http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2011/06/20/dekadensi-moral374292.

html

DEKADENSI MORAL

Salah satu akibat terbesar pada hidup dan kehidupan manusia serta masyarakat, yang tidak peduli pada agama [dan TUHAN] adalah adanya suatu sikon yang oleh para praktisi pendidikan, sosiolog, dan kaum agamawan sebut sebagai dekadensi moral. Dekadensi berasal dari kata dekaden [keadaan merosot dan mundur] dan moral atau akhlak. Dengan demikian, dekadensi moral merupakan atau bermakna sikon moral yang merosot [jatuh] atau sementara mengalami [dalam keadaan] mundur atapun kemunduran; kemunduran dan kemorosatan yang terus menerus [sengaja atapun tidak sengaja] terjadi serta sulit untuk diangkat atau diarahkan menjadi seperti keadaan semula atau sebelumnnya. Di samping ketidakpedulian pada agama, sikon sosia-kultural masyarakat yang buruk; motivasi agar memperoleh kepuasan melalui banyak [adanya] harta benda; serta berbagai faktor dan kejahatan lainnya, mempunyai andil besar pada dekadensi moral masyarakat di banyak tempat dan pada berbagai bangsa. Karena paduan sikon yang buruk dan upaya mencapai semua keinginan hati, biasa membangun motivasi untuk memenuhinya dengan berbagai cara. Jika upaya pemenuhan itu tidak tercapai dengan hal-hal wajar, normal, baik dan benar, maka akan beralih melalui pelanggaran hukum, norma, etika, dan seterusnya. Dan ketika seseorang memasuki peralihan tersebut, maka ia telah terjerumus ke dalam dekadensi moral.

Dekadensi moral bukan lingkaran kekuatan ataupun lingkungan yang membentuk manusia agar bertindak negatif serta menabrak nilai-nilai standar kebaikan hidup dan kehidupan. Tetapi, sifat dan sikap negatif manusia lah yang menciptakan atau memperlihatkan dekadensi moral. Pada sikon tersebut, manusia telah menciptakan ketidakteraturan dengan cara mematahkan rambu-rambu moral dan teguran suci suara harinya, sehingga berdampak pada kerusakan sistem sosial-kultural dan hukum serta norma-norma, dan lain sebagainya yang berlaku dalam komunitas masyarakat. Akibatnya, hampir semua sistem dalam komunitas tersebut menjadi rusak dan mengalami degradasi serta dekadensi. Dan dalam sikon yang rusak tersebut, orang-orang beriteraksi di dalamnya, karena berbagai kepentingan, dipaksa dan terpaksa untuk mengikuti atau ikut terjerumus pada arus kerusakan. Mereka, secara bersama ataupun sendiri-sendiri, akan bersikap dan berperilaku yang sama; sama-sama memelihara kerusakan, pelanggaran norma, peraturan, dan undang-undang, serta ketidakteraturan lainnya agar dapat mencapai keuntungan lalu mampu memenuhi semua keinginan hatinya. Realitas hidup dan kehidupan manusia yang mencerminkan dekadensi moral dapat terlihat pada kata dan perilakunya sehari-hari. Dekadensi moral dapat dan mudah terjadi pada orang-orang tertentu, manusia secara individu, kelompok atau komunitas masyarakat, kumpulan atau pun institusi sosial, pemeritah, maupun keagamaan. Hal-hal itu, tercermin dengan adanya ketidaksidiplin, pelanggaran HAM, KKN, berbagai tindak manipulasi, penyalahgunaan kekuasaan dan jabatan, perselingkuhan, pelacuran, perampokan, pembunuhan, kriminalitas, serta berbagai kejahatan dan penyimpangan lainnya. Dekadensi moral ada pada masyarakat maju dan berpendidikan di perkotaan; namun bisa muncul pula pada masyarakat yang belum maju di pedesaan. Terjadi pada lingkungan rakyat biasa; ada juga pada tataran birokrat, politisi, pemegang kekuasaan, pemangku jabatan struktural maupun fungsional, bahkan keagamaan. Hal tersebut, juga bermakna bahwa setiap orang [dalam jabatan dan fungsional apapun] berpeluang terjerumus ke dalam sikon dekadensi moral. Dengan itu, dapat dipahami bahwa tidak sedikit tokoh-tokoh terkenal ataupun pemimpin yang mempunyai tampilan diri ganda, yang sebetulnya merupakan suatu kemunafikan.

Pada satu sisi, ia adalah sosok idola yang bersih, ramah-tamah, baik hati, suku menolong, dan lain sebagainya. Namun, di sisi lain, ia mempunyai sikap serta tindakan dan perilaku moral yang jauh dari kejujuran, kesetiaan dan ketaatan kepada TUHAN, ia penuh dengan kemunafikan, dan lain-lain. Manusia berwajah ganda seperti itu, ada di mana-mana; mereka menderita penyakit moral yang menyerang seluruh ekssitensi hidup dan kehidupannya, serta mudah menjangkiti orang lain.

http://hikmah.pelitaonline.com/news/2012/11/28/dekadensi-moral-dimasyarakat-barat#.UOrnneSR-HA Dekadensi Moral di Masyarakat Barat Tingkat kerusakan moral di Barat sudah cukup parah dan lebih dari setengah anak-anak lahir di luar poros keluarga. Rabu, 28 November 2012 13:10prn/irib|

Ilustrasi. (foto: la stampa) Dekadensi moral di tengah masyarakat Barat setiap harinya menemukan dimensi-dimensi baru. Seakan sedang berlangsung sebuah kompetisi untuk menanggalkan nilai-nilai moral dan mencampakkan keluarga. Mereka menyebut kompetisi yang menyalahi norma-norma itu dengan „revolusi seks'. Sebuah revolusi yang secara ekstrim meruntuhkan pilar-pilar keluarga sebagai pondasi setiap masyarakat. Harian Lastampa cetakan Italia dalam laporannya, menyingkap sisi lain dari runtuhnya nilai-nilai moral di Negeri Pizza itu. Praktek pertukaran istri merupakan salah satu tren terbaru mengeksploitasi wanita sebagai alat pemuas kebutuhan seksual di samping sirnanya nilai-nilai moral dan kemanusiaan di gerejagereja Katolik. Lastampa lebih lanjut menulis, "Dalam sebuah aksi tidak manusiawi dan sulit dipercaya, masyarakat Italia meminjamkan istrinya kepada sesama untuk bersenang-senang." Ditambahkannya, "Pada setiap liburan musim panas, kebanyakan pria dan wanita Italia menerima undangan untuk berlibur di kawasan wisata Toscana di pusat kota Roma. Namun, mereka harus mempertimbangkan baik-baik sebelum menerima undangan menggiurkan itu. Alasannya, pria dan

wanita tersebut mungkin terpaksa harus menukar pasangan hidupnya dengan orang lain." Dalam sebuah laporan lainnya, koran Lastampa menyebutkan, "Di setiap liburan musim panas, sekitar lima ribu pasangan Italia menukar istrinya dengan pasangan-pasangan lain di club-club siang-malam di negara itu. Ribuan praktek pertukaran istri juga terjadi di tempat-tempat lain seperti, tempat parkir mobil, pantai, dan bahkan di sebagian tempat pemakaman." Laporan mengejutkan Lastampa menambahkan, "Data dan statistik itu diperoleh dari lembaga Vidar. Data yang dipublikasi hanya sekitar 500 ribu kasus, padahal faktanya jauh lebih besar dari jumlah itu dan diprediksikan mencapai sekitar dua juta kasus. Data menunjukkan bahwa usia rata-rata pria yang melakukan pertukaran istri sekitar 43 tahun dan wanita 35 tahun." Hal yang paling mengejutkan, koran Italia tersebut menginformasikan bahwa Mantan Perdana Menteri Silvio Berlusconi beberapa waktu lalu juga menginginkan pertukaran istrinya, Veronica Lario dengan istri rekannya dari Denmark, Anders Fogh Rasmussen. Beberapa media Eropa juga melaporkan bahwa anggota kelompok „Keluarga Baru' di Belanda, Belgia, dan Inggris melakukan pertukaran istri dalam sebuah pesta pada malam minggu. Menurut media-media itu, para pejabat pengadilan Eropa sama sekali tidak menunjukkan reaksinya meskipun praktek tersebut akan menghancurkan keluarga. Pertukaran istri atau disebut juga „hubungan berbarengan' ini merupakan sebuah tren yang berkembang secara luas di Eropa dan Amerika Serikat, terutama di tempat-tempat pesta khusus. Laporan koran Lastampa sungguh mengejutkan. Laporan itu menunjukkan runtuhnya nilai-nilai moral di Barat sudah tidak lagi memiliki arti dan makna. Pertukaran istri merupakan puncak keruntuhan nilai-nilai keluarga dan moralitas kemanusiaan. Di Barat, semua hal bercampur dengan syahwat dan masalah-masalah seks. Masyarakat Barat bahkan tidak bisa lagi membedakan antara perilaku baik dan perilaku buruk serta antara nilai-nilai positif dan negatif. Generasi muda, keluarga, dan masyarakat telah tenggelam dalam kerusakan. Di tengah masyarakat seperti itu, jika seseorang menentang perilaku menyimpang tersebut, dia akan dicap sebagai penentang kebebasan, diktator, dan ketinggalan zaman. Kerusakan moral di Barat sudah sangat parah dan para pemimpin gereja

Kerusakan masyarakat Barat dimulai setelah mereka menghapus nilai-nilai moral dan agama dari undang-undang. Penyimpangan moral dan penyakit homoseksual di Barat telah menjadi sebuah praktek legal. angka perceraian mencapai 80 persen. Di beberapa negara Barat. Seorang ilmuwan Perancis. Kedua ketika aturan justru menyeret warga ke jurang kerusakan dan kehancuran. Kebanyakan pemerintah Barat mengakui hak para penyimpang seksual ini untuk menikah secara resmi. manusia adalah produk dari proses-proses materi dan hewani. Teori evolusi Darwin memiliki peran signifikan bagi kemunculan pemikiran materialistik di tengah masyarakat Barat. Manusia hidup untuk mencari kenikmatan dan ini terus terulang hingga kematian. Dari sisi lain. Dekadensi moral di tengah masyarakat Barat adalah dampak dari dominasi penuh meterialistik dan rasa benci terhadap agama. mencampakkan prinsip dan nilainilai fitrah dan kemanusiaan serta menjauhkan diri dari agama. Homoseksualitas di berbagai negara terang-terangan menuntut legalisasi penyimpangan mereka. Fenomena ini tidak bisa disembuhkan. Kenikmatan duniawi telah menjadi tujuan hidup dan akan dipenuhi dengan bermacam cara. tanpa memikirkan nilai-nilai luhur kehidupan.hanya mengambil sikap hati-hati agar mereka tidak dituduh sebagai penentang kebebasan. Ketabuan seks sebelum nikah dan gonta-ganti pasangan setelah nikah sepenuhnya telah hilang. Pasangan yang hidup bersama selama bertahun-tahun akan dianggap sebagai sebuah pasangan yang sukses membina rumah tangga. kerusakan moral dengan cepat menyebar luas dan tidak lagi dianggap aib. Teori . Menurut teori itu. karena penyakit itu sendiri berasal dari obat penawar. Tingkat kerusakan moral di Barat sudah cukup parah dan lebih dari setengah anak-anak lahir di luar poros keluarga. Kondisi kebudayaan Barat saat ini sudah masuk kategori kerusakan yang tidak bisa disembuhkan. di mana mereka muncul berdasarkan seleksi alam dan generasi yang lebih sempurna dari makhluk sebelumnya. Dan secara perlahan keluarga bermoral sudah menjadi sebuah pengecualian di Barat. Pertama ketika aturan tidak dilaksanakan oleh warga dan gejala ini masih bisa diperbaiki. Mereka telah melupakan tujuan penciptaan manusia dan pengutusan para Nabi as. Charles Montesquieu percaya bahwa masyarakat akan menuju jurang kehancuran melalui dua cara.

ekonomi. tapi kebanyakan gerakan politik. ia juga akan terlepas dari nilai-nilai moral dan selanjutnya sistem keluarga akan hancur. Sebab. ketika manusia dianggap sebatas binatang. Hubungan legal melalui pernikahan dan pembentukan keluarga menjadi tidak menarik di tengah masyarakat seperti itu. yaitu menyingkirkan seluruh nilai-nilai kemanusiaan dan moralitas. akan mencabut kesempatan dan potensi luar biasa manusia untuk mencapai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan. kemuliaan. pemenuhan kebutuhan materi dan seks semata. tapi juga poros untuk berbagi kasih sayang dan mendidik anak-anak. . Seks bebas itu sendiri terpengaruh oleh pemikiran materialistik dan teori Darwin. manusia dapat menjadi khalifah Tuhan di muka bumi dan mencapai derajat spiritual yang tinggi. Penerimaan luas Darwinisme di Barat bukan hanya sebuah gerakan ilmiah. Teori evolusi Darwin menafikan keyakinan tentang penciptaan manusia. film-film porno dan poster-poster telanjang beredar bebas di tengah masyarakat dan menjadi konsumsi publik. Padahal. Teori itu juga mempertanyakan keberadaan Tuhan dan penciptaan alam semesta dan manusia oleh-Nya serta hari kiamat dan kenabian. dan pemikiran di Barat juga bangkit untuk mendukung pandangan tersebut. Meskipun seks termasuk dari kebutuhan-kebutuhan fitrah manusia. Lebih jauh dari itu. namun mereka juga memiliki banyak kebutuhan lain yang tidak kalah pentingnya untuk dipenuhi. dan kedudukan kemanusiaan manusia sebagaimana dijelaskan oleh alQuran.Darwin mendapat sambutan luas di Barat dan masyarakat juga mulai mengarah ke pemikiran materialistik. Di dunia seperti itu. Salah satu faktor krisis moral di Barat adalah seks bebas yang telah meruntuhkan pilar-pilar keluarga. keluarga bukan hanya tempat untuk menyalurkan kebutuhan seks antara suami-istri. Oleh karena itu. sosial.

agama selalu menggunakan cara mengumpulkan tokoh-tokoh. Di tengah semakin tingginya angka kemiskinan dan kebodohan. masyarakat.html Indonesia dalam Dekadensi Moral Admin Teluk Bone Publikasi 01 Desember. Akibatnya terjadi kasus yang berulang seperti kasus konflik horizontal yang disertai tindak anarkhisme dan kriminalisme. Ketika terjadi tawuran antar pelajar. kemudian melakukan deklarasi. tingkat kriminalitas juga terus meningkat. terjadi di semua lapisan masyarakat baik rakyat jelata sampai penguasa. pendidik. mahasiswa. mafia hukum.com/2012/12/indonesia-dalam-dekadensi-moral. penyalahgunaan narkoba. Hasilnya tawuran lagi. lantas mengapa di negeri yang agamis dengan dasar Pancasila ini dekadensi moral dan kenakalan remaja semakin parah? Para pengamat memberikan ide dan para pejabat pemerintah menyelesaikan masalah dengan cara-cara lama dan tidak menyelesaikan akar masalah. masyarakat. Sungguh aneh. korupsi dan lainnya. dan para pelajar itu sendiri. Termasuk upaya yang dilakukan Menteri Pendidikan Nasional M. Apakah agama mengajarkan terorisme dan anarkhisme? Apakah Pancasila penyebab kebodohan dan kemiskinan? Apakah budi pekerti menghalalkan korupsi dan tawuran? Jika tidak. terorisme.blogspot.http://telukbone. 2012 Dekadensi moral bangsa saat ini sungguh sangat memprihatinkan. seperti demo anarkis. Nuh yang mencoba menyelesaikan masalah tawuran SMA 70 dan SMA 6 dengan aksi damai dan deklarasi dengan melibatkan tokoh agama. yang tawuran siapa yang berdamai siapa. .

Selama pendidikan mindset ini tidak ada. Tidak saja itu. Dengan menjelaskan cara kerja otak dan pikiran manusia bisa proses terjadinya tindakan.Setelah deklarasi. kebiasaan. M Nuh dengan meyakinkan tidak akan terjadi tawuran pelajar lagi. kami memiliki kesimpulan Indonesia tidak memiliki pendidikan mindset. mandiri. Bukan saja itu. Saya dapat membuktikan bahwa pelajaran mindset akan bisa menyelesaikan banyak permasalahan bangsa. Jika pelajaran tentang mindset ini dapat kita pelajari sedini mungkin kita bisa memperbaiki mindset diri kita. kita bukan hanya bisa mengubah mindset bangsa. keluarga kita dan rekan sebangsa sedini mungkin. Mindset erat kaitannya dengan pikiran/otak. Indonesia dalam bahaya. dan berbudi luhur. . Setelah 7 tahun kami memberikan pelatihan motivasi kepada masyarakat. maka siapa pun pemerintah di negeri ini akan pusing sendiri menghadapi rakyatnya. anarkhis. Tanpa pendidikan mindset. Eh. Tidak adanya pelajaran mindset akan membuat kita tidak memahami bagaimana orang baik-baik bisa melakukan tindak kriminal seperti teroris. Dengan memahami mindset (cara berpikir). Indonesia terancam dalam kondisi bahaya. kita akan mampu memberdayakan 90% pikiran manusia yang masih tertidur. sejahtera. besoknya terjadi tawuran lagi dan memakan korban jiwa lagi. tapi akan mampu mengantarkan masyarakat dan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang cerdas. menganiaya dan membunuh. perilaku dan nasib seseorang. Pendidikan mindset bukan dogma tetapi menjelaskan tentang cara kerja otak dan pikiran ketika kita melihat atau mendengar informasi salah atau benar.

Menpora). Pancasila adalah ideologi bukan mindset. Kapolri. Agama adalah pelajaran akidah bukan mindset. Hasilnya mereka ingin pelajaran perubahan mindset ini bisa diajarkan ke sekolah. kalangan agamawan. Jawa. rumah ibadah.Dengan missi Indonesian Dream (menciptakan masyarakat yang cerdas. masyarakat. pendidik. Demonstrasi yang merugikan perusahaan saat . Kementerian Pendidikan Nasional yang seharusnya bisa mengakomodasi pelatihan ini 5 kali selama 5 tahun menolak kami untuk presentasi dengan alasan sibuk. Perhatikan apa yang diucapkan para pejabat dan para pengamat. sejahtera. Perbaikan mindset bangsa selain tanggung jawab pemerintah juga tanggung jawab masyarakat dan dunia usaha. Ormas. Persoalannya bagaimana kita bisa mengubah mindset kalau kita tidak mengajarkan makanan apa mindset itu? Keliru kalau mengartikan pendidikan mindset itu adalah pelajaran agama atau Pancasila. dan Kalimantan. kami telah mengujicobakan pelajaranpelajaran mindset ini kepada masyarakat. sebagian besar menteri negara (Khususnya Mendiknas. Keinginan itu telah kami teruskan dengan mengirimkan permohonan presentasi kepada presiden. Lalu di mana pendidikan mindset kita? Tidak ada. anggota DPR. mandiri. Saya sangat menyayangkan. para pelajar/mahasiswa. Menaker. dan berbudi luhur). seluruhnya bicara letak permasalahan keterpurukan bangsa ini ada pada 'mindset'. dan seluruh Kapolda serta Gubernur di Sumatra. Bahkan SBY dalam pidato kenegaraannya tahun 2010 juga mengatakan bahwa bangsa ini tidak akan bisa melakukan transformasi besar tanpa perubahan mindset. termasuk kepada para buruh/karaywan agar kita dapat mengendalikan pikiran kita untuk hal-hal yang benar dan positif. pimpinan Parpol.

siapa pun yang masih perduli dengan perbaikan mindset bangsa dan tercapainya 'Indonesian Dream' untuk menyebarluaskan pelatihan mindset ini di lingkungan Anda. Kita memang tidak bisa banyak berharap pada pemerintah. terutama untuk membantu mindset masyarakat bawah.ini juga adalah akibat ketidakpedulian banyaik perusahaan pada perbaikan mindset pada buruhnya. Saya bersedia membagikan ilmu ini untuk disebarluaskan di seluruh Indonesia. . Melalui surat ini kami berharap. tapi mari kita berpikir apa yang bisa kita berikan kepada negara di masa kehidupan kita di dunia ini. kaum miskin dan termarjinalkan di Indonesia.

dan masih banyak lagi lainnya. seakan-akan dunia milik berdua. semua yang terjadi di muka bumi ini bukan berarti tanpa sebab dan akibat.com/2011/03/dekadensi-moral-di-sekitar-kita. kita akan membahas mengenai dekadensi dalam moral. mereka seakan tidak mengerti lagi apa itu kesopanan dan . sangat miris ketika kita melihat kasus istri membunuh suaminya sendiri.blogspot. disini tidak terjadi kemajuan bahkan stagnasi dan mundur. lama kelamaan budaya dan norma yang berlaku terdegradasi oleh kebudayaan barat yang pada dasarnya berbeda sekali dengan budaya bangsa timur. misalnya dengan kemajuan teknologi. apa sebenarnya yang membuat manusia sampai hati melakukan semua ini? apakah manusia memang sekejam ini? fenomena lain yang sering dipertontonkan muda-mudi saat ini adalah kemesraan yang tidak sewajarnya dipertontonkan secara vulgar. eropa menjadi kiblat perkembangan teknologi.. disana sini membahas soal dekadensi moral. anak memutilasi ayahnya sendiri. mutilasi. pemerkosaan. bahkan manusia yang dipotong-potong layaknya memotong ayam di tempat jagalan. kita akan diskusikan satu persatu . yang lain ngontrak aja deh . saat familiar dan hangat di dengar. oleh sebab itu.. banyak ditemui hampir di setiap tempat.html Dekadensi Moral Di Sekitar Kita melanjutkan pembicaraan sebelumnya . muda-mudi yang sedang di mabuk asmara saling memperlihatkan kemesraan mereka di depan publik.. akhir-akhir ini banyak sekali fenomenafenomena yang seharusnya tidak terjadi di bangsa timur seperti Indonesia.http://uliuzferdian. sehingga secara tidak langsung. pelecehan seksual. pengertian dekadensi moral itu sendiri adalah kemunduran atau kemerosotan. masyarakat secara tidak langsung menjadi korban peradaban dan teknologi manusia. sering kita menonton di layar kaca bahwa tingkat kejahatan terus meningkat dari waktu ke waktu. dan jenis dari kejahatan itu pun semakin beragam. mulai dari pembunuhan. aspek yang dikorbankan adalah peradaban dan gaya hidup yang berkembang di masyarakat. dekadensi moral akhir-akhir ini sudah sering kita dengar di telinga kita. gaya hidup dan peradaban disana pun turut di unduh dan ditiru bangsa yang masih berkembang. untuk warga bangsa timur sendiri.

minuman keras. semua yang terjadi disekitar kita juga berawal dari kata "iseng" yang akhirnya mendarah daging. tidakkah mereka iba melihat bayi-bayi tidak berdosa yang dipaksa keluar dari rahim ibunya dalam kondisi yang mengenaskan? bukankah bayi-bayi itu ada karena perbuatan mereka sendiri? mengapa makhluk kecil yang tidak tahu apa-apa yang menjadi korbannya?? miris memang mengetahui hal-hal tersebut menjadi "trend" di kalangan anak muda jaman sekarang.. dengan memakai pakaian yang mini dan ketat.norma yang berlaku di tempat tinggal mereka. terus berkarya untuk menjadi yang terbaik. . free sex. terbukti angka pemerkosaan yang semakin tinggi. jangan rusak citra anak muda Indonesia .. seolah yang tidak berlaku demikian hanyalah orang-orang yang tidak gaul dan ketinggalan jaman. seharusnya hal demikian dapat dihindari sehingga tidak ada kata dekadensi lagi yang terdengar di setiap sudut ruang yang kita tempati. narkoba. fenomena hamil di luar nikah seakan menjadi hal yang tidak tabu lagi. sebagai generasi muda yang beragama. tentu saja hal ini yang menjadi akar munculnya dekadensi dimana-mana. dll. mereka seakan bangga menjadi demikian. lakukan yang hal lebih bermanfaat daripada melakukan hal yang tidak terpuji. angka aborsi pada kalangan muda-mudi terus bertambah.

Dekadensi moral kian menggerus bangsa ini. Karena boleh jadi masih banyak kasus serupa yang belum terungkap. Pada Desember 2006 lalu. Dekadensi moral kini sudah menjadi fenomena umum layaknya fenomena gunung es. Gaya hidup hedonis di kalangan elit politik tak lagi dipandang sebagai sebuah keganjilan. Yahya Zaini terlibat kasus video mesum dengan penyanyi Maria Eva.http://news.detik. pemberitaan kembali digemparkan oleh kasus video mesum yang pemainnya mirip anggota DPR Komisi IX. Baru-baru ini. Ironisnya ada beberapa kasus yang sudah sangat jelas merusak moral bangsa malah mendapatkan legitimasi dari pihak Badan Kehormatan (BK) DPR. Selang beberapa tahun kemudian Arifinto tertangkap basah sedang membuka situs porno saat sidang paripurna berlangsung.com/read/2012/05/22/100547/1921470/471/dekadensi-moralbuah-liberalisme Dekadensi Moral: Buah Liberalisme Jakarta . Inilah potret Indonesia saat ini. melainkan kewajaran yang sudah mendapat legitimasi sebagai sebuah keabsahan. seperti kasus mabuk-mabukan. Kemudian tahun 2008 muncul kasus Max Moein yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap sekretaris pribadinya. akan tetapi juga sudah menjangkiti kalangan atas (baca: pejabat pemerintah). Tidak hanya menimpa kalangan bawah. Desy Firdiyanti. Hal ini senada dengan pernyataan anggota BK. . Kasus yang menimpa para politisi bangsa ini semakin memperjelas betapa bobroknya moral para pemimpin bangsa ini. Nudirman Munir bahwa mabukmabukan „tidak melanggar peraturan‟ dan tidak dapat dikenai sanksi selama ia tidak mengganggu kepentingan umum.

Perilaku yang ditampakan kaum muslimnya sendiri sangat jauh dari sosok yang berkepribadian Islam. maka manusia memiliki kebebasan dalam segala hal termasuk membuat hukum. seperti apa yang dikatakan Nudirman Munir. tidak memiliki nilai mutlak. . jika benar dan salah tidak memiliki standar baku yang pasti. Kini tidak dapat dihindari lagi eksistensi masyarakat dengan segala atribut kemanusiaanya tidak akan lagi terjaga. Dengan kata lain. pembuatan hukum diserahkan sepenuhnya kepada rakyat yang direperesentasikan oleh para wakil rakyat (kedaulatan berada di tangan rakyat). Apabila sudah seperti ini. akan berapa banyak lagi generasi yang rusak karenanya? Ironis. Karena manusia yang memiliki kedaulatan. jika sesuatu yang melanggar norma pun masih dianggap 'tidak melanggar peraturan'. Paham kebebasan (liberalisme) inilah yang kemudian menjadikan kebenaran itu bersifat relatif. Wajar. Wajar. Slogan kebebasan ini nampaknya sudah merasuki pemikiran masyarakat hingga dekadensi moral pun tak dapat dibendung lagi. Karena penentuan benar atau salahnya pun diserahkan kepada rakyat yang memiliki tingkat pemahaman dan kepentingan yang berbeda. Kedaulatan berada di tangan rakyat merupakan konsep demokrasi yang tengah dianut Indonesia saat ini. sehingga setiap orang memiliki standar perbuatannya masing-masing. dan dengan sistem pemerintahannya yaitu kapitalisme. Islam kemudian ditanggalkan. Menjadi sebuah kelaziman pula jika saat ini lahir peraturan-peraturan yang menjamin dan memperbolehkan semua ekspresi kebebasan dengan batasan asal tidak melanggar kebebasan orang lain dan asal tidak mengganggu kepentingan umum. peraturan yang dibuat hanya berdasarkan asas-manfaat semata tanpa memperhatikan benar atau salah. Selain itu dengan asasnya kapitalisme-sekulerisme.Kita pun semakin memahami bahwa standar benar dan salah saat ini relatif. dibiarkan terbungkus rapi dan tidak diaktualisasikan dalam kehidupan. di negara yang mayoritasnya muslim seperti di Indonesia.

Sistem ini tiada lain adalah sistem pemerintahan Islam dalam bingkai Khilafah Islamiyyah.Di sini perlu kiranya kita sama-sama memahami. dan obat yang paling manjur yaitu mencabut sumber penyakitnya. Khilafah yang kemudian akan menjaga moral warga negaranya dari ide-ide sepilis (sekulerisme-pluralisme-liberalisme) yang membahayakan. Akankah kita diam membiarkan penyakit itu hingga imunitas kita terkikis karenanya? Sebuah penyakit tentu membutuhkan obat untuk menyembuhkannya. Selain itu tidak akan ada lagi standar kebenaran yang bersifat relatif. Walhasil. liberalisme sebagai salah satu pilar sistem sekulerisme-kapitalisme dengan sistem politiknya yakni demokrasi harus segera ditanggalkan dan mengganti dengan sebuah sistem dengan peradabannya yang luhur dan agung. merubah pola pikir kita dan menyatukan paradigma berpikir bahwasanya liberalisme merupakan penyakit yang sangat mematikan. *Penulis adalah Mahasiswi Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia dan Aktivis Komunitas Muslimah Pembebas Generasi . karena Islam meletakkan kedaulatan pada hukum Syara'.

com/2011/12/kemerosotan-moral-di-kalanganpara. mabuk-mabukan. termasuk anak-anak sekolah. kiai. Yang bisa dipakai sebagai syarat untuk mencari pekerjaan/uang adalah gelar pendidikan. Di antaranya. . Apabila kita amati.http://amirulrosid. Itulah orientasi yang salah di kalangan masyarakat kita. telah terjadi kemerosotan moral di kalangan para remaja. sepatutnya tetap tidak diluluskan kalau memang tidak memenuhi standar nilai kelulusan. kecakapan berkomputer. Ada pula anggapan bahwa urusan moral adalah urusan privasi seseorang dengan agama dan Tuhan sehingga masyarakat pada umumnya dan guru sekolah pada khususnya tidak berhak terlalu mencampuri urusan privasi tersebut. Namun. Itu semata-mata bertujuan untuk menjaga kualitas pendidikan. Baik pemerintah maupun masyarakat. dibutuhkan peran aktif institusi sekolah untuk membangun moral yang lebih baik. pendeta. Sebenarnya. Demikian juga siswa yang nilai akademiknya jelek. dan sebagainya sehingga muncul pemahaman bahwa mendidik moral tidak terlalu diperlukan. kemampuan berbahasa. sebagian kalangan beranggapan bahwa moralitas tidak bisa dipakai untuk mencari uang/pekerjaan. ada beberapa penyebab moral siswa kurang mendapatkan perhatian sebagian institusi sekolah. bahkan mengutil/mencuri barang milik temannya. baik sekolah maupun orang tua dan lingkungan di sekitarnya. Karena itu. biksu. Ada pendapat bahwa pembangunan moral adalah tanggung jawab guru-guru informal atau guru-guru spiritual. Meski siswa itu berperangai baik. sepatutnya dia tidak naik kelas atau tidak diluluskan. seperti ulama. sekolah seharusnya memosisikan diri sebagai ujung tombak karena mendapatkan amanat dari konstitusi negara mengenai sistem pendidikan nasional.blogspot.html KEMEROSOTAN MORAL DI KALANGAN PARA REMAJA Saat ini. dan yang lainnya. ada seorang siswa yang nilai akademiknya bagus tapi dia sering membuat onar. Urusan moral bukan tanggung jawab guruguru formal di sekolah. Misalnya. anggapan-anggapan seperti itu kuranglah tepat karena pembangunan moral generasi penerus bangsa ini menjadi tanggung jawab bersama. Pendidikan moral di dalam sekolah dianggap kurang penting karena moralitas tidak menjadi penilaian kelulusan siswa.

b. masalah moral dijadikan salah satu faktor pertimbangan kenaikan kelas dan kelulusan siswa. Pada akhirnya. Anggapan-anggapan yang salah sebagaimana disebut di atas harus dibuang jauh. Yakni. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan sekolah. d. hendaknya persoalan moralitas siswa menjadi satu penilaian khusus dalam kegiatan belajar mengajar. dengan bukti-bukti yang mudah diterima pikiran mereka. Hasil yang diraih tidak akan maksimal bila pendidikan moral hanya dilakukan di sekolah tanpa diteruskan di lingkungan rumah atau hanya dilakukan di rumah saja tanpa dilanjutkan di sekolah. menanamkan pemahaman bahwa mendidik moral siswa oleh sekolah sangat perlu dan penting (tidak berorientasi pada materi saja) dan menjadi tanggung jawab guru sekolah (bukan hanya tanggung jawab guru spiritual) serta tidak melanggar hak privasi siswa. Pembangunan moral harus dilakukan secara berkesinambungan kapan pun dan di mana pun. itu bukan tanggung jawab satu atau dua guru. dan kamu pasti bisa lebih baik. Seandainya ada mata pelajaran khusus tentang moral. Menyampaikan kepada siswa tentang manfaat-manfaat yang akan kita nikmati bila melakukan hal-hal positif di tengah masyarakat. è Solosi Memperbaiki Moral Siswa a. Hal itu sangat diperlukan untuk memacu siswa agar selalu memperbaiki akhlaknya.Jadi. c. kamu bisa meninggalkan perbuatan-perbuatan itu. tapi semuanya bertanggung jawab. kalau perlu. Setelah itu. Melakukan komunikasi dan kerja sama antara guru dan wali murid untuk bersama-sama membangun budaya moral yang baik ketika ada di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal. harus diupayakan sekuat tenaga agar sedapatnya bisa memancing siswa menumbuhkan kesadaran sendiri untuk memperbaiki moral . Langkah pertama adalah reorientasi. Langkah selanjutnya. Bahkan. e. pasti bisa asal siswa mau. mengubah orientasi yang salah tentang pembangunan moral di sekolah. Menyugesti jiwa anak didiknya bahwa kamu mampu berubah. pembangunan moral siswa adalah tanggung jawab lintas mata pelajaran.

apalagi di tambah semakin banyaknya sekolah yang berambisi merintis sekolah bertaraf internasional atau yang lebih kita kenal (RSBI) dan setelah rintisan berjalan beberapa tahun akhirnya jadilah (SBI) sekolah bertaraf internasional. mengamen.http://pelajarnujogja. 2011 Oleh : M. dengan skill dan keterampilan yang minim anak di suruh mengais rizqi seperti menjadi kuli panggul di pasar. bisa kita katakan yang bersekolah disini adalah kalangan elit perkotaan. anak pejabat. maka bersyukurlah kita yang bisa menikmati bangku sekolah sampai saat ini. hal ini di karenakan bukan karena pelajar di khususkan untuk anak yang berdarah biru. itu terlihat ketika penerimaan siswa baru di sekolah-sekolah misalnya persyaratan pendaftaran siswa SMP/MTs umurnya tidak boleh lebih dar 17 tahun. banyaknya anak yang putus sekolah dan tidak bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi seharusnya menjadi perhatian khusus dari pemerintah betapa tidak ? dana APBN 20 % yang di alokasikan untuk sektor pendidikan mana buktinya? Sekolah-sekolah tetap saja mahal. dan juga permasalahan klasik yaitu harus membayar uang sumbangan pembangunan yang jumlahnya tidak terjangkau oleh masyarakat menengah kebawah akibatnya banyak masyarakat miskin yang tidak mampu membiayai sekolah anaknya dan juga mengurungkan niat untuk menyekolahkan anaknya dan akhirnya memilih menyuruh anaknya untuk kerja serabutan membantu mencari nafkah keluarga. yang mana biaya untuk masuk di sekolah ini pun mahalnya melebihi perguruan tinggi. semir sepatu. Izzudin asysyauqi * Pelajar merupakan salah satu status yang tidak semua orang menyandangnya. hal itu tanpa di sadari . bangsawan. tapi hal ini di karenakan memang ada aturan khusus dari mendiknas bahwa usia pelajar di sekolah memang di batasi. konglomerat yang mana mereka mempunyai uang lebih untuk membiayai anak-anaknya untuk mengenyam pendidikan di sekolah yang faforit dan berkelas. sampai mengais sisa-sisa makanan yang tercecer di pinggiran jalan sungguh tragis nasib yang di alami oleh generasi penerus bangsa ini.or. konglomerat sampai pejabat.id/2011/02/dekadensi-moral-dan-prestasi-pelajarterhadap-dinamika-perkembangan-zaman/ DEKADENSI MORAL DAN PRESTASI PELAJAR TERHADAP DINAMIKA PERKEMBANGAN ZAMAN Posted by admin on February 17.

pembelajaranya menggunakan multimedia. ras. padahal dalam Undang-Undang Republik indonesia nomor 2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional pasal 7 yang berbunyi :“penerimaan seseorang sebagai peserta didik dalam suatu satuan pendidikan di selenggarakan dengan tidak membedakan jenis kelamin. karena negara mempunyai kewajiban untuk memberikan pendidikan kepada warga negaranya seperti yang tertulis dalam Undang-Undang RI nomor 2 tahun 1989 . suku.telah memarginalkan eksistensi sekolah – sekolah swasta milik instansi kelembagaan ataupun organisasi masyarakat.” hal ini seakan menafikan keberadaan anak-anak jalanan yang tidak bisa sekolah karena persoalan ekonomi. jangankan di sekolah yang faforit dan bertaraf internasional di sekolah yang reguler biasa saja mereka tidak mampu untuk membayarnya. seharusnya sekolahsekolah yang memang bertaraf dan berkualitas internasional tidak seperti itu. tidak di pungut biaya dalam proses pendidikanya. siswanya juga dari dalam negeri semua. materinya pun standar internasional yang diakui dalam dunia akademik. kedudukan sosial dan tingkat kemampuan ekonomi dengan tetap mengindahkan kekhususan satuan pendidikan yang bersangkutan. betapa tidak hal itu secara otomatis akan menimbulkan deskriminasi dalam dunia pendidikan itu sendiri. diskripsinya diantara lain : pengajarnya yang profesional dan berkompeten dalam bidangnya. lalu bagaimana dengan kualitas gurunya? Siswanya? Materi pelajaranya? Apa bertaraf internasional? Hampir di pastikan bahwa gurunya kualifikasinya sama dengan guru yang ada di sekolah biasa. karena hanya segelintir orang tertentu saja yang bisa menikmati pendidikan yang berkelas eksekutif. kalau memang kemendiknas mempunyai program sekolah bertaraf internasional langkah pertama yang harus di lakukan adalah dengan mengentaskan kemiskinan dan anak-anak yang putus sekolah maupun tidak bisa sekolah untuk bisa bersekolah kembali. pengajaranya agak di tambahi bahsa inggris sedikit dalam pengantarnya dan tentunya dengan biaya yang tinggi. siswanya yang berasal dari berbagai kalangan baik dalam maupun luar negeri dengan berbagai latar belakang. agama. materi yang di ajarkanya pun materi pelajaran yang biasa di ajarkan di banyak sekolah reguler. serta memberikan kontribusi pada khazanah intelektual dunia. kalau kita cermati sebetulnya tidak ada perbedaan yang spesifik antara sekolah yang bertaraf internasional dengan sekolah reguler biasa atau yang lebih kita kenal dengan sekolah standar nasional (SSN) hanya terletak pada gedungnya yang megah bergaya luar negeri.

Hal ini nampaknya tidak berpengaruh pada kemendiknas untuk tidak merubah sistem yang ada maka tidak heran kalau mutu pendidikan di indonesia belum bisa di sejajarkan dengan negara-negara berkembang lainya seperti singapura. filosofi pisau itu tergantung yang memakainya. dengan tanpa belajar. depresi. malaysia dan brunei darussalam. tanpa memahami sopan santun dalam lingkungan sekitar apa itu realita potret pelajar zaman sekarang? Nampaknya pelajar mengalami dekadensi di semua elemen yang mempunyai relevansi denganya baik dari segi prestasi akademik. sama halnya seperti internet kalau di gunakan untuk hal-hal positif juga besar manfaatnya namun sebaliknya kalau di gunakan untuk hal-hal negatif juga tidak kalah besar bahaya . mereka hanya berangkat pagi dapat uang saku kemudian berangkat sekolah setelah bel berbunyi tanda pelajaran sekolah telah usai kemudian bergegas pulang dan selesai.tentang sistem pendidikan nasional pasal 5 yang berbunyi “setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan”. internet yang mudah di akses dimana-mana.Adapun Langkah yang kedua adalah menekan biaya sekolah bertaraf internasional se minimal mungkin agar terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. sehingga tidak berlebihan kalau internet di ibaratkan seperti halnya pisau yang tajam. Di sisi lain dalam dinamika perkembangan zaman yang di sesaki dengan teknologi informasi berbasis multimedia seperti handpone dan laptop yang seakan wajib dimiliki oleh setiap pelajar. dan yang terakhir adalah melakukan hubungan kerja sama diantara nagara negara maju agar terciptanya iklim pendidikan di indonesia yang progressif dan multikultural. langkah ketiga adalah menyamakan persepsi kepada masyarakat tentang program pemerintah agar tidak terjadi mis understanding. membuat pelajar hanyut terbuai di dalamnya. Namun pelajar sekarang kurang memahami apa sebetulnya hakikat dan tugas seorang pelajar. bahkan ada yang sampai bunuh diri karena nantinya takut dan malu kalau tidak lulus. ada yang stress. kurangnya sopan santun terhadap lingkungan di sekitarnya di tambah lagi persoalan Ujian Nasional yang setiap tahun mengalami perubahan dari standar minimal kelulusan sampai prosedur yang digunakan sering kali menuai protes dan kecaman dari berbagai pihak membuat pelajar terbebani dan kebingungan dalam menyikapinya. mau di gunakan untuk peralatan masak di dapur atau di gunakan untuk melukai seseorang tergantung yang memakai.

pemerintah memproteksi situs-situs porno dan menindak tegas bagi orang yang mengedarkan dan menyebarluaskan. harus di dasari dengan pendekatan emosional dan kesadaran dari hati ke hati antar semua elemen yang berkaitan dari mulai orang tua di rumah memberi contoh kepada anak-anaknya yang baik. merubah kebiasaan yang sudah mengakar memang tidak semudah membalikan tangan. civitas akademika di sekolah berinovasi bagaimana upaya agar para pelajar antusias dalam mengikuti pembelajaran di sekolah. Di tengah problematika pendidikan yang sangat kompleks ini. kalau hal itu terpenuhi maka pernografi bisa teratasi dan tidak menjadi bumerang bagi pelajar.. karena masa depan bangsa ini ada di pundakmu.. cara mengidentifikasi pelajar sudah terjangkit pornografi atau tidak. Hal ini membuat pemikiran pelajar tidak mengalami perkembangan otaknya sudah di penuhi ilustrasi yang mereka tonton. selaras dengan hadist nabi yang berbunyi “tsubbanul yaum rijalun ghod”yang artinya pemuda hari ini adalah pemimpin di masa yang akan datang. oleh karena itu mari para generasi muda bangsa kita untuk bangun dari keterpurukan ini. dan prestasi akademik karena yang di lihat dalam masyarakat selain prestasi akademik. Amin . itu bisa di lihat dari perilaku dan tutur katanya sering berbicara jorok kepada teman sesamanya. sering menyendiri. perilaku dan akhlak mereka pun di dalam interaksi sosial juga dinilai sebagai norma-norma kesusilaan yang di junjung tinggi. betapa tidak pornografi yang marak dimana-mana membuat pelajar penasaran dan ingin mengaksesnya karena memang jiwa remaja yang masih labil dan belum menemukan jatidirinya. melamun membayangkan sesuatu yang dia tonton. teknologi mempermudah untuk melakukan hal tersebut dengan cara bluetooth dan di upload di internet pornografi pun secara cepat menyebar di seluruh penjuru nusantara.mari kita raih dan wujudkan negara kita yang “baldatun toyyibatun wa robbun ghofur” negara yang bermartabat dan di ridhoi Allah Swt. urgensi peran pelajar sangat di butuhkan sekali oleh masyarakat oleh karena itu pelajar harus menunjukan perubahan yang signifikan terhadap diri mereka sendiri terutama dalam bidang moral akhlak.dan dampaknya bagi generasi muda terutama pelajar.

Penulis : Susilawati Editor : Bowo Sumber : Tribun Pontianak media yang banyak menampilkan hal.ID. Terkadang kita sedih juga melihat tayangan.CO. Selain itu pihak sekolah juga mengarahkan kegiatan. karena bimbingan dan penyuluhan di sekolah belum dianggap cukup untuk pembinaan karakter.hal yang kurang baik untuk di contoh.http://pontianak. pendidikan karakter tetap ditanamkan terhadap siswa.tribunnews.com/2012/10/11/kualitas-tontotan-pengaruhimental-siswa KUALITAS TONTOTAN PENGARUHI MENTAL SISWA TRIBUNPONTIANAK.hal yang tak diinginkan." ujar Marthalena. Sehingga siswa banyak yang ikutikutan. dan kesenjangan sosial yang terlalu ditonjolkan. sebab keterlibatan orangtua sangat penting untuk tauladan bagi anak-anaknya. "Selain itu kita juga menjalin kerjasama dengan pihak kepolisian untuk melakukan razia dan penyuluhan kepada siswa di sekolah.kegiatan ekstra kulikuler untuk pengembangan bakat dan minat siswa. SINTANG . Kamis ." tutur Marthalena. Termasuk aksi demo yang anarkis.tayangan di (11/10/2012). Tak hanya itu pihaknya juga merancang beberapa kegiatan lain guna membimbing siswa agar lebih baik. "Untuk mengatasi hal ini harus ada kerjasama dengan orangtua murid.Kepala SMPN I Sintang Kalimantan Barat Hj Marthalena M Pd menilai terjadinya kasus seks bebas di kalangan remaja yang berimbas pada kasus aborsi satu di antaranya diakibatkan banyaknya tontonan yang disajikan yang kurang baik bagi pelajar. sehingga tak banyak waktu luang untuk hal. Guna menekan terjadinya dekadensi moral siswa.

com/pemuda-dan-dekadensi-moral/ Pemuda dan Dekadensi Moral Sudah menjadi wacana umum. ataupun sosial. Misalnya. Jakarta-Barat atau . Hal itu seakan sudah menjadi kebiasaan di kalangan remaja kita. Beberapa Contoh dekadensi Moral: Tawuran Sering sekali kita mendengar kasus tawuran antar pelajar. bahwa dekadensi moral yang terjadi pada kawula muda telah mencapai titik mengkhawatirkan.015 siswa di 166 SMU di Yogyakarta selama tahun 1999/2000 terlibat tindak penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan narkoba. dan tidak mempengaruhi teman lain yang belum terkena sebagai pengguna narkoba.000 mahasiswa. Sedangkan 700 siswa sisanya ditindak dengan pembinaan agar jera. Karena. Hal-hal semacam itu berpotensi sekali untuk menyulut api bentrokan antar pelajar. 90 persen adalah generasi muda. Alwi Nurdin. Kontak fisik seolah menjadi solusi satu-satunya untuk menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi. Kepala Kanwil Depdiknas DKI mengatakan. baik bagi diri sendiri. karena minta rokok dan tidak diberi. Bahkan ironisnya persoalan yang memicu terjadinya kontak fisik itu adalah hal-hal yang sangat remeh. dan Surabaya. Mereka tidak lagi memikirkan akibat yang akan diderita oleh berbagai pihak.wordpress. maka laju lokomotif perbaikan bangsa dan negara akan mengalami hambatan. Terjadinya pelanggaran norma-norma sosial yang dilakukan oleh para muda-mudi merupakan masalah terpenting bangsa ini dalam rangka perbaikan sumber daya manusianya. khususnya di kotakota besar seperti Jakarta. atau karena ketersinggungan yang hanya bersifat dugaan semata. narkoba menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup bangsa. Medan.http://nu2jelajah. Para siswa penyalahgunaan narkoba tersebar di Jakarta-Utara (Jakut) sebanyak 248 orang dari 26 SMU. Karena itu.keluarga. Jakarta-Pusat atau Jakpus (109) di 12 SMU. Bahkan mereka tidak menghiraukan lagi kalau tindakan mereka itu akan menimbulkan kerugian yang sangat besar. „Sebanyak 1. termasuk 25. Miras Dan Narkoba Dari dua juta pecandu narkoba dan obat-obat berbahaya (narkoba). ketika sebuah etika sosial masyarakat tidak diindahkan lagi oleh kaum muda.

hubungan antar muda-mudi yang selalu diakhiri dengan hubungan layaknya suami-isteri atas landasan cinta dan suka sama suka. peredaran itu sekarang tidak hanya terbatas pada kalangan tertentu. atau lihat dalam beberapa media cetak dan elektronik akan tindak kriminal yang bersumber dari penggunaan kedua jenis barang di atas. Hal-hal yang dahulu di anggap tabu dan masih terbatas pada kalangan tertentu. Kurva peningkatan peredaran miras dan narkoba itu tidak terlepas dari dampak negatif semakin mengguritanya tempattempat hiburan malam yang tersaji manis di hampir sudut kota-kota besar. kini seakan sudah menjadi konsumsi publik yang dapat . maka di waktu yang sama hal itu akan membawa sebuah konsekwensi. akan semakin memudahkan para remaja untuk mengakses hal-hal yang mendukung terciptanya suasana yang serba bebas. Bahkan ironisnya.Jakbar (167) di 32 SMU. Jakarta-Timur atau Jaktim (305) di 43 SMU dan JakartaSelatan atau Jaksel (186) di 40 SMU. Tidak jarang kita baca. Dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Namun yang menjadi perhatian kita adalah efek atau dampak negatif yang dibawa oleh arus globalisasi itu sendiri yang mengakibatkan merosotnya moral para remaja saat ini. namun sudah merebah kepada anak-anak yang dikategorikan masih di bawah umur. baik positif atapun negatif. yang menjadikan dunia ini semakin sempit. Peredaran minuman keras (miras) dan narkobapun semakin hari semakin mengarah pada peningkatan yang siknifikan. Karena hal itu tidak akan membahayakan rusaknya moral generasi muda. dengar. Negara kita sedang mengalami ancaman badai yang sangat mengkhawatirkan. Diantara sekian banyak indikator akan rusaknya moral generasi suatu bangsa adalah semakin legalnya tempat-tempat hiburan malam yang menjerumuskan anak bangsa ke jurang hitam. Ada beberapa dampak negatif atau kerugian bagi pecandu miras dan narkoba. Bahkan bukan merupakan hal yang tabu lagi di era sekarang ini. Namun itulah fenomena sosial yang harus kita hadapi di era yang semakin bebas dan arus yang semakin global ini. 05 Februari 2001). Sebuah fenomena yang sangat menyedihkan tentunya ketika prilaku semacam itu juga ikut disemarakkan oleh para muda-mudi yang terdidik di sebuah istansi berbasis agama. (kompas. Kita tidak akan membicarakan mengenai konsekwensi positif dari globalisasi saat ini. Pergaulan Bebas (pornografi dan pornoaksi) Seiring dengan derasnya arus globalisasi.

berdasarkan penelitian tim KPJ (Klinik Pasutri Jakarta) saja. minggu 06 juni 2004). internet juga dapat menghancurkan moral. Akan tetapi dalam waktu yang sama. bahwa internet memberikan kontribusi besar dalam perkembangan moral dan intelektual. membangun karakter building dan pengokohan ajaran moral atau ajaran agama. VCD. . Memang di satu sisi tidak bisa dinafikan. baik itu dari situs internet. (Harian Pikiran Rakyat.diakses di mana saja. sudah melihat media-media porno. atau buku-buku porno lainnya. hampir 100 persen remaja anak SMA. Sebagai contoh konkrit adalah merebaknya situs-situs berbau pornografi dapat dengan mudah dikonsumsi oleh para pengguna internet. intelektual dan mental generasi sebuah negara. Kesimpulan : Jadi banyak sebab yang menyebabkan generasi muda sekarang mengalami dekadensi moral dan penanggulangannya adlah dengan membentuk sistem keluarga yang kuat.

Oleh karena itu. ayah dan ibu. Dari keluargalah masyarakat itu terbentuk dan memegang peranan penting dalam membentuk watak. Orang tua memegang peranan penting dalam membina dasar-dasar keagamaan terutama didalam mengarahkan. Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat sebagaimana penjelasan Langgulung mengatakan bahwa “keluarga adalah suatu kesatuan masyarakat dari merupakan bentuk yang pertama”. Apa yang dicerna oleh anak tergantung pada kebiasaan yang diterimanya di rumah. dan anak (keluarga batin) (Fuaddudin. Nilai-nilai dalam ajaran agama dalam . khususnya pada usia dini. maka setiap reaksi emosi anak dan pemikirannya dikemudian hari terpengaruh oleh sikap orang tuanya dipermulaan hidupnya dahulu (Aly. Pada intinya lembaga keluarga terbentuk melalui pertemuan suami dan istri yang permanent dalam massa yang cukup lama sehingga berlangsung proses reproduksi. menuntun untuk berbuat baik. melatih dan membiasakan kelakuan-kelakuan yang baik (Langgulung. karena keluargalah tempat yang mula-mula dikenal oleh seorang anak. karakter dan keperibadian seseorang. dengan perkawinan yang sah menurut agama. pendidikan Islam harus diajarkan dan dijalankan.com/2012/03/skipsi-peranan-keluarga-dalammengatasi. pasangan suami istri tidak memiliki beban kesalahan atau dosa untuk hidup bersama. 1999: 5). Keluarga juga merupakan pusat kehidupan rohani bagi anak dan sebagai penyebab perkenalannya dalam alam (ekstern).http://simba-corp. keyakinan ini sangat bermakna dalam membangun sebuah keluarga yang dilandasi nilai-nilai moral agama. dalam lingkungan keluarga diharuskan memberikan pendidikan nilai-nilai agama yang akan menuntunnya ke jalan yang benar. sopan santun dan lain-lain. keluarga terdiri dari ayah. Latar Belakang Salah satu tujuan Syariat Islam memelihara kelangsungan keturunan atau Hifzh an-nasal melaui perkawinan yang sah menurut agama. Baik ayah maupun ibu. keduanya adalah pendidik pertama dan utama bagi anak. 1986: 21). 2000: 23).html Skipsi Peranan Keluarga Dalam Mengatasi Dekadensi Moral Anak Di Desa Sungai Gading Kecamatan Selagan Raya Kabupaten Mukomuko BAB I PENDAHULUAN A. Didalam keluarga. ibu.blogspot. dapat dikatakan sebagai komponen yang sangat menentukan kehidupan anak. kasih sayang. oleh karena itu disinilah pendidikan agama mulai diamalkan dan dilaksanakan. Dua komponen yang pertama. Dalam bentuknya yang paling umum dan sederhana.

berakhlak mulia dan dapat bergaul dengan lingkungan masyarakat sehingga anak dapat melakukan perbuatan yang baik dan meninggalkan yang buruk. karakter dan keperibadian seseorang dan juga pendidikan agama yang dilakukan dalam keluarga akan membuat seseorang itu bersifat sopan. Keluarga menjadi lembaga pendidikan Islam yang pertama dan utama. Sebagaimana Allah SWT berfirman : Artinya : “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya. timbulnya suasana keagamaan itu berarti bahwa dalam setiap bentuk. janganlah kamu mempersekutukan Allah. Keluarga merupakan tempat lahirnya generasi penerus yang akan mengisi dan menentukan bentuk. Pendidikan yang harus diberikan kepada anak agar dapat tercapai hal tersebut adalah pendidikan agama. Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar”. akhlak. maka hal ini berarti bahwa ia telah dilengakapi dengan sesuatu kekuatan untuk menghadapi pengaruhpengaruh anti agama yang dijumpainya dikemudian hari. serta situasi kehidupan masyarakat pada zaman yang akan datang sehingga orang tua sebagai penanggung jawab dalam kehidupan keluarga. sikap dan tindakan dalam kehidupan dan keluarga itu selalu diwarnai dengan pendidikan agama agar anak-anak menjadi soleh dan soleha. terutama hal-hal yang berhubungan dengan aqidah. Karena pendidikan agama yang diberikan didalam keluarga itu akan membentuk watak. karena itu suasana keagamaan tersebut merupakan peragaan yang konkrit bagi usaha mendidik keperibadian anak sehingga menjadi pribadi yang luhur setelah anak menjadi dewasa. Pendidikan tentang nilainilai agama adalah sebagai sumber jaminan kebahagian hidup manusia baik di dunia maupun di akherat. (Depag.kehidupan seorang anak akan memberikan pengaruh yang positif dalam tabiat anak itu. warna. Oleh karena itu pendidikan agama sangat penting dan mempunyai peran didalam keluarga. 2003: 329) Dengan demikian pendidikan dan pelajaran nilainilai agama pada anak dalam keluarga amatlah penting yang menjadi tanggung jawab orang tua. disamping hal-hal tersebut . Apabila seseorang anak sudah menerima pelajaran agama sejak kecil yang diberikannya dengan sabar dan teliti oleh orang tua atau keluarganya. ibadah. corak. berkewajiban untuk mendidik anak-anak yang soleh dan berbudi luhur bertakwa kepada Allah SWT. diwaktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku. yang mana akan menghindarkan manusia dari kedzaliman.

majalah-majalah. Karena pertumbuhan keperibadian anak terjadi seluruh pengalaman yang diterimanya sejak dalam kandungan sampai ia dilahirkan kedunia.diatas. Sementara itu yang dikatakan keluarga ideal adalah keluarga yang mau memberikan dorongan yang kuat kepada anaknya. Keluarga adalah wadah pertama dan utama bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Secara alami anak-anak pada masa kehidupan berada ditengah-tengah ayah dan ibunya. Memelihara dan membesarkan anak. Ini adalah bentuk yang paling sederhana dan tanggung jawab setiap orang dan merupakan dorongan alami untuk mempertahankan kelangsungan hidup manusia. Jika anak yang merupakan generasi penerus dan pewaris dari generasi sebelumnya mendapatkan didikan yang baik dalam rumah dan keluarga. jika suasana dalam keluarga itu baik dan menyenangkan maka anak akan tumbuh dengan baik pula. 2. Oleh karena itu tugas kedua orang tua memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka. memberikan pengajaran dalam arti luas sehingga anak memperoleh peluang untuk memiliki pengetahuan dan kecakapan yang luas dan setinggi mungkin yang dapat dicapai Dengan demikian berarti orang tua adalah orang dewasa pertama yang memikul tanggung jawab pendidikan. Berbahagialah anak yang dilahirkan oleh orang tua yang saleh. Berkenaan dengan hal tersebut Zakiah Derajat (2002: 38) mengatakan bahwa memberikan pendidikan Islam merupakan tanggung jawab keluarga dengan cara : 1. film-film. buku bacaan yang akhirnya mendorong pergaulan lingkungan yang buruk. Melindungi dan menjamin keselamatan baik jasmani maupun rohani dari berbagai gangguan penyakit dan penyelewengan kehidupan dari tujuan hidup sesuai dengan falsafah hidup dan agama yang dianutnya. Dari pengamatan penulis kondisi anak-anak di . Apabila diperhatikan sekarang ini kemajuan dalam bidang IPTEK tidak saja membawa kemudahan akan tetapi juga membawa dampak yang negative terhadap anak-anak yang membawa kepada kejahatan dan rusaknya moralitas serangan kejahatan masuk melaui berbagai media televisi. keluarga merupakan tempat menanamkan dan mengamalkan agama antara lain aqidah. yaitu mendapatkan pendidikan agama. 3. baik itu pendidikan formal maupun non formal serta takwa kepada Allah dan berbudi pekerti yang luhur karena anak adalah amanat dan amanat tersebut harus dijaga sebaik-baiknya. Syari‟ah akhlak dan sosial serta keperibadian anak. Jika tidak tentu maka akan terhambatlah pertumbuhan anak tersebut. penyayang dan bijaksana. maka akan baiklah perkembangan anak tersebut.

banyak anak-anak yang cenderung melawan orang tuanya sendiri. Pemicu utama adalah situasi dan kondisi lingkungan keluarga dan orang tua yang kurang memperhatikan pergaulan anakanaknya. Kabupaten Mukomuko b. Kegunaan Penelitian a. Batasan masalah Agar tidak terjadi kesimpangsiuran dalam pembahasan ini. Kabupaten Mukomuko. sehingga dari segi berpakaian mereka lebih terbuka banyak faktor penyebabnya. kabupaten Mukomuko mengalami krisis nilai-nilai ke Islaman baik itu nilai-nilai keIslaman dari segi ibadah maupun dari nilai-nilai moral. Dari uraian diatas penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul “Peranan Keluarga dalam Mengatasi Dekadensi Moral Anak Di Desa Sungai Gading Kecamatan Selagan Raya Kabupaten Mukomuko” B. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dekadensi moral anak di Desa Sungai Gading Kecamatan Selagan Raya. kabupaten Mukomuko juga mengalami krisis. kabupaten Mukomuko? C. yang mana nilai-nilai ibadah seperti Sholat. mereka enggan untuk menutup aurat mereka. Yaitu: Peranan keluarga dalam mengatasi krisis moral anak di Desa Sungai Gading Kecamatan Selagan Raya. Secara praktis 1) Sebagai bahan pertimbangan keluarga untuk menanamkan nilai-nilai keIslaman sejak dini pada anak.Desa sungai gading kecamatan Selagan Raya. perkelahian. 2) Untuk menambah wawasan dan khazanah . Tujuan Penelitian a. puasa serta mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya masih sangat kurang bila dilihat dari pengalamannya. D. Dari segi moral anak-anak di Desa sungai gading kecamatan Selagan Raya. Rumusan masalah 1. yang sering terjadi dan bagi anak-anak yang perempuan. Secara Teoritis Hasil penelitian terhadap masalah-masalah diatas merupakan harapan bagi penulis untuk memahami dan mengerti secara jelas mengenai mengetahui peranan keluarga dalam mengatasi dekadensi moral anak di Desa Sungai Gading Kecamatan Selagan Raya. kabupaten Mukomuko ? 2. kabupaten Mukomuko b. Tujuan dan kegunaan penelitian 1. berbuat mesum. Kabupaten Mukomuko dan Faktor apa saja yang mempengaruhi dekadensi moral anak di Desa Sungai Gading Kecamatan Selagan Raya. maka penulis membatasi penulisan ini. Bagaimana peranan keluarga dalam mengatasi dekadensi moral anak di Desa sungai gading kecamatan Selagan Raya. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi dekadensi moral anak di Desa sungai gading kecamatan Selagan Raya. mengaji. Kabupaten Mukomuko 2. Untuk mengetahui peranan keluarga dalam mengatasi krisis dekadensi moral anak di Desa Sungai Gading Kecamatan Selagan Raya.

merupakan pendahuluan. dan sistematika pembahasan. (Depag RI. Bab IV. Sistematika Penulisan Untuk mendapatkan gambaran yang jelas dan menyeluruh sistematika penyusunan skripsi. metode pengumpulan data. 2001: 79) Di dalam Surat Ani-Nisa ayat 1 Tuhan-mu yang Telah menciptakan kamu dari seorang diri. unsur. Keluarga dengan cinta kasih yang luhur membina kehidupan sang anak. tujuan dan kegunaan penelitian. dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Pengertian. dan kemesraan inilah proses pendidikan berlangsung seumur anak itu dalam tanggung jawah keluarga (Amin. tujuan dan peranan serta fungsi keluarga 1. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan Mengawasi kamu. Pengertian keluarga Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat terbentuk berdasarkan sukarela dan cinta yang asasi antara dua subjek manusia (suami istri). Berdasarkan atas cinta yang asasi ini lahirlah anak. dan (peliharalah) hubungan silaturrahim.keilmuan tentang peranan keluarga dalam mengatasi dekadensi moral anak. dan saran-saran. berisi tentang penyajian data dan pembahasan penelitian Bab IV. tujuan dan peranan serta fungsi keluarga. Pendahuluan membahas tentang latar belakang masalah. 2003: 61) Keluarga adalah lembaga yang sangat penting dalam proses pengasuhnn anak yang pada intinya bahwa lembaga keluarga terbentuk individual melalui pertemuan suami dan isteri dalam masa yang cukup . dapat penulis jelaskan sebagai berikut: Bab I. 3) Sebagai pedoman penelitian bagi peneliti selanjutnya. Bab II. Hajar Dewantara Mengatakan bahwa supaya orang itu (sebagai pendidik) mengabdi kepada sang anak motivasi pengabdian keluarga (orang tua) ini semata¬-mata demi cinta kasih yang kodrati di dalam di dalam cinta. E. merupakan bab penutup yang berisikan tentang kesimpulan. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain. Bab III. sumber data.sebagai generasi. yang berisikan pengertian keluarga. unsur. merupakan bab metodologi penelitian. pengertian dekadensi moral dan pengertian anak. yang berisikan: jenis penelitian. merupakan bab landasan teori. Ki. rumusan masalah. dan dari padanya Allah menciptakan isterinya. BAB II LANDASAN TEORI A. analisa data dan teknis keabsahan data.

baik karena alasan biologis maupun psikologis (Aly. ‫ كلُّكم راع ومسْ ئول عنْ رعِ يته‬Setiap di antara kalian adalah ِ ِ َّ َ َ َ ُْ ُ pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban (H. 1990: 1) 3. oleh karena itu keluarga merupakan kesatuan hidup bersama yang pertama dikenal oleh anak. Allah azza wa َُ َ َّ َ ُ َ jalla berfirman: ُ‫ َيا أ َُّيها الَّذِين آَمنوا قُوا أَ ْنفُسكم وأَهْ لِيكم َنارً ا وقُودها الناسُ والحِجارة‬Hai orang-orang َ َ ْ َ َ ُْ َ َ ُْ yang beriman. Pendidikan anak adalah perkara yang sangat penting di dalam Islam. disebut juga “kerabat” sanak dan sebagainya. Tentang perkara ini. Unsur-unsur keluarga Keluarga itu ada dua jenis secara garis besarnya yakni yang keluarga inti atau Nuclear Family disebut juga "keluarga batin atau isomah" yakni terdiri dari suami (ayah). Di dalam AlQuran kita dapati bagaimana Allah menceritakan petuah-petuah Luqman yang merupakan bentuk pendidikan bagi anak-anaknya. mereka sekelompok orang yang mempunyai hubungan darah atau "ikatan keturunan" dari nenek moyang yang sama (Soekanto. Begitu pula dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam. Keluarga juga merupakan suatu lembaga pendidikan yang berada diluar sekolah (formal). peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. istri (ibu) dan anak-anak mereka. kita temui banyak juga bentuk-bentuk pendidikan terhadap anak. Rasulullah shallallahu ُْ َ َ „alaihi wasallam bersabda. (At-Tahrim: 6) Dan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim. oleh karena itu keluarga sangat berperan dalam pendidikan Islam. 1995: 163). Seorang pendidik. edukatif. Tujuan membangun keluarga Kita harus tahu apa tujuan kita membangun keluarga agar kita punya perencanaan yang benar jika mengetahui cara mewujudkanya. sosial dan protektif. 2000: 23). Dalam bentuk yang paling umum dan sederhana baik ayah maupun ibu keduanya adalah pengasuh utama dan pertama bagi sang anak dalam lingkungan keluarga. Diantara . baik dari perintah maupun perbuatan beliau mendidik anak secara langsung. Lembaga keluarga dalam kenyataannya bukan hanya sekedar tempat pertemuan antar komponen yang ada di dalamnya lebih dari itu keluarga juga memiliki fungsi reproduktif.lama sehingga berlangsung proses produksi. religious. Bukhari dan Muslim) 2.R. baik orangtua maupun guru hendaknya mengetahui betapa besarnya tanggung-jawab mereka di hadapan Allah „azza wa jalla terhadap pendidikan putra-putri islam. Ada juga yang disebut keluarga luas atau extended family. Pada masyarakat tradisional keluarga memegang peran utama dalam menyiapkan generasi muda untuk menjadi manusia mandiri (Satmoko. rekreatif.

lingkungan keluargalah yang sepenuhnya memberikan pengaruh terhadap warna kepribadian anak. Demikian kata Abdurrahman An-Nahlawy orang tualah yang pertama-tama didapati anak waktu ia terlahir ke dunia ini. 1990: 33) 4. Tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah). istri dan anak-anak. (Hasan. bahwa Negara-negara maju (dimana peranan keluarga mengalami demafikasi. selalu gelisah. b. bahkan ketika anak telah memasuki sekolah sebagai pendidikan formal peran pendidikan keluargapun masih sangat penting bagi perkembangan kepribadian anak (Soekanto. akhir-akhir ini ada kecenderungan dalam masyarakat untuk menjadikan keluarga sebagai basis pendidikan anak dibawah semboyan “back to family” keluarga dihidupkan kembali peranannya yang besar dalam pembentukan watak dan kepribadian anak. hanya keluarga yang ditegakkan berdasarkan tuntutan Allah dan Rasul yang bisa memberi ketenangan jiwa pada suami. 2005: 49) Dengan demikian kembali kepada keluarga merupakan solusi yang praktis . maupun sesat akhirat. lalu tidak pernah tinggal di rumah.tujuan membangun keluarga adalah: a. Demikian juga keluarga atau orang tua merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak. terutama di zaman modern ini bila “anak” merasakan rumah laksana neraka. Sebagai pendidik pertama dan utama Rumah keluarga muslim adalah benteng utama tempat anak-anak dibesarkan melalui pendidikan Islam. (Q. Sebelum memasuki sekolah. Kehidupan manusia tidak sesat dunia. Thaha: 2-3). Keluarga yang didasarkan pada pengabdian kepada Allah adalah keluarga yang yang anggota-anggotanya menjalani hidup sesuai dengan atura-aturan Allah dan Rasul-Nya. tidak tenang. maka orang tua harus evaluasi. pasti ada yang salah dari cara mereka membangun keluarga itu. Aturan-aturan yang harus di penuhi itu bukanlah untuk menyusahkan kepada manusia akan tetapi agar kehidupan manusia menjadi teratur. Memperoleh ketenangan jiwa Tujuan membangun keluarga menurut Islam adalah agar terwujudnya “ketenangan atau ketentraman jiwa” ketenangan jiwa adalah kebutuhan yang paling mendasar didalam kehidupan manusia. Untuk mewujudkan rumah tangga muslim yang berdasarkan pengabdian kepada Allah.S. Firman Allah SWT : menurunkan Al Quran Ini kepadamu agar kamu menjadi susah. Peranan dan fungsi keluarga Wardiman Djojonegoro dalam kapasitasnya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pernah mengatakan. c. terarah dan benar.

Rasulullah SAW bersabda: ْ‫عن‬ َ ْ ُ َ َ َ ِ َ ِ ُ َ ،‫عمْ ربْنُ شعيْب عنْ أَب ْيه عنْ جده قال: قال رسُول للا صلَّى للا علَ ْيه وسلَّم: مرُو ا َْوالَدَ كم بالصالَة وهم أَ ْب َناء س ْبع سِ نيْن‬ َ ِ ُ َ َ ِ ُ ْ َ َ َ َ َ ِ ِّ َ َ ِ ِ َ َُ ْ ُ َ ِ َّ ِ ْ ُ ْ ْ َ َ ‫ )واضْ ربُوهم علَ ْيها وهم اَ ْب َناء عشْ ٍر، وفرِّ قُوا َب ْي َنهم فِى المضاجع (رواه أبو داود‬Dari Umar bin Syuabin dari َ ُ َ ُْ ُْ َ َ َ ُْ ْ ِ ِِ َ َ ayahnya dari kakeknya berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Suruhlah anak-anak kamu melakukan shalat ketika mereka telah berumur tujuh tahun. lingkungan masyarakat. dalam hadits disebutkan: ‫كل مول ُْود يُولد‬ َ َِ ْ ْ ‫ )علَى الفِطرة فإِنَّ اَ َبواهُ يهودانه ا َْو ي َنصِّرانه ا َْو يمجِّ سانه (رواه البخاري‬Setiap anak dilahirkan dalam ِِ َ َُ ِِ َ ُ ِ ِ َ ِّ َ ُ َ َ keadaan suci. Abu Daud) Secara metodologi mengasuh dan mendidik anak (perempuan dan laki-laki) khususnya di lingkungan keluarga memerlukan kiatkiat atau metode yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak namun ada beberapa metode yang patut dikembangkan antara lain: a. maka kedua orang tuanyalah yang membuat Yahudi. Al-Ghazali menilai peranan keluarga yang terpenting dalam fungsi didiknya adalah sebagai jalur pengembangan "Naluri agama secara mendasar” pada saat anak-anak usia balita َُ ْ ْ َ ُّ ُ sebagai kesinambungan bawaan fitrah anak. Penafsiran kata abawaahu (kedua orang tua anak) dalam teks itu adalah dalam konteks di luar dari faktor eksternal. membaca AI-Qur'an dan mengucapkkan kalimat thayyibah. . bagaimana menjadi makmum. karena dilakukan setiap hari. Pentingnya pendidikan orang tua kepada anak-anak sering kali digambarkan oleh nabi. muadzin. dan pukullah mereka ketika mereka berumur sepuluh tahun. mengenal dan mengamati bagaimana shalat yang baik. Nasrani atau Majusi (H. (Fathan. lingkungan sekolah. salam dan seterusnya. tata cara ibadah (shalat. do‟a-do‟a dan seterusnya) Orang tua diharapkan membiasakan diri melaksanakan shalat. apa yang harus dibaca. Bukhari). imam.dan juga strategis terhadap berbagai persoalan yang tidak mudah diatasi jika diserahkan sepenuhnya kepada institusi di luar keluarga.R. (HR. Pendidikan melalui pembiasaan Pengasuhan dan pendidikan di lingkungan keluarga lebih diarahkan kepada penanaman nilai-nilai moral keagamaan. yang berarti disamping orang tua ada lingkungan keluarga. 1992: 46) Mencermati hadist tersebut berarti kedua orang tua memiliki peranan yang sangat penting bagi masa depan anak yaitu kemampuan membina dan mengembangkan potensi dasar (fitrah) anak. pembentukan sikap dan perilaku yang diperlukan agar anak-anak mampu mengembangkan dirinya secara optimal. bacaan Al-Qur‟an. Dan pisahlah di antara mereka itu dari tempat tidurnya. Pada saat shalat berjamaah anak-anak belajar. Penanaman nilai-nilai moral keagamaan ada baiknya diawali dengan pengenalan simbol-simbol agama. bagaimana membacanya.

tidur. Pendidikan dengan keteladanan Anak-anak khususnya pada usia dini selalu meniru apa wng dilakukan orang disekitarnya. 2. terlebih dahulu orang tua harus salat. kejujuran. Pendidikan melalui pemberian penghargaan atau hukuman Penghargaan perlu diberikan kepada anak yang memang anak berhak untuk menerimanya. tidak. Pendidikan melalui nasehat dan dialog Penanaman nilai-nilai keimanan. buang air atau kegiatan lainnya.anak-anak mengalami proses internalisasi. diamati. Metode ini secara tidak langsung juga menanamkan etika anak bahwa perlunya menghargai orang lain (Hasan. Terkadang anak-anak merasa jenuh. Seperti tidak bertengkar dihadapan anak. Karena al-Qur'an menegaskan perintah melaksanakan ibadah shalat. tolong-menolong. agama atau akhlak serta pembentukan sikap dan perilaku anak merupakan proses yang sering menghadapi berbagai hambatan dan tantangan. Atur jadwal kegiatan anak. ketika shalat telah terbiasa dan menjadi bagian dari hidupnya. b. 2005: 30) Berikut ini ada beberapa catatan berkenaan dengan pembinaan karakter positif dalam diri anak antara lain : 1. misalnya dalam hal makan. termasuk pengalaman agama. 3. dan sebagainya. moral. memberikan pemahaman yang sesuai dengan tingkat berpikir mereka. maka dimanapun mereka berada ibadah shalat tidak akan ditinggalkan. bahkan mungkin rnenentang dan membangkang. d. tidak berbohong dan membohongi anak. malas. Panggilah anak-anak dengan nama yang baik. dan kerja keras. dapat dilakukan melalui tindakan nyata orang tua. jika ada anak yang namanya buruk dan tidak Islami panggilah dia dengan nama yang bagus dan Islami. melakukan dialog. Penanaman nilai-nilai moral. dan membaca alhamdulillah sesudah makan. Untuk menanamkan nilai-nilai agama. Kalau orang tua akan mengajarkan cara makan yang baik. disiplin. pembiasaan dan akhirnya menjadi bagian dan hidupnya. Untuk mengajak anak membaca al-Qur'an terlebih dahulu orang tua membaca al-Qur‟an. maka dapat melalui makan bersama. Apa yang dilakukan orang tua akan ditiru dan diikuti anak. sehingga mereka ingin menirunya. Hindarkan tempat-tempat hiburan .tertarik apa yang diajarkan. c. Orang tua sebaiknya memberikan perhatian. Metode keteladanan memerlukan sosok pribadi yang secara visual dapat dilihat. Orang tua diharapkan mampu menjelaskan. dan seterusya. dan dirasakan sendiri oleh anak. dan berusaha memahami persolan-persolan yang dihadapi anak. Upayakan agar anak mau tidur lebih awal. kemudian diajarkan membaca bismillahirrahmanirrahim sebelum makan. bila perlu berjama‟ah.

usia mereka. Pantaulah anak agar tidak meniru-niru orang dewasa yang merokok memakai kosmetik. Upayakan agar anak–anak kita terbiasa meminta izin membuka tas orang lain. dengan siapa mereka berteman. sedangkan di dalam kamus umum Bahasa Indonesia dikatakan bahwa Moral adalah baik buruk perbuatan dan perilaku. baik menurut akal akal maupun tuntunan agama. Mengawasi lingkungan pergaulan mereka. karena selain tidak pantas itu dapat menyebabkan kulit anak menjadi rusak dan merosotnya akhlak anak (Aly. akhlak dan ibadah mereka sebagai filter yang ampuh untuk menyeleksi kebaikan dan keburukan terutama yang datang dari luar. maka langkah-langkah yang harus dilakukan antara lain: 1. Itu akan melatih anak untuk tidak kikir. yaitu Budi Pekerti (moral/akhlak) ibarat dari perilaku yang sudah menetap dalam jiwa yang dapat melahirkan perbuatan yang mudah dan gampang tanpa perlu pemikiran dan pertimbangan. Biasakan agar anak-anak selalu menyisihkan uang jajannya. atau sebelum memakai benda milik saudaranya. Pengertian dekadensi moral Secara Etimologi Dekadensi berasal dari bahasa Inggris Decadence yang berarti kemerosotan. 3.yang membuat anak terlambat tidur atau hiburan yang merusak kepribadian anak. Memperkokoh iman. dan membiasakan anak untuk beramal ma‟ruf. Melarang menonton film-film yang bukan untuk. 6. Merupakan jamak dari kata Mos yang berarti adat kebiasaan. Anak biasakan untuk menghormati milik orang lain misalnya dengan tidak mengambil mainan milik temannya. 8. Melarang membaca bacaan-bacaan yang merusak. berbahaya dan tidak dikenalinya. 10. Biasakan agar anak-anak tidak malas atau banyak tidur melebihi waktu yang semestinya. untuk didermakan kepada orang lain. Bahasa Latin yaitu Mores. ketika akan memasuki kamar orang tua. Maka perilaku tersebut dinamakan perilaku yang baik. Menyeleksi serta mengawasi tayangan-tayangan televisi yang ditonton oleh mereka mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. 4. 9. motivasilah agar anak tumbuh senantiasa ceria dan gembira. Ingatkan anak-anak untuk tidak memainkan benda-benda yang. Dan apabila perilaku tersebut melakukan perbuatan baik atau terpuji. Pengertian moral ini secara tegas juga disampaikan oleh Imam Al-Ghazali. 2. sedangkan moral berasal dari 2 bahasa. 2000: 111). 5. 5. merias wajah atau perbuatan orang dewasa lainnya. . B. 2000: 109). Terapkanlah sikap amanah sejak dini kepada anak anak. 4. Dalam rangka kewajiban memelihara anak-anak dari dekadensi atau kemerosotan moral. Biasakan agar anak-anak bersikap jujur dan berani. 7. (Aly.

Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Nabi sendiri menggambarkan bagaimana penting dan mulianya pengasuh dan mendidik anak. masa peralihan anak menjadi orang dewasa) (Yusuf. sampai 21 tahun (masa remaja/pubertas. Dasar Ajaran Moral/Akhlak dalam Islam adalah Al Qur‟an dan hadits.R. sikap. moral/akhlak manusia. “dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar budi pekerti yang agung”. yaitu : Tahap I : dari 0.0 tahun (masa anak kecil atau masa bermain) Tahap 2: dari 7. Augustinus (dalam Suryabrata.0 sampai 14. berilmu dan bertaqwa. serta hasil pemikiran para ulama. Dimana tingkah laku. 1987). masa sekolah rendah) Tahap 3 : dari 14. Melalui sabdanya : ‫ٍألَن يُؤدب‬ َ ِّ َ َ ِ َ ِِ َ ِ ‫ )لِلرَّ جُل ولَده خيْر منْ اَنْ َي َتصدَّقَ بصاع (رواه الترمذى‬Kiranya lebih baik kalian mendidik anakِ َ ِ َ anaknya dari kerusakan moral daripada bersedekah tiap hari satu Sha (H. sejak anak sampai dewasa itu kedalam tiga tahapan. 1985: 75). apa jadinya masa depan anak-anak jika moral mereka telah. Aristoteles menggambarkan perkembangan individu. C. Anak membutuhkan orang lain untuk dapat membantu mengembangkan kemampuannya. yang dipandang sebagai peletak dasar permulaan psikologi . Orang tua mempunyai kewajiban memelihara anakanak dari kcrusakan moral. Al Qolam ayat 4 yang artinya. Setiap tahapan lamanya tujuh tahun. Padahal merekalah generasi penerus.0 sampai 7. 2001: 20) Anak adalah makhluk sosial seperti juga orang dewasa. Dengan demikian dekadensi moral berarti terjadinya suatu kemerosotan kerusakan tata nilai. 2000: 21) Pengembangan Alat anak adalah pribadi yang masih bersih dan peka terhadap rangsangan-rangsangan lingkungan. Tarmidzi) (Fathan. rusak. Anak adalah amanah yang dititipkan Allah maka akan murka pemberi amanah jika yang dititipi tidak menjaganya dengan baik. 1992: 50). Firman Allah dalam QS. Anak Anak dalam perspektif Islam merupakan amanah dari Allah SWT dengan demikian. yang Menurut berasal John dari Locke (Suryabrata. hukama dan filosof. semua orang tua berkewajiban untuk mendidik anaknya agar dapat menjadi insan yang shaleh. merekalah yang kita harapkan menjadi pemimpin masa depan. masyarakat dan norma-norma lainnya yang mengatur kehidupan manusia untuk berperilaku baik. karena anak lahir dengan segala kelemahan sehingga tanpa orang lain anak tidak mungkin dapat mencapai taraf kemanusiaan yang normal. perbuatan manusia sudah tidak sesuai lagi dengan norma-norma agama. tahun (masa anak.Apabila perbuatan yang dilakukan jelek maka budi pekerti tersebut dinamakan budi pekerti yang jelek (Noor.

dan keluarga memberi kesempatan bagi anak untuk belajar tingkah laku yang penting untuk perkembangan yang cukup baik dalam kehidupan bersama. kehendak tersendiri yang kesemuanya merupakan totalitas psikis dan sifat-sifat serta struktur yang berlainan pada tiaptiap fase perkembangan pada masa kanak-kanak (anak). Menggunakan model penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang bermaksud memahami fenomena dalam suatu keadaan alamiah yang oleh subjek penelitian dengan suatu konteks khusus yang alamiah. Haditono (dalam Damayanti. 1992: 34). Imam Masjid dan ketua adat. dapat disimpulkan mempunyai bahwa anak merupakan mahkluk sosial yang membutuhkan itu pemeliharaan. C. pikiran. Kasiram (1994) mengatakan anak adalah makhluk yang sedang dalam taraf perkembangan yang mempunyai perasaan. mengatakan bahwa anak tidaklah sama dengan orang dewasa. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Perkembangan pada suatu fase merupakan dasar bagi fase selanjutnya. anak juga perasaan. Data primer adalah data yang diperoleh langsung langsung dari sumbernya. Metode Pengumpulan data Untuk memperoleh data yang . (Moleong.anak. kasih sayang dan tempat bagi perkembangannya. 2009: 26) Penelitian ini dilakukan di Desa Sungai Gading Kecamatan Selagan Raya. yakni orang tua dan anak. Sobur (1988: 28). Sumber data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dua macam yakni Primer dan Sekunder. Sedangkan data Sekunder yang dimaksud adalah data penunjang yang dikumpulkan oleh penulis dari kepala desa. mengartikan anak sebagai orang yang mempunyai pikiran. kehendak sendiri. berpendapat bahwa anak merupakan makhluk yang membutuhkan pemeliharaan. Selain itu anak merupakan bagian dari keluarga. kabupaten Mukomuko. anak mempunyai kecenderungan untuk menyimpang dari hukum dan ketertiban yang disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan pengertian terhadap realita kehidupan anak-anak lebih mudah belajar dengan contoh-contoh yang diterimanya dari aturan-aturan yang bersifat memaksa. kasih sayang dan tempat bagi perkembangannya. pikiran. B. perasaan. yang kesemuannya itu merupakan totalitas psikis dan sifat-sifat serta struktur yang berlainan pada tiap-tiap fase perkembangannya. sikap dan minat berbeda dengan orang dewasa dengan segala keterbatasan. Berdasarkan uraian diatas. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif (mendeskripsikan makna data atau fenomena yang dapat ditangkap oleh peneliti dengan menunjukkan bukti-bukti).

keadaan masyarakat. (Moleong. Analisis data Teknik analisis data yang digunakan adalah secara kualitatif. yaitu uapaya dilakukan dengan jalan bekerja dengan data. yaitu dengan jalan (a) membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara. kabupaten Mukomuko. 2009: 216). 2009: 248) Sebelum melakukan analisis data. Dokumentasi Dokumentasi adalah “pengambilan data yang diperoleh melalui dokumentasi atau dokumen-dokumen”. mengorganisasikan data. D. b. Dalam hal ini penulis langsung menanyakan atau bicara langsung dengan orang tua dan anak. mensintesiskannya. kabupaten Mukomuko. E. 2009: 186). (c) membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu. struktur perangkat desa. Dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi dengan sumber yaitu membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif. (Moleong. Wawancara Wawancara adalah “Tanya jawab lisan antara 2 orang atau lebih secara langsung” (Moleong. dari data yang diperoleh terlebih dahulu melakukan langkah-langkah untuk menganalisis data selanjutnya. c. mencari dana menemukan pola. seperti: sejarah berdirinya Desa Sungai Gading. keadaan ekonomi. Hal yang diobservasi adalah proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam sekaligus mengamati penerapan keluarga dalam mendidik moral anak di desa Sungai Gading Kecamatan Selagan Raya. Observasi Observasi adalah “pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti” (Moleong. keadaan pendidikan. (d) membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai . letak geografisnya. Dalam hal ini penulis melihat data yang tersedia pada dokumentasi yang ada di Desa Sungai Gading Kecamatan Selagan Raya. Uji keabsahan Data Dalam penelitian ini untuk mengetahui keabsahan data menggunakan teknik triangulasi yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. deduktif dan komperatif. 2009: 174). (b) membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi. menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari pada pola fikir induktif. Data yang dikumpul dari semua responden disusun dan diolah secara sistematis agar data tersebut dapat memberikan informasi atau memberikan arti terhadap penelitian yang dilakukan. memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola.konkrit dan akurat penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut: a.

ini diambil dari nama sungai dan terdapat di Hulu Sungai sebuah gading. dusun II Surian Bengkal. 557 Ha yang terdiri dari hamparan karet. Sejarah Desa Dari kajian sejarah desa yang dilakukan di desa Sungai Gading termasuk kategori desa yang sudah lama. Letak dan Aksebilitas Letak Desa Sungai Gading adalah salah satu yang berada di Kecamata Selagan Raya di Kabupaten Mukomuko yang merupakan kabupaten baru. BAB IV PENYAJIAN DATA DAN HASIL PENELITIAN A. Sarana dan trasportasi a. Secara biografis terletak pada posisi 030 10‟ 15‟‟ LS dan 1010 41‟ 45‟‟ BT dengan luas wilayah kurang lebih 11. Demografi Berdasarkan dari hasil pendataan pada bulan Juni 2009. pemukiman dan persawahan. (Moleong. 1856 kepala keluarga yang terdiri dari 1727 laki-laki dan 1696 perempuan. dusun V Sungai Ipuh. dusun IV Sungai Gading.pendapat dan pandangan orang. kemudian hasil wawancara dibandingkan dengan apa yang ada dalam proses kehidupan yang masyarakat desa (yang diamati). Transportasi Kondisi jalan penghubung dari desa Sungai Gading . 2. Sungai Ipuh. 3. Dengan batas-batas wilayah sebagai berikut: Sebelah Utara : Perkebunan Agromuko Sebelah Selatan : Perkebunan Masyarakat Sebelah Timur : Desa Sungai Ipuh Sebelah Barat : Desa Sei Jerinjing Secara administarasi pemerintah desa Sungai Gading dalam 6 dusun yaitu dusun I Lubuk Saung. dusun III Sei Jerinjing. Deskripsi Wilayah 1. dan dusun VI Pondok Baru. Sungai Gading. dan terakhir adalah dengan membandingkan antara observasi. jumlah penduduk desa Sungai Gading berjumlah 3446. Pondok Baru. semak belukar. dan dari kabupaten ke Bengkulu 175 km dengan kondisi jalan ada yang bagus dan ada juga yang sudah hancur. sedangkan ke kabupaten kurang lebih 5 km. Surian Bengkal. sawit. Dan penduduk ini adalah penduduk asli melayu (pribumi) 4. 2009: 330-331) Dalam proses triangulasi ini peneliti melakukan perbandingan antara hasil observasi dengan hasil wawancara. Sei Jerinjing. sawah. rawa. wawancara dan dokumentasi yang terkait dengan permasalahan. (e) membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan. Wilayah ini di tempati oleh masyarakat sejak tahun 1930-an dimana pada waktu itu ada sekelompok masyarakat penduduk tetap dengan mengambil hasil hutan dan sungai serta melakukan kegiatan pertanian dan perkebunan (ladang berpindah-pindah) perkembangan selanjutnya (1974-1979) mereka membentuk enam kelompok dusun yaitu Lubuk Saung. Jarak desa dengan kecamatan kurang lebih 3 km. Keenam dusun ini menyatu kembali membentuk sebuah dusun yang diberi nama Sungai Gading.

sedangkan sarana ibadah terdapat 2 buah masjid dan 3 bangunan mushalla d. Polindes. Apakah tanggapan anda tentang dekadensi moral pada anak? Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Pahrudin (ketua LPM) dan ibu Ratna (warga desa Sungai Gading). berperilaku sopan terhadap orang yang lebuh tua menyayangi sesama manusia dan makhluk lainnya. kabupaten dan ibu kota provinsi serta desa sekitarnya sudah bagus yaitu berupa jalan aspal cor dan hotmix. baik dari orang tuanya itu sendiri maupun dari guru dan masyarakat. serta memberikan sesuatu yang bermanfaat terhadap orang lain”. Pendidikan dan sarana ibadah Di Desa Sungai Gading sudah ada prasarana sekolah. Keberadaannya memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. kebupaten dan propinsi. Pasar terdekat adalah pasar sungai Ipuh yang dikenal dengan pasar Jum‟at. B. beliau mengatakan bahwa: “nilai-nilai keislaman anak masa sekarang ini nampaknya memerlukan pembinaan yang lebih baik lagi karena hal ini bila dibiarkan nantinya semakin berdampak negatif terhadap perkembang anak-anak”. yakni SDN 02 Sungai Gading. b. balai pengobatan sudah tersedia di desa ini. b. wawancara dengan Ibu Darlina (anggota komite) menyatakan bahwa: “pembinaan . Sarana dan transportasi kendaraan umum (mobil) yang lewat di desa ini ada setiap hari sehingga masyarakat dengan mudah mau ke kecamatan. Disamping itu. c. Usaha apa yang anda lakukan untuk mengatasi dekadensi moral pada anak? Hasil wawancara dengan Bapak Aliamrin dan Ibu Ramain (Ketua Posyandu) mengatakan bahwa “dalam mengatasi dekadensi moral pada anak yaitu dengan melakukan pembinaan tentang agama Islam yang mencakup seluruh aspek kehidupan orang muslim baik duniawi maupun ukhrawi. Temuan Hasil Penelitan 1. Dengan demikian. mengatakan bahwa: “Nilai-nilai Keislaman anak pada masa kini sangat memprihatinkan hal ini dilihat dari segi pergaulan ketaatan beribadah dan tingkah laku anak-anak dalam kehidupan harihari yang mana sering membantah apa yang diperintahkan oleh orang tua mereka" Hal senada juga diungkapkan oleh bapak Amdani. seperti.ke kecamatan. berdasarkan hasil wawancara diatas dapat diketahui bahwa dekandensi moral pada anak perlu adanya pembinaan yang optimal. Peranan Keluarga dalam mengatasi Dekadensi moral anak a. Kesehatan Prasarana penduduk kesehatan seperti Puskesmas. Pada umumnya masyarakat desa di Desa setempat yakni hasil dari penjualan karet dan sawit. Sarana ekonomi Sarana ekonomi di desa Sungai Gading hanya sebatas Kios dan warung yang jumlahnya sebanyak 38 buah yang menjual kebutuhan seharihari masyarakat.

orang tua memberikan pengertian tentang pentingnya mengerjakan shalat berjama‟ah. tujuan mengerjakan shalat.tentang ajaran Agama Islam seperti shalat lima waktu dan mengaji merupakan upaya untuk membentuk perilaku atau tingkah laku dalam pergaulan sehari-hari yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. anak yang dinasehati dapat mengerti tentang pentingnya hikmah shalat berjama‟ah. Dengan demikian. sehingga anak tersebut dapat menerimanya dengan penuh kesadaran. Saya juga selalu memberikan bimbingan agar dia mau shalat berjama‟ah”. dari hati ke hati. Bapak Jamal (Pengurus Masjid) menyatakan bahwa: "Bila anak saya tidak melaksanakan shalat. c. dalam mengatasi dekadensi moral pada anak. sehingga dapat hidup rukun dan damai dengan berbudi pekerti. Pada saat itu ia mentaati pada perintah itu. akan tetapi setelah itu dia terkadang tidak ingat apa yang disampaikan. puasa dan mengaji terlebih dahulu saya memberi nasehat dan teguran agar melakukannya. Hal demikian menyangkut didalamnya segala aspek kehidupan. sehingga dia dapat menerimanya dengan baik. Di samping itu. Apakah anda selalu mengajak anak-anak untuk melakukan shalat berjamaah? Melalui wawancara yang dilakukan oleh penulis kepada salah satu orang tua ibu Ramayanti (Anggota Komite) diketahui bahwa cara menasehati anak tentang mengerjakan shalat lima waktu: "Saya memberikan nasehat dengan melakukan pendekatan. puasa dan mengaji? Melalui wawancara yang dilakukan oleh penulis kepada orang tua. dalam mengatasi dekadensi moral pada anak yaitu dengan melakukan pembinaan keagamaan yang sesuai dengan ajaran-ajaran Islam seperti halnya shalat lima waktu dan mengaji. Dari pernyataan diatas. Dengan demikian maka akan menyadari tentang shalat lima waktu dalam berjama‟ah”. dapat diketahui bahwa orang tua memberikan nasehat selalu dengan menjelaskan pentingnya mengerjakan shalat berjamaah. bertingkah laku atau berperilaku sesuai dengan ajaran Islam”. melalui wawancara yang dilakukan oleh satu orang tua siswa Bapak Jendral (Kepala Kaum) menyatakan “Saya selalu memberikan nasehat dengan mengatakan tentang penting dan hikmah shalat berjamaah. Apakah anda menghukum bila anak tidak mau melakukan ibadah shalat. dapat diketahui bahwa cara orang tua menasehati anak tentang mengerjakan shalat lima waktu yaitu dengan melakukan pendekatan dengan cara lemah lembut. dengan cara yang halus. baik di dunia maupun di akhirat. d. Dari pernyatan di atas. Dengan demikian. Tetapi bila sering kali nasehat tersebut tidak dihiraukan maka saya .

dan mengaji merupakan kesadaran saya sendiri untuk melaksanakannya". mengatakan bahwa: "Ketika orang tua memerintahkan memakai jilbab terkadang ada rasa tertekan karena. Kustela mengatakan bahwa : "Adanya rasa motivasi untuk melaksanakan nilai ajaran Islam setelah dibina dan dibimbing oleh orang tua di rumah". Rini. seperti menjewer telinganya. f. mengatakan bahwa: “Pemakaian jilbab terkadang diperintahkan pada anak perempuan kami untuk mengenakan jilbab bilamana ia akan bepergian atau keluar rumah”. g. Apakah anda selalu menganjurkan anak-anak perempuan untuk memakai jilbab? Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu warga yaitu Ibu Yenni dan Bapak Makdir (warga Sungai Gading). mengaji. Tatik. Lain halnya yang dingkapkan oleh. Ali Martopo mengungkapkan bahwa "Ketika orang tua memerintahkan untuk melaksanakan shalat. Dengan demikian sebagian anak di desa Sungai Gading mempunyai kesadaran untuk melaksanakan shalat. puasa. mengaji.memberikan hukuman. sebelumnya belum pernah memakai jilbab". puasa dan mengaji masih bersifat hukuman ringan. puasa. Apakah yang adik rasakan terhadap perintah orang tua yang menyuruh melaksanakan shalat puasa. Lain halnya yang diungkapkan oleh Dwito. bahwa "Dalam melakanakan kewajiban yang berkaitan dengan shalat. dan mengaji. Eka. Dengan dernikian bahwa dapat diketahui orang tua di Desa Sungai Gading terkadang memerintahkan anak perempuan mereka memakai jilbab bila mana bepergian atau keluar rumah. tidak memberi uang saku dan lain sebagainya”. Oga salah seorang murid di SDN 02 Sungai Gading mengatakan bahwa: “pembinaan yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya sangat membantu dan mendukung dalam mengamalkan ajaran agama Islam" Sebagaimana yang diungkapkan oleh Abdullah: "Selama mendapatkan bimbingan dan pembinaan . terkadang ada rasa dipaksa dalam melaksanakannya”. Apakah Adik termotivasi setelah mendapatkan pembinaan tentang keislaman dari orang tua? Berdasarkan hasil wawancara dengan Dita. Kustela dan Dita. puasa. Oga. hal itu masih bersifat wajar. tanpa menunggu perintah orang tua namun sebagian juga belum mempunyai kesadaran untuk melaksanakan perintah Agama Islam. dan berbusana muslim? Dari hasil wawancara dengan Tika. Dari pernyataan di atas dapat diketahui bahwa orang tua memberikan hukuman kepada anaknya yang tidak mau melakukan ibadah shalat. e. Hal senada juga diungkapkan oleh ibu Ramain (Ketua Posyandu) bahwa anak perempuannya terkadang diingatkan untuk memakai jilbab bila ia keluar rumah.

bahwa: "Dalam memberikan bimbingan tentang nilai-nilai agama pada anak kami selalu mengunakan pemberian contoh (tauladan yang baik serta nasehat)". Dengan demikian dapat diketahui bahwa dengan adanya bimbingan dan pembinaan orang tua di desa Sungai Gading tentang ajaran Islam. 2. melawan orang tua mnonton VCD Porno". Hal Senada juga diungkapkan juga oleh oleh Bapak Pahrudin. Bagaimana menurut anda tentang pergaulan anak di desa Sungai Gading masa kini? Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Amdani (warga). Dengan cara apa anda memberikan bimbingan tentang nilai-nilai agama pada anak anda? Dari hasil wawancara dengan Bapak Jendral (Kepala Kaum) mengungkapkan. nasehat dan hukuman. terutama di daerah ini. dari hasil wawancara diatas dapat diketahui bahwa nilai-¬nilai keislaman anak di Desa Sungai Gading memprihatinkan terutama dari segi perilaku anak sehari-hari. beliau mengatakan bahwa: "Pergaulan anak-anak masa kini sangat memprihatinkan. Di samping itu Bapak Makdir (warga) mengungkapkan bahwa "Dalam membimbing anak tentang keagamaan selalu memberikan nasehat agar anak mau menjalankannya bila mereka tidak mematuhi apa yang diperintahkan mereka di berikan hukuman non fisik".keagamaan dirumah saga selalu berusaha melaksanakan ajaran-ajaran Islam dengan baik". beliau mengatakan: . Dengan demikian. Bagaimana kondisi anak didalam keluarga dalam kaitan perilaku terhadap orang tua? Dari hasil wawancara dengan Ibu Erlina: "Moral anak di dalam keluarga kurang baik hal ini dibuktikan dengan kurangnya kepatuhan anak terhadap perintah orang tuanya yang mana larangan orang tua sering dilanggar serta kurang hormat terhadap orang tua". h. Di samping itu Bapak Inol (penghulu) mengungkapkan bahwa: "Nilai-nilai keagamaan masa kini terjadi kemerosotan terutama dari segi moral dan akhlak". Hal Senada juga diungkapkan oleh Ibu Ramain bahwa: "Dalam membina anak tentang ajaran-ajaran agama maka dirumah selalu di berikan contoh yang baik dalam melaksanakan ajaran tersebut serta memberikan nasehat yang baik kepada anak-anak". Dari hasil beberapa wawancara di atas dapat diketahui pembinaan orang tua tentang nilai-nilai keislaman terhadap anak menggunakan beberapa metode diantarai vaitu: suri tauladan. b. mereka sering kali melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran lslam seperti : Berbohong pada orang tua. Faktor-faktor yang mempengaruhi dekadensi moral pada anak di desa sungai gading a. anak anak mempunyai motivasi mengamalkan ajaran agama Islam dalam kehidupan seharihari.

selain itu juga pengaruh dari pergaulan lingkungan sekitar". Dengan demikian faktor yang mempengaruhi terjadinya dekadensi moral pada anak di Desa Sungai Gading adalah: faktor Internal yaitu kondisi keluarga anak itu sendiri dan faktor Eksternal yaitu kondisi di Lingkungan pergaulan sekitar mereka. handpone. C. Playstation. Lain halnya yang diungkapkan oleh Bapak Inol (Penghulu) mengatakan. Selain itu ibu Ratna mengatakan bahwa: "terjadinya kemerosotan nilai-nilai keislaman anak sangat dipengaruhi oleh pergaulan anak-anak dengan teman-temannya tontonan yang ticlak layak serta bahan makanan atau minuman yang dilarang untuk dikonsumsi oleh ajaran Islam". Peranan Keluarga dalam upaya mengatasi dekadensi moral pada anak Hasil wawancara yang peneliti lakukan terhadap orang tua di desa Sungai Gading ditemukan bahwa dengan melakukan pembinaan tentang agama Islam yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh manusia. dewasa yang sering ditonton oleh anak-anak. dcngan cara berpedoman kepada AlQur‟an dan Sunnah Rasul yang berkaitan dengan kebahagiaan yang ingin dicapai baik duniawi maupun ukhrawi yang merupakan kewajiban para orang tua. Faktor apa yang sangat dominan yang mempengaruhi perilaku anak dalam keseharian? Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Darlina (anggota Komite) mengatakan bahwa: "pengaruh kemajuan teknologi yang sangat dominan mempengaruhi perilaku anak seperti tontonan orang. Sebagaimana diungkapkan oleh Arifin (1995: 164) bahwa "orang tua sebenarnya adalah tokoh ideal. pembawa norma dan nilai-nilai kehidupan masyarakat dan sekaligus pembawa cahaya terang bagi anak-anaknya dalam kehidupan Sesuai yang yang diungkapkan Aly (1999: 127) bahwa aktivitas pengamalan agama Islam adalah segala perbuatan manusia dalam kehidupan didasarkan atas nilai-nilai agama Islam yang diyakininya merupakan perwujudan dari rasa dan jiwa keagamaan . Berdasarkan hasil wawancara di atas perilaku anak di Kelurahan Pekan Sabtu dalam Keluarga bisa dikatakan kurang baik ini dapat dilihat dari tingkah laku anak yang sering melanggar Perintah orang tua serta mengabaikan nasehat yang disampaikan orang tua. c.“perilaku anak sehari-hari didalam keluarga kurang baik karena anak-anak jarang mau melaksanakan ajaran agama serta sering melawan orang tua apabila keinginan mereka tidak terpenuhi".bahwa: "Perilaku dan akhlak anak itu disebabkan oleh kurangnya waktu orang tua untuk melalui Anak dalam pembinaan tentang ajaran Islam di dalam keluarga". Pembahasan Hasil Penelitian 1.

Dalam hal ini. dari hasil wawancara secara keselurahan. yang biasa membuat anak didik menjadi baik dan tetap berakhlak mulia. peranan keluarga dalam upaya mengatasi dekadensi moral pada anak adalah sebagai upaya yang mengandung nilai-nilai ajaran. Dengan demikian. jelaslah bahwa orang tua merupakan orang pertama yang orang bertanggung jawab menjadikan pendidikan yang utama didalam memelihara anak anaknya untuk kejalan yang baik sesuai dengan syariat agama yang dapat membentuk dan mengarahkan anak-anaknya. nasehat amatlah penting dalam mengatasi dekedensi moral pada anak. . yaitu diantaranya: a) Pembinaan dengan memberikan keteladanan kepada anak. halus. serta didikan dan bimbingan orang disekitar lingkungan keluarga. bahwa metode mengatasi dekadensi moral pada anak. Dengan demikian. bertingkah laku sesuai dengan ajaran Islam. Tujuannya adalah untuk merealisasikan tujuan pendidikan agama Islam dengan memberikan contoh keteladanan yang baik pada anak. Dengan demikian. Disamping itu. membina anak tentang ajaran Islam memerlukan nasehat. ini juga senada dengan pendapat Zuharini (1983: 27) bahwa pembinaan nilai-nilai keislaman. tetapi berbekas. Dan uraian diatas. pembinaan nilai-nilai keislaman merupakan pembentukan pengamalan ajaran-ajaran Islam yang bisa ditetapkan didalam pergaulan. perilaku dan tingkah laku agama Islam yang hendak dicapai dalam proses pendidikan dan pembinaan yang berdasarkan ajaran Islam.berdasarkan kesadaran dan pengalaman beragama. Keteladanan yang diberikan kepada anak merupakan keteladanan yang dapat dijadikan alat untuk mengatasi dekadensi moral pada anak. sekolah dan masyarakat. b) Pembinaan dengan memberikan nasehat kepada anak Dalam mengatasi dekadensi moral pada anak akan menjadi suatu yang sangat besar dalam pendidikan keislaman. adalah untuk membantu anak didik agar supaya mereka hidup sesuai dengan ajaran agama Islam. sehinggga dapat terwujud hidup yang rukun dan damai dengan berbudi pekerti. dengan kata lain. upaya orang tua (keluarga) mengatasi dekadensi moral pada anak di Desa Sungai Gading merupakan upaya untuk membentuk perilaku atau tingkah laku dalam pergaulan di lingkungannya sehari-hari yang sesuai dengan norma-norma ajaran Islam. sehingga terbentuklah manusia yang paripuma yang berjiwa tawakkal secara total kepada Allah SWT. pembinaan nilai-nilai keislaman terhadap akhlak anak dengan tujuan untuk membentuk anak yang bertakwa dan berbudi pekerti dan berakhlakul karimah. Jadi. nasehat yang lembut. Di samping itu.

Dengan keadaan ini. sehingga mudah dilakukan dan tanpa melakukan pemikiran. Penggunaan metode ini sangat selaras dengan yang diungkapkan oleh Quthb (1993: 211) bahwa nasehat yang berpengaruh. Dari berbagai metode tersebut. Mujib dan Mudzakir (2006: 124) menjelaskan bahwa “yang terpenting baik bagi orang tua adalah memberikan contol sebagai keluarga yang ideal”. 2. sehingga dapat menjalankan isi pembinaan dan pendidikan dengan baik. Bahwa metode pembinaan nilai-nilai ajaran Islam merupakan sebagai jalan yang dapat ditempuh untuk memudahkan membina dalam membentuk perilaku yang baik (akhlakul karimah) yang bedasarkan norma-norma Islam dan sesuai dengan ketentuaan-ketentuan yang digariskan oleh Al-Qur'an dan Hadis. sehingga ia akan mengikuti apa yang dikatakan kepdanya. yang paling dominan dilakukan adalah pemberian nasehat dan keteladanan orang tua terhadap anak. Dengan demikian. akhirnya anak mencari kesenangan dan kasih sayang dengan cara lain. Fakor yang mempengaruhi dekadensi moral pada anak Dari hasil wawancara di lapangan. Itulah yang akan . Penggunaan metode tersebut.karena dengan nasehat dapat menyentuh perasaannya. Cara tersebut akan membuka ha anak untuk sadar tanpa melalui kekerasan yang bisa membuatnya tersakiti dalam melaksanakan nilai-nilai ajaran Islam. terjadinya dekadensi moral pada anak di desa Sungai Gading disebabkan adanya faktor yang mempengaruhinya adalah timbulnya perbuatan-perbuatan tertentu dari dirinya yang sudah menjadi kebiasaan. sehingga anak tersebut kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang disebut dengan faktor internal. Sebagaimanaa diungkapkan oleh Arief. c) Pembinaan dengan pemberian Hukuman Mengatasi dekadensi moral pada anak dengan menggunakan hukuman bertujuan untuk menyadarkan anak dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan. membuka jalannya kepada jiwa secara langsung melalui perasaan. merupakan cara yang tepat digunakan dalam mengatasi dekadensi moral pada anak. Padahal orang tua merupakan faktor yang sangat menentukan terhadap keberhasilannya dalam melaksanakan tugas sebagai seorang pendidik. Faktor-faktor yang mempengaruhi dekadensi moral pada anak di Desa Sungai Gading adalah kurang adanya perhatian dan pembinaan orang tua terhadap anaknya dalarn keluarga. upaya dan cara orang tua mengatasi dekadensi moral pada anak di desa Sungai Gading tidak hanya menggunakan satu metode saja tetapi berbagai metode sesuai sesuai dengan kondisi dan tujuan pembinaan nilai-nilai keislaman yang diharapkan.

ataukah menjadi perusak atau penghancur bagi masa depan anak terutama bagi anaknya yang masih kecil dan mereka yang mengalarni kegoncangan jiwa. Faktor-faktor yang mempengaruhi dekadensi moral anak di Desa sungai gading kecamatan Selagan Raya. dan memberi hukuman kepada anak. BAB V PENUTUP A. Saran Diharapkan kepada orang tua untuk lebih meningkatkan atau memberi bimbingan dan suri tauladan yang baik kepada . bolos sekolah. Dengan cara memberi pembinaan dengan memberika keteladanan kepada anak. seperti teman-teman sebaya orang seringkali tanpa mempengaruhinya untuk melakukan perbuatan yang menyimpang dari nilai-nilai mengambil barang-barang lain sepengetahuannya. Faktor internalnya adalah kurang adanya perhatian dan pembinaan orang tua terhadap anaknya dalarn keluarga. memberikan nasehat yang baik kepada anak. seperti teman-teman sebaya seringkali mempengaruhinya untuk melakukan perbuatan yang menyimpang dari nilai-nilai ajaran Islam. Di samping itu. kabupaten Mukomuko adalah ada dua faktor yakni faktor internal dan faktor eskternal. kabupaten Mukomuko adalah sebagai upaya yang mengandung nilai-nilai ajaran. faktor lain yang mempengaruhi dekadensi moral pada anak adalah kurang adanya pengetahuan dan pengamalan keagamaan yang dimiliki sehingga terjadi tindakan dan perbuatan yang tidak mencerminkan nilai¬-nilai keislarnan. seperti mengambil barang-barang orang lain tanpa sepengetahuannya. Kesimpulan Dari hasil penelian diatas. berbohong kepada orang tua serta meminta sesuatu kepada orang dengan paksaan. berbohong kepada orang tua serta meminta sesuatu kepada orang dengan paksaan B. Dan faktor eksternalnya adalah pengaruh lingkungan dalam pergaulan anak-anak sehari-hari yang dapat membawa anak kejalan atau berbuat hal-hal ajaran yang Islam.menentukan apakah ia menjadi orang tua dan Pembina yang baik bagi anaknya. maka dapat disimpulkan bahwa: Peranan keluarga dalam mengatasi dekadensi moral anak di Desa sungai gading kecamatan Selagan Raya. bolos sekolah. perilaku dan tingkah laku agama Islam yang hendak dicapai dalam proses pendidikan dan pembinaan yang berdasarkan ajaran Islam. Hal ini disebut faktor eksternal. sehingga anak tersebut kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian. tidak seperti terpuji. Faktor yang lain adalah pengaruh lingkungan dalam pergaulan anak-anak sehari-hari yang dapat membawa anak kejalan atau berbuat hal-hal yang tidak terpuji. sehingga terbentuklah manusia yang paripuma yang berjiwa tawakkal secara total kepada Allah SWT.

Rusydi Sulaiman. Uji keabsahan data DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA Amin. Rumahku Surgaku. Jakarta: Bumi Aksara Departemen Agama. Rumusan Masalah C. Rusli. Pemikiran Pendidikan Islam. Bandung: Dipenogoro. Pengertian dekadensi moral C. Jakarta: Bulan Bintang. Jakarta: .anak-anaknya dalam mengontrol perkembangan anak selanjutnya. M. Peranan Keluarga Dalam Mengatasi Dekadensi Moral Anak Di Desa Sungai Gading Kecamatan Selagan Raya Kabupaten Mukomuko SKRIPSI Disusun untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.I) Dalam ilmu Tarbiyah oleh: XXXXXXX NIM: XXXXXX PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM JURUSAN TARBIYAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) BEGKULU 2007-2008 PERSETUJUAN PEMBIMBING Bahwa Skripsi atas nama VENNY PIONITA. setelah memeriksa maka proposal skripsi ini telah memenuhi persyaratan Ilmiah dan untuk dapat diterbitkan Surat Izin Penelitian. Reorientasi pendidikan. Sumber data C. 2000. Jakarta: Lanta Bora Press. insyaallah kita akan memperoleh kebahagian di dunia dan di akhirat. Bengkulu.Ag NIP: 196601051997031001 NIP: 197505172003122003 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i PERSETUJUAN PEMBIMBING ii DAFTAR ISI iii BAB I PENDAHULUAN A. Batasan Masalah D. Sudarsono. Jakarta: Granada Soekanto. Malik. Jenis Penelitian B. unsur. para orang tua jangan sampai memanjakan anak hingga berlebihan karena dengan cara yang demikian maka anak akan semakin menganggap remeh semuanya dan tanpa menghiraukan perkataan orang tua. 2003. Jakarta: Rineka Cipta. 2001. Jakarta: Al-Mawardi Prima Dosen IKIP Nasional. Pajar. Analisis data E. 1999. Islam dan Sumber daya Manusia. 2002. Etika dalam Islam. Zakiyah. 1990. Kemudian para anak hendaklah lebih meningkatkn ilmu pengetahuan baik ilmu di dunia maupun ilmu untuk akhirat agar apabila keduanya ini tercapai. Watak Pendidikan Islam. Hery Noer. Aly. Ilmu Pendidikan Islam. Ag EVA DEWI. Langgulung. Jakarta: Rineka Cipta. Sistematika Penulisan BAB II LANDASAN TEORI A. 1988. Anak BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. tujuan dan peranan serta fungsi keluarga B. Metode pengumpulan data D.Pd. NIM: 207 321 4544 yang berjudul “PERANAN ORANG TUA DALAM MENGATASI DEKADENSI MORAL DI DESA SUNGAI GADING KECAMATAN SELAGAN RAYA KABUPATEN MUKOMUKO”. Derajat. Surabaya: Usaha Nasional. 1999. 2005. Serjono. Hasan. Tujuan dan Kegunaan Penelitian E. Juni 2009 Pembimbing I Pembimbing II Dr. M. Latar Belakang B. Al-Qur‟an dan Terjemahannya. Tolhah. Pengantar dasar-dasar Pendidikan. Pengertian. Sosiologi Keluarga.

Hadi. kualitatif dan R & D. Apakah adik pernah meninggalkan ibadah wajib? Alasannya? 5. puasa. 2009. Abu Fathan. AnNabaa‟. PT Remaja RosdakaryaBandung.Pergaulan anak keseharian . Terjemah Sunan Abu Daud. Moleong. 2008.Mewajibkan mengaji Anak . Metode penelitian Kuantitatif. Apakah anda selalu menganjurkan anakanak perempuan untuk mengaji? 7. Semarang: CV. J. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. edisi Shafar 1413 H Syah. Metodologi Research.: Asaduddin Press. Bey. Dengan cara apa anda memberikan bimbingan tentang nilai keislaman dari orang tua? 8. puasa? 5. Bagaimana menurut anda tentang pergaulan anak di desa Sungai Gading ini? 9. Bandung: PT Remaja Rosda Karya. Panduan Wanita Sholehah.Fajar Dunia. Apakah anda menghukum apabila anak tidak melakukan ibadah shalat. 1992. 1992. 2001. Metodologi penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Apakah adik mengikutinya atau meninggalkannya? Alasannya? 3. mengaji dan berbusana muslim? Alasannya? 2. Apakah yang adik rasakan terhadap perintah orang tua yang menyuruh melaksanakan shalat. Fitnah Dalam Perjuangan. Yusuf. Sugiyono. 2001. Usaha apa yang anda lakukan untuk mengatasi dekadensi moral pada anak? 3. Apakah adik termotivasi setelah mendapatkan pembinaan tentang ke-islaman dari orang tua? Alasannya? PEDOMAN OBSERVASI No Hari/tanggal Hal yang diobservasi Baik Sedang Kurang 1. Yogyakarta: Andi Offsett. 2 Orang tua .Memberi perintah shalat berjamaah kepada anaknya Mewajibkan puasa . Arifin. 1992. Apakah anda selalu menganjurkan anakanak perempuan untuk memakai jilbab? 6. Muhibbin. Lexy. Asy-Syifa. Bandung: Remaja Rosda Karya. Apakah adik sering melakukan shalat berjama‟ah dimasjid dan bagaimana suasana masjid adik saat ini? 4. Apakah anda selalu mengajak anak-anak untuk melakukan shalat berjama‟ah? 4. Sutrisno. Faktor apa yang dominan yang mempengaruhi perilaku anak dalam keseharian? Untuk anak 1.Anak mengaji . Apakah tanggapan anda tentang terjadinya dekadensi moral anak? 2.Mendidik anak . 2001. Syamsu. Psikologi Perkembangan. PEDOMAN WAWANCARA Untuk orang tua 1. Bagaimana kondisi anak didalam keluarga dalam kaitan perilaku terhadap orang tua? 10.Shalat jama‟ah anak di masjid . edisi Revisi.

pasangan suami istri. Banyak orang menggunakan itu dalam kalimatnya. dan eksploitasi perempuan. ada yang terus berputar di kepala saya. http://www. Baru kali ini.htm Karena secara fungsional. Kamu juga pasti pernah mendengar orang menggunakannya dalam kalimat. Beginilah contoh bagaimana menggunakan "dekadensi moral" dalam kalimat: Pernah dikenal dengan 'salome' dan 'antriani'. Saya ketik di google "dekadensi moral". layanan telepon sex paling tidak dapat menjadi salah satu media bagi “berkembang biaknya” kemesuman --yang pada gilirannya . setiap mendengar atau membaca kata itu. "Dekadensi moral".com/content/Preview/Liputankhusus/0299/ Jauhnya masyarakat Barat dari agama mereka telah menyebabkan dekadensi moral yang mengerikan. saya selalu ingin tertawa. Mungkin karena kata "dekadensi moral" terdengar begitu mutakhir buat saya. penyakit jiwa atau dekadensi moral? http://www. dan industri pelesiran. Siapapun yang menulis atau mengucapkannya. hubungan bebas di luar perkawinan.irib. pengguguran janin. Merasa diri lebih suci. Homoseksual. Dan yang jelas. Di televisi. Berikut saya masukan beberapa kutipan dari sana. nudisme.popular-maj. Hehe.Beberapa hari terakhir ini. Penasaran. Bahkan melibatkan atasan bawahan. Saya sendiri belum pernah menggunakan "dekadensi moral" dalam tulisan. pandai menyusun kalimat. merupakan perilaku yang dianggap biasa di Barat. dan bahkan dalam proses legalisasi oleh parlemen di sebagian negara. Di koran.com/worldservice/MelayuRadio/perspektif/2005/april2005/ paus. buat saya seperti orang yang paling tahu soal moral. fantasi primitif itu menjangkiti prilaku sekelompok pria eksekutif terhormat. Entah kenapa. Hasilnya 743 [0.03 detik]. Sekedar variasi.

sinarharapan.berdampak pada merebaknya dekadensi moral bangsa-. kita harus berani menuduh dengan tegas bahwa kurikulum pendidikan yang menjadi biangnya.ac.org/islam/Etc/Orientasi.isnet. seolah-olah telah terjadi sebuah dekadensi moral yang luar biasa.suaramerdeka.com/kompas-cetak/0401/24/opini/795779.com/adsjakarta/returnedstudents/article82. http://media. Mahasiswa dan pelajar (sampai tingkat SD) telah dicekoki oleh narkoba. Dekadensi moral itu misalnya berupa meningkatnya pengguna narkoba dan makin merebaknya generasi muda yang menganut aliran hidup bebas. tapi telah lebih parah lagi.htm PADA dasarnya.com/harian/0501/10/x_ked. yang mampu memaparkan gradasi keparahan dekadensi moral dinamika kehidupan politik dan berbangsa di Tanah Air ini. ada dua lapis dekadensi moral yang terjadi dalam konteks kasus the Black July itu. di koran ada iklan gigolo! swaramuslim.html Jika rendahnya tingkat apresiasi sastra di Indonesia memang dapat dikaitkan dengan maraknya kasus korupsi dan dekadensi moral lainnya (seperti penebangan liar yang menghancurkan ekosistem lingkungan).dan oleh karena itu bertentangan dengan ketentuan hukum dan nilai-nilai moral yang berlaku dalam masyarakat.id/hiburan/budaya/2005/1210/bud2.co.id/zkr04. http://www. http://www.html Daya saing pendidikan di Yogyakarta cenderung menurun karena terjadi dekadensi moral.html Pernikahan adalah upaya menghindari dekadensi moral.net/HIKAYAT/ .idp.uika-bogor.htm Kalau kita lihat koran atau televisi. http://www.asp Pada masa dua tahun terakhir ini dekadensi moral tidak lagi sekedar tawuran. Bayang-kan. http://www. http://kompas.

pakar. agamawan. Salam.f2o. Hehe. wartawan. Semua ikut bicara: pendidik. komersiil.. pasti akan ikut masuk dalam hasil pencarian.. dekadensi moral. kalau kamu ketik "dekadensi moral" di google.html Dengan begini. dan sebagainya.org/sarlito/mhsw. tak beriman.Ada yang mengatakan mereka bermental bejat. Tulisan saya yang ini. . neumann.