P. 1
makalah-lampu-berjalan

makalah-lampu-berjalan

|Views: 221|Likes:
Published by Muhammad Ihsan

More info:

Published by: Muhammad Ihsan on Jan 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/12/2015

pdf

text

original

System digital

lampu berjalan

BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MAKALAH Pekerjaan – pekerjaan jalan raya selama waktu gelap biasanya ditandai oleh lampu –lampu kuning yang menyala. Lampu – lampu itu sering disambungkan jadi satu yang membentuk suatu lampu yang nyala berturut – turut. Makalah ini merupakan pembahasan atau suatu evaluasi dari gabungan beberapa materi atau modul ( Pembuatan Alat ) yang kami terima atau yang telah kami lakukan untuk membahas megenai lampu – lampu tersebut yaitu Lampu Berjalan, yang telah menjadi satu-kesatuan dalam modul aplikasi atau penerapan dari beberapa materi atau modul yang kami dapatkan dari praktikum Sistem Digital dengan cakupan yang agak sedikit dipersempit ruang lingkup pembahasannya. 1.2 PEMBATASAN atau RUANG LINGKUP MAKALAH Dalai suatu penulisan yang mengambil suatu object tertentu, tentu saja mempunyai suatu yang namanya batasan-batasan yang harus diambil agar supaya terdapat ruang lingkup dari penulisan tersebut. Permasalahan yang kami batasi dalam makalah ini hanya pada cara kerja dari suatu rangkaian baik secara diagram blok atau secara detail, cara pengujian dan cara kerja alat serta landasan teori dari beberapa komponen yang digunakan dalam suaturangkaian. 1.3 TUJUAN PENULISAN MAKALAH Dari penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan suatu peluang yang kami anggap cukup luas bagi para mahasiswa dalam mengembangkan pengetahuan dasar mengenai Sistem Digital untuk mengetahui fungsi dan jenis dari komponen yang digunakan atau mengenai karakteristik dari komponen tersebut dan dengan serta-merta dapat menganalisa cara kerja dari suatu rangkaian dan dapat melatih para mahasiswa untuk bertanggung jawab dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepada mereka. 1

System digital

lampu berjalan

1.4 a)

METODE PENULISAN MAKALAH Observasi, yaitu denganpengamatan kami selama mengikuti praktikum Sistem Digital. Metode ini mengarahkan kepada kami untuk mampu merekam atau mengingat semua materi yang telah disampaikan selama pelaksanaan praktikum Sistem Digital serta meneliti dan menyimpulkan yang selanjutnya kami sampaikan dalam penulisan makalah ini.

Metode penulisan makalah ini didapat berdasarkan berbagai cara, antara lain :

b)

Studi pustaka, yaitu dengan mencari informasi dari buku-buku atau media kmunikasi yang lain, yang dapat dijadikan pedoman atau referensi. Metode ini sangat membantu sekali dalam bentuk teori-teori yang mendukung penulisan ini serta dapat memecahkan suatu masalah yang sedang kami hadapi dalam penulisan makalah ini.

c)

Konsultasi, yaitu dengan bertanya atau berkomunikasi kepada para asisten praktikum mengenai apa yang bagi kami kurang dapat dimengerti dan kurang dapat dipahami tentang yang harus kami perrbuat dalam penulisan makalah ini, mengenai isi atau sumber referensi yang kami perlukan. Juga kepada para senior kami yang tentunya lebih memahami atau berpengalaman dalam penulisan makalah ini.

1.5 A.

SISTEMATIKA PENULISAN MAKALAH BAB I. Pendahuluan, yang terdiri dari :
A.1. Latar Belakang Makalah, yang menjelaskan alasan pembuatan makalah

Adapun sistematika dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :

ini.
A.2. Pembatasan atau Ruang Lingkup Makalah, yang cakupan dari isi

makalah ini.
A.3. Tujuan Penulisan Makalah, titik berat yang ditekankan dalam makalah

ini.

2

System digital

lampu berjalan

A.4. Metode Penulisan Makalah, yang menjelaskan cara atau langkah-langkah

yang ditempuh dalam penulisan makalah ini.
A.5. Sistematika Penulisan Makalah, yang menunjukkan point-point atau

pembagian masalah yang terdapat dalam makalah ini. B. C. D. E. BAB II. Landasan Teori, yang menguraikan teori-teori dasar tentang komponen-komponen yang digunakan dalam proyek yang kami lakukan. BAB III.Analisa Rangkaian, yang menerangkan tentang cara kerja rangkaian secara diagram blok dan secara detail. BAB IV.Cara Pengujian dan Pengoperasian Alat, yang menerangkan tentang bagaimana cara menguji dan menggunakan alat dalam proyek ini. BAB V. Penutup, yang berisikan kesimpulan atau analisa akhir dari alat dan saran yang dapat membantu dalam menyelesaikan alat dalam proyek ini.

3

Resistor yang digunakan dalam elektronika terbagi ke dalam dua jenis utama. Resistor yang bergantung pada tegangan listrik. yang peka terhadap cahaya. dijelaskan pada artikel tentang semikonduktor. yang bekerja berdasarkan atau sesuai dengan hukum ohm.1 RESISTOR Pada dasarnya semua bahan memiliki sifat resistif namun beberapa bahan seperti tembaga. yang peka terhadap panas. Kebalikan dari bahan yang konduktif. Sesuai dengan namanya resistor bersifat resistif dan umumnya terbuat dari bahan karbon. Termistor. Bagaimana prinsip konduksi. resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang mengalir melaluinya. Satuan resistansi dari suatu resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol Ώ (Omega). perak. emas dan bahan metal umumnya memiliki resistansi yang sangat kecil. Dari hukum Ohms diketahui. 4 .System digital lampu berjalan BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini pembahasan yang diketengahkan adalah mengenai teori dari masing-masing komponen yang digunakan dalam perangkaian alat dalam proyek “LAMPU BERJALAN” ini. karbon memiliki resistansi yang lebih besar menahan aliran elektron dan disebut sebagai insulator. yang umum digunakan terdiri dari : • • • Foto resistor. Bahan-bahan tersebut menghantar arus listrik dengan baik. Resistor linier. gelas. bahan material seperti karet. Resistor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam satu rangkaian. Resistor non-linier. yaitu terdiri dari : 1. yaitu : 2. 2. sehingga dinamakan konduktor.

Resistor ini memiliki nilai hambatannya. ½ watt. ¼ watt. Pada badannya terdapat lingkaran membentuk gelang kode warna untuk memudahkan pemakai mengenali besar resistansi tanpa mengukur besarnya dengan Ohmmeter. Resistor tetap. 5 watt dan lain sebagainya. apabila melampaui maka resistor tersebut akan tidak berfungsi lagi. Gambar 2.1 Simbol Resistor Warna Nilai faktor pengali Toleransi 5 . yaitu resistor yang memiliki nilai hambatan yang tetap dan memiliki batas kemampuan daya misalnya ⅛ watt. Arti dari batas kemampuan daya adalah resistor hanya dapat dioperasikan dengan daya maksimal sesuai dengan kemampuan daya yang telah ditetapkan. 1 watt. yaitu terbagi ke dalam dua jenis : 1.System digital lampu berjalan Resistor juga terdapat jenis yang lain. Kode warna tersebut adalah standar manufaktur yang dikeluarkan oleh EIA (Electronic Industries Association) seperti yang ditunjukkan pada tabel berikut.tipe resistor yang ini berbentuk tabung dengan dua kaki tembaga di kiri dan kanan. 2.

dan gelang terakhir adalah faktor pengalinya.000 106 107 108 109 0. violet.System digital lampu berjalan Hitam Coklat Merah Jingga Kuning Hijau Biru Violet Abu-abu Putih Emas Perak Tanpa warna 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 - 1 10 100 1. sedangkan warna gelang yang pertama agak sedikit ke dalam. Gelang pertama dan seterusnya berturut-turut menunjukkan besar nilai satuan. Dengan demikian urutan warna gelang resitor ini adalah. Biasanya warna gelang toleransi ini berada pada badan resistor yang paling pojok atau juga dengan lebar yang lebih menonjol. Kalau anda telah bisa menentukan mana gelang yang pertama selanjutnya adalah membaca nilai resistansinya.1 : nilai warna gelang Resistansi dibaca dari warna gelang yang paling depan ke arah gelang toleransi berwarna coklat. Jumlah gelang yang melingkar pada resistor umumnya sesuai dengan besar toleransinya. merah. Gelang berwarna emas adalah gelang toleransi. Dengan demikian pemakai sudah langsung mengetahui berapa toleransi dari resistor tersebut. Gelang ke empat tentu saja yang berwarna 6 .01 - 1% 2% 5% 10% 20% Tabel . emas atau perak. Biasanya resistor dengan toleransi 5%. Misalnya resistor dengan gelang kuning. 10% atau 20% memiliki 3 gelang (tidak termasuk gelang toleransi).000 100.000 10. gelang pertama berwarna kuning.1 0. gelang kedua berwana violet dan gelang ke tiga berwarna merah. merah dan emas. Tetapi resistor dengan toleransi 1% atau 2% (toleransi kecil) memiliki 4 gelang (tidak termasuk gelang toleransi).

Potensiometer. Tetapi biasanya untuk resistor ukuran jumbo ini nilai resistansi dicetak langsung dibadannya. Jadi gelang pertama dan kedua atau kuning dan violet berurutan. yaitu : 2. yaitu resistor variabel yang nilai resistansinya dapat diubah-ubah dengan memutar poros yang merupakan bagian dari badannya. 2. berarti resitor ini memiliki toleransi 5%. Resistor tidak tetap (variabel). dan jika warna gelangnya merah berarti faktor pengalinya adalah 100. Nilai resistansisnya dihitung sesuai dengan urutan warnanya. Pertama yang dilakukan adalah menentukan nilai satuan dari resistor ini. nilai satuannya adalah 47. yaitu resistor yang memiliki nilai hambatan atau resistansi yang dapat diubah-ubah dan dapat dilihat atau dibaca pada bagian luar badan resisitor hambatan maksimal dari resistor tersebut. Masih dari tabel-1 diketahui gelang kuning nilainya = 4 dan gelang violet nilainya = 7. Gelang ketiga adalah faktor pengali. namun ada juga yang berbentuk silinder. Semakin besar ukuran fisik suatu resistor bisa menunjukkan semakin besar kemampuan disipasi daya resistor tersebut. 1/4. maka nilai satuannya ditentukan oleh gelang pertama dan gelang kedua. 10 dan 20 watt. 10 dan 20 watt umumnya berbentuk kubik memanjang persegi empat berwarna putih.7K Ohm dan toleransinya adalah 5% Spesifikasi lain yang perlu diperhatikan dalam memilih resitor pada suatu rancangan selain besar resistansi adalah besar watt-nya. Karena resistor bekerja dengan dialiri arus listrik. 5.1. 7 . misalnya 100/5W. Jenisnya terbagi ke dalam dua jenis. Karena resitor ini resistor 5% (yang biasanya memiliki tiga gelang selain gelang toleransi). Resistor yang memiliki disipasi daya 5. 2. Umumnya di pasar tersedia ukuran 1/8. 1.System digital lampu berjalan emas dan ini adalah gelang toleransi. maka akan terjadi disipasi daya berupa panas sebesar W=I2R watt. Dari tabel-1 diketahui jika gelang toleransi berwarna emas. Sehingga dengan ini diketahui nilai resistansi resistor tersebut adalah nilai satuan x faktor pengali atau 47 x 100 = 4.

2. 8 . Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum. phenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif di awan. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik. yaitu resistor variabel yang nilai resistansinya dapat diubahubah dengan cara memutar porosnya dengan bantuan obeng kecil ukuran kurang lebih 1-2 milimeter. gelas dan lain-lain.3 Simbol Trimpot 2.2 Simbol Potensiometer 2.1 Prinsip dasar dan spesifikasi elektriknya Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik.System digital lampu berjalan Gambar 2. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Di alam bebas. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutup negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup positif. maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Gambar 2. Satuan dari resistor adalah Ω atau Ohm. Muatan elektrik ini "tersimpan" selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya.2 KAPASITOR 2. di mana 1 kiloOhm (1kΩ) = 10 3 Ohm.2 Trimpot. keramik.

Kapasitor tetap. Mengapa kapasitor ini dapat memiliki polaritas. polyester ataupun film.System digital lampu berjalan 2.2 Kapasitor polar atau memiliki kutub. yaitu kapasitor yang memiliki kapasitansi yang tidak dapat diubah atau telah ditetapkan sebelumnya. yaitu : 1.Kelompok kapasitor electrolytic terdiri dari kapasitor-kapasitor yang bahan dielektriknya adalah lapisan metal-oksida. 9 .2. yaitu kapasitor yang terbuat dari bahan yang tersebut di atas dan nilainya kurang dari 1 mikroFarad (1μF).4 Simbol Kapasitor Tetap 1. Kapasitor ini dibedakan kepada jenis bahan yang digunakan sebagai lapisan di antara lempeng-lempeng logam yang disebut bahan dielektrikum. mika.1 Kapasitor non-polar atau tidak memiliki kutub. Umumnya kapasitor yang termasuk kelompok ini adalah kapasitor polar dengan tanda (+) dan (-) di badannya. Sehingga kapasitor tetap ini terbagi ke dalam dua jenis.2 Kapasitor terbagi ke dalam dua jenis. yaitu kapasitor elektrolit (elco) yang memiliki nilai lebih dari atau sama dengan 1 mikroFarad (1Μf). seperti keramik. Gambar 2. adalah karena proses pembuatannya menggunakan elektrolisa sehingga terbentuk kutup positif anoda dan kutup negatif katoda. kertas. yaitu : 1.

aluminium. Dari rumus (2) diketahui besar kapasitansi berbanding terbalik dengan tebal dielektrik. Lapisan metaloksida ini sangat tipis. Contohnya. Lapisan oksidasi ini terbentuk melalui elektrolisa. magnesium. niobium. seperti pada proses penyepuhan emas. Karena alasan ekonomis dan praktis. Gambar 2. maka akan terbentuk lapisan Aluminium-oksida (Al2O3) pada permukaannya.System digital lampu berjalan Telah lama diketahui beberapa metal seperti tantalum. jika digunakan Aluminium.5 Kapasitor Elco Dengan demikian berturut-turut plat metal (anoda). titanium. zirconium dan seng (zinc) proses permukaannya dapat dioksidasi sehingga membentuk lapisan metaloksida (oxide film). Dalam hal ini lapisanmetal-oksida sebagai dielektrik. sehingga dengan demikian dapat dibuat kapasitor yang kapasitansinya cukup besar. umumnya bahan metal yang banyak digunakan adalah aluminium dan 10 . Oksigen pada larutan electrolyte terlepas dan mengoksidai permukaan plat metal. lapisan-metal-oksida dan electrolyte(katoda) membentuk kapasitor. Elektroda metal yang dicelup kedalam larutan electrolit (sodium borate) lalu diberi tegangan positif (anoda) dan larutan electrolit diberi tegangan negatif (katoda).

Dengan demikian kapasitor jenis ini bisa memiliki kapasitansi yang besar namun menjadi lebih ramping dan mungil. 470uF. yang sering juga disebut kapasitor elco. Bahan yang paling banyak dan murah adalah Aluminium. Kapasitor tidak tetap atau variabel. tetapi sebenarnya bukan larutan electrolit yang menjadi elektroda negatif-nya. melainkan bahan lain yaitu manganese-dioksida. Disebut electrolyte padat. Untuk mendapatkan permukaan yang luas. Kapasitor tipe ini juga memiliki arus bocor yang sangat kecil Jadi dapat dipahami mengapa kapasitor Tantalum menjadi relatif mahal.1. yaitu kapasitor yaitu : 2. Sebagai contoh 100uF. yaitu kapasitor variabel yang nilai kapasitansinya dapat diubahubah dengan memutar poros yang merupakan bagian dari badannya. 2. Varco. 11 .6 Simbol Elco Bahan electrolyte pada kapasitor Tantalum ada yang cair tetapi ada juga yang padat. 4700uF dan lain-lain. Selain itu karena seluruhnya padat. maka waktu kerjanya (lifetime) menjadi lebih tahan lama.System digital lampu berjalan tantalum. Gambar 2. yang memiliki nilai kapasitansi yang dapat diubah-ubah. bahan plat Aluminium ini biasanya digulung radial. Kapasitor ini terbagi ke dalam dua jenis. Sehingga dengan cara itu dapat diperoleh kapasitor yang kapasitansinya besar.

Umumnya kapasitor yang ada di pasar memiliki satuan uF (10-6 F). misalnya 104 artinya nilai kapasitasnya sama dengan 10*104 = 10x10000 = 105 pF = 102 nF = 0.2. Untuk rangkain elektronik praktis. nF (10-9 F) dan pF (10-12 F). Gambar 2.1 μF. Dengan rumus dapat ditulis : Q = CV ……………. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs. yang diambil dari nama penemunya Michael Faraday. Untuk mengetahui besarnya nilai kapasitas pada kapasitor dapat dibaca melalui kode angka pada bahan kapasitor tersebut yang terdiri dari 3 angka pada kapasitor nonpolar. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6.2. yaitu kapasitor variabel yang nilai kapasitansinya dapat diubahubah dengan memutar porosnya dengan bantuan obeng kecil ukuran kurang lebih 1-2 milimeter.25 x 1018 elektron. Trimer. Kapasitansi didefenisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron.(1) Q = muatan elektron dalam C (coulombs) C = nilai kapasitansi dalam F (farads) V = besar tegangan dalam V (volt) 12 .3 Kapasitansi Satuan dari kapasitor adalah Farad. Sedangkan untuk elco tertulis 100 μF / 16 volt artinya elco memiliki kapasitas sebesar 100 μF dan tegangan kerjanya tidak boleh melebihi 16 volt.6 Simbol Trimer 2.7 Simbol Kapasitor Variabel 2. satuan farads adalah sangat besar sekali.System digital lampu berjalan Gambar 2.

(2) Berikut adalah tabel contoh konstanta (k) dari beberapa bahan dielektrik yang disederhanakan. Dengan rumusan dapat ditulis sebagai berikut : C = (8.. yang memiliki bahan pokok dari Germanium (Ge) dengan tegangan barier sebesar 0.mania barangkali pernah mengalami kapasitor yang meledak karena kelebihan tegangan.1000 k=8 k=3 .3 DIODA Dioda merupakan suatu semikonduktor yang hanya dapat menghantar arus listrik dan tegangan listrik pada satu arah saja. maka tegangan yang bisa diberikan tidak boleh melebihi 25 volt dc. Udara vakum Aluminium oksida Keramik Gelas Polyethylene k=1 k=8 k = 100 .7 volt artinya bila tegangan yang melewatinya kurang dari 0.3 Tegangan Kerja (working voltage) Tegangan kerja adalah tegangan maksimum yang diijinkan sehingga kapasitor masih dapat bekerja dengan baik.3volt artinya bila tegangan yang melewatinya kurang dari 0.Tabel 2. jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik.7 volt maka dioda tidak bekerja. Para elektro. 13 . Umumnya kapasitor-kapasitor polar bekerja pada tegangan DC dan kapasitor non-polar bekerja pada tegangan AC.System digital lampu berjalan Dalam praktek pembuatan kapasitor. konstanta dielektrik 2. 2.3 volt maka dioda tidak bekerja dan Silikon (Si) dengan tegangan barier sebesar 0.85 x 10-12) (k A/t) . Misalnya kapasitor 10uF 25V. kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area plat metal (A)..2.

9 Simbol dan struktur dioda Gambar ilustrasi di atas menunjukkan sambungan PN dengan sedikit porsi kecil yang disebut lapisan deplesi (depletion layer). 14 . Dengan struktur demikian arus hanya akan dapat mengalir dari sisi P menuju sisi N. sisi N mendapat polaritas tegangan lebih besar dari sisi P. maka elektron dari sisi N dengan serta merta akan tergerak untuk mengisi hole di sisi P. maka akan terbentuk hole pada sisi N karena ditinggal elektron. Gambar 2. Kalau mengunakan terminologi arus listrik. dengan arti kata memberi tegangan potensial sisi P lebih besar dari sisi N. dimana terdapat keseimbangan hole dan elektron. maka dikatakan terjadi aliran listrik dari sisi P ke sisi N. Gambar 2. Satu sisi adalah semikonduktor dengan tipe P dan satu sisinya yang lain adalah tipe N.10 dioda dengan bias maju Sebalikya apakah yang terjadi jika polaritas tegangan dibalik yaitu dengan memberikan bias negatif (reverse bias). Tentu kalau elektron mengisi hole disisi P. pada sisi P banyak terbentuk hole-hole yang siap menerima elektron sedangkan di sisi N banyak terdapat elektron-elektron yang siap untuk bebas merdeka.System digital lampu berjalan Struktur dioda tidak lain adalah sambungan semikonduktor P dan N. Seperti yang sudah diketahui. Ini disebut aliran hole dari P menuju N. Lalu jika diberi bias positif. Dalam hal ini.

Gambar 2.System digital lampu berjalan Gambar 2. namun memang ada batasnya. Demikianlah sekelumit bagaimana dioda hanya dapat mengalirkan arus satu arah saja. Sampai beberapa puluh bahkan ratusan volt baru terjadi breakdown. Karena baik hole dan elektron masing-masing tertarik ke arah kutup berlawanan. Ini disebabkan karena adanya dinding deplesi (deplesion layer). Tidak serta merta diatas 0 volt.12 grafik arus dioda Sebaliknya untuk bias negatif dioda tidak dapat mengalirkan arus.11 dioda dengan bias negatif Tentu jawabanya adalah tidak akan terjadi perpindahan elektron atau aliran hole dari P ke N maupun sebaliknya. dimana dioda tidak lagi dapat menahan aliran elektron yang terbentuk di lapisan deplesi. 15 . Bahkan lapisan deplesi (depletion layer) semakin besar dan menghalangi terjadinya arus. Dengan tegangan bias maju yang kecil saja dioda sudah menjadi konduktor. tetapi memang tegangan beberapa volt diatas nol baru bisa terjadi konduksi.

Jika pada dioda biasanya baru terjadi breakdown pada tegangan ratusan volt. misalnya tipe 1N4001 ada 2 jenis. melainkan mirip dengan dioda. yaitu dioda yang dapat menghantarkan arus atau tegangan listrik yang besar hanya satu arah dan digunakan untuk menyearahkan arus dan tegangan.3. yaitu yang berkapasitas 1Ă / 50 volt dan 1Ă / 100 volt. Jika dioda bekerja pada bias maju maka zener biasanya berguna pada bias negatif (reverse bias). ternyata tegangan breakdown dioda bisa makin cepat tercapai. Tetapi dengan memberi jumlah doping yang lebih banyak pada sambungan P dan N. Gambar 2. Zener juga banyak digunakan untuk aplikasi regulator tegangan (voltage regulator) misalnya tipe 12 volt 16 .2 Dioda Zener Phenomena tegangan breakdown dioda ini mengilhami pembuatan komponen elektronika lainnya yang dinamakan zener. misalnya tipe OA 70.13 Simbol Dioda Kontak Titik dan Dioda Hubungan 2. OA 90 dan 1N 60. Sebenarnya tidak ada perbedaan sruktur dasar dari zener. Dioda ini memiliki tegangan maksimal dan arus maksimal.1 Dioda Kontak titik dan Dioda Hubungan Dioda kontak titik. Gambar 2. pada zener bisa terjadi pada angka puluhan dan satuan volt. yaitu dioda yang dipergunakan untuk mengubah frekuensi tinggi menjadi frekuensi rendah.14 Simbol Zener Ini adalah karakteristik zener yang unik.3.System digital lampu berjalan 2. Dioda Hubungan.

bulat dan lonjong.16 LED array LED sering dipakai sebagai indicator pada peraga atau display yang masingmasing warna bisa memiliki arti yang berbeda. Zener yang ada dipasaran tentu saja banyak jenisnya tergantung dari tegangan breakdwon-nya. ada yang persegi empat. Pada dasarnya semua warna bisa dihasilkan. arsenic dan phosporus. Strukturnya juga sama dengan dioda.System digital lampu berjalan artinya dioda zener dapat membatasi tegangan yang lebih besar dari 12 volt menjadi 12 volt. Untuk mendapatkna emisi cahaya pada semikonduktor. namun akan menjadi sangat mahal dan tidak efisien. Gambar 2. tetapi belakangan ditemukan bahwa elektron yang menerjang sambungan P-N juga melepaskan energi berupa energi panas dan energi cahaya. Menyala.15 Simbol LED Pada saat ini warna-warna cahaya LED yang banyak ada adalah warna merah. LED dibuat agar lebih efisien jika mengeluarkan cahaya. padam dan berkedip juga 17 .LED berwarna biru sangat langka. doping yang pakai adalah galium. 2. light Emiting Diode ) Merupakan komponen yang dapat mengeluarkan emisi cahaya. kuning dan hijau.LED merupakan produk temuan lain setelah dioda. arus maksimum dan disipasi dayanya. Jenis doping yang berbeda menghasilkan warna cahaya yang berbeda pula.3. Gambar 2. Dalam memilih LED selain warna. perlu diperhatikan tegangan kerja.3 Dioda Pemancar Cahaya ( LED. Rumah (chasing) LED dan bentuknya juga bermacam-macam.

yaitu : A. Gambar 2.17 Simbol Transistor NPN B. 18 . Keping yang mengapit masing-masing adalah Emitor (E) dan Kolektor (C). Transistor ini bekerja berdasarkan prinsip pengendalian arus kolektor dengan menggunakan arus pada basis. basis dan kolektor ). yaitu transistor yang memiliki 2 persambungan kutub.18 Simbol Transistor PNP Transistor unipolar. Gambar 2. Dikenal juga LED dalam bentuk 7 segment atau ada juga yang 14 segment. Transistor bipolar. LED dalam bentuk susunan (array) bisa menjadi display yang besar. Yang sering digunakan memiliki 3 kaki ( emitor.System digital lampu berjalan bisa berarti lain. Jenisnya NPN dan PNP.4 TRANSITOR Transistor merupakan komponen aktif di mana dalam pengoperasiannya memerlukan sumber tegangan atau sumber arus tersendiri. sedangkan keping yang diapit adalah Basis (B). Jenisnya FET ( Field Effect Transistor ). Biasanya digunakan untuk menampilkan angka numerik dan alphabet. Dengan kata lain arus basis mengalami penguatan hingga menjadi sebesar arus kolektor. Sifat transistor yang akan saturasi pada nilai tegangan tertentu antara basis dan emitor menjadikan transistor dapat berfungsi sebagai saklar elektronik. Transistor memiliki dua jenis. yaitu transistor yang hanya memiliki 1 persambungan kutub. 2. Transistor sendiri merupakan bahan yang bersifat semikonduktor yang terbuat dari bahan germanium dan silicon. yang mempunyai 3 keping dan dirakit menjadi satu. Yang merupakan penggabungan dari buah dioda. yang terdiri dari JFET kanal N. Penguatan ini bergantung pada factor penguatan masing-masing transistor ( αdc dan βdc ).

2.2 Arus Emiter Dari hukum Kirchhoff diketahui bahwa jumlah arus yang masuk kesatu titik akan sama jumlahnya dengan arus yang keluar.19 JFET kanal P Gambar 2.1 Arus Bias Ada tiga cara yang umum untuk memberi arus bias pada transistor. Tentu untuk aplikasi pengolahan sinyal frekuensi audio semestinya tidak menggunakan transistor power..20 JFET kanal N Pada transistor bipolar prinsip kerja transistor adalah arus bias base-emiter yang kecil mengatur besar arus kolektor-emiter. Jika teorema tersebut diaplikasikan pada transistor. Gambar 2. 2..4. gate dan drain ). yaitu rangkaian CE (Common Emitter)... maka hukum itu menjelaskan hubungan : IE = IC + IB .. Dengan menganalisa rangkaian CE akan dapat diketahui beberapa parameter penting dan berguna terutama untuk memilih transistor yang tepat untuk aplikasi tertentu. Hal yang penting adalah bagaimana caranya memberi arus bias yang tepat sehingga transistor dapat bekerja optimal.System digital lampu berjalan JFET kanal P. CC (Common Collector) dan CB (Common Base).(1) 19 ... Namun saat ini akan lebih detail dijelaskan bias transistor rangkaian CE.4. MOSFET kanal N dan MOSFET kanal P dan memiliki 3 kaki ( source. misalnya.

95 sampai 0.99.......... β = IC/IB . maka dapat di nyatakan : IE = IC ... Karena besar arus kolektor umumnya hampir sama dengan besar arus emiter maka idealnya besar αdc adalah = 1 (satu).........System digital lampu berjalan arus emitor Persamanaan (1) tersebut mengatakan arus emiter IE adalah jumlah dari arus kolektor IC dengan arus base IB. Karena arus IB sangat kecil sekali atau disebutkan IB << IC......(2) Alpha (α) sering dijumpai spesikikasidc (alpha dc) yang tidak lain adalah : αdc = IC/IE ........(3) Defenisinya adalah perbandingan arus kolektor terhadap arus emitor. Namun umumnya transistor yang ada memilikidc kurang lebih antara 0... Beta (β) Beta didefenisikan sebagai besar perbandingan antara arus kolektor dengan arus base.. (4) 20 .

yaitu sekali lagi.3 Common Emitter (CE) Rangkaian Common Emitor adalah rangkain yang paling sering digunakan untuk berbagai aplikasi yang mengunakan transistor. arus base yang kecil menjadi arus kolektor yang lebih besar. 2.1mA = 20 mA Dari rumusan ini lebih terlihat defenisi penguatan arus transistor. sebab titik ground atau titik tegangan 0 volt dihubungkan pada titik emiter.System digital lampu berjalan Dengan kata lain. Tentu jawabannya sangat mudah yaitu : IB = IC/β = 10mA/250 = 40 uA Arus yang terjadi pada kolektor transistor yang memiliki β = 200 jika diberi arus bias base sebesar 0.1mA adalah : IC =βIB = 200 x 0. rangkaian CE 21 . Misalnya jika suatu transistor diketahui besarβ=250 dan diinginkan arus kolektor sebesar 10 mA. maka berapakah arus bias base yang diperlukan.4. Dinamakan rangkaian Common Emitor.β adalah parameter yang menunjukkan kemampuan penguatan arus (current gain) dari suatu transistor. Parameter ini ada tertera di databook transistor dan sangat membantu para perancang rangkaian elektronika dalam merencanakan rangkaiannya.

misalnya VC = tegangan kolektor..System digital lampu berjalan Ada beberapa notasi yang sering digunakan untuk mununjukkan besar tegangan pada suatu titik maupun antar titik.emitor VCB = tegangan jepit kolektor .emitor VBE = tegangan jepit base . Notasi dengan 1 subscript adalah untuk menunjukkan besar tegangan pada satu titik.Ada juga notasi dengan 2 subscript yang dipakai untuk menunjukkan besar tegangan antar 2 titik. kolektor dan emitor... yang disebut juga dengan tegangan jepit. VCC. (5) VBE adalah tegangan jepit dioda junction base-emitor.. 2. Diantaranya adalah : VCE = tegangan jepit kolektor..4. Jika hukum Ohm diterapkan pada loop base diketahui adalah : IB = (VBB . 22 . VB = tegangan base dan VE = tegangan emiter. Arus hanya akan mengalir jika tegangan antara base-emitor lebih besar dari VBE..4 Kurva Base Hubungan antara IB dan VBE tentu saja akan berupa kurva dioda. VEE berturut-turut adalah besar sumber tegangan yang masuk ke titik base..VBE) / RB . Karena memang telah diketahui bahwa junction base-emitor tidak lain adalah sebuah dioda.base Notasi seperti VBB. Sehingga arus IB mulai aktif mengalir pada saat nilai VBE tertentu..

Pertama adalah daerah saturasi. kemudian daerah aktif dan seterusnya daerah breakdown. .5 Kurva Kolektor Sekarang sudah diketahui konsep arus base dan arus kolektor.6 Daerah Aktif Daerah kerja transistor yang normal adalah pada daerah aktif. Jika hukum Kirchhoff mengenai tegangan dan arus diterapkan pada loop kolektor (rangkaian Common Emitor). Pada gambar berikut telah diplot beberapa kurva kolektor arus IC terhadap VCE dimana arus IB dibuat konstan. 2. kurva kolektor Dari kurva ini terlihat ada beberapa region yang menunjukkan daerah kerja transistor. maka dapat diperoleh hubungan : 23 .4. lalu daerah cut-off.3 volt untuk transistor germanium.7 volt untuk transistor silikon dan VBE = 0.4. 2.System digital lampu berjalan kurva IB -VBE Umumnya diketahui VBE = 0. Dari kurva ini diperlihatkan bahwa arus IC hanya tergantung dari besar arus IB. Nilai ideal VBE = 0 volt. Satu hal lain yang menarik adalah bagaimana hubungan antara arus base IB. Daerah kerja ini biasa juga disebut daerah linear (linear region). arus kolektor IC dan tegangan kolektor-emiter VCE. dimana arus IC konstans terhadap berapapun nilai VCE.

4.. maka transistor dapat rusak atau terbakar..System digital lampu berjalan VCE = VCC . Dissipasi daya ini berupa panas yang menyebabkan naiknya temperatur transistor. Sebab jika transistor bekerja melebihi kapasitas daya PDmax.... Umumnya untuk transistor power sangat perlu untuk mengetahui spesifikasi PDmax... (7) Rumus ini mengatakan jumlah dissipasi daya transistor adalah tegangan kolektoremitor dikali jumlah arus yang melewatinya.ICRC . 2. yaitu akibat dari efek dioda kolektor-base yang mana tegangan VCE belum mencukupi untuk dapat menyebabkan aliran elektron. (6) Dapat dihitung dissipasi daya transistor adalah : PD = VCE.. daerah kerja transistor berada pada daerah cut-off yaitu dari keadaan saturasi (OFF) lalu menjadi aktif (ON)..8 Daerah Cut-Off Jika kemudian tegangan VCC dinaikkan perlahan-lahan. Perubahan ini dipakai pada system digital yang hanya mengenal angka biner 1 dan 0 yang tidak lain dapat direpresentasikan oleh status transistor OFF dan ON...4...IC ... Spesifikasi ini menunjukkan temperatur kerja maksimum yang diperbolehkan agar transistor masih bekerja normal.........7 volt (transistor silikon). Pada saat perubahan ini.. 2.. 24 .. sampai tegangan VCE tertentu tiba-tiba arus IC mulai konstan..7 Daerah Saturasi Daerah saturasi adalah mulai dari VCE = 0 volt sampai kira-kira 0.

0)V / 20 mA = 130 Ohm 2. VCEmax pada databook transistor selalu dicantumkan juga. VLED = 2. Tegangan VCE pada saat cut-off idealnya = 0. dan aproksimasi ini sudah cukup untuk rangkaian ini.6V / 20 mA = (5 .4 volt.System digital lampu berjalan rangkaian driver LED Misalkan pada rangkaian driver LED di atas.VCE) / IC = 2.9 Daerah Breakdown Dari kurva kolektor. terlihat jika tegangan VCE lebih dari 40V.VLED . Seharusnya transistor tidak boleh bekerja pada daerah ini. IC = βIB = 50 x 400 uA = 20 mA Arus sebesar ini cukup untuk menyalakan LED pada saat transistor cut-off.5 IC ( Integrated Circuit ) 25 . karena akan dapat merusak transistor tersebut.4. Untuk berbagai jenis transistor nilai tegangan VCEmax yang diperbolehkan sebelum breakdown bervariasi. Transistor pada daerah ini disebut berada pada daerah breakdown. RL = (VCC . transistor yang digunakan adalah transistor denganβ= 50. Lalu pertanyaannya adalah. berapakah seharusnya resistansi RL yang dipakai. arus IC menanjak naik dengan cepat.4 . 2.2. Penyalaan LED diatur oleh sebuah gerbang logika (logic gate) dengan arus output high = 400 uA dan diketahui tegangan forward LED.

1 IC 40106 Hex inverters dengan input schmitt-trigger 0. +---+--+---+ 1A |1 /1Y |2 2A |3 3A |5 /3Y |6 GND |7 +--+ 14| VCC 13| 6A 12| /6Y 10| /5Y 9| 4A 8| /4Y +---*---+ | A |/Y | +===*===+ | 0 | 1 | | 1 | 0 | +---*---+ _ /Y = A /2Y |4 40106 11| 5A +----------+ IC 40106 2.5.9V typical input hysteresis padaVCC=+5V dan 2.System digital lampu berjalan IC ( integrated Circuit ) adalah suatu rangkaian yang terintegrasi dari beberapa komponen yang menjadi satu. reset dan clock aktif tinggi dan aktif rendah kedua input CLK di AND kan.5.2 IC CMOS 4017 4-bit asynchronous decade counter dengan output decoded penuh. +---+--+---+ Q5 |1 +--+ 16| VCC 26 . sehigga dapat digunakan sebagai clock dan clock enable.3V pada VCC=+10V. 2. Pada rangkaian ini digunakan IC 40106 dan IC4017.

7. IC CMOS 4017 pada rangkaian ini adalah merupakan penghitung atau pencacah. Clock terdapat pada kaki 14. sementara jalan masuk lonceng CLK adalah tinggi. Carry out terdapat pada kaki 12 dan kaki 15 adalah sebagai reset. Kemudian Vcc terletak pada kaki 16. jalan keluar Carry Out tersebut sedang RENDAH.System digital lampu berjalan Q1 |2 Q0 |3 Q2 |4 Q6 |5 Q7 |6 Q3 |7 GND |8 15| RST 14| CLK1 13| CKE/CLK2 4017 12| RCO 11| Q9 10| Q4 9| Q8 +----------+ IC CMOS 4017 Adapun karakteristik dari IC 4017 ini terdapat 9 kaki yang merupakan jalan keluar ( output ). Pencacah dimulaikan dengan transisi RENDAH ke TINGGI pada jalan masuk lonceng CLK (clock ) sementara jalan masuk CKE ( clock enable ) sedang RENDAH pada jalan masuk CKE.6. Kalau pencacah – pencacah 4017 dikaskadekan. Q1…Q9 = RENDAH ). Pencacah yang di drive oleh suatu clock dapat digunakan untuk menggeser banyak daur clock. Register ini adalah yang salah satu sub sistemnya paling berguna dan paling banyak kemampuannya dalam suatu system digital. Clock enable terdapat pada kaki 13. Pada jalan masuk reset ( RST ) mereset pencacah pada nol ( Q0 = Carry Out = TINGGI.8 dan 9 TINGGI. karena pulsa clock terjadi pada 27 . sementara pencacah berada dalam status 5. yang berfusi sebagai register geser (Shift Register) yang dapat menggerakkan atau menggeser LED yang dapat menyala dari ke kiri ke kanan.

BAB III ANALISA RANGKAIAN 28 . Shift register tersebut juga merupakan rangkaian logika penguat sehingga pencacah membutuhkan karakteristik memori dan pewaktu memegang peranan yang penting. Shift register dapat digunakan sebagai suatu instrumen untuk mengukur waktu (periode dan frekuensi).System digital lampu berjalan waktu yang diketahui. Shift register ini digunakan pula untuk membagi frekuensi dan menyimpan data seperti dalam detak digital. an juga dapat digunakan dalam pengurutan alamat dan dalam beberapa rangkaian aritmetika.

1. yaitu rangkaian Input. rangkaian ini dibagi mejadi 4 bagian utama. +---+--+---+ 1A |1 /1Y |2 2A |3 +--+ 14| VCC 13| 6A 12| /6Y +---*---+ | A |/Y | +===*===+ | 0 | 1 | _ /Y = A 29 . 3. Keempat Block diatas tentunya memiliki karakteristik dan prinsip kerja . Berikut penjelasannya: 3. input tegangan tersebut dapat mengunakan baterai ataupun adaptor. Output. Pencacah.1.2 CLOCK Pada rangkaian ini penulis menggunakan IC 40106 sebagai frekuensi pembangkit clock yang berkisar antara 6Hz ± 30 %. Pada keterangan dibawah ini IC 40106 merupakan suatu IC inverting bila dilihat dari table masukan dan keluarannya. digunakannya trimpot P1 ditengah rangkaian agar keluaran pada pembangkit clock dapat diumpankan ke penghitung IC1.1 Input Input pada rangkaian ini berasal dari tegangan yang diberikan pada rangkaian sebesar 12 volt ataupun 9 volt.1 Analisa Rangkaian Secara Blok Diagram INPUT CLOCK Pencacah OUTPUT Untuk memudahkan penjelasan. Clock.System digital lampu berjalan 3. Pada rangkaian ini penulis menggunakan baterai 9 volt sebagai input tegangan.

Dari setiap rangkaian multivibrator tersebut dihubungkan ke satu kelompok barisan LED. 3. keluaran – keluaran dari penghitung di reset ke awal mulai. LED-LED dari setiap kelompok akan menyala secara serentak.1. 3. Semua periode pulsa itu diperlukan kurang lebih sama. yang dapat menggeser led dari kiri kekanan maupun sebaliknya.D. Setelah pembangkit clock diumpankan ke penghitung / pencacah IC1 ( IC 4017 ).. Lalu keluaran – keluaran pada kaki Q0…Q3 dihubungkan ke rangkaian monostable multivbrator.C. Trimpot – trimpot (P2. Seluruh multivibrator tersebut tersulut olehsisi menuju negative dari pulsa keluaran – keluaran Q0…Q3.2 Analisis Rangkaian Secara Detail 30 .4 Output Output yang digunakan disini adalah empat kelompok yangterdiri dari empat buah LED.B. LED tersebut dibagi menjadi empat buah kelompok yaitu A.3 Pencacah Pencacah pada rangkaian in menggunakan IC 4017 sebagai shift register. bila Q4 menuju nilai 1.System digital lampu berjalan /2Y |4 40106 11| 5A 3A |5 /3Y |6 GND |7 10| /5Y 9| 4A 8| /4Y | 1 | 0 | +---*---+ +----------+ 3.P5) yang terdapat pada rangkaian menentukan berapa lama setiap kelompok LED akan menyala.1. ini menunjukan adanya hubungan pada kaki 15 dan kaki 10 dari IC tersebut.

keluaran dari pembangkit clock akan diumpankan ke penghitung IC1. frefuensi clock ini akan berkisar pada 6HZ ± 30 %. Kecepatan nyala berurutan pada sebarisan LED ditentukan oleh frekuensi pembangkit clock N1 (pada IC 40106). ini menunjukan hubungan antara kaki 15 dan 10 dari IC 1. Semua perode pulsa itu diperlikan lebih kurang sama. Seluruh multivibrator tersebut tersulut oleh sisi menuju negative dari pulsa – pulsa keluaran Q0. untuk menjamin kerataan penyalaan lampu berjalan. sebesar 100mA. keluaran – keluaran dari penghitung di reset ke awal mulai.. tegangan masuk pada IC 2 (IC 40106) sebagai clock. 31 . Penyulut pada N2…N5 tidak mampu mencatu arus yang cukup untuk LED – LED tu dan oleh karenanya penyangga transistor (T1…T4) diikutsertskan. BIla Q4 menuju logika 1. Keluaran – keluaran Q0…Q3 dihubungkan masing – masing ke suatu rangkaian multivibrator monostable yang terdiri dari N2…N5. bila periode waktu nyalalebih lama daripada periode waktu nyala berjalan. LED – LED dari setiap kelompok akan menyala dengan serentak. Periode pulsa dapat diatur dengan trimpot – trimpot P2…P5. yang tentunya menentukan berapa lama setiap kelompok LED akan menyala. maka kebutuhan arusnya mungkinnaik sampai maksimum.Q3. Arus yang mengalir melalui LED-LED setiap kali menyala kira – kira 30mA.System digital lampu berjalan Mulai dari tegangan yang diberikan atau didapatkan dari rangkaian Power Suply atau baterai sebesar 9 volt bias juga 12 Volt. Bila trimpot P1 ada di tengah. arus pemakaian rata – rata dari rangkaian yang bekerja pada frekuensi lebih tinggi berorde 30 mA. Tetapi. rangkaian ini menggunakan 4 kelompok dari empat buah LED.

2 CARA KERJA ALAT Rangkaian ini memberikan display dari LED yang akan menyala secara berurutan.1 CARA PENGUJIAN ALAT Bila rangkaian sudah selesai atau sudah benar pemasangannya baik komponen ataupun jalur-jalurnya. Rangkaian ini menggunakan IC 4017 sebagai shift register (register geser) dan IC 40106 sebagai Clock. LED-LED pada setiap kelompok akan menyala dengan serentak dan empat kelompok lampu itu akan nyala secara berurutan. Kecepatan nyala berurutan pada sebarisan LED ditentukan oleh frekuensi pembangkit clock. Dan pergeseran LED ditentukan oleh IC 4017. Sehingga LED tersebut dapat menyala secara berurutan dan dihubungkan dengan LED-LED lain sehingga dapat dibentuk sesuai keiginan kita. B. Untuk pengaturan kecepatan dari gerak LED dan kapasitas terang daripada LED tersebut dilihat dengan cara memutar trimpot yang terdapat pada alat tersebut. Pada rangkaian ini menggunakan empat buah kelompok LED. C. maka pengujian alat dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : A. 32 . 4. Sehingga keluaran dari IC 4017 menuju 4 rangkaian monostable yang terhubung dengan 4 kelompok barisan LED. Menghubungkan rangkaian dengan tegangan sebesar 12V atau 9 V dengan menggunakan baterai atau adaptor .System digital lampu berjalan BAB IV CARA PENGOPERASIAN ALAT 4.

33 . Untuk mendapatkan hasil yang lebih cantik LED-LED dapat diatur atau dibentuk sesuai keinginan.System digital lampu berjalan Kecepatan pergeseran dan kapasitas terangnya LDR tergantung dari trimpot. sehingga harus diputar dengan obeng sedemikian rupa.

KESIMPULAN Kesimpulan yang didapat dari beberapa pengamatan . C. D. Pencacah. yaitu : Rangkaian LAMPU BERJALAN ini memiliki 4 bagian utama. LAMPU BERJALAN sangat berguna untuk lampu penerangan jalan ataupun dapat juga digunakan sebagai display untuk hiasan yang cantik. juga diharapkan PCB tidak 34 .System digital lampu berjalan BAB V PENUTUP 5. B. Untuk itu kami memberikan beberapa saran dalam pembuatan proyek ini: • Hendaknya sebelum layout digambar pada PCB. Output IC yang digunakan dalam rangkaian LAMPU BERLALAN ini. gambarkan terlebih dahulu layout pada kertas dengan teliti dan benar agar tidak terjadi kesalahan pada saat pemindahan layout ke PCB.2 SARAN Dalam pembuatan proyek ini diharapkan ketelitiannya dalam membuat layoutnya pada project board dan pemilihan komponen apakah masih baik atau tidak serta tidak lupa kecermatan dalam pemasangannya. IC yang digunakan pada rangkaian ini merupakan IC pencacah sebagai shift register (register geser) yang membuat LED dapat bergerak dari kiri ke kanan ataupun sebaliknya. yaitu Input. Cepat pergeseran LED dapat diatur dengan trimpot yang dihubungkan dengan IC sebagai pencacah dan kapasitas terangnya ataupun kecepatan nyala dapat diatur juga dengan trimpot yang dihubungkan dengan IC sebagai Clock. 5. CLOCK.1 A. Dan pastikan layout yang telah dipindahkan ke PCB tergambarkan dengan jelas. sangat berpengaruh karena IC digital inilah yang mengendalikan cara kerja rangkaian secara keseluruhan.

System digital lampu berjalan kotor atau tergores sehingga pada saat pencelupan ke dalam cairan ferriclorit akan didapatkan gambar yang baik. baik basis. untuk itu kita harus menyoldernya dengan sangat hati-hati. • Setelah kita memasang komponen pastilah kita menyoldernya. gunakan solder yang baik dan timah yang baik. khususnya kaki-kaki transistor harus dipasang dengan tepat. 35 . untuk meyakinkan apakah rangkaian itu sudah benar. sebab banyak komponen-komponen yang sangat sensitive terhadap panas. • Pastikan kembali rangkaian yang telah dibuat. • Pastikan pada saat pemasangan komponen-komponennya dilakukan dengan benar sesuai dengan layout yang telah dibuat. • Apabila rangkaian yang akan kita buat menggunakan IC sebaiknya kita hati – hati dalam penyolderan dan penggunaanya. collector dan emitornya. untuk mencegah IC tersebut cepat panas sehingga rusak dan bocor untuk itu penggunaan socket IC sangatlah diharuskan. penyolderan yang kurang baik akan membuat komponen tersebut rusak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->