MATA KULIAH KRITIK SASTRA PADA PROGRAM STUDI BAHASA DAN SASTRA JEPANG UNIVERSITAS NASIONAL JAKARTA Oleh

FAIRUZ M.Hum

PENDAHULUAN Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang berdiri sejak tahun 1985 dengan visi menjadi pusat

pengembangan dan pendidikan Ilmu Bahasa dan Sastra Jepang di Indonesia. Sedangkan misinya adalah untuk menyelenggarakan pendidikan dalam bidang kebahasaan, kesastraan dan kebudayaan kepada para mahasiswa secara profesional yang didukung oleh suasana akademik yang sehat dan dinamis. Sejak didirikan hingga sekarang, kurikulum Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang telah mengalami beberapa kali perubahan sehingga menjadi kurikulum yang berbasis kompetensi. Perubahan ini disesuaikan dengan kebutuhan pengguna lulusan dan perkembangan ilmu pengetahuan yang terbaru. Adapun tujuan dari visi dan misi tersebut di atas adalah untuk mewujudkan lulusan yang menguasai dan trampil dalam bidang bahasa, sastra dan budaya Jepang. Untuk mencapai tujuan tersebut maka Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang menyusun kurikulum dengan 3 bidang konsentrasi yaitu Sastra, Budaya dan Linguistik. Ketiga bidang ini mendapat porsi dan tempat yang penting dalam kurikulum Prodi Bahasa dan Sastra Jepang Universitas Nasional yang berbasis kompetensi.. MATA KULIAH KRITIK SASTRA Posisi kritik sastra dalam studi kesusastraan termasuk dalam wilayah studi keilmuan yaitu wilayah kajian yang berhubungan dengan ilmu-ilmu sastra, yang memuat berbagai pengetahuan yang dapat digunakan untuk memahami, menelaah, mencari makna dan mengevaluasi suatu karya sastra. Dengan kata lain, wilayah studi keilmuan banyak membicarakan konsep, kaidah-kaidah atau asas-asas umum dalam menelaah karya sastra. Rene Wellek dan Austen Warren(1973:37-46 ) membagi wilayah keilmuan menjadi tiga bidang wilayah studi sastra, yaitu :

1) Teori sastra adalah bidang studi sastra yang memusatkan perhatian pada konsep, prinsip, kategori dan
kriteria kesusastraan.

2) Kritik sastra adalah bidang studi sastra yang berusaha menyelidiki karya sastra, mendeskripsikan,
menganalisis, menginterpretasikan, memberi komentar, dan memberi penilaian pada karya sastra, dan

1

dengan perincian 2 sks beupa kuliah atau ceramah di kelas dan 1 sks berupa tugas terstruktur. Kita tidak dapat menyusun teori sastra tanpa adanya hasil kritik sastra dan sejarah sastra. Ketiga mata kuliah ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang bersifat knowledge untuk melengkapi mata kuliah yang bersifat skill yang mereka dapatkan terkait dengan kejepangan. genre sastra. Begitu juga sejarah sastra tidak dapat disusun tanpa adanya teori sastra dan kritik sastra. khususnya bagi mahasiswa yang memilih bidang konsentrasi Sastra dan Budaya 2 . 2) Agar mahasiswa memahami dan menguasai berbagai pendekatan-pendekatan yang dipakai untuk menganalisis sebuah karya sastra secara kritis. 3) Agar mahasiswa memahami dan dapat mengaplikasikan berbagai kritik sastra dalam berbagai karya sastra 4) Agar mahasiswa dapat mengaplikasikan kritik sastra yang diminati pada tugas akhir/skripsi.3) Sejarah sastra adalah studi sastra yang membicarakan perkembangan karya sastra dari satu periode ke periode berikutnya. Sedangkan penyusunan SAP mata kuliah ini dilakukan oleh tim dosen yang membidangi sastra. aliran sastra. 2) Kritik Sastra 3 sks dan 3) Telaah Karya Sastra 4 sks. Perbedaan ketiga wilayah studi di atas sangat jelas. Kritik sastra tidak dapat dilakukan tanpa adanya teori dan sejarah sastra. Kritik sastra diberikan 1 TM= 3 sks per minggu. Mata kuliah Kritik Sastra diberikan pada semester IV setelah mereka mendapatkan mata kuliah Kesusastraan Jepang pada semester sebelumnya. Bidang konsentrasi Sastra pada Prodi Bahasa dan Sastra Jepang Universitas Nasional terdiri dari tiga mata kuliah yaitu: 1) Kesusastraan Jepang 3 sks. tetapi pada prakteknya ketiga bidang studi keilmuan ini tidak dapat dipisah-pisahkan satu sama lain. Dapat dikatakan membicarakan kritik sastra berarti juga membicarakan teori sastra dan sejarah sastra tersebut. 1) Agar mahasiswa mengetahui dan memahami sastra dan manfaatnya secara umum. yang meliputi sastra. Tujuan khusus diadakannya mata kuliah kritik sastra ini adalah sebagai berikut. dan gaya-gaya bahasa yang terdapat dalam karya sastra.

mengkaji. 2. Kritik Psikoanalisis adalah kritik sastra yang menerapkan kaidah-kaidah psikoanalisis dalam membicarakan karya sastra. Dalam bidang kesusastraan multikultural membahas permasalahan lintas budaya. feminis psikoanalitik. 3. Pelopor kritik eksistensialisme adalah Jean –Paul Sartre. feminis ideologis dan sebagainya. Kritik Semiotik. Kierkegaard. Kritik Eksistensialisme adalah kritik yang berdasarkan pada filsafat eksistensialisme. 4. semiotik adalah ilmu yang secara sistematik mempelajari tanda-tanda dan lambang-lambang. berorientasi Anglo-sakson dalam berbagai bidang termasuk kesusastraan.MATERI PENGAJARAN KRITIK SASTRA Berikut ini beberapa materi kritik sastra yang pernah diajarkan pada mata kuliah Kritk Sastra: 1. Pelopornya adalah Ferdinand de Saussure dan diteruskan oleh Roland Barthes yang mengembangkan teori sintakmatik dan paradikmatik. semantik dan verbal. kritik feminis Marxis. Psikologi sastra menganalisis secara terperinci pengalaman emosional yang dapat menjadi sumber gangguan jiwa tokohnya. Pendekatan semiotik sastra dimaksudkan 3 . Kehidupan manusia akan memiliki makna apabila ia dapat melepaskan diri dari semua ikatan sosial dan kebiasaan yang ada pada masyarakat. istilah multikultural mulai diperkenalkan di Amerika untuk mengugat dominasi budaya kelompok berkulit putih. Pada awalnya kritik feminis adalah mengali. menampilkan gambaran kehidupan dan kehidupan itu merupakan kenyataan sosial (Damono. Jaspers. mengugat stereotip-stereotip dan konstruksi sosial budaya yang rasis dan esensialis. Kritik Strukturalisme adalah kritik yang menyatakan bahwa karya sastra merupakan sebuah struktur yang terdiri dari bermacam-macam unsur pembentuk karya sastra. Ajaran pokok eksistensialisme adalah manusia harus hidup seorang diri di alam semesta. serta menilai karya-karya penulis wanita. dan Nietzsche. 7. Kritik Feminis adalah kritik sastra yang mengarahkan telaahnya kepada wanita. Selanjutnya berkembang berbagai ragam kritik feminis antara lain. Kritik Sosiologi sastra berdasarkan prinsip bahwa karya sastra merupakan refleksi atau cerminan masyarakat pada zaman karya sastra itu ditulis. Kritik Multikulturalisme. 1978:1) 6. dan proses perlambangan. Tzvetan Todorov mengembangkan tiga aspek dasar tata satra yaitu aspek sintaksis. Psikoanalisis pertamakali di perkenalkan oleh Sigmund Freud. Karya sastra merupakan suatu eksperimen moral yang dituangkan oleh pengarang melalui bahasa. 5.

yaitu : 1) Tahapan Deskripsi yaitu tahap kegiatan memaparkan data sebuah karya sastra berdasarkan urutan cerita. Demikianlah makalah ini saya sampaikan. harapan saya dalam forum ini kita dapat bertukar pendapat dan berbagi pengalaman.untuk menganalisis karya sastra sebagai suatu sistem tanda-tanda dan menentukan konvensi-konvensi apa yang memungkinkan sastra mempunyai makna. mendata latar ruang dan waktu atau sosial tokoh. dan mendeskripsikan alurnya. Interprestasi meliputi penjelasan pada semua aspek karya sastra. Dalam metode pengajaran tidak semua kritik sastra diajarkan dalam satu semester. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi perbaikan kurikulum pengajaran bahasa dan sastra Jepang. Kendala yang ada hanyalah minat baca para mahasiswa yang rendah. membandingkan dengan karya sastra lain. 3) Tahapan Analisis merupakan tahap penguraian untuk mencari makna. baik dari segi bahasanya. isi atau tema dan amanatnya. 4) Tahapan Penilaian atau Evaluasi yang merupakan tahap akhir. 4 . mendeskripsikan tokoh baik secara fisik maupun psikis. Hal ini untuk memaksimalkan pemahaman mahasiswa terhadap kritik sastra yang diajarkan. sejarah. 2) Tahapan Penafsiran atau Interprestasi untuk menangkap makna yang tersirat dengan mengemukakan pendapat sendiri. Maka diharapkan wawasan dan pemahaman mahasiswa bertambah. TAHAP-TAHAP PENGAJARAN KRITIK SASTRA Untuk dapat melakukan kritik sastra secara baik harus melalui langkah-langkah atau tahapan tahapan yang sistematis. Dalam satu semester hanya dipilih antara 4 atau 5 macam kritik sastra untuk diajarkan. Kegiatan deskripsi ini hanya sekedar membaca atau memaparkan data tanpa menafsirkan dan menganalisis. maupun struktur yang membentuknya. Untuk mensiasati hal tersebut saya sebagai pengajar setiap kali tatap muka memberikan tugas meresume suatu buku atau bacaan yang berhubungan dengan kritik sastra yang sedang diajarkan. atau dengan kenyataan yang ada pada masyarakat dengan mengunakan teori sastra yang tepat. Dalam tahap ini dapat dilakukan pujian terhadap suatu karya sastra atau malahan sebaliknya PENUTUP Dalam pengajaran kritik sastra hampir tidak menemukan kendala yang berarti.

Teori Kesusastraan. Bandung: Angkasa. Kreasi Wacana. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Damono. Program studi Ilmu 5 . Sosiologi Sastra : Sebuah Pengantar. 2004 Djayanegara. Depok: Desantara. Puji Drs.S. Jakarta:Indonesiatera. Cultural Studies. 2010. Hellwig. 2004 Santosa. 1998 Wellek. Metode dan Teknik Penulisan Ilmiah Sastra: Dari Strukturalisme Hingga Postrukturalisme Persfektif Wacana Naratif. _____________. Jakarta: ILDEP dan Jambatan. In the Shadow of Change: Citra Perempuan dalam Sastra Indonesia. Yogyakarta: Jalasutra. Soenarjati. Jakarta: Gramedia. Kritik Sastra Feminis: Sebuah Pengantar. Tineke. Teori. Nyoman Kutha. 1993. 2003. Tata Sastra. Feminist Thought: Pengantar Paling Komprehensif Kepada Aliran Utama Pemikiran Feminis. Rosemarie Putnam. 1985 Tong. Terjemahan Okke K. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Teori-Teori Psikodinamik. Yogyakarta: Kanisius.Terjemahan Melani Budianta. Modul kuliah Kritik Sastra. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1993. Tzvetan. Yogyakarta: Jalasutra.REFERENSI Budianta. Melani ed. 2000. Ancangan Semiotika dan Pengkajian Susastra. Barker.Zaimar dkk. Hall Calvin S & Gardner lindzey. Rene and Austin Warren. Todorov. Membaca Sastra: Pengantar Memahami Sastra untuk Perguruan Tinggi. Teori & Praktik. Cultural studies dan kajian Budaya Pop. 2005 Storey. 2003. Yogyakarta. Ratna. Jakarta: Universitas Nasional. 1978. 1973 RIWAYAT HIDUP PENULIS ( kalau diperlukan) 1991 2007 : Tamat S1 pada Fakultas Sastra Program Studi Jepang Uiversitas Nasional : Tamat S2 pada Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. John. Chris. Sapardi.

Susastra 6 .