P. 1
obat anti epilepsi

obat anti epilepsi

|Views: 144|Likes:
obat
obat

More info:

Published by: Erni Yessyca Simamora on Jan 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/14/2015

pdf

text

original

OBAT ANTI EPILEPSI SEBAGAI PENGOBATAN PADA NYERI NEUROPATI

:
TINJAUAN SISTEMATIK

Maria-Lucia Vargas-Espinosa1, Gemma Sanmarti-Garcia2, Eduardo Vazquez-Delgado3, Cosme GayEscoda4

1

DDS. Resident at the Master‟s Degree Program of Oral Surgery and Implantology. Faculty of Dentistry of the

University of Barcelona, Spain.
2

DDS. Master‟s Degree in Oral Surgery and Implantology, Faculty of Dentistry of the University of Barcelona,

Spain. Professorat the Oral Surgery andImlantology Department, and at Faculty of Dentistry of the Universityof Barcelona, Spain. Researcher of the IDIBELL Institute of Barceona, Spain.
3

DDS. Chief Professor at theMaster‟s Degree Program of TMJ and Orofacial Pain Unit of the Oral Surgery and

Implantology . Faculty of Dentistry of the University of Barcelona, Spain. Orofacial Pain Specialist of the TMJ and Orofacial Unit of the Teknon Medical Center, Barcelona, Spain.
4

MD, DDS, PhD, and Chairman of the Oral Surgery and Implantology Department; Director of the Master‟s

Degree Program of Oral Surgery and Implantology, and of the Faculty of Dentistry of the University of Barcelona. Coordinator-Researcher of the IDIBELL Institute. Chairman of the Oral, Maxillofacial, and Implantology Surgery Department and Co-Director of the TMJ and Orofacial Pain Unit of the Teknon Medical Center, Barcelona, Spain.

1

Uji klinis acak dibagi berdasarkan tingkat kualitas menggunakan skala JADAD. Penelitian lain melaporkan gabapenthin dan pregabalin efektif pada diabetes neuropati dan neuropati campuran. 2 . Artikel ini dibagi berdasarkan bukti sains menggunakan SORT kriteria( strength of Recommendation Taxonomy) dan termasuk di dalamnya hanya level 1 atau 2. kompresi saraf. Yang terbaru. gangguan konduksi sensorik. baik itu sentral atau perifer. dapat ditemukan : nyeri peripheral (terperangkap. (7). kemoterapi. dikarakteristikkan oleh hiper-eksitasi neuronal pada area system saraf yang cedera bisa dikarakteristik sering dengan beberapa perubahan selular yang terjadi pada bentuk epilepsy. Dan pada Continous NP. sebuah alat yang digambarkan oleh Jadad dkk. Untuk menilai kualitas dari uji klinik. NP bisa muncul berupa episodic atau terus menerus. NP dapat disebabkan oleh infeksi. Seperti episodic NP. geniculate neuralgia dan nyeri neurovascular. glassofaringeal neuralgia.bedah. antikonvulsan lainnya terbukti efektif dalam neuralgia trigeminal dan nyeri post stroke. dan nyeri neuritik). Bagaimanapun. Banyak dari obat ini memperlihatkan pengurangan pengeluaran ektopik dalam mempengaruhi saraf akhir dan neuron pada akar ganglia dorsal oleh hambatan Na channel. hiperalgesia. gangguan metabolic. rekomendasi tipe A atau B diberikan atau berlawanan penggunaan OAE dalam terapi nyeri neuropati berdasarkan kualitas pengetahuan ilmiah mereka. NP biasanya dihubungkan dengan gejala neurologi yang berbeda seperti rasa terbakar. dimana studi dibawah level 3 tibuang. distesia atau kadang-kadan anesthesia.yang tergantung pada bukti sains dan akan mengikuti prinsip evident Base dentistry. Studi ini membuat sistematik review dari literature yang telah terbit dalam penggunaan beberapa OAE dalam mengobati nyari neuropati dan bertujuan dalam karakteristik klinik dan farmakologi. kurangnya pembelajaran berkualitas mengindikasikan bahwa hasil dari berbagai gangguan neuropati tidak dianjurkan sebagai pengobatan biasa. Pendahuluan Nyeri neuropati(NP) digambarkan oleh Internasional Association for the Study of Pain sebagai nyeri yang dipicu atau disebabkan oleh lesi primer pada system saraf. inflamasi dan invasi tumor. ada beberapa tipe neuralgia seperti trigeminal neuralgia. Gambaran Klinis yang umum adalah kurangnya sumber nociception. Nyeri berasal dari stuktur saraf itu dan stuktur somatiy normal. nyeri gigi atypical. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa obat ini mengurangi gejala mendadak pada neuralgia trigeminal. radiasi neurotoksin. central Mediatted pain ( burning mouth sindrom.Abstrak Banyak terapi telah ditujukan untuk manajemen pada nyeri neuropati dan termasuk di antaranya penggunaan OAE berbeda. Carbamazepine dan phenytoin adalah anti konvulsan pertama dalam uji control klinik. Lamotrigine. neuralgia post herpes) dan metabolik neuropati NP. dan pos herpes neuralgia.trauma.

oxcarbazepine. Table 1. persistent idiophatic facial pain‟ (termasuk „atipical facial pain‟) dan burning mouth sindrome‟. oxcarbazepine‟. penelitian pada orang-orang. „vigabatrin‟. Kata kunci dan judul yang digunakan dalam The MeSH (Medical Subject Heading) „trigeminal neuralgia‟. sebagai link artikel NP yang berbeda dan obat antikonvulsan. banyak l. Jadad) ( 7 ). topiramate. gabapentin. Kemudian. „elonazepam‟. tiagabine dal asam valproate.Efek samping yang biasa terjadi pada Obat anti kejang adalah mengantuk dan gejala cerebellar (nistagmus. mereka kemudian melakukan tingkat uji coba klinis secara acak (RCT) sesuai dengan tingkat kualitas mereka dengan menggunakan Kriteria JADAD (Alejandro R. Bahan dan Metoda Pencarian artikel yang telah diterbitkan di MEDLINE dan COCHRANE selesai diatara tahun 1966 sampai 2010. phenytoin‟. gabapentin‟. dan termasuk artikel-artikel yang hanya memiliki tingkat SORT 1 atau 2 ( 6 ). Tiga penulis menganalisa artikel ini untuk memferifikasi jiak artikel tersebut irrelevant. Oleh sebab itu.A level of evidens berdasarkan penelitian (6) Penilaian kualitas eviden Level 1 Definisi Good quality. yang mana dalam diskusi terjadi perselisihan pendapat. uji klinik secara acak dan sistematik review. maka tidak dipakai. dan dasar sainsnya adalah observasi dari prinsip dentistry berdasarkan bukti. pregabalin‟.‟lamotrigin‟. Banyak oabat anti yang bisa digunakan dalam terapi NP seperti cabamazepin. Data literature diidentifikasi . tergantung dari bukti ilmiah. obat ini telah digunakan dalam terapi nyeri dan kondisi kronik. Strategi pencariannya menggunakan operator Boolean “AND”. pregabalin. tiagabine‟. Selanjutnya penulis tersebut membagi artikel tersebut berdasarkan level sains eviden (table 1A) menggunakan kriteria SORT (Kekuatan Rekomendasi Taksonomi). temasik NP. topiramate‟.iterator yang telah diterbitkan dalam terapi NP.eviden berorientasi pasien. artikel ditulis dalam inggris. Kemudian. dan artikel diabaikan dengan tingkat di bawah 3. penulis keempat terlibat dalam diskusi. SR/ meta-analisa atau RCT‟s denang penemuan menetap 3 . untuk mebuat secara sistematik penggunaan berbagai antikonvulsan untuk terapi NP. post herpsetic neuralgia‟. glossopharyngeal neuralgia‟. etiracetam‟. Jika tidak ada konsensus itu mungkin berkaitan dengan tingkat bukti ilmiah dari setiap artikel. manfaat dari artikel ini. Pencarian yang sama selama masa itu adalah „carbamazepin‟. penulis membandingkan hasil mereka. pusing). rekomendasi yang diberikan ( Tabel 2 ) baik mendukung atau menentang penggunaan obat ini untuk NP. Cara yang sama dilakukan pada database COCHRANE dari Cochrane Oral Health Group. „asam valproat‟ dan phenobarbital‟. Sebagai tambahan anti epileptic. Efek samping lainnya yang terlihat dengan carbamazepine dan phenytoin adala gangguan hematologi dan aritmia (2).

Level 3 biasanya practice. praktek biasa. pasien berkualitas baik . pada tingkat umum. dan hanya artikel dengan tingkat SORT bukti 1.deretan penyaringan kasus untuk studi diagnosa. Trigeminal Neuralgia (TN) Pencarian untuk "neuralgia Trigeminal" dan masing-masing obat dalam database MEDLINE dan Cochrane memberikan 55 artikel berikut: "karbamazepin". estrapolation dari penelitian awal. "etiracetam". penelitian case-kontrol Bukti lain. "fenitoin". pencegahan atau screening Systematic review (SR) Uji klinik acak (RCTs) Tabel 1. SR/ meta analisa dari Level 2 uji klinik kualitas rendah atau dari penemuan yang tidak konsisten. 3 artikel.penyakit-berorientasi bukti. "oxcarbazepine". atau Hasil Pencarian pada kedua MEDLINE.berorientasi bukti Tidak konsisten atau kualitas pasien terbatas –berorientasi bukti Konsensus. 3 artikel. digunkan 1 dari 84 artikel. "gabapentin".Limited-quality. opini. "lamotrigin". 2 artikel. bukti orientasi penyakit ( intermediate atau hanya psykologi ) atau serial kasus untuk penelitian diagnosis. eviden berorientasi pasien. Pada 55 artikel menilai efek obat yang berbeda dalam pengobatan TN dianalisis baik menurut JADAD dan kriteria SORT. dan database COCHRENE disediakan. pengobatan. Enam puluh artikel yang dibuang karena tidak memenuhi kriteria inklusi. setiap artikel dianalisis untuk menentukan apakah mereka berkaitan dengan masalah yang diteliti. atau 2 dan RCT dengan tingkat JADAD diatas 3 yang dimasukkan. pendapat ahli. kohort studi. 4 . consensus guideline. "topiramate". B Tingkat kekuatan nilai rekomendasi Kekuatan nilai rekomendasi A B C Dasar untuk rekomendasi Konsisten. 7-cles arti. 27 artikel. 1 artikel. "clonazepam". menggunakan istilah MeSH. dan "asam valproik" 2 artikel. Selanjutnya. Uji klinik kualitas rendah. 4 artikel. pengobatan. 4 artikel. "pregabalin". 3 artikel.

ada efek samping di lebih dari setengah kasus. Rockliff dan Davis ( 12 ) menerbitkan sebuah studi plasebo-crossover di mana mereka melaporkan efektivitas carbamazepine pada dosis 200 mg tiga kali sehari untuk mengobati TN.al 1989 (13) Carbamazepine Carbamazepine Carbamazepine Carbamazepine Carbamazepine Carbamazepine/Tizanidine Carbamazepine/Tizanidine Carbamazepine/Tizanidine 4 4 4 3 3 4 4 3 Tingkat bukti (SORT) 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 Wiffen et al. Selanjutnya.Analisis ini menghasilkan 10 artikel.1966 (10) Rockliff dan Davis 1966 (12) Killian dan Fromn 1968 (8) Nicol 1969 (9) Sturman dan O‟Brien 1969 (11) Vilming et al. penulis mengamati bahwa 19 dari 27 pasien dengan TN memiliki respon yang baik terhadap penggunaan karbamazepin pada dosis maksimum 1 g per hari selama periode 5 hari jika dibandingkan dengan plasebo. ( 10 ) menemukan bahwa rata-rata penurunan intensitas nyeri sekitar 58% dibandingkan dengan ketika mereka menggunakan carbamazepine pada dosis harian dari 400-800 mg selama dua minggu penurunan intensitas nyeri sekitar 28 %.12 ). Tabel 2. Besarnya nyeri dapat diamati pada 2 studi plasebo-terkontrol ( 10 . Dalam lima studi plasebo terkontrol oleh Killian dan Fromm ( 8 . Studi pada neuralgia trigeminal Penulis Obat Tingkat kualitas (JADAD) Campbell et al. Campbell et al. Demikian pula. Sturman dan O'Brien ( 11 ) menemukan penurunan nyeri TN di 72% kasus selama periode 24 jam menggunakan dosis harian maksimum 3 tablet 200 mg carbamazepine (Tegretol ®). namun. 1986 (15) Linstrom dan Lindblom 1987 (14) Lechin et. 11 ). yang mana 2 artikel adalah tinjauan sistematis dan 8 artikel adalah RTCs yang ditangani dengan efek karbamazepin dalam pengobatan TN ( Tabel 3 ). Nicol ( 9 ) mengamati respon yang baik dengan menggunakan obat yang sama dengan dosis maksimum 2 g per hari selama 14 hari. 2005 (16) (ulasan sistematis – Carbamazepine) Jorns dan Zakrzewska 2007 (17) (ulasan sistematis – Carbamazepine) 5 .

walaupun mereka mengobservasi bahwa tizanidin lebih ditoleransi baik dan efek sampingnya lebih sedikit dibanding carbamazepin. Bagaimanapun. “etiracetam”. “valproic acid” pada database MEDLINE dan COCHRANE tidak menyediakan artikel yang relevan yang memenuhi kriteria penelitian ini. Bukan yang terakhir mereka menyimpulkan bahwa tizanidin tidak bisa dipertimbangkan efektif untuk terapi TN karena adanya gejala reemergensi epat yang terjadi secepat saaat terapi dihentikan. “lamotrigine”. “pheniytoin”. semua tinjauan menekankan bahwa terdapat kebutuhan pada penelitian yang berkualitas lebih baik untuk menggambarkan bukti dasar kesimpulan manajemen TN. “topiramate”. 2 artikel pada “lamotrigine” dan 1 artikel pada “phenytoin”. “pregabalin”. “lamotrigine”. mereka menemukan bahwa pimozide menurukan gejala TN dalam porsi yang besar pada pasien TN. 6 artikel pada “gabapentin”. “oxcarbamazepine. 2 artikel pada “oxcarbamazepine”. 1 artikel pada “clonazepam”. “gabapentin”. menyimpulkan bahwa carbamazepine merupakan obat pilihan utama karena telah terbukti efektif dalam terapi TN. “vigabatrin”. obat. Di lian pihak. “phenobarbital”. Post-herpetic Neuralgia (PHN) Pencarian bagi kata “post-herpetic neuralgia” dan salah satu “oxcarbamazepine. “vigabatrin”. “clonazepam”. penulis studi kontrol aktif (14) membandingkan carbamazepin dengan tocainide menemukan bahwa kedua obat tersebut menghasilkan penghilang nyeri yang seetra pada nyeri terkait TN. “gabapentin”. “etiracetam”. “pregabalin”. Akhirnya pembahasan sistematik pada manajemen farmakologi TN. Glossppharingeal Neuralgia (GN) Pencarian bagi kata “glossopharingeal neuralgia” dan salah satu obat-obatan berikut: “carbamazepine”. 6 . “pheniytoin”.Kekuatan nilai rekomenmdasi Rekomendasi untuk penggunaan carbamazepine pada TN: A Neuralgia trigeminal (TN) Sebuah artikel dari Lechin et al 13) menyatakan perbedaan hasil dari ketiga studi kontrol aktif saat membandingkan penggunaan carbamazepin dengan pimozide. 8 artikel pada “pregabalin”.obatan berikut:“carbamazepine”. pada studi kontrol aktif lain dimana Vilming et al (15) membandingkan carbamazepine dengan tizanidin. “phenobarbital”. “valproic acid” pada database MEDLINE dan COCHRANE menyediakan 23 artikel: 3 artikel pada “carbamazepine”. Akhirnya. “topiramate”. dipublikasikan oleh Wiffen dkk dan Jorns dkk. tapi efek samping yang lebih bahaya dibanding carbamazepin. “clonazepam”. penulis menemukan penghilang nyeri yang besar oleh carbamazepin pada pasien TN.

2009 (23) (ulasan sistematis. 2004 (20) Sabatowski et al. 8 percobaan klinis acak. 2008 (21) Gabapentin Gabapentin Gabapentin Pregabalin Pregabalin Pregabalin Asam valproik Pregabalin Pregabalin 5 5 5 5 3 4 3 3 2 1 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 Tingkat bukti (SORT) Mellegers et al.Gabapentin) Plaghki et al. 23 artikel dianalisis untuk menentukan apakah berkaitan dengan masalah penelitian. Studi pasca-herpes neuralgia Penulis Obat Tingkat kualitas (JADAD) Rosenberg et al. 1997 (30) Rowbitham et al 1998 (25) Rice dan Maton 2001 (24) Dworkin et al. 2001 (27) (ulasan sistematis – Gabapentin ) Persons et al. 2005 (19) Kochar et al. Tabel 3. 2005 (31) Van Seventer et al.Selanjutnya. 2004(20) Freynhagen et al. Setelah melalui proses ini. 2004 (28) (analisa gabungan). 2006 (22) Stacey et al. 1 kumpulan analisis dan 1 penelitian retrospektif (tabel 3). 2004 (29) (ulasan sistematis-Carbamazepine/ Gabapentin) Wiffen et al. 2005 (26) (ulasan sistematis) (Gabapentin) Moore et al.pregabalin ) 7 . 14 artikel yang relevan yang masih disertakan dalam penelitian. 4 tinjauan sistemik.

dosis 600 mg terbukti lebih efektif. Mirip dengan itu. multisenter RCT melaporkan peningkatan gejala setelah 2 minggu pengobatan dan mencapai peningkatan maksimum pada minggu keempat dengan gabapentin dosis harian 3600 mg. penulis menyimpulkan pembahasan lain yang menyatakan gabapentin efektif untuk terapi neuropatitapijuga menambahkan studi lain yang perlu untuk menstandarisasi dosis dan efek samping yang mungkin timbul (27). atau 600 mg dapat menurunkan nyeri secara signifikan dengan respon cepat dan efek jangka lama. Rice dan Maton (24) menganalisa efek gabapentin pada pasien PHN dan mereka mengobservasi peningkatan nyeri selama 1 minggu setelah terapi dimulai dengan dosis harian 120 mg. Dilain pihak. Penulis menandai keuntungan terbesar diperoleh dengan terapi individual yang bertujuan untuk meningkatkan respon terapi dan meminimalisasi efek samping. 5 plasebo kontrol RCTs (18-22) menyatakan efek pregabalin untuk mengobati PHN. Parson et al(28) menemukan seringnya efeksamping gabapentin adalah pusing. Tidak ada perubahan respon diobservasi pada minggu kedelapan. perifer edema yang meningkat saat dosis ditingkatkan diatas 180 mg per hari. Walaupun penulis menyatakan bahwa ada obat lain disamping gabapentin yang harus dipertimbangkan untuk dikonsumsi seperti carbamazepin dan antidepresan trisiklik untuk mengatasai PHN. 8 . 300 mg. Pada analisis 3 RCTs. edema perifer dan infeksi (25). ataksia. Walaupun pusing dan mengantuk menurun saat dosis ditingkatkan. Walaupun. Pembahasan oleh Wiffen et al (26) melaporkan bahwa gabapentin efektif digunakan ada terapi nyeri neuropati pada pasien PHN. mengantuk. Dosis 150 mg. edema perifer meningkat saat dosis maksimum tercapai. pada pembahasan sistematik yang dipublikasikan oleh Moore et al (23) penulis menemukan bahwa walaupun pregabalin tidak efektif pada dosis 150 mg. Pada 1 RCT dengan plasebo.Kekuatan nilai rekomendasi Rekomendasi untuk penggunaan Gapapentin pada PHN : A Rekomendasi untuk penggunaan Pregabalin pada PHN : A Rekomendasi untuk penggunaan asam valproik pada PHN : A Pasca herpes-neuralgia (PHN) 14 artikel menyatakan perbedaan efek obat-obatan dalam terapi TN dianalisa menurut kriteria JADAD dan SORT. dan hanya artikel-artikel dengan SORT level evidence 1 atau 2 dan RCTs dengan level JADAD diatas 3 yang dimasukkan ke dalam studi. Mereka juga menemukan kasus gangguan tidur saat kualitas hidup meningkat. 450 mg. Efek samping termasuk mengantuk. pusing.

plasebo kontrol RCT pada manajemen PHN dengan divalproex sodium. “topiramat”. Proses tersebut mrembawa hasil 1 artikel relevan (RCT) (tabel 4). “pregabalin”. “gabapentin”. Studi pada Mouth Burning Syndrome Penulis Gremeau-Richard 2004 (32) Kekuatan Rekomendasi Rekomendasi untuk penggunaan topik clonazepam pada BMS Burning Mouth Syndrome (BMS) Penulis menyimpulkan bahwa hal tersebut penting untuk memperdalam pengetahuan tentang mekanisme patofisiologi BMS yang memungkinkanpemilihan terapi terbaik. “vigabatrin”. karena alasan yang belum diketahui. dan “asam valproat”pada kedua MEDLNE dan COCHRANE basisdata menyediakan total 4 artikel : 1 artikel “carbamazepin”. “lamotrigin”. Penulis menyimpulkan bahwa gabapentin dapat digunakan secara efektif pada pengobatan PHN (30) Akhirnya. Juga penting untuk membuat et Obat al Clonazepam (topic) Level Kualitas (JADAD) 5 Level Evidence (SORT) 1 9 . Analisa RCT tentang efek clonazepam pada pasien stomatodyna (BMS) dan penulis menemukan bahwa peningkatan nyeri yang signifikan tinggi pada kelompok clonazepam. “oxcarbamazepin”. yang mencakup pemakaian clonazepam topical dan pengembangan terapi baru yang melibatkan mekanisme aksi yang berbeda. Walaupun penulis menyimpulkan bahwa studi jangka panjang dierlukan untuk meneliti efek balik obat ini masih dijalankan (31) Persisten Idiopathic Facial Pain (PIFP) Pencarian untuk “nyeri wajah persisten tanpa sebab” dan “nyeri gigi yang tidak biasa”. fenobarbital”. Pada studi retrospektif dalam pengobatan nyeri neuropatidengan gabapentin pada 7 pasien NPH diobservasi bahwa dosis inisial harian 1600 mg ditingkatkan sampai 2400 mg dapatv menurukan nyeri sebanyak 53%. Tabel 4. 3 artiel “clonazepam”. ”fenitoin”. penulis mengobservasi pemulihan signifikan pada 58% pasien yang menerima obat ini. saat pemulihan dibandingkan dengan gabapentin yang menghasilkan efek samping yang lebih kecil (1 pasien). “etirracetam”. sebuah pembahasan dipublikasi oleh Plaghki et al (29) dalam manajemen farmakologi PHN melaporkan bahwa studi termasuk kelompok populasi berbeda dan variabilitas yang besar pada dosis dan model tidak bisa menggambarkan kesimpulan yang secara signifikan berdasarkan data yang diperoleh dari mereka.Di lain pihak. Walaupun pengobatan ini tidak efektif untuk semua pasien. “nyeri gigi byangan” dan”nyeri wajah yang tidak biasa” sebagaimana obat “carbamazpin”. “clonazepam”. dengan penurunan yang signifikan yaitu 50%. Setelah itu 4 artikel dianalisa untuk memeriksa apakah sesuai dengan permasalahan studi.

Bagaimanapun. Saat ini tidak terdapat panduan dosis standard bagi terapi TN yang menyarankan bahwa dosis dihubungkan dengan kebutuhan dan respons pasien. 3 penelitian yang membandingkan efek medikasi ini dengan obat lain menemukan hasil yang berbeda. kekuatan rekomendasi penggunaan carbamazepine pada TN adalah tipe A. hingga dosis toleransi maksimal 20 mg/kgBB. Diskusi Antikonvulsan digunakan pertama kali pada penatalaksanaan NP yang ditentukan oleh karakteristik temporal dan gambaran kasar nyeri pada penyakit ini. carbamazepine merupakan obat pilihan pertama. sehingga mereka menyimpulkan bahwa gabapentin dapat digunakan secara efektif. 400mg dan 1gr. juga bukti berorientasi pasien yang baik. Karena penelitian yang diikutsertakan dalam tinjauan ini tentang terapi NT memperlihatkan bukti yang konsisten. Untuk terapi PHN dengan gabapentin. Kontrol dan monitoring pada pasien ini merupakan suatu hal yang paling menarik. Mereka menemukan yang lebih efektif dalam reduksi nyeri dengan gabapentin pada dosis yang berbeda. Kami mengamati pada penelitian Lindstrom dan Lindblom dosis bervariasi 100mg. Kebanyakan penulis menemukan hasil yang lebih baik pada terapi TN dengan carbamazepine dibandingkan placebo.oxcarbazepine sebaiknya diberikan sebagai obat pilihan kedua pada kasus ketika terdapat control yang kurang baik terhadap nyeri atau terdapat efek samping. mereka 10 . Lechin dkk mendapatkan redanya nyeri yang lebih baik dengan pimozide dibandingkan carbamazepine. Rice dkk menjalankan percobaan klinis tentang terapi PHN dengan gabapentin pada dosis yang berbeda.penelitian yang lebih berkualitas tentang manajemen sindrom ini untuk memungkinkan ditemukannya panduan dalam terapi berbasis bukti. Pada tinjauan ini kami menemukan bahwa carbamazepine secara luas digunakan pada terapi TN. Bagaimanapun. Sebagaimana yang kami amati. Beberapa penelitian mendukung penggunaan antikonvulsan pada penatalaksanaan NP. 200mg. tidak terdapat penilitian yang berkualitas tinggi yang mengamati efek obat terbaru bagi terapi NP dan terutama TN. yang memiliki karakteristik yang sesuai sebagaimana pada kejang epilepsy. sebagaimana yang telah kita lihat pada tinjauan ini tentang terapi NT. oleh karena itu. Mereka menemukan hasil yang lebih efektif dalam reduksi nyeri dengan dosis 1200 mg. Rosenberg dkk memberikan dosis maksimum 2400 mg/hari dan mendapatkan reduksi nyeri 53% pada pasien PHN. Lindstrom dan Lindblom membandingakan carbamazepine dan tocainide dan mendapatkan hasil yang sama pada redanya nyeri. Vilming dkk membandingkan carbamazepine dengan tizanidine dan menemukan bahwa carbamazepine lebih efektif.

mereka menekankan bahwa ketika dosis dinaikkan secara mendadak. penulis melaporkan efek samping. Bagaimanapun. Pada penelitian lainnya. yang mengikutkan pasien dengan neuralgia post herpes. tetapi menimbulkan efek samping yang lebih banyak (pusing dan kantuk). Dalam sebuah tinjauan tentang manajemen farmakologis pasien dengan PHN. Disisi lain. gejala CNS yang menyertai juga meningkat. penulis melaporkan bahwa gabapentin efektif pada dosis harian 1800 mg dan 2400 mg. penulis menyimpulkan bahwa obat ini efektif. Mereka menyimpulkan bahwa gabapentin aman dan tidak memiliki ketidaknyamanan yang dapat membatasi dosis untuk mencapai kemanjuran optimal. Kochar et al. Semua penelitian melaporkan redanya nyeri yang signifikan. dan kekuatan rekomendasi yang kami sarankan bagi penggunaan gabapentin pada terapi PNH adalah tipe A. yang memperlihatkan bahwa gabapentin merupakan obat yang efektif. ( 31 ) mengamati pengurangan nyeri yang signifikan pada kebanyakan pasien pada dosis 1000 mg natrium divalproex per hari selama 8 minggu. mereka menyimpulkan bahwa gabapentin aman dan efektif dan dapat digunakan secara rutin. Penulis merekomendasikan regimen dosis fleksibel dengan penyesuaian dosis obat dan mengoptimalkan keamanan dan kemanjuran. Dalam ulasan ini kami hanya menemukan satu kualitas RCT tinggi untuk mengkaji efek VA di PHN. Terakhir. Jadi. Meskipun demikian. seperti pusing dan kantuk. Sebagaimana yang kita amati pada tinjauan ini. peningkatan kualitas hidup dan tidur. juga dengan respon baik 43% dari 229 pasien yang dilibatkan dalam penelitian. Bagaimanapun. Juga telah diamati bahwa pregabalin menimbulkan redanya nyeri yang signifikan pada pasien PHN. Meskipun dosis 600 mg/hari tentu saja efektif sebagai pereda nyeri . Jadi. gabapentin telah dinilai dengan beberapa penelitian berkualitas sebagai obat piihan terapi pasien PHN. harus diberikan secara gradual untuk mengurangi efek samping. tetapi kemanjuran dapat berkurang jika diberikan dalam dosis yang sangat rendah. sehingga mereka menyimpulkan bahwa asam valproik bisa sebanding dengan 11 . dalam sebuah kumpulan analisis tentang efek samping yang terdeteksi pada 3 percobaan klinis. Terdapat sedikit penelitian yang mendokumentasikan keefektifan asam valproik (VA) dalam pengobatan nyeri neuropatik ( 4 ).menyimpulkan bahwa gabapentin efektif pada dosis 1200 mg/hari dalam mengontrol nyeri yang diinduksi PHN. pusing dan kantuk. dan juga mengamati peningkatan kualitas tidur dan hidup pada pasien tersebut. berdasarkan bukti yang konsisten yang diperlihatkan pada penelitian adalah tipe A. Bagaimanapun. dalam keadaan temporer. Moore dkk menemukan pada tinjauan sistematis mereka bahwa dosis harian 150 mg tidak efektif. Parson dkk mengamati bahwa insiden edema perifer meningkat ketika dosis melebihi 1800 mg/hari dan terdapat efek samping yang umum. tegas terdapat bukti yang konsisten ditemukan dalam penelitian. Dosis bervariasi dan redanya nyeri merupakan hal yang signifikan pada semua kasus. penulis mengamati perkembangan pasien PHN yang diterapi dengan gabapentin pada dosis 3600 mg/hari. pada tinjauan yang dibuat Nellegers dkk. Jadi. kekuatan rekomendasi bagi penggunaan pregabalin pada terapi pasien PHN.

Seperti BMS. namun. sehingga kekuatan nilai rekomendasi untuk asam pregabalin. tipe A. sehingga akan diperlukan suatu standarisasi desain untuk melaksanakan analisis komparatif yang berharga dalam studi berikutnya. Kesimpulannya. Kekuatan nilai Rekomendasi dalam penggunaan asam valproik untuk pengobatan PHN adalah. tipe A. sebagaimana yang ditentukan oleh studi berkualitas tingg tersebut. Kami juga mengamati bahwa ada kebutuhan penelitian yang berkualitas lebih tinggi yang dapat menilai efektivitas dari antikonvulsan yang berbeda yang digunakan dalam pengobatan NP. Adapun NPs lainnya. pregabalin dan asam valproik adalah. Rekomendasi kami adalah. Seperti untuk pengobatan PHN. tipe A. 12 . seperti GN dan PIFP. kita memiliki sejumlah studi berkualitas tinggi yang menilai efek dari tiga obat (gabapentin. desain mereka adalah variabel. tipe A. sehingga rekomendasi kami untuk penggunaan obat ini di BMS adalah. semua obat yang telah ditemukan efektif dalam menghilangkan gejala. carbamazepine adalah obat pilihan pertama untuk pengobatan TN. Adapun pengobatan BMS. tipe A. kami hanya menemukan satu artikel berkualitas tinggi yang menilai aplikasi topikal dari clonazepam (tablet kunyah dari 1 mg clonazepam didiamkan di mulut selama 3 menit). mereka juga menyatakan bahwa obat ini memiliki toleransi yang baik dan bisa digunakan sebagai obat alternatif untuk gabapentin. berdasarkan studi diatas. Para penulis menemukan nyeri menjadi sekitar 50% jika dibandingkan dengan plasebo. namun. mereka juga menambahkan bahwa penelitian lebih lanjut dengan lebih banyak pasien dan durasi yang lebih lama akan diperlukan untuk menilai efek dari asam valproik dalam jangka panjang. sebuah fakta yang akan menghasilkan kebutuhan studi yang lebih berkualitas bertujuan untuk mengevaluasi efek clonazepam topikal untuk mengobati BMS ( 32 ). dan dengan demikian dapat membuat studi banding antara obat yang berbeda. Namun. kami tidak menemukan studi berkualitas tinggi tentang penggunaan setiap obat khusus untuk mengobati gangguan. Rekomendasi kami didasarkan pada studi yang kualitas. Kekuatan nilai rekomendasi untuk penggunaan topikal clonazepam di BMS adalah. mereka menemukan bahwa tidak semua pasien merespon dengan tingkat efisiensi yang sama. berdasrkan atas penelitian berkualitas tinggi.gabapentin dalam efektivitas untuk menghilangkan nyeri. kita menemukan satu studi berkualitas tinggi yang menunjukkan efektivitas clonazepam topikal dalam pengobatan penyakit ini. pregabalin dan asam valproik) . berkaitan dengan bukti yang konsisten ditemukan dalam studi. karena bukti yang konsisten yang ditunjukkan oleh studi menunjukkan.

Gavaghan DJ. Witting N.45:1128–35. Lindström P. 1966. [PubMed] 8.29:265–7.6:181–2. Ebell MH. Moore RA. Carbazepine in the treatment of neuralgia. Arch Neurol. 1968. 1969.9:88–91.19:129–36. Jensen TS. Terkelsen AJ.17:1–12. Anticonvulsivants in neuropathic pain: rationale and clinical evidence. 1989. Arch Neurol. Lyberg T. 1996. [PubMed] 2.Referensi 1. [PubMed] 3. [PubMed] 4. Nicol CF. Susman J. 2001. Amat J. Drugs.11:515–21. [PubMed] 9. Headache. 1969. Graham JG. Lechin ME. Arch Neurol. Woolf SH. Assessing the quality of reports of randomized clinical trials: is blinding necessary? Control Clin Trials. Carroll D. [PMC free article] [PubMed] 11. 2000. [PubMed] 14. Pain.9:54–7.15:129–36. [PubMed] 13 . Cabrera A. Pain.6:61–8. Ewigman B. Controlled sequential trials of carbamazepine in trigeminal neuralgia.28:45– 50. [PubMed] 12. Clarifying definition of neuropathic pain.60:1029–52. Use of side effects. van der Dijs B. 2002. Lechin AE. Koltzenburg M.96:408–9. 1987. [PubMed] 13. Killian JM. The analgesic effect of tocainide in trigeminal neuralgia. Gottrup H. Davis EH. Zilkha KJ.46:960–3. Backjonga MM. J Am Board Fam Pract. Cephalalgia. Fromm GH. Tizanidine in the management of trigeminal neuralgia. Has basic research contributed to chronic pain treatment? Acta Anaesthesiol Scand. [PubMed] 15. Vilming ST. Lechin F. Clinical trial of carbazepine (tegretol) in trigeminal neuralgia. Curr Opin Neurol. J Neurol Neurosurg Psychiatry. Campbell FG. Tremont-Lukats IW. Non-surgical treatment of tic douloureux with carbamazepine (G32883) Headache. 2002. 1998. Reynolds DJ. Jensen TS. [PubMed] 5. [PubMed] 10. O'Brien FH. Lataste X. Lindblom U. Strength of recommendation taxonomy (SORT): a patient-centered approach to grading evidence in the medical literature. Nicolajsen L.17:59–67. Merskey H. Pimozide therapy for trigeminal neuralgia. Sturman RH. Siwek J. Megeff C. Jenkinson C. Jadad AR. 2004. Painful neuropathies. 1986. Eur J Pain. 1966. [PubMed] 6. [PubMed] 7. A four year double-blind study of tegretol in facial pain. Anticonvulsivants for neuropathic pain syndromes: mechanisms of action and place in therapy. Kasch H. Rockliff BW. Weiss BD.

and fixed-dose regimens. Barrett JA. McQuay HJ. Wiffen PJ. Pregabalin for the treatment of postherpetic neuralgia: a randomized. randomized trial. Dworkin RH. Cherry DA.17:284–95. Moore RA.109:26–35. Bernstein P. van Seventer R.115:254–63. [PubMed] 25. Postherpetic Neuralgia Study Group.3:CD005451. Pregabalin for acute and chronic pain in adults. Efficacy of pregabalin in neuropathic pain evaluated in a 12-week.9:1006–17. Wiffen PJ. Whalen E. [PubMed] 26. Pain. Pregabalin reduces pain and improves sleep and mood disturbances in patients with post-herpetic neuralgia: results of a randomised. Gabapentin in postherpetic neuralgia: a randomised.21:253–61. 2001. Maton S. Magnus-Miller L. Sabatowski R. [PubMed] 27. 2005. LaMoreaux L. Griesing T. Jacquot F. Straube S. Gabapentin for acute and chronic pain. Br J Neurosurg. Moore RA. Sharma U. 1998.280:1837–42. [PubMed] 17. Rowbotham M. Derry S. Curr Med Res Opin. McQuay HJ. Clin J Pain. Young JP Jr. Strojek K. 2005. 2001. [PubMed] 20. Gabapentin for the treatment of postherpetic neuralgia: a randomized controlled trial. Mailis A. Edwards JE. Jorns TP. Wiffen PJ. Carbamazepine for acute and chronic pain. 2005. Evidence-based approach to the medical management of trigeminal neuralgia. Furlan AD. Cochrane Database Syst Rev. Pregabalin for postherpetic neuralgia: placebo-controlled trial of fixed and flexible dosing regimens on allodynia and time to onset of pain relief. Gabapentin for neuropathic pain: systematic review of controlled and uncontrolled literature.22:375–84. Stoker M. double blind. Feister HA. [PubMed] 14 . 2007. JAMA. [PubMed] 21. Moore RA. Zakrzewska JM. 2003. Mellegers MA. Freynhagen R. [PubMed] 24. [PubMed] 18. Harden N. multicentre.3:CD005452. J Pain. Cochrane Database Syst Rev. Balkenohl M. Maisonobe P. placebo controlled study. [PubMed] 22. placebo-controlled trial of flexible. Whalen E.94:215–24. [PubMed] 23. Vicent E. randomized. double-blind. McQuay HJ. Rowbotham MC. Gálvez R. Pain. [PubMed] 19. 2009.3:CD007076. Efficacy and tolerability of twice-daily pregabalin for treating pain and related sleep interference in postherpetic neuralgia: A 13-week. 2004. Rigaudy L. Pain.60:1274–83. Phillips KF. Stacey B. Cochrane Database Syst Rev.16. Neurology. Corbin AE. Versavel M. Stacey BR. placebo-controlled trial. 2006. Bockbrader H. Rice AS. Young JP Jr. placebocontrolled clinical trial. 2008.

13:251–5. Woda A. 2004.98:29– 34. Topical clonazepam in stomatodynia: A randomised placebo-controlled study. [PubMed] 31. Parsons B. Beniwal R. Divalproex sodium in the management of post-herpetic neuralgia: a randomized double-blind placebo-controlled study. Plaghki L. The effect of gabapentin on neuropathic pain.2:157–62.28. QJM. Harrell C.108:51–7. Ristic H. An evaluation of the clinical value of critically selected drug treatments based on efficacy and safety outcomes from randomized controlled studies. Lossignol D. Morlion B. Bouhassira D. Tive L. Devulder J. Kochar SK. 2004. Gremeau-Richard C. Dermatology. 1997. Werner RA. Huang S. Adriaensen H. [PubMed] 29. [PubMed] 32. Kochar DK. Mehta RD. Gagnieu MC.208:206–16. Garg P. Am J Geriatr Pharmacother. de Rosayro AM. Bumb RA. [PubMed] 30. Attal N. 2005. Pain. Gabapentin: a pooled analysis of adverse events from three clinical trials in patients with postherpetic neuralgia. Navez ML. Clin J Pain. Systematic overview of the pharmacological management of postherpetic neuralgia. Rosenberg JM. [PubMed] 15 . 2004.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->