P. 1
Untitled

Untitled

|Views: 2|Likes:
Published by Alim Sumarno

More info:

Published by: Alim Sumarno on Jan 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/19/2014

pdf

text

original

Program Studi Psikologi Psikologi Kognitif

MENTAL IMAGERY
1. Studi tentang mental imagery membahas tentang masalah bagaimana informasi digambarkan dalam memory. 2. Ada tiga teori digunakan untuk menerangkan proses mental imagery, yaitu : a. the dual-coding hypothesis b. the conceptual-proposition hypothesis c. the functional-equivalence hypothesis The dual-coding hypothesis berasumsi bahwa informasi dapat di-code dan disimpan dalam bentuk verbal dan imaginal (Teori ini didukung oleh datadata dari behavioral dan neurological). The conceptual-proposition berasumsi bahwa informasi (objek, event dan hubungan keduanya) dalam bentuk abstrak. Kelebihan dari teori ini adalah elegan, tapi kekurangan sulit digunakan untuk menerangkan data-data yang berbentuk imaginal yang meliputi a second-order isomorphism. The functional-equivalence persepsi adalah sama. hypothesis berasumsi bahwa imagery dan

3. Ada dua tipe representation untuk menerangkan imagery, yaitu : a. direct representation b. allegorical representation 4. Ada dua pendapat tentang tentang “visual imagery”, yaitu : a. in fact visual (spesific) cognitive process b. is actually a more “general purpose” cognitive process 5. Masalah mental rotation mendapat dukungan dari bukti-bukti dari neurological. Ada tiga kutub tentang masalah imagery, yaitu : a. who believe that mental images are very much like all other sensory impressions form the physical world b. who believe that objects are represented in terms of the subject’s knowledge base c. some view the situations as being a mixture of these two extreme viewpoints 6. Asumsi dari penelitian imagery dengan cara mengukur regional cerebral blood flow (rCBF) konsentrasi darah di otak berkorelasi dengan jumlah fungsi yang terjadi di bagian otak. Hal ini menunjukkan bahwa saat manusia
Mental Imagery Damajanti Kusuma Dewi

Program Studi Psikologi Psikologi Kognitif

melakukan image ada bagian-bagian otak yang berhubungan dengan visual processing dan memory bekerja. 7. Sering kali pandangan egosentris muncul pada saat orang melakukan cognitive map. 8. Synesthesia adalah kondisi dimana sensasi yang biasanya terjadi pada satu modality (indra) dirasakan oleh indra yang lain. Ø HISTORICAL OVERVIEW Sejarah mental imagery dapat dibagi menjadi tiga tahap, yaitu : 1. Philosophic (“prescientific”) Period Pada masa ini mental images dianggap sebagai unsur yang paling penting dalam mind bahkan kadang dianggap sebagai elemen dari thought. Topik ini tidak bisa dilepaskan dari pandangan-pandangan filosof Inggris, antara lain : Locke, Berkeley, Hume dan Hartley. 2. The Measurement Period Dimulai dari penelitian Galton (kuesioner ke 100 orang dimana mereka diminta untuk merecall apa saja yang diingat di atas meja makan saat sarapan pagi dan diminta untuk menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan image). Topik ini mulai tenggelam karena berkembangnya behaviorism, seperti halnya pandangan Watson. 3. The Cognitive Period Topik imagery mulai muncul lagi seiring dengan mulai gencarnya penelitian-penelitian yang dilakukan oleh ahli-ahli psikologi kognitif, antara lain Allan Paivio dan Roger Shepard dan disusul oleh Stephen Kosslyn dan Steven Pinker. Penelitian imagery yang dimunculkan lagi pada akhir tahun 1960-an, terbagi menjadi dua kutub, yaitu : a. quantitative assessment of imagery (Sheehan, 1967a, 1967b; Sheehan & Neisser, 1969) b. assessment of imagery dengan teori yang lebih kuat (Bugelski, 1970; Paivio, 1969). approach to imagery involved incorporation of the concept into a cognitive model in which the internal representation of information was a central element (Anderson, 1976; Shepard, 1975; Shepard & Metzler, 1971; Kosslyn, 1973,1975, 1980, 1983; Pinker, 1980, 1985).

Mental Imagery

Damajanti Kusuma Dewi

Program Studi Psikologi Psikologi Kognitif

SYNESTHESIA Synesthesia is a condition in which sensations from one modality (e.g., vision) are experienced in another modality (e.g., audition). Synesthesia terjadi sesuai aturan, tidak secara random. Misalnya ada hubungan yang positif antara semakin kerasnya lagu dengan brightness. Contoh : penelitian Marks (1974) yang menyajikan serangkaian nada. Dimana. subjek diminta untuk memasangkan nada-nada dengan sekumpulan warna yang berbeda-beda (lih. Gambar 10.12/291/Solso)

Mental Imagery

Damajanti Kusuma Dewi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->