P. 1
Salep

Salep

|Views: 124|Likes:
Published by Sitti Rukmana

More info:

Published by: Sitti Rukmana on Jan 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/15/2013

pdf

text

original

Tugas individu TEKNOLOGI SEDIAAN FARMASI

SALEP

OLEH SITTI RUKMANA 70100110107 FARMASI C

Biasanya dibuat dengan mencampurkan bahan obat yang berbentuk serbuk dalam jumlah besar dengan vaselin atau parafin cair atau dengan bahan dasar tidak berlemak yang dibuat dengan gliserol. pasta memiliki nilai yield tertentu dan tahan untuk mengalir meningkat dengan meningkatnya gaya pada penggunaan. Ketika digunakan. tragakan dan lain-lain. ZnO dan kalsium karbonat pada basisnya memiliki bagian yang tinggi. Menurut Scoville’s Pasta terkenal pada daerah dermatologi dan tebal. Pasta biasanya sangat kental atau kaku dan kurang berlemak dibandingkan dengan salep dimana bahan-bahan serbuk seperti pati. Pasta biasanya disiapkan dengan menambahkan sejumlah serbuk yang tidak larut yang signifikan (biasanya 20% atau lebih) pada basis salep konvensional sehingga akan merubah aliran plastis dari salep menjadi aliran dilatan. Pasta berlemak seperti pasta ZnO dan pasta tidak berlemak mengandung gliserin dengan pektin. Biasanya mengandung serbuk sampai 50% hingga pasta . gelatin. Kesimpulan: Pasta adalah sediaan semi padat dermatologis yang digunakan secara topikal menunjukkan aliran dilatan. Digunakan sebagai antiseptik atau pelindung kulit Menurut DOM Pasta adalah sediaan semi padat dermatologis yang menunjukkan aliran dilatan yang penting. mucilago atau sabun. salep kental dimana pada dasarnya tidak melebur pada suhu tubuh. sehingga membentuk dan menahan lapisan pelindung pada daereah dimana pasta digunakan . Pengertian Menurut FIII Pasta adalah sediaan berupa massa lunak yang dimaksudkan untuk pemakaian luar.A. MenurutPrescription Pasta terbagi menjadi dua kelas seperti sediaan salep untuk penggunaan luar.

D. C. Fungsi Salep    Sebagai bahan pembawa substansi obat untuk pengobatan kulit. stabil pada suhu kamar dan kelembaban yang ada dalam kamar. inflamasi dan ekskoriasi.  Dasar salep yang cocok adalah dasar salep yang kompatibel secara fisika dan kimia dengan obat yang dikandungnya. Penggolongan dasar salep  Dasar salep berminyak .lebih kaku dan kental dan kurang berminyak dibandingkan salep. obat harus terdistribusi merata melalui dasar salep padat atau cair pada pengobatan. Pasta tidak melebur pada suhu tubuh dan memberi perlindungan berlebih pada daerah dimana pasta digunakan.  Lunak.  Terdistribusi secara merata. selama masih dipakai dalam masa pengobatan. Maka salep harus bebas dari inkompatibilitas. sebab salep digunakan untuk kulit yang teriritasi. Sebagai bahan pelumas pada kulit. Kualitas dasar salep  Stabil. B. umumnya salep tipe emulsi adalah yang palintg mudah dipakai dan dihilangkan dari kulit. Sebagai pelindung untuk kulit yaitu mencegah kontak permukaan kulit dengan larutan berair dan rangsang kulit.  Mudah dipakai. yaitu semua zat dalam keadaan halus dan seluruh produk menjadi lunak dan homogen.

2.. Hanya bagian kecil dari cairan dapat didukung oleh dasar salep tanpa perubahan viskositas. karena fase kontinyu adalah minyak.  Dasar salep absorpsi Golongan dasar salep absorpsi meliputi minyak hidrofil yaitu adeps lanae. Scoville’s the Art of Compounding Nineth edition. Dirjen POM. Moh. Dasar salep emulsi tipe A/M seperti lanolin dan cold cream. Farmakope Indonesia Edisi III. Dasar salep anhidrous yang mampu menyerap air dan membentuk tipe emulsi A/M seperti adeps lanae dan Hydrophilic petrolatum. Glenn L. Dasar salep hidrus dan merupakan tipe emulsi A/M tetapi masih mampu menyerap air yang ditambahkan seperti cold cream dan lanolin.Sifat lain dasar salep absorpsi adalah tidak mudah dicuci. (1979). Jenkins. Dasar salep absorpsi ada dua tipe : 1. larut dalam air dan mudah dicuci dengan air. The McGraw-Hill Book Company. 2. Departemen kesehatan RI: Jakarta 3. Inc: USA . Dasar salep emulsi tipe M/A seperti hydrophilic oinment dan Vanishing cream Sumber : 1. Contohnya : Polietilenglikol.  Dasar salep tercuci Dasar salep tercuci adalah anhidrous.  Dasar salep emulsi Ada dua macam yaitu : 1. Hydrophylic petrolatum dan dasar salep yang baru seperti polysorb. Farmasetika. parafin.Contohnya : Vaselin. (1957). Anief. minyak tumbuh-tumbuhan dan silikon. Gajah Mada University Press : Yogyakarta 2. 2000.

SALEP A. Definisi Menurut FI III .

Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah      laju penglepasan bahan obat dari basis salep.sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. dan pengaruh obat terhadap kekentalan atau hal lainnya dari basis salep. kemudian dilanjutkan dengan penambahan sisa basis Ketentuan lain. C. Zat yang mudah larut dalam air dan stabil . Menurut FI IV sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit atau selaput Pemilihan basis salep disesuaikan dengan kebutuhan atau sifat salep yang diinginkan. Thymol. jangka waktu obat stabil dalam basis salep. Zat yang dapat larut dalam basis salep (Camphora. B.Metode Pembuatan Salep  Metode Pelelehan zat pembawa dan zat berkhasiat dilelehkan bersama dan diaduk sampai membentuk fasa yang homogen  Metode Triturasi zat yang tidak larut dicampur dengan sedikit basis yang akan dipakai atau dengan salah satu zat pembantu. Fenol. Menthol. kelayakan melindungi kelembaban kulit oleh basis salep. Guaiacol)àmudah larut dalam minyak lemak (vaselin) Zat berkhasiat +sebagian basis (sama banyak)àdihomognekanàditambah sisa basis 2. 1. peningkatan absorpsi perkutan oleh basis salep dari bahan obat.

Basis salep yang digunakan sebagai pembawa 1. basis yang dapat dicuci dengan air. maka obatnya dilarutkan dulu dalam air dan dicampur dengan basis salep yang dapat menyerap air. 2. Setiap salep obat menggunakan salah satu basis salep tersebut Basis hidrokarbon 1. maka masa salep yang meleleh perlu dikolir (disaring dengan kasa)àdilebihkan 10-20% D. Salep yang dibuat dengan peleburan Dalam cawan porselen salep yang mengandung air tidak ikut dilelehkan tetapi diambil bagian lemaknya (air – – ditambahkan terakhir) – Bila bahan-bahan dari salep mengandung kotoran. Basis ini digolongkan sebagai basis berminyak bersama dengan basis salep yang terbuat dari minyak nabati atau hewani Sifat minyak yang dominan pada basis hidrokarbon menyebabkan basis ini sulit tercuci oleh air dan tidak terabsorbsi oleh kulit. . dan 4. 3. umumnya merupakan senyawa turunan minyak bumi (Petrolatum) yang memiliki bentuk fisik semisolid dan dapat juga dimodifikasi dengan wax atau senyawa turunan minyak bumi yang cair (Liquid Petrolatum) 3. basis larut dalam air. 3. basis hidrokarbon.Bila masa salep mengandung air dan obatnya dapat larut dalam air yang tersedia. sifat inert 2. basis absorpsi (basis serap). Basis salep yang lain seperti basis lemak dan minyak lemak serta basis silikon.

 Hal ini menyebabkan penerimaan pasien yang rendah terhadap basis hidrokarbon jika dibandingkan dengan basis yang menggunakan emulsi seperti krim dan lotion. Basis ini juga mampu meningkatkan hidrasi pada kulit. Selain mempertahankan kadar air.e. h. Basis ini juga hanya menyerap atau mengabsorbsi sedikit air dari formulasi serta menghambat hilangnya kandungan air dari sel-sel kulit dengan membentuk lapisan film yang waterproff. Sifat minyak yang hampir anhidrat juga menguntungkan karena memberikan kestabilan optimum pada beberapa zat aktif seperti antibiotik. atau berwarna pucat. g. f. berwarna putih. Sifat-sifat tersebut sangat menguntungkan karena mampu mempertahankan kelembaban kulit sehingga basis ini juga memiliki sifat moisturizer dan emollient. Soft Paraffin     Basis diperoleh melalui pemurnian hidrokarbon semisolid dari minyak bumi Jenis sof paraffin yaitu : berwarna kuning digunakan untuk zat aktif yang berwarna digunakan untuk zat aktif yang tidak berwarna putih (melalui proses pemutihan) berwarna. Kerugian Basis Hidrokarbon  sifatnya yang berminyak dapat meninggalkan noda pada pakaian serta sulit tercuci oleh air sehingga sulit dibersihkan dari permukaan kulit. . Hal ini terbukti dengan mengukur peningkatan efek vasokonstriksi pada pemberian steroid secara topikal dengan basis hidrokarbon. basis ini juga mampu meningkatkan hidrasi pada kulit (horny layer) dan hal ini dapat meningkatkan absorbsi dari zat aktif secara perkutan. Beberapa contoh kandungan basis hidrokarbon 1.

tidak terasa berminyak dan mudah dibersihkan. mudah disebar. tidak berbau.Proses pemutihan menyebabkan sebagian pasien sensitif terhadap soft paraffin yang berwarna putih b.   digunakan untuk menghaluskan basis salep dan mengurangi viskositas sediaan krim. jika dicampur dengan 5% low density polietilen. Liquid Paraffin  merupakan campuran hidrokarbon cair dari minyak bumi. lalu dipanaskan dan dilakukan pendinginan secara cepat.  Hard paraffin biasanya digunakan untuk memadatkan basis salep.  mudah mengalami oksidasi sehingga dalam penyimpanannya ditambahkan antioksidan seperti Butil hidroksi toluene (BHT). memiliki tekstur berminyak seperti wax. Sifat : .  stabil pada perubahan suhu. mudah digunakan. Pertimbangan Pemilihan Bahan   Pemilihan basis salep disesuaikan dengan sifat zat aktif dan tujuan penggunaan. Hard Paraffin   merupakan campuran bahan-bahan hidrokar-bon solid yang diperoleh dari minyak bumi. Sifat fisik : tidak berwarna s/d berwarna putih. dan memiliki struktur kristalin. kompatibel terhadap banyak zat aktif. Umumnya transparan dan tidak berbau. melekat pada kulit. akan menghasilkan massa gel yang mampu mempertahankan konsistensinya dalam rentang suhu yang cukup luas (-15oC hingga 60oC).

2. sedikit atau tidak mengandung air. serta tidak mengabsorbsi air dari lingkungannya. d. 3. basis hidrokarbon bersifat kompatibel dengan banyak zat aktif karena inert. Oleh karena itu. kemampuan menyerap air yang rendah menyebabkan basis ini dapat digunakan pada eksudat (luka terbuka).1. d. Acid Salicylici Unguentum (Salep Asam Salisilat) tiap 10 gram mengandung: .Acidum salicylicum .Acidum salicylicum . Acid Salicylici Sulfuris Unguentum (Salep Asam Salisilat Belerang) tiap 10 gram mengandung: . basis hidrokarbon merupakan basis dari salep dasar dan jika tidak disebutkan apa-apa maka basis hidrokarbon yang digunakan sebagai salep dasar adalah vaselin putih. kandungan airnya yang sangat sedikit dapat mencegah hidrolisis zat aktif seperti beberapa antibiotik e.Vaselinum album ad 200 400 10 mg mg g . Contoh sediaan salep dengan basis hidrokarbon 1. basis ini tetap meningkatkan hidrasi kulit sehingga meningkatkan absorbsi zat aktif secara perkutan.Sulfur .Vaselinum album ad 200 10 mg g 2. meskipun demikian.

5 65 ad mg mg 1 g Untuk memudahkan pemilihan bahan dasar salep perlu diadakan peninjauan dari bermacammacam sudut. sulfonat.Hyoscini hydrobromidum .3. basis ini juga dapat berupa bahan anhidrat atau basis hidrat yang memiliki kemampuan menyerap kelebihan air. ester lanolin. èmembentuk emulsi w/o Sumber Basis  Pada umumnya bahan-bahan tersebut merupakan campuran dari sterol-sterol binatang atau zat yang bercampur dengan senyawa hidrokarbon dan zat yang memiliki gugus polar seperti sulfat.Vaselinum album 2.Paraffinum liquidum . yaitu (1) Sifat dari penyakit/luka/lesi (2) Daya kerja dipermukaan kulit (proses penetrasi) (3) Sifat bahan dasar salep terhadap pengaruh air. karboksil. Basis salep serap  Basis salep ini mempunyai sifat hidrofil atau dapat mengikat air.  Contoh : Lanolin. Hyoscini Oculentum (Salep mata Hiosina / Skopolamin) tiap gram mengandung: . campuran steroid dan triterpene alkohol dll Tipe basis serap . hidroksil atau suatu ikatan ester.

berupa bahan seperti lemak. sedikit larut dalam etanol (95%) dingin. dan kloroform. dapat sebagai basis salep. Lanolin anhidrat cair berwarna jernih atau hampir jernih berupa cairan berwarna kuning. Contoh tipe ini adalah Lanolin.  Aplikasi dalam Formulasi dan Teknologi Farmasi: Lanolin anhidrat selain digunakan dalam formulasi topikal dan kosmetik. lengket. juga sebagai emulsifying agent. tipe 1 è dasar salep yang dapat bercampur dengan air membentuk emulsi air dalam minyak. Namun. Anhydrous lanolin atau lanolin anhidrat merupakan lanolin yang mengandung air tidak lebih dari 0. dengan bau yang khas dan mencair pada suhu 38-44 oC.  Kelarutan: Lanolin anhidrat tidak larut dalam air tapi dapat larut dalam air dengan jumlah dua kali berat lanolin. benzene. Anhydrous Lanolin   Sinonim : Wool Fat USP XVI.25%. Adeps Lanae Pemerian : Lanolin anhidrat berwarna kuning pucat.  Kestabilan dan Syarat Penyimpanan: Lanolin dapat mengalami autooksidasi selama dalam penyimpanan. Lanolin anhidrat digunakan sebagai basis salep terutama jika ingin dilakukan pencampuran larutan yang berair. lebih larut dalam etanol (95%) panas dan sangat larut dalam eter. Hydrophilic petrolatum R/Kolesterol ………………… 3% .  tipe 2 è emulsi air dalam minyak yang dapat bercampur dengan sejumlah larutan air tambahan. Lanolin anhidrat ini dapat meningkatkan absorpsi terhadap zat aktif dan mempertahankan keseragaman konsistensi salep. Lanolin anhidrat juga dapat mempengaruhi stabilitas zat aktif karena mengandung pro-oksidan. Contohnya adalah Parafin hidrofilik dan Lanolin anhidrat.

Stearil alkohol ……………. Adeps lanae cum aqua Pemerian : Lanolin berbentuk setengah padat.  Kelarutan : Lanolin tidak larut dalam air. White Petrolatum. lanolin akan terpisah menjadi dua bagian.  Aplikasi dalam Formulasi dan Teknologi Farmasi: Hydrophilic petrolatum digunakan sebagai pelindung dan penyerap air pada basis salep. Berwarna kuning dengan bau yang khas. LANOLIN   Sinonim : Hydrous Wool Fat.  Aplikasi dalam Formulasi dan Teknologi Farmasi: . larut dalam kloroform atau eter dengan pemisahan bagian airnya akibat hidrasi.. Jika dipanaskan. seperti lemak diperolah dari bulu domba (Ovis aries) merupakan emulsi air dalam minyak yang mengandung air antara 25% sampai 30%. dan white wax di atas water bath. Kemudian tambahkan kolesterol sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga homogen dan dingin dan membentuk masa salep. dimana bagian atas merupakan minyak dan bagian bawah berupa air. 3% White Wax ………………… 8% White Petrolatum ………… 86%  Cara pembuatan : Lelehkan/lebur secara bersama-sama stearil alkohol. Hydrophilic petrolatum ini akan mengabsorbsi jumlah air yang besar dengan membentuk campuran air dalam minyak. Petrolatum hidrofilik dapat mengabsorbsi jumlah air yang banyak dengan membentuk emulsi air dalam minyak.

Banyak digunakan sebagai basis pada salep karena kompatibilitasnya dengan lemak pada kulit. Mudah diformulasikan/diracik Basis yang dapat dicuci dengan air Pertimbangan Formulasi Sifat-sifat basis tipe ini. lanolin terhidrogenasi. 2. Di dalam sediaan secara fisik cukup halus dan kental. Mudah melepaskan bahan berkhasiat pada bagian yang diobati. Sebagian besar dari fraksi-fraksi lanolin ini mempermudah pembentukkan emulsi air di dalam minyak. 7. Reaksi netral. Tercampur baik dengan bahan berkhasiat. 10. 9. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN  Keuntungan dasar salep absorpsi ini. yaitu: . ester lanolin dan produk lainnya. Komponen-komponen dasar salep sesedikit mungkin macamnya. Stabil dalam penyimpanan. Tidak merangsang kulit. pH mendekati pH kulit yaitu sekitar 6-7. Derivat dan fraksi-fraksi dari lanolin yang ada sekarang antara lain lanolin alcohol. Tidak menghambat proses penyembuhan luka/penyakit pada kulit tersebut. walaupun masih mempunyai sifat-sifat lengket yang kurang menyenangkan.  Suatu dasar salep yang ideal mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : 1. 3. 6. 5. 8. Mudah dicuci dengan air. Lanolin merupakan emulsi air dalam minyak. 4.  Kekurangan dasar salep ini ialah kurang tepat bila dipakai sebagai pendukung bahanbahan antibiotik dan bahan-bahan lain yang kurang stabil dengan adanya air. tetapi mempunyai sifat yang lebih mudah tercuci dengan air dibandingkan dasar salep berminyak. Sebagian besar dari derivat ini diproduksi untuk tujuan memperbaiki sifat emulsifikasi atau mengurangi reaksi alergi.

. air ( 45% w/w ). stabilizer. bisa non-ionik. contohnya trietanolamin stearat. v Emulsi yang terdiri dari emulsifier nonionik biasanya terdispersi ke komponen lipofilik pada fase minyak dan komponen hidrofilik pada fase air. atau bahan lain yang berhubungan dgn sistem cair. seperti cetyl atau stearyl alcohol. cair. pengontrol pH. anionik.  Asam stearat mungkin termasuk dalam fase minyak jika emulsi tersebut dalam bentuk sabun. koloid.       Komposisi : minyak. khususnya dengan basa. atau polietilen glikol. atau non-hydrolyzable Basis yang dapat dicuci dengan air yakni basis miyak dalam air  Fase minyak (fase internal) terdiri dari petrolatum bersamaan dengan satu atau lebih alkohol BM tinggi.  Petrolatum dalam fase minyak juga dapat mempertahankan kestabilan air dalam keseluruhan formulasi  Fase air (fase eksternal) dari basis tipe ini terdiri dari: bahan pengawet : metilparaben. dan asam sorbat humektan : gliserin. kationik. juga terdiri dari komponen yg larut dalam air. Pemberian asam stearat dalam jumlah yang berlebihan dalam formulasi akan menghasilkan salep yang mengkilap seperti mutiara. atau amfoter. emulsifier (biasanya menjadi bagian yg paling banyak). dan nonionik Campuran obat yang potensial adalah dalam bentuk padat Kegunaan : emollient. zat pembawa untuk obat padat. propilparaben. propilen glikol. surfaktan minyak dalam air ( HLB >9 ) Hidrat Hidrofilik Mudah dicuci dengan air Tidak stabil. benzil alkohol.

Basis Larut air Sifat basis larut air: Larut dalam air Dapat dicuci Tidak berminyak Bebas lipid Tidak mengiritasi Komponen utama : polietilen glikol HOCH2(CH2OCH2)nCH2OH Adanya gugus polar dan ikatan eter yang banyak Salep yang baik bisa diperoleh dengan menggunakan campuran polietilen glikol BM kecil dan besar Contoh: Salep polietilen glikol NF polietilen glikol 3350……………. Emulsi dengan emulsifier nonionik umumnya memiliki potensi mengiritasi yang rendah.. v Surfaktan anionik dan kationik dapat menyebabkan kerusakan stratum korneum dan berbanding langsung dengan konsentrasi dan durasi kontak. stabil. v Surfaktan nonionik memiliki efek yang lebih sedikit terhadap stratum korneum.400g . dan memiliki karakteristik kompatibilitas yang baik.v Isi dari emulsifier nonionik dari jumlah total emulsi adalah 10% dari total berat atau volume.

kemudian dibiarkan dingin sambil diaduk sampai membeku. lalu dipanaskan pada penangas uap pada 65°C. contoh. CMC Na Gelling agent lainnya.polietilen glikol 400………………. . contoh: derivat cellulose (methylcellulose dan HPMC) Ionik. berwarna putih. gel stabilizer Sodium alginat →koloid hidrofilik yang berfungsi baik pada pH 4.terdispersi. berupa ionik dan non ionik       Nonionik. Carbopol 934→inert. sukar larut dalam air Magnesium aluminium silicate (veegum) →pengemulsi inorganik.5 dan 10(penambahan ion kalsium) Contoh Formulasi Pembuatan salep kloramfenikol dengan dasar salep polietilen glikol (dasar larut dalam air) Formula salep kloramfenikol dengan dasar polietilen glikol yang dimodifikasi    Kloramfenikol 2 g Propilen glikol 50 g Polietilen glikol 6000 49 g Dalam cawan porselin ditimbang propilen glikol dan polietilen glikol 6000.600g Propylene atau polyethylene glicol dan gel dengan carbopol atau derivat selulosa →larut air dan mengoptimasi hantaran obat jenis steroid Gelling agent.

hal 28 Dirjen POM. 130. 2001. ditambahkan kloramfenikol. (1979). Departemen kesehatan RI: Jakarta . dan digerus sampai homogen. Cermin Dunia Kedokteran No. Farmakope Indonesia Edisi III.Setelah itu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->