PERCOBAAN 5 DIFRAKSI CAHAYA PADA CELAH TUNGGAL I.

TUJUAN Mempelajari difraksi cahaya oleh tepi tajam dan celah tunggal serta pola distribusi intensitasnya. II. RUANG LINGKUP Dengan melewatkan berkas sinar laser yang koheren dan monokromatik pada sebuah epi t tajam maka akan terbentuk pola difraksi pada layar. Pola difraksi juga dapat terjadi jika sinar laser dilewatkan pada celah tunggal, lebar dari celah tunggal yang digunakan dapat diukur dengan mengamati pola difraksi yang terjadi. Pola distribusi intensitas difraksi baik oleh tepi tajam maupun oleh celah tunggal dapat diketahui dengan menggunakan photocell. A. TEORI SINGKAT • Difraksi oleh tepi tajam Difraksi atau pembelokkan (pelenturan) cahaya merupakan salah satu cara untuk menguji apakah cahaya merupakan suatu gelombang. Difraksi cahaya sebenarnya sudah ditemukan sejak pertengahan abad ke-17 oleh Fransesco Grimaldi. Namun baru 10 tahun setelah penemuan Young, orang mengakui bahwa cahaya mempunyai sifat gelombang. Augustin Fresnel dan Francois Argo menunjukkan sederetan percobaan difraksi dan interferensi yang menyimpulkan bahwa cahaya adalah gelombang. Gambar 5.1 merupakan suatu tepi tajam yang menghalangi sumber cahaya dengan layar.

Jika tidak ada difraksi kita mengharapkan pada layer akan gelap. Namum kenyataannya pada layer terdapat pola gelap dan terang, pola-pola tersebut timbul karena adanya peristiwa pelenturan (difraksi) cahaya oleh tepi tajam tersebut.

2) . medan magnet. didefinisikan sebagai : S= ExB µ0 (5.1) dimana S : Vektor Poyenting (Watt/m2 ) µ0 : Permeabilitas ruang hampa (Wb/A. Pada gelombang elektromagnetik dikenal istilah vector Poyenting. maka pada layer akan terbentuk suatu pola difraksi (lenturan cahaya) sebagai akibat yang ditimbulkan oleh interferensi dari sumber-sumber cahaya tersebut yang berasal dari celah itu. yaitu suatu besaran vector yang menggambarkan besar energi persatuan waktu persatuan luas. Sinar laser merupakan gelombang elektromagnetik yaitu bentuk gelombang yang berupa rambatan medan listrik dan medan magnet di mana arah dari medan listrik.m) E : Vektor medan listrik B : Vektor medan magnet (N/C) (Wb/m2 ) Persamaan untuk gelombang elektromagnetik jika arah rambatannya dalam arah sumbu x adalah : E = E m .sin( kx − ωt ) j B = B m .• Difraksi oleh celah tunggal Apabila suatu cahaya dengan panjang gelombang ë mengenai suatu celah sempit. maka menurut Christian Huygens setiap titik pada celah dapat dianggap sebagai sumber gelombang cahaya yang memancar ke segala arah dengan sudut fase yang sama dan kecepatan yang sama pula.sin( kx − ωt )k dan (5. Kalau di depan celah pada suatu jarak tertentu ditempatkan suatu layer. serta arah rambatannya saling tegak lurus.

Karena E dan B harus selalu tegak lurus. dari hubungan: beda fase = beda lintasan optis 2∏ 2∏ ∆x.4) sehingga dapat disimpulkan : “Intensitas dari cahaya sebanding dengan kuadrat amplitudo dari medan listrik.sin θ λ (5. maka nilai dari vektor poyenting adalah : S= E 2 m. Sehingga besar total dari amplitude medan listrik yang jatuh pada layer dengan menggunakan prinsip .’’ Pada Gambar 5.masing elemen berjarak ∆x .4 terlihat bahwa beda lintasan optis anatara kedua sinar yang terpisah pada jarak ∆ x adalah ∆ x .Maxwell mendapatkan bahwa B = E c . c adalah kecepatan cahaya (3. sin( kx − ωt ) i µ0 c (5.sinθ .4 adalah perbesaran dari salah satu elemen dan menggambarkan jalannya sinar.108 m/det).3) Intensitas dari gelombang elektromagnetik didefinisikan sebaga rata-rata dari vector poyenting maka dari persamaan (5.3) didapatkan: I =S = E 2m atau I ≈ E 2 m 2µ 0 c (5.3 celah tunggal kita bagi menjadi elemen -elemen kecil sebanyak N buah elemen yang masing.5) ë sehingga beda fase antara kedua sinar tersebut: ∆φ = (5. Gambar 5. Pada Gambar 5.6) Karena sinar laser bersifat koheren dan monokromatik maka amplitude dan frek uensi sinarsinar yang berasal dari celah tersebut sama namum memiliki fase yang berbeda.

11) .masing sinar yang berasal dari celah.7) (5. sin α dengan menggabungkan persamaan (5.4) diperoleh: Iθ  E   = I m  Em    θ sin φ 2 φ 2 (5.7) dan persamaan (5.8) E0 = 2 R. sin = m .superposisi merupakan jumlah dari amplitude masing. Jika lebar setiap elemen celah kita terus perkecil sampai menuju nol maka akan terdapat jumlah elemen celah mendekati tak terhingga.6 dari rumus geometris pada lingkaran didapatkan: φ= α= Em R φ 2 atau atau R= Em φ (5. amplitude medan listrik yang jatuh pada titik P maka akan didapatkan Gambar 5.6. pada kondisi ini maka penjumlahan vector medan listrik akan menjadi seperti Gambar 5.9) 2  sin φ    2 =  φ     2  2 2 (5.10) Sehingga didapatkan rumus intensitas pola difraksi oleh celah tunggal :  sin φ    2  Iθ = I m  φ     2  (5.5. Perhatikan Gambar 5. sin = Em φ 2 φ2 2 dengan menggunakan persamaan (5.8) didapatkan: 2E φ E φ E0 = m .

495 Ï. maka didapatkan rumus untuk pola difraksi minimum : λ a.7 di atas didapatkan titik perpotongannya pada : X = 1. Terang yang terjadi selain terang pusat disebut terang sekunder.12)  φ  sin  2  = I = Im I 0 = lim I m  m φ  φ  −>0 2    2  Jika maka Jadi pada φ = 0 yang berarti θ = 0 o . intensitasnya mencapai maksimum yang disebut 2 dengan terang pusat. 2.47 Ï. .479 Ï.sin θ = mλ φ =0 2 (5. 3.13) untuk mendapatkan jawaban dari persamaan di atas kita memplot dua buah grafik y = x dan y = tan x dan mencari titik potong keduanya (lihat Gambar 5. φ ∏ = a .Dari persamaan (5.11) intensitas minimum akan terjadi jika: sin φ =0 2 yang berarti φ = m∏ .6). sin θ 2 λ sehingga : ∏ a. 2. 4. terjadi jika : dIθ =0 dφ φ ∏ = a . 2 m = 1. 4.7).43 Ï. sin θ = m ∏ . 3. Dan dari persamaan (5.sin θ 2 λ φ φ = tan 2 2 x = tan x di mana x= (5. Dari Gambar 5...

4.8.9. adjustable Lensa Meter Scale Screen. 5. 3.Gambar 5. metal Screen Photocell Selenium Multirange Meter Connecting Cord Connecting Cord Kode LASER-02 SLIT-01 LENSA-10 MISTAR-02 LAYAR-06 LAYAR-07 FOTOSEL-01 MMFIS-01 KABEL-14 KABEL-15 Tipe 1. DAFTAR ALAT No. 9. 7.75. Blue Konfigurasi Laser He-Ne Tripod Base Slit Barrel Base Lensa Lens Holder Barrel Base Meter Scale Bench Clamp. 8.10 merupakan pola distribusi intensitas difraksi oleh celah tunggal dengan perbandingan lebar celah dan panjang gelombang cahaya 1. 1. 5.5 V 1 6 . small Barrel Base 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Multirange Meter Dry Cell 1. B.0 mW dengan Holder f = -50 mm 1m 300 x 300 mm Dengan single slit On stem dengan Amplifier 0. 10. Red 0. 6. 2. Nama Alat Laser He-Ne Slit. 5 dan 10.75 m. 5.

182256 0.35 a (mm) 0.178214 + 0. Agus Ananda M. University Laboratory Experiments.8 .Sc IV. Yohanes Surya M.182251 0. REFERENSI • PHYWE.6 71 7.168634 + 0.47 Rata – rata = 0 .169681 + 0 .47.16752 = 0 . terang sekunder 2 = 2. terang sekunder 4 = 4.200472 + 0 .2 3.8 cm.1 Pola gelap dan terang pada difraksi oleh celah tunggal Pola Difraksi m 1 2 Minimum 3 4 1 Maksimum sekunder Lebar celah rata-rata (mm) : Ë = 632.169681 0.D.17775 8 Ym (cm) 1 2. terang sekunder 3 = 3.178214 0.III.7 2.1 5.168634 0.172975 + 0 . R = 316.2 Pola distribusi intensitas difraksi oleh celah tunggal y (mm) 0 10 20 V (mV) 133. DATA HASIL PERCOBAAN Tabel 5. 2.85 4. Edition 94/95.3 4.459. kmà terang sekunder 1 = 1. Volume 1-5.43. Ph.17775 2 3 4 Tabel 5.Sc.8 nm.5 1.172975 0.200472 0.16752 0.182256 + 0.8 Diffration of Light at slit and edge • Diktat Training Tim Olimpiade Fisika Indonesia 1996.182251 + 0.

30 40 50 60 70 80 90 100 y : jarak pola difraksi diukur dari terang pusat V : Tegangan yang terbaca pada multimeter Tabel 5.2 0.6 0.3 Pola distribusi intensitas difraksi oleh tepi tajam y (mm) 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 y : jarak pola difraksi diukur dari terang pusat V : Tegangan yang terbaca pada multimeter 1 0.8 0.3 0.5 0.1 0.2 .5 0.5 0.2 V (mV) 96.2 0.5 0.1 30 2.2 0.2 0.5 0.2 0.

AUGUSTIN FRESNEL. Newton kesulitan menjelaskan tentang fenomena interferensi cahaya. Penjelasan Newton menjelaskan adanya sifat gelombang (wavelike property) dalam penjelasan partikel. Ahli matematika Irlandia. Maxwell menunjukkan bahwa listrik dan magnet saling mempengaruhi. Teori Hamilton menjadi penting dalam perkembangan mekanik kuantum. muncul pertanyaan apakah cahaya itu merupakan suatu gelombang atau partikel. Teori gelombang. menyebabkan para ilmuwan menganggap teori partikel lah yang paling benar. THOMAS YOUNG sudah menganalisa jenis baru dari interferensi menggunakan teori gelombang. Padahal pada 1803. Sementara itu. SIR ISAAC NEWTON menyatakan bahwa cahaya adalah partikel. Kemudian JAMES CLERK MAXWELL memulai percobaan elektromagnetik. pada akhirnya diterima setelah seorang ilmuwan Perancis. Kemudian Maxwell berhasil menemukan beberapa persamaan (The Four Maxwell’s Equations) untuk menjelaskan electromagnet. Reputasi Newton dan adanya kesulitan menjelaskan tentang polarisasi. Sebagai akibatnya. mendukung ide dari Young. teori gelombang dapat diterima. Selama waktu antara Newton dan Fresnel. Persamaan Maxwell ternyata bersesuaian dengan persamaan persamaan sebelumnya tentang cahaya. mengklarifikasi hubungan antara gelombang dan partikel dengan mengembangkan teori yang melibatkan optic dan mekanik.V. Teori Maxwell juga berhasil mengungkap kecepatan . Fresnel dan penggantinya berhasil menggunakan tehnik matematika ini untuk membuat sebuah teori tentang gelombang transversal yang akan menjelaskan fenomena polarisasi. seperti adanya gelombang yang dapat merambat melalui udara. SIR WILLIAM HAMILTON. Sedangkan pada saat yang sama HUYGENS berpendapat bahwa cahaya adalah gelombang. TEORI KLASIK Pada akhir tahun 1600-an. Percobaan ini meruntuhkan teori gelombang. ilmuwan-ilmuwan mengembangkan tehnik matematika untuk menjelaskan fenomena gelombang dalam zat cair dan benda padat. Pada saat itu teori gelombang tidak dapat menjelaskan polarisasi karena gelombang yang dikenal oleh para ilmuwan bergerak secara pararel. Fresnel mendukung ide Young dengan perhitungan matematik (1815) dan memperkirakan adanya efek baru yang mengejutkan. ANALISIS HASIL PERCOBAAN 1.

namun tergantung dari frekuensi electron-elektron tsb. • Slit Adjustable (SLIT-01) dengan konfigurasi : * 1 buah Slit * 1 buah Barrel Base Berfungsi sebagai celah yang bias diatur lebar/sempitnya (adjustable). Menurut Einstein. GUSTAV HERTZ. teori-teori terpenting dihasilkan oleh Maxwell dengan 4 persamaannya. Teori-teori yang ada kemudian saling melengkapi satu sama lain. Walaupun demikian. • Laser He-Ne (LASER-02) dengan konfigurasi : * 1 buah Laser He-Ne * 1 buah Tripod Base Berfungsi sebagai sumber cahaya.masing teori didukung dengan sejumlah percobaan. karena masing. kecepatan electron yang dipancarkan tidak tergantung dari intensitas cahaya. Maxwell meninggalkan sebuah persoalan yang tidak terpecahkan tentang teori gelombang. Semua teori ini adalah benar pada masanya. sejumlah energi yang kemudian diketahui sebagai photon. Dia menyatakan keberadaan dari kuantum cahaya (light quantum). para ilmuwan tetap menganggap semua teori fisika bersesuaian dengan teori Planck.cahaya. 2. Sampai dua decade kemudian. Teori dari Einstein bersesuaian dengan Planck. dan Einstein dengan teori kuantumnya. TEORI MODERN Teori Planck tetap bertahan demikian sampai EINSTEIN menunjukkan cara menjelaskan efek foto elektrik. Planck. MAX PLANCK memecahkan masalah tersebut. Hertz memastikan kebenaran dari teori Maxwell. ilmuwan Jerman. • Lensa (LENSA-10) dengan konfigurasi : * 1 buah Lensa . Einstein akhirnya berpendapat tentang dualisme cahaya. yaitu cahaya dipandang sebagai gelombang maupun sebagai partikel. mendeteksi electromagnet pada frekuensi yang lebih rendah (dari perkiraan teori Maxwell). Pada tahun 1900.

jika kita memperbesar lebar celah maka pola difraksi akan mengecil. 3. misal ym = 3. • Photocell Sele nium (FOTOSEL-01) Berfungsi untuk menangkap cahaya. • 2 buah Connecting Cord (KABEL-14-15) Berhubungan dengan Multirange Motor. lihat ilustrasi berikut. . maka akan semakin kecil ym. yaitu pola difraksi akan membesar. Sedangkan jika kita mempersempit lebar celah maka akan terjadi kebalikannya. • 2 buah Screen (metal) (LAYAR-06-07) Berfungsi untuk menangkap pola difraksi. • Multirange Meter (MMFIS-01) dengan konfigurasi : * 1 buah Multirange Meter * 6 buah Dry Cell 1. Jadi semakin besar a. Pada pola difraksi.5 cm . small * 1 buah Barrel Base Berfungsi untuk mengukur jarak celah – layer. Untuk minimum. • Meter Scale (MISTAR-02) dengan konfigurasi : * 1 buah Meter Scale * 1 buah Bench Clamp. Sebagai buktinya. Berfungsi sebagai penghubung antara Multirange Meter dengan objek.* 1 buah Lens Holder * 1 buah Barrel Base Berfungsi untuk menyebarkan cahaya. Dari rumus kita akan membuktikan hal tersebut.5 V Untuk mengukur intensitas cahaya. Untuk minimum → a= mλ ym k mλ ym 2 ym + R 2 Untuk maksimum → a = 2 ym + R 2 Kita melihat bahwa antara a (lebar celah) dan ym (jarak pola minimum/maksimum ke-m dari terang pusat/terang sekunder)) selalu berbanding terbalik.

2 y (mm) V (mV) 134 71 7.027 cm sekarang ym kita jadikan 7 cm (2 x lipat yang di atas) 5 × 632. Sumber cahaya yang polikromatis tidak akan menghasilkan panjang gelombang. 5. lihat lampiran. Jika pada praktikum tidak digunakan sinar laser.5 0.5 0.5 0.2 0.2 0.5 2 + 300 2 = 0 .0135 cm --à terlihat bahwa a akan semakin kecil 7 (menjadi 0. Sumber cahaya lilin atau lampu tidak monokromatis. sumber cahaya yang digunakan harus monokromatis dan koheren.6 0.2) 160 140 120 V (mV) 100 80 60 40 20 0 0 10 10 20 30 40 50 60 70 80 90 0 y (mm) Grafik Pola Distribusi Intensitas oleh Tepi Tajam (Tabel 5.5 0.5 0.5 kali yang di atas) jika nilai ym kita besarkan.8 ×10 −7 7 2 + 3002 = 0. tetapi memakai lilin atau lampu sebagai sumber cahaya maka pola difraksi tidak dapat diamati.a= 5 × 632 . 6. a= 4.1 0.2 0.2 0. Agar pola difraksi dapat diamati. dan amplitude yang sama.3 0. melainkan polikromatis. karena itu pola difraksi tidak dapat diamati.2 Untuk grafik dengan skala yang lebih detail.5 3.8 0.2 0. Perbedaan-perbedaan pada peristiwa difraksi dan interferensi Hal Difraksi Interferensi . Grafik Pola Distribusi Difraksi Oleh Celah Tunggal (Tabel 5.8 × 10 −7 3. frekuensi.8 1 0.3) 120 100 V (mV) 80 60 40 20 0 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 10 Series1 96 30 2.

Cahaya dapat diibaratkan sebagai gelombang laut (gelombang yang datar / plane wave). Sama (karena intensitasnya di manamana sama besar) Pola Tidak sama. Pola inilah yang disebut dengan pola difraksi Fraunhofer. Difraksi jenis ini bisa terjadi jika jarak antara sumber dan hambatan dekat. kemudian akan akan berkurang (terang ke 3 akan lebih gelap daripada terang ke 2 dst).Intensitas Terang pusat lebih besar intensitasnya (paling terang). gelombang akan mempunyai pola yang berbeda dengan pola asalnya. • Difraksi Sinar X (X-Ray) Adalah metode untuk menentukan struktur atom dan molekul dengan mengukur pola sinar X yang tersebar setelah sinar X tsb melewati kristal. . Untuk grafik pola intensitas untuk n = 3. semakin ke luar semakin kecil (karena intensitas yang tidak sama) 7. seperti batu karang. • Difraksi Fresnel Cahaya dapat berupa gelombang yang berpola lingkaran (spherical wave). Pada jarak yang cukup besar (dibandingkan dengan ukuran dari hambatan) akan ada pola iluminasi gelap dan terang. Setelah menabrak. Setelah spherical waves ini melewati sebuah hambatan akan menghasilkan sebuah pola difraksi Fresnel pada layar atau tembok di mana mereka sampai. Dari terang pusat ke terang selanjutnya sama besarnya. lihat lampiran. 8. Rumus terang Sumber cahaya Adanya konstanta km Satu sumber cahaya yang koheren dan monokromatis Tidak ada konstanta km Dua sumber cahaya yang saling koheren dan saling monokromatis. Dapat pula diilustrasikan sebagai gelombang lingkaran yang terbentuk akibat sebuah kerikil yang kita jatuhkan ke dalam air. Jenis difraksi yang lain : • Difraksi Fraunhofer Difraksi ini bias diilustrasikan sebagai berikut. Sebuah sumber cahaya akan menghasilkan spherical waves. Gelombang ini dapat menabrak hambatan.

+ e (n −1) iδ E = Em (1 + eiδ + e 2 i δ + e3 i δ + . Hal ini menjadi dasar lahirnya teori kuantum. Energi tersebut terkonsentrasi dalam foton. jarak antar celah = d. Penurunan rumus intensitasnya : E = E1 + E2 + E3 + E 4 + .) − Em e inδ (1 + e iδ + e 2 i δ + e3 i δ + .. Menurut Planck...) E = Em (1 − e inδ )(1 − e inδ ) (Hukum binomial Newton) E= 1 − eiNδ 1 − ei δ E= e iNδ 2 (e −iN δ −i δ 2 −e −e iNδ 2 ) e iδ 2 (e 2 iδ E =e i (n −1)δ 2 2 )  sin( N δ )   2   sin δ     2  ( ) Jadi intensitas untuk n = 3 :  sin( N δ )  2  I = Im  sin δ     2  2 ( ) 9.. + En E = Em (1 + e i δ + e 2 iδ + e 3 iδ + .. Dua percobaan yang tidak dapat dijelaskan oleh keempat persamaan Maxwell dan cara ahli fisika menjelaskannya • Spektrum radiasi benda hitam. Lompatan ini akan terjadi jika adanya ambang batas dari cahaya yang menyinari logam tsb. .. Lompatan elektron ini bisa terjadi jika ada gelombang elektromagnetik berfrekuensi tinggi jatuh di permukaan logam tsb. + e ( n −1 )i δ + e niδ + e ( n +1) iδ + .. Kemud ian Max Planck berusaha menyempurnakan hasil penelitian Maxwell tsb.... Einstein berpendapat bahwa energi yang keluar dar muka gelombang tidaklah terpisah-pisah.) − Em ( einδ + e 2 i δ + e 3i δ + .. Menurut Maxwell. Menurut Einstein. efek ini adalah gejala lompatan elektron dari permukaan logam. adanya getaran muatan listrik akan membangkitkan gelombang elektromagnetik. • Efek fotolistrik Cahaya dianggap sebagai partikel.Jumlah celah = n ... lebar masing..) E = Em (1 + e i δ + e 2 i δ + e 3i γ + . Tetapi Maxwell tidak bisa menjelaskan tentang adanya spektrum radiasi dari benda hitam.masing celah = a. cahaya adalah paket-paket energi (yang disebut juga dengan kuanta).

Setelah itu lampu dinyalakan. m(1 s/d 5). Kemudian tandai terang 1. Jika A = terang sekunder ketiga. dst pada layer (dalam percobaan kita gunakan kertas). jarak celah – layer = d.459. Kemudian R dapat dikethui. 3.10. sudah ada beberapa yang diketahui. berapa kali ë harus diperbesar ? (Anggap letak terang sekunder berada di tengah-tengah antara dua gelap).47). ym 2 + R 2 ym Untuk pola terang sekunder : k m . km (1. 2. Jadi yang masih harus dicari adalah y dan R. ym + R 2 ym a= Sesuai rumus di atas. Cara mengukur lebar celah pada praktikum Untuk pola gelap : a.43.8 nm). Dari beberapa variable tersebut. Langkah berikutnya adalah mencari ym. 3. dst. Lebar celah kita atur sedemikian rupa sehingga pola difraksinya menjadi jelas.47. lalu ukurlah jarak dari terang/gelap pusat ke terang/gelap lainnya. Jawab : . dengan m mengukur menggunakan meter scale. 4. panjang gelombang = ë. 2. A = gelap kedua. lalu percobaan dilakukan. yaitu untuk ë (362.λ . Dengan demikian kita telah menemukan ym. 3. 11. Tandai pula gelap 1. Lampu ruangan dimatikan.sin θ = mλ ym sin θ = ym 2 + R 2 a= mλ . sehingga lebar celah dapat dihitung. maka kita harus mengetahui terlebih dahulu nilai-nilai dari variable yang digunakan untuk menghitung lebar celah ( a). 2.

.47ëb λb = 2 λ a = 0. 6. 5. Pada pengukuran lebar celah untuk difraksi. 2. intensitas terang pusat lebih besar daripada terang-terang selanjutnya (terang 1. Pola difraksi dapat diamati bila sumber cahaya monokromatis dan koheren. KESIMPULAN 1. konstanta untuk maksimum sekunder (yang terakhir khusus untuk pola terang sekunder). 3. dipenagruhi oleh beberapa factor.Untuk minimum → a= mλ ym kmλ ym 2λ a 2 ym + d 2 − − − − > Ym = mλ a a ym + d 2 2 Untuk maksimum → a = 2 y m + d 2 − −− > Ym = kmλ y 2 m +d2 Ym = Ym ym + d 2 = 2 3.47 λ a ym + d 2 2 2ëa = 3. Difraksi adalah peristiwa pelenturan cahaya dengan sumber cahaya tunggal. 2. demikian pula sebaliknya. Dilhat dari tabel (5. yaitu : jarak celah.layar. Besarnya pola difraksi berlawanan dengan lebar celah.47 VI. Jika celah dilebarkan maka pola difraksi akan mengecil. jarak pola minimum/maksimum dari terang pusat/sekunder. 4. Pada difraksi. dst).1) maka dapat disimpulkan bahwa ym berbanding terbalik dengan a. 3.576369 ëa 3 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful