Hakikat Energi Istighfar

Istighfar, per definisi, berarti memohon ampun kepada Allah SWT. Orang yang beristighfar disebut mustaghfir, sedangkan Dia yang dimintai ampunan adalah Allah SWT. Wujud istighfar adalah ucapan: astaghfirullah al-‘azhim-saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung. Allah-lah yang diseru mustaghfir agar Dia berkenan mengampuninya. Sesungguhnya tidak ada Dzat yang bisa mengampuni manusia, maka ampunan yang diberikan-Nya itu bersifat mutlak. Artinya, ampunan tersebut pasti akan diberikannya. Dia tidak akan menyalahi janji dan keadilan-Nya. Tentu saja ini sangat berbeda dengan ‘ampunan’ dalam kehidupan manusia. Di tingkat kehidupan manusia, ampunan ini seringkali dimaknai sebagai pemberian maaf, pemberian kesempatan untuk menjadi orang yang baik kembali, atau bisa jadi merupakan pemberian hukuman yang tujuannya untuk menghukum kesalahan orang yang terhukum sekaligus memberi peringatan agar si terhukum tidak mengulangi kesalahan lagi. Namun, keadilan di tingkat kehidupan manusia seringkali tidak adil, dan ketidakadilan seringkali dianggap sebagai wujud dari keadilan yang setinggi-tingginya. Dan tidak demikian dengan Dia Yang Maha Adil. Dia tidak pernah melanggar janji. Dia tidak pernah melawan keadilan-Nya sendiri. Siapa yang salah, tidak bisa bersembunyi dari kesalahannya, dan siapa yang benar akan diberi imbalan sesuai dengan kebenarannya. Orang yang menyeru kepada Allah pasti akan didengar seruannya, dan orang yang hanya berdiam diri dari-Nya pasti akan didiamkan-Nya pula. Ketika keadilan tidak lagi bisa didapatkan di bumi ini; ketika kebenaran diinjak-injak; ketika jiwa dan raga ditindas atau dizalimi dan dibiarkan tersungkur dalam ketidakberdayaan; maka menyeru kepada Yang Maha Benar, Yang Maha Adil, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Perkasa, adalah sebaik-baiknya seruan, sebaikbaiknya permohonan, sebaik-baiknya tujuan, dan sebaik-baiknya akhlak. Al-Qur’an memfirmankan: Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kapada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (QS. Huud: 52) Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa’: 110) Kita memohon ampunan kepada Allah sebab kita adalah manusia. Inilah fondasi pertama yang harus kita bangun dalam akal kita. Sebagai manusia, kita tidak bisa terlepas dari kesalahan dan dosa. Indahnya menjadi manusia itu justru terletak di sini: Kita memiliki potensi untuk berbuat baik dan terpuji layaknya seorang malaikat, tetapi kita sekaligus memiliki potensi untuk berbuat buruk dan jahat seperti halnya setan atu iblis. Tetapi malaikat dan setan hanya memiliki salah satu di antaranya saja, tidak seperti kita yang bisa memiliki keduanya. Kita adalah makhluk yang indah, tidak hanya secara fisik saja melainkan psikis juga. Ketika kita terus menerus berupaya meningkatkan energi positif dalam diri kita, maka kita akan sampai pada derajat yang dimiliki para malaikat, dan bahkan akan mampu melampauinya, sebagaimana derajat Rasulullah yang mampu melampaui dearajat Malaikat Jibril as. Dan ketika kita terperosok dalam dosa dan

kemaksiatan. . Dan istighfar adalah cara kita dalam memohon ampunan Allah tersebut. Istighfar dapat menghilangkan kesulitan e. Istighfar mampu menahan azab Allah a. b. Salah satu ism Allah adalah Yang Maha Pemberi Tobat. sehingga ia tidak lagi memiliki dosa. Allah SWT memberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk kita memohon ampunan-Nya. Hakikat energi istighfar itu sendiri adalah a. Inilah lima fakta kehidupan yang berhubungan dengan energi:  Segala sesuatu bergetar. Kita ini manusia biasa yang sarat dengan dosa dan kesalahan. dan Dzat Allah-lah yang sesungguhnya kita tuju. maka runtuhlah segala dosa-dosanya sebagaimana runtuhnya sebuah pohon. Maka sudah semestinya pabila kita selalu beristighfar kepada Allah SWT. Untuk dapat memahami hal ini. Istighfar merupakan ibadah utama dan dapat menghilangkan kesempitan f. Istighfar dapat mendatangkan rezeki h. Itulah hakikat istighfar.  Getaran yang lebih pelan menahan kita dalam dunia ‘masalah’. dinyatakan bahwa Imam ashShadiq berkata: Barangsiapa yang meminta ampunan kepada Allah ketika ia menuju ke tempat tidurnya sebanyak 100 kali. Maka demikianlah pula istighfar terhadap dosa. lalu setelah itu kita akan mngetahui dan memahami bagaimana energi istighfar itu dapat melampaui energi suara dan energi cahaya. Ketika seseorang telah syirik kepada Allah.  Kita bisa menegosiasikan kehadiran faktor-faktor dalam hidup kita untuk meningkatkan frekuensi getaran kita. tentu kita membutuhkan pengetahuan dan pemahaman tentang hakikat energi itu sendiri. segala sesuatu bergerak. ketika ia menyadari bahwa dirinya telah melakukan dosa yang amat besar ini dan memohon ampunan Allah darinya. Istighfar dapat mendatangkan ketenangan dan kebahagiaan g. maka orang ini dihukum telah melakukan dosa yang amat besar. Ialah suatu cara yang bisa kita tempuh untuk memohon ampun atas dosa dan kesalahan yang kita perbuat. maka ism inilah yang kita sebut-sebut dalam istighfar. Semua berkaitan dengan energi Yang jarang sekali kita sadari adalah kenyataan bahwa sesungguhnya istighfar itu akan melahirkan energi positif dalam diri kita. Bahkan.  Kita bisa memilih untuk memusnahkan apa pun yang mengganggu upaya peningkatan medan getaran kita. Istighfar dapat mengusir setan d. Semua berkaitan dengan energi b. lalu. Dan hanya setan dan iblis saja yang tidak mau mempergunakan kesempatan tersebut. Istighfar dapat menghapus dosa Dalam Ushul al-Kahfi jilid ke-2 halaman 437. Istighfar dapat menghapus dosa c. Istighfar akan mampu mencabut semua dosa yang kita miliki. Sehingga makhluk yang satu ini harus dikutuk dan dilaknat oleh-Nya untuk selamanya.  Getaran yang lebih cepat berarti mendekati ‘spirit’. energi istighfar itu sesungguhnya dapat melampaui energi suara dan energi cahaya. dari dosa yang kecil hingga dosa syirik sekalipun.

Hawa nafsu yang dimiliki oleh manusia merupakan pangkal dari karakteristik setan dalam diri manusia. Beliau juga berkata: Barangsiapa mengucapkan ‘astaghfirullah’ sebanyak 100 kali dalam setiap harinya. Dengan istighfar. hati akan menjadi yakin akan ampunan Allah SWT. sedang mereka mengetahui. Inilah kekuatan istighfar yang pertama bisa kita sebutkan. dan setan yang berupa karakteristik manusia yang jahat. lalu ia meminta ampunan kepada Allah maka tidak tertulis dosa-dosanya. Istighfar dapat mengusir setan Pada galibnya. yakni setan sebagai makhluk eksistensial. setan adalah seperti iblis yang telah menggoda Adam dan Hawa untuk mendekati dan memakan buah khuldi (buah terlarang). Dalam pengertian pertama. diri kita sendiri bisa berubah menjadi setan. setan itu memiliki dua pengertian. yang bahagia. c. dan mudah putus asa. pening. dan mudah putus asa.maka Allah pun akan mengampuni dosa besarnya. Al-Qur’an memfirmankan: Dan Allah hendak menerima taubatmu. Ali Imran: 135) Diriwayatkan dari Imam ash-Shadiq pula. dan tidak suatu kebaikan bagi seorang hamba yang berbuat dosa setiap harinya sebanyak 700 kali dosa. An-Nisa’: 27) d. cepat sedih. mudah sedih. yakni ketika apa yang ada di dalam jiwa tersebut menunjukkan karakteristikkhas setan atau iblis. sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran). ia berkata: Apabila seorang hamba melakukan perbuatan dosa kemudian menangguhkannya sampai besoknya hingga malam harinya. (QS. (QS. anda akan dapati bahwa anda berubah menjadi sosok yang cepat marah. bukan dalam hal jasmani maupun rohani. maka Allah azza wa jalla akan mengampuni sebanyak 700 kali perbuatan dosa. lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatn keji itu. Ketika hawa nafsu menguasai diri anda. Energi ini melahirkan sifat-sifat seseorang sehingga ia mudah marah. Dalam pengertian yang kedua. segala kesulitan yang kita hadapi tidak akan membuat kita pusing. Istighfar dapat menghilangkan kesulitan Istighfar adalah cara kita dalam memohon ampunan Allah dari dosa dan kesalahan. Energi yang dikeluarkan oleh hawa nafsu bersifat panas sebab energi ini mengandung bara api. dan putus asa merupakan perasaan yang nikmat rasanya. tentu saja merupakan makhluk yang mudah untuk dilawan jika dibandingkan dengan pengertian setan yang kedua. Setan terus bekerja pada diri manusia sehingga manusia merasa bahwa apa yang disebut marah. mudah kecewa. mereka ingat akan Allah. yang damai. sedih. Jiwa manusia bisa berubah menjadi setan. yang indah. Al-Qur’an memfirmankan: Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri. atau . Setan yang berwujud eksistensial. cepat kecewa. Kita menjadi pribadi yang tenang. tetapi dalam hal jiwanya. Hati nurani akan hidup dan kesuciannya memercik ke seluruh tubuh kita. Efeknya. kecewa.

Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki. (QS. sehingga kita sesungguhnya tidak perlu susah-susah dan jauh-jauh untuk dapat merasakan ketenangan dan kebahagiaan yang sejati. Mungkin kita termasuk salah seorang di antara mereka yang mencari rasa tenang dan bahagia yang sejati itu. Istighfar dapat mendatangkan ketenangan dan kebahagiaan Sesungguhnya. dan mengaktifkan hati nurani kita sedemikian rupa. Al-Qur’an memfirmankan: Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. dan sumpek ketika seseorang telah memenuhi jiwanya dengan energi istighfar. kaum cerdik-cendekia. sesak. membuka batin kita. kaum bijak. sedangkan tenang dan bahagia merupakan dua hal yang selama ini dicari oleh orang banyak di dunia ini.sakit kepala. maka ucapkanlah hauqalah (laa hawla wa laa quwwata illa billah). sebagian kaum waskhita. serta barangsiapa yang merasa sulit dalam segala urusannya. justru menjadikan bui sebagai “rumah kebebasan” mereka dalam mengekspresikan gairah dan kecintaan mereka yang menyala-nyala kepada Tuhan. maka hendaklah ia bertahmid (membaca hamdalah). Kesulitan menjadi perkara yang mudah untuk kita hadapi. dan ulama. Istighfar dapat mendatangkan rezeki . Ali Imran: 129) Dalil lainnya adalah surah Muhammad ayat 19 Energi istighfar akan membuka mata hati kita. dan barangsiapa yang rezekinya datang terlambat. Istighfar merupakan ibadah utama dan dapat menghilangkan kesempitan Ibadah kepada Allah adalah tunduk dalam kepasrahan total kepada kehendak-kehendak-Nya.” e. Dalilnya dalam surah Al-A’raf ayat 155. Bahkan. f. sebab cukup bagi anda untuk beristighfar. g. mengetahui. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. energi istighfar dapat mendatangkan ketenangan dan kebahagiaan jiwa. Kita harus ingat bahwa Allah adalah Tuhan seru sekalian alam. Bahkan. Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang diberikan nikmat oleh Allah. Dia adalah Dzat Yang Maha Segalanya. yang bagi banyak orang menjadi simbol bagi rampasan kebebasan individual yang dimiliki mereka tidak akan sempit. Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki. dengan sendirinya kesulitan tersebut akan musnah sebagaimana musnahnya kertas yang dibakar api. sebagai bukti kepunyaan Allah. Bahkan. dan menyadari bahwa dunia beserta isinya ini amatlah luas. maka hendaklah ia beristighfar kepada Allah. Semua urusan yang kita punyai perlu kita sandarkan kepada Dzat yang demikian ini sebab tidak ada Dzat lain yang akan mampu membuka takbir urusan yang kita hadapi. Allah SWT adalah ‘tempat’ memohon kekuatan dan perlindungan. dan sumpek. penjara pun-yang bagi banyak orang merupakan ruang yang demekian sempit. Fitrah manusia-sebagaimana yang dijelaskan oleh Murtahda Murtahhari dalam salah satu karyanya-salah satunya adalah kecenderungan yang menjadi sifat manusia untuk mencari dan mendapatkan Pelindung yang setinggi-tingginya. sehingga kita menerti. sesak.

berpura-puralah menangis!” Kemudian berkata Imam Husain. Nuh: 10-11) Selanjtnya orang Arab Badui itu berkata. lalu kembali lagi. banjir. penganiayaan. lalu Hasan berkata. karena sesungguhnya Allah telah menjelaskan hal tersebut melalui firman-Nya: maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Musibah-musibah ini berkelindan dengan praktikpraktik kejahatan seperti pencurian. (QS. dan lain sebagainya.” Kemudian datang yang lainnya juga mengadukan masalah kefakiran yang menimpanya. kemudian ia mengadukan kefakiran dan masalah yang dihadapinya. lalu Ali bin Abi Thalib berkata kepadanya: Hendaklah engkau beristighfar duhai a’rabi. “Maka orang Arab Badui tersebut meninggalkan kami selama setahun. Allah berfirman: Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka. tanah longsor. memenuhi relung-relung kehidupan sosial kita. seraya berkata. “Ajarilah aku. h.” Telah diriwayatkan bahwa seorang laki-laki mendatangi Hasan Al-Bashri dan mengadukan ke laporan kepadanya. -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. “Wahai Amirul Mukminun. “Menangislah duhai a’rabi. telah banyak hartaku. korupsi. horor lumpur panas Lapindo. kebakaran hutan. duhai Amirul Mukminun. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka. lalu Hasan menasihatinya untuk melakukan hal yang sama. Al-Anfal: 33) Dalil lainnya adalah surah Huud 3 dan 52 . sedang mereka meminta ampun. dan musibah-musibah lain seakan datang susul-menyusul. Lalu Ali berkata kepadanya. Gunung meletus.” Dikatakan bahwa salah seorang Arab Badui datng kepada Ali binAbi Thalib. “Perbanyaklah istighfar karena mendatang kan rezeki. kesetanan. “Beristighfar-lah kepada Allah.” Kemudian Ali berkata kepadanya: Barangkali engkau tidak baik dalam beristighfar. Istighfar mampu menahan azab Allah Akhir-akhir ini sering terjadi bencana. sedangkan saya tidak melihat hartaku bertambah. “Sungguh saya telah banyak beristighfar kepada Allah.” Dan beliau pun mengajarinya doa istighfar yang dibaca ketika hendak tidur. beriringan dengan kasus-kasus seperti kesurupan.Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata. dan aku tidak menemukan tempat yang lebih untuk unta dan kambingku. Juga. Lalu orang Arab Badui itu berkata lagi. pemerkosaan. munculnya berbagai aliran yang sesat. Dan Islam mengerjakan bahwa jawabannya adalah istighfar. sedang kamu berada di antara mereka. Semuanya seakan-akan menyesaki langit negeri kita. dan lain-lain. (QS. dan jika engkau tidak dapat menangis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful