PENGHANTAR (BAHAN LISTRIK

)

Oleh : Kelompok 3

Herman Ramba Andri Agusta Enal Ibnu Erni

( () ()

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI 2013

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis aturkan Kepada Tuhan Yang Maha Esa , karena atas berkat dan rahmatnya, tugas makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya . Tugas makalah ini merupakan perwujudan usaha saya untuk senantiasa menambah wawasan. Dalam pelaksaan ini penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak yang tidak mungkin disebut satu persatu. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan penulisan ini. Penulis menyadari bahwa tugas makalah ini masih jauh dari kata sempurna sehingga penulis tidak menutup diri untuk menerima kritik dan sarandari pembaca, pada akhir kata, besar harapan penulisan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Denpasar, April 2009

Penulis

ii

.........2 Saran ..................................................6 Molibdenum .........................................................................................................................................................................................................6 Sistematika Pembahasan................ 1............................................................................... DAFTAR ISI ................................................................. i ii iii iv v 1 1 1 1 2 2 2 3 3 5 7 9 10 10 11 11 12 15 16 18 18 18 19 iii .......................................................... 2................ 3.............................................................. 2.....................................................................................................................................................................................................................8 Air Raksa ........................................................................... 1.......... 2.. DAFTAR TABEL ................. BAB II PEMBAHASAN ....... 2........................................................ BAB III PENUTUP ...........................2 Aluminium ............................................................................................................................................................. 2.....................................................................2 Rumusan Masalah .............................................................................................................5 Wolfram ........................ 2.........................................3 Tujuan ...................5 Batasan Masalah..........................7 Platina ................................................................................................. 2.....................................................................1 Sifat Dasar Penghantar ....................... 3................. 1..........................4 Baja.......... 1.....................DAFTAR ISI Hal JUDUL ............................................................ 2.......3 Tembaga ....................................................................................................................................................... KATA PENGANTAR .......9 Bahan-Bahan resistivitas Tinggi ............................................................1 Latar Belakang ........10 Timah Hitam ..................................................... 1......4 Manfaat ...................... 2................................................................................................................. 2................................................ 2.................. DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................................................ DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................11 Bimetal..1 Simpulan .......................... 1.... BAB I PENDAHULUAN .......................

..........................1 Penampang penghantar dari aluminium ...................................3 Penarikan batang tembaga menjadi kawat...2 Kurva resistivitas tembaga sebagai fungsi dari suhu .......................................4 Pemberian isolasi untuk kawat........ 2....DAFTAR GAMBAR Hal Gambar 2........................................................................... 2..............6 Penyimpangan bimetal karena α2 < α1 ..............5 Penampang kawat bimetal ............. 2........... 2........ 6 7 8 9 9 16 iv ............................................................. 2........

................................................................ 2.................1 Nilai Tahanan Jenis.................. 2.............DAFTAR TABEL Hal Tabel 2. 4 6 11 12 15 v .........4 Bahan Resistivitas Tinggi..... 2.......................2 Penandaan Paduan aluminium ................................................................... dan Titik Cair Bahan..................................... Berat Jenis............ 2.......................................5 jenis-jenis sikat karbon........3 Konstanta Bahan Penghantar...

3.sifat yang dimiliki penghantar tersebut akan menentukan penghatar mana yang pantas untuk digunakan pada suatu keadaantertentu. dimana penghantar listrik ini dapat berfungsi meghantarkan arus listrik sesuai dengan karakteristik penghantarannya. 2.BAB I PENDAHULUAN 1. daya hantar panas. 2. Macam-Macam Bahan Penghantar 1.1 Latar Belakang Dalam makalah ini. Penghantar yang baik akan menghantarkan arus listrik dengan baik dan meminimalkan jumlah kehilangan arus akibat sifat dari penghantar tersebut ataupun dari faktor-faktor yang lainnya. Dapat mengetahui sifat-sifat dari macam-macam penghantar. Sifat dasar penghantar. Fungsi penghantar pada teknik listrik adalah untuk menyalurkan energi listrik dari satu titik ke titik lain. koefisien suhu tahanan.2 Rumusan Masalah Dalam makalah ini akan membahas permasalahan tentang : 1.3 Tujuan Adapun tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut : 1. 1 . kekuatan tegangan tarik. saya membahas tentang penghantar listrik. Sifat. Berapa sifat penting yang dimiliki penghantar ialah : tahanan jenis listrik. dan timbulnya daya elektro-motoris termo. Dalam makalah ini analisa dilakukan dengan menjelaskan dari macam-macam penghantar yang banyak digunakan dalam kelistrikan 1. Dapat memahami bahan-bahan penghantar dan mampu menerapkanny a. Penghantar yang lazim digunakan antara lain : tembaga dan aluminium. Merupakan tugas pendahuluan dari mata kuliah bahan listrik.

1. kekuatan tegangan tarik. 1. Timah Hitam. 1. Wolfram. Platina. Dapat memilih bahan penghantar yang baik. Kemudian pembahasan mengenai Macam-Macam Bahan Penghantar yang meliputi : Aluminium. dimana disini akan dijelaskan sifat-sifat penting yang dimiliki penghantar yaitu : tahanan jenis listrik. 2 . Bahan-Bahan resistivitas Tinggi. daya hantar panas. Molibdenum.5 Batasan Masalah Dalam hal ini saya batasi permasalahan yang di bahas yaitu sebatas tentang penghantar listrik yang berbagai jenis dan sifat-sifatnya. Baja. Tembaga. Air Raksa.4 Manfaat Manfaat dari tugas makalah yang saya buat adalah untuk memberi pangetahuan kepada para pembaca agar mengetahui dan memahami penghantar listrik secara mendalam serta memilih bahan penghantar yang baik untuk digunakan. dan timbulnya daya elektro-motoris termo. Bimetal.4.6 Sistematika Pembahasan Dalam pembahasan ini dimulai tentang Sifat Dasar Penghantar. Serat Optik. koefisien suhu tahanan.

koefisien suhu tahanan. yang dapat dihitung dengan persamaan : R = R0 { 1 + ∆ (t – t0) } dengan Ro : besar tahanan awal (ohm). dan ρ(rho) : tahanan jenis b. a. kekuatan tegangan tarik.1 0 0 2 3 . daya hantar panas.ߩ ߩ atau ߩ= dimana R : besar tahanan salam satuan ohm. R : besar tahanan akhir (ohm). dan timbulnya daya elektro-motoris termo. dan besarnya tahanan tiap meter dengan penampang 1 mm tahanan jenis yang dihitung dengan persamaan : ܴߩ= ఘ. berat jenis dan titik cair dari bermacam-macam bahan dapat dilihat pada table 2. Nilai tahanan jenis. Daya Hantar Listrik Arus listrik yang mengalir dalam penghantar selalui mengalami tahanan dari penghantar itu sendiri. tentunya akan mempengaruhi besar nilai tahanannya. t : suhu akhir ( C).1 Sifat Dasar Penghantar Berapa sifat penting yang dimiliki penghantar ialah : tahanan jenis listrik.ߩ ߩ 2 0 pada suhu 200 C dinamakan ோோோ. l : panjang kawat dalam satuan meter. Besarnya tahanan tergantung bahannya. to : suhu awal ( C).BAB II PEMBAHASAN 2. dan ∆ : koefiien suhu tahanan. q : penampang kawat dalam satuan mm . memuai jika suhu naik dan menyusut jika suhu dingin. Koefisien Suhu Tahanan Suatu bahan akan mengalami perubahan isi apabila terjadi perubahan suhu.

3 7. 4 .48 0.5 0.56 Titik Cair 960 1083 1480 1063 660 2620 3400 420 1000 1455 1774 232 1535 1720 271 1260 330 – 38.05 0. Akhir-akhir ini banyak digunakan Aluminium dan Baja sebagai penghantar walaupun tahanan jenisnya agak besar.03 0.022 0.48 0.9 21.2 0.12 0.5 7.85 7.8 8.06 0.Nama Bahan Perak Tembaga Cobalt Emas Aluminium Molibdin Wolfram Seng Kuningan Nikel Platina Nikeline Timah putih Baja Vanadium Bismuth Mangan Timbel Duraluminium Manganin Konstanta Air raksa Tahanan Jenis 0.1 Nilai Tahanan Jenis.3 2.958 Berat Jenis 10.5 8.0175 0.1 0.22 0.9 13.022 0.35 2. Berat Jenis.4 11.8 5.07 0. hal ini dengan pertimbangan sangat berlimpah dan harganya menjadi lebih murah.9 Tabel 2.2 19.56 10.21 0.13 0.079 0.12 0.5 9.42 19.1 7.05 0.9 8.1 8.016 0. karena tembaga merupakan bahan penghantar yang paling baik setelah perak dan harganyapun murah karena banyak terdapat.13 0.7 8. dan Titik Cair Bahan Bahan penghantar yang paling banyak dipakai adalah tembaga.

7 g/cm . dan udara yang diionisaikan dan gas-gas mulia (neon). kripton. cair. Aluminium murni 2 dibentuik karena lunak. ? -nya 1. d. atau gas. 10 . Yang berbentuk padat umumnya logam. Daya Hantar Panas Daya hantar panas ini menunjukkan jumlah panas yang melalui lapisan bahan tiap satuan waktu dalam satuan kkal/m. Daya hantar aluminium sebesar 35 m/ohm.mm 2 0 3 -5 atau kira-kira 61. karena pada rangkaian arus akan terbangkit daya elektro motoris – termo tersendiri bila ada perbedaan suhu.4. Pada umumnya logam mempunyai daya hantar panas yang tinggi sedangkan pada bahan-bahan bukan logam rendah. Karena elektromotoris ini dapat tinggi. Penghantar listrik dapat berbentuk padat. selalu 5 . Besarnya perbedaan tegangan yang terbangkit tergantung dari sifatsifat kedua bahan dan sebanding dengan perbedaan suhunya. 4 % daya hantar tembaga. Daya elektromotoris yang terbangkit oleh perbedaan suhu dinamakan : daya elektro motoris termo. Kekuatan Tegangan Tarik Sifat mekanis ini penting untuk hantaran di atas tanah. kekuatan tariknya hanya 9 kg/mm .c. dan sebagainya) sebagai penghantar bentuk gas. sehingga dapat menyimpangkan daya pengukuran arus atau tegangan listrik yang sangat kecil. maka bahan yang dipakai harus diketahui kekuatannya lebih-lebih menyangkut tegangan tinggi. derajat.2 Aluminium Aluminium murni mempunyai massa jenis 2. Timbulnya Daya Elektro Motoris-Termo Sifat ini penting terhadap dua titik kontak yang terbuat dari dua bahan yang berlainan. Untuk itu jika aluminium digunakan sebagai penghantar yang dimensinya cukup besar. elektrolit dan logam cair (air raksa) merupakan penghantar cair. e. 2. titik leleh 658 C dan tidak korosif.jam.

seperti : ACSR – OW.diperkuat dengan baja atau paduan aluminium. berarti : a. Nama Bahan Aluminium (kemurnian minimum 99%) Paduan yang mayoritas terdiri dari : Tembaga Mangan Silikon Magnesium Magnesium dan Silikon Seng Lain-lain Seri-seri yang tidak digunakan Tabel 2. maka dibuat penghantar aluminium yang berisolasi.1.2 Penandaan Paduan aluminium Penandaan 1xxx 2xxx 3xxx 4xxx 5xxx 6xxx 7xxx 8xxx 9xxx Contoh 6. Menurut ASA (American Standard Association). dan karena alasan tertentu misalnya ekonomi. Konstruksi penghantar dari aluminium dan baja dapat dilihat pada gambar 2. ACAR (Aluminium Conductor Alloy Reinforced). Gambar 2.2 berikut. Penggunaan yang demikian mis alnya pada : ACSR (Aluminium Conductor Steel Reinforced). Penandaan 1045 untuk aluminium tempa. 1xxx menunjukkan kemurnian 99 % 6 .1 1.1 Penampang penghantar dari alumini um Penggunaan aluminium yang lain adalah untuk busbar. paduan aluminium diberi tanda seperti tabel 2.

kekuatan tarik batang 7 2 0 3 0 . Tembaga mempunyai ketahanan terhadap korosi. 6xxx menunjukkan aluminium dengan campuran mayoritas Si dan Si b. Kurva resistivitas tembaga terhadap suhu adalah tidak linier sep erti yang ditunjukan pada gambar 2.45 % = 55 % c. xx45 menunjukkan bahan tersebut dari paduan magnesium dan silikon 99. Massa jenis tembaga murni pada suhu 20 C adalah 8.2 Kurva resistivitas tembaga sebagai fungsi dari suhu Pemakaian tembaga pada teknik listrik yang terpenting adalah sebagai penghantar.5 % = 5 % c.b. x0xx tidak ada pemeriksaan terhadap pengotoran 1 % – 0. titik beku 1083 C.5 % 2.3 Tembaga Tembaga mempunyai daya hantar listrik yang tinggi yaitu 57 ? mm /m pada suhu 20 C. oksidasi. Koefisien suhu (? ) tembaga 0. lamel mesin dc. NYAF). Penandaan 6050 untuk aluminium tempa. kabel (NYM. x0xx tidak ada pemeriksaan terhadap sisa pengotoran 1 % – 0. 0 2 Gambar 2. busbar.2. NYFGbY). cincin seret pada mesin ac. dan lain-lain. misalnya : kawat berisolasi (NYA.96 g/cm . berarti : a. xx45 menunjukkan 99. NYY. Kekuatan tarik tembaga tidak tinggi berkisar antara 20 hingga 40 kg/mm .45 % bahan tersebut dari aluminium 2.004 per 0C.

8 .4.3 Penarikan batang tembaga menjadi kawat Untuk memperkecil penampang batang tembaga digunakan batu tarik (die) yang besarnya beragam. Bahan batu tarik untuk pembuatan kawat yang cukup besar diameternya adalah wolframkarbida. sedangkan untuk penghantar yang penampangnya > 16 mm2 digunakan penghantar serabut yang dipilin. Sesudah diadakan penarikan terhadap batang tembaga menjadi kawat. Makin kecil penampang kawat diperlukan. tembaga akan lebih lenting.3. Keadaan ini kurang baik digunakan sebagai kawat berisolasi atau kabel. maka proses pembuatan kawat berisolasi atau kabel dapat dimulai. Selama penarikan akan terjadi penambahan panjang. Setelah proses pemanasan selesai. makin banyak tahapan batu tarik yang digunakan. Cara memperkecil penampang batang tembaga menjadi kawat dengan menggunakan penarik tembaga seperti gambar 2. Pemberian isolasi pada kawat berisolasi seperti ditunjukkan pada gambar 2. Untuk itu roda tarik yang dipasang di belakang batu tarik putarannya atau diameternya dibuat lebih besar. makin ke ujung makin kecil penampang rautannya. sedangkan untuk pembuatan kawat yang diameternya kecil adalah intan. Untuk penghantar yang penampangnya lebih kecil dari 16 mm2 digunakan penghantar pejal.tembaga akan naik setelah batang tembaga diperkecil penampangnya untuk dijadikan kawat berisolasi atau kabel. Gambar 2. Namun harus diusahakan selama proses penarikan tidak terjadi oksidasi. Agar tembaga menjadi lunak kembali perlu diadakan pemanasan.

tetapi digunakan pada ఆ penghantar transmisi yaitu ACSR.ߩ ߩమ . 2. maka dibuat penghantar bimetal (berbeda dengan termal bimetal pada pengaman) seperti gambar 2. Berdasarkan campuran karbonnya. Meskipun konduktivitas baja rendah yaitu : 7. Berdasarkan pertimbangan di atas. selanjutnya pvc yang keluar dari C didinginkan pada bak pendingin D. ߩ Gambar 2. yaitu : baja dengan kadar karbon rendah ( 0 – 25 %).55 %). dimana fungsi baja dalam hal ini adalah untuk memperkuat konduktor aluminium secara mekanis setelah digalvanis dengan seng.5. Keluar dari D kawat yang sudah terisolasi diuji dengan pengujian cetusan (spark testing) E. baja dikategorikan menjadi tiga macam. Keuntungan dipakainya baja pada ACSR adalah menghemat pemakaian aluminium.4 Pemberian isolasi untuk kawat Kawat dari gulungan A ditarik melalui alat ekstrusi B .4 Baja Baja merupakan logam yang terbuat dari besi dengan campuran karbon. dan baja dengan kadar karbon tinggi ( di atas 0.Gambar 2.55 %).7 = .25 – 0. baja dengan kadar karbon menengah (0. ditarik dengan penarik F dan selanjutnya digulung dengan penggulung G.5 Penampang kawat bimetal 9 .

10– 7 per 0 C.055 Ω . 1600 C) tanpa terjadi oksidasi. Molibdenum mempunyai massa jenis 10. α = 53. elektroda. tabung elektronik. Penggunaan Molibdenum.0047 per 0 3 0 0 C. Bubuk wolfram kemudian dibentuk menjadi batangan dengan suatu proses yang disebut metalurgi bubuk yang menggunakan tekanan dan suhu tinggi (2000 atm. 2.mm2/ m. 2. α =4. Pada arus bolak balik ada kecenderungan arus melalui bagian luar konduktor (efek kulit) b. mempunyai massa jenis 20 g/cm . titik leleh 2620 C. Penggunaan walfram pada teknik listrik antara lain untuk : filamen (lampu pijar. pisau hubung.Keuntungan dari penghantar dengan menggunakan bimetal. batang wolfram diameternya dapat diperkecil menjadi 0.5 Wolfram Logam ini berwarna abu-abu keputih -putihan.mm2/m. tabung hampa udara.048 Ω . tahanan jenis 0 dari tambang yang pemisahannya dengan menggunakan magnetik atau proses kimia. begitu pula cara mendapatkannya.01 mm (penarikan dilakukan pada keadaan panas). lampu halogen. titik leleh 3410 C.4.2 g/cm . karena molibdenum dapat membentuk lapisan yang kuat dengan . titik didih 5900 C. lampu ganda). Wolfram diperoleh 0 3 0 0 –6 per C.10 0. koefisien suhu 0. antara lain : a. Dengan reaksi reduksi asam wolfram (H2WO4) dengan suhu 700 C diperoleh bubuk wolfram. antara lain : tabung sinar X. Pemakaian penghantar bimetal selain untuk kawat penghantar adalah untuk busbar. titik didih 37000C. dan lain-lain. dan lain-lain. Dengan melapisi baja menggunakan tembaga.6 Molibdenum Sifat logam ini mirip dengan wolfram. Dengan menggunakan mesin penarik. maka baja sebagai penguat penghantar terhindar dari korosi. resistivitasnya 0.

10 .

Sebagai campuran logam yang digunakan untuk keperluan yang keras. koefisien suhu 0.33 0.27 21.86 2620 3390 1769 Titik didih panas 2447 2595 356. untuk termokopel platina-rhodium (bekerja di atas 16000C). dan untuk bahan potensiometer. pada laboratorium tentang oven atau tungku pembakar yang memerlukan suhu tinggi yaitu di atas 13000C.3 Konstanta Bahan Penghantar 2.22 19.00027 per C.gelas. titik leleh 1775 C.7 7.86 61 54 4.86 10.5 Bahan Aluminium Baja Tembaga Air raksa Molibden um Wolfram Platina α0 – 100o x 10 -6 Titik leleh 659. dan bagian-bagian yang digunakan pada suhu tinggi.57 0.5 9.55 10.31 0. berwarna putih keabu-abuan. resistivitasnya 0. 2. koefisien suhu 0.8 Air Raksa Air raksa adalah satu-satunya logam berbentuk cair pada suhu kamar. platina dengan diameter + 1 mikron digunakan untuk menggantung bagian gerak pada meter listrik dan instrumen sensitif lainnya. Air raksa dan campurannya khusus uap air raksa adalah beracun.7 8. Penggunaan air raksa antara lain : gas 2 0 11 .7 Platina Platina merupakan logam yang berat. sulit terjadi peleburan dan tahan terhadap sebagian besar bahan kimia.944 0.96 13.1 Ω . Platina dapat Penggunaan platina pada teknik listrik antara lain untuk elemen pemanas dibentuk menjadi filament yang tipis dan batang yang tipis-tipis. titik didih 4530 C. tidak korosif.4 g/cm . Pada pemanasan di udara air raksa sangat mudah terjadi oksidasi.2 16.17 Kekuatan tarik 20 – 30 37 – 64 40 100-250 420 34 23.mm /m. Resistivitasnya 0.5 -13. Massa jenis 3 g/cm 2.11 0. Massa jenisnya 21.7 1170-1530 1083 -38. tahan korosi.95 Ω .02 0.mm /m. α = 9.00307 per C.73 4800 5500 4300 Kondukti vitas 0. 10 0 2 0 3 0 0 – 6 per C. Berikut adalah tabel konstanta untuk bahan penghantar.09 Tabel 2.

5 Al + Fe 86 Cu.48 1 – 1. nikron dan fechral yang komposisinya ditunjukkan pada tabel 6. Untuk elemen pemanas.42 – 0. 0. elektroda pada instrumen untuk mengukur sifat elektris bahan dielektrik padat.6 Ni.4 Bahan Resistivitas Tinggi 1.pengisi tabung elektronik.5 0. tetapi koefisien suhu terendah adalah 40% Ni dengan 60% Cu. 0. 40 Ni 0.9 – 7.5-5 Al. penghubung pada sakelar air raksa. koefisien suhu (α) dan komposisi antara tembaga dan nikel terlihat bahwa resistivitas tertinggi adalah pada perbandingan 60% Ni dengan 40% Cu. misalnya : rheostat.3 – 1.7 Mn.4 8.47 Koefisien suhu –5 0 10 per C 5.3 10 – 20 10 – 12 23 Tabel 2.7 Mn. Bahan-bahan yang resistivitasnya tinggi antara lain : konstantan. manganin. Hubungan antara resistivias. rheostat dan resistor.3.1 1. 23-27 Cr. cairan pada pompa diffusi. 12-15 Cr.52 1. elemen 12 . 26 Ni. Contoh penggunaan bahan resistivitas tinggi antara lain : pada pemanas listrik. antara lain : tantalum dan niobium.3 8. sisanya Fe 0. 12 Mn. Nama Paduan Konstantan Kromel Manganin Nikrom Fechral Nikelin Komposi si (%) 60 Cu.5-6.4 – 0. Bahan -bahan ini harus mempunyai koefisien suhu yang rendah. sisanya Fe 54 Cu.48 – 0. Logan lain yang juga banyak digunakan pada teknik listrik.5 Mn.mm2/m 0. 3.5 7. pada suhu tinggi untuk waktu yang lama tidak boleh terjadi oksidasi dan meleleh.5 5. 2 Ni 1.5 – Resistivitas Ω . 4. 75-78 Ni.6 Ni.9 6. Konstantan Konstantan merupakan logam paduan dari tembaga dan nikel.1 – 7.4 – 8.35 0. 20 Zn Massa jenis 8.2 – 1.9 Bahan-Bahan resistivitas Tinggi Bahan resistivitas tinggi yang digunakan untuk peralatan yang memerlukan resistansi yang besar agar bila dialiri arus listrik akan terjadi penurunan tegangan yang besar. 2. 20-23 Cr. Tantalum dan niobium yang dipadukan dengan aluminium banyak digunakan sebagai kapasitor elektrolitik.25 6. Sebagai bahan elemen resistansi tinggi.

Nikrom Nikrom mempunya suhu kerja yang tinggi. Jika dipanasi dengan suhu yang cukup tinggi.1 m ke atas dan berbentuk pita dengan ukuran penampang 0. konstantan dapat dapat merupakan termokopel yang dapat membangkitkan emf ± 40 mikro volt setiap perbedaan suhu 1 C diantara sambungan-sambungann ya. pada konstantan akan terbentuk lapisan oksida tipis dan ini memungkinkan terjadinya isolasi jika dililitkan. 0 0 0 0 13 . setrika. pemanggang dan peralatan yang memerlukan ketahanan korosi korosi dan panas. Kromel Logam ini merupakan perpaduan 0. 23 sampai 27% Cr dengan 4. 4.6% Ni. 2. Manganin Warna logam ini kuning kemerah-merahan. 3. Hal ini merupakan alasan digunakannya nikrom sebagai elemen pemanas. Suhu kerjanya ±70 C.pemanas dengan suhu kerja 400 hingga 500 C dibuat komposisi 60% Ni dengan 40% Cu yaitu Konstantan. Hal ini memungkinkan termokopel konstantan-tembaga atau konstantan-besi digunakan alat ukur. Logam ini biasanya digunakan untuk rheostat yang presisi karena resistivitasnya tinggi dan α nya rendah.7% Al. Tegangan tembus untuk isolasi tersebut tidak lebih dari 1 volt. sisanya Fe.1 x 1 mm ke atas. Dipasaran nikrom dapat dijumpai dengan penampang bulat diameter 0. Kromel baik untuk elemen pamanas air. Bersama-sama dengan tembaga atau besi. 0.5 hingga 6. dibawah suhu kerja konstantan.4. komposisi manganin dapat dilihat pada tabel 2.7% Mn.

Untuk penggunaan karbon sebagai sikat pada mesin listrik.kekuatan mekanis dan tahan terhadap kejutan termal. elektroda pada tungku pembakaran (tanur) busur kolam galvanis. elektro-grafit. Pertimbangan penggunaan karbon atau grafit adalh karena : tidak lumer.5. koefisien kontak juga perlu diperhatikan. Pada tungku pembakaran busur. Selain faktor kekerasan. tegangan anjlok pada persinggungan antara sikat dengan komutator atau cincin seret adalah rendah. Grafit diperoleh dengan cara memanasi karbon pada temperatur yang tinggi. resistor dan rheostat. Resistivitas grafit adalah 0. karbon dan grafit adalah sama. fungsinya adalah sebagai jembatan yang harus dilalui arus. Rapat arus untuk karbon sebagai sikat pada mesin-mesin litrik juga perlu diperhitungkan sesuai dengan daya mesin. 14 . elektrode yang digunkan diantaranya adalah grafit dan karbon.25 resistivitas karbon sehingga Kemampuan Hantar Arus (KHA) grafit adalah lebih basar daripada karbon. tidak menggunakan karbon tetapi grafis sebagai elektroda. Beberapa perangkat elektronik dan telekominikasi juga terbuat dari karbon. tetapi secara fisis dan elektris banyak perbedaannya. Beberapa jenis yang digunakan sebagai sikat adalah : karbon-grafit. Gafit-tembaga dan grafit-kuningan paling banyak digunakan karena resistivitasnya rendah. kemurnian kimianya . Untuk itu tungku pembakaran yang besar yaitu 3 MVA ke atas. Karbon Peranan karbon dalam teknik listrik cukup penting jika dilihat kegunaannya sebagai berikut : sikat-sikat pada mesin listrik. mengghantarkan listrik. Karbon adalah berongga sedangkan grafit tidak. Secara kimia. grafit-tembaga dan grafit-kuningan. Untuk itu ukuran sikat-sikat mesin listrik tergantung besarnya kapasitas mesin. sifat tidak larut.

c. Nikelin Sebagai sikat pada bagian berputar ada mesin listrik. Untuk kebutuhan sikat-sikat komutator atau slip-ring pada mesin listrik bubuk karbon dicampur dengan bubuk konduktor antara lain : tembaga. 5 hingga 30 Karbon Resistivitas rendah Elektrografit Elektrografit Kecepatan tinggi Grafit tembaga 30 15 4 4 Rendah Sedang Crane Mesin DC 15 10 s/d 20 6 0. Karbon lebih ringan dibanding logan pada umumnya (kecuali magnesium). titik didih 1560 C. meleleh pada suhu 327 C. warna abu-abu dan sangat mudah dibentuk.mm .6.5 m/Ω .4 g/cm . Hal ini karena sikat karbon mampu menahan suhu hingga 3000 C.10Timah Hitam Timah hitam mempunyai massa jenis 11. cm Aplikasi Motor kecil. Tahan terhadap efek yang disebabkan oleh suhu tinggi. Berdasarkan tingkatannya. Kepadatannya rendah. perunggu. Tidak terjadi pengelasan (menyatu) dengan logam pada kondisi yang sama jika logam-logam menyatu satu sama lain.003 Sedang Rendah Generator Turbo Mesin AC dan DC Tabel 2. yang merupakan bahan yang tahan korosi dan mempunyai konduktivitas 4. agak lunak. daya <1 HP.5 jenis-jenis sikat karbon 2. misalnya karena panas.5 Kekerasan (vickers) Resistivitas 10 -3 0 Jenis Karbon Resistivitas tinggi Rugi Kontak Tinggi Ω. Hal ini memudahkan adaptasi dengan gerakan permukaan yang tidak beraturan. karbon mempunyai kelebihan karena : a. b. 2 0 0 3 15 .5 s/d 0. sikat karbon dibedakan seperti ditunjukkan pada tabel 2.

Timah hitam tidak tahan terhadap pengaruh getaran dan mudah mengikat sisa asam. Kapur basah. Apabila keduanya disatukan menjadi bimetal (seperti gambar 2. dan lebih tahan getaran.4 % Mn + 0. Itulah sebabnya disamping timah hitam sebagai pelidung kabel tanah. Hal ini berarti bila 2 logam dengan ? berbeda dipanasi dengan suhu yang sama. maka panjangnya akan berbeda.1 % + 36.6 Penyimpangan bimetal karena α2 < α1 Besarnya lengkungan (penyimpangan) a ditentukan oleh perbedaan muai panjang (α2 . lebih kuat.α1). air laut.5 . Tetapi bahan ini adalah lebih mudah korosi dan mengandung racun. dan semen baah dapat bereaksi dengan timah hitam. panjang (l). Penyimpangan maksimum bimetal adalah : ܽ= 3 (a2 − a1)(1‫ݐ2 − ݐ‬ . juga digunakan paduan dari timah hitam yang mempunyai struktur kristal yang lebih halus.4 % Cu) sebagai logam yang mempunyai ? kecil yaitu 1. 4 1 . selubung kabel tanah. 2.Pemakaian timah hitam pada teknik listrik antara lain : sel akumulator. beda suhu (t2 – t1) dan ketebahalan (h) dari kedua logam. disamping digunakan sebagai pelindung pada industri nuklir. α2 α1 Gambar 2.11Bimetal Setiap logam mempunyai muai panjang (α) yang berbeda-beda.(ଶ ℎ bahan yang umum digunakan untuk bimetal adalah invar (63.10 per 16 -6 .1 % Ni + 0. Untuk pemakaian sebagai pelindung kabel tanah jika ditanam pada tempat tersebut diperlukan pelindungan tambahan. maka apabila dipanasi bimetal akan melengkung ke arah logam yang mempunyai α yang lebih kecil.6).

Penggunaan bimetal pada teknik listrik adalah untuk rele termal. konstantan. Mn) atau baja non magnetik. dan Over Load Relay (OLR). Sedangkan untuk kedua logam dengan ? yang 0 lebih besar dapat digunakan : besi. tembaga dengan proses dingin. seperti pada : Miniatur circuit Breaker (MCB). perunggu atau monel (66 % Ni + 28 % Cu + Fe.0 C untuk suhu 0 hingga 100 C. Pengaruh panas dari lilitan inilah yang digunakan untuk mempengaruhi pembengkokan bimetal. Untuk memutuskan arus besar pada rele ada lilitan pemanas khusus yang ditempatkan disekeliling bimetal. nikel. kecuali arus yang tidak terlalu besar. Bimetal sebagai rele termal tidak selamanya dilewati arus. 17 .

2 Saran Kita sebagai mahasiswa kuhususnya elektro harus menggunakan / menerapkan bahan listrik sesuai fungsi dan tujuan yang telah ditetapkan. mengikuti aturan sesuai dengan SOP 18 . Pemilihan penghantar yang tepat akan membuat komponen kelistrikan akan aman dan awet digunakan. derajat. kekuatan tegangan tarik. sifat ini penting terhadap dua titik kontak yang terbuat dari dua bahan yang berlainan. koefisien suhu tahanan. Timbulnya Daya Elektro Motoris-Termo. Kekuatan Tegangan Tarik. Mengikuti prosedur / ketentuan pemakaian bahan sesuai dengan fungsi dan tujuan yang telah ditetapkan. karena pada rangkaian arus akan terbangkit daya elektro motoris –termo tersendiri bila ada perbedaan suhu Dari bermacam-macam penghantar tersebut yang paling baik digunakan adalah yang sesuai dengan karakteristik dan sifat-sifat penghantar tersebut dalam penggunaannya pada alat kelistrikan. dan timbulnya daya elektro-motoris termo. sifat mekanis ini penting untuk hantaran di atas tanah. Daya Hantar Panas . memuai jika suhu naik dan menyusut jika suhu dingin. Besarnya tahanan tergantung bahannya. Koefisien Suhu Tahanan. maka bahan yang dipakai harus diketahui kekuatannya lebih-lebih menyangkut tegangan tinggi. Daya Hantar Listrik yaitu arus listrik yang mengalir dalam penghantar selalui mengalami tahanan dari penghantar itu sendiri. 2.daya hantar panas ini menunjukkan jumlah panas yang melalui lapisan bahan tiap satuan waktu dalam satuan kkal/m. tentunya akan mempengaruhi besar nilai tahanannya.BAB III PENUTUP 2.jam.1 Simpulan Berapa sifat penting yang dimiliki penghantar ialah : tahanan jenis listrik. daya hantar panas. suatu bahan akan mengalami perubahan isi apabila terjadi perubahan suhu.

dan Shinraku Saito. Jakarta. Samsudin. 1993. Direktorat Pendidikan Menegah Kejuruan. Pengetahuan Bahan Listrik. Soelaeman. Pradnya Paramita. Jakarta : PT Pradnya Paramita. Ilmu Bahan Listrik 1. Jakarta Tata Sardia.. 19 . 1977. 2000.DAFTAR PUSTAKA Muhaimin.M. T. dan A. Rida Ismu. Departemen P dan K. Bahan-Bahan Listrik Untuk Politeknik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful