P. 1
Kram Kaki

Kram Kaki

|Views: 77|Likes:
Published by dennysugiantoro
Cara efektif untuk mengatasi kram kaki saat tidur
Cara efektif untuk mengatasi kram kaki saat tidur

More info:

Published by: dennysugiantoro on Jan 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2015

pdf

text

original

erikut beberapa cara penanganan pertama saat kram pada bagian tertentu tubuh kita

,

Kram pada kaki

Korban dibantu berdiri dan berat badannya ditahan dengan kaki bagian depan. Setelah kejang pertama berlalu, pijat kakinya.

Kram pada betis

Lutut korban diluruskan, kaki ditekan dengan kuat dan mantap ke atas mengarah ke tulang kering. Pijat ototnya dengan cara menekan untuk memberikan efek tenang pada otot.

Kram pada paha

Untuk kram pada paha bagian belakang, lutut korban diluruskan lalu angkat kakinya. Untuk kejang pada paha bagian depan, lutut ditekuk. Pada kedua paha, pijat ototnya kuat-kuat. Cara yang sering kita lihat dalam pertandingan adalah medis menyemprotkan spray ke pemain yang terkapar karena kram atau cedera. semprotan itu bernama chlor ethyl. Dimana spray berguna untuk menghilangkan rasa nyeri/sakit yang bersifat lokal. Cara paling mudah untuk mengatasi kram adalah dengan mengoleskan pada bagian yang kram salep khusus pereda nyeri otot. Hal ini cukup membawa perubahan signifikan untuk meredakan nyeri akibat kram. Dengan obat-obatan pemanas [salep, balsem, atau koyo] berguna untuk melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah tidak terganggu karena kekuatan/kekejangan otot pada terjadi kram. Mengingat kram selalu “datang tak diundang, pulang tidak diantar” loh kok seperti jelangkung?

Untuk meminimalkan atau agar si kram tidak bertamu, kita bisa mencoba beberapa cara di bawah ini: 1. Mandi atau rendamlah bagian yang terexplorasi ketika melakukan aktifitas dengan air hangat. Bagus dilakukan setelah beraktivitas seharian, setiap kali sebelum tidur untuk mengendurkan seluruh otot yang tegang. 2. Lakukan perenggangan / pendinginan sebelum tidur, namun hindari penegangan / meluruskan ujung jari kaki saat peregangan maupun tidur dan usahakan agar kaki-kaki anda tetap hangat selama tidur. 3. Hindari melakukan olahraga atau aktivitas berat secara tiba-tiba karena dapat menyebabkan otot menjadi kaget (kram). Oleh karena itu, lakukan pemanasan secara benar sebelum berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya dan lakukan pendinginan setelah selesai. Hal tersebut akan memberikan kesempatan bagi otot untuk menyesuaikan diri sehingga tidak menimbulkan kram. Akan lebih baik jika pemanasan ini dilakukan setiap pagi setelah bangun tidur, dengan melakukan senam kecil.

4. Minum setidaknya enam gelas penuh setiap hari, termasuk satu gelas sebelum tidur. Juga perbanyak minum sebelum, selama dan setelah berolah raga. 5. Konsumsi makanan yang kaya kalsium, potasium dan magnesium. Makan satu atau dua buah pisang sehari sudah cukup memenuhi kebutuhan potasium Anda. 6. Tak ada salahnya melakukan peregangan setelah melakukan satu kegiatan terus menerus dalam beberapa lama. Misalnya setelah duduk terus menerus di depan computer selama 2 jam, berada di dalam pesawat atau kendaraan yang memakan waktu lama atau berjalan kaki jarak jauh. 7. Konsumsilah Multivitamin B serta Vitamin E, Karena otot memerlukan vitaminvitamin esensial ini untuk memperbaiki dan membangun kembali sel-selnya serta membantu mencegah kram. Dr. Deed mengatakan, vitamin B terbukti dapat membantu fungsi syaraf dan mengontol rasa nyeri yang disalurkan oleh saraf.

Kram Kaki Dimalam Hari
June 2, 2012 | | Pernahkah Anda tersentak bangun di tengah malam, karena nyeri yang hebat pada betis, yang lantas menjalar ke telapak kaki? Setelah bangun, rabalah bagian yang nyeri tadi. Pasti keras dan tegang. Itulah yang disebut keram kaki. Keram kaki merupakan kontraksi otot kaki-terutama betis-yang terjadi secara tiba-tiba dan di luar kesadaran kita. Kram ini dapat menimpa siapapun, tanpa batasan usia. Tapi biasanya, kram ini dialami oleh mereka yang berusia separuh baya atau lanjut. PENYEBAB Sampai kini belum diketahui secara pasti penyebab kram kaki. Yang jelas, ada banyak faktor yang diduga berhubungan dengan kram otot kaki. Beberapa penelitian mendapatkan bahwa kram kaki berhubungan dengan masalah kendali otot kaki oleh otak saat kita terlelap dalam tidur. Itulah sebabya mengapa sebagian besar orang yang pernah mengalami kram kaki, mengalaminya saat mereka tengah bermimpi. Namun kebanyakan ilmuwan percaya behwa ini bukan suatu kelainan dalam otak. Kram kaki di malam hari kemungkinan terjadi karena kerja otot kaki yang berlebih karena aktivitas berat sebelumnya. Faktor lain yang ikut memicunya adalah kelainan struktur kaki (kaki rata, misalnya), yang membuat kram lebih sering terjadi. Jika saat tidur, kaki berada di atas tidur yang keras, kemungkinan terjadinya kram makin besar. Pasalnya, alas yang keras itu menimbulkan efek penekanan lokal pada kaki. Kaki yang tertekan akhirnya berada pada kondisi hipoksia, yaitu kekurangan suplai oksigen yang terjadi karena tidak lancarnya aliran darah. Seperti yang telah di ketahui, salah satu fungsi darah adalah mengikat oksigen untuk didistribusikan ke seluruh tubuh. Karena itu, kram kaki-teutama di sekitar betis-juga dapat tejadi lantaran duduk terlalu lama, atau karena posisi kaki yang keliru saat berdiam lama. Selain itu, hawa dingin juga di ketahui memicu kram kaki di malam hari. Pasalnya, hawa dingin

membuat pembuluh darah menyempit (vasokonstriksi). Sehingga, aliran darah di kaki terganggu. Beberapa penyakit teertentu pun di percaya merupakan pemicu semacan ini, misalnya, kencing manis (diabetes millitus), parkinson, hypoglycemia (kadar gula dalam darah terlalu rendah), anemia, kelainan kelenjar tiroid (kelenjar gondok), dan kelainan kelenjar endokrin. Penyakit dan kelainan hormonal tersebut pada dasarnya dapat membentuk keadaan hipoksia. Kencing manis tahap lanjut, misalnya, menimbulkan kerusakan pembuluh darah dan membuat aliran darah tidak lancar. Contoh lain, anemia membuat jumlah okdigen yang diikat dalam darah menurun. Karena, hemoglobin yang bertugas mengikat darah juga berkurang. Rendahnya kadar beberapa mineral seperti magnesium, potasium, kalsium, dan sodium pun telah lama dihubungkan dengan masalah kram kaki di malam hari. Para pelari maraton yang telah berlari sejauh puluhan km, misalnya, sering mengalami dehidrasi dan kekurangan mineral seperti yang baru saja tersebut. Akibatnya, mereka cenderung terkena kram kaki saat tidur. PENANGANAN Bila dibanding dengan posisi kaki yang keliru saat tidur, yang lebih banyak berperan memicu kram kaki di malam hari adalah penyakit, kekurangan zat tertentu, ataupun kelainan hormonal. Karena itu, bila Anda sering mengalaminya, segera periksakan diri Anda ke dokter. Namun, nyeri yang ada dapat diredakan dengan penanganan pertama yang cukup mudah untuk Anda lakukan sendiri. Antara lain : Cobalah berjalan dengan menggunakan kaki yang kram itu. Renggangkan betis dengan tangan menyentuh ibu jari kaki dan menariknya kearah lutut. Usahakan agar pada saat melakukan gerakan ini, kaki Anda tetap lurus. Urut betis dari atas ke bawah (dari bagian belakang lutut sampai pergelangan kaki). Lakukan gerakan mengurut ini berulang-ulang, tapi hanya searah. Jangan terburu-buru, lakukan perlahan meski sakitnya benar-benar parah. Lama-lama, kram kaki akan mereda. Mandilah dengan shower air panas, atau berendam dengan air hangat. Usahakan agar otot yang kram tersiram atau terendam air itu. Untuk kram kaki yang parah obat yang mengandung diphenhydramine hydrochloride serta pelemas otot sederhana seperti meprobamate dan verapamil hydrochloride bisa sangat membantu. Selain itu, ada pula hal-hal lain yang bila diperhatikan akan sangat membantu mencegah timbulnya kram kaki. Misalnya Asupan magnesium yang cukup. Magnesium adalah salah satu mineral yang penting bagi tubuh kita. Yang berkaitan dengan relaksasi otot. Karena itu, konsumsi magnesium secukupnya juga berguna untuk mengatasi kram otot. Beberapa orang yang mengonsumsi magnesium memang dapat langsung pulih dari kram ototnya. Tapi, kram otot yang telah berlangsung dalam waktu lama, bila diatasi dengan suplemen ini, biasanya juga akan pulih dalam waktu lama. Sumber makanan yang mengandung magnesium adalah sayur hijau, juga kedelai, alpukat dan kacang-kacangan. Kebutuhan akan magnesium bervariasi antara 300 sampai 350 mg, dan meningkat jadi 450 mg pada masa kehamilan dan menyusui. Menarik nafas panjang. Beberapa laporan mengatakan, kram otot pada malam hari berhubungan dengan gangguan tidur, di mana nafas berhenti sesaat. Akibatnya, tubuh kekurangan oksigen. Bila ini penyebabnya, tarikan nafas panjang beberapa kali dapat meredakan kram kaki.

AGAR KAKI TIDAK KRAM Untuk mencegah kram kaki di malam hari, anda dapat mempertimbangkan pengonsumsian suplemen secara rutin dan secukupnya, terutama yang mengandung kalsium, magnesium, potasium, dan sodium. Namun ingat, suplemen sodium boleh dikonsumsi hanya bila kadar sodium dalam tubuh benarbenar rendah, atau setelah keringat keluar banyak. Selain itu, kram kaki di malam hari dapat dicegah dengan mengonsumsi 400-800 iu vitamin E tiap hari. Ini berkaitan dengan peranan vitamin E dalam memicu kerja saraf otot kaki, yang bila terganggu dapat menyebabkan tegangnya otot kaki. Langkah berikutnya, melemaskan kaki dan telapak kaki secara teratur di siang dan malam hari. Anda dapat mencegah munculnya kram kaki di malam hari dengan membuat lelah reflek peregangan sebelum berangkat tidur. BAGAIMANA CARANYA? Yang pertama, bersandarlah pada dinding, lalu lakukan gerakan push up dengan meregangkan otot betis Anda. Yang kedua, letakkan bantalan panas pada kaki Anda, maksimal sepuluh menit menjelang tidur. Last but not least, biarkan selimut terjuntai menutupi kaki tempat tidur. Selimut yang berantakan ini, selain melindungi kaki dari waha dingin, juga mencegah posisi kaki dan jari yang tidak alami. Seperti yang telah dijelaskan, hawa dingin dan posisi kaki yang tidak alami memicu timbulnya kram kaki.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->