Martin Luther

Dari Krisis Pribadi ke Perjuangan Bersejarah

Martin Luther (1483-1546)

Siapa yang tidak kenal Martin Luther? Sang Reformator besar di samping Calvin dan Zwingli yang populer dengan julukan tiga serangkai. Para ahli sepakat bahwa Luther adalah epitom dari gerakan Reformasi. Tentunya, ini tidak mengecilkan jasa Reformator lainnya yang telah dipakai Allah secara luar biasa pada masanya. Namun pemberian predikat khusus ini setidaknya karena dua alasan. Pertama, Lutherlah yang pertama kali paling serius menekankan reformasi teologis, dimana menuntut perbaikan mendasar dalam ajaran gerejawi, ketimbang reformasi dalam aspek moral maupun institusional sebagaimana yang ditekankan Reformator sebelumnya. Luther melihat perubahan praktik dan moral hanyalah mungkin jika ajaran iman kepercayaan dibenahi dahulu. Kedua, tak pelak lagi, Luther adalah Reformator yang paling berpengaruh bagi tokoh sezaman dan sesudahnya. Bahkan Calvin dan Zwingli

pun berhutang inspirasi dari perjuangan dan ajaran Luther. Sebenarnya, sudah ada beberapa buku berbahasa Indonesia yang cukup bagus untuk kita mempelajari khususnya ajaran Martin Luther. Sebagai pengantar yang baik, kita dapat memulai dengan buku "Sejarah Pemikiran Reformasi" karangan Alister E. McGrath yang klasik itu (diterbitkan oleh BPK Gunung Mulia). Tulisan ini hanyalah berusaha melengkapi "lubang" dalam banyak buku berbahasa Indonesia yaitu kisah hidup Martin Luther yang utuh. Mengikuti riwayat Luther akan mengantar kita pada pemahaman yang lebih empatis bahwa sosok besar dan perjuangannya merupakan hasil sebuah proses yang panjang dan manusiawi. Luther yang kita kenal sekarang adalah Luther yang telah melalui pelbagai ujian berat dalam hidupnya. Allah dalam kemurahan dan kuasa-Nya telah memakai Luther menjadi salah satu tokoh agung yang mengubah wajah sejarah manusia sampai detik ini.

Masa Pra Luther
Ilmu sejarah mengajarkan bahwa suatu peristiwa biasanya merupakan reaksi (anteseden) dari peristiwa lain yang mendahuluinya (preseden). Demikian pula, gerakan Reformasi adalah reaksi atas kondisi yang sudah ada. Secara umum, kondisi pendahulu yang membidani kelahiran gerakan Reformasi bisa ditarik ke beberapa abad sebelumnya. Bila diringkas, ada tiga kondisi yang paling berpengaruh. Pertama dan terutama adalah kebobrokan gereja baik dalam ajaran maupun praktiknya yang memang menjadi sasaran kritik Reformator. Kerusakan gereja masa itu sudah begitu memalukan, dan telah berlangsung sekian abad. Terutama selama Abad Pertengahan, gereja telah melupakan warisan pengajaran yang Alkitabiah sejak zaman para rasul dan bapa gereja mula-mula. Sebagai gantinya, gereja menelurkan pelbagai ajaran, aturan dan pandangan yang tidak lagi bersumber pada Alkitab seperti aneka sakramen, absolutisme kepausan, doa arwah, api penyucian jiwa (purgatori) dan sebagainya. Kerusakan gereja signifikan lainnya adalah kerusakan struktural yaitu pada lembaga kepausan. Pusat pemerintahan gerejawi ini justru marak cacat cela selama beberapa generasi kepausan. Sebut saja: ada Paus yang mempunyai selir dan anak di luar nikah, Paus yang menghamburkan uang gereja untuk memuaskan hobi berpesta, Paus yang membeli jabatan dengan uang, Paus yang terlibat dalam pelbagai pembunuhan orang tak berdosa, Paus yang materalis dan sebagainya. Memang ada beberapa Paus yang bagus, namun tampaknya tak cukup untuk menyelamatkan reputasi kepausan yang kadung cela. Sampai akhirnya diperburuk dengan peristiwa "Skisma Besar" dalam tubuh gereja antara tahun 1378 - 1417. Selama hampir tigapuluh tahun, kepausan diperebutkan oleh beberapa pihak yang saling mengklaim sebagai Paus yang sah. Kelak, sejarah kepausan yang kelam ini menjadi dasar penolakan para Reformator terhadap absolutisme kepausan yang menganggap Paus tidak bisa salah (infabilitas). Kerusakan struktural ini menular ke jenjang gereja lokal di hampir seluruh Eropa. Data sejarah

termasuk menulisnya (baca: menggandakan/mereproduksikan). jabatan gereja diisi oleh orang-orang yang jauh dari kompeten. para pejabat negara dan kota mulai memperjuangkan otonominya. Jika ada masalah muncul. Cicero. maka pejabat gereja dengan mudahnya berlindung di balik perintah dan petunjuk Paus. Jabatan penguasa gereja juga memiliki fasilitas khusus seperti pembebasan pajak. banyak bangsawan dan kaisar yang secara politis bergantung pada Paus. humanisme masa itu juga menyoroti pentingnya aspek individual yang sebelumnya dilupakan. khotbah di misa lebih bersumber pada dokumen yang dikeluarkan Paus ketimbang Alkitab sendiri. Kardinal Fransisco Ximenez (1436-1517) dan yang terbesar di antaranya. Bahkan banyak humanis ulung masa itu sebenarnya seorang Kristen yang saleh dan taat. Di samping ketiga kondisi penting yang mendahului Reformasi.membuktikan begitu banyak pejabat gereja lokal yang sama bobroknya. Oleh para Reformator. sebagaimana kerap dimengerti tentang humanisme masa kini. penekanan pada aspek individualisme mempengaruhi para Reformator untuk meyakini bahwa Alkitab dan ajaran gereja harus dapat dipahami sampai pada tataran jemaat awam. Sumbangan humanisme kepada para Reformator dalam dua cara. humanisme masa itu adalah sebuah gerakan yang mau kembali pada kejayaan dan kefasihan karya literatur Latin dan Yunani (terutama kesusastraan) para penulis kuno seperti Plato. Gereja dipenuhi dengan perebutan kuasa antara elit politik maupun orang kaya. humanisme menularkan semangat untuk kembali pada sumber-sumber asali (ad fontes). Percetakan sangat menguntungkan para Reformator dalam mempropagandakan ajarannya. Saat itu. Mereka ingin . Aristoteles. daripada Alkitab terjemahan seperti Alkitab berbahasa latin (Vulgata) yang memiliki kesalahan penterjemahan. Ia tidak identik dengan pengagungan manusia secara berlebihan yang berujung pada pengabaian Allah. Virgil dan lainnya. Bahkan dalam kasus yang ekstrim. Namun penekanan ini tidak sampai pada pengingkaran Allah. patut disebutkan pula tentang kebangkitan rasa nasionalisme di kerajaan-kerajaan Eropa terutama bagian barat dan utara. sumber asali tersebut merujuk pada tulisan kuno dari para bapa gereja seperti Aurelius Agustinus alias Agustinus dari Hippo (354-430). tentu saja ajaran Luther tidak akan begitu luas mempengaruhi banyak orang bahkan sampai lintas negara. Memang. Mari kita berhati-hati dengan istilah humanisme masa itu. Ungkapan "Tergantung Paus" menjadi lazim. Johann Reuchlin (1455-1522). Kedua. Pertama. Bila sebelumnya. maka sejak kirakira akhir abad ke-15. Pendapat bahwa jemaat awam harus dapat membaca Alkitab dalam bahasanya sendiri begitu digemakan oleh Erasmus. Kardinal Nicholas dari Cusa (1400-1464). Ketiga. Percetakan menciptakan kemudahan yang sangat besar dan tak terbayangkan sebelumnya bagi setiap orang untuk memperoleh literatur. Kedua. peristiwa yang cukup besar artinya bagi gerakan Reformasi adalah penemuan mesin cetak oleh Johann Gutenberg pada tahun 1454. yang juga mempengaruhi Luther dan Reformator lainnya. seperti Fransisco Petrarca alias Petrarch (1304-1374). Absolutisme kepausan pun menjadi tameng bagi ketidakmampuan pejabat gereja. Desiderius Erasmus (1466-1536). Dan konsekuensi akhirnya kembali pada Alkitab bahasa asli. Gamblangnya. jabatan gerejawi begitu menggiurkan karena bersifat politis. Jika tanpa percetakan. kebangkitan humanisme yang merupakan salah satu wujud semangat Renaisans. Lambat laun.

Dan hanya berdoa kepada Kristus. Luther memulai perjuangannya dari lingkungan dan dengan metode akademis. Luther hijrah ke Magdeburg. Juga musik dan agama. Ajaran mereka membentuk kesalehan Luther yang akan mewarnai kehidupan Luther seterusnya. Martin adalah nama baptisan yang diperolehnya karena hari pembabtisannya bertepatan dengan Hari Santo Martin. sang ayah. Luther berjumpa dengan ajaran beberapa pendidik yang merupakan anggota Persaudaraan Brethen. Konteks sosial politis inilah yang dimanfaatkan oleh para Reformator. Hubungan antara Reformator dan penguasa politik membuahkan hubungan yang saling menguntungkan. Luther belajar doktrin-doktrin penting gereja. adalah seorang pemilik beberapa tambang dan peleburan logam. tapi sekaligus ingin memberikan pendidikan yang terbaik bagi anaknya. Hans Luther. Dalam otobiografinya. Luther remaja mengembangkan kepercayaan bahwa Allah pasti menghakimi segala perbuatannya pada akhir zaman. pelindung kaum pengemis. Setelah menempuh pendidikan pra universitas di Eisenach. Luther belajar bahasa Latin yang membuatnya berkenalan dengan kekayaan pustaka Latin. Sebagaimana Sekolah Latin lainnya pada masa itu. Pendidikan formal pertama Luther diperolehnya di Sekolah Latin kota Mansfeld. Periode Awal Kehidupan Luther Periode awal ini terentang dari kelahiran Luther sampai saat keputusannya menjadi rahib. salah satu universitas terbaik masa itu di Jerman. Sikap orangtuanya yang sangat menghargai pendidikan amat berbekas pada diri Luther. dan kemungkinan berperan besar dalam menanamkan benih iman kepada Luther kecil. Luther masuk Universitas Erfurt. adalah seorang ibu rumah tangga yang sangat religius. propinsi Saxony (sekarang wilayah Jerman). masuk Sekolah dari Katedral setempat. Pada usia 14. Margaretha Luther. Luther melahap habis pelbagai tulisan penting baik dari Abad Pertengahan maupun .lepas dari pengaruh politis Vatikan. Dapat dipastikan. Penekanan mereka pada hubungan yang akrab dengan Allah (devosi) melalui pembacaan Alkitab dan doa pribadi. Di sisi Reformator. Luther mengenang keduanya sebagai orangtua yang disiplin dan keras dalam mendidik anak. Maria dan para orang suci sebagai perantara maka akan beroleh rahmat pengampunan dari Allah Bapa. Di sisi penguasa politis. Persaudaraan Brethen adalah salah satu kelompok aliran Kristen Mistik yang memang cukup banyak menjamur sejak sekitar dua abad sebelum Reformasi. Pada saat dewasa nanti. ajaran para Reformator dipakai sebagai dasar non poilitis untuk lebih menunjukkan kelemahan otoritas gereja masa itu. Hal yang perlu dicatat. sekaligus untuk mendapatkan dukungan rakyat yang memang bersimpati dan loyal kepada para Reformator. di kota Eisleben. mereka memperoleh perlindungan dari kejaran dan hukuman otoritas gereja Roma yang memvonis mereka sebagai bidat. Luther lahir pada tanggal 10 Nopember 1483. Perpustakaan Universitas Erfurt juga dikenal cukup lengkap. Sedangkan ibunya.

Luther dikejutkan oleh kilat yang menyambar di dekatnya. maka kita salah. Luther berdoa kepada Santa Anna. Konon. Pada tahun 1502. Luther mengalami suatu peristiwa penting yang mengubah jalan hidupnya secara drastis. Allah akan memberikan anugerah kepada orang berdosa yang sungguh-sungguh mencari Dia. Sang ayah begitu marah dengan keputusannya itu. Luther masuk Universitas Leipzig pada tahun 1505. Tepatnya tanggal 2 Juli 1505. Luther memiliki kerinduan yang besar untuk secara sungguh mencari Allah dan mempelajari Alkitab. . Jika kita membayangkan Luther sebagai tokoh yang selalu teguh hati sejak muda. Selama kuliah. Luther mengajar di universitasnya dalam bidang tata bahasa dan logika. Tidak jauh dari desa Stotternheim. Tiba-tiba gambaran akan kematiannya begitu nyata di depan matanya. Namun kali ini. Luther bersumpah bahwa seandainya dia dilepaskan dari marabahaya ini. Luther memperoleh gelar master. Luther dengan hati yang mantap. Luther rajin menelaah seluruh isi Alkitab. mengutarakan keinginannya untuk menjadi rahib kepada para sahabat dan keluarganya. Sebelum masuk biara. Luther ditahbiskan pada tahun 1507. Dan dia pun berhasil lolos dari hujan badai itu. Dalam ketakutan yang sangat. Pada tahun yang sama. Dia memenuhi kaulnya dengan masuk biara Agustinian di Erfurt. Dalam perjalanan itu. Dalam doanya. Luther merampungkan gelar pertamanya dalam Liberal Arts. Luther bergeming. jemaat awam sama sekali tidak diizinkan untuk membacanya. dan pengadilan Tuhan seakan sudah di ambang pintu. Suatu modifikasi dari ajaran kuno Pelagius (rival Agustinus). Sang Rahib yang Gelisah Setelah dua tahun belajar sebagai calon rahib. maka dia akan menjadi rahib selama sisa hidupnya. Namun ayahnya menolak keinginannya. Luther menemukan bahwa begitu banyak bagian dari Alkitab yang tidak pernah diceritakan dalam misa-misa reguler. dia terjebak dalam hujan badai yang menakutkan. Dia teringat akan dosa di masa mudanya. beberapa mil dari Mansfield. Sambil melanjutkan studi ke jenjang master. Luther hafal hampir seluruh Perjanjian Baru dan beberapa bagian dari Perjanjian Lama. Luther yakin bahwa dengan menjadi biarawan maka kegelisahannya tentang penghukuman Allah akan sirna. Awalnya. Luther mulai merasakan kejanggalan dari kebijakan gereja saat itu yang membatasi pembacaan dan penafsiran Alkitab oleh para pejabat gereja saja.sebelumnya di perpustakaan ini. Dalam ketaatannya kepada orangtua. Pada tahun 1505. Menurut via moderna. dia sempat terpikir untuk masuk ke biara sebagai cara terbaik untuk memenuhi kerinduannya itu. dan tentunya mengambil jurusan hukum. meskipun harus melawan kehendak ayahnya. Sang ayah menganggap jurusan hukum sebagai yang terbaik untuk masa depannya. ketika itu. Luther sedang dalam perjalanan dari Mansfield ke Erfurt. Selama di Biara. Suatu sistem yang justru menjauhkan jemaat dari kekayaan Alkitab. Luther sama sekali tidak bahagia dengan studinya. Luther menganut ajaran via moderna yang sudah digemarinya sejak di Universitas Erfurt. Dua minggu kemudian.

" Jabatan Luther sebagai pengajar diperluas pada tahun 1511. "Biarlah segala yang suci tidak pernah ke Roma. Demikianlah. Dari kuliah-kuliah awal. Pada tahun 1508. Diduga kuat. pada tahun 1510. Dia pernah sesumbar. Namun dalam hati kecilnya. Johannes von Staupitz. dengan diinspirasikan via moderna." Pada suatu malam. Seiring dengan waktu. Pertanyaan ini bukanlah bersifat akademis belaka. namun memberikan dilema batin yang luar biasa. Aku tidak percaya segala perbuatanku dapat menyenangkan Allah. Karena di Roma segalanya diizinkan. dia berlutut dan berteriak. pastilah aku!". Luther menuliskan. dan Allah terikat dengan kewajiban untuk mengampuninya. bacaan Luther dari tulisan Agustinus tentang doktrin anugerah turut mengambil andil dalam pengalaman eksistensial ini. begitu adagium dari doktrin anugerah yang memberikan titik balik dari krisisnya. Luther tetap gelisah dan takut akan penghukuman Allah. "Orang benar akan hidup oleh iman". sekitar akhir tahun 1514. Sebelumnya. Luther berusaha sekuat tenaga menjadi rahib yang saleh dan tekun. Luther berharap kunjungannya ke Roma meredakan kegelisahan hatinya. Doktrin "Anugerah" . Luther menamatkan sarjana teologinya. Kemiripan dengan Pelagius terletak pada faktor inisiatif manusia.Seolah. atas ajakan gurunya. Bagaimana bila orang berdosa sesungguhnya tidak akan pernah memenuhi standar keadilan Allah supaya dibenarkan. Namun setelah sekian hari dia melihat kota suci. meskipun orang berdosa dengan tulus mencari-Nya? Pertanyaan ini benar-benar menghujam ke sanubari Luther. "Meskipun aku hidup tidak bercela sebagai seorang rahib. ketika Luther mempersiapkan kuliah kitab Roma (1515-1516). dia menemukan beberapa kesukaran besar dari pandangan via moderna. Setelah bergumul begitu berat dan dengan pertolongan Allah. Luther berhasil meraih gelar doktor dalam bidang teologi dari Universitas yang sama. namun aku yakin bahwa aku tetap orang yang berdosa dan hati nuraniku sangat gelisah di hadapan Allah. Allah telah berjanji akan mengaruniakan anugerah pengampunan sejauh orang berdosa bisa mencapai syarat minimum yaitu datang kepada-Nya. "Aku menyapamu hai Roma yang suci. dalam suatu penggalian Alkitab pribadi di menara biara Wittenberg. Luther menjadi pengajar bidang Filsafat Moral di Universitas Wittenberg yang baru didirikan. tampak jelas Luther masih memegang posisi via moderna. Luther berkesempatan mengunjungi kota suci Vatikan. Pada perjalanan pulang. Konsep "iustita Dei" (Kebenaran Allah) begitu dominan dalam kitab Roma. Luther terpaku pada tulisan Rasul Paulus dalam kitab Roma 1:16-17. Sepanjang malam dia tidak bisa tidur dan memikirkannya. sucilah engkau karena darah martir yang tertumpah bagimu!". Setahun kemudian. Luther begitu terpesona dengan pusat pemerintahan gereja tertinggi ini. bahwa orang berdosa masih memegang inisiatif untuk pengampunan dosanya. Awalnya. Kebenaran Allah hanya akan mendatangkan kutukan dan hukuman bagi orang berdosa. tanpa terkecuali dirinya. "Kalau ada rahib yang bisa masuk surga karena kesalehannya. Allah dengan kebenarannya yang sempurna akan mengadili setiap orang. kecuali orang jujur. Luther ditugasi mengajar kitab-kitab spesifik. Pada tahun 1512. Diceritakan. Tulisan Paulus begitu menggetarkan hatinya. dia berbalik kecewa dengan segala praktik kotor dan sikap keduniawian pejabat gereja. Luther melukiskan kekecewaannya. saat dia tiba di Roma. Luther mengajar sambil melanjutkan studi teologinya. Luther tiba pada suatu pencerahan. Luther mengingat ajaran Agustinus tentang "Anugerah" yang pernah dibacanya.

Allah mengubah pergumulan Luther yang pelik itu menjadi semacam "Reformasi" dalam dirinya terlebih dahulu. Di kemudian hari. Pengampunan inilah yang disebut anugerah. Ambisinya adalah membangun basilika Santo Petrus dengan arsitektur ala Renaisans yang mewah dan mengisinya dengan aneka barang seni kelas tinggi. berkuasa sejak 1513). sebelum dia memimpin gerakan Reformasi yang lebih besar dan berat. Hanya Allah yang dapat mengampuni manusia dalam kedaulatan-Nya. Luther menyaksikan betapa segala kegelisahan hatinya lenyap. Ini membuat aku seperti dilahirkan kembali. Pemakuan 95 dalil merupakan reaksi Luther atas penjualan surat pengampunan dosa (indulgensi) yang berlangsung di hampir seluruh daratan Eropa. maka sekarang aku mulai mencintai dan memujinya sebagai ungkapan yang paling manis. Luther mulai menyoroti kesalahan ajaran seperti konsep orang kudus dan Paus sebagai perantara. Sederhananya. Namun kritik Luther ini hanya berkutat sejauh dinding kampus." Luther pun mulai melihat seluruh isi kitab suci dengan sudut pandang yang baru. Penjualan surat ini atas amanat Paus Leo X (1475-1521.. Tanggal bersejarah yang kini dirayakan sebagai Hari Reformasi. Dia adalah seorang Paus yang begitu fanatik dengan segala yang berbau seni Renaisans.. Sayangnya. Alkitab dan Agustinus telah "melahirkan" Luther kembali. "Seperti ada tertulis bahwa orang benar hidup oleh imannya. suatu rahmat yang sebenarnya tidak layak diberikan kepada kita. bukan usaha dan keputusan manusia. Untuk menggalang dana yang dibutuhkan.yang pernah dituliskan Agustinus dalam buku "Pengakuan-pengakuan" (Confessions) adalah salah satu ajaran penting yang telah begitu lama dilupakan gereja. Bahkan iman pun adalah pemberian Allah. keuangan gereja yang morat marit tidak melapangkan ambisinya itu. ketika Luther memakukan 95 dalil di pintu gereja Wittenberg pada tanggal 31 Oktober 1517. Kalau dulu aku membenci ungkapan 'Kebenaran Allah'. dia memerintahkan penjualan surat pengampunan dosa secara luas dan intensif. Dalam risalah kuliahnya setelah tahun 1515. Pencerahan ini membuat Luther sadar akan kekeliruan besar dari ajaran via moderna dan ajaran gereja yang lain. doktrin "Pembenaran oleh Iman" menjadi dasar dari seluruh bangunan teologi Luther. Dan perubahan ini tidak sekedar pada dimensi rasional. Kini aku seakan berdiri di depan pintu gerbang surga dalam suatu terang yang baru. Peristiwa pemakuan 95 dalil di pintu gereja Wittenberg sebenarnya konsekuensi dari pandangan Luther yang telah diperbaharui beberapa tahun sebelumnya. doktrin ini meyakini bahwa tidak ada satupun manusia berdosa mampu menyelamatkan dirinya. . Sampai tibalah hari yang monumental itu. Penjualan Surat Indulgensi dan Penolakan Luther Keberatan Luther terhadap beberapa ajaran gereja saat itu sebenarnya sudah mulai sejak dia mengerti doktrin anugerah (sekitar akhir 1514).

Kondisi inilah yang menjadikan mereka sebagai sasaran empuk penjualan surat indulgensi.sarapanpagi. baik dosanya di masa lalu dan yang akan terjadi di masa depan. tukang dan kaum jelata lainnya. maka semakin banyak jiwa orang tercinta yang telah meninggal untuk dibebaskan.. Dengan membelinya (harganya berbeda-beda menurut status dan golongan pembeli).org/martin-luthe . Gereja bahkan .95 Dalil Luther" Lihat di http://www. Mereka begitu rentan dengan praktik ini. Hebatnya lagi. Mereka berbondongbondong menjual segala kepunyaannya hanya untuk bisa membeli surat indulgensi. Surat ini dijual terutama ke kalangan jemaat awam yang mayoritas terdiri dari petani. mereka pun juga percaya aneka tahayul seperti gambaran dunia kematian.. surat ini pun bisa dibeli untuk "mengeluarkan" jiwa orang yang telah mati dari "api penyucian" (purgatori). maka seseorang dapat memperoleh jaminan penghapusan dosa. . Sampai ada penulis yang mengejeknya sebagai "Surat Izin Berdosa" (license to sin). Semakin banyak surat yang dibeli. Di samping kepolosan karena tingkat pendidikan yang rendah."Martin Luther's 95 Theses .html#p3617 Surat indulgensi adalah dokumen tertulis yang diterbitkan otoritas gereja.

Paus tidak terlalu menggubrisnya ketika itu. reaksi otoritas gereja pun tidak terlalu heboh. Luther menuliskan. Para ahli yakin bahwa ajakan diskusi Luther ini ditujukan kepada kaum akademisi." Sangat banyak jemaat yang terbujuk oleh Tetzel. Dengan berlandaskan pandangan Luther. dipersilakan menuliskannya. "Berdasarkan cinta kepada kebenaran dan keinginan untuk memeriksa masalah ini. adalah suatu kebiasaan bila ada topik yang hendak didiskusikan atau diperdebatkan maka seseorang bisa memakukan undangannya di pintu gereja Wittenberg. dia hanya menganggap Luther sebagai orang yang kehilangan akal sehatnya dan sedang mabuk. Pada saat seperti inilah. Keberatan Luther terhadap doktrin gereja lainnya baru muncul di kemudian hari.. Sekelompok jemaat Wittenberg yang diasuh Luther pun sengaja pergi ke kota Juteborg dan Zerbst yang disinggahi Tetzel. Luther sendiri tidak berada di belakang ini. Kedua. radikal dan aneh untuk ukuran saat itu.seperti tidak lagi peduli bagaimana jemaat awam yang miskin memperoleh uangnya. Luther sendiri terpicu oleh khotbah salah seorang utusan Paus. yang terpenting uang mereka masuk kas gereja. seperti gereja di Spanyol yang dipimpin Kardinal Ximenez. mereka mulai berani menolak membeli surat indulgensi. mencetak dan membagikan 95 dalil Luther ini keluar Wittenberg. Tetzel dengan persuasif berusaha meyakinkan jemaat untuk membeli surat indulgensi. Luther tidak mengajukan keberatan secara komprehensif terhadap ajaran gereja lainnya. Saat Paus Leo X dilaporkan oleh Uskup Agung Albert. Merekalah yang ketika kembali ke Wittenberg menceritakan semuanya kepada Luther. "Saat uang logam bergemerincing masuk kotak uang. Luther hanya mengajak berdiskusi. Tanpa disadarinya.. Kalimatnya yang terkenal dan sering diucapkannya. tema besar dalil Luther adalah keberatannya terhadap praktik penjualan surat indulgensi. bukan memberontak dari gereja. ada pihak-pihak tertentu yang menyalin ulang. seorang pengkhotbah terkenal. Ada dua kesalahpahaman umum yang mesti diluruskan tentang reaksi Luther ini. Bahkan dalam paragraf pengantar dalilnya itu. Siapapun yang tidak bisa berdiskusi secara langsung. maka jiwa dari api penyucian akan terbebaskan. Tuduhan bahwa Luther mau memprovokasi jemaat juga harus dibuang. Penjualan surat indulgensi ini sangat bertolak dengan pengampunan sebagai anugerah Allah yang diimani Luther. yang tentunya bukan bahasa pakai jemaat awam. Tidak lama kemudian. Pertemuan Augsburg . dalil-dalil Luther sebenarnya adalah bagian dari suatu ajakan sopan untuk berdiskusi seputar masalah penjualan surat indulgensi. otoritas gereja baru bereaksi keras. beberapa dalil di bawah ini untuk kita diskusikan. Tapi sebagian besar gereja lainnya menjadi perpanjangan tangan Paus dalam penjualan surat indulgensi. Pertama." Peristiwa pemakuan dalil oleh Luther sesungguhnya bukan peristiwa yang dramatis. Ada juga gereja lokal yang menolak praktik ini. Luther menuliskan dalilnya dalam bahasa Latin. Johann Tetzel. Mulanya. Dengan berkeliling ke kota-kota di Jerman. Pada masa Luther hidup. dia semakin terkenal di kalangan jemaat beberapa kota di Jerman.

Luther dipaksa untuk menarik kembali 95 dalilnya dan mengaku salah. Dari rahib biasa dan guru di universitas yang tidak terkenal (Wittenberg). yang sebelumnya tidak pernah ia miliki. bangsawan yang bersimpati dengan Luther. pertemuan berakhir tanpa hasil yang diharapkan pihak gereja. Setelah Paus membaca risalah Luther yang merupakan jawabannya atas kejadian Wittenberg. Luther yang kini lebih percaya diri karena memperoleh dukungan rakyat. Pada bulan Mei tahun 1518. dengan tegas menolak permintaan Kardinal Cajetan. Luther menduga kemungkinan sangat besar dia akan dipenjara akibat tuduhan bidat dan tidak akan kembali ke Jerman. Meskipun Luther menjelaskan bahwa Paus sebagai manusia mungkin bisa bersalah namun Luther masih menunjukkan respeknya terhadap Paus. kini namanya mulai mencuat dan mengundang kontroversi. Perdebatan Leipzig . Pada tanggal 7 Oktober 1518. Atas izin Paus. Luther menerangkan motivasinya dan menjabarkan 95 dalilnya lebih terperinci. Luther tetap pada pandangannya. Dalam risalahnya. Bangsawan Jerman (elektor) Frederick yang Bijaksana. Pihak yang menerjemahkan sama misteriusnya dengan pihak yang menyebarkannya. reaksi keras pertama muncul dari salah seorang sahabat Luther sendiri. Kardinal Cajetan (Thomas de Vio) mengadakan pertemuan dengan Luther di Augsburg. Penolakan Luther ini membangkitkan amarah Kardinal Cajetan. Luther menghadap Kardinal Cajetan yang mewakili Paus. juga mencap Luther sebagai bidat. Setelah tiga hari berdebat. Dalam pertemuan itu. Penyebaran yang semakin luas ke pelbagai kota di Jerman sungguh mengubah jalan hidup Luther. Paus meminta Luther untuk segera ke Roma. advisor Paus Leo X. Dukungan publik ini sungguh melahirkan keberanian baru dalam diri Luther. membantu Luther dengan bernegosiasi kepada pihak gereja agar pertemuan dengan Luther dilangsungkan di Jerman. Dalam surat pengantarnya. Luther menuliskan risalah "Resolusi Tentang Kebaikan Indulgensi". Setibanya di Augsburg. Dia menyebut Luther sebagai "Cacing Sial". dalam risalah ini. Jerman. setahun setelah kejadian Wittenberg. Luther menuliskan bahwa dia tidak bermaksud menciptakan kebingungan dan konflik dalam tubuh gereja. Eck adalah Profesor Teologi di Universitas Bavarian (Ingolstadt). Keberanian Luther menentang otoritas gereja menambah rasa simpati rakyat yang secara timbal balik juga menumbuhkan keberanian lebih besar dalam diri Luther. Tidak lama sejak penyebaran. John Eck. Luther masih bersikap sangat hati-hati dan cenderung takut. Tampak jelas. Luther masih menyapa Paus sebagai "Bapa Suci". Luther terkejut dengan dukungan rakyat atas dirinya. Luther menyatakan kesediaannya untuk dihukum sesuai dengan peraturan gereja. Kardinal Pirerias. Luther hanya mau mengubah pandangannya bila Kardinal Cajetan bisa menunjukkan kesalahannya sesuai dengan Alkitab.Penyebaran salinan 95 dalil bukan lagi dalam bahasa Latin tapi sudah diterjemahkan ke bahasa Jerman.

Dari pihak Luther diwakili oleh Andreas von Carlstadt. Lebih jauh. Bagi Luther. Namun pada tingkat jemaat awam.Kalangan akademis pun terpecah dua. Kristus adalah kepala gereja itu sendiri. Luther sudah memposisikan dirinya lebih berani sebagai penentang konsep kepausan dalam gereja. Dia mulai beralih ke tulisan sebagai modus perjuangannya. Perjuangan Dengan Kertas dan Pena Pasca Perdebatan Leipzig. Salah satu tema perdebatan yang menonjol adalah soal kedudukan Paus. Dalam suatu pertemuan yang terkenal dengan sebutan "Perdebatan Leipzig" pada bulan Juli 1519. Luther adalah seorang rahib yang tunduk tidak berdaya pada otoritas gereja. Luther memandang dirinya sebagai pejuang kebenaran yang memang siap menghadapi risiko. Perdebatan tersebut justru lebih mempertajam pemikiran Luther. Tentu keberpihakan mereka kepada Luther bukan pertama-tama karena perkara teologis. Digambarkan bahwa perdebatan ini "dimenangkan" oleh Eck karena sebagian besar kaum akademisi memihak Eck. bukan Paus. antara lain: purgatori. Luther sadar telah memulai suatu konflik besar dalam gereja dan akan berlangsung sampai akhir hayatnya. Mereka melihat Luther sebagai orang yang berjasa dalam menyadarkan mereka dari eksploitasi otoritas gereja secara sosial ekonomis seperti yang terjadi pada penjualan surat indulgensi. Luther juga menolak konsep orang suci (santo dan santa) sebagai mediator. Mungkin Luther belajar dari peristiwa penyebaran salinan 95 dalilnya yang berhasil merebut simpati rakyat meskipun bukan dia yang . Kaum bangsawan pun mulai melirik Luther sebagai rekan potensial dalam memperjuangkan kemandirian politis mereka dari unsur pengaruh gereja seperti yang telah berlangsung berabad-abad. Perdebatan Leipzig semakin mengukuhkan pandangannya terhadap pelbagai kekeliruan gereja. dan sakramen pengakuan dosa. Luther mengemukakan bahwa sejak orang beriman ditebus maka sama sekali tidak perlu ada mediator antara dia dan Tuhan. Dalam perdebatan. Setelah beberapa hari berdebat. Luther merujuk pada model gereja mula-mula. Luther mulai sadar bahwa perjuangan lisan saja tidak akan membawa dampak yang besar. Setiap orang beriman bebas menghadap Allah sendiri sebagaimana Bapa dan anak. Debat ini diikuti kedua pihak yang berseberangan. Luther bukan lagi hanya menolak absolutisme (infabilitas) Paus. Sedangkan pihak penentang diwakili oleh John Eck. Luther dipandang sebagai pahlawan. untuk pertama kalinya para akademisi secara formal memperdebatkan pandangan Luther. Bila sebelum pertemuan Augsburg. Keduanya mulai berdebat seputar kehendak bebas manusia dan anugerah Allah. Secara tidak langsung. Luther berdebat dengan Eck tentang pelbagai ajaran gereja masa itu. kedudukan Paus sama sekali tidak diperlukan dan tidak sesuai ajaran Alkitab. Menurutnya. Bagi Luther sendiri. maka sejak Perdebatan Leipzig. indulgensi. antara yang mendukung dan menentang Luther. Luther menyusul ke Leipzig. Antara tanggal 4 sampai 14 Juli. seorang kolega Luther di Universitas Wittenberg yang merupakan basis utama pro Luther.

dalam suratnya kepada Paus. Penjelasan Luther tentang doktrin anugerah akan berlanjut dalam "Tentang Kebebasan Manusia Kristiani". Luther masih menyebutnya "Bapa Suci". Sedangkan melalui "Penahanan Babilonia". Luther bertemu Melanchthon pada tahun 1518 di Universitas Wittenberg. salah satunya: Luther setuju dengan kepemimpinan oleh jemaat itu sendiri (priesthood of laity). Melanchthon dan Luther Biografi Luther yang baik pasti menjelaskan secara khusus tentang Phillip Melanchthon. "Penahanan Babilonia" (Oktober) dan "Tentang Kebebasan Manusia Kristiani" (Nopember). Luther juga menambahkan bahwa. Padahal dua tahun sebelumnya. dalam kasus khusus. Luther meletakkan dasar teologi Lutheran dalam ketiga tulisan ini. Doktrin tentang anugerah kembali diulas Luther. Luther tidak anti terhadap kepemimpinan gereja sebagaimana yang sering disangkakan lawannya ketika dia menolak kepausan. Justru Luther mengharapkan adanya pemimpin yang mampu membawa gereja untuk kembali kepada kebenaran. Di samping ketiga tulisan kunci itu. Sementara akses umat ke Alkitab begitu dibatasi. Luther pun menuliskan risalah singkat berjudul "Tentang Kepausan di Roma" pada Juni 1520. Luther mengkaitkan anugerah pengampunan dari Allah dengan kebebasan manusia beriman untuk berelasi dengan Allah. orang luar (non rohaniwan) bisa mendapat mandat khusus dari Allah untuk mengambil alih kepemimpinan gereja sejauh gereja sudah tidak bisa mengkoreksi dirinya sendiri lagi. ketika keduanya menjabat sebagai . Di mata Luther. Semua tulisan ini benar-benar menyulut kemarahan otoritas gereja Roma. Luther menganggap para bangsawan lebih mudah untuk mengadakan perubahan dalam gereja ketimbang para rohaniwan. dia berharap bahwa pandangannya semakin tersebar luas dan dapat lebih mudah dipahami oleh pembaca. Luther juga menolak lima sakramen kudus karena tidak sesuai ajaran Alkitab. Pemikiran Luther ini akan mempengaruhi John Knox (1505-1572) yang menjadi perintis model pemerintahan gereja berbentuk Presbiterian. Luther mengajak para bangsawan untuk turut bekerja sama memperbaharui gereja dan menolak dominasi politis gereja Roma. Perbedaan Luther tentang kepemimpinan gereja adalah. jelas-jelas Luther menyebut Paus sebagai "Anti Kristus". Dalam "Kepada Para Bangsawan Kristiani". Luther mengumpamakan umat gereja Abad Pertengahan sebagai tawanan dari gereja. Dalam tulisan ini. Luther menulis tiga risalah sekaligus: "Kepada Para Bangsawan Kristiani" (Agustus). Dengan tulisan. Luther hanya mengakui dua sakramen yaitu Perjamuan Kudus dan Pembaptisan. Hubungan keduanya saling menguntungkan dan mempengaruhi. Begitu banyak ajaran gereja yang tidak Alkitabiah namun dipaksakan kepada mereka. Pada tahun 1520. rohaniwan justru lebih resistan terhadap perubahan karena unsur takut kehilangan jabatan dan kenyamanan status quo.menyebarkannya. sahabat karib dan rekan seperjuangan Luther.

Mereka didesak untuk kembali kepada ajaran dari otoritas gereja. Melanchthon juga berjasa sebagai orang yang pertama kali mensistemisasikan pemikiran reformasi yang dirintis Luther. Sebelum diterbitkan. Meskipun demikian. Luther pun mengenalkan Melanchthon dengan teologinya. saya paling menghormati nasihat Melanchthon. Dia juga bukan seorang rahib seperti Luther. Padahal. Luther berkomentar. Luther sendiri menjelaskan pemikirannya tidak begitu sistematis dan tersebar ke beberapa tulisan. Alkisah. Melanchthon tidak menyandang gelar Doktor Teologi seperti Luther. Melanchthon dengan sentimental pernah menulis. dia termasuk rombongan yang pergi ke Perdebatan Leipzig. Melanchthon telah menjadi sekutu Luther dalam memperjuangkan reformasi teologi. Luther dan kelompoknya akan dikucilkan dari gereja (ekskomunikasi) jika tidak mengindahkan tuntutan Paus dalam 60 hari. "Loci Communes" (Theological Common-Place). Hal ini sungguh meresahkan Paus Leo X. Mulanya. "Saya lebih baik mati daripada berpisah dengan orang ini (Luther). Melanchthon menerbitkan buku ringkasan pemikiran reformasi. Walau keduanya mempunyai kesamaan dalam hal teologi. tidak begitu dengan karakternya. Pada tahun 1921. Paus Leo X mengeluarkan "bull" (semacam surat Paus yang bersifat peringatan). Luther begitu antusias dengan karya Melanchthon. Sidang Worm Perkembangan gerakan reformasi yang dipimpin Luther semakin meningkat. Melanchthon adalah pengajar yang sangat populer di universitasnya. Pada bulan Juni 1920." Topik utama pembahasan "Loci Communes" adalah doktrin anugerah yang menjadi tulang punggung pemikiran teologis perjuangan reformasi. Dia adalah orang awam yang sangat cerdas dan mengasihi Tuhan. Sebagai ancaman. Melanchthon mengajarkan Luther bahasa Yunani. "Mestinya buku ini masuk sebagai kanon Alkitab. frontal dan terus terang (setidaknya setelah pertemuan Augsburg) maka Melanchthon justru kebalikannya. Melanchthon sempat meminta Luther memeriksanya. namun dia terus membantu Luther dalam memberikan referensi Alkitab untuk sebagian besar argumentasi Luther ketika berdebat dengan Eck. . Paus kembali menuntut Luther dan kelompoknya menarik kembali segala pandangannya. Sebaliknya. "Dalam karir saya sebagai pengajar. Kuliahnya selalu dihadiri oleh banyak mahasiswa. Bila Luther digambarkan sebagai pribadi yang berani.pengajar. Paus juga memerintahkan semua jemaat untuk membakar buku-buku tulisan Luther dan kawan-kawannya. Luther pernah memuji Melanchthon." Sejak tahun 1519. Dia tidak terlalu suka konflik langsung dan lebih diplomatis. Dalam suratnya. keduanya membangun persahabatan yang erat dan abadi. Luther tertarik dengan tulisan teologis Melanchthon yang menunjukkan kemiripan dengan Luther. Meskipun secara resmi Melanchthon tidak ikut dalam perdebatan. Bersama Carlstadt." Sedangkan.

Seperti pertemuan Augsburg. Maka pada bulan Maret 1521. Luther beserta para pengikutnya mengangkut semua buku teologi terbitan gereja Roma dan juga surat peringatan Paus. Frederick ingin agar Luther memiliki kesempatan sekali lagi untuk membela pemikirannya secara legal atas kesalahan gereja. Ketika menanggapi kecemasan para pendukungnya. Luther berkata. Luther acuh tak acuh dengan pemanggilannya. surat peringatan Paus dibakar oleh seorang rahib! Atas perbuatannya. Sidang ini diselenggarakan oleh Charles V. Mereka ingat bahwa sebelumnya ada seorang Reformator bernama John Huss (1374-1415) yang pernah dipanggil gereja untuk bertemu. Namun hal ini belum memuaskan pihak otoritas gereja yang tetap merasa perlu membungkam Luther dan pendukungnya. Luther kembali dituntut untuk "bertobat" dari ajarannya sendiri dan kembali ke ajaran gereja Roma. Namun atas desakan bangsawan Frederick yang Bijaksana. sampailah Luther di Worm. kecuali kesalahan pandangan saya diberitahu menurut Alkitab dan alasan yang jelas." . Luther dipanggil menghadap dewan gereja (diet) yang sedang bersidang di kota Worm. sebelah barat daya Jerman. Kaisar Roma Suci. Mereka digambarkan tidak takut sedikitpun terhadap konsekuensi tindakan mereka. namun dia disambut hangat oleh jemaat gereja pada setiap kota transit yang disinggahinya. Paus dianggap sebagai kepala gereja. Luther tidak diberi banyak kesempatan untuk menjelaskan posisi teologisnya. ".Pada tanggal 10 Desember tahun yang sama. Luther dan pendukungnya dikucilkan dari gereja Roma. Sambil membakar semuanya. Luther pun berangkat. Pada hari kedua Luther menghadap. Awalnya. Tidak seperti yang diharapkan. Huss pun diberikan jaminan keselamatan dirinya oleh pihak gereja. Sedangkan Kaisar Roma Suci adalah semacam pelindung secara politis kedudukan Paus. Apalagi. Tidak ada lagi yang dapat saya perbuat. Sedikit penjelasan konteksnya. Di sinilah saya berdiri. waktu itu pusat pemerintahan gereja dibagi ke dua orang yaitu Paus dan Kaisar Roma Suci. Dewan gereja ini terdiri dari para rohaniwan yang bertugas membahas pelbagai isu kontemporer. Teman-teman Luther mengkuatirkan kepergian Luther ini. Setelah dua minggu perjalanan. Luther pun pergi ke Worm. Luther menghadap sidang Worm hanya dua kali. Sambutan orang banyak di Worm tidak kalah meriahnya seperti yang diterimanya saat perjalanan. Otoritas gereja sengaja mengelak untuk berdebat dengan Luther. Mereka berdalih bahwa doktrin gereja bukanlah untuk didiskusikan. Tindakan membakar surat peringatan Paus sebelumnya pernah dilakukan oleh bangsawan atau raja yang tidak takut terhadap Paus. "Aku akan tetap pergi ke Worm bahkan seandainya setan begitu banyaknya seperti banyaknya ubin dan atap rumah. Luther dan para pendukungnya saling bergandengan tangan dan menyanyikan lagu Te Deum (sebuah pujian bagi Allah)." Ternyata Luther bukan saja aman selama perjalanan.. otoritas gereja menjamin keamanan Luther selama perjalanan dan persidangan. Mereka membakar semuanya di depan pintu gerbang timur kota Wittenberg. maka saya tidak dapat dan tidak mau mengubahnya. Luther dituduh sedang berspekulasi dengan doktrin gereja yang telah menjadi tradisi berabad-abad. Tentu saja gerakan Reformasi oleh Luther menjadi agenda utama mereka. Namun yang terjadi malah Huss ditangkap dan dihukum mati dengan cara dibakar hidup-hidup. Luther memberikan jawaban yang terkenal itu. Setelah menggumuli dengan seksama dan didukung bangsawan Frederick.. Namun baru kali itu. Saat itu.

bila otoritas gereja telah menetapkan seseorang menjadi bidat atau sesat maka jemaat yang fanatik merasa sah untuk membunuh yang bersangkutan. sang karib. Selama di sana. Carlstadt. "Penculikan" ini adalah inisiatif Frederick untuk mengamankan Luther dari risiko yang mungkin muncul setelah perlawanan Luther pada sidang di Worm. Luther tinggal di menara Wartburg dengan aman hampir selama setahun.Di luar sidang. Carlstadt adalah salah satu pendukung Luther yang . maka koleganya. Selama di sana. Sementara itu. Erasmus. Luther tetap pada posisinya agar segala kesalahannya harus merujuk dari Alkitab sendiri. Keputusan ini tertuang dalam Edict of Worms dan resmi ditandatangani oleh Charles V pada tanggal 25 Mei 1521. sidang Worm yang masih berlangsung setelah Luther pulang kampung. Luther diizinkan kembali ke Wittenberg. Sejak saat itu. Luther "diculik" oleh pegawai bangsawan Frederick. Pada masa itu. Jika tidak ada satu pun yang bisa membuktikan kesalahan Luther dari Alkitab maka Luther sama sekali tidak mau berkompromi. Luther tidak mungkin bisa dihentikan dengan cara ancaman dan peringatan lagi. sahabat Luther yang kerap bersuratan dengannya. mengambil alih kepemimpinan tersebut. Jadi tidak benar dengan pendapat umum bahwa Luther bersembunyi ke menara Wartburg atas kehendaknya sendiri. Suatu angka yang cukup fantastis pada masa itu mengingat penerjemahan dan penjualan bebas Alkitab masih tergolong pelanggaran hukum gerejawi. Pada tanggal 25 April. dia meminta kesediaan Melanchthon untuk memimpin jemaat Wittenberg yang ditinggalkannya. memutuskan Luther sebagai bidat dan bukan warga gereja. Sebagaimana kita ketahui. Dalam dua bulan pertama sejak diterbitkan. otoritas gereja menganggap Luther dan pendukungnya sebagai musuh gereja. yang konon pertama kali mendorong Luther melakukan penerjemahan. Adalah Melanchthon. kehidupan Luther ditunjang oleh Frederick. Reformasi Praktikal Selama Luther bersembunyi di menara Wartburg. Luther menyelesaikan penerjemahan Alkitab ke bahasa Jerman dengan tujuan agar jemaat awam pun dapat membacanya. Alkitab ini terjual 5000 kopi. yang walaupun seorang Katolik yang taat. Melanchthon bersedia menjadi gembala menggantikan Luther untuk sementara waktu. Alkitab terjemahan Luther menjadi Alkitab berbahasa Jerman pertama yang diterbitkan. Karena karakter Melanchthon yang kurang tegas dan tidak pas sebagai pemimpin suatu gerakan yang baru. Namun para ahli juga percaya bahwa penerjemahan ini juga diinspirasikan oleh Erasmus. dia termasuk yang menganjurkan agar Alkitab bisa dibaca oleh siapapun dengan bahasanya sendiri. Luther diungsikan Frederick ke menara Wartburg yang terletak di pinggiran kota Eisenach. para teolog pun coba membujuk Luther untuk menganulir pandangannya. Persembunyian di Menara Wartburg Dalam perjalanan pulangnya.

Sebagai seorang pecinta musik. berdoa dan menyembah Allah dalam devosi pribadi tiap hari. Luther merasa sangat prihatin untuk secepatnya kembali ke gerejanya. bahkan kepada siapapun yang berseberangan. maka pada tanggal 6 Maret 1522. Kalau Luther mau. Luther mengedarkan tulisannya yang berjudul "Ibadah Reformasi Bersama" (Formula Missae et Communionis). Luther dibantu Johann Walther menerbitkan buku nyanyian (Wittenberg Gesangbuch). . Pada tahun yang sama. Dia sosok pemimpin yang berapi-api. Selama menjadi gembala. Ia mengambil contoh dirinya sendiri sebagai orang yang berjuang sekuatnya untuk memperbaharui gereja. Dalam pengantar "Missa Jerman" yang dikarangnya pada tahun 1526. Luther menekankan kembali agar setiap orang percaya membaca Alkitab. Kabar ini sampai ke telinga Luther di tempat persembunyiannya. Luther mengingatkan jemaatnya untuk tidak menodai perjuangan suci ini dengan kebencian dan kemarahan kepada siapapun. termasuk otoritas gereja Roma. Bentengku yang Kukuh" (Ein Feste Burg ist Unser Gott). bahkan cenderung lebih radikal. karena sebelumnya hanya menyentuh bidang teologi (konseptual). Pada tahun 1523. tapi justru dia selalu berusaha agar hal ini tidak terjadi. Dalam ibadah. Setelah dirasakan aman dan seizin bangsawan Frederick (sang pelindung). Dalam khotbahnya. Luther kembali ke Wittenberg. ada bagian-bagian ibadah pra Reformasi yang baik dan tidak bertentangan dengan Alkitab. Luther tidak keberatan seandainya aneka alat musik dipakai sejauh mendukung pemberitaan dan pendidikan Firman. Dalam rangkaian khotbah pertamanya sejak kembali. Carlstadt mengajak jemaat untuk membuang segala sesuatu yang berhubungan dengan model ibadah gereja sebelum Reformasi seperti patung-patung orang kudus (mirip anjuran Zwingli). Karakter Carlstadt lebih mirip dengan Luther. Luther menyatakan bahwa tujuan reformasi ibadah bukan untuk membuang seluruh ibadah pra Reformasi. Luther berpesan kepada jemaatnya untuk tetap mengutamakan toleransi. banyak lagu gereja sebelumnya (Gregorian Chant) diolah kembali dengan mengenakan syair yang baru. Lagunya yang terkenal sepanjang masa seperti "Allah. dia sangat menghargai kekayaan musik gerejawi. Menurutnya. Berbeda sekali dengan Zwingli yang melarang pemakaian alat musik apapun dalam ibadah gereja. sebenarnya dia bisa memancing pertumpahan darah antara pendukung dan penolaknya. Demikian pula. Yang perlu dibuang adalah bagian-bagian yang nyata bertentangan dengan Alkitab. Ia cukup produktif menggubah lagu untuk dinyanyikan jemaat. Dalam tulisannya. kesabaran dan kasih. Luther juga memakai teknik parodi yaitu membubuhkan syair sakral pada melodi lagu sekuler seperti lagu rakyat. Khotbah yang provokatif ini disalahpahami jemaat sebagai ajakan untuk membenci dan memusuhi orang-orang di luar gerakan Reformasi. Luther coba mengkoreksi radikalisme yang sempat tertanam dalam benak sebagian jemaatnya. Para ahli percaya. tangguh dan berani. Pada tahun 1524. namun tetap tidak menggunakan kekerasan sedikitpun. Luther juga mengizinkan pemakaian alat musik sejauh tidak mengganggu penyampaian pesan Alkitab/lagu kepada jemaat. Luther menerbitkan "Tentang Penyembahan Ilahi".terlibat dalam Perdebatan Leipzig (1519). saat Luther kembali ke Wittenberg itulah ia memulai Reformasi dalam ranah praktikal. Carlstadt dengan ekstrim berniat merombak total praktik ibadah gereja terutama liturgi dan simbol.

Para petani salah bila membaca gerakan Reformasi teologis sebagai reformasi secara politis juga. pada tahun 1522. para petani mengajukan petisi yang berisi 12 pernyataan (tuntutan) antara lain kebebasan untuk menentukan rohaniwan bagi gerejanya sendiri. Konon. perjuangan yang diperlukan adalah menyadarkan para bangsawan secara persuasif. Para petani bekerja keras untuk keuntungan para bangsawan. mereka masih dipungut pajak baik oleh penguasa setempat maupun gereja. Hal ini tentu mereka pinjam dari kalimat Luther. Para bangsawan juga tidak segan-segan menjatuhi hukuman berat kepada para petani yang dianggap bersalah. Belum lagi. Menurut Luther. disebutkan bahwa mereka bersedia untuk membatalkan tuntutan mereka sejauh ditemukan bertentangan dengan Alkitab. Aneka penderitaan dan ketidakadilan yang kerap mereka alami menjadi latar belakang pemberontakan mereka (The Peasant's Revolt) yang meletus pada tahun 1524. sekelompok besar petani turun ke jalanan di kota Waldshut untuk memprotes perlakuan para bangsawan. Pada bulan Februari 1525. Awalnya. Luther meminta para tuan tanah agar tidak memakai kekerasan terhadap para petani. Luther menuduh para petani keliru menerapkan semangat Reformasi. Selama tahun 1524. Pada akhir petisi. Luther terus berupaya untuk . Mereka menjadi objek eksploitasi para bangsawan yang dalam sistem feodal menjadi tuan tanah. Maka pada bulan Juni 1524. Selain dipicu oleh kondisi yang memperhatinkan. mereka paling rentan menjadi korban karena kualitas kehidupan yang rendah sebagai akibat dari kondisi ekonomi yang jauh dari memadai.Pemberontakan Petani Selama Abad Pertengahan sampai zaman Luther hidup. Ketika Luther masih di menara Wartburg. mereka mengaku bahwa pemberontakan mereka justru diinspirasikan oleh ajaran Luther. Luther turut menyalahkan ketidakadilan dan kejahatan para bangsawan sebagai penyebab utama pemberontakan para petani. sementara mereka sendiri hidup dari imbalan uang yang pas-pasan. kalangan masyarakat yang paling menderita adalah para petani (dalam jumlah yang lebih kecil termasuk tukang dan buruh). pembayaran yang lebih adil. Luther memang pernah menuliskan tentang ketidakadilan dan represi tuan tanah kepada para petani. tulisan ini sebenarnya ditujukan langsung kepada para bangsawan. aksi protes ini secara umum masih berlangsung damai. dalam kasus para petani. Bila wabah penyakit merebak. Seandainya dibutuhkan waktu yang lama sebelum para bangsawan sadar. Luther menganjurkan para petani untuk tetap bertahan dalam penderitaan mereka sama seperti Kristus yang dengan tabah mengalami siksaan. hak untuk memanfaatkan tanah publik. penghapusan beberapa pungutan. Pandangan Luther tentang kesamaan derajat manusia di mata Allah (equality) menguatkan kerinduan para petani untuk memperjuangkan hak-haknya dan melawan "penindasan" para bangsawan. namun ternyata bocor dan diedarkan di kalangan petani. Namun Luther pun tidak menyetujui jika para petani memberontak dengan cara mogok kerja dan turun ke jalan.

Salah satu tokoh pemberontakan petani ini adalah Thomas Munzer. para petani yang semula adalah pengikut Luther mulai meninggalkannya. Di kota-kota terutama sebelah selatan Jerman. Luther menyebut para bangsawan dan penguasa sebagai "Pedang Allah di Dunia". sekitar enam ribu petani tewas dibunuh. dan para bangsawan wajib menertibkannya kembali. sebagian besar petani mulai menuduh Luther sebagai oportunis. Kerusuhan di mana-mana mulai muncul sebagai ekses pemberontakan para petani. Tragedi ini sangat memukul Luther. Luther lebih giat menuntut perhatian para bangsawan atas kondisi para petani. Pada awal tahun 1525. Luther masih memohon kepada para bangsawan agar mengampuni kesalahan para petani. Sebaliknya. Luther menyebutkan para petani sudah "dirasuki" Iblis. Aksi juga semakin luas yang melibatkan jutaan petani yang meliputi sepertiga wilayah Jerman.meredam aksi para petani ini. Mereka pindah ke gerakan religius radikal seperti "Anabaptis" yang menjamur pada masa itu. apakah surat Luther ini bersifat anjuran langsung atau sekedar penggambaran Luther akan apa yang mungkin terjadi (foretold). Perselisihan Antara Reformator Perselisihan Luther dengan tokoh Reformator lain yang patut dicatat adalah antara dia dengan Erasmus . namun tidak membuahkan kesepakatan di antara mereka. Dalam pertempuran antara keduanya di Frankenhausen. para petani menganggap Luther sebagai inspirator perjuangan mereka (meski Luther pasti membantahnya). hampir 40 biara gereja Roma dan kastil dirusak serta dibakar oleh para pemberontak. Luther berbalik mendorong para bangsawan untuk menegakkan ketertiban masyarakat kembali. Namun kekerasan aksi para petani yang semakin meningkat dalam tempo singkat sangat meresahkan Luther. Pada tahun itu juga. salah satu tokoh penting dalam gerakan "Anabaptis". Luther pun menyesalkan para petani yang telah mengkhianati hakikat gerakan Reformasi. Luther mendesak bangsawan Frederick untuk mengadakan pertemuan akbar antara kedua pihak. Maka setelah peristiwa ini. Dalam suratnya kepada para bangsawan. Hingga pada awal tahun 1525. sempalan dari gerakan Reformasi yang lebih radikal dan militan. Peristiwa ini mengubah konstelasi pendukung Luther. Pada masa-masa akhir pemberontakan para petani. Ketika aksi para petani mulai menjurus pada kekerasan. Luther juga menuliskan pamflet "Nasihat untuk Berdamai" yang ditujukan kepada kedua pihak. dan tidak membunuhnya. Pelbagai pertemuan antara petani dan bangsawan telah berlangsung beberapa kali. Para sejarawan masih berdebat. para bangsawan menumpas pemberontakan para petani. namun pada kenyataannya para bangsawan akhirnya mengambil tindakan yang lebih koersif. Dalam kekecewaannya yang berat karena tindakan anarkis para petani. aksi ini mulai berkembang menjadi aksi yang brutal. Bila sebelumnya. Ditaksir duaratus ribu lainnya tewas mengenaskan di kota-kota lainnya.

meskipun Erasmus satu visi dengan Luther tentang pembaharuan gereja namun dia menentang gerakan Luther yang mau melepaskan diri dari gereja Roma. Luther menawarkan doktrin "Kehadiran Nyata Kristus" (sekarang disebut consubstansi) dalam ekaristi. Perselisihan kedua yaitu dengan Zwingli. Pada tahun 1524. meskipun penampakan lahiriah masih berwujud roti dan anggur. Dalam kasus Erasmus. Persis dengan doktrin Transubstansi namun dengan membuang cara berpikir Aristotelian. maka orang beriman wajib memperingati-Nya melalui ekaristi.. Sebenarnya dia berusaha untuk membela doktrin Predestinasi namun contoh-contoh yang diberikannya terlalu jauh dan bernuansa "fatalisme" di mana soal makan dan minum teh saja manusia tidak mempunyai otonomi kehendak untuk memilih. Polemik keduanya berlangsung gencar. Beberapa kelemahan argumentasi dapat ditemui dalam tulisan ini. Namun roti dan anggur adalah significat (simbol) dari pengorbanan Kristus. Kristus justru mau mengatakan bahwa ketika Dia sudah tidak lagi hadir secara fisik. Sayangnya. Justru dengan logika pembalikan. namun dia tidak menyukai cara gereja dalam menjelaskannya. Semula mereka kompak menolak doktrin Transubstansi dari gereja Roma bahwa roti dan anggur secara substansial "berubah" menjadi tubuh dan darah Kristus. Pada tahun-tahun pertama. gerakan Reformasi Swiss dan Jerman tampak rukun dan saling mendukung. Beberapa tahun kemudian. Erasmus menolak pandangan Luther bahwa manusia berdosa sama sekali tidak bisa berbuat baik. Allah sendiri tidak hadir secara fisik dalam roti dan anggur. ". Di kemudian hari. Luther menafsirkan harfiah akan perkataan Kristus itu.. Zwingli yakin bahwa perayaan ekaristi merupakan peringatan akan ketidakhadiran Kristus secara fisik. Sementara alasan Zwingli bahwa inkarnasi Allah hanya terjadi sekali dalam sejarah dan tidak mungkin Allah akan mengambil bentuk fisik sebagai roti berulang kali (impanatus). pemisahan diri itu hanya memulai suatu perpecahan gereja yang hanya merugikan tubuh Kristus sendiri. sejak kritik pertama Zwingli pada tahun 1527 terhadap tulisan Luther "Khotbah Tentang Sakramen Tubuh dan Darah Kristus". Para teolog juga terbagi dua antara dua posisi berbeda ini. Sebagaimana Kristus pernah mengatakan. Bagi Luther. Perselisihan ini sendiri timbul dari ketidaksepahaman dalam penafsiran teologis antartokoh itu. Luther sama sekali tidak menolak kehadiran Kristus secara fisik. Zwingli mengartikan perkataan Kristus secara figuratif. Luther menyerang filsafat Aristotelian yang membedakan adanya substansi dan akseden (karakteristik empiris) sebagai dasar doktrin ini. "Inilah tubuhku" (hoc est corpus meum). setahun kemudian Luther menuliskan "Kehendak yang Terbelenggu". Luther lebih keras mengecam Zwingli dalam tulisan . Ini adalah salah satu ajaran Luther yang paling sulit dimengerti sekaligus penyebab keretakan besar antara dia dengan Zwingli.dan Zwingli. Bahwa roti dan anggur bukanlah tubuh dan darah Kristus secara identik. pemimpin gerakan Reformasi Swiss. Sedangkan. tidak pelak lagi memunculkan pertentangan antarmereka.perbuatlah ini sebagai peringatan akan Aku. Namun semakin spesifiknya ajaran Luther terutama tentang doktrin Perjamuan Kudus. bahwa Kristus secara fisik hadir dalam roti dan anggur. Erasmus mengkritik Luther dalam tulisan "Kebebasan Kehendak". Sebagai balasan. kehadiran Kristus harus berpusat pada kalimat-Nya sendiri dalam Matius 26:26. balasan Luther ini justru tidak secermat tulisannya yang lain. Menurut Erasmus." Secara implisit.

Sidang-sidang Terakhir Sebelum gerakan Reformasi merebak. Kondisi ini sangat mencemaskan otoritas gereja Roma. Charles V kembali berinisiatif mengadakan sidang untuk menghambat gerakan Reformasi ini terutama di kalangan para bangsawan. sidang digelar di kota Speyer. Mereka malah menyangka sidang ini sebagai cerminan sikap otoritas gereja yang melunak dan mentoleransi ajaran Luther. Dibarengi semangat lokalisme yang menguat di kalangan elit politik. dosa asal. Memang ada beberapa aspek Perjamuan Kudus yang mereka sepaham seperti pemberian roti dan anggur kepada jemaat. Hadir pula tokoh Reformator seperti Martin Bucer. Elit politik Lutheran justru menganggap sidang ini sebagai kesempatan yang baik untuk mereka mengambil posisi secara formal. Perdebatan ini mengancam keharmonisan gerakan Reformasi. Atas prakarsa bangsawan Philip dari Hesse."Pengakuan Tentang Perjamuan Kudus". Ternyata. Kondisi ini berubah drastis sejak 20 tahun pertama gerakan Reformasi Luther muncul. mampu mengecilkan hati kubu Luther. jurang perbedaan mereka sama sekali tidak bisa dijembatani yaitu perihal Perjamuan Kudus. mereka "sepakat untuk tidak sepakat". Charles V bermaksud menggertak para elit politik yang memilih Lutheran. mendorong Charles V mengadakan sidang kedua di kota yang sama pada tahun 1529. doktrin pembenaran karena iman. Dan tampaknya. Charles V mengira dengan adanya pertemuan di antara para elit politik ini. Hasil yang tidak sesuai harapan ini. khususnya di Eropa Barat dan Tengah. Kelak pertemuan ini dikenal dengan Percakapan Marburg (Marburg Colloquy) dan dipercaya sebagai konsili Protestan pertama. Agenda sidang terutama untuk mencapai konsesi antara para elit politik. peran perbuatan baik dalam kehidupan Kristiani. antara lain tentang doktrin Trinitas. maka mereka berjanji tidak saling menyerang tentang hal ini. Banyak daerah mengklaim dirinya sebagai teritori Lutheran dan bukan lagi Katolik Roma. Melanchthon dan Oecolampadius. Sebagian besar elit politik di Jerman Utara memilih Lutheran sebagai "agama resmi" mereka yang baru. dan sebagainya. Hampir semua penguasa daerah tunduk kepada otoritas gereja Roma. Agar polemik tidak meluas dan merugikan perjuangan mereka. hal ini akan terus berkembang. Setiap elit politik diberi kebebasan untuk memilih. Setelah beberapa minggu berdebat. maka mulailah sejumlah besar daerah memutuskan hubungan dengan otoritas gereja Roma. inkarnasi Kristus. Tapi Zwingli tidak menerima kehadiran fisik Kristus dalam ekaristi sebagaimana diyakini Luther. kedua Reformator besar itu menyepakati banyak hal seperti yang tertuang dalam 15 artikel. sifat Allah dan kemanusiaan Kristus. . Untuk artikel terakhir ini. karya Roh Kudus. Hanya pada artikel terakhir. kekuasaan politis gereja Roma mencakup sekitar 300 teritori kecil dan besar. Pada tahun 1526. Mana yang memilih Katolik dan mana yang memilih Lutheran. sakramen pembabtisan. hasil sidang malah sebaliknya. Luther dipertemukan dengan Zwingli di Marburg pada tahun 1529.

tahun 1930. Pengakuan ini disusun oleh Melanchthon berdasarkan tulisan-tulisan Luther dan beberapa teolog dari Wittenberg. Mereka mempunyai enam orang anak. Charles V menguatkan kembali keputusan otoritas gereja yang menyebutkan Luther dan pengikutnya sebagai sesat. mantan biarawati. Intervensi politis sepihak ini dan inkonsistensi dari sidang pertama diprotes oleh beberapa bangsawan seperti Elektor dari Saxony. Mereka pun menyatukan diri untuk menahan serangan Charles V. Setahun kemudian. pada tahun 1525. Namun antarelit politik juga terbagi. Sebelumnya. Charles V dan sidang menolak pengakuan iman tersebut. Mereka yang menentang keputusan sidang kedua ini disebut sebagai kelompok "Protestan". Dari sinilah asal mula istilah "Protestan". Tapi penyerangan bangsa Turki ke Austria. Yang lebih penting lagi. Salah satu efek sidang-sidang terakhir adalah ketegangan antara Luther dan pendukungnya tidak lagi sebatas orang awam/rohaniwan dengan otoritas gereja. Pengakuan iman ini terdiri dari dua bagian besar. Gubernur dari Brandenburg. Charles V menghimbau agar para bangsawan Eropa melupakan sementara konflik di antara mereka untuk bersatu menahan serangan bangsa Turki. mereka mengeluarkan pakta bersama yang berbunyi bila salah satu kota diserang oleh Charles V maka kota lainnya akan turut membantu. Charles V pun mulai menggalang kekuatan politik dari sesama sekutunya untuk mulai serangan militer terhadap elit politik Lutheran. Charles V juga memberikan ultimatum kepada elit politik yang masih ragu untuk segera kembali ke Katolik Roma. Luther sekali lagi dipanggil untuk menghadap. Protestan bukanlah berarti "kembali kepada Alkitab" (pro testanum) sebagaimana yang sering kita kira. pengakuan iman itu adalah kristalisasi dari ajaran Luther yang justru dilarang gereja selama ini. Charles V terpaksa melunakkan sikapnya agar bangsawan Lutheran mau membantunya. yang kemudian hari menjadi pengakuan iman gereja-gereja Lutheran. Kabar ini diketahui oleh para bangsawan Lutheran. Bagi mereka. hal ini meredam konflik Katolik dan Protestan. Dia mengeluarkan dekrit tentang kebebasan beragama serta perjanjian perdamaian antara Katolik dan Protestan. Hubungan mereka tidak "seharmonis" dulu. Pertama berisikan 21 pernyataan yang merupakan ringkasan doktrin dan kepercayaan Protestan.Pada sidang kedua ini. membuat Charles V mengurungkan niat untuk menginvasi kota-kota Lutheran. dan lainnya. Sebaliknya. Namun karena situasi tidak menentu dan sangat membahayakan dirinya maka Luther diwakili oleh Melanchthon. Untuk sementara waktu. kewajiban hidup selibat (tidak menikah) bagi rohaniwan dan lainnya. Dalam sidang inilah. Mereka pun mengadopsi Pengakuan Iman Augsburg sebagai pengakuan yang resmi. dan benar-benar melarang ajaran Luther masuk daerahnya. Luther sendiri telah menikah dengan Catherine von Bora. . Para bangsawan dari sebelas kota sepakat untuk mendirikan aliansi militer. Atas prakarsa Philip dari Hesse dan Elektor John dari Saxony. para bangsawan Lutheran berkumpul di Schmalkalden pada bulan Desember 1530. kembali sidang digelar di Augsburg. Melanchthon merumuskan dan membacakan untuk pertama kalinya Pengakuan Iman Augsburg. Pada bagian akhir memuat kritik terhadap pelbagai ajaran dan praktik gereja Roma seperti peran pasif jemaat dalam ibadah.

Dia merasa banyak warga Wittenberg sudah kehilangan imannya. Kesedihan di mana-mana mempengaruhi jiwa Luther menjadi semakin tertekan. Luther dipanggil ke kota Eisleben untuk menjadi mediator perselisihan dua orang bangsawan dari Mansfield. "Menentang Kepausan Roma yang Didirikan Setan". anak perempuannya yang menjadi korban wabah penyakit di Wittenberg. namun juga menciptakan depresi yang dalam. . namun cara penyampaiannya yang amat vulgar. Penyakitnya ini bukan hanya menggerogoti fisiknya. Luther mengalami delusi ini sampai beberapa tahun. Luther menuliskan risalahnya yang paling sarkastis. Kira-kira sejak tahun 1538. tepatnya tanggal 17 Februari. Tapi niatnya ini dihalangi oleh pihak universitas dan Melachthon. kalaupun ada. tulisannya pada masa ini tampak lebih keras. Magdalena Luther. Luther sempat berdelusi bahwa akhir zaman sudah dekat. jenazah Luther kembali ke Wittenberg dan dikebumikan di gereja yang sama ketika dia memulai gerakan Reformasi. Luther mengidap penyakit kencing batu. Pada tahun 1545. gangguan jantung dan pencernaan. Wabah ini juga banyak merenggut jemaatnya. Pada tahun 1541. Luther tidak sungkan memasukan hujatan dalam tulisannya. Luther tibatiba ingin keluar dari Wittenberg karena merasa tidak nyaman. Persis sebulan. setelah tiba di sana. Luther tidak lagi produktif dalam menghasilkan tulisan. karena mengingat kondisi fisik Luther yang buruk dan usianya yang sudah lanjut. tidak ada yang baru dari pemikiran Luther. Disalin dari : Tulisan Jimmy Setiawan. Luther kena infeksi telinga dan tenggorokan. Dalam keadaan depresi. Pada Januari 1546. Kepahitan hidupnya bertambah dengan meninggalnya. Luther wafat dalam usianya yang ke-63. Luther meninggal karena gagal jantung.Tahun-tahun Terakhir Luther Sepuluh tahun terakhir dalam hidupnya ditandai dengan kemunduran fisik maupun mental. Puncaknya pada tahun 1545. Pada tanggal 22 Februari. Secara isi.