MAKALAH SISTEM OPERASI

Disusun oleh: Nama Nim Kelas : SUPARDI : 08.11.2495 : SI-TI-2I

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER “STMIK AMIKOM” YOGYAKARTA 2008/2009

Bab VI SINKRONISASI DAN DEADLOCK

A. Sinkronisasi Akses bebarengan untuk berbagi dua bersama dapat mengakibatkan inkosistensi data. Pemeliharaan konsistensi data memerlukan mekanisme untuk memastikan eksekusi dari proses kerjasama. Shared memory merupakan solusi ke masalah bounded-butter yang mengijinkan paling banyak n-1 materi dalam buffer pada waktu yang sama. Suatu solusi, jika semua N buffer digunakan tidaklah sederhana. Dimisalkan kita memdifikasi producer-consumer code dengan menambahkan suatu variable counter, dimulai dari 0 dan masing-masing waktu tambahan dari suatu item baru diberikan kepada buffer. 1. Race Condition Race Condition adalah situasi di mana beberapa proses mengakses dan memanipulasi data bersama pada saat besamaan. Nilai akhir dari data bersama tersebut tergantung pada proses yang terakhir selesai. Untuk mencegah race condition, proses-proses yang berjalan besamaan harus di disinkronisasi. Dalam beberapa sistem operasi, proses-proses yang berjalan bersamaan mungkin untuk membagi beberapa penyimpanan umum, masing-masing dapat melakukan proses baca (read) dan proses tulis (write). Penyimpanan bersama (shared storage) mungkin berada di memori utama atau berupa sebuah berkas bersama, lokasi dari memori bersama tidak merubah kealamian dari komunikasi atau masalah yang muncul. Untuk mengetahui bagaimana komunikasi antar proses bekerja, mari kita simak sebuah contoh sederhana, sebuah print spooler. Ketika sebuah proses ingin mencetak sebuah berkas, proses tersebut memasukkan nama berkas ke dalam sebuah spooler direktori yang khusus. Proses yang lain, printer daemon, secara periodik memeriksa untuk mengetahui jika ada banyak berkas yang akan dicetak, dan jika ada berkas yang sudah dicetak dihilangkan nama berkasnya dari direktori. 2. Masalah Critical Section Kunci untuk mencegah masalah ini dan di situasi yang lain yang melibatkan shared memori, shared berkas, and shared sumber daya yang lain adalah menemukan beberapa jalan untuk mencegah lebih dari satu proses untuk melakukan proses writing dan reading kepada shared data pada saat yang sama. Dengan kata lain kita memutuhkan mutual exclusion, sebuah jalan yang menjamin jika sebuah proses sedang menggunakan shared berkas, proses lain dikeluarkan dari pekerjaan yang sama. Kesulitan yang terjadi karena proses 2 mulai menggunakan variabel bersama sebelum proses 1 menyelesaikan tugasnya. Masalah menghindari race conditions dapat juga diformulasikan secara abstrak. Bagian dari waktu, sebuah proses sedang sibuk melakukan perhitungan internal dan hal lain yang tidak menggiring ke kondisi race conditions. Bagaimana pun setiap kali sebuah proses mengakses shared memory atau shared berkas atau melakukan sesuatu yang kitis akan menggiring kepada race conditions. Bagian dari program dimana shaed memory diakses disebut Critical Section atau Critical Region.

Walau pun dapat mencegah race conditions, tapi tidak cukup untuk melakukan kerjasama antar proses secara pararel dengan baik dan efisien dalam menggunakan shared data. Kita butuh 4 kondisi agar menghasilkan solusi yang baik: • Tidak ada dua proses secara bersamaan masuk ke dalam citical section. • Tidak ada asumsi mengenai kecepatan atau jumlah cpu. • Tidak ada proses yang berjalan di luar critical secion yang dapat mengeblok proses lain. • Tidak ada proses yang menunggu selamamya untuk masuk critical section. Critical Section adalah sebuah segmen kode di mana sebuah proses yang mana sumber daya bersama diakses. Terdiri dari: Entry Section: kode yang digunakan untuk masuk ke dalam critical section Critical Section: Kode di mana hanya ada satu proses yang dapat dieksekusi pada satu waktu Exit Section: akhir dari critical section, mengizinkan proses lain Remainder Section: kode istirahat setelah masuk ke critical section. 3. Solusi ke Masalah Critical-Section Ada bebrapa Solusi untuk mengatasi masalah Critical Section, yaitu:

Mutual exclution Jika proses pi sedang mengeksekusi critical section-nya maka tidak ada proses lain yang dapat mengeksekusi dalam critical section mereka.

Progress Jika tidak ada proses yang sedang dieksekusi dalam critical section dan ada beberapa proses yang ingin masuk ke critical section mereka, maka pemilihan proses yang akan masuk ke critical section berikutnya tidak bias ditunda.

Bounded Waiting Suatu keterikatan harus ada pada sejumlah proses yang diijinkan masuk ke critical section mereka, setelah adanya proses yang meminta masuk ke critical section dan sebelum permintaan itu diterima. a. Asumsikan bahwa tiap proses mengeksekusi pada nonzero speed. b. Tidak ada asumsi mengenai kecepatan relative dan n proses.

Cara-cara memecahkan masalah
• •

Hanya dua proses, Po dan P1 Struktur umum dari proses adalah Pi (proses lain Pj)

4. Bakery Algorithm Critical section untuk n proses:

lainnya Pj dilayani duluan (if i< j. Seperti proses dapat dipaksa berhenti pada suatu saat. else Pj is served first).3.3. Sejak dimulai. Proses yang diblocked akan dapat melanjutkan kembali bila proses yang ada di critical section keluar dan melakukan opersai up sehingga menjadikan proses yang diblocked ready dan melanjutkan sehingga opersi Down-nya berhasil. Sebelum memasuki critical Section-nya. maka salah satu dipilih oleh system dan menyelesaikan operasi Down-nya. Semaphore mempunyai dua sifat. ii. menempatkan proses pada antrian dan memblocked sebagai instruksi tunggal. Bila berhasil maka proses masuk ke critical section.3. memeriksa nilai. proses melakukan Down. 5. c. Semaphore Semaphore adalah pendekatan yang diajukan oleh Djikstra.Emnurunkan nilai. Bila tidak berhasil maka proses di-blocked atas semaphore itu. Operasi Down Operasi ini menurunkan nilai semaphore. Semaphore dapat diinisialisasi dengan nilai non-negatif.2. yaitu: i. Jika satu proses atau lebih diblocked pada semaphore itu tak dapat menyelesaikan operasi Down. b. Operasi Up Operasi Up menakkan nilai semaphore. Variabel khusus untuk penanda ini disebut semaphore.4.a. tak dapat diinterupsi sebelaum diselesaikan. dengan prinsip bahwa dua proses atau lebih dapat bekerja sama dengan menggunakan penanda-penanda sederhana. then Pi is served first. Urutan proses yang dipilih tidak ditentukan oleh Djikstra. maka Pi dilayani duluan. Problem Klasik pada Sinkronisasi Ada tiga hal yang selalu memjadi masalah pada proses sinkronisasi: . Usulan asli yang disampaikan Djikstra adalah operasi P dan V. jika nilai semaphore menjadi non-positif maka proses yang mengeksekusinya diblocked. Skema penelesaian mutual exclusion mempunyai bagan sebagai berikut: Sebelum masuk critical section. sampai proses mendapatkan penanda tertentu itu. Sembarang kebutuhan koordinasi kompleks dapat dipenuhi dengan struktur penanda yang cocok untuk kebutuhan itu. dapat dipilih secara acak. Adanya semaphore mempermudah persoalan mutual exclusion. 6. Operasi Down adalah atomic. tak ada proses alain yang dapat mengakses semaphore sampai operasi selesai atau diblocked. jika i < j. Jika proses Pi dan Pj menerima nomor yang sama. yaitu 1.5…. Skema penomoran selalu menghasilkan angka –angka yang disebutkan satu per satu. yaitu Down dan Up. Terdapat dua operasi terhadap semaphore.3. proses menerima nomor pemilik nomor terkecil memasuki critical section.

Pada beberapa kasus. Problem Dining Philosophers. Sementara pada kasus lain. overhead atau ongkos yang harus dibayar untuk membuat sistem bebas deadlock menjadi hal yang terlalu mahal dibandingkan jika mengabaikannya. d. Hanya lewat prosedur-prosedur yang dideklarasikan minitor untuk mengakses struktur internal. B. Properti-properti monitor adalah sebagai berikut: a. variabel dan struktur data di satu modul atau paket khusus. Dua atau lebih proses dikatakan berada dalam kondisi deadlock. Problem Bounded buffer. Jika data pada monitor merepresentasikan sumber daya. c. Struktur data bersama dapat dilindungi dengan menempatkannya dalam monitor. bila setiap proses yang ada menunggu suatu kejadian yang hanya dapat dilakukan oleh proses lain dalam himpunan tersebut. Wait: Ketika prosedur monitor tidak dapat berkanjut (misal producer menemui buffer penuh) menyebabkan proses pemanggil diblocked dan mengizinkan proses lain masuk monitor. Menambahkan variabelvariabel kondisi. Terdapat kaitan antara overhead dari mekanisme koreksi dan manfaat dari koreksi deadlock itu sendiri. membangunkan proses baru agar berjalan dan menunda proses lain. Signal: Proses membangunkan partner-nya yang sedang diblocked dengan signal pada variabel kondisi yang sedang ditunggu partnernya. dengan dua operasi.a. maka monitor menyediakan fasilitas mutual exclusion dalam mengakses sumber daya itu. 7. monitor menyediakan fasilitas mutual exclusion. e. Dengan memaksakan disiplin hanya satu proses pada satu saat yang berjalan pada monitor. Proses dapat memanggil prosedur-prosedur kapan pun diinginkan. f. Variabel-variabel data lokal. Versi Hoare: Setelah signal. Variabel-variabel data dalam monitor hanya dapat diakses oleh satu proses pada satu saat. Kompilator harus mengimplementasi ini(mutual exclusion). Hanya satu proses yang dapat aktif di monitor pada satu saat. seperti pada real-time . b. Monitor adalah kumpulan prosedur. Versi Brinch Hansen: Setelah melakukan signal. c. Terdapat cara agar proses yang tidak dapat berlangsung di-blocked. b. Tapi proses tak dapat mengakses struktur data internal dalam monitor secara langsung. g. Deadlock Deadlock yang mungkin dapat terjadi pada suatu proses disebabkan proses itu menunggu suatu kejadian tertentu yang tidak akan pernah terjadi. Monitors Solusi sinkronisasi ini dikemukakan oleh Hoare pada tahun 1974. Problem Reades and Writer. hanya dapat diakses oleh prosedur-prosedur dala monitor dan tidak oleh prosedur di luar monitor. yaitu Wait dan Signal. proses segera keluar dari monitor.

Kondisi dimana suatu sumber daya yang sedang berada pada suatu proses tidak dapat diambil secara paksa dari proses tersebut.process control. atau kemungkinan terjadinya. P2. Kondisi yang menyatakan proses-proses yang sedang memakai suatu sumber daya dapat meminta sumber daya yang lain. e. maka deadlock DAPAT ada. Mobil digambarkan sebagai proses yang sedang menuju sumber daya.sampai proses itu melepaskannya. maka tidak ada proses yang deadlock. 2. titik-titik merepresentasikan jumlah instance dari resource Dalam tipe. maka: a. Peranan Deadlock Menurut Coffman dalam bukunya "Operating System" menyebutkan empat syarat bagi terjadinya deadlock. Contoh berikut ini terjadi pada sebuah persimpangan jalan. {R1. Beberapa hal yang dapat membuat deadlock pada suatu persimpangan. yaitu: a. mengizinkan deadlock akan membuat sistem menjadi kacau dan membuat sistem tersebut tidak berguna.... . 1. Node V terdiri dari proses-proses = {P1.. yaitu: • • • • Terdapat satu jalur pada jalan. Circular Wait h. Pj) Sebuah panah dari process ke resource menandakan proses meminta resource. G = (V. Suatu kondisi dimana setiap sumber daya diberikan tepat pada satu proses pada suatu waktu. . Jika membentuk lingkaran. Rj) atau (Ri. P3. Sebuah panah dari resource ke process menunjukkan sebuah instance dari resource telah dtempatkan ke proses. perintah datang dari titik. Kondisi yang menyatakan bahwa adanya rantai saling meminta sumber daya yang dimiliki oleh suatu proses oleh proses lainnya.} dan jenis resource. Resources-Allocation Graph Sebuah cara visual (matematika) untuk menentukan apakah ada deadlock. . Process adalah lingkaran. Hold and Wait d. jika tipe resource memiliki banyak instance. Meminta poin-poin ke kotak. Sangat memungkinkan untuk terjadinya starvation (kondisi proses tak akan mendapatkan sumber daya). resource adalah kotak.} Edge E adalah (Pi. Jika graf tidak berisi lingkaran. Untuk mengatasinya beberapa mobil harus preempt (mundur). E) Graf berisi node and edge. c. Non-pre-emptive f. Mutual Exclusion b. R2. g.

Metode ini diterapkan pada sistem operasi UNIX dan MINIX.b. Maka ongkos yang dibayar untuk melakukan penanganan deadlock sangatlah besar dan lebih baik mengabaikan keadaan deadlock tersebut. Namun jika membiarkan ada dua atau lebih proses mengakses sebuah sumber daya yang sama akan menyebabkan chaos. 4. Strategi Ostrich Pendekatan yang paling sederhana adalah dengan menggunakan strategi burung unta: masukkan kepala dalam pasir dan seolah-olah tidak pernah ada masalah sama sekali. pendekatan ini membutuhkan dua metode yang saling mendukung. Metode Pencegahan dianggap sebagai solusi yang bersih dipandang dari sudut tercegahnya deadlock. Mencegah Deadlock Metode ini merupakan metode yang paling sering digunakan. yaitu dengan mengantrikan job-job pada antrian dan akan dilayani satu-satu. 5. Strategi menghadapi Deadlock Strategi untuk menghadapi deadlock dapat dibagi menjadi tiga pendekatan. Langkah yang digunakan adalah dengan spooling sumber daya. Metode pencegahan menggunakan pendekatan dengan cara meniadakan empat syarat yang dapat menyebabkan deadlock terjadi pada saat eksekusi Coffman (1971). jika komputer lebih sering mengalami kerusakkan disebabkan oleh kegagalan hardware. Beberapa masalah yang mungkin terjadi adalah: i. . Menurut para ahli Matematika. dengan mencegah empat kondisi deadlock agar tidak akan pernah terjadi. Mengabaikan adanya deadlock. cara ini sama sekali tidak dapat diterima dan semua keadaan deadlock harus ditangani. baik dengan metode Pencegahan. untuk mengidentifikasi ketika deadlock terjadi. Beragam pendapat muncul berkaitan dengan strategi ini. Sementara menurut para ahli Teknik. Memastikan bahwa deadlock tidak akan pernah ada. Pendeteksian deadlock. Syarat pertama yang akan dapat ditiadakan adalah Mutual Exclusion. Pemulihan deadlock. jadi mutual exclusion benar-benar tidak dapat dihilangkan. Tidak semua dapat di-spool. b. yaitu mengizinkan empat kondisi deadlock. 3. yaitu: • • c. tabel proses sendiri tidak mungkin untuk di-spool ii. jika tidak ada sumber daya yang secara khusus diperuntukkan bagi suatu proses maka tidak akan pernah terjadi deadlock. error pada kompilator atau bugs pada sistem operasi. Metode Menghindari deadlock. Tetapi pencgahan akan mengakibatkan kinerja utilisasi sumber daya yang buruk. tetapi menghentikan setiap proses yang kemungkinan mencapai deadlock. yaitu: a. Kompetisi pada ruang disk untuk spooling sendiri dapat mengarah pada deadlock Hal inilah yang menyebabkan mengapa syarat pertama tidak dapat ditiadakan. mengembalikan kembali sumber daya yang dibutuhkan pada proses yang memintanya. maka deadlock telah terjadi. Membiarkan deadlock untuk terjadi. jika setiap tipe resource mempunyai satu instance.

Terdapat dua pendekatan. Masalah yang mungkin terjadi dengan mengatur bahwa setiap proses hanya dapat memiliki satu proses adalah bahwa tidak semua proses hanya membutuhkan satu sumber daya. ii. Namun jika terdapat sumber daya yang sedang terpakai maka proses tersebut tidak dapat memulai prosesnya. tetapi permintaannya harus dibuat terurut. Langkah yang digunakan adalah dengan membuat proses agar meminta sumber daya yang mereka butuhkan pada awal proses sehingga dapat dialokasikan sumber daya yang dibutuhkan.Cara kedua dengan meniadakan kondisi hold and wait terlihat lebih menjanjikan. Tabel Deadlock Syarat Mutual Exclusion Hold and Wait Langkah Spooling sumber daya Meminta sumber daya di awal Kelemahan Dapat menyebabkan chaos Sulit memperkirakan di awal dan tidak optimal No Pre-emptive Mengambil sumber daya di tengah Hasil proses tidak akan baik proses Circular Wait Penomoran permintaan sumber Tidak ada penomoran yang memuaskan daya semua pihak . Mengatur agar setiap proses hanya dapat menggunakan sebuah sumber daya pada suatu waktu. Suatu proses dimungkinkan untuk dapat meminta sumber daya kapan pun. Jika suatu proses yang sedang menggunakan sumber daya dapat dicegah agar tidak dapat menunggu sumber daya yang lain. maka deadlock dapat dicegah. Membuat penomoran pada proses-proses yang mengakses sumber daya. Tidak optimalnya pengunaan sumber daya jika ada sumber daya yang digunakan hanya beberapa waktu dan tidak digunakan tapi tetap dimiliki oleh suatu proses yang telah memintanya dari awal. terangkum dalam tabel dibawah ini. Masalah yang mungkin terjadi: i. untuk suatu proses yang kompleks dibutuhkan banyak sumber daya pada saat yang bersamaan. Sedangkan dengan penomoran masalah yang dihadapi adalah tidak terdapatnya suatu penomoran yang dapat memuaskan semua pihak. Cara terakhir adalah dengan meniadakan syarat keempat circular wait. Secara ringkas pendekatan yang digunakan pada metode pencegahan deadlock dan masalahmasalah yang menghambatnya. jika menginginkan sumber daya lain maka sumber daya yang dimiliki harus dilepas. yaitu: i. Meniadakan syarat ketiga non preemptive ternyata tidak lebih menjanjikan dari meniadakan syarat kedua. karena dengan meniadakan syarat ketiga maka suatu proses dapat dihentikan ditengah jalan. Sulitnya mengetahui berapa sumber daya yang dibutuhkan pada awal proses ii. Tabel 3-1. Hal ini tidak dimungkinkan karena hasil dari suatu proses yang dihentikan menjadi tidak baik.

v. Setelah kondisi deadlock dapat dideteksi. Deadlock akan terjadi apabila terdapat seorang peminjam yang belum mengembalikan uangnya dan ingin meminjam kembali. maka langkah pemulihan dari kondisi deadlock dapat segera . proses yang meminta akan di-suspend sampai suatu waktu permintaannya aman untuk diberikan. Stallings (1995) dan Deitel (1990) adalah sebagai berikut: i. 9. pinjaman sebagai sumber daya dan peminjam sebagai proses yang membutuhkan sumber daya. Proses-proses yang dieksekusi haruslah tidak dibatasi oleh kebutuhan sinkronisasi antar proses. jika pemberian akses tidak mungkin menuju kepada deadlock. Metode ini memeriksa dampak pemberian akses pada suatu proses. Dengan cara mengikuti urutan tertentu. Kondisi aman yang dimaksudkan selanjutnya disebut sebagai safe-state. iii. Kondisi Aman (Safe state) Suatu keadaan dapat dinyatakan sebagai safe state jika tidak terjadi deadlock dan terdapat cara untuk memenuhi semua permintaan sumber daya yang ditunda tanpa menghasilkan deadlock. Sulit untuk mengetahui seluruh sumber daya yang dibutuhkan proses pada awal eksekusi. 10. Mendeteksi Deadlock dan Memulihkan Deadlock Metode ini mengunakan pendekatan dengan teknik untuk menentukan apakah deadlock sedang terjadi serta proses-proses dan sumber daya yang terlibat dalam deadlock tersebut. Sumber daya yang tadinya tersedia dapat saja menjadi tidak tersedia kembali. Menghindari Deadlock Pendekatan metode ini adalah dengan hanya memberi kesempatan ke permintaan sumber daya yang tidak mungkin akan menyebabkan deadlock. Algoritma Bankir Algoritma penjadualan ini diungkapkan oleh Dijkstra (1965) lebih dikenal dengan nama Algoritma Bankir. Jumlah proses yang tidak tetap dan berubah-ubah. Beberapa kelemahan algoritma Bankir Tanenbaum (1992). Algoritma ini menghendaki memberikan semua permintaan selama waktu yang berhingga. 8. ii. Model ini menggunakan suatu kota kecil sebagai percontohan dengan suatu bank sebagai sistem operasi. iv.6. Jika tidak aman. 7. sedangkan keadaan yang tidak memungkinkan untuk diberikan sumber daya yang diminta disebut unsafe-state. Kondisi Tak Aman (Unsafe state) Suatu state dinyatakan sebagai state tak selamat (unsafe state) jika tidak terdapat cara untuk memenuhi semua permintaaan yang saat ini ditunda dengan menjalankan proses-proses dengan suatu urutan. maka sumber daya akan diberikan pada proses yang meminta. padahal uang yang belum dikembalikan tadi dibutuhkan oleh peminjam lain yang juga belum mengembalikan uang pinjamannya. Kondisi ini terjadi ketika setelah sumber daya yang sebelumnya dipegang oleh proses lain telah dilepaskan.

Namun masalah yang akan timbul dengan solusi software adalah solusi software tidak mampu menangani masalah yang lebih berat dari critical section. Kondisi deadlock akan dapat terjadi jika terdapat dua atau lebih proses yang akan mengakses sumber daya yang sedang dipakai oleh proses yang lainnya. strateginya sendiri berbunyi: 1. Beberapa cara digunakan untuk mendapatkan sumber daya yang diperlukan. Gunakan algoritma yang paling cocok untuk suatu kelas sumber daya yang berbeda satu dengan yang BAB VII MANAJEMEN MEMORY . Pendekatan untuk mengatasi deadlock dipakai tiga buah pendekatan. 3. Kesimpulan Untuk mengatasi problem critical section dapat digunakan berbagai solusi software. Silberschatz (1994) merumuskan sebuah strategi penanggulangan deadlock terpadu yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang berbeda. yaitu dengan terminasi proses dan pre-emption (mundur) suatu proses. C. Metode ini banyak digunakan pada komputer mainframe berukuran besar. Gunakan strategi pengurutan linear untuk mencegah kondisi circular waityang nantinya. Langkah pemulihan tersebut adalah dengan memperoleh sumber daya yang diperlukan oleh proses-proses yang membutuhkannya. Berbagai contoh klasik problem sinkronisasi berguna untuk mengecek setiap skema baru sinkronisasi. Monitor termasuk ke dalam level tertinggi mekanisme sinkronisasi yang berguna untuk mengkoordinir aktivitas dari banyak thread ketika mengakses data melalui pernyataan yang telah disinkronisasi. terlebih jika hardware yang digunakan mendukung maka akan memudahkan dalam menghadapi problem sinkronisasi. Tetapi Semaphores mampu menanganinya. dapat diturunkan menjadi empat buah metode untuk mengatasi deadlock. Kelompokkan sumber daya kedalam kelas yang berbeda 2. yaitu: • • • • Pencegahan deadlock Menghindari deadlock Mendeteksi deadlock Pemulihan deadlock Namun pada sebagian besar Sistem Operasi dewasa ini mereka lebih condong menggunakan pendekatan untuk mengabaikan semua deadlock yang terjadi. yaitu: • • • Memastikan bahwa tidak pernah dicapai kondisi deadlock Membiarkan deadlock untuk terjadi dan memulihkannya Mengabaikan apa pun deadlock yang terjadi Dari ketiga pendekatan diatas.dilakukan.

penambahan. Dalam manajemen memori ini. Pendahuluan Memori adalah pusat kegiatan pada sebuah komputer. untuk menyesuaikan dengan perubahan. Kumpulan alamat logika yang dibuat oleh program adalah ruang alam.dan sebagainya. Untuk kemudian kode absolutnya dapat dibuat. sehingga dapat memuat banyak proses dalam suatu waktu. disebut juga alamat virtual. maka harus dicompile ulang. kita akan membahas bagaimana urutan alamat memori yang dibuat oleh program yang berjalan. Alamat fisik adalah alamat yang telihat oleh memori. Kumpulan alamat fisik yang berkorespondensi dengan alamat logika disebut ruang alamat fisik. Jika kemudian alamat awalnya berubah. maka kompilator harus membuat kode yang dapat dialokasikan. Untuk mengubah dari alamat logika ke alamat fisik diperlukan suatu perangkat keras yang bernama MMU (Memory Management Unit ). Dalam kasus pengikatan akan ditunda sampai waktu pemanggilan. Sedangkan pada waktu eksekusi menghasilkan alamat fisik dan logika yang berbeda. dimana proses ditempatkan di memori. Jika alamat awalnya berubah. Pemberian Alamat Sebelum masuk ke memori. suatu proses harus menunggu. Hal ini disebut antrian masukan. Memori harus dapat digunakan dengan baik. Alamat-alamat yang dibutuhkan mungkin saja direpresentasikan dalam cara yang berbeda dalam tahapan-tahapan ini. Setiap pengikatan akan memetakan suatu ruang alamat ke lainnya. Alamat dalam kode program masih berupa simbolik. Kemudian linkage editor dan loader .1. Pengikatan akan ditunda sampai run-time . Tugas sistem operasi adalah mengatur peletakan banyak proses pada suatu memori. Proses-proses ini akan berada dalam beberapa tahapan sebelum dieksekusi.  Waktu eksekusi : Jika proses dapat dipindahkan dari suatu segmen memori ke lainnya selama dieksekusi. Instruksi dapat berupa menempatkan / menyimpan dari / ke alamat di memori.  Waktu pemanggilan : Jika tidak diketahui dimana poses ditempatkan di memori. yaitu :  Waktu compile : Jika diketahui pada waktu compile . Ruang Alamat Logika & Fisik Alamat Logika adalah alamat yang dibentuk di CPU. CPU mengambil instruksi dari memori sesuai yang ada pada ProgramCounter . karena setiap proses yang akan dijalankan. Waktu compile dan waktu pemanggilan menghasilkan daerah dimana alamat logika dan alamat fisik sama. harus melalui memori terlebih dahulu. Alamat ini akan diikat oleh kompilator ke alamat memori yang dapat diakses. Gambar 5-1. 2. kita hanya perlu menempatkan ulang kode. 3. Memory Management Unit . Penjilidan alamat dapat terjadi pada 3 saat. akan mengikat alamat fisiknya.

. Untuk mendapatkan utilisasi ruang memori yang baik. Metode ini berguna untuk kode dalam jumlah banyak. jika tidak ada maka linkage loader dipanggil untuk menempatkan routine yang diinginkan ke memori dan memperbaharui tabel alamat program untuk menyesuaikan perubahan. Ini adalah tanggung jawab para pengguna untuk merancang program yang mengambil keuntungan dari metode ini. Nilai pada register relokasi bertambah setiap alamat dibuat oleh proses pengguna. Pemanggilan Dinamis Telah kita ketahui seluruh proses dan data berada memori fisik ketika dieksekusi. kemudian mengoperasikannya. Sistem operasi dapat membantu pembuat program dengan menyediakan kumpulan data routine untuk mengimplementasi pemanggilan dinamis. Idenya untuk menjaga agar di dalam memori berisi hanya instruksi dan data yang dibutuhkan dalam satuan waktu. 4. Kemudian kontrol diletakan pada routine yang baru dipanggil. Keuntungan dari pemanggilan dinamis adalah routine yang tidak digunakan tidak pernah dipanggil. karena program pengguna hanya berinterkasi dengan alamat logika. Semua routine diletakan di disk . dan menaruh lagi di memori. Routine -nya dimasukkan ke memori secara bergantian. 5. Pengubahan dari alamat logika ke alamat fisik adalah pusat dari manajemen memori. Dengan pemanggilan dinamis. seperti routine yang salah. Program pengguna tidak dapat langsung mengakses memori. maka akan dicek dulu apakah routine yang dipanggil ada di dalam memori atau tidak. Program utama di tempatkan di memori dan dieksekusi. pada waktu yang sama alamat ini dikirim ke memori. sebuah routine tidak akan dipanggil sampai diperlukan. ketika muncul kasus-kasus yang tidak lazim. tapi yang dipanggil dapat jauh lebih kecil. Ukuran dari memori fisik terbatas. Pemanggilan Dinamis tidak memerlukan bantuan sistem operasi. Jika sebuah routine memanggil routine lainnya. kita melakukan pemanggilan dinamis.ini merupakan skema dari MMU Register utamanya disebut register relokasi. Ketika ada program yang menunjuk ke alamat memori. Dalam kode yang besar. walaupun ukuran kode besar. dalam format yang dapat dialokasikan ulang. akan di lokasikan awal oleh MMU. Overlays Overlays berguna untuk memasukkan suatu proses yang membutuhkan memori lebih besar dari yang tersedia.

karena ekstra I/O dari kode overlays B melalui overlays A. dapat melakukan swapping proses-proses tersebut dengan cukup cepat sehingga beberapa proses akan selalu berada di dalam memori dan siap untuk dieksekusi saat penjadual CPU hendak menjadwal CPU. Sementara di saat yang bersamaan. Kita menambahkan sebuah driver overlays (10K) dan mulai dengan overlays A di memori. dan pass2. dan sistem lain yang mempunyai batasan jumlah memori fisik. Kita mendefinisikan dua overlays . Jalan program akan lebih lambat. Ketika kuantum habis. Lama kuantum pun harus cukup besar sehingga jumlah komputasi yang dilakukan selama terjadi swap cukup masuk akal. Seperti dalam pemanggilan dinamis. kita tidak dapat menjalankan proses. overlays tidak membutuhkan bantuan dari sistem operasi. proses tersebut akan di. sehingga proses-proses yang . untuk teknik yang lebih maju. menimpa overlays A. dan routine biasa digunakan untuk kedua pass1 dan pass2. Di sisi lain pemrogram harus merancang program dengan struktur overlays yang layak. bagaimanapun juga. manajer memori. dibatasi oleh komputer mikro. Idealnya. Sistem operasi hanya memperhatikan jika ada lebih banyak I/O dari biasanya. Variasi dari kebijakan swapping ini. asumsikan sebuah multiprogramming environment . dapat di. routine . Sebuah proses. kode dan struktur data. Jika proses dengan prioritas lebih tinggi tiba dan meminta layanan.swap proses yang telah selesai.swap keluar proses-proses yang prioritasnya rendah. tabel simbol dan routine . Overlays A untuk pass1. sebuah two-pass assembler . 6. Swap dan Alokasi Memori • Swapping Sebuah proses harus berada di dalam memori untuk dapat dieksekusi. dan membaca overlays B ke dalam memori. kita akan membutuhkan 200K memori. kita dapat mempartisi sebuah assembler menjadi kode pass1. Teknik otomatis menjalankan program besar dalam dalam jumlah memori fisik yang terbatas. dan B membutuhkan 150K memori. Jika hanya 150K yang tersedia. akan membuat kode bahasa mesin. digunakan untuk algoritma penjadualan berbasis prioritas.swap dengan proses lain. Bagaimana pun perhatikan bahwa pass1 dan pass2 tidak harus berada di memori pada saat yang sama. dengan penjadualan algoritma penjadualan CPU round-robin . pindah ke driver . dan kemudian dibawa masuk lagi ke memori untuk melanjutkan pengeksekusian. selama pass1 dibangun sebuah tabel simbol. pengatur memori akan mulai men. kode pass2. Ketika selesai pass1. Untuk menempatkan semuanya sekaligus. dan mengirim kontrol ke pass2. Overlays A butuh hanya 120K. Tugas ini membutuhkan pengetahuan yang lengkap tentang struktur dari program. Implementasi dapat dilakukan secara lengkap oleh user dengan berkas struktur yang sederhana. lebih diutamakan.swap sementara keluar memori ke sebuah penyimpanan sementara . Pemanggilan akan lebih cepat. dan memasukkan proses yang lain ke dalam memori yang sudah bebas. Pemakaian dari overlays . dan mengeksekusi instruksi yang baru dibaca. Kita sekarang dapat menjalankan assembler dalam 150K memori. kemudian selama pass2. Sebagai contoh. karena lebih sedikit data yang ditransfer sebelum eksekusi dimulai. overlays 2 untuk simbol tabel. dan pindah dari memori tersebut. dan kurangnya dukungan perangkat keras. penjadual CPU akan mengalokasikan waktu untuk proses lain di dalam memori. manajer memori dapat men. dan simbol tabel. membaca dari berkas ke memori. Ketika waktu kuantum setiap proses sudah habis.Gambar Two-Pass Assembler ini merupakan skema dari two-Pass Assembler Sebagai contoh.

prioritasnya lebih tinggi tersebut dapat dieksekusi. 2. maka proses tersebut tidak dapat dipindahkan ke lokasi memori lain. proses yang telah di.swap kembali ke dalam ruang memori yang berbeda. melainkan digunakan untuk menjalankan banyak proses berukuran besar dengan menggunakan versi modifikasi dari metode swapping . roll in . Setelah proses-proses yang memiliki prioritas lebih tinggi tersebut selesai dieksekusi. dan harus mendukung akses langsung terhadap gambaran memori tersebut. Akan tetapi. Hal ini dikarenakan swapping menghabiskan terlalu banyak waktu swap dan memberikan waktu eksekusi yang terlalu kecil sebagai solusi dari manajemen memori. • Pengalokasian Memori  Contiguous Memory Allocation Memori utama harus dapat melayani baik sistem operasi maupun proses user. penjadual CPU akan melakukan swap out terhadap proses-proses yang berada di dalam memori sehingga tersedia tempat untuk memasukkan proses yang hendak dieksekusi tersebut. Apabila pemberian alamat dilakukan pada saat waktu pembuatan atau waktu pemanggilan . proses swapping secara dasar hanya digunakan di sedikit sistem. Salah satu sistem operasi yang menggunakan versi modifikasi dari metode swapping ini adalah UNIX.Pada masa sekarang ini. Tetapi apabila pemberian alamat dilakukan pada saat waktu eksekusi .swap kembali ke dalam memori dan dilanjutkan eksekusinya. Salah satunya adalah dengan cara alokasi memori berkesinambungan . proses-proses dengan prioritas rendah dapat di.swap keluar akan di. Swapping berada dalam keadaan non-aktif. Swapping akan berhenti lagi apabila jumlah proses yang berjalan sudah berkurang. Sistem mengatur ready queue yang berisikan semua proses yang gambaran memori nya berada di memori dan siap untuk dijalankan. Penyimpanan sementara pada umumnya adalah sebuah fast disk . Cara ini disebut juga dengan metode roll out. Lakukan eksekusi operasi I/O hanya di buffer sistem operasi. karena alamat fisiknya dihitung pada saat pengeksekusian. maka proses tersebut dapat di. Oleh karena itu kita harus mengalokasikan pembagian memori seefisien mungkin. Keuntungan menggunakan . Cara untuk mengatasi masalah ini adalah: 1. banyak sistem yang menggunakan versi modifikasi dari metode swapping ini. Pembatasan ini dinyatakan menurut metode pemberian alamat. Alokasi memori berkesinambungan berarti alamat memori diberikan kepada proses secara berurutan dari kecil ke besar.swap proses yang sedang menunggu I/O. ia akan memeriksa apakah proses yang mengantri di ready queue tersebut sudah berada di dalam memori tersebut atau belum. Setelah itu register dikembalikan seperti semula dan proses yang diinginkan akan dieksekusi. dan harus cukup untuk menampung salinan dari seluruh gambaran memori untuk semua user . Pada umumnya. Saat sebuah penjadual CPU ingin menjalankan sebuah proses. Swapping membutuhkan sebuah penyimpanan sementara .swap kembali menempati ruang memori yang sama dengan yang ditempatinya sebelum proses tersebut keluar dari memori. Hal tersebut akan menjaga agar transfer antara buffer sistem operasi dan proses memori hanya terjadi saat si proses di. Waktu pergantian isi dalam sebuah sistem yang melakukan swapping pada umumnya cukup tinggi. Hindari men. Pada awal pengembangan komputer pribadi.swap in . tidak banyak perangkat keras (atau sistem operasi yang memanfaatkan perangkat keras) yang dapat mengimplementasikan memori manajemen yang baik. sampai apabila ada banyak proses yang berjalan yang menggunakan cukup besar memori. Apabila belum.

CPU akan mencari hole yang cukup besar untuk menampung proses tersebut. yakni bagaimana . Pada intinya. Sistem operasi akan menyimpan besar memori yang dibutuhkan oleh setiap proses dan jumlah memori kosong yang tersedia. memori dipartisi menjadi blok-blok yang ukurannya tetap yang ditentukan dari awal. akan dipecah menjadi 2. maupun menggunakan sistem partisi tunggal. Hal ini disebut Permasalahan alokasi penyimpanan dinamis. Cepat 3. dan sistem partisi banyak dinamis. Setelah proses tersebut dimatikan. akan menjadi sangat tidak efektif sehingga mempercepat habisnya memori. CPU akan mengalokasikan memori sebanyak yang dibutuhkan oleh proses tersebut. proses tersebut akan dimasukkan ke dalam memori. Pada umumnya. seluruh memori dapat diisi oleh proses user . keduanya akan bergabung untuk membentuk hole yang lebih besar. sistem operasi akan mencari hole yang cukup besar untuk menampung memori tersebut. Sistem operasi setiap saat selalu memiliki catatan jumlah memori yang tersedia dan antrian masukan. Saat proses memasuki sistem. Sistem partisi tunggal berarti alamat memori yang akan dialokasikan untuk proses adalah alamat memori pertama setelah pengalokasian sebelumnya. Pada saat ini. atau dapat mencari proses lain di antrian masukan yang kebutuhan memorinya memenuhi jumlah memori yang tersedia. Sistem partisi banyak kemudian dibagi lagi menjadi sistem partisi banyak tetap. Apabila ada proses yang datang. sistem harus memeriksa apakah ada proses yang menunggu yang dapat dimasukkan ke dalam ruang memori yang baru terbentuk tersebut. Sedangkan sistem partisi banyak dinamis artinya memori dipartisi menjadi bagian-bagian dengan jumlah dan besar yang tidak tentu. proses tersebut akan melepas memori tempat dia berada. Sederhana 2.alokasi memori berkesinambungan dibandingkan menggunakan alokasi memori tidak berkesinambungan adalah: 1. sementara bagian lainnya tidak digunakan dan siap menampung proses lain. Apabila ada 2 hole yang kecil yang berdekatan. proses akan dimasukkan ke dalam antrian masukan. yang mana dapat diisi kembali oleh proses lain dari antrian masukan. Sistem operasi kemudian dapat menunggu sampai ada blok memori cukup besar yang kosong. Sistem operasi dapat mengatur antrian masukan berdasarkan algoritma penjadualan yang digunakan. Setelah sebuah proses mendapat alokasi memori. Setelah proses selesai. Alokasi memori berkesinambungan dapat dilakukan baik menggunakan sistem partisi banyak. Saat sebuah proses datang dan membutuhkan memori. proses tersebut akan melepas memori dan mengembalikannya sebagai hole-hole . Satu bagian akan dialokasikan untuk menerima proses tersebut. Hal yang membedakan keduanya adalah untuk sistem partisi banyak tetap. Apabila hole yang tersedia terlalu besar. kita akan memfokuskan pembahasan pada sistem partisi banyak. Setelah menemukannya. Mendukung proteksi memori Sedangkan kerugian dari menggunakan alokasi memori berkesinambungan adalah apabila tidak semua proses dialokasikan di waktu yang sama. untuk menentukan proses mana yang dapat diberikan alokasi memori. dan mempersiapkan sisanya untuk menampung proses-proses yang akan datang kemudian (seandainya ada). Untuk selanjutnya. Memori dialokasikan untuk proses sampai akhirnya kebutuhan memori dari proses selanjutnya tidak dapat dipenuhi (tidak ada hole yang cukup besar untuk menampung proses tersebut). Sistem operasi menyimpan sebuah tabel yang menunjukkan bagian mana dari memori yang memungkinkan untuk menyimpan proses. kumpulan hole-hole dalam berbagai ukuran tersebar di seluruh memori sepanjang waktu. dan bagian mana yang sudah diisi. Sedangkan sistem partisi banyak berarti sistem operasi menyimpan informasi tentang semua bagian memori yang tersedia untuk dapat diisi oleh proses-proses (disebut hole ).

sehingga proses dapat masuk ke ruang memori kosong tersebut. First fit : Mengalokasikan hole pertama ditemukan yang besarnya mencukupi. Metode worst fit akan menghasilkan sisa hole yang tersbesar. Algoritma alokasi penyimpanan dinamis manapun yang digunakan. 2.5N blok lain akan terbuang karena fragmentasi. sebanyak 0. yaitu: 1. Sebuah contoh statistik menunjukkan bahwa saat menggunakan metode first fit . • Worst fit : Mengalokasikan hole terbesar yang ada. Compactation . Hal ini disebut dengan aturan 50% .memenuhi permintaan sebesar n dari kumpulan hole-hole yang tersedia. Next fit : Mengalokasikan hole pertama ditemukan yang besarnya mencukupi. Fragmentasi ekstern dapat diatasi dengan beberapa cara. kecuali apabila hole-hole sudah disusun berdasarkan ukuran. Jumlah sebanyak itu berarti kurang lebih setengah dari memori tidak dapat digunakan. bahkan setelah dioptimisasi. Gambar. karena setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.  Fragmentasi Fragmentasi adalah munculnya hole-hole yang tidak cukup besar untuk menampung permintaan dari proses. Menggunakan best fit dan worst fit berarti kita harus selalu memulai pencarian hole dari awal. bukan tidak mungkin akan cukup untuk menampung sebuah proses. Sedangkan fragmentasi intern muncul apabila jumlah memori yang diberikan oleh penjadual CPU untuk ditempati proses lebih besar daripada yang diminta proses karena adanya selisih antara permintaan proses dengan alokasi hole yang sudah ditetapkan. Salah satu kondisi terburuk adalah apabila kita memiliki memori terbuang setiap 2 proses. Fragmentasi dapat berupa fragmentasi internal maupun fragmentasi eksternal. 2. diantaranya adalah: 1. Fragmentasi ekstern muncul apabila jumlah keseluruhan memori kosong yang tersedia memang mencukupi untuk menampung permintaan tempat dari proses. sementara metode best fit akan menghasilkan sisa hole yang terkecil. tetap tidak bisa menutup kemungkinan terjadinya fragmentasi. Pencarian dimulai dari akhir pencarian sebelumnya. Memilih yang terbaik diantara keempat metode diatas adalah sepenuhnya tergantung kepada user . Bahkan hal ini bisa menjadi fatal. Best fit : Mengalokasikan hole dengan besar minimum yang mencukupi permintaan. dari N blok teralokasi. 3. Pencarian dimulai dari awal. tetapi letaknya tidak berkesinambungan atau terpecah menjadi beberapa bagian kecil sehingga proses tidak dapat masuk. Apabila semua memori terbuang itu digabungkan. Penghalamanan . Ada berbagai solusi untuk mengatasi hal ini. yaitu mengatur kembali isi memori agar memori yang kosong diletakkan bersama di suatu bagian yang besar.

desain yang ada baru2 ini telah mengimplementasikan dengan menggabungkan hardware dan sistem operasi. Segmentasi adalah skema manajemen memori dengan cara membagi memori menjadi segmen-segmen. Dengan demikian. Masalah pemecahan kode didiskusikan dengan kaitan bahwa pengaksesannya lebih lambat. ukuran tiap segmen tidak harus sama dan memiliki ’ciri’ tertentu. Dengan pemberian halaman bias mencegah masalah penting dari pengepasan besar ukuran memori yang bervariasi kedalam penyimpanan cadangan. Saat sebuah program atau proses dimasukkan ke CPU. Pemberian halaman bisa menjadi solusi untuk pemecahan masalah luar. Segmen adalah sebuah unit logis . Berbeda dengan halaman. agar implementasinya menjadi mudah ( dari alamat logis ke alamat fisik ) diperlukan Tabel Segmen yang yang terdiri dari base dan limit . sebuah program dibagi menjadi segmen-segmen. Ciri tertentu itu adalah nama segmen dan panjang segmen. Segmentasi Fragmentasi intern hampir tidak dapat dihindarkan apabila kita menggunakan sistem partisi banyak berukuran tetap. Biasanya bagian yang menunjang untuk pemberian halaman telah ditangani oleh hardware. Penerjemahan Halaman 3. a. procedure dan sebagainya. variable lokal. Nama segmen dirujuk oleh nomor segmen sedangkan panjang segmen ditentukan oleh offset . . Alamat logis dari sebuah segmen adalah alamat dua dimensi. Oleh karena itu. harus ditemukan ruang untuk penyimpanan cadangan. terutama pada 64 bit microprocessor. Contoh: program utama.Yang dimaksud dengan pemberian halaman adalah suatu metode yang memungkinkan suatu alamat fisik memori yang tersedia dapat tidak berurutan. sedangkan alamat fisik memori adalah alamat satu dimensi. Ketika beberapa pecahan kode dari data yang tersisa di memori utama perlu untuk ditukar keluar. Untuk bisa mengimplementasikan solusi ini adalah melalui pengunaan dari skema pemberian halaman. mengingat besar hole yang disediakan selalu tetap. Base menunjukkan alamat awal segmen (dari alamat fisik) dan limit menunjukkan panjang segmen. Gambar 5-4. Arsitektur Segmentasi Ukuran tiap segmen tidak harus sama. Bagaimanapun. yaitu unit yang terdiri dari beberapa bagian yang berjenis yang sama. segmen yang berbeda dapat ditempatkan dimana saja di dalam memori utama (dapat menggunakan cara first-fit atau best-fit ).

Saling berbagi ini muncul di level segmen dan pada saat ini terjadi semua informasidapat turut terbagi. Kelebihan Segmentasi: saling berbagi – proteksi. s adalah nomor segmen / index di dalam tabel segmen d adalah offset . Segmentasi dengan Pemberian Halaman Kelebihan Pemberian Halaman : tidak ada fragmentasi luar . Proteksi dapat terjadi karena ada bit-proteksi yang berhubungan dengan setiap elemen dari segmen tabel.alokasinya cepat. Caranya: menempatkan sebuah array di dalam segmen itu sehingga perangkat keras manajemen memori secara otomatis akan mengecek indeks array -nya legal atau tidak. yang dijumlahkan itu adalah alamat fisik dari segmen tersebut. Saling Berbagi dan Proteksi Segmen dapat terbagi jika terdapat elemen di tabel segmen yang berasal dari dua proses yang berbeda yang menunjuk pada alamat fisik yang sama. Segmentasi dengan Pemberian Halaman . Masalah dalam Segmentasi • Segmen dapat Membesar • Muncul Fragmentasi Luar • Bila Ada Proses yang Besar d. c. b. Bitproteksi ini berguna untuk mencegah akses ilegal ke memori. Arsitektur Segmentasi alamat logisnya : s dan d .Gambar. Gambar. Jika offset kurang dari nol dan tidak lebih besar dari besarnya limit maka base akan dijumlahkan dengan d ( offset ) .

e. Penggunaan Segmentasi dengan Pemberian Halaman pada MULTICS INTEL Gambar. Penggunaan Segmentasi dengan Pemberian Halaman pada INTEL 30386 . Penggunaan Segmentasi MULTICS Gambar.

"Konsep memori virtual pertama kali dikemukakan Fotheringham pada tahun 1961 pada sistem computer Atlas di Universitas Manchester. Teknik ini menyembunyikan aspek-aspek fisik memori dari user dengan menjadikan memori sebagai lokasi alamat virtual berupa byte yang tidak terbatas dan menaruh beberapa bagian dari memori virtual yang berada di memori logis. misalnya: • Pernyataan atau pilihan yang hanya akan dieksekusi pada kondisi tertentu. semua bagian proses itu harus memiliki tempat sendiri di dalam memori fisik. pada memori yang sangat terbatas. tetapi tidak pernah melampaui kecepatan eksekusi proses yang sama di sistem tanpa menggunakan memori virtual. Pada memori berkapasitas besar. Pengertian Memori virtual adalah suatu teknik yang memisahkan antara memori logis dan memori fisiknya. Contohnya adalah: pesan-pesan error yang hanya muncul bila terjadi kesalahan saat program dijalankan. Inggris (Hariyanto. Sebagai solusi dari masalah-masalah ini digunakanlah konsep memori virtual. Berbeda dengan keterbatasan yang dimiliki oleh memori fisik. memori virtual dapat menampung program dalam skala besar. • Pengalokasian memori yang lebih besar dari yang dibutuhkan. Tetapi tidak semua bagian dari proses itu akan dijalankan.7. Untuk itu. Contoh: array . Akan tetapi. a. b. melebihi daya tampung dari memori fisik yang tersedia. Memori Virtual Manajemen memori pada intinya adalah menempatkan semua bagian proses yang akan dijalankan kedalam memori sebelum proses itu dijalankan. hal ini akan menurunkan optimalisasi utilitas dari ruang memori fisik. • Fungsi-fungsi yang jarang digunakan. Prinsip dari memori virtual yang patut diingat adalah bahwa: "Kecepatan maksimum eksekusi proses di memori virtual dapat sama. Keuntungan . Bambang : 2001). hal-hal ini tidak akan menjadi masalah. list dan tabel.

Begitu bagian yang berada di disk diperlukan. Implementasi Gagasan utama dari memori virtual adalah ukuran gabungan program. karena itu jarang diimplementasikan. Hal ini memberikan keuntungan: • Berkurangnya proses I/O yang dibutuhkan (lalu lintas I/O menjadi rendah). 8. • Sedikit memori yang dibutuhkan • Respon yang lebih cepat • Dapat melayani lebih banyak user a. Perangkat keras . Pesan-pesan error hanya dimasukkan jika terjadi error. • Permintaan segmentasi ( demand segmentation ). Untuk itu diperlukan bantuan perangkat keras untuk mengetahui lokasi dari page saat ia diperlukan. Contoh: IBM OS/2. Memori virtual dapat dilakukan melalui dua cara: • Permintaan pemberian halaman ( demand paging ). yaitu: Page ada dan sudah berada di memori. maka bagian di memori yang tidak diperlukan akan dikeluarkan dari memori fisik ( swap-out) dan diganti ( swap-in ) oleh bagian disk yang diperlukan itu. Tiap program dialokasikan 256 KByte dan bagian-bagian proses swap in ) masuk ke dalam memori fisik begitu diperlukan dan akan keluar ( swapout ) jika sedang tidak diperlukan. Dengan demikian. karena menurunnya beban I/O dan memori. Misalnya: 10 program dengan ukuran 2 Mb dapat berjalan di memori berkapasitas 4 Mb. yaitu: • Sedikit I/O yang dibutuhkan. Algoritma dari permintaan segmentasi lebih kompleks. Page tidak ada. sistem multiprogramming menjadi lebih efisien. Statusnya valid ("1"). Misalnya untuk program butuh membaca dari disk dan memasukkan dalam memory setiap kali diakses. Statusnya invalid ("0"). Page ada tetapi masih berada di disk belum diberada di memori (harus menunggu sampai dimasukkan). Demand Paging Demand paging atau permintaan pemberian halaman adalah salah satu implementasi dari memori virtual yang paling umum digunakan. untuk program 10 MB tidak seluruh bagian dimasukkan dalam memori fisik. maka proses dinyatakan mengalami page fault . baik di memori maupun di disk ( invalid reference --> abort ). c. Saat terjadi kasus kedua dan ketiga. • Space menjadi lebih leluasa karena berkurangnya memori fisik yang digunakan. Memori virtual diimplementasikan dalam sistem multiprogramming. Contoh. maka keuntungannya sama dengan keuntungan memori virtual. Ruang memori yang masih tersedia luas memungkinkan komputer untuk menerima lebih banyak permintaan dari user . data dan stack melampaui jumlah memori fisik yang tersedia. Karena demand paging merupakan implementasi dari memori virtual. Sistem operasi menyimpan bagian-bagian proses yang sedang digunakan di memori fisik ( main memory ) dan sisanya diletakkan di disk. Permasalahan pada Demand Paging Ada tiga kemungkinan kasus yang dapat terjadi pada saat dilakukan pengecekan pada page yang dibutuhkan.Sebagaimana dikatakan di atas bahwa hanya sebagian dari program yang diletakkan di memori fisik. • Meningkatnya respon. • Bertambahnya jumlah user yang dapat dilayani. Demand paging ) pada prinsipnya hampir sama dengan permintaan halaman ( paging ) hanya saja halaman ( page ) tidak akan dibawa ke ke dalam memori fisik sampai ia benar-benar diperlukan.

Memory-Mapped Files Kita dapat menganggap berkas I/O sebagai akses memori routine pada teknik memori virtual. Proses yang banyak diperbolehkan untuk memetakan berkas yang sama ke dalam memori virtual dari masing-masing berkas. di mana di sini pengertian valid berarti bahwa page legal dan berada dalam memori (kasus 1). yaitu halaman yang menyimpan salinan dari blok disk. Cara ini disebut dengan "pemetaan memori" sebuah berkas yang mengizinkan sebuah bagian dari alamat virtual dihubungkan dengan sebuah berkas. Algoritma Pemindahan Halaman Pemindahan halaman diimplementasikan dalam algoritma yang bertujuan untuk menghasilkan tingkat kesalahan halaman terendah. tapi tetap memiliki salinan dari data yang diubah. Berikut ini merupakan bagan dari proses memory-mapped files Gambar. Dengan sistem pemetaan memori sistem pemangggilan dapat juga mendukung fungsi copy-on-write . mengizinkan proses untuk menggunakan sebuah berkas secara bersamaan pada keadaan read only . . Ada beberapa algoritma pemindahan halaman yang berbeda. Konsep itu adalah skema bit valid . berarti page fault terjadi. Beberapa sistem operasi menyediakan pemetaan memori hanya melalui sistem pemanggilan yang khusus dan menjaga semua berkas I/O yang lain dengan menggunakan sistem pemanggilan yang biasa. bit page = 0. 9.akan menjebaknya ke dalam Sistem Operasi.invalid . Skema Bit Valid . (Dengan inisialisasi: semua bit di-set 0) Apabila ternyata hasil dari translasi. Pengesetan bit: • Bit 1 --> page berada di memori • Bit 0 --> page tidak berada di memori. b. Bagan proses memory-mapped files 10. sedangkan invalid berarti page tidak ada (kasus 3) atau page ada tapi tidak ditemui di memori (kasus 2). Dengan teknik pemetaan memori sebuah blok disk dapat dipetakan ke ke sebuah halaman pada memori. agar data dapat digunakan secara bersamaan. maka dapat ditentukan page mana yang ada di dalam memori dan mana yang tidak ada di dalam memori.Tidak Valid Dengan meminjam konsep yang sudah pernah dijelaskan dalam Pokok Bahasan 5. Memori virtual memetakan tiap proses ke dalam halaman yang sama pada memori virtual. Proses membaca dan menulis sebuah berkas ditangani oleh akses memori routine agar memudahkan mengakses dan menggunakan sebuah berkas yaitu dengan mengizinkan manipulasi berkas melalui memori dibandingkan memanggil dengan sistem pemanggilan read() dan write().

memilih dengan berdasarkan pada penggunaan. Setiap halaman baru yang diakses diletakkan di bagian belakang (ekor) dari antrian. Apabila antrian telah penuh dan ada halaman yang baru diakses maka halaman yang berada di bagian depan (kepala) dari antrian akan diganti. biasanya dikombinasikan dengan algoritma lain. Algoritma FIFO (First In First Out) Prinsip yang digunakan dalam algoritma FIFO yaitu halaman yang diganti adalah halaman yang paling lama berada di memori. Gambar. .Pemilihan halaman mana yang akan diganti dalam penggunaan algoritma-algoritma tersebut bisa dilakukan dengan berbagai cara. dan lain sebagainya. Algoritma ini adalah algoritma pemindahan halaman yang paling mudah diimplementasikan. padahal sistem operasi tidak dapat mengetahui halaman yang akan muncul tersebut. Pengimplementasian algoritma FIFO dilakukan dengan menggunakan antrianuntuk menandakan halaman yang sedang berada di dalam memori. Meskipun tampaknya mudah untuk dijelaskan. akan tetapi paling jarang digunakan dalam bentuk aslinya. seperti dengan memilih secara acak. umur halaman. Pemilihan algoritma yang kurang tepat dapat menyebabkan peningkatan tingkat kesalahan halaman sehingga proses akan berjalan lebih lambat. Algoritma Optimal Algoritma optimal pada prinsipnya akan mengganti halaman yang tidak akan digunakan untuk jangka waktu yang paling lama. Kelemahan dari algoritma FIFO adalah kinerjanya yang tidak selalu baik. Kelebihannya antara lain dapat menghindari terjadinya anomali Belady dan juga memiliki tingkat kesalahan halaman yang terendah diantara algoritma-algoritma pemindahan halaman yang lain. a. yang dikenal dengan nama Anomali Belady. Di samping itu dalam beberapa kasus. Hal ini disebabkan karena ada kemungkinan halaman yang baru saja keluar dari memori ternyata dibutuhkan kembali. tetapi algoritma ini sulit atau hampir tidak mungkin untuk diimplementasikan karena sistem operasi harus dapat mengetahui halaman-halaman mana saja yang akan muncul. tingkat kesalahan halaman justru bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah frame. Contoh Algoritma FIFO b.

akan diletakkan di bagian paling atas stack. Halaman yang diganti adalah halaman yang memiliki nilai terkecil. yaitu dengan menggunakan: • CounterCara ini dilakukan dengan menggunakan clock. Ketika mengakses ke suatu page baru. contohnya : 00000000. pencatat waktu melakukan interupsi kepada sistem operasi. Algoritma Perkiraan LRU Pada dasarnya algoritma perkiraan LRU memiliki prinsip yang sama dengan algoritma LRU.sehingga setiap kali halaman baru diakses tidak perlu mencari kembali halaman yang akan diganti. Setiap kali suatu halaman diakses. hanya saja dilakukan modifikasi pada algoritma ini untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Jadi halaman yang selalu digunakan pada setiap periode akan memiliki nilai 11111111. Akan tetapi cara ini lebih mahal implementasinya dibandingkan dengan menggunakan counter. Gambar. nilai pada clock akan ditambah 1. • Algoritma Second-Chance . yaitu: • Algoritma Additional-Reference-Bits Setiap halaman akan memiliki bit acuan yang terdiri dari 8 bit byte sebagai penanda. kemudian sistem operasi menggeser 1 bit ke kanan. • Stack Penggunaan implementasi ini dilakukan dengan menggunakan stack yang menandakan halaman-halaman yang berada di memori. Ada beberapa cara untuk mengimplementasikan algoritma ini. maka halaman yang berada di bagian paling bawah stack akan diganti. Pada awalnya semua bit nilainya 0. Kelebihan dari algoritma LRU yaitu seperti halnya pada algoritma optimal. Pengimplementasiannya dapat dilakukan dengan dua cara. Contoh Algoritma Optimal c. Pada awalnya bit acuan diinisialisasikan oleh perangkat keras dengan nilai 0. Halaman yang diganti adalah halaman yang memiliki nilai terkecil. Contoh Algoritma LRU d. Algoritma LRU (Least Recently Used) Algoritma LRU akan mengganti halaman yang telah tidak digunakan dalam jangka waktu terlama. Setiap halaman yang berbeda memiliki bit acuan. Perbedaannya dengan algoritma LRU terletak pada penggunaan bit acuan. Apabila ada halaman yang perlu diganti. Nilainya akan berubah menjadi 1 bila dilakukan akses ke halaman tersebut. Setiap selang beberapa waktu.Gambar. Setiap halaman memiliki nilai. yaitu halaman yang diganti adalah halaman yang tidak digunakan dalam jangka waktu terlama. tidak akan mengalami anomali Belady.

bit terbaik untuk dipindahkan. Ada 4 kemungkinan yang dapat terjadi :  (0.0) digunakan tapi tidak dimodifikasi. • Algoritma MFU (Most Frequently Used) Halaman yang diganti adalah halaman yang paling sering dipakai (nilai counter terbesar) dengan alasan bahwa halaman dengan nilai terkecil mungkin baru saja dimasukkan dan baru digunakan f. Teknik seperti ini digunakan dalam sistem VAX/ VMS. tidak terlalu baik untuk dipindahkan karena halaman ini perlu ditulis sebelum dipindahkan. Ketika sebuah user mulai dijalankan. halaman tidak diganti tetapi bit acuan diubah menjadi 0 dan dilakukan pencarian kembali. Sebanyak seratuskesalahan halaman pertama akan mendapatkan frame dari daftar frame bebas. Dan apabila nilai bit acuan-nya 1. akan terjadi sederetan kesalahan halaman. Alokasi Frame Hal yang mendasari strategi alokasi frame yang menyangkut memori virtual adalah bagaimana membagi memori yang bebas untuk beberapa proses yang sedang dikerjakan. Misalnya sebuah sistem mempunyai seratus frame bebas untuk proses user. halaman ini mungkin akan segera digunakan lagi dan halaman ini perlu ditulis ke disk sebelum dipindahkan. yaitu bit acuan dan bit modifikasi. Ketika proses selesai atau diterminasi.0) tidak digunakan dan tidak dimodifikasi. Strategi Alokasi Frame a. tanpa perlu menunggu halaman yang akan dipindahkan untuk ditulis ke disk karena frame -nya telah ditambahkan ke dalam pool frame kosong.1) tidak digunakan tapi dimodifikasi. Algoritma Counting dapat dikembangkan menjadi 2 skema dibawah ini: • Algoritma LFU (Least Frequently Used) Halaman yang diganti adalah halaman yang paling sedikit dipakai (nilai counter terkecil) dengan alasan bahwa halaman yang digunakan secara aktif akan memiliki nilai acuan yang besar. 11.  (0. Algoritma Page Buffering Sistem menyimpan pool dari frame yang kosong. Saat frame bebas sudah habis.Algoritma ini sering juga disebut algoritma clock karena pengimplementasiannya dilakukan dengan menggunakan antrian melingkar yang berarti menggunakan juga prinsip algoritma FIFO disamping menggunakan algoritma LRU.  (1.  (1. Apabila nilai bit acuan-nya 0. Untuk pure demand paging. Dapat kita ambil 1 contoh yang mudah pada sistem satu pemakai. halaman dapat diganti. keseratus frame tersebut akan ditaruh pada daftar frame bebas. Prosedur ini memungkinkan suatu proses mengulang dari awal secepat mungkin. • Algoritma Enhanced Second-Chance Algoritma ini mempertimbangkan 2 hal sekaligus. ada kemungkinan halaman ini akan segera digunakan lagi. seratus frame tersebut akan disimpan lagi pada daftar frame bebas. e. sebuah algoritma pergantian halaman akan digunakan untuk memilih salah satu dari seratus halaman di memori yang diganti dengan yang ke seratus satu. Ada beberapa variasi untuk strategi .1) digunakan dan dimodifikasi. Penggunaan algoritma ini memiliki kekurangan yaitu lebih mahal. dan seterusnya. Algoritma Counting Dilakukan dengan menyimpan counter dari nomor acuan yang sudah dibuat untuk masing-masing halaman.

Hal yang utama adalah berapa minimum frame yang harus dialokasikan agar jika sebuah instruksi dijalankan. Frame yang tersisa. Sebagai tambahan. Di sisi lain. instruksi move pada PDP-11 adalah lebih dari satu kata untuk beberapa modus pengalamatan. tiap operannya mungkin merujuk tidak langsung. frame yang sudah dialokasikan pada bagian proses sekarang bias disebar ke proses-proses yang masih tersisa. Proses pertama hanya butuh 10 frame. jika multiprogramming level-nya menurun. bagaimanapun juga. Lalu. proses yang berprioritas tinggi diperlakukan sama dengan proses yang berprioritas rendah. atau tergantung kombinasi dari ukuran dan prioritas. kita tidak dapat mengalokasikan frame lebih dari jumlah frame yang ada. penggantinya dapat dipilih. sehingga total ada enam frame. Kasus terburuk untuk IBM 370 adalah instruksi MVC. Sebuah alternatif yaitu pengertian bahwa berbagai proses akan membutuhkan jumlah memori yang berbeda. kita mengalokasikan proses ai ke proses pi. Algoritma Alokasi Algoritma pertama yaitu equal allocation. alokasi untuk setiap proses bisa bervariasi berdasarkan multiprogramming level-nya. Masalah yang muncul ketika demand paging dikombinasikan dengan multiprogramming. Algoritma ini memberikan bagian yang sama. instruksi ini butuh 6 bit dan dapat memakai dua halaman. sehingga situasi ini membutuhkan enam frame. Sebagai contoh ada 100 frame tersisa dan 5 proses. Sehingga kita harus mempunyai jumlah frame yang cukup untuk menampung semua halaman yang dibutuhkan oleh sebuah instruksi. sebanyak 3 buah dapat digunakan sebagai frame bebas cadangan. Jika terjadi kesalahan halaman sebelum eksekusi selesai. maka ketika ada 62 frame bebas. jika jumlah total dari frame yang tersedia adalah m. Saat ruang ini tidak digunakan oleh sistem operasi. Mengingat hal itu. Karena instruksi tersebut adalah instruksi perpindahan dari penyimpanan ke penyimpanan. melainkan lebih pada prioritas proses. Jumlah frame mimimum yang bisa dialokasikan ditentukan oleh arsitektur komputer. dan S = si. ada frame bebas yang dapat digunakan untuk paging. sementara proses user tetap berjalan. Kita juga dapat menyimpan tiga frame bebas dari daftar frame bebas. dimana ai mendekati : ai = si / S x mDalam kedua strategi ini. kemudian ditulis ke disk. tentu saja. sehingga ketika terjadi page fault. Berdasarkan definisi tersebut. Jika multiprogramming level-nya meningkat. Kita mengalokasikan memori yang tersedia kepada setiap proses tergantung pada ukurannya. maka tiap prosesakan mendapatkan 20 frame. c.sederhana ini antara lain kita bisa meminta sistem operasi untuk mengalokasikan seluruh buffer dan ruang tabelnya dari daftar frame bebas. Hal ini terjadi karena multiprogramming menaruh dua (atau lebih) proses di memori pada waktu yang bersamaan. Saat pertukaran halaman terjadi. Sebagai contoh. Satu pendekatan adalah menggunakan proportional allocation scheme dimana perbandingan frame-nya tidak tergantung pada ukuran relatif dari proses. ruang ini bisa digunakan untuk mendukung paging dari user. Untuk menyelesaikan masalah ini. b. sehingga instruksi tersebut bisa membutuhkan dua halaman. tidak masuk akal jika kita memberikan masing-masing proses 31 frame. 21 frame lain akan terbuang percuma. semua informasinya ada dalam memori. Ukuran memori virtual untuk proses pi = si. . Satu blok karakter yang akan dipindahkan dan daerah tujuan perpindahan juga dapat memakai dua halaman. instruksi tersebut harus diulang. Pada dasarnya yaitu proses pengguna diberikan frame bebas yang mana saja. Jumlah Frame Minimum Ada suatu batasan dalam mengalokasikan frame. sebanyak m/n frame untuk tiap proses. dengan equal allocation ataupun proportional allocation. kita ingin memberi memori yang lebih pada proses yang berprioritas tinggi untuk mempercepat eksekusi-nya. setiap proses akan kehilangan beberapa frame guna menyediakan memori yang dibutuhkan untuk proses yang baru. Jika ada sebuah proses sebesar 10K dan sebuah proses basis data 127K dan hanya kedua proses ini yang berjalan pada sistem. kita menggunakan algoritma kedua yaitu proportional allocation.

Suatu proses dapat mengurangi jumlah frame yang digunakan dengan alokasi yang minimum. Proses-proses bersaing mendapatkan frame. Tetapi jika sebuah proses tidak memiliki frame yang cukup.3 detik untuk eksekusi berikutnya). misalkan ada sebuah skema alokasi yang memperbolehkan proses berprioritas tinggi untuk mencari frame pengganti dari proses yang berprioritas rendah. ada kemungkinan sebuah proses hanya menyeleksi frame-frame yang teralokasi pada proses lain.5 detik untuk satu eksekusi dan 10. Alokasi Global lawan Lokal Hal penting lainnya dalam pengalokasian frame adalah pergantian halaman. Karena itu. walaupun frame tersebut sedang dialokasikan untuk proses yang lain. Dalam Penggantian Lokal. Untuk seterusnya sistem harus mengganti beberapa halaman menjadi halaman yang akan dibutuhkan. page-page dalam memori untuk sebuah proses hanya dipengaruhi prilaku paging proses itu sendiri. Pada titik tertentu. Penggantian Lokal dapat menyembunyikan sebuah proses dengan membuatnya tidak tersedia bagi proses lain. Hal ini mengakibatkan kasalahan halaman yang terus-menerus a. tetapi ada kemungkinan proses lain tidak mendapatkan frame karena framenya terambil oleh proses lain. Halaman-halaman dalam memori untuk sebuah proses tergantung tidak hanya pada prilaku paging dari proses tersebut. Maka hal ini mengakibatkan kasalahan halaman. tetap ada halaman dalam jumlah besar yang memiliki kondisi aktif digunakan. maka sistem akan menambah derajat dari multiprogramming yang berarti menambah jumlah proses yang sedang berjalan. Jika Utilitas CPU rendah. secara umum Penggantian Global menghasilkan sistem throughput yang lebih bagus. Masalah pada algoritma Penggantian Global adalah bahwa sebuah proses tidak bias mengontrol kasalahan halaman-nya sendiri. menggunakan halaman yang lebih sedikit pada memori. Pada titik ini terjadi aktifitas paging yang tinggi yang akan menyebabkan . Penggantian Global dan Penggantian Lokal. Sebagai contoh. Proses berprioritas tinggi ini dapat mancari frame pengganti dari frame-frame yang telah dialokasikan untuknya atau dari frameframe yang dialokasikan untuk proses berprioritas lebih rendah. Karena semua halamannya aktif digunakan. Thrashing Thrashing adalah keadaan dimana terdapat akitifitas yang tinggi dari paging. Jadi. proses yang sama dapat tampil berbeda (memerlukan 0. maka itu artinya metode yang paling sering digunakan. Dengan Penggantian Global. tetapi juga pada prilaku paging dari proses lain. maka kita tidak bisa menjaga agar CPU sibuk. Pergantian global memperbolehkan sebuah proses mencari frame pengganti dari semua frame-frame yang ada. maka halaman yang diganti adalah halaman yang dalam waktu dekat berkemungkinan akan digunakan kembali. 12. d. jumlah frame yang teralokasi tidak berubah. Hal ini memang efisien. Utilitas dari CPU bisa ditingkatkan dengan meningkatkan jumlah proses. Dalam penggantian lokal. menambah jumlah proses justru akan menyebabkan utilitas CPU turun drastis dikarenakan proses-proses yang baru tidak mempunya memori yang cukup untuk berjalan secara efisien. maka dari itu kita dapat mengklasifikasikan algoritma penggantian halaman kedalam dua kategori. Penyebab Thrashing utilitas dari CPU selalu diharapkan tinggi hingga mendekati 100%. Aktifitas paging yang tinggi ini maksudnya adalah pada saat sistem sibuk melakukan swap-in dan swap-out dikarenakan banyak kasalahan halaman yang terjadi. Jika proses yang dikerjakan CPU hanya sedikit.Algoritma ini dinamakan alokasi prioritas. sehingga meningkatkan jumlah frame yang teralokasi pada proses itu sendiri (asumsi bahwa proses lain tidak memilih frame proses tersebut untuk penggantian. Penggantian lokal memberi aturan bahwa setiap proses hanya boleh memilih frame pengganti dari frame-frame yang memang dialokasikan untuk proses itu sendiri.

proses yang baru berusaha merebut frame-frame yang telah dialokasikan untuk proses yang sedang berjalan. Selama satu proses di eksekusi. Pada gambar di bawah ini tergambar grafik dimana utilitas dari CPU akan terus meningkat seiiring dengan meningkatnya derajat dari multiprogramming hingga sampai pada suatu titik saat utilitas CPU menurun drastis. menghasilkan lokalitas yang buruk. jika satu proses mulai thrashing. waktu akses efektif akan bertambah walau pun untuk suatu proses yang tidak thrashing. di sisi lain. Ketika sistem mendeteksi bahwa utilitas CPU menurun dengan bertambahnya proses. Struktur Program Pemilihan struktur data dan struktur permograman secara cermat dapat meningkatkan locality dan karenanya menurunkan tingkat kesalahan halaman dan jumlah halaman di working set. Suatu program pada umumnya dibuat pada beberapa lokalitasm sehingga ada kemungkinan terjadi overlap. maka system meningkatkan lagi derajat dari multiprogramming. Rata-rata waktu layanan untuk kesalahan halaman akan bertambah seiring dengan makin panjangnya rata-rata antrian untuk melakukan paging. Thrashing dapat muncul bila ukuran lokalitas lebih besar dari ukuran memori total. proses itu akan berada pada antrian untuk melakukan paging yang mana hal ini memakan banyak waktu. karena akses selalu dari atas. Faktorfaktor lain yang berbobot berat termasuk kecepatan pencarian. Cara untuk mengetahui berapa frame yang dibutuhkan salah satunya adalah dengan strategi Working Set. Membatasi Efek Thrashing Efek dari thrashing dapat dibatasi dengan algoritma pergantian lokal atau prioritas. didesain untuk menyebar referensi-referensi. Dengan pergantian lokal. referensi akan locality hanyalah satu ukuran dari efisiensi penggunaan struktur data. Hal ini mengakibatkan kesalahan halaman meningkat tajam. Utilitas CPU akan menurun dengan sangat drastis diakibatkan oleh sistem yang terus menerus menambah derajat multiprogramming. Tentunya. derajat dari multiprogramming harus diturunkan. jumlah total dari referensi dan jumlah total dari halaman yang disentuh. Salah satu cara untuk menghindari thrashing. Pada titik ini. Proses. untuk menghentikan thrashing. Lokalotas adalah kumpuulan halaman yang aktif digunakan bersama. . kita harus menyediakan sebanyak mungkin frame sesuai dengan kebutuhan suatu proses. Sebuah stack memiliki lokalitas yang baik. Sebuah hash table. model lokalitas berpindah dari satu lokalitas satu ke lokalitas lainnnya. 13. Derajat dari Multiprogramming b. Maka. Jika proses mulai thrashing. proses tersebut dapat mengambil frame dari proses yang lain dan menyebabkan proses itu tidak langsung thrashing.thrashing.

Beberapa sistem membedakan penggunaan huruf besar dan kecil dalam penamaan sebuah berkas. untuk kenyamanan bagi pengguna. Contohnya: • • • • Text file. atau dapat juga diformat pasti. sebagai tempat penyimpanan data. Seperti yang telah kita ketahui. serta struktur direktori. yaitu urutan subroutine dan fungsi. dan optical disks. artinya data tidak dapat ditulis ke penyimpanan sekunder kecuali jika berada di dalam berkas. alfabetik. 2. dan untuk acuan bagi data yang terkandung di dalamnya. Agar komputer dapat digunakan dengan nyaman. berkas adalah urutan bit. yaitu berkas. atau catatan yang didefinisikan oleh pembuat berkas dan pengguna. Data dari berkas dapat bersifat numerik. sehingga kandungan di dalamnya tidak akan hilang jika terjadi gagal listrik mau pun system reboot. yang mengatur dan menyediakan informasi mengenai seluruh berkas dalam sistem. Secara umum. yang nantinya akan dideklarasikan.BAB VIII SISTEM BERKAS 1. sistem operasi menyediakan sistem penyimpanan dengan sistematika yang seragam. adalah rangkaian code section yang dapat dibawa loader ke dalam memori dan dieksekusi. Media penyimpanan ini umumnya bersifat non-volatile. seperti magnetic disks. sementara . atau pun biner. misalnya berkas teks. baris. Informasi dalam berkas ditentukan oleh pembuatnya. Berkas adalah kumpulan informasi berkait yang diberi nama dan direkam pada penyimpanan sekunder. Nama berkas biasanya berupa string atau karakter. merupakan urutan byte yang diatur ke dalam blok-blok yang dikenali oleh linker dari sistem. alfanumerik. Atribut Pada Berkas Berkas diberi nama. magnetic tapes. Source file. Sistem Operasi mengabstraksi properti fisik dari media penyimpanannya dan mendefinisikan unit penyimpanan logis. Executable file. Berkas dipetakan ke media fisik oleh sistem operasi. Pendahuluan Sistem berkas merupakan mekanisme penyimpanan on-line serta untuk akses. Object file. sesuai dengan jenisnya masing-masing. baik data mau pun program yang berada dalam Sistem Operasi. Terdapat dua bagian penting dalam sistem berkas. berkas merupakan bagian terkecil dari penyimpanan logis. yaitu urutan karakter yang disusun ke dalam baris-baris. Format berkas juga bisa bebas. komputer dapat menyimpan informasi ke beberapa media penyimpanan yang berbeda. Dari sudut pandang pengguna. yaitu: • • kumpulan berkas. Biasanya berkas merepresentasikan program (baik source mau pun bentuk objek) dan data. Ada banyak beragam jenis informasi yang dapat disimpan dalam berkas. Hal ini disebabkan oleh struktur tertentu yang dimiliki oleh berkas. byte.

keamanan. misalnya siapa saja yang boleh membaca. kita menggunakan system call beserta nama berkas yang akan ditulisi dan informasi apa yang akan ditulis pada berkas. pengguna. dibutuhkan untuk sistem yang mendukung beberapa type berbeda Lokasi. membaca. kemudian direktori tersebut akan mencatat nama berkas dan lokasinya pada sistem berkas. suatu berkas ketika sedang dibaca atau ditulis. sistem mencari ke direktori untuk mendapatkan lokasi berkas. direktori mencari berkas yang akan dibaca. huruf. . dan penggunaan terakhir berkas. 3. Nama. maka berkas tersebut akan menjadi mandiri terhadap proses. merupakan satu-satunya informasi yang tetap dalam bentuk yang bisa dibaca oleh manusia (human-readable form) Type. Sama seperti menulis. Data tersebut dapat berguna untuk proteksi. baik dalam byte. tanggal dan identifikasi pengguna. Sistem operasi menyediakan system calls untuk membuat. Membuat sebuah berkas: Ada dua cara dalam membuat berkas. menulis.sistem yang lain menganggap kedua hal di atas sama. mencari. Menulis pada sebuah berkas: Untuk menulis pada berkas. adalah informasi mengenai kontrol akses. c. informasi ini biasanya disimpan untuk: • • • b. Pertama. Atribut berkas terdiri dari: a. c. menghapus. yaitu ukuran berkas pada saat itu. Ketika pembacaan dimulai. tempat baru di dalam sistem berkas harus di alokasikan untuk berkas yang akan dibuat. bahkan sistem yang membuatnya. kita perlu melihat operasi yang dapat dilakukan pada berkas tersebut. Kedua. atau pun blok Proteksi. sebuah direktori harus mempersiapkan tempat untuk berkas baru. Informasi tentang seluruh berkas disimpan dalam struktur direktori yang terdapat pada penyimpanan sekunder. dan monitoring penggunaan dari berkas.Ketika berkas diberi nama. Direktori. sehingga keduanya harus disimpan pada sebuah device dan baru dibawa bagian per bagian ke memori pada saat dibutuhkan. dan mengeksekusi berkas Waktu. Sistem juga harus menyimpan penunjuk tulis pada berkas dimana penulisan berikut akan ditempatkan. pembuatan berkas. Berikut dapat kita lihat apa yang harus dilakukan sistem operasi pada keenam operasi dasar pada berkas. Penunjuk tulis harus diperbaharui setiap terjadi penulisan pada berkas. d. modifikasi terakhir yang dilakukan pada berkas. Untuk mendefinisikan berkas secara tepat. merupakan pointer ke device dan ke lokasi berkas pada device tersebut Ukuran (size). kita menggunakan system call beserta nama berkas dan di blok memori mana berkas berikutnya diletakkan. Sehingga secara umum. penunjuk baca harus diperbaharui. Operasi Pada Berkas Sebuah berkas adalah jenis data abstrak. f. e. seperti berkas. Membaca sebuah berkas: Untuk dapat membaca berkas. dan sebagainya. dan sistem menyimpan penunjuk baca pada berkas dimana pembacaan berikutnya akan terjadi. baca dan tulis b. harus bersifat non-volatile. kebanyakan sistem hanya mempunyai satu penunjuk. Ketika diberi nama berkas. menulis. a.

e. Operasi dasar ini kemudian digabung untuk melakukan operasi lainnya. dan mengembalikan lokasi berkas pada saat itu. Menempatkan kembali sebuah berkas: Direktori yang bertugas untuk mencari berkas yang bersesuaian. Enam operasi dasar ini sudah mencakup operasi minimum yang di butuhkan. Dalam sistem seperti itu pengguna yang membuka berkas mungkin lebih dari satu dan pada waktu yang hampir bersamaan. maka dari itu harus disimpan terpisah dari atribut berkas yang ada pada disk. Biasanya tabel tersebut juga memiliki data berapa banyak proses yang membuka berkas tersebut. Ketika berkas sudah tidak digunakan lagi dan sudah ditutup oleh yang menggunakan. atau menyalin berkas ke peralatan I/O lainnya seperti printer. Tetapi pada sistem lainnya terkadang membutuhkan pembukaan berkas secara tersurat dengan system call (open) sebelum berkas dapat digunakan. d. Implementasi dari buka dan tutup berkas dalam lingkungan dengan banyak perngguna seperti UNIX. Ada tabel yang mendata proses mana saja yang membuka berkas tersebut. Umumnya sistem operasi menggunakan tabel internal dua level. Menghapus sebuah berkas: Untuk menghapus berkas kita perlu mencari berkas tersebut di dalam direktori. Menempatkan berkas tidak perlu melibatkan proses I/O. kebanyakan sistem akan membuka berkas apabila berkas tersebut digunakan secara aktif. hal ini lebih baik dari pada memaksa pengguna untuk menghapus berkas dan membuatnya lagi. Beberapa sistem terkadang langsung membuka berkas ketika berkas tersebut digunakan dan otomatis menutup berkas tersebut jika program atau pemakainya dimatikan. sistem harus mengosongkan • . Sistem operasi akan menyimpan tabel kecil yang berisi informasi semua berkas yang dibuka yang disebut "tabel berkas terbuka".menggunakan penunjuk yang sama. lebih rumit. Operasi umum lainnya adalah menyambung informasi baru di akhir suatu berkas. Untuk menghindari pencarian yang lama. Hampir semua operasi pada berkas melibatkan pencarian berkas pada direktori. dengan cara membuat berkas lalu membaca dari berkas lama dan menulis ke berkas yang baru. Operasi sering disebut pencarian berkas. kemudian tabel tersebut menunjuk ke tabel yang lebih besar yang berisi informasi yang berdiri sendiri seperti lokasi berkas pada disk. tanggal akses dan ukuran berkas. Setelah ditemukan kita membebaskan tempat yang dipakai berkas tersebut (sehingga dapat digunakkan oleh berkas lain) dan menghapus tempatnya di direktori. sistem tersebut harus mengikuti posisi dimana terakhir proses baca dan tulis sebagai penunjuk. Penunjuk ini unik untuk setiap operasi pada berkas. f. dan lain-lain. Memendekkan berkas: Ada suatu keadaan dimana pengguna menginginkan atribut dari berkas tetap sama tetapi ingin menghapus isi dari berkas tersebut. maka sistem operasi mengeluarkan berkas tersebut dari tabel berkas terbuka. Fungsi ini mengizinkan semua atribut tetap sama tetapi panjang berkas menjadi nol. mengubah nama suatu berkas. hal ini menghemat tempat dan mengurangi kompleksitas sistem. Penghitung berkas yang terbuka: Setelah berkas ditutup. Sebagai contoh misalnya kita menginginkan salinan dari suatu berkas. pada dasarnya ada beberapa informasi yang terkait dengan pembukaan berkas yaitu: • Penunjuk Berkas: Pada sistem yang tidak mengikutkan batas berkas sebagai bagian dari system call baca dan tulis. Jadi.

com. dan menjadi nol ketika yang terakhir membaca berkas menutup berkas tersebut barulah sistem dapat mengosongkan tempatnya di tabel. bat. Informasi mengenai lokasi berkas pada disk disimpan di memori agar menghindari banyak pembacaan pada disk untuk setiap operasi. sehingga jenis dari berkas dapat menjadi petunjuk aplikasi apa yang dapat mengoperasikannya. Sistem UNIX tidak dapat menyediakan dukungan untuk akhiran berkas karena menggunakan angka ajaib yang disimpan di depan berkas untuk mengenali jenis berkas. Jenis Berkas Pertimbangan utama dalam perancangan sistem berkas dan seluruh sistem operasi. Nama dibagi dua. . program yang siap dijalankan bin . maka ia dapat mengoperasikan berkas tersebut.exe atau . 4.bat. tetapi beberapa menyerahkan kepada aplikasi untuk mengatur akhiran berkas yang digunakan. kebanyakan hanya untuk membantu pengguna mengenali jenis isi dari suatu berkas. Beberapa sistem operasi menyertakan dukungan terhadap akhiran. Tetapi UNIX memperbolehkan akhiran berkas tetapi hal ini tidak dipaksakan atau tergantung sistem operasi. • Lokasi berkas pada disk: Kebanyakan operasi pada berkas memerlukan sistem untuk mengubah data yang ada pada berkas. Tabel Jenis Berkas Jenis berkas executable Akhiran Fungsi exe. Jika suatu sistem operasi mengenali jenis dari berkas. Tidak semua berkas memiliki angka ini. Karena mungkin ada beberapa proses yang membuka berkas secara bersamaan dan sistem harus menunggu sampai berkas tersebut ditutup sebelum mengosongkan tempatnya di tabel. Teknik yang umum digunakan dalam implementasi jenis berkas adalah menambahkan jenis berkas dalam nama berkas. jadi sistem tidak bisa bergantung pada informasi ini. Sebagai contoh hanya berkas yang berakhiran . hal ini dapat dicegah apabila sistem operasi sudah diberitahu bahwa berkas tersebut merupakan kode biner. Penghitung ini mencatat banyaknya berkas yang telah dibuka dan ditutup. Program aplikasi juga menggunakan akhiran tersebut untuk mengenal berkas yang dapat dioperasikannya. Beberapa sistem operasi menyediakan fasilitas untuk memetakan berkas ke dalam memori pada sistem memori virtual. apakah sistem operasi harus mengenali dan mendukung jenis berkas. Contoh apabila pengguna mencoba mencetak berkas yang merupakan kode biner dari program yang pasti akan menghasilkan sampah. Akhiran ini dapat ditimpa atau diganti jika diperbolehkan oleh sistem operasi. Operasi baca dan tulis pada memori dengan alamat tersebut dianggap sebagai operasi baca dan tulis pada berkas yang ada di alamat tersebut.com yang bisa dijalankan (eksekusi). nama dan akhiran (ekstensi). Hal tersebut mengizinkan bagian dari berkas ditempatkan pada suatu alamat di memori virtual. Sistem menggunakan akhiran tersebut untuk mengindikasikan jenis berkas dan jenis operasi yang dapat dilakukan pada berkas tersebut.kembali tabel berkas yang dibuka yang digunakan oleh berkas tadi atau tempat di tabel akan habis. Menutup berkas mengakibatkan semua data yang ada pada alamat memori tersebut dikembalikan ke disk dan dihilangkan dari memori virtual yang digunakan oleh proses. biasanya dipisahkan dengan karakter titik. Tabel 5-1.

o bahasa mesin. Penggunaan Berkas Secara Bersama-sama Konsistensi semantik adalah parameter yang penting untuk evaluasi sistem berkas yang mendukung penggunaan berkas secara bersama. Byte yang terbuang tersebut dipertahankan agar ukuran dari unit tetap blok bukan byte disebut fragmentasi dalam disk. . Konversi dari 'logical record' ke 'physical record' merupakan masalah perangkat lunak. sebuah berkas berukuran 1. Setiap byte dialamatkan menurut batasnya dari awal berkas sampai akhir. Pada kasus ini ukuran 'logical record' adalah 1 byte. dan teknik untuk memuatkannya menjelaskan berapa banyak 'logical record' dalam tiap-tiap 'physical record'. tar beberapa berkas yang dikumpulkan menjadi satu berkas. 6. Semua sistem berkas pasti mempunyai fragmentasi dalam disk. Tempat pada disk selalu berada pada blok. Struktur Berkas Pada Disk Menempatkan batas dalam berkas dapat menjadi rumit bagi sistem operasi. dvi. ukuran blok pada disk. Sebagai contoh pada sistem operasi UNIX. Ukuran dari 'logical record' akan bervariasi. doc data text.949 byte akan menempati empat blok (2. Lebih khusus. cc.048 byte) dan akan tersisa 99 byte pada blok terakhir. tex. kode asal dari berbagai bahasa code) asm. Sistem disk biasanya memiliki ukuran blok yang sudah ditetapkan dari ukuran sektor. Hal ini juga merupakan karakterisasi dari sistem yang menspesifikasi semantik dari banyak pengguna yang mengakses berkas secara bersamasama. a. java. document pengolah kata wpd. Jika setiap blok berukuran 512 byte. pas. kode terkompilasi kode asal (source c. zip. Di bawah ini akan dijelaskan kriteria yang digunakan dalam UNIX. Semua I/O dari disk dilakukan dalam satuan blok dan semua blok ('physical record') memiliki ukuran yang sama. Teknik memuatkan dapat dilakukan oleh aplikasi pengguna atau oleh sistem operasi. a batch bat. semantik ini seharusnya dapat menspesifikasi kapan suatu modifikasi suatu data oleh satu pengguna dapat diketahui oleh pengguna lain. Tetapi ukuran dari 'physical record' tidak akan sama dengan ukuran 'logical record'. gif format aSCII atau biner untuk dicetak archive arc. Berkas juga dapat dianggap sebagai urutan dari beberapa blok pada disk. Memuatkan beberapa 'logical record' ke dalam 'physical record' merupakan solusi umum dari masalah ini. Sistem berkas secara otomatis memuatkan byte-byte tersebut kedalam blok pada disk.Jenis berkas Akhiran Fungsi objek obj. Ukuran 'logical record'. semakin besar ukuran blok akan semakin besar fragmentasi dalam disknya. gambar ps. sh perintah pada shell text txt. doc format jenis pengolah data library lib. semua berkas didefinisikan sebagai kumpulan byte. DLL library untuk rutin program print. sehingga beberapa bagian dari blok terakhir yang ditempati berkas dapat terbuang. Terdapat beberapa macam konsistensi semantik. Terkadang dimampatkan untuk penyimpanan 5.

Penulisan ke berkas yang dibuka oleh pengguna dapat dilihat langsung oleh pengguna lain yang sedang mengakses ke berkas yang sama. . Reabilitas dari sebuah sistem Maksud dari reabilitas sistem adalah kemampuan sebuah sistem untuk melindungi informasi yang telah disimpan agar terhindar dari kerusakan. Write: Menulis berkas c. Edit: Mengedit sebuah berkas. 7. Reabilitas Sistem akan dibahas lebih lanjut pada bagian berjudul Kehandalan Disk di Bab 6. Copy: Menduplikasikan sebuah berkas. Pembatasan akses yang dimaksudkan adalah kita. g. Rename: Mengganti nama sebuah berkas. f. Reabilitas sistem dapat dijaga dengan membuat cadangan dari setiap berkas secara manual atau pun otomatis. Execute: Meload berkas kedalam memori untuk dieksekusi. sesuai dengan layanan yang dari sebuah sistem operasi. Read: Membaca dari berkas b. ada dua hal yang harus menjadi perhatian utama kita. 8. Sehingga perubahan pointer satu pengguna akan mempengaruhi semua pengguna sharingnya. Di bawah ini adalah beberapa operasi berkas yang dapat diatur aksesnya: a.Berkas sistem UNIX mengikuti konsistensi semantik: a. Pembatasan ini berupa sebuah permission atau pun not permitted operation. Hal tersebut adalah: a. b. dapat menentukan operasi apa saja yang dapat dilakukan oleh pengguna lain terhadap berkas tersebut. Tipe Akses Pada Berkas Salah satu cara untuk melindungi berkas dalam komputer kita adalah dengan melakukan pembatasan akses pada berkas tersebut. dalam hal ini adalah perlindungan secara fisik pada sebuah berkas. d. h. kita akan membahas secara detil mekanisme yang diterapkan dalam melindungi sebuah berkas. tergantung pada kebutuhan pengguna lain terhadap berkas tersebut. Delete: Menghapus berkas. Pada bagian ini. List: Mendaftar properti dari sebuah berkas. Append: Menambahkan informasi kedalam berkas di akhir berkas. Terdapat bentuk pembagian dimana pengguna membagi pointer lokasi ke berkas tersebut. sebagai pemilik dari sebuah berkas. Proteksi Berkas Ketika kita menyimpan informasi dalam sebuah sistem komputer. e. Proteksi (Perlindungan) terhadap sebuah berkas Perlindungan terhadap berkas dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. i. b.

Universe: Seluruh pengguna yang terdapat dalam sistem komputer. c. Dengan adanya pengelompokkan pengguna seperti ini.txt owner group universe group owner ukuran waktu nama berkas 10. atau men-share sebuah berkas. Jika pengguna tersebut memiliki akses yang diminta pada berkas tersebut.25 bekas. bit w sebagai kontrol menulis dan bit x sebagai bit kontrol untuk pengeksekusian. Masalah baru yang timbul adalah panjang dari daftar akses yang harus dibuat. Pembuatan daftar yang sangat panjang ini dapat menjadi pekerjaan yang sangat melelahkan sekaligus membosankan. Field ini diasosiasikan dengan 3 buah bit untuk setiap kategori. Dalam sistem UNIX dikenal bit rwx dengan bit r untuk mengontrol akses baca. Oleh karena itu. dan sistem operasi akan mengeluarkan peringatan Protection Violation. Implementasi dari akses ini adalah dengan membuat daftar akses yang berisi keterangan setiap pengguna dan keterangan akses berkas dari pengguna yang bersangkutan. b. Untuk meningkatkan efisiensi I/O. Owner: User yang membuat berkas. Contoh sistem daftar akses pada UNIX drwx rwx rwx 1 pbg staff 512 Apr 16 22. Seperti telah disebutkan.Selain operasi-operasi berkas diatas. maka diperbolehkan untuk mengakses berkas tersebut. tidak memiliki ukuran yang tetap. terutama jika jumlah pengguna dalam sistem tidak dapat diketahui secara pasti. Dibawah ini adalah contoh dari sistem proteksi dengan daftar akses pada sistem UNIX. perlindungan terhadap berkas dapat dilakukan dengan mekanisme yang lain. Group: Sekelompok pengguna yang memiliki akses yang sama terhadap sebuah berkas. b. Akses List dan Group Hal yang paling umum dari sistem proteksi adalah membuat akses tergantung pada identitas pengguna yang bersangkutan. Teknik ini mengelompokkan pengguna berdasarkan tiga kategori: a. Struktur Sistem Berkas Disk menyediakan sebagian besar tempat penyimpanan dimana sistem berkas dikelola dikelola. Akses pengguna terhadap berkas akan ditolak. Kedua konsekuensi diatas melahirkan sebuah teknik daftar akses yang lebih singkat. 9. teknik ini mengakibatkan 2 konsekuensi yang tidak dapat dihindarkan: a. Tabel 5-2. Setiap field dipisahkan dengan field separator. karena ukuran sebuah direktori dapat berubah-ubah. kita harus mendaftarkan semua pengguna dalam daftar akses tersebut hanya untuk akses pada satu berkas saja. Manajemen ruang harddisk yang lebih rumit. Proses ini juga berlaku untuk hal yang sebaliknya. pengiriman data antara memori dan disk dilakukan dalam . Pemilihan mekanisme sangatlah tergantung pada kebutuhan dan spesifikasi sistem. Namun setiap mekanisme memiliki kelebihan dan kekurangan. maka kita hanya membutuhkan tiga field untuk melindungi sebuah berkas. Daftar akses ini akan diperiksa setiap kali seorang pengguna meminta akses ke sebuah berkas.

memodifikasi. Masalah ini mengindikasikan bahwa alokasi berangkai sebaiknya tidak digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan akses langsung. Organisasi Sistem Berkas Sistem operasi menyediakan sistem berkas agar data mudah disimpan. operasi ke berkas. namun untuk akses langsung. biasanya berukuran 512 bytes.setiap blok. beberapa sistem mendukung akses langsung dengan menggunakan alokasi berdampingan (contiguous allocation). Untuk jenis akses apa pun. lalu membacanya secara langsung. kita juga dapat menyimpan alamat dari blok selanjutnya ke dalam memori. dan menulis di disk tersebut. terdiri atas driver device dan interrupt handler. maka alamat disk pada blok ke-i dapat segera dikalkulasi dan dibaca secara langsung. Pada dasarnya sistem berkas tersusun atas beberapa tingkatan. Logical file system. Terdapat dua masalah desain dalam membangun suatu sistem berkas. Masalah pertama adalah definisi dari sistem berkas. alokasi yang berdampingan hanya memerlukan satu akses untuk mendapatkan sebuah blok disk. yaitu: • • Disk tersebut dapat ditulis ulang di disk tersebut. Sistem yang lebih banyak menggunakan akses sekuensial (berurutan) akan memakai metode yang berbeda dengan sistem yang lebih sering menggunakan akses random (acak). Modul ini juga mengatur sisa disk dengan melacak alamat yang belum dialokasikan dan menyediakan alamat tersebut saat user ingin menulis berkas ke dalam disk. File-organization module. dan struktur direktori dalam mengorganisasikan berkas-berkas. dan berpindah dari satu berkas ke berkas lain dengan hanya mengangkat head disk dan menunggu disk berputar. Masalah kedua adalah membuat algoritma dan struktur data yang memetakan struktur logikal sistem berkas ke tempat penyimpanan sekunder. serta akses berurutan dengan alokasi berangkai. Hal ini mencakup definisi berkas dan atributnya. yaitu (dari yang terendah): • • • I/O control. Oleh sebab itu. hal ini memungkinkan untuk membaca. Karena kita dapat menyimpan initial address dari berkas di dalam memori. Setiap blok merupakan satu atau lebih sektor. Basic file system. Untuk alokasi berangkai (linked list). 11. dan proteksi dan sekuriti dari berkas tersebut. struktur dari direktori. diperlukan untuk mengeluarkan perintah generik ke device driver untuk baca dan tulis pada suatu blok dalam disk. tingkat ini berisi informasi tentang simbol nama berkas. informasi tentang alamat logika dan alamat fisik dari berkas tersebut. 12. Hal ini memudahkan untuk mengakses setiap berkas baik secara berurut mau pun tidak berurut. Disk memiliki dua karakteristik penting yang menjadikan disk sebagai media yang tepat untuk menyimpan berbagai macam berkas. Kinerja Sistem Berkas • Salah satu kesulitan dalam membandingkan performa sistem adalah menentukan bagaimana sistem tersebut akan digunakan. Driver device adalah perantara komunikasi antara sistem operasi dengan perangkat keras. Setiap disk memiliki ukuran yang berbeda-beda. Dapat diakses langsung ke setiap blok di disk. Metode ini sangat baik untuk akses sekuensial. diletakkan dan diambil kembali dengan mudah. Untuk . akses menuju blok ke-ikemungkinan membutuhkan pembacaan disk sebanyak i kali.

performa alokasi dengan menggunakan indeks ditentukan oleh: struktur indeks. Setiap sistem . Para pengguna Windows tidak akan menemui kesulitan dalam menggunakan sistem direktori yang telah dibuat oleh Microsoft. Namun. Untuk indeks dua tingkat. menyimpan blok indeks dalam memori memerlukan ruang (space) yang besar. Dalam direktori ini terdapat pustaka-pustaka yang diperlukan oleh Windows. dengan mendeklarasikan jarak maksimum. Jika blok indeks telah terdapat dalam memori. Direktori yang secara otomatis dibuat dalam instalasi Windows adalah: 1. Beberapa sistem mengkombinasikan alokasi berdampingan dengan alokasi indeks. Sistem operasi ini sangat memudahkan para penggunanya dengan membuat struktur direktori yang sangat userfriendly. Macam-macam Sistem Berkas Sistem Berkas Pada Windows Sistem operasi Windows merupakan sistem operasi yang telah dikenal luas. Berkas yang dibuat untuk akses sekuensial (berurutan) akan dirangkaikan dan tidak dapat digunakan untuk akses langsung. akses dapat dilakukan secara langsung. baru kemudian blok data yang diinginkan. yaitu keluarga Windows 9x dan keluarga Windows NT (New Technology). 3. Berkas yang dibuat untuk akses langsung akan berdampingan dan dapat mendukung baik akses langsung mau pun akses berurutan. Windows menggunakan sistem drive letter dalam merepresentasikan setiap partisi dari disk. Sistem operasi Windows dibagi menjadi dua keluarga besar. Sistem operasi Windows dapat berjalan diatas beberapa macam sistem berkas. dan program-program esensial yang dibutuhkan oleh Windows untuk berjalan dengan baik. Dengan demikian. ukuran berkas. device driver. 13. pembacaan dua blok indeks mungkin diperlukan. Jika ruang memori tidak tersedia. Alokasi dengan menggunakan indeks lebih rumit lagi. dan beralih secara otomatis ke alokasi indeks jika berkas semakin membesar. Semua program yang diinstal akan menulis entry ke dalam registry agar program tersebut dapat dijalankan dalam sistem Windows. registry.sistem-sistem tersebut. mengakses blok di dekat akhir suatu berkas akan membutuhkan pembacaan seluruh blok indeks agar dapat mengikuti rantai penunjuk sebelum blok data dapat dibaca. Direktori C:\WINDOWS Direktori ini berisikan sistem dari Windows. Direktori C:\Program Files Direktori ini berisikan semua program yang diinstal ke dalam sistem operasi. Perhatikan bahwa sistem operasi harus mendukung struktur data dan algoritma yang sesuai untuk mendukung kedua metode alokasi di atas. Untuk berkas yang berukuran sangat besar. maka kita mungkin harus membaca blok indeks terlebih dahulu. Sistem operasi secara otomatis akan terdapat dalam partisi pertama yang diberi label drive C. Caranya adalah dengan menggunakan alokasi berdampingan untuk berkas berukuran kecil (3-4 blok). 2. jenis akses harus dideklarasikan pada saat berkas dibuat. dan posisi dari blok yang diinginkan. Direktori C:\My Documents Direktori ini berisikan semua dokumen yang dimiliki oleh pengguna sistem.

perintah-perintah tersebut merupakan programprogram kecil yang dapat dieksekusi oleh pengguna. Sistem Berkas yang terdapat dalam sistem operasi Windows adalah: 1. Sedangkan untuk mengatur environment variable. Environment variable ini menentukan karakteristik dari shell kita dan interaksi pengguna dengan shell tersebut. Direktori ini biasanya hanya terdiri dari direktoridirektori lainnya yang terletak pada level dibawah level direktori root.1 2. Direktori home juga bisa ditemukan pada level ini hasil pembuatan oleh administrator sistem. Sistem Berkas pada UNIX (dan turunannya) Ketika kita login ke UNIX. Ada beberapa direktori yang umum terdapat dalam instalasi UNIX: 1. Biasanya direktori root ini diberi tanda / atau slash. Direktori "/bin" Direktori ini berisi program-program yang esensial agar sistem operasi dapat bekerja dengan benar. Tetapi kita bisa membuat direktori lain pada level ini. Karena sebagian besar dari direktoridirektori ini berisi fungsi-fungsi yang sifatnya kritikal yang dimana sistem operasi dan semua aplikasi memerlukan direktori-direktori ini dengan nama yang sudah diberikan pada awal instalasi. gunakan saja perintah printenv. gunakan setenv. Sistem berkas ini adalah sistem berkas berbasis journaling dan dapat digunakan hanya pada keluarga Windows NT. Direktori "/" (root) Direktori ini terletak pada level teratas dari struktur direktori UNIX. sebuah binary adalah berkas yang dapat dieksekusi. perintah pencarian dan lain-lainnya. bin adalah singkatan dari kata binary. Berkas-berkas dapat disimpan pada direktori root tetapi usahakan tidak menyimpan berkas-berkas biasa sehingga direktori ini tetap terjaga keteraturannya. 2. Direktori root kita dikenal sebagai direktori home kita dan dispesifikasi dengan environment variable yang dinamakan HOME. Sebagian besar dari perintah dalam UNIX merupakan binary. programprogram shell. Di UNIX. NTFS: Merupakan singkatan dari New Technology File System. FAT 16: Sistem berkas ini digunakan dalam sistem operasi DOS dan Windows 3. Terkadang direktori bin terhubung ke direktori lain yang dinamakan /usr/bin. Environment variable yang umum adalah variabel PATH. Dalam direktori ini dapat ditemukan perintah-perintah navigasi. Direktori . Ada beberapa perintah yang disebut perintah built-in dimana fungsi mereka dikendalikan oleh program shell sehingga mereka tidak beroperasi sebagai binary yang terpisah. Semua keluarga Windows yang berbasis Windows NT dapat mendukung sistem berkas yang digunakan oleh keluarga Windows 9x. namun hal tersebut tidak berlaku sebaliknya. Keunggulan dari sistem berkas ini adalah fasilitas recovery yang memungkinkan dilakukannya penyelamatan data saat terjadi kerusakan pada sistem operasi. 3. Untuk melihat daftar environment variable. Perubahan penamaan direktori-direktori yang ada pada direktori root akan menyebabkan sebagian besar dari sistem menjadi tidak berguna. yang mendefinisikan dimana shell akan mencari ketika perintah dari pengguna. kita akan ditempatkan di direktori root kita. FAT 32: Sistem ini digunakan oleh keluarga Windows 9x.berkas memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.

data-data seperti ini disimpan di direktori var. Direktori ini berisi berkas-berkas yang dapat diakses oleh para pengguna biasa. hal ini diakibatkan ada pustaka yang hilang dari direktori lib. Oleh karena itu. Direktori "/etc" Direktori yang dibaca et-see ini berisi beberapa konfigurasi berkas pengguna dan sistem. pesan untuk hari ini. dan berkas yang ditunjuk sistem sebagai operasi normal seperti berkas kata sandi. Perubahan data dalam sistem yang aktif sangatlah cepat. 3. 8. Binary-binary ini bukan yang biasa digunakan oleh pengguna tetapi digunakan agar komputer dapat beroperasi secara efisien. Direktori "/var" Direktori ini berisi data yang bermacam-macam (vary). Direktori "/dev" Direktori ini berisi berkas-berkas alat atau alat I/O. /bin adalah gerbang untuk mencapai /usr/bin. Jika sudah tersedia. Karena sifatnya yang selalu berubah tidak memungkinkan disimpan dalam direktori seperti "/etc". Direktori "/sbin" Direktori ini berisi binary-binary juga seperti pada direktori bin. 4. UNIX biasanya tidak menimpa pustaka tersebut.Tetapi. Hal-hal seperti monitor. Pustaka ini adalah rutin perangkat lunak (software routines) yang digunakan lebih dari satu bagian dari sistem operasi. dan lain-lainnya. 6./usr/bin biasanya adalah lokasi sebenarnya dari binary-binary pengguna disimpan. Jika UNIX memerlukan perangkatperangkat tersebut maka UNIX akan mencarinya ke direktori dev. . printer dan lain-lainnya dianggap hanya sebagai berkas saja oleh sistem operasi. 7. 5. Data-data seperti ini ada dalam waktu yang singkat. Struktur dari direktori ini mirip dengan struktur direktori "/". Beberapa direktori yang terdapat dalam direktori ini berhubungan dengan direktori yang ada di direktori /. Aplikasi-aplikasi di UNIX biasanya memeriksa lib ketika menginstalasi untuk memeriksa apakah pustaka-pustaka yang diperlukan oleh aplikasi sudah tersedia atau belum. Jika pada waktu berusaha menjalankan aplikasi terdapat pesan error. Ketika kita menginstalasi perangkat lunak yang baru maka ada pustakapustaka baru yang ditambahkan ke direktori lib.bedanya adalah binary-binary pada direktori ini berhubungan dengan fungsi-fungsi sistem administrasi pada sistem operasi UNIX.Dalam hal ini. Sistem UNIX menganggap semua hal sebagai berkas. Direktori "/lib" Direktori ini berisi pustaka-pustaka (libraries) yang dibagi (shared). Direktori "/usr" Direktori ini terdiri dari banyak direktori seperti pada direktori root. CD-ROM.