi yang ada.35

34

“Hery“Populasi”, Hericahyo Blog, http://teenagers-moslem.blogspot.com. (27 Desember Ibid,.

2011).
35

22

23 Ruang lingkup genetika populasi secara garis besar oleh beberapa penulis dikatakan terdiri atas dua bagian, yaitu: 1. Deduksi prinsip-prinsip Mendel pada tingkat populasi. 2. Mekanisme pewarisan sifat kuantitatif. Bagian yang kedua ini bahwa analisis genetik sifat-sifat kuantitatif hanya dapat dilakukan pada tingkat populasi karena individu tidak informatif. Populasi mendelian ialah sekelompok individu suatu spesies yang bereproduksi secara seksual, hidup di tempat tertentu pada saat yang sama, dan di antara mereka terjadi perkawinan (interbreeding) sehingga masing-masing akan memberikan kontribusi genetik ke dalam lungkang gen (gene pool), yaitu sekumpulan informasi genetik yang dibawa oleh semua individu di dalam populasi.36 Hardy-Weinberg menyatakan bahwa bila suatu populasi dalam keadaan seimbang, maka baik frekuensi alel atau genotipe akan konstan dari generasi ke generasi. Selanjutnya temuan ilmuan itu disebut sebagai prinsip keseimbangan Hardy-Wenberg. Seperti diketahui, fenotipe yang berbeda sering kali mempunyai nilai ekonomis yang berbeda, dan apabila ini terjadi maka diharapkan untuk mengubah frekuensi dari alel-alel yang memproduksi fenotipe, peningkatan frekuensi alel tersebut mengontrol fenotipe yang diinginkan dan mengurangi alel yang tidak diinginkan. Jika alel yang diinginkan ditetapkan (f=100%) dan alel

36

Sorya, Genetika Strata 1 (Yogjakarta: UGM, 1997), h. 351.

23

24 yang tidak diinginkan dihilangkan (f=100%), populasi akan menghasilkan galur murni dan akan berharga seperti brood stok.37 G. Tinjauan Umum Poligen Sifat fenotipik organismee yang berbeda ada dua macam, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Ciri-ciri kualitatif adalah sifat mendel klasik macam seperti

bentuk (misalnya, bulat atau kerut benih kacang polong), struktur (misalnya, bertanduk atau hornless kondisi cattles), pigmen (misalnya, hitam atau lapisan putih kelinci percobaan) dan antigen dan antibodi (misalnya, jenis golongan darah manusia) dan seterusnya. Organismee memiliki memiliki sifat-sifat kualitatif yang berbeda (terpisah) dan kelas fenotipik dikatakan menunjukkan variasi kontinu. Sifat-sifat kuantitatif. Namun, secara ekonomi penting ciri-ciri fenotipik diukur derajat seperti tinggi, berat, pigmentasi kulit, kerentanan terhadap penyakit patologis atau intelijen dalam manusia; jumlah bunga, buah-buahan, biji-bijian, susu, daging atau telur yang dihasilkan oleh tanaman atau hewan, dan lain-lain sifat kuantitatif juga disebut ciri-ciri metrik.38 Penetuan seks pada makhluk hidup ditentukan oleh kromosom seksnya. Terdapat beberapa macam cara yang digunakan untuk menetukan jenis kelamin makhluk hidup ber

Ibid., h. 352 “Blogh“Pewarisan Sifat Yang Dikendalikan Oleh Gen Majemuk (POLIGEN)”, Blogh’khuh, Blog, http://teenagers-moslem.blogspot.com. (27 Desember 2011).
38

37

24

25

BAB III METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini adalah sebagai berikut : Hari/ tanggal Pukul Tempat : Selasa/ 29 November - 28 Desember 2011 : 15.00 – 17.00 WITA : Laboratorium Mikrobiologi Lantai 2 Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin

B. Alat dan Bahan 1. Alat Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini adalah mikroskop binokuler, pinset, gelas arloji, mistar, kertas, gelas preparat, kapas, lanset, lup dan kuas kecil.

25

26 2. Bahan Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah Drosophilia jantan dan betina, pisang, gula merah, agar-agar ragi aquadest, serum dan alkohol.

C. Cara Kerja Adapun cara kerja pada praktikum ini adalah sebagi berikut: 1. Praktikum I mengamati morfologi Drosophila sp. a. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam percobaan. b. Membius Drosophila jantan dan betina dengan alkohol. c. Meletakkan Drosophila jantan dan betina di atas gelas arloji. d. Mengamatinya di bawah mikroskop binokuler. 2. Praktikum II mengamati siklus hidup Drosophila sp a. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam percobaan. b. Memasukkan sepasang Drosophila jantan dan betina dalam botol kultur pemeliharaan. c. Menempatkan botol kultur yang telah diisi Drosophila dalam runag (suhu 37oC). d. Biarkan selama seminggu dan amati secara periodik. e. Melepaskan lalat dewasa (parental) jika terlihat larva.

26

27 f. Menghitung jumlah filia yang terjadi dan membedakan antar jumlah jantan dan betina. g. Mebuat analisis dan kesimpulannya. 3. Praktikum IV alel ganda a. Meyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam percobaan. b. Menekan lancat pada ujung jari, kemudian ujung jari dipencet untuk dikelurkan darahnya. 4. Praktikum V tesX2 (chi square test) a. Meyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam percobaan. b. Mengelurkan lalat-lalat yang ada pada botol kultur dengan menggunakan lup secara sekilas. c. Membedakan antara jantan dan betina, kemudian menhitung jumlah masingmasing jenis kelamin. d. Membuat analisis dan kesimpulannya. 5. Praktikum VI genetika populasi a. Meyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam percobaan. b. Data kelas dari praktikum alel ganda, penentuan golongan yang telah

dianalisis dan telah diketahui genotip masing-masing prktikan, dan memasukkan kedalam tiap-tiap simbol rumus dan kesimpulannya. c. Membuat analisis dan kesimpulannya. 6. Praktikum VII poligen a. Meyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam percobaan. 27

28 b. Tiap kelompok mengukur tinggi badan setiap anggota kelompoknya. c. Data kelas yang telah dikumpulkan dikelompokkan ke dalam interval kelas. d. Grafik sebaran frekuensi terdiri atas sumbu Xmengenai interval kelas dan garis sumbu Y mengenai frekuensi e. Membuat analisis dan kesimpulannya.

28

29

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan 1. Pengamatan morfologi Drosophila sp. a. Drosophila sp jantan 1) Gambar keseluruhan menurut hasil pengamatan pada Drosophila sp jantan GAMBAR 1: Pengamatan Drosophila sp jantan Keterangan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Cepal Thorax Kaki prothorax Kaki mesothorax Kaki metathorax Sayap Abdomen Mata faset

2) Gambar abdomen menurut hasil pengamatan GAMBAR 2: Pengamatan abdomen Drosophila sp jantan Keterangan: 1. Sekom

29

30 3) Gambar kaki depan menurut hasil pengamatan GAMBAR 3: Pengamatan kaki depan Drosophila sp jantan Keterangan: 1. Sekom 2. Koksa 3. Femur 4. Tibia 5. Tarsus

b. Drosophila sp betina 1) Gambar keseluruhan menurut hasil pengamatan pada Drosophila sp betina GAMBAR 4: Pengamatan Drosophila sp betina Keterangan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Cepal Thorax Kaki prothorax Kaki mesothorax Kaki metathorax Sayap Abdomen Mata faset

2) Gambar abdomen menurut hasil pengamatan GAMBAR 5: Pengamatan andomen Drosophila sp betina Keterangan: 1. Segmen

30

31 3) Gambar kaki depan menurut hasil pengamatan GAMBAR 6: Pengamatan andomen Drosophila sp betina Keterangan: 1. Femur 2. Tibia 3. Tarsus

2. Silus hidup Drosophila sp TABEL 1 : Sikus hidup Drosophila sp Umur Pertama Muncul Ukuran dan Hasil Pengamatan (Hari/Jam) Berwarna putih dengan ukuran kurang lebih Telur 0,6 nm dan terlihat telur seperti titik. Berwarna putih, bersegmen berbentuk seperti Larva Instra I cacing namun tidak lincah. Ukuran lebih besar dari larva instra I terlihat Larva Instra II ada warna hitam pada bagian anterior larva (mulut larva). Munculnya warna hitam yang terlihat jelas Larva Instra III berbentuk sugut dan bergerak lebih aktif dan 4 Hari 2 Hari 1 Hari ± 20 Jam

31

32 memiliki ukuran yang lebih besar. Tidak ada pergerakan, muncul selaput yang Prepupa mengelilingi larva, tubuhnya memendek Kutikula menjadi keras dan berpigmen, tidak Pupa bergerak (diam) Ukuran relatif kecil dan kurus, berwarna Imago pucat, dan sayap belum terbentang 10 Hari 8 Hari 6 Hari

3. Analisis pedigree 1. Dominan autosomal (Telinga menggantung) Keterangan: : Laki-laki telinga mengantung : Perempuan telinga mengantung : Laki-laki demgam telinga tidak mengantung : Perempuan denagn telinga tidak mengantung a. Wahyu diana Diagram 1: Dominan autosomal (Telinga menggantung)

32

33 b. Widia Negsih Diagram 2:

c. Fauziyyah Diagram 3:

d. Ilham Ibnu Irwan Diagram 4:

33

34 e. Adi Alfauzy Diagram 5:

f. Muchlis rahman Diagram 6:

2. Resesif Autosomal (Lidah melipat) Keterangan: : Laki-laki telinga mengantung : Perempuan telinga mengantung : Laki-laki demgam telinga tidak mengantung : Perempuan denagn telinga tidak mengantung

34

35 a. Wahyu diana Diagram 7:

b. Widia Negsih Diagram 8:

c. Fauziyyah Diagram 9:

35

36 d. Ilham Ibnu Irwan Diagram 10:

e. Muchlis rahman Diagram 11:

4. Alel ganda a. Data kelas TABEL 2 : Data golongan darah semua anggota kelompok No 1 2 3 4 5 Nama Wahyudiana. Ahsyam Muclis Rahman Adi Alfauzih Widia Nengsi Ilham Ibnu Irwan Golongan Darah A B AB 0 Resus + + + + + Antibodi 0

36

37 6 Fauziyyah +

b. Data kelas TABEL 3 : Data golongan darah keseluruhan mahasiswa No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Nama Wahyudiana. Ahsyam Muclis Rahman Adi Alfauzih Widia Nengsi Ilham Ibnu Irwan Fauziyyah Mustakim Sukmayanti St. Hasbiah Sartika Suryyana Andi Wahdiniar Dewi Paramita Sari Dian Hardiana Fatmawati Muh. Aldy Facrial Fahmi Mustainah Nurhaeda Nurhidayah Nurjannah Nurlinda Rezkiwati Sardi Suciani Golongan Darah A B AB 0 Resus
+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

Antibodi 0

37

38

5. Tes X2 (chi aquare test) TABEL 4 : Data tes uji kuadrat lalat buah Drosophila sp pada botol I Jumlah O e d (d - ) (d - )2 TABEL 5: Data tes uji kuadrat lalat buah Drosophila sp pada botol II Jumlah O e d (d - ) (d - )2 TABEL 6: Data tes uji kuadrat lalat buah Drosophila sp pada botol III Jumlah O e d (d - ) 10 50 -40 25 50 -25 35 100 -65 50 59 0 10 50 -40 60 100 40 30 30 -20 8 50 -42 38 170 -60

38

39 (d - )2

TABEL 7: Hasil data tes uji kuadrat lalat buah Drosophila sp pada botol IV Jumlah O e d (d - ) (d - )2 90 65 25 2,25 5, 0625 40 65 -25 25,5 650, 25 130

655, 3125 = 10, 081 / 10, 83

6. Poligen TEBEL 8: Data kelompok untuk ukuran tinggi badan No 1 2 3 4 5 6 Nama Wahyudiana. Ahsyam Muclis Rahman Adi Alfauzih Widia Nengsi Ilham Ibnu Irwan Fauziyyah Ukuran tinggi badan (cm) 154 cm 160 cm 173 cm 153 cm 175 cm 159 cm

TABEL 9: Data interval kelas untuk tinggi badan No 1 2 3 4 5 6 7 Interval tinggi 145 148 150 153 154 157 158 39 Jumlah 1 6 1 1 2 1 1

40 8 9 10 11 159 160 164 175 2 4 1 2

GRAFIK 1: Grafik interval tinggi tinggi badan seluruh mahasiswa
7 6 5 4 3 2 1 0 145 146 150 153 154 157 158 159 160 164 173 175 Tinggi Badan

Tinggi badan

7. Genetika populasi Data kelas TABEL 10: Data golongan darah semua anggota kelompok No 1 2 3 4 5 6 Nama Wahyudiana. Ahsyam Muclis Rahman Adi Alfauzih Widia Nengsi Ilham Ibnu Irwan Fauziyyah Golongan Darah A B AB 0 Resus + + + + + + Antibodi 0

Data kelas TABEL 11: Data golongan darah keseluruhan mahasiswa No Nama Golongan Darah A B AB 0 40 Resus Antibodi 0

41 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Wahyudiana. Ahsyam Muclis Rahman Adi Alfauzih Widia Nengsi Ilham Ibnu Irwan Fauziyyah Mustakim Sukmayanti St. Hasbiah Sartika Suryyana Andi Wahdiniar Dewi Paramita Sari Dian Hardiana Fatmawati Muh. Aldy Facrial Fahmi Mustainah Nurhaeda Nurhidayah Nurjannah Nurlinda Rezkiwati Sardi Suciani
+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

B. Analisis Data Genetika Populasi Jumlah individu bergolongan darah A = 5 Orang B = 6 Orang AB = 0 0 = 11 Orang 1. Frekuensi alel p = Alel IA q = Alel IB r = Alel Io 41

42  Frekuensi alel r2 = r2 = r=√ = 0,707 (p + r) =
∑ ∑ ∑ ∑

= 0,5

(p + r)2 =

=

= 0,727 P+r = p = (p + r) – r = 0,852 – 0,707 = 0,145  Untuk mencari nilai q, maka p+q+r=1 q = 1- (p+r) q = 1- 0,852 q = 0,148 2. Frekuensi genotif Rumus = (p+q+r)2 = 1 p2 + 2pq + q2 + 2qr + 1qr + 2pr + r2 42

 Untuk mencari nilai p, maka

43  Golongan darah A Homozigot (IAIA) = p2 p2 = 0,152 = 0,002  Golongan darah A Heterozigot (IAI0) = apq 2pq = 2 (0,15 x 0,15) = 0,002  Golongan darah B Homozigot (IBIB) = q2 Q2 = 0,152 = 0,002  Golongan darah B Heterozigot (IBI0) = 2 qr 2 qr = 2 (0,15 x 0,71) = 0,123  Golongan darah AB (IAIB) = 2 pr 2 pr = 2 (0,15 x 0,71) = 0,213  Golongan darah 0 (I0I0) = r2 r2 = 0,172 = 0,5041 p2 + 2pq + q2 + 2qr + 2p + r2 (0,002)2 + 0,045 + 0,002 + 0,213 + 0,213 = 1,02 3. Frekuensi penotif

43

44

A =∑ =

x 100%

x 100%

= 22,7% B =∑ = =0 AB = ∑ = =0 0 =∑ =
∑ ∑ ∑

x 100%

x 100%

x 100%

x 100%

x 100%

x 100%

= 50%

C. Pembahasan 1. Morfologi Drosophil sp Pada hasil pengamatan Drosophil melanogaster jantan merupakan

senagga yang masuk kedalam ordo diptera. Pada Drosophil melanogaster jantan terdapat sisir kelamin dan 3 buah ruas abdomen, sedangkan pada yang betina ditemukan 6 ruas abdomen dan tidak ditemukan sisir kelamin.

44

45 Hal ini sesuai dengan leteratur yaitu Pada Drosophila lalat jantan dapat dengan midah dibedakan dari lalat betina dengan melihat kaki depannya,alat kelaminnya dan ujung abdomennya maupun bentuk abdomennya. Pada kaki hewan jantan terdapat sekom, koksa, femur tibia, tersus dan pada tarsal keduanya terdapat sekelompok rambut yang agak tepat tersusun seperti sisir yang disebut sisir kelamin. Selain itu hewan jantan berukuran lebih kecil mempunya ujung abdomen yang tumpul dan berwarna hitam. Jumlah segmen hewan jantan hanya 7 buah karna segmen terakhirnya bersatu. Drosophila memiliki ciri morfologi yang berdeba antara jantan dan betinanya. Pada Drosophila jantan Memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil bila dibandingkan dengan yang betina. Memiliki 3 ruas dibagian abdomennya dan memiliki sisir kelamin. Sedangkan pada yang betina ukuran relative lebih besar, memiliki 6 ruas pada bagian abdomen dan tidak memiliki sisir kelamin. Drosophilla jantan umumnya berwarna sedikit lebih gelap bila dibandingkan dengan yang betina. Sisir kelamin pada hewan jantan berguna untuk membantu kopulasi. 2. Siklus hidup Drosophila sp. Pada hasil pengamatan praktikan media di dalam botol. Lalat yang telah dimasukkan ke dalam botol media, mati hanya dalam waktu beberapa jam saja. Hal ini dapat disebabkan karena adanya air di dalam botol media. Karena telah dicampur beberapa bahan untuk mencegah kontaminasi mutan lain seperti

45

46 bakteri, tungau, atau jamur. Alkohol yang berasal dari bahan anti jamur menyebabkan lalat tidak dapat bertahan lama. Pada hari pertama dimasukkan ke dalam botol media sekitar 13 ekor. Hingga pada hari kedua, mulai ditemukan beberapa bercak-bercak putih. Menurut literatur, bercak-bercak putih berukuran kurang dari 0.5 mm tersebut tidak lain adalah telur dari Drosophila melanogaster. Pengamatan dilanjutkan lagi hingga mulai muncul larva instar 1 setelah 1 hari. Larva instar 1 berwarna putih dan terlihat adanya pergerakan (motil). Perubahan berikutnya terlihat saat larva instar 1 mulai membesar ukurannya pada hari ke 3, inilah yang disebut larva instar 2. Selain itu, pergerakannya terlihat lebih aktif dibanding larva instar 1. Saat mengamati munculnya larva instar 2, terlihat adanya kontaminasi jamur. Hari berikutnya, ukuran larva makin bertambah besar dan fase larva instar 3 mulai muncul. Pergerakan larva ini aktif di atas media maupun di dinding botol. Saat pengamatan larva instar 3, media di dalam botol mengalami kenaikan permukaan akibat gas yang menekan di bagian dasar. Gas tersebut diperkirakan dari adanya hasil fermentasi oleh jamur yang tumbuh di sekitar permukaan media. Namun setelah larva berubah menjadi larva instar 3, jamur yang ada di permukaan media menghilang. Larva-larva tersebut yang memakan jamur yang tumbuh di atas permukaan media. Namun, setelah hilangnya jamur bagian dasar media mulai berair. Selanjutnya, larva instar 3 mulai melakukan pergerakan ke bagian atas botol, mengurangi pergerakannya dan diam menempel pada bagian dinding atas botol. Larva instar 3 ini mulai akan 46

47 berubah menjadi prepupa yang berwarna putih. Prepupa kemudian berubah menjadi fase pupa. Dan imago pun akhirnya muncul setelah 13 hari lamanya. Waktu yang diperlukan Drosophila melanogaster untuk pergiliran keturunan dilakukan adalah 13 hari. 3. Analisis pedigree Pada praktikum ini analisis pedigree merupak analisis silsilah keluarga yang memiliki tujuan untuk menganalisis pewarisan suatu sfiat yang terdapat pada manusia, pola pewarisan sifat pada manusia terutama pentakit menurung mempunyai kendala tersendiri minsalnya tidak munggkin melakukan uji coba perkawinan secara sesuai kehendak dan adanya pembatasan jumlah anak karena pertimbangan. Pertimbangan terdapat pewarisan dalam silsilah keluarga yang mudah diamati antara pola pewarisan dominan autosomal dan pola resisif autosomal. Salah satu sifat pewarisannya dominan autosomal yaitu bentuk telingga yang menggantung. Dan sifat kemampuan adalah lidah yang dapat melipat. Pada praktikum dilakukan uji telingga mengantung dan lidah melipat dalam satu kelompok hal ini terjadi karena adanya penentuan sek pada makhluk hidup yang ditentuka oleh kromosom seksnya. Terdapat beberapa macam cara yang digunakan untuk menetukan jenis kelamin makhluk hidup berdasarkan kromosom seksnya. Kromosom seks pada manusia juga memiliki banyak gen, khususnya pada kromosom X. Cara pewarisan sifatnya sama dengan pewarisan yang lain. Namun perlu diketahui bahwa alel terpaut seks dari seorang ayah 47

48 akan diwarisakan kepada seluruh nakan perempuannya, tetapi anak laki-lakinya tidak akan memperoleh satupun dari alel tersebut. Selain gen-gen yang terdapat pada kromosom kelamin dikenal pula gen-gen yang dipengaruhi oleh jenis kelamin, tetapi salah satu jenis kelamin menampakkan ekspresi yang lebih besar dibandingkan dengan jenis kelamin lainnya. Keadaan yang demikian disebut sex influence genes atau biasa disebut dengan gen yang dipengaruhin jenis kelamin. Ada banyak sifat keturunan yang ditentuka oleh gen autosomal yang ekspresinya dipengaruhi oleh seks. Sifat itu tampak pada dua macam seks, penetuan seks pada makhluk hidup ditentukan oleh kromosom seksnya. Terdapat beberapa macam cara yang digunakan untuk menentukan jenis kelamin, makhluk hidup berdasarkan kromosom seksnya. Misalnya pada manusia sistem yang digunakan yaitu X-Y. Akan menghasilkan betina normal jika kromosom seksnya XX dan dihasilkan jantan normal jika kromosom seknya XY. Umumnya, penetuan sifat terpaut pada msnusia ditentukan oleh kromosom kromosom X, walaupun pada beberapa kasus terdapat juga pada kromosom Y. 4. Alel ganda Pada percobaan ini dilakukan untuk mengetahui sifat keturunan manusia yang ditentukan oleh alel ganda. Berdasarkan hasil percobaan dan pengamatan yang terlah dilakukan, dapat diketahui bahwa darah pada manusia bersifat herediter yang ditentukan oleh alel ganda dan golongan darah seseorang dapat 48

49 mempunyai arti yang peting dalam kehidupan. Dari hasil pengamatan diperoleh golongan darah A dan B sebanyak 16,6% dan golongan arah 0 sebanyak 33,3%. Dan untuk golongan darah AB tidak ada. Golongan darah manusia AB0 ditentukan oleh alel-alel I0, IA, dan IB. Alel I0 resesif terhadap IA dan IB. Alel IA dan IB bersifat kodamin, sehingga IB tidak dominan terhadap IA dan sebaliknya IA tidak dominan terhadap IB. Interaksi antara alel I0, IA dan IB menghasilkan 4 fenotip golongan darah yaitu, 0, A, B dan AB. Sedangkan genotifnya yaitu A = IAIA / IAI0, B = IBIB / IAI0, 0 = I0I0, dan AB = IAIB. Apabila antigen bertemu dengan anti A dalam darah seseorang, maka

akan terjadi penggumpalan darah dan dapat menyebabkan kematian. Hal ini berarti golongan darah orang tersebut adalah A. Apabila antigen bertemu

dengan anti B dalam darah seseorang, maka akan terjadi penggumpalan darah dan dapat menyebabkan kematian. Hal ini berarti golongan darah orang tersebut adalah B. Apabila dalam darah seseorang zat anti A, maka akan terjadi penggumpalan. Begitu juga bila darah orang tersebut diberi zat anti B. Hal ini berarti golongan darah orang itu adalah AB. Apabila dalam darah seseorang diberi zat anti A dan zat anti B dan tidak mengalami penggumpalan, maka golongan darah orang tersebut adalah 0. Berdasarkan hal ini golongan darah penting sekali untuk diperhatikan, terutama dalam tranfusi darah. Golongan darah seseorang harus diperiksa terlebih dahulu sebelum melakukan transfusi darah baik darah si pemberi

49

50 (donor) mupun si penerima (resepien) untuk menghindari terjadinya penggunpalaan atau aglunitasi.

5. Tesx2 (chi square test) Uji chi kuadrat adalah pengujian hipotesis mengenai perbandingan antara frekuensi observasi yang benar-benar terjadi/ aktual dengan frekuensi harapan/ ekspekrasi. Frekuensi observasi nilainya di dapat dari hasil percobaan (o) sedangkan frekuensi harapan (e) nilianya dapat dihitung secara teoritis. Pada praktikum ini disilangkan lalat jantan dan lalat betina yang menghasilkan F2 dengan perbandingan betina : jantan 9 : 6 dan yang diharapkan adalah perbandingan normal 50 : 50. Diama menurut Wildan Yatim, sesungguhnya rasio fenotipe F2 3 : 1 hanya merupakan perhitungan secara teoritis, ratio ini diperoleh dari ratio genotipenya. Sebetulnya dalam kenyataan sehari-hari, rasio fenotipe yang di dapat tidaklah persis demikian. Kalau umpamanya species F2 yang dihitung adalah 1000 ekor, maka tidak akan selalu persis bahwa yang jantan 740 ekor dan yang betina 250 ekor. Apabila makin dekat nilai ratio kenyataan yang di sebut o (observation) terhadap ratio teoristis yang disebut e (expected), makin sempurna data yang dipakai, berarti semakin bagus pernyataan fenotipenya. Kalau perbandingan o/e mendekati angka 1 berarti data yang didapat makin bagus dan pernyataan fenotipe tentang karakter yang diselidiki semakin 50

51 sempurna. Akan tetapi, jika o/e menjahui 1, data itu buruk dan pernyataan fenotipe tentang karakter yang diselidiki berarti dipengaruhi oleh suatu faktor lain. Entah karna faktor lingkungan atau jumlah objek yang di amati terlalu sedikit. Dari hasil perhitungan kami sebesar 10, 8 berada di bawah data. Hal ini menandakan bahwa hasil akhir tidak signifikan yang berarti jauh dari yang diharapkan. 6. Genetika populasi Genetika populasi adalah cabang dari ilmu genetika yang mempelajari gen-gen dalam populasi dan menguraikannya secara matematik akibat dari keturunan pada tingkat populasi. Suatu populasi dikatakan seimbang apabila frekuensi gen dan frekuensi genetik berada dalam keadaan tetap dari setiap generasi. Berdasarkan hasil pengamatan golongan darah A homozigot 0,022 sedangkan A heterozigot adalah 0,045. Golongan darah B homozigot adalah 0,022 sedangkan B heterozigot adalah 0,213. Golongan darah AB adalah 0,213 dan golongan darah O adalah 0,504. Semua data di atas berdasarkan frekuensi genotipe. Berdasarkan hasil frekuensi fenotipe untuk golongan darah A adalah 22,727%, untuk golongan darah B adalah 27,727%, untuk golongan darah AB tidak ada (0) sedangkan untuk golongan darah O adalah 50%. Frekuensi perbandingan suatu alel setiap individu dalam suatu kelas terhadap jumlah suatu individu. Frekuensi alel sangat penting dalam genetika 51

52 populasi karena alel dapat mengakibatkan individu memiliki sifat bervariasi. Prinsip populasi tersebut di atas disebut dengan prinsip “Equilibrum Hardy – Weinberg”. Populasi yang termasuk dalam hukum Hardy – Weinberg adalah populasi yang jumlah frekuensi gen atau alel tetap pada setiap generasi. Jadi memenuhi syarat hukum Hardy – Weinberg. 7. Poligen Pada pewarisan sifat, kita dapat menemukan adanya variasi sifat yang diturunkan. Hal ini disebabkan oleh gen ganda (multiple gen/ poligen). Poligen merupakan suatu seri gen ganda yang menentukan sifat secara kuantitatif. Dalam hal ini, pewarisan sifat dikendalikan oleh lebih dari satu gen pada lokus yang berbeda dalam kromosom yang sama atau berlainan. Pewarisan sifat yang dikendalikan oleh poligen dapat terjadi baik pada tumbuhan, hewan, maupun manusia. Contoh poligen pada tumbuhan adalah warna biji pada tanaman gandum,panjang bunga tembakau serta berat buah tomat. Contoh poligen pada manusia adalah perbedaan pigmentasi kulit, jumlah rigi dermal dan tinggi badan. Adanya pengaruh gen ganda pada pigmentasi dikemukakan oleh C.B Davenport dengan mengukur intensitas warna kulit manusia. Selain pigmentasi kulit, poligen juga dapat mempengaruhi tinggi badan manusia. Gen yang mempengaruhi pewarisan sifat tinggi badan terdiri dari empat gen. Dalam pewarisan sifat tersebut dipengaruhi oleh gen-gen dasar dan gen-gen ganda.

52

53 Gen dasar merupakan gen yang menentukan tinggi dasar seseorang sedangkan gen ganda memberi tambahan pada gen dasar. Adapun hasil dari tabel di atas menunjukkan bahwa poligen yang terdapat pada data kelas sangat bervariasi. Poligen tinggi badan yang paling pendek adalah 145 cm dan yang paling tinggi adalah 1,75 cm. Dari data di atas yang mempunyai poligen tinggi badan terbanyak adalah 148 yaitu sebanyak 6 orang, menyusul 160 cm sebanyak 4 orang. Hal ini menunjukkan bahwa poligen tinggi badan seseorang sangat bervariasi. Poligen tinggi badan juga dapat diwariskan.

53

54

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Berdasarkan tujuan praktikum maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Morfologi Drosophila melanogaster yaitu pada drosophila jantan Memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil bila dibandingkan dengan yang betina, 3 ruas dibagian abdomennya dan memiliki sisir kelamin.Sedangkan pada yang betina ukuran relative lebih besar, 6 ruas pada bagian abdomen dan tidak memiliki sisir kelamin. Dan pada drosophila diremuka 4 pasang kromosom. Pada lalat jantan dan lalat betina umumnya adalah sama, tetapi ada sedikit perbedaan yaitu pada salah satu kromosom jantan terdapat lengkungan seperti mata pancing. 2. Siklus hidpu Drosophila melanogaster yakni apabila diamati dari dewasa hingga menghasilkan imago maka memerlukan waktu sekitar 7-10 hari. Drosophila melanogaster mengalami metamorfosis sempurna dengan tahapantahapan yang diawali oleh telur-larva instar I- larva instar II- larva instar IIIprepupa- pupa-imago. 3. Sebuah silsilah (pedigree) adalah daftar sistematik (baik berupa tanda atau simbol) nenek moyang suatu individu “pohon keluarga” bagi banyak individu. tertentu atau bias juga merupakan

54

55 4. Pada alel ganda kita mampu mengenal beberapa sifat keturunan pada manusia yang ditentukan oleh pengaruh alel ganda dan menetukan genotif diri sendiri, contoh yaitu golongan darah manusia. Golongan darah manusia AB0 ditentukan oleh alel-alel I0IA dan IB. Alel I0 resesuf terhadap IA dan IB bersifat kodamin, sehingga IB tidak dominan terhadap IA dan sebaliknya IA tidak dominan terhadap IB. Interaksi antara alel I0, IA dan IB menghasilkan 4 fenotip golongan darah, yaitu 0, A, B dan AB, sedangkan genotifnya yaitu A= IAIA / IAI0, B= IBIB / IBI0, 0= I0I0 dan AB= IAIB. 5. Chi square test Uji chi kuadrat adalah pengujian hipotesis mengenai perbandingan antara frekuensi observasi yang benar-benar terjadi/ aktual dengan frekuensi harapan/ ekspekrasi. Frekuensi observasi nilainya di dapat dari hasil percobaan (o) sedangkan frekuensi harapan (e) nilianya dapat dihitung secara teoritis. Pada praktikum ini disilangkan lalat jantan dan lalat betina yang menghasilkan F2 dengan perbandingan betina : jantan 9 : 6 dan yang diharapkan adalah perbandingan normal 50 : 50. 6. Genetika populsi Genetika populasi adalah cabang dari ilmu genetika yang mempelajari gen-gen dalam populasi dan menguraikannya secara matematik akibat dari keturunan pada tingkat populasi. Suatu populasi dikatakan seimbang apabila frekuensi gen dan frekuensi genetik berada dalam keadaan tetap dari setiap generasi. 55

56 7. Poligen Pada hasil pengamatan dipadakan bahwa pewarisan sifat yang ditemukan adanya variasi sifat yang diturunkan. Hal ini disebabkan oleh gen ganda (multiple gen/ poligen). Diaman poligen merupakan suatu seri gen ganda yang menentukan sifat secara kuantitatif. Dalam hal ini, pewarisan sifat dikendalikan oleh lebih dari satu gen pada lokus yang berbeda dalam kromosom yang sama atau berlainan.

56

57

DAFTAR PUSTAKA

Ardi”Populasi”, Ardi Hermansyahblog, http:// blogspot.com. (27 Desember 2011). Blogh“Pewarisan Sifat Yang Dikendalikan Oleh Gen Majemuk (POLIGEN)”, Blogh’khuh, Blog, http://teenagers-moslem.blogspot.com. (27 Desember 2011). Diky“Chi Square”, DikyNaga Blog, http://teenagers-moslem.blogspot.com. (27 Desember 2011). Hery“Populasi”, Hericahyo Desember 2011). Blog, http://teenagers-moslem.blogspot.com. (27

Johan Kimbal, Biologi jilid 3. Jakarta: Erlangga, 1990. John. Kimbaal, Biologi Edisi kelima. Jakarta: Erlangga, 2005. Lilis”Alel Ganda”, LilisAsrianiblog, http:// blogspot.com. (27 Desember 2011). M. Abbas, Biologi. Jakarta: Yudistra, 1997. Marnala”Siklus Hidup Lalat Buah”, Marnalablog, http:// blogspot.com. (27 Desember 2011). Michael”Drosophila genomics”, Galaksi michealblog, http:// blogspot.com. (27 Desember 2011). Mila”Poligen”, Mhilahblog, http:// blogspot.com. (27 Desember 2011). Prwoto dan wiryosoewarto, Genetika dan Evolusi Cet I. Jakarta: Depdikdup, 1994. Putra Jati Melayu”Pedigree Analysis”, Putrajatimelayublog, http:// blogspot.com. (27 Desember 2011). Putra”Pedigree”, Putra’S blog, http:// blogspot.com. (27 Desember 2011). Putri”Genetika”, Putri Ananda blog, http:// blogspot.com. (27 Desember 2011). Rudi“lalat buah” RudiRegobiz Blog, http:// blogspot.com. (27 Desember 2011). Sinta”Pedigree”, Sincablog, http:// blogspot.com. (27 Desember 2011). 57

58 Sorya, Genetika Strata 1. Yogjakarta: UGM, 1997. Subowa, Histologi Umum. Jakarta: Bumi Aksara, 1992. Tamring”Gen Ganda”,Tamringblog, http:// blogspot.com. (27 Desember 2011). Tari”Siklus Hidup”, Galaksi Tariblog, http:// blogspot.com. (27 Desember 2011). Wildan Yatim, Genetika. Bandung: Tarsito, 1996. Wiliam Standfield, Genetika. Jakarta: Erlangga 2007. Zeran”Siklus Hidup Drosohilla melanogaster”, Zeranblog, http:// blogspot.com. (27 Desember 2011).

KATA PENGANTAR 58

59

Tiada kata yang terlintas dalam benak ini, selain rasa syukur dengan mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil alamin, atas berkat Rahmat dan Hidayah Allah swt sehingga laporan lengkap praktikum genetika ini, dapat terselesaikan. Shalawat serta Salam yang tecurahkan kepada Baginda Rasulullah Saw yang telah mengajarkan beberapa ilmu pengetahuan sebagai pedoman bagi Hambanya yang haus akan pegetahuan. Dalam penyusunan laporan ini, penulis menyadari bahwa masih banyak kesalahan-kesalahan yang terdapat didalamnya. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan laporan ini. Akhirnya kata, penulis berharap semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi penulis khususnya, dan bagi para pembaca pada umumnya. Semoga Allah senantiasa melindungi dan melimpahkan rahmat dan ridho-Nya, Amin……

Samata,

Januari 2012

Penulis

59

60 DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Jenis Tumbuhan dari Class Rutaceae yaitu Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia Swingle) Dalam Bentuk Buah dan

Daun……………………………………………………….…...……..7 Gambar 2. Bakteri Staphylococcus aureus yang Terdapat Pada Kelenjar Mukosa dan Berbentuk Kokus…………………..……..…22 Gambar 3. Gambar 4. Gambar 5. Bakteri E. coli dalam Bentuk Struktur dan Kolonisasi…………..….24 Bentuk Morfologi Jamur Candida albicans..……………………...…26 Grafik Zona Daya Hambat Bakteri Staphylococcus aureus Masa Inkubasi 24 Jam dan 48 Jam………………………..………......44 Gambar 6. Grafik Zona Daya Hambat Bakteri Escherichia coli Masa Inkubasi 24 Jam dan 48 Jam…………..………………...…..….46 Gambar 7. Grafik Zona Daya Hambat Jamur Candida albicans Masa Inkubasi 24 Jam dan 48 Jam……………….……........................49

60

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times