P. 1
Penelitian Tindakan Kelas (Pkn)

Penelitian Tindakan Kelas (Pkn)

|Views: 121|Likes:

More info:

Published by: Kurnia Dewi Cahya Maulina on Jan 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/30/2015

pdf

text

original

Sections

  • BAB I
  • PENDAHULUAN
  • 1.1 Latar Belakang
  • 1.2 Identifikasi Masalah
  • 1.3 Rumusan Masalah
  • 1.4 Tujuan Penelitian
  • 1.5 Manfaat penelitian
  • BAB II
  • KAJIAN PUSTAKA
  • 2.1 Pembelajaran Kooperatif
  • Tabel 2.1
  • Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif
  • Tingkah Laku Guru
  • Tabel 2.2 Langkah Penskoran Pembelajaran Kooperatif
  • Perilaku Siswa
  • Tabel 2.3 Skala Pemberian Poin Pembelajaran Kooperatif
  • 2.2 Motif-Motif dan Motivasi Berprestasi
  • 2.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Belajar Mengajar
  • RAW INPUT
  • 2.4 Cara-Cara Belajar Yang Baik
  • BAB III
  • METODE PENELITIAN
  • 3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian
  • 3.2 Lokasi dan Subyek Penelitian
  • 3.3 Sumber Data
  • 3.4 Prosedur Pengumpulan Data
  • 3.5 Analisis Data
  • BAB IV
  • HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
  • 4.1 Hasil Penelitian
  • Siklus 1
  • 1. Perencanaan
  • 2. Pelaksanaan
  • a. Hasil pengamatan terhadap aktivitas guru dan siswa dalam
  • kegiatan pembelajaran :
  • 1) Aktivitas Guru
  • 2) Aktivitas siswa
  • b. Data prestasi belajar siswa
  • Tabel 4.3
  • Skor Prestasi Belajar Siswa Siklus Pertama
  • Predikat
  • 4. Refleksi
  • Siklus 2
  • Tabel 4.6 Skor Prestasi Belajar Siswa Siklus Kedua
  • Siklus 3
  • 3. Observasi
  • Tabel 4.9 Skor Prestasi Belajar Siswa Siklus Ketiga
  • A. Pembahasan
  • BAB V
  • PENUTUP
  • A. Kesimpulan
  • B. Saran
  • DAFTAR PUSTAKA
  • LAMPIRAN SOAL-SOAL
  • merupakan jawaban paling tepat!
  • II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat !

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) mempunyai tujuan untuk menanamkan sikap dan perilaku sehari-hari yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Pendidikan Pancasila dan Kearganegaraan di Sekolah Dasar memberikan bekal kepada siswa agar dapat memiliki nilali luhur yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dan menanamkan agar peserta didik cinta pada tanah airnya. Kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai modal dasar pembangunan nasional, baik pada masa sekarang maupn pada masa yang akan datang perlu sekali ditingkatkan dan dikembangkan. Dunia pendidikan mempunyai peranan yang cukup besar dalam meningkatkan dan

mengembangkan kualitas sumber daya manusia tersebut. Sejalan dengan hal itu, pembentukan masyarakat Indonesia baru, visi pendidikan dirumuskan sebagai pendidikan yang mengutamakan kemandirian menuju keungguulan untuk meraih kemajuan dan kemakmuran berdasarkan nilai-nilai pancasila (Jalal dan Supriadi, 2001 : 63). Rumusan visi itu juga telah dijabarkan dalam GBHN tahun 1999 yang telah menetapkan misi pendidikan sebai berikut : Terwujudnya sistem iklim pendidikan nasional yang demokratis dan bermutu guna memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin dan bertanggungjawab, memiliki ketrampilan serta ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka

mengembangkan mutu manusia Indonesia.

1

Melihat kenyataan tersebut pemerintah Indonesia, dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional sedang melakukan upaya untuk

memperbaiki dan mengembangkan sistem pendidikan yang dirasa belum mengimbangi perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi (IPTEK) dengan jalan mengadakan pembaharuan dalam kurikulum serta perbaikan dan pengembangan sitem pengajarannya. Pengajaran pada dasarnya merupakan suatu proses interaksi antara guru dengan siswa melalui kegiatan terpadu dari dua bentuk kegiatan, yaitu kegiatan belajar siswa (pelajar) dan kegiatan mengajar guru (pengajar) guna mencapai tujuan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran didalam kelas merupakan salah

satu tugas utama guru, dan pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan yang ditujukan untuk membelajarkan siswa. Dominasi guru dalam proses pembelajaran masih sering ditemui adanya

kecenderungan menimalkan keterlibatan siswa. Dominasi guru dalam proses pembelajaran menyebabkan kecenderungan siswa lebih bersifat pasif sehingga mereka lebih banyak menunggu sajian guru daripada mencari dan menemukan sendiri pengetahuan , ketrampilan atau sikap yang mereka butuhkan. Salah satu model pembelajaran yang dapat dilaksanakan

didalam kelas untuk mengaktifkan siswa belajar adalah pembelajaran melalui pendekatan kontekstual. Pembelajaran kooperatif menekankan pada menghubung mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan pembelajaran yang memotivasi siswa pengetahuan dan terapannya dengan agar mampu menghubungkan kehidupan sehari-hari sebagai

2

anggota keluarga dan masyarakat. Dari kegiatan pembelajaran yang demikian ini, diharapkan dapat mendorong munculnya lima bentuk cara belajar siswa; (1) siswa dapat menghubungkan situasi sehari-hari dengan informasi yang diserap; (2) siswa dapat menemukan sendiri konsep-konsep baru; (3) siswa dapat menerapkan konsep dan

informasi di depan; informasi

(4) siswa dapat mengkoordinasikan konsep dan dengan pelajaran; dan (5) siswa dapat

yang diperoleh

mentransfer konsep dan informasi yang dimiliki kepada pelajar lain (Nurhadi, 2002) Prinsip demokratis yang dirumuskan dalam misi pendidikan tampak terealisasi pada bentuk pembelajaran yang tidak lagi menempatkan guru sebagi subyek dan pusat sumber balajar sebagaimana pada pembelajaran konvensional. Prinsip kreatif dan inovatif juga ditampakkan pada menyelidiki, terbuka, mencetuskan dan mempertahankan ide, berpikir keras sampai pada batas kemampuan untuk memecahkan masalah, menetapkan dan mengikuti standar sendiri, dan mencetuskan cara-cara baru dalam mendatangkan persoalan (Nur, 2001). Dari uraian diatas yang menjadi permasalahan, selama ini proses pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang ditemui masih secara konvensional, seperti ekspositori, drill atau ceramah. Proses ini hanya menekankan pada pencapaian tuntutan kurikulum dan penyampaian tekstual semata daripada mengembangkan kemampuan belajar dan membangun individu. Kondisi seperti ini tidak dapat menumbuh kembangkan aspek kemampuan dan aktivitas siswa seperti diharapkan. Dalam

3

hal ini guru ingin memperbaiki keadaan terebut dengan mencobakan suatu strategi pembelajaran yang akan membuat siswa dapat belajar aktif dimana siswa lebih berpartisipasi aktif sehingga kegiatan siswa dalam belajar jauh lebih dominan daripada kegiatan guru dalam mengajar. Sehubungan dengan permasalahan tersebut diatas, maka dilakukan penelitian tindakan kelas untuk mengatasi permasalahan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kooperatif model kooperatif sebagai solusinya.

1.2 Identifikasi Masalah Prestasi Belajar yang baik merupakan suatu dambaan dan harapan semua pihak baik guru, siswa, orang tua murid maupun penyelenggara pendidikan, Seseorang yang memiliki motivasi prestasi yang tinggi akan memperoleh hasil yang lebih baik dibandingkan dengan orang memiliki motivasi prestasi rendah (Morgan dalam Kristian 1995) Agar siswa memiliki motivasi prestasi yang tinggi maka

semua pihak harus menciptakan suasana yang kondusif khususnya guru dan lingkungan belajarnya. Proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan belajar merupakan jalan yang tepat itu salah untuk mencapai

prestasi

yang kepada

diharapkan. anak/ siswa

Disamping merupakan Salah satu

memberikan satu unsur adalah tanpa

tanggungjawab penting akan pemberian

keberhasilan sesuai

mereka. dengan

diantaranya mereka

tugas

kemampuan

meninggalkan prinsip-prinsip belajar yang ada.

4

1.3 Rumusan Masalah Dengan mengacu pada latar belakang masalah yang telah dikemukakan didepan, berikut ini dikemukakan rumusan masalahnya sebagai berikut : 1. Apakah pendekatan kooperatif model kooperatif dalam pembelajaran PPKn pada bahasan Kerajinan Semester 2 tahun pelajaran 2008/2009 dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa Kelas IV SD Negeri Pugeran Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto? 2. Apakah peningkatan aktivitas belajar dengan menggunakan pendekatan kooperatif dalam pembelajaran PPKn pada pokok bahasan Kerajinan Semester 2 tahun pelajaran 2008/2009 dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa Kelas IV SD Negeri Pugeran Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto?

1.4 Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah diatas, maka penelitian ini bertujuan: 1. Untuk mengetahui pendekatatan model kooperatif dalam pembelajaran PPKn pada bahasan Kerajinan dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa Semester 2 tahun pelajaran 2008/2009 Kelas IV SD Negeri Pugeran Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. 2. Untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar dengan menggunakan pendekatan kooperatif model kooperatif dalam pembelajaran PPKn pada pokok bahasan Kerajinan Semester 2 tahun pelajaran 2008/2009 dapat

5

Memberikan masukan kepada guru sebagai bahan pertimbangan dalam meningkatkan kegiatan belajar mengajar. masalah-masalah pendidikan secara sistematis dan 6 . dan inovatif untuk meningkatkan prestasi belajar.5 Manfaat penelitian Penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Memberikan motivasi siswa dalam berpikir kritis. Sebagai sarana peneliti untuk mengembangkan pengetahuan ketrampilan. antara lain: 1.meningkatkan aktivitas belajar siswa Kelas IV SD Negeri Pugeran Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto? 1. kreatif. dan wawasan berpikir kritis guna melatih kemampuan memahami dan menganalisa konstruktif. 3. 2.

memberi penjelasan yang baik. Sugianto. Yakinlah bahwa dengan bekeja sama kalian dapat menyelesaikan dengan baik. 1999:19). Mereka biasanya dilatih keterampilan-keterampilan spesifik untuk membantu agar dapat bekerja sama dengan baik. Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya. mengajukan pertanyaan dengan benar. Kelompok dibentuk dan siswa yang memiliki kemampuan tinggi. 7 . b. dan sebagainya. misalnya mejadi pendengar yang baik. jenis kelamin yang berbeda.1 Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif mengacu pada metode pengajaran dimana siswa bekerja sama dalam kelompok kecil saling membantu dalam belajar. (Wikandari. Jika mungkin. anggota kelompok berasal dari ras.BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Penghargaan lebih berorientasi kelompok ketimbang individu. budaya. Beberapa kalimat guru yang mendorong siswa untuk bekerja kooperatif adalah : Diskusikan dengan teman kalian tugas yang diberikan. Menurut Ibrahim. c. sedang dan rendah. d. suku. dkk (2000:7) beberapa cirri pembelajaran yang meggunakan model kooperatif diuraikan sebagai berikut : a.

kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka. Fase 3 Mengorganisasikan siswa kedalam Guru menjelaskan kepada siswa kelompok-kelompok belajar bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.Dalam pembelajaran kooperatif terdapat enam langkah utama yang dapat dilakukan guru. Fase 5 Evaluasi Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun belajar individu dan kelompok.1 Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif Fase Tingkah Laku Guru Fase 1 Menyampaikan tujuandan memotivasi Guru menyampaikan semua tujuan siswa pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar. Fase 6 Memberi penghargaan 8 . Fase 2 Menyajikan informasi Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demontrasi atau lewat bahan bacaan. Langkah-langkah tersebut digambarkan pada tabel 2:1 berikut ini: Tabel 2. Fase 4 Membimbing kelompok bekerja dan Guru membimbing kelompokbelajar.

Pembelajaran kooperatif memerlukan waktu lebih lama bagi siswa untuk berinteraksi mengenai ide-ide penting daripada waktu yang telah diperlukan untuk menyajikan ide-ide secara langsung pada siswa. Kelebihan dari penskoran ganda ini adalah dapat menampung siswa yang ambisius dalam menyelesaikan tugas sekaligus siswa yang tidak melakukan pekerjaan yang seharusnya mereka lakukan. Penelitian Kelompok (Group Investigation). Secara umum pembelajaran kooperatif mengajukan tuntutan lebih kuat pada sumber daya waktu daripada model pembelajaran lain (Ibrahim. Skor tim didasarkan pada peningkatan skor anggota tim dibandingkan dengan skor yang lalu mereka. 2000 : 35). Sedangkan dengan adanya skor tim dapat memotivasi siswa 9 . TAI (Team – Assited Individualization). Untuk itu guru harus dapat merencanakan secara realistik tentang persyaratan waktu untuk meminimalkan jumalah waktu yang terbuang. diantaranya tipe STAD (Student – Team Achienement Divinisions) Jigsaw. Demikian juga pengaturan ruangan harus dilakukan secara khusus agar kegiatan pembelajaran dapat berlangsung lebih efisien dan memberi suasana nyaman bagi guru dan siswa. Beberapa variasi pembelajaran kooperatif yang paling ekstensif dideskripsikan. Dengan skor individu dapat terlihat bagaimana siswa terlibat dalam proses pembelajaran. Untuk selanjutnya disebut model pembelajaran kooperatif STAD. Dalam pembelajaran kooperatif skor yang dihitung adalah skor individu dan skor tim. dkk. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengembangkan model pembelajaran kooperatif. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. CIRC (Cooperative Intregrated Rading and Composition).Dalam kegiatan pembelajaran faktor waktu dan tempat juga sangat mempengaruhi.

3 Skala Pemberian Poin Pembelajaran Kooperatif Uraian Lebih dari 10 poin dibawah skor dasar 10 poin dibawah sampai 1 poin dibawah skor dasar Skor dasar sampai 10 poin diatas skor dasar Lebih dari 10 poin diatas skor dasar Pekerjaan sempurna (tanpa memperhatikan skor dasar) Poin 0 poin 10 poin 20 poin 30 poin 30 poin 10 .yang mempunyai kemapuan lebih untuk membantu siswa dengan kemampuan kurang agar meningkatkan prestasinya.2 Langkah Penskoran Pembelajaran Kooperatif Langkah Langkah 1 Menetapkan skor langkah Langkah 2 Menghitung skor kuis terkini Langkah 3 Menghitung skor perkembangan Perilaku Siswa Setiap siswa diberikan skor berdasarkan skor-skor kuis yang lalu. (2000 : 256) prosedur penskoran digambarkan dalam tabel dihalaman berikut : Tabel 2. Siswa mendapatkan poin perkembangan yang besarnya ditentukan apakah skor kuis terkini mereka menyamai atau melampaui skor dasar mereka. Siswa memperoleh poin untuk kuis yang berkaitan dengan pelajaran terkini. karena perindividu sangat menentukan skor tim. Menurut Slavin dalam Ibrahim dkk. Tabel 2.

Untuk menghitung skor tim. 2. dan dapat meningkatkan motivasi mereka untuk melakukan yang terbaik. Juga terhadap perbuatan kita sendiri.Skor tim diperoleh diumumkan secara tertulis. huru perlu mencatat nilai perkembangan anggota tim pada lembar skor kuis. Dalam kehidupan sehari-hari jarang kita dengan sengaja memperhatikan dan merenungkan perbuatan-perbuatan teman-teman kita atau orang lain yang demikian. Padahal jika kita renungkan. Hal ini membuat hubungan antara bekerja dengan baik dan mendapatkan pengakuan menjadi jelas bagi siswa. Berarti sesuatu itulah yang harus kita raih agar seseorang bisa melakukan hal-hal yang positif dan berguna bagi dirinya maupun orang lain. banyak hal-hal yang mengagumkan dan sangat menarik bagi kita untuk menyelidikinya. Apa saja yang dapat diperbuat manusia yang penting maupun tidak penting. Skor tim di hitung dengan menjumlahkan poin peningkatan yang diperoleh tiap anggota tim dan membagi jumlah itu dengan jumlah anggota tim yang mengerjakan kuis.. yang berbahaya maupun tidak mengandung resiko pasti ada motivasinya. 1996 : 60). dan tim yang mengalami peningkatan.2 Motif-Motif dan Motivasi Berprestasi Apakah yang mendorong orang malakukan atau tidak melakukan tergantung pada diri seseorang tersebut. seringkali tidak begitu memperhatikannya. (Purwanto. 11 . diberi penghargaan atau ganjaran yang sesuai.

3. Motif ini timbul karena ada dorongan dari dalam diri kita (kita menyadari). menggunakan lingkungan. lapar. 2. dan sebagainya. kebutuhan bergerak dan beristirahat. haus. Motif-motif itu dapat dibedakan menjadi dua : a) motif intrinsik. Contoh : motif menyelidiki. Motif-motif yang timbul sekonyong-konyong (emergency motives) ialah motif-motif yang timbul jika situasi menuntut timbulnya tindakan kegiatan yang cepat dan kuat dari kita. dan b) motif ekstrinsik. Motif Obyektif : ialah motif yang diarahkan/ ditunjukkan ke suatu objek atau tujuan tertentu disekitar kita. Seketika itu juga terdorang untuk keluar dan melakukan sesuatu. tetapi karena perangsang dari luar yang menarik bagi kita. Disebut motif intrinsik jika yang mendorong untuk bertindak ialah nilai-nilai yang terkandung di dalam obyeknya itu sendiri.Sehubungan dengan uraian tersebut diatas. kekurangan zat pembakar. Contoh : Di waktu kita sedang asyik belajar. Kebutuhan-kebutuhan Organis : yakni motif-motif yang berhubungan dengan kebutuhan bagiab dalam tubuh (kebutuhan organis) misalnya. 2) seorang anak belajar bukan didorong oleh keinginan untuk benar-benar mengetahui apa yang 12 . maka Wood Worth kemudian menggolongkan/ membagai motif-motif menjadi 3 golongan : 1. Motif intrinsik timbbul tanpa paksaan dari luar. sekonyong-konyong terdengar suara/ teriakan “tolong”. Contoh : 1) SiAmat bertekun mempelajari matematika karena ia benar-benar tertarik dan ingin sekali menguasai pelajaran matematika itu. Dalam hal ini motif ini timbul bukan atas kemauan kita.

dipelajarinya. Kajian tingkat motivasi prestasi dalam penelitian ini terbatas pada tinggi rendahnya motivasi berprestasi yang dapat dilihat dari perilaku siswa pada umumnya antara lain harapan untuk sukses. yang paling baik terutama dalam hal belajar ialah motif intrinsik. Anak tersebut mendapat motif ekstrinsik. banyak yang didorong motif-motif ekstrinsik. 1990 : 65) Selanjutnya apakah motif dan motivasu itu sama? Memang pengertian motif dan motivasi keduanya sukar dibedakan secara tegas. Motif menunjukkan suatu dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut melakukan sesuatu atau mau bertindak. Usahakan agar motivasi dalam belajar siswa-siswa itu ilah motivasi instrinsik. bekerja keras./ suruhan atau paksaan orang lain (Purwanto. atau oleh keduanya sekaligus. Dengan motif/ motivasi instrinsik anak atau orang itu aktif sendiri. atau supaya orang tuanya senang. kekhawatiran 13 . Perlu diingat. Meski demikian. tetapi juga banyak pula yang didorong oleh motif-motif instrinsik. bahwa perbuatan-perbuatan yang kita lakukan seharihari. prestasi sehinga adalah mencapai hasil keinginan atau kecenderungan seseorang untuk melakukan sesuatu sebaik-baiknya. malainkan agar suapaya lulus ujian. melakukan Motivasi sesuatu. bekerja sendiri tanpa dorongan. Sedangkan motivasi adalah “pendorongan” suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia bergerak hatinya atau uitnuk bertindak tujuan tertentu. Tugas guru adalah membangkitkan motivasi pada murid-muridnya.

Jadi dalam hal ini kita dapat mengalisis kegiatan belajar itu dengan pendekatan analisis sistem.akan gagal. Dalam hal ini diberi pengalaman belajar tertentu. kegiatan belajar dapat digambarkan sebagai berikut : INSTRUMENTAL INPUT RAW INPUT TEACHING/ LEARNING PROCESS INPUT ENVIROMENTAL INPUT OUT PUT Gambar diatas menunjukkan bahwa masukan mentah (raw input) merupakan bahan baku yang perlu diolah. Dalam proses belajar mengajar (teaching learning process). 2. Terhadap/ didalam proses belajar mengajar itu turut berpengaruh pula sejumlah faktor 14 .3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Belajar Mengajar Untuk memahami kegiatan yang disebut “belajar” perlu dilakukan analisis untuk menemukan persoalan-persoalan apa yang dilihat didalam kegiatan belajar itu. Dengan pendekatan sistem ini sekaligus kita dapat melihat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi prose dan hasil belajar. sebagai suatu proses tentu harus ada yang diproses (masukan/ input) dan hasil dan pemrosesan (keluar/ output). dan keinginan memperoleh nilai yang lebih tinggi. (Panjaitan : 1997). Dengan pendekatan sistem.

3. Metode ini sangat baik digunakan untuk bahan-bahan yang skopnya 15 . Bergbagai faktor tersebut berinteraksi satu sama lain dalam menghasilkan keluaran tertentu. 2. membaca buku cerita pendek. Tepat menggunakan metode bagian. banyak pula faktor yang mendorong yang berasal dari luar diri seseorang. Metode keseluruhan kepada bagian (whole to part method). tepat dipergunakan metode. keseluruhan seperti menghafal syair.4 Cara-Cara Belajar Yang Baik Menentukan bagaimana cara-cara belajar yang baik bukanlah soal yang mudah. Adanya bermacam-macam faktor yang dapat mempengaruhi dan keberhasilan belajar. (Purwanto. Metode keseluruhan lawan bagian (whole versus part method). 1996 : 106). menulis dan sebagainya. dan lain-lain. Dr. Disamping faktor yang ada didalam diri seseorang. seperti keterampilan. 2. Rudolf Pinier mengemukakan 10 macam metode didalam belajar sebagai berikut : 1.lingkungan yang merupakan masukan lingkungan (inveronmental input) dan berfungsi sejumlah faktor yang sengaja dirancang dan dimanipulasikan (instrumental inpuut) guna menunjang pencapaian keluaran yang dikehendaki (output). Yakni di dalam mempelajari sesuatu kita mulai dari keseluruhan kemudian baru mendetail kepada bagian-bagain. Untuk bahan-bahan pelajaran yang skupnya tidak terlalu luas. Metode campuran antara keseluruhan dan bagian (mediating method). mengetik. Untuk bahan yang sifatnya nonverbal.

mengerjakan soal latihan dan sebagainya adalah 20 – 30 menit. Di dalamnya terdapat kkorelasi negatif anatara kecepatan memproleh suatu pengetahuan 16 . Maka untuk jangan sampai mudah dilupakan. Pembagaian waktu belajar (distribution of practice periods). Metode ini berguna terutama jika tujuannya untuk dapat menguasai serta memproduksi kembali dengan cerpat bahanbahan pelajaran yang luas dalam wamtu yang relatif singkat. 5. dalam belajar perlu adanya “Ulangan” ataub review pada waktu tertentu atau setelah/ pada akhir suatu tahap pelajaran diselesaikan. Kita mengenal ungkapan quick learning means quick forgetting. 6. Bahan pelajaran yang telah kita pelajari sering mudah dan lekas dilupakan. Metode ini dapat digunakan untuk semua bahan pelajaran yang bersifat verbal maupun non verbal. 30 menit 2x sehari selama 6 jam (360 menit) tanpa berhenti. 8. 7. Kecepatan belajar dalam hubungannya dengan ingatan. Metode resitasi (resitation method). mengetik. dan bahan pelajaran lain pada umumnya. 9. Menurut “hukum Jost” tentan belajar. atau sukar-sukar. Membatasi keluapaan (counteract forgetting).sangat luas. 4. Dari hasil eksperimen ternyata bahwa jangka waktu yang produktif seperti menghafal. Jangka waktu yang lebih dari itu untuk belajar yang memerlukan konsentrasi perhatian yang relatif kurang produktif. Menghafal (cramming). seeperti akuntansi. Untuk belajar yang efektif diperlukan pembagian waktu belajar. Jangkan waktu belajar (lenggth of practice periods).

dengan daya ingat terhadap pengetahuan itu. Retroactive inhibition. 9) Usahakan agar membaca cepat tetapi cermat. 8) Lakukan metode keseluruhan (whole method) bilamana mungkin. Untuk menghindari jangan sampai terjadi retroactive inhibition itu. 7) Selama belajar gunakan metode pengulangan dalam hati. Bahkan sering pula yang satu mendesak/ menghambat yang lain. disarankan agar dalam belajar jangan mencampur aduk. di dalam diri kita seolah-olah merupakan unit-unit yang selalu berkaiatan satu sama lain. Berbagai pengetahuan yang telah kiyta miliki itu. 17 . Beberapa saran untuk membiasakan belajar yang efesien : 1) Miliki dahulu tujuan belajar yang pasti 2) Usahakan adanya tempat belajar yang memadai 3) Jaga kondisi fisik jangan sampai mengganggu konsentrasi dan keaktifan mental. 6) Carilah kalaimat-kalaimat topik atau inti pengertian dari tiap paragraf. 10. 4) Rencanakan dan ikutilah jadwal waktu untuk belajar 5) Selingilah belajar dengan waktu-waktu istirahat yang teratur. dalam arti beberapa mata pelajaran dipelajari dalam suatu waktu sekaligus. Inilah yang disebut retroactive inhibition. Hal ini disebabkan oleh adanya bermacam-macam faktor seperti yang telah dibicarakan terdahulu.

(Purwanto:1996). 18 . 11) Analisalah kebiasaan belajar yang dilakukan dan cobalah untuk memperbaiki kelemahan-kelamahannya.10) Adakan penilaian terhadap kesulitan bahan untuk dipelajari lebih lanjut.

pelaksanaan. tentang aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran PPKn melalui pendekatan kooperatif pada pokok bahasan Kerajinan Kelas IV semester 2 tahun pelajaran 2008/2009. 3. Siswa. siklus 2 dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2009. siklus 3 dilaksanakan pada tangal 21 Maret 2009. pengamatan dan refleksi.BAB III METODE PENELITIAN 3. 3. Subyek penelitian adalah seluruh siswa kelas IV sebanyak 25 siswa.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif.2 Lokasi dan Subyek Penelitian Penelitian dilaksanakan di sekolah Dasar Pugeran Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto Kelas IV semester 2 tahun pelajaran 2008/2009. Siklus 1 dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2009. yakni rencana tindakan.3 Sumber Data Sumber Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah : 1. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus. SDN Pugeran Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. Dalam siklus tindakan terdiri atas empat kegiatan. 19 . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) penelitian dirancang dalam bentuk siklus tindakan.

SDN Gondang Kabupaten Mojokerto. Penentuan kebaerhasilan tindakan didasarkan pada dua tinjauan. Penentuan keberhasilan tindakan didasarkan pada dua tinjauan. Pugeran Kecamatan 3. Pengamatan difokuskan pada pelaksanaan pembelajaran PPKn melalui Pendekatan kooperatif pada pokok bahasan Kerajinan. dan dokumentasi. Dokumentasi berupa kegiatan mendokumenkan data verbal tertulis dan foto. 3.2. pengamatan (observasi). catatan lapangan.5 Analisis Data Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif yang bersifat linear (mengalir) yang didalamnya melibatkan kegiatan penelaahan seluruh data yang telah dikumpulkan. Dokumen tentang nilai hasil belajar siswa. 3. Catatan lapangan dilakukan dengan mencatat peristiwa nyata yang terjadi dalam kegiatan belajar mengajar baik secara diskriktif maupun reflektif. yakni proses belajar dan hasil belajar. yakni proses belajar dan hasil belajar. Penentuan 20 .4 Prosedur Pengumpulan Data Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument penelitian. serta pentyimpulan data. reduksi data (didalmnya terdapat kegiatan pengkategorian dan pengklasifikasian) dan verivikasi. tentang aktivitas guru dalam pengelolaan pembelajaran PPKn melalui Pendekatan kooperatif pada pokok bahasan Kerajinan Kelas IV semester 2 tahun pelajaran 2008/2009. Guru.

keberhasilan proses aktivitas siswa. didasarkan pada diskriptor kualifikasi hasil terhadap belajar sedangkan penentuan keberhasilan ditentukan melalui ulangan harian. 21 .

menganalisis. dengan hasil sebagai berikut : Siklus 1 1. guru menyajikan/ menyampaikan materi pembelajaran. Membuat lembar observasi untukmemantau kegiatan pembelajaran. 2. Perencanaan Perencanaan tindakan meliputi kegiatan menyusun rencana pembelajaran (RP) atau scenario pembelajaran melalui pendekatan kooperatif model kooperatif. guru memberi tugas kepada kelompok untuk 22 . guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok beranggotakan 5 siswa secara heterogen.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. membuat alat evaluasi untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa. guru mensosialisasikan pemebaljaran PPKn pokok bahasan Kerajinan melalui pendekatan kooperatif model kooperatif sebagimana tergambarkan pada rencana pembelajaran (RP). Saat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Sebagai pendamping guru menggunakan lembar kegiatan siswa (LKS) yang menekankan pada aktivitas mengamati.1 Hasil Penelitian Penelitian tindakan ini dilakukan dalam tiga siklus. menyimpulakan dan mengkomunikasikannya kepada teman sebaya. Pelaksanaan Pada pelaksanaan tindakan ini.

Hasil pengamatan terhadap aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran : 1) Aktivitas Guru Pengamatan aktivitas guru pada pertemuan pertama yang merupakan pembelajaran siklus pertama dilakukan selam 2 x 40 menit. lewat juru bicara mempresentasikan hasil pembahasan dikelompoknya. kelompok lain dapat memberikan tanggapan terhadap hasil pembahasannya. yakni guru kelas dan Kepala sekolah dengan menggunakan instrument yang meliputi : aktivitas siswa dan aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran kooperatif kooperatif. 3. setelah usai. pada akhir pertemuan diadakan evalusi. 23 . guru memberikan penjelasan (klarifikasi) bila terjadi kesalahan konsep dan memberikan kesimpulan. Dalam praktek pembelajaran waktu yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran berlangsung 65 menit. observasi dilaksanakan secara kolaborasi oleh dua pengamat. anggota kelompok yang sudah menguasai diminta menjelasakan pada anggota kelompoknya sampai anggota dalam kelompok itu mengerti atau memahami. a. sisa waktu digunakan untuk kuis 1. Observasi Selama berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.dikerjakan. guru berkeliling membimbing. mengawasi dan langsung menilai proses pembelajaran terhadap siswa.

72 % 4.50 % 7. dan aktivitas guru dalam memberi yang umpan kurang balik jelas mengklarifikasikan Aktivitas Pada materi yang (22.98%).98 % 6.35 % 22.72 %).Data hasil pengamatan terhadap aktivitas guru pada siklus pertama ditunjukkan pada tabel berikut : Tabel 4. Guru juga memberi tentang pada apersepsi berbentuk pertanyaanjuga dalam pertanyaan disampaikan kerajinan. 3.90 % menjelasakan memeriksa dan materi (25. tahap ini. 7. 20.1 Aktivitas Guru Dlam Pembelajaran Model Kooperatif Siklus Pertama No 1. 2. 5. Kategori Aktivitas Guru Menyampaikan pendahuluan Menjelaskan materi/ mendemonstrasikan ketrampilan Memotivasi siswa dalam kelompok kooperatif Memberi latihan terbimbing dalam kelompok kooperatif Memeriksa pemahaman siswa dan memberikan umpan balik bagi siswa yangbertanya dan mengklarifikasi materi yang kurang jelas. 7. Tujuan Aktifitas pembelajaran guru-guru 24 . Resitasi/ Tanya jawab Membantu siswa melakukan refleksi Aktivitas guru yang dominan adalah Kemunculan 20. 4. pendahuluan muncul guru sebanyak tahap pendahuluan malakukan identifikasi pengetahuan awal siswa terhadap pokok bahsan Kerajinan. pemahaman siswa.05 %.45 % 11.05 % 25.

dan bagi siswa yang refleksinya kurang lengkap bisa menambah dari siswa yang lain yang lebih lengkap. mengklarifikasikan Aktivitas Di akhir refleksi Tanya pemahaman jawab yang guru Guru sebanyak siswa siswa pembelajaran (11. pembelajaran kooperatif memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.90%). Aktivitas Selama bimbingan kegiatan sebanyak guru 7.memberi motivasi siswa dalam kelompok kooperatif sebanyak 4.35%. dan meminta siswa yang lain untuk siswa muncul menjawabnya. suasana pembelajaran ideal akan terwujud. Refleksi yang dibuat siswa bisa berbeda. yang kurang Guru jelas. Selama siswa bekerja kooperatif guru selalu memberi bimbingan dalam guru kelompok-kelompok yang mencul tersebut.28%. 25 . 2) Aktivitas siswa Indikator aktivitas siswa dirumuskan ada tujuh subaktivitas yang diyakini jika ketujuh aktivitas itu muncul secara maksimal. membantu meminta melakukan dari beberapa kelompok menyampaikan catatan kecil tentang materi yang telah diperoleh selama kegiatan pembelajaran. 7.45%. Dalam hal ini guru memberi dorongan tentang system pentingnya penilaian kerja dalam bersama dalam kelompok dan pembelajaran kooperati.

01%). 6.14% 7.74% 12. guru aktif juga menguatkan apa yang dilihat siswa.Aktivitas siswa dapat ditunjukkan pada tabel berikut : Tabel 4. 3.5 % 20.10% 11. 4. 5. Guru dianggap banyak menjelaskan karena setelah demontrasi dan diluar tugas LKS. 7. Penjelasan guru menyangkut devinisi dan konsep kerajinan dengan berbagai ilustrasi. guru mengaitkan Kerajinan ini dengan dunia nyata kehidupan siswa. Soal) Bekerja dalam kelompok kooperatif Mendemontrasikan kegiatan yangada dalam LKS Menyajikan hasil pengamatan dalam diskusi kelompok kooperatif Berdiskusi/ Tanya jawab antara guru dan siswa Merefleksikan materi pelajaran Kemunculan 21. aktivitas dominant siswa adalah mendengarkan penjelasan guru (21. 2.41% 14. LKS. Kemudian mengaitkan pengertian kerajinan yang telah dikuasai oleh siswa dengan dunia nyata dalam kehidupan sehari-hari.74% Sejalan dengan aktivitas guru. guru berusaha memancing siswa agar mengingat pengertian Kerajinan.54%) dan mendemontrasikan kegiatan yang ada pada LKS (20. Kategori Aktivitas Siswa Memperhatikan penjelasan guru Membaca/ mengerjakan LKS (buku siswa. guru juga memperkaya dengan contoh-contoh Kerajinan. Dalam proses penguatan ini.2 Aktivitas Guru Dlam Pembelajaran Model Kooperatif Siklus Pertama No 1. Pada saat ini.54 % 7. 26 .

Dan dalam 4 kelompok yangada. pengamat menilai kegiatan pembelajaran adalah guru aktif menjelaskan pada siswa aktif mendengarkan penjelasan guru.3 berikut : Tabel 4.Pada tahap ini. Data prestasi belajar siswa Data prestasi siswa dapat dilihat pada tabel 4. b. karena dari 25 siswa yang mendapatkan nilai diatas 65 sebanyak 15 siswa (60%). hanya 3 kelompok yang berhak mendapat predikat. melainkan perpaduan penjelasan dari metode dempntrasi dan metode Tanya jawab. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa sebenarnya penjelasan guru yangbanyak didengarkan siswa bukanlah penjelasan dari metode ceramah (langsung). Ini berarti dari pembelajaran siklus pertama 12 siswa yang tuntas belajarnya. yaitu kelompok 1 dengan 27 .3 Skor Prestasi Belajar Siswa Siklus Pertama Kelompok 1 2 3 4 5 Skor Perkembangan 1 25 20 20 Baik Baik Predikat Hebat Dari hasil kuis pertama nilai yang diperoleh belum maksimal.

Perencanaan Beberapa hal yang direncanakan guru untuk menyelesaikan permasalahan pada siklus pertama adalah (a) guru berusaha menyampaikan tujuan pembelajaran dengan lebih variatif. Hal ini karena kurangnya aktivitas guru dalam mengelola pembelejaran untuk memotivasi dalam kelompok kooperatif dan memberikan latihan bimbingan dalam kelompok kooperatif. Siklus 2 1. Siswa aktif mendemontrasikan kegiatan yang ada pada LKS c. 4. d. Terdapatnya kesulitan siswa dalam belajar secara kooperatif sehingga masih bersikap menonjolkan diri. Guru aktif memeriksa pemahaman siswa dan memberikan umpan balik bagi siswa yang bertanya dan mengklarifikasi materi yang kurang jelas. kelompok 3 dan kelompok 4 dengan predikat baik sedangkan kelompok 2 dan kelompok 5 tidak mendapatkan predikat. Terdapat keaktifan siswa dalam memperhatikan penjelasan guru. (c) guru berusaha memberi 28 . (b) guru berusaha membiasakan siswa bekerja dalam kelompok kooperatif dan memotivasi siswa untuk bekerja kooperatif. diperoleh hasil temuan sebagai berikut : a. Refleksi Berdasarkan hasil observasi pada siklus 1. b.predikat hebat.

Kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru membagi LKS dan meminta siswa mengerjakan LKS tersebut sambil mengingatkan kepada siswa tentang pentingnya bekerja kooperatif. Waktu yang digunakan untuk mengerjakan LKS kurang lebih 10 menit. dilanjutkan dengan diskusi dan Tanya jawab. 1) Aktivitas guru 29 . (d) guru akan lebih banyak memberi contoh yang aplikasi dengan kehidupan nyata siswa agar terbiasa bersikap positif. dilanjutkan dengan meminta siswa duduk dalam kelompok kooperatif. Di akhir pembelajaran guru memberikan kuis.latihan terbimbing dan lebih banyak memberi kesempatan siswa untuk berinisiatif dan menemukan konsep. Observasi Berikut ini data hasil pengamatan kegiatan pembelajaran : b. Pelaksanaan Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan memberi apersepsi berupa pertanyaan kepada siswa tentang perlunya memiliki kesadaran Kerajinan dalam berbicara dan bekerja. Kemudian guru meminta beberapa siswa mengerjakan hasil kerja kelompoknya di papan tulis. dan (e) guru berusaha menyesuaikan tingkat kesulitan dan jumlah butir soal dengan waktu yang tersedia. 2. 3. Setelah selesai guru membantu siswa melakukan refleksi. Data hasil pengamatan terhadap aktivitas guru dan siswa dalam kelompok pembelajaran.

5 15. 7.42 12.75 Memotivasi siswa dalam kelompok kooperatif Memberi latihan terbimbing dalam kelompok kooperatif Memeriksa siswa dan pemahaman memberikan umpan balik bagi siswa yang bertanya dan mengklarifikasi materi yang kurang jelas Resitasi/ Tanya jawab Membantu siswa melakukan refleksi 6.4 Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran kooperatif Model Kooperatif Siklus Pertama No 1. Kategori Aktivitas Siswa Menyampaikan pendahuluan Menjelaskan ketrampilan materi/ mendemontrasikan %Kemunculan 17 22.10%) dan memeriksa pemahaman siswa dan memberikan 30 . 5. 2.Data hasi pengamatan terhadap aktivitas guru pada siklus kedua ditunjukkan pada tabel berikut : Tabel 4. Pada tahap ini guru memberi beberapa pertanyaan apersepsi tentang perubahan materi yangtelah dipelajari sebelumnya. 14. 4.25 10 Pada siklus kedua guru pada pendahuluan sebanyak 17%. serta mengingatkan kelompok untuk bekerja lebih maksimal agar dapat mendapat penghargaan aktivitas yang dominant tetap guru menjelaskan materil mendemontrasikan ketrampilan (22.10 12. Guru juga memberi informasi dan instruksi tentang eksperimen yang dilakukan pada hari tersebut. 3.

Meski sudah dengan sadar bermaksud mengurangi dominasi aktivitasnya. tetapi karena pertanyaan siswa yang beruntun akhirnya guru tetap menjelaskan. sehingga suasana diskusi dalam kelompok kooperatif lebih hidup. khawatir salah. Guru banyak memotivasi agar mereka berdiskusi dengan teman sekelompok sebelum bertanya kepada guru. Dari 5 kelompok yang tampil ratarata masih menunjukkan sikap ragu-ragu. Ini dilakukan oleh guru secara ketika beberapa siswa masih mempertanyakan aspek-aspek yang mempengaruhi kesadaran Kerajinan Bangsa Indonesia. tanggapan dari kelompok luar kelompok penyaji sangat baik. Cara melaporkan hasil kerja kelompoknya pun masih kurang jelas. dan memberikan umpan balik pada siswa. dominasi waktu untuk siklus ini tidak banyak berubah. Mereka secara antusias berebut kesempatan untuk memberikan komentar.42%). Meski demikian.5%. Langkah ini tampaknya berhasil. Akibatnya. Yang masih dianggap sebagai permasalahan pada akhir siklus kedua ini adalah organisasi pelaporan dan keberanian siswa dalam mempresentasikan hasil diskusi kelompok kooperatif didepan kelas. mnedemontrasikan. Perubahan terjadi pada usaha guru memotivasi siswa untuk bekerja dalam kelompok kooperatif (12. Bahkan 31 . melompat-lompat. lebih meningkat dari siklus sebelumnya hanya 7.umpan balik bagi siswa yang bertanya dan mengklarifikasikan materi yang kurang jelas (15.75%).

3. 2) Aktivitas siswa Dalam kegiatan pembelajaran siswa sudah disiapkan untuk mengikuti kegiatan belajar. karena menurut hemat peneliti ini merupakan kunci belajar secara induktif. Hal ini tampak antusias siswa dalam menjawab pertanyaan apersepsi yang dilontarkan gur. Kategori Aktivitas Siswa Memperhatikan penjelasan guru Membaca/ mengerjakan (buku siswa. Tabel 4. LKS. Berikut data aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung.jawaban yang samapun juga dikomunikasikan.5 Aktivitas SiswaKegiatan Pembelajaran Siklus Kedua No 1.5 32 . Soal) Bekerja dalam kelompok kooperatif Mendemontrasikan kegiatan yang ada dalam LKS Menyajikan hasil pengamatan dalam diskusi kelompok kooperatif %Kemunculan 6 14 12. Bagi peneliti sampai pada siklus kedua ini suasana belajar mengajar induktif dengan suasana ceria sudah mulai tampak. serta siswa segera duduk dalam kelompok kooperatifnya ketika guru minta. 2.5 22. 5. 4. juga ketika siswa diminta untuk melakukan kegiatan pratikum siswa berebut mengacungkan tangan untuk melakukan pratikum.5 12. Hal yang akan dimaksimalkan pada siklus ketiga adalah suasana belajar dalam kelompok kooperatif.

5 12 Aktivitas siswa sudah menunjukkan kesesuaian dengan aktivitas guru. c.5%). Demikian pula prestasi didepan kelas terhadap hasil diskusi pada kelompok kooperatif didepan kelas terhadap diskkusi pada kelompok kooperatif juga sudah berjalan. Data prestasi belajar siswa Berikut ini data tentang prestasi belajar siswa pada siklus kedua Tabel 4. 20 siswa yang mendapatkan nilai diatas 65. Berdiskusi/ Tanya jawab antara guru dan siswa Merefleksikan materi pelajaran 20. dan bekerja dalam kelompok kooperatif (22. berdiskusi/ Tanya jawab antara guru dan siswa (20.5%). Aktivitas donminan ini menunjukkan bahwa suasana belajar dalam kelompok kooperatif telah berjalan. 7. Ini berarti pembelajaran siklus kedua 20 siswa (80 33 .5%).6.6 Skor Prestasi Belajar Siswa Siklus Kedua Kelompok 1 2 3 4 5 Skor Perkembangan 1 30 20 25 20 20 Predikat Super Baik Hebat Baik Baik Dari hasil kuis kedua nilai yang diperoleh sudah ada peningkatan. Dari 25 siswa yang mengikuti kuis. Aktivitas dominant siswa yang mencul adalah menyajikan hasil pengamatan dalam kelompok kooperatif (22.

Hal ini berarti suasana disskusi dalam kelompok kooperatif lebih hidup dan arus diskusi menyebar. Kelompok yang meraih predikat tersebut adalah kelompok 1 dengan predikat super.%) yangbelajar tuntas. Sedang dari kuis kedua ini diperoleh jumlah kelompok yang meraih predikat meningkat menjadi lima kelompok (pada kuis pertama hanya 3 kelompok). Siklus 3 1. kelompok 4 dan kelompok 5 dengan predikat baik. beberapa hal yang direncanakan guru untuk menyelaesaikan permasalahan pada siklus 2 adalah : (a) guru berusaha memberi kesempatan kepada semua kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. kelompok 2 dengan predikat baik. Refleksi Berdasarkan hasil observasi pada siklus dua menunjukkan kemajuan dengan temuan adanya peningkatan aktivitas guru dalam membimbing kelompok belajar untuk memotivasi siswa agar mereka dapat bekerja secara kooperatif dengan teman sekelompoknya. Perencanaan Permasalahan yang terjadi pada siklus 2 akan diatasi pada sikllus 3. (b) guru berusaha menyelesaikan tingkat 34 . Namun pada siklus ini masih terdapat kekurangannya yaitu keberaniaan siswa dalam mempresentasikan hasil diskusi. tidak tampak siswa yang ingin menonjolkan diri. kelompok 3 dengan predikat hebat. 4.

dan (d) guru berusaa lebih memberi kesempatan kepada siswa untuk menganalisis data dan mengembangkannya. 1) Dari hasil pengamatan terhadap aktivitas guru pada siklus 3 ditunjukkan pada tabel dihalaman berikut : 35 . (c) guru lebih memotivasi siswa agar tidak ragu-ragu mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya didepan kelas. Kemudian memancing siswa dengan bertanya apakah pentingnya kerajinan dalam kehidupan sehari-hari. Pada waktu itu siswa sudah duduk dalam kelompok kooperatif. Guru membagi LKS dan meminta siswa dengan kelompok sekelompoknya untuk pengerjaan LKS tersebut. 3. Kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajatan.kesulitan dan jumlah butir soal dengan waktu yang tersedia. 2. Aktivitas guru Berikut disajikan data hasil pengamatan kegiatan pembelajaran. Pelaksanaan Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan memberi apersepsi kepada siswa dengan menanyakan materi pelajaran yang lalu dan sekarang. Observasi a. Guru menginformasikan bahwa pada hari itu siswa akan belajar tentang membiasakan berkata dan bekerja dengan jujur.

35 Dari tabel diatas dapat dikeahui bahwa pada siklus ketiga terdapat perbedaan penggunaan waktu yang mencolok. 4. 3.05 6.28 9. Dominasi waktu digunakan oleh guru untuk menjelaskan ketrampilan dan memberikan latihan terbimbing pada kelompok kooperatif yang masing-masing mengambil waktu 25. 7.7 Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Kooperatif Siklus Ketiga No 1. Hal ini disebkan karena didalam aktivitas pendahuluan terdapat 4 sub aktivitas sehingga presentasi yang terbaca pada tabel tinggi.35%). 5. aktivitas pendahuluan secara kuantitatif tampak mengambil waktu banyak (18. 2.35%).20 25. Sebagaimana pada silus pertama dan kedua.05%. memotivasi siswa (6. Kategori Aktivitas Siswa Menyampaikan pendahuluan Menjelaskan ketrampilan materi/ mendemontrasikan %Kemunculan 18.28%) dan membantu siswa melakukan refleksi (9.Tabel 4. Analisis ini juga didukung oleh presentasi penggunaan 36 .20%). resitasi/ Tanya jawab (6. Aktivitas lain.35 Memotivasi siswa dalam kelompok kooperatif Memberi latihan terbimbing dalam kelompok kooperatif Memeriksa siswa dan pemahaman memberikan umpan balik bagi siswa yang bertanya dan mengklarifikasi materi yang kurang jelas Resitasi/ Tanya jawab Membantu siswa melakukan refleksi 6.75%). memerikasa pemahaman siswa dan memberikan umpan balik (9.75 25.02 9. 6.

5 7. 6.waktu secara keseluruhan tiap siklus.40 15. Pada siklus 1 pendahuluan mengambil waktu 25. apersepsi guru siswa tampak antusia dan berebut mengacungkan tangan untuk melakukan demontrasi didepan kelas. Ketika guru masuk siswa sudah siap duduk dalam kelompok kooperatifnya.38 Pada siklus ketiga aktivitas siswa dalam kelompok kooperatif lebih dipertajam lagi. Soal) Bekerja dalam kelompok kooperatif Mendemontrasikan kegiatan yang ada dalam LKS Menyajikan hasil pengamatan dalam diskusi kelompok kooperatif Berdiskusi/ Tanya jawab antara guru dan siswa Merefleksikan materi pelajaran %Kemunculan 12 15.7%. Begitu juga ketika menjawab pertanyaan.75 %. LKS. menyajikan hasil pengamatan dalam diskusi 37 . Tabel 4.5 Aktivitas Siswa Kegiatan Pembelajaran Siklus Kedua No 1. b. 9.60 9. 2. 4. siklus kedua 17% dan siklus ketiga 18. tidak sampai mengambil seperlima keseluruhan waktu.67 25 12. 5. Tampak bahwa setiap siklus waktu yang dibutuhkan kurang dari 20%. Aktivitas siswa Pada siklus ketiga tampak bahwa siswa lebih siap mengikuti kegiatan pembelajaran. 3. Kategori Aktivitas Siswa Memperhatikan penjelasan guru Membaca/ mengerjakan (buku siswa.

diperoleh hasil temuan adanya peningkatan aktifitas siswa dalam menyajikan hasil pengamatan dalam kelompok kooperatif. membaca/ mengerjakan LKS (15. peningkatan aktivitas guru 38 . Refleksi Berdasarkan hasil observasi pada siklus 3. 4. Dari 25 siswa yang mengikuti kuis. dan mendemontrasikan kegiatan yang ada pada LKS (15.60%). Hal ini berate ada peningkatan predikat kelompok.kelompok kooperatif (25%).9 Skor Prestasi Belajar Siswa Siklus Ketiga Kelompok 1 2 3 4 5 Skor Perkembangan 1 30 25 25 30 30 Predikat Super Baik Hebat Baik Baik Dari hasil kuis ketiga terjadi peningkatan prestasi belajar siswa . yang mendapatkan nilai diatas 65 sebanyak 23 siswa Ini berarti pembelajaran siklus ketiga ada 23 siswa (92 %) yang belajar tuntas.67%). kelompok kedua dengan predikat baik. Kelompok satu. Data prestasi belajar siswa Berikut ini data tentang prestasi belajar siswa pada siklus ketiga Tabel 4. kelompok ketiga dengan predikat hebat. b. kelompok empat dan kelompok lima dengan predikat super.

39 . Masih banyak pendapat yang mengulang pendapat kawan meskipun reaksinya berbeda. (c) menyampaikan tujuan pembelajran dan (d) menjelaskan tahapan kerja untuk tatap muka pada pertemuan itu. Pembahasan Berdasarkan data yang diperoleh pada siklus 1 sampai dengan siklus tiga menunjukkan adanya kearah peningkatan peningkatan aktivitas belajar siswa untuk mencapai tujuan penelitian.dalam membimbing kelompok kooperatif dalam mengerjakan tugas. dalam susatu yang terkait dengan kebutuhan yang diterapkan dalam kehidupan mereka (Nur. yaitu (a) identifikasi kemampuan awal siswa. Untuk itu guru dalam mengaitkan pelajaran sekarang dengan sebelumnya berusaha dibuat nyata. siswa belum terampil menyeleksi pendapat. Pada siklus satu. Berdasarkan prinsip pembelajaran kooperatif siswa dapat belajar secara paling baik dalam kontek. 2001). Namun hal ini masih terdapat kelemahan pada aktivitas siswa pada saat diskusi kelas. (b) pemberian apersepsi. Langkah guru dalam menyampaikan tujuan pembelajaran siswa sudah sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran kooperatif yang meliputi menyampaikan tujuan pembelajran dan memotivasi siswa (Ibrahim. aktivitas guru menonjolkan dalam kegiatan pembelajaran dalam menyampaikan pendahuluan (20%). A. dengan tidak mengabaikan pengetahuan awal siswa sebelumnya. 2000 : 35 ). Tahap pendahuluan ini memerlukan waktu yang cukup banyak karena didalamnya terdapat beberapa sub aktivitas operasional. dkk.

Sesuai dengan indicator pembelajarn kooperatif dengan pembentukan kelompok siswa diharapkan berpartisipasi secara taratur dalam 40 .85%). Eksperimen yang dilakukan oleh siswa termasuk dari pembelajaran kontekstual.42%). Siswa aktif dalam mendemontrasikan kegiatan yang ada pada lembar kegiatan siswa (LKS) dengan melakukan eksperimen. Kelemahan pada siklus satu ini dicoba diatasi pada siklus berikutnya. sehingga pada akhirnya siswa dengan bimbingan yang sedikit dapat memproses informasi. Penelasan guru yang banyak didengarkan siswa bukanlah penjelasan dari metode ceramah langsung melainkan perpaduan penjelasan diskusi. dan mengklarifikasikan materi yang kurang jelas (22. dengan kemampuan yang berbeda. Hanya saja dalam mengklarifikasikan materi yang kurang jelas (22. 2002). yang mengontrol dan mengarahkan siswa menjadi pembelajar yang mandiri (self regulated learners) dengan cara memperkenankan siswa selalu melakukan uji coba(trial and error).Aktivitas guru yang lain adalah memeriksa pemahaman siswa dan memberi umpan balik bagi siswa yang bertanya. memecahkan masalah dan memanfaatkannya(Depdikbud. siswa aktif dalam mendengarkan penjelasan guru (21. demontrasi dan Tanya jawb.85%). Siswa mengerjakan lembar kegiatan siswa (LKS) dengan cara berkelompok lima siswa. sehingga bertanya kepada guru. Yang menjadi kendala dalam pembentukan kelompok adalah pada saat siswa di minta duduk dalam kelompok kooperatif siswa masih kebingungan duduk di bangkunya dan beberapa siswa lupa dengan nama-nama anggota kelompoknya. Hanya saja dalam mengklarifikasikan materi yang kurang jelas guru tampak memaksakan pemahaman kepada siswa sejalan dengan kegiatan guru dalam pembelajaran.

Kegiatan ini berlangsung keadaan siswa dan guru sangat antusias. Nilai yang diperoleh siswa masih belum maksimal karena dari 25 siswa yang dapat menuntaskan belajarnya masih 15 siswa. Banyak siswa aktif dalam kegiatan Tanya jawab. Pada siklus 2 aktivitas guru yang menonjol dalam kegiatan pembelajaran adalah menyampaikan pendahuluan (17. Beberapa siswa secara bergantian menuliskan hasil pengamatannya. Tujuan pembelajaran yang disampaikan guru masih belum menunjukkan peningkatan dari siklus pertama. dan siswa kelompok lain menanggapi. Langkah guru memberi persepsi sesuai dengan cirri pembelajaran kooperatif yaitu selalu mengaitkan 41 . Ini dipengaruhi oleh kurangnya guru dalam memotivasi siswa dalam bekerja kooperatif dan kurangnya guru dalam memberikan latihan terbimbing dalam kelompok kooperatif. bahkan beberapa siswa tetap ingin memberikan pendapatnya meskipun jawaban tersebut ternyata sama dengan kelompok sebelumnya. Di akhir pembelajaran guru memberi kuis untuk mengukur prestasi belajar siswa. Hasil dari lembar kegiatan siswa (LKS) disajikan oleh beberapa kelompok.50%). Tahap pendahuluan masih memerlukan waktu yang banyak karena didalamnya terdapat sub aktivitas operasional seperti yang sudah dibahas pada siklus pertama. berkomunikasi dan menanggapi konsep dan keputusan penting. Hanya kelemahannya keaktifan siswa tersebut masih tampak menonjolkan diri sendiri dan bukan mewakili kelompoknya.diskusi dengan cara berbagi (sharing).

5 % dari 7. Guru berusaha agar contoh yang diberikan termasuk dalam konteks yang digunakan siswa dan dapat mengembangkan sikap positif siswa. Hanya 4 kelompok yang tampil.15% pada sikluls pertama).5 % dilakukan guru dalam menjelaskan materi. khawatir salah. yaitu keberanian siswa dalam mempresentasikan hasil diskusi kelompok kooperatif didepan kelas.5%).5% dari 4. sehingga suasana diskusi dalam kelompok kooperatif lebih hidup latihan terbimbing yang muncul 12.28% pada siklus pertama) dan memberi latihan terbimbing dalam kelompok kooperatif (menjadi 12.informasi dengan pengetahuan awal yang telah dimiliki siswa (Depdikbud. rata-rata masih menunjukkan sikap ragu-ragu. 42 . 2002). dan mengklarivikasikan materi yang kurang jelas.dalam hal ini masih terdapat kelemahan. Guru meminta beberapa siswa untuk membantu pelaksanaan eksperimen. Langkah ini tampaknya berhasil. Guru memotivasi agar mereka berdiskusi dengan teman sekelompok sebelumnya bertanya kepada guru. aktivitas siswa dalam pembelajaran adalah siswa aktif menyajikan hasil pengamatan pada kelompok koopearatif (12. langkah guru membentuk kelompok belajar dan memotivasi siswa bekerja kooperatif. Terdapat peningkatan aktivitas guru memotivasi siswa dalam kelompok kooperatif (menjadi 7. Sejalan dengan kegiatan guru. Berdasarkan indikator pembelajaran kooperatif. Aktivitas dominant guru yang lain adlah memmeriksa pemahaman siswa dan memberi umpan balik bagi siswa yangbertanya. serta memancing siswa untuk membuat simpulan dari eksperimen tersebut. Cara melaporkan hasil kerja kelompoknya masih kurang jelas.

Dengan demikian salah satu cirri pembelajaran kooperatif dimana contoh-contoh yang diberikan dapat mengembangkan sikap positif pada diri siswa sudah tampak dibandingkan dengan siklus pertama dan siklus dua. etika berdiskusi. Pada siklus tiga kegiatan guru yang menonjol pada pembelajaran siklus ini adalah memberi latihan terbimbing dalam kelompok kecil (25. Aktivitas siswa menyajikan hasil pengamatan dalam diskusi kelompok mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan siklus dua.05%). Siswa juga sudah tampak bekerja kooperatif.Di akhir pembelajaran guru memberikan kuis untuk mengukur prestasi belajar siswa. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran kontektual yang diterapkan guru sudah berhasil mengembangkan sikap positif siswa. dan mendemontrasikan kegiatan yang ada dalam LKS (15. tidak ada yang menonjolkan diri. Namun suasana pembelajaran yang demikian sudah baik dan merupakan suasana pembelajaran diharapkan dari kegiatan pembelajaran yang terbentuk lingkungan kerja sama diantara siswa (Hernowo.60%). 2001). Hasil kuis pada siklus dua terdapat peningkatan dari 15 siswa yang tuntas belajar pada siklus satu menjadi 20 siswa yang tuntas. Hanya saja kelemahan dari kegiatan ini adalah siswa kurang bisa menyeleksi jawaban. Siswa sudah tampak percaya diri dan diskusi tampak hidup karena keberanian dari siswa lain untuk menanggapi. Hal ini sejalan dengan aktivitas siswa dalam menyajikan hasil pengamatan dalam diskusi kelompok kooperatif (25%) membaca/ mengerjakan LKS (15. Pada siklus yang 43 .67%). sehingga tetap berpendapat meskipun pendapat tersebut sama dengan pendapat lainnya. Sikap positif yang dimaksud adalah sikap siswa menghargai temannya.

Pada siklus ini tampak bahwa prestasi belajar siswa meningkat cukup tajam. dari siklus pertama yang tuntas 15 siswa (60%) siklus kedua (80%) meningkat menjadi 23 siswa (92%) pada siklus ketiaga. Pada siklus ketiga sikap yang negative tersebut sudah tidak tampak. kurang bisa bekerja kooperatif dan kurang menghargai pendapat temannya.pertama siswa masih bersikap menonjolkan diri. 44 . Di akhir pembelajaran guru memberikan kuis untuk mengukur prestasi belajar siswa. Pada siklus kedua sikap menonjolkan diri sudah berkurang dan mulai bisa bekerja kooperatif.

Hal ini ditunjukkan peningkatan dari siklus 1 sebesar 60 %. siklus 2 sebesar 80% dan siklus 3 sebesar 92%. Aktivitas belajar siswa dapat ditingkatkan melalui pendekatan konteksrual model kooperatif dalam pembelajaran PPKn Kelas IV pada pokok bahasan Kerajinan Kerajinan Semester 2 tahun pelajaran 2008/2009 dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa Kelas IV SD Negeri Pugeran Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. pada siklus 2 : super sebanyak 1 kelompok.BAB V PENUTUP A. sedangkan pada siklus 3 : super sebanyak 3 kelompok. hebat sebanyak 2 kelompok. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian kelas yang telah dilaksanakan. Peningkatan aktivitas belajar melalui pendekatan konstektual model kooperatif dalam pembelajaran Kerajinan PPKn Kelas IV pada pokok bahasan Kerajinan Semester 2 tahun pelajaran 2008/2009 dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa Kelas IV SD Negeri Pugeran Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. dan tidak berpredikat 2 kelompok. maka dapat disimpulkan bahwa : 1. baik sebanyak 2 kelompok. 45 . Hal ini ditunjukkan adanya kualifikasi siswa dalam belajar secara kelompok dengan predikat pada siklus 1 : hebat sebanyak 1 kelompok. hebat sebanyak 1 kelompok 1 kelompok dan baik sebanyak 1 kelompok. 2. baik sebanyak 2 kelompok.

Saran Berdasarkan simpulan diatas dan sesuai dengan pentingnya penelitian. dan kooperatif model kooperatif diterapkan secara bervariasi. 46 . Bagi peneliti lain. Untuk memperoleh gambaran hasil belajar yang lebih menyeluruh. 2. 3. hendaknya dapat mengembangkan penelitian ini sehingga dapat digeneralisasikan secar proporsional. semi autentik (Quasy authentic) melainkan beberapa tehnik penilaian autentik seperti penilaian kinerja. observasi intensif. Agar hendaknya guru menggunakan pendekatan ini sebagai alternatif tindakan dalam mengatasi pembelajaran PPKn khususnya peningkatan aktivitas belajar siswa. sebaiknya tidak hanya dilakukan tes.B. berikut dikemukakan saran-saran antara lain : 1.

Makalah pada Pelatihan TOT Guru Mata Pelajaran SLTP dan MTs Enam Propinsi. Ibrahim. Muhammad. 2002. Malang : Jurnal Teknologi Pembelajaran IPTP dan Paska Sarjana TEP IKIP Malang. Binsar. Contextual Teaching and Learning dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Makalah pada Pelatihan TOT Guru Mata Pelajaran SLTP dan MA dari Enam Propinsi. Pengaruh Interaktif Antara Pemberian Balikan dan Motivasi berprestasi terhadap perolehan belajar. Jakarta : Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. 20 Juni s/d 6 Juli 2001. Muslimin. Purwanto. Nur. 2002. Ngalim. Jakarta : Depdiknas. dkk. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah : Buku 5 Pembelajaran dan Pengajaran Kontekstual. Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah. 2001. Bandung: Remaja Rosda Karya Offset Panjaitan. Di Surabaya tanggal 20 Juni s/d 6 Juni 2001. 47 . 2000. Di Surabaya tanggal. 1997. 1996. Pengajaran dan Pembelajaran Kontekstual. Nurhadi. Pembelajaran Kooperatif. pendekatan Kontekstual. Departemen Pendidikan Nasional. Psikologis Pendidikan. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya Kasihani dan Astini.DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan Nasional.

Pernahkan kamu melihat peristiwa seperti pada gambit tersebut?  Tuliskan apa yang kamu rasakan dibagian saya merasa katika melihat peristiwa seperti itu! 48 .LAMPIRAN SOAL-SOAL Bagaimana Menurutmu! Diskusikan dengan teman kelompokmu!  Amati gambar pada bagian saya melihat.

Mempunyai perpustakaan b. tabah dan tawakal c. meminjam soal teman c. rajin menabung c. a. Kamu lupa mencatat soal. maka kita memerlukan sikap a. a. tidak mengerjakan PR b. baik dirumah maupun di sekolah. pinjam kepada teman 4. rajin belajar b. Agar kamu dapat membali pakaian baru. ulet dasn rajin 5. Tugas utama seorang pelajar adalah ….. Rani selalu mengerjakan tugasnya. Kamu akan mengerjakan PR. Dengan demikian Ibu merasa ……. Rini sedang membaca segala jenis bacaan.. Pekerjaan menjadi ringan c. dan atau d yang merupakan jawaban paling tepat! 1. rajin c.. Agar usaha kita berhasil dengan memuaskan. Pekerjaan sangat banyak d. mengerjakan PR c.00 b. mengerjakan PR d. pintar b. Berilah tanda silang (x) pada salah satu huruf a. c. Memiliki buku banyak 8. buku catatannya sering tertinggal c. dibawah ini contoh perbuatan rajin adalah ……… a. tiap pagi bangun pukul 05. Pekerjaan tidak selesai 49 . hati-hati dan taat b. Kakak rajin membantu Ibu di dapur. b. Rini membacanya pada waktu senggang. Rani adalah anak yang …. minta kepada Ayah b. a. rajin bekerja 3. maka usahamu yang baik adalah. Karena rajin membaca Rini …. rajin belajar d. Pekerjaan menjadi lama b. mengerjakan ulanagn d. sabar dan berdoa d. menjiplak pekerjaan teman besuk pagi 2. bermain-main dengan baik 6. a. a. Tindakanmu sebaiknya? a.I. Mempunyai pengetahuan yang luas c. tabah d. penurut 7. Memiliki teman banyak d. meminjam PR teman d.

Apakah urusanmu agar nilai ulanganmu bagus ? 3. Selalu datang tepat waktu b. Rudi rajin berlatih d. Hal itu disebabkan Ayah ……… a. Teman dekat direktur 10. a. Sering pulang cepat c. Rudi dapat melaksanakan tugas sebagai Komandan upacara dengan baik. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat ! 1.9. Apakah yang kamu lakukan agar urusanmu berhasil ? 4. Berikan contoh perbuatan yang mencerminkan kauletan ? 5. Ayah terpilih menjadi Karyawan teladan di kantornya. Rudi disenangi gurunya. Hal itu karena …………. Rudi murid teladan c. II. Apa manfaat rajin membaca buku ? 50 . Mengapa kita perlu mencatat hal-hal yang penting dari penjelasan guru ? 2. Rudi anak yang pandai b. Pulang waktu istirahat makan d.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->