Martin Luther

Dari Krisis Pribadi ke Perjuangan Bersejarah

Martin Luther (1483-1546)

Siapa yang tidak kenal Martin Luther? Sang Reformator besar di samping Calvin dan Zwingli yang populer dengan julukan tiga serangkai. Para ahli sepakat bahwa Luther adalah epitom dari gerakan Reformasi. Tentunya, ini tidak mengecilkan jasa Reformator lainnya yang telah dipakai Allah secara luar biasa pada masanya. Namun pemberian predikat khusus ini setidaknya karena dua alasan. Pertama, Lutherlah yang pertama kali paling serius menekankan reformasi teologis, dimana menuntut perbaikan mendasar dalam ajaran gerejawi, ketimbang reformasi dalam aspek moral maupun institusional sebagaimana yang ditekankan Reformator sebelumnya. Luther melihat perubahan praktik dan moral hanyalah mungkin jika ajaran iman kepercayaan dibenahi dahulu. Kedua, tak pelak lagi, Luther adalah Reformator yang paling berpengaruh bagi tokoh sezaman dan sesudahnya. Bahkan Calvin dan Zwingli

pun berhutang inspirasi dari perjuangan dan ajaran Luther. Sebenarnya, sudah ada beberapa buku berbahasa Indonesia yang cukup bagus untuk kita mempelajari khususnya ajaran Martin Luther. Sebagai pengantar yang baik, kita dapat memulai dengan buku "Sejarah Pemikiran Reformasi" karangan Alister E. McGrath yang klasik itu (diterbitkan oleh BPK Gunung Mulia). Tulisan ini hanyalah berusaha melengkapi "lubang" dalam banyak buku berbahasa Indonesia yaitu kisah hidup Martin Luther yang utuh. Mengikuti riwayat Luther akan mengantar kita pada pemahaman yang lebih empatis bahwa sosok besar dan perjuangannya merupakan hasil sebuah proses yang panjang dan manusiawi. Luther yang kita kenal sekarang adalah Luther yang telah melalui pelbagai ujian berat dalam hidupnya. Allah dalam kemurahan dan kuasa-Nya telah memakai Luther menjadi salah satu tokoh agung yang mengubah wajah sejarah manusia sampai detik ini.

Masa Pra Luther
Ilmu sejarah mengajarkan bahwa suatu peristiwa biasanya merupakan reaksi (anteseden) dari peristiwa lain yang mendahuluinya (preseden). Demikian pula, gerakan Reformasi adalah reaksi atas kondisi yang sudah ada. Secara umum, kondisi pendahulu yang membidani kelahiran gerakan Reformasi bisa ditarik ke beberapa abad sebelumnya. Bila diringkas, ada tiga kondisi yang paling berpengaruh. Pertama dan terutama adalah kebobrokan gereja baik dalam ajaran maupun praktiknya yang memang menjadi sasaran kritik Reformator. Kerusakan gereja masa itu sudah begitu memalukan, dan telah berlangsung sekian abad. Terutama selama Abad Pertengahan, gereja telah melupakan warisan pengajaran yang Alkitabiah sejak zaman para rasul dan bapa gereja mula-mula. Sebagai gantinya, gereja menelurkan pelbagai ajaran, aturan dan pandangan yang tidak lagi bersumber pada Alkitab seperti aneka sakramen, absolutisme kepausan, doa arwah, api penyucian jiwa (purgatori) dan sebagainya. Kerusakan gereja signifikan lainnya adalah kerusakan struktural yaitu pada lembaga kepausan. Pusat pemerintahan gerejawi ini justru marak cacat cela selama beberapa generasi kepausan. Sebut saja: ada Paus yang mempunyai selir dan anak di luar nikah, Paus yang menghamburkan uang gereja untuk memuaskan hobi berpesta, Paus yang membeli jabatan dengan uang, Paus yang terlibat dalam pelbagai pembunuhan orang tak berdosa, Paus yang materalis dan sebagainya. Memang ada beberapa Paus yang bagus, namun tampaknya tak cukup untuk menyelamatkan reputasi kepausan yang kadung cela. Sampai akhirnya diperburuk dengan peristiwa "Skisma Besar" dalam tubuh gereja antara tahun 1378 - 1417. Selama hampir tigapuluh tahun, kepausan diperebutkan oleh beberapa pihak yang saling mengklaim sebagai Paus yang sah. Kelak, sejarah kepausan yang kelam ini menjadi dasar penolakan para Reformator terhadap absolutisme kepausan yang menganggap Paus tidak bisa salah (infabilitas). Kerusakan struktural ini menular ke jenjang gereja lokal di hampir seluruh Eropa. Data sejarah

seperti Fransisco Petrarca alias Petrarch (1304-1374). Gamblangnya. maka sejak kirakira akhir abad ke-15. sumber asali tersebut merujuk pada tulisan kuno dari para bapa gereja seperti Aurelius Agustinus alias Agustinus dari Hippo (354-430). Oleh para Reformator. Bahkan banyak humanis ulung masa itu sebenarnya seorang Kristen yang saleh dan taat. jabatan gerejawi begitu menggiurkan karena bersifat politis. Di samping ketiga kondisi penting yang mendahului Reformasi. Johann Reuchlin (1455-1522). termasuk menulisnya (baca: menggandakan/mereproduksikan). para pejabat negara dan kota mulai memperjuangkan otonominya. humanisme menularkan semangat untuk kembali pada sumber-sumber asali (ad fontes). Dan konsekuensi akhirnya kembali pada Alkitab bahasa asli. Aristoteles. Cicero. yang juga mempengaruhi Luther dan Reformator lainnya. kebangkitan humanisme yang merupakan salah satu wujud semangat Renaisans. Pertama. humanisme masa itu juga menyoroti pentingnya aspek individual yang sebelumnya dilupakan. Desiderius Erasmus (1466-1536). Kedua. tentu saja ajaran Luther tidak akan begitu luas mempengaruhi banyak orang bahkan sampai lintas negara. Mari kita berhati-hati dengan istilah humanisme masa itu. Jabatan penguasa gereja juga memiliki fasilitas khusus seperti pembebasan pajak. Jika ada masalah muncul. khotbah di misa lebih bersumber pada dokumen yang dikeluarkan Paus ketimbang Alkitab sendiri. Virgil dan lainnya. Ia tidak identik dengan pengagungan manusia secara berlebihan yang berujung pada pengabaian Allah. Absolutisme kepausan pun menjadi tameng bagi ketidakmampuan pejabat gereja. patut disebutkan pula tentang kebangkitan rasa nasionalisme di kerajaan-kerajaan Eropa terutama bagian barat dan utara. jabatan gereja diisi oleh orang-orang yang jauh dari kompeten. Namun penekanan ini tidak sampai pada pengingkaran Allah. Sumbangan humanisme kepada para Reformator dalam dua cara. Mereka ingin . banyak bangsawan dan kaisar yang secara politis bergantung pada Paus. Pendapat bahwa jemaat awam harus dapat membaca Alkitab dalam bahasanya sendiri begitu digemakan oleh Erasmus. Ungkapan "Tergantung Paus" menjadi lazim. Jika tanpa percetakan. Kardinal Nicholas dari Cusa (1400-1464). peristiwa yang cukup besar artinya bagi gerakan Reformasi adalah penemuan mesin cetak oleh Johann Gutenberg pada tahun 1454. Saat itu. maka pejabat gereja dengan mudahnya berlindung di balik perintah dan petunjuk Paus. penekanan pada aspek individualisme mempengaruhi para Reformator untuk meyakini bahwa Alkitab dan ajaran gereja harus dapat dipahami sampai pada tataran jemaat awam. Bila sebelumnya. Kedua. Kardinal Fransisco Ximenez (1436-1517) dan yang terbesar di antaranya. Ketiga. Percetakan sangat menguntungkan para Reformator dalam mempropagandakan ajarannya. Gereja dipenuhi dengan perebutan kuasa antara elit politik maupun orang kaya. Percetakan menciptakan kemudahan yang sangat besar dan tak terbayangkan sebelumnya bagi setiap orang untuk memperoleh literatur. daripada Alkitab terjemahan seperti Alkitab berbahasa latin (Vulgata) yang memiliki kesalahan penterjemahan. Memang. sebagaimana kerap dimengerti tentang humanisme masa kini.membuktikan begitu banyak pejabat gereja lokal yang sama bobroknya. Bahkan dalam kasus yang ekstrim. humanisme masa itu adalah sebuah gerakan yang mau kembali pada kejayaan dan kefasihan karya literatur Latin dan Yunani (terutama kesusastraan) para penulis kuno seperti Plato. Lambat laun.

Luther memulai perjuangannya dari lingkungan dan dengan metode akademis. Pada saat dewasa nanti.lepas dari pengaruh politis Vatikan. adalah seorang pemilik beberapa tambang dan peleburan logam. adalah seorang ibu rumah tangga yang sangat religius. Dapat dipastikan. Luther berjumpa dengan ajaran beberapa pendidik yang merupakan anggota Persaudaraan Brethen. Pendidikan formal pertama Luther diperolehnya di Sekolah Latin kota Mansfeld. Periode Awal Kehidupan Luther Periode awal ini terentang dari kelahiran Luther sampai saat keputusannya menjadi rahib. Martin adalah nama baptisan yang diperolehnya karena hari pembabtisannya bertepatan dengan Hari Santo Martin. Pada usia 14. sang ayah. tapi sekaligus ingin memberikan pendidikan yang terbaik bagi anaknya. Sedangkan ibunya. dan kemungkinan berperan besar dalam menanamkan benih iman kepada Luther kecil. Luther lahir pada tanggal 10 Nopember 1483. Konteks sosial politis inilah yang dimanfaatkan oleh para Reformator. Sikap orangtuanya yang sangat menghargai pendidikan amat berbekas pada diri Luther. Di sisi penguasa politis. Luther belajar bahasa Latin yang membuatnya berkenalan dengan kekayaan pustaka Latin. Luther mengenang keduanya sebagai orangtua yang disiplin dan keras dalam mendidik anak. Luther melahap habis pelbagai tulisan penting baik dari Abad Pertengahan maupun . Ajaran mereka membentuk kesalehan Luther yang akan mewarnai kehidupan Luther seterusnya. Dalam otobiografinya. sekaligus untuk mendapatkan dukungan rakyat yang memang bersimpati dan loyal kepada para Reformator. Di sisi Reformator. Luther masuk Universitas Erfurt. Persaudaraan Brethen adalah salah satu kelompok aliran Kristen Mistik yang memang cukup banyak menjamur sejak sekitar dua abad sebelum Reformasi. Hans Luther. Luther belajar doktrin-doktrin penting gereja. Maria dan para orang suci sebagai perantara maka akan beroleh rahmat pengampunan dari Allah Bapa. Penekanan mereka pada hubungan yang akrab dengan Allah (devosi) melalui pembacaan Alkitab dan doa pribadi. masuk Sekolah dari Katedral setempat. Luther hijrah ke Magdeburg. Margaretha Luther. mereka memperoleh perlindungan dari kejaran dan hukuman otoritas gereja Roma yang memvonis mereka sebagai bidat. Sebagaimana Sekolah Latin lainnya pada masa itu. pelindung kaum pengemis. di kota Eisleben. salah satu universitas terbaik masa itu di Jerman. Dan hanya berdoa kepada Kristus. Perpustakaan Universitas Erfurt juga dikenal cukup lengkap. Luther remaja mengembangkan kepercayaan bahwa Allah pasti menghakimi segala perbuatannya pada akhir zaman. Juga musik dan agama. propinsi Saxony (sekarang wilayah Jerman). ajaran para Reformator dipakai sebagai dasar non poilitis untuk lebih menunjukkan kelemahan otoritas gereja masa itu. Hal yang perlu dicatat. Hubungan antara Reformator dan penguasa politik membuahkan hubungan yang saling menguntungkan. Setelah menempuh pendidikan pra universitas di Eisenach.

dia terjebak dalam hujan badai yang menakutkan. Dia teringat akan dosa di masa mudanya. Selama di Biara. Dalam perjalanan itu. Awalnya. Luther mengajar di universitasnya dalam bidang tata bahasa dan logika.sebelumnya di perpustakaan ini. Luther masuk Universitas Leipzig pada tahun 1505. maka dia akan menjadi rahib selama sisa hidupnya. Luther memperoleh gelar master. Konon. Luther mulai merasakan kejanggalan dari kebijakan gereja saat itu yang membatasi pembacaan dan penafsiran Alkitab oleh para pejabat gereja saja. Dalam ketaatannya kepada orangtua. Tepatnya tanggal 2 Juli 1505. Luther ditahbiskan pada tahun 1507. Luther menganut ajaran via moderna yang sudah digemarinya sejak di Universitas Erfurt. Namun kali ini. Menurut via moderna. Suatu sistem yang justru menjauhkan jemaat dari kekayaan Alkitab. Luther hafal hampir seluruh Perjanjian Baru dan beberapa bagian dari Perjanjian Lama. mengutarakan keinginannya untuk menjadi rahib kepada para sahabat dan keluarganya. Tiba-tiba gambaran akan kematiannya begitu nyata di depan matanya. Luther bersumpah bahwa seandainya dia dilepaskan dari marabahaya ini. Luther sama sekali tidak bahagia dengan studinya. Jika kita membayangkan Luther sebagai tokoh yang selalu teguh hati sejak muda. Luther memiliki kerinduan yang besar untuk secara sungguh mencari Allah dan mempelajari Alkitab. . jemaat awam sama sekali tidak diizinkan untuk membacanya. Suatu modifikasi dari ajaran kuno Pelagius (rival Agustinus). meskipun harus melawan kehendak ayahnya. Selama kuliah. dan pengadilan Tuhan seakan sudah di ambang pintu. dan tentunya mengambil jurusan hukum. Pada tahun 1502. Sebelum masuk biara. Allah akan memberikan anugerah kepada orang berdosa yang sungguh-sungguh mencari Dia. Sang ayah begitu marah dengan keputusannya itu. Luther menemukan bahwa begitu banyak bagian dari Alkitab yang tidak pernah diceritakan dalam misa-misa reguler. Luther rajin menelaah seluruh isi Alkitab. Sambil melanjutkan studi ke jenjang master. Luther berdoa kepada Santa Anna. Dan dia pun berhasil lolos dari hujan badai itu. Dalam ketakutan yang sangat. ketika itu. Dua minggu kemudian. Luther sedang dalam perjalanan dari Mansfield ke Erfurt. Luther dikejutkan oleh kilat yang menyambar di dekatnya. Dia memenuhi kaulnya dengan masuk biara Agustinian di Erfurt. Pada tahun yang sama. Sang Rahib yang Gelisah Setelah dua tahun belajar sebagai calon rahib. Namun ayahnya menolak keinginannya. dia sempat terpikir untuk masuk ke biara sebagai cara terbaik untuk memenuhi kerinduannya itu. Pada tahun 1505. Luther yakin bahwa dengan menjadi biarawan maka kegelisahannya tentang penghukuman Allah akan sirna. Luther merampungkan gelar pertamanya dalam Liberal Arts. Tidak jauh dari desa Stotternheim. Sang ayah menganggap jurusan hukum sebagai yang terbaik untuk masa depannya. maka kita salah. Luther mengalami suatu peristiwa penting yang mengubah jalan hidupnya secara drastis. Luther bergeming. Dalam doanya. beberapa mil dari Mansfield. Luther dengan hati yang mantap.

ketika Luther mempersiapkan kuliah kitab Roma (1515-1516). namun memberikan dilema batin yang luar biasa. Allah dengan kebenarannya yang sempurna akan mengadili setiap orang. Luther menjadi pengajar bidang Filsafat Moral di Universitas Wittenberg yang baru didirikan. bacaan Luther dari tulisan Agustinus tentang doktrin anugerah turut mengambil andil dalam pengalaman eksistensial ini. Setelah bergumul begitu berat dan dengan pertolongan Allah. Johannes von Staupitz. Luther berusaha sekuat tenaga menjadi rahib yang saleh dan tekun. Doktrin "Anugerah" . pastilah aku!". Luther mengajar sambil melanjutkan studi teologinya. Luther menuliskan. begitu adagium dari doktrin anugerah yang memberikan titik balik dari krisisnya. Allah telah berjanji akan mengaruniakan anugerah pengampunan sejauh orang berdosa bisa mencapai syarat minimum yaitu datang kepada-Nya. Luther menamatkan sarjana teologinya. Luther melukiskan kekecewaannya. "Aku menyapamu hai Roma yang suci. Sebelumnya. Sepanjang malam dia tidak bisa tidur dan memikirkannya." Pada suatu malam. "Biarlah segala yang suci tidak pernah ke Roma. Seiring dengan waktu. tampak jelas Luther masih memegang posisi via moderna. sucilah engkau karena darah martir yang tertumpah bagimu!"." Jabatan Luther sebagai pengajar diperluas pada tahun 1511. Dia pernah sesumbar. bahwa orang berdosa masih memegang inisiatif untuk pengampunan dosanya. dia berlutut dan berteriak. Luther begitu terpesona dengan pusat pemerintahan gereja tertinggi ini.Seolah. Tulisan Paulus begitu menggetarkan hatinya. Demikianlah. Pada tahun 1508. Pada tahun 1512. pada tahun 1510. Luther tetap gelisah dan takut akan penghukuman Allah. dengan diinspirasikan via moderna. Namun setelah sekian hari dia melihat kota suci. Namun dalam hati kecilnya. Kemiripan dengan Pelagius terletak pada faktor inisiatif manusia. dan Allah terikat dengan kewajiban untuk mengampuninya. Diceritakan. Pertanyaan ini bukanlah bersifat akademis belaka. tanpa terkecuali dirinya. "Kalau ada rahib yang bisa masuk surga karena kesalehannya. sekitar akhir tahun 1514. Karena di Roma segalanya diizinkan. Luther berkesempatan mengunjungi kota suci Vatikan. atas ajakan gurunya. saat dia tiba di Roma. Luther tiba pada suatu pencerahan. Luther berhasil meraih gelar doktor dalam bidang teologi dari Universitas yang sama. Awalnya. Luther mengingat ajaran Agustinus tentang "Anugerah" yang pernah dibacanya. dalam suatu penggalian Alkitab pribadi di menara biara Wittenberg. Aku tidak percaya segala perbuatanku dapat menyenangkan Allah. namun aku yakin bahwa aku tetap orang yang berdosa dan hati nuraniku sangat gelisah di hadapan Allah. dia berbalik kecewa dengan segala praktik kotor dan sikap keduniawian pejabat gereja. Luther terpaku pada tulisan Rasul Paulus dalam kitab Roma 1:16-17. kecuali orang jujur. Bagaimana bila orang berdosa sesungguhnya tidak akan pernah memenuhi standar keadilan Allah supaya dibenarkan. Setahun kemudian. Dari kuliah-kuliah awal. Konsep "iustita Dei" (Kebenaran Allah) begitu dominan dalam kitab Roma. meskipun orang berdosa dengan tulus mencari-Nya? Pertanyaan ini benar-benar menghujam ke sanubari Luther. "Meskipun aku hidup tidak bercela sebagai seorang rahib. Pada perjalanan pulang. dia menemukan beberapa kesukaran besar dari pandangan via moderna. Diduga kuat. "Orang benar akan hidup oleh iman". Kebenaran Allah hanya akan mendatangkan kutukan dan hukuman bagi orang berdosa. Luther ditugasi mengajar kitab-kitab spesifik. Luther berharap kunjungannya ke Roma meredakan kegelisahan hatinya.

bukan usaha dan keputusan manusia. berkuasa sejak 1513). Sayangnya. "Seperti ada tertulis bahwa orang benar hidup oleh imannya. Pemakuan 95 dalil merupakan reaksi Luther atas penjualan surat pengampunan dosa (indulgensi) yang berlangsung di hampir seluruh daratan Eropa. Namun kritik Luther ini hanya berkutat sejauh dinding kampus. keuangan gereja yang morat marit tidak melapangkan ambisinya itu. Dan perubahan ini tidak sekedar pada dimensi rasional. maka sekarang aku mulai mencintai dan memujinya sebagai ungkapan yang paling manis. Sampai tibalah hari yang monumental itu." Luther pun mulai melihat seluruh isi kitab suci dengan sudut pandang yang baru. ketika Luther memakukan 95 dalil di pintu gereja Wittenberg pada tanggal 31 Oktober 1517. sebelum dia memimpin gerakan Reformasi yang lebih besar dan berat. dia memerintahkan penjualan surat pengampunan dosa secara luas dan intensif. Luther mulai menyoroti kesalahan ajaran seperti konsep orang kudus dan Paus sebagai perantara. Sederhananya. Peristiwa pemakuan 95 dalil di pintu gereja Wittenberg sebenarnya konsekuensi dari pandangan Luther yang telah diperbaharui beberapa tahun sebelumnya. doktrin "Pembenaran oleh Iman" menjadi dasar dari seluruh bangunan teologi Luther. Kini aku seakan berdiri di depan pintu gerbang surga dalam suatu terang yang baru. Untuk menggalang dana yang dibutuhkan. Dia adalah seorang Paus yang begitu fanatik dengan segala yang berbau seni Renaisans. Allah mengubah pergumulan Luther yang pelik itu menjadi semacam "Reformasi" dalam dirinya terlebih dahulu. doktrin ini meyakini bahwa tidak ada satupun manusia berdosa mampu menyelamatkan dirinya. Pencerahan ini membuat Luther sadar akan kekeliruan besar dari ajaran via moderna dan ajaran gereja yang lain. Dalam risalah kuliahnya setelah tahun 1515. Di kemudian hari. Pengampunan inilah yang disebut anugerah. Ini membuat aku seperti dilahirkan kembali.yang pernah dituliskan Agustinus dalam buku "Pengakuan-pengakuan" (Confessions) adalah salah satu ajaran penting yang telah begitu lama dilupakan gereja. Bahkan iman pun adalah pemberian Allah. Alkitab dan Agustinus telah "melahirkan" Luther kembali. Hanya Allah yang dapat mengampuni manusia dalam kedaulatan-Nya. suatu rahmat yang sebenarnya tidak layak diberikan kepada kita.. Tanggal bersejarah yang kini dirayakan sebagai Hari Reformasi. Penjualan Surat Indulgensi dan Penolakan Luther Keberatan Luther terhadap beberapa ajaran gereja saat itu sebenarnya sudah mulai sejak dia mengerti doktrin anugerah (sekitar akhir 1514). Penjualan surat ini atas amanat Paus Leo X (1475-1521. .. Ambisinya adalah membangun basilika Santo Petrus dengan arsitektur ala Renaisans yang mewah dan mengisinya dengan aneka barang seni kelas tinggi. Kalau dulu aku membenci ungkapan 'Kebenaran Allah'. Luther menyaksikan betapa segala kegelisahan hatinya lenyap.

maka seseorang dapat memperoleh jaminan penghapusan dosa. .org/martin-luthe . Gereja bahkan . surat ini pun bisa dibeli untuk "mengeluarkan" jiwa orang yang telah mati dari "api penyucian" (purgatori). Surat ini dijual terutama ke kalangan jemaat awam yang mayoritas terdiri dari petani. maka semakin banyak jiwa orang tercinta yang telah meninggal untuk dibebaskan. Kondisi inilah yang menjadikan mereka sebagai sasaran empuk penjualan surat indulgensi. Hebatnya lagi. baik dosanya di masa lalu dan yang akan terjadi di masa depan. Dengan membelinya (harganya berbeda-beda menurut status dan golongan pembeli)..html#p3617 Surat indulgensi adalah dokumen tertulis yang diterbitkan otoritas gereja. Semakin banyak surat yang dibeli. Sampai ada penulis yang mengejeknya sebagai "Surat Izin Berdosa" (license to sin).95 Dalil Luther" Lihat di http://www. Mereka begitu rentan dengan praktik ini. Mereka berbondongbondong menjual segala kepunyaannya hanya untuk bisa membeli surat indulgensi.."Martin Luther's 95 Theses . Di samping kepolosan karena tingkat pendidikan yang rendah.sarapanpagi. mereka pun juga percaya aneka tahayul seperti gambaran dunia kematian. tukang dan kaum jelata lainnya.

dalil-dalil Luther sebenarnya adalah bagian dari suatu ajakan sopan untuk berdiskusi seputar masalah penjualan surat indulgensi. Tuduhan bahwa Luther mau memprovokasi jemaat juga harus dibuang. Siapapun yang tidak bisa berdiskusi secara langsung. yang terpenting uang mereka masuk kas gereja. Ada dua kesalahpahaman umum yang mesti diluruskan tentang reaksi Luther ini. "Saat uang logam bergemerincing masuk kotak uang. Luther tidak mengajukan keberatan secara komprehensif terhadap ajaran gereja lainnya. otoritas gereja baru bereaksi keras." Peristiwa pemakuan dalil oleh Luther sesungguhnya bukan peristiwa yang dramatis. Dengan berlandaskan pandangan Luther. ada pihak-pihak tertentu yang menyalin ulang. "Berdasarkan cinta kepada kebenaran dan keinginan untuk memeriksa masalah ini. Bahkan dalam paragraf pengantar dalilnya itu. maka jiwa dari api penyucian akan terbebaskan. dia semakin terkenal di kalangan jemaat beberapa kota di Jerman. seorang pengkhotbah terkenal. Para ahli yakin bahwa ajakan diskusi Luther ini ditujukan kepada kaum akademisi. Pada masa Luther hidup. Merekalah yang ketika kembali ke Wittenberg menceritakan semuanya kepada Luther. Tidak lama kemudian. Tanpa disadarinya. Ada juga gereja lokal yang menolak praktik ini. radikal dan aneh untuk ukuran saat itu. Kedua. Luther sendiri tidak berada di belakang ini. Johann Tetzel. Luther hanya mengajak berdiskusi. seperti gereja di Spanyol yang dipimpin Kardinal Ximenez. Mulanya. dia hanya menganggap Luther sebagai orang yang kehilangan akal sehatnya dan sedang mabuk. Pada saat seperti inilah. beberapa dalil di bawah ini untuk kita diskusikan. Tapi sebagian besar gereja lainnya menjadi perpanjangan tangan Paus dalam penjualan surat indulgensi. bukan memberontak dari gereja." Sangat banyak jemaat yang terbujuk oleh Tetzel. Penjualan surat indulgensi ini sangat bertolak dengan pengampunan sebagai anugerah Allah yang diimani Luther. Pertemuan Augsburg . Pertama. mereka mulai berani menolak membeli surat indulgensi.. Luther menuliskan. yang tentunya bukan bahasa pakai jemaat awam. Saat Paus Leo X dilaporkan oleh Uskup Agung Albert. reaksi otoritas gereja pun tidak terlalu heboh. Luther sendiri terpicu oleh khotbah salah seorang utusan Paus. Dengan berkeliling ke kota-kota di Jerman. mencetak dan membagikan 95 dalil Luther ini keluar Wittenberg. Sekelompok jemaat Wittenberg yang diasuh Luther pun sengaja pergi ke kota Juteborg dan Zerbst yang disinggahi Tetzel. Tetzel dengan persuasif berusaha meyakinkan jemaat untuk membeli surat indulgensi. Luther menuliskan dalilnya dalam bahasa Latin.. dipersilakan menuliskannya. tema besar dalil Luther adalah keberatannya terhadap praktik penjualan surat indulgensi. Kalimatnya yang terkenal dan sering diucapkannya.seperti tidak lagi peduli bagaimana jemaat awam yang miskin memperoleh uangnya. Paus tidak terlalu menggubrisnya ketika itu. adalah suatu kebiasaan bila ada topik yang hendak didiskusikan atau diperdebatkan maka seseorang bisa memakukan undangannya di pintu gereja Wittenberg. Keberatan Luther terhadap doktrin gereja lainnya baru muncul di kemudian hari.

Pada tanggal 7 Oktober 1518. Luther terkejut dengan dukungan rakyat atas dirinya. Luther hanya mau mengubah pandangannya bila Kardinal Cajetan bisa menunjukkan kesalahannya sesuai dengan Alkitab. Bangsawan Jerman (elektor) Frederick yang Bijaksana. dalam risalah ini. dengan tegas menolak permintaan Kardinal Cajetan. Jerman. Luther dipaksa untuk menarik kembali 95 dalilnya dan mengaku salah. Setelah Paus membaca risalah Luther yang merupakan jawabannya atas kejadian Wittenberg. setahun setelah kejadian Wittenberg. Luther tetap pada pandangannya. Luther menduga kemungkinan sangat besar dia akan dipenjara akibat tuduhan bidat dan tidak akan kembali ke Jerman. Dalam pertemuan itu.Penyebaran salinan 95 dalil bukan lagi dalam bahasa Latin tapi sudah diterjemahkan ke bahasa Jerman. Kardinal Cajetan (Thomas de Vio) mengadakan pertemuan dengan Luther di Augsburg. pertemuan berakhir tanpa hasil yang diharapkan pihak gereja. Penyebaran yang semakin luas ke pelbagai kota di Jerman sungguh mengubah jalan hidup Luther. Setibanya di Augsburg. Eck adalah Profesor Teologi di Universitas Bavarian (Ingolstadt). Luther menuliskan risalah "Resolusi Tentang Kebaikan Indulgensi". Pada bulan Mei tahun 1518. juga mencap Luther sebagai bidat. Pihak yang menerjemahkan sama misteriusnya dengan pihak yang menyebarkannya. Luther menuliskan bahwa dia tidak bermaksud menciptakan kebingungan dan konflik dalam tubuh gereja. Dukungan publik ini sungguh melahirkan keberanian baru dalam diri Luther. Dalam surat pengantarnya. Tidak lama sejak penyebaran. Penolakan Luther ini membangkitkan amarah Kardinal Cajetan. Dari rahib biasa dan guru di universitas yang tidak terkenal (Wittenberg). reaksi keras pertama muncul dari salah seorang sahabat Luther sendiri. Tampak jelas. Luther menghadap Kardinal Cajetan yang mewakili Paus. Meskipun Luther menjelaskan bahwa Paus sebagai manusia mungkin bisa bersalah namun Luther masih menunjukkan respeknya terhadap Paus. bangsawan yang bersimpati dengan Luther. Dia menyebut Luther sebagai "Cacing Sial". Dalam risalahnya. Paus meminta Luther untuk segera ke Roma. Luther masih menyapa Paus sebagai "Bapa Suci". Keberanian Luther menentang otoritas gereja menambah rasa simpati rakyat yang secara timbal balik juga menumbuhkan keberanian lebih besar dalam diri Luther. Luther menyatakan kesediaannya untuk dihukum sesuai dengan peraturan gereja. John Eck. Atas izin Paus. Setelah tiga hari berdebat. kini namanya mulai mencuat dan mengundang kontroversi. advisor Paus Leo X. yang sebelumnya tidak pernah ia miliki. Luther yang kini lebih percaya diri karena memperoleh dukungan rakyat. Perdebatan Leipzig . Kardinal Pirerias. membantu Luther dengan bernegosiasi kepada pihak gereja agar pertemuan dengan Luther dilangsungkan di Jerman. Luther masih bersikap sangat hati-hati dan cenderung takut. Luther menerangkan motivasinya dan menjabarkan 95 dalilnya lebih terperinci.

seorang kolega Luther di Universitas Wittenberg yang merupakan basis utama pro Luther. Dalam perdebatan. Luther menyusul ke Leipzig. Luther mulai sadar bahwa perjuangan lisan saja tidak akan membawa dampak yang besar. kedudukan Paus sama sekali tidak diperlukan dan tidak sesuai ajaran Alkitab. Antara tanggal 4 sampai 14 Juli. dan sakramen pengakuan dosa. antara yang mendukung dan menentang Luther. Keduanya mulai berdebat seputar kehendak bebas manusia dan anugerah Allah. Setelah beberapa hari berdebat. Menurutnya. Bagi Luther sendiri. Kristus adalah kepala gereja itu sendiri. Mungkin Luther belajar dari peristiwa penyebaran salinan 95 dalilnya yang berhasil merebut simpati rakyat meskipun bukan dia yang . Luther memandang dirinya sebagai pejuang kebenaran yang memang siap menghadapi risiko. Namun pada tingkat jemaat awam. Perjuangan Dengan Kertas dan Pena Pasca Perdebatan Leipzig. Dalam suatu pertemuan yang terkenal dengan sebutan "Perdebatan Leipzig" pada bulan Juli 1519.Kalangan akademis pun terpecah dua. Luther berdebat dengan Eck tentang pelbagai ajaran gereja masa itu. Perdebatan Leipzig semakin mengukuhkan pandangannya terhadap pelbagai kekeliruan gereja. Luther sadar telah memulai suatu konflik besar dalam gereja dan akan berlangsung sampai akhir hayatnya. Bila sebelum pertemuan Augsburg. Tentu keberpihakan mereka kepada Luther bukan pertama-tama karena perkara teologis. antara lain: purgatori. Dari pihak Luther diwakili oleh Andreas von Carlstadt. maka sejak Perdebatan Leipzig. Perdebatan tersebut justru lebih mempertajam pemikiran Luther. Luther mengemukakan bahwa sejak orang beriman ditebus maka sama sekali tidak perlu ada mediator antara dia dan Tuhan. Dia mulai beralih ke tulisan sebagai modus perjuangannya. Bagi Luther. Mereka melihat Luther sebagai orang yang berjasa dalam menyadarkan mereka dari eksploitasi otoritas gereja secara sosial ekonomis seperti yang terjadi pada penjualan surat indulgensi. untuk pertama kalinya para akademisi secara formal memperdebatkan pandangan Luther. Salah satu tema perdebatan yang menonjol adalah soal kedudukan Paus. Luther dipandang sebagai pahlawan. Luther sudah memposisikan dirinya lebih berani sebagai penentang konsep kepausan dalam gereja. Setiap orang beriman bebas menghadap Allah sendiri sebagaimana Bapa dan anak. bukan Paus. Luther merujuk pada model gereja mula-mula. Digambarkan bahwa perdebatan ini "dimenangkan" oleh Eck karena sebagian besar kaum akademisi memihak Eck. Luther bukan lagi hanya menolak absolutisme (infabilitas) Paus. Kaum bangsawan pun mulai melirik Luther sebagai rekan potensial dalam memperjuangkan kemandirian politis mereka dari unsur pengaruh gereja seperti yang telah berlangsung berabad-abad. Secara tidak langsung. Lebih jauh. Luther adalah seorang rahib yang tunduk tidak berdaya pada otoritas gereja. Sedangkan pihak penentang diwakili oleh John Eck. Luther juga menolak konsep orang suci (santo dan santa) sebagai mediator. indulgensi. Debat ini diikuti kedua pihak yang berseberangan.

jelas-jelas Luther menyebut Paus sebagai "Anti Kristus". Luther meletakkan dasar teologi Lutheran dalam ketiga tulisan ini. dia berharap bahwa pandangannya semakin tersebar luas dan dapat lebih mudah dipahami oleh pembaca. Dalam tulisan ini. Doktrin tentang anugerah kembali diulas Luther. Pemikiran Luther ini akan mempengaruhi John Knox (1505-1572) yang menjadi perintis model pemerintahan gereja berbentuk Presbiterian. Hubungan keduanya saling menguntungkan dan mempengaruhi. salah satunya: Luther setuju dengan kepemimpinan oleh jemaat itu sendiri (priesthood of laity). Pada tahun 1520. Sementara akses umat ke Alkitab begitu dibatasi. Di samping ketiga tulisan kunci itu. Luther mengumpamakan umat gereja Abad Pertengahan sebagai tawanan dari gereja. Di mata Luther. Luther masih menyebutnya "Bapa Suci". Luther mengkaitkan anugerah pengampunan dari Allah dengan kebebasan manusia beriman untuk berelasi dengan Allah. Melanchthon dan Luther Biografi Luther yang baik pasti menjelaskan secara khusus tentang Phillip Melanchthon. Penjelasan Luther tentang doktrin anugerah akan berlanjut dalam "Tentang Kebebasan Manusia Kristiani". orang luar (non rohaniwan) bisa mendapat mandat khusus dari Allah untuk mengambil alih kepemimpinan gereja sejauh gereja sudah tidak bisa mengkoreksi dirinya sendiri lagi. Luther menganggap para bangsawan lebih mudah untuk mengadakan perubahan dalam gereja ketimbang para rohaniwan. Perbedaan Luther tentang kepemimpinan gereja adalah. ketika keduanya menjabat sebagai . Padahal dua tahun sebelumnya. Semua tulisan ini benar-benar menyulut kemarahan otoritas gereja Roma. Dengan tulisan. Luther mengajak para bangsawan untuk turut bekerja sama memperbaharui gereja dan menolak dominasi politis gereja Roma. Justru Luther mengharapkan adanya pemimpin yang mampu membawa gereja untuk kembali kepada kebenaran. Luther juga menolak lima sakramen kudus karena tidak sesuai ajaran Alkitab.menyebarkannya. Luther bertemu Melanchthon pada tahun 1518 di Universitas Wittenberg. sahabat karib dan rekan seperjuangan Luther. Luther pun menuliskan risalah singkat berjudul "Tentang Kepausan di Roma" pada Juni 1520. Dalam "Kepada Para Bangsawan Kristiani". Luther hanya mengakui dua sakramen yaitu Perjamuan Kudus dan Pembaptisan. Sedangkan melalui "Penahanan Babilonia". "Penahanan Babilonia" (Oktober) dan "Tentang Kebebasan Manusia Kristiani" (Nopember). Luther menulis tiga risalah sekaligus: "Kepada Para Bangsawan Kristiani" (Agustus). Luther tidak anti terhadap kepemimpinan gereja sebagaimana yang sering disangkakan lawannya ketika dia menolak kepausan. Luther juga menambahkan bahwa. Begitu banyak ajaran gereja yang tidak Alkitabiah namun dipaksakan kepada mereka. dalam suratnya kepada Paus. rohaniwan justru lebih resistan terhadap perubahan karena unsur takut kehilangan jabatan dan kenyamanan status quo. dalam kasus khusus.

Melanchthon dengan sentimental pernah menulis. Alkisah. "Mestinya buku ini masuk sebagai kanon Alkitab. Melanchthon adalah pengajar yang sangat populer di universitasnya. Melanchthon menerbitkan buku ringkasan pemikiran reformasi. Luther berkomentar. Pada tahun 1921. Mereka didesak untuk kembali kepada ajaran dari otoritas gereja. Dalam suratnya. Pada bulan Juni 1920. Walau keduanya mempunyai kesamaan dalam hal teologi. . Paus kembali menuntut Luther dan kelompoknya menarik kembali segala pandangannya. Bersama Carlstadt." Topik utama pembahasan "Loci Communes" adalah doktrin anugerah yang menjadi tulang punggung pemikiran teologis perjuangan reformasi. Melanchthon tidak menyandang gelar Doktor Teologi seperti Luther. Luther pernah memuji Melanchthon. frontal dan terus terang (setidaknya setelah pertemuan Augsburg) maka Melanchthon justru kebalikannya. Kuliahnya selalu dihadiri oleh banyak mahasiswa. "Saya lebih baik mati daripada berpisah dengan orang ini (Luther). Meskipun secara resmi Melanchthon tidak ikut dalam perdebatan. dia termasuk rombongan yang pergi ke Perdebatan Leipzig. saya paling menghormati nasihat Melanchthon. Melanchthon sempat meminta Luther memeriksanya. Melanchthon mengajarkan Luther bahasa Yunani. Luther pun mengenalkan Melanchthon dengan teologinya. Mulanya. Dia adalah orang awam yang sangat cerdas dan mengasihi Tuhan. Hal ini sungguh meresahkan Paus Leo X. tidak begitu dengan karakternya. Dia tidak terlalu suka konflik langsung dan lebih diplomatis. Melanchthon juga berjasa sebagai orang yang pertama kali mensistemisasikan pemikiran reformasi yang dirintis Luther. "Dalam karir saya sebagai pengajar. Sebaliknya. Meskipun demikian." Sejak tahun 1519. Sidang Worm Perkembangan gerakan reformasi yang dipimpin Luther semakin meningkat. Melanchthon telah menjadi sekutu Luther dalam memperjuangkan reformasi teologi. Sebelum diterbitkan. Dia juga bukan seorang rahib seperti Luther. Paus Leo X mengeluarkan "bull" (semacam surat Paus yang bersifat peringatan). keduanya membangun persahabatan yang erat dan abadi. Paus juga memerintahkan semua jemaat untuk membakar buku-buku tulisan Luther dan kawan-kawannya. Bila Luther digambarkan sebagai pribadi yang berani. "Loci Communes" (Theological Common-Place). namun dia terus membantu Luther dalam memberikan referensi Alkitab untuk sebagian besar argumentasi Luther ketika berdebat dengan Eck. Sebagai ancaman. Luther dan kelompoknya akan dikucilkan dari gereja (ekskomunikasi) jika tidak mengindahkan tuntutan Paus dalam 60 hari. Padahal.pengajar. Luther tertarik dengan tulisan teologis Melanchthon yang menunjukkan kemiripan dengan Luther. Luther sendiri menjelaskan pemikirannya tidak begitu sistematis dan tersebar ke beberapa tulisan." Sedangkan. Luther begitu antusias dengan karya Melanchthon.

Teman-teman Luther mengkuatirkan kepergian Luther ini." . Luther beserta para pengikutnya mengangkut semua buku teologi terbitan gereja Roma dan juga surat peringatan Paus. Di sinilah saya berdiri. Mereka digambarkan tidak takut sedikitpun terhadap konsekuensi tindakan mereka. Setelah dua minggu perjalanan. Luther dan pendukungnya dikucilkan dari gereja Roma. waktu itu pusat pemerintahan gereja dibagi ke dua orang yaitu Paus dan Kaisar Roma Suci. Apalagi.. Namun atas desakan bangsawan Frederick yang Bijaksana. Seperti pertemuan Augsburg. Luther pun pergi ke Worm. Setelah menggumuli dengan seksama dan didukung bangsawan Frederick. maka saya tidak dapat dan tidak mau mengubahnya. Namun yang terjadi malah Huss ditangkap dan dihukum mati dengan cara dibakar hidup-hidup. Sedikit penjelasan konteksnya. Tidak seperti yang diharapkan. Pada hari kedua Luther menghadap. Sedangkan Kaisar Roma Suci adalah semacam pelindung secara politis kedudukan Paus. Paus dianggap sebagai kepala gereja. kecuali kesalahan pandangan saya diberitahu menurut Alkitab dan alasan yang jelas. otoritas gereja menjamin keamanan Luther selama perjalanan dan persidangan. Huss pun diberikan jaminan keselamatan dirinya oleh pihak gereja." Ternyata Luther bukan saja aman selama perjalanan. Luther pun berangkat. Luther acuh tak acuh dengan pemanggilannya. Ketika menanggapi kecemasan para pendukungnya. Maka pada bulan Maret 1521. Luther dituduh sedang berspekulasi dengan doktrin gereja yang telah menjadi tradisi berabad-abad.. Luther tidak diberi banyak kesempatan untuk menjelaskan posisi teologisnya. Frederick ingin agar Luther memiliki kesempatan sekali lagi untuk membela pemikirannya secara legal atas kesalahan gereja. Luther menghadap sidang Worm hanya dua kali. surat peringatan Paus dibakar oleh seorang rahib! Atas perbuatannya. "Aku akan tetap pergi ke Worm bahkan seandainya setan begitu banyaknya seperti banyaknya ubin dan atap rumah. sebelah barat daya Jerman. Sidang ini diselenggarakan oleh Charles V. Luther memberikan jawaban yang terkenal itu. Sambutan orang banyak di Worm tidak kalah meriahnya seperti yang diterimanya saat perjalanan. Mereka berdalih bahwa doktrin gereja bukanlah untuk didiskusikan. Tidak ada lagi yang dapat saya perbuat. Otoritas gereja sengaja mengelak untuk berdebat dengan Luther. Dewan gereja ini terdiri dari para rohaniwan yang bertugas membahas pelbagai isu kontemporer. ". Luther kembali dituntut untuk "bertobat" dari ajarannya sendiri dan kembali ke ajaran gereja Roma. Tindakan membakar surat peringatan Paus sebelumnya pernah dilakukan oleh bangsawan atau raja yang tidak takut terhadap Paus. Mereka ingat bahwa sebelumnya ada seorang Reformator bernama John Huss (1374-1415) yang pernah dipanggil gereja untuk bertemu. Tentu saja gerakan Reformasi oleh Luther menjadi agenda utama mereka. Sambil membakar semuanya. Mereka membakar semuanya di depan pintu gerbang timur kota Wittenberg. Luther dan para pendukungnya saling bergandengan tangan dan menyanyikan lagu Te Deum (sebuah pujian bagi Allah). Namun baru kali itu. Kaisar Roma Suci. namun dia disambut hangat oleh jemaat gereja pada setiap kota transit yang disinggahinya.Pada tanggal 10 Desember tahun yang sama. sampailah Luther di Worm. Luther dipanggil menghadap dewan gereja (diet) yang sedang bersidang di kota Worm. Luther berkata. Namun hal ini belum memuaskan pihak otoritas gereja yang tetap merasa perlu membungkam Luther dan pendukungnya. Saat itu. Awalnya.

Namun para ahli juga percaya bahwa penerjemahan ini juga diinspirasikan oleh Erasmus. Luther "diculik" oleh pegawai bangsawan Frederick. para teolog pun coba membujuk Luther untuk menganulir pandangannya. Alkitab terjemahan Luther menjadi Alkitab berbahasa Jerman pertama yang diterbitkan. Sebagaimana kita ketahui. memutuskan Luther sebagai bidat dan bukan warga gereja. Luther tetap pada posisinya agar segala kesalahannya harus merujuk dari Alkitab sendiri. bila otoritas gereja telah menetapkan seseorang menjadi bidat atau sesat maka jemaat yang fanatik merasa sah untuk membunuh yang bersangkutan. Sejak saat itu. Luther tinggal di menara Wartburg dengan aman hampir selama setahun. otoritas gereja menganggap Luther dan pendukungnya sebagai musuh gereja. Luther tidak mungkin bisa dihentikan dengan cara ancaman dan peringatan lagi. Suatu angka yang cukup fantastis pada masa itu mengingat penerjemahan dan penjualan bebas Alkitab masih tergolong pelanggaran hukum gerejawi. Karena karakter Melanchthon yang kurang tegas dan tidak pas sebagai pemimpin suatu gerakan yang baru. Jika tidak ada satu pun yang bisa membuktikan kesalahan Luther dari Alkitab maka Luther sama sekali tidak mau berkompromi. Adalah Melanchthon. "Penculikan" ini adalah inisiatif Frederick untuk mengamankan Luther dari risiko yang mungkin muncul setelah perlawanan Luther pada sidang di Worm. mengambil alih kepemimpinan tersebut. sang karib. Melanchthon bersedia menjadi gembala menggantikan Luther untuk sementara waktu. Luther diizinkan kembali ke Wittenberg. yang konon pertama kali mendorong Luther melakukan penerjemahan. sidang Worm yang masih berlangsung setelah Luther pulang kampung. Luther diungsikan Frederick ke menara Wartburg yang terletak di pinggiran kota Eisenach. kehidupan Luther ditunjang oleh Frederick. Alkitab ini terjual 5000 kopi. sahabat Luther yang kerap bersuratan dengannya. yang walaupun seorang Katolik yang taat. dia meminta kesediaan Melanchthon untuk memimpin jemaat Wittenberg yang ditinggalkannya. Persembunyian di Menara Wartburg Dalam perjalanan pulangnya. Sementara itu. Carlstadt adalah salah satu pendukung Luther yang . dia termasuk yang menganjurkan agar Alkitab bisa dibaca oleh siapapun dengan bahasanya sendiri. Reformasi Praktikal Selama Luther bersembunyi di menara Wartburg. Carlstadt. Luther menyelesaikan penerjemahan Alkitab ke bahasa Jerman dengan tujuan agar jemaat awam pun dapat membacanya. Erasmus. maka koleganya. Jadi tidak benar dengan pendapat umum bahwa Luther bersembunyi ke menara Wartburg atas kehendaknya sendiri.Di luar sidang. Keputusan ini tertuang dalam Edict of Worms dan resmi ditandatangani oleh Charles V pada tanggal 25 Mei 1521. Pada masa itu. Pada tanggal 25 April. Selama di sana. Dalam dua bulan pertama sejak diterbitkan. Selama di sana.

Dalam ibadah. Carlstadt dengan ekstrim berniat merombak total praktik ibadah gereja terutama liturgi dan simbol. Luther mengedarkan tulisannya yang berjudul "Ibadah Reformasi Bersama" (Formula Missae et Communionis). Dalam khotbahnya. Selama menjadi gembala. Luther juga memakai teknik parodi yaitu membubuhkan syair sakral pada melodi lagu sekuler seperti lagu rakyat. Ia cukup produktif menggubah lagu untuk dinyanyikan jemaat. maka pada tanggal 6 Maret 1522. Dia sosok pemimpin yang berapi-api. Luther menyatakan bahwa tujuan reformasi ibadah bukan untuk membuang seluruh ibadah pra Reformasi. Luther coba mengkoreksi radikalisme yang sempat tertanam dalam benak sebagian jemaatnya. Pada tahun 1524. namun tetap tidak menggunakan kekerasan sedikitpun. Luther juga mengizinkan pemakaian alat musik sejauh tidak mengganggu penyampaian pesan Alkitab/lagu kepada jemaat. Pada tahun 1523. Setelah dirasakan aman dan seizin bangsawan Frederick (sang pelindung). Demikian pula. Kabar ini sampai ke telinga Luther di tempat persembunyiannya. tangguh dan berani. Luther merasa sangat prihatin untuk secepatnya kembali ke gerejanya. Luther berpesan kepada jemaatnya untuk tetap mengutamakan toleransi. banyak lagu gereja sebelumnya (Gregorian Chant) diolah kembali dengan mengenakan syair yang baru. Kalau Luther mau. termasuk otoritas gereja Roma. bahkan kepada siapapun yang berseberangan. Luther menerbitkan "Tentang Penyembahan Ilahi". ada bagian-bagian ibadah pra Reformasi yang baik dan tidak bertentangan dengan Alkitab. Menurutnya. Lagunya yang terkenal sepanjang masa seperti "Allah. karena sebelumnya hanya menyentuh bidang teologi (konseptual).terlibat dalam Perdebatan Leipzig (1519). Sebagai seorang pecinta musik. Khotbah yang provokatif ini disalahpahami jemaat sebagai ajakan untuk membenci dan memusuhi orang-orang di luar gerakan Reformasi. Dalam tulisannya. dia sangat menghargai kekayaan musik gerejawi. Ia mengambil contoh dirinya sendiri sebagai orang yang berjuang sekuatnya untuk memperbaharui gereja. Luther dibantu Johann Walther menerbitkan buku nyanyian (Wittenberg Gesangbuch). tapi justru dia selalu berusaha agar hal ini tidak terjadi. Luther mengingatkan jemaatnya untuk tidak menodai perjuangan suci ini dengan kebencian dan kemarahan kepada siapapun. Luther kembali ke Wittenberg. Luther menekankan kembali agar setiap orang percaya membaca Alkitab. Dalam rangkaian khotbah pertamanya sejak kembali. Carlstadt mengajak jemaat untuk membuang segala sesuatu yang berhubungan dengan model ibadah gereja sebelum Reformasi seperti patung-patung orang kudus (mirip anjuran Zwingli). kesabaran dan kasih. saat Luther kembali ke Wittenberg itulah ia memulai Reformasi dalam ranah praktikal. berdoa dan menyembah Allah dalam devosi pribadi tiap hari. Karakter Carlstadt lebih mirip dengan Luther. Para ahli percaya. . sebenarnya dia bisa memancing pertumpahan darah antara pendukung dan penolaknya. Luther tidak keberatan seandainya aneka alat musik dipakai sejauh mendukung pemberitaan dan pendidikan Firman. Pada tahun yang sama. Berbeda sekali dengan Zwingli yang melarang pemakaian alat musik apapun dalam ibadah gereja. Yang perlu dibuang adalah bagian-bagian yang nyata bertentangan dengan Alkitab. Dalam pengantar "Missa Jerman" yang dikarangnya pada tahun 1526. bahkan cenderung lebih radikal. Bentengku yang Kukuh" (Ein Feste Burg ist Unser Gott).

sementara mereka sendiri hidup dari imbalan uang yang pas-pasan. Seandainya dibutuhkan waktu yang lama sebelum para bangsawan sadar. Luther turut menyalahkan ketidakadilan dan kejahatan para bangsawan sebagai penyebab utama pemberontakan para petani. Pandangan Luther tentang kesamaan derajat manusia di mata Allah (equality) menguatkan kerinduan para petani untuk memperjuangkan hak-haknya dan melawan "penindasan" para bangsawan. disebutkan bahwa mereka bersedia untuk membatalkan tuntutan mereka sejauh ditemukan bertentangan dengan Alkitab. Awalnya. pembayaran yang lebih adil. mereka paling rentan menjadi korban karena kualitas kehidupan yang rendah sebagai akibat dari kondisi ekonomi yang jauh dari memadai. Para petani bekerja keras untuk keuntungan para bangsawan. Para bangsawan juga tidak segan-segan menjatuhi hukuman berat kepada para petani yang dianggap bersalah. Pada bulan Februari 1525. Pada akhir petisi. Konon. Belum lagi. mereka masih dipungut pajak baik oleh penguasa setempat maupun gereja. Bila wabah penyakit merebak. aksi protes ini secara umum masih berlangsung damai. tulisan ini sebenarnya ditujukan langsung kepada para bangsawan. Menurut Luther. sekelompok besar petani turun ke jalanan di kota Waldshut untuk memprotes perlakuan para bangsawan. Luther terus berupaya untuk . Aneka penderitaan dan ketidakadilan yang kerap mereka alami menjadi latar belakang pemberontakan mereka (The Peasant's Revolt) yang meletus pada tahun 1524. Namun Luther pun tidak menyetujui jika para petani memberontak dengan cara mogok kerja dan turun ke jalan. Maka pada bulan Juni 1524. dalam kasus para petani. Luther menuduh para petani keliru menerapkan semangat Reformasi. kalangan masyarakat yang paling menderita adalah para petani (dalam jumlah yang lebih kecil termasuk tukang dan buruh). perjuangan yang diperlukan adalah menyadarkan para bangsawan secara persuasif. Luther meminta para tuan tanah agar tidak memakai kekerasan terhadap para petani. pada tahun 1522. Selama tahun 1524. Luther memang pernah menuliskan tentang ketidakadilan dan represi tuan tanah kepada para petani. mereka mengaku bahwa pemberontakan mereka justru diinspirasikan oleh ajaran Luther. Hal ini tentu mereka pinjam dari kalimat Luther. Mereka menjadi objek eksploitasi para bangsawan yang dalam sistem feodal menjadi tuan tanah. namun ternyata bocor dan diedarkan di kalangan petani. para petani mengajukan petisi yang berisi 12 pernyataan (tuntutan) antara lain kebebasan untuk menentukan rohaniwan bagi gerejanya sendiri. penghapusan beberapa pungutan. Luther menganjurkan para petani untuk tetap bertahan dalam penderitaan mereka sama seperti Kristus yang dengan tabah mengalami siksaan. hak untuk memanfaatkan tanah publik. Selain dipicu oleh kondisi yang memperhatinkan.Pemberontakan Petani Selama Abad Pertengahan sampai zaman Luther hidup. Ketika Luther masih di menara Wartburg. Para petani salah bila membaca gerakan Reformasi teologis sebagai reformasi secara politis juga.

Luther masih memohon kepada para bangsawan agar mengampuni kesalahan para petani. Di kota-kota terutama sebelah selatan Jerman. Pada awal tahun 1525. Luther menyebutkan para petani sudah "dirasuki" Iblis. Peristiwa ini mengubah konstelasi pendukung Luther. Dalam suratnya kepada para bangsawan. Luther juga menuliskan pamflet "Nasihat untuk Berdamai" yang ditujukan kepada kedua pihak. namun tidak membuahkan kesepakatan di antara mereka. namun pada kenyataannya para bangsawan akhirnya mengambil tindakan yang lebih koersif. Pada tahun itu juga. Pada masa-masa akhir pemberontakan para petani. Aksi juga semakin luas yang melibatkan jutaan petani yang meliputi sepertiga wilayah Jerman. sekitar enam ribu petani tewas dibunuh. Dalam kekecewaannya yang berat karena tindakan anarkis para petani. sebagian besar petani mulai menuduh Luther sebagai oportunis. Luther lebih giat menuntut perhatian para bangsawan atas kondisi para petani. dan para bangsawan wajib menertibkannya kembali. Tragedi ini sangat memukul Luther. para bangsawan menumpas pemberontakan para petani. hampir 40 biara gereja Roma dan kastil dirusak serta dibakar oleh para pemberontak. Kerusuhan di mana-mana mulai muncul sebagai ekses pemberontakan para petani. Salah satu tokoh pemberontakan petani ini adalah Thomas Munzer. Perselisihan Antara Reformator Perselisihan Luther dengan tokoh Reformator lain yang patut dicatat adalah antara dia dengan Erasmus . Luther menyebut para bangsawan dan penguasa sebagai "Pedang Allah di Dunia". Ditaksir duaratus ribu lainnya tewas mengenaskan di kota-kota lainnya. Luther berbalik mendorong para bangsawan untuk menegakkan ketertiban masyarakat kembali. Luther pun menyesalkan para petani yang telah mengkhianati hakikat gerakan Reformasi. Maka setelah peristiwa ini. Namun kekerasan aksi para petani yang semakin meningkat dalam tempo singkat sangat meresahkan Luther. Mereka pindah ke gerakan religius radikal seperti "Anabaptis" yang menjamur pada masa itu. salah satu tokoh penting dalam gerakan "Anabaptis". Sebaliknya. aksi ini mulai berkembang menjadi aksi yang brutal. sempalan dari gerakan Reformasi yang lebih radikal dan militan. Para sejarawan masih berdebat.meredam aksi para petani ini. Bila sebelumnya. Luther mendesak bangsawan Frederick untuk mengadakan pertemuan akbar antara kedua pihak. apakah surat Luther ini bersifat anjuran langsung atau sekedar penggambaran Luther akan apa yang mungkin terjadi (foretold). Hingga pada awal tahun 1525. Dalam pertempuran antara keduanya di Frankenhausen. Pelbagai pertemuan antara petani dan bangsawan telah berlangsung beberapa kali. Ketika aksi para petani mulai menjurus pada kekerasan. dan tidak membunuhnya. para petani yang semula adalah pengikut Luther mulai meninggalkannya. para petani menganggap Luther sebagai inspirator perjuangan mereka (meski Luther pasti membantahnya).

. maka orang beriman wajib memperingati-Nya melalui ekaristi. Sebagaimana Kristus pernah mengatakan.dan Zwingli. Dalam kasus Erasmus. meskipun penampakan lahiriah masih berwujud roti dan anggur. namun dia tidak menyukai cara gereja dalam menjelaskannya. Luther lebih keras mengecam Zwingli dalam tulisan . meskipun Erasmus satu visi dengan Luther tentang pembaharuan gereja namun dia menentang gerakan Luther yang mau melepaskan diri dari gereja Roma. Sedangkan. Namun semakin spesifiknya ajaran Luther terutama tentang doktrin Perjamuan Kudus. pemimpin gerakan Reformasi Swiss. Justru dengan logika pembalikan. Luther menyerang filsafat Aristotelian yang membedakan adanya substansi dan akseden (karakteristik empiris) sebagai dasar doktrin ini. Luther sama sekali tidak menolak kehadiran Kristus secara fisik. Luther menawarkan doktrin "Kehadiran Nyata Kristus" (sekarang disebut consubstansi) dalam ekaristi. Beberapa kelemahan argumentasi dapat ditemui dalam tulisan ini. "Inilah tubuhku" (hoc est corpus meum). sejak kritik pertama Zwingli pada tahun 1527 terhadap tulisan Luther "Khotbah Tentang Sakramen Tubuh dan Darah Kristus". Namun roti dan anggur adalah significat (simbol) dari pengorbanan Kristus. Sayangnya. Persis dengan doktrin Transubstansi namun dengan membuang cara berpikir Aristotelian. tidak pelak lagi memunculkan pertentangan antarmereka. Semula mereka kompak menolak doktrin Transubstansi dari gereja Roma bahwa roti dan anggur secara substansial "berubah" menjadi tubuh dan darah Kristus.perbuatlah ini sebagai peringatan akan Aku. kehadiran Kristus harus berpusat pada kalimat-Nya sendiri dalam Matius 26:26. Zwingli yakin bahwa perayaan ekaristi merupakan peringatan akan ketidakhadiran Kristus secara fisik. Sementara alasan Zwingli bahwa inkarnasi Allah hanya terjadi sekali dalam sejarah dan tidak mungkin Allah akan mengambil bentuk fisik sebagai roti berulang kali (impanatus). Zwingli mengartikan perkataan Kristus secara figuratif. Kristus justru mau mengatakan bahwa ketika Dia sudah tidak lagi hadir secara fisik. balasan Luther ini justru tidak secermat tulisannya yang lain. Pada tahun-tahun pertama. Sebagai balasan. Polemik keduanya berlangsung gencar. Erasmus mengkritik Luther dalam tulisan "Kebebasan Kehendak". Di kemudian hari. Bagi Luther. Luther menafsirkan harfiah akan perkataan Kristus itu. Perselisihan kedua yaitu dengan Zwingli. pemisahan diri itu hanya memulai suatu perpecahan gereja yang hanya merugikan tubuh Kristus sendiri. Para teolog juga terbagi dua antara dua posisi berbeda ini. Ini adalah salah satu ajaran Luther yang paling sulit dimengerti sekaligus penyebab keretakan besar antara dia dengan Zwingli. gerakan Reformasi Swiss dan Jerman tampak rukun dan saling mendukung. Erasmus menolak pandangan Luther bahwa manusia berdosa sama sekali tidak bisa berbuat baik. "." Secara implisit. Allah sendiri tidak hadir secara fisik dalam roti dan anggur. setahun kemudian Luther menuliskan "Kehendak yang Terbelenggu". Beberapa tahun kemudian. Menurut Erasmus. Pada tahun 1524. Bahwa roti dan anggur bukanlah tubuh dan darah Kristus secara identik.. Perselisihan ini sendiri timbul dari ketidaksepahaman dalam penafsiran teologis antartokoh itu. bahwa Kristus secara fisik hadir dalam roti dan anggur. Sebenarnya dia berusaha untuk membela doktrin Predestinasi namun contoh-contoh yang diberikannya terlalu jauh dan bernuansa "fatalisme" di mana soal makan dan minum teh saja manusia tidak mempunyai otonomi kehendak untuk memilih.

Hasil yang tidak sesuai harapan ini. hasil sidang malah sebaliknya. mereka "sepakat untuk tidak sepakat". Charles V bermaksud menggertak para elit politik yang memilih Lutheran. Charles V kembali berinisiatif mengadakan sidang untuk menghambat gerakan Reformasi ini terutama di kalangan para bangsawan. sakramen pembabtisan. peran perbuatan baik dalam kehidupan Kristiani. Pada tahun 1526. Mereka malah menyangka sidang ini sebagai cerminan sikap otoritas gereja yang melunak dan mentoleransi ajaran Luther. Sidang-sidang Terakhir Sebelum gerakan Reformasi merebak. sidang digelar di kota Speyer. maka mulailah sejumlah besar daerah memutuskan hubungan dengan otoritas gereja Roma. Setiap elit politik diberi kebebasan untuk memilih. Kelak pertemuan ini dikenal dengan Percakapan Marburg (Marburg Colloquy) dan dipercaya sebagai konsili Protestan pertama. inkarnasi Kristus. dan sebagainya. Luther dipertemukan dengan Zwingli di Marburg pada tahun 1529. Hampir semua penguasa daerah tunduk kepada otoritas gereja Roma. Agenda sidang terutama untuk mencapai konsesi antara para elit politik. Memang ada beberapa aspek Perjamuan Kudus yang mereka sepaham seperti pemberian roti dan anggur kepada jemaat. Charles V mengira dengan adanya pertemuan di antara para elit politik ini. Untuk artikel terakhir ini. mendorong Charles V mengadakan sidang kedua di kota yang sama pada tahun 1529. . kedua Reformator besar itu menyepakati banyak hal seperti yang tertuang dalam 15 artikel. Banyak daerah mengklaim dirinya sebagai teritori Lutheran dan bukan lagi Katolik Roma. Mana yang memilih Katolik dan mana yang memilih Lutheran. Hanya pada artikel terakhir. antara lain tentang doktrin Trinitas. Dibarengi semangat lokalisme yang menguat di kalangan elit politik. Melanchthon dan Oecolampadius. Setelah beberapa minggu berdebat. Hadir pula tokoh Reformator seperti Martin Bucer. Ternyata. karya Roh Kudus. khususnya di Eropa Barat dan Tengah. Atas prakarsa bangsawan Philip dari Hesse. Kondisi ini berubah drastis sejak 20 tahun pertama gerakan Reformasi Luther muncul. dosa asal. Elit politik Lutheran justru menganggap sidang ini sebagai kesempatan yang baik untuk mereka mengambil posisi secara formal. hal ini akan terus berkembang. Kondisi ini sangat mencemaskan otoritas gereja Roma. sifat Allah dan kemanusiaan Kristus. mampu mengecilkan hati kubu Luther. Sebagian besar elit politik di Jerman Utara memilih Lutheran sebagai "agama resmi" mereka yang baru. Tapi Zwingli tidak menerima kehadiran fisik Kristus dalam ekaristi sebagaimana diyakini Luther. jurang perbedaan mereka sama sekali tidak bisa dijembatani yaitu perihal Perjamuan Kudus. kekuasaan politis gereja Roma mencakup sekitar 300 teritori kecil dan besar."Pengakuan Tentang Perjamuan Kudus". doktrin pembenaran karena iman. Agar polemik tidak meluas dan merugikan perjuangan mereka. maka mereka berjanji tidak saling menyerang tentang hal ini. Dan tampaknya. Perdebatan ini mengancam keharmonisan gerakan Reformasi.

Untuk sementara waktu. . Pada bagian akhir memuat kritik terhadap pelbagai ajaran dan praktik gereja Roma seperti peran pasif jemaat dalam ibadah. Dalam sidang inilah. Sebelumnya. Charles V pun mulai menggalang kekuatan politik dari sesama sekutunya untuk mulai serangan militer terhadap elit politik Lutheran. hal ini meredam konflik Katolik dan Protestan. Mereka pun mengadopsi Pengakuan Iman Augsburg sebagai pengakuan yang resmi. Salah satu efek sidang-sidang terakhir adalah ketegangan antara Luther dan pendukungnya tidak lagi sebatas orang awam/rohaniwan dengan otoritas gereja. Namun karena situasi tidak menentu dan sangat membahayakan dirinya maka Luther diwakili oleh Melanchthon. membuat Charles V mengurungkan niat untuk menginvasi kota-kota Lutheran. Mereka yang menentang keputusan sidang kedua ini disebut sebagai kelompok "Protestan". Para bangsawan dari sebelas kota sepakat untuk mendirikan aliansi militer. Pengakuan ini disusun oleh Melanchthon berdasarkan tulisan-tulisan Luther dan beberapa teolog dari Wittenberg. Mereka pun menyatukan diri untuk menahan serangan Charles V. Bagi mereka. tahun 1930. Melanchthon merumuskan dan membacakan untuk pertama kalinya Pengakuan Iman Augsburg. para bangsawan Lutheran berkumpul di Schmalkalden pada bulan Desember 1530. Charles V menguatkan kembali keputusan otoritas gereja yang menyebutkan Luther dan pengikutnya sebagai sesat. Yang lebih penting lagi. Sebaliknya. Charles V menghimbau agar para bangsawan Eropa melupakan sementara konflik di antara mereka untuk bersatu menahan serangan bangsa Turki. Kabar ini diketahui oleh para bangsawan Lutheran. Pertama berisikan 21 pernyataan yang merupakan ringkasan doktrin dan kepercayaan Protestan. dan benar-benar melarang ajaran Luther masuk daerahnya. Gubernur dari Brandenburg. Pengakuan iman ini terdiri dari dua bagian besar. mereka mengeluarkan pakta bersama yang berbunyi bila salah satu kota diserang oleh Charles V maka kota lainnya akan turut membantu. Dari sinilah asal mula istilah "Protestan". Charles V dan sidang menolak pengakuan iman tersebut. Tapi penyerangan bangsa Turki ke Austria. Mereka mempunyai enam orang anak. mantan biarawati. Charles V juga memberikan ultimatum kepada elit politik yang masih ragu untuk segera kembali ke Katolik Roma. Setahun kemudian. kewajiban hidup selibat (tidak menikah) bagi rohaniwan dan lainnya. Charles V terpaksa melunakkan sikapnya agar bangsawan Lutheran mau membantunya.Pada sidang kedua ini. Hubungan mereka tidak "seharmonis" dulu. yang kemudian hari menjadi pengakuan iman gereja-gereja Lutheran. pengakuan iman itu adalah kristalisasi dari ajaran Luther yang justru dilarang gereja selama ini. Atas prakarsa Philip dari Hesse dan Elektor John dari Saxony. kembali sidang digelar di Augsburg. dan lainnya. Intervensi politis sepihak ini dan inkonsistensi dari sidang pertama diprotes oleh beberapa bangsawan seperti Elektor dari Saxony. Luther sendiri telah menikah dengan Catherine von Bora. Dia mengeluarkan dekrit tentang kebebasan beragama serta perjanjian perdamaian antara Katolik dan Protestan. Luther sekali lagi dipanggil untuk menghadap. Protestan bukanlah berarti "kembali kepada Alkitab" (pro testanum) sebagaimana yang sering kita kira. pada tahun 1525. Namun antarelit politik juga terbagi.

Luther kena infeksi telinga dan tenggorokan. gangguan jantung dan pencernaan. Luther tibatiba ingin keluar dari Wittenberg karena merasa tidak nyaman. Pada tahun 1541. Kira-kira sejak tahun 1538.Tahun-tahun Terakhir Luther Sepuluh tahun terakhir dalam hidupnya ditandai dengan kemunduran fisik maupun mental. namun juga menciptakan depresi yang dalam. Dalam keadaan depresi. Pada tahun 1545. Pada tanggal 22 Februari. Luther meninggal karena gagal jantung. Persis sebulan. Kesedihan di mana-mana mempengaruhi jiwa Luther menjadi semakin tertekan. Dia merasa banyak warga Wittenberg sudah kehilangan imannya. Luther tidak sungkan memasukan hujatan dalam tulisannya. tidak ada yang baru dari pemikiran Luther. Penyakitnya ini bukan hanya menggerogoti fisiknya. Wabah ini juga banyak merenggut jemaatnya. karena mengingat kondisi fisik Luther yang buruk dan usianya yang sudah lanjut. Luther mengalami delusi ini sampai beberapa tahun. Kepahitan hidupnya bertambah dengan meninggalnya. Disalin dari : Tulisan Jimmy Setiawan. Luther mengidap penyakit kencing batu. jenazah Luther kembali ke Wittenberg dan dikebumikan di gereja yang sama ketika dia memulai gerakan Reformasi. Luther menuliskan risalahnya yang paling sarkastis. Tapi niatnya ini dihalangi oleh pihak universitas dan Melachthon. Pada Januari 1546. kalaupun ada. setelah tiba di sana. Luther wafat dalam usianya yang ke-63. . tulisannya pada masa ini tampak lebih keras. Luther sempat berdelusi bahwa akhir zaman sudah dekat. Magdalena Luther. Luther dipanggil ke kota Eisleben untuk menjadi mediator perselisihan dua orang bangsawan dari Mansfield. namun cara penyampaiannya yang amat vulgar. anak perempuannya yang menjadi korban wabah penyakit di Wittenberg. Secara isi. tepatnya tanggal 17 Februari. "Menentang Kepausan Roma yang Didirikan Setan". Luther tidak lagi produktif dalam menghasilkan tulisan. Puncaknya pada tahun 1545.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful