1.

alat musik BANTEN

10 Jenis Kesenian Tradisional Banten
1. Angklung Buhun

Angklung buhun adalah alat musik tradisional khas Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Dinamakan buhun karena kesenian ini lahir bersamaan dengan hadirnya masyarakat Baduy. Buhun berarti tua, kuno (baheula ). Angklung buhun adalah angklung tua yang menjadi kesenian pusaka masyarakat Baduy. Kesenian ini dianggap memiliki nilai magis (kekuaan gaib) dan sakral. Selain itu kesenian ini juga punya arti penting sebagai penyambung amanat untuk mempertahankan generasi masyarakat Baduy. 2. Angklung Gubrag

engklok 2. Semua pemain berdiri tidak menari kecuali penabuh dogdog lojor menabuh sambil ngibing diiringi beberapa penari perempuan dengan kostum kebaya dan kain. Instrumen yang digunakan 6 buah angklung menggunakan bambu hitam. dan yang telah membuahkan hasil. masing-masing memiliki nama: bibit. tetapi ditampilkan juga pada acara-acara pesta perkimpoian atau upacara peresmian. anak bibit. Dalam perkembangannya. engklok 1. dilengkapi dengan terompet kendang pencak dan seruling. Debus . Tujuannya untuk mengungkapkan kebahagiaan atas jerih payah yang dilakukan. Bendrong Lesung tidak hanya ditampulkan pada penyambutan Panen Raya. Pada masa lalu kesenian Angklung Gubrag dilaksanakan pada saat ritual penanaman padi dengan maksud agar hasil panen berlimpah. namun masyarakat Desa Kemuning. Kecamatan Kresek – Kabupaten Tangerang masih melestarikan kesenian Angklung Gubrag pada acara khitanan. Bendrong Lesung Bendrong Lesung merupakan salah satu kesenian tradisional masyarakat CilegonBanten. Di atas angklung dikaitkan pita yang berasal dari kembang wiru.Angklung Gubrag Merupakan salah satu kesenian tradisional yang sudah langka. Bendrong Lesung memadukan musik Lesung atau Lisung (tempat menumbuk padi) dengan musik lainnya yang dimainkan oleh beberapa orang. gonjing dan panembal. yang tumbuh dan berkembang secara turun temurun di masyarakat hingga saat ini. perkimpoian dan selamatan kehamilan. Awalnya kesenian ini merupakan tradisi masyarakat setempat dalammenyambut Panen Raya. menurut kepercayaan kembang wiru dan air yang berasal dari angklung dipercaya dapat menjadi obat dan penyubur tanaman.

debus banyak menampilkan aktraksi kekebalan tubuh sesuai dengan keinginan pemainnya. dan tebasan benda tajam. Dogdog Lojor Dogdog merupakan alat musik yang terbuat dari batang kayu bulat. debus menjadi salah satu bagian ragam seni budaya masyarakat banten sehingga kesenian ini banyak digemari oleh masyarakat sebagai hiburan yang langka dan menarik di banten. Sedangkan kata lojor berarti lonjong atau lodor yang sepadan dengan kata panjang. permainan debus berkembang di kabupaten lebak. kota cilegon dan kota serang. Jadi Dogdog Lojor sama artinya dengan Dogdog Panjang. Pada perkembangan selanjutnya. pandeglang. namun kedua ujung ruasnya mempunyai bulatan diameter yang berbeda (± 12 – 15 cm) dengan panjang ± 90 cm. . Kesenian ini berkembang di Banten bagian Selatan Kabupaten Lebak. Pada ujung bulatan yang paling besar ditutup dengan kulit kambing yang telah dikeringkan dan diikat dengan bambu melingkar yang dipaseuk/baji untuk menyetel suara atau bunyi. debus difokuskan sebagai alat untuk membangkitkan semangat para pejuang dalam melawan penjajah. tengahnya diberi rongga. Suara yang dihasilkan akan berbunyi dog dog dog (dalam telinga orang Sunda). tusukan. Pada masa pemerintahan sultan ageng tirtayasa sekitar abad ke-17 ( 1651-1652). Oleh karena itu alat ini diberi nama Dog Dog.Debus adalah seni pertunjukan yang memperlihatkan permainan kekebalan tubuh terhadap pukulan. Dalam pertunjukanya.

Sejalan dengan perkembangan zaman.dengan pemain berjumlah 12 orang. berdasarkan literatur disebut Dzikir Saman karena berkaitan arti Saman yaitu Delapan dan dicetuskan pertama kali oleh Syech Saman dari Aceh. pernikahan atau selametan rumah. Kesenian Buaya Putih . pemain seni Dzikir Saman berjumlah antara 26 sampai dengan 46 orang. Pada awalnya pertunjukan seni Dogdog Lojor ini. pertunjukan Dogdog Lojor dilakukan dengan penuh kegembiraan sehingga berkembang menjadi seni pertunjukan hiburan dan permainan rakyat. pertunjukan Dogdog Lojor dilaksanakan secara khidmat. Dzikir Saman Seni Saman atau disebut juga Dzikir Maulud yaitu kesenian tradisional rakyat Banten khususnya di Kabupaten Pandeglang yang menggunakan media gerak dan lagu (vokal) dan syair-syair yang dilantunkan mengagungkan Asma Allah dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Tari Saman berasal dari Kesultanan Banten yang dibawa para ulama pada abad 18 sebagai upacara keagamaan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada bulan Maulud. sedekah bumi ataupun ruwatan. namun dalam perkembangan selanjutnya dapat pula dilakukan pada upacara selametan khitanan. Oleh karena itu. dilakukan sebagai pelengkap dalam rangka pelaksanaan upacara adat seperti Seren Taun. 2 sampai 4 orang sebagai vokalis yang membacakan syair-syair Kitab.

di belakang 10 orang sebagai penari mojang desa. Pantung Bambu . tarian buaya putih ini diiringi oleh 14 orang pemain musik rudat. dengan alat yang terdiri dari : Gending paria ria. berdiri sepasang pengantin yang diapit kedua orang tua yang di lengkapi dengan seorang pembawa payung kebesaran. dengan dihiasi janur kelapa. 1 orang sebagai penarik penonton. Buaya putih dimainkan secara keseluruhan oleh 40 orang. dibawah kendali seoranag pawang buaya yang bernama ma ijah. dimana 4 orang pemain laki-laki yang bertugas memegang umbul-umbul sebagai pembatas barisan. dengan panjang mencapai 8 sampai 10 meter. dan gembrung. dimana keperluan hajatan ditata sedemikian rupa pada sebatang pohon bambu yang dibentuk rangka mirip seekor buaya. 2 orang bagian paling depan dan 2 orang lagi sebagai pemegang spanduk. iringan ngarak buaya putih biasanya dilakukan dalam kegiatan mengirimkan bahan-bahan keperluan hajatan yang menjadi ciri khas daerah setempat. Dibagian tengah terdapat 4 orang sebagai pemikul buaya putih yang harus mampu memainkan buaya putih dengan baik.Kesenian tradisional yang berkembang di kampung curugdahu desa kadubeureum kecamatan padarincang kabupatne serang. kemplongan.

dengan peralatan bambu sederhana dapat menimbulkan irama yang menghibur. Dalam perkembangannya saat alat musik "Pantun" telah di kolaborasi dengan alat musik lainnya seperti musik patingtung.Pantung Bambu adalah alat musik tradisional khas masyarakat cilegon yang terbuat dari bambu berdiameter rata-rata 10cm. Pada awalnya musik pantun di mainkan disaat-saat melepas lelah setelah para petani berkerja disawah. rudat. Pantun sekarang ini juga digunakan untuk mengiringi lagu dan tarian. pantun bas gendang dan pantun ritme patingtung. Dalam satu grup pantun bambu dibutuhkan paling sedikit tiga pantun yang terdiri dari pantun melodi gendang tapak. beruas dua dengan lubang di tengah dan berlidah disayat dengan tiga buah senar bernada empat tangga nada. Terbang Gede Terbang gede merupakan salah satu kesenian tradisional Banten yang tumbuh dan berkembang pada waktu para penyebar agama islam menyebarkan ajarannya di . panjang 80cm. terbang gede dan sebagainya.

kelompok musik menimpali dengan bedug berbagai ukuran. penabuh pengarak. Di pinggirannya. dan juga hiburan. yang ditingkahi suara bedug berbagai ukuran. namun kemudian berkembang sebagai upacara ritual seperti : ngarak panganten. Terbang gede dimainkan oleh beberapa orang biasanya laki-laki yang telah lanjut usia terdiri atas Penabuh terbang gede (besar) . syukuran bayi.Banten. Kesenian ini disebut terbang gede karena salah satu instrumen musik utamanya adalah terbang besar (gede). penabuh kempul. Pada awalnya kesenian terbang gede berfungsi sebagai sarana penyebaran agama islam. penabuh koneng. Yang kemudian dijadikan ajang untuk beradu keras memukul bedug. Tari Rampak Beduk Banten dimainkan oleh secara masal. Rampak Beduk Rampak Beduk merupakan sajian instrumen berupa perkusi. Alhasil terjadilah pertemuan antar mereka. gerakannya mirip tarian dari daerah Aceh. yang diiringi dengan sholawatan nabi dengan bahasa Arab ataupun jawa. . mirip suara musik tiup. ruwatan rumah. saling beradu kekuatan bedug. penabuh sela. Yang terdengar. Seni Rampak Bedug berawal dari kebiasaan penduduk berkeliling kampung sambil memukul bedug kala sahur di bulan puasa. suara harmonis antara bedug dan para vokalis tradisi saling menyahut. hajat bumi. Sekilas. Ada empat bedug diikat kain merah biru. yang dipukul oleh pemain yang berdiri di tengah. Namun. Sesekali suara terdengar dari mulut para pemainnya. tak ada sajian instrumen tiup. oleh karena itu kesenian terbang gede berkembang secara pesat di lingkungan pesantren dan mesjid-mesjid.