PENDAHULUAN Ketika gelombang demokrasi melanda dunia di awal abad ke 19, pembicaraan mengenai perluasan keterlibatan rakyat dalam proses

politik semakin penting. Apalagi setelah bubarnya salah satu negara adidaya yaitu Uni Soviet, yang diikuti dengan tercerai berainya persekutuan negara – negara blok Timur, posisi rakyat dalam ikut menentukan kepemimpinan politik kembali mendapat perhatian. Salah satu perwujudan keterlibatan rakyat dalam proses politik adalah pemilihan umum. Pemilu merupakan sarana bagi rakyat untuk ikut menentukan figure dan arah kepemimpinan negara dalam periode waktu tertentu. Ide demokrasi yang menyebutkan bahwa dasar penyelenggaraan negara adalah kehendak rakyat merupakan dasar bagi penyelenggaraan pemilu. Maka ketika demokrasi mendapatkan perhatian yang luas dari masyarakat dunia, penyelenggaraan pemilu yang demokratis menjadi syarat penting dalam pembentukan kepemimpinan sebuah negara. Pemilu memiliki fungsi utama dalam hal sirkulasi elit yang teratur dan berkesinambungan. Sebuah kepemimpinan yang lama tanpa dibatasi periode tertentu, dapat menjurus pada pada kepemimpinan yang korup dan sewenang – wenang. Banyak contoh dalam sejarah dunia yang memperlihatkan betapa kekuasaan yang absolut, tanpa pergantian elit yang teratur dan berkesinambungan, mengakibatkan daya kontrol melemah dan kekuasaan menjadi korup dan sewenang-wenang. Tetapi pemilu yang teratur dan berkesinambungan saja tidak cukup untuk menghasilkan kepemimpinan yang benar-benar mendekati kehendak rakyat. Pemilu merupakan sarana legitimasi bagi sebuah kekuasaan. Setiap penguasa, betapapun otoriternya pasti membutuhkan dukungan rakyat secara formal untuk melegitimasi kekuasaannya. Maka pemilu sering kali dijadikan alat untuk pelegitimasian kekuasaan semata. Cara termudah yang dilakukan adalah mengatur sedemikian rupa teknis penyelenggaraan pemilu agar hasil dari pemilu memberi kemenangan mutlak bagi sang penguasa dan partai politiknya. Pemilu merupakan icon demokrasi yang dapat dengan mudah diselewengkan oleh penguasa otoriter untuk kepentingan melanggengkan kekuasaannya. Maka selain teratur dan berkesinambungan, masalah system atau mekanisme dalam penyelenggaraan pemilu adalah hal penting yang harus diperhatikan. KATA PENGANTAR Syukur alhamdulilah saya panjatkan kehadirat Allah yang maha esa yang selalu melimpahkan karunianya kepada kita semua sehingga kita dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Sejalan dengan dinamika bangsa ini yang masih terus mencari bentuk yang lebih baik untuk menghasilkan generasi cerdas yang berbudi,maka saya membuat makalah ini sesuai dengan pendekatan materi yang diberikan dengan tujuan agar para mahasiswa mampu mengembangkan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta mampu bersikap positif kepada sesama manusia, dan ikut serta melestarikan lingkungan alam sebagai ungkapan rasa syukur atas segala anugrah Allah yang maha pemurah. saya telah berusaha menyusun makalah ini sebaik mungkin. Akan tetapi, saya menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh sebab itu, kritik da saran dari berbagai pihak untuk perbaikan isi makalah ini agar bisa terwujud dengan lebih baik. PEMILIHAN UMUM 2009 Pemilihan Umum (Pemilu) adalah suatu proses di mana para pemilih memilih orang-orang untuk mengisi jabatan-jabatan politik tertentu. Jabatan-jabatan yang disini beraneka-ragam, mulai dari presiden, wakil rakyat di pelbagai tingkat pemerintahan, sampai kepala desa. Pada konteks yang lebih luas, Pemilu dapat juga berarti proses mengisi jabatan-jabatan seperti ketua OSIS atau ketua kelas, walaupun untuk ini kata ‘pemilihan’ lebih sering digunakan.Sistem pemilu digunakan adalah asas luber dan jurdil

bahkan tidak boleh ada partai politik yang terbentuk selain ketiga partai tersebut.Dalam Pemilu. PEMILU DI INDONESIA Pengalaman rakyat Indonesia dengan pemilu sudah berusia lebih setengah abad. Indonesia memasuki periode peralihan dari situasi otoriter ke transisi demokrasi. Sebuah tingkat partisipasi politik yang tidak dijumpai di negaran kampiun demokrasi seperti inggris dan Amerika Serikat. . Selain ketiga partai politik tersebut tidak boleh ikut pemilu. Pemilu pertama di awal kemerdekaan pada tahun 1955 tercatat dalam sejarah sebagai pemilu multipartai yang demokratis. Sehingga syarat kompetitif yang adil dan bebas tidak terpenuhi. dan disosialisasikan ke para pemilih. Setelah pemungutan suara dilakukan. Tak terkecuali bagi Indonesia. Hal itu dilihat dari adanya undang – undang yang membatasi jumlah partai peserta pemilu. Kedua. Ketiga. Menteri Dalam Negeri ketika itu sempat membuat edaran agar pegawai negeri memiliki loyalitas tunggal hanya pada pemerintah. sampai satu atau dua dekade tergantung dari intensitas transisi yang berakibat pada perubahan mendasar dalam sistem politik dan juga sistem ekonomi. Pertama. yaitu hanya diikuti oleh 3 partai politik. PEMILU MASA TRANSISI Setelah berakhirnya secara formal kekuasaan Orde Baru. para pemilih dalam Pemilu juga disebut konstituen. menjelang hari pemungutan suara. yang tentu saja merugikan peserta pemilu lainnya (selain partai berkuasa). Pemenang Pemilu ditentukan oleh aturan main atau sistem penentuan pemenang yang sebelumnya telah ditetapkan dan disetujui oleh para peserta. tidak ada kompetisi yang sehat dan adil diantara peserta pemilu. penyelenggara pemilu adalah pemerintah. Setelah pemilu 1955. (PPP. Harus diakui bahwa bpartisipasi politik rakyat dalam mengikuti pemilu-pemilu Orde Baru sangat fantastis. tetapi tidak dilarang jika terlibat dalam partai penguasa saat itu. Kelebihan pemilupemilu orde baru keberkalaannya. Penguasa orde baru berhasil menyelenggarakan pemilu secara teratur tiap lima tahun sekali. Hasilnya pun bisa diduga. Namun aturan penyelenggaraan pemilu-pemilu tersebut memiliki cacat kronis. proses penghitungan dimulai. rata-rata memperoleh 80 % suara. yang diterjemahkan sebagai loyal pada partai penguasa. Pengalaman banyak negara menunjukkan bahwa periode transisi demokrasi umumnya memakan waktu lama. penguasa orde baru menggunakan jalur birokrasi untuk memenangkan pemilu. Hasil pemilu 1955 memberikan cetak biru bagi konfigurasi pengelompokan politik masyarakat yang tercermin dalam konfiguarsi elit. Bahkan pada pemilu 1971. Pegawai negeri dilarang terlibat dalam partai politik. Secara sistematis. Rata-rata pemilu – pemilu orde baru diikuti oleh lebih dari 80 % pemilih. Tetapi kelemahan mendasarnya adalah pemilu-pemilu orde baru diselenggarakan dengan tidak memenuhi persyaratan sebuah pemilu yang demokratis. dan kepada merekalah para peserta Pemilu menawarkan janji-janji dan program-programnya pada masa kampanye. tidak ada kebebasan dan keleluasaan bagi pemilih untuk mempertimbangkan dan menentukan pilihan-pilihannya. Kampanye dilakukan selama waktu yang telah ditentukan. Partai berkuasa memiliki kesempatan untuk bersaing lebih baik dari pada partai-partai oposisi. PDIP). Azas ketidakberpihakan penyelenggara pemilu tidak terpenuhi karena pemerintah adalah bagian dari partai berkuasa dan menjadi salah satu peserta pemilu pula. bahkan nyaris mendekati 90 % pemilih. Partai berkuasa selalu menang dengan mayoritas mutlak. Golongan Karya. Peserta pemilu terdiri dari partai politik dan perseorangan. pemilu berikutnya terjadi di era Orde Baru. serta diikuti lebih dari 30 kontestan. terutama Departemen Dalam Negeri. Dengan demikian besar peluang untuk terjadinya kecurangan dalam mekanisme teknis pemilu.

Partai gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) 6. gagasan – gagasan atau kader – kader baru yang segar dan tidak koruptif ke dalam lingkar kekuasaan. Partai Persatuan Daerah (PPD) 13. maka ada peluang besar bagi elemen otoriterisme untuk menkonsolidasi diri dan menunggu kesempatan untuk berkiprah kembali dalam pentas politik. Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) 8. tanpa keberhasilan mengawal Pemilu 2004. Partai Karya Perjuangan (PKP) 18. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 25. Partai Penegak Demokrasi Indonesia 20. Partai Nasionalisme Indonesia-Marhaenisme (PNI-Marhaenisme) 16. Berikut ini nomor urut dan nama parpol pemilu 2009 1. Partai Demokrasi Kebangsaan 21. Oleh karena itu. Partai Perjuangan Indonesia Baru (PPIB) 11. perlu meneguhkan komitmen untuk menjaga Pemilu 2004 agar dapat menjadi batu loncatan ke arah pemilu selanjutnya yang diharapkan lebih demokratis. Partai Kedaulatan 12. Partai Pemuda Indonesia 15. Pemilu masa transisi juga menjadi sarana bagi pemikiran – pemikiran. Partai Politik dan aturan pemilu lainnya yang dihasilkan DPR masih belum sempurna dan mengandung sejumlah permasalahan. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) . Pejabat lama yang tidak dipercaya perlu diganti dengan pejabat baru yang dapat lebih dipercaya dan accountable melalui pemilu yang demokratis. Partai Matahari Bangsa (PMB) 19. mengingat arti penting pemilu pada masa transisi. Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) 17. Pemilu yang dilaksanakan pada masa transisi adalah pemilu yang strategis karena merupakan sarana untuk membersihkan elemen otoriterisme dalam kekuasaan secara evolutif.Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) 2. Partai Bulan Bintang (PBB) 28. Partai Nasional Benteng Kemerdekaan Indonesia (PNBKI) 27. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 9. terutama pemilu 2004 yang lalu. maka sulit mengharapkan pemilu selanjutnya dapat memberikan hasil yang lebih baik bagi terjadinya sirkulasi elit dan pelembagaan demokrasi. Sebaliknya. maka semua penggerak demokrasi serta warga yang peduli akan tercapainya konsolidasi demokrasi di Indonesia.Perubahan itu diawali dengan penyelenggaraan pemilu sebagai mekanisme demokratis untuk melakukan sirkulasi elit. Jika pemilu masa transisi berhasil melembagakan proses sirkulasi elit secara demokratis. Sementara jika tidak berhasil. Partai Pelopor 23. Partai Golongan Karya (Golkar) 24. Partai Damai Sejahtera (PDS) 26. Walaupun diakui pula bahwa perangkat UU Pemilu. Partai Republika Nusantara (RepublikaN) 22. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (P-PPI) 4. Partai Barisan Nasional 7. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 14. Partai Kebangkitan Peduli Bangsa (PKPB) 3. Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) 5. Partai Amanat Nasional (PAN) 10. maka situasi transisi akan berubah menuju konsolidasi demokrasi.

seperti kebebasan berbicara. penyandang cacat. pemilu harus diselenggarakan secara berkala. Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Dari 34 partai politik tersebut. suara atau aspirasi dari pemilih bersangkutan. artinya peserta pemilu baik partai politik maupun calon perseorangan harus bebas dan otonom. Partai Demokrat (PD) 32. yang diatur dalam UU. Walau pemilu merupakan sarana demokrasi. mengeluarkan pendapat. lokalisasi. pengungsi dan sebagainya harus memiliki peluang yang sama untuk berpartisipasi dalam pemilu. umumnya dibentuk melalui pemilu. lebih mewakili kepemimpinan. berkumpul dan berserikat. maupun partai-partai oposisi memperoleh hak – hak politik yang sama dan dijamin oleh undang – undang (UU). Sebuah pemilu yang demokratis memiliki beberapa persyaratan. yaitu lembaga perwakilan rakyat ( badan legislatif) dan pemerintah (badan eksekutif). Pertama. Pemilihan berkala merupakan mekanisme sirkulasi elit. terdapat 16 parpol lama dan 18 parpol baru yaitu: Parpol lama (PAN – PBR – PBB – PDS – PDIP – PDK – PD – Golkar – PKPB – PKPI – PKS – PKB -PNI marhaenisme – P Pelopor – PPDI – PPP) parpol baru (Partai Barnas – PDP – Gerindra – Hanura – PIS – PKP – PKDI – PKNU – P Kedaulatan – PMB – PNBK – P Patriot – PBRN – PPI – PPPI – PPIB – PPD – PRN). Artinya pemilihan harus diselenggarakan secara teratur dengan jarak waktu yang jelas. Partai Patriot 31. lima.29. pemilu harus bersifat kompetitif. Pemilih dapat kembali memilih pejabat yang bersangkutan jika merasa puas dengan kerja selama masa jabatannya. dimana pejabat yang terpilih bertanggung jawab pada pemilihnya dan memperbaharui mandat yang diterimanya pada pemilu sebelumnya. Dua cabang kekuasaan negara yang penting. Tidak ada satu kelompok pun yang didiskriminasi oleh proses maupun . Selain itu dengan pemilihan berkala maka kandidat perseorangan atau kelompok yang kalah dapat memperbaiki dan mempersiapkan diri lagi untuk bersaing dalam pemilu berikut. Partai Kasih Demokrasi Indonesia (PKDI) 33. Syarat kompetitif juga menyangkut perlakuan yang sama dalam menggunakan sarana dan prasarana publik. Misalnya setiap empat. sementara kesempatan yang sama tidak diberikan pada partai-partai peserta pemilu lainnya Kedua. aliran ideologis. Misalnya stasiun televisi milik negara harus memberikan kesempatan yang besar pada partai politik yang berkuasa. suku. lebih bertanggung jawab. dalam melakukan kampanye. Ketiga. pemilu haruslah inklusif. tetapi belum tentu mekanisme penyelenggaraannya pun demokratis. jenis kelamin. atau tujuh tahun sekali. Artinya semua kelompok masyarakat baik kelompok ras. Partai Bintang Reformasi (PBR) 30. Baik partai politik yang sedang berkuasa. Tetapi dapat pula menggantinya dengan kandidat lain yang dianggap lebih mampu. Partai Indonesia Sejahtera (PIS) 34. SYARAT PEMILU DEMOKRATIS Disepakati bahwa pemilu merupakan sarana demokrasi untuk membentuk kepemimpinan negara.

3. Pelaksanaan Pemilihan Umum 2009 di Indonesia itu membuka mata dunia bahwa Islam dan demokrasi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di Indonesia. penyelenggara pemilu yang tidak memihak dan independen. 2. Pemilihan Umum 2009 di Indonesia itu membuka mata dunia bahwa demokrasi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di Indonesia. Pemilu di Indonesia juga harus melakukan pemilihan terhadap ribuan calon legislatif dan menyelenggarakan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden secara langsung. Selain sebagai negara Muslim terbesar di dunia dan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Keempat. Memverifikasi secara administratif dan faktual serta menetapkan peserta Pemilu. Meskipun Pemilu 2009 yang dilaksanakan oleh KPU ini masih banyak kekurangan di sana-sini. Kerja teknis tersebut dikoordinasi oleh sebuah panitia penyelenggara pemilu. Sekali memilih. lima. bersih. Pembuatan kertas suara. Maka agar suara pemilih dapat diberikan secara baik. penghitungan suara. dan profesional Sangay menentukan jalannya proses pemilu yang demokratis. Penyelenggaraan pemilu sebagian besar adalah kerja teknis. keleluasaan memperoleh informasi harus benar-benar dijamin. atau tujuh tahun). Keterbatasan memperoleh informasi membuat pemilih tidak memiliki dasar pertimbangan yang cukup dalam menetukan pilihannya. kotak suara. Ada 7 (tujuh) tugas berat Pemilu 2009 menanti anggota KPU yaitu : 1. Hal ini diharapkan akan tercermin dalam hasil pemilu yang menggambarkan keanekaragaman dan perbedaan – perbedaan di masyarakat. 5. 4. pembagian cursi dan sebagainya. Suara pemilih adalah kontrak yang (minimal) berusia sekali dalam periode pemilu (bisa empat. dan akses memperoleh informasi yang luas. atau berasal dari partai politik peserta pemilu. Jika penyelenggara merupakan bagian dari partai politik yang berkuasa. maka azas ketidakberpihakan tidak terpenuhi. Memutakhirkan data pemilih berdasarkan data kependudukan dan menetapkannya sebagai daftar pemilih tetap. tidak dibawah tekanan. Maka keberadaan panitia penyelenggara pemilu yang tidak memihak. sebagaimana dilaporkan dalam temuan-temuan para pemantau Pemilu dari dalam dan luar negeri. pemilih akan ”teken kontrak” dengan partai atau orang yang dipilihnya dalam satuperiode tersebut. . pengiriman hasilpemungutan suara pada panitia nasional. Seperti halnya pemerintah Amerika Serikat dan pemantau Pemilu Uni Eropa untuk Indonesia. The Carter Center pun memuji pelaksanaan Pemilu di Indonesia yang jujur. Pemilu dilaksanakan secara transparan dan jujur. Seperti penentuan peserta pemilu. Kelima. 7. Otomatis nilai pemilu yang demokratis juga tidak terpenuhi. 6. demokratis dan tenang. paling lambat 3 (tiga) bulan setelah Bawaslu terbentuk.hasil pemilu. Menetapkan standar serta kebutuhan pengadaan dan pendistribusian perlengkapan barang dan jasa Pemilu. Penyesuaian struktur organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Jenderal KPU paling lambat 3 bulan sejak pelantikan anggota KPU. pemilih harus diberi keleluasaan untuk mempertimbangkan dan mendiskusikan alternatif pilihannya dalam suasana yang bebas. Bersama-sama Bawaslu menyiapkan kode etik. anggaran serta menetapkan jadwal Pemilu. Mempersiapkan pembentukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) paling lambat 5 (lima) bulan setelah pelantikan anggota KPU. namun sejauh kekurangan tersebut tidak signifikan dan tidak terlalu prinsipil maka pujian dan ucapan selamat dari berbagai pihak kepada bangsa Indonesia merupakan cermin dari keberhasilan KPU dan bangsa Indonesia secara umum. independen. Merencanakan program.

Pemilihan Umum 2009 di Indonesia itu membuka mata dunia bahwa demokrasi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di Indonesia.Kesimpulan Pemilihan Umum (Pemilu) adalah suatu proses di mana para pemilih memilih orang-orang untuk mengisi jabatan-jabatan politik tertentu. . Pemilu di Indonesia juga harus melakukan pemilihan terhadap ribuan calon legislatif dan menyelenggarakan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden secara langsung. Selain sebagai negara Muslim terbesar di dunia dan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful