P. 1
Makalah HAM

Makalah HAM

|Views: 71|Likes:
Published by hafizthewell

More info:

Published by: hafizthewell on Jan 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/02/2013

pdf

text

original

BAB I

1. Pengertian Hak Asasi Manusia Hak Asasi Manusia(HAM) adalah hak yang melekat pada diri setiap manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapa pun. Sebagai warga negara yang baik kita harus menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia tanpa membeda-bedakan status, golongan, keturunan, jabatan, dan lain sebagainya. Melanggar HAM seseorang bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Hak Asasi Manusia memiliki wadah organisasi yang mengurus permasalahan seputar hak asasi manusia yaitu Komnas HAM. Kasus pelanggaran HAM di Indonesia memang masih banyak yang belum terselesaikan/tuntas sehingga diharapkan perkembangan dunia HAM di Indonesia dapat terwujud ke arah yang lebih baik. Salah satu tokoh HAM di Indonesia adalah Munir yang tewas dibunuh di atas pesawat udara saat menuju Belanda dari Indonesia. Pembagian Bidang, Jenis dan Macam Hak Asasi Manusia Dunia: 1. Hak Asasi Pribadi/Personal Right  Hak kebebasan untuk bergerak, bepergian dan berpindah-pindah tempat  Hak kebebasan mengeluarkan atau menyatakan pendapat  Hak kebebasan memilih dan aktif di organisasi atau perkumpulan  Hak kebebasan untuk memilih, memeluk, dan menjalankan agama dan kepercayaan yang diyakini masing-masing 2. Hak Asasi Politik/Political Right  Hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan  Hak ikut serta dalam kegiatan pemerintah  Hak membuat dan mendirikan Parpol/Partai politik dan organisasi politik lainnya  Hak untuk membuat dan mengajukan suatu usulan petisi

3

3. Hak Asasi Hukum/Legal Equality Right  Hak mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan  Hak untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil(PNS)  Hak mendapat layanan dan perlindungan hukum 4. Hak Asasi Ekomomi/Property Right  Hak kebebasan melakukan kegiatan jual beli  Hak kebebasan mengadakan perjanjian kontrak  Hak kebebasan menyelenggarakan sewa-menyewa, hutang-piutang, dll  Hak kebebasan untuk memiliki sesuatu  Hak memiliki dan mendapat pekerjaan yang layak 5. Hak Asasi Peradilan/Procedural Right  Hak mendapat pembelaan hukum di pengadilan  Hak persamaan atas perlakuan penyelidikkan di mata hukum 6. Hak Asasi Sosial Budaya/Social Culture Right  Hak menentukan, memilih dan mendapatkan pendidikan  Hak mendapatkan pengajaran  Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat dan minat Keenam Hak Asasi Manusia tersebut telah ditandatangani oleh lima belas besar Dewan Anggota Eropa di Roma, pada tanggal 4 Nopember 1950, mengakui pernyataan umum hakhak asasi manusia yang diproklamasikan Sidang Umum PBB 10 Desember 1948. Menurut Myres Mc Dougal, yang mengembangkan suatu pendekatan tehadap Hak Asasi Manusia yang sarat nilai dan berorientasi pada kebijakan, berdasarkan pada nilai luhur perlindungan terhdap martabat manusia. Tuntutan pemenuhan hak asasi manusia berasal dari pertukaran nilai-nilai intenasional yang luas dasarnya. Nilai-nilai ini dimanifestasikan oleh tuntunan-tuntunan yang berkaitan dengan kebutuhankebutuhan social, seperti rasa hormat, kekuasaan pencerahan, kesejahteraan, kesehatan, 4 penggeledahan, penangkapa, penahanan, dan

keterampilan, kasih sayang dan kejujuran. Semua nilai ini bersama-sama mendukung dan disahkan oleh nilai luhur martabat manusia. Artinya Hak Asasi Manusia itu muncul karena adanya segelintir factor-faktor yang mengharuskan Hak Asasi Manusia itu harus diterapkan didunia karena adanya akulturasi dan asimilasi yang diambil dari luar dan saling berhubungan satu sama lain didunia internasional antara nila-nilai positif mengenai adanya pengakuan terhadap hak setiap individu. Faktor-faktor itu meliputi: Kebutuhan-kebutuhan social yang artinya manusia saling membutuhkan satu sama lain dan tidak mampu hidup sendiri sebagai seorang individu oleh sebab itu manusia akan selalu berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, Saling berkerjasama dan saling melengkapi satu sama lain.Untuk menciptakan kerjasama yang baik dan harmonis dibutukan suatu sikap untuk saling menghargai antar individu. Disinilah muncul penerapan nilai-nilai Hak Asasi Manusia secara alami terlaksana didalam kehidupan yang nyata. Selanjutnya seperti rasa hormat, kekuasaan pencerahan, kesejahteraan, kesehatan, keterampilan, kasih sayang dan kejujuran. Saling bermunculan keatas permukaan dalam penerapanya karena seluruh factor tersebut saling berkoheresi satu sama lain terbentuk akibat adanya pengakuan akan Hak Asasi Manusia.

2. Pengertian Lain HAM

HAM adalah hak-hak dasar yang dimiliki oleh manusia, sesuai dengan kodratnya (Kaelan: 2002).

Menurut pendapat Jan Materson (dari komisi HAM PBB), dalam Teaching Human Rights, United Nations sebagaimana dikutip Baharuddin Lopa menegaskan bahwa HAM adalah hak-hak yang melekat pada setiap manusia, yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia.

John Locke menyatakan bahwa HAM adalah hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai hak yang kodrati. (Mansyur Effendi, 1994). 5

Dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM disebutkan bahwa “Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia”

3. Pengertian Hak Asasi Manusia Dalam Pancasila o Pengertian Hak Asasi Manusia HAM / Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri setiap manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapa pun. Sebagai warga negara yang baik kita mesti menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia tanpa membeda-bedakan status, golongan, keturunan,jabatan,danlainsebagainya. Dalam UU Nomor 39 Tahun 1999 Pasal 1 angka 1 ditegaskan bahwa Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah Nya, yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh Negara, hukum dan pemerintahan dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

o

Pengertian Pancasila Sejarah telah mengungkapkan bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, yang memberi kekuatan hidup kepada bangsa Indonesia serta membimbingnya dalam mengejar kehidupan lahir batin yang makin baik, di dalam masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Sifat dari pancasila adalah imperative atau memaksa, siapa saja yang berada diwilayah NKRI, wajib mentaati pancasila serta mengamalkan dengan tanpa persyaratan. Pancasila adalah pandangan hidup bangsa dan dasar negara Republik Indonesia. Pancasila juga merupakan sumber kejiwaan masyarakat dan negara Republik

6

Indonesia. Maka manusia Indonesia menjadikan pengamalan Pancasila sebagai perjuangan utama dalam kehidupan kemasyarakatan dan kehidupan kenegaraan.  Maksud Dari Hak Asasi Manusia Dalam Pancasila Hak-hak asasi manusia dalam Pancasila dirumuskan dalam pembukaan UUD 1945 dan terperinci di dalam batang tubuh UUD 1945 yang merupakan hukum dasar konstitusional dan fundamental tentang dasar filsafat negara Republik Indonesia serat pedoman hidup bangsa Indonesia, terdapat pula ajaran pokok warga negara Indonesia. Yang pertama ialah perumusan ayat ke 1 pembukaan UUD tentang hak kemerdekaan yang dimiliki oleh segala bangsa didunia. Oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. o Hubungan antara Hak asasi manusia dengan Pancasila dapat dijabarkan Sebagai berikut : 1. Sila ketuhanan yang maha Esa menjamin hak kemerdekaan untuk memeluk agama , melaksanakan ibadah dan menghormati perbedaan agama. 2. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab menempatkan hak setiap warga negara pada kedudukan yang sama dalam hukum serta serta memiliki kewajiban dan hak-hak yang sama untuk mendapat jaminan dan perlindungan undangundang. 3. Sila persatuan indonesia mengamanatkan adanya unsur pemersatu diantara warga Negara dengan semangat rela berkorban dan menempatkan kepentingan bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi atau golongan, hal ini sesuai dengan prinsip HAM dimana hendaknya sesama manusia bergaul satu sama lainnya dalam semangat persaudaraan.

o

7

4. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan dicerminkan dalam kehidupan pemerintahan, bernegara, dan bermasyarakat yang demokratis. Menghargai hak setiap warga negara untuk bermusyawarah mufakat yang dilakukan tanpa adanya tekanan, paksaan, ataupun intervensi yang membelenggu hak-hak partisipasi masyarakat. 5. Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengakui hak milik perorangan dan dilindungi pemanfaatannya oleh negara serta memberi kesempatan sebesar-besarnya pada masyarakat. 4. Deklarasi HAM disahkan PBB 10 Desember 1948, Deklarasi Hak Asasi Manusia disahkan olehMajelis Umum PBB. Ide tentang hak asasi manusia yang berlaku saat ini berakar sejak era Perang Dunia II. Pembunuhan dan kerusakan dahsyat yang ditimbulkan Perang Dunia II menggugah suatu kebulatan tekad untuk mernbangun sebuah organisasi internasional yang sanggup meredakan krisis internasional serta rnenyediakan suatu forum untuk diskusi dan mediasi. Organisasi ini adalah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang telah memainkan peran utama dalam pengernbangan pandangan kontemporer tentang hak asasi manusia. Para pendíri PBB yakin bahwa pengurangan kemungkinan perang mensyaratkan adanya pencegahan atas pelanggaran besar-besaran terhadap hak-hak manusia. PBB kernudian menugaskan Komisi Hak Asasi Manusia untuk menulis sebuah pernyataan internasional tentang hak asasi manusia. Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia ini diumumkan sebagai "suatu standar pencapaian yang berlaku umum untuk semua rakyat dan semua negara" . Namun, dalam pelaksanaannya, HAM malah dijadikan alat bagi negara-negara Barat untuk menekan negara-negara independen dunia di bidang politik dan ekonomi dalam rangka rnernperluas pengaruh imperialisme mereka. Kíni banyak negara-negara yang menyuarakan agar diadakan perubahan isi Deklarasi

8

HAM yang tidak sesuai dengan keyakinan, kebudayaan, dan adat istiadat mereka, demi mencegah penggunaan HAM untuk menekan mereka.

5. Sejarah Perjuangan Hak Asasi Manusia Di Indonesia Dalam peljalanan sejarah, bangsa Indonesia sejak awal peljuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia sudah menuntut dihormatinya hak asasi manusia. Hal tersebut terlihat jelas dalam tonggak-tonggak sejarah perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia melawan penj ajahan sebagai berikut : Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908, yang díawali dengan lahirnya berbagai pergerakan kemerdekaan pada awal abad 20, menunjukkan kebangkítan bangsa Indonesia untuk membebaskan diri dari penj ajahan bangsa lain. Sumpah Pernuda pada tanggal 28 Oktober 1928, membuktikan bahwa bangsa Indonesia rnenyadari haknya sebagai satu bangsa yang bertanah air satu dan menjunjung satu bahasa persatuan Indonesia. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan puncak peljuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia diikuti dengan penetapan Undang-Undang Dasar 1945 pada tanggal 18 Agustus 1945 yang dalam Pembukaannya mengamanatkan : “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa. Oleh karena itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”. UndangUndang Dasar 1945 menetapkan aturan dasar yang sangat pokok, termasuk hak asasi Rumusan hak asasi manusia dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia secara eksplisit juga telah dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Serikat dan Undang-Undang Dasar Sementara 1950. Kedua konstitusi tersebut mencantumkan secara rinci ketentuan-ketentuan mengenai hak asasi manusia. Dalam sidang Konstituante upaya untuk merumuskan naskah tentang hak asasi manusia juga telah dílakukan. Dengan tekad melaksanakan Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekuen, maka pada Sidang Umum MPRS tahun 1966 telah ditetapkan Ketetapan 9

Majelis

Permusyawaratan

Rakyat

Republik

Indonesia

Sementara

Nomor

XIV/MPRS/1966 tentang Pembentukan Panitia Ad Hoc untuk menyiapkan Dokumen Rancangan Piagam Hak Asasi Manusia dan Hak-hak serta Kewajiban Warga Negara. Berdasarkan Keputusan Pimpinan MPRS tanggal 6 Maret 1967 Nomor 24/B/1967, hasil kelja Panitia Ad Hoc diterima untuk dibahas pada persidangan berikutnya. Namun pada Sidang Umurn MPRS tahun 1968 Rancangan Piagarn tersebut tidak dibahas karena Sidang lebih mengutamakan membahas masalah mendesak yang berkaitan dengan rehabilitasi dan konsolidasi nasional setelah teljadi tragedi nasional berupa pemberontakan G-30-S/PKI pada tahun 1965, dan menata kembali kehidupan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Terbentuknya Komisi Nasional Hak Asasi Manusia berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 50 Tahun 1993, yang mendapat tanggapan positif masyarakat menunjukkan besarnya perhatían bangsa Indonesia terhadap masalah penegakan hak asasi manusia, sehingga lebih mendorong bangsa Indonesia untuk segera merumuskan hak asasi manusia menurut sudut pandang bangsa Indonesia. Kemajuan mengenai perumusan tentang hak asasi manusia tercapai ketika Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia tahun 1998 telah tercantum dalam Garis-garis Besar Haluan Negara secara lebih rinci. 6. Ciri Pokok Hakikat HAM Berdasarkan beberapa rumusan HAM di atas, dapat ditarik kesimpulan tentang beberapa ciri pokok hakikat HAM yaitu:

HAM tidak perlu diberikan, dibeli ataupun diwarisi. HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis.

HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis, pandangan politik atau asal-usul sosial dan bangsa.

10

HAM tidak bisa dilanggar. Tidak seorangpun mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain. Orang tetap mempunyai HAM walaupun sebuah Negara membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggar HAM (Mansyur Fakih, 2003).

1. Perkembangan Pemikiran HAM

Dibagi dalam 4 generasi, yaitu :
o

Generasi pertama berpendapat bahwa pemikiran HAM hanya berpusat pada bidang hukum dan politik. Fokus pemikiran HAM generasi pertama pada bidang hukum dan politik disebabkan oleh dampak dan situasi perang dunia II, totaliterisme dan adanya keinginan Negara-negara yang baru merdeka untuk menciptakan sesuatu tertib hukum yang baru.

o

Generasi kedua pemikiran HAM tidak saja menuntut hak yuridis melainkan juga hak-hak sosial, ekonomi, politik dan budaya. Jadi pemikiran HAM generasi kedua menunjukan perluasan pengertian konsep dan cakupan hak asasi manusia. Pada masa generasi kedua, hak yuridis kurang mendapat penekanan sehingga terjadi ketidakseimbangan dengan hak sosial-budaya, hak ekonomi dan hak politik.

o

Generasi ketiga sebagai reaksi pemikiran HAM generasi kedua. Generasi ketiga menjanjikan adanya kesatuan antara hak ekonomi, sosial, budaya, politik dan hukum dalam suatu keranjang yang disebut dengan hak-hak melaksanakan pembangunan. Dalam pelaksanaannya hasil pemikiran HAM generasi ketiga juga mengalami ketidakseimbangan dimana terjadi penekanan terhadap hak ekonomi dalam arti pembangunan ekonomi menjadi prioritas utama, sedangkan hak lainnya terabaikan sehingga menimbulkan banyak korban, karena banyak hak-hak rakyat lainnya yang dilanggar.

11

o

Generasi keempat yang mengkritik peranan negara yang sangat dominant dalam proses pembangunan yang terfokus pada pembangunan ekonomi dan menimbulkan dampak negative seperti diabaikannya aspek kesejahteraan rakyat. Selain itu program pembangunan yang dijalankan tidak berdasarkan kebutuhan rakyat secara keseluruhan melainkan memenuhi kebutuhan sekelompok elit. Pemikiran HAM generasi keempat dipelopori oleh Negaranegara di kawasan Asia yang pada tahun 1983 melahirkan deklarasi hak asasi manusia yang disebut Declaration of the basic Duties of Asia People and Government

Perkembangan pemikiran HAM dunia bermula dari: 1. Magna Charta

Pada umumnya para pakar di Eropa berpendapat bahwa lahirnya HAM di kawasan Eropa dimulai dengan lahirnya magna Charta yang antara lain memuat pandangan bahwa raja yang tadinya memiliki kekuasaan absolute (raja yang menciptakan hukum, tetapi ia sendiri tidak terikat dengan hukum yang dibuatnya), menjadi dibatasi kekuasaannya dan mulai dapat diminta pertanggung jawabannya dimuka hukum(Mansyur Effendi,1994). 2. The American declaration Perkembangan HAM selanjutnya ditandai dengan munculnya The American Declaration of Independence yang lahir dari paham Rousseau dan Montesquuieu. Mulailah dipertegas bahwa manusia adalah merdeka sejak di dalam perut ibunya, sehingga tidaklah logis bila sesudah lahir ia harus dibelenggu.

12

3. The French declaration Selanjutnya, pada tahun 1789 lahirlah The French Declaration (Deklarasi Perancis), dimana ketentuan tentang hak lebih dirinci lagi sebagaimana dimuat dalam The Rule of Law yang antara lain berbunyi tidak boleh ada penangkapan tanpa alasan yang sah. Dalam kaitan itu berlaku prinsip presumption of innocent, artinya orang-orang yang ditangkap, kemudian ditahan dan dituduh, berhak dinyatakan tidak bersalah, sampai ada keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap yang menyatakan ia bersalah.

4. The four freedom Ada empat hak kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat, hak kebebasan memeluk agama dan beribadah sesuai dengan ajaran agama yang diperlukannya, hak kebebasan dari kemiskinan dalam Pengertian setiap bangsa berusaha mencapai tingkat kehidupan yang damai dan sejahtera bagi penduduknya, hak kebebasan dari ketakutan, yang meliputi usaha, pengurangan persenjataan, sehingga tidak satupun bangsa berada dalam posisi berkeinginan untuk melakukan serangan terhadap Negara lain ( Mansyur Effendi,1994).

Perkembangan pemikiran HAM di Indonesia:
o

Pemikiran HAM periode sebelum kemerdekaan yang paling menonjol pada Indische Partij adalah hak untuk mendapatkan kemerdekaan serta mendapatkan perlakukan yang sama hak kemerdekaan.

o

Sejak kemerdekaan tahun 1945 sampai sekarang di Indonesia telah berlaku 3 UUD dalam 4 periode, yaitu: 1. Periode 18 Agustus 1945 sampai 27 Desember 1949, berlaku UUD 1945 2. Periode 27 Desember 1949 sampai 17 Agustus 1950, berlaku konstitusi Republik Indonesia Serikat 13

3. Periode 17 Agustus sampai 5 Juli 1959, berlaku UUD 1950 4. Periode 5 Juli 1959 sampai sekarang, berlaku Kembali UUD 1945 7. Penegakan HAM Hak asasi merupakan hak yang bersifat dasar dan pokok. Pemenuhan hak asasi manusia merupakan suatu keharusan agar warga negara dapat hidup sesuai dengan kemanusiaannya. Hak asasi manusia melingkupi antara lain hak atas

kebebasan berpendapat, hak atas kecukupan pangan, hak atas rasa aman, hak atas penghidupan dan pekerjaan, hak atas hidup yang sehat serta hak-hak lainnya

sebagaimana tercantum dalam Deklarasi Hak Asasi Manusia Tahun 1948. Penghormatan terhadap hukum dan hak asasi manusia merupakan suatu keharusan dan tidak perlu ada tekanan dari pihak manapun untuk melaksanakannya. Pembangunan memenuhi hak-hak asasi

bangsa dan negara pada dasarnya juga ditujukan untuk warga negara. Hak asasi tidak sebatas

pada kebebasan berpendapat ataupun hak atas

berorganisasi, tetapi juga menyangkut pemenuhan hak atas keyakinan, pangan, pekerjaan, pendidikan,

kesehatan, hak memperoleh air dan udara yang

bersih, rasa aman, penghidupan yang layak, dan lain-lain. Kesemuanya tersebut tidak hanya merupakan tugas pemerintah tetapi juga memastika bahwa hak tersebut dapat seluruh warga masyarakat untuk dipenuhi secara konsisten dan

berkesinambungan. 8. Program Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia Program penegakan hukum dan hak asasi manusia bertujuan untuk melakukan tindakan preventif dan korektif terhadap penyimpangan norma hukum, norma sosial dan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di dalam proses penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Dalam kurun waktu lima tahun kedepan, penegakan hukum dan hak asasi manusia menjadi tumpuan penegakan hukum dan hak asasi manusia dalam rangka merebut kembali kepercayaan masyarakat

terhadap hukum, dengan mengutamakan tiga agenda penegakan hukum dan hak asasi 14

manusia,

yaitu:

pemberantasan

korupsi

;

anti-terorisme;

danpembasmian

penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya. Untuk itu penegakan hukum dan hak asasi manusia harus dilakukan secara tegas, tidak diskriminatif, serta konsisten. Kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan meliputi:

a.

Partisipasi aktif daerah dalam penguatan upaya-upaya

pemberantasan korupsi

melalui pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi 2004–2009; Penguatan pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia 2004–2009; Rencana Aksi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak; Rencana Aksi

Nasional Penghapusan

Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak; dan Program

Nasional Bagi Anak Indonesia (PNBAI) 2015; b. Dukungan aktif daerah dalam Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) 2004–2009 sebagai gerakan nasional. 9. Tipologi dan Praktik Pelanggaran HAM di Indonesia Pendekatan selama lebih pembangunan kurang 32 tahun yang orde mengutamakan baru berkuasa "Security Approach" "Security Approach"

sebagai kunci menjaga stabilitas dalam rangka menjaga kelangsungan pembangunan demi pertumbuhan ekonomi nasional. Pola pendekatan semacam ini, sangat berpeluang menimbulkan pelanggaran hak asasi manusia oleh pemerintah, karena stabilitas ditegakan dengan cara-cara represif oleh pemegang kekuasaan. Sentralisasi kekuasaan yang dilakukan oleh orde baru selama lebih kurang 32 tahun, dengan pemusatan kekuasaan pada Pemerintah Pusat nota bene pada figure seorang Presiden, telah

mengakibatkan hilangnya kedaulatan rakyat atas negara sebagai akibat dari penguasaan para pemimpin negara terhadap rakyat. Pembalikan teori kedaulatan rakyat ini mengakibatkan timbulnya peluang pelanggaran hak asasi manusia oleh negara dan pemimpin negara dalam bentuk pengekangan yang berakibat mematikan kreativitas 15

warga dan pengekangan hak politik warga selaku pemilik kedaulatan, hal ini dilakukan oleh pemegang kekuasaan dalam rangka melestarikan kekuasaannya. Kualitas pelayanan publik yang masih rendah sebagai akibat belum terwujudnya good governance yang ditandai hukum paradigma dengan transparansi di berbagai bidang.

akuntabilitas, penegakan belum berubahnya

yang berkeadilan aparat pelayan

dan demokratisasi. Serta publik yang masih

memposisikan dirinya sebagai birokrat bukan sebagai pelayan masyarakat, hal ini akan menghasilkan pelayanan publik yang buruk dan cenderung untuk timbulnya pelanggaran hak asasi manusia. Konflik melahirkan baik oleh berbagai tindakan Horizontal dan Konflik Vertikal telah

kekerasan yang melanggar

hak asasi manusia

sesama kelompok masyarakat, perorangan, maupun oleh aparat. terhadap hak asasi kaum perempuan masih sering terjadi,

Pelanggaran

walaupun Perserikatan Bangsa- Bangsa telah mendeklarasikan hak asasi manusia yang pada intinya menegaskan bahwa setiap orang dilahirkan dengan mempunyai hak akan kebebasan dan martabat yang setara tanpa membedakan; ras, warna kulit,

keyakinan agama dan politik, bahasa, dan jenis kelamin. Namun faktanya adalah bahwa instrumen tentang hak asasi manusia belum mampu melindungi

perempuan. 10. Upaya Pencegahan Pelanggaran HAM di Indonesia Pendekatan Security yang terjadi di era orde baru dengan mengedepankan upaya represif menghasilkan stabilitas keamanan semu dan berpeluang besar menimbulkan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia tidak boleh terulang kembali, untuk itu supremasi hukum dan demokrasi harus ditegakkan, pendekatan hukum dan dialogis harus dikemukakan dalam rangka melibatkan partisipasi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Sentralisasi kekuasaan yang terjadi selama ini terbukti tidak memuaskan masyarakat, bahkan berdampak terhadap timbulnya berbagai pelanggaran hak asasi manusia, untuk itu desentralisasi melalui otonomi daerah dengan penyerahan 16

berbagai kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah perlu dilanjutkan, otonomi daerah sebagai jawaban untuk mengatasi ketidakadilan tidak boleh berhenti, melainkan harus ditindaklanjutkan dan dilakukan pembenahan atas segala kekurangan yang terjadi. Reformasi paradigma reformasi penguasa menjadi pelayan aparat pemerintah masyarakat dengan dengan merubah cara mengadakan

di bidang struktural, infromental, dan kultular mutlak dilakukan dalam

rangka meningkatkan kualitapelayanan public untuk mencegah terjadinya berbagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia oleh pemerintah. Perlu penyelesaian

terhadap berbagai Konflik Horizontal dan Konflik Vertikal di tanah air yang telah melahirkan berbagai tindakan kekerasan yang melanggar hak asasi

manusia baik oleh sesama kelompok masyarakat akar permasalahan secara terencana dan adil. menikmati dan mendapatkan perlindungan yang manusia di bidang politik, ekonomi, termasuk hak untuk hidup,

dengan acara menyelesaikan

Kaum perempuan berhak untuk sama bagi semua hak asasi

sosial, budaya,

sipil, dan bidang

lainnya,

persamaan, kebebasan dan keamanan pribadi,

perlindungan yang sama menurut hukum, bebas dari diskriminasi, kondisi kerja yang adil. Untuk itu badan-badan penegak hukum tidak boleh melakukan diskriminasi Konvensi Perempuan

terhadap perempuan, lebih konsekuen dalam mematuhi sebagaimana mengartikan dibuat

yang telah diratifikasi dalam Undang undang No.7 Tahun 1984, fungsi Komnas anti Kekerasan Terhadap Perempuan harus

perundang-undangan

yang

memadai yang menjamin perlindungan hak

asasi perempuan dengan mencantumkan sanksi yang memadai terhadap semua jenis pelanggarannya.

17

11. Hari HAM
Tanggal 10 Desember dipilih sebagai hari Hak Asasi Manusia Internasional, untuk menghormati PBB yang mengadopsi dan memproklamasikan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, sebuah pernyataan global tentang HAM, pada tanggal yang sama tahun 1948. Tertarik melihat kandungan piagam itu, saya mencari-cari naskah lengkap deklarasinya. Bertanya dalam hati, apakah Palestina termasuk yang dilindungi dan dibahas dalam piagam ini? Ketika menemukan naskah lengkap piagam tersebut, saya tercenung. Artikel pertama menyatakan, setiap orang lahir dalam keadaan bebas dan sama dalam hak dan harkatnya. Rasanya saya tidak melihat adanya kebebasan dan persamaan hak dan harkat bagi warga Palestina. Sementara pada artikel kedua tercantum kalimat yang artinya, setiap orang berhak atas semua hak dan kebebasan yang tercantum dalam deklarasi ini, tanpa perbedaan apa pun, seperti ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, politik atau pendapat lain, asal nasional atau sosial, kekayaan, kelahiran atau status lainnya. Sekali lagi saya juga tidak melihat hal itu selama ini diterapkan untuk Palestina. Selanjutnya, pada pasal ketiga dinyatakan, "Setiap orang memiliki hak untuk hidup, kebebasan dan keamanan pribadi". Sekali lagi inipun tidak berlaku di Palestina. Rasanya semakin saya baca, nyaris semua artikel human righttersebut, sejak diadopsi 10 Desember 1948 sampai tahun ini atau selama 64 tahun, seolah tidak menyentuh Palestina. Karena itu, wajar Menlu Marty Natalegawa, dalam pidatonya di Sidang Umum PBB di New York, mendorong diakuinya Palestina sebagai negara (state). "Telah tiba waktunya bagi masyarakat internasional untuk membuat keputusan yang benar. Dunia tidak lagi bisa menutup mata terhadap penderitaan panjang Palestina, pengingkaran terhadap hak-hak dasar manusia dan kebebasan dasar, obstruksi hak-hak mereka untuk menentukan nasib sendiri dan kemerdekaan," Marty menegaskan, dunia tidak lagi bisa menyangkal Palestina terus berupaya sungguh-sungguh membangun kapasitas untuk menjalankan sebuah negara. Dia menuturkan, tak ada alasan dunia internasional tak mengakui status Palestina sebagai negara. "Kami percaya negara Palestina yang merdeka dengan hak yang sama dan, memang, tanggung jawab yang sama dengan yang dari negara lain, akan memberikan kontribusi pada pencapaian suatu perdamaian yang abadi dan komprehensif di Timur Tengah," katanya. Setelah perjalanan panjang syukurlah, akhirnya sidang Umum PBB mengakui status Palestina sebagai negara. Palestina mendapat dukungan mayoritas yakni 138 anggota Majelis Umum PBB. Hanya sembilan anggota yang menolak dan sisanya, 41 anggota, menyatakan abstain dalam voting. Lucunya, sebagian besar negara yang sering mengumandangkan isu HAM dan menandatangani deklarasi tersebut justru termasuk dalam kelompok yang menolak atau abstain. Israel ditemani Amerika dan Kanada menolak pengakuan Palestina sebagai negara. Beberapa negara kecil atau mungkin yang punya kepentingan besar dengan Amerika dan Israel seperti Marshall Islands, Micronesia, Nauru, Palau, dan Panama, ikut mengambil sikap serupa. Swedia

18

yang dikenal sebagai penerbit penghargaan Nobel abstain. Prancis yang ketika revolusi berlangsung mengobarkan slogan Liberty, Equality, Fraternity (kebebasan, kesamaan, dan persaudaraan), kali ini memilih memberikan dukungan. Italia dan Spanyol juga bersikap sama. Inggris yang memang dulu memberikan tanah palestina kepada Israel abstain. Demikian juga dengan Jerman. Terlepas minimnya dukungan negara Barat, Jumat (30/11/2012) dini hari sekitar pukul 00.30 waktu setempat, masyarakat Gaza tumpah ke jalan tak lama setelah Palestina yang dipimpin Presiden Mahmud Abbas diakui sebagai negara di Sidang Umum PBB. Sebagian dari warga membawa mobil dan membunyikan klakson sepanjang perjalanan menuju pusat kota. Bunyi petasan terdengar di mana-mana. Warga Gaza long march di jalan-jalan pusat kota dengan membawa spanduk dan bendera beragam warna. Bendera kuning Fatah dan bendera hijau Hamas berkibar. Selain kedua bendera itu, ada pula bendera warna merah. Tak tampak ada perbedaan, semua warga Gaza larut dalam euforia. Seolah menujukkan kemenangan ini bukan hanya kemenangan Fatah ataupun Hamas. Ini adalah kemenangan seluruh Palestina. Bangsa Indonesia telah mencantumkan human right dalam Pembukaan UUD sejak 18 Agustus, dan secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Dan ini sudah semestinya, sebab di masa awal memeluk kemerdekaan, selain Mesir, bangsa Palestina adalah yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia.

1. HAM Dalam Tinjauan Islam Apabila kita berbicara tentang sejarah HAM, maka hal ini senantiasa mengenai konsepsi HAM menurut versi orang-orang Eropa/Barat, sebagaimana telah di bahas di muka. Padahal kalau kita mau bicara jujur, sesungguhnya agama Islam telah mendominasi benua Asia, Afrika, dan sebagian Eropa selama beratus-ratus tahun lamanya dan telah menjadi faktor penting bagi kebangkitan bangsa-bangsa Eropa (Luhulima, 1999). Tetapi fakta historis seperti ini jadinya diabaikan mereka, sesudah orang-orang Islam ditaklukkan dalam perang Salib terakhir (abad 14-15) di Eropa, hingga pasca perang dunia kedua (1945). Adanya ajaran tentang HAM dalam Islam menunjukan bahwa Islam sebagai agama telah menempatkan manusia sebagai makhluk terhormat dan mulia. Oleh karena itu, perlindungan dan penghormatan terhadap manusia merupakan tuntutan ajaran itu sendiri yang wajib dilaksanakan oleh umatnya terhadap sesama manusia tanpa terkecuali. Hak-hak yang diberikan Allah itu bersifat permanent, kekal dan abadi, tidak boleh dirubah atau dimodifikasi (Abu A’la 19

Almaududi, 1998). Dalam Islam terdapat dua konsep tentang hak, yakni hak manusia (hak al insan) dan hak Allah. Setiap hak itu saling melandasi satu sama lain. Hak Allah melandasi manusia dan juga sebaliknya. Dalam aplikasinya, tidak ada satupun hak yang terlepas dari kedua hak tersebut, misalnya sholat. Menurut Ismail Muhammad Djamil (1950), fakta telah membuktikan, bahwa risalah Islam (sejak permulaannya kota suci Mekah sudah memasukkan hak-hak asasi manusia dalam ajaran-ajaran dasarnya bersamaan dengan penekanan masalah kewajiban manusia terhadap sesamanya . Oleh karenanya, kita dapat menemukan di berbagai surat dalam Kitab Suci Al Qur`an yang diturunkan pada awal-awal periode Mekah, yang berbicata tentang pengutukan terhadap berbagai bentuk pelanggaran hak-hak asasi manusia yang berlaku pada masa itu. Al Qur`an tidak hanya mengutuk berbagai pelanggaran hak-hak asasi manusia yang terjadi pada masa itu, tetapi juga memberikan motivasi secara positif kepada manusia untuk menghargai hak-hak tersebut.

Hal ini sebagaimana difirmankan Allah S.W.T : "Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh" (Q.S. At-Takwir : 8-9) "Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin" (Q.S. Al-Ma`un : 1-3) "Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (Yaitu) melepaskan budak dari perbudakan" (Q.S. Al-Balad : 12-13) Nabi Muhammad S.A.W. yang kehidupannya merupakan praktik nyata dari kandungan Al-Qur`an, sejak awal kenabiannya telah memberikan perhatian yang sangat besar terhadap hak-hak asasi manusia ini. Setelah beliau hijrah ke kota Madinah dan mendirikan secara penuh suatu negara Islam sesuai dengan petunjuk Illahi, maka beliau segera menerapkan program jangka panjang untuk menghapus segala bentuk tekanan yang ada terhadap hak-hak asasi 20

manusia. Nabi Muhammad S.A.W. telah mengadakan berbagai tindakan sebagaimana telah ditetapkan dalam Al Qur`an yang menghendaki terwujudnya pelaksanaan hak-hak asasi mansia. Selain itu, beliau telah memproklamasikan kesucian hak-hak asasi manusia ini untuk segala zaman ketika berkhutbah di depan kaum muslim pada waktu haji wada` (perpisahan), yakni sebagaimana diriwayatkan dalam H.R. Muslim ("Kitab al-Hajj"), sebagai berikut : "Jiwamu, harta bendamu, dan kehormatanmu adalah sesuci hari ini. Bertakwalah kepada Alloh dalam hal istri-istrimu dan perlakuan yang baik kepada mereka, karena mereka adalah pasangan-pasanganmu dan penolong-penolongmu yang setia. Tak ada seorang pun yang lebih tinggi derajatnya kecuali berdasarkan atas ketakwaan dan kesalehannya. Semua manusia adalah anak keturunan Adam, dan Adam itu diciptakan dari tanah liat. Keunggulan itu tidak berarti orang Arab berada di atas orang nonArab dan begitu juga bukan nonArab di atas orang Arab. Keunggulan juga tidak dipunyai oleh orang kulit putih lebih dari orang kulit hitam dan begitu juga bukan orang kulit hitam di atas orang kulit putih. Keunggulan ini berdasarkan atas ketakwaannya" Kedudukan penting HAM sesudah wafatnya Rosulullah S.A.W. dan diteruskan oleh Khulafa arRosyidin, serta sistem kekuasaan Islam berganti dengan monarki. Di sini HAM dalam Islam tetap mendapatkan perhatian luar biasa masyarakat Islam. HAM dalam Islam bukanlah sifat perlindungan individu terhadap kekuasaan negara yang terbatas, namun merupakan tujuan dari negara itu sendiri untuk menjaga hak-hak asasi manusia terutama bagi mereka yang terampas hak-haknya. Jadi, setiap prinsip dasar pemerintahan Islam pada hakikatnya adalah berlakunya suatu praktik usaha perlindungan dari terjadinya pelanggaran HAM. Kini Islam telah memberikan sinar harapan bagi umat manusia yang menderita dengan cara memberikan, melaksanakan, dan menjamin respek terhadap hak-hak asasi manusia itu.

21

Selanjutnya, untuk menandai permulaan abad ke-15 Era Islam, bulan September 1981, di Paris (Perancis), telah diproklamasikan Deklarasi HAM Islam Sedunia. Deklarasi ini berdasarkan Kitab Suci Al-Qur`an dan As-Sunnah serta telah dicanangkan oleh para sarjana muslim, ahli hukum, dan para perwakilan pergerakan Islam di seluruh dunia.

Deklarasi HAM Islam Sedunia itu terdiri dari Pembukaan dan 22 macam hak-hak asasi manusia yang harus ditegakkan, yakni mencakup : 1. Hak Hidup 2. Hak Kemerdekaan 3. Hak Persamaan dan Larangan terhadap Adanya Diskriminasi yang Tidak Terizinkan 4. Hak Mendapat Keadilan 5. Hak Mendapatkan Proses Hukum yang Adil 6. Hak Mendapatkan Perlindungan dari Penyalahgunaan Kekuasaan 7. Hak Mendapatkan Perlindungan dari Penyiksaan 8. Hak Mendapatkan Perlindungan atau Kehormatan dan Nama Baik 9. Hak Memperoleh Suaka (Asylum) 10. Hak-hak Minoritas 11. Hak dan Kewajiban untuk Berpartisipasi dalam Pelaksanaan dan Manajemen Urusan-urusan Publik 12. Hak Kebebasan Percaya, Berpikir, dan Berbicara 13. Hak Kebebasan Beragama 14. Hak Berserikat Bebas 15. Hak Ekonomi dan Hak Berkembang Darinya 16. Hak Mendapatkan Perlindungan atas Harta Benda 17. Hak Status dan Martabat Pekerja dan Buruh 22

18. Hak Membentuk Sebuah Keluarga dan Masalah-masalahnya 19. Hak-hak Wanita yang Sudah Menikah. 20. Hak Mendapatkan Pendidikan 21. Hak Menikmati Keleluasaan Pribadi (Privacy) 22. Hak Mendapatkan Kebebasan Berpindah dan Bertempat Tinggal

Sementara dalam hal al insan seperti hak kepemilikan, setiap manusia berhak untuk mengelola harta yang dimilikinya. Konsep islam mengenai kehidupan manusia didasarkan pada pendekatan teosentris (theocentries) atau yang menempatkan Allah melalui ketentuan syariatnya sebagai tolak ukur tentang baik buruk tatanan kehidupan manusia baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakjat atau warga bangsa. Dengan demikian konsep Islam tentang HAM berpijak pada ajaran tauhid. Konsep tauhid mengandung ide persamaan dan persaudaraan manusia. Konsep tauhid juga mencakup ide persamaan dan persatuan semua makhluk yang oleh Harun Nasution dan Bahtiar Effendi disebut dengan ide perikemakhlukan. Islam datang secara inheren membawa ajaran tentang HAM, ajaran islam tentang HAM dapat dijumpai dalam sumber utama ajaran islam yaitu al-Qur’an dan al-Hadits yang merupakan sumber ajaran normative, juga terdapat praktek kehidupan umat islam. Dilihat dari tingkatannya, ada 3 bentuk HAM dalam Islam, pertama, Hak Darury (hak dasar). Sesuatu dianggap hak dasar apabila hak tersebut dilanggar, bukan hanya membuat manusia sengsara, tetapi juga eksistensinya bahkan hilang harkat kemanusiaannya. Sebagai misal, bila hak hidup dilanggar maka berarti orang itu mati. Kedua, hak sekunder (hajy) yakni hak-hak yang bila tidak dipenuhi akan berakibat hilangnya hak-hak elementer misalnya, hak seseorang untuk memperoleh sandang pangan yang layak maka akan mengakibatkan hilangnya hak hidup. Ketiga hak tersier (tahsiny) yakni hak yang tingkatannya lebih rendah dari hak primer dan sekunder (Masdar F. Mas’udi, 2002)

23

Mengenai HAM yang berkaitan dengan hak-hak warga Negara, Al Maududi menjelaskan bahwa dalam Islam hak asasi pertama dan utama warga negara adalah: 1. Melindungi nyawa, harta dan martabat mereka bersama-sama dengan jaminan bahwa hak ini tidak kami dicampuri, kecuali dengan alasan-alasan yang sah dan ilegal. 2. Perlindungan atas kebebasan pribadi. Kebebasan pribadi tidak bisa dilanggar kecuali setelah melalui proses pembuktian yang meyakinkan secara hukum dan memberikan kesempatan kepada tertuduh untuk mengajukan pembelaan 3. Kemerdekaan mengemukakan pendapat serta menganut keyakinan masing-masing 4. Jaminan pemenuhan kebutuhan pokok bagi semua warga negara tanpa membedakan kasta atau keyakinan. Salah satu kewajiban zakat kepada umat Islam, salah satunya untuk memenuhi kebutuhan pokok warga negara.

2. Konsepsi Hak Asasi Manusia dalam Islam Menurut Syekh Syaukat Hussain (1996), hak asasi manusia (HAM) yang dijamin oleh agama Islam dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori, yaitu : 1. HAM dasar yang telah diletakkan oleh Islam bagi seseorang sebagai manusia; 2. HAM yang dianugerahkan oleh Islam bagi kelompok rakyat yang berbeda dalam situasi tertentu, status, posisi dan lain-lainnya yang mereka miliki. Hak-hak asasi manusia khusus bagi nonmuslim, kaum wanita, buruh/pekerja, anak-anak, dan lainnya merupakan beberapa contoh dari kategori hak asasi manusia-hak asasi manusia. Hak-hak dasar yang terdapat dalam HAM menurut Islam ialah : (1) Hak Hidup; (2) Hak-hak Milik; (3) Hak Perlindungan Kehormatan; (4) Hak Keamanan dan Kesucian Kehidupan Pribadi; (5) Hak Keamanan Kemerdekaan Pribadi; (6) Hak

24

Perlindungan dari Hukuman Penjara yang Sewenang-wenang; (7) Hak untuk Memprotes Kelaliman (Tirani); (8) Hak Kebebasan Ekspresi; (9) Hak Kebebasan Hati Nurani dan Keyakinan; (10) Hak Kebebasan Berserikat; (11) Hak Kebebasan Berpindah; (12) Hak Persamaan Hak dalam Hukum; (13) Hak Mendapatkan Keadilan; (14) Hak Mendapatkan Kebutuhan Dasar Hidup Manusia; dan (15) Hak Mendapatkan Pendidikan. Ide mengenai HAM juga terdapat dalam Islam, yang telah tertuang dalam syari’ah sejak diturunkannya Islam. Hal ini dapat dilihat dalam ajaran tauhid. Tauhid dalam islam mengandung arti bahwa hanya ada satu pencipta bagi alam semesta. Ajaran dasar pertama dalam Islam adalah la ilaha illa Allah (tiada Tuhan selain Allah SWT). Seluruh alam dan semua yang ada dipermukaan bumi adalah ciptaan Allah, semua manusia, hewan, tumbuhan dan benda tak bernyawa berasal dari Allah. Dengan demikian, dalam tauhid terkandung ide persamaan dan persaudaraan seluruh manusia. Dari ajaran dasar persamaan dan persaudaraan manusia tersebut, timbullah kebebasankebebasan manusia, seperti kebebasan dari perbudakan, kebebasan beragama, kebebasan mengeluarkan pendapat dan lain-lain. Dari situ pulalah timbul hak-hak asasi manusia, seperti hak hidup, hak memiliki harta, hak berbicara, hak berpikir dan sebagainya. Hak asasi dalam Islam berbeda dengan hak asasi menurut pengertian yang umum dikenal. Dalam Islam seluruh hak asasi merupakan kewajiban bagi negara maupun individu yang tidak boleh diabaikan. Oleh karena itu, negara bukan saja menahan diri dari menyentuh hak-hak asasi tersebut, melainkan juga mempunyai kewajiban untuk melindungi dan menjamin hak-hak tersebut. Hak asasi manusia dalam Islam tertuang secara transenden untuk kepentingan manusia, lewat syari’ah Islam yang diturunkan melalui wahyu. Menurut syari’ah, manusia adalah makhluk bebas yang mempunyai tugas dan tanggung jawab, dan 25

karenanya ia juga mempunyai hak dan kebebasan. Dasarnya adalah keadilan yang ditegakkan atas dasar persamaan atau egaliter, tanpa pandang bulu. Artinya, tugas yang diemban tidak akan terwujud tanpa adanya kebebasan, sementara kebebasan secara eksistensial tidak terwujud tanpa adanya tanggung jawab itu sendiri. Sistem HAM Islam mengandung prinsip-prinsip dasar tentang persamaan, kebebasan penghormatan memandang semua satunya keunggulan terhadap sesama manusia.8 Persamaan, dan

artinya Islam

manusia sama dan

mempunyai kedudukan yang sama, satulainya

yang dinikmati seorang manusia atas manusia

hanya ditentukan oleh tingkat ketakwaannya. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Surat Al-Hujarat ayat 13, yang artinya sebagai berikut : “Hai

manusia, sesungguhnya dan Kami jadikan kamu Kami ciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan, berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu

saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kaum adalah yang paling takwa.” Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber hukum dalam Islam memberikan

penghargaan yang tinggi terhadap hukum pertama bagi umat

hak asasi manusia. Al-Qur’an sebagai sumber Islam telah meletakkan dasar-dasar HAM

serta kebenaran dan keadilan, jauh sebelum timbul pemikiran mengenai hal tersebut pada masyarakat dunia. Ini dapat dilihat pada ketentuan-ketentuan yang

terdapat dalam Al-Qur’an, antara lain : Dalam Al-Qur’an terdapat sekitar 80 ayat tentang hidup, pemeliharaan hidup dan penyediaan sarana kehidupan, misalnya

dalam Surat Al-Maidah ayat 32. Di samping itu, Al-Qur’an juga berbicara tentang kehormatan dalam 20 ayat. Al-Qur’an juga menjelaskan dalam sekitas 150 ayat

tentang ciptaan dan makhluk-makhluk, serta tentang persamaan dalam penciptaan, misalnya dalam Surat Al-Hujarat ayat 13. Al-Qur’an telah mengetengahkan sikap

menentang kezaliman dan orang-orang yang berbuat zalim dalam sekitar 320 ayat, 26

dan memerintahkan berbuat adil dalam 50 ayat yang diungkapkan dengan kata-kata : adl, qisth dan qishash.

Dalam larangan

Al-Qur’an

terdapat sekitar 10 ayat yang kebebasan

berbicara mengenai

memaksa

untuk menjamin

berpikir, berkeyakinan dan

mengutarakan aspirasi. Misalnya yang dikemukakan oleh Surat Al-Kahfi ayat 29. Begitu juga halnya dengan Sunnah Nabi. Nabi MuHAMmad saw telah memberikan tuntunan dan contoh dalam penegakkan dan perlindungan terhadap HAM. Hal ini misalnya terlihat dalam perintah Nabi yang menyuruh hak-hak manusia dan hak-hak kemuliaan, untuk

memelihara

walaupun terhadap

orang yang berbeda agama, melalui sabda beliau. “ Barang siapa yang menzalimi seseorang mu’ahid (seorang yang telah dilindungi oleh perjanjian damai) atau batas kesanggupannya atau

mengurangi haknya atau membebaninya di luar

mengambil sesuatu dari padanya dengan tidak rela hatinya, maka aku lawannya di hari kiamat.” Pengaturan lain mengenai HAM dapat juga dilihat dalam Piagam Madinah dan Khutbah Wada’. Kedua naskah yang berkenaan dengan Nabi ini kemudian menjadi masterpeacenya HAM dalam perspektif Islam. Piagam adalah suatu kesepakatan antara berbagai dan golongan di Madinah Madinah dalam

menegakkan

ikatan kebersamaan

kemanusiaan.

Adapun golongan

masyarakat di Madinah pada masa itu terdiri dari tiga kelompok, yaitu golongan Islan yang terdiri dari golongan Anshar dan Muhajirin, golongan Yahudi dan penyembah saw berhala. Di tengah-tengah membangun tatanan pluralitas masyarakat kehidupan bersama para

seperti itu Nabi yang dapat

berusaha

menjamin hidup berdampingan secara damai dan sejahtera. Prakteknya, Nabi SAW mempererat persaudara Muhajirin dan Anshar berdasarkan ikatan

akidah. Sedangkan terhadap mereka yang berlainan agama, beliau mempersatukannya atas ikatan sosial politik dan kemanusiaan. 27 Bukti konkretnya adalah

adanya kesepakatan yang tertuang dalam piagama Madinah tersebut. Adapun inti dari Piagam Madinah ini meliputi prinsip-prinsip persamaan, persaudaraan, persatuan, kebebasan, toleransi beragama, perdamaian, tolong menolong

dan membela yang teraniaya serta mempertahankan Madinah dari serangan musuh. Berikut Islam Universal adalah substansi ringkasan dari Piagam Madinah tentang Hak Asasi Manusia Deklarasi ini .Deklarasi dalam

disusun

Konferensi Islam di Mekkah pada tahun 1981. Deklarasi ini terdiri dari 23 pasal yang menampung dua kekuatan dasar, yaitu pembentukan bahwa keimanan kepada Tuhan dan

tatanan Islam. Dalam pendahuluan

deklarasi ini dikemukakan

hak-hak

asasi manusia dalam Islam bersumber dari suatu kepercayaan

bahwa Allah SWT, dan hanya Allah sebagai hukum dan sumber dari segala HAM.Salah satu kelebihan dari deklarasi ini adalah bahwa teksnya memuat acuanacuan yang gamblang dan unik dari totalitas peraturan-peraturan yang berasal dari Al-Qur’an dan Sunnah serta hukum-hukum lainnya yang ditarik dari kedua sumber tersebut dengan metode-metode yang dianggap sah menurut hukum Islam. Dalam deklarasi ini antara lain dijelaskan bahwa : 1. Penguasa dan rakyat adalah subjek yang sama di depan hukum (pasal IV a). 2. Setiap individu dan setiap orang wajib berjuang dengan segala cara yang tersedia untuk melawan pelanggaran dan pencabutan hak ini (pasal IV c dan d). 3. Setiap orang tidak hanya memiliki hak, melainkan juga mempunyai kewajiban memprotes ketidakadilan (pasal IV b). 4. Setiap muslim berhak dan berkewajiban menolak untuk menaati setiap perintah yang bertentangan dengan hukum, siapa pun yang memerintahkannya (pasal IV e).

28

1. HAM Dalam Perundang-Undangan Nasional Dalam perundang-undangan RI paling tidak terdapat bentuk hukum tertulis yang memuat aturan tentang HAM. Pertama, dalam konstitusi (UUD Negara). Kedua, dalam ketetapan MPR (TAP MPR). Ketiga, dalam Undang-undang. Keempat, dalam peraturan pelaksanaan perundang-undangan seperti peraturan pemerintah, keputusan presiden dan peraturan pelaksanaan lainnya. Kelebihan pengaturan HAM dalam konstitusi memberikan jaminan yang sangat kuat karena perubahan dan atau penghapusan satu pasal dalam konstitusi seperti dalam ketatanegaraan di Indonesia mengalami proses yang sangat berat dan panjang, antara lain melalui amandemen dan referendum, sedangkan kelemahannya karena yang diatur dalam konstitusi hanya memuat aturan yang masih global seperti ketentuan tentang HAM dalam konstitusi RI yang masih bersifat global. Sementara itu bila pengaturan HAM dalam bentuk Undang-undang dan peraturan pelaksanaannya kelemahannya, pada kemungkinan seringnya mengalami perubahan.

1. Pelanggaran HAM dan pengadilan HAM Pelanggaran HAM adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja ataupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi, menghalangi, membatasi dan atau mencabut HAM seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-Undang ini, dan tidak didapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang berlaku (UU No. 26/2000 tentang pengadilan HAM). Sedangkan bentuk pelanggaran HAM ringan selain dari kedua bentuk pelanggaran HAM berat itu.

29

Kejahatan genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, kelompok etnis dan kelompok agama. Kejahatan genosida dilakukan dengan cara membunuh anggota kelompok, mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota-anggota kelompok, menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan secara fisik baik seluruh atau sebagiannya, memaksakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok, dan memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompok tertentu ke kelompok lain (UU No. 26/2000 tentang pengadilan HAM). Sementara itu kejahatan kemanusiaan adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut tujukan secara langsung terhadap penduduk sipil berupa pembunuhan, pemusnahan, perbudakan, pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa, perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara sewenang-wenang yang melanggar (asas-asas) ketentuan pokok hukum internasional, penyiksaan, perkosaan, perbudakan seksual, pelacuran secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lain yang setara, penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik, ras, kebangsaan, etnis, budaya, agama, jenis kelamin atau alasan lain yang telah diakui secara universal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional, penghilangan orang secara paksa, dan kejahatan apartheid. Pelanggaran terhadap HAM dapat dilakukan oleh baik aparatur negara maupun bukan aparatur negara (UU No. 26/2000 tentang pengadilan HAM). Karena itu penindakan terhadap pelanggaran HAM tidak boleh hanya ditujukan terhadap aparatur negara, tetapi juga pelanggaran yang dilakukan bukan oleh aparatur negara. Penindakan terhadap pelanggaran HAM mulai dari penyelidikan, penuntutan, dan persidangan terhadap pelanggaran yang terjadi harus bersifat non-diskriminatif dan berkeadilan. Pengadilan HAM merupakan pengadilan khusus yang berada di lingkungan pengadilan umum.

30

1. Penaggung jawab dalam penegakan (respection), pemajuan (promotion), perlindungan (protection) dan pemenuhan (fulfill) HAM. Tanggung jawab pemajuan, penghormatan dan perlindungan HAM tidak saja dibebankan kepada negara, melainkan juga kepada individu warga negara. Artinya negara dan individu sama-sama memiliki tanggung jawab terhadap pemajuan, penghormatan dan perlindungan HAM. Karena itu, pelanggaran HAM sebenarnya tidak saja dilakukan oleh negara kepada rakyatnya, melainkan juga oleh rakyat kepada rakyat yang disebut dengan pelanggaran HAM secara horizontal.  Contoh-Contoh Kasus Pelanggaran HAM

1. Meskipun gencar-gencarnya diumumkan sebuah Deklarasi HAM tidak menutup kemungkinan terjadinya pelanggaran-pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia itu sendiri. Kita bisa lihat contoh kasusnya diengara Indonesia pun banyak terjadinya pelanggaran HAM itu sendiri misalnya terjadi kasus pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, dan lain-lain.

2. Berikut adalah daftar kasus pelanggaran HAM yang telah terjadi di Indonesia diambil dari berbagai situs diinternet: 3. l.Trisakti, Semanggi I dan II 4. Beberapa kasus pelanggaran berat HAM seperti peristiwa G30S, Tanjung Priok, Warsidi Lampung sampai Kasus Semanggi I dan II kemungkinan bakal digarap KKR. Mungkinkah menuai sukses? 5. Tragedi Trisakti tanggal 12 Mei 1998 menjadi pemicu kerusuhan sosial yang mencapai klimaksnya pada 14 Mei 1998. Tragedi dipicu oleh menyalaknya senapan aparat yang menewaskan empat mahasiswa Trisakti.

31

6.

Kerusuhan, menurut laporan Relawan Kemanusiaan, tidak berlangsung begitu saja. Fakta yang aneh, menurut mereka, setelah terjadi aksi kerusuhan yang sporadis, aparat tampak menghilang, sementara sebagian kecil saja hanya memandangi aksi penjarahan yang berlangsung didepan mereka.

7. Masih menurut laporan Relawan, kerusuhan itu tampak direkayasa. Aksi itu dipimpin oleh sekelompok provokator terlatih yang memahami benar aksi gerilya kota. Secara sporadis mereka mengumpulkan dan menghasut massa dengan orasi-orasi. Ketika massa mulai terbakar mereka meninggalkan kerumunan massa dengan truk dan bergerak ke tempat lain untuk melakukan hal yang sama. 8. Dari lokasi yang baru, kemudian mereka kembali ke lokasi semula dengan ikut membakar,merampon mal-mal. Sebagian warga yang masih dalam gedung pun ikut terbakar. Data dari Tim Relawan menyebutkan sekurangnya 1190 orang tewas terbakar dan 27 lainnya tewas oleh senjata. 9. Tragedi Trisakti kemudian disusul oleh tragedi semanggi I pada 13 November 1998. Dalam tragedi itu, unjuk rasa mahasiswa yang dituding mau menggagalkan SI MPR harus berhadapan dengan kelompok Pam Swakarsa yang mendapat sokongan dari petinggi militer. 10. Pam Swakarsa terdiri dari tiga kelompok, dari latar belakang yang berbeda. Pembentukan Pam Swakarsa belakangan mendapat respon negatif dari masyarakat. Mereka kemudian mendukung aksi mahasiswa, yang sempat bentrok dengan Pam Swakarsa. 11. Dalam tragedi Semanggi I yang menewaskan lima mahasiswa, salah satunya Wawan seorang anggota Tim Relawan untuk Kemanusiaan ini, tampak tentara begitu agresif memburu dan menembaki mahasiswa. 12. Militer dan polisi begitu agresif menyerang mahasiswa, seperti ditayangkan oleh sebuah video dalam Rapat Dengar Pendapat Umum di DPR Selasa 6 Maret 2001.

32

13. Rekaman itu memperlihatkan bagaimana polisi dan tentara yang berada di garis depan berhadapan dengan aksi massa mahasiswa yang tenang. Pasukan AD yang didukung alat berat militer ini melakukan penembakan bebas ke arah mahasiswa. 14. Para tentara terus mengambil posisi perang, merangsek, tiarap di sela-sela pohon sambil terus menembaki mahasiswa yang berada di dalam kampus. Sementara masyarakat melaporkan saat itu dari atap gedung BRI satu dan dua terlihat bola api kecil-kecil meluncur yang diyakini sejumlah saksi sebagai sniper. Serbuan tembakan hampir berlangsung selama dua jam. 15. Satu tahun setelah itu, tragedi Semanggi II terjadi. Dalam kasus ini 10 orang tewas termasuk Yun Hap, 22, mahasiswa Fakultas Teknik UI, ikut tewas.Insiden ini terjadi di tengah demonstrasi penolakan mahasiswa terhadap disahkannya RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya (RUU PKB). 16. Kasus ini, menurut Hermawan Sulistyo dari Tim Pencari Fakta Independen menyebut seperti sudah diperkirakan sebelumnya oleh aparat. Dia menuturkan begini; ''Yun Hap ditembak pukul 20:40 oleh konvoi aparat keamanan yang menggunakan sekurangnya enam truk militer yang mendekat dari arah Dukuh Atas. Konvoi menggunakan jalan jalur cepat sebelah kanan alias melawan arus. Paling depan tampak mobil pembuka jalan menyalakan lampu sirine tanpa suara. Sejak masuk area jembatan penyeberangan di depan bank Danamon, truk pertama konvoi mulai menembak. Sejumlah saksi mata melihat berondongan peluru dari atas truk pertama, menyusul tembakan dari truk-truklainnya.” 17. Berdasarkan fakta di lapangan TPFI menegaskan tidak mungkin ada kendaraan lain selain kendaraan aparat. Sebab, jalur cepat yang dilalui truk-truk itu masih ditutup untuk umum. Lagi pula truk-truk itu bergerak melawan arus, jadi tidak mungkin ada mobil lain yang mengikuti. 18. Kini akibat peritiwa itu, sejumlah petinggi TNI Polri sedang diburu hukum. Mereka adalah Jenderal Wiranto (Pangab), Mayjen Sjafrie Sjamsoeddin (mantan Pangdam Jaya), 33

Irjen (Pol) Hamami Nata (mantan kapolda Metro Jaya), Letjen Djaja Suparman (mantan Pangdan jaya) dan Noegroho Djajoesman (mantan Kapolda Metro Jaya). 19. JAKARTA (Berita): Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menelusuri data dan informasi lengkap mengenai identitas TKI yang semula disebut bernama Keken Nurjanah asal Cianjur, Jawa Barat yang tewas dibunuh majikannya di Kota Abha, Arab Saudi. 20. Dari informasi awal yang berhasil dikumpulkan tim Ditjen Binapenta Kemenakertrans sampai Kamis malam (18/11) pukul 23:30 WIB dengan melakukan pengecekan data asuransi dari petugas KJRI Jeddah di Abha, nama korban bukan Keken melainkan Kikim Komalasari bt. Uko Marta, TKI asal Cianjur Jawa Barat yang lahir pada 9 Mei 1974. Kikim berangkat ke Arab Saudi pada Juli 2009. 21. “Sampai saat ini kita masih memastikan identitas lengkap dari Jenazah yang sedang teliti oleh kepolisian Arab Saudi, apakah benar korban bernama Keken atau Kikim Komalasari,’ kata Kepala Pusat (Kapus) Humas Kemenakertrans Suhartono di Jakarta, Jumat (19/11). 22. Suhartono menyebut pihaknya hingga saat ini masih menunggu hasil temuan polisi setempat yang diteruskan ke Badan Investigasi dan Pengadilan Arab Saudi dimana awalnya polisi Saudi mengira korban adalah orang Bangladesh dan ternyata orang Indonesia. 23. Sementara menunggu laporan lengkap dari KJRI di Arab Saudi, Kemenakertrans juga melacak dokumen perusahaan PPTKIS (Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta) yang memberangkatkan serta lokasi penempatannya.

24. “Begitu kami mendapat informasi adanya TKI yang dibunuh di Arab Saudi, kita langsung terjunkan tim untuk megecek kebenaran informasi tersebut. Kita pun langsung melacak

34

dokumen perusahaan PPTKIS mana yang memberangkatkan, lokasi penempatan dan perusahaan asuransinya,’ kata Suhartono. 25. Setelah ditemukan data perusahaan PPTKIS yang memberangkatkan TKI tersebut, pihak keluarga akan dihubungi Kemenakertrans untuk diberangkatkan ke Arab

Saudi. ‘Nantinya, kita akan memfasilitasi keberangkatan perwakilan keluarga Keken agar bisa langsung memastikan identitas jenazah dan membantu proses laporan otopsi yang dilakukan kepolisian Arab Saudi,’ Kata Kapus Humas Kemenakertrans. 26. Selain melacak PPTKIS yang memberangkatkan TKI Keken, Menakertrans pun melacak perusahaan asuransi yang menanggung asuransinya sehingga klaim asuransi bisa segera dicairkan. 27. “Dengan adanya asuransi TKI, maka semua biaya yang terkait dengan proses penuntutan hukum kepada pihak majikan, biaya untuk menyewa pengacara hukum (lawyer) serta biaya pemulangan bisa ditanggung,’ ujar Suhartono. 28. Seperti diberitakan beberapa media, setelah dianiaya, Keken Nurjanah atau Kikim dibunuh tiga hari sebelum Hari Raya Idul Adha oleh majikannya di Kota Abha. Informasi awal soal tewasnya Keken ini disampaikan salah satu relawan Pospertki PDI Perjuangan yang berada di kota Abha. Dalam laporan relawan tersebut kepada pimpinan Korwil Arab Saudi PDI Perjuangan, Keken Nurjanah dibunuh oleh majikannya dengan cara digorok lehernya. Jenazah Keken kemudian ditemukan di sebuah tong sampah umum. 29. Kasus tersebut semakin menambah catatan hitam ketenagakerjaan di Arab Saudi dimana saat ini juga pemerintah sedang menangani kasus penyiksaan TKI Sumiati (23) yang berasal dari Dusun Jala, Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu, Bima, Nusa Tenggara Barat. 30. Sumiati merupakan TKI yang bekerja sebagai penata laksana rumah tangga (PLRT) di Arab Saudi dan sejak mulai bekerja tanggal 23 Juli 2010, Sumiati kerap mendapat siksaan dari istri dan anak majikannya termasuk digunting bibir bagian atasnya hingga ia kini harus dirawat intensif di RS King Fahd, Madinah, Arab Saudi. (ant) 35

31. Terjadinya penganiayaan pada praja STPDN oleh seniornya dengan dalih pembinaan yang menyebabkan meninggalnya Klip Muntu pada tahun 2003. 32. Dosen yang malas masuk kelas atau malas memberikan penjelasan pada suatu mata kuliah kepada mahasiswa merupakan pelanggaran HAM ringan kepada setiap mahasiswa. 33. Para pedagang yang berjualan di trotoar merupakan pelanggaran HAM terhadap para pejalan kaki, sehingga menyebabkan para pejalan kaki berjalan di pinggir jalan sehingga sangat rentan terjadi kecelakaan. 34. Para pedagang tradisioanal yang berdagang di pinggir jalan merupakan pelanggaran HAM ringan terhadap pengguna jalan sehingga para pengguna jalan tidak bisa menikmati arus kendaraan yang tertib dan lancar. 35. Orang tua yang memaksakan kehendaknya agar anaknya masuk pada suatu jurusan tertentu dalam kuliahnya merupakan pelanggaran HAM terhadap anak, sehingga seorang anak tidak bisa memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

PENYELESAIAN KASUS Kasus pertama: Trisakti, Semanggi I dan II TNI dan aparat Kepolisian dibentuk untuk melindungi segenap masyarakat dan negera.

Namun dalam kasus ini ditemukan kesalahgunaan wewenang yang tidak seharusnya aparat TNI dan kepolisisan membunuh para mahasiswa yang berdemonstran. Kita tidak dapat menyalahkan siapa dan mengapa karena para aparat tersebut melakukan yang memang sudah menjadi tugasnya dan atas perintah negara karena sekitar tahun 90 keatas dibawah kepemimpinan bapak Soeharto setiap demonstran ataupun masyarakat yang memberontak terhadap aturanya dapat terbunuh.

36

Jadi tidak asing terdengar oleh kita apabila ada sekelompok mahaiswa, warga masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya kepada negara malah terbunuh sia-sia.Ini merupakan tahun-tahun yang menakutkan bagi warga negara Indonesia karena hak untuk memiliki kebebasan bersuara sangat dibatasi bahkan dikekakang. Disini juga bukan karena masyarakat Indonesia salah dalam memilih pemimpin. Melainkan karena masyarakat Indonesia tidak mendapatkan Hak Asasi nya untuk memilih karena pada masa Soeharto diciptakan aturan “Setiap PNS harus memilih Golkar dalam pemilu”. Apabila warga melanggar aturan tersebut maka akan dipersulit dalam kariernya. Ini adalah sebuah pembodohan politik dan penderitaan bangsa yang berkepanjangan dimana masyarakat Indonesia tidak dapat menyampaikan aspirasinnya dan tidak dapat memilih siapa calon pemimpin yang sesuai nurani nya dan dalam kasus ini melanggar suatu hak yang dinamakan Hak Asasi Manusia. Kasus mei 1998 untuk menggulingkan rezim soeharto tersebut merupakan suatu perjuangan besar pemuda-pemuda Indonesia dalam menegakan keadilan diengri ini. Sudah sepantasnya kita menghirup udara kebebasan bukan saja terbebas dari penjajah namun kita juga memang pada dasarnya membutuhkan kebebasan untuk bersuara dan memilih siapa pemimpin untuk negara ini berdasarkan hati nurani bukan karena paksaaan ataupun ketakutan. Hingga akhirnya pada tahun 21 Mei 1998 dipilihlah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden Indonesia ke-3 pengganti bapak Soeharto. Disinilah terlihat banyak perubahan dinegara Indonesia karena sudah diakui hak-hak setiap individu termasuk hak untuk bersuara, berdemonstrasi menyampaikan aspirasi,kebebasan pers, hak untuk pemilu dan memilih calon pemimpin secara LUBER dan JURDIL. Hingga pada kepemimpinan presiden saat ini dijabat oleh bapak Susilo Bambang Yudhoyono pengakuan akan adanya HAM diakui dan diberlakukan dinegara Indonesia.

37

Kasus kedua: Seorang TKW Asal Indonesia Dibunuh Majikannya Di Arab Menurut saya kasus pembunuhan dan penyiksaan terhadap TKI dan TKW Indonesia sering kali terdengar bahkan meningkat jumlahnya tiap tahun. Hal ini terjadi karena lembagalembaga yang mengirimkan ketenagakerjaan keluar negri hanya mencari keuntungan semata tanpa melihat keahlian dari para TKI dan TKW itu sendiri. Lembaga-lembaga penyalur TKI tidak boleh mengirim TKI yang belum teruji benar-benar kemampuannya karena ini merupakan salah satu factor penyebab terjadinya penyiksaan serta pembunuhan karena majikan di negara tersebut merasa emosi apabila TKI tersebut tidak becus dalam bekerja. Terutama dalam penerjemahan bahasa, seorang TKI yang dikirim harus benar-benar menguasai bahasa asing karena bahasa merupakan alat komunikasi terpenting antara majikan dan TKI tersebut. Apabila bahasa saja belum dikuasai bagaimana terjadi hubungan yang baik antara majikan dan TKI .Ini menjadi salah satu pemicu peningkatan kasus penganiayaan dan pembunuhan terhadap TKI dari negara kita. Sedangkan pemerintah dengan senang hati menerima devisa yang masuk kedalam kas negara tanpa menjamin kehidupan para TKI dan TKW tersebut ketika berada dinegara orang. Perlu ada penindakan yang tegas dari presiden dan pemerintah agar kasus ini tidak terus bertambah jumlahnya. Presiden dan pemerintah harus bisa menjamin kehidupan para TKI dan TKW karena ini menyangkut nyawa seseorang. Selain itu pemerintah harus memfasilitasi para TKI yang akan berangkat keluar mulai dari pengawasan dan perlindungan terhadap TKI maupun fasilitas untuk berkomunikasi dengan sanak keluarga mereka di Indonesia sehingga dapat mencegah kasus penganiayaan dan pembunuhan yang terjadi di negara luar.

38

 Kasus HAM Di Negara Lain
 Rusia Protes RUU AS Terkait Pelangaran HAM Kasus Anti-Korupsi Rusia memperingatkan Amerika Serikat sehubungan dengan kemungkinan pemberlakuan rancangan undang-undang yang hendak menghukum para pejabat Rusia yang tersangkut dalam pelanggaran hak azasi manusia. Rancangan, yang dinamakan "Pertanggungjawaban Kekuasaan Hukum Sergei Magnitsky", hendak membekukan rekening-rekening di bank-bank Amerika dan menolak visa ke Amerika bagi para pejabat yang korup dan pelanggar hak azasi manusia. Kremlin memandang rancangan undang-undang itu ditujukan terhadap Russia. Sergei Magnitsky, seorang pengacara anti-korupsi Rusia, mengungkapkan penipuan pajak $230 juta, yang kabarnya dilakukan oleh para pejabat pemerintah, namun tidak dipenjarakan meskipun telah dituduh melakukan pencurian sistematis. Ia meninggal dunia dalam tahanan pra-peradilan bulan November tahun 2009 setelah hampir setahun dalam pernjara. Undang-undang Amerika itu hendak menolak visa bagi para pejabat Rusia yang dicurigai menutup-nutupi kematian Magnitsky. Jurubicara Kementerian Luar Negeri Rusia Alexander Lukashevich mengatakan rancangan undang-undang itu akan menimbulkan akibat negatif terhadap seluruh hubungan Rusia-Amerika. Para anggota Kongres Amerika diperkirakan akan mengadakan pemungutan suara dalam beberapa hari mendatang mengenai sebuah paket yang menggabung Undang-Undang Magnitsky dengan rancangan yang hendak memberi kepada Rusia hubungan perdagangan normal yang permanen. Penegakan hubungan demikian mengharuskan para anggota Kongres mencabut amandemen Jackson-Vanik tahun 1974, satu peninggalan Perang Dingin yang akan mengakibatkan pengenaan bea yang lebih tinggi atas ekspor Amerika ke 39

Rusia. Amandemen Jackson-Vanik menghubungkan bea Amerika yang ringan atas barang impor dari Rusia, dengan hak azasi Yahudi Soviet. Amandemen tersebut sudah usang, tetapi para anggota Kongres Amerika enggan mencabutnya tanpa meluluskan rancangan undang-undang yang terus menekan Moskow karena keprihatinan hak azasi manusia.

 Departemen Luar Negeri AS Tanggapi Kasus Vokalis Lamb of God
New York City - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah memberikan tanggapan untuk petisi penggemar mengenai kasus pembunuhan di Republik Ceko yang menjerat vokalis Lamb of God, Randy Blythe, sebagai tersangka. Asisten Sekretaris Departemen Luar Negeri AS Divisi Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Tenaga Kerja, Michael Posner, menanggapi petisi tersebut melalui situs resmi pemerintahan AS, seperti dilansir Rolling Stone. “Pemeriksaan kepada Tuan Blythe ditunda, kami tidak dapat membahas rincian kasusnya. Kami dengan teliti akan memantau perkembangan

pemeriksaannya tersebut,” tulis Posner. Lebih lanjut, Posner menekankan bahwa pihak pemerintahan luar negeri AS telah mencatat kasus tersebut dalam laporan hak asasi manusia tahun 2011. Departemen Luar Negeri AS pun berharap agar pemerintahan Ceko dapat melakukan pemeriksaan dengan transparan. “Berharap agar pemerintah Ceko dapat membuat semua upaya untuk menjamin persidangan yang adil, transparan, dan tepat waktu bagi Tuan Blythe, dan menjamin perlindungan penuh atas hak-hak hukumnya di bawah hukum Ceko serta kesejahteraannya,” tulis Posner. Seperti yang telah diberitakan sepanjang pertengahan hingga akhir tahun ini, Blythe dianggap bertanggung jawab atas kematian seorang penggemar bernama Daniel N. saat grupnya menggelar konser di Praha, Ceko, pada 2010 silam. Laporan mencatat, kala itu Daniel loncat ke atas panggung dan kemudian terjadi pergumulan yang mengakibatkan ia terjatuh dari panggung dan kepalanya membentur lantai beton, hingga menyebabkan kematian. Vokalis grup metalcore ini ditangkap akhir Juni lalu di Praha sebelum ia tampil di panggung Hard Rock Cage. Ia kemudian dibebaskan pada awal Agustus lalu dengan membayar jaminan sebesar 400 ribu dollar AS. Blythe telah mengungkapkan bahwa ia akan kembali ke Republik Ceko untuk mengikuti proses hukum selanjutnya.

40

 Resolusi Anti Iran dan Pelanggaran HAM KanadaAmerika
Wakil Tetap Republik Islam Iran di PBB Mohammad Khazaei menilai resolusi antiIran yang disetujui di Majelis Umum PBB tentang kondisi Hak Asasi Manusia (HAM) di negara ini bertujuan politik dan tidak sesuai dengan realita yang ada. Hal itu dikatakan Khazaei pada Kamis (20/12) di sidang Majelis Umum PBB. Ia mengatakan, politisasi dan eksploitasi poitik akan merugikan posisi HAM di dunia. Menurutnya, resolusi antiIran di Majelis Umum PBB tentang kondisi HAM di negara ini bersifat politis dan tidak mencerminkan langkah untuk memajukan HAM di Iran. Seraya mengecam kondisi HAM di Amerika Serikat dan Kanada sebagai dua negara yang getol mengusulkan resolusi anti-Iran terkait HAM di Majelis Umum PBB, Khazaei menegaskan bahwa resolusi tersebut tidak mencerminkan fakta HAM di Iran dan pada saat yang sama tidak akan mampu menghalangi upaya dan komitmen Tehran dalam memperluas dan memajukan HAM. Majelis Umum PBB pada Kamis kemarin menyetujui sebuah resolusi yang mengecam tentang apa yang mereka sebut dengan pelanggaran HAM di Iran. Resolusi tersebut disahkan dengan 86 suara setuju, 32 suara menolak dan 65 abstain. Resolusi anti-Iran yang diusulkan oleh AS dan Kanada tersebut disahkan oleh Majelis Umum PBB dengan penentangan lebih dari 90 negara. Sementara, pemerintah Amerika dan Kanada sebagai pihak yang mengusulkan resolusi itu secara terang-terangan justru melanggar HAM dalam berbagai bentuk. Namun sayangnya mesayarakat internasional membiarkannya. Pengabaian terhadap hak-hak masyarakat pribumi Kanada merupakan contoh nyata pelanggaran HAM di negara ini. Pemerintah Kanada tidak pernah memperhatikan hak-hak minoritas masyarakat pribumi sehingga mereka hidup dalam kondisi yang paling buruk. Pelanggaran terhadap hak-hak penduduk asli di Kanada tampak sangat jelas dan tidak dapat ditutupi lagi. Bahkan, Amnesti Internasional pada tanggal 19 Desember 2012 menuntut pemerintah Kanada untuk

41

komitmen terhadap HAM dan melaksanakannya khususnya tentanh hak-hak masyarakat pribumi di negara itu. Terry Nelson, mantan pemimpin penduduk asli Kanada baru-baru ini mengatakan, kebijakan pemerintah Kanada dengan dukungan Inggris selama 100 tahun lalu yang memberlakukan sanksi ekonomi terhadap masyarakat pribumi merupakan bukti nyata pelanggaran HAM. Menurut Nelson, penculikan 600 perempuan dan anak-anak penduduk asli Kanada dan pengangguran 60-90 persen dari mereka akibat sanksi ekonomi adalah contoh kebijakan ganda negara-negara pengklaim pendukung HAM. Dukungan terang-terangan Kanada kepada rezim Zionis Israel dalam pembantaian massal di Palestina juga merupakan pelanggaran HAM lainnya, di mana masyarakat internasional hanya bungkam menyikapi pelanggaran tersebut. Dan anehnya, mereka justru menyetujui resolusi antiIran yang diusulkan Kanada yang jelas-jelas menjadi negara pelanggar HAM. Pemerintah AS tak jauh berbeda dengan Kanada. Washington mengklaim dirinya sebagai pendukung demokrasi dan HAM, namun pada saat yang sama Gedung Putih melanggar HAM baik di internal Amerika maupun di berbagai belahan dunia. Pengabaian terhadap hak-hak dasar warga kulit hitam dan penduduk pribumi di Amerika merupakan salah satu kasus pelanggaran terhadap HAM di negara yang mengaku sebagai pembela HAM ini. Washington juga melakukan barbagai diskriminasi terhadap penduduk pribumi. Pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pemerintah Amerika tidak hanya terjadi di dalam negeri, tetapi juga terjadi di berbagai negara lain yang tak terhitung jumlahnya. Amerika tanpa mempedulikan hukum internasional menyerang negara-negara seperti Irak dan Afghanistan dan membantai massal ratusan ribu orang yang tak berdosa termasuk perempuan dan anak-anak. Bahkan hingga kini Washington masih memenjarakan ribuan orang di berbagai penjara dalam maupun luar negeri serta menyiksa mereka tanpa memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan dan HAM. Pelanggaran luas Amerika dan Kanada terhadap HAM dan upaya dua negara ini untuk memperalat isu HAM guna menekan Iran dilakukan ketika Tehran selama beberapa tahun terakhir telah memperkuat format-format HAM dan mempunyai kerjasama konstruktif dengan masyarakat dunia. Musuh-musuh Iran yang marah atas kemandirian

42

dan tekad bangsa negara ini mencoba menggunakan isu HAM sebagai alat untuk menekan Tehran, namun mereka harus memahami bahwa Republik Islam Iran tidak akan pernah menyerah terhadap setiap tekanan. (IRIB Indonesia/RA)

43

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->