P. 1
Pengaruh Globalisasi Terhadap Identitas Nasional

Pengaruh Globalisasi Terhadap Identitas Nasional

|Views: 152|Likes:
Published by Haries Rochmatullah

More info:

Published by: Haries Rochmatullah on Jan 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2013

pdf

text

original

PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP IDENTITAS NASIONAL

POSTED BY EKO BUDI WALUYO ON 9:43 PM2 COMMENTS

Indonesia adalah Bangsa yang kaya akan nilai-nilai budaya dan sejarah, yang tentunya budaya dan sejarah tersebut mempengaruhi semua aspek kehidupan dan memberikan serta membantu dalam pembentukan pola fikir dan paradigma masyarakat dalam bernegara dan bertanah air. Di era globalisasi dan jaringan informasi yang dapat di akses oleh siapapun dan kapanpun mengakibatkan terjadinya perkembangan di segala sektor dan pemahaman baru tentang budaya serta penerapan-penerapan akan pola yang diterapkan oleh Negara lain. Salah satu Negara yang menjadi tujuan dan penyebaran jaringan informasi dan budaya global adalah Indonesia, karena Indonesia adalah Negara berkembang dengan tingkat populasi yang selalu meningkat dan ditunjang dengan fasilitas-fasilitas yang memungkinkan untuk mengakses informasi baik itu dalam bentuk informasi data maupun informasi global yang termasuk di dalamnya unsur-unsur budaya asing yang notabene tidaklah sesuai dengan budaya Timur yang merupakan ciri khas Bangsa Indonesia. Indonesia dan masyarakat dunia memiliki visi yang sama akan kemajuan dan peningkatan taraf hidup serta kemajuan dalam system pemerintahan, tetapi apakah kemajuan dan peningkatan taraf hidup tersebut harus mengorbankan nilai-nilai budaya yang begitu berharga. Dan sudah semestinya sebagai generasi penerus, kita harus melestarikan budayabudaya Indonesia yang mulai terkontaminasi oleh budaya-budaya asing yang negatif dan tidak membangun karateristik masyarakat Indonesia. Insya Allah penulis akan memberikan sedikit penjelasan tentang apa itu identitas nasional lewat semangat nasionalismenya, globalisasi dan perkembangannya serta glokalisasi yang merupakan gabungan antara globalisasi yang dapat diterima oleh budaya lokal. Identitas Nasional

hormat kepada orang tua. ramah tamah. Misalnya : Bendera. Secara umum terdapat beberapa dimensi yang menjelaskan kekhasan suatu bangsa. dan kebiasaan. Namun demikian proses pembetukan Identitas nasional bukan merupakan sesuatu yang sudah selesai. dan letak geografis. bahasa. Alat-alat perlengkapan adalah Sejumlah perangkat atau alat-alat perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan yang berupa bangunan. Beberapa dimensi dalam identitas nasional antara lain: 1. Akan terjadi pergeseran nilai dari identitas itu sendiri apabila identitas itu tidak dapat dijaga dan dilestarikan. Bahasa. Semangat masyarakat tentang pola perilaku ini sudah mulai memudar. dan gotong royong merupakan salah satu identitas nasional yang bersumber dari adat istiadat dan budaya. 2. budaya. lambang-lambang ini biasanya dinyatakan dalam undang-undang. adat istiadat. Dengan demikian identitas nasional suatu bangsa adalah ciri khas yang dimiliki suatu bangsa yang membedakannya dari bangsa lainnya. Unsur-unsur identitas itu secara normatif. peralatan dan tekhnologi. Pola Perilaku adalah gambaran pola perilaku yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari. Lambang-Lambang adalah sesuatu yang menggambarkan tujuan dan fungsi Negara. 3. tetapi sesuatu yang terbuka dan terus berkembang mengikuti perkembangan jaman. Pengertian Identitas pada hakikatnya merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu bangsa dengan ciri-ciri khas. dan lagu Kebangsaan. tanda-tanda atau jati diri yang melekat pada sesuatu atau seseorang yang membedakannya dengan yang lain. Misalnya : adat istiadat.Secara harfiah identitas adalah ciri-ciri. dan dengan ciri-ciri yang khas tersebut maka suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam kehidupannya. sehingga mengakibatkan identitas global akan mempengaruhi nilai identitas nasional itu sendiri. berbentuk sebagai nilai. seiring dengan waktu budaya ramah tamah khas Indonesia serta semangat gotong royong sudah beralih wajah menjadi acuh tak acuh dan individualistis dan materialistis. misalnya : bangunan .

Tujuan yang Ingin dicapai Identitas yang bersumber dari tujuan ini bersifat dinamis dan tidak tetap seperti : Budaya Unggul. Dan dalam usaha tersebut pemerintah seharusnya lebih memperhatikan dunia pendidikan. sebelum menjadi sebuah identitas negara bangsa yang Modern. Sebagai sebuah bangsa yang mendiami sebuah Negara. 2. peningkatan pendidikan akan mempengaruhi kesejahteraan rakyat Indonesia secara tidak langsung. kebudayaan. 1. suku bangsa. Semangat juang bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah menurut banyak kalangan telah menjadi ciri khas tersendiri bagi bangsa Indonesia yang kemudian menjadi salah satu unsur pembentuk identitas nasional Indonesia. itu dao=pat dibuktikan dari berbagai tulisan pakar tentang sejarah perjuangan dan usaha dalam merebut kemerdekaan. agama dan bahasa. tujuan bersama bangsa Indonesia telah tertuang dalam pembukaan UUD 45. Kemajemukan Indonesia dapat dilihat dari sisi sejarah.candi. dan teknologi Bercocok tanam : dan teknologi seperti kapal laut. Sejarah Indonesia adalah Negara yang begitu kaya akan nilai sejarah. Sejarah juga mencatat. peradaban dan pengetahuan. Pesawat terbang. Sedangkan unsur Identitas peradabannya. 2. Kebudayaan Aspek kebudayaan yang menjadi unsur pembentuk identitas nasional meliputi tiga unsur yaitu : akal budi. Peralatan manusia seperti pakaian Adat. dan lainnya 4. bangsa Indonesia pernah mengalami masa kejayaan yang gemilang. Masjid. misalnya dapat dilihat pada sikap ramah dan santun bangsa Indonesia . Gereja. Yakni kecerdasan dan kesejahteraan bersama bangsa Indonesia.2 Unsur-unsur Pembentukan Identitas Nasional Salah satu identitas bangsa Indonesia adalah ia dikenal sebagai sebuah bangsa yang majemuk. Akal Budi bangsa Indonesia. salah satunya tercermin dari keberadaan dasar negara Pancasila sebagai kompromi nilai-nilai bersama ( shared values ) bangsa Indonesia yang majemuk. kehandalan bangsa Indonesia dalam pembuatan kapal pinisi di masa lalu . presentasi dalam bidang tertentu. sebagai bangsa maritim.

Sekalipun Indonesia memiliki ribuan bahasa daerah. Menurut Stiglitz sebagai mana dikutip sugeng bahagijo dan darmawan triwinowo disatu sisi globalisasi menbawa potensi dan akselerasi pertumbuhan ekonomi banyak Negara. kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa penghubung ( lingua franca ) berbagai kelompok etnis yang mendiami kepulauan nusantara memberikan nilai identitas tersendiri bagi bangsa Indonesia. kemajemukan alamiah bangsa Indonesia dapat dilihat pada keberadaan lebih dari 300 kelompok suku.merupakan identitas pengetahuan bangsa Indonesia yang tidak memiliki oleh bangsa lain di dunia. baik mayoritas maupun minoritas atas kelompok lainnya. tradisi. Globalisasi Secara umum globalisasi adalah suatu perubahan sosial dalam bentuk semakin bertambahnya keterkaitan antara masyarakat dengan faktor-faktor yang terjadi akibat transkulturisasi dan perkembangan teknologi modern. 5. disisi lain telah membawa kesenjangan utaraselatan serta kemiskinan global. mengingat majemuknya fenomena tersebut. 4. budaya dan keyakinan yang mendiami kepulauan nusantara. Menyukuri nikmat kemajemukan pemberian Allah dapat dilakukan dengan salah satunya. dan sebagainya memahami globalisasi adalah suatu kebutuhan. sikap dan tindakan untuk tidak memaksakan keyakinan dan tradisi suatu agama. 3. Bahasa Bahasa adalah salah satu atribut identitas nasional Indonesia. Agama Keanekaragam Agama merupakan identitas lain dari kemajemukan alamiah Indonesia. beragam bahasa. peningkatan standar hidup serta perluasan akses atas informasi dan teknologi. Namun demikian . tradisi bangsa Indonesia untuk hidup bersama dalam kemajemukan merupakan hal lain yang harus terus dikembangkan dan dibudayakan. Suku Bangsa Kemajemukan merupakan Identitas lain bangsa Indonesia. budaya. . lebih dari sekedar kemajemukan yang bersifat alamiah tersebut. ekonomi. Istilah globalisasi dapat di terapkan dalam berbagai konteks sosial.

3. informasi ini pada giliranya dapat menimbulkan suatu solidaritas global yang melintasi kelompok etnis. bahwa globalisasi sering diidentikkan dengan: 1. kehadiran internet telah memudahkan informasi dunia diterima oleh siapapun dipenjuru pelosok dunia. Dengan media internet.Globalisasi merupakan fenomena berwajah majemuk. kendaraan. yaitu perubahan-perubahan geografi sehingga ruang sosial dalam perbatasan. tempat dan distance menjadi berubah. batas teritorial negara. Informasi tentang keadaan di tempat lain atau situasi orang lain dapat menciptakan suatu pengetahuan umum yang lebih luas dan aktual dari ada yang ada sebelumnya.liberalisasi yaitu pencabutan pembatasan-pembatasan pemeritah untuk membuka ekonomi tanpa pagar (borderless world) dalam hambatan perdagangan. surat kabar. Melalui media internet siapapun dapat mengirim dan mengakses informasi tanpa persyaratan lisensi atau bukti kompetensi apapun. sebagai mana dikutip Sugeng Bahagijo dan darmawan triwibowo. memungkinkan pengiriman informasi dalam jumlah yang tidak terbatas. seperti diuraikan scolte(2000). 5. . kendali devisa dan ijin masuk suatu Negara (visa). di seluruh pelosok penjuru dunia. Westernisasi atau Amerikanisasi yaitu ragam hidup dan budaya barat atau amerika. Istilah globalisasi telah menjadi istilah umum yang dibicarakan oleh setiap orang hingga diskusi ilmiah dalam lingkungan akademik. 4. meluasnya arus perdagangan dan penanaman modal. De-teroterialisasi. radio dan televisi tidak lagi merupakan sumber utama informasi. dan dengan biaya lebih murah. tidak demikian dengan media internet. Universalisasi yaitu ragam hidup seoerti makanan Mc Donald. internasionalisasi yaitu hubungan antar Negara. dalam waktu yang lebih cepat. Global Space ( Dunia maya) Globalisasi informasi ditunjukan dengan semakin pesatnya penggunaan media elektronik dalam mengirim dan menerima informasi. Jika radio dan televisi masih dapat di awasi dan diatur oleh kekuasan politik sebuah Negara. Keadaan tersebut membawa beberapa akibat sosial dan budaya : Pertama. mengecilnya ruang dan waktu yang mengakibatkan hampir tidak ada kelompok orang atau bagian dunia yang hidup dalam isolasi. 2. Beberapa unsur penting yang terkait dengan globalisasi adalah: 1. pembatasan keluar masuk mata uang.

Oleh sebab itu. Masalah kemiskinan bukan hanya milik suatu masyarakat tetapi merupakan tanggung jawab intenasional. mengutip pendapat Tilaar. Hak Asasi Manusia perlu dijaga dan dikembangkan oleh karena itu dengan menghormati Hak Asasi Manusia maka demokrasi akan semakin berkembang. dalam bidang politik. yang diakibatkan gelombang globalisasi adalah sebagai berikut: 1. Tantangan Masa Depan Dalam Gelombang Globalisasi Beberapa yang menjadi tantangan besar dan bersama. Gelombang globalisasi dapat saja mengijak-injak hak asasi manusia apabila motif yang mendasari perubahan sosial dan ekonomi semata-mata berdasarkan frofit. 3. agama. Kedua. serta kurangnya sumber daya alam. Perdangangan bebas. jaringan terorisme internasional dapat dimasukan ke dalam kelompok ini. Perbedaan sosial seperti umur. hak asasi tidak dapat dilakukan di dalam negara yang kacau. 2. dapat berhubungan langsung lewat internet dengan seseorang di New York atu di kota Roma. batas-batas teritorial suatu negara menjadi kurang berfungsi. besarnya pendapatan. Program melawan kemiskinan.atau kelompok agama. status sosial. Globalisasi bukan hanya memberikan banyak nilai positf tetapi juga dapat mengakibatkan semakin miskinnya negara-negara yang sumber daya manusianya rendah. Batas negara tidak lagi menjadi batas informasi. Ketiga. misalnya. Pada saat yang sama. Kesenjangan antara Negara kaya dan Negara miskin semakin melebar di dalam era globalisasi apabila tidak diambil langkah untuk membantu yang lemah. semua kategori dalam social space menjadi tidak relavan lagi. tingkat pendidikan menjadi tidak lagi menjadi penting dalam konteks infomasi melalui jalur internet. informasi yang serba canggih ini dapat pula memberikan kemudahan bagi seseorang atau suatu kelompok untuk bergabung dengan kelompok kejahatan lintas negara untuk merancang kejahatan internasional yang terorganisir. Kini manusia berlomba-lomba untuk . jenis kelamin. pejabat atau rakyat. hak asasi manusia harus menjadi agenda internasional untuk menjadi bentang dari arus globalisasi yang dapat bersifat dehomanisasi. karena seorang yang berada di sebuah kampung di Jayapura. Memperjuangkan dan melaksanakan Hak Asasi Manusia. Menciptakan dan memelihara tatanan dunia yang aman.

perlu ditata kembali supaya lebih sesuai dengan tuntutan hidup internasional yang baru. WTO. Menurut Eko Budiarjo guru besar Universitas Diponegoro glokalisasi adalah glokalisasi dengan cita rasa lokal.Oleh kerena itu tanggung jawab ekosistem merupakan tanggung jawab bersama masyarakat dunia. World bank. Lembaga-lembaga ekonomi dan keuangan lama yang dilahirkan pada masa perang dingin seta tatanan dunia yang lama. Bahkan Alan Rugman di dalam bukunya The end of Globalization menyatakan bahwa sebenarnya kerja sama internasional tertumpu pada kerja sama regional. Secara umum glokalisasi adalah penyesuaian produk global dengan karakter lokal. Pengaruh globalisasi terhadap masyarakat yang ditransformasikan ke dalam budaya Indonesia yang akhirnya akan . glokalisasi dimaknai dengan munculnya interpretasi produkproduk global dalam konteks lokal yang dilakukan oleh masyarakat didalam berbagai wilayah budaya. 6. Hal ini yang mengakibatkan banyak terjadi penyimpangan terhadap nilai-nilai yang dulunya sangat dominan pada kalangan masyarakat dan dijalankan dengan sepenuh hati. Ada juga yang berpendapat glokalisasi adalah berfikir global bertindak lokal. bahkan kerja sama bilateral atau kerja sama nasional dalam rangka kerja sama regional tersebut. Kerja sama regional perlu di kembangkan di dalam rangka kerja sama internasional. sekarang sudah menjadi barang yang aneh dan langka. Dalam proses glokalisasi medium bahasa juga di pergunakan. Dalam wilayah budaya . seperti badan-badan IMF. Perlu diwujudkan tatanan ekonomi dankeuangan yang baru. Melindungi dan memelihara planet bumi sebagai satu-satunya tempat kehidupan bersama manusia. Interpretasi lokal masyarakat tersebut kemudian juga membuka kemungkinan adanya pergeseran makna atas nilai budaya. berbagai upaya untuk meningkatkan kerjasama multilateral haruslah dipacu.menciptakan dunia yang lebih makmur dan kemakmuran itu hanya dapat diwujudkan di dalam kerja sama internasional yang aman. 5. 4. Salah satu konsep yang ikut berkembang bersama globalisasi adalah glokalisasi. Istilah glokalisasi dipopulerkan oleh Roland Robertson pada tahun 1977 dalam konfrensi “Globalization and Indigenous Culture”. Oleh sebab itu.

2. politik. karena yang terpenting adalah komunitas tersebut diperlukan sama oleh warga Negara maupan Negara.mensinergikan budaya-budaya “Timur” Indonesia terhadap budaya “Barat” yang cenderung kepada Liberalisme dalam usaha pencapaian Glokalisasi yang meminimalisasi bahkan menghilangkan budaya-budaya Indonesia yang terkenal dengan keramahtamahan dan kesopanan. dan sebagai suatu bangsa yang beragama kita seharusnya dapat menghargai keberagaman global serta dapat memilih serta memilah yang terbaik untuk diterpakan di Negara tercinta Republik Indonesia. baik individu maupun kelompok hidup dalam societal cohesion tanpa kehilangan identitas etnik dan kultur mereka. Politis. dan lain-lain. jangan sampai budaya tersebut menjadi terkikis dan hilang dari masyarakatnya sendiri. 3. Gerakan multicultural muncul pertama kali di Kanada dan Australia sekitar 1950-an. Menurut Achmad Fedyani Safiudin menyatakan ada tiga cara pandang atau pemahaman orang tentang multikulturisme.dengan kata lain. Nasionalisme dan Globalisasi Salah satu isu penting yang mengiringi gelombang demokrasi adalah munculnya wacana multikulturisme. Keberagaman adalah suatu berkah dari Pengatur Alam Semesta ini. etnik. gender. Ini adalah harapan kita semua. 1. yaitu. adanya komunitas yang berbeda saja tidak cukup. Multikulturisme adalah kesediaan menerima kelompok lain secara sama sebagai kesatuan tanpa memedulikan perbedaan budaya. Karakter masyarakat multikultur adalah toleran. Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan . Dalam perspektif multikulturisme. bagaimana kita dapat mengadopsi nilai dan budaya dari luar yang baik bagi bangsa ini serta adanya badan pengawasan serta pengembangan budaya asli Indonesia dari Pemerintah. Mereka hidup dalam semangat peacepul co-existace. Popular. akibat dari arus globalisasi yang begitu Hakikat kemerdekaan suatu negara akan tampak disaat negara itu dapat menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai budayanya sendiri. hidup berdampingan secara damai. Multikultural menjadi semacam respon kebijakan baru dalam keragaman. bahasa maupun agama. ekonomi. Karena keberagam merupakan hadiah dari Allah SWT yang harus kita syukuri dan harus menjadi pembelajaran bagi kita semua. Akademik. dan selalu membuka diri terhadap nilai positif dari luar baik itu yang berbentuk budaya.

seperti yang sebutkan Allah dalam Al-Qur’anul Karim : Artinya : “Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat. Hal ini termaktub dalam ayat Suci al-Qur’an yang berbunyi : Artinya : “Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain. mereka Itulah golongan Allah. sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak. Allah pasti menolong dan menyelamatkan Bangsa ini dari pengaruh negative arus globalisasi. karena dengan semangat ridha dan cinta kepada Allah maka kita dapat mentransformasikan segala kaidah agama kedalam budaya dan kita dapat menyesuaikan tindakan-tindakan atau aksi yang terstruktur lewat kacamata agama.(QS. atau anak-anak atau Saudara-saudara ataupun keluarga mereka.berbangsa-bangsa adalah untuk saling kenal-mengenal untuk bersama-sama mendapatkan gelar taqwa. kalau dia Telah surut. Ketahuilah. dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. meraka Itulah orang-orang yang Telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Pejabat MA menolak pemeriksaan. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil”. Tulisan ini tidak hendak mengurai ihwal uang perkara atau siapa benar-siapa salah diantara kedua lembaga tersebut yang menjadi pemicu ‘ketidakharmonisan’. hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. saling berkasihsayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya. Taqwa dalam konteks universal dan global adalah terciptanya masyarakat dunia yang madani dan selaras dengan ajaran dan perintah Allah SWT. (QS. Kabar terakhir dikatakan seorang pejabat BPK. tetapi milik pihak ketiga yang berperkara. dan hendaklah kamu berlaku adil. konon uang tersebut bukan milik negara. Al-Mujaadilah : 22) Ketidakharmonisan' Antarlembaga Negara ? ‘Ketidakharmonisan’ Antarlembaga Negara ? Publik hari-hari ini menyaksikan ‘ketidakharmonisan’ antarlembaga negara yakni antara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Mahkamah Agung (MA). Allah ridha terhadap mereka. dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. BPK merasa berwenang untuk memeriksa MA terkait dengan uang perkara tahun 2005-2006. damaikanlah antara keduanya menurut keadilan. Al-Hujuraat : 9) Semangat bersatu dalam mencari Ridha dan Cinta Allah pasti akan dapat menangkal segala bentuk negative globalisme. sekalipun orang-orang itu bapak-bapak. bahwa Sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung”. Namun ingin menggarisbawahi bahwa ‘ketidakharmonisan’ antarlembaga negara sering disebabkan dan juga dibiarkan terkondisi seperti itu . mereka kekal di dalamnya. bahwa tidak ada pertentangan institusional dengan MA.

Terkesan BPK mempunyai kartu as untuk memeriksa dengan kecurigaan atas pengelolan uang negara. Semuanya berdalih tidak merugikan atau untuk mengelola dan menyelamatkan uang negara/rakyat. Baiklah kita menelaah dari logika publik soal BLBI. Kedua. ada ‘pertanyaan’ BPK terhadap nasib uang pengganti di Kejagung dan uang perkara di MA. Disisi lain Kejagung juga perlu membenahi manajemen administrasi pelaporan uang pengganti. Disini terlihat jelas dengan tidak adanya cara pandang dari sudut pemerintahan dan negara. bahwa semua tidak bisa jalan tanpa kebersamaan antarlembaga. Sayangnya bahwa itu harus dilakukan dengan ‘ketidakharmonisan’ antarlembaga yang hanya menguras ego sektoral dan ego korpsnya. Apalagi perannya sebagai lembaga penuntutan perkara hukum bagi negara. Dus hal ini diperberat lagi jika antarlembaga negara merasa lebih diatas dari yang lain. Ketidakjelasan sering dibiarkan karena terkait kepentingan internal lembaga-lembaga tersebut. Jika masih abu-abu mengapa pemerintah. Pertanyaannya.oleh beberapa hal. Ego Kelembagaan Jauh sebelum BPK dan MA ‘tidak harmonis’. Antarlembaga harusnya mempunyai skema dan mekanisme internal yang lintaslembaga untuk selalu meningkatkan harmonisasi diantara ritme kerjanya yang saling kait mengait. apa tidak ada persoalan lain yang lebih penting dan urgen. Bayangkan disatu pihak BPK berhak memeriksa dan dipihak lain MA mempunyai alasan untuk menolak diperiksa. Usut-mengusut kasus BLBI mau tidak mau menempatkan Kejagung ‘berseberangan’ dengan BI sebagai pihak yang mengeluarkan BLBI. BPK dan Kejagung secara tidak langsung juga berpotensi ‘tidak harmonis’ dengan Bank Indonesia (BI) sebagai pihak yang mengeluarkan BLBI dulu. lembaga negara. terkait uang perkara tersebut atau tidak. Bukankah kecurigaan dalam makna positif sudah menjadi kebiasaan jaksa dalam penuntutan terhadap dugaan pelanggaran hukum. Dampaknya terjadi tarik-menarik antarlembaga. Di mata publik ‘ketidakharmonisan’ antarlembaga diatas sangat tidak produktif dan cenderung bisa dikatakan. Nyatanya seperti ada ego sektoral untuk merasa lebih berwenang dan ‘lebih diatas angin’ diantara sesama lembaga-lembaga tersebut. Lalu soal BPK dengan Kejagung terkait uang pengganti. sebagai auditor yang ditakuti misalnya yang bisa memeriksa Kejagung soal uang pengganti. Kejagung mestinya sudah mempunyai mekanisme manajemen pelaporan uang penganti yang tidak menimbulkan curiga bagi seorang auditor dari BPK. Bagi logika publik terkesan memang ada proyek besar yang sedang dibongkar Kejagung ihwal kasus BLBI. semangat korps diutamakan bukan untuk unjuk gigi terhadap lembaga lain. masingmasing mempunyai peran. Pertama. Publik awam tidak tahu menahu soal kewenangan dan koordinasi antarlembaga. Mestinya diantara mereka sendiri sudah ada aturan main. Dalam kasus dugaan korupsi BLBI. tetapi untuk menjalankan profesionalisme. Apakah BPK merasa sebagai lembaga superbodi yang ‘diatas angin’. Persoalannya. BLBI dikeluarkan oleh BI sebagai lender of the . setiap lembaga itu seperti mempunyai kepentingan masing-masing. upaya mengkritisi lembaga lain tentu saja menimbulkan ‘ketidakharmonisan’ yang tidak perlu seperti diatas. Yang dikedepankan justru ego sektoralnya atau esprit de corps-nya masing-masing. Atau jangan-jangan sengaja dibikin tidak jelas. Dan bukannya membangun benteng kepentingannya masingmasing. BPK juga ‘kurang harmonis’ dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) soal uang pengganti yang belum disetor atau ditagih. Putuskan Kebijakan Bersama Beberapa waktu lalu kita juga mengetahui penilaian BPK atas aset debitor BLBI yang lebih kecil dari yang diakui pemerintah dan BPPN. sehingga ada kemungkinan negara dirugikan. sebetulnya undang-undang menyuruh BPK untuk memeriksa MA. Dengan dalih untuk kepetingan negara. Sejalan dengan Kejagung yang akan mengusut dugaan korupsi kasus BLBI. sehingga tidak mungkin harmonisasi diantara lembaga negara tanpa mengusik kepentingan itu. Kejagung sudah memanggil mantan ketua lembaga bentukan pemerintah BPPN. abu-abu dan mengambang dengan harapan bisa mengakomodasi kepentingan tertentu karena tidak ada ketetapan hukum yang tetap. ketidakjelasan wilayah kewenangan antarlembaga sehingga tumpang tindih. tidak duduk bersama dengan DPR untuk segera membuat kejelasan kewenangan lembaga negara. tidak adanya koordinasi dan kerjasama antarlembaga yang lintassektoral bahkan sampai eksekusi kebijakan bersama.

tetapi agar langkah eksekutif tidak tersandung kemungkinan pelanggaran hukum seperti kecurigaan korupsi pada kasus BLBI itu. Akhirnya BPK seolah memberikan penilaian buruk atas kerja BPPN. Ini berarti lembaga negara yang melek hukum mestinya lebih proaktif didepan. tapi Kejagung dalam mengusut BLBI juga ingin menyelamatkan uang rakyat yang diduga korupsi. mengapa tidak sedari awal menyamakan persepsi dan langkah ? Bersama-sama mengawal kebijakan-kebijakan tanpa diboncengi oleh kepentingan dan ego kelembagaan. karena terjadi saling membenarkan.last resort perbankan nasional yang saat krisis kolaps. Mestinya sebelum kebijakan pemerintah diambil. mengapa tidak dilibatkan sejak awal dalam penilaian aset debitor yang dijual yang ternyata menurut BPK nilainya lebih kecil dibandingkan penilaian pihak lain. suksesi Orde Baru – Soeharto dan kroniisme. Bahkan tidak menutup kemungkinan Kejagung diminta persetujuannya untuk mengawal sebuah kebijakan agar bebas dari tuntutan hukum dikemudian hari. Namun tujuannya tidak kesitu. Jika ini bisa dilakukan hubungan antarlembaga akan lebih harmonis dan tidak saling menuntut dalam berbagai kasus di kemudian hari. apakah pengucuran BLBI layak hukum atau tidak. Demikianlah jika ego kelembagaan eksekutif berhak menjalankan kebijakan-kebijakannya yang diambil tanpa peduli dengan resiko hukum. Padahal inti dasarnya masing-masing lembaga ingin menyelamatkan negara atau uang rakyat. Benteng hukum diadakan sejak awal dan mengawal kebijakan eksekutif. BI ingin menyelamatkan ekonomi nasional dengan BLBI. karena diawasi melekat oleh kejaksaan atau mereka yang melek hukum. lembaga-lembaga yang melek hukum memberi saran bahwa jika kebijakan itu diambil ada resiko hukum yang harus ditanggung. Kejagung dll sebagai lembaga yang melek hukum dimintai masukannya oleh pemerintah saat itu. Demikian juga terhadap BPK. Terlepas bahwa kolapsnya bank-bank itu disebabkan oleh krisis moneter regional. Lembaga-lembaga hukum seperti Departemen Kehakiman. Berpotensi dikorupsi atau tidak. Jika niat sama baiknya. MA. Tujuannya agar kebijakan dikemudian hari tidak menjadi bancakan empuk bulan-bulanan hukum seperti kasus BLBI. saling ganjal bahkan saling tuntut dikemudian hari. Hal ini sepertinya tumpang tindih kewenangan. bukan seperti sekarang yang cenderung mengawasi dan menuntut di belakang kebijakan pemerintah yang sudah lewat. yudikatif membawahi eksekutif. dst. padahal kasus baru sudah menumpuk untuk diselesaikan Soal Tugas individual Jelaskan nilai kelebihan dari globalisasi dengan ilustrasi singkat realitas kasus terhadap identitas nasional? UTS Mengapa dalam Hubungan antar lembaga negara masih terdapat ketidakharmonisan dan bagaimana cara menyelesaikanya Dkumpulkan tanggal 6 . Jika ini terus terjadi jalannya negara dan pemerintahan tidak akan sinergi. akuntabilitas keuangan dst pada akhirnya menjadi perkara di kemudian hari. pertanyaannya mestinya saat BLBI dikucurkan peran Kejagung dilibatkan. mengawal bahkan diajak menyetujui setiap kebijakan pemerintah (eksekutif).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->