PENGELOLAAN BAHASA DALAM PENULISAN ARTIKEL ILMIAH

PENULISAN ARTIKEL ILMIAH
1. Jembatan antara penulis dng. pembaca maka dibutuhkan teknik khusus. Penulis dituntut menulis dengan gaya bahasa sendiri. 2. Suatu bentuk kontribusi keilmuan sehingga dapat dipandang sebagai sarana promosi diri. 3. Harus memenuhi tiga unsur, yaitu: (a) logika ilmu yang tepat; (2) bahasa yang jelas, lugas dan komunikatif; (3) sesuai aturan jurnal yang akan disasar. 4. Menaati konvensi bidang ilmu yang ditekuni dengan berpedoman pada jurnal ilmiahnya/gaya selingkung jurnal.

PENULISAN JUDUL
 Judul merupakan bagian awal artikel, sebelum pemba-

ca membaca keseluruhan isi artikelnya.
 Harus khas/berdaya pikat, singkat, informatif, komu-

nikatif, dan mampu menggambarkan keseluruhan isi artikel. Disarankan judul antara 12 – 15 kata, tetapi tetap mencerminkan isi dengan pas.
 Judul yang singkat seringkali kurang dapat menggam-

barkan isi artikel. Sebaliknya, judul yg panjang sering mengaburkan isi artikel.

 Judul yang panjang dengan tetap mempertahankan ke-

jelasan makna judul maka dapat dibuatkan subjudul.
 Hindari singkatan dan tidak ada penambahan nama la-

tin yang bersifat umum.
 Hindari pemuatan kata-kata umum, seperti: penelaah-

an, studi, pengaruh, hubungan, survei.
 Disarankan menonjolkan dan menempatkan kata kun-

ci yang paling penting dan khas. Hal ini dimasudkan untuk memudahkan pelayanan penelusuran pustaka.

(2) merangsang pembaca menjadi pembaca aktif.  Judul perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. . Penempatan kata kunci memiliki nilai tambah. yaitu: (1) membantu pembaca mendapatkan gambaran isi artikel dengan mudah dan cepat.

CONTOH JUDUL ARTIKEL  Pengembangan Kemampuan Berpikir Sintetis Kreatif Melalui Bahan Ajar Model Peta Konsep Tarekat: Sejarah Timbul dan Pengaruhnya di Dunia Islam Problema Pembelajaran Apresiasi Sastra di SD      Pemanfaatan Budaya sebagai Dasar Penguasaan Kesantunan Identifikasi Miskonsepsi IPA (Fisika) pada Siswa SD Instrumen Penilaian Rencana Pelajaran Menggambar sebagai Alternatif Pemupukan Kreativitas Siswa SD Pembinaan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat tentang Pengolahan Buah Nanas Menjadi Dodol Nanas.  .

kedu- dukan dan gelar akademik..  Penulisan nama penulis berkait dengan tanggungja- wabnya terhadap isi artikel. semuanya ditulis lengkap.. tidak menggunakan singkatan dkk. atau et.al. Penulis lebih dari satu orang.yaitu: nama penulis dan nama lembaga/unit kerja lengkap dengan alamatnya. Pencantuman urutan nama penulis dapat menjadi unsur pelik dan menjadi sumber sengketa .  Nama penulis tidak dilengkapi dengan pangkat. dan lain-lain. harus harus sepengetahuan dan seizin penulis bersangkutan. Karenanya.NAMA PENULIS DAN ALAMAT  Dalam artikel berisi dua unsur. penulisan setiap nama penulis.

Pe- nulis korespondensi bertanggung jawab atas semua korespondensi serta perbaikan artikel. . alamat lembaga masing-masing harus dicantumkan. mahasiswa penulis- nya lazimnya sebagai penulis pertama. sedangkan pembimbing sebagai penulis kedua/terakhir. Di jurnal ilmiah. urutan berikutnya anggota. ketua peneliti/penulis utama ditem- patkan pada urutan pertama.  Penulis korespondensi tidak selalu penulis utama. Pembimbing lebih bertindak sebagai promotor untuk mempromosikan mahasiswanya pada masyarakat ilmiah. Penulis dari lembaga berlainan.  Artikel dari skripsi/tesis/disertasi.

mail.  Nama penulis konsisten baik bentuk dan pengejaannya  Alamat lembaga/rumah ditulis dan lengkap. perlu di- sertakan nomor telepon. Penulisan nama bervariasi. untuk korespondensi dengan pembaca/ilmuwan lain. faksimile. dan e. . khususnya yang tidak memiliki nama keluarga/marga/ baptis. tetapi penulis hendaknya taat azas menuliskan namanya.

[Diterima 1 Februari 2010/Disetujui 8 Februari 2010]  Penulisan ini dimaksudkan untuk menegaskan siapa yang berhak sebagai penemu pertama bila kelak timbul sengketa mengenai siapa penemu/peneliti yang mepublikasikan pertama kali pada masyarakat ilmiah. .TANGGAL/GENESIS NASKAH  Di bawah nama dan alamat pada beberapa jurnal ditu- liskan tanggal penerimaan naskah oleh penerbit diikuti tanggal naskah disetujui untuk dipublikasikan.  Memberikan informasi waktu yang diperlukan untuk memproses naskah sejak diterima sampai dipublikasikan serta kinerja pengelola jurnal ilmiah tersebut.

Umumnya disajikan dalam satu paragraf dan disarankan tidak lebih 200 kata. . Dibaca tidaknya suatu artikel tergantung pada kesan yang diperoleh pembaca pada saat membaca abstraknya.  Penulisan abstrak yang baik perlu dipertimbangkan karena abstrak merupakan bagian artikel yang dibaca setelah judul.ABSTRAK  Abstrak merupakan ringkasan lengkap dan menjelas- kan keseluruhan isi artikel.  Abstrak dalam bahasa Inggris merupakan hal yang mutlak harus ada (persyaratan dalam akreditasi).

(2) pendekatan untuk memecahkan masalah (metode).  Abstrak harus mengandung empat unsur. (3) hasil dan pembahasan. yaitu: (1) ar- gumentasi logis dilakukan observasi/penelitian untuk memecahkan masalah. Setiap unsur diungkapkan dalam kalimat yang singkat dan jelas sehingga abstrak tidak terlalu panjang. dan (4) simpulan dan saran (IMRAD: introduction. . methods. results. setiap informasi yang terkandung pada abstrak harus berdasarkan fakta. Arti- nya. Abstrak harus bersifat informatif dan deskriptif. and discussions).

hal ini merugikan penulis dan pembaca menjadi kurang berkenan membaca karena maknanya kabur. ringkas. Karena itu. objektif. dan cendikia. Usahakan pembaca dapat menangkap isi artikel tanpa harus mengacu ke artikel lengkapnya. . abstrak harus disusun secara lengkap. Pemenggalan ini seringkali kurang memperhatikan detil isi sehingga dapat mengaburkan makna abstrak keseluruhan. Abstrak yang panjang biasanya akan dipenggal supaya menjadi pendek. cermat.  Pelayanan abstrak (abstracting service) menyukai ab- strak pendek karena secara langsung dapat mengutip keseluruhannya. Tentu.

Data dalam abstrak. . dan ilustrasi. rujukan yang disajikan di dalam teks. tabel. ilustrasi.  Abstrak bukan “Pengantar”.  Abstrak dalam bahasa Inggris dimaksudkan agar da- pat diakses oleh pembaca yang tidak berbahasa Indonesia. tabel. hendaknya disajikan secara tepat sehingga pembaca tidak perlu mengacu pada gambar. Abstrak tidak mengandung pustaka dan penunjukan gambar. Pada abstrak hindari pula penggunaan singkatan.

Kata kunci penting dalam pengindeksan artikel dan dapat membantu keteraksesan tulisan ke pembaca melalui pemindaian komputer di internet.KATA KUNCI  Kata kunci adalah kata-kata yang mengandung konsep      pokok yang dibahas dalam artikel. maka salah satu kata kunci yang ditulis dapat membuka artikel tersebut. Pilihlah kata kunci yang paling baik yang dapat mewakili topik yang dibahas dalam artikel tersebut.5 kata dan cara pengurutannya dari yang spesifik ke yang umum dan ditulis dalam satu baris. Kata kunci ditempatkan sesudah abstrak. Bila ingin mencari suatu artikel dengan membaca kata kunci. . Kata kunci dapat diambil dari thesaurus bidang ilmu masing-masing. Jumlah kata kunci 3 .

ac. Sapen. creative synthesis. HP 08122605619 Diterima 1 Februari 2010 dan Disetujui 8 Februari 2010 Abstract: This research aim to describing about: there is or not make-up ability creative synthesis thinking of Economic Program Study Education Students at FKIP UNS through development of teaching material concept map model. FKIP UNS. This situation can be seen that before using materials teaching with concept map model. Ir. learning materials. Jln.id. The research method was CAR (Classroom Action Research) by the two cycles. Mojolaban – Sukoharjo E-mail: Indri@uns. Keywords: thinking ability.Contoh: PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR SINTESIS KREATIF MELALUI BAHAN AJAR MODEL PETA KONSEP Mintasih Indriayu*. Location of research in Economic Education Program. But on the contrary after applying materials teaching with concept map model at study process of Introductory Economics can be seen the existence of make-up ability students of creative synthesis thinking at all of its aspect. JPIPS FKIP UNS. dan Dewi Merdekawati Pendidikan Ekonomi. Result of research show that material teaching with concept map model can develop ability students of creative synthesis thinking. the ability students to release of ideas. concept map model . formulating ideas with them own language and to develop ideas still less were gratifying. Harini. Sutami 36 A Surakarta *Alamat korespondensi: Perum Bumi Anugrah.

tetapi tidak perlu mengada-ada kalau corak penelitiannya tidak memerlukan hipotesis. Lazimnya inti pokok tulisan ini memuat: – latar belakang atau konteks penelitian – landasan teori (jika diperlukan) – hasil kajian pustaka yang menunjukkan adanya kesenjangan temuan penelitian – wawasan rencana pemecahan masalah – rumusan tujuan penelitian – kemukakan hipotesis jika ada.PENDAHULUAN   Biasanya tidak diberi judul Antarkan pembaca pada inti pokok tulisan dengan membuat pernyataan masalah yang dihadapi secara jelas. .

Contoh: Cita rasa dan warna biji kakao terbentuk saat proses fermentasi (Shamsudin & Dimick. Hindari penggunaan acuan seperti: …Menurut Akhmad Hasan (dalam Badrus. Sekarang jarang ada bagian khusus “Tinjauan Pustaka”. rujukan ke pustaka digabungkan dalam bagian “Pendahuluan” (latar belakang) dan bagian “Pembahasan”. dan asli (primer) yang mencerminkan state of the art. namun tidak perlu ditulis semuanya. relevan. 2008) bahwa… . Pernyataan yang bersifat umum tidak diperlukan pustaka acuan. 1986). Ketuntasan tinjauan pustaka perlu dilakukan secara kritis. Pengacuan pustaka tidak terlalu ekstensif. tetapi lakukan secukupnya untuk menunjukkan bahwa masalah itu betul-betul ada.      Gunakan pustaka acuan mutakhir.

dan jika perlu nomor halaman). atau pengakuan adanya hasil penelitian atau ide serupa (untuk diketahui/dibandingkan oleh pembaca).PENGACUAN  Pengacuan: pengutipan secara langsung (persis seperti aslinya). yaitu:(1) pengacuan berkurung. atau urut nomor (sesuai dengan urutan pada daftar rujukan) . Pengacuan Berkurung: pengacuan dengan cara menempatkan informasi tentang identitas lengkap suatu sumber rujukan langsung terpadu dalam teks dalam bentuk singkat (lazimnya hanya nama pengarang dan tahun terbit. parafrase (mengambil idenya dengan mengubah bahasanya).  Ada tiga sistem pengacuan. dan (3) catatan akhir. (2) catatan kaki. 1.

berani menghadapi problema kehidupan dan memecahkannya secara kreatif. Meadows dan Casdan (1988:3) mencirikan peran guru sebagai: (1) pembimbing. karenanya harus terjadi perubahan orientasi tujuan pembelajaran di Indonesia dari subject matter oriented menjadi life skill oriented (Depdiknas. 2003:1-7). menyadari dan mensyukuri potensi diri untuk dikembangkan dan diamalkan. (2) teman.Contoh: Hall (1994) mengingatkan untuk mengubah permainan dari pengalaman menyenangkan yang lahir atas inisiatif siswa menjadi pengalaman yang dibimbing guru. (3) konselor. Intervensi guru sebaiknya dilakukan dengan cara yang halus. …………………………………………………………………………… Life skills membantu murid mengembangkan kemampuan belajar (learning to learn) menghilangkan kebiasaan dan pola pikir yang tidak tepat. . dan (4) fasilitator. Tujuan pembelajaran harus mengintegrasikan life skill. Terkait dengan dikotomi permainan yang terpusat pada siswa.

dan (3) Pustaka Acuan. Catatan Akhir: pengacuan dengan cara menempatkan informasi tentang identitas lengkap suatu sumber rujukan di bagian akhir sebuah artikel. 3.  Istilah Daftar Rujukan. Catatan Kaki: pengacuan dengan cara menempatkan informasi tentang identitas suatu sumber rujukan di bawah teks pada halaman yang sama dengan pengacuannya. Daftar Pustaka. atau Referensi juga biasa digunakan sebagai cara pendokumentasian sumber rujukan dalam bentuk daftar yang memuat semua sumber rujukan yang diacu (dirujuk) dalam teks.2. yaitu: (1) Bibliografi. (2) Rujukan Acuan.  Ada tiga cara pendokumentasian sumber rujukan. .

yaitu penelitian yang … * Penelitian ini merupakan penelitian bersifat eksperimen. Utamanya dalam penelitian kualitatif. rancangan percobaan serta cara penganalisisan data diuraikan secara singkat dan cukup terperinci sehingga keterulangan hasil dapat dijamin. tahap-tahap. dan waktu pengambilan cuplikan. Penelitian eksperimen adalah… . Contoh kurang baik: * Penelitian ini merupakan penelitian bersifat deskriptif. adakalanya perlu diuraikan secara jelas secukupnya alat pengumpul data. Metode dan teknik yang dipakai. Dalam menguraikan prosedur. Tulislah kegiatan yang dilakukan sesuai dengan urutan pengoperasiannya (Misal: “ …kertas dilinting setelah digunting sesuai ukuran” haruslah ditulis “…kertas digunting sesuai ukuran lalu dilinting”). hindari bentuk kalimat perintah.METODE  Pertelakan lokasi kegiatan penelitian dikemukakan se-cara     objektif (apa adanya) sesuai keperluan dan keda-laman pendekatan.

bukan data mentah  kalau perlu: reduksi data .HASIL  Sajikan hasil secara bersistem  lihat lagi tujuan  lihat lagi langkah-langkah dalam metode  Narasi berisi informasi yang disarikan dari data. bukan menarasikan data seperti apa adanya  Perjelas narasi dengan ilustrasi (gambar. tabel)  uraian dalam narasi dan ilustrasi harus selaras (lonjakan? fluktuatif?)  nomori ilustrasi secara berurutan  ilustrasi harus diacu dalam teks  sajikan data olahan.

minat investor baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) cenderung menurun jika dilihat dari nilai investasi. Namun bila dilihat dari jumlah proyek untuk PMA terlihat bahwa minat investor asing masih cukup tinggi terutama pada tahun 2000. Perkembangan persetujuan PMDN dan PMA di Indonesia dapat dilihat pada tabel berikut ini.Contoh Narasi Hasil – kurang baik Judul: Refleksi Sewindu Reformasi: Regulasi Investasi Masa Mendatang Sejak terjadinya krisis ekonomi pertengahan 1997. Walaupun terjadi penurunan lagi pada 2001 dan 2002. … .

.

minat investor baik melalui Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) cenderung menurun dari segi jumlah proyek (Lihat Gambar 1).Contoh Narasi Hasil . Penurunan jumlah proyek PMA baru terjadi 4 tahun setelah penurunan jumlah proyek PMDN. … . empat kali dibandingkan keadaan jumlah proyek PMDN saat itu.perbaikan Judul: Jumlah Proyek Sejak terjadinya krisis ekonomi pertengahan 1997. Namun bila dilihat dari jumlah proyek PMA terlihat bahwa minat investor asing bahkan meningkat sampai tahun 2000.

.

PEMBAHASAN  bukan sekadar menarasikan data  urutan pembahasan ~ urutan sajian data  baca lagi tujuan dan hipotesis  cocokkan hipotesis/harapan dengan data  berikan analisis atau tafsiran  kembangkan gagasan atau argumentasi dengan mengaitkan hasil/teori/pendapat/temuan sebelumnya  bandingkan dengan temuan terdahulu  adakah pertimbangan teoretis  adakah kemungkinan manfaat  adakah kemungkinan keterbatasan hasil  kembangkan argumen dalam paragraf .

 Tercerminkah kecendekiaan penulis?  Logiskah argumentasi penulis?  Bermanfaatkah tafsiran penulis?  Adakah implikasi dari temuan?  Adakah keterbatasan temuan?  Adakah spekulasi yang berlebihan?  Apakah pendapat penulis terkemas dalam pa- ragraf yang baik? .

Jerman. dan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2001 di mana tercatat 1. Kanada.0 miliar.000 orang dan tenaga kerja asing sebanyak kurang lebih 5. terjadi penurunan jumlah proyek sebesar 14 %. Rencana investasi PMDN/PMA persetujuan 2002 tersebut akan menyerap tenaga kerja asing sebanyak lebih kurang 214. terjadi penurunan jumlah proyek 29. Perkembangan persetujuan PMA dari 1997-2002 masih banyak investasi berasal dari Negara Asia seperti Jepang. tercatat 264 proyek dengan nilai investasi Rp 58.333 proyek dengan nilai investasi sebesar US $ 15. Belanda dan Inggris serta dari Australia. khusus pada pada 2002 persetujuan PMDN sebanyak 185 proyek dengan nilai investasi Rp 25. Sedang-kan untuk PMA pada 2002 tercatat 1.3 trilyun. Dibandingkan dengan 2001 pada periode yang sama.459 orang. kemudian dari benua Amerika seperti Amerika. .Contoh Pembahasan – kurang baik Badan Koordinasi Penanaman Modal mencatat.8 miliar.8 triliun. Korea Selatan.148 proyek dengan nilai investasi US $ 9. dan dari Eropa seperti Perancis.9% dan nilai investasi 57 %. Singapore.

terjadi penurunan jumlah proyek PMDN sebesar 30%. Eropa (a. Jerman. . Kanada). Korea Selatan. jumlah proyek hanya menurun 14%. untuk PMA pada kurun waktu yang sama.500 orang (Sumber: Badan Koordinasi Penanaman Modal. tetapi nilai investasinya justru menurun lebih dari 65%.l. Perancis. Belanda dan Inggris) dan Australia. disusul oleh benua Amerika (a.l. PMA yang disetujui dari 1997 -2002 mengungkapkan bahwa banyak investasi yang berasal dari Asia (a. Amerika. Sementara itu. 2003).Contoh Pembahasan – perbaikan Pada periode 2001-2002. Singapura). Jepang. 000 orang dan tenaga kerja asing sekitar 5. Rencana investasi PMDN dan PMA persetujuan 2002 tersebut ternyata mampu menyerap tenaga kerja dalam negeri sebanyak lebih kurang 214.l. tetapi penurunan nilai investasi mencapai 57%.

pendahuluan. Jika terjadi pengulangan.  Dalam merumuskan simpulan jangan terdapat pernyataan yang sudah merupakan pengetahuan umum. dan teori-teori yang ada? . hasil. dalam penyajiannya hindari penggunaan kata-kata yang sama. yang sebaiknya ditempatkan di paragraf akhir pembahasan. yaitu dalam abstrak. dan pembahasan.  Dibenarkan memunculkan simpulan sampai tiga kali. Cukup luaskah perampatan yang digariskan dengan melibatkan simpulan.SIMPULAN  Susunlah simpulan pokok keseluruh penelitian secara hati-hati dalam dua atau tiga kalimat. pendapat.  Dalam menarik simpulan bersikaplah kritis: Apakah simpulan dapat ditafsirkan dari sudut pandang lain?.

Saran juga tidak sepantasnya ditonjolkan dalam artikel hasil penelitian. Secara internasional. Simpulan merupakan penutup yang logis suatu pembahasan sehingga tidak perlu diberi wadah tersendiri agar tidak memotong alur pembicaraan. sebab dapat tersirat dalam pembahasan. Beberpa berkala ilmiah Indonesia menyediakan bab khusus untuk simpulan dan terkadang juga mengharuskan adanya saran. . cara ini tidak baku. Berpikir dan bernalarlah secara konklusif sehingga di-     capai simpulan yang mendekati kesempurnaan. Saran yang bersifat tindak lanjut terapan hanya cocok untuk jurnal semi ilmiah yang mengarah kepada penyuluhan teknis. terutama untuk berkala primer yang bermutu tinggi.

semua yang ada dalam daftar pustaka memang dirujuk dalam teks  Lebih banyak menggunakan pustaka primer dan mutakhir (10 tahun terakhir)  Tata cara penulisan daftar pustaka mengikuti gaya selingkung yang berlaku di jurnal yang disasar penulis .DAFTAR PUSTAKA  Lengkap sesuai dengan yang diacu dalam teks: .semua yang dirujuk dalam teks masuk ke daftar pustaka .

Dasar-dasar Penelitian Kualitatif: Tatalangkah dan Teknik-teknik Teoritisasi Data (Terjemahan oleh Muhammad Shodiq dan Imam Muttaqien). & Rifai. Anselm & Corbin.S. Adisoemarto.. (2003). (1989). Effective Teaching: Evidence and Practice (Second Edition). M. Daniel & Reynolds. Sastrapradja. Juliet. Kartawinata. D. . Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.A. S. Bogor: Puslitbang Bioteknologi.. Buku terjemahan Straus. S.. (2008).. Sastrapradja. David. London: Sage Publications Ltd.Contoh Penulisan Daftar Pustaka Buku Muijs. S. Keanekaragaman Hayati untuk Kelangsungan Hidup Bangsa.

disertasi. Surakarta: UNS Press.Sastra. Skripsi. Orkestrasi Kajian Bahasa. “Stilistika Sajak Kusebut dan Kupunya Karya Abdul Hadi W. Artikel dalam jurnal atau majalah Edy Suryanto.M. dan Pengajarannnya. laporan penelitian Siswandari. Disertasi tidak dipublikasikan.).” dalam Jurnal Bahasa. 65-76. tesis. (2006).Buku kumpulan artikel Hajar Pamadhi. April 2007. Nomor 1. (2009). “Model Pendidikan Estetika dalam Pembelajaran Seni” dalam Sarwiji Suwandi dan Edy Suryanto (Ed. Universitas Negeri Malang. Malang: PPs. Sastra. . hlm. dan Pengajarannya.(2007). Volume 5. “Peningkatan Transferable Skills Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Melalui Peningkatan Kualitas Pembelajaran Statistika Berbantuan Komputer (Upaya Meningkatkan Competitive Advantage Lulusan Pendidikan Tinggi)”.

Makalah disajikan dalam Pertemuan Ilmiah Nasional Bahasa dan Sastra Indonesia XXV (PIBSI XXV) di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 6-7 Oktober 2003.id/kompas-cetak/0705/04/humaniora. Rome: International Board for Plant Genetic Resources. Unisist Giude to Standards for Information Handling.Makalah Asim Gunarawan. Annual Report. (2003). “Beberapa Prinsip dalam Komunikasi Verbal: Tinjauan Sosiolinguistik dan Pragmatik”.co. (2008). . Joyce. Buku tidak berpengarang/ badan sebagai pengarang Anonim. “Kebiasaan Mendongeng Hilang. Sastra pun Mati” dalam http://www. (1999). diakses 5 Juni 2008. UNESCO.(1990). Paris: UNESCO. Internet Wycoff.kompas.

Kata ganti: sebuah kata yang telah disebutkan pada kalimat pertama dapat disebutkan kembali pada kalimat berikutnya dengan kata gantinya atau padanannya. Repetisi kata kunci: kata kunci/sinonim yang telah disebutkan dalam kalimat awal diulang pada kalimat kedua. dan struktur paralel. 3. dan kompak. . ketiga. 8. Hubungan antarpikiran dalam paragraf menghasilkan kejelasan struktur dan makna paragraf. 6. 7. Kepaduan ini dapat direkatkan melalui penggunaan repetisi kata kunci/sinonim. 4. perangkai yang menyatakan adanya hubungan. konjungsi. utuh. 5. kata ganti. Struktur paralel. dst.PEREKAT KALIMAT DALAM PARAGRAF 1. baik intrakalimat maupun antarkalimat. Hubungan antarkalimat tersebut menghasilkan paragraf yang padu. yaitu bentuk-bentuk sejajar: bentuk kata/kalimat yang sama. 2. kata transisi. Kepaduan paragraf dibangun atas kalimat-kalimat yang berhubungan logis. Kata transisi: kata penghubung. repetisi bentuk kata/kalimat yang sama.

(5) Budaya yang bersumber pada sistem teknologi dapat mengendalikan kreativitas baru berdasarkan geografis bangsa. (3) Budaya yang bersumber pada sistem ideal dapat mengarahkan kreativitas konsepkonsep pemikiran filsafat dan ilmu pengetahuan. ketiganya dapat dijadikan sumber kreativitas baru. Pengulangan Kata Kunci (1) Budaya merupakan sumber kreativitas baru. termasuk para pemimpinnya. (2) Budaya yang berupa sistem ideal. . maupun sistem teknologi. sistem sosial. (4) Budaya yang bersumber pada sistem sosial dapat mengendalikan perilaku masyarakat. (6) Sinergi dari ketiga sistem budaya itu dapat menghasilkan kreativitas yang lebih sempurna.Contoh-contoh Perekat Kalimat: 1. misalnya sebagai negara pertanian harus memproduksi teknologi pertanian.

(4) Jika pemerintah berhasil mengatasi KKN ini. (2) Mereka tidak lagi mengharapkan perlindungan sepenuhnya dari pemerintah. mereka berharap agar pemerintah melindungi produk pertanian dengan cara membatasi impor. mereka harus mengeluarkan biaya produksi yang sangat besar sehingga tidak mampu bersaing di pasar internasional. (1) KKN segera teratasi. (2) Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya kasus KKN yang terungkap dan pelakunya dihukum. dalam kaitannya dengan persaingan global. pengusaha Indonesia mulai mandiri. (4) Mereka juga berharap agar pemerintah menegakkan hukum dan memberanta s KKN tanpa pandang bulu. (3) Namun. . dengan KKN. kesejahteraan dan kemakmuran rakyat akan terus meningkat. Kata Ganti (1) Setakat ini. ……………………………………………………………………………. (5) Sebab..2. (3) Dapat dipastikan bahwa hal ini segera berdampak pada penegakan hukum dan keadilan.

proses ini      (1) Setelah berhasil membawa pulang medali emas bulu tangkis olimpiade 2004. meskipun demikian penegasan : jadi. oleh karena itu. pertama. tegasnya urutan : mula-mula. Kata Transisi Kata transisi digunakan berdasarkan fungsi makna yang dihubungkan. (3) Kedua. akhirnya. karena. akibatnya. yang sekaligus sebagai ketua koni. akibat : sebab. berbeda dengan. sebaliknya. namun. dampaknya pertentangan : tetapi. dengan kata lain. di samping itu. dengan demikian. selanjutnya. Kata transisi menyatakan hubungan sebagai berikut: sebab. … . oleh sebab itu. maka.3. jelaslah bahwa tambahan info : selain itu. sesudah itu. lebih lanjut. Taufik Hidayat pantas menikmati penghargaan yang terus mengalir kepadanya. kecuali itu. kedua. (2) Mula-mula. singkatnya. ia menerima sebuah rumah mewah seharga 2 milliar dari gubernur DKI.

4. Agustus 2004). (2) Menurut Presiden Megawati (Kompas. (4) Sementara itu. pelaksanaan reformasi hukum belum menunjukkan tanda-tanda yang serius. para investor dan pengusaha berharap agar penegakan hukum tersebut dipercepat. (3) Jika kelambanan berlarut-larut. pelaksanaan tersebut justru terhambat oleh para penegak hukum di lapangan. Struktur Paralel (1) Sejak 1998. . peningkatan pertumbuhan Ekonomi dan iklim bisnis juga terangkat. (6) ) Ini berarti. publik menduga bahwa oknum penegak hukum belum sungguh-sungguh nelaksanakan tanggung jawabnya. pencapaian keadilan dan kemakmuran masyarakat segera terwujud. (5) Jika berhasil.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful