P. 1
study kelayakan bisnis

study kelayakan bisnis

|Views: 51|Likes:
manajemen bisnis
manajemen bisnis

More info:

Published by: Nadya Antoni Ambrossio on Jan 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2013

pdf

text

original

METODE PERAMALAN PERMINTAAN

Meramalkan permintaan dari pasar yang dimasuki oleh perusahaan adalah suatu pekerjaan yang perlu dilakukan oleh setiap manajer perusahaan dalam rangka memprediksi berapa besar peluang pasar yang tersedia di masa depan. Peramalan permintaan merupakan usaha untuk mengetahui jumlah produk atau sekelompok produk di masa yang akan datang dalam kondisi tertentu. Secara garis besar terdapat dua macam metode peramalan permintaan yang biasa dilakukan, yaitu metode kualitatif yang terdiri atas teknik survey dan teknik pengumpulan opini. Sedangkan metode berikutnya adalah metode kuantitatif, yang terdiri atas Metode Time Series, Metode Tren Linear, Metode Kuadratik, dan Analisis Musiman dan Model Ekonometri.

PERAMALAN MELIPUTI BEBERAPA ASPEK :

 

1. Segi pemasaran : siklus hidup lama, bauran produk di berbagai segmen pasar, jenis produk aneka, kemasan menarik, pelayanan baik, harga wajar (tidak sering berubah), distribusi pedagang besar/eceran/kombinasi, sales agresif dll 2. segi produksi : luas dan pola produksi, lokasi pabrik, layout fasilitas pabrik, alat produksi & lingkungan kerja, standarisasi 3. segi personalia : pengembangan karyawan, kompensasi memotivasi, integrasi karyawan, dll 4. segi keuangan, biaya modal minimum, dll 5. segi administrasi/akuntansi : sistem info dan akuntansi, sistem pengawasan manajemen dll.

PEMBAHASAN LEBIH LANJUT TENTANG METODEMETODE PERAMALAN PERMINTAAN ADALAH SEBAGAI BERIKUT:

METODE KUALITATIF
Metode peramalan permintaan secara kualitatif berhubungan dengan data-data kualitatif, misalnya tentang selera konsumen terhadap suatu produk, atau survey tentang loyalitas konsumen, dan lainlain.  Forecasting kualitatif ini dapat dikelompokkan ke dalam beberapa metode teknik seperti akan dijelaskan berikut ini.

1.TEKNIK SURVEY

Teknik survey ini merupakan suatu alat meramalkan yang cukup penting khususnya untuk memprediksi kejadian-kejadian atau kecenderungan-kecenderungan dalam jangka pendek mendatang ini. Survey biasanya menggunakan alat interview atau daftar pertanyaan yang akan ditujukan para responden yang terpilih dan yang dituju. Sesuai kelompok yang memang diperkirakan akan menjadi sasaran pasar yang dituju oleh perusahaan.

2.TEKNIK JAJAK PENDAPAT (OPINION POOLS)

Teknik jajak pendapat sering dilakukan untuk melengkapi data dari survey. Jajak pendapat dari para pakar, para eksekutif, dari masyarakat umum, atau dari konsumen. Jajak pendapat ini lebih bersifat pandangan atau pendapat pribadi (subjektif) dari respondennya, sebaliknya teknik survey lebih bersifat objektif. Sebelum peluncuran produk baru, biasanya diadakan pre test dan jajak pendapat terhadap responden yang menjadi sampel. Teknik pooling ini melibatkan berbagai media seperti media TV, telepon, koran, surat, SMS, email, atau internet untuk menyebarkan kuesioner atau daftar pertanyaan tentang berbagai informasi yang dibutuhkan perusahaan.

METODE KUANTITATIF

Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya. Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis Berikut beberapa metode teknik dari metode Kuantitatif

1. METODE TIME SERIES

Metode Time Series berhubungan dengan nilai-nilai suatu variabel yang diatur secara periodesasi sepanjang periode waktu dimana prakiraan permintaan diproyeksikan. Misalnya mingguan, bulanan, kwartalan, dan tahunan, tergantung keinginan dari pihak-pihak yang melakukan prakiraan permintaan ini. Metode ini semata-mata mendasarkan diri pada data dan keadaan masa lampau. Jika keadaan di masa yang akan datang cukup stabil dalam arti tidak banyak perubahan yang berarti dengan keadaan masa lampau, metode ini dapat memberikan hasil peramalan yang cukup akurat.

2. METODE TREN LINEAR

Khusus metode ini digunakan jika scatter diagram berbentuk garis lurus dengan persamaan umum adalah:

Y= a + bx

UNTUK METODE TREN LINEAR INI BANYAK JENISNYA, ANTARA LAIN:

A.

METODE LEAST SQUARE

Metode ini sering digunakan oleh perusahaan karena dianggap paling mudah untuk dipraktekkan. Metode ini digunakan pada waktu data yang tersedia adalah mempunyai kecenderungan berbentuk garis lurus. Maka persamaannya adalah:
Y = a + bx

Dimana:  Y = variabel yang akan diramalkan, dalam hal ini adalah ramalan penjualan produk perusahaan  a = konstanta, yang akan menunjukkan besarnya harga  b = variabilitas per X, yaitu menunjukkan besarnya perubahan nilai Y dari setiap perubahan satu unit X  X = unit waktu/ periode

 

Untuk mencari besarnya nilai a, dan b tersebut akan dapat dilakukan dengan mempergunakan rumus-rumus sebagai berikut:
A = åY = Y n

B = åXY åX2 Dengan syarat bahwa å X = 0 Dimana n adalah sama dengan jumlah data

B.

METODE PRODUCT MOMENT

Metode ini lazim dinamakan metode momen saja. Metode ini digunakan oleh perusahaan karena dianggap mudah di samping metode least square, karena perlakuan angka X (prediksi) untuk data ganjil maupun genap tidak ada perlakuan khusus seperti halnya pada metode least square. Tentunya metode ini digunakan dalam ramalan penjualan untuk data yang tersedia adalah mempunyai kecenderungan berbentuk garis lurus terutama nilai ramalannya

C.

METODE SETENGAH RATA-RATA (SEMI EVARAGE METHOD)

Metode setengah rata-rata ini masih tergolong metode tren linier dimana data yang tersedia tetap berbentuk linier jika digambar dalam bentuk grafik. Metode tren setengah rata-rata menentukan bahwa untuk mengetahui fungsi Y’ = a + bX tersebut, semua data historis dikelompokkan menjadi dua kelompok (himpunan) dengan jumlah anggota masing-masing yang sama. Berdasarkan perhitungan rata-rata dari anggota masing-masing kelompok itulah akan diperoleh fungsi garis lurus yang bersangkutan.

D.

METODE REGRESI

merupakan peramalan dengan pendekatan kuantitatif. Jenis metode regresi antara lain :  1. metode regresi sederhana  2. metode regresi ganda  3. ekonometrika  4. metode multivarian

BERIKUT AKAN DIJELASKAN MENGENAI METODEMETODE TERSEBUT :

Regresi sederhana : metode peramalan sebabakibat/kausalitas. Hubungan yang linear = garis tren : Y = a + b α

Regresi ganda : variabel bebas lebih dari satu. Contoh : Y = a + b α + c z  α = X – (rata-rata X)  z = Z – (rata-rata Z)  Pers 1 : Σ αY = b Σ α ² + c Σ α z  Pers 2 : Σ zY = b Σ α z + c Σ z ² Eliminasikan / Substitusikan !!

Ekonometrika : merupakan ilmu ekonomi matematika dan statistika untuk menganalisis peristiwa ekonomi, pengukuran kuantitatif, prediksi peristiwa ekonomi, dan menguji hipotesis. Multikolineritas adalah peristiwa yang terjadi dalam model regresi ganda bila dua/lebih variabel bebas cenderung bergerak bersama dalam pola yang sama, mengakibatkan kesalahan standar koefisien lebih besar. Perbaikan yang dilakukan bila terjadi multikol adalah dengan : mengumpulkan lebih banyak data cari variabel lain/buang yang lama ubah bentuk fungsi; dari kuadratik ke fungsi linear biasa.

  

3.METODE KUADRATIK
Metode kuadratik adalah merupakan tren non linier, dan jika digambar berbentuk garis lengkung. Metode ini biasanya digunakan atau diterapkan untuk data historis dimana jika digambar akan membentuk garis tidak lurus atau berbentuk parabola.  Sedangkan persamaan dari metode kuadratik adalah: Y’ = A + BX + Cx2

4. METODE VARIASI MUSIM

Melakukan prakiraan volume permintaan konsumen di waktu-waktu yang akan datang dapat didasarkan pada gelombang musiman yang melekat pada kultur budaya atau kebiasaan dari masyarakat. Tetapi dapat juga karena faktor sifat dan keadaan alam yang melekat pada iklim atau cuaca. Misalnya produksi musim semi, gugur dan musim penghujan dan bahkan musim kemarau, produk apa yang sedang atau akan datang musimnya.

5. METODE EKONOMETRI

Metode ekonometri merupakan metode prediksi volume atau nilai dependen variabel dengan melibatkan berbagai faktor atau variabel independent yang relevan dan cukup signifikan mempengaruhi dependen variabel tersebut. Secara ekonomi dari model ekonometri ingin dilihat relevansinya pengaruh independent variabel terhadap dependen variabel. Bahkan juga ingin dilihat apakah antar variabel independent itu saling mempengaruhi dan berapa besar pengaruh mempengaruhi antar variabel independent ini atas besarnya pengaruh terhadap dependen variabel. Juga ingin dilihat berapa tepat antara kebenaran statistik dikoreksi dengan kebenaran secara ekonomi.

TERDAPAT EMPAT TAHAPAN YANG TERMASUK DI
DALAM MEMFORMULASI FORECAST MODEL EKONOMETRIKA INI.

Membangun suatu model teori  Mengumpulkan data  Memilih bentuk persamaan fungsi yang diestimasi  Mengestimasi dan menginterpretasi hasil

6.METODE AVERAGE
             


    

Metode rata-rata memanfaatkan timbangan sama. Metode penghalusan eksponensial menggunakan timbangan berbeda. Contoh : Periode waktu Penjualan Bulan 1 60 Bulan 2 64 Bulan 3 58 Bulan 4 66 Bulan 5 70 Bulan 6 60 Bulan 7 70 Bulan 8 74….. Metode rata-rata : ramalan bulan ke-7 : y7 = 60+64+58+66+70+60 = 63 6 Apabila, dasar periode 3 bulan terakhir : y7 = 66 + 70 + 60 = 65,33 3 Metode penghalusan : ramalan bulan ke-8 : y8 = α Y7 + (1 – α) y7 α = 1/n = konstanta y8 = 0,6 (70) + 0,4 (63) = 67,2 y9 = 0,6 (74) + 0,4 (67,2) = 71,3

7.METODE KATA HATI NURANI

Metode intuitif mengikuti prosedur khusus, informasi diperoleh dengan objektif, menggunakan berbagai metode yang saling melengkapi, lebih dulu kuantitatif dan kualitatif sebelum intuitif. 1) metode peramalan intuitif mikro, 2) metode peramalan intuitif makro.

 

Metode mikro terdiri : a. Metode intuisi individu : bersifat ad-hoc, dilakukan oleh seseorang sendirisendiri, bagi pakar atau yang cukup tahu tentang metode kuantitatif/kualitatif, menghayati masalah, dan mampu memberi nilai. b. Metode pengambilan keputusan dengan sifat ganda, oleh Robert Schlaifer. Tahapannya sbb : (1) memisahkan peristiwa ketidakpastian dan yang pasti, (2) mempermudah analisis dengan penilaian bermodus satu dan nol (3) probabiliti secara terpisah c. Metode komite : oleh kelompok orang, bertatap muka d. Metode kombinasi pendapat para penjual, dengan survey/grass-roots. Masalah estimasi mungkin terlalu optimis/pesimis. Teknik lain melalui distributor/pedagang besar, bukan eceran e. Metode pendapat eksekutif, dengan pertemuan para pimpinan. Metode makro didasarkan pada agregasi informasi dari banyak individu. Terdiri dari : Survey antisipasi : mempelajari maksud langganan potensial melalui survey jimpitan, tetuju pada aspek yang sangat mempengaruhi kegiatan ekonomi, yaitu investasi usaha persediaan/penjualan & pembelian barang konsumsi tahan lama Penelitian pasar : mencari sifat langganan dengan pengujian pendahuluan melalui produk baru.

 

KESIMPULAN

Peramalan penjualan digunakan sebagai dasar perencanaan produksi,dimana perusahaan dapat memprediksi seberapa besar dana yang akan digunakan atau dikeluarkan untuk mencapai tujuan pemasaran dimasa yang akan datang guna mendapatkan keuntungan/laba yang sebesarbesarnya.Peramalan sendiri tidaklah dapat diartikan sebagai aktivitas yang bertujuan untuk mengukur permintaan di masa yang akan datang secara pasti, melainkan sekedar usaha untuk mengurangi kemungkinan terjadinya hal yang berlawanan antara keadaan yang sungguh-sungguh terjadi di kemudian hari dengan apa yang menjadi hasil peramalan sehingga apa yang menjadi target perusahaan tidak terlalu jauh dari yang menjadi harapan perusahaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->