P. 1
Makala h

Makala h

|Views: 34|Likes:
Published by aseppaispensa

More info:

Published by: aseppaispensa on Jan 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/18/2014

pdf

text

original

Sections

HUKUM MAD Arti dari mad adalah memanjangkan suara suatu bacaan.

Huruf mad ada tiga yaitu :

‫يوا‬

Jenis mad terbagi 2 macam, yaitu : 1. Mad Ashli / mad thobi’i Mad Ashli / mad thobi’I terjadi apabila : huruf berbaris fathah bertemu dengan alif huruf berbaris kasroh bertemu dengan ya mati huruf berbaris dhommah bertemu dengan wawu mati Panjangnya adalah 1 alif atau dua harokat.contoh :

2. Mad far’i Adapun jenis mad far’i ini terdiri dari 13 macam, yaitu : Mad Wajib Muttashil Yaitu setiap mad thobi’i bertemu dengan hamzah dalam satu kata. Panjangnya adalah 5 harokat atau 2,5 alif. (harokat = ketukan/panjang setiap suara). Contoh :

Mad Jaiz Munfashil Yaitu setiap mad thobi’i bertemu dengan hamzah dalam kata yang berbeda. Panjangnya adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif). Contoh :

Mad Aridh Lisukuun Yaitu setiap mad thobi’i bertemu dengan huruf hidup dalam satu kalimat dan dibaca waqof (berhenti). Panjangnya adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif). Apabila tidak dibaca waqof, maka hukumnya kembali seperti mad thobi’i.Contoh :

Mad Badal Yaitu mad pengganti huruf hamzah di awal kata. Lambang mad madal ini biasanya berupa tanda baris atau kasroh tegak .Panjangnya adalah 2 harokat (1 alif), Contoh :

Mad ‘Iwad Yaitu mad yang terjai apabila pada akhir kalimat terdapat huruf yang berbaris fathatain dan dibaca waqof.Panjangnya 2 harokat (1 alif), Contoh :

Mad Lazim Mutsaqqol Kalimi Yaitu bila mad thobi’i bertemu dengan huruf bertasydid.Panjangnya adalah 6 harokat (3 alif).Contoh :

yang

Mad Lazim Mukhoffaf Kalimi Yaitu bila mad thobi’i bertemu dengan huruf sukun atau matiPanjangnya adalah 6 harokat (3 alif).Contoh :

Mad Lazim Harfi Musyba’ Mad ini terjadi hanya pada awal surat dalam al-qur’an. Huruf mad ini ada delapan, yaitu : Panjangnya adalah 6 harokat (3 alif), Contoh :

Mad Lazim Mukhoffaf harfi ( ) Mad ini juga terjadi hanya pada awal surat dalam al-qur’an. Huruf mad ini ada lima, yaitu :

Panjangnya adalah 2 harokat.Contoh :

Mad Layyin Mad ini terjadi bila : huruf berbaris fathah bertemu wawu mati atau ya mati, kemudian terdapat huruf lain yg juga mempunyai baris.Mad ini terjadi di akhir kalimat kalimat yang dibaca waqof (berhenti). Panjang mad ini adalah 2 – 6 harokat ( 1 – 3 alif).Contoh :

Mad Shilah Mad ini terjadi pada huruh “ha” di akhir kata yang merupakan dhomir muzdakkar mufrod lilghoib (kata ganti orang ke-3 laki-laki).Syarat yang harus ada dalam mad ini adalah bahwa huruf sebelum dan sesudah “ha” dhomir harus berbaris hidup dan bukan mati/sukun. Mad shilah terbagi 2, yaitu : 1) Mad Shilah Qashiroh Terjadi bila setelah “ha” dhomir terdapat huruf selain hamzah. Dan biasanya mad ini dilambangkan dengan baris fathah tegak, kasroh tegak, atau dhommah terbalik pada huruf “ha” dhomir.Panjangnya adalah 2 harokat (1 alif).Contoh :

2) Mad Shilah Thowilah

Terjadi bila setelah “ha” dhomir terdapat huruf hamzah.Panjangnya adalah 2-5 harokat (1 – 2,5 alif).Contoh :

3) Mad Farqu Terjadi bila mad badal bertemu dengan huruf yang bertasydid dan untuk membedakan antara kalimat istifham (pertanyaan) dengan sebuutan/berita.Panjangnya 6 harokat.Contoh :

4) Mad Tamkin Terjadi bila 2 buah huruf ya bertemu dalam satu kalimat, di mana ya pertama berbaris kasroh dan bertasydid dan ya kedua berbaris sukun/mati.Panjangnya 2 – 6 harokat (1 – 3 alif).Contoh :

PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN ISLAM 1 Sejarah Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan Islam Pada Masa Nabi Muhammad sampai Masa Khulafaurrasyidin a) Pada Masa Rasulullah Rasul adalah orang yang pertama memenuhi ajaran Al-Qur’an. Beliau sangat intens dalam berdakwah dengan dua aspek yaitu Agama dan pengetahuan. Rasul terus menyerukan umat Islam agar terus belajar membaca dan menulis, umat Islam menyambut seruan Allah dan Hadist nabi tentang ilmu. Mereka belajar membaca dan menulis agar dapat menyebarluaskan agamanya. Pembentukan Aqidah, Syari’ah, dan Akhlak itu disajikan oleh Rosulullah sebagai Mahaguru pendidik yang agung secara berangsur –angsur bersamaan dengan berangsur –angsurnya AlQur’an diturunkan kepada beliau. Pendidikan inipun diberikan dalam masa dua periode yaitu periode sebelum Hijrah yang berpusat di Mekkah. Dan periode sesudah Hijrah berpusat di Madinah. Pada periode Mekkah Rasulullah mengutamakan pendidikan Aqidah dan Akhlak dan sedikit mengenai syariah. Tetapi pada periode Madinah selain pemantapan aqidah dan akhlak maka pembinaan syariah benar-benar diutamakan hingga pada suatu masa yaitu disempurnakannya didikan Islam dengan turunnya wahyu terakhir kepada beliau. Kemudian sebelum beliau melaksanakan pendidikan secara terang – terangan kepada masyarakat luas setelah menerima wahyu, beliau membentuk kelompok yang berbentuk “ model pengajian “. Mula – mula hal ini dilakukan pada tempat di suatu bukit di luar kota Makkah tetapi kemudian berpindah ke rumah seorang pemuda bernama Al Arqam bin Abu Arqam yang berlangsung selama lebih kurang empat tahun. Pengikut pengajian itu berjumlah 40 orang, sebagian besar yang mengikuti adalah para pemuda.

Adapun lembaga pendidikan yang terkenal pada masa Rasulullah adalah Mesjid. Sudah menjadi tradisi Rasulullah bahwa beliau duduk di mesjid Nabawi di Madinah guna memberikan pelajaran kepada para sahabat mengenai masalah – masalah keagamaan dan masalah – masalah duniawi. b) Pada Masa Khulafaurrasyidin Pada Masa itu, para sahabat Nabi dan tokoh – tokoh kaum muslimin generasi pertama, mengajarkan ilmu pengetahuan kepada anak negeri, bila mereka tinggal di suatu Negara atau daerah mereka membuat Halaqoh. Dan mendirikan sekolah, mengajari orang – orang dalam urusan dunia dan agama. Kemampuan para sahabat pun ternyata tidak hanya pada pemahaman agama, tetapi juga pemilik ilmu pengetahuan yang berbagai jenis misalnya Umar bin Khattab kemampuannya dalam hukum peradilan yang luar biasa. Zaid bin Tsabit keistimewaannya berbahasa asing disamping ilmu tentang Al-Qur’an. Secara umum pada masa khulafaurrasyidin masih sama perkembangan pendidikan ilmu pengetahuannya dengan masa rasul. Namun yang membedakan pada masa ini sudah tumbuh minat untuk memperdalam Ilmu Bahasa perhatian terhadap filsafafat Yunani. c) Masa Bani Umayyah Pemikiran – Pemikiran para Ulama yang tertuangdalam berbagai kitab pada masa ini sudah dibukukan untuk menjaga jangan samapi hilang lenyap sebagai akibat perbuatan tangan – tangan jahil dan tidak bertanggung jawab. Pengumpulan yang terkenal dan selalu disebut – sebut adalah pengumpulan hadist – hadist Rasululullah pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz. Dahulu sahabat Nabi Umar bin Khattab menyarankan pengumpulan Al-Qur’an maka pada masa Umar bi Abdul Aziz adalah pengumpulan Hadist Nabi.

Pada masa Umaiyah ini kaum Muslimin telah mempelajari filsafat melalui ilmu kedokteran atau kethabiban sebagi kebutuhan umat pada masa itu.Umar bin Abdul Aziz tidak keberatan, bahkan mempunyai alternatif untuk menterjemahkan buku – buku tersebut. Adanya peluang perintisan kegiatan penterjemahan dalam masa Bani Umaiyah ini berarti memberi kesempatan kepada kaum muslimin untuk mempelajari bahasa – bahasa asing. d) Masa Bani Abbasiyah Puncaknya dari kemajuan ilmu pengetahuan Islam adalah pada masa khalifah Harun Ar- Rasyid dan putranya Al – Makmun. Pada masa itu berdirilah Baitul Hikmah (lembaga Ilmu Pengetahuan). Tugas utama lembaga itu, antara lain menterjemahkan kitab– kitab berbahasa asing ke dalam bahasa Arab. Pada masa itu pula telah lahir banyak intelektual Muslim yang merupakan tokoh dan penemu dalam berbagai bidang disiplin ilmu. Tokoh Ilmuwan Muslim dan Perannya sampai Masa Abbasiyah.Mereka yang ahli dalam ilmu pengetahuan dan namanya tercatat dalam tinta emas sejarah, antara lain : Kedokteran : 1. Ibnu Sina 2. Ibnu Rusyd 3. Ar – Razi Matematika / Geometri 1. Al-Khawarizmi 2. Jamsyid Giatsudin Al-Kasyi 3. Sabit bin Qurrah Al-Hirrny 4. Ibnu Haitsam Biologi 1. As-Simay 2. Ibnul Awwam

3. Al-Jahiz Sejarah/Sosilogi 1. Abu Abdillah Al-Qazwaini 2. Abu Ar-Raihan Al-Bairuni Seni Musik 1. Al Farabi 2. Ibnu Sina 3. Ibnu Rusyd 4. Al Ghazali

PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN ISLAM 2

A. Perkembangan Ilmu pengetahuan di Dunia Islam Pengetahuan akal dan intelektual merupakan suatu dorongan intrinstik dan inheren dalam ajaran islam. Pada masa daulah Abbasiyah, ibu kota Baghdad menjdo pusat intelektual muslim, dimana terjadi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan islam. Sekolah-sekolah dan akademik muncul disetiap pelosok. Perpustakaan-perpustakaan umum yang besar didirikan dan terbuka untuk siapapun sehingga pemikiran filosofis-filosofis besar zaman klasik dipelajari berdampingan dengan ilmu islam. Bila dianalisis lebih jauh sampai periode-periode ini kaum intelektual islam identik denan ulama. Apalagi bila diingat bahwa ulama dalam pengertian aslinya aorang berilmu. Ilmu yang dikuasainya itu tidak terbatas kepada ilmu agama saja. Pendapat ini bisa dipegang karena kagiatan intektual itu tumbuh karena manusia sibuk dengan urusan agama. Mereka ini disebut intelektual atau ulama klasik yang oleh shill sebagai intelektual lama atau intelektual sakral dari abad pertengahan. Demikianlah sejarah perkembangan intelektual muslim pada masa yang disebut Harun Nasution sebagai periode klasik (650-1250) yang merupakan zaman kemajuan di masa inilah berkembangnya dan munculnya ilmu pengetahuan, baik dalam bidang agama maupun non agama dan kebudayaan islam. Zaman inilah yang menghasilkan ulama besar seperti Imam Malik, Abu Hanafi, Imam as-Syafi’i dan Imam Ibnu Hambal dalam bidang hukum, teologi, Zunnunal-Misri, Abu Yzaud al-Butami, dan Al-Hallaj dalam mistimisme atau tasawuf, al-Kindi, al-Farabi, Ibnu Sina dan Ibnu Maskawaih dalam filsafat, Ibnu Hasyim, Ibnu Khawarizmi, al-Mas’udi dan Rzai dalambidang pengetaahuan. Pada masa kejayaan ini perkembangan intelektual muslim mencapai puncaknya sehingga cenderung memmbentuk pemikiran bebas (rasionalisme) sebagaimana dikembangkan oleh aliran Mu’tazilah. Keadaan ini menimbulkan pertentangan dan kecemasan dikalangan sebagian kaum intelektual muslim. Ketika itu muncul al-Ghazali

(1059-1111) menentang pemikiran bebas itu. Al-Ghazali lebih lanjut mengembangkan ,istisisme dan tasawuf. Menurut Hitti mistisisme muslim mewakili suatu reaksi intelektualisme serta formalisme yang berkembang waktu itu. Sampai sekarang diakui bahwa periode sejarah peradaban islam serta pendidikan yang paling cemerlang terjadi pada masa pemerintahan Daulah Abbasiyah di Baghdad (750-1285 M) dan Daulah Umayyah di Spanyol (711-1492 M). Pada masa periode ini segala potensi yang tergantung dalam kebudayaan yang didasari nilai-nilai Islam mulai bergerak secara perlahan namun strategis. Selain terjadi kemajuan di bidang sosioekonomik terjadi kemajuan dibidang intelektual. Kemajuan intelektual tersebut ditunjang oleh kemajuan pendidikan baik institusi, infrastruktur maupun kemajuan sains dan obyek-obyek studinya. Khlalifah al-Maknun menunjukkan perhatiannya besar pada pendidikan dan kesusteraan. Dikumpulkan kiatab-kitab yang ada didaerah-daerah kekuasaannya seperti; Syria, Afrika, dan Mesir menggantikan apajak-pajak saja. Selalu kelihatan unta-unta memasuki kota Baghdad mambawa kertas dan kitab-kitab saja. Kitab-kitab lama diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Istana alMaknun tanpa seakan-akan tmpat pertemuan ilmu dan sastra, bukan pusat pemerintahan dan bukan khalifah. Sebab mereka terdiri dari guru-guru pengkritik-pengkritik, penerjemahpenerjemah dan komentar-komentar. Masa Daulah Abbasiyah adalah zaman meranumnya ilmu pengetahuan dalam dunia islam. Tamaddu islam dalam zaman ini ditandai oleh berkembangnya ilmu pengetahuan dengan sangat pesat. Dizaman ini umat islam telah membuat jalan baru bagi kehidupan ilmunya. Ini adalah hasil logis dari zamannya sendiri yang telah mengalami perubahan. Sejarah perkembangan pikiran dari berbagai bangsa melalui jalan yang sama dalam evolusi kemajuannya yang bertingkat-tingkat yang tiap-tiap tingkatan itu merupakan mata rantai yang bersambung. Peningkatan alam pikiran

sejalan dengan bertambahnya kelengkapan waktu dan sebab. Karena pertumbuhan kehidupan akal dan ilmu bukanlah khayal atau mimpi yang datang dengan tiba-tiba yang tidak terikat dengan kanun dan sunnah. Dizaman ini banyak sekali buku-buku ilmu pengetahuan yang diterjemahkan kedalam bahasa arab darui berbagai bahasa asing, disamping buku-buku asli yang dikarang dalam berbagai bidang ilmu. Bagdad menjadi cemerlang bukan sebagai ibu kota kahlifah Abbasiyah tetapi sebagai pusat kebudayaan, seni, dan sastra yang belum pernah disaksikan oleh umat manusia serupa itu. Kota Bagdad membawa sulhu ilmu dan pengetahuan keseluruh plosok Asia, di Hindustan di bawah kekuasaan Ghaznawi pada permulaan abad ke 11 di tangan Umar Khayyam, dibawah kaum mongol setelah pertengahan abad ke 13 ditangan Nasiruddin Al-Tusi dinegara-negara Cina kira-kira akhir abad ke 13 ditangan Kuchu King. Dibawah dinasti Utsmaniyyah pada paruhan pertama abad ke 14. Popularitas Daulah Abbasiyah mencapai puncaknya dizaman khalifah Harun al-Rasyid (786-833) dan putranya al-Ma’mun (813-833 M). Kekayaan yang banyak dimanfaatkan Harun al-Rasyid untuk keperluan sosial. Pada masa sudah terdapat paling tidak sekitar 800 orang dokter, al-Ma’mun pengganti al-Rasyid dikenal sebagi khalifah yang sangat cinta kepada ilmu. Pada masa pemerintahannya penerjemah buku-buku asing digalakan. Untuk menterjemahkan baku-buku asing Yunani, ia menggaji penerjemah-penerjemah dari adari golongan kristen dan penganut agama lain yang ahli. Ia juga banyak mendirikan sekolah salah satu karya besarnya ayang terpenting adalah pembangunan Baitul Hikmah. Pusat penerjemahan yang berfungsi sebagai perguruan tinggi dengan perpustakan yang besar. Pada masa al-Ma’mun inilah bagdad mulai menjadi pusatt kebudayaan dan ilmu pengetahuan. B. Kemajuan Ilmu Pengetahuan Islam di Dunia

a) Di Eropa Pada abad pertengahan umat islam sanagt bergairah dalam menuntut dan mengembangkan ilmu dipelopori oleh Dibasti Abbasiyah yang berkuasa pada tahun 750 M. Pada abad pertengahan itu terdapat tempat pusat peradaban bagdad dan dimesir didunia islam abagian timur serta sicilla dan Andalusia (Spanyol Islam) di dunia islam bagian barat. Bagdad berperan dari 750-1492 M (dikuasai kembali oleh kristen) Pengaruh peradaban islam ke Eropa berlangsung pada abad ke 12 M dimulai dengan banykanya pemuda kristen Eropa yang belajar diberbagai universitas islam di Andalusia serta adanya gerakan penterjemah di Sicillia dan perang salib di Syria. Empirisme keilmuan islam mendorong ilmu Eropa untuk meneliti alam, menaklukan lautan dan menjelajah benua. Empirisme itu memberikan sumbangsihnya terhadap renaissanceeropa yang dimulai dari Italia pada abad ke 13 M. b) Di Afrika Utara Orang romawi berusaha menyingkirkan kebudayaan latinnya dinegeri-negeri Afrika Utara. Dipindahkan sekolah-sekolah dan sistemsistem pendidikannya sebagaimana sastra dan seni yunani menjadi cemerlang di Roma didapatinya pusat-pusat yang subur di Afrika utara sepanjang 2 abad perama semenjak Romawi menguasai Afrika. Disamping sekolah-sekolah dan pusat-pusat kebudayaan romawi terhadap perpustakaan dimana diadakan ceramah dan seminar begitu juga panggung sandiwara adan stadium-stadium yang memenuhi desa dan kota afrika dan berusaha menyingkirkan kebudayaan Romawi.

c) Di Andalusia

Orang-orang arab menyebut nama Andalusia untuk semua plosok Spanyol yang tunduk dibawah kaum muslimin dan nama arab itu berasal dari nama puak-puak yang berasal dari Spanyol berada dibawah kekuasaan romawi sehingga ia diserang oleh puak-puak Wandal pada abad ke 5 H. Semenjak itulah negeri ini dinamakan negeri Wandalusia atau negeri Wandal orang arab menamainya negeri Wandal. Dari Andalusia orang-orang arab mendirikan skolah-sekolah, masjidmasjid, hotel-hotel, rumah sakit, disegala tempat. Disamping itu mereka membuka jalan dan jembatan. C. Ciri-ciri Umum Pendidikan Islam dan ilmu-ilmu yang berkembang pada masa keemasan, di antaranya : a) Masuknya ilmu akal Yang dimaksud dengan ilmu akal adalah ilmu filsafat, matematika, geomertik, aljabar, sejarah, dan geografi. Kemudian islam mencapai puncak kegemilangnya pada waktu ia membuka diri kepada budayabudaya lain. Khalifah al-Mansyurlah yang memulai gerakan terjemahan dan mengkaji ilmu-ilmu dari budaya-budaya lain, kemudian diikuti oleh khalifah al-Nahdi, al-Rasyid dan al-Makmun. b) Timbulnya sekolah-sekolah Pada periode ini menyaksikan munculnya sekolah-sekolah yang belum terkenal sebelum itu. Nizam al-Mulklah yang pertama mendirikan sekolah-sekolah didalam islam. Pembinaan sekolah-sekolah ini mencerminkan puncaknya pendidikan persoalan islam.

c) Munculnya Pikiran-Pikiran Pendidikan Unik.

Diantara ciri-ciri terpenting yang memberikan keunikan pendidikan islam sepanjang periode ini adalah terlibatnya ulama-ulama Islam menulis tentang judul pendidikan dan mengajarkan secara meluas dan dalam menunjukkan keprihatinan khusus dalam ini. Tokoh yang pertamatama menyusun khusus mengenai teori pendidikan ini adalah seperti Muhammad Ibnu Suhnu (w. 430H/870M) dalam berisalahnya berjudul adab al-Muallimin etika para guru, Abu al-Hasan Ibn Muhammad alQasabi (w. 403H/1012M) dengan risalahnya yang ditulisnya berjudul arRisalah al-Mufassah li ahwal aal-Mua’llimin wa ahkam al-Mua’alaimin (kajian rinci mengenai ahwal murid dan kaidah-kaidah tentang murid dan guru) dan Burhan al-Islam az-Zarnuji (sekitar 620H/1217M) dalam risalahnya yang berjudul Ta’lim al-Muta’allimin Tariq at-Ta’allum (mengajar murid cara belajar). Selain itu sebagai teori pendidikan ditulis pula oleh beberapa tokohpada masa itu dalam buku mereka sebagai bagian dari bab-bab dan pasalnya. d) Masuknya ilmu sains Perkembangan sains yang luar biasa yang dicapai para ilmuwan biologi, embriologi, genetika, biologi sel, biografi kedokteran, reaksi genetika, dan terakhir klonning hewan sebagai rintisan klonning manusia telah melampaui seluruh ramalan masa depan manusia dan membuat banyak oarng terakagum-kagum. Perkembangan dan pemanfaatan sains membuktikan bahwa alam semesta tidaklah tercipta secara kebetulan, karena bila didalamnya terdapat peraturan yang sangat teliti dan hukum yang sangat rapi untuk mengendalikan dan menjalankan alam semesta adanya peraturan dan hukum alam yang sanat akurat ini, tentu saja mengharuskan adanya sang pencipta dan pengatur yang maha berkuasa dan maha bijaksana. Perkembangan sains yang dicapai para ilmuwan, serta pemanfaatannya yang sangat mengagumkan berkat perkembangan teknologi yang pesat baik yang diterapkan apada manusia, hewan maupun benda mati dan sebenarnya adalah sekelumit rahasia dan hukum alam yang mengendalikan dan mengatur selutruh benda yang ada yang

dileakatkan Allah SWT pada benda secara sedemikian rupa, sehingga dapat sesuai dengan kondisi-kondisi yang ditetpakan bagimu. Kemajuan ilmia tersebut merupakan hasil eksperimen ilmiah dan sains itu sendiri bersifat universal dalam arti tidak secara khusus didasarkan pada pandangan hidup tertentu akan tetapi pengguanaan dan pengambilannya tetap didasarkan pada pandangan hidup tertentu. Oleh sebab itu walaupun penemuan ilmiah bersifat universal dalam arti tidak secara khusus asalkan pada pandangan hidup tertentu. Menurut Ghazali ilmu-ilmu agama Islam terdiri dari: 1. Ilmu tentang prinsip-prinsip dasar (ilmu ushul) yakni; a) Ilmu tentang keesaan illahi b) Ilmu tentang kenabian, ilmu ini juga berkaitan tentang Ihwal para sahabat serta penerus religius dan spiritualnya. c) Ilmu tentang akhirat dan eskatologi. d) Ilmu tentang sumber pengetahuan religious. Sumber pengetahuan ini ada dua, yakni sumber primer : al-Qur’an adan AsSunnah dan sumber sekunder, yakni Ijma dan tradisi para sahabat. 2. Ilmu tentang cabang-cabang (furu) atau prinsip-prinsip cabang, yakni; a) Ilmu tentang kewajiban manusia kepada tuhan (ibadah). b) Ilmu tentang kewajiban manusia kepada masyarakat, ilmu-ilmu ini terdiri dari; · Ilmu tentang transaksi, terutama transaksi bisnis dan keuangan serta hukum qishash · Ilmu kewajiban tentang kontraktual. Ilmu ini berhubungan terutama dengan hukum keluarga. c) Ilmu tentang kewajiban manusia kepada jiwanya sendiri,

Ilmuwan ini membahas kualitas-kualitas moral sendiri (aalmu akhlak). D. Tokoh-Tokoh Ilmuwan Islam Ilmuwan Muslim yang muncul pada abad pertengahan adalah: Ilmuwan Muslim abad ke 9 a) Jabir ibn hayya; bapak ilmu kimia, pendiri laboratorium. b) Al-Kharizmi; ahli matematika pertama di dunia islam. c) Al-Kindi ; filosuf, pelopor dan pengembang ilmu pengetahuan. d) Abu Kamil Syuja; ahli aljabar tertua. e) Ibn Maskawih ; dokter spesialis diet, filosofis moral. f) Al-fatghani; astronom yang karyanya banyak diterjemahkan. g) Tsabit bin Qurrah ; ahli geometri, membahas waktu matahari. h) Al-Batani; astronom yang melakukan observasi gemilang. i) Zakaria al-razi; dokter penemu cacat dan darah tinggi. · Ilmuwan muslim abad ke 10 : a) Abu Qasim al-Zahrawi; ahli bedah, penciptaan alat bedah. b) Al-Farabi; filosofis emanasi, komentator karya aristoteles. c) Al-Mas’udi; ahli sejarah dan pengemabangan. d) Ibn Amajur; astronom perjalanan ke bulan. e) Abu Dulaf; sang penyair yagn ahli logam.

f) Ibnu Jujlul; penulis dan ahli biografi dan ahli kedokteran. g) Al-Hazim; ahli matematika dan memecahkan soal-soal Archimedes. h) Abu wafa ; astronom dan ahli matematika yang mengembangkan trigonometri. · Ilmuwan muslim abad ke 11 a) Ibnu Haitsam; ahli fisika yang disegani Bcon dan Kepler. b) Al-Karkahi; penulis paling orisinal dibidang aritmatika. c) Ibnu Irak; guru al-Biruni, ahli astronom dan matematika. d) Al-Birruni; eksperimentalis yang berilmu luas. e) Ibnu Sina; dokter dan filosofis jiwa. f) Ibnu Yunus; penemu pendelum (600 tahun sebelum galileo). g) Ibnu Wafid; farmakolog yang menyelidiki obat bius. h) Ibnu saffar; penulis sejumlah tabel astronomis. i) Abu Ubaid al-Bakhri; ahli ilmu bumi.

· Ilmuwan muslim abad ke 12 a) Umar Khayyan; ahli aljabar dan syair. b) Ibnu Bajjah; filosofis dan music c) Al-khariki; ahli astronom, matematika dan geografi ide-idenya dikutip oleh Roger Bacon.

d) Al-Khazim; meterolog penemu teori gravitasi dan dokter. e) Jabir bin Aflan; astronom yang membangun observatorium. f) Ibnu Ghalib; ahli geografi, penulis sejarah Spanyol. g) Abu Khair; ilmuan ahli tumbuh-tumbuhan. h) Ibnu Rusyd; filosof, ahli hukum, perintis kedokteran umum. i) Ibn Thufail; filusuf, murid Ibnu Rusyd. · Ilmuwan muslim abad ke 13 a) Al-Bitruji; astronom yang mengenalkan teori garak spiral. b) Abnu Sa’ati; dokter ahli membuat kunci c) Abdul Lathif; ahli anatomi, pengembang studi pertualangan. d) Ibnu al-Baitar; dokter, penemu 300 jenis obat. e) Al-Kazwini; ahli ilmu falak fan geografi. f) Abi Mahasin; dokter spesialis mata. g) Ibnu Nafis; ahli fisiologi (ilmu faal) dan sirkulasi darah yang kemudian diformalkan oleh Michael Servetus. h) Dan lain-lain.

Kesimpulan Pengetahuan akal dan intelektual merupakan suatu dorongan intrinstik dan inheren dalam ajaran islam. Pada masa daulah Abbasiyah (750-

1258M) masa keemasan islam dalam bidang ilmu dan pengetahauan, ibu kota Baghdad menjadi pusat intelektual muslim, dimana terjadi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan islam. Sekolah-sekolah dan akademik muncul disetiap pelosok. Perpustakaan-perpustakaan umum yang besar didirikan diantaranya yang terbesar yaitu Baitul Hikmah dan terbuka untuk siapapun sehingga pemikiran filosofisfilosofis besar zaman klasik dipelajari berdampingan dengan ilmu islam. Dan kaum intelektual islam identik dengan ulama. Apalgi bila diingat bahwa ulama dalam pengertian aslinya orang berilmu. Ilmu yang dikuasainya itu tidak terbatas kepada ilmu agama saja. Dan kemajuan ilmu pengetahuan islam pada waktu itu sampai ke Eropa, Afrika Utara dan Andalusia. Ciri-ciri umum pendidikan dan ilmu-ilmu berkembang pada masa keemasan islam yaitu, masuknya ilmu akal, timbulnya sekolahsekolah munculnya pikiran-pikiran pendidikan unik, dan masuknya ilmu sains. Dan waktu banyak sekali ilmuwan-ilmuwan islam yang muncul diantaranya; Imam Malik, Abu Hanafi, Imam as-Syafi’i dan Imam Ibnu Hambal dalam bidang hukum, teologi, Zunnunal-Misri, Abu Yzaud alButami, dan Al-Hallaj dalam mistimisme atau tasawuf, al-Kindi, alFarabi, Ibnu Sina dan Ibnu Maskawaih dalam filsafat, Ibnu Hasyim, Ibnu Khawarizmi, al-Mas’udi dan Rzai dalambidang pengetahuan.

IMAN KEPADA RASUL ALLAH

A. Pengertian Iman Kepada Rasul-rasul Allah Iman kepada Rasul Allah termasuk rukun iman yang keempat dari enam rukun yang wajib diimani oleh setiap umat Islam. Yang dimaksud iman kepada para rasul ialah meyakini dengan sepenuh hati bahwa para rasul adalah orang-orang yang telah dipilih oleh Allah swt. untuk menerima wahyu dariNya untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia agar dijadikan pedoman hidup demi memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Menurut Imam Baidhawi, Rasul adalah orang yang diutus Allah swt. dengan syari’at yang baru untuk menyeru manusia kepadaNya. Sedangkan nabi adalah orang yang diutus Allah swt. untuk menetapkan (menjalankan) syari’at rasul-rasul sebelumnya. Sebagai contoh bahwa nabi Musa adalah nabi sekaligus rasul. Tetapi nabi Harun hanyalah nabi, sebab ia tidak diberikan syari’at yang baru. Ia hanya melanjutkan atau membantu menyebarkan syari’at yang dibawa nabi Musa AS. Mengenai identitas rasul dapat dibaca dalam Q.S. Al Anbiya ayat 7 dan Al-Mukmin ayat 78 yang artinya: “ Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad) melainkan beberapa orang laki-laki yang kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu jika kamu tiada mengetahui.” (Q.S. al Anbiya: 7) "Dan sesungguhnya telah kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada pula yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang Rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; maka apabila telah datang perintah dari Allah, diputuskan (semua perkara) dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil." (Q.S. Al-Mukmin : 78) Dalam ayat di atas dijelaskan, bahwa rasul-rasul yang pernah diutus oleh Allah swt. adalah mereka dari golongan laki-laki, tidak pernah ada rasul berjenis kelamin perempuan, dan jumlah rasul yang diutus sebelum Nabi Muhammad saw. sebenarnya sangat banyak. Di antara para rasul

itu ada yang diceritakan kisahnya di dalam Al-Quran dan ada yang tidak.

ْ‫ِﺎ َ ُ : َﺎ َ ؟ اْ َﻧْ ِ َﺎ ِ ِ ﱠ ُ َﻢْ ا ِ َ ُﻮْ َ َﺎ : َﺎ َ َر َ ِﻰ َﻦ‬ ‫ﻣ ﺋﺔ ﻗ ل ﻻ ﺒﯿ ء ﻋﺪة ﻛ ﷲ رﺳ ل ﯾ ﻗ ل ذ أﺑ ﻋ‬ ‫وﺧ ﺴﺔ ﻣ ﺋﺔ ﺛﻼﺛﺔ ذ ﻟﻚ ﻣ ا ﺮﺳﻞ ا ﻔ وﻋ ﺮ ن وا ﺑﻌﺔ ا ﻒ‬ ٍ ْ‫َ َﻤْ َ َ ِﺎ َ ٍ َ َ َ ُ َاِ َ ِﻦْ َﻟ ﱡ ُ ُ َﻟْ ًﺎ َ ِﺸْ ُوْ َ ََرْ َ َ ٌ َﻟ‬ ‫ﻏﻔ ﺮ ﺟﻤ ﻋﺸﺮ‬ َ َ َ ‫ﺎ‬ َ ‫)أَﺣْﻤَﺪ رَوَاهُ( َ ِﯿْ ًا‬
"Dari Abu Dzar ia berkata: Saya bertanya, wahai Rasulullah : berapa jumlah para nabi? Beliau menjawab: Jumlah para Nabi sebanyak 124.000 orang dan di antara mereka yang termasuk rasul sebanyak 315 orang suatu jumlah yang besar." (H.R. Ahmad) Berdasarkan hadis di atas jumlah nabi dan rasul ada 124.000 orang, diantaranya ada 315 orang yang diangkat Allah swt. menjadi rasul. Diantara 315 orang nabi dan rasul itu, ada 25 orang yang nama dan sejarahnya tercantum dalam Al Quran dan mereka inilah yang wajib kita ketahui, yaitu: 1. Adam AS. bergelar Abu al-Basyar (Bapak semua manusia) atau manusia pertama yang Allah swt. ciptakan, tanpa Bapak dan tanpa Ibu, terjadi atas perkenanNya “ Kun Fayakun” artinya “ Jadilah ! , maka terjelmalah Adam.”Usia nabi Adam mencapai 1000 tahun. 2. Idris AS. adalah keturunan ke 6 dari nabi Adam. Beliau diangkat menjadi Rasul setelah berusia 82 tahun. Dilahirkan dan dibesarkan di sebuah daerah bernama Babilonia. Beliau berguru kepada nabi Syits AS. 3. Nuh AS. adalah keturunan yang ke 10 dari nabi Adam. Usianya mencapai 950 tahun. Umat beliau yang membangkang ditenggelamkan oleh Allah swt. dalam banjir yang dahsyat. Sedangkan beliau dan umatnya diselamatkan oleh Allah swt. karena naik bahtera yang sudah beliau persiapkan atas petunjuk Allah swt.

4. Hud AS. adalah seorang rasul yang diutus kepada bangsa ‘Ad yang menempati daerah Ahqaf, terletak diantara Yaman dan Aman (Yordania) sampai Hadramaut dan Asy-Syajar, yang termasuk wilayah Saudi Arabia. 5. Shaleh AS.Beliau masih keturunan nabi Nuh AS. diutus untuk bangsa Tsamud, menempati daerah Hadramaut, yaitu daratan yang terletak antara Yaman dan Syam (Syiria). Kaum Tsamud sebenarnya masih keturunan kaum ‘Ad. 6. Ibrahim AS. putra Azar si pembuat patung berhala. Dilahirkan di Babilonia, yaitu daerah yang terletak antara sungai Eufrat dan Tigris. Sekarang termasuk wilayah Irak. Beliau berseteru dengan raja Namrud, sehingga beliau dibakarnya dalam api yang sangat dahsyat, tetapi Nabi Ibrahim tidak mempan dibakar, karena diselamatkan Allah swt. Beliau juga dikenal sebagai Abul Anbiya (bapaknya para nabi), karena anak cucunya banyak yang menjadi nabi dan rasul. Syari’at beliau banyak diamalkan oleh Nabi Muhammad saw. antara lain dalam ibadah haji dan Ibadah Qurban, termasuk khitan. 7. Luth AS. Beliau keponakan nabi Ibrahim, dan beliau banyak belajar agama dari nabi Ibrahim. Diutus oleh Allah swt. kepada kaum Sodom, bagian dari wilayah Yordania. Kaum nabi Luth dihancurkan oleh Allah swt. dengan diturunkan hujan batu bercampur api karena kedurhakaannya kepada Allah swt, terutama karena perilaku mereka yang suka mensodomi kaum laki-laki. 8. Ismail AS. adalah putra nabi Ibrahim AS. bersama ayahnya membangun (merenovasi) Ka’bah yang menjadi kiblat umat Islam. Beliau adalah seorang anak yang dikurbankan oleh ayahnya Ibrahim, sehingga menjadi dasar pensyari’atan ibadah Qurban bagi umat Islam. 9. Nabi Ishak AS. putra Nabi Ibrahim dari isterinya, Sarah. Jadi nabi Ismail dengan nabi Ishak adalah saudara sebapak, berlainan ibu.

10. Ya’qub AS. adalah putra Ishaq AS. Beliaulah yang menurunkan 12 keturunan yang dikenal dalam Al Quran dengan sebutan al Asbath, diantaranya adalah nabi Yusuf yang kelak akan menjadi raja dan rasul Allah swt. 11. Yusuf AS putra nabi Ya’qub AS.Beliaulah nabi yang dikisahkan dalam al Quran sebagai seorang yang mempunyai paras yang tampan, sehingga semua wanita bisa tergila-gila melihat ketampanannya, termasuk Zulaiha isteri seorang pembesar Mesir (bacalah kisahnya dalam Q.S. surah yusuf). 12. Ayyub AS. adalah putra Ish . Ish adalah saudara kandung Nabi Ya’qub AS. berarti paman nabi Yusuf AS. Jadi nabi Ayyub dan nabi Yusuf adalah saudara sepupu. Nabi Ayyub digambarkan dalam Al Quran sebagai orang yang sangat sabar. Beliau diuji oleh Allah swt. dengan penyakit kulit yang sangat dahsyat, tetapi tetap bersabar dalam beribadah kepada Allah swt. (bacalah kembali kisahnya) 13. Dzulkifli AS. putra nabi Ayyub AS. Nama aslinya adalah Basyar yang diutus sesudah Ayyub, dan Allah memberi nama Dzulkifli karena ia senantiasa melakukan ketaatan dan memeliharanya secara berkelanjutan 14. Syu’aib masih keturunan nabi Ibrahim. Beliau tinggal di daerah Madyan, suatu perkampungan di daerah Mi’an yang terletak antara syam dan hijaz dekat danau luth. Mereka adalah keturunan Madyan ibnu Ibrahim a.s. 15. Yunus AS adalah keturunan Ibrahim melalui Bunyamin, saudara kandung Yusuf putra nabi Ya’qub. Beliau diutus ke wilayah Ninive, daerah Irak. Dalam sejarahnya beliau pernah ditelan ikan hiu selama 3 hari tiga malam didalam perutnya, kemudian diselamatkan oleh Allah swt. 16. Musa AS. adalah masih keturunan nabi Ya’qub. Beliau diutus kepada Bani Israil. Beliau diberi kitab suci Taurat oleh Allah swt. 17. Harun AS. adalah saudara nabi Musa AS. Yang sama-sama berdakwah di kalangan Bani Israil di Mesir.

18. Dawud AS.adalah seorang panglima perang bani Israil yang diangkat menjadi nabi dan rasul oleh Allah swt, diberikan kitab suci yaitu Zabur. Beliau punya kemampuan melunakkan besi, suka tirakat, yaitu puasa dalam waktu yang lama. Caranya dengan berselang-seling, sehari puasa, sehari tidak. 19. Sulaiman AS. adalah putra Dawud. Beliau juga terkenal sebagai seorang raja yang kaya raya dan mampu berkomunikasi dengan binatang (bisa bahasa binatang). 20. Ilyas AS. adalah keturunan Nabi Harun AS. diutus kepada Bani Israil. Tepatnya di wilayah seputar sungai Yordan. 21. Ilyasa AS. berdakwah bersama nabi Ilyas kepada bani Israil. Meskipun umurnya tidak sama, Nabi Ilyas sudah tua, sedangkan nabi Ilyasa masih muda. Tapi keduanya saling bahu membahu berdakwah di kalangan Bani Israil. 22. Zakaria AS. seorang nabi yang dikenal sebagai pengasuh dan pembimbing Siti Maryam di Baitul Maqdis, wanita suci yang kelak melahirkan seorang nabi, yaitu Isa AS. 23. Yahya AS. adalah putra Zakaria. Kelahirannya merupakan keajaiban, karena terlahir dari seorang ibu dan ayah (nabi Zakaria) yang saat itu sudah tua renta, yang secara lahiriyah tidak mungkin lagi bisa melahirkan seorang anak. 24. Isa AS. adalah seorang nabi yang lahir dari seorang wanita suci, Siti Maryam. Ia lahir atas kehendak Allah swt, tanpa seorang bapak. Beliau diutus oleh Allah swt. kepada umat Bani Israil dengan membawa kitab Injil. Beliaulah yang dianggap sebagai Yesus Kristus oleh umat Kristen. 25. Muhammad saw. putra Abdullah, lahir dalam keadaan Yatim di tengah-tengah masyarakat Arab jahiliyah. Beliau adalah nabi terakhir yang diberi wahyu Al Quran yang merupakan kitab suci terakhir pula.

B. Tugas Para Rasul

Tugas pokok para rasul Allah ialah menyampaikan wahyu yang mereka terima dari Allah swt. kepada umatnya. Tugas ini sungguh sangat berat, tidak jarang mereka mendapatkan tantangan, penghinaan, bahkan siksaan dari umat manusia. Karena begitu berat tugas mereka, maka Allah swt. memberikan keistimewaan yang luar biasa yaitu berupa mukjizat. Mukjizat ialah suatu keadaan atau kejadian luar biasa yang dimiliki para nabi atau rasul atas izin Allah swt. untuk membuktikan kebenaran kenabian dan kerasulannya, dan sebagai senjata untuk menghadapi musuh-musuh yang menentang atau tidak mau menerima ajaran yang dibawakannya. Adapun tugas para nabi dan rasul adalah sebagai berikut: 1. Mengajarkan aqidah tauhid, yaitu menanamkan keyakinan kepada umat manusia bahwa: Allah adalah Dzat Yang Maha Kuasa dan satu-satunya dzat yang harus disembah (tauhid ubudiyah). Allah adalah maha pencipta, pencipta alam semesta dan segala isinya serta mengurusi, mengawasi dan mengaturnya dengan sendirinya (tauhid rububiyah) Allah adalah dzat yang pantas dijadikan Tuhan, sembahan manusia (tauhid uluhiyah) Allah mempunyai sifat-sifat yang berbeda dengan makhluqNya (tauhid sifatiyah) 2. Mengajarkan kepada umat manusia bagaimana cara menyembah atau beribadah kepada Allah swt. Ibadah kepada Allah swt. sudah dicontohkan dengan pasti oleh para rasul, tidak boleh dibikin-bikin atau direkayasa. Ibadah dalam hal ini adalah ibadah mahdhah

seperti salat, puasa dan sebagainya. Menambah-nambah, merekayasa atau menyimpang dari apa yang telah dicontohkan oleh rasul termasuk kategori “bid’ah,” dan bid’ah adalah kesesatan. 3. Menjelaskan hukum-hukum dan batasan-batasan bagi umatnya, mana hal-hal yang dilarang dan mana yang harus dikerjakan menurut perintah Allah swt. 4. Memberikan contoh kepada umatnya bagaimana cara menghiasi diri dengan sifat-sifat yang utama seperti berkata benar, dapat dipercaya, menepati janji, sopan kepada sesama, santun kepada yang lemah, dan sebagainya. 5. Menyampaikan kepada umatnya tentang berita-berita gaib sesuai dengan ketentuan yang digariskan Allah swt. 6. Memberikan kabar gembira bagi siapa saja di antara umatnya yang patuh dan taat kepada perintah Allah swt. dan rasulNya bahwa mereka akan mendapatkan balasan surga, sebagai puncak kenikmatan yang luar biasa. Sebaliknya mereka membawa kabar derita bagi umat manusia yang berbuat zalim (aniaya) baik terhadap Allah swt, terhadap manusia atau terhadap makhluq lain, bahwa mereka akan dibalas yang tak dengan neraka, al suatu Bayyinah: puncak 6-8) penderitaan Muhammad terhingga.(Q.S. sabdanya

Tugas-tugas rasul di atas, ditegaskan secara singkat oleh nabi saw.dalam sebagai berikut:

ْ‫ص ا ِ َ ُﻮْ ُ َﺎ َ : َﺎ َ َﻨْ ُ ا ُ َ ِ َ ُ َﯾْ َ َ َ ِﻰ َﻦ‬ ‫ﷲ رﺳ ل ﻗ ل ﻗ ل ﻋ ﮫ ﷲ رﺿﻲ ھﺮ ﺮة اﺑ ﻋ‬ ‫م‬ : ‫ِ ﱠ َﺎ‬ ‫إﻧﻤ‬ ‫ﺑﻌ ﺖ‬ ُ ْ‫ُ ِﺜ‬ ‫ِ ﺗ ِﻢ‬ َ ّ َُ ‫ﻷﻤ‬ ‫ﺻ ﻟﺢ‬ َ ِ‫َﺎ‬ ‫ﻷ ﻼق‬ ِ َ ْ‫اْ َﺧ‬
(ُ ‫) َﻨَْﻞ ﺑﻦ َﺣْ َﺪ َ َا‬ ‫أ ﻤ رو ه‬ ‫ﺣﺒ‬

Dari Abi Hurairah r.a. ia berkata: Rasulullah saw. pernah bersabda: Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia. (H.R. Ahmad bin Hanbal)

C. Tanda-Tanda Beriman Kepada Rasul-rasul Allah Di antara tanda-tanda orang yang beriman kepada rasul-rasul Allah adalah sebagai berikut: 1. Teguh keimanannya kepada Allah swt.Semakin kuat keimanan seseorang kepada para rasul Allah, maka akan semakin kuat pula keimanannya kepada Allah swt. Ketaatan kepada para rasul adalah bukti keimanan kepada Allah swt. Seseorang tidak bisa dikatakan beriman kepada Allah swt. tanpa disertai keimanan kepada rasulNya. Banyak ayat al Quran yang menyuruh taat kepada Allah swt. disertai ketaatan kepada para rasulNya, antara lain dalam surah An Nisa ayat 59, Ali Imran ayat 32, Muhammad ayat 33 dan sebagainya. Dua kalimat syahadat sebagai rukun Islam pertama adalah pernyataan seorang muslim untuk tidak memisahkan antara keimanan kepada Allah swt. di satu sisi, dan keimanan kepada Rasulullah di sisi lainnya. Dalam bahasa lain, beriman kepada para rasul Allah dengan melaksanakan segala sunah-sunahnya dan menghindari apa yang dilarangnya adalah dalam rangka ketaatan kepada Allah swt. 2. Meyakini kebenaran yang dibawa para rasul Kebenaran yang dibawa para rasul tidak lain adalah wahyu Allah baik yang berupa Al-Quran maupun hadis-hadisnya. Meyakini

kebenaran wahyu Allah adalah masalah yang sangat prinsip bagi siapapun yang mencari jalan keselamatan, karena wahyu Allah sebagai sumber petunjuk bagi manusia. Seseorang akan bisa meyakini kebenaran wahyu Allah, jika terlebih dahulu dia beriman kepada rasul Allah sebagai pembawa wahyu tersebut. Mustahil ada orang yang langsung bisa menerima suatu kebenaran yang dibawa oleh orang lain, padahal dia tidak yakin bahkan tersebut. Allah menjelaskan dalam surah Al Baqarah ayat 285 yang artinya sebagai berikut: “Rasul telah beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya.”(Q.S. Al Baqarah 285) Bagi tiap-tiap orang yang beriman wajib meyakini kebenaran yang dibawa oleh para rasul, kemudian mengamalkan atau menepati kebenaran tersebut. Bagi umat Nabi Muhammad saw. tentulah kebenaran atau ajaran yang diamalkannya ialah yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. 3. Tidak membeda-bedakan antara rasul yang satu dengan yang lain. Dengan beriman kepada rasul-rasul Allah otomatis berarti tidak membeda-bedakan antara rasul yang satu dengan rasul yang lain. Artinya seorang mukmin dituntut untuk meyakini kepada semua rasul yang pernah diutus oleh Allah swt. Tidak akan terlintas sedikitpun dalam hatinya untuk merendahkan salahsatu dari rasul-rasul Allah atau beriman kepada sebagian rasul dan kufur kepada sebagian yang lain. Sikap seorang tidak mengenal terhadap sipembawa kebenaran

mukmin adalah seperti yang digambarkan oleh Allah swt. dalam surah Al Baqarah ayat 285: yang artinya sebagai berikut: "...Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasulNya." Dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat." (Mereka berdo'a): "Ampunilah kami ya Tuhan kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali." (Q.S. AlBaqarah : 285) 4. Menjadikan para rasul sebagai uswah hasanah Para rasul yang ditetapkan oleh Allah swt. untuk memimpin umatnya adalah orang-orang pilihan di antara mereka. Sebelum menerima wahyu dari Allah swt, mereka adalah orang-orang yang terpandang di lingkungan umatnya, sehingga selalu menjadi acuan perilaku atau suri tauladan bagi orang-orang di lingkungannya.Apalagi setelah menerima wahyu, keteladanan mereka tidak diragukan lagi, karena mereka selalu mendapat bimbingan dari Allah swt. Dalam surah Al Ahzab ayat 21 Allah swt. menegaskan sebagai berikut: “Sungguh pada diri Rasulullah terdapat suri tauladan yang baik bagi kamu,” (Q.S. Al Ahzab ayat 21). Sebab itu, apa yang diucapkan atau yang dikerjakan rasulullah harus dicontoh atau diikuti, dan sebaliknya apa –apa yang dilarangnya harus dihindarkan.(Q.S. Al Hasyr ayat 7). Selain itu, keharusan kita meneladani rasul-rasul Allah karena alasan-alasan sebagai berikut: a. Semua rasul-rasul dima’shum oleh Allah swt. Artinya mereka selalu dipelihara dan dijaga oleh Allah swt. untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan keji atau dosa. Selaku manusia

sebenarnya contoh

bisa

jadi

mereka baca

berbuat kesalahan, surah

tetapi ‘Abasa).

langsung oleh Allah swt. ditegur atau diluruskan.( Sebagai coba anda asbabunnuzul b. Semua rasul Allah mempunyai sifat-sifat terpuji yang merupakan tanda kesempurnaan pribadi mereka. Sifat-sifat terpuji tersebut adalah sebagai berikut : 1. Shiddiq (benar). Mereka selalu berkata benar, dimana, kapan dan dalam keadaan bagaimanapun mereka tidak akan berdusta (kadzib). 2. Amanah, yaitu dapat dipercaya, jujur, tidak mungkin khianat. 3. Tabligh, mungkin artinya mereka mereka senantiasa konsekwen yang menyampaikan kebenaran (wahyu) kepada umatnya. Tidak menyembunyikan kebenaran diterimanya dari Allah swt. (kitman), meskipun mereka harus menghadapai resiko yang besar. 4. Fathanah, artinya semua rasul-rasul adalah manusiamanusia yang cerdas yang dipilih Allah swt. Tidak mungkin mereka bodoh atau idiot (baladah). Khusus nabi Muhammad saw. sebagai pemimpin para rasul (sayyidul mursalin) mendapat sanjungan dan pujian yang luar biasa dari Allah swt. disebabkan karena akhlaknya sebagaimana tersebut dalam surah Al Qalam ayat 4 yang artinya “Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benarbenar berbudi pekerti yang agung “ (Q.S. Al Qalam: 4). 5. Meyakini rasul-rasul Allah sebagai rahmat bagi alam semesta. Setiap rasul yang diutus oleh Allah swt. pasti membawa rahmat bagi umatnya. Artinya kedatangan rasul dengan membawa wahyu Allah adalah bukti kasih sayang

(rahmat) Allah terhadap manusia. Rahmat itu akan betulbetul bisa diraih oleh manusia (umatnya) manakala mereka langsung merespon terhadap tugas rasul tersebut. Di dalam Al-Quran dikatakan bahwa diutusnya Nabi Muhammad saw. ke dunia merupakan rahmat (kesejahteraan) hidup di dunia dan akhirat."Dan tidaklah Kami mengutus kamu (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta." (Q.S. AlAnbiya : 107). 6. Meyakini Nabi Muhammad saw. sebagai Nabi dan Rasul terakhir Nabi Muhammad saw. adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus oleh Allah swt. ke muka bumi ini. Tidak akan ada lagi nabi atau rasul sesudah beliau saw. Hal ini merupakan keyakinan umat Islam yang sangat prinsip dan telah dan disepakati oleh seluruh yang ulama mutaqaddimin mutaakh-khirin didasarkan

kepada dalil-dalil naqli yang qath’i (pasti) dan dalil-dalil “aqli yang logis antara lain sebagai berikut: Q.S. Al Ahzab ayat 40 yang artinya: “ Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi dia adalah rasulullah dan penutup para nabi. Dan adalah Allah maha mengetahui terhadap segala sesuatu. (Q.S. Al Ahzab: 40) Dalam ayat ini Allah menyatakan secara jelas bahwa Muhammad adalah khatamannabiyin (penutup para nabi). Dalam hadis Mutawatir yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hambal dari Anas bin Malik sebagai berikut:

‫ﺑ ﺪ رﺳ ﻻ وﻻ ﻧﺒﻲ ﻓﻼ ﻘﻀ ﻗﺪ و ﻨﺒﻮة ِﺳ ﻟﺔ ان‬ ‫اَﺣْﻤَﺪ رَوَاهُ( َﻌْ ِى َ ُﻮْ ً َ َ َ ِ ﱠ َ َ اﻧْ َ َﺖْ َ ِ َاﻟﱡ ُ ﱠ َ اﻟ ّ َﺎَ َ ِ ﱠ‬ ‫ﺮ‬
‫) َﻨَْﻞ ﺑﻦ‬ ‫ﺣﺒ‬

Sesungguhnya risalah kenabian itu telah habis. Maka tidak ada nabi dan rasul sesudahku.( H.R. Ahmad bin Hambal) Dalam hadis shahih riwayat Imam Bukhari, Ahmad Ibnu Hibban dari Abi Hurairah sebagai berikut:

‫ِ َﺎ ً َا ًا َ َﻰ َ ُ ٍ َ َ َ ِ َﺒِْﻲ ِﻦْ اﻟَْﻧْ ِ َﺎ ِ َ َ َ ُ َ َِﻲ‬ ‫ﺑﻨ ء د ر ﺑﻨ رﺟﻞ ﻛﻤﺜﻞ ﻗ ﻠ ﻣ ﺄ ﺒﯿ ء وﻣﺜﻞ ﻣﺜﻠ‬ ‫زو ﯾ ه ﻣ ز وﯾﺔ ﻣ ﻟﺒﻨﺔ ﻣ ﺿﻊ إﻟ وأ ﻤﻠﮫ ﻓﺎ ﺴﻨﮫ‬ ُ َ َ ْ‫َ َا َﺎ ُ ِﻦْ َا ِ َ ٍ ِﻦْ َ ِ َ ٍ َﻮْ ِ َ ِﱠﺎ ََﺟْ ََ ُ ََﺣ‬ ‫وﯾﻘ ﻟ ن ﻟﮫ وﯾ ﺠﺒ ن ﺑﮫ ﯾﻄ ﻓ ن ﻨ س ﻓﺠﻌﻞ‬ َ َ َ َ ُ ‫َﱠﺎ : َ َ ُﻮُﻮ َ َ ُ َ َﻌْ َ ُﻮ َ ِ ِ َ ُﻮ ُﻮ َ اﻟ ﱠﺎ‬ ‫ھﻠ‬ ‫ﻠﺒﻨﺔ ھﺬه وﺿ ﺖ‬ َ ْ‫ا َﻧْ ِ َﺎ ِ َﺎ ِ ُ ََ َﺎ اﻟﱠ ِ َ ُ ََ َﺎ َﺎ َ ؟ اﻟﱠ ِ َ ُ َ ِ ِ َ َﻌ‬ ‫ﻷ ﺒﯿ ء ﺧ ﺗﻢ وأﻧ ﻠﺒﻨﺔ ﻓﺄﻧ ﻗ ل‬ (ُ ‫)اﻟْ ُ َﺎ ِى َ َا‬ ‫ﺒﺨ ر رو ه‬
Artinya : Sesungguhnya perumpamaan diriku dengan nabi-nabi sebelumku adalah sama dengan seseorang yang membuat sebuah rumah; Diperindah dan diperbagusnya (serta diselesaikan segala sesuatunya) kecuali tempat (yang dipersiapkan) untuk sebuah batu bata di sudut rumah itu. Orang-orang yang mengelilingi rumah itu mengaguminya, tetapi bertanya: “Mengapa engkau belum memasang batu bata itu ?” Nabipun berkata: “ Sayalah batu bata (terakhir) sebagai penyempurna itu, dan sayalah penutup para nabi.” (H.R. Bukhari).

Dalam hadits Shahih Bukhari Muslim dari Abi Hurairah r.a. dinyatakan sebagai berikut:

‫ﻣ ﻗﺮ ﺐ ﻛﺬ ﺑ ن رﺟ ﻟ ن ﯾ ﻌﺚ ﺣﺘ ﺴ ﻋﺔ ﺗﻘ م ﻻ‬ َ ُ ْ‫ِﻦْ َ ِﯾْ ٌ َ ﱠا ُﻮْ َ ِ َﺎُﻮْ َ َﺒْ َ َ َ ﱠﻰ اﻟ ﱠﺎ َ ُ َ ُﻮ‬ ‫وﻣ ﻠ ﺒﺨ ر رو ه ﷲ رﺳ ل اﻧﮫ ﯾ ﻋﻢ ﻛﻠﮭ ﺛﻼﺛ ﻦ‬ َ ْ‫َ ُﺴِْﻢ اﻟْ ُ َﺎ ِى َ َا ُ( ا ِ َ ُﻮْ َ َ ﱠ ُ َﺰْ َ ُ ُﱡ ُﻢْ َ َ ِﯿ‬ ْ‫) ُ َﯾْ َة َ ِﻰ َﻦ‬ ‫ھﺮ ﺮ اﺑ ﻋ‬
Artinya: Tidak akan terjadi kiamat kecuali akan keluar (muncul) tukangtukang bohong (para penipu) kira-kira 30 orang. Semuanya mengaku dirinya sebagai rasul Allah.(H.R. Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah). Q.S. Al-Maidah ayat 3 yang artinya: “Pada hari ini Kusempurnakan untuk kamu agama kamu, dan telah kucukupkan nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam menjadi agama buat kamu.” Ayat di atas adalah wahyu Allah swt. yang terakhir diturunkan kepada nabi Muhammad saw. Dalam ayat ini Allah swt. Menyatakan bahwa Islam sebagai agama yang diridhaiNya dan bersumberkan dari wahyuNya telah sempurna. Artinya tidak perlu lagi ada tambahan atau pengurangan yang menggambarkan ketidaksempurnaannya. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Malik

‫ﻛﺘ ب اﺑﺪ ﺗﻀﻠ ﻟ ﺑﮭﻤ ﺗﻤﺴ ﺘ ا ﻣ ا ﺮ ﻦ ﻓ ﻜ ﺗﺮ ﺖ‬ ُ ْ‫ِ َﺎ َ َ َ ًا َ ِﱡﻮْا َﻦْ ِ ِ َﺎ َ َ ﱠﻜْ ُﻢْ ِنْ َﺎ َﻣْ َﯾْ ِ ِﯿْ ُﻢْ َ َﻛ‬ ‫ﻣ ﻟ رو ه رﺳ ﻟﮫ وﺳﻨﺔ ﷲ‬ ِ ‫) َﺎِﻚ َ َا ُ( َ ُﻮِْ ِ َ ُ ﱠ َ ا‬

Artinya: “Dua hal telah aku tinggalkan pada kalian, jika kalian berpegang teguh kepada keduanya, maka kalian tidak akan tersesat selama-lamanya. Dua perkara itu ialah Al Quran dan Sunah Nabi.” (H.R. Imam Malik) Hadits di atas menjelaskan bahwa cukuplah bagi umat Islam untuk menjadikan Al-Quran dan sunnah nabi saja sebagai pedoman hidupnya. Selama mereka tetap konsisten dengan keduanya sampai kapanpun dan dimanapun tidak akan tersesat. Sebab Al-Quran merupakan kitab terlengkap yang mampu memberikan solusi kepada seluruh aspek kehidupan manusia sebagaimana dinyatakan Allah dalam firmannya: “Tidaklah kami alpakan sesuatupun di dalam Al Kitab (Al Quran), kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpun. (Q.S. Al An’am: 38). Demikian pula Nabi Muhammad saw.seluruh kehidupannya baik ucapan, perbuatan ataupun ketetapannya merupakan rujukan bagi kita. Dengan demikian, jika ada lagi nabi setelah nabi Muhammad saw. berarti wahyu Allah akan turun lagi dan akan ada lagi serentetan hadis dari nabi atau rasul yang baru tersebut. Ini berarti menunjukkan ketidak sempurnaan ajaran Allah swt, ketidak validan Al Quran, dan ketidak lengkapan atau kelemahan sunah nabi. Hal ini sangat mustahil dan sangat bertentangan dengan pernyataan Allah swt. dalam Q.S. Al Maidah ayat 3 dan hadis nabi di atas. Sungguh ini merupakan pelecehan terhadap Allah, Al-Quran dan nabi Muhammad Saw. Naudzubillah min dzalika. Pantaslah kita simak pernyataan Syaikh Jamaluddin Muhammad Al Anshari dalam bukunya “ Lisanul Arab” sebagai berikut: “Merujuk kepada Al Quran dan hadis mutawatir di atas, kalau ada orang yang mengatakan masih akan ada nabi setelah nabi Muhammad saw. atau

ada orang yang mengaku menjadi nabi atau rasul maka mereka telah sesat dan kafir.”

7. Mencintai Nabi Muhammad saw.

Mencintai nabi Muhammad saw. adalah suatu keniscayaan dan menduduki peringkat yang paling tinggi, tentu setelah kecintaan kepada Allah swt, dibandingkan dengan kecintaan kepada selain beliau. Seseorang belum dikatakan sungguh-sungguh mencintai Rasulullah saw. jika ia masih menomorduakan kecintaan kepada beliau di bawah kecintaan kepada selain beliau. Mari kita renungkan firman Allah swt. dalam Q.S. AtTaubah ayat 24 yang artinya sebagai berikut: “ Katakanlah , “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteriisteri dan kaum keluarga kalian ; juga harta kekayaan yang kalian khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai adalah lebih kalian cintai daripada Allah dan RasulNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan (azab)-Nya.” Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang fasiq.” (Q.S. At-Taubah ayat 24) Kecintaan kepada Allah swt. dan Rasul-Nya juga merupakan parameter keimanan seseorang. Lebih dari itu, manisnya iman akan dirasakan seorang muslim jika dia telah menjadikan Allah swt. dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada ragam kecintaannya kepada sekelilingnya. Rasulullah saw. telah bersabda:

‫ﻹ ﻤ ن ﺣﻼوة وﺟﺪ ﻓ ﮫ ﻛ ن ﻣ ﺛﻼﺛﺔ‬ ٌ َ َ َ ْ‫َ َ ُﻮُْ ُ ا ُ َ ُﻮْ َ َنْ : ا ِﯾْ َﺎ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِﯿْ ِ َﺎ َ َﻦ‬ ‫ورﺳ ﻟﮫ ﷲ ﯾﻜ ن ا‬ ‫ا و ﷲ اﻻ ﯾﺤﺒﮫ ﻻ ﻤ ء ﯾﺤﺐ وا ﺳﻮ ھﻤ ﻣﻤ اﻟ ﮫ اﺣﺐ‬ ‫َنْ َ ِ ِ ِ ﱠ ُ ِ ﱡ ُ َ اﻟْ َﺮْ َ ُ ِ ﱠ ََنْ ِ َا ُ َﺎ ِ ﱠﺎ َِﯿْ ِ َ َ ﱠ‬ ‫ﯾ ﻘ ا ﯾ ﺮه ﻛﻤ ﻣ ﮫ ﷲ ا ﻘﺬه ا ﺑ ﺪ ﻜ ﺮ ِ ﯾﻌ د ا ﯾ ﺮه‬ َ َ ْ‫ُﻠْ َﻰ َنْ َﻜْ َ ُ َ َﺎ ِﻨْ ُ ا ُ َﻧْ َ َ ُ ِذْ َﻌْ َ اﻟْ ُﻔْ ِ ِﻰ َ ُﻮْ َ َنْ َﻜ‬ ‫ﻓ‬ ‫)َ َﺲ َﻦْ َ ُﺴِْﻢ اﻟْ ُ َﺎ ِى َ َا ُ( اﻟ ﱠﺎ ِ ِﻰ‬ ‫اﻧ ﻋ وﻣ ﻠ ﺒﺨ ر رو ه ﻨ ر ﻓ‬
Ada tiga perkara, siapa yang memilikinya, ia telah menemukan manisnya iman: 1) orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih daripada yang lainnya; 2) orang yang mencintai seseorang hanya karena Allah; 3) orang yang tidak suka kembali kepada kekufuran sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam api neraka.(H.R. Muttafaq alaih )

Dalam kitab Min Muqawwimat an- Nafsiyah al –Islamiyah arti cinta seorang hamba kepada Allah dan Rasul-Nya adalah mentaati dan mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya.” Al Baidhawi berkata, :” Cinta adalah keinginan untuk taat.”Al-Zujaj juga berkata: “Cinta manusia kepada Allah dan Rasul-Nya adalah mentaati keduanya serta meridhai segala perintah Allah dan segala ajaran yang dibawa Rasullah saw.” Kecintaan kita kepada Rasulullah saw. mengharuskan kita untuk menyelaraskan semua hal yang terkait dengan pribadi maupun sosial kita.

D. Bukti-bukti Cinta Kepada Rasul

Bukti-bukti cinta kepada Rasul harus meneladani seluruh aspek kehidupan Rasulullah, misalnya: Dalam ibadahnya; diwujudkan dalam bentuk ketundukan dalam menjalankan dan memelihara salat sesuai dengan tuntunan beliau. Beliau bersabda:

‫ُ َّﻰ ََﯾْ ُ ُﻮْ ِﻰ َ َﺎ َﱡﻮْا‬ ‫اﺻِ را ﺘﻤ ﻧ ﻛﻤ ﺻﻠ‬ ‫ﻠ‬
“Salatlah kalian sebagaimana aku salat.” (H.R. Bukhari) Dalam tatacara berpakaian yang menutup aurat, sopan, bersih dan indah, makan makanan yang halal, bersih dan bergizi, makan tidak sampai kenyang, tidak makan kecuali setelah dalam keadaan lapar. Dalam berkeluarga, misalnya sebagai seorang suami yang harus melindungi, bersabda: mencintai dan menyayangi keluarganya. Beliau

‫ﻗ ﱠة وﺟﻌﻠ و ِﺴ ء ا ِ ﺐ ﺛﻼث د ﯿ ﻛ ﻣ اﻟﻲ ﺣ ِﺐ‬ َ ّ ُ ‫ُﺮ ُ َ ُ َِﺖْ َاﻟ ّ َﺎ ُ َﻟ ّﯿْ ُ : َ َ ٌ ُﻧْ َﺎ ُﻢْ ِﻦْ َِ ﱠ‬ ‫ﺒ‬ ‫ﻄ‬ ‫ﻨ‬ ‫)اﻟ ّ َﺎ ِ َ َا ُ( اﻟ ﱠ َ ِ ِﻰ َﯿْ ِﻰ‬ ‫ﻨﺴ ئ رو ه ﺼﻼة ﻓ ﻋ ﻨ‬
“Telah ditanamkan padaku di dunia ini tiga perkara: rasa cinta kepada wanita, wewangian, serta dijadikan mataku sejuk terhadap salat.” (H.R. an-Nasai)

Sebagai pemimpin umat, Beliau lebih mendahulukan kepentingan umatnya daripada kepentingan pribadinya; Beliau bukan tipe manusia individualistik yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Sebagai anggota masyarakat, Beliau bukan manusia yang suka berdiam diri di rumah seraya memisahkan diri dengan masyarakat sekitar, tetapi dan selalu berinteraksi dengan semua lapisan para masyarakat sahabatnya. E. Nilai-nilai Yang Harus Diaplikasikan Dalam Kehidupan Seharihari a) Istiqamah dalam menjalankan syari’at agama b) Tabah dan sabar dalam menghadapi musibah c) Selalu optimis dan tidak pernah putus asa d) Peduli terhadap kaum dhu’afa e) Selalu melaksanakan ibadah-ibadah sunah f) Tidak membeda-bedakan para Rasul-rasul Allah g) Meyakini isi kitab-kitab yang dibawa oleh para Rasul h) Meyakini para Rasul memiliki sifat-sifat terpuji i) Menjadikan Rasul sebagai suri tauladan Mengenal lebih dekat pribadi nabi Muhammad saw. sering mengunjungi rumah-rumah

Adalah keistimewaan Nabi saw. bahwa apabila beliau mendirikan salat, ia dapat memandang orang yang dibelakangnya seperti halnya beliau memandang orang yang di depannya. Aisyah berkata : “ Adalah Nabi saw. dapat melihat di dalam gelap seperti halnya beliau melihat di waktu terang .”

Abu Hurairah berkata: “ Saya tidak melihat seseorang yang lebih cepat jalannya daripada Rasulullah saw, seolah-olah bumi ini berlipat baginya, kami telah mengeluarkan banyak tenaga, tetapi beliau kelihatan berjalan biasa tanpa mengeluarkan tenaga.” Tentang tertawanya saw. bahwa beliau menunjukkan kegirangan hatinya dengan senyum. Bila ia berpaling, maka ia berpaling dengan keseluruhan badannya. Bila ia berjalan, ia begerak dengan gerak tangkas. Tentang kefasihan lisan dan retorika (balaghah) nya ia sangat sempurna. Kata-katanya singkat dan padat. Lafadznya fasih dan lancar tanpa dibikin-bikin. Ia mengetahui berbagai dialek arab, sehingga ia dapat berbicara dengan setiap umat dengan mempergunakan bahasa (dialek) daerahnya masing-masing. Adapun tentang perkara tingkah-laku yang berupa akhlaq yang terpuji, adab susila dan sopan santun serta budi pekerti luhur, maka itu merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan Nabi saw. dalam wujudnya yang paling sempurna sebagaimana disanjungkan Allah kepadanya;”sesungguhnya engkau mempunyai akhlaq yang agung.” Berkata Aisyah ra. :”Akhlaq Rasulullah saw adalah Al Quran . Dia rela dengan relanya Al Quran, dan dia murka dengan murkanya Al Quran.” Nabi bersabda:” Aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia.” Tentang kesabaran dan pemaaf nabi dapat diketahui ketika beliau berdakwah di Thaif. Ia memaafkan mereka meski mereka bertindak sadis kepadanya.Tentang kemurahan hatinya saw. dapat diikuti cerita sahabat beliau, Ibnu Abbas, bahwa pernah ada orang mengantarkan uang kepada beliau saw. Sebagai hadiah sebanyak 70.000 dinar. Uang itu diletakkan beliau di atas tikar. Sambil duduk bersila, uang itu dibagi-bagikan kepada kaum fakir miskin, dan beliau saw. belum mau berdiri sebelum uang itu habis. Setelah uang itu habis, ternyata

masih ada orang fakir miskin yang datang meminta kepada Rasulullah. Maka beliau saw. berkata kepada orang tersebut: “Sekarang saya tidak punya apa-apa lagi, tetapi silahkan kamu berutang atas nama saya, nanti saya bayar !” Melihat yang demikian, berkatalah Umar bin Khattab kepada beliau saw :”Allah tidak akan memberati engkau apa yang engkau tidak mampu melakukannya.” Umar berkata demikian demi karena sayangnya kepada Rasulullah saw. Yang harus memberati dirinya dengan uang demi untuk memenuhi permintaan orang lain. Tentang tawadlunya Nabi dapat dibuktikan, bahwa beliau tidak mau dikultuskan (disucikan atau didewa-dewakan) orang. Ketika para sahabat berdiri menghormati kedatangannya, maka beliau suruh semuanya duduk dan beliau berkata : “ Jangan kamu berdiri menghormati kedatanganku seperti halnya orang-orang ‘ajam berdiri menghormati pembesarpembesar mereka. Jangan kamu dewakan aku seperti halnya kaum nasrani menuhankan Isa anak Maryam. Aku ini hanya seorang hamba, dan karena itu panggillah aku “ Abdullah warasuluhu.”

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->