PERCOBAAN 5 DIFRAKSI CAHAYA PADA CELAH TUNGGAL I.

TUJUAN Mempelajari difraksi cahaya oleh tepi tajam dan celah tunggal serta pola distribusi intensitasnya. II. RUANG LINGKUP Dengan melewatkan berkas sinar laser yang koheren dan monokromatik pada sebuah epi t tajam maka akan terbentuk pola difraksi pada layar. Pola difraksi juga dapat terjadi jika sinar laser dilewatkan pada celah tunggal, lebar dari celah tunggal yang digunakan dapat diukur dengan mengamati pola difraksi yang terjadi. Pola distribusi intensitas difraksi baik oleh tepi tajam maupun oleh celah tunggal dapat diketahui dengan menggunakan photocell. A. TEORI SINGKAT • Difraksi oleh tepi tajam Difraksi atau pembelokkan (pelenturan) cahaya merupakan salah satu cara untuk menguji apakah cahaya merupakan suatu gelombang. Difraksi cahaya sebenarnya sudah ditemukan sejak pertengahan abad ke-17 oleh Fransesco Grimaldi. Namun baru 10 tahun setelah penemuan Young, orang mengakui bahwa cahaya mempunyai sifat gelombang. Augustin Fresnel dan Francois Argo menunjukkan sederetan percobaan difraksi dan interferensi yang menyimpulkan bahwa cahaya adalah gelombang. Gambar 5.1 merupakan suatu tepi tajam yang menghalangi sumber cahaya dengan layar.

Jika tidak ada difraksi kita mengharapkan pada layer akan gelap. Namum kenyataannya pada layer terdapat pola gelap dan terang, pola-pola tersebut timbul karena adanya peristiwa pelenturan (difraksi) cahaya oleh tepi tajam tersebut.

1) dimana S : Vektor Poyenting (Watt/m2 ) µ0 : Permeabilitas ruang hampa (Wb/A. Pada gelombang elektromagnetik dikenal istilah vector Poyenting. serta arah rambatannya saling tegak lurus. didefinisikan sebagai : S= ExB µ0 (5.2) . maka pada layer akan terbentuk suatu pola difraksi (lenturan cahaya) sebagai akibat yang ditimbulkan oleh interferensi dari sumber-sumber cahaya tersebut yang berasal dari celah itu.sin( kx − ωt )k dan (5. Kalau di depan celah pada suatu jarak tertentu ditempatkan suatu layer.m) E : Vektor medan listrik B : Vektor medan magnet (N/C) (Wb/m2 ) Persamaan untuk gelombang elektromagnetik jika arah rambatannya dalam arah sumbu x adalah : E = E m .• Difraksi oleh celah tunggal Apabila suatu cahaya dengan panjang gelombang ë mengenai suatu celah sempit. yaitu suatu besaran vector yang menggambarkan besar energi persatuan waktu persatuan luas. medan magnet. maka menurut Christian Huygens setiap titik pada celah dapat dianggap sebagai sumber gelombang cahaya yang memancar ke segala arah dengan sudut fase yang sama dan kecepatan yang sama pula.sin( kx − ωt ) j B = B m . Sinar laser merupakan gelombang elektromagnetik yaitu bentuk gelombang yang berupa rambatan medan listrik dan medan magnet di mana arah dari medan listrik.

sinθ . Karena E dan B harus selalu tegak lurus. Sehingga besar total dari amplitude medan listrik yang jatuh pada layer dengan menggunakan prinsip .3) Intensitas dari gelombang elektromagnetik didefinisikan sebaga rata-rata dari vector poyenting maka dari persamaan (5.sin θ λ (5. c adalah kecepatan cahaya (3.3) didapatkan: I =S = E 2m atau I ≈ E 2 m 2µ 0 c (5.3 celah tunggal kita bagi menjadi elemen -elemen kecil sebanyak N buah elemen yang masing.4 terlihat bahwa beda lintasan optis anatara kedua sinar yang terpisah pada jarak ∆ x adalah ∆ x . Pada Gambar 5.Maxwell mendapatkan bahwa B = E c .5) ë sehingga beda fase antara kedua sinar tersebut: ∆φ = (5.6) Karena sinar laser bersifat koheren dan monokromatik maka amplitude dan frek uensi sinarsinar yang berasal dari celah tersebut sama namum memiliki fase yang berbeda.masing elemen berjarak ∆x .4 adalah perbesaran dari salah satu elemen dan menggambarkan jalannya sinar. maka nilai dari vektor poyenting adalah : S= E 2 m.108 m/det).’’ Pada Gambar 5. dari hubungan: beda fase = beda lintasan optis 2∏ 2∏ ∆x. Gambar 5.4) sehingga dapat disimpulkan : “Intensitas dari cahaya sebanding dengan kuadrat amplitudo dari medan listrik. sin( kx − ωt ) i µ0 c (5.

masing sinar yang berasal dari celah. pada kondisi ini maka penjumlahan vector medan listrik akan menjadi seperti Gambar 5.4) diperoleh: Iθ  E   = I m  Em    θ sin φ 2 φ 2 (5. Perhatikan Gambar 5.6 dari rumus geometris pada lingkaran didapatkan: φ= α= Em R φ 2 atau atau R= Em φ (5.10) Sehingga didapatkan rumus intensitas pola difraksi oleh celah tunggal :  sin φ    2  Iθ = I m  φ     2  (5. Jika lebar setiap elemen celah kita terus perkecil sampai menuju nol maka akan terdapat jumlah elemen celah mendekati tak terhingga. sin α dengan menggabungkan persamaan (5.7) (5.8) didapatkan: 2E φ E φ E0 = m .11) .8) E0 = 2 R.7) dan persamaan (5.9) 2  sin φ    2 =  φ     2  2 2 (5.superposisi merupakan jumlah dari amplitude masing. sin = m .5. sin = Em φ 2 φ2 2 dengan menggunakan persamaan (5. amplitude medan listrik yang jatuh pada titik P maka akan didapatkan Gambar 5.6.

4.13) untuk mendapatkan jawaban dari persamaan di atas kita memplot dua buah grafik y = x dan y = tan x dan mencari titik potong keduanya (lihat Gambar 5. Dan dari persamaan (5.12)  φ  sin  2  = I = Im I 0 = lim I m  m φ  φ  −>0 2    2  Jika maka Jadi pada φ = 0 yang berarti θ = 0 o .7).43 Ï.495 Ï. intensitasnya mencapai maksimum yang disebut 2 dengan terang pusat.. Terang yang terjadi selain terang pusat disebut terang sekunder.. φ ∏ = a .6). 4. 2. . Dari Gambar 5.7 di atas didapatkan titik perpotongannya pada : X = 1. sin θ = m ∏ .sin θ = mλ φ =0 2 (5.Dari persamaan (5. sin θ 2 λ sehingga : ∏ a.479 Ï. maka didapatkan rumus untuk pola difraksi minimum : λ a. 3. 3. terjadi jika : dIθ =0 dφ φ ∏ = a .47 Ï.11) intensitas minimum akan terjadi jika: sin φ =0 2 yang berarti φ = m∏ . 2 m = 1.sin θ 2 λ φ φ = tan 2 2 x = tan x di mana x= (5. 2.

5 V 1 6 . 5. Blue Konfigurasi Laser He-Ne Tripod Base Slit Barrel Base Lensa Lens Holder Barrel Base Meter Scale Bench Clamp. 5 dan 10. Nama Alat Laser He-Ne Slit. 3. 6. adjustable Lensa Meter Scale Screen. 10. small Barrel Base 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Multirange Meter Dry Cell 1. Red 0.0 mW dengan Holder f = -50 mm 1m 300 x 300 mm Dengan single slit On stem dengan Amplifier 0. 5.10 merupakan pola distribusi intensitas difraksi oleh celah tunggal dengan perbandingan lebar celah dan panjang gelombang cahaya 1.75. 9. 8. 7. B.Gambar 5. 4.75 m. DAFTAR ALAT No. 2. 5. 1. metal Screen Photocell Selenium Multirange Meter Connecting Cord Connecting Cord Kode LASER-02 SLIT-01 LENSA-10 MISTAR-02 LAYAR-06 LAYAR-07 FOTOSEL-01 MMFIS-01 KABEL-14 KABEL-15 Tipe 1.8.9.

35 a (mm) 0.8 Diffration of Light at slit and edge • Diktat Training Tim Olimpiade Fisika Indonesia 1996.7 2.16752 = 0 .2 Pola distribusi intensitas difraksi oleh celah tunggal y (mm) 0 10 20 V (mV) 133.168634 + 0.III. terang sekunder 3 = 3.16752 0. Yohanes Surya M.Sc IV.3 4.178214 + 0.85 4.17775 8 Ym (cm) 1 2.Sc.2 3.169681 + 0 .168634 0.D. R = 316. Volume 1-5.182256 + 0.172975 + 0 .6 71 7.178214 0. Edition 94/95.17775 2 3 4 Tabel 5.200472 0.172975 0. University Laboratory Experiments. Ph. DATA HASIL PERCOBAAN Tabel 5.182251 + 0. kmà terang sekunder 1 = 1. 2.459.8 nm.47.182256 0. terang sekunder 4 = 4. Agus Ananda M.169681 0.1 5.47 Rata – rata = 0 .8 cm.5 1. REFERENSI • PHYWE. terang sekunder 2 = 2.182251 0.200472 + 0 .8 .43.1 Pola gelap dan terang pada difraksi oleh celah tunggal Pola Difraksi m 1 2 Minimum 3 4 1 Maksimum sekunder Lebar celah rata-rata (mm) : Ë = 632.

5 0.3 Pola distribusi intensitas difraksi oleh tepi tajam y (mm) 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 y : jarak pola difraksi diukur dari terang pusat V : Tegangan yang terbaca pada multimeter 1 0.2 0.8 0.5 0.5 0.3 0.2 0.2 0.30 40 50 60 70 80 90 100 y : jarak pola difraksi diukur dari terang pusat V : Tegangan yang terbaca pada multimeter Tabel 5.2 V (mV) 96.5 0.2 .2 0.6 0.5 0.1 30 2.1 0.2 0.

Fresnel mendukung ide Young dengan perhitungan matematik (1815) dan memperkirakan adanya efek baru yang mengejutkan.V. Newton kesulitan menjelaskan tentang fenomena interferensi cahaya. pada akhirnya diterima setelah seorang ilmuwan Perancis. AUGUSTIN FRESNEL. Teori gelombang. muncul pertanyaan apakah cahaya itu merupakan suatu gelombang atau partikel. TEORI KLASIK Pada akhir tahun 1600-an. Fresnel dan penggantinya berhasil menggunakan tehnik matematika ini untuk membuat sebuah teori tentang gelombang transversal yang akan menjelaskan fenomena polarisasi. Penjelasan Newton menjelaskan adanya sifat gelombang (wavelike property) dalam penjelasan partikel. seperti adanya gelombang yang dapat merambat melalui udara. SIR WILLIAM HAMILTON. Reputasi Newton dan adanya kesulitan menjelaskan tentang polarisasi. Persamaan Maxwell ternyata bersesuaian dengan persamaan persamaan sebelumnya tentang cahaya. Kemudian JAMES CLERK MAXWELL memulai percobaan elektromagnetik. THOMAS YOUNG sudah menganalisa jenis baru dari interferensi menggunakan teori gelombang. Sebagai akibatnya. ANALISIS HASIL PERCOBAAN 1. Pada saat itu teori gelombang tidak dapat menjelaskan polarisasi karena gelombang yang dikenal oleh para ilmuwan bergerak secara pararel. Sedangkan pada saat yang sama HUYGENS berpendapat bahwa cahaya adalah gelombang. Sementara itu. mendukung ide dari Young. Selama waktu antara Newton dan Fresnel. Padahal pada 1803. ilmuwan-ilmuwan mengembangkan tehnik matematika untuk menjelaskan fenomena gelombang dalam zat cair dan benda padat. Maxwell menunjukkan bahwa listrik dan magnet saling mempengaruhi. Teori Maxwell juga berhasil mengungkap kecepatan . Ahli matematika Irlandia. menyebabkan para ilmuwan menganggap teori partikel lah yang paling benar. Kemudian Maxwell berhasil menemukan beberapa persamaan (The Four Maxwell’s Equations) untuk menjelaskan electromagnet. teori gelombang dapat diterima. mengklarifikasi hubungan antara gelombang dan partikel dengan mengembangkan teori yang melibatkan optic dan mekanik. SIR ISAAC NEWTON menyatakan bahwa cahaya adalah partikel. Percobaan ini meruntuhkan teori gelombang. Teori Hamilton menjadi penting dalam perkembangan mekanik kuantum.

masing teori didukung dengan sejumlah percobaan. • Slit Adjustable (SLIT-01) dengan konfigurasi : * 1 buah Slit * 1 buah Barrel Base Berfungsi sebagai celah yang bias diatur lebar/sempitnya (adjustable). Menurut Einstein. Semua teori ini adalah benar pada masanya. Walaupun demikian. teori-teori terpenting dihasilkan oleh Maxwell dengan 4 persamaannya. Planck. Pada tahun 1900. 2. GUSTAV HERTZ. namun tergantung dari frekuensi electron-elektron tsb. • Laser He-Ne (LASER-02) dengan konfigurasi : * 1 buah Laser He-Ne * 1 buah Tripod Base Berfungsi sebagai sumber cahaya. ilmuwan Jerman. Maxwell meninggalkan sebuah persoalan yang tidak terpecahkan tentang teori gelombang. para ilmuwan tetap menganggap semua teori fisika bersesuaian dengan teori Planck. Hertz memastikan kebenaran dari teori Maxwell. mendeteksi electromagnet pada frekuensi yang lebih rendah (dari perkiraan teori Maxwell). Teori-teori yang ada kemudian saling melengkapi satu sama lain. Einstein akhirnya berpendapat tentang dualisme cahaya. Teori dari Einstein bersesuaian dengan Planck. sejumlah energi yang kemudian diketahui sebagai photon. dan Einstein dengan teori kuantumnya. yaitu cahaya dipandang sebagai gelombang maupun sebagai partikel. karena masing. Sampai dua decade kemudian. MAX PLANCK memecahkan masalah tersebut.cahaya. • Lensa (LENSA-10) dengan konfigurasi : * 1 buah Lensa . Dia menyatakan keberadaan dari kuantum cahaya (light quantum). kecepatan electron yang dipancarkan tidak tergantung dari intensitas cahaya. TEORI MODERN Teori Planck tetap bertahan demikian sampai EINSTEIN menunjukkan cara menjelaskan efek foto elektrik.

• Photocell Sele nium (FOTOSEL-01) Berfungsi untuk menangkap cahaya. • 2 buah Connecting Cord (KABEL-14-15) Berhubungan dengan Multirange Motor. Untuk minimum. • Meter Scale (MISTAR-02) dengan konfigurasi : * 1 buah Meter Scale * 1 buah Bench Clamp. • 2 buah Screen (metal) (LAYAR-06-07) Berfungsi untuk menangkap pola difraksi. Untuk minimum → a= mλ ym k mλ ym 2 ym + R 2 Untuk maksimum → a = 2 ym + R 2 Kita melihat bahwa antara a (lebar celah) dan ym (jarak pola minimum/maksimum ke-m dari terang pusat/terang sekunder)) selalu berbanding terbalik. . 3. Berfungsi sebagai penghubung antara Multirange Meter dengan objek.* 1 buah Lens Holder * 1 buah Barrel Base Berfungsi untuk menyebarkan cahaya. yaitu pola difraksi akan membesar.5 cm . lihat ilustrasi berikut. Dari rumus kita akan membuktikan hal tersebut. Sebagai buktinya. • Multirange Meter (MMFIS-01) dengan konfigurasi : * 1 buah Multirange Meter * 6 buah Dry Cell 1. small * 1 buah Barrel Base Berfungsi untuk mengukur jarak celah – layer. Jadi semakin besar a. maka akan semakin kecil ym. Pada pola difraksi. Sedangkan jika kita mempersempit lebar celah maka akan terjadi kebalikannya. jika kita memperbesar lebar celah maka pola difraksi akan mengecil. misal ym = 3.5 V Untuk mengukur intensitas cahaya.

3) 120 100 V (mV) 80 60 40 20 0 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 10 Series1 96 30 2.2 0.8 × 10 −7 3.0135 cm --à terlihat bahwa a akan semakin kecil 7 (menjadi 0.6 0. a= 4.2 0.8 ×10 −7 7 2 + 3002 = 0.027 cm sekarang ym kita jadikan 7 cm (2 x lipat yang di atas) 5 × 632. frekuensi. tetapi memakai lilin atau lampu sebagai sumber cahaya maka pola difraksi tidak dapat diamati.2 y (mm) V (mV) 134 71 7. Sumber cahaya lilin atau lampu tidak monokromatis.2) 160 140 120 V (mV) 100 80 60 40 20 0 0 10 10 20 30 40 50 60 70 80 90 0 y (mm) Grafik Pola Distribusi Intensitas oleh Tepi Tajam (Tabel 5.5 kali yang di atas) jika nilai ym kita besarkan.1 0.5 0.2 0. sumber cahaya yang digunakan harus monokromatis dan koheren.2 0.5 3.a= 5 × 632 . karena itu pola difraksi tidak dapat diamati.5 0. melainkan polikromatis. Perbedaan-perbedaan pada peristiwa difraksi dan interferensi Hal Difraksi Interferensi . 5. Jika pada praktikum tidak digunakan sinar laser. Sumber cahaya yang polikromatis tidak akan menghasilkan panjang gelombang. lihat lampiran.2 Untuk grafik dengan skala yang lebih detail. Agar pola difraksi dapat diamati.5 0.5 2 + 300 2 = 0 .5 0. Grafik Pola Distribusi Difraksi Oleh Celah Tunggal (Tabel 5.5 0.8 1 0. dan amplitude yang sama.3 0. 6.2 0.8 0.

Jenis difraksi yang lain : • Difraksi Fraunhofer Difraksi ini bias diilustrasikan sebagai berikut. gelombang akan mempunyai pola yang berbeda dengan pola asalnya. Rumus terang Sumber cahaya Adanya konstanta km Satu sumber cahaya yang koheren dan monokromatis Tidak ada konstanta km Dua sumber cahaya yang saling koheren dan saling monokromatis. Sama (karena intensitasnya di manamana sama besar) Pola Tidak sama. Sebuah sumber cahaya akan menghasilkan spherical waves. kemudian akan akan berkurang (terang ke 3 akan lebih gelap daripada terang ke 2 dst). semakin ke luar semakin kecil (karena intensitas yang tidak sama) 7. 8. Setelah menabrak. Setelah spherical waves ini melewati sebuah hambatan akan menghasilkan sebuah pola difraksi Fresnel pada layar atau tembok di mana mereka sampai. • Difraksi Fresnel Cahaya dapat berupa gelombang yang berpola lingkaran (spherical wave).Intensitas Terang pusat lebih besar intensitasnya (paling terang). Pola inilah yang disebut dengan pola difraksi Fraunhofer. Gelombang ini dapat menabrak hambatan. • Difraksi Sinar X (X-Ray) Adalah metode untuk menentukan struktur atom dan molekul dengan mengukur pola sinar X yang tersebar setelah sinar X tsb melewati kristal. Cahaya dapat diibaratkan sebagai gelombang laut (gelombang yang datar / plane wave). Pada jarak yang cukup besar (dibandingkan dengan ukuran dari hambatan) akan ada pola iluminasi gelap dan terang. Difraksi jenis ini bisa terjadi jika jarak antara sumber dan hambatan dekat. . Untuk grafik pola intensitas untuk n = 3. Dari terang pusat ke terang selanjutnya sama besarnya. lihat lampiran. seperti batu karang. Dapat pula diilustrasikan sebagai gelombang lingkaran yang terbentuk akibat sebuah kerikil yang kita jatuhkan ke dalam air.

. Energi tersebut terkonsentrasi dalam foton.. • Efek fotolistrik Cahaya dianggap sebagai partikel. Kemud ian Max Planck berusaha menyempurnakan hasil penelitian Maxwell tsb... + e ( n −1 )i δ + e niδ + e ( n +1) iδ + . Penurunan rumus intensitasnya : E = E1 + E2 + E3 + E 4 + . lebar masing. Menurut Einstein.. Dua percobaan yang tidak dapat dijelaskan oleh keempat persamaan Maxwell dan cara ahli fisika menjelaskannya • Spektrum radiasi benda hitam. Menurut Maxwell...masing celah = a..) − Em ( einδ + e 2 i δ + e 3i δ + . jarak antar celah = d.. Einstein berpendapat bahwa energi yang keluar dar muka gelombang tidaklah terpisah-pisah..) E = Em (1 − e inδ )(1 − e inδ ) (Hukum binomial Newton) E= 1 − eiNδ 1 − ei δ E= e iNδ 2 (e −iN δ −i δ 2 −e −e iNδ 2 ) e iδ 2 (e 2 iδ E =e i (n −1)δ 2 2 )  sin( N δ )   2   sin δ     2  ( ) Jadi intensitas untuk n = 3 :  sin( N δ )  2  I = Im  sin δ     2  2 ( ) 9.Jumlah celah = n .) − Em e inδ (1 + e iδ + e 2 i δ + e3 i δ + ..) E = Em (1 + e i δ + e 2 i δ + e 3i γ + . Tetapi Maxwell tidak bisa menjelaskan tentang adanya spektrum radiasi dari benda hitam.. . + En E = Em (1 + e i δ + e 2 iδ + e 3 iδ + .. Hal ini menjadi dasar lahirnya teori kuantum. Menurut Planck. adanya getaran muatan listrik akan membangkitkan gelombang elektromagnetik.. Lompatan ini akan terjadi jika adanya ambang batas dari cahaya yang menyinari logam tsb. cahaya adalah paket-paket energi (yang disebut juga dengan kuanta). Lompatan elektron ini bisa terjadi jika ada gelombang elektromagnetik berfrekuensi tinggi jatuh di permukaan logam tsb. efek ini adalah gejala lompatan elektron dari permukaan logam. + e (n −1) iδ E = Em (1 + eiδ + e 2 i δ + e3 i δ + .

berapa kali ë harus diperbesar ? (Anggap letak terang sekunder berada di tengah-tengah antara dua gelap). A = gelap kedua. 3.47.λ .sin θ = mλ ym sin θ = ym 2 + R 2 a= mλ . 3. Lampu ruangan dimatikan. Jika A = terang sekunder ketiga. lalu percobaan dilakukan. Cara mengukur lebar celah pada praktikum Untuk pola gelap : a. 2. yaitu untuk ë (362. ym 2 + R 2 ym Untuk pola terang sekunder : k m . Jadi yang masih harus dicari adalah y dan R. Jawab : . jarak celah – layer = d. maka kita harus mengetahui terlebih dahulu nilai-nilai dari variable yang digunakan untuk menghitung lebar celah ( a).43. Dari beberapa variable tersebut. dst pada layer (dalam percobaan kita gunakan kertas).459. Tandai pula gelap 1. 4.8 nm). Kemudian R dapat dikethui. 2.10. Lebar celah kita atur sedemikian rupa sehingga pola difraksinya menjadi jelas. panjang gelombang = ë. Dengan demikian kita telah menemukan ym. Kemudian tandai terang 1. sehingga lebar celah dapat dihitung. km (1. sudah ada beberapa yang diketahui. Langkah berikutnya adalah mencari ym. 11. dst. 2. Setelah itu lampu dinyalakan. 3. lalu ukurlah jarak dari terang/gelap pusat ke terang/gelap lainnya.47). ym + R 2 ym a= Sesuai rumus di atas. dengan m mengukur menggunakan meter scale. m(1 s/d 5).

3.576369 ëa 3 . 3. Besarnya pola difraksi berlawanan dengan lebar celah.1) maka dapat disimpulkan bahwa ym berbanding terbalik dengan a. .Untuk minimum → a= mλ ym kmλ ym 2λ a 2 ym + d 2 − − − − > Ym = mλ a a ym + d 2 2 Untuk maksimum → a = 2 y m + d 2 − −− > Ym = kmλ y 2 m +d2 Ym = Ym ym + d 2 = 2 3. Pada difraksi. konstanta untuk maksimum sekunder (yang terakhir khusus untuk pola terang sekunder). 2. Dilhat dari tabel (5.47 λ a ym + d 2 2 2ëa = 3. intensitas terang pusat lebih besar daripada terang-terang selanjutnya (terang 1. 2. Difraksi adalah peristiwa pelenturan cahaya dengan sumber cahaya tunggal. 6. Jika celah dilebarkan maka pola difraksi akan mengecil.layar. jarak pola minimum/maksimum dari terang pusat/sekunder. yaitu : jarak celah. KESIMPULAN 1. 4.47ëb λb = 2 λ a = 0. Pola difraksi dapat diamati bila sumber cahaya monokromatis dan koheren. 5. Pada pengukuran lebar celah untuk difraksi. dst).47 VI. dipenagruhi oleh beberapa factor. demikian pula sebaliknya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful