Pada bab pertama, kami mengusut perkembangan administrasi publik lama (Old Public Administration) dan manajemen publik

baru (New Public Management). Sebelum melangkah ke pembahasan selanjutnya, ulasan beberapa tema akan sangat membantu dalam analisis ini. Pertama, setidaknya dalam tiga perempat dari abad kedua puluh, model arus utama administrasi publik diartikulasikan oleh para penulis seperti Woodrow Wilson, Frederick Taylor, Luther Gulick, dan Herbert Simon. Meskipun pendukungnya banyak menggambarkan administrasi publik ortodoks sebagai hal yang netral terhadap nilai-nilai, hal ini tidak sepenuhnya benar. Hal tersebut merupakan model normatif untuk memimpin lembagalembaga publik. Di antara beberapa pilihan nilai yang dibuat dalam pembangunan model ini adalah deskripsi tentang peran administrator publik, terutama dalam kaitannya dengan proses (atau kebijakan) politik, pilihan efisiensi (sebagai lawan responsivitas, dll) sebagai kriteria utama untuk menilai pekerjaan lembaga-lembaga Administratif, dan merupakan sebuah penekan dalam merancang lembaga-lembaga publik sebagai sistem yang tertutup, menampilkan satu "pengendali" eksekutif yang mempunyai wewenang substansial dan bekerja secara top-down. Keistimewaan yang paling mencolok dari model ini adalah penggunaan "pilihan rasional" sebagai landasan teoritis utama dari administrasi publik. Kedua, meskipun model ini mendominasi, asumsi yang berlaku dari versi mainstream Administrasi Publik Lama yang dimentahkan oleh serangkaian penulis dan praktisi yang menentang kebijaksanaan yang lebih besar, respon yang lebih besar, dan keterbukaan yang lebih besar dalam proses administrasi. Pandangan dari alternatif ini-dimana kita akan menghubungkan dengan tokoh-tokoh seperti Marshall Dimock, Robert Dahl, dan, yang terpenting, Dwight Waldo-disediakan tandingan untuk model secara keseluruhan, penting untuk diingat dan sering diterima dalam situasi tertentu, tapi jarang jika pernah mendominasi. Memang, mungkin tepat untuk mengatakan bahwa ide-ide yang "melekat" dalam model umum yang mereka patuhi. Ketiga, Manajemen Publik Baru baru-baru ini menggambarkan dirinya sebagai alternatif terhadap cara "birokrasi" tradisional dalam menjalankan "bisnis" publik. New Public Management memegang prinsip bahwa pemerintah harus terlibat dalam kegiatan yang tidak dapat diprivatisasi atau dikontrakkan, dan lebih umum, mekanisme pasar harus digunakan semaksimal mungkin sehingga warga akan disajikan dengan berbagai pilihan pelayanan. Dalam perkembangannya, NPM menunjukkan peran khusus untuk manajer, terutama pemimpin dalam bidang kewirausahaan, yang diberikan kebebasan yang lebih besar dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas, terutama melalui "pengelolaan hasil". Akhirnya, New Public Management menunjukkan bahwa manajer publik "mengarahkan jajarannya", yaitu bahwa mereka bergerak menuju menjadi pengawas pelaksanaan kebijakan atau pembeli jasa bukannya terlibat langsung dalam penyediaan layanan itu sendiri. Di rekomendasi pokok tulisan ini, ada komitmen teoritis ide-ide seperti teori pilihan publik, teori keagenan, dan, secara umum, penggunaan model ekonomi dalam desain dan pelaksanaan kebijakan publik. Yang menarik adalah bahwa untuk sementara New Public Management telah disebut-sebut sebagai alternatif untuk mengganti Administrasi Publik Lama, sebenarnya memiliki banyak kesamaan dengan model mainstream administrasi publik, khususnya ketergantungan pada komitmen dan model pilihan rasional. Misalnya, seperti yang kita bahas sebelumnya, teori

termasuk karya mereka yang kita sebutkan sebelumnya yang memberikan pertukaran pendapat yang konstruktif dengan resep rasionalis dari model utama (misalnya. dan pakar dan praktisi yang memiliki pemikiran yang berbeda juga telah memberikan kontribusinya secara aktif. meskipun sering terjadi perselisihan dengan satu sama lain. meskipun fondasi teoritis dasar dari kedua versi "mainstream" dari administrasi publik dan kebijakan publik sebenarnya sangat mirip. dan kemudian paradigma ini dikritik kembali oleh kemunculan teori New Public Service. termasuk didalamnya (1) teori kewarganegaraan demokratis. teori tentang administrasi publik juga ikut bergeser. Menarik untuk disimak bahwa perkembangan pemikiran tentang administrasi publik pada dasarnya adalah untuk menemukan resep terbaik dalam melayani masyarakat dengan mengoptimalkan kinerja birokrasi. Jadi sementara ada perbedaan yang jelas antara Administrasi Publik Lama dan Manajemen Publik Baru. Kami kemudian akan menjelaskan apa yang kita lihat sebagai prinsip utama dari Layanan Publik Baru. kita akan membahas dasar-dasar konseptual dari Layanan Publik Baru. NPS terdiri dari unsur yang beragam. Dahl. Dalam pandangannya. pertanyaan utama yang dihadapi "kelompok pengawas" organisasi adalah bagaimana memberikan dorongan yang cukup dan tepat sehingga peserta yang lebih rendah akan memberikan kontribusi pada pekerjaan organisasi. Berbeda dengan model-model mainstream administrasi publik atau manajemen publik yang berakar pada ide pilihan rasional. pertanyaan utama adalah: struktur insentif seperti apakah yang tepat untuk mengamankan kerjasama atau kepatuhan karyawan yang lebih rendah? Beberapa pendekatan memuat kemiripan yang mencolok dengan dorongan atau kontribusi Model Herbert Simon setengah abad yang lalu. Dalam kedua kasus. Tentu Pelayanan Publik Baru dapat mengklaim warisan intelektual yang mengesankan. Seperti New Public Management dan Administrasi Publik Lama. apa yang membuat model bekerja adalah komitmen pilihan rasional. Pelayanan Publik Baru telah muncul baik dalam teori maupun dalam praktek inovatif dan canggih dari banyak manajer publik teladan. dan Waldo). New Public Service. Namun ada ide-ide umum tertentu yang menandai pendekatan ini sebagai model normatif dan membedakannya dengan yang lain.principal agent dapat diterapkan pada hubungan antara eksekutif publik dan orang-orang yang melaporkan kepada mereka. Analisis Seiring perkembangan jaman dan kemajuan teknologi yang mendukung perkembangan ilmu pengetahuan. Ketika digunakan dengan cara ini. (2) model komunitas dan masyarakat sipil. dan (4) postmodern administrasi publik. Dimock. 1. Namun. Karakteristik Paradigma Old Public Administration . di sini kita akan lebih fokus pada tanda-tanda terkini Pelayanan Publik Baru. Perjalanan paradigma administrasi publik lama (Old Public Administration). kami sarankan alternatif baru. yang kemudian dikritik oleh New Public Management. (3) organisasi yang humanis dan administrasi publik yang baru.

Teori ini berhubungan dengan hakekat manusia sebagai makhluk ekonomi. Artinya. dalam paradigma ini. manusia merupakan makhluk rasional yang selalu menginginkan terpenuhinya kebutuhan pribadi. Manusia administratif mempunyai kepentingan untuk mencapai tujuan organisasi dan juga memiliki motif untuk memenuhi kepentingan pribadi. rasional model Herbert Simon. tetapi bisa berwujud rasa ingin dihormati atau diperhatikan oleh anggota yang lain akan kemampuan yang dimiliki. Pemerintah juga harus bertindak sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dengan rigid dan kaku. Pemerintahan berdasarkan pemikiran OPA yang cenderung kaku dan sentralistik harus segera diganti dengan pemerintahan yang berorientasi pada profit dan wirausaha. Sementara itu. melainkan dapat diberikan oleh sektor swasta. dimana indikator dalam penyelenggaraan kebutuhan publik diserahkan pada mekanisme pasar. bahwa tugas-tugas politik dan administrasi dipisahkan. dan teori pilihan publik. antara lain paradigma dikotomi politik-administrasi. Menurut Simon. 2.Dalam paradigma ini. Pertama. Karakteristik Paradigma New Public Management NPM mengacu pada ide dan praktik untuk menggunakan pendekatan-pendekatan dalam sektor privat pada organisasi sektor publik. paradigma NPM berakar dari konsep neoliberal. atasan mengontrol bawahan secara ketat. prinsip efisiensi dengan prosedur yang kaku juga sangat diperhatikan. berbicara mengenai dikotomi politik-administrasi. tidak terkooptasi oleh pengaruhpengaruh politik. Motif pribadi ini tidak hanya berupa materi. Otoritas birokratik yang ada dijalankan secara top down. Maka tak heran jika dalam kerangka pikir OPA. setidaknya terdapat tiga pokok pemikiran yang melandasinya. Pejabat politik mempunyai tugas mengartikulasikan kepentingan publik dan memformulasikannya menjadi produk kebijakan. Manusia yang bertindak secara rasional ini disebut pula sebagai manusia administratif. dimana mereka yang mempunyai materi yang cukuplah yang dapat memperoleh pelayanan dari negara. Pimpinan harus dapat menata organisasi serta menempatkan pegawainya di pos jabatan yang sesuai kemampuan dan keahlian tujuannya tentu saja agar mesin organisasi dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien. manusia dipengaruhi oleh rasionalitas mereka dalam mencapai tujuan-tujuannya. Masyarakat diibaratkan sebagai pelanggan dengan berbagai pilihan yang variatif. Pemerintah harus berfokus terhadap kinerja dan hasil kerja. Paradigma ini tentunya dapat memberikan ekses negatif terhadap masyarakat sebagai penerima pelayanan. Menurut hemat penulis. Poin yang kedua dalam OPA adalah rasional model Herbert Simon. pada intinya berbicara tentang penjelasan bahwa politik dan administrasi harus dipisahkan dengan tegas sehingga tugas-tugas administrasi dapat dijalankan dengan netral dan profesional. Jadi terlihat jelas. praktik kolusi dan nepotisme tumbuh subur demi mengejar kepentingan pribadi ini. Artinya fungsi pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tidak selamanya melalui birokrasi. Motif mencapai keuntungan pribadi yang maksimal dilakukan melalui upaya mencari kesempatan dalam pengambilan keputusan. Ketiga. Sedangkan mereka yang kemampuan finansialnya tidak mencukupi tentu akan terpinggirkan. Selain itu. menyangkut masalah teori pilihan publik. Hal tersebut diperparah dengan sistem pelaksanaan administrasi yang tertutup dan cenderung sulit untuk diakses masyarakat umum. Fungsi pemerintah adalah memperhatikan pasar dan disisi lain fungsi pemerintah ini juga harus dikurangi melalui privatisasi. dan tidak . administrator hanya bertugas mengimplementasikan kebijakan tersebut.

Seperti telah diuraikan. Masyarakat diposisikan bukan lagi sebagai pelanggan. Artinya. Dalam hal ini. tetapi melayani. Pelayanan dan pemenuhan terhadap berbagai kebutuhan warga negara merupakan segalanya. NPM. Tetapi disisi lain pemerintah mempunyai tugas untuk mempertanggungjawabkan fungsi pelayanan yang diembannya dihadapan publik. keterlibatan aktif masyarakat dalam pengimplementasian dan pengawasan pelayanan mutlak diperlukan. kepentingan masyarakat adalah hal utama. dan untuk rakyat. dan mudah dipahami. konsep NPM akan mendorong semakin lebarnya gap antara si kaya dan si miskin. terukur. Karakteristik Paradigma New Public Service Paradigma mutakhir dari perkembangan teori administrasi publik adalah New Public Service. Pemikiran konsep ini menurut Janet V Denhardt dan Robert B Denhardt adalah pemerintah melayani. 3. dan memberdayakan masyarakat. tugas pemerintah bukan lagi mengarahkan. Dalam teori ini. dengan mekanisme dan metode yang jelas. dan NPS dapat dilihat dalam tabel berikut : Perbedaan OPA. ekonomi. Artinya bahwa pemerintah sebagai unsur utama penyedia pelayanan publik mempunyai kebebasan untuk bersinergi secara aktif dengan masyarakat (tentunya) dan sektor privat. oleh rakyat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa teori ini berakar dari prinsip demokrasi : dari rakyat. melainkan subyek yang turut serta mempengaruhi keberhasilan pemberian pelayanan secara efektif dan efisien. dan NPS menurut Denhardt & Denhardt Aspek Old Public New Public Administration Management Dasar teoritis dan Teori politik Teori ekonomi fondasi epistimologi Rasionalitas dan Rasionalitas Teknis dan model perilaku rasionalitas ekonomi manusia New Public Service Terori demokrasi Konsep kepentingan Responsivitas birokrasi publik Peran pemerintah Rasionalitas strategis atau rasionalitas formal (politik. Rakyat bukan lagi dipandang sebagai obyek. Perbedaan karakteristik antara OPA. tetapi sebagai pemilik sah negara.memperoleh pelayanan seperti yang diharapkan.dan organisasi) Kepentingan public Kepentingan publik Kepentingan publik secara politis mewakili agregasi adalah hasil dialog dijelaskan dan kepentingan indivisu berbagai nilai diekspresikan dalam aturan hukum Clients dan Customer Citizen’s constituent Rowing Steering Serving . Sistem yang dijalankan bukan lagi bersifat tertutup seperti dalam OPA atau terbuka seperti yang diamanatkan oleh NPM. Konsep ini dipandang sebagai sebuah teori baru yang dinilai mampu mengakomodasi nilai-nilaikebutuhan masyarakat dan mengartikulasikan berbagai teori dalam menganalisi persoalan publik. disini prinsip yang digunakan adalah sistem administrasi yang terbuka namun bertanggungjawab. NPM.

Tugas pemerintah yang hanya sebagai pengarah memberikan pemerintah energi ekstra untuk mengurus persoalan-persoalan domestik dan internasional yang lebih strategis. yaitu organisasi privat dan organisasi masyarakat sipil sehingga mereduksi fungsi domestikasi pemerintah. Akar dari NPS dapat ditelusuri dari berbagai ide tentang demokrasi yang pernah dikemukakan oleh Dimock. Paradigma steering rather than rowing ala NPM dikritik oleh Denhardt dan Denhardt sebagai paradigma yang melupakan siapa sebenarnya pemilik kapal (who owned the boat). tegas pasar (keinginan nilai-nilai komunitas.Pencapaian tujuan Organisasi privat dan Koalisi antar non profit organisasi publik. Urusan kayuh-mengayuh1 diserahkan kepada organisasi di luar pemerintah. standar profesional Diskresi administrasi Diskresi terbatas Diskresi diberikan Diskresi dibutuhkan secara luas tetapi dibatasi dan bertanggungjawab Asusmsi terhadap Gaji dan keuntungan. Menurut Osborne dan Gaebler. organisasi pemerintah diibaratkan sebagai sebuah kapal. peran pemerintah di atas kapal tersebut hanya sebagai nahkoda yang mengarahkan (steer) lajunya kapal bukan mengayuh (row) kapal tersebut. yang meliputi: 1. Seharusnya pemerintah memfokuskan usahanya untuk melayani dan memberdayakan warga negara karena merekalah pemilik “kapal”. Teori tentang demokrasi kewarganegaraan. Semangat Pelayanan publik motivasi pegawai dan proteksi entrepreneur dengan keinginan administrator melayani masyarakat Badan pemerintah NPS: Kritik terhadap NPM Dalam pandangan NPM. non profit dan privat Akuntabilitas Hierarki administratif Bekerja sesuai Multiaspek dengan jenjang yang dengan kehendak :akuntabilitas hukum. 1 Kayuh-mengayuh ini bisa dimaknai dengan penyelenggaraan urusan pelayan publik yang sudah bisa diselenggarakan oleh swasta dan perorangan dan urusan-urusan lainnya yang sudah mampu dipenuhi oleh unsur di luar pemerintah. perlunya pelibatan warganegara dalam pengambilan kebijakan dan pentingnya deliberasi untuk membangun solidaritas dan komitmen guna menghindari konflik. NPS berakar dari beberapa teori. . pelanggan) norma politik. Dahl dan Waldo. misalnya persoalan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan perdagangan luar negeri.

. administrasi negara harus fokus pada organisasi yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan (human beings) dan respon terhadap nilai-nilai kemanusiaan. keadilan dan isu-isu sosial lainnya. mengutamakan dialog (dirkursus) terhadap teori dalam memecahkan persoalan publik daripada menggunakan one best way perspective. Teori organisasi humanis dan administrasi negara baru.2. kohesi sosial dan jaringan sosial dalam tata pemerintahan yang demokratis. Administrasi negara postmodern. Model komunitas dan masyarakat sipil. akomodatif terhadap peran masyarakat sipil dengan membangun social trust. 4. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful