Struktur Makroskopik dan Mikroskopik serta Mekanisme Kerja Pencernaan pada Mulut

Nella1 NIM : 102011185 Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Pendahuluan
Saluran pencernaan makanan menerima makanan dari luar dan mempersiapkan bahan makanan untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan (mengunyah, menelan, dan penyerapan) dengan bantuan zat cair yang terdapat mulai dari mulut sampai ke anus. Setiap sel dalam tubuh memerlukan suplai makanan yang terus-menerus untuk bertahan hidup. Makanan tersebut memberikan energi, menambah jaringan baru, mengganti jaringan yang rusak, dan untuk pertumbuhan. Fungsi utama sistem pencernaan adalah menyediakan zat nutrisi yang sudah dicerna secara berkesinambungan untuk didistribusikan ke dalam sel melalui sirkulasi dengan unsur-unsur air, elektrolit, dan zat gizi. Sebelum zat ini diserap oleh tubuh, makanan harus bergerak sepanjang saluran pencernaan. Berdasarkan skenario didapat masalah yaitu mengenai sariawan. Sariawan atau

stomatitis adalah radang yang terjadi pada mukosa mulut, biasanya berupa bercak putih kekuningan. Bercak itu dapat berupa bercak tunggal maupun berkelompok. Sariawan dapat menyerang selaput lendir pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah, gusi, serta langit-langit dalam rongga mulut. Pada makalah ini akan dibahas mengenai organ-organ terkait, antara lain mulut dan faring serta proses kerja dasar yang terjadi pada orang tersebut. Diharapkan dengan makalah ini pengetahuan kita mengenai sistem pencernaa, khususnya organ mulut dan faring akan bertambah.

Alamat Korespondensi: Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Arjuna Utara No. 6 Jakarta 11510 Telephone: (021) 5694-2061 (hunting), Fax: (021) 563-1731 Email: dyla.esma@yahoo.com

1

kelenjar sebasea. Karena makanan harus dipecahkan dalam rongga mulut maka daerah ini dilapisi epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk sebagai pelindung yang juga melapisi permukaan dalam labium oris. bagian merah bibir. Jaringan ikat longgar di bawahnya disebut lamina propia . Pada permukaan ini juga terdapat bagian rambut beserta folikel rambut. Di sini makanan ditampung. Di tengah organ ini terdapat cabang-cabang A. di lamina propia terdapat kelenjar labialis yang merupakan kelenjar mukoserosa. Di dalam papil terdapat banyak kapiler darah. juga membentuk papil menonjol ke dalam epitel. labium oris dan dent. arektor pili dan bekas neuro vaskular pada tepi bibir. dan kelenjar keringat. Karena kapiler darah yang banyak dekat permukaan dan epitelnya jernih maka bagian ini tampak merah.Pembahasan A. Bagian merah bibir dilapisi epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk. dan bagian dalam bibir. Sistem itu terdiri atas rongga mulut.2 a. Organ yang berhubungan dengan saluran cerna adalah organ-organ tambahan berupa kelenjar liur. Organ-organ ini menghasilkan banyak sekret yang dicurahkan ke dalam saluran cerna melalui ductus ekskretorius dimana sekret-sekret ini membantu pencernaan materi yang dimakan dan penyerapannya. Labium oris Terdiri atas bagian luar bibir. Bagian dalam bibir merupakan epitel berlapis gepang tanpa lapisan tanduk. usus besar. di daerah pangkal bibir. terlihat besar. tetapi tidak sedalam pada merah bibir. lambung. Bagian bibir diliputi kulit biasa terdiri atas epidermis dan dermis jadi di sini terdapat epitel berlapis gepeng dengan lapisan tanduk dengan lapisan dermis di bawahnya yang merupakan jaringan ikat yang agak padat. labialis. Jaringan dibawahnya yaitu lamina propia membentuk papil-papil menonjol ke dalam epitel di atasnya. esophagus. Pada cavum oris terdapat organ-organ yang terlibat dalam sistem pencernaan seperti lingua atau lidah. rektum dan liang anus. dikunyah. sel-sel yang dekat permukaan bentuknya agak khas yaitu gepeng. hati dan pankreas.3 Dermis juga mengandung m. jernih dan intinya relatif kecil. dan dilumasi dengan air liur agar lebih mudah ditelan.1 Cavum oris atau rongga mulut. usus halus.2 2 . Struktur mikroskopik sistem pencernaan manusia Saluran pencernaan terdiri atas sebuah saluran panjang yang berawal dirongga mulut dan berakhir di anus. Dibawah dermis terdapat jaringan subkutan berupa jaringan ikat longgar dengan semua unsurnya.

Sitoplasma merah kebiruan dan granula pada derah apikalnya. Kadang pada lapisan ini terdapat taste buds. Pada permukaan lateral papil. kelenjar parotis termasuk kelenjar serosa. dindingnya terdiri atas epitel selapis kubis rendah. Glandula parotis Berdasarkan sifat sekretnya. Di dalam jaringan otot di sekitar berkas otot. terdapat banyak pembuluh darah dan saraf.3 Bagian pusat lidah terdiri atas berkas-berkas otot rangka yang malang melintang. yang merupakan badan akhir saraf sensoris. ukuran papil besar dan hanya terdapat pada pangkal lidah berderet sepanjang linea terminalis. Kelenjar ludah 1. epitel yang melapisinya yaitu epitel berlapis gepeng yang ujungnya membentuk lapisan tanduk. yang terbanam dalam parit. Permukaan papilla ini dilapisi epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk. Pada bagian basal kadang tampak bergurat tegak. terdapat banyak taste buds (kuncup kecap). merupakan saluran yang lebih besar. Duktus sekretorius dapat dilihat di dalam setiap lobulus. Epitel permukaannya yaitu epitel berlapis gepeng dengan lapisan tanduk. makin besar epitel berubah menjadi lapisan kubis. Duktus ekskretorius atau duktus interlobularis. Mukosa lidah terdiri atas epitel berlapis gepeng dan lamina propia tipis berpapil yang mengandung jaringan limfo difus. banyak vesikel.3 3 . Papila sirkumvalata.2 c. Sitoplasmanya merah dan inti bulat. papil ini juga menonjol di atas permukaan lidah.vesikel kecil dekat lumen. Dasar parit merupakan tempat muara kelenjar Ebner. Di bagian apical diatas inti. bentuk sel yang menyusun asinus mirip segitiga dengan pucaknya menghadap lumen dan dasarnya melekat pada membran basal sel. Pada sajian. Epitelnya merupakan epitel selapis kubis yang tinggi atau selapis torak.b.mula berupa epitel selapis torak. Permukaan dorsal lidah ditandai tonjolan-tonjolan mukosa yang didebut mukosa yang disebut papila. Baik pada papila filiformis maupun fungiformis terdapat papil sekunder. taste buds tidak tampak di sini. suatu kelenjar serosa. mula. bangunan papil ini tidak menonjol ke permukaan lidah. Akibatnya otot lidah terlihat terpotong memanjang dan melintang dan oblik pada suatu potongan. Papila fungiformis bentuknya mirip jamur dan terdapat di antara papila filiformis. Lingua atau lidah. sebagai indra pengecap. Papila paling banyak adalah papila filiformis dengan ujung-ujung yang mengalami tandukan. Duktus interkalaris merupakan saluran keluar yang terkecil .

Pada beberapa sajian sudah terlihat lapisan email merupakan lapisan homogen gelap di bawah deretan ameloblas.2 d. ysng ektoderm membentuk email. ujung bawah organ email.2. Glandula sublingualis Kelenjar ini gambaran histologisnya mirip kelenjar submandibularis. kelenjar submandibularis tergolong kelenjar campur mukoserosa. Pada kelenjar ini duktus interkalarisnya pendek sehingga jarang terpotong pada sajian. Jaringan ikat di sekitar organ email 4 . Di bawahnya terdapat sel-sel berbentuk bintang membentuk lapisan retikulum stelata (stratum stelatum/ pulpa email). Pada sajian penbentukan gigi dipelajari organ email dalam bentuk menyerupai genta (bell stage) yang kadang-kadang masih terlihar hubungannya dengan lamina dentis. Cekungan ini berisi jaringan mesenkim yang membentuk papila dentis yang nantinya akan menjadi pulpa dentis.3 3. Glandula submandibularis Berdasarkan sifat sekretnya. Pada tempat pertemuan antara epitel email luar dan stratum intermedium pada ujung bawah organ email serta epitel email luar sel-sel di sini membentuk sarung ke bawah yang disebut sarung Herdwig. bedanya kelenjar ini sebagian besar asinusnya bersifat mukosa sehingga disebut kelenjar seromukosa. Sebagian besar pars terminalisnya bersifat serosa dan sebagian kecil bersifat mukosa. Gigi Setiap gigi mempunyai komponen yang berasal dari mesoderm dan ektoderm. Di bawah lapisan ini terdapat stratum intermedium yang sel-selnya berbentuk gepeng dan kalau diikuti lapisan ini akan menyatu dengan epitel email luar di tepi. Di bawah lapisan ini terdapat deretan odontoblas yang juga merupakan sel berbentuk silindris. Pada beberapa sajian terlihat lamina dentis mempunyai tonjolan bakal gigi permanen. Permukaan luar organ email diliputi epitel email luar yang selnya kuboid. Deretan odontoblas melapisi cekungan di bawah organ email. Di bawah lapisan ini terdapat epitel email yang terdiri atas ameloblas dengan sel berbentuk silindris. Lebih ke bawah lagi terdapat lapisan homogen berwarna merah yaitu dentin dan di bawahnya berwarna lebih pucat yaitu predentin.

3 B. 2. yang dinamakan glandulae buccales et labiales. glandula sublingualis. Gaster Intestinum tenue (usus kecil) Intestinum Grassum (usus besar) Rectum dan anus Dalam sistim pencernaan ini termasuk juga organ dan kelenjar tambahan.yang membungkus organ ini disebut sakus dentis. rongga mulut juga berfungsi sebagai rongga yg dilalui oleh udarapernapasan dan juga penting untuk pembentukan suara. ialah: a. c. Selain merupakan permukaan sistim pencernaan. glandula submandibularis. Struktur makroskopik sistem pencernaan manusia 1. Terdapat kelenjar-kelenjar kecil. Di garis tengah terdapat suatu lipat yang menghubungkan bibir dengan processus alveolaris dan di namakan frenulum labii superioris et inferior. Selput lendir: melapisi vestibulum oris sebelah dalam. Cavum oris propium  Vestibulum oris Definisi: daerah diantara bibir dan pipi di sebelah luar dan gigi-geligi dengan processus alveolarisnya di sebelah dalam. Kelenjar-kelenjar sekresi saliva: glandula parotis. Cavum oris Pharynx Oesophagus Tractus gastero-intestinalis. Pancreas a) Cavum Oris Mulai dari rima oris dan berahkir di isthmus faucium. Jaringan tulang kanan dan kirinya merupakan bagian dari prossesus tempat terpancangnya gigi (alveolus gigi). d. Vestibulum oris 2. 2. 4. Rongga mulut dibagi dalam:4 1. 5 . yaitu:4 1.2. Hepar 3. b. 3.

Glandula sublingualis menimbulkan suatu lipat pada selaput lendir di atasnya.kelenjar Ludah :5 1.temporalis superficialis.4  Cavum oris propium Batas-batas:4 Depan dan samping Atas Bawah Belakang Isi : arcus dentalis dengan processus alveolarisnya : palatum Durum et molle : diafragma oris : isthmus faucium : lidah b) Kelenjar.bagian yang dangkal terletak dibawah m. Didalam kelenjar ini terletak (dari lateral ke medial) N. Glandula Submandibularis Pada glandula submandibularis dapat dibedakan 2 bagian yang dangkal dan yang dalam. Pensarafan dilakukan oleh kulit wajah oleh cabang-cabang N. di antara m. Genioglossus sebelah medial dam m. Mylohyoideus. yang bergabung menjadi V facialis communis. Pendarahan: aa. Pada permukaan terdapat beberapa nodo lymphatici submandibulares. Glandula Parotis Berbentuk piramida dan terletak di fossa retromandibulare antara os mandibula dan m. Sternocleidomastoideus. Facialis VII.carotis eksterna. yang merupakan muara ductus parotidicus (stenonianus). yang akan bermuara ke dalam V jugularis interna. Melalui tepi dorsal m. labialissuperior et inferior. Pembuluh balik: V facialis anterior et posterior. Geniohyodeus dan m. Digastricus dan mandibula. 3.stylohyoideus. Trigeminus V dan otot-otot wajah oleh cabang-cabang N. Mylohyoideus kelenjar ini menbelok ke sisi dimana ia terletak di antara mandibula (sebelah lateral) dan m. yang disebut plica 6 . Hyoglossus sebelah lateral. V. yaitu papilla salivaria buccalis. Hyoglossus (sebelah medial) dan bersentuhan degan glandula sublingualis.facialis dan a. Glandula sublingualis Berbentuk memanjang dan terletak di dasar rongga mulut dan terletak di dekat frenulum linguae. m.facialis posterior dan A. 2.facialis. antara m. cabang A.Setinggi geraham molar ke-2 terdapat suatu tonjolan.

berbentuk kipas dan terdiri atas 2 bagian. Insertio: articulatio temporo-mandibulare dan collim mandibulae. ialah:6 1. Otot-otot yang dalam :6 a. Trigemini V3). Pterygoideus medial/ internus Origo: dai fossa pterygoidea dan tuber maxillae. Origo: permukaan lateral cranium diatas linea temporalis superior dan inferior. caudal dan posterior dan melekat pada permukaan medial angulus mandibulae. Masseter. c) Otot-otot Pengunyah Terdapat 4 otot pengunyah yang melekatkan madibula pada basis cranii. Lingualis dan n. yaitu pars anterior dan pars horizontalis. Bagian depatnya terletak di fossa sublingualis. Insertio: serabut. M. Temporalis. Pars superficialis Origo: os zygomaticus + arcus zygomaticus maxillae Insertio: sisi lateral angulus mandibulae ii. b.Persarafan otot-otot ini: n. 7 . 2. M. b.sublingualis. Otot-otot yang dangkal a. Fascia parotideo-messenterica menutupi kedua-duanya. sedangkan caput inferius dari lamina lateralis ossis pterygoidei. bagian blakangnya menyentuh glandula submandibularis dan dilalui oleh n. dan untuk sebagian ditutup oleh glandula parotis. Mandibularis (portio minor N. Pars profunda Origo: os zygomaticus + arcus zygomaticus os temporale Insertio: os zygomaticus + arcus zygomaticus os temporale M. Pterygoideus lateralis/ externus Terletak di fossa infratemporalis tertutup oleh m. M. Origo: caput superios daro os spenoid dan crista infratemporalis.serabutnya menuju ke arah lateral. Hypoglossus. Insertio: serabut-serabutnya menurun melalui sisi medial arcus zygomaticus dan melekat pada processus coronoideus mandbulae. buccinator. masseter menutupi m. M. menutupi ramus ascendens mandibulae dan terdiri atas 2 bagian: i. Temporalis.

Gigi-gigi secara bertahap tanggal dan diganti oleh gigi permanen. Dari kiri-kanan = insisivus. mengunyah. Gigi susu mulai tumbuh keluar dari gusi di sekitar usia 6 bulan. gigi bungsu mungkin tidak muncul dari tulang rahang karena tidak ada ruang untuk mereka di sepanjang garis gusi. Pada beberapa orang. Ia terbentang diantara basis craniisebelah cranial dan terbentang diantara oesophagus di sebelah kaudal setinggi vertebra cervical ke-6. Cornu majus os hyoid dan lamina cartilago thyreoidea. Jugulares internae. Carotides communis et internae. Gigi(dentis) Fungsi gigi. Dalam kasus tersebut. jenis gigi gigi seri. pharynx berbatasan dengan aa. Sesuai dengan ruang-ruang yang terletak didepannya. Seorang individu memiliki dua set gigi: gigi susu dan permanen. tentu saja. kaninus.6    Nasopharynx (pars nasalis pharyngis): dorsal terhadap cavum nasi Oropharynx (pars oralis pharyngis): dorsal terhadap cavum oris Laryngopharynx (pars laryngis pharyngis): dorsal terhada larynx Dinding pharynx terdiri atas 3 lapisan tunica mucosa. taring. •gigi geraham (premolare dan molare) berfungsi untuk mengunyah makanan yang sudah dipotong-potong. Sebuah set lengkap gigi permanen terdiri dari 32 gigi. dan molare. Pharynx Pharynx adalah suatu pipa musculo-fascial yang kontractil.5 •gigi seri (insisivus) untuk memotong makanan. Gigi bungsu ini memberikan tekanan pada akar molar kedua. pharynx dibagi dalam 3 bagian. Pada sisi lateral.Gigi bungsu adalah gigi molar ketiga pada kedua sisi tulang rahang masing-masing. premolar dan molar. yang pertama adalah geraham yang muncul sekitar usia 6 tahun. tela submucosa dan tunica muscularis. •gigi taring (kaninus) untuk memutuskan makanan yang keras dan liat. ekstraksi gigi bungsu mungkin diperlukan untuk mencegah kerusakan struktur gigi. Ini adalah proses penghalusan makanan secara mekanis menjadi potongan kecil dan mencampurnya dengan air liur.6 8 .C. vv. D. Fungsinya: sebagai tempat yang dilalui oleh aliran udara pernapasan dan makanan. premolare. dan set dari 20 gigi biasanya tumbuh lengkap pada usia 2 tahun.

Terlarut dalam ludah adalah glikoprotein licin (kompleks karbohidratprotein) yang disebut musin. untuk merangsang papil pengecap. Zat antibakteri dalam ludah juga akan membunuh banyak bakteri makanan yang memasuki mulut melalui makanan. pancreas dan empedu sebagai persiapan menyambut kedatangan makanan. dan membantu membentuk makanan menjadi sebuah bola yang disebut bolus. lebih dari satu liter ludah disekresikan ke dalam rongga mulut setiap hari. Apabila gigi tidak membentuk kontak yang semestinya satu sama lain. melumat. aroma masakan. dan menggerus makanan. ludah bisa dihasilkan sebagai antisipasi karena adanya hubungan yang telah diketahui antara makanan dan waktu dalam satu hari. Tujuan mengunyah ialah : menggiling dan memecah makanan menjadi potongan – potongan yang lebih kecil untuk mempermudah proses menelan. Lidah akan mengecap makanan. geligi dengan berbagai ragam bentuk akan memotong. Motilitas Mengunyah merupakan motilitas mulut yang menglibatkan pemotongan. atau rangsangan lain. yang melindungi lapisan lunak rongga mulut dari kerusakan akibat gesekan dan melumasi makanan suoaya lebih mudah ditelan. mamanipulasinya selama pengunyahan.1 Pada mulut terjadi proses dasar pencernaan. lambung. Produk utama dari pencernaan oleh enzim ini adalah polisakarida yang lebih kecil dan disakarida maltose. yang terakhir tidak saja menimbulkan sensasi rasa yang menyenangkan. Proses Penceranaan di Mulut Pencernaan makanan secara fisik dan kimiawi dimulai dalam mulut. perobekan. Bahkan sebelum makanan sesungguhnya berada di rongga mulut. Pada manusia. tugas memotong dan menggiling tidak dapat dilaksanankan dengan sempurna. Kehadiran makanan dalam rongga mulut (oral cavity) akan memicu refleks saraf yang menyebabkan kelenjar ludah mengeluarkan ludah melalui duktus ke rongga mulut. enzim pencernaan yang menghidrolisis pati dan glikogen. Tindakan mengunyah dapat bersifat volunteer. Selama penelanan lidah akan mendorong bolus ke bagian belakang rongga mulut dan akhirnya ke dalam faring.E. Pencernaan karbohidrat dimulai dalam rongga mulut. tetapi sebagian besar proses 9 . penggilingan dan pencampuran makanan yang masuk oleh gigi. Ludah mengandung amylase. Ludah mengandung buffer yang membantu mencegah pembusukan geligi dengan cara menetralkan asam dalam mulut. Oklusi (penutupan gigi atas dan bawah) memungkinkan makanan digiling dan dihancurkan diantara kedua permukaan. yang membuat makanan tersebut lebih mudah ditelan dan meningkatkan luas permukaannya. Selama pengunyahan. tetapi juga secara reflex memicu sekresi saliva. untuk mencampur makanan dengan air liur. antara lain : 1.

Yang penting.1 2.7 3. Sekresi Sekresi saliva berada di bawah kendali saraf.dalam saliva juga terdapat komponen lain. Namun.mengunyah ketika makanan merupakan suatu proses reflex ritmik yang ditimbulkan oleh pengaktifan otot – otot rangka pada rahang.8 a. yang tampaknya disababkan oleh peptide usus setempat. Komposisi Saliva Saliva komposisi utamanya terdiri dari air sebesar 98% . sebagian obat dapat diserap melalui mukosa mulut. Sekresi ini disertai oleh vasodilatasi kuat pada kelenjar.1 F. tetapi bagian tengah massa yang belum dicapai oleh asam lambung. Absorbsi Di mulut tidak terjadi penyerapan makanan. Rangsang saraf simpatis menyebabkan vasokontriksi dan pada manusia menyebabkan sekresi sedikit saliva yang kaya akan zat organic dari kelenjar submandibularis dan kaya akan mukus. dan melihat ataupun mencium dan mendengar pun dapat menyebabkan peningkatan sekresi saliva (reflex saliva didapat/tekondisi). pipi dan lidah sebagai proses respons terhadap tekanan makanan ke jaringan mulut. Saliva 1. Komponen organik saliva terdiri dari :1. Asam menyebabkan amylase tidak aktif. Digesti Pencernaan di mulut melibatkan hidrolisis polisakarida menjadi disakarida oleh amylase. Amilase 10 . enzim ini terus berfungsi selam beberapa jam lagi. bibir.7 4.Komponen saliva dapat dibedakan atas komponen organik dan anorganik. sebagian besar pencernaan yang dilakukan oleh enzim ini berlangsung di korpus lambung setelah massa makanan dan air liur telah tertelan. Rangsang pada parasimpatis menyebabkan sekresi air liur menjdi cair dalam jumlah besar dengan kandungan zat organic yang relative rendah dan kaya akan enzim. Makanan dalam mulut menyebabkan reflex sekresi saliva (reflex saliva sederhana/tidak terkondisi).

tiosanat dan laktoproksidase.Terdiri dari sebagian besar Ig-A sekretorik (Sig-A) dan sebagian kecil Ig-G dan Ig-M . Laktoferin Laktoferin merupakan hasil produksi sel epitel kelenjar dan leukosit PMN yang mempunyai efek bakterisid yang merupakan salah satu fungsi proteksi terhadap infeksi mikroorganisme ke dalam tubuh manusia. g. b. d.Amilase merupakan protein saliva konsentrasi tinggi . sehingga antigen dalam bentuk bakteri dan virus akan melekat erat dalam mukosa mulut yang kemudian dilumpuhkan oleh SIg-A. kelenjar submandibular dan kelenjar sublingualis. Sistem ini menghambat produksi asam dan pertumbuhan bakteri streptococcus dan lactobacillus yang ikut menjaga pH rongga mulut sekaligus mengurangi terjadinya karies akibat asam yang dihasilkan oleh bakteri. Pada saliva lisozim berasal dari kelenjar parotis.terdiri dari hidrogen peroksida. Sistem Peroksida Peroksida berperan sebagai sistem antibakteri yang banyak hadir pada kelenjar parotis. Mukus Glikoprotein Mukus Glikoprotein merupakan lapisan rongga mulut yang berfungsi dalam lubrikasi jaringan rongga mulut. f. Laktoperoksida Laktoperoksidase mengkatalis oksidasi tiosanat menjadi hipotiosanat yang mampu menghambat pertumbuhan dan pertukaran zat bakteri. c. Amilase mengubah tepung kanji dari glikogen menjadi kesatuan karbohidrat yang lebih kecil dan akibat pengaruh amilase. Immunoglobulin Immunoglobulin merupakan agen anti bakteri. Lisozim Lisozim mempunyai peran aktif terhadap bakteri yaitu berperan aktif menghancurkan dinding sel bakteri dan sangat aktif dalam melisiskan bakteri.Aktivitas antibakteri Sig-A yang terdapat dalam mulut bersifat mukus dan melekat dengan kuat .Bakteri mulut yang diselubungi SIg-A lebih mudah difagositosis oleh leukosit. 11 . Amilase adalah enzim pencernaan yang terutama diproduksi oleh kelenjar parotis dan submandibularis.pengatur interaksi antara epitel permukaan dengan lingkungan luar dan perangkap bakteri. e.

Komponen anorganik dalam saliva berupa ion kalsium. fluoride.dan berserat maka akan merangsang keluarnya saliva dengan otomatis banyaknya saliva yang keluar dapat membersihkan gigi dari sisa makanan yang tertinggal pada gigi. natrium.berair. Pengaturan keseimbangan air dalam keadaan dehidrasi yaitu dengan menurunkan kecepatan salivasi e. Konsentrasi bikarbonat pada kelebihan parotis dan submandibular meningkat dengan meningkatnya aliran saliva. Digestif  Membasahi makanan yang dikunyah  Menghasilkan enzim-enzim pencernaan (ptialin/amilase yang membantu dalam proses pemecahan karbohidrat b.dengan kita mengunyah makanan makanan yang keras. HCO . diantaranya adalah :8 a. magnesium. Selain itu terdapat gas karbondioksida. Fungsi Kelenjar Saliva Saliva dalam rongga mulut mempunyai banyak fungsi .  Melindungi jaringan keras dan lunak mulut d. Pelindung  Menghasilkan enzim lisozim  Sebagai stabilisasi untuk menjaga keasaman dalam rongga mulut  Melindungi gigi dari karies: yaitu saliva sebagai self cleansing (membersihkan diri sendiri). Klorida sangat penting dalam aktivitas enzimatik amilase. Natrium dan kalium mempunyai konsentrasi tertinggi dalam saliva. Mempertahankan mulut tetap lembab h. NH. Mencegah kerusakan dan erosi pada gigi 12 . nitrogen. dan oksigen. kalium. klorida. Ekskresi zat-zat berbahaya dala tubuh seperti logam berat Hg.Pb g.8 2. Pelumas  Melumasi bolus sehingga dapat mudah ditelan dan masuk ke lambung  Membantu melarutkan rasa yang ada pada makanan c. Bikarbonat adalah ion buffer terpenting dalam saliva. Kalsium dan fosfat sangat penting untuk remineralisasi email. Sebagai pelarut dan pengecapan f.

galaktosa dan fruktosa. Meminimalisir keasaman rongga mulut dan mencegah kerusakan struktur gigi ketika terjadi muntah j. keluar dari sel mengikuti penurunan gradient konsentrasi untuk masuk ke darah di dalam vilus. Glukosa dan galaktosa diserap oleh transportasi aktif sekunder. Berpartisipasi dalam proses penyembuhan luka karena terdapat faktor pembekuan darah dan epidermal growth factor pada saliva k. yang tidak secara langsung menggunakan energi. Supply saraf simpatis untuk kelenjar parotis. Kelenjar saliva minor dipersarafi oleh serabut saraf parasimpatis yang berasal dari saraf facial yang mencapai kelenjar melalui cabang saraf lingual palatinal. dan laktosa. bergantung pada gradien konsentrasi Na+ yang diciptakan oleh pompa Na+-K+ basolateral yang memerlukan energi. yaitu glukosa. Glukosa (atau galaktosa).kecepatan aliran sekresi saliva diatur oleh sistem saraf otonom. Disakaridase yang terdapat di brush border usus halus selanjutnya menguraikan disakarida ini mejadi satuan monosakarida yang dapat diserap. Kelenjar saliva dipersarafi oleh saraf simpatis dan parasimpatis (N VII). sebagian kecil lainnya ada dibawah kontrol hormonal. Membantu dalam berbicara dan pelumasan pipi dan lidah 3.1 G. Operasi pembawa kotranspor ini. Fruktosa diserap 13 . Kelenjar parotis mendapatkan supply saraf parasimpatis dari nukleus salvarius inferior. Saraf yang Mensarafi Kelenjar Saliva Sekresi saliva sebagian besar berada dibawah kontrol sistem saraf.i.submandibularis dan sublingualis berasal dari ganglion simpatis servikal superior dengan plexus saraf yang berjalan ke kelenjar ludah di sepanjang arteri. setelah dikumpulkan di dalam sel oleh pembawa kotranspor. Jumlah sekresi air ludah dapat dipakai sebagai ukuran tentag keseimbangan air dalam tubuh l.kelenjar submandibularis dan sublingualis mendapatkan supply saraf dari nukleus salivarius superior. Pengaturan sekresi saliva lebih banyak dilakukan oleh saraf simpatis. sukrosa. sementara pembawa kotranspor di batas luminal mengangkut monosakarida dan Na+ dari lumen ke dalam interior sel usus. Penyerapan Karbohidrat Karbohidrat makanan disajikan ke usus halus untuk diserap terutama dalam bentuk disakarida maltosa (produk pencernaan polisakarida).

2. Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran EGC. gusi. Edisi ke-33. Buku ajar fisiologi kedokteran. bibir bagian dalam.1 H.Edisi 12.2009. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Biokimia kedokteran dasar. Anderson PD. namun sariawan sangat mengganggu. Guyton CA dan Hall JE. Jakarta: EGC. 8. bahwa sariawan dapat disebabkan karena gangguan proses dasar pencernaan dan/atau gangguan struktur organ terkait. Sariawan dapat disebabkan karena gangguan pada selapur lendir sehingga terjadi penurunan daya tahan. 6. Jakarta:EGC. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Bercak itu dapat berupa bercak tunggal maupun berkelompok. 3. Edisi ke-11.ke dalam darah semata-mata melalui difusi terfasilitasi (transportasi pasif yang diperantarai oleh pembawa).2009. biasanya berupa bercak putih kekuningan. Sloane E. 2004. Fisiologi manusia : dari sel ke sistem. Sariwan Sariawan atau stomatitis adalah radang yang terjadi pada mukosa mulut. Edisi 9. 5. Bloom. 2008. Mark DB. Jakarta: EGC. Buku ajar histologi. serta langit-langit dalam rongga mulut. Edisi ke-1.2000. Mark CA. Atlas histologi di Fiore dengan kolerasi fungsional.2004. Pearce EC. Sherwood L. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2003.2008. 4. Daftar Pustaka 1. Fawcett. 7. hal tersebut menyebabkan bibir lebih mudah terluka. Edisi ke-1. lidah. Anatomi dan fisiologi tubuh manusia. Sariawan dapat menyerang selaput lendir pipi bagian dalam. Anatomi dan fisiologi bagi untuk paramedis. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Meskipun tidak tergolong berbahaya. Eroschenko VP. Smith CM. Edisi ke-1 Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC.5 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan dari materi-materi yang berkaitan dengan scenario dapat disimpulkan hipotesis diterima. 14 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful