P. 1
GLAUKOMA

GLAUKOMA

|Views: 7|Likes:
Published by Teuku 'dekmi' Fahmy

More info:

Published by: Teuku 'dekmi' Fahmy on Jan 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2013

pdf

text

original

PENDAHULUAN

Glaukoma berasal dari kata Yunani glaukos yang berarti hijau kebiruan, yang memberikan kesan warna tersebut pada pupil penderita glaukoma.1 Glaukoma adalah penyakit mata yang ditandai oleh meningkatnya tekanan intraokuler yang disertai oleh pencekungan diskus optikus dan pengecilan lapang pandang.1,2,3 Di Amerika Serikat, kira-kira 2.2 juta orang pada usia 40 tahun dan yang lebih tua mengidap glaukoma, sebanyak 120,000 adalah buta disebabkan penyakit ini. Banyaknya Orang Amerika yang terserang glaukoma diperkirakan akan meningkatkan sekitar 3.3 juta pada tahun 2020. Tiap tahun, ada lebih dari 300,000 kasus glaukoma yang baru dan kira-kira 5400 orang-orang menderita kebutaan. Glaukoma akut (sudut tertutup) merupakan 10-15% kasus pada orang Kaukasia. Persentase ini lebih tinggi pada orang Asia, terutama pada orang Burma dan Vietnam di Asia Tenggara.. Glaukoma pada orang kulit hitam, lima belas kali lebih menyebabkan kebutaan dibandingkan orang kulit putih.2,4 Berdasarkan etiologi, glaukoma dibagi menjadi 4 bagian ; glaukoma primer, glaukoma kongenital, glaukoma sekunder dan glaukoma absolut sedangkan berdasarkan mekanisme peningkatan tekanan intraokular glaukoma dibagi menjadi dua, yaitu glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sudut tertutup.2, Penatalaksanaan glaukoma berupa pengobatan medis, terapi bedah dan laser. ECP (endoscopic cyclophotocoagulation) menggunakan laser untuk mengurangi produksi aquoeus humor dan tekanan intraocular merupakan salah satu penatalaksanaan glaukoma.2,5 Tujuan dari penulisan ini agar dapat bermanfaat untuk teman-teman dalam mengenali glaukoma sehingga lebih baik hasil yang dicapai dalam pengobatan.

1

FISIOLOGI AQUOEUS HUMOR
Aquoeus humor adalah suatu cairan jernih yang mengisi kamera anterior dan posterior mata. Volumenya adalah sekitar 250 ul, dan kecepatan pembentukannya yang bervariasi diurnal adalah 1,5-2 uL/men.2 Aquoeus humor diproduksi oleh korpus siliare. Setelah memasuki kamera posterior, aquoeus humor mengalir melalui pupil ke kamera anterior lalu ke jalinan trabekular di sudut kamera anterior.2 Kontraksi otot siliaris melalui insersinya ke dalam jalinan trabekula memperbesar ukuran pori-pori di jalinan tersebut sehingga kecepatan drainase aquoeus humor juga meningkat.2 Aliran aquoeus humor ke dalam kanalis Schlemm bergantung pada pembentukan saluran-saluran transelular siklik di lapisan endotel. Saluran eferen dari kanalis Schlemm menyalurkan cairan ke dalam sistem vena. Sejumlah kecil aquoeus humor keluar dari mata antara berkas otot siliaris dan lewat sela-sela sklera (aliran uveoskleral).2

PATOFISIOLOGI GLAUKOMA
Tingginya tekanan intraokuler tergantung pada besarnya produksi aquoeus humor oleh badan siliar dan pengaliran keluarnya. Besarnya aliran keluar aquoeus humor melalui sudut bilik mata depan juga tergantung pada keadaan sudut bilik mata depan, keadaan jalinan trabekulum, keadaan kanal Schlemm dan keadaan tekanan vena episklera. Tekanan intraokuler dianggap normal bila kurang daripada 20 mmHg pada pemeriksaan dengan tonometer aplanasi. Pada tekanan lebih tinggi dari 20 mmHg yang juga disebut hipertensi oculi dapat dicurigai adanya glaukoma. Bila tekanan lebih dari 25 mmHg pasien menderita glaukoma (tonometer Schiotz).2,6,7 Mekanisme utama penurunan penglihatan pada glaukoma adalah atrofi sel ganglion difus, yang menyebabkan penipisan lapisan serat saraf dan inti bagian dalam retina dan berkurangnya akson di saraf optikus. Iris dan korpus siliar juga menjadi atrofi, dan prosesus siliaris memperlihatkan degenerasi hialin.2 Diskus optikus menjadi atrofi disertai pembesaran cekungan optikus diduga disebabkan oleh ; gangguan pendarahan pada papil yang menyebabkan degenerasi

2

4-0.berkas serabut saraf pada papil saraf optik (gangguan terjadi pada cabang-cabang sirkulus Zinn-Haller).6.2 Mulai timbulnya gejala glaukoma primer sudut terbuka agak lambat yang kadang-kadang tidak disadari oleh penderita sampai akhirnya berlanjut dengan kebutaan. Sekitar 0. Mata tidak merah atau tidak terdapat keluhan. Glaukoma Primer a. Tekanan intraokuler yang tinggi secara mekanik menekan papil saraf optik yang merupakan tempat dengan daya tahan paling lemah pada bola mata. Gangguan saraf optik akan terlihat gangguan fungsinya berupa penciutan lapang pandang.6.7 % orang berusia lebih dari 40 tahun dan 23% orang berusia lebih dari 70 tahun diperkirakan mengidap glaukoma primer sudut terbuka. termasuk pengendapan bahan ekstrasel di dalam jalinan dan di bawah lapisan endotel kanalis Schlemm. 1.8 Pada glaukoma primer sudut terbuka tekanan bola mata sehari-hari tinggi atau lebih dari 20 mmHg. Terdapat faktor resiko pada seseorang untuk mendapatkan glaukoma seperti diabetes melitus. Diduga glaukoma primer sudut terbuka diturunkan secara dominan atau resesif pada 50% penderita. diduga gangguan ini disebabkan oleh peninggian tekanan intraokuler.2. Akibatnya adalah penurunan aquoeus humor yang menyebabkan peningkatan tekanan intraokuler.6 KLASIFIKASI 1. Glaukoma sudut terbuka Glaukoma primer sudut terbuka adalah bentuk glaukoma yang tersering dijumpai. yang mengakibatkan terdapat gangguan susunan anatomis dan fungsi tanpa disadari oleh penderita.8 Gambaran patologik utama pada glaukoma primer sudut terbuka adalah proses degeneratif di jalinan trabekular.1. hipertensi. kulit berwarna dan miopia.1 Pada waktu pengukuran bila didapatkan tekanan bola mata normal sedang terlihat gejala gangguan fungsi saraf optik seperti glaukoma mungkin 3 . Bagian tepi papil saraf optik relatif lebih kuat daripada bagian tengah sehingga terjadi cekungan pada papil saraf optik2. secara genetik penderitanya adalah homozigot.

1.2. Hanya glaukoma sudut tertutup akut primer yang akan dibahas karena merupakan suatu kedaruratan oftalmologik. (2) anomali perkembangan segmen anterior . Glaukoma sudut tertutup akut primer terjadi apabila terbentuk iris bombé yang menyebabkan sumbatan sudut kamera anterior oleh iris perifer. pilokarpin.2. neurofibromatosis. b. kamera anterior dangkal. sindrom Lowe dan rubela kongenital.8. Hal tersebut juga dapat terjadi pada dilatasi pupil untuk oftalmoskopi. yaitu . glaukoma sudut tertutup subakut. dan provokasi steroid. halo dan mual serta muntah. uji variasi diurnal. Dalam keadaan ini maka dilakukan uji provokasi minum air. glaukoma sudut tertutup akut primer. pupil terfiksasi berdilatasi sedang dan injeksi siliaris.2. sindrom Sturge-weber. Hal ini menyumbat aliran aquoeus humor dan tekanan intraokular meningkat dengan cepat.(3) berbagai kelainan lain.8 Glaukoma sudut tertutup akut primer ditandai oleh munculnya kekaburan penglihatan mendadak yang disertai nyeri hebat.akibat adanya variasi diurnal.1. kornea berkabut. Glaukoma kongenital Glaukoma kongenital (jarang) dapat dibagi menjadi (1) glaukoma kongenital primer. dan sindrom Reiger.sindrom Axenfeld. Glaukoma sudut tertutup Glaukoma sudut tertutup dibagi menjadi 4.3. Hal ini biasanya terjadi pada malam hari. menimbulkan nyeri hebat. anomali perkembangan pada sudut disertai dengan kelainan okular dan ekstraokular lain. pupil berdilatasi sedang. didiagnosis pada 6 bulan pertama pada 70% kasus dan didiagnosis pada akhir 4 .2 Glaukoma kongenital bermanifestasi sejak lahir pada 50% kasus. Pada keadaan ini.3. disertai sumbatan pupil.6. 2. termasuk aniridia. anomali Peter. kemerahan dan kekaburan penglihatan. yang menunjukkan kelainan perkembangan terbatas pada sudut kamera anterior. glaukoma sudut tertutup kronik dan iris plateau. Pada glaukoma sudut tertutup . Disini perkembangan iris dan kornea juga abnormal. saat tingkat pencahayaan berkurang. Temuan-temuan lain adalah peningkatan mencolok tekanan intraokular.

tekanan intraokular biasanya lebih rendah dari normal karena korpus siliar yang meradang kurang berfungsi baik. disertai edema sekunder. edema epitel. glaukoma yang diinduksi miotik Sudut bilik mata depan : goniosinekia. cedera mata. Glaukoma sekunder Glaukoma sekunder adalah glaukoma yang diketahui penyebabnya. Saluran keluar aqueous : miopia Penyebab yang paling sering ditemukan adalah uveitis. Glaukoma absolut Glaukoma absolut merupakan stadium akhir glaukoma (terbuka/tertutup) 5 . sinekia anterior perifer.2.2 4.2 3. Penyakit-penyakit yang diderita tersebut dapat memberikan kelainan pada 5 : Badan siliar : luksasi lensa ke belakang Pupil : seklusio pupil. Dapat disebabkan atau dihubungkan dengan keadaan-keadaan atau penyakit yang telah diderita sebelumnya atau pada saat itu. atau kadang-kadang terlibat dalam proses peradangan yang spesifik diarahkan ke sel-sel trabekula (trabekulitis).5.9 Uveitis kronik atau rekuren menyebabkan gangguan permanen fungsi trabekula. Penyebab lainnya adalah penyumbatan vena oftalmikus. Temuan-temuan lanjut adalah peningkatan garis tengah. Jalinan trabekular dapat tersumbat oleh sel-sel radang dari kamera anterior. Pencekungan diskus optikus akibat glaukoma merupakan kelainan yang terjadi relatif dini dan terpenting. pembedahan mata dan perdarahan ke dalam mata. Beberapa obat (misalnya kortikosteroid) juga bisa menyebabkan peningkatan tekanan intraokuler. Namun juga dapat terjadi peningkatan tekanan intraokular melalui beberapa mekanisme yang berlainan. Dapat dijumpai fotofobia dan pengurangan kilau kornea.2 Gejala paling dini dan paling sering adalah epifora. robekan membran Descemet. Peningkatan tekanan intraokular adalah tanda kardinal. dan kadang-kadang neovaskularisasi sudut. dan peningkatan kedalaman kamera anterior serta edema dan kekeruhan lensa.2.8 Pada uveitis.yang semuanya meningkatkan glaukoma sekunder.tahun pertama pada 80% kasus.

1 PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan tekanan bola mata Pemeriksaan tekanan bola mata dilakukan dengan alat yang dinamakan tonometer. Lensa ini dapat digunakan untuk melihat sekeliling sudut bilik mata dengan memutarnya 360 derajat. bilik mata dangkal. Pemeriksaan tekanan bola mata juga dapat dilakukan tanpa alat disebut dengan tonometer digital. akibat tekanan bola mata memberikan gangguan fungsi lanjut.1 Pemeriksaan lapang pandang Berbagai cara untuk memeriksa lapang pandang pada glaukoma adalah layar singgung. karena gangguan ini dapat terjadi akibat defek berkas serat saraf yang dapat dijumpai pada semua penyakit saraf optikus.1 Pada glaukoma absolut kornea terlihat keruh. tetapi pola kelainan lapangan pandang. sifat progresivitasnya dan hubungannya dengan kelainan-kelainan diskus optikus adalah 6 . mata keras seperti batu dan dengan rasa sakit.1. dasar pemeriksaannya adalah dengan merasakan lenturan bola mata (ballotement) dilakukan penekanan bergantian dengan kedua jari tangan. keadaan ini memberikan rasa sakit sekali akibat timbulnya glaukoma hemoragik.7 Pemeriksaan ini dilakukan dengan meletakkan lensa sudut (goniolens) di dataran depan kornea setelah diberikan lokal anestetikum. kampimeter dan perimeter otomatis. Dikenal beberapa alat tonometer seperti tonometer Schiotz dan tonometer aplanasi Goldman.2 Penurunan lapang pandang akibat glaukoma itu sendiri tidak spesifik.dimana sudah terjadi kebutaan total. papil atrofi dengan ekskavasi glaukomatosa.7 Gonioskopi Tes ini sebagai cara diagnostik untuk melihat langsung keadaan patologik sudut bilik mata. Sering dengan mata buta ini mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah sehingga menimbulkan penyulit berupa neovaskularisasi pada iris. juga untuk melihat hal-hal yang terdapat pada sudut bilik mata seperti benda asing.1.

7 ♦ Uji Variasi Diurnal Pemeriksaan dengan melakukan tonometri setiap 2-3 jam sehari penuh. 7 . Tekanan bola mata diukur setiap 15 menit. selama 3 hari biasanya pasien dirawat.1% 3-4 kali sehari.1.2 Uji lain pada glaukoma ♦ Uji Kopi Penderita meminum 1-2 mangkok kopi pekat.1. Perubahan 4-5 mmHg sudah dicurigai keadaan patologik. naik 8 mmHg. Pada pasien berbakat glaukoma maka tekanan bola mata akan naik setelah 2 minggu. bila tekanan bola mata naik 15-20 mmHg setelah minum 20-40 menit menunjukkan adanya glaukoma.khas untuk penyakit ini.1. Nilai variasi harian pada mata normal adalah antara 2-4 mmHg. Pada akhir 90 menit tekanan bola mata diukur. Tekanan bola mata diperiksa setiap minggu. sedang pada glaukoma sudut terbuka variasi dapat mencapai 15-20 mmHg.7 ♦ Uji provokasi pilokarpin Tekanan bola mata diukur dengan tonometer. ♦ Uji Kamar Gelap Pada uji ini dilakukan pengukuran tekanan bola mata dan kemudian pasien dimasukkan ke dalam kamar gelap selama 60-90 menit.7 ♦ Uji Minum Air Sebelum makan pagi tekanan bola mata diukur dan kemudian pasien disuruh minum dengan cepat 1 liter air.7 ♦ Uji Steroid Pada pasien yang dicurigai adanya glaukoma terutama dengan riwayat glaukoma simpleks pada keluarga.1. Bila tekanan bola mata naik 8-15 mmHg dalam waktu 45 menit pertama menunjukkan pasien menderita glaukoma. 55% pasien glaukoma sudut terbuka akan menunjukkan hasil yang positif. diteteskan betametason atau deksametason 0. penderita diberi pilokarpin 1% selama 1 minggu 4 kali sehari kemudian diukur tekanannya.

Biasanya nyeri pada dan disekitar mata.2. DIAGNOSIS BANDING Iritis akut dan konjungtivitis harus dipertimbangkan sebagai diagnosis banding pada glaukoma sudut tertutup bila ada radang mata akut. yang membendung semua aliran keluar. dan tidak terdapat sebab lain yang menyebabkan peningkatan tekanan intraokular. Sering mual-mual dan muntah.2 Glaukoma sudut tertutup terjadi bila tekanan intraokular mendadak naik karena adanya hambatan oleh akar iris pada sudut balik mata depan. sembab kornea. 1.3.1. Sekitar 50 % pasien glaukoma sudut terbuka primer memperlihatkan tekanan intraokular yang normal sewaktu pertama kali diperiksa. Ini terjadi bila secara anatomis sudut bilik mata depan sempit. tetapi rasa nyerinya kurang jika dibandingkan dengan glaukoma. pupil yang agak melebar dan tidak bergerak dan injeksi siliar. bilik mata depan yang dangkal. Pada iritis akut terdapat lebih banyak fotofobia. Glaukoma sudut tertutup ditandai oleh penglihatan yang kabur mendadak diikuti rasa nyeri hebat dan penampakan lingkaran berwarna pelangi disekitar lampu. Tekanan intraokular normal. sehingga untuk menegakan diagnosis diperlukan pemeriksaan Tonometri berulang.kelainan glaukomatosa pada diskus optikus dan lapang pandang disertai peningkatan tekanan intraokular. Pada funduskopi. meskipun pada kedua hal tersebut di atas jarang disertai bilik mata depan yang dangkal atau tekanan yang meninggi.DIAGNOSIS Diagnosis glaukoma sudut terbuka primer ditegakkan apabila ditemukan kelainan . pupil kecil dan 8 .8 Selain dari anamnesis diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan pada pasien yang diduga glaukoma. sudut kamera anterior terbuka dan tampak normal. tajam penglihatan menurun.gejala lainnya antara lain tekanan intraokular yang sangat tinggi. papil saraf optik menunjukkan penggaungan dan atrofi.

Pada konjungtivitis akut tidak begitu nyeri atau tidak nyeri sama sekali.3% Efek samping : hipotensi. bradikardi.25% dan 0. dan tajam penglihatan tidak menurun.2 Apraklonidin Suatu agonis adrenergik α2 yang menurunkan pembentukan Aquoeus humor tanpa efek pada aliran keluar. terutama asma dan defek hantaran jantung. 2.5%  Metipranolol 0.25% dan 0. payah jantung kongestif. Pemberian obat ini timbul poliuria.kornea tidak sembab.  Diklorfenamid  Metazolamid 9 . tetapi tidak ada injeksi siliar. Efek samping : anoreksi. dan terdapat injeksi siliar dalam (deep ciliary injection). “Flare” dan sel-sel terlihat didalam bilik mata depan. muntah.2 Inhibitor karbonat anhidrase2  Asetazolamid → dosis 125-250 mg sampai 3x sehari peroral atau 500 mg sekali atau 2x sehari atau secara IV (500 mg). sinkop. kornea jernih dan tekanan intraokular normal.2 TERAPI Pengobatan Medis Supresi Pembentukan Aquoeus humor Penghambat adrenergik beta (beta blocker)  Timolol maleat 0.5%  Betaksolol 0. trombositopeni. Kontraindikasi utama pemakaian obat-obat ini adalah penyakit obstruksi jalan napas menahun. granulositopeni. Reaksi pupil normal. halusinasi. mengantuk.5%  Levobunolol 0. Ada kotoran mata dan konjungtiva sangat meradang. kelainan ginjal.25% dan 0. kambuhnya asma.

Untuk glaukoma kronik apabila terapi topikal tidak memberi hasil memuaskan dan pada glaukoma akut dimana tekanan intraokular yang sangat tinggi perlu segera dikontrol. Fasilitasi Aliran Keluar Aquoeus humor Obat parasimpatomimetik2 o o o Pilokarpin : larutan 0. gel 4% sebelum tidur. Dipifevrin Suatu prodrug epinefrin yang dimetabolisasi secara intraokular menjadi bentuk aktifnya.5-6% diteteskan beberapa kali sehari. Epinefrin 0. Penurunan Volume Korpus Vitreum Obat-obat hiperosmotik2 Darah menjadi hipertonik sehingga air tertarik keluar dari korpus vitreum dan terjadi penciutan korpus vitreum selain itu juga terjadi penurunan produksi Aquoeus humor . terutama pada pasien katarak.25% Meningkatkan aliran keluar Aquoeus humor dengan bekerja pada jalinan trabekular melalui kontraksi otot siliaris. meningkatkan aliran keluar aquoeus humor dan sedikit banyak disertai penurunan pembentukan Aquoeus humor .25-2% Diteteskan sekali atau 2x sehari.125% dan 0. Demekarium bromide 0.03%-0.25% Ekotiopat iodide 0. Penurunan volume korpus vitreum bermanfaat dalam pengobatan glaukoma sudut tertutup akut dan glaukoma maligna yang menyebabkan pergeseran lensa kristalina ke depan (disebabkan oleh perubahan volume korpus vitreum atau koroid) dan menyebabkan penutupan sudut (glaukoma sudut tertutup sekunder) 10 . Semua obat parasimpatomimetik menimbulkan miosis disertai meredupnya penglihatan.

2 Apabila penutupan sudut disebabkan oleh penutupan lensa ke anterior. Midriatik & Sikloplegik Konstriksi pupil sangat penting dalam penatalaksanaan glaukoma sudut tertutup akut primer dan pendesakan sudut pada iris plateau. Iridotomi laser YAG adalah terapi pencegahan yang digunakan pada sudut sempit sebelum terjadi serangan penutupan sudut.2  Bedah Drainase Glaukoma Tindakan bedah untuk membuat jalan pintas dari mekanisme drainase normal. Teknik ini dapat diterapkan bagi bermacam-macam bentuk glaukoma sudut terbuka.Gliserin (gliserol) Miotik. Walaupun lebih mudah dilakukan.2 Terapi Bedah & Laser  Iridektomi & Iridotomi Perifer Sumbatan pupil paling baik diatasi dengan membentuk komunikasi langsung antara kamera anterior dan posterior sehingga beda tekanan di antara keduanya menghilang. terapi laser memerlukan kornea jernih dan dapat menyebabkan peningkatan tekanan intraokular yang cukup besar.2  Trabekuloplasti Laser Penggunaan laser untuk menimbulkan luka bakar melalui suatu goniolensa ke jalinan trabekular dapat mempermudah aliran akueus karena efek luka bakar tersebut pada jalinan trabekular dan kanalis Schlemm serta terjadinya prosesproses selular yang meningkatkan fungsi jalinan trabekular. terutama apabila terdapat penutupan sudut akibat sinekia luas. sehingga terbentuk akses langsung Aquoeus humor dari kamera 11 . sikloplegik (siklopentolat dan atropine) dapat digunakan untuk melemaskan otot siliaris sehingga mengencangkan aparatus zonularis dalam usaha untuk menarik lensa ke belakang. Dilatasi pupil penting dalam pengobatan penutupan sudut akibat iris bombé karena sinekia posterior. Hal ini dapat dicapai dengan laser neodinium : YAG atau argon (iridotomi perifer) atau dengan tindakan bedah iridektomi perifer.

Krioterapi. Penyulit utama trabekulotomi adalah kegagalan bleb akibat fibrosis jaringan episklera. @ 250 mg. diatermi. baru yang adalah tindakan alternatif untuk mata yang tidak membaik dengan trabekulotomi atau kecil kemungkinannya Pertama-tama harus diingat bahwa glaukoma akut merupakan masalah pembedahan. ♠ Obat hiperosmotik: yang paling mudah adalah larutan gliserin. kemudian disusul tiap 4 jam 1 tablet sampai 24 jam. Pengobatan dengan obat harus dilakukan sebagai tindakan pertolongan darurat bahwa tugas mereka di daerah adalah memberi pengobatan secepatnya. dan dapat dibuat dengan trabekulotomi atau insersi selang drainase. kemudian disusul 1 tetes tiap jam sampai 6 jam.4 % tetes mata yang diteteskan tiap menit 1 tetes selama 5 menit. ♠ Carbonic anhidrase inhibitor: yang biasa dipakai adalah tablet asetazolamid. yang tampaknya terjadi sumbatan drainase Aquoeus humor di bagian dalam jalinan trabekular. 50 % yang 12 .2 Penanaman suatu selang silikon untuk membentuk saluran keluar permanen bagi Aquoeus humor berespons terhadap trabekulotomi. kemudian merujuknya ke rumah sakit yang ada fasilitas untuk pembedahan mata10.2 Sklerostomi laser holmium adalah satu tindakan menjanjikan sebagai alternatif bagi trabekulotomi. Trabekulotomi telah menggantikan tindakan-tindakan drainase full-thickness. Goniotomi adalah suatu teknik yang bermanfaat untuk mengobati glaukoma kongenital primer. ultrasonografi mata tepat di sebelah posterior limbus untuk menimbulkan kerusakan korpus siliaris dibawahnya.  Tindakan Siklodestruktif Kegagalan terapi medis dan bedah dapat menjadi alasan untuk mempertimbangkan tindakan destruksi korpus siliaris dengan laser atau bedah untuk mengontrol tekanan intraokular. Pengobatan dengan obat-obatan10 : ♠ Miotik: yang paling mudah didapat adalah pilokarpin 2 . 2 tablet sekaligus.anterior ke jaringan subkonjungtiva atau orbita.

Pengobatan dengan sinar laser pada glaukoma dapat dilakukan untuk tindakan nonbedah iridektomi. dan kemudian penderita dibedah. PEMBEDAHAN10 Sebelum pembedahan. tetapi hanya merupakan pengobatan darurat dan jangka pendek. Apabila mata masih terlalu merah dapat ditunggu sampai mata lebih putih.7-1. Untuk praktisnya dapat dipakai 1 cc per KgBB ♠ Gliserin ini harus diminum sekaligus.diberikan oral. Daya kerja Asetazolamid adalah mengurangi pembentukan aqueous humor. Hasil pilokarpin adalah miosis yang karenanya melepaskan iris dari jaringan trabekulum. Maksudnya adalah untuk menghindari hambatan pupil. Dalam hal ini sering kali menolak suatu operasi berhubung matanya sudah dirasakan lebih nyaman setelah mendapatkan obat-obatan. boleh diteteskan jeruk nipis agar terasa seperti air jeruk. 13 . Teknik: pada prinsipnya dibuat lubang di bagian perifer iris. Dosis 1-1. Karena gliserin ini terlalu manis hingga dapat menyebabkan rasa mual pada penderita. Gliserin dan manitol mempertinggi daya osmosis plasma. ♠ Morfin: suntikan 10-15 mg mengurangi rasa sakit dan mengecilkan pupil. Obat lain yang hiperosmotik tetapi tidak mudah didapat di daerah pedesaan adalah manitol 20 % yang diberikan perinfus + 60 tetes per menit. tiap glaukoma akut harus diobati terlebih dahulu.5 KgBB). Tidak banyak gunanya jika diminum sedikit demi sedikit.5 gram/kgBB (0. glaukoma akut yang baru terjadi atau untuk tindakan pencegahan pada mata sebelahnya yang masih sehat. Dengan cara seperti tersebut di atas tekanan bola mata yang tadinya sangat tinggi diturunkan dahulu sampai di bawah 25 mmHg. Iridektomi perifer Indikasi:Pembedahan ini dilakukan untuk glaukoma dalam fase prodomal. Pembedahan harus tetap direncanakan. Karenanya sejak semula penderita dan keluarganya sudah harus diberitahu akan perlunya pembedahan. Obat-obatan di atas dapat diberikan bersama-sama. Sudut bilik mata depan akan terbuka. Iridektomi ini biasanya dibuat di sisi temporal atas.

Sklerektomi Scheie kornea-skleral dikauterisasi agar luka tidak menutup kembali dengan sempurna.5 mm dibuat di daerah korneaskleral. frekuensi tetes mata dinaikkan atau prosentase obat ditingkatkan atau ditambah dengan obat tetes lain seperti epinefrin atau tablet asetazolamid. 3-6 kali satu tetes sehari (membesarkan pengeluaran cairan mata . kemudian ditutup oleh konjungtiva dengan tujuan agar aquoeus mengalir langsung dari bilik mata depan ke ruang subkonjungtiva.50 %.25 . Kalau tidak berhasil. Trepanasi Elliot: sebuah lubang kecil berukuran 1.0. Seorang dokter umum di daerah dapat menolong dokter spesialis mata dengan mengukur tekanan mata tiap bulan sekali dan apabila ditemukan bahwa 14 . Trabekulektomi yaitu dengan mengangkat trabekulum sehingga terbentuk celah untuk mengalirkan cairan mata masuk ke dalam kanal Schlemm. 1-2 kali tetes sehari.1 %.Pembedahan Filtrasi Indikasi: Pembedahan filtrasi dilakukan kalau glaukoma akut sudah berlangsung lama atau penderita sudah masuk stadium glaukoma kongestif kronik.outflow). • Carbonic Anhidrase Inhiobitor Asetazolamid 250 mg. • Beta-blocker Timolol maleat 0. (menghambat produksi aquoeus humor). dengan tujuan agar aquoeus mengalir langsung dari bilik mata depan ke ruang subkonjungtiva. pada glaukoma sudut terbuka. obat-obat diberikan satu demi satu atau kalau perlu kemudian baru dikombinasi. Eserin ¼ . 3-6 kali satu tetes sehari (membesarkan pengeluaran cairan mata .outflow). Pengobatan glaukoma sudut terbuka diberikan secara teratur dan pembedahan hanya dilakukan bila pengobatan tidak mencapai hasil memuaskan. • Simpatomimetik Epinefrin 0. 4 kali 1 tablet(menghambat produksi aquoeus humor).5-2 % . 1-2 kali satu tetes sehari (menghambat produksi aquoeus humor). Kalau pada glaukoma akut obat-obat diberi bersamaan. Pengobatan dengan obat-obatan10 : • Miotik : Pilokarpin 2-4 %.

Lensa yang membengkak mendorong iris lebih jauh kedepan yang akan menambah hambatan pupil dan pada gilirannya akan menambah derajat hambatan sudut10. PROGNOSIS Tanpa pengobatan.tekanan meninggi lagi di atas 21 mmHg maka penderita dirujuk kembali kepada dokter spesialis mata. KOMPLIKASI Jika penanganan glaukoma pada penderita terlambat dapat mengakibatkan sinekia anterior perifer dimana iris perifer melekat pada jalinan trabekula dan menghambat aliran aquoeus humor keluar10. glaukoma dapat mengakibatkan kebutaan total. Serangan glaukoma yang hebat dan mendadak seringkali menyebabkan atrofi papil saraf optik10. Apabila obat-obatan yang maksimal tidak berhasil menahan tekanan bola mata di bawah 21 mmHg dan lapang pandangan terus mundur dilakukan pembedahan. Apabila 15 . Akhir-akhir ini operasi yang menjadi popular adalah trabekulektomi. Pembedahan ini memerlukan mikroskop10. Jenis pembedahan yang dipakai adalah trepanasi elliot atau pembedahan sklerotomi Schele.

Balai Penerbit FKUI. Oftalmologi Umum. Balai Penerbit FKUI.mattaxneuprater. prognosis akan baik. Balai Penerbit FKUI. Ilmu Penyakit Mata. Jakarta. 4.2 DAFTAR PUSTAKA 1.220-4. Ilyas S. Dasar Teknik Pemeriksaan dalam Ilmu Penyakit Mata. hal : 97-100. hal : 1729. Sari Ilmu Penyakit Mata. 2.2 Pada glaukoma kongenital untuk kasus yang tidak diobati.hal : 220-38.html#ecp.obat tetes anti glaukoma dapat mengontrol tekanan intraokular pada mata yang belum mengalami kerusakan glaukomatosa luas. hal : 117-37. hal : 155-72. Jakarta. Ilyas S. 2000. kebutaan timbul dini. Widya Medika. http://www. Ilyas S. Jakarta. Jakarta. Kedaruratan Dalam Ilmu Penyakit Mata. Balai Penerbit FKUI. Eva RP. Azhar Z. 3. Edisi 14.org/glaucoma/about/glabout. Apabila proses penyakit terdeteksi dini sebagian besar pasien glaukoma dapat ditangani dengan baik. Jakarta. Ilyas S. Mata mengalami peregangan hebat dan bahkan dapat ruptur hanya akibat trauma ringan. 2000. 2001. Vaughan DG. 6. 7. 16 .ahaf. Asbury T.com/glosary. Salamun. http://www. 2000. Tanzil M.htm 5.

Ilyas S. hal : 51-7. 10. Ilyas S.ahaf. Sagung Seto. Jakarta.ahaf. http://geocities.indosiar. Sagung Seto.htm 9.jakarta-eye-center.8.ahaf. http://www.htm 15.ahaf. http://www. http://www.htm 16.asp?id=1974&cat 13. 11.org/glaucoma/about/Aqueous_BuildUp. Jakarta 1992.org/glaucoma/index. hal : 254-9. et all.com/pstats/alam-penyakit Lampiran Gambar . Atlas Bantu Oftalmologi. Kanski J J. Edisi 2.org/glaucoma/about/gwhtnew.com/v2/news/newsread. 12.com/indonesia/tanyajawab.ahaf.htm 17. http://www. http://www.org/glaucoma/about/AqueousHumor. 2001. Hipokrates.html 14. Ilmu Penyakit Mata untuk dokter umum dan mahasiswa kedokteran.htm ) 17 . hal : 54-7. Jakarta.org/glaucoma/about/AqueousHumor.gambar : (dikutif dari http://www.yahoo. http://www. 2001. Atlas Ilmu Penyakit Mata.

(dikutif dari http://www.Masalah Glaukoma.htm) (dikutif dari : http://geocities. 2001. Sagung Seto.com/pstats/ Tonometer Schiotz alam-penyakit . Jakarta.yahoo. hal : 54-7) Papil ekskavasi glaukommatosa mata kanan : 18 .ahaf.org/glaucoma/about/Aqueous_BuildUp. Mohamed Yosri Mohamed Yong Tonometer Digital (dikutif dari Ilyas S. Atlas Ilmu Penyakit Mata.

2001. hal : 54-7) Papil ekskavasi glaukommatosa mata kiri : • Penggaungan papil • Rasio ekskavasi / papil > 05 • Pembuluh darah terdorong (dikutif dari Ilyas S. 2001. Jakarta. 2001. Sagung Seto. hal : 54-7) Glaukoma Kronis : • Iris atrofi • Pupil lebar • Lensa Keruh (dikutif dari Ilyas S. Jakarta. Sagung Seto. Sagung Seto. hal : 54-7) Glaukoma akut Kongestif : • Injeksi siliar • Edema kornea • Pupil lebar • Lensa keruh (dikutif dari Ilyas S. Sagung Seto. Atlas Ilmu Penyakit Mata. Jakarta. Atlas Ilmu Penyakit Mata.• Penggaungan papil • Rasio ekskavasi / papil > 05 • Pembuluh darah terdorong (dikutif dari Ilyas S. 2001. hal : 54-7) Glaukoma absolut : 19 . Atlas Ilmu Penyakit Mata. Atlas Ilmu Penyakit Mata. Jakarta.

Atlas Ilmu Penyakit Mata. 2001. Hipokrates. Jakarta 1992. 2001. Sagung Seto. Sagung Seto. Hipokrates. Atlas Ilmu Penyakit Mata. Jakarta 1992. Jakarta. Atlas Bantu Oftalmologi. hal : 54-7) Glaukoma Primer Sudut Tertutup : (dikutif dari Kanski J J.• • • • • • • Keadaan akhir glaucoma Kornea edem Iris atrofi Pupil lebar Lensa katarak Siliar injeksi ringan Visus nol (dikutif dari Ilyas S. Atlas Bantu Oftalmologi. hal : 51-7) Glaukoma Sekunder : (dikutif dari Kanski J J. hal : 54-7) Glaukoma Primer Sudut Terbuka : (dikutif dari Ilyas S. Jakarta. hal : 51-7) Glaukoma Kongenital : 20 .

(dikutif dari Kanski J J. Atlas Bantu Oftalmologi. hal : 517) 21 . Jakarta 1992. Hipokrates.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->