TUGAS PERANCANGAN ALAT PROSES

“ OPERASI BOILER “

Disusun Oleh : RIKI IRWANDI (1007166059) YUDI ASTRANDANA ( 09

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2012

BAB I PENDAHULUAN Pada dasarnya boiler merupakan suatu wadah yang berfungsi sebagai pemanas air, panas pembakaran dialirkan ke air sampai terbentuk air panas atau steam. Steam pada tekanan tertentu kemudian digunakan untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Boiler merupakan bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air sampai terbentuk air panas atau steam berupa energi kerja. Air adalah media yang berguna dan murah untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Air panas atau steam pada tekanan dan suhu tertentu mempunyai nilai energi yang kemudian digunakan untuk mengalirkan panas dalam bentuk energi kalor ke suatu proses. Sistem pada boiler terdiri dari sistem umpan dan sistem bahan bakar. Sistem air umpan menyediakan air untuk boiler secar otomatis sesuai dengan kebutuhan steam. Sistem steam mengumpulkan dan mengontrol produksi steam dalam boiler. Pada keseluruhan sistem, tekanan steam diatur menggunakan kran dan dipantau dengan alat pemantau tekanan. Sistem bahan bakar adalah semua peralatan yang digunakan untuk menyediakan bahan bakar untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan. Peralatan yang digunakan dalam sistem bahan bakar tergantung pada jenis bahan bakar yang digunakan sistem. Air yang disuplai ke boiler untuk diubah menjadi steam disebut air umpan. Ada dua sumber air umpan: 1. Kondensat atau steam yang mengembun yang mengembun ke proses. 2. Air make up (air baku yang sudah diolah) yang harus diumpankan dari luar ruang boiler ke plant proses. Untuk mendapatkan efisiensi boiler yang lebih tinggi, digunakan economizer untuk memanaskan awal air umpan menggunakan limbah panas pada gas buang. Adalah suatu kenyataan bahwa sampai saat ini masih banyak kapal-kapal yang menggunakan instalasi tenaga uap, baik itu instalasi induk maupun untuk penggunaan pesawat bantu. Di kapal tanker uap hasil dari boiler tersebut biasanya di gunakan sebagai pemanas, baik pemanas bahan bakar, pemanas ruangan, pemanas air, pemanas cargo ataupun untuk keperluan yang lain sehingga operasional kapal dapat berjalan lancar. Hal yang mutlak bagi kelancaran operasional permesinan yang membutuhkan uap panas pelayanan dapat terganggu jika penghasilan uap panas ada masalah karena kita tidak tahu cara pengoperasian yang aman dan benar sehingga boiler mengalami gangguan atau mengalami kerusakan. Di latar belakangi pentingnya pengoperasian boiler yang aman dan benar untuk menunjang kinerjanya agar selalu dalam keadaan yang selalu siap beroperasi dan prima maka kami akan mencoba menguraikan dalam makalah ini dengan judul: “OPERASI BOILER”

exhaust for flue gas. Steamdialirkan melalui sistem pemipaan ke titik pengguna.1. dan tekanan-temperatur tinggi (high pressure/HP). Berdasarkan ketiga hal tersebut sistem boiler mengenal keadaan tekanan-temperatur rendah (low pressure/LP). Sistem air umpan menyediakan air untuk boiler secara otomatis sesuai dengan kebutuhan steam. sistem steam. 2. Proses Kerja Boiler Energi kalor yang dibangkitkan dalam sistem boiler memiliki nilai tekanan. dengan perbedaan itu pemanfaatansteam yang keluar dari sistem boiler dimanfaatkan dalam suatu proses untuk memanasakan cairan dan menjalankan suatu mesin (commercial and industrial boilers). berikut komponen-komponen boiler :  Furnace Komponen ini merupakan tempat pembakaran bahan bakar. Jika pemakaian uap berubah-ubah. 2. dan laju aliran yang menentukan pemanfaatan steam yang akan digunakan. . temperatur. yang memanfaatkan tekanan-temperatur tinggi untuk membangkitkan energi listrik. atau membangkitkan energi listrik dengan merubah energi kalor menjadi energi mekanik kemudian memutar generator sehingga menghasilkan energi listrik (power boilers). Sistem steammengumpulkan dan mengontrol produksi steam dalam boiler. Kadar air yang di hasilkan pada uap panas harus sedikit mungkit. dan tekanannya lebih besar dari satu atmosfer. tekanan steam diatur menggunakan kran dan dipantau dengan alat pemantau tekanan. 3. Berbagai kran disediakan untuk keperluan perawatan dan perbaikan dari sistem air umpan. Kalau memakai alat pemanas lanjut uap. maka suhu uap pada pemakaian uap yang terakhir tidak berubah terlalu banyak. perlu diketahui komponen dari boiler yang mendukung teciptanya steam. burner. 5. Sebelum menjelaskan keanekaragaman boiler. Namun. Uap harus di bentuk dengan jumblah bahan bakar sehemat mungkin. dan sistem bahan bakar. ruang perapian. charge and discharge door. Boiler atau ketel uap harus mempunyai persyaratan sebagai berikut: 1. Pada keseluruhan sistem. Dapat menghasilkan uap dengan berat tertentu dalam waktu tertentu pula. 4. Beberapa bagian dari furnace siantaranya : refractory. kemudian sisa steam dari turbin dengan keadaan tekanan-temperatur rendah dapat dimanfaatkan ke dalam proses industri dengan bantuan heat recovery boiler. ada juga yang menggabungkan kedua sistem boiler tersebut. Peralatan yang diperlukan pada sistem bahan bakar tergantung pada jenis bahan bakar yang digunakan pada sistem. maka tekanan uap tidak boleh berubah banyak. Sistem bahan bakar adalah semua perlatan yang digunakan untuk menyediakan bahan bakar untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan.BAB II PEMBAHASAN Sebuah boiler atau ketel uap harus di lengkapi paralatan dapat membantu kinerjanya sehingga operasional boiler berjalan dengan aman. penanganan air umpan diperlukan sebagai bentuk pemeliharaan untuk mencegah terjadi kerusakan dari sistem steam. Sistem boiler terdiri dari sistem air umpan.

 Blowdown valve Komponen ini merupakan saluran yang berfungsi membuang endapan yang berada di dalam pipa steam.  Safety valve Komponen ini merupakan saluran buang steam jika terjadi keadaan dimana tekanan steam melebihi kemampuan boiler menahan tekanan steam. Steam masih bersifat jenuh (saturated steam). . Steam Drum Komponen ini merupakan tempat penampungan air panas dan pembangkitan steam.  Superheater Komponen ini merupakan tempat pengeringan steam dan siap dikirim melalui main steam pipe dan siap untuk menggerakkan turbin uap atau menjalankan proses industri.  Economizer Komponen ini merupakan ruangan pemanas yang digunakan untuk memanaskan air dari air yang terkondensasi dari sistem sebelumnya maupun air umpan baru.  Air Heater Komponen ini merupakan ruangan pemanas yang digunakan untuk memanaskan udara luar yang diserap untuk meminimalisasi udara yang lembab yang akan masuk ke dalam tungku pembakaran.

Berdasarkan tipe pipa :  Fire Tube Tipe boiler pipa api memiliki karakteristik : menghasilkan kapasitas dan tekanan steam yang rendah. dan portable diperbaiki. Berbagai bentuk boiler telah berkembang mengikuti kemajuan teknologi dan evaluasi dari produk-produk boiler sebelumnya yang dipengaruhi oleh gas buang boiler yang mempengaruhi lingkungan dan produk steamseperti apa yang akan dihasilkan. kemudian panas yang dihasilkan memanaskan pipa yang berisi air dan sebelumnya air tersebut dikondisikan terlebih dahulu melalui economizer. Hal ini merupakan faktor utama yang harus diperhatikan terhadap tipe ini. Didalam pipa air. Sampai tekanan dan temperatur sesuai. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan tipe pipa No. perlu diketahui keanekaragaman boiler.5 Investasi awal boiler ini murah TPH) jika diabndingkan dengan water tube Tempat pembakarannya sulit Bentuknya lebihcompact dijangkau untuk dibersihkan. karena Tidak membutuhkan area yang banyak energi kalor yang terbuang besar untuk 1 HP boiler langsung menuju stack Kapasitas steam besar sampai 2 Water Tube Proses konstruksi lebih detail 450 TPH .2. dan komponen pembentuk sistem boiler.1. Besar dan konstruksi boiler mempengaruhi kapasitas dan tekanan yang dihasilkan boiler tersebut. Tidak untuk tekanan rendah 18 bar membutuhkan settingkhusus Kapasitas steam relatif kecil (13. Klasifikasi Boiler Setelah mengetahui proses singkat. air yang mengalir harus dikondisikan terhadap mineral atau kandungan lainnya yang larut di dalam air tesebut. Cara Kerja : proses pengapian terjadi diluar pipa. Cara kerja : proses pengapian terjadi didalam pipa. Nilai effisiensinya rendah. melalui tahap secondary superheater dan primary superheater baru steamdilepaskan ke pipa utama distribusi. Berikut klasifikasi boiler yang telah dikembangkan: 2. sistem boiler.2.1. Tipe Boiler Keuntungan Kerugian Proses pemasangan mudah dan Tekanan operasi steamterbatas 1 Fire Tube cepat. Tabel 2. kemudian panas yang dihasilkan dihantarkan langsung kedalam boiler yang berisi air. dan diperiksa kondisinya.  Water Tube Tipe boiler pipa air memiliki karakteristik : menghasilkan kapasitas dan tekanan steam yang tinggi. kemudiansteam yang dihasilkan terlebih dahulu dikumpulkan di dalam sebuahsteam-drum.2.

2. dibutuhkan area yang luas 2. Berdasarkan bahan bakar yang digunakan :  Solid Fuel Tipe boiler bahan bakar padat memiliki karakteristik : harga bahan baku pembakaran relatif lebih murah dibandingkan dengan boiler yang menggunakan bahan bakar cair dan listrik. IDO. karena tinggi dari fire tube boiler lebih sensitif untuk sistem ini. Nilai effisiensi dari tipe ini lebih baik jika dibandingkan dengan semua tipe boiler berdasarkan bahan bakar. Cara kerja : pembakaran yang terjadi akibat percampuran bahan bakar gas (LNG) dengan oksigen dan sumber panas. lebih besar. kayu) dengan oksigen dan sumber panas. Cara kerja : pemanasan yang terjadi akibat pembakaran antara percampuran bahan bakar padat (batu bara. kerosin) dengan oksigen dan sumber panas. Cara kerja : pemanasan yang terjadi akibat pembakaran antara percampuran bahan bakar cair (solar.Tekanan operasi mencapai 100 Investasi awal relatif lebih mahal bar Penanganan air yang masuk ke Nilai effisiensinya relatif lebih dalam boiler perlu dijaga. Nilai effisiensi dari tipe ini lebih baik jika dibandingkan dengan boiler tipe listrik. Nilai effisiensi dari tipe ini lebih baik jika dibandingkan dengan boiler bahan bakar padat dan listrik.  Oil Fuel Tipe boiler bahan bakar cair memiliki karakteristik : harga bahan baku pembakaran paling mahal dibandingkan dengan semua tipe. perlu komponen pendukung untuk hal ini Karena mampu menghasilkan Tungku mudah dijangkau kapasitas dan tekanan steam yang untuk melakukan pemeriksaan. maka konstruksinya pembersihan.  Electric Tipe boiler listrik memiliki karakteristik : harga bahan baku pemanasan relatif lebih murah dibandingkan dengan boiler yang menggunakan bahan bakar cair. sampah kota. dan perbaikan.2. Nilai effisiensi dari tipe ini paling rendah jika dbandingkan dengan semua tipe boiler berdasarkan bahan bakarnya. Cara kerja : pemanasan yang terjadi akibat sumber listrik yang menyuplai sumber panas. baggase. residu. rejected product.  Gaseous Fuel Tipe boiler bahan bakar gas memiliki karakteristik : harga bahan baku pembakaran paling murah dibandingkan dengan semua tipe boiler. .

. Murah konstruksinya. rendah. 2. harus ada jalur distribusi. Sisa pembakaran tidak banyak Harga bahan baku paling mahal. Sulit didapatkan bahan bakunya. 2 Oil Fuel Kerugian Sisa pembakaran sulit dibersihkan Sulit mendapatkan bahan baku yang baik.3. Berdasarkan kegunaan boiler :  Power Boiler Tipe power boiler memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam sebagai pembangkit listrik.Tabel 2. Bahan bakunya mudah didapatkan. hasil steam yang dihasilkan memiliki kapasitas yang besar dan tekanan yang sedang. Cara kerja : steam yang dihasilkan boiler ini menggunakan tipe water tube boiler.2.2. 3 Gaseous Fuel 4 Electric Paling mudah perawatannya. dan lebih mudah dibersihkan. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan bahan bakar. hasil steam yang dihasilkan memiliki tekanan dan kapasitas yang besar. sehingga mampu memutar steam turbin dan menghasilkan listrik dari generator. Mudah konstruksinya dan Temperatur pembakaran paling mudah didapatkan sumbernya. Paling buruk nilai effisiensinya. Mahal konstruksinya. dan sisa steam digunakan untuk menjalankan proses industri. Mahal konstruksinya. Paling baik nilai effisiensinya. 1 Tipe Boiler Solid Fuel Keuntungan Bahan baku mudah didapatkan.  Industrial Boiler Tipe industrial boiler memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam atau air panas untuk menjalankan proses industri dan sebagai tambahan pemanas. Cara kerja : steam yang dihasilkan boiler ini dapat menggunakan tipe water tube atau fire tube boiler. Harga bahan bakar paling murah. No.  Commercial Boiler Tipe commercial boiler memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam atau air panas sebagai pemanas dan sebagai tambahan untuk menjalankan proses operasi komersial.

Cara kerja : steam yang dihasilkan boiler ini dapat menggunakan tipe water tube atau fire tube boiler. Tabel 2. Konstruksi awal relatif murah. 5 Heat Recovery Boiler Penanganan boiler lebih mudah.  Residential Boiler Tipe residential boiler memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam atau air panas tekanan rendah yang digunakan untuk perumahan. Steam yang dihasilkan memiliki tekanan rendah. Steam yang dihasilkan memiliki tekanan rendah. Steam yang dihasilkan memiliki tekanan rendah. 3 Commercial Boiler Penanganan boiler lebih mudah.3. Konstruksi awal relatif murah. 4 Residential Boiler Penanganan boiler lebih mudah. hasil steam yang dihasilkan memiliki kapasitas yang besar dan tekanan yang rendah. hasil steam yang dihasilkan memiliki tekanan dan kapasitas yang besar. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan kegunaan. Konstruksi awal relatif murah. Steam yang dihasilkan memiliki tekanan tinggi Penanganan boiler lebih mudah. No. hasil steam yang dihasilkan memiliki tekanan dan kapasitas yang rendah  Heat Recovery Boiler Tipe heat recovery boiler memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam dari uap panas yang tidak terpakai. Hasilsteam ini digunakan untuk menjalankan proses industri. Cara kerja : steam yang dihasilkan boiler ini menggunakan tipe fire tube boiler. Kerugian 1 Power Boiler Konstruksi awal relatif mahal. Konstruksi awal relatif murah. 2 Industrial Boiler . Perlu diperhatikan faktor safety. Tipe Boiler Keuntungan Dapat menghasilkan listrik dan sisa steamdapat menjalankan proses industri. Cara kerja : steam yang dihasilkan boiler ini menggunakan tipe water tube boiler atau fire tube boiler. Steam yang dihasilkan memiliki tekanan rendah.

4. pengiriman langsung dalam bentuk boiler. Dibutuhkan waktu yang Komponen-komponen boiler singkat untuk mengoprasikan tergantung pada produsen boiler. rumit . 1 Tipe Boiler Low Pressure Keuntungan Kerugian Tekanan rendah sehingga Tekanan yang dihasilkan rendah.2.5. setelah proses pengiriman. setelah pengiriman. pengiriman dilakukan per komponen. penanganannya tidak terlalu tidak dapat membangkitkan listrik. Berdasarkan konstruksi boiler :  Package Boiler Tipe package boiler memiliki karakteristik : perakitan boiler dilakukan di pabrik pembuat. 2 Tekanan dan kapasitas Site Erected Boiler kerjanya dapat disesuaikan keinginan.  Low Pressure Boilers Tipe low pressure boiler memiliki karakteristik : tipe ini memiliki tekanan steam operasi kurang dari 15 psig atau menghasilkan air panas dengan tekanan dibawah 160 psig atau temperatur dibawah 250 0F  High Pressure Boilers Tipe high pressure boiler memiliki karakteristik : tipe ini memiliki tekanan steam operasi diatas 15 psig atau menghasilkan air panas dengan tekanan diatas 160 psig atau temperatur diatas 250 0F Tabel 2. memakan biaya yang mahal. Berdasarkan tekanan kerja boiler : Sulit pengirimannya. Kerugian Terbatas tekanan dan kapasitas kerjanya.5. Tabel 2. 1 Tipe Boiler Package Boiler Keuntungan Mudah pengirimannya. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan tekanan kerja. No. No.4. Komponen-komponen boiler dapat dipadukan dengan produsen lain.2. 2. Perlu waktu yang cukup lama setelah boiler berdiri.  Site Erected Boiler Tipe site erected boiler memiliki karakteristik : perakitan boiler dilakukan di tempat akan berdirinya boiler tersebut. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan konstruksi.2.

 Fluidized Coal Cara kerja : proses ini menghancurkan batu bara dengan crusher.Area yang dibutuhkan tidak terlalu besar. untuk mengoprasikan proses industri Area yang dibutuhkan besar dan biaya konstruksi lebih mahal darilow pressure boiler 2. dan biaya konstruksi tidak lebih mahal dari high pressure boiler Tekanan yang dihasilkan tinggi sehingga dapat Tekanan tinggi sehingga membangkitkan listrik dan penanganannya perlu diperhatikan sisanya dapat didaur ulang aspek keselamatannya.6. pemanasan yang terjadi lebih merata. bahan bakar padat dimasukkan kedalam ruang pembakaran melalui conveyor ataupun manual. . kemudian batu bara berupa bubuk ini disemprotkan ke dalam ruang pembakaran.2. padat. batu bara akan langsung membara jika mengenai pasir. Setelah tercapai temperatur yang sesuai. dan gas untuk melakukan pembakaran. Pada proses ini pembakaran dilakukan dalam lapisan pasir. Cara kerja : bahan bakar cair digunakan sebagai preliminary firing fuel dimasukkan kedalam ruang pembakaran melalui oil gun.  Firing Combustion Tipe firing memiliki karakteristik : tipe ini memanfaatkan bahan bakar cair.  Pulverized Coal Cara kerja : proses ini menghancurkan batu bara dengan ball mill atau roller mill sehingga batu bara memiliki ukuran kurang dari 1 mm. sehingga batu bara memiliki ukuran kurang dari 2 mm. Tipe ini memiliki sisa pembakaran yang harus diatangani berupa bottom ash atau fly ash yang dapat mencemari lingkungan. pembakaran diambil alih oleh coal nozzle atau gas nozzle. Berdasarkan cara pembakaran bahan bakar : 2 High Pressure  Stoker Combustion Tipe stoker combustion memiliki karakteristik : tipe ini memanfaatkan bahan bakar padat untuk melakukan pembakaran.

2. pembakaran lebih banyak Panas yang dihasilkan kurang merata jika tidak ada komponen pendukung. Proses pembakaran lebih merata pada tungku pembakaran.6. perlu nozzle. Berdasarkan material penyusun boiler : Konstruksi relatif rumit. Konstruksi lebih rumit. Effisiensi relatif rendah Konstruksinya rumit dan Efisiensi relatif tinggi membutuhkan dana investasi yang mahal.7. Keuntungan 2 Pulverized  Steel Tipe boiler dari bahan steel memiliki karakteristik : bahan baku utama boiler terbuat menggunakan steel pada daerah steam.Tabel 2. Dapat dialiri steamuntuk tekanan tinggi. Konstruksinya rumit dan membutuhkan dana investasi yang mahal. . 1 Tipe Boiler Stoker Combustion Kerugian Limbah yang diproduksi Konstruksinya relatif sederhana. No. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan pembakaran. Tabel 2. No. Kerugian Biaya relatif mahal.  Cast Iron Tipe boiler dari bahan cast iron memiliki karakteristik : bahan baku utama boiler terbuat menggunakan besi cor pada daerah steam. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan material. 1 Tipe Boiler Steel Keuntungan Kuat dan tahan lama. 3 Fluidized Bed Efisiensi relatif tinggi Suhu pembakaran tidak mencapai suhu 10000C sehingga tidak menimbulkan NOX 4 Firing Limbah yang diproduksi pembakaran lebih sedikit Panas yang dihasilkan lebih merata 2.7.

dan tutup kembali setelah itu udara yang masuk ke dalam boiler dibuang.Petunjuk tekanan ditempatkan dibawah sehingga mudah untuk dilihat. 2. Segera lakukan tindakan yang perlu dilakukan jika ada kebocoran pada sistem ini. Water level gauge Drain cock harus ditutup penuh juga gauge cock bagian atas dan bawah dari petunjuk level air. Buka kran ventilasi udara secara penuh ketika steam pertama kali dialirkan. Jaga kran stop air pengisian selalu terbuka untuk menambah air tiap saat guna level air dapat terkontrol. 8. 2.3. Pressure gauge atau penunjuk tekanan Yakinkan Drain Cock terbuka penuh dan jarum menunjukkan angka nol.1. . yakinkan bahwa level air yang diinginkan dari drum boiler dapat diindikasi oleh petunjuk level air. 5. cek unit lainnya secara teliti dan cermat. Rentan dan mudah rusak. yakinkan bahwa kran tertutup penuh. Steam Stop Valve atau Kran Stop Uap. Yakinkan tidak ada kesalahan yang terjadi dalam membuka kran pembagi secara manual (The Manual Valve Opening Device) dan juga pipa drain pada body di buka. Konstruksi lebih sederhana. Dapat dialiri steam untuk tekanan yang terbatas. 3. Valve atau Kran Ventilasi Udara. Pengoperasian Boiler 2. 1.2 Cast Iron Biaya relatif murah. Hindari kesalahan selama pengoperasian. 4. 6. PersiapanPengoperasian. 7. Bagaimanapun juga petunjuk level air menunjukkan bahwa level air tidak boleh berada di bawah dari level air yang aman di saat terjadi perubahan naik turunnya level air secara berkala terhadap kenaikan suhu air pada boiler. Blowdown down Valve Yakinkan kran tengah dan kran blow down di kapal tertutup penuh. Tutup kran pengecek air pengisian agar tidak ada penambahan dalam pemakaian kapasitas air pengisian yang berlebihan. Other Unit atau Unit Lainnya. Yakinkan bahwa alat-alat di bawah ini telah dilakukan pengecekan sebelum pengoperasian boiler dilakukan. Water Feed Valve atau Kran Air Pengisian. Dengan membuka atau menutup pengendali kran ini.3. Safety Valve atau Kran Keamanan. Air Vent.

Pemanasan dilakukan sampai mencapai suhu sekitar 10° C dibawah titik nyala dan viscositasnya kira-kira 2° Engler. Pengoperasian Boiler 2.2. maka akan timbul kesukaran selama dalam perjalanan ke pembakaran dikarenakan suhu yang tinggi mengakibatkan pengendapan pada pipa yang nantinya akan melekat di pipa sehingga akan memperkecil saluran pipa.3. Dengan suhu setinggi mungkin minyak dapat dengan mudah dipompakan sampai di pembakaran oleh karena viscositas yang sudah rendah maka pengabutan minyak akan berjalan dengan lancar dan segera bisa dibakar. Pembakaran Bahan Bakar. hidrogen (H) dan sedikit belerang (S). Supaya minyak menjadi encer sehingga mudah dipisahkan atau dibersihkan dari kotoran serta mencapai viscosity pengabutan yang sempurna. 2. Bahan bakar minyak pada dasarnya mengandung unsur-unsur kimia karbon (C). 2. Maksud diadakannya pemanasan pada bahan bakar adalah : 1.  Minyak harus dipanasi lebih dahulu sampai suhu tertentu.3. Untuk itu cara memasukkan udara ke dalam dapur pembakaran mengikuti arah suatu perputaran.4.  Udara yang masuk mempunyai kecepatan yang cukup dan mempunyai cara penyampuran dengan bahan bakar dengan baik sehingga tiap bagian dari minyak terbakar habis.3.  Saat meninggalkan mulut pembakaran minyak mempunyai kecepatan yang cukup dan dalam keadaan dikabutkan bisa terbakar dan tidak akan mengenai dinding pembakaran. Masing-masing unsur tersebut dalam proses pembakaran dengan unsur oksigen (O2) dari udara akan menimbulkan panas. dan udara yang masuk harus dipanasi agar bisa membantu terlaksananya pembakaran. Feed Water to the boiler atau air pengisian ke boiler .1.3. maka perbandingan antara jumlah minyak dan udara harus baik.4. Untuk dapat mencapai suatu pembakaran yang sempurna. Agar diperoleh pembakaran yang sempurna dibutuhkan :  Minyak opak ketel harus bersih dari segala kotoran yang sifatnya padat atau cair. 2.3. Jika pemanasan melampaui titik nyala. Secara sederhana reaksi kimia dalam proses pembakaran tersebut dapat dituliskan sebagai berikut : C + O2 ® CO2 + panas ® 2H2O + panas ® SO2 + panas 2H2 + O2 S + O2 Dari reaksi diatas ternyata pada proses pembakaran dihasilkan H2O yaitu air.2 Pemanasan Bahan Bakar Salah satu syarat sempurnanya pembakaran bahan bakar adalah adanya pemanasan dan penyampuran yang baik antara bahan bakar dengan udara juga adanya panas yang sesuai. Disinilah yang menyebabkan perbedaan pendapat terhadap jumlah panas yang dihasilkan.

Pindahkan pompa pengisian dari manual ke otomatis. Pastikan compound gauge dan pressure gauge bekerja dengan normal Cek sistem pipa dari kebocoran. Tutup kran cock dari kran pengembalian bahan bakar. Tekan tombol untuk pengoperasian pompa pengisian dan pastikan pilot lamp menyala. . o Buka kran uap utama perlahan-lahan untuk mencegah ketukan air dalam sistem. pilot lamp menyala untuk level air rendah juga buzzer alarm level air rendah.        Buka semua kran air pengisian dari tangki cascade ke boiler begitu juga dengan ventilasi udara dari feed pump dan sistemnya.3. Naikkan setting dari alarm termostat suhu rendah sesuai sirkulasi dari bahan bakar. Buka cock ventilasi udara pada pipa pengembalian bahan bakar untuk semua pembuangan udara dari sisem.2. Cek sistem bahan bakar dari kebocoran. dan ujung nozzle. Pastikan motor pompa pengisian berjalan dengan halus dan panasnya tidak berlebihan.4.3. Nyalakan sumber tebaga dari boiler. 2. tingkat pengabutan dan stabilitas penyalaan o Warna asap.4.2.3. suhu minyak. Shut down atau pembuangan   Menaikan tekanan uap mendekati maksimum tekana kerja normal Tutup kran uap utama.3.  Pembuangan air setiap 35 menit. o Periksa sistem dari kebocoran  2. nyalakan termostat alarm pada suhu normal.  Pembakaran mulai beberapa detik setelah lampu pilot pembakaran menyala.4. juga udara ventilasi dari sistem bahan bakar dan pompa pengisian. 2.4. Juga pilih pompa pengisian No. bocornya gasbuang dari sisi atas dan pelindung. Pindahkan pembakaran ke pengoperasian otomatis dan pindahkan switch pembakaran ke posisi ON.1 atau No.  Pemeriksaan saat pembakaran o Warna. Hidupkan stop switch untuk alarm buzzer level air rendah. Pembakaran Jika suhu pemanasan bahan bakar sudah sesuai dan tidak ada masalah dalam setiap unitnya. Pastikan bahwa termometer mencatat sesuai dengan suhun pemanasan bahan bakar dan tidak ada kebocoran saat melewati pipa nozzle. o Jika terjadi masalah segera hentikan pembakaran dan cek tekanan minyak. Ventilasi udara dari sirkulasi bahan bakar         Buka semua kran sistem bahan bakar. blow off permukaan air. o Getaran tidak normal. Pastikan motor poma bahan bakar dan fan force drop berjalan lembut dan panasnya terkontrol.

Pengolahan logam murni untuk penerapan praktis terjadi melalui proses reduksi sebagai berikut : MeO + R ® Me + RO MeO adalah oksida logam.  Penyentuhan setempat (pembentukan kubangan. dalam arti kata dalam bentuk boiler. periksa level air dalam tanki cascade dari jumblah minyak dalam tanki harian sebelum penutupan kran utama.Pembakaran di nyalakan kembali.1.5. R sarana reduksi. logam akan mencoba kembali ke bentuk asalnya yaitu oksida. Pencegahannya terutama terletak di bidang konstruksi.4. sedangkan korosi di sisi gas lebih rumit.4. Karena itu oksida dianggap sebagai gejala alami. Rancangan boiler masa kini terutama di tunjukkan pada pencegahan korosi di sisi gas asap. pengaturan suhu pendingin gas asap. seperti berlangsung dalam dapur tinggi adalah sebagai berikut : Fe2 O3 + 3CO ® 2Fe + 3CO2 Walaupun kebanyakan logam tidak dalam bentuk murnimnya tetapi di terapkan sebagai paduan.  2. Cold starting atau jalankan pada kondisi dingin Keyika tekanan uap jatuh pada nol atau khususnya dalam kasus ini adalah percobaan pengoperasian atau boiler baru. perhatikan hal-hal di bawah ini : Sejak bagian dalam boiler dingin hindari penyalaan pembakaran tiba-tiba. Me logam dan RO oksida sarana reduksi. Jangan menikan tekanan uap tiba-tiba tapi ambil waktu yang baik sampai tekanan naik ke 1 Kg/cm². mendekati maksimum tekanan kerja normal.  Tutup kran sistem pengisian. dalam arti kata bersenyawa dengan zat asam.  Periksa semua sistem dan lakukan tindakan yang perlu dilakukan untuk mencegah hal-hal yamh tidak diingikan. tekan pengunci penghentian pengoperasian dan putus sumber tenaga listrik.4. Korosi pada boiler 2. lekukan). Matikan switch pembakaran. perak dan platina logam terdapat dalam alam sebagai oksida. . pola pemipaan.   2. Terkecuali logam mulia emas. dan sebagainya. Korosi dapat di bagi dalam arti manifestasinya. Dalam bab ini akan diuraikan berbagai bentuk korosi yang terdapat pada boiler.4. Bentuk Korosi Pada Boiler. letak pemanas lanjut. Korosi di sisi air dapat di cegah dengan penanganan air secara baik. Korosi dapat terjadi di sisi air dan di sisi gas asap bahan. Misalnya reduksi Fe2O3 dengan CO. Yang di maksud dengan korosi adalah penyentuhan yang tidak disukai pada bahan oleh pengaruh kimia dipermukaannya. yaitu :  Penyentuhan di seluruh permukaan. Pemberantasannya setiap tahun membutuhkan biaya yang sangat besar untuk perbaikan dan sarana pemberantasan di satu pihak dan rugi bahan di lain pihak.

pipa air dan economiser. yaitu penyentuhan di batas-batas kristal pada atau dekat bawah permukaan. Korosi oleh garam Korosi magnesium klorida pada boiler terjadi sampai berakar. dimana sering terjadi dalam bagianbagian menunjukkan untuk kuatnya panas dimana gelembung-gelembung udara sukar untuk di lepaskan. Korosi oleh uap panas yang nerlebihan. c. Garis antar kristal. Jika. kejadian ini bagian dalam ruangan uap dimana kurangnya pergantian air. Asam karbon hasil dari karbon dioxida ketika pelarutan dalam air dan bereaksi dengan besi untuk menghasilkan karbon besi. tidak bersihnya pembersihan dalam boiler. b. d. Korosi yang di sebabkan oleh zat-zat lain  Reaksi gas dalam air boiler Besi berkarat atau berkorosi akibat terendam dalam air atau suhu yang tinggi dan pemakaian bahan yang mudah korosif.  Korosi oleh alam Satu bagian dari pengubangan atau pelubangan. Karbon besi bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan oksida besi kedua. Sejak proses reaksi ini berlangsung di mana karbon dioksida terbebaskan. Dalam kasus ini terkandungnya oksigen dalam penyediaan air sangat bagus untuk pengubangan atau pelubangan. Penyebab Korosi Pada Boiler a.  Koroso elektro kimia 2. Pengkorosian disebabkan oleh air boiler Korosi akan terjadi pada bagian dimana air di uapkan secara terus-menerus bila corong asap di atas ruang pembakaran dan menunjukkan pipa air menuju ruang pembakaran. Keadian ini karena terpisahnya hasil asam hidroklorik dalam air boiler dan ini tidak berhenti dalam pelubangan tapi berhenti dalam bentuk karat skala ikan melakukan perluasan. perluasan area pengkorosian di sebabkan oleh terpisahnya asam-asam dalam air boiler dan terpisahnya asam besar/gemuk dari binatang atau tanaman tenunan dalam air boiler. tidak cukupnya sirkulasi air boiler dan pemakaian berlebihan. dengan demikian mempercepat siklus pengkorosian lainnya.2. Beberapa penyebab terjadinya korosi adalah kelalaian dalam blow off.4. jalannya air dari drum boiler dan pipa-pipa. Bagian lain adalah menurut mekanisme korosi :  Korosi kimia murni. bagaimanapun melakukan pencucian dengan reaksi kimia akan memperlambat terjadinya korosi. saat beberapa korosi terjadi segera atasi dengan reaksi kimia. . ketika reaksi berlangsung cepat maka korosi terjadi tidak sampai mengakar.

Sedangkan air boiler adalah air yang telah ikut atau mengalami peredaran dalam siklus terjadinya uap.1. Uap di kondensasi lagi dan sebagai air suling di simpan dalam tanki persediaan. yaitu : • Sejauh mungkin gas O2 dan CO2 terbatas.3. rugi ini harus di ganti. Suhu campuran kira-kira 110ºC. Di kapal laut. Sebuah alat pemanas muka campur. Selama peredaran lingkar terdapat rugi air 2%. Dengan zat-zat lainnya dalam air boiler di coagulasi menjadi lumpur halus mengambang yang dengan mudah dapat di kuras. Syarat air pengisi boiler Pada prinsipnya air pengisi harus memenuhi beberapa syarat. Pengertian air boiler dan air pengisi boiler Kita memerlukan air yang sangat murni untuk mengisi boiler dan untuk menambah akibat dari kebocoran yang terjadi dalam peredaran lingkar yaitu memanaskan — menguap — mengkondensasi dengan maksud memberi energi. 2. 2. Untuk maksud ini berbagai pesawat terdapat dalam peredaran lingkar yaitu ketel uap — turbin — kondensor dan pesawat bantu lainnya seperti pompa.5. maka harus dalam keadaan yang dapat di keluarkan dari boiler. dan jadi uap lagi. pemanas bahan bakar dan sebagainya.2. hal ini di lakukan degan penguapan air laut. Jadi pengertian dari air pengisi boiler adalah air yang di sediakan untuk menambah air boiler yang telah hilang dalam peredaran lingkar.5. cenderung Ph ke arah basa. • Jika air pengisi boiler terjadi endapan. dari tanki ini di masukkan kembali dalam peredaran lingkar tetapi masih banyak kapal mengambil persediaan air pengisi boiler dari darat.5.Uap adalah pemisah dalam hidrogen dan oksigen ketika suhu dari permukaan baja naik menjadi 400 degrees centrigrade atau lebih tinggi. Oksigen adalah pengkorosi bagian penampang baja. • Kadar garam dapur (NaCl dan Na2SO4) serendah mungkin sebab garam ini menyebabkan air boiler mendidih. pembuang gas atau pembuang angin. • Air pengisi harus bersifat tidak agresif pada besi. Bikarbonat diuraikan sebagai berikut : Ca(HCO3)2 Mg(HCO3)2 + + Q ® Q ® Mg(OH)2¯ CaCO3 + 2CO2 ¯ + H2O + CO2 CaCO3 dan Mg(OH)2 sebagai lumpur halus oleh air di bawa ke dalam boiler. Penanganan air boiler dan air pengisi boiler  Pelunakan thermis pada air pengisi boiler Hal ini dilakukan di luar boiler di dalam apa yang di sebut deaerator.  Pelunakan kimia pada air boiler . Air Boiler dan Air Pengisi Boiler 2. di mana kondensat di campur dengan uap. 2.5. pemanas muatan. yang terlarut dalam air boiler menyebabkan terjadinya reaksi oksidasi terhadap logam atau pipa besi pada boiler. hingga di kondensasi.

berarti bahwa ion Ca++ dan Mg++ yang terikat pada HCO3– hilang. karena ionion H+ di tarik dari air juga di pertahankan adanya kelebihan PO4– sebanyak 15 s/d 25ppm PO4. Pelunakan air perlu karena pada kondensor yang agak bocor Ca++ dan Mg++ masuk ke dalam sistem air pendingin. Ca++ dan Mg++ harus terikat sedemikian rupa sehingga zat yang tidak menghasilkan endapan yang membahayakan (batu boiler) dan mudah dapat di kuras. dan HidrasinFosfatKhlorida (cl). Alkalinitas-p. Dengan ini suplai Ca++ dan Mg++ masuk ke dalam sistem. sedangkan Ph air naik.Setelah pelunakan thermis. juga karena alasan lain bahwa air boiler mempunyai Ph tertentu (korosi). Zat asam. kini dalam air masih ada Na++. Na2Co3 dalam keadaan tertentu terurai sebagai berikut : Na2CO3 ® 2Na+ + Co3– – Dalam boiler timbul CO2 yang tidak dikehendaki. yaitu :Ph.  Pengawasan terhadap air boiler dan air pengisi boiler. Alkalinitas-m. Pada dasarnya pengawasan yang di lakukan pada air boiler dan air pengisi boiler adalah sama yang meliputi beberapa hal. Pelunakan air di katakan di bawah kontrol apabila di pertahankan kelebihan PO4 tertentu untuk Ca++ dan Ph tertentu untuk Mg++. Pada kelebihan PO4 tidak ada lagi Ca++ karena diubah menjadi : 2PO4 + 3Ca++ ® Ca3(PO4)2 ¯ Fosfat kalsium tudak larut dan di singkirkan pada aktu pengurasan. . SO4– – dan Cl–. Untuk pelunakan kimia ini dapat di pergunakan Na2Co3 (soda). kekerasan sementara hilang.

Boiler merupakan bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air sampai terbentuk air panas atau steam berupa energi kerja.  Sistem boiler mengenal keadaan tekanan-temperatur rendah (low pressure/LP). Pencegahannya terutama terletak di bidang konstruksi.  Pada dasarnya pengawasan yang di lakukan pada air boiler dan air pengisi boiler adalah sama yang meliputi beberapa hal. yaitu :Ph. dan sebagainya. Steam pada tekanan tertentu kemudian digunakan untuk mengalirkan panas ke suatu proses. . dan HidrasinFosfatKhlorida (cl). letak pemanas lanjut. Alkalinitas-p.  Air yang disuplai ke boiler untuk diubah menjadi steam disebut air umpan.  Korosi dapat terjadi di sisi air dan di sisi gas asap bahan. Kondensat atau steam yang mengembun yang mengembun ke proses. sedangkan korosi di sisi gas lebih rumit. dalam arti kata dalam bentuk boiler. panas pembakaran dialirkan ke air sampai terbentuk air panas atau steam. dengan perbedaan itu pemanfaatansteam yang keluar dari sistem boiler dimanfaatkan dalam suatu proses untuk memanasakan cairan dan menjalankan suatu mesin (commercial and industrial boilers). 2. Air make up (air baku yang sudah diolah) yang harus diumpankan dari luar ruang boiler ke plant proses. pengaturan suhu pendingin gas asap. Korosi di sisi air dapat di cegah dengan penanganan air secara baik. Ada dua sumber air umpan: 1. dan tekanan-temperatur tinggi (high pressure/HP). pola pemipaan.BAB III KESIMPULAN  Boiler merupakan suatu wadah yang berfungsi sebagai pemanas air. Alkalinitas-m. Zat asam. atau membangkitkan energi listrik dengan merubah energi kalor menjadi energi mekanik kemudian memutar generator sehingga menghasilkan energi listrik (power boilers). Yang di maksud dengan korosi adalah penyentuhan yang tidak disukai pada bahan oleh pengaruh kimia dipermukaannya.