Pendekatan Linguistik (kebahasaan) dan pendekatan terminologi (peristilahan).

Akhlak berasal dari bahasa arab yakni khuluqun yang menurut loghat diartikan: budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Kalimat tersebut mengandung segi-segi persesuaian dengan perkataan khalakun yang berarti kejadian, serta erat hubungan dengan khaliq yang berarti pencipta dan makhluk yang berarti diciptakan. 2. Pendekatan terminologi Akhlak suatu keinginan yang ada di dalam jiwa yang akan dilakukan dengan perbuatan tanpa intervensi akal/pikiran. Menurut Al Ghazali akhlak adalah sifat yang melekat dalam jiwa seseorang yang menjadikan ia dengan mudah tanpa banyak pertimbangan lagi. Sedangkan sebagaian ulama yang lain mengatakan akhlak itu adalah suatu sifat yang tertanam didalam jiwa seseorang dan sifat itu akan timbul disetiap ia bertindak tanpa merasa sulit (timbul dengan mudah) karena sudah menjadi budaya sehari-hari Defenisi akhlak secara substansi tampak saling melengkapi, dan darinya kita dapat melihat lima ciri yang terdapat dalam perbuatan akhlak, yaitu : 1. Akhlak adalah perbuatan yang telah tertanam dalam jiwa seseorang, sehingga telah menjadi kepribadiannya. 2. Akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah dan tanpa pemikiran. Ini berarti bahwa saat melakuakan sesuatu perbuatan, yang bersangkutan dalam keadaan tidak sadar, hilang ingatan, tidur dan gila. 3. Akhlak adalah perbuatan yang timbul dari dalam diri orang yang mengerjakannya, tanpa ada paksaan atau tekanan dari luar. Perbuatan akhlak adalah perbutan yang dilakukan atas dasar kemauan, pilihan dan keputusan yang bersangkutan. Bahwa ilmu akhlak adalah ilmu yang membahas tentang perbuatan manusia yang dapat dinilai baik atau buruk. 4. Akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan sesunggunya, bukan main-main atau karena bersandiwara 5. Sejalan dengan ciri yang keempat, perbuatan akhlak (khususnya akhlak yang baik) adalah perbuatan yang dilakukan karena keikhlasan semata-mata karena Allah, bukan karena dipuji orang atau karena ingin mendapatkan suatu pujian. B. ETIKA Dari segi etimologi (ilmu asal usul kata), etika berasal dari bahasa yunani, ethos yang berarti watak kesusilaan ata adat. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral). Sedangkan etika menurut filasafat dapat disebut sebagai ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk dengan memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran. Etika membahasa tentang tingkah laku manusia. Ada orang berpendapat bahwa etika dan akhlak adalah sama. Persamaan memang ada karena kedua-duanya membahas baik dan buruknya tingkah laku manusia. Tujuan etika dalam pandangan filsafat ialah mendapatkan ide yang sama bagi seluruh manusia disetiap waktu dan tempat tentang ukuran tingkah laku yang baik dan buruk sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran manusia. Akan tetapi dalam usaha mencapai tujuan itu, etika mengalami kesulitan, karena pandangan masing-masing golongan dunia ini tentang baik dan buruk mempunyai ukuran (kriteria) yang berlainan. Apabila kita menelusuri lebih mendalam, maka kita dapat menemukan secara jelas persamaan

4. Kedua. Jadi norma ialah sesuatu yang dipakai untuk mengatur sesuatu yang lain atau sebuah ukuran. terhormat. mulia. aturan atau kebiasaan. etika berfungsi sebagai penilai. Dengan kata lain etika adalah aturan atau pola tingkah laku yang dihasilkan oleh akal manusia. C. Norma moral dijadikan sebagai tolak ukur untuk menetapkan betul salahnya sikap dan tindakan manusia. maka etika lebih merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan upaya menentukan perbuatan yang dilakukan manusia untuk dikatakan baik atau buruk. Sebagai hasil pemikiran maka etika tidak bersifat mutla. 2.dan perbedaan etika dan akhlak. Dengan norma ini orang dapat menilai kebaikan atau keburukan suatu perbuatan. norma menunjukan suatu keharusan. etika berupaya membahas perbutaan yang dilakukan oleh manusia. Norma menunjuk suatu teknik. NORMA Norma berasal dari bahasa latin yakni norma. ukuran. Dari segi objek pembahasannya. Persamaan diantara keduanya adalah terletak pada objek yang akan dikaji. dimana akhlak mempunyai basis atau landasan kepada norma agama yang bersumber dari hadist dan al Quran. 1. E. MORAL Moral berasal dari bahasa latin yakni mores kata jamak dari mos yang berarti adat kebiasaan. Para ahli dapat segera mengetahui bahwa etika berhubungan dengan empat hal sebagai berikut. terhina dsb. suatu alat perkakas yang digunakan oleh tukang kayu. yang berarti penyikut atau siku-siku. Inti pembicaraan tentang moral adalah menyangkut bidang kehidupan manusia dinilai dari baik buruknya perbutaannya selaku manusia. Dengan ciri-ciri yang demikian itu. Dari segi fungsinya. Sedangkan dalam bahasa Indonesia moral diartikan dengan susila. mana yang baik dan mana yang wajar. Dari sinilah kita dapat mengartikan norma sebagai pedoman. Istilah moral senantiasa mengaku kepada baik buruknya perbuatan manusia sebagai manusia. 1. etika bersumber pada akal pikiran dan filsafat. 3. absolut dan tidak pula universal. Sedangkan moral adalah sesuai dengan ide-ide yang umum diterima tentang tindakan manusia. baik buruknya sebagai manusia. D. Dari segi sumbernya. buruk. NILAI Nilai biasanya diarikan sebagai pernyataan mengenai mana yang baik dan mana yang tidak baik . Makna tersebut lebih kepada yang bersifat normatif.Dari segi sifatnya. etika bersifat relatif yakni dapat berubah-rubah sesuai tuntutan zaman. penentu dan penetap terhadap suatu perbuatan tersebut akan dinilai baik. dimana kedua-duanya sama-sama membahas tentang baik buruknya tingkah laku dan perbuatan manusia. 2. Jadi secara terminologi kiat dapat mengambil kesimpulan menjadi dua macam. Sedangkan perbedaannya sumber norma.

Tindakan manusia ini ditentukan oleh bermacammacam norma. yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala yang secara logika-rasional umum (common sense) dinilai menyimpang apa yang dan diterapkan dari dari kode etik Dengan demikian etika adalah refleksi dari disebut dengan "self control". menyatakan tujuan dan yang harus dicapai oleh manusia dalam perbuatan mereka. Menurut Ahmad Amin. norma agama .dan bagaimana seseorang untuk dapat berbuat baik serta tujuan yang memiliki nilai. “etika adalah filsafat nilai. diantaranya norma hukum. etika didefinisikan sebagai "the discipline which can act as the performance index or reference for our control system". ilmu yang mempelajari soal kebaikan semuanya." Menurut Soegarda Poerbakawatja. melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. karena segala sesuatunya dibuat dan untuk kepentingan kelompok sosial (profesi) itu sendiri. menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang seharusnya diperbuat oleh manusia. Dengan demikian. Menurut Martin [1993]. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia. terutama mengenai gerak-gerik pikiran dan keburukan di dalam hidup manusia dan rasa yang merupakan pertimbangan dan perasaan sampai mengenai tujuannya bentuk perbuatan”. norma moral. etika akan memberikan semacam batasan maupun standard Dalam pengertiannya yang akan mengatur pergaulan manusia didalam kelompok sosialnya. Etika disebut juga filsafat moral merupakan cabang filsafat yang berbicara tentang tindakan manusia. pengetahuan tentang nilai-nilai.1 Pengertian Etika Dalam kamus umum Bahasa Indonesia. norma agama dan norma sopan santun. A. yang secara khusus dikaitkan dengan seni pergaulan manusia. etika diartikan ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak ( moral). menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia. yang secara sistematik dan pada etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral saat macam tindakan yang ada. Norma hukum berasal dari hukum dan perundang-undangan. Pembahasan mengenai nilai ini sangat berkaitan dangan pembahasasn etika. Kajian mengenai nilai dalam filsafat moral sangat bermuatan normatif dan metafisika. “etika adalah ilmu pengetahuan yang menjelaskan arti baik dan buruk.

Moralitas adalah sopan santun. kebiasaan masyarakat dan agama untuk membantu menilai tingkahlaku seseorang. sebagai ilmu etika mencari kebenaran dan sebagai filsafat etika mencari keterangan yang sedalam-dalamnya. Moral dapat diukur secara subyektif dan obyektif. etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik. dan suatu perbuatan yang dinilai tidak baik dan perlu dihindari. Kemoralan merupakan sesuatu yang berkait dengan peraturan-peraturan masyarakat yang diwujudkan di luar kawalan individu. etika berasal dari kata Yunani ethos (jamaknya : ta etha). baik dan buruk. baik pada diri seseorang atau masyarakat. adat. Etika adalah filsafat moral. tata cara hidup yang baik. etika dimengerti sebagai refleksi kritis tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak dalam situasi konkret. Moral berkaitan dengan kemampuan untuk membedakan antara perbuatan yang baik dan perbuatan yang salah. Dengan demikian moral merupakan kendali dalam bertingkah laku. Dalam ari ini. Moral ialah tingkah laku yang telah ditentukan oleh etika. (Hardiwardoyo. Moral berkaitan dengan moralitas. akhlak. 2.1 Pengertian Moral Secara kebahasaan perkataan moral berasal dari ungkapan bahasa latin mores yang merupakan bentuk jamak dari perkataan mos yang berarti adat kebiasaan. layak atau tidak layak. segala tingkah laku yang dikenal pasti oleh etika sebagai baik b. yang berarti “adat-istiadat” atau “kebiasaan”. (2) kemampuan untuk memahami perbedaan benar dan salah. Kedua. Pertama. baik. Dalam kamus umum bahasa Indonesia dikatakan bahwa moral adalah penetuan baik buruk terhadap perbuatan dan kelakuan. Dalam pengertian ini. Istilah moral biasanya dipergunakan untuk menentukan batas-batas suatu perbuatan. segala sesuatu yang berhubungan . 1998:24). adapun norma memberikan ukuran yang obyektif. tingkah laku yang dikenal pasti oleh etika sebagai buruk. Apabila hati nurani ingin membisikan sesuatu yang benar. Moral juga diartikan sebagai ajaran baik dan buruk perbuatan dan kelakuan. Etika merupakan bagian filsafat. norma moral berasal dari suara hati dan norma sopan santun berasal dari kehidupan sehari-hari Secara teoritis. Baik. dan sebagainya (Purwadarminto. etika mempunyai pengertian sebagai berikut : 1. (3) ajaran atau gambaran tentang tingkah laku yang baik. Tingkah laku yang telah ditentukan oleh etika sama ada baik atau buruk dinamakan moral. etika dipahami dalam pengertian yang berbeda dengan moralitas sehingga mempunyai pengertian yang jauh lebih luas. situasi khusus tertentu.berasal dari agama. buruk. Kebiasaan hidup yang baik ini dianut dan diwariskan dari satu generasi ke generasi yang lain. Buruk. maka norma akan membantu mencari kebaikan moral. atau ilmu yang membahas dan mengkaji secara kritis persoalan benar dan salah secara moral. kewajiban. Etika berkaitan dengan nilai-nilai hidup yang dianut oleh manusia beserta pembenarannya serta hukumhukum yang mengatur tingkah laku manusia (Gering supriadi. salah. 1956 : 957). tentang bagaimana harus bertindak dalam situasi konkret. patut maupun tidak patut. kelakuan.1990). Dalam moral didiatur segala perbuatan yang dinilai baik dan perlu dilakukan. Kata hati atau hati nurani memberikan ukuran yang subyektif. Moral terbagi menjadi dua yaitu : a. B. sifat dan perangkai dinyatakan benar. Moral dalam istilah dipahami juga sebagai : (1) prinsip hidup yang berkenaan dengan benar dan salah. secara etimologis. Dorothy Emmet(1979) mengatakan bahawa manusia bergantung kepada tatasusila.

dan lainlain. karena arti kata ke-3 lebih mendasar daripada arti kata ke-1. malu. Kalau kita misalnya sedang membaca sebuah kalimat di berita surat kabar “Dalam dunia bisnis etika merosot terus” maka kata „etika‟ di sini bila dikaitkan dengan arti yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tersebut tidak cocok karena maksud dari kata „etika‟ dalam kalimat tersebut bukan etika sebagai ilmu melainkan „nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat‟. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. Bertens berpendapat bahwa arti kata „etika‟ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tersebut dapat lebih dipertajam dan susunan atau urutannya lebih baik dibalik. Misalnya. kumpulan asas atau nilai moral.mengutip dari Bertens. Biasanya bila kita mengalami kesulitan untuk memahami arti sebuah kata maka kita akan mencari arti kata tersebut dalam kamus. 3. menyesal. 1988 . Dari perbadingan kedua kamus tersebut terlihat bahwa dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama hanya terdapat satu arti saja yaitu etika sebagai ilmu. Moralitas dapat berasal dari sumber tradisi atau adat. nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. 2. etika agama Budha. Dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama (Poerwadarminta. Bertens terhadap arti kata „etika‟ yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama dengan Kamus Bahasa Indonesia yang baru. Sehingga arti dan susunannya menjadi seperti berikut : 1. Hal tersebut dapat kita lihat dari perbandingan yang dilakukan oleh K. tidak memihak dan pelanggarannya diasosiasikan dengan perasaan bersalah. .2000). Sedangkan Kamus Bahasa Indonesia yang baru memuat beberapa arti. didasarkan pada penalaran yang baik bukan otoritas kekuasaan. maka yang dimaksudkan etika di sini bukan etika sebagai ilmu melainkan etika sebagai sistem nilai. ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Tetapi ternyata tidak semua kamus mencantumkan arti dari sebuah kata secara lengkap. Moralitas adalah pedoman yang dimiliki individu atau kelompok mengenai apa yang benar dan salah berdasarkan standar moral. agama atau sebuah ideologi atau gabungan dari beberapa sumber. Jadi arti kata „etika‟ dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tidak lengkap. K. etika mempunyai arti sebagai : “ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)”.mengutip dari Bertens 2000). 2. nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Sistem nilai ini bisaberfungsi dalam hidup manusia perorangan maupun pada taraf sosial. Sedangkan kata „etika‟ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. sejak 1953 . etika Protestan dan sebagainya.dengan etiket atau sopan santun. Standar moral ialah standar yang berkaitan dengan persoalan yang dianggap mempunyai konsekuensi serius. melebihi kepentingan sendiri. jika orang berbicara tentang etika orang Jawa. mempunyai arti : 1.

artinya segi moral suatu perbuatan atau baik buruknya perbuatan tersebut. Sedangkan yang membedakan hanya bahasa asalnya saja yaitu „etika‟ dari bahasa Yunani dan „moral‟ dari bahasa Latin. Etika di sini sama artinya dengan filsafat moral. Etiket (Belanda) secarik kertas yang ditempelkan pada kemasan barang-barang (dagang) yang bertuliskan nama. Bertens dalam bukunya yang berjudul “Etika” (2000) memberikan 4 (empat) macam perbedaan etiket dengan etika. Misal : Ketika . Bentuk tunggal kata „moral‟ yaitu mos sedangkan bentuk jamaknya yaitu mores yang masing-masing mempunyai arti yang sama yaitu kebiasaan. Dengan kata lain. Berbicara tentang “moralitas suatu perbuatan”. Bila kita membandingkan dengan arti kata „etika‟. maka kita menganggap perbuatan orang itu melanggar nilai-nilai dan norma-norma etis yang berlaku dalam masyarakat. artinya orang tersebut berpegang pada nilainilai dan norma-norma yang tidak baik. Etiket menyangkut cara (tata acara) suatu perbuatan harus dilakukan manusia. „Moralitas‟ (dari kata sifat Latin moralis) mempunyai arti yang pada dasarnya sama dengan „moral‟. maka rumusan arti kata „moral‟ adalah nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. kalau arti kata ‟moral‟ sama dengan kata „etika‟. yaitu : 1. 2. hanya ada nada lebih abstrak. Etiket (Perancis) adat sopan santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik.Yang dimaksud di sini adalah kode etik.adat. maka secara etimologis. Jadi bila kita mengatakan bahwa perbuatan pengedar narkotika itu tidak bermoral. adat. Pengertian Etiket Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia diberikan beberapa arti dari kata “etiket”. kata ‟etika‟ sama dengan kata „moral‟ karena kedua kata tersebut sama-sama mempunyai arti yaitu kebiasaan. Contoh : Kode Etik Jurnalistik 3. Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk. Perbedaan Etiket dengan Etika K. Atau bila kita mengatakan bahwa pemerkosa itu bermoral bejat. ilmu tentang yang baik atau buruk. isi. yaitu : 1. PENGERTIAN MORAL Istilah Moral berasal dari bahasa Latin. Etika baru menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan nilai-nilai tentang yang dianggap baik dan buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat dan sering kali tanpa disadari menjadi bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan metodis. dan sebagainya tentang barang itu.

Misal : Bisa saja orang tampil sebagai “manusia berbulu ayam”. sebab orang yang bersikap etis pasti orang yang sungguh-sungguh baik. Etika bersifat absolut. Orang yang berpegang pada etiket bisa juga bersifat munafik. maka saya tidak melanggar etiket jika saya makan dengan cara demikian. Jika saya menyerahkannya dengan tangan kiri.. 3. . “Jangan membunuh” merupakan prinsip-prinsip etika yang tidak bisa ditawar-tawar. “Jangan mencuri” merupakan suatu norma etika. Tetapi kalau saya sedang makan sendirian (tidak ada orang lain).saya menyerahkan sesuatu kepada orang lain. dari luar sangan sopan dan halus.Akhlak tolak ukurnya adalah Alquran dan AsSunah . tapi di dalam penuh kebusukan. Orang yang etis tidak mungkin bersifat munafik. Di sini tidak dipersoalkan apakah pencuri tersebut mencuri dengan tangan kanan atau tangan kiri.Etika tolak ukurnya adalah pikiran/akal . baik kita sedang sendiri atau bersama orang lain. Misal: Larangan mencuri selalu berlaku. Etika menyangkut cara dilakukannya suatu perbuatan sekaligus memberi norma dari perbuatan itu sendiri. Etiket bersifat relatif. saya harus menyerahkannya dengan menggunakan tangan kanan. maka saya dianggap melanggar etiket. bisa saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Bila tidak ada orang lain di sekitar kita atau tidak ada saksi mata. 4. Misal : makan dengan tangan atau bersendawa waktu makan. Etika memandang manusia dari segi dalam. 2. maka etiket tidak berlaku. Atau barang yang dipinjam selalu harus dikembalikan meskipun si empunya barang sudah lupa. Etiket hanya berlaku dalam situasi dimana kita tidak seorang diri (ada orang lain di sekitar kita). Yang dianggap tidak sopan dalam satu kebudayaan. Misal : Dilarang mengambil barang milik orang lain tanpa izin karena mengambil barang milik orang lain tanpa izin sama artinya dengan mencuri.moral tolak ukurnya adalah norma yang hidup dalam masyarakat . Misal : Saya sedang makan bersama bersama teman sambil meletakkan kaki saya di atas meja makan. baik sedang sendiri atau ada orang lain. Etiket memandang manusia dari segi lahiriah saja. “Jangan mencuri”. Etika selalu berlaku. maka saya dianggap melanggat etiket.