P. 1
management

management

|Views: 6|Likes:
Published by Iskandar Tsani
job
job

More info:

Published by: Iskandar Tsani on Jan 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2014

pdf

text

original

NAMA NIM MK

: ISKANDAR TSANI : 090130069 : MANAGEMEN KUALITAS

FAKULTAS : TEKNIK JURUSAN : INDUSTRI

KONSEP DASAR MANAGEMEN KUALITAS a. Istilah managemen kualitas Istilah managemen kualitas menjadi menderita karena sering menggunakan lambang – lambang : Kebaikan, kemahalan, kesegaran dan diatas semua itu adalah kemewahan. Karena itu kualitas menjadi konsep yang sulit dimengerti dan hamper tidak mungkin ditangani. Bagaiman mungkin menangani sesuatu yang ada dan mempunyai arti yang sedemikian banyak. b. Kualitas ( quality ) Sering disama artikan dengan mutu. Kualitas sebenarnnya telah menjadi bagian dari kehidupan sehari – hari. Akan tetapi sampai sekarang baik di dunia in dustri barang atau dunia industry jasa belum ada definisi yang sama tentang kualitas. Goetseh menyatakan bahwa kualitas itu hanya pornography, yaitu sulit didefinisikan, tetapi menurut edwar salis kiualitas itu adalah memang suatu yang tarik

menarik antara sebagai absolute dan relative. Namun yang menugaskan kualitas saat ini lebih digunakan sebagai konsep yang absolute karena itu kualitas mempunyai kesamaan arti dengan kebaikan, keindahan dan kebenaran atau keserasian yang tidak ada kompromi. Standar kualitas itu meliputi 2, yaitu : 1. Kualitas yang didasarkan pada standar produk / jasa dan 2. Kualitas yang didasarkan pada pelanggan ( costumer )

c.

Prinsip

Tiga guru kualitas, yaitu : FILIP CROS EDWAR DENING dan JOSEP JURAN mengatakan bahwa komitmen yyang harus dibangun dalam setiap diri dari kuliatas adalah pemahaman bahwa : 1. Kualitas merupakan kunci kea rah program yang berhasil. Kurang perhatian terhadap kualitas akan mengakibatkan kegagalan dalam jangka panjang. 2. Perbaikan – perbaikan kualitas menurut komitmen managemen sepenuhnya untuk dapat berhasil. Komitmen pada kualitas ini harus terus menerus. 3. Perbaikan kualitas bahwa kerja tidak ada jalan pintas atau perbaikan cepat. Menurut peerbaikan biaya bagi organisasi secara keseluruhan 4. Perbaikan kualitas menuntut banyak pilihan 5. Perbaikan kualitas menurut keterlibatan karyawan secara aktif dan komitmen mutlak dari managemen. DEFINISI MENURUT GURU KUALITAS Karakteristik fungsional istilah kualitas. Kata kualitas mengandung banyak definisi dan makna orang yang berbeda akan mengartiakanya secara bersamaan. Beberapa contoh definisi yang sering dijumpai antara lain /:

1. Kesesuaian dengan persyaratan / penyusutan 2. Kecocokan untuk pemakaian 3. Perbaikan / penyempurnaan berkelanjutan 4. Bebas dari kerusakan atau cacat 5. Pemenuhan kebutuhan pelanggan semenjak awal dan setiap saat 6. Melakukan segala sesuatu secara benar semenjak awal 7. Sesuatu yang bisa membahagiakan pelanggan Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh American Sosiaty For Quality Conttrol (ASQC ) terhadap lebih dari 3000 konsumen di Amerika Serikat, Jerman Barat, dan Jepang didapatkan hasil bahwa ada berbagai macam komponen kualitas

AMERIKA SERIKAT No 1 2 3 4 5 6 7 8 Atas Dasar Nama yang terkenal Rekomendasi dari mulut kemulut Pengalaman masa lalu Kinerja Daya tahan Kecakapan kerja Harga Reputasi pemanufaktur Harga Kualitas Kinerja Rekomindaasi dari mulut kemulut Nama yang terkenal Dipengaruh Oleh

JERMAN BARAT No 1 2 3 4 5 6 7 8 Harga Nama yang terkenal Penampilan Biaya tahan Pengalaman masa lalu Kualitas itu sendiri Atas Dasar Harga Kualitas itu sendiri Penampilan Biaya tahan Nama yang terkenal Desain dan model Kinerja Dipengaruh Oleh

JEPANG No 1 2 3 4 5 6 7 8 Atas Dasar Nama yang terkenal Kinerja Kemudahan untuk dipergunakan Daya tahan Harga Kinerja Harga Kemudahan untuk dipergunakan Desain dan model Nama yang terkenal Dipengaruh Oleh

Arti penting atau penekanan pada komponen – komponen tersbut berbeda – beda antara Negara. Ini ditunjukan pada peringkat yang berpariasi, misalnya aspek harga merupakan factor yang paling penting yang mempengaruhi keputusan pembelian di Ameika Serikat dan Jerman barat. Sementara di jepang yang terpenting adalah aspek kinerja suatu produk. Pada prinsip – prinsipnya definisi yang sudah ada tersebut bisa diterima. Akan tetapi ada satu pertanyaan yang tetap tersisa yaitu unsure – unsure apa saja yang terdapat dalam sistem kualitas yang bisa menentukan, merencanakan, mengembangkan dan menyempurnakan kualitas dalam rangka memuaskan atau bahkan membahagiakan pelanggan. Agar dapat menjawab pertanyaan ini kita harus memahami strategi dasar yang berkaitan dalam unsure manusia dalam setiap organisasi.ini perlu dilakukan berawal dari setiap individu apapun posisinya dan bukan dari departemen fungsional sebagaimana yang sering diduga oleh manusia. Strategi – strategi tersebut meliputi : 1. Menetapkan tujuan yang jelas 2. Memprakasai / menentukan kembali budaya organisasi 3. Mengembangkan komunikasi yang efektif dan konsisten 4. Melembagakan pendidikan dan pelatihan 5. Mendorong perbaikan terus menerus Strategi ini tidak diarahkan pada pemecahan masalah tapi lebih pada upaya mempeerbaiki kondisi dasar di dalam organisasi, aagar semua karyawan bisa bekerja lebih baik dan lebih sukses. Beberapa macam definisi budaya dan harapan seperti pada table dibawah ini

No

Katagori

Masa Lampau

Masa Depan Gugus jasa/ gugus tugas layanan, waktu

Pekerjaan dan 1 sumber daya manusia

-Fungsional, cakupannya,dikendalikan managemen

siklus lebih singkat, kepemilikan persediaan lebih sedikit stabilitas pekerjaan, fleksibilitas kerja Aliran continous,

2

Teknologi dan layout tempat kerja

Tren produk, managemen drive

orientasi pada kebutuhan ruang kerja,penyempurnaan proses Memimpin perbaikan terus menerus,

Merencanakan, 3 Peranan manager mengorganisasikan, memotivasi, mengendalikan

mengembangkan SDM fisionaris komitmen terhadap organisasi secara keseluruhan Pertukaran informasi

4

Informasi dan komunikasi

Terbatas, apa yang perlu diketahui

yang diperlukan, data bes yang di introgasi, penekanan yang berkesinambungan

pada komunikasi personal Penghargaan atas dasar pprestasi, memperbaiki sistem Dibayar atas pekerjaan dan 5 Sistem penghargaan atas senioritas, hanya sedikit insentifting penilaian prestasi di kaitkan dengan imbalan, pembagian laba untuk keterlibatan kelompok Berorientasi pada matrix organisasi Organisasi dan struktur proyek, lapis Orientasi atas wibawa managemen lebih sedikit, pemasok sebagai peluasan aliran internal Kebijakan dan symbol personalia Memperkuat nilai Kirarkis, symbol status dasar, perbaikan program Prilaku, kemampuan, Keterampilan dan pengetahuan keterampilan, kebutuhan jaka panjang

6

7

Rekrutmen seleksi, 8 orientasi dan pelatihan

Tabel control kompani dan komitmen No Karakteristik Kontrak, kompani Karyawan tidak dapat dipercaya 1 Kepercayaan dan tidak memiliki rasa tanggung jawab komitmen Karyawan memiliki sifat tanggung jawab dan terkomitmen dan terhadap kualitas Karyawan termotifasi Karyawan bekerja untuk mendapatkan bayaran oleeh pekerjaan, prestasi, pengakuan, perkembangan, punya rasa memiliki Dicapai melalui : a. Sasaran kinerja yang sangat tinggi Dicapai melalui pengendalian 3 Hasil prilaku dan kebijakan dan prosedur b. Hubungan yang saling mendukung c. Kerja sama tim d. Iklim yang positif 4 Organisasi kerja Dibagi menjadi unsure – unsure yang terbatas / sempit. Fungsi – fungsi terintegrasi melalui

2

Motivasi

Pekerjaan terspesialisasi dan bersifat individual terkoordinasi dan terkendali lewat hirarkis

tim kerja, tim terkait secara vertical dan horizontal Semua karyawan

Punya tujuan yang berbeda, status sangat dijaga antar Hubungan pekerja kelompok bertentangan. Komitmen semua karyawan memiliki kehidupan yang sama, manusia merupakan sumber daya

memiliki kedudukan yang sama. Manusia merupakan sumber layanan yang paling berharga,terbuka dan menekankan kepada pemecahan masalah,nilai – nilai fungsi diperkuat Kualitas bagi pelanggan

5

Kinerja financial dicapai Prioritas dan fokus dengan biaya dan skedul via pemenuhan prosedur,kualitas cukup baik dicapai lewat spesifikasi dan infeksi

merupakan hal terpenting menghasilkan kinerja biaya dan skedul yang pada giliranya memberikan hasil fungsional

6

PENGARUH

FRINSIP

FRINSIP

TQM

TERHADAP

TARGET

PENCAPAIAN PT DI INDONESIA Menjadi budaya kualitas Isu – isu strategis masa depan Partisifasi / pemberdayaan

No

Fokus

Budi daya tradisional

1

Rencana

Anggaran jangka pendek

2 3

Organisasi Pengendalian

Hirarki rantai komando Laporan varian

Budaya kualitas merupakan sistem nilai organisasi yang menghasilkan lingkungan yang kondusif basi pembentukan dan perbaikan kualitas secara terus menerus. Budaya ini tercermin dalam karakteristik berikut : 1. Perilaku sesuai dengan slogan 2. Masukan pelanggan secara aktif dikumpulkan dan digunakan untuk meningkatkan kualitas secara terus menerus 3. Para karyawan dilibatkan dan diperdayakan 4. Pekerjaan dilakukan dalam tim bekerja 5. Manager level eksekutif diikut sertakan dan dilibatkan, tanggung jawab kualitas tidak dilegasikan 6. Managemen puncak memberikan contoh dan panutan mengenai prilaku dan aktifitas yang sesuai dengan harapan organisasi

7. Sumber daya yang memadai disediakan dimanapun dan kapanpun dibutuhkan, guna menjamin peerbaikan kualitas secara terus menerus 8. Pendidikan dan pelatihan diselenggarakan agar para karyawan pada semua jenjang memiliki pengetahuan kemampuan, keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas 9. Sistem penghargaan dan promosi didengarkan pada kontribusi terhadap perbaikan – perbaikan 10. Rekan keerja dalam organisasi diperlakukan sebagai pelanggan internal sebagai pelanggan internal 11. Pemasok diperlakukan sebagai mitra kerja Perubahan budaya organisasi menuju budaya organisasi menuju budaya kualitas membutuhkan mekanisme tertentu yaitu sebagai berikut : Dari Budaya Tradisional Anggaran jangka pendek Hirarki rantai komando Laporan variansi Top down Add managemen kritis Sempit, terbatas, kompetitif Pabrik Menjadi Budaya Kualitas Isu – isu strategis masa depan Antisifasi atau pemberdayaan Ukuran dan informasi Top down Buttom up Perubahan yang terencana Lintas fungsional atau integralatif Keberlanjutan, semua fungsi dan proses

No

Fokus

1

Rencana

2 3 4

Organisasi Pengendalian Komunikasi

5

Keputusan

6

Manajemen Fungsional

7

Manajemen Kualitas

MENGEMBANGKAN KOMUNIKASI YANG EFEKTIF DAN KONSISTEN Mendengarkan merupakan aspek yang sangat penting bagi setiap perusahaan sekitar 70% jam sibuk dalam suatu perusahaan diisi dengan aktifitas komunikasi verbal. Dari porsi tersebut sebagian besar merupakan aktifitas mendengarkan karyawan dan pelanggan merupakan cara yang efektif untuk mendapatkan pemahaman yang jelas dan akurat mengenai sasaran, tujuan, prioritas, dan kepercayaan mereka. Komunikasi yang konsisten sangat membantu setiap individu untuk memahami bahwa kontribusi individual mereka dapat memberikan hasil yang segnifikan bagi organisasi secara keseluruhan. Untuk itu dibutuhkan iklim keterbukaan dalam organisasi supaya setiap karyawan bisa berani dan besedia menyampaikan gagasan, pendapat, saran, dan komentar, pertanyaan dan kritik dan ketidak puasan mereka. Selain itu perlu dikembangkan pula komunikasi yang interaktif dengan paraa pelanggan agar bisa diperoleh informasi yang akurat mengenai kebutuhan dan keinginan mereka, tuntutan mereka terhadap produk atau jasa perusahaan serta umpan balik berkenaan dengan konsumsi produk atau jasa yang diberi.

PENGEMBANGAN ORGANISASI ( OTAK KANAN ) Menyangkut proses dan tindakan Proses kelompok Proses perubahan Proses belajar Perencanaan, pemecahan

-

Masalah, pengambilan Proses konsultasi

Menyangkut interaksi dan hubungan keterampilan komunikasi Keterampilan memberikan Keterampilan managemen konflik

Statistik otak kiri Menyangkut data yang diambil yang diukur, real, objektif, menyangkut logika, kesimpulan yang besar didasarkan pada analisis data secara akurat.

MENDORONG PERBAIKAN TERUS MENERUS Program perbaikan kualitas terus menerus menempatkan pelanggan sebagai pihak terpenting program yang kerat kali disebut adalah program instrumer based ini sangat menekankan aspek kesinambungan ( terus menerus, karena unsur – unsur yang trdapat didalam kualitas sealu mengalami perubahan. Apa yang selama ini dipandang telah berkualitas, dalam waktu tidak terlalu lama bisa saja sudah tidak lagi memadai. Misalnya dulu orang bisa bangga dengan punya telivisi hitam putih tapi itu sudah dipandang sudah kuno. Untuk merealisasikan tingkat pencapaian perbaikan kuallitas secara terus meneerus managemen karyawan harus selalu bekrja sama. Mentalitas bukan tugas yang harus disingkirkan jauh – jauh dari setiap individu dalam organisasi.kualitas harus bisa dijadikan atau pandangan hidup way of life bukan sekedar sebuah proyek. Kualitas harus dilembagakan dalam setiap bagian organisasi sebagai filoshopi ketimbang sebagai peeluang sasaran akhir.

Menurut para ahli : 1. JOSEPH M JURAN Strategi perbaikan kualitas juran menekankan proyek dan rangkaian tahap trobosan. Dia juga menegaskan pentingnya identifikasi dan pemecahan penyebab suatu masalah. Menurutnya langkah ini sangat krusial karena bila mencari jalan pintas dari gejala langsung diberikan solusi, maka sumber persoalan sesungguhnya belum diatasi dan sewaktu – waktu bisa berulang lagi. Juran mendefinisikan kualitas sebagai kecocokan untuk pemakaian, ini menekankan pasa pemecahan harapan pelanggan. 2. PHILIPH B CROSOY Menurut dia,menaruh perhatian besar pentransformasi budaya kualitas. Ia mengemukakan kualitas pentingnya mellibatkn setiap orang dalam organisasi pada proses, yaitu dengan jalan menekankan kesesuaian terhadap persyaratan / tuntuta, ini merupakan proses top down. 3. W EDWARDS DEMING Didasarkkan pada alat – alat statistic, strategi ini cendrung bersifat buttom up. Dan pengukuran kualitas secara terus menerus.strategi deming berfokus pada proses pengeliminasian variasi, karena sebagian besar variasi ( kurang lebih 92% dapat dikendalikan managemen ). Deming sangat kin bahwa bila karyawan diberdayakan untuk memeecahkan masalah ( dengan catatan managemen menyediakan alat – alat yang cocok ) maka kualitas dapat sisempurnakan terus – menerus. 4. TAGUCHI Didasarkan pada biaya dapat diturunkan dengan cara memperbaiki kualitas daan kualias tersebut dapat diperbaiki dengan cara mengurangi variasi dalam produk atau proses. Strategi taguchi loss fungsion yang mendifinisikan setiap setiap

penyimpangan dari target sebagai kerugian yang dibayar konsumen. TAGUCHI mendifinisikan kualitas sebagai kerugian yang ditimbulkan oleh suatu produk bagi masyarakat setelah produk tersebut dikirim.

KESIMPULAN Tak satupun dari definisi para guru atau ahli kualitas tersebut yang sempurna. Akan tetapi definisi – defiisi merupakan usaha mereka untuk menunjukan bahwa setiap memerlukan definisi operasional menurut kualitas. Definisi operasional merupakan deskripsi dalam ukuran – ukuran yang dapat dikuantitatifkan mengenai apa yang diukur dan langkah – langkah yang peru dilakukan. TQM DALAM KONTEKS PENDIDIKAN Tqm adalah sebuah filoshopy tenntaang perbaikan secara terus menerus, yang dapat memberikan seperangkat alat praktis kepada setiap institusi pendidikan dalam memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan para pelanggan, saat ini dan masa yang akan dating. TQM BEBERAPA MISKONSEFSI Suatu keinginan untuk selalu mencoba mengerjakan segala sesuatu dengan selalu baik sejak awal. TQM tidak memberikan kesempatan untuk memeriksa kalaw ada yang salah. TQM bukan mengenai bagaimana cara mengerjakan agenda yan lain, melainkan agenda yang telah ditetapkan oleh pelanggan. TQM bukanlah tugas yang hanya dikerjakan manager senior yang selanjutnya memberikan alasan kepada para bawahanya. Kata total ( terpadu ), dalam TQMmenegaskan bahwa setiap orang yang berada dalam upaya melakukan peningkatan secara terus – menerus. Kata managemen dalam TQM berlaku bagi setiap orang sebab setiap orang dalam institusi

apapun status perananya adalah manager yang bertanggung jawab masing – masing program – program tidak harus tidak menggunakan nama. Beberapa organisasi memasukan filoshopy tqm dengan menggunakan nama yang mereka pilih sendiri yang terpenting bukanlah nama tetapi adalah pengaruh dari program tersebut terhadap culture pendidikan. Pelajar dan orang tua akan tertarik pada perubahan yang diciptakan oleh sekolah,bukan pada namanya. Tqm biasanya digunakan untuk mendefinisikan dua gagasan yang sedikit berbeda namun saling berkaitan. 1. Filoshopi perbaikan secara terus menerus 2. Untuk mendeskripsikan alat – alat dan teknik – teknik seperti storming dan analisa lapangan yang akan dideskripsikan. Tqm adalah sebuah pola piker yang peraktis. PERBAIKAN TERUS – MENERUS Tqm adalah sebuah pendekatan peraktis, strategis, dalam menjalankan organisasi yang memfokuskan diri pada kebutuhan pelanggan. Tujuanya adalah untuk mencari hasil yang lebih baik. TQM bukan merupakan sekumpulan selogan namun merupakan suatu pendekatan sistematis dan hati – hati untuk mencapai tingkatan kualitas yang tepat dalam cara konsisten dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan. Tqm dapat dipahami sebagai fisiologi perbaikan tanpa henti hingga tujuan organnisasi dapat dicapai dan dengan melibatkan segenap komponen dalam orgaisasi tersebut. Sebagai pendekatan tqm mencari sebuah perubahan permanen dalam tujuan sebuah organisasi dan tujuan kelayakan jangka pendek menuju tujuan perbaikan mutu jangka panjang.institusi yang melakukan inovasi secara konstan, melakukan perbaikan secara terarah,memperaktekan tqm akan bergerak kearah yang perbaikan secara terus meneerus. Semangat tersebut akan menciptakan arah upaya sadar untuk menganalisa apa yang saling dikerjakan dan merencanakan perbaikanya untuk menciptakan kultur perbaikan terus menerus, seorang menegeer harus mempunyai stafnya dan mendelegasikan kesetabilan pada fakta – fakta yang tepat. Hal tersebut

bertujuan untuk memberikan staf sebuah tanggung jawab untuk menyampaikan mutu dalam lingkungan mereka. Staf membutuhkan kebebasan kerja dalam kerangka kerja yang sudah jelas dan tujuan organisasi dan sudah diketahui. Intervensi drastis tidak sesuai dengan semangat perubahan yang ada dalam TQM. Skema yang muluk – muluk tidak akan menimbulkan kemajuan, sebab hal demikian sering terjebak pada kurangnya sumber daya, dan buntunya sumber daya bisa mengakibatkan ketidakpuasan. Resensi kerja adalah proyek keci; yang berupaya untuk membangun kesuksesan dan kepercayaan diri, dan mengembangkan dasar diri dan mengembangkan dan mengembangkan dasar peningkatan kelanjutan. JOSEPH JURAN pernah berilustrasi tentang proyek besar dan kecil dia mendapat bahwa metode yang paling baik untuk mengeerjakan proyek besar adalah dengan memisahkanya kedalam pekerjaan – pekerjaan kecil yang terkendali. Dia merekomendasikan sebuah tim kerja untuk memilah – milah proyek besar tersebut menjadi kerja – kerja kecil karena sebagai mana yang kita ketahui perubahan yang sekecil dan bertahan lama didasarkan pada kontinous rangkaian yang kecil dan mungkin sebuah instusi haarus melakukan aktifitas dengan teliti proses demi proses, isu demi isu dalam jangka waktu tertentu. Metode ini lebih beerhasil dari pada langsung melakukan perubahan dalam sekala besar. Hal lain yang perlu ditekankan untuk melakukan perbaikan mutu adalah bahwa implementasi tidak harus memproses yang mahal. Menghabiskan uang tidak seharusnya bisa menghasilkan mutu, meskipun dalam tahap – tahap tertentu dapat membantu. PERUBAHAN KULTUR TQM memerlukan perubahan cultur ini terkenal sulit untuk diwujudkan dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Tqm membutuhkan perubahan sikap dan metode staf dan inspititusi harus memahami dan melaksanakan pesan moal TQM agar bisa membawa dampak bagaimana juga perubahan kultrur tidak hanya bicara tentang perubahan perilaku staf tapi jasa memerlukan perubahan dalam metode mengarahkan

institusi perubahan metode tersebut ditandai dengan sebuah pemahaman bahwa orang menghasilkan mutu. Ada dua hal penting yang diperlukan staf untuk menghasilkan mutu, yaitu : 1. Staf membutuhkan sebuah lingkungan yang awal untuk bekerja, mereka membutuhkan alat – alat keterampilan dan merrka harus bekerja dengan sistem dan prosedur yang sederhana dan membantu pekerjaan mereka. Lingkungan yang mengelilingi staf memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kemampuan mereka dalam mengerjakan pekeerjaan secara tepat dan efektif. Diantara cirri – cirri dan lingkungan yang membantu hal tersebut adalah sistem dan prosedur dalam suatu organisasi motivaasi dan meningkatkan kerja mereka. Prosedur yang baik dan motivaitfmemang tidak serta merata akan menghasilkan mutu namun prosedur yang tidak baikdan salah justru akan membbuat mutu sangat sulit untuk dicapai. 2. Untuk melakukan pekerjaan yang baik, staf memerlukan lingkungan yang baik, staf memerlukan tempat yang mendukung dan menghargai kesuksesan dan prestasi yang mereka raih. Mereka memerlukan pemimpin yang dapat menghargai prestasi mereka dan membimbing mereka untuk meraih sukses yang besar. Motivasi untuk melakukan pekerjaan yang baik adalah hasil dari sebuah gaya kepemimpinan yang dapat meningkatkan kepercayaan diri serta membeerdayakan setiap indvidu didalamnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->