P. 1
Psikopatologi

Psikopatologi

|Views: 70|Likes:
Published by Reski Deprinsi

More info:

Published by: Reski Deprinsi on Jan 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/20/2013

pdf

text

original

PSIKOPATOLOGI Kesadaran (consciousness

)
Kesadaran, atau yang lazim dikenal dengan sensorium, adalah suatu keadaan fungsional dari individu untuk mengadakan relasi dan limitasi terhadap dunia sekitarnya, yang terdiri dari manusia, benda atau faham, seperti yang tertangkap oleh panca indera. Sensorium yang baik adalah jika ia dapat mengenal, mengerti dan mengetahui keadaan tentang dirinya atau keadaan sekitarnya. A. Gangguan Kesadaran 1. Disorientasi 2. Kesadaran berkabut 3. Stupor 4. Delirium 5. Koma 6. Koma Vigil : Gangguan orientasi tempat, waktu, atau orang. : Kejernihan ingatan yang tidak lengkap dalam kaitannya dengan gangguan persepsi dan sikap. : Hilangnya reaksi dan ketidaksadaran terhadap lingkungan sekeliling. : Kebingungan, gelisah, konfusi, reaksi disorientasi yang disertai dengan rasa takut dan halusinasi. : Derajat ketidaksadaran yang berat. : Koma dimana pasien tampak tertidur tetapi segera dapat dibangunkan (juga dikenal sebagai mutisme akinetik). : Gangguan kesadaran dengan halusinasi.

7. Keadaan Temaram (twilight state) 8. Keadaan Seperti Mimpi : Seringkali digunakan secara sinonim untuk kejang (dreamlikestate) parsial kompleks atau epilepsi psikomotor. 9. Somnolence : Mengantuk yang abnormal. 10. Confusion (kebingungan) : Gangguan kesadaran yang ditandai dengan tidak sesuainya reaksi terhadap stimulus lingkungan; dimanifestasikan dengan adanya gangguan orientasi yang berkaitan dengan waktu, tempat, dan orang. 11. Drowsiness (Mengantuk) : Suatu keadaan gangguan kesadaran yang berkaitan dengan suatu keinginan atau kecenderungan untuk tidur. 12. Sundowning : Sindroma pada kaum lanjut usia yang biasanya terjadi pada pada malam hari yang ditandai dengan adanya gejala drowsiness, confusion, ataxia, dan terjatuh sebagai akibat pemberian medikasi yang mencetuskan rasa kantuk yang berlebihan, juga dikenal sebagai Sundowner’s Syndrome. B. Gangguan Atensi (Perhatian) Atensi adalah jumlah usaha yang dilakukan untuk memusatkan pada bagian tertentu dari pengalaman; kemampuan untuk mempertahankan perhatian pada satu aktivitas;kemampuan untuk berkonsentrasi. 1. Distraktibilitas : Ketidakmampuan untuk memusatkan atensi; penarikan atensi kepada stimuli eksternal yang tidak penting atau tidak relevan. : Hambatan hanya terbatas pada hal-hal yang menimbulkankecemasan.
50

2. Inatensi Selektif

Gangguan Sugestibilitas Kepatuhan dan respon yang tidak kritis terhadap gagasan atau pengaruh. Mood yang iritabel : Mood yang dengan mudah diganggu atau dibuat marah. Emosi Suatu kompleks keadaan perasaan dengan komponen psikis. digambarkan lebih lanjut sebagai afek yang luas atau 51 . somatik. Trance : Atensi dan pemusatan yang berlebihan pada semua stimuli internaldan eksternal. Hipnosis : Modifikasi kesadaran yang diinduksi secara buatan yang ditandai dengan peningkatan sugestibilitas. Ide bunuh diri : Pikiran-pikiran atau tindakan untuk mengakhiri hidupnya. Kegembiraan yang luar biasa (ecstasy) : Perasaan kegairahan yang kuat. peningkatan kepuasan diri. atau optimis. Hipervigilensi 4. pikiran. Afek 1. Aleksitimia : Ketidakmampuan atau kesulitan dalam menggambarkan atau menyadari emosi atau mood seseorang. 11. 7. gangguan disosiatif. Depresi : Perasaan kesedihan yang patologis. 13. 1. Mood Disforik : Mood yang tidak menyenangkan. A. 4. 8. Euforia : Elasi yang kuat dengan perasaan kebesaran. menyatakan tidak adanya mood yang depresi atau melambung. biasanya sekunder dari keadaan delusional atau paranoid. biasanya terlihat pada hipnosis. 3. atau pembicaraan yang menyertai. 6. : Atensi yang terpusat dan kesadaran yang berubah. 14. 1. 2. Mood Eutimik : Mood dalam rentang normal. Mood yang meluap-luap (expansive mood) : Ekspresi perasaan seseorang tanpa pembatasan. B. 9. seringkali disertai dengan depresi. suatu ood yang lebih ceria dari biasanya. Mood Suatu emosi yang meresap dan dipertahankan. kemenangan. Dukacita atau Berkabung : Kesedihan yang sesuai dengan kehilangan yang nyata.3. 10. Anhedonia : Hilangnya minat dan menarik diri terhadap semua aktivitas rutin dan aktivitas yang menyenangkan. Mood yang Labil : Pergeseran / perubahan yang cepat dan tiba-tiba antara euforia dan depresi atau kecemasan. dan perilaku yang berhubungan mood dan afek. yang dialami secara subyektif dan dilaporkan oleh pasien dan terlihat oleh orang lain . euforia. dan pengalaman religius yang luar biasa. C. 12. Afek yang sesuai : Kondisi dimana irama emosional adalah harmonis dengan (appropriate affect) gagasan. 5. Mood yang meninggi (elevated mood) : Suasana kepercayaan diri dan kesenangan yang tinggi. Elasi : Perasaan senang. Folie a deux (folie a trois) : Gangguan emosional yang berhubungan antara dua atau tiga orang. seringkali dengan penilaian yang berlebihan terhadap kepentingan atau makna seseorang. 2.

yang mungkin berasal dari dalam atau luar. 5. atau pembicaraan yang menyertainya. dorongan . dan pada waktu yg sama. episodik. 2. 13. Melancholia : Suatu keadaan depresi berat . Afek yg labil (labile) : Perubahan irama perasaan yg cepat dan tiba-tiba. 7. 9. D. 12. 6. 10. C. Afek yg tebatas : Penurunan intensitas irama perasaan yang kurang (restricted or constricted affect) parah daripada afek yang tumpul tetapi jelas menurun. yg tdk berhubungan dgn suatu gagasan. Afek yang tdk sesuai : Ketidakharmonisan antara irama perasaan emosional (inappropriate affect) dengan gagasan. atau godaan untuk melakukan suatu tindakan / aksi. Ketakutan : Kecemasan yg disebabkan oleh bahaya yg dikenali secara sadar dan realistik. Panik : Serangan kecemasan yg akut. 5. 6. 3. Free floating anxiety : Rasa takut yg meresap dan tdk terpusatkan. pikiran. 8. Tension : Peningkatan aktivitas motorik dan psikologis yg tdk menyenangkan. Afek yg datar (flat) : Tidak adanya atau hampir tidak adanya tanda ekspresi afek. suara yg monoton. Abreaksional : Pelepasan atau pelimpahan emosional setelah mengingat pengalaman yg menakutkan. 11. Kecemasan : Perasaan ketakutan yang disebabkan oleh dugaan bahaya.2. Apati : Irama emosi yg tumpul yg disertai dgn pelepasan (detachment) atau ketidakacuhan. 4. 3. dan kuat yg disertai dgn perasaan ketakutan yg melanda dan pelepasan gejala dari sistem saraf otonom. Agitasi : Kecemasan berat yg disertai dgn kegelisahan motorik. Kontrol impuls : Kemampuan untuk menahan / menentang impuls. dimana rentang emosional yang lengkap diekspresikan secara sesuai. pada satu orang yg sama. Afek yg tumpul : Gangguan pada afek yang dimanifestasikan oleh (blunted affect) penurunan yang berat pada intensitas irama perasaan yang diungkapkan keluar. Emosi Yang Lain 1. 4. penuh. Ambivalensi : Terdapatnya secara bersama-sama dua impuls yg berlawanan terhadap hal yg sama. dipakai dalam istilah involutional melancholia. Gangguan Psikologi Yang Berhubungan Dengan Mood 52 . yang tidak berhubungan dgn stimuli eksternal. wajah yg tidak bergerak. Rasa Malu : Kegagalan membangun pengharapan diri. baik secara deskriptif dan juga dalam rujukan pada suatu “diagnostic entyty’ yg jelas. Rasa bersalah : Emosi sekunder karena melakukan sesuatu yg dianggap salah.

d. 4. 1. Penurunan libido : Penurunan minat. dan idaman. Katalepsi : Istilah umum untuk suatu posisi yg tidak bergerak yg dipertahankan terus menerus. Terminal : Terbangun dini hari. Variasi diurnal : Mood yg secara teratur terburuk pada pagi hari. segera setelah terbangun. Bulimia : Rasa lapar yang tidak kenyang-kenyangnya dan makan secara rakus . 11. penghentian haid. tdk bertujuan. Konstipasi : Ketidakmampuan atau kesulitan defekasi. Fatigue : Suatu perasaan mencapekkan / menjemukan.Merupakan tanda disfungsi somatik (biasanya otonomik) pada seseorang. 7. 8. a. 2. paling sering berhubungan dengan depresi ( juga disebut tanda vegetatif ). seperti cat dan tanah liat. b. Anoreksia : Hilangnya atau menurunnya nafsu makan. mengantuk. Ekopraksia : Peniruan pergerakan yang patologis seseorang pada orang lain. dijumpai pada bulimia nervosa dan depresi atipikal. c. Insomnia : Hilangnya atau menurunnya kemampuan untuk tidur . Pseudocyesis : Suatu kondisi yg jarang dimana seorang pasien memiliki tanda dan gejala hamil. menentang usaha untuk digerakkan. instink. Stupor katatonik : Penurunan aktivitas motorik yg nyata. pigmentasi. 2. dorongan. Pertengahan : Kesulitan tidur sepanjang malam tanpa terbangun dan kesulitan kembali tidur. Furor katatonik : Aktivitas motorik yg teragitasi. Hiperfagia : Meningkatnya nafsu makan dan asupan makanan. 53 . 6. 9. harapan. c. Rigiditas katatonik : Penerimaan postur yg kaku yg disadari. 1. pembesaran payudara. seringkali sampai titik imobilitas dan tampaknya tdk menyadari sekeliling. Katatonia : Kelainan motorik dalam gangguan non-organik. atau iritabel / sifat lekas marah menyertai suatu periode aktivitas mental atau fisik. dorongan. PERILAKU MOTORIK ( MOTOR BEHAVIOR / CONATION ) Perilaku motorik adalah aspek mental yg meliputi impuls. dan membaik dengan semakin siangnya hari. seperti distensi abdomen. 10. dan morning sickness. a. Pica : Ketagihan untuk memakan bahan-bahan yg tdk termasuk bahan makanan. dan tdk (excitement) dipengaruhi oleh stimuli eksternal. dan daya seksual (peningkatan libido sering berkaitan dengan keadaan manik). seperti yg diekspresikan oleh perilaku atau aktivitas motorik seseorang. Hipersomnia : Tidur yang berlebihan 5. b. 3.motivasi. Awal : Kesulitan jatuh tidur.

melangkah bolak-balik. sebagaimana dapat ditemukan pada skizofrenia katatonia yang mengalami imobilitas ekstrim. Negativisme : Tahanan tanpa motivasi terhadap semua usaha untuk digerakkan atau tahanan tanpa motivasi terhadap semua instruksi. Mannerisme : Pergerakkan tidak disadari yg mendarah daging dan kebiasaan. iregularitas gerakan otot. 10. yang biasanya lebih cepat satu hentakan per detik. 5. Akinesia : Berkurangnya pergerakan fisik. g.  Trikotilomania : Kompulsi utk mencabut rambutnya. Tidur berjalan/Somnambulisme (sleepwalking): Aktivitas motorik saat tidur. f. Agitasi Psikomotor : Overaktivitas motorik dan kognitif yg berlebihan. 6. g. Stereotipik : Pola tindakan fisik. Command automatism : Mengikuti sugesti atau disebut juga kepatuhan otomatik. 3.  Kleptomania: Kompulsi untuk mencuri.  Nimfomania : Kebutuhan untuk koitus yg kuat dan kompulsif pada seorang wanita.  Dipsomania : Kompulsi untuk minum alkohol. anggota tubuh terasa seakan-akan terbuat dari lilin. seringkali berkaitan dgn patologi otak yg mendasarinya. h. Ataksia : Kegagalan koordinasi otot.  Satiriasis : Kebutuhan untuk koitus yg kuat dan kompulsif pada seorang laki-laki. Tik : Pergerakan motorik yg spasmodik dan tidak disadari. Mutisme : Tidak bersuara tanpa kelainan struktural. 8.e. Overaktivitas : a. biasanya tdk produktif dan sebagai respon dari ketegangan dari dalam (inner tension). i. 7. Katapleksi : Hilangnya tonus otot dan kelemahan secara sementara yg dicetuskan oleh berbagai keadaan emosional. duduk dan berdiri berulang-ulang . jika pemeriksa menggerakkan anggota tubuh pasien. secara tipikal. dapat juga terjadi sebagai suatu efek samping ekstrapiramidal akibat pemberian obat anti psikotik.  Ritual : Aktivitas natural yg dilakukan secara otomatis dan kompulsif dalam usahanya utk mengurangi sumber kecemasan. Kompulsi : Impuls yang tidak terkontrol untuk melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang. Cerea Flexibilities : Seseorang dpt diatur dalam suatu posisi yg kemudian (Fleksibilitas lilin) dipertahankannya. Tremor : Perubahan irama pada pergerakan. Polifagia : Makan berlebihan yang patologis. c. Posturing katatonik : Penerimaan postur yg tidak sesuai atau aneh yg disadari. tremor akan berkurang selama 54 . 9. e. yang dapat menyebabkan kegelisahan. d. biasanya dipertahankan dalam waktu yg lama. aktivitas destruktif. atau bicara yg terfiksasi dan berulang. Hiperaktivitas (hiperkinesis) : Kegelisahan. Automatism : Tindakan-tindakan yg otomatis . biasanya mewakili suatu aktivitas simbolik yg tidak disadari. 4. f. b. Akathisia : Perasaan subyektif tentang ketegangan motorik sekunder dari medikasi anti psikotik atau medikasi lain. agresif.

15. 21. Hipoaktivitas (Hipokinesis) : Penurunan aktivitas motorik dan kognitif. Abulia : Penurunan impuls untuk bertindak dan berpikir. Complex partial seizure : Onset kejang yang terlokalisasi pada epilepsi dengan perubahan kesadaran. 13. Muscle rigidity : Keadaan dimana otot bertahan atau menetap. 11. bagian motorik dari afek kekasaran. c. 20. b. 55 . dan pergerakkan yg dapat terlihat. juga dikenal sebagai kejang Grand mal dan kejang psikomotor. yang terjadi secara involunter. Konvulsi Klonik : Konvulsi dimana otot berkontraksi dan relaksasi secara berubah-ubah. Agresi : Tindakan yg kuat dan diarahkan bertujuan yg mungkin verbal atau fisik. Chorea : Suatu pergerakan yang cepat. 24. Coprophagia : Memakan kotoran / sampah. Simple partial seizure : Onset kejang yang terlokalisasi pada epilepsi tanpa perubahan kesadaran. 18. kemarahan. dapat dijumpai pada epilepsi dan akibat induksi suatu zat. Acting out (memerankan) : Ekspresi langsung dari suatu harapan atau impuls yg tidak disadari dihidupkan secara impulsif dalam perilaku. disertai dengan ketidakacuhan tentang akibat tindakan yg biasanya berkaitan dengan defisit neurologis. seperti konvulsi. Dyskinesia : Kesulitan untuk melaukan suatu gerakan volunter. dan inkontinensia yg diikuti oleh pemulihan kesadaran dan kognisi yg lambat dan bertahap. dpt dijumpai pada gangguan ekstra piramidal. dan gangguan pada psikis atau sensoris. yang secara terus menerus memutar kepalanya menurut arah kemana kepala tersebut ditolehkan. yg tidak dapat digerakkan / dipindahkan. atau permusuhan. seperti pada retardasi psikomotor. 22. Seizure : Suatu serangan atau onset yang tiba-tiba dari gejala-gejala yang tertentu. Anergia : Berkurangnya energi. 25. perlambatan pikiran. Mimikri : Aktivitas motorik tiruan dan sederhana pada anak-anak. hilangnya kesadaran. 19. dan akan meningkat selama periode kemarahan dan peningkatan ketegangan. Konvulsi Tonik : Konvulsi dimana kontraksi otot dipertahankan. 16.periode relaksasi dan tidur. b. a. tersentak-sentak dan tidak bertujuan yang terjadi secara serampangan dan dengan sendirinya / tanpa sengaja (involuntary). sekalipun gerakan kaki yang normal dapat dilaukan dalam keadaan duduk atau posisi berbaring. Konvulsi : Suatu kontraksi otot yang hebat atau spasme. 23. Bradykinesia : Perlambatan aktivitas motorik disertai dengan suatu penurunan gerakan spontan yang normal. atau feses. Twirling : Suatu tanda yang dapat ditemukan pada anak autisme. Generalized tonic-clonic seizure : onset pergerakkan tonik-klonik yg menyeluruh dari anggota tubuh. 14. 12. pembicaraan. Astasia abasia : Ketidakmampuan untuk berdiri atau berjalan dalam suatu gaya yang normal. 17. a. gigitan lidah.

Dapat dijumpai pada “medication-induced dystonia”. atau tindakan mempunyai kekuatan(sebagai contohnya pikiran . A. BERPIKIR (THINKING) Berpikir (Thinking) adalah aliran dari suatu gagasan. Psikosis: ke tidak mampuan untuk membedakan kenyataan dari fantasi. 2.parapraksis (tergelincir dari logis yang termotivasi secara tidak di sadari juga disebut pelesetan menurut Freud[freudian slip] dianggap sebagai bagian dari berpikir yang normal. dimana pikiran. derajat pemahaman atau kesadaran yang tinggi yang biasanya dapat membawasuatu perubahan positif pada kepribadian dan perilaku B.relatif bertahan lama atau rekuren tanpa pengobatan). istilah agak sama dengan dereisme 8.dan asosiasi yang bertujuan di mulai dengan suatu masalah atau suatu tugas dan mengarah pada kesimpulan yang berorientasi kenyataan. Berpikir tidak logis: berpikir yang mengandung kesimpulan yang salah atau kontradiksi secara internal. 10. gangguan tes realitas.simbol. Dystonia : Kontraksi dari batang tubuh atau anggota tubuh yang lambat dan dipertahankan. Gangguan umum dalam bentuk atau proses berpikir: 1. proses berpikir mengalami gangguan.berpikir di tandai dengan kelonggaran asosiasi.26. Dereisme: aktivitas mental yang tidak sesuai dengan logika atau pengalaman 7. Gangguan pikiran normal:gangguan dalam bentuk pikiran dan isi pikiran. tidak logis. hal ini adalah patologis jika nyata dan tidak disebabkan oleh nilai kultural atau defisit neurologis 6. tidak hanya suatu respons yang diperkirakan dari peristiwa tertentu atau terbatas pada hubungan antara seseorang dan masyarakat. Gangguan mental:sindroma perilaku atau psikologis yang bermakna secara klinis. kata-kata atau tindakan dapat menyebabkan atau mencegah suatu peristiwa). Berpikir autistik: preokupasi dengan dunia dalam dan pribadi. kata-kata. 5.berkaitan dengan penderitaan (Distress) atau hendaya (disability). abnormal pada psikosis. magis: normalnya ditemukan pada mimpi.neologisme. 4. Proses berpikir primer: istilah umum untuk berpikir dereistik. 3.dan konstruksi yang tidak logis. 9. berpikir menyerupai cara berpikir pada fase praoperasional pada masa anak-anak(menurut Jean Piget) . ketika mal.perilaku jelas-jelas tidak melanggar norma-norma sosial. Gangguan spesifik pada bentuk pikiran: 56 . Tes relitas: pemeriksaan dan pertimbangan obyektif tentang dunia di luar diri.dan orang tersebut di definisikan sebagai psikotik. Tilikan emosional. Berpikir magis: suatu bentuk pikiran dereistik. dengan mencipakan suatu realitas baru(berlawanan dengan neurosis:gangguan mental dimana tes realitas adalah utuh.

Kondensasi: nggabungan beberapa konsep menjadi satu konsep 10. Tangensialitas: ketidakmampuan untuk memppunyai asosiasi piriran yang bertujauan. Asosiasi longgar: aliran pikiran dimana gagasan bergeser dari satu subyek ke subyek lain dalam cara yang sama sekali tidak berhubungan 12. Ekolalia: pengulangan kata-kata atau frasa seseorang oleh seseorang lain secara psikopatologis. jawaban yang tidak harmonis dengan pertanyaan yang ditanyakan. Neologisme: kata baru yag diciptakan oleh pasien seringkali dengan mengkombinasikan suku kata dari kata-kata lain. Verbigerasi: pengulangan kata-kata atau frasa spesifik yang tidak mempunyai arti. 5. World salad: campuran kata dan frasa yang inkoheren 3. pasientidak pernah berangkat dari titik awal menujutujuan yang diinginkan. pikiran yang biasanya tidak dapat dimengerti. 11. yang menyebabkan disorganisasi 6. 7. tidak dapat mengingat apa yang telah dikatakan.yang dipertahankan secara kurang kuat dibandikan degan suatu waham. 16. 8. Glossolalia: ekspresi pesan-pesanyang dilakuakan oleh seseorang dengan kesukariaan yang gaduh melalui kata-kata yang tidak dapat dipahami C. Penghambatan: terputusnya airan berpikir secara tiba-tibasebeluam suatu pikiran atau gagasan diselesaikan. seringakali diartikan sama dengan asosiasi longgar 13. Jawaban yang tidak relevan.pengulangan kosong. Sirkumtansilitas: bicara tidak langsung yang lambat dalam mencapai tujuan tetapi akhirnya dari titik awal mencapai tujuan yang diharapkan. berjalan bersama pikiran atau kata-kata dengan hbngan yang tidak logis atatu tanpa tata bahasa. Gangguan spesifik isi pikiran 1. untuk alasan keanehan psikologis 2. 9. Gagasan yang berlebihan: keyakinan palsu yang di pertahankan dan tidak beralasan. 14. Loncat gagasan: verbalisasi atau permainan kata-kata yang cepat dan terus menerus yag mengahasikan pergeseran terus menerus dari satu ide ke ide lain. Keluar jalur (derailment): penympangan yang bertahap atau mendadak dalam urutan pikiran tanpa penghambatan. Perseverasi: respon terhadap stimuli sebelumnya yang menetap setelah stimulus yang baru telah diberikan.1. 2. Inkoherensi. Kemiskinan isi pikiran: pikiran yang memberikan sedikit informasi karena tidak ada pengertian. ditandai dengan pemasukan perincian-perincian dan tanda-tanda kutip yang berlebihan 4. setelah suatu periode penghentian singkat. 57 . Asosiasi bunyi: asosisasi kata-kata yang mirip bunyinya tetapi berbeda artinya 15.atau frasa yang tidak jelas.

keyakinan palsu yang aneh.3.orang lain.pasien depresi mempunyai waham kontrol pikiran atau siar pikiran).ditipu. seorang pasien depresi percaya bahwa ia bertanggung jawab untuk penghancuran dunia).kontrol. a. Waham: keyakinan palsu.dan sama sekali tidak masuk akal(sebagai contohnya.yang tidak dapat dikoreksi dengan suatu alasan. d.keyakinan bahwa otak pasien adalah berakar atau mecair).  Waham kejar/persekutorik:keyakinan palsu bahwa pasien sedang diganggu. j.dimana seseorang secara salah merasa bahwa ia sedang di bicarakan oleh orang lain(sebagai contohnya. Waham tersisternatisasi:keyakinan palsu yang di gabungkan oleh suatu tema atau peristiwa tunggal(sebagai contohnya.pikiran. Waham nihilistik:perasaan palsu bahwa dirinya. b.bahwa peristiwa. Waham kemiskinan:keyakinan palsu bahwa pasien kehilangan atau akan terampas semua harta miliknya.  Waham kebesaran:gambaran kepentingan.atau disiksa. i. e. f. Waham yang sejalan dengan mood:waham dengan isi yang sesuai dengan mood(sebagai contohnya.tidak sejalan dengan intelegansia pasien dan latar belakang kultural. didasarkan pada kesimpulan yang salah tentang kenyataan eksternal. Waham somatik:keyakinan yang palsu menyangkut fungsi tubuh pasien(sebagai contohnya.dan dunia adalah tidak ada atau akan berakhir.sering ditemukan pada seorang pasien yang senag menuntut yang mempunyai kecenderungan patologis untuk mengambil tindakan hukum karena penganiayaan yan d bayangkan. Waham menyalahkan diri sendiri:keyakinan yang palsu tentang penyesalan yang dalam dan bersalah.dan kebesaran(dibedakan dari ide paranoid.percaya bahwa orang di televisi atau radio berbicara padanya atau membicarakannya).pasien merasa yakin sedang dimata-matai oleh suatu agen rahasia yang dikirim oleh atsannya dimana ia bekerja.atau orang lain mempunyai kepentingan tertentu dan tidak biasanya. di mana kecurigaan lebih kecil dari bagian waham).kekuatan.orang dari luar angkasa telah menanamkan suatu elektroda pada otak pasien). 58 . Waham pengadilan:perasaan palsu bahwa kemuan.atau identitas seseorang yang berlebihan. c. Waham aneh(bizzare delusion). g. Waham yang tidak sejalan dengan mood:waham dengan isi yang tidak mempunyai hubungan dengan mood atau merupakan mood netral(sebagi contohnya.  Waham referensi:keyakinan palsu bahwa perilaku orang lain di tunjukan pada dirinya.mustahil. h.diturunkan dari idea referensi.setelah ia menerima sepucuk surat peringatan).benda-benda. Waham paranoid:termasuk waham persekutorik dan waham referensi.umumnya dalam bentuk negatif.atau perasaan pasien dikendalikan oleh tenaga dari luar.

8. Erotomania:keyakinan waham. m. 4.  Siar pikiran(thought broadcasting).berura-pura sakit yang berulang. Monomania:preokupasi dengan suatu objek tunggal.waham bahwa pikiran pasien dapat di dengar oleh orang lain. a. disertai dengan irama efektif yang kuat seperti kecenderungan paranoid atau preokupasi tentang bunuh diri atau membunuh. 9. b.Bhwa seseorang sangat mencintai dirinya (dikenal sebagai Kompleks Clerambault Kandinsky ).seperti pikiran mereka sedang di siar ke udara. c.yang sebenarnya dilakukan untuk mencegah sesuatu yang bakal terjai di masa depan.dan selalu terjadi terhadap suatu jenis stimulasi atau situasi tertentu. Waham ketidak setiaan(waham cemburu):keyakinan palsu yang di dapatkan dari kecemburuan patologis bahwa kekasih psien adalah tidak jujur. Kompulsi:kebutuhan yang patologis untuk melakukan suatu implus yang.irasional. 59 . Obsesi:ketekunan yang patologis dari suatu pikiran atau perasaan yang tidak dapat ditentang yang tidak dapat dihilangkandari kesadaran oleh usaha logika. 5.berlebihan. Penarikan pikiran(thought withdrawal):waham bahwa pikiran pasien di hilangkan dari ingatannya orang lain atau tenaga lain.  Pengendalian pikiran(thought control):waham bahwa pikira pasien di kendalikan oleh orang lain atau tenaga kerja. 6.menyebabkan kecemasan.tampil di depan umum/khalayak ramai. 7.periaku berulang terjadi sebagai respon terhadap suatu obsesi atau dilakukan menurut aturan tertentu. k. jika ditahan. l.rasa takut terhadap laba-laba tau ular). Hipokondria:keprihatinan yang berlebihan tentang kesehatan pasien yang didasarkan bukan pada patologi organik yang nyata.tetapi pada interpretasi yang tidak realistik terhadap tanda atau sensasi fisik sebagai yang abnormal. Fobia sosial:rasa takut akan keramain umum seperti rasa takut berbicara di depan publik.  Penanaman pikiran(thought insertion):waham bahwa pikran di tanam dalam pikiran pasien oleh orang lain atau tenaga lain. 10.atau makan di tempattempat umum. Fobia :rasa takut patologis yang persisten.berkaitan dengan sindroma Munchausen. Fobia spesifik:rasa takut yan jelas terhadap suatu obyek atau situasi yang jelas(sebagai contohnya. Egomania:preokupasi pada diri sendiri yang patologis. Kecenderungan atau preokupasi pikiran:pemusatan isi pikiran pada ide tertentu. Pseudologia phantastica: suatu jenis kebohongan.berkaitan dengan kecemasan. Koprolalia: pengungkapan secara kompulsif dari kata-kata yang cabul. Akrofobia: rasa takut terhadap tempat yang tinggi.lebih sering pada wanita di bandingkan lakilaki.dimana seseorang tampak percaya terhdap kenyataan fantasinya dan bertindak atas kenyataan. 11.menyebabkan keinginan yang memaksa untuk menghindari stimulus yang di takuti.tanpa akhir yang jelas.

Ailurofobia :rasa takut terhadap kucing. 6.atau frasa yang stereotipik.koheren. j. PEMBICARAAN (SPEECH) Pembicaraan (Speech) adalah gagasan. 4. i. Bicara banyak(logorrhea):bicara yang banyak sekali. Bicara yang keras atau lemah secara berlebihan: hilangnya modulasi volume bicara normal. Kemiskinan isi bicara:bicara yang adekuat dari jumlah tetapi memberikan sedikit informasi karena ketidak jelasan.tidak dianggap suatu gangguan dalam isi pikiran jika sejalan dengan keyakinan pasien atau lingkungan kultural.dan logis. h. e. 10. Diprosodi :hilangnya irama bicara yang normal (irama bicara disebut prosodi) 7. f. g. 13. kominikasi melalui pengunaan kata-kata dan bahasa. A. Gangguan Bicara: 1.semakin bertambah tegang. 12. Klaustrofobia: rasa takut terhadap tempat yang tertutup. Gagap (stuttering):pengulangan atau perpanjangan suara atau suku kata yang sering. . 3. Cluttering (Kekusutan/Kekacauan):bicara yang berpindah-pindah dan disritmik. Erytrofobia:rasa takut terhadap warna merah(merujuk terhadap rasa takut terhadap darah). Tekanan bicara:bicara cepat yaitu peningkatan jumlah dan kesulitan untuk memutuskan pembicaraan. Panfobia :rasa takut terhadap segala sesuatu. 60 d. Kemiskinan bicara(poverty of speech):pembatasan jumalah bicara yang digunakan.yang mengandung semburan yang cepat dan menyentak.dapat mencerminkan berbagai keadaan patologis mulai dari psikosis.menyebabkan gangguan kefasihan bicara yang jelas. Xenofobia :rasa takut terhadap binatang. Algofobia :rasa takut terhadap rasa nyeri. Needle phobia: ketakutan yang menetap. k.kekosongan.bukan dalam penemuan kata atau tata bahasa. 2.pikiran.jawaban mungkin hanya satu suku kata (monosylallabic).Agorafobia :rasa takut terhadap tempat yang terbuka.tidak ada inisiatif bicara yang dimulai dari diri sendiri. Unio mystica:suatu perasaan yang meluap. Bicara yang tidak spontan:respons verbal yang di berikan hanya jika ditanya atau dibicarakan secara langsung. 9. 8. Disastria:kesuliatan dalam artikulasi. 5.depresi sampai dengan ketulian.pasien secara mistik bersatu dengan kekuatan yang tidak terbatas. Noesis :suatuwahyu dimana terjadi pencerahan yang besar sekali disertai dengan perasaan bahwa pasien telah dipilih untuk memimpin dan memerintah.dan bersifat patologis saat mendapatkan kesulitan.perasaan yang diekspresikan melalui bahsa.

kata-kata yang bukan-bukan di ulangi dengan berbagai intonasi dan nada-nada suara. Gangguan persepsi 1.dapat di temukan pada gangguan tourette’s dan beberapa kasus pada skizofernia. merupakan halusinasi yang paling sering pada gangguan psikiatrik.tetapi membingungkan dan yang bukan-bukan (juga dikenal sebagai afasia Wernicke. PERSEPSI (PERCEPTION) Persepsi (perception) adalah proses memindahkan stimulasi fisik menjadi informasi psikologis. Afasia motorik:gangguan bicara yang di sebabkan oleh gangguan kognitif di mana pengertian adalah tetap ada tetapi kemampuan untu bicara adaah sangat terganggu. 6. 8. Halusinasi hipnagogik : persepsi sensoris yang palsu yang terjadi saat akan tertidur.B. a. Proses mental di mana stimulasi sensoris dibawa ke kesadaran. Halusinasi dengar (auditorik) : persepsi bunyi yang palsu. 61 . c. Halusinasi : persepsi sensoris yang palsu yang tidak berkaitan dengan stimulasi eksternal yang nyata.ketidak mampuan untuk berbicara karena adanya suatu defisit mental atau suatu episode dari dementia. seperti musik. Afasia sensorik :kehilangan kemampuan organik untuk mengerti arti katakata.bicara adalah lancar atau sepontan. 5.dan afasia ekspresif).susah payah.bicara terhenti-henti. 4. A. Copropregia :penggunaan bahasa secara vulgar atau cabul yang tidak di sadari. biasanya dianggap tidak patologis. Afasia global: kombinasi afasia yang sangat tidak fasih dan afasia fasih yang berat. Alogania. Jargon aphasia:kata-kata yang dihasilkan seluruhnya neologistik.dan tidak akurat(juga dikenal sebagai afasia broca. 3.afasia fasih. biasanya suara tetapi dapat juga bunyi bunyi lain. 7. Gangguan Afasik:gangguan dalam pengeluaran bahasa. Syantactical aphasia: ketidak mampuan untuk menyusun kata-kata dalam urutan yang tepat. biasanya dianggap sebagai fenomena yang tidak patologis. Halusinasi hipnopomik : persepsi palsu yang terjadi saat terbangun dari tidur. 2. mungkin terdapat atau tidak terdapat interpretasi waham tentang pengalaman halusinasi.afasia tidak fasih.dan afasia reseptif). Afasia nominal:kesulitan untuk menemuan nama yang tepat untuk suatu benda (juga dikenal sebagai afasia anominal dan afasia amnestik). b. 1.

penghukuman yang layak diterima. yaitu halusinasi yang terjadi dalam konteks sensorium yang berkabut. Halusionis : halusinasi. sensasi adanya gerakan pada kulit atau dibawah kulit (formication). halusinasi tidak melibatkan tema – tema seperti rasa bersalah . sperti harga diri atau kekuasaan tinggi) l. k. Halusinasi somatik : sensasi palsu tentang sesuatu hal yang terjadi didalam tubuh atau terhadap tubuh. Halusinasi raba (taktil. Berbeda dengan delirium tremens (DTs). orang) dan citra yang tidak berbentuk (contoh. paling sering berasal dari organ visceral ( juga dikenal sebagai cenesthesic hallucination) i. Pada mania. seorang pasien manik mendengar suara yang mengatakan bahwa pasien memiliki harga diri. f. Suatu bunyi dialami sebagai dilihat. paling sering pada gangguan organik. kilatan cahaya). atau suatu penglihatan dialami sebagai didengar). atau ketidakmampuan. seperti sensasi dari suatu tungkai yang teramputasi (phantom limb). Halusinasi yang sejalan dengan mood (mood congruent hallucination) : halusinasi dimana isi halusinasi adalah konsisten dengan mood yang depresi atau manik (contohnya. paling sering pada gangguan organik. g. kekuatan dan pengetahuan yang tinggi). Sinestesia : sensasi atau halusinasi yang disebabkan oleh sensasi lain (contohnya suatu sensasi auditoris yang disertai atau dicetuskan oleh suatu sensasi visual. j. Command hallucination : persepsi perintah yang palsu dimana sesorang dapat merasa patuh terhadap perintah atau tidak mampu untuk menolak / menentang. halusinasi tidak mengandung tema tema. Halusinasi liliput : persepsi yang palsu dimana benda benda tampak lebih kecil dari ukurannya (yang dikenal juga sebagai mikropsia). Halusinasi kecap (gustatoris) : persepsi tentang rasa kecap yang palsu. pasien yang mengalami depresi mendengar suara yang mengatakan bahwa pasien adalah orang yang jahat. yang disebabkan oleh kejang. Trailing phenomenorr : kelainan persepsi yang berhubungan dengan obat obat halusinogen dimana benda yang bergerak dilihat sebagai sederetan citra yang terpisah dan tidak kontinu.d. Halusinasi yang tidak sejalan dengan mood (mood incongruent hallucination) : halusinasi dimana isinya tidak konsisten dengan mood yang depresi atau manik (contohnya pada depresi . e. o. paling sering adalah halusinasi dengar yang berhubungan dengan penyalahgunaan alkohol kronis dan terjadi dalam sensorium yang jernih. Halusinasi cium (olfaktoris) : persepsi membau yang palsu. haptik) : persepsi palsu tentang perabaan atau sensasi permukaan. m. 62 . Halusinasi visual : persepsi palsu tentang penglihatan yang berupa citra yang berbentuk ( contohnya. h. paling sering pada gangguan organik. seperti rasa kecap yang tidak menyenangkan. n.

Gangguan yang berhbungan dengan gangguan kognitif : Agnosia adalah ketidakmampuan untuk mengenali dan menginterpretasikan kesan sensoris yang bermakna. Anestesia histerikal : hilangnya modalitas sensoris yang disebabkan oleh konflik emosional. 2. 4. Agnosognosia (ketidaktahuan tentang penyakit) : ketidakmampuan untuk mengenali suatu defek neurologis yang terjadi pada dirinya. 8. Apraksia : ketidakmampuan untuk melakukan tugas tertentu yang spesifik. Depersonalisasi : suatu perasaan subyektif merasa tidak nyata. kemerahan pada wajah dan perubahan dalam pernafasan . Agnosia visual : ketidakmampuan untuk mengenali benda benda atau orang. rasa penuh pada lambung. Ilusi : persepsi yang salah (misperception) atau interpretasi persepsi yang salah (misinterpretation terhadap suatu stimulus sensorik eksternal yang nyata. Suatu sensoris prodromal yang mendahului suatu sakit kepala / migrain yang klasik. Makropsia : suatu keadaan dimana benda benda tampak lebih besar dari sesungguhnya. Astereognosis : ketidakmampuan untuk mengenali benda melalui sentuhan. Prospagnosia : ketidakmampuan mengenali wajah. D. 3. Simultagnosia : ketidakmampuan untuk mengerti lebih dari satu elemen pandangan visual pada suatu waktu atau untuk mengintegrasikan bagian bagian menjadi keseluruhan. aneh atau tidak mengenali diri sendiri. Gangguan yang berhubungan dengan fenomena konversi dan disosiatif : somatisasi material yang direpresi atau perkembangan gejala dan distorsi fisik yang melibatkan otot volunter atau organ sensorik tertentu. 1.2. Adiadokokinesia : ketidakmampuan untuk melakukan pergerakan yang berubah dengan cepat. Aura : sensasi peringatan seperti automatisms. C. 7. 63 . 5. Mikropsia : suatu keadaan dimana benda benda adalah lebih kecil dari sesungguhnya (baik makropsia dan mikropsia dapat juga berhubungan dengan kondisi organik yang jelas. 9. sensasi kognitif dan keadaan afektif yang biasanya dialami sebelum suatu serangan kejang. bukan dibawah kontrol volunter dan tidak disebabkan suatu gangguan fisik. 5. 3. Somatopagnosia (ketidaktahuan tentang tubuh) : ketidakmampuan untuk mengenali suatu bagian tubuh sebagai milik tubuhnya sendiri (juga disebut sebagai autotopagnosia). 6. Derealisasi : suatu perasaan subyektif bahwa lingkungan adalah aneh atau tidak nyata . seperti kejang parsial kompleks). 1. suatu perasaan tentang perubahan realitas. 4. 2.

g. Retrograd (retrograde) : amnesia untuk peristiwa yang terjadi sebelum suatu titik waktu. kognitif dan pengalaman seorang individu saat ini. Deja entendur : ilusi pengenalan auditoris. paling sering berhubungan dengan patologi organik. Pemalsuan retrospektif : ingatan menjadi terdistorsi secara tidak diharapkan (tidak disadari) saat disaring melalui keadaan emosional. a. Paramnesia : pemalsuan ingatan akibat distorsi pengingatan. e. Jamais vu : perasaan palsu tentang ketidakkenalan terhadap suatu situasi nyata yang sesungguhnya telah dialami oleh seseorang. b. a. Deja pense : ilusi bahwa suatu pikiran baru dikenali sebagai suatu pikiran yang sebelumnya telah dirasakan atau diekspresikan. 2. Konfabulasi : pengisian kekosongan ingatan secara tidak disadari oleh pengalaman yang dibayangkan atau tidak nyata yang dipercayai seseorang tetapi tidak mempunyai dasar kenyataan. Gangguan daya ingat : 1. Deja vu : ilusi pengenalan visual dimana suatu situasi yang baru secara keliru dianggap sebagi suatu pengulangan ingatan sebelumnya. d. c. A. dapat membawa pemisahan suatu ide dari nada emosional yang menyertainya. 64 . Fausse reconnaissance : pengenalan yang palsu. Dissosiasi (dissociation) : suatu mekanisme defensi yang tidak disadari yang melibatkan pemisahan suatu kelompok mental atau proses perilaku dari aktivitas mental yang masih tersisa dari seorang individu. mungkin berasal dari organik atau emosional. Anterograd (anterograde) : amnesia untuk peristiwa yang terjadi setelah suatu titik waktu. Fuga (fugue): mengambil suatu identitas baru dengan melupakan / amnesia terhadap identitas yang lama . 7. f. seringkali individuyang bersangkutan pergi merantau atau berkelana ke suatu lingkungan yang baru. Kepribadian ganda (multiple personality) : satu orang yang tampak pada waktu yang berbeda menjadi dua atau lebih kepribadian dan karakter yang sama sekali berbeda secara keseluruhan (disebut gangguan identitas disosiatif dalam “diagnosis and statistical manual of mental disorders edisi keempat DSM – IV) 8. Amnesia : ketidakmampuan untuk mengingat sebagian atau keseluruhan pengalaman masa lalu. b. DAYA INGAT (MEMORY) Daya ingat (memory) adalah fungsi dimana informasi disimpan diotak dan selanjutnya diingat kembali ke kesadaran.6. sebagaimana yang terlihat pada gangguan dissosiatif dan konversi.

Hipermnesia : peningkatan derajat penyimpanan dan pengingatan. 65 . 35 atau 40 sampai 50 atau 55). 4. A. imbesil (usia mental 3 sampai 7 tahun) dan moron (usia mental kira kira 8 tahun). Screen memory : ingatan yang dapat ditoleransi secara sadar menutupi ingatan yang menyakitkan. 3. INTELIGENSIA (INTELLIGENCE) Inteligensia (intelligence) adalah kemampuan untuk mengerti. Letologika : ketidakmampuan sementara untuk mengingat suatu nama atau suatu kata benda yang tepat. Eidetic image : ingatan visual terhadap hampir semua halusinasi yang gamblang. 20 atau 25 sampai 35 atau 40) . 7. Represi : suatu mekanisme pertahanan yang ditandai oleh pelupaan secara tidak disadari terhadap gagasan atau impuls yang tidak dapat diterima. menggerakkan dan menyatukan secara konstruktif terhadap hal hal yang telah dipelajari sebelumnya dalam menghadapi suatu situasi yang baru.Q. 4. 5. berat (I. Segera (immediate) : reproduksi atau pengingatan hal hal yang ditangkap dalam beberapa detik sampai menit.atau sangat berat (I.50 atau 55 sampai kira kira 70). Blackout : amnesia terhadap perilaku yang telah mereka lakukan (dialami oleh peminum alkohol) selama suatu kurun waktu meminum alkohol. Baru saja (recent): pengingatan peristiwa terhadap hal hal yang telah lewat beberapa hari.Q. Tingkat dayaingat : 1. Memory yang salah (false memory) : rekoleksi dan kepercayaan dari seorang individu terhadap suatu peristiwa yang sesungguhnya tidak nyata terjadi. 8. B. 2.Q. Demensia : pemburukan fungsi intelektual organik dan global tanpa pengaburan kesadaran. mengingat. sedang (I. 3. 6. Keadaan ini biasanya mengindikasi telah terjadinya suatu kerusakan otak yang masih bersifat reversibel. Retardasi mental : kurangnya intelegensia sampai derajat dimana terdapat gangguan pada kinerja sosial dan pekerjaan : ringan (I. Agak lama (recent past) : pengingatan peristiwa terhadap hal hal yang telah lewat selama beberapa bulan.Q. dibawah 20 atau 25). Jangka lama (remote) : pengingatan peristiwa terhadap hal hal yang telah lama terjadi. Istilah yang lama adalah idiot (usia mental kurang dari 3 tahun). B.h.

3. tidak disebabkan oleh gangguan ketajamam penglihatan. suatu ringkasan tingkat tilikan adalah sebagai berikut : 66 . Aleksia : hilangnya kemampuan membaca yang sebelumnya dimiliki. Diskalkulia (akalkulia) : hilangnya kemampuan untuk melakukan suatu hitungan. Berpikir abstrak : kemampuan untuk mengerti nuansa arti. 2. Tilikan intelektual : mengerti kenyataan obyektif tentang suatu keadaan tanpa kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dalam cara yang berguna untuk mengatasi situasi tersebut. D. Sementara itu. C. TILIKAN (INSIGHT) Tilikan (insight) adalah kemampuan pasien untuk mengerti penyebab sebenarnya dan arti dari suatu situasi (seperti sekumpulan gejala). Pasien mungkin menunjukkan penyangkalan penyakitnya sama sekali atau mungkin menunjukkan suatu kesadaran nahwa mereka sakit tetapi melemparkan kesalahan pada orang lain. Penggunaan kiasan yang terbatas tanpa pengertian nuansa arti. Pseudodemensia : gambaran klinis yang menyerupai demensia yang tidak disebabkan oleh suatu kondisi organik. E. Hilangnya kemampuan untuk menuangkan struktur kata. pada faktor eksternal. Tilikan yang terganggu : menghilangnya kemampuan untuk mengerti kenyataan obyektif dari suatu situasi. berpikir multidimensional dengan kemampuan menggunakan kiasan dan hipotesis secara tepat. Secara umum. B. Mereka mungkin mengetahui bahwa mereka menderita penyakit tetapi menggambarkan sebagai suatu yang tidak diketahui atau misterius di dalam diri mereka. Disgrafia (agrafia) : hilangnya kemampuan untuk menulis dalam gaya yang kursif. tidak disebabkan oleh kecemasan atau gangguan konsentrasi. Tilikan sesungguhnya : mengerti kenyataan obyektif tentang suatu situasi. tilikan dapat dikategorikan sebagai berikut : A. atau bahkan faktor organik. Paling sering disebabkan oleh depresi (sindroma demensia pada depresi). pikiran satu dimensional. C.1. Berpikir konkret : cara berfikir yang sangat bersifat harafiah. Secara garis besar. tilikan adalah derajat kesadaran dan pengertian pasien bahwa mereka sakit. yang kemudian ditindaklanjuti dengan motivasi dan daya pendorong (impetus) secara emosional untuk mengatasi situasi tersebut.

dan memilih berbagai pilihan di dalam suatu situasi. Sadar bahwa mereka adalah sakit tetapi melemparkan kesalahan pada orang lain. yang juga diikuti dengan menghilangnya kemampuan untuk bertindak secara tepat. 2. Sebagai contoh. Apakah pasien mengerti kemungkinan akibat dari perilakunya dan apakah pasien dipengaruhi oleh pengertian tersebut? Dapatkah pasien memperkirakan apa yang akan dilakukannya dalam situasi khayalan. seorang dokterharus mampu menilai banyak aspek kemampuan pasien dalam pertimbangan sosial. Tilikan intelektual : menerima bahwa pasien sakit dan bahwa gejala atau kegagalan dalam penyesuaian sosial adalah disebabkan oleh perasaan irasional atau gangguan tertentu dalam diri pasien sendiri tanpa menerapkan pengetahuan tersebut untuk pengalaman dimasa depan. Secara garis besar. Agak menyadari bahwa mereka adalah sakit dan membutuhkan bantuan tetapi dalam waktu yang bersamaan menyangkal penyakitnya. 5. Pertimbangan kritis (critical judgement) : kemampuan untuk menilai. Pertimbangan yang terganggu: menghilangnya kemampuan untuk mengerti suatu situasi secara benar. pertimbangan dapat dikategorikan sebagai berikut : A. 6. 67 . B. Selama perjalanan menggali riwayat penyakit. C.1. Pertimbangan otomatis (automatic judgement) : pelaksanaan suatu tindakan terhadap suatu pertimbangan secara refleks. apa yang akan dilakukan pasien jika ia mencium bau asap di dalam ruang bioskop yang padat. 4. 3. PERTIMBANGAN (JUDGEMENT) Pertimbangan (Judgement) kemampuan untuk menilai suatu kondisi secara benar dan untuk bertindak secara tepat didalam situasi tersebut. Sadar bahwa penyakitnya disebabkan oleh sesuatu yang tidak diketahui pada diri pasien. Tilikan emosional sesungguhnya : kesadaran emosional tentang motif dan perasaan didalam diri pasien dan orang yang penting dalam kehidupannya yang dapat menyebabkan perubahan dasar perilaku. melihat. pada faktor eksternal atau pada faktor organik. Penyangkalan penyakit sama sekali.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->