PERCOBAAN 5 DIFRAKSI CAHAYA PADA CELAH TUNGGAL I.

TUJUAN Mempelajari difraksi cahaya oleh tepi tajam dan celah tunggal serta pola distribusi intensitasnya. II. RUANG LINGKUP Dengan melewatkan berkas sinar laser yang koheren dan monokromatik pada sebuah epi t tajam maka akan terbentuk pola difraksi pada layar. Pola difraksi juga dapat terjadi jika sinar laser dilewatkan pada celah tunggal, lebar dari celah tunggal yang digunakan dapat diukur dengan mengamati pola difraksi yang terjadi. Pola distribusi intensitas difraksi baik oleh tepi tajam maupun oleh celah tunggal dapat diketahui dengan menggunakan photocell. A. TEORI SINGKAT • Difraksi oleh tepi tajam Difraksi atau pembelokkan (pelenturan) cahaya merupakan salah satu cara untuk menguji apakah cahaya merupakan suatu gelombang. Difraksi cahaya sebenarnya sudah ditemukan sejak pertengahan abad ke-17 oleh Fransesco Grimaldi. Namun baru 10 tahun setelah penemuan Young, orang mengakui bahwa cahaya mempunyai sifat gelombang. Augustin Fresnel dan Francois Argo menunjukkan sederetan percobaan difraksi dan interferensi yang menyimpulkan bahwa cahaya adalah gelombang. Gambar 5.1 merupakan suatu tepi tajam yang menghalangi sumber cahaya dengan layar.

Jika tidak ada difraksi kita mengharapkan pada layer akan gelap. Namum kenyataannya pada layer terdapat pola gelap dan terang, pola-pola tersebut timbul karena adanya peristiwa pelenturan (difraksi) cahaya oleh tepi tajam tersebut.

2) .m) E : Vektor medan listrik B : Vektor medan magnet (N/C) (Wb/m2 ) Persamaan untuk gelombang elektromagnetik jika arah rambatannya dalam arah sumbu x adalah : E = E m .1) dimana S : Vektor Poyenting (Watt/m2 ) µ0 : Permeabilitas ruang hampa (Wb/A. maka pada layer akan terbentuk suatu pola difraksi (lenturan cahaya) sebagai akibat yang ditimbulkan oleh interferensi dari sumber-sumber cahaya tersebut yang berasal dari celah itu. didefinisikan sebagai : S= ExB µ0 (5. maka menurut Christian Huygens setiap titik pada celah dapat dianggap sebagai sumber gelombang cahaya yang memancar ke segala arah dengan sudut fase yang sama dan kecepatan yang sama pula. medan magnet. Pada gelombang elektromagnetik dikenal istilah vector Poyenting.sin( kx − ωt )k dan (5.sin( kx − ωt ) j B = B m . serta arah rambatannya saling tegak lurus. Kalau di depan celah pada suatu jarak tertentu ditempatkan suatu layer. yaitu suatu besaran vector yang menggambarkan besar energi persatuan waktu persatuan luas.• Difraksi oleh celah tunggal Apabila suatu cahaya dengan panjang gelombang ë mengenai suatu celah sempit. Sinar laser merupakan gelombang elektromagnetik yaitu bentuk gelombang yang berupa rambatan medan listrik dan medan magnet di mana arah dari medan listrik.

Sehingga besar total dari amplitude medan listrik yang jatuh pada layer dengan menggunakan prinsip .Maxwell mendapatkan bahwa B = E c .108 m/det). Pada Gambar 5. dari hubungan: beda fase = beda lintasan optis 2∏ 2∏ ∆x.sinθ . maka nilai dari vektor poyenting adalah : S= E 2 m.3) Intensitas dari gelombang elektromagnetik didefinisikan sebaga rata-rata dari vector poyenting maka dari persamaan (5. sin( kx − ωt ) i µ0 c (5.3 celah tunggal kita bagi menjadi elemen -elemen kecil sebanyak N buah elemen yang masing.4 terlihat bahwa beda lintasan optis anatara kedua sinar yang terpisah pada jarak ∆ x adalah ∆ x .’’ Pada Gambar 5.5) ë sehingga beda fase antara kedua sinar tersebut: ∆φ = (5. c adalah kecepatan cahaya (3.masing elemen berjarak ∆x .6) Karena sinar laser bersifat koheren dan monokromatik maka amplitude dan frek uensi sinarsinar yang berasal dari celah tersebut sama namum memiliki fase yang berbeda. Karena E dan B harus selalu tegak lurus.3) didapatkan: I =S = E 2m atau I ≈ E 2 m 2µ 0 c (5.sin θ λ (5.4) sehingga dapat disimpulkan : “Intensitas dari cahaya sebanding dengan kuadrat amplitudo dari medan listrik. Gambar 5.4 adalah perbesaran dari salah satu elemen dan menggambarkan jalannya sinar.

superposisi merupakan jumlah dari amplitude masing. sin = m .8) E0 = 2 R.11) .6 dari rumus geometris pada lingkaran didapatkan: φ= α= Em R φ 2 atau atau R= Em φ (5. Jika lebar setiap elemen celah kita terus perkecil sampai menuju nol maka akan terdapat jumlah elemen celah mendekati tak terhingga.6.masing sinar yang berasal dari celah.10) Sehingga didapatkan rumus intensitas pola difraksi oleh celah tunggal :  sin φ    2  Iθ = I m  φ     2  (5.8) didapatkan: 2E φ E φ E0 = m .5. amplitude medan listrik yang jatuh pada titik P maka akan didapatkan Gambar 5.7) (5. pada kondisi ini maka penjumlahan vector medan listrik akan menjadi seperti Gambar 5. Perhatikan Gambar 5. sin α dengan menggabungkan persamaan (5.7) dan persamaan (5.4) diperoleh: Iθ  E   = I m  Em    θ sin φ 2 φ 2 (5. sin = Em φ 2 φ2 2 dengan menggunakan persamaan (5.9) 2  sin φ    2 =  φ     2  2 2 (5.

.Dari persamaan (5.7 di atas didapatkan titik perpotongannya pada : X = 1. maka didapatkan rumus untuk pola difraksi minimum : λ a. sin θ = m ∏ . Dan dari persamaan (5. terjadi jika : dIθ =0 dφ φ ∏ = a . 4. 2.7). . Dari Gambar 5. 4. 3. 2. intensitasnya mencapai maksimum yang disebut 2 dengan terang pusat..6). 2 m = 1. 3. Terang yang terjadi selain terang pusat disebut terang sekunder.sin θ = mλ φ =0 2 (5.12)  φ  sin  2  = I = Im I 0 = lim I m  m φ  φ  −>0 2    2  Jika maka Jadi pada φ = 0 yang berarti θ = 0 o .13) untuk mendapatkan jawaban dari persamaan di atas kita memplot dua buah grafik y = x dan y = tan x dan mencari titik potong keduanya (lihat Gambar 5. sin θ 2 λ sehingga : ∏ a.495 Ï.479 Ï.43 Ï. φ ∏ = a .47 Ï.11) intensitas minimum akan terjadi jika: sin φ =0 2 yang berarti φ = m∏ .sin θ 2 λ φ φ = tan 2 2 x = tan x di mana x= (5.

7. DAFTAR ALAT No. 5 dan 10.5 V 1 6 .9. 2. 5. metal Screen Photocell Selenium Multirange Meter Connecting Cord Connecting Cord Kode LASER-02 SLIT-01 LENSA-10 MISTAR-02 LAYAR-06 LAYAR-07 FOTOSEL-01 MMFIS-01 KABEL-14 KABEL-15 Tipe 1. 4. 10. 1. 9. adjustable Lensa Meter Scale Screen. 6. Blue Konfigurasi Laser He-Ne Tripod Base Slit Barrel Base Lensa Lens Holder Barrel Base Meter Scale Bench Clamp. Red 0.75 m. B.0 mW dengan Holder f = -50 mm 1m 300 x 300 mm Dengan single slit On stem dengan Amplifier 0. 8.75. 5.8. 5. 3.10 merupakan pola distribusi intensitas difraksi oleh celah tunggal dengan perbandingan lebar celah dan panjang gelombang cahaya 1. small Barrel Base 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Multirange Meter Dry Cell 1.Gambar 5. Nama Alat Laser He-Ne Slit.

169681 + 0 .182251 0.182256 0. terang sekunder 2 = 2. Ph. 2.178214 0.47.8 Diffration of Light at slit and edge • Diktat Training Tim Olimpiade Fisika Indonesia 1996.459.D. R = 316.85 4.172975 0.1 5.17775 8 Ym (cm) 1 2.Sc IV. terang sekunder 3 = 3.16752 = 0 . Edition 94/95.16752 0. terang sekunder 4 = 4.43. kmà terang sekunder 1 = 1.3 4.200472 + 0 .1 Pola gelap dan terang pada difraksi oleh celah tunggal Pola Difraksi m 1 2 Minimum 3 4 1 Maksimum sekunder Lebar celah rata-rata (mm) : Ë = 632.168634 0.168634 + 0.172975 + 0 .8 .182256 + 0. University Laboratory Experiments. DATA HASIL PERCOBAAN Tabel 5.7 2.III.47 Rata – rata = 0 .182251 + 0.35 a (mm) 0.8 nm.2 Pola distribusi intensitas difraksi oleh celah tunggal y (mm) 0 10 20 V (mV) 133. REFERENSI • PHYWE.8 cm.200472 0.2 3. Agus Ananda M.6 71 7.178214 + 0.17775 2 3 4 Tabel 5. Yohanes Surya M.169681 0.Sc.5 1. Volume 1-5.

30 40 50 60 70 80 90 100 y : jarak pola difraksi diukur dari terang pusat V : Tegangan yang terbaca pada multimeter Tabel 5.2 0.6 0.8 0.3 0.2 0.3 Pola distribusi intensitas difraksi oleh tepi tajam y (mm) 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 y : jarak pola difraksi diukur dari terang pusat V : Tegangan yang terbaca pada multimeter 1 0.2 0.5 0.5 0.2 .5 0.5 0.2 0.5 0.2 0.1 0.1 30 2.2 V (mV) 96.

Sedangkan pada saat yang sama HUYGENS berpendapat bahwa cahaya adalah gelombang. THOMAS YOUNG sudah menganalisa jenis baru dari interferensi menggunakan teori gelombang. muncul pertanyaan apakah cahaya itu merupakan suatu gelombang atau partikel. Reputasi Newton dan adanya kesulitan menjelaskan tentang polarisasi.V. Selama waktu antara Newton dan Fresnel. ANALISIS HASIL PERCOBAAN 1. Kemudian Maxwell berhasil menemukan beberapa persamaan (The Four Maxwell’s Equations) untuk menjelaskan electromagnet. Penjelasan Newton menjelaskan adanya sifat gelombang (wavelike property) dalam penjelasan partikel. mengklarifikasi hubungan antara gelombang dan partikel dengan mengembangkan teori yang melibatkan optic dan mekanik. Ahli matematika Irlandia. pada akhirnya diterima setelah seorang ilmuwan Perancis. Teori Maxwell juga berhasil mengungkap kecepatan . Sebagai akibatnya. teori gelombang dapat diterima. Sementara itu. mendukung ide dari Young. Newton kesulitan menjelaskan tentang fenomena interferensi cahaya. menyebabkan para ilmuwan menganggap teori partikel lah yang paling benar. SIR WILLIAM HAMILTON. Pada saat itu teori gelombang tidak dapat menjelaskan polarisasi karena gelombang yang dikenal oleh para ilmuwan bergerak secara pararel. Padahal pada 1803. ilmuwan-ilmuwan mengembangkan tehnik matematika untuk menjelaskan fenomena gelombang dalam zat cair dan benda padat. TEORI KLASIK Pada akhir tahun 1600-an. Maxwell menunjukkan bahwa listrik dan magnet saling mempengaruhi. seperti adanya gelombang yang dapat merambat melalui udara. Kemudian JAMES CLERK MAXWELL memulai percobaan elektromagnetik. Percobaan ini meruntuhkan teori gelombang. SIR ISAAC NEWTON menyatakan bahwa cahaya adalah partikel. Fresnel dan penggantinya berhasil menggunakan tehnik matematika ini untuk membuat sebuah teori tentang gelombang transversal yang akan menjelaskan fenomena polarisasi. Persamaan Maxwell ternyata bersesuaian dengan persamaan persamaan sebelumnya tentang cahaya. Teori gelombang. Teori Hamilton menjadi penting dalam perkembangan mekanik kuantum. AUGUSTIN FRESNEL. Fresnel mendukung ide Young dengan perhitungan matematik (1815) dan memperkirakan adanya efek baru yang mengejutkan.

Dia menyatakan keberadaan dari kuantum cahaya (light quantum). dan Einstein dengan teori kuantumnya. Hertz memastikan kebenaran dari teori Maxwell. 2. Teori dari Einstein bersesuaian dengan Planck.masing teori didukung dengan sejumlah percobaan. sejumlah energi yang kemudian diketahui sebagai photon. Teori-teori yang ada kemudian saling melengkapi satu sama lain. Semua teori ini adalah benar pada masanya. namun tergantung dari frekuensi electron-elektron tsb. Einstein akhirnya berpendapat tentang dualisme cahaya. para ilmuwan tetap menganggap semua teori fisika bersesuaian dengan teori Planck. yaitu cahaya dipandang sebagai gelombang maupun sebagai partikel. karena masing. mendeteksi electromagnet pada frekuensi yang lebih rendah (dari perkiraan teori Maxwell). Maxwell meninggalkan sebuah persoalan yang tidak terpecahkan tentang teori gelombang. ilmuwan Jerman.cahaya. Pada tahun 1900. teori-teori terpenting dihasilkan oleh Maxwell dengan 4 persamaannya. Menurut Einstein. MAX PLANCK memecahkan masalah tersebut. • Laser He-Ne (LASER-02) dengan konfigurasi : * 1 buah Laser He-Ne * 1 buah Tripod Base Berfungsi sebagai sumber cahaya. • Slit Adjustable (SLIT-01) dengan konfigurasi : * 1 buah Slit * 1 buah Barrel Base Berfungsi sebagai celah yang bias diatur lebar/sempitnya (adjustable). Sampai dua decade kemudian. GUSTAV HERTZ. kecepatan electron yang dipancarkan tidak tergantung dari intensitas cahaya. • Lensa (LENSA-10) dengan konfigurasi : * 1 buah Lensa . TEORI MODERN Teori Planck tetap bertahan demikian sampai EINSTEIN menunjukkan cara menjelaskan efek foto elektrik. Planck. Walaupun demikian.

Pada pola difraksi. . misal ym = 3. lihat ilustrasi berikut. yaitu pola difraksi akan membesar. Dari rumus kita akan membuktikan hal tersebut. Sebagai buktinya.* 1 buah Lens Holder * 1 buah Barrel Base Berfungsi untuk menyebarkan cahaya. Sedangkan jika kita mempersempit lebar celah maka akan terjadi kebalikannya. Jadi semakin besar a. • 2 buah Connecting Cord (KABEL-14-15) Berhubungan dengan Multirange Motor. jika kita memperbesar lebar celah maka pola difraksi akan mengecil.5 V Untuk mengukur intensitas cahaya. small * 1 buah Barrel Base Berfungsi untuk mengukur jarak celah – layer. • Multirange Meter (MMFIS-01) dengan konfigurasi : * 1 buah Multirange Meter * 6 buah Dry Cell 1. Untuk minimum. • 2 buah Screen (metal) (LAYAR-06-07) Berfungsi untuk menangkap pola difraksi. • Photocell Sele nium (FOTOSEL-01) Berfungsi untuk menangkap cahaya. Berfungsi sebagai penghubung antara Multirange Meter dengan objek. maka akan semakin kecil ym. Untuk minimum → a= mλ ym k mλ ym 2 ym + R 2 Untuk maksimum → a = 2 ym + R 2 Kita melihat bahwa antara a (lebar celah) dan ym (jarak pola minimum/maksimum ke-m dari terang pusat/terang sekunder)) selalu berbanding terbalik.5 cm . • Meter Scale (MISTAR-02) dengan konfigurasi : * 1 buah Meter Scale * 1 buah Bench Clamp. 3.

2) 160 140 120 V (mV) 100 80 60 40 20 0 0 10 10 20 30 40 50 60 70 80 90 0 y (mm) Grafik Pola Distribusi Intensitas oleh Tepi Tajam (Tabel 5.027 cm sekarang ym kita jadikan 7 cm (2 x lipat yang di atas) 5 × 632.5 0. 6.2 0.8 1 0. melainkan polikromatis. sumber cahaya yang digunakan harus monokromatis dan koheren. 5.5 0.1 0.5 2 + 300 2 = 0 . Jika pada praktikum tidak digunakan sinar laser.2 0.a= 5 × 632 .2 0.2 0. Agar pola difraksi dapat diamati. Perbedaan-perbedaan pada peristiwa difraksi dan interferensi Hal Difraksi Interferensi . tetapi memakai lilin atau lampu sebagai sumber cahaya maka pola difraksi tidak dapat diamati.5 0.3) 120 100 V (mV) 80 60 40 20 0 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 10 Series1 96 30 2.0135 cm --à terlihat bahwa a akan semakin kecil 7 (menjadi 0. Grafik Pola Distribusi Difraksi Oleh Celah Tunggal (Tabel 5.3 0.8 ×10 −7 7 2 + 3002 = 0.8 0.2 y (mm) V (mV) 134 71 7.2 Untuk grafik dengan skala yang lebih detail.5 0.5 kali yang di atas) jika nilai ym kita besarkan. a= 4. Sumber cahaya lilin atau lampu tidak monokromatis.5 3.2 0.5 0.6 0. dan amplitude yang sama. frekuensi. Sumber cahaya yang polikromatis tidak akan menghasilkan panjang gelombang. karena itu pola difraksi tidak dapat diamati.8 × 10 −7 3. lihat lampiran.

Untuk grafik pola intensitas untuk n = 3. semakin ke luar semakin kecil (karena intensitas yang tidak sama) 7. Dari terang pusat ke terang selanjutnya sama besarnya. . Pola inilah yang disebut dengan pola difraksi Fraunhofer. seperti batu karang. • Difraksi Fresnel Cahaya dapat berupa gelombang yang berpola lingkaran (spherical wave). • Difraksi Sinar X (X-Ray) Adalah metode untuk menentukan struktur atom dan molekul dengan mengukur pola sinar X yang tersebar setelah sinar X tsb melewati kristal. Dapat pula diilustrasikan sebagai gelombang lingkaran yang terbentuk akibat sebuah kerikil yang kita jatuhkan ke dalam air. Sama (karena intensitasnya di manamana sama besar) Pola Tidak sama. kemudian akan akan berkurang (terang ke 3 akan lebih gelap daripada terang ke 2 dst). Difraksi jenis ini bisa terjadi jika jarak antara sumber dan hambatan dekat. Rumus terang Sumber cahaya Adanya konstanta km Satu sumber cahaya yang koheren dan monokromatis Tidak ada konstanta km Dua sumber cahaya yang saling koheren dan saling monokromatis. Sebuah sumber cahaya akan menghasilkan spherical waves. Gelombang ini dapat menabrak hambatan. Jenis difraksi yang lain : • Difraksi Fraunhofer Difraksi ini bias diilustrasikan sebagai berikut. Setelah menabrak. Setelah spherical waves ini melewati sebuah hambatan akan menghasilkan sebuah pola difraksi Fresnel pada layar atau tembok di mana mereka sampai. 8. lihat lampiran. gelombang akan mempunyai pola yang berbeda dengan pola asalnya. Cahaya dapat diibaratkan sebagai gelombang laut (gelombang yang datar / plane wave). Pada jarak yang cukup besar (dibandingkan dengan ukuran dari hambatan) akan ada pola iluminasi gelap dan terang.Intensitas Terang pusat lebih besar intensitasnya (paling terang).

..) − Em e inδ (1 + e iδ + e 2 i δ + e3 i δ + . Menurut Maxwell. Kemud ian Max Planck berusaha menyempurnakan hasil penelitian Maxwell tsb. Dua percobaan yang tidak dapat dijelaskan oleh keempat persamaan Maxwell dan cara ahli fisika menjelaskannya • Spektrum radiasi benda hitam. cahaya adalah paket-paket energi (yang disebut juga dengan kuanta).) E = Em (1 − e inδ )(1 − e inδ ) (Hukum binomial Newton) E= 1 − eiNδ 1 − ei δ E= e iNδ 2 (e −iN δ −i δ 2 −e −e iNδ 2 ) e iδ 2 (e 2 iδ E =e i (n −1)δ 2 2 )  sin( N δ )   2   sin δ     2  ( ) Jadi intensitas untuk n = 3 :  sin( N δ )  2  I = Im  sin δ     2  2 ( ) 9.masing celah = a.. efek ini adalah gejala lompatan elektron dari permukaan logam.) − Em ( einδ + e 2 i δ + e 3i δ + ... Energi tersebut terkonsentrasi dalam foton. + e ( n −1 )i δ + e niδ + e ( n +1) iδ + . Menurut Einstein. jarak antar celah = d.) E = Em (1 + e i δ + e 2 i δ + e 3i γ + . Einstein berpendapat bahwa energi yang keluar dar muka gelombang tidaklah terpisah-pisah. lebar masing.. adanya getaran muatan listrik akan membangkitkan gelombang elektromagnetik... + En E = Em (1 + e i δ + e 2 iδ + e 3 iδ + .. • Efek fotolistrik Cahaya dianggap sebagai partikel. Tetapi Maxwell tidak bisa menjelaskan tentang adanya spektrum radiasi dari benda hitam. + e (n −1) iδ E = Em (1 + eiδ + e 2 i δ + e3 i δ + ... Lompatan elektron ini bisa terjadi jika ada gelombang elektromagnetik berfrekuensi tinggi jatuh di permukaan logam tsb. Penurunan rumus intensitasnya : E = E1 + E2 + E3 + E 4 + . Menurut Planck.Jumlah celah = n . Hal ini menjadi dasar lahirnya teori kuantum. Lompatan ini akan terjadi jika adanya ambang batas dari cahaya yang menyinari logam tsb.... .

ym 2 + R 2 ym Untuk pola terang sekunder : k m . Cara mengukur lebar celah pada praktikum Untuk pola gelap : a. ym + R 2 ym a= Sesuai rumus di atas. Dari beberapa variable tersebut. lalu ukurlah jarak dari terang/gelap pusat ke terang/gelap lainnya. Jawab : .47. Dengan demikian kita telah menemukan ym. dengan m mengukur menggunakan meter scale. yaitu untuk ë (362. Jadi yang masih harus dicari adalah y dan R. panjang gelombang = ë. 4. 2. Setelah itu lampu dinyalakan. maka kita harus mengetahui terlebih dahulu nilai-nilai dari variable yang digunakan untuk menghitung lebar celah ( a). Jika A = terang sekunder ketiga. 2. Langkah berikutnya adalah mencari ym.459. dst pada layer (dalam percobaan kita gunakan kertas). Lebar celah kita atur sedemikian rupa sehingga pola difraksinya menjadi jelas. km (1. berapa kali ë harus diperbesar ? (Anggap letak terang sekunder berada di tengah-tengah antara dua gelap). Kemudian R dapat dikethui. 11.λ . Tandai pula gelap 1. sudah ada beberapa yang diketahui. A = gelap kedua. 3. sehingga lebar celah dapat dihitung.sin θ = mλ ym sin θ = ym 2 + R 2 a= mλ . Kemudian tandai terang 1. 3.8 nm). lalu percobaan dilakukan.43.47).10. dst. 2. jarak celah – layer = d. Lampu ruangan dimatikan. m(1 s/d 5). 3.

layar.Untuk minimum → a= mλ ym kmλ ym 2λ a 2 ym + d 2 − − − − > Ym = mλ a a ym + d 2 2 Untuk maksimum → a = 2 y m + d 2 − −− > Ym = kmλ y 2 m +d2 Ym = Ym ym + d 2 = 2 3. konstanta untuk maksimum sekunder (yang terakhir khusus untuk pola terang sekunder). 6. jarak pola minimum/maksimum dari terang pusat/sekunder. 2. Pola difraksi dapat diamati bila sumber cahaya monokromatis dan koheren.47ëb λb = 2 λ a = 0.47 λ a ym + d 2 2 2ëa = 3. Difraksi adalah peristiwa pelenturan cahaya dengan sumber cahaya tunggal. Besarnya pola difraksi berlawanan dengan lebar celah. 3. 5. 3. 2. Jika celah dilebarkan maka pola difraksi akan mengecil. yaitu : jarak celah. demikian pula sebaliknya.47 VI. Dilhat dari tabel (5.576369 ëa 3 . Pada pengukuran lebar celah untuk difraksi. intensitas terang pusat lebih besar daripada terang-terang selanjutnya (terang 1. dst). Pada difraksi. 4. .1) maka dapat disimpulkan bahwa ym berbanding terbalik dengan a. KESIMPULAN 1. dipenagruhi oleh beberapa factor.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful