MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengelolaan Pendidikan III 2011 / 2012 Dosen : Prof. Dr. Hj. Mintarsih D, M.Pd

Disusun oleh Nama : ADE FADILLAH WINATA (110070 : DWI SATRIA MAULANA (110070123) : NIDA NUR’AZIZZAH (110070 Prodi : MATEMATIKA

Tingkat / kelas : II.J PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON 2011

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Sistem Informasi Manajemen dan Penerapannya pada Manajemen Sekolah ”. Penulisan makalah ini dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Pengelolaan Pendidikan semester III tahun 2011-2012. Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua terutama dosen Pengelolaan Pendidikan, sehingga kendalakendala yang penulis hadapi teratasi. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Ibu Prof. Dr. Hj. Mintarsih D, M.Pd. yang telah memberikan tugas, petunjuk, kepada penulis sehingga penulis termotivasi dan menyelesaikan tugas ini. 2. Orang tua yang telah turut membantu, membimbing, dan mengatasi berbagai kesulitan sehingga tugas ini selesai. 3. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah memberikan bantuan dalam penulisan makalah ini. Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai, Amin. Cirebon, 15 November 2011 Penulis,

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ………………………………………………………………… B. Rumusan Masalah……………………………………………………………… C. Tujuan Penulisan……………………………………………………………….. D. Kerangka Pemikiran…………………………………………………………… BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Manajemen…………………………………………………………. B. Manajemen Keuangan Sekolah……….……………………………………….. C. Manajemen Keuangan Sekolah: Kajian Administrasi Pendidikan……………. D. Pengelolaan Keuangan Pada Persekolahan….………………………………… E. Jenis-jenis Pengeluaran Dalam Pendididikan.………………………………… F. Fungsi Anggaran dan Tehnik Penyusunan Anggaran…………………………. G. Pengawasan Keuangan Pendidikan………………..………………………….. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan …………………………………………………………………… B. Saran ………………………………………………………………………….. Daftar Pustaka …………………………………………………………………………

BAB I

A. LATAR BELAKANG 1. Banyaknya ketidaktahuan siswa dan penyelenggara pendidikan tentang sistem manajemen keuangan sekolah 2. Ketidakmaksimalan sekolah dan penyelenggara pendidikan dalam mengatur anggaran sekolah dikarenakan kurang memperhatikan faktor dan kebutuhan sekolah 3. Banyaknya kalangan yang belum mengetahui tentang pengaruh manajemen keuangan sekolah terhadap penyelenggaraan pendidikan 4. Banyaknya kalangan yang belum mengetahui betapa pentingnya mangatur keuangan yang berpengaruh besar terhadap penyelenggraan pendidikan di sekolah.

B. RUMUSAN MASALAH 1. 2. 3. 4. Apa itu Manajemen? Apa yang dimaksud dengan Manajemen Keuangan Sekolah? Bagaimana cara pengelolaan keuangan sekolah? Apa itu anggaran keuangan dan apa saja jenis-jenisnya?

C. TUJUAN PENULISAN 1. 2. 3. 4. Mengetahui pengertian Manajemen Mengetahui pengertian Manajemen Keuangan Sekolah Mengetahui bagai mana cara Pengelolaan Keuangan Sekolah Mengenal anggaran keuangan dan jenis-jenisnya

D. KERANGKA PEMIKIRAN Sebelumnya pendidikan merupakan bagian dari “public service” atau jasa layanan umum dari Negara kepada masyarakat yang tidak diperhitungkan untung dan ruginya “return” dan “cost benefit” dari biaya yang dikeluarkan tersebut. Namun sekarang pengertian itu bisa dianggap keliru dan harus diubah, sehingga menjadikan pendidikan itu merupakan sektor jasa yang investif-produktif. Adapun beberapa pendapat para ahli tentang sistem keuangan sekolah, yaitu:

Menurut Zymelman (1975) dengan jelas mengatakan bahwa pembiayaan pendidikan tidak hanya menyangkut analisis sumber-sumber dana. . STEPPES. pengertian manajemen keuangan dapat dirumuskan oleh fungsi dan tanggung jawab para manajer keuangan meskipun tanggung jawab manajer keuangan berbeda-beda. Menurut J. Menurut Weston Copeland. Adapun biaya operasi satuan pendidikan adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi satuan pendidikan agar dapat berlangsungnya kegiatan pendidikan yang sesuai standar nasional pendidikan secara teratur dan berkelanjutan. 3. Sehingga secara garis besar dapat dikatakan bahwa standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. tetapi juga menyangkut penggunaan dana-dana itu secara efisien. biaya dalam arti yang umum yaitu dalam bentuk moneter/uang.Hallak (1969) bahwa dalam Analisis Biaya Pendidikan. 2. Depdikbud (1989) menyatakan bahwa konsep biaya dalam pendidikan terdiri dari seluruh biaya yang dikeluarkan dan dimanfaatkan untuk penyelenggaraan pendidikan baik oleh pemerintah. 4. perorangan dan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan.1. Biro Perencanaan.

BAB II PEMBAHASAN A. yang mencakup planning. PENGERTIAN MANAJEMEN Pada pertengahan tahun 1950-an Koontz mempopulerkan konsep fungsi-fungsi manajemen dengan mengelompokkan tugas-tugas yang dilakukan oleh manajemen ke dalam lima fungsi manajemen. commanding (pemberian komando). keemimpinan dan pengendalian dari berbagai sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Definisi manajemen tersebut dapat dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut: 1) Manajemen merupakan sebuah proses. Artinya. yang mencakup: a) Perencanaan (planning) b) Pengorganisasian (organizing) c) Pengisian staf (staffing) d) Memimpin (leading) e) Pengendalian (controlling) Pengembangan model fungsi manajemen di atas mengacu kepada pembagian fungsi manajemen yang dirumuskan oleh Henry Fayol pada tahun 1916. Fayol membagi fungsi manajemen ke dalam lima fungsi. yakni: planning (perencanaan). fungsi-fungsi manajemen disusutkan menjadi empat fungsi. Pada perkembangan selanjutnya. coordinating (pengkoordinasian). dan controlling (pengendalian). seluruh kegiatan manajemen yang dijabarkan ke dalam empat fungsi manajemen dilakukan secara berkesinambungandan semuanya bermuara kepada pencapaian tujuan perusahaan. manajemen dapat didefinisikan sebagai proses perencanaan. Penyusutan fungsi terebut terjadi karena sebagian ahli manajemen berpendapat bahwa fungsi pengisian staf (staffing) telah tercakup dalam fungsi pengorganisasian (organizing). leading dan controlling. pengorganisasian. Koontz menyatakan bahwa fungsi adalah sekumpulan pekerjaan yang dapat dibedakan secara nyata dari kumpulan pekerjaan lainnya. . Berdasarkan paparan di atas. organizing (pengorganisasian). organizing.

Empat aspek yang harus dilakukan manajer keuangan. Aspek 1 : membuat perencanaan perkiraan dan bekerja sama dengan manajer lainnya. serta pengendalian. Aspek 3 : bekerja sama dengan manajer lainnya agar lembaga dapat beroperasai seefisien mungkin. A. B. pengorganisasian. Sedangkan efisiensi menunjukkan pencapaian tujuan secara optimal dengan menggunakan sumber daya yang paling minimal. Pengertian dan Fungsi Manajemen Keuangan Sekolah Menurut Weston Copeland. kepemimpinan. 3) Pencapaian tujuan dilakukan secara efektif dan efisien.Tugas pokok manajer keuangan disekolah adalah merencanakan untuk memperoleh dana kebutuhan operasional dan menggunakan dana tersebut untuk program pembelajaran. MANEJEMEN KEUANGAN SEKOLAH 1. Pencapaian tujuan perusahaan dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya organisasi yang dimiliki oleh perusahaan. Aspek 4 : menyangkut penggunaan keuangan dan mencari dananya. Keuangan (Finance) Keuangan dalam arti luas bagian dari urusan praktis yang berhubungan dengan uang. . pengertian manajemen keuangan dapat dirumuskan oleh fungsi dan tanggung jawab para manajer keuangan meskipun tanggung jawab manajer keuangan berbeda-beda. Efektivitas menunjukkan tecapainya tujuan yang diinginkan melalui serangkaian tindakan yang dilakukan perusahaan. Aspek 2 : memusatkan perhatian pada berbagai keputusan investasi dan pembiyayaannya serta segala hal yang berkaitan dengannya.2) Pencapaian tujuan perusahaan dilakukan melalui serangkaian aktivitas yang dikelompokkan ke dalam fungsi-fungsi manajemendan mencakup fungsi perencanaan.

2. Penting bagi pemantapan rencana kerja c. D. Biaya (Cost) Biaya : seluruh dana baik langsung/tidak langsung yang diperolehdari berbagai sumber (pemerintah.B.Cost Driver eksekusional merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan lembaga untuk mengelola menurunkan biaya.”Pada institusi sekolah. Begitu juga dengan pengelolaan pendidikan dana merupakan hal yang sangat untuk terlaksananya program pembelajaran. meliputi pengadaan sarana dan prasarana pendidikan. Menetapkan suatu penilaian terhadap kegiatan yang direncanakan b. Anggaran (Budget) Anggaran merupakan rencana operasional yang dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk satuan uang yang digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan lembaga. Berguna untuk peramalan . . Perhitungan biaya pendidikan ditentukan oleh komponen kegiatan pendidikan. pengeluaran dan estimasi pendapatan C. Kedudukan Manajemen Keuangan pada Jenjang Persekolahan Seperti yang telah dijelaskan oleh Weston Copeland bahwa “pada hierarki dan melakukan pengambilan keputusan untuk organisaasiperusahaan jabatan direktur keuangan dianggap tinggi. E. orang tua) yang diperuntukan untuk penyelenggaraan pendidikan. Pemicu Biaya (Cost Driver) Pemicu biaya merupakan factor yang mempunyai efek terhadap perubahan level biaya total untuk suatu obyek biaya. Beberapa keuntungan penggunaan anggaran sekolah: a. Pembiayaan (Financing) Financing merupakan fungsi penyediaan dana untuk melaksanakan usaha. masyarakat. oleh karena bidang keuangan merupakan titik pusat dalam pengambilan keputusan ditingkat puncak.

sedangkan bagian akuntansi adalah mencatat (accounting). dan berfungsi untuk kemudian menghasilkan output. Sekolah akan berjalan dengan baik apabila Kepala Sekolah berperan sebagai manager keuangan professional. Keuntungan hasil pendidikan yang diperoleh individu ada yang bersikap ekonomi dan ada yang bersifat sosial. fasilitas. Mengenai manfaat atau keuntungan yang diterima oleh individu dari pendidikan. 2. mereka ini termasuk golongan yang dapat mengambil kebijakan atas dasar pendelawegasian kepala sekolah. dan pengendalian (controlling). bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang. Dalam hierarki ini langsung dibawah kepala sekolah. MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH : KAJIAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN 1. Ini menunjukan bahwa bidang keuangan setara kedudukannya dengan bidang pendidikan dan kesiswaan. Bagian bendaharawan bertanggung jawab atas perolehan dana dan pengamanannya. Tugas lain manajemen keuangan melakukan analisis keuangan yang dibantu oleh bagian bendaharawan dan bagian akuntansi. Pendidikan sebagai kekayaan ekonomi dan kekayaan ini bersifat non material yang berupa pelayanan yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kajian Administrasi Pendidikan dari Kaca Mata Ekonomi Focus utama dalam bidang ekonomi adalah masalah pengalokasian sumber-sumber dan konsep utamanya ditekankan pada masalah keterbatasan sumber-sumber. melaporkan (reporting). menekankan bahwa ketersediaan dana merupakan salah satu syarat untuk dapat dilaksanakan berbagai kegiatan pendidikan. hasil penelitian Houthaker dan Miller menunjukkan adanya suatu kecenderungan.hierarki organisasi jabatan bidang keuangan pada satuan pendidikan di urus oleh pembantu kepala sekolah II yang mengurus keuangan dan administrasi umum. semakin besar pula pendapatan yang diterimanya. teknologi pendidikan. C. Melalui pendidikan memungkinkan individu mendapat income pendapatan. . Strategi Pengelolaan Keuangan Sekolah Beberapa ahli pembiayaan pendidikan. artinya kekayaan ini dalam bentuk kualitas SDM yang dihasilkan lembaga pendidikan melalui proses pembelajaran. Bersama-sama dengan unsur-unsur administrasi pendidikan yang lainnya seperti manusia/personil.

Dalam kondisi yang sangat terpaksa. D. 20 tahun 2003). Tanggung jawab pembiayaan pendidikan dalam manajemen keuangan Sekolah Lanjutan Pertama mengakomodir tuntutan eksternal dan internal dalam pengelolaan pembiayaan pendidikan. Dalam mengelola sekolah tujuan utamanya adalah bagaimana sekolah dapat menghasilkan output yang berkualitas dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat. sebagai salah satu tujuan didirikannya lembaga tersebut (terutama bagi lembaga pendidikan swasta). masyarakat dan orang tua (UUSPN No. b) Memungkinkan tercapainya kelangsungan hidup lembaga pendidikan. c) Dapat mencegah adanya kekeliruan kebocoran ataupun penyimpangan-penyimpangan dana dari rencana semula.Karena keterbatasan kemampuan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan dana pendidikan. Akan tetapi. setiap usaha peningkatan kualitas pendidikan selalu mempunyai akibat keuangan. PENGELOLAAN KEUANGAN PADA PERSEKOLAHAN 1. Keberhasilan pengelolaan atas dana pendidikan itu akan menimbulkan berbagai manfaat. Hal yang penting adalah menempatkan fungsi manajemen keuangan benar-benar menunjukkan sasaran pembelajaran yang berimplikasi pada mutu pendidikan yang kompetitif. pendidikan masih akan dapat berlangsung tanpa adanya biaya. . diantaranya : a) Memungkinkan penyelenggaraan pendidikan dilakukan secara efektif dan efisien. biaya pendidikan merupakan salah satu komponen penunjang yang penting. maka tanggung jawab atas pembiayaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah. yang sifatnya melengkapi akan tetapi tidak dapat ditinggalkan. d) Penyimpangan akan dapat dikendalikan apabila pengelolaan berjalan baik sesuai yang diharapkan. Konsep Dasar Keuangan Dalam suatu lembaga pendidikan.

Otorisator adalah pejabat yang diberi wewenang untuk mengambil tindakan yang mengakibatkan penerimaan atau pengeluaran uang. Kepala sekolah wajib melakukan pengawasan dalam penggunaan pengawasan dalam penggunaan dana. dana berfungsi untuk kemudian menghasilkan keluaran tertentu yang menunjang keberhasilan tujuan penyelnggaraan pendidikan. fasilitas. pencatatan. Kepala sekolah sebagai pemimpin satuan kerja berfungsi sebagai otorisator untuk memerintahkan pembayaran. . guru diharapkan ikut berperan dalam administrasi biaya pendidikan di sekolah. dan pengeluaran uang atau surat-surat berharga lainnya yang dapat dinilai dengan uang dan diwajibkan membuat perhitungan dan pertanggungjawaban. kepala sekolah tidak boleh melaksanakan fungsi bendaharawan. sehingga pengurusannya dapat dipertanggunggjawabkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ketersediaan dana merupakan salah satu syarat untuk dapat dilakukannya berbagai kegiatan pendidikan. Administrasi keuangan meliputi kegiatan perencanaan. Bendaharawan sekolah ditugasi untuk melakukan fungsi ordonator dalam menguji hak atas pembayaran. Tujuan administrasi ini adalah untuk mewujudkan suatu tertib administrasi keuangan. dan bendaharawan. pelaporan. penggunaan. Namun demikian. Ordonator adalah pejabat yang berwenang melakukan pengujian dan memerintahkan pembayaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otorisasi yang ditetapkan.Penanggung jawab administrasi biaya pendidikan adalah kepala sekolah. Bersama-sama dengan unsur-unsur administrasi pendidikan yang lainnya. Bendaharawan adalah pejabat yang berwenang melakukan penerimaan. dan pertanggungjawaban dana yang dialokasikan untuk penyelenggaraan sekolah. dan teknologi pendidikan. ordonator. penyimpanan. Dalam administrasi keuangan ada pemisahan tugas dan fungsi antara otorisator. seperti manusia/personil. Oleh sebab itu.

Sedangkan dimensi pengeluaran meliputi: pengeluaran modal/Kapital atau anggaran pembangunan (capital outlay/expenditure).25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Undang-undang RI No. . artinya dengan dana tertentu diperoleh hasil yang maksimal atau dengan dana minimal diperoleh hasil/tujuan tertentu. iuran sekolah. dan 2) Dimensi Pengeluaran atau alokasi dana. dijadikan sebagai dasar hukum bagi daerah untuk mengatur diri sendiri (otonomi) yang berimplikasi pula pada pengelolaan pendidikan. baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Hal ini telah diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945. bahwa pemerintah mempunyai kewajiban untuk mengatur dan membiayai pendidikan sesuai dengan fungsinya. b. yaitu : 1) Dimensi Penerimaan atau sumber dana. Memungkinkan penyelenggaraan pendidikan dilakukan secara efisien.20 tahun 2003). diantaranya : a.Masalah pemenuhan kebutuhan dana pendidikan itu dipandang sebagai hal yang perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh dari pemerintah. dan sumbangansumbangan masyarakat. Namun. maka tanggung jawab atas pembiayaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah. Keberhasilan pengelolaan atas dana pendidikan akan menimbulkan berbagai manfaat. karena keterbatasan kemampuan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan dana pendidikan. masyarakat dan orangtua (USPN No. dan keuangan pendidikan yang tidak selalu tergantung pada pusat dan organisasi pendidikan di daerah. Secara sederhana pengelolaan dana pendidikan itu mencakup dua aspek. penerimaan khusus pemerintah yang diperuntukkan bagi pendidikan.22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-undang RI No. Dimensi penerimaan antara lain bersumber dari: penerimaan umum pemerintah. Memungkinkan tercapainya kelangsungan hidup lembaga pendidikan sebagai salah satu tujuan didirikannya lembaga tersebut (terutama bagi lembaga pendidikan swasta termasuk kursus-kursus).

Dapat mencegah adanya kekeliruan. melaksanakan dan mengevaluasi serta mempertanggungjawabkan pengelolaan dana secara transparan kepada masyarakat dan pemerintah. yang menuntut kemampuan sekolah untuk merencanakan. Berdasarkan hal tersebut. Dalam penyelenggaraan pendidikan. Hal ini penting.c. Komponen keuangan dan pembiayaan ini perlu dikelola sebaik-baiknya agar dana-dana yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. baik itu disadari maupun tidak disadari. Dengan kata lain setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya. 2. kebocoran-kebocoran ataupun penyimpanganpenyimpangan penggunaan dana dari rencana semula. keuangan dan pembiayaan merupakan potensi yang sangat menentukan dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kajian manajemen pendidikan. Hal tersebut lebih terasa dalam manajemen sekolah. Penyimpangan akan dapat dikendalikan apabila pengelolaan berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Komponen keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan proses belajar-mengajar di sekolah bersama komponen-komponen lain. Dan dalam prosesnya pengelolaan keuangan dalam bidang pendidikan lebih difokuskan dalam proses merencanakan alokasi secara teliti dan penuh perhitungan. yang memberikan kewenangan kepada sekolah untuk mencari dan memanfaatkan berbagai sumber dana sesuai dengan keperluan masing-masing sekolah karena pada umumnya dunia pendidikan selalu dihadapkan pada masalah keterbatasan dana. serta mengawasi pelaksanaan penggunaan dana. terutama dalam rangka pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi. disertai bukti-bukti secara administratif dan fisik (material) sesuai dengan dana yang dikeluarkan. pengelolaan keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektivitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. baik untuk biaya operasional maupun biaya kapital. PROSES PENGELOLAAN KEUANGAN SEKOLAH . apalagi dalam kondisi kritis seperti sekarang ini.

Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam membuat anggaran menurut Yahya (2003:46) adalah : 1) Permintaan terhadap hasil produksi dan stabilitas permintaan potensi dasar 2) Jenis-jenis hasil produksi yang dibuat 3) Jenis-jenis dan sifat hasil produksi yang dibuat 4) Kemampuan menyusun jadwal mengatur pelaksanaan 5) Jumlah dana yang dipergunakan dibandingkan dengan hasil yang mungkin dicapai.Taylor (2001:351) menyatakan anggarn penting dilakukan dengan alasan sebagai berikut : 1) Untuk menentukan apakah mereka mendapat laba atau rugi. Proses penyiapan anggaran disebut penganggaran yaitu menyediakan anggaran untuk melaksanakan program yang telah direncanakan. Untuk mencapai tujuan tersebut dalam konsep administrasi pendidikan menggunakan strategi. 2) Untuk menghitung dampak keputusan tertentu yang direncanakan. . Anggaran mempunyai peran penting dalam pengalokasian sumber daya atau potensi sekolah. 6) Perencanaan dan pengawasan Stephen P. Candoli Carl Cs. 3) Untuk mengesahkan keputusan bisnis yang telah diambil. Perencanaan Anggaran Peran anggaran dalam pengelolaan pembelajaran yang berkaitan dengan layanan belajar dan manajemen sekolah serta manajemen sekolah secara keseluruhan sangatlah penting untuk mencapai tujuan. pengawasan dan evaluasi anggaran serta mempertanggungjawabkannya. pengkoordnasian operasi pendidikan. (1985) mengemukakan dalam lembaga pendidikan anggaran sekolah merupakan instrumen perencanaan dan instrumen pengendalian. Anggaran merupakan rencana kuantitatif terhadap operasi organisasi sekolah. yaitu memfungsikan fungsi administrasi dalam pengelolaan keuangan sekolah seperti perencanaan.Penerimaan dan realisasi/penggunaan keuangan sekolah merupakan hal yang penting untuk mengetahui potensi dan apa yang akan dihasilkan dari potensi tersebut. pengorganisasian sumber dana sekolah dan pendistribusiannya. a. Anggaran meliputi aspek keuangan maupun aspek non keuangan dari operasi yang direncanakan. penggerakan dan penggunaan keuangan sekolah.

(2) orang tua atau peserta didik. sarana belajar. sekolah maupun orang tua. Adapun diantara dimensi penerimaan telah dikemukakan pada bagian terdahulu.20 tahun 2003 Bab XIII Bagian Kesatu Pasal 46 ayat (1) ditegaskan secara jelas. baik pemerintah pusat. meliputi hal-hal berikut: 1) Hasil Penerimaan Pemerintah Umum Yang termasuk ke dalam golongan ini yaitu semua penerimaan pemerintah dari pajak. 2000) mengatakan bahwa biaya dalam pendidikan meliputi biaya langsung (direct cost) dan biaya tidak langsung (indirect cost). keberadaannya harus dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sebagai stakeholder. Sedang biaya tidak langsung berupa keuntungan yang hilang (earing forgone) dalam bentuk biaya kesempatan yang hilang (opportunity cost) yang dikorbankan siswa selama belajar. Pajak pendapatan . Sumber-sumber Keuangan Pendidikan sebagai Dimensi Penerimaan Chon (Fattah. masyarakat dan atau keluarga peserta didik. (3) masyarakat. dan iuran-iuran pembangunan daerah. sumber keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah secara garis besar dapat dikelompokan atas tiga sumber.4) Untuk menentukan target manajemen. b. selain memikirkan bagaimana suatu keuntungan bias diperoleh sekolah. pajak pendidikan dari perusahaan-perusahaan. bahwa pengadaan dan pendayagunaan sumbersumber daya pendidikan dilakukan oleh pemerintah. biaya transfortasi. Biaya langsung terdiri dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk keperluan pelaksanaan pengajaran. baik yang mengikat maupun tidak mengikat. Mulyasa (2002). yaitu : (1) pemerintah. daerah maupun kedua-duanya. yang bersifat umum atau khusus dan diperuntukan bagi kepentingan pendidikan. Dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 5) Untuk menentukan tingkat kebutuhan Sekolah sebagai lembaga pendidikan. gaji guru baik yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Bantuan yang bersumber dari luar negeri ini mencakup bantuan teknik dan bantuan modal berupa pinjaman dan hibah. Cara mengajukan anggaran rutin dilakukan melalui pengisian Usulan Kegiatan Operasional Rutin (UKOR). 3) Iuran Sekolah Termasuk dalam golongan ini adalah Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) atau BP3 yaitu bantuan dana yang diterima dari peserta didik atau orangtua siswa pada setiap bulan yang disetorkan ke Kantor Dinas Pendidikan. bantuan atau pinjaman luar negeri. Karena dana bantuan ini tidak mencukupi seluruh keperluan pendidikan.dan pajak penjualan biasanya didistribusikan untuk biaya rutin. Artinya pilihan lapangan atau proyek yang perlu dibantu. anggaran rutin dibagi menjadi mata anggaran-mata anggaran. Misalnya. APBN adalah anggaran yang diatur dan diadministrasikan oleh pemerintah pusat. ilmu pengetahuan alam. Anggaran rutin adalah dana APBN yang diperuntukkan bagi kegiatan rutin. dan sebagainya. 2) Penerimaan Pemerintah Khusus Untuk Pendidikan Yang termasuk ke dalam golongan ini anatara lain. Pada dasarnya administrasi dana ini adalah tanggung jawab presiden. biaya kantor. pinjaman dari Bank Dunia. Yang menjadi bahan utama dalam penyususnan UKOR ialah program tahunan sekolah yang terinci. biaya telepon. biaya pemeliharaan gedung. dan sebagainya. Kegiatan rutin ini adalah kegiatan yang berlangsung setiap tahun. Sebagian dana SPP/BP3 ini dikembalikan lagi ke sekolah dalam bentuk Dana Penunjang Pendidikan atau Sumbangan Bantuan Penyelenggaraaan . UKOR yang telah disahkan oleh pemerintah akan menjadi DIK (Daftar Isian Kegiatan) yang berlaku sebagai SKO (Surat Keputusan Otorisasi). pada pengembangan ilmu-ilmu pasti. seperti bantuan dari Badan Internasional PBB (UNICEF atau UNESCO). sedangkan pajak kekayaan disalurkan untuk biaya kapital. Penggunaan anggaran harus disesuaikan dengan jumlah dan jenis pengeluaran yang ditentukan secara tetap oleh pemerintah. Untuk memudahkan pengaturan. Mata anggaran adalah klasifikasi anggaran untuk membiayai suatu kegiatan tertentu. maka pemerintah harus memilih prioritas. gaji.

Sedangkan badan-badan sukarela seperti yayasan swasta turut membantu memajukan pendidikan. mensponsori sekolah dalam bentuk gedung dan alat-alat. Untuk pembiayaan penyelenggaraan dan pembinaan sekolah. c. b) Tata usaha sekolah. serta di tempat lainnya digunakan secara efektif dan efisien. tenaga dan bahan bangunan untuk mendirikan sekolah. e) Porseni sekolah. laboratorium. Bantuan tersebut dapat digunakan untuk : a) Pelaksanaan pelajaran sekolah. Penggunaan Keuangan Sekolah Dana yang diperoleh dari berbagai sumber dibukukan dan diagendakan untuk menunjang kegiatan pembelajaran di kelas. d) Kesejahteraan pegawai sekolah. badan-badan sukarela dan kelompok-kelompok. h) Supervisi. perusahaan. i) Pembinaaan administrasi dan pelaporan. tetapi juga tanah. dan sasaran penggunanaan dana tersebut sesuai rencana dan program yang diperkirakan akan mencapai target dan tujuan pembelajaran sekaligus tujuan sekolah. perpustakaan. oleh pemerintah daerah kadangkadang diberikan bantuan. f) Pengadaan buku laporan pendidikan (rapor). Sumbangan perorangan atau keluarga siswa tidak hanya dalam bentuk uang. j) Pendataan. g) Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) serta Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN). 4) Sumbangan-sumbangan Sukarela dari Masyarakat Termasuk ke dalam golongan ini sumbangan-sumbangan swasta. Pemerintah telah menyusun suatu kategori dalam bentuk mata anggaran.Pendidikan (DPP/SBPP) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dalam bentuk sarana/peralatan kegiatan belajar mengajar. c) Pemeliharaan sekolah. perorangan atau keluarga. kategori ini dimaksudkan agar sasaran penggunaan anggaran dapat tersusun sedemikian rupa .

F = Oprasi Pembangunan dan fasilitas Berdasarkan SKB Mendikbud dan Menkeu No. 5350 – Pemeliharaan Gedung     Program pembangunan D. 5210 – Keperluan alat kantor M.A. Adapun komponen yang baku dan yang berlaku disekolah menurut buku T. air) M. apakah digambarkan atau tidak dalam anggaran sekolah dan pengeluaran.A.5 (Depdikbud.A. .H.B.A.P. 5120 – tunjangan beras M. 5250 – Kegiatan belajar mengajar M. 1988:84) adalah:  Program Rutin M.O = Dana Bantuan Operasi O. 585/k/1987 dan 590/kmk 03/03/1987 tanggal 24 september 1987 kegiatan-kegiatan tersebut adalah antara lain:      Pemeliharaan saran/prasanara PBM/KBM Pembinaan Kegiatan Siswa Dukungan Kegiatan Personil Kegiatan R.P = Dana Pembinaan Pendidikan D. 5150 – Lembur M.dan diukur tingkat pencapaian tiap-tiap komponen. 5110 – Gaji dan tunjangan M.A.T Sekolah/Komite Sekolah Menurut Levin M. Pengeluaran dari sumber sekolah termasuk nilai setiap input yang digunakan meskipun sekolah memberikan sumbangan atau tidak terlihat secara akurat dalam perhitungan pengeluaran.A. 5230 – langganan daya/jasa (Listrik. (1987:426): Pengeluaran sekolah berhubungan dengan pembayaran keuangan sekolah untuk pembelian beberapa sumber dari proses sekolah. 5220 – Barang Inventaris M.A.A. telepon.P.

c. konsumsi. dan modal kerja tetap. E. transfortasi. pajak. . e. Hal yang dapat dilakukan sekolah adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran menggunakan peralatan seadanya. pemeliharaan sarana dan prasarana. uang lembur. dan biaya personal. Biaya operasi satuan pendidikan adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi satuan pendidikan agar dapat berlangsungnya kegiatan pendidikan yang sesuai standar nasional pendidikan secara teratur dan berkelajutan. dan (3) biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya air. asuransi. jasa telekomunikasi. biaya operasi. b. Biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. d. di mana bagi sekolah tidak ada jaminan untuk memperoleh fasilitas dan kelengkapan yang disediakan oleh proyek tersebut dan belum tentu fasilitas dan kelengkapan itu dibutuhkan oleh sekolah. Dalam garis besarnya standar pembiayaan ini mencakup hal-hal sebagai berikut. Standar Pembiayaan Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. Standar biaya operasi satuan pendidikan ditetapkan dengan Peraturan Menteri berdasarkan usulan BSNP. Jenis-jenis Pengeluaran dalam Pendidikan 1. pengembangan sumber daya manusia. (2) bahan atau peralatan habis pakai. Pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investasi. Biaya operasi satuan pendidikan meliputi: (1) gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji.Fasilitas dan kelengkapan sekolah dibelanjakan oleh pemerintah dalam bentuk proyekproyek. dan sebagainya. Biaya investasi meliputi biaya pembelian sarana dan prasarana. a.

(2) Pengendalian aliran uang tunai. (2) Kualitas latihan yang dinyatakan dalam analisis kurikulum. poliklinik. apakah ada dampaknya terhadap karir/jabatan. Penggunaan dana tersebut biasanya bersumber dari anggaran pembangunan yang diusulkan melalui Daftar Isian Proyek. Sedangkan pengelolaan utang menyangkut syarat-syarat dan sanksi-sanksi yang dikenakan jika meminjam dana dari pihak luar baik jangka panjang maupun jangka pendek. seperti kantin. sarana olahraga (sport hall) yang relatif besar. pengelolaan utang. maupun yang dikeluarkan oleh sekolah. baik yang masuk sekolah. yaitu: (1) Biaya per lulusan (biaya satuan). baik anggaran rutin maupun pembangunan terdapat sembilan kategori pembelanjaan. Demikian pula halnya dengan biaya modal yang dipergunakan untuk mendirikan bangunan sekolah. yaitu: . Dalam organisasi pendidikan.Sehingga dimensi alokasi digolongkan ke dalam dua jenis pengeluaran. pembelian tanah. Ada beberapa kriteria untuk menilai keefektifan biaya dari beberapa program pendidikan yang diusulkan. memerlukan pengelolaan dengan baik. gaji pengelola. biaya pemeliharaan gedung. upah pegawai. Pengelolaan kas menyangkut hal-hal sebagai berikut: (1) Penentuan jumlah uang tunai kas yang diperlukan agar tidak berlebihan dan juga tidak terlampau kecil. halaman sekolah dan dana-dana operasional. (4) Peluang untuk mendapatkan pekerjaan bagi yang belum bekerja. (3) Penghargaan pimpinan lembaga (bagi yang telah bekerja) terhadap hasil pendidikan yang telah dicapai. Dengan kata lain. Untuk itu perlu dikuasai prinsip-prinsip pengelolaan kas. pembelian bahan-bahan ATK. dan pengelolaaan barang/fasilitas. yaitu pengeluaran rutin yang sifatnya berulang (recurrent expenditure) atau aktiva lancar dan pengeluaran kapital/modal (capital expenditure) atau aktiva tetap. sarana pendidikan lainnya. Pengeluaran rutin atau berulang adalah biaya yang dipergunakan secara berkala dalam suatu masa tertentu (bulanan atau tahunan) seperti gaji guru.

kontrak dengan orang asing/luar. Anggaran dirancang dengan mencantumkan penanggung jawab suatu kegiatan tertentu . Belanja untuk melaksanakan tugas. 5. pertanian sekolah. karya wisata. 2. lampu. 4. sanggar. seperti dana sosial. Perbaikan dan pengembangan kurikulum 9. dosen tamu. membayar utang. Dana pengadaan media. Biaya bimbingan konseling. Fungsi Anggaran dan Teknik Penyusunan Anggaran Disamping memberikan semacam kerangka operasional dalam biaya dan waktu kegiatan yang akan dilaksanakan. Dana cadangan untuk keperluan khusus. yaitu: 1) Membuat anggaran (Budgeting). F. 8. Pajak tahunan. merupakan kegiatan mengoordinasi semua sumber daya yang tersedia untuk mencapai sasaran yang diinginkan secara sistematis tanpa menyebabkan efek samping yang merugikan 2) Pencatatan atau pembukuan (Implementation Involves Accounting) ialah kegiatan berdasarkan rencana yang telah dibuat dan kemungkinan terjadi penyesuaian jika diperlukan 3) Pemeriksaan atau pengawasan (Auditing). biaya menerima tamu.1. berbagai macam layanan. komunikasi. Pembelian barang. 3. 6. Pengelolaan keuangan secara garis besar mencakup 3 fungsi utama. anggaran berfungsi : 1) Dapat dijadikan alat untuk mendelegasikan wewenang dalam pelaksanaan suatu rencana. Biaya fasilitas air. sanitasi. 7. gaji dan kesejahteraan personil. Dana proyek. barang habis pakai pada waktu pengajaran. termasuk pembelian alat-alat dan konstruksinya.

Dalam bentuk ini pekerjaan dalam suatu program dipecah dalam bentuk beban kerja dan unit penampilan yang . Anggaran Berdasarkan Hasil (Performance Budget) Anggaran ini menekankan hasil daripada keterincian alokasi anggaran. sedangkan dalam program biaya dihitung berdasarkan jenis program. Keuntungan bentuk ini antara lain : 1) Mengorganisasikan sejumlah besar pengeluaran menjadi rencana yang logis dan konkrit 2) Merangsang perencanaan tahunan ganda dan reevaluasi periodik dari pelaksanaan rencana 3) Menghindari sentralisasi yang berlebihan. jika anggaran itu disetujui oleh yang berwenang. seperti dalam mengevaluasi harga dalam hubungannya dengan pencapaian suatu program. biaya dihitung berdasarkan jenis butir (items) yang akan dibeli. 2. maka pendelegasian fungsi itu juga disetujui 2) Dapat menjadi alat pengawasan dan penilaian suatu penampilan (perfomance). karena tidak memberikan analisis untung rugi dan berbagai alternatif 3) Lebih mengarahkan perhatian pada pembukuan dan tidak terhadap tujuan suatu program. Dengan membandingkan pengeluaran biaya suatu kegiatan dengan alokasi anggaran dan tingkat penggunaannya. Penganggaran Butir Perbutir (Line Item Budget) Bentuk ini paling banyak digunakan dan dikategorikan sebagai yang konvensional dan tradisional. tetapi sistem ini tidak membantu dalam pengambilan keputusan. Kelemahannya lainnya yaitu: 1) Tidak dapat menunjukkan hubungan antara masukan program dengan keluaran 2) Tidak dapat berfungsi sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Anggaran Program (Program Budget) Bentuk ini lebih menekankan kepada hasil suatu program yang telah ditetapkan. merupakan pedoman sederhana untuk mengetahui sampai dimana tingkat efektifitas dan efisiensi kegiatan yang bersangkutan. Bentuk-Bentuk Penganggaran 1. 3. Meskipun memudahkan dalam pengawasan pengeluaran biaya. Pada anggaran butir perbutir program. Jadi.(penetapan pimpinan proyek). dimana keputusan menumpuk di tingkat atas.

4. Konsep ini dicoba dan berhasil. perencanaan. Keseimbangan antara otonomi dan pengarahan harus diperhatikan berdasar pada prinsip perencanaan bawah-atas (bottom-up) dan atas-bawah (top-down) 5. Siklus operasi yang mengatur seluruh urutan jadwal kegiatan yang disesuaikan dengan siklus DUP dan DIP 2. Sistem Perencanaan Penyusunan Program dan Penganggaran (SP4) SP4 ini dialih bahasakan dari PPBS (Planning Programing Budgeting Sistem). Anggaran berdasarkan hasil ini merupakan alat manajemen yang dapat mengidentifikasi secara jelas satuan dari hasil suatu program dan sekaligus merinci butir perbutir dari kegiatan yang harus dibiayai. Untuk dapat berfungsi dengan baik. yaitu: 1. Bentuk ini menuntut akuntasi yang teliti dan pemroses data yang akurat. SP4 mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. program memo. konsep program operasional. Penganggaran didasarkan pada program yang telah ditetapkan 4. dan . usulan program.dapat diukur. Perencanaan merupakan kegiatan yang berkesinambungan dan bergulir (rolling plan) SP4 pada dasarnya adalah suatu cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan memanfaatkan sarana dan sumber daya yang tersedia atau yang dapat disediakan secara berencana. Sebagai aplikasi dari PPBS. Struktur program yaitu gambaran hirarki program yang disusun dengan bertitik tolak dari pernasalahan pokok yang dihadapi pada tahun mendatang. Daftar Usulan Proyek (DUP). program koordinatif. Sistem informasi yang meliputi dokumen pengarahan. PPBS mulai diperkenalkan di Amerika Serikat dan menjadi populer waktu Robert S. Hal ini mengakibatkan sistem ini menjadi relatif mahal terutama bagi lembaga yang belum berkembang. SP4 mempunyai 3 macam unsur yang saling menunjang. Mc Namara ditunjuk sebagai Sekretaris Departemen Pertahanan 1960-an. Orientasi perencanaan pada keluaran 3. memo keuangan. dan 3. Hasil pengukuran ini dipergunakan untuk menghitung masukan dana dan tenaga yang diperlukan untuk mencapai tujuan program. Perencanaan menggunakan pendekatan sistem 2.

yaitu memberi arah perencanaan jangka panjang. yaitu memberi perhatian pada pencapai tujuan akhir. Dengan demikian faktor-faktor lingkungan secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan. politik. ada perbandingan keuntungan dan kerugian alternatif. Faktor-faktor lingkungan tersebut adalah administrasi pemerintah daerah. yaitu memberi kemudahan menilai keberhasilan program dan efektivitas penggunaan sumber-sumber. Daftar Isian Proyek (DIP) serta Petunjuk Operasional (PO). geografi. Seringkali mengabaikan tujuan kualitatif yang sukar diukur. Penggunaan SP4 memberikan keuntungan sebagai berikut: a) taksonomik. Pendidikan merupakan institusi yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat setempat. b) analitik. 2. c) proyektif. artinya penggolongan tujuan berdasarkan tujuan. Kekurangan data/informasi dapat mengkibatkan kesalahan penentuan prioritas. ekonomi. Adapun beberapa kelemahannya. ilmu pengetahuan dan teknologi serta transformasi dan komunikasi.4. yaitu: 1. Menurut Burhanudin untuk memahami tentang fungsi kepemimpinan adalah : 1) Fungsi yang berhubungan dengan tujuan yang ingin dicapai . alokasi biaya dan waktu penyelesaian suatu program 5. dan e) evaluatif. Kekeliruan mengakibatkan pemborosan sumber-sumber. sosial budaya dan keagamaan. 3. demografi. Mekanisme Realisasi Anggaran Sekolah Gambaran umum pendidikan di lokasi penelitian Pendidikan sebagai institusi sosial tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat dan lingkungannya. d) konsentrik.

P b.2) Fungsi yang berkaitan dengan pengarahan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan organisasi 3) Fungsi yang berhubungan dengan penciptaan suasana kerja yang mendukung proses kegiatan administrasi berjalan dengan lancar. ulangan umum. 3) Peningkatan kegiatan pembinaan siswa: a. Pengiriman staf T.U untuk mengikuti penataran kepegawaian dan administrasi kantor. atas dasr program yang telah disususun. 4) Biaya dukungan personil dan peningkatan keterampilan a. Pengiriman guru untuk mengikuti penataran M. kapur tulis. penuh semangat sehat dan berkratifitas tinggi. Pengiriman guru untuk MSBS tingkat sector-sektor kota c. Pembiayaan pembinaan kegiatan ekstra kurikuler melalui pelatihan yang diselenggarakan di luar sekolah. Pemberian honor kelebihan mengajar e. Sekolah Menengah Negeri menguraikan biaya-biaya pada pos-pos sebagai berikut: 1) Biaya pemeliharaan rehabilitasi dan pengadaan sarana prasarana 2) Biaya peningkatan PBM/KBM. Perjalanan rapat dinas Kepala Sekolah 5) Biaya kegiatan Rumah Tangga a. Pembelian ATK habis pakai . Peberian honor jam mengajar guru tidak tetap f. seperti kepentingan PBM. 4) 1) Proses Perhitungan Anggaran Pendapatam dan Realisasinya Sekolah Menengah Negeri pada umumnya menguraikan penyusunan anggaran pendapatan dihitung untuk setiap catur wulan dan selanjutnya dituanngkan dalam RAPBS untuk satu tahun ajaran. Pengiriman siswa yang berkaitan dengan pengembangan prestasi olahraga dan seni c. Pembelian alat-alat ekstra kurikuler b. d.EBTA dan EBTANAS.

- 7.b.0293/U/1993: 75% digunakan untuk kesejahteraan pegawai administrasi. 10% seluruh KBM (termasuk sarana prasarana). Pembelian keperluan dapur kantor. buku-buku penunjang belajar 2) Biaya perawatan sarana prasarana belajar 3) Untuk rehab bangunan Kalau mengacu kepada lampiran Keputusan Mendikbud No.5% untuk iuran kepala team koordinasi Tetapi implementasi di sekolah dana yang digunakan dari BP3 adalah sebagai berikut: 15% untuk pemeliharaan. 5% untuk kegiatan OSIS.5% untuk Kas BP3 dan 2. Jenis kegiatan yang dibiayai oleh DPP antara lain: Pelaksanaan pelajaran Pemeliharaan sarana prasarana Kesejahteraan personil Kegiatan siswa Pengelolaan pendidikan. Alokasi Dana Bantuan Operasional (DBO) dipergunakan untuk : 1) Bahan penunjang pelajaran 2) Pembelian ATK 3) Perawatan/pemeliharaan 4) Bantuan untuk siswa Alokasi Operasi Pemeliharaan Fasilitas (OPF) pada umumnya untuk: 1) Biaya operasional ATK. rehabilitasi dan pengadaan anggaran/prasarana 20% untuk peningkatan KBM/PBM 10% untuk pembiayaan OSIS 45% untuk biaya kegiatan personil dan peningkatan keterampilan .

- 2 MA 5120 (tunjangan beras) a.699.299.- 7 MA 5250(lain-lain(untuk ulangan.434.000. Langganan listrik 1. Pengadaan amplop surat e.000.400. Pengadaan kertas stensil d.000. Pengadaan buku-buku adm 68.000.560. Realisasi Biaya Sekolah Menengah Negeri Contoh: Tabel 1 Realisasi Biaya dari Anggaran rutin Sekolah Menengah Negeri tahun 2011-2012 No 1 SASARAN MA 5110 (gaji dan tunjangan) RINCIAN KEGIATAN a.- 19.662. Kelebihan jam mengajar 156.- .000.213.392.500.000. Guru/pengajar 11.000.- 3 MA 5150 (lembur) a.52.000.000.- 6 MA 5230 (langganan daya dan jasa) a.000. Tunjangan pegawai TU b.000.000.312.000.100.138.- 10% kegiatan rumah tangga sekolah (1) Realisasi biaya Sekolah Menengah Negeri Sebagai mana sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya bahwa Sekolah Menengah Negeri menyusun RAPBNS menjadi APBS pada setiap sekolah yang disahkan oleh pihak sekolah dan pihak-pihak terkait yaitu menggunakan dana untuk pengelolaan pembelajaran dan juga institusi sesuai dengan penerimaan maka dapat dijelaskan hal-hal sebagai berikut: a.852.246.312. Lembur pegawai TU b. Pengadaan kertas dublikator 1.26.000.130.000.300.a.548.500.000.4.JUMLAH Rp.1.200.- 4. Pembelian mesin tulis b. Pemeliharaan stensil 545. 283.000. Gaji pegawai TU b. 70.227.2.- 37.- 4 MA5210 (keperluan kantor) a.800.- 750. Pengadaan kertas HVS c.000. Pemeliharaan mesin tik b. Gaji guru/pengajar BIAYA Rp.148. Pengadaan kertas HVS ulangan)) b.- 5 MA 5220 (inventaris) a.937.

000. Pengadaan nice.355.000.180. Pengadaan master sheet h.- 237.spidol dll 8 MA 5350(pemeliharaan gedung) a.stensil/gudang c.000.guru d.- serambi 1.1.600.000.180.- 232.552.500.625.000. Pengadaan kertas bergaris e.2.- 2 Pemeliharaan sarana/prasarana 378.- 2. lem dll Pengadaan koreksilak. Pengadaan kertas sampul f..600.000.600.500.- - - .625.250.200.500.000. Pengecatan gedung sekolah b.- 7.000.000.- - - 4 5 Kegiatan pelajaran Pengelolaan sekolah 228. tali. Perbaikan atap kelas 3 atap 3.000. Perbaikan R. 100.000.9.- g.- - - 3 Kesejahteraan pegawai 2.00.400.100.073. j.237.000.000..1. Perbaikan R.600.1.- 228.437.000.300.- Jumlah Tabel 2 Realisasi biaya DPP Sekolah Menengah Negeri selama Lima Tahun No Realisasi Biaya Tahun 1996/1997 1997/1998 914.2.800.000.000. Perbaikan risplang R.- 931..lab e. Pengadaan tinta stensil i.1998/1999 1999/2000 2000/2001 - 1 Pelaksanaan pelajaran 914.500.000.180. tipex.c.000.500.690. Pengadaan kertas manila 2.000. Pengadaan kertas stensil d.000.000.- 379.000.400.000.

000.800..000.000.56..3.000.440.000.4.000.000..56.- Tabel 4 Realisasi Biaya OPF Sekolah Menengah Negeri Selama Lima Tahun No Realisasi Biaya Tahun 1996/1997 1 Dana perawatan 375.600. 800.327.000.800.300.800.- jumlah 4.815.500..625.- 3.326.jumlah 4..000.000..000...000.815.000.000.800.- - Tabel 3 Realisasi Biaya DBO Sekolah Menengah Negeri Selama Lima tahun No Realisasi Biaya Tahun 1996/1997 1 Bahan penunjang 1997/1998 1998/1999 1999/2000 2000/2001 - pelajaran 2 3 4 Alat tulis kantor Perawatan ringan Subsidi - 4.4.000..000.600.600.000.000.815.1997/1998 1998/1999 1999/2000 2000/2001 - pendidikan 2 Dana perawatan 625.- bangunan 3 4 5 Operasi sekolah Rehab bangunan Pemeliharaan alat 3.969.- biaya - ujian/beasiswa jumlah 4.- Tabel 5 Realisasi Biaya BP3 Sekolah Menengah Negeri Selama Lima tahun ..000..000.

33.024.881.INDONESIA B.000.408.33.11.74.17..418.Sarana dan prasarana(Rp.894.409..75..409.408.000.67..335.268...53.000.sarana prasarana 11.- 7.112.229.000.114.000.335.000.- 11.000.822.000.112.000.000..400.000.116.836.- 22.816..000. Realisasi perhitungan biaya per unit cost Berdasarkan analisis dalam penelitian ini dapat digambarkan bahwa realisasi biaya unit cost per bidang studi pada Sekolah Menengah Negeri 2011/2012 sebagai berikut: Tabel 6 Biaya unit cost per bidang studi pada Sekolah Menengah Negeri 2011/2012 Jumlah No Mata pelajaran jam pelajaran 1 2 3 4 5 PAI PPKN B.21.- b.084.7.- 5 Kegiatan RT 6.200.335.228.67.22.770.000.336.229.418.14.084.200.10.105.13.000..168.964.584.000.000.840.312.445.876.964..028.229.15.) 17.13.000.512.- Total (Rp.000.228.804.No Realisasi Biaya 1 Tahun 1996/1997 1997/1998 1998/1999 1999/2000 2000/2001 17.622.53.13.- 4 Dukungan kegiatan personil 28.) Ket 22.000.742.000.- .000.770.67.6.400.411.) 4.584.228.INGGRIS MATEMATIKA 246 246 738 738 738 Gaji&kersa Guru(Rp.894.350.000.742.800..000.- jumlah 64.894..15.512.7.53.000.627.080.- 51.11.- Pemeliharaan 9.312.411.312.084.4.sekolah/KS 7.- 10.180.445.028.- 2 3 PBM/KBM Pembinaan kegiatan siswa 12.47.000.120.

- 67.742. 11.000.(rutin) Rp.(rutin) Rp.350..345.600.742.229.(rutin) 545.228.17. 37. 750.2.(rutin) Rp.964.000.(24.283.4.(BP3) Rp.885.93.411.- Jumlah 377.200.411.- 13.99.312..345.445.(75.(rutin) 1.377.409.204.514. 11.335..000.DAERAH LAIN KETERAMPILAN OLAH RAGA 738 738 246 123 123 246 246 5166 53.028..237. (2) Realisasi Biaya Sekolah Menengah Swasta a.200.885.8. 51.371.028.8.26%) Rp.445.937.409..600.000.200.200.335.untuk membiayainya siswa sebanyak 771 orang..(rutin) Rp.371.116.000.259.222...084.084..259. Realisasi Biaya Sekolah Menengah Swasta .000.028.200.6 7 8 9 10 11 12 IPA IPS ATK B.222.- Gaji dan kersa guru: Gaji dan tunjangan Tunjangan beras Lembur Kegiatan personil Jumlah Sarana dan prasarana: Keperluan alat kantor Barang inventaris Langganan daya/jasa Untuk ulangan/lain Pemeliharaan gedung Pemeliharaan alat Pemeliharaan sarana PBM/KBM Kegiatan siswa Kegiatan RT sekolah Jumlah Rp.602.....4.982.17. 19.312.74%) Pada tabel di atas setelah dihitung total anggaran tahun 2001/2002 sebesar Rp..964.4.400.964. Rp.22.770.SUNDA B.(BP3) Rp.699.548.800.770.22.229..610.822.600.2.445..400..228.000.11.13.378. Rp.982. Rp.(rutin) Rp.17. 93. 17.894. 7.312.602. unit cost persiswa sebesar Rp..204.662.(rutin) 800.514.22.470.53.67.409.000.(BP3) Rp.(BP3) Rp.770.742.(rutin) Rp.470.11. 22. 4.(OPF) Rp.600.894.

231.15.224.693.) 8.43.896.693. Adapun penggunaan dana bisa digambarkan sebagai berikut: Tabel 7 Realisasi Biaya di Sekolah Menengah Swasta tahun 2011/2012 No 1 2 3 4 5 6 7 Mata Anggaran Biaya pegawai Belanja barang Barang inventaris Daya dan jasa ATK dan Lain-lain Pemeliharaan Pembinaan Pendidikan KBM/PBM Realisasi 307.80.23.134.000.714.134.14.43.Semua dana dikelola oleh yayasan sebab yayasan merupakan pemilik dan penyelenggara sekolah serta pengelolaan keuangan sekolah.69.714.000.030.714.030.134.978.030.20.000.- .000.659.40.000.000.000.978.000.978.000.487.- Jumlah pengeluaran seluruhnya b.224.632.43.852.896.000.) 14.571.8.- Total (Rp.010.659.) Ket 23.978.378.25.714.INDONESIA B.896.030.INGGRIS MATEMATIKA IPA 246 246 738 738 738 738 Gaji&kersa Guru(Rp.10.000.69.69.896. Realisasi perhitungan biaya per unit cost Berdasarkan analisis dalam penelitian ini dapat digambarkan bahwa realisasi biaya unit cost per bidang studi pada Sekolah Menengah Swasta tahun 2011/2012 sebagai berikut: Tabel 8 Biaya unit cost per bidang studi pada Sekolah Menengah Swasta tahun 2011/2012 Jumlah No Mata pelajaran jam pelajaran 1 2 3 4 5 6 PAI PPKN B.693.378.43.632.693.852.571.134.69.000.000.25.231.010.Sarana dan prasarana(Rp.25.15.25.

000.505.852.571..69%) 6.23.231. 15.378.Jumlah Rp. a.378.11. tentang petunjuk pelaksanaan dan penggunaan sumbangan BP3 3) Surat edaran Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat 4) Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat No.714.307. 20.224.8.F/0/1986.329.852.978.8.816.000.000.000.14.8.- Jumlah 307.010.632. Untuk menyelenggarakan program . 80.632.Rp.. 293/102.180.852.659.7 8 9 10 11 12 IPS ATK B.14.23.689.487.896. Strategi Perencanaan Pembiayaan Pendidikan Acuan sebagai dasar hukum RAPBS(rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah) adalah: 1) Instruksi bersama Menteri Pemdidikan dan Kebudayaan dengan Menteri Dalam negeri No.659.689. 40.693.000.615.224.- 69.615.285.010.4.030.224.231.180.571.010.505.816.000.7.11.000.23.Rp. 25.000.31%) Rp.329.Rp.378.000.000.- Gaji dan kersa guru: Sarana dan prasarana: ATK dan lain-lain Belanja Barang dan inventaris Daya/jasa Pemeliharaan Rp.(63. 835/102/Kep/B/1994 tanggal 28 Oktober 1994.DAERAH LAIN KETERAMPILAN OLAH RAGA 738 246 123 123 246 246 5166 43.632.4.231.(36.659.000.- 25.- Pembinaan pendidikan/KBM/PBM Rp.14.285.SUNDA B. 29 tahun 1974/01 tentang pembentukan Badan Pembantu Penyelenggara 2) Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.000.571.134.000.000.7. Strategi Perencanaan Pembiayaan di Sekolah Menengah Negeri Sekolah menengah negeri merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari Pemerintah Kota yang diurus oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota..

785.600 4.720.400 6.000 7.000 110.000 682.000 441.000 510.602.000 750.000 105. Yaitu adanya keseimbangan antara pendapatan dan benlanja tidak pernah terjadi surplus anggaran. berbudi luhur. dalam rangka mewujudkan kota sebagai kota pendidikan dan Kota Wali sepanjang masa”.000 1.312.000 4.306.120.000 3.000 14.300.200 1998-1999 248.080.130.702.633.000 114.000 770.000 4. kreatif dan produktif.000 27.000 815.327.000 56.400 Penerimaan Pertahun 1996-1997 183. ber IMTAQ.200 4. Strategi Perencanaan Pembiayaan di SLTP swasta Dalam penyusunan RAPBS. Penentuan kebijakan dalam RAPBS Sekolah Menengah Swasta .444.841.682.000 470.937.454.112.084.000 19.000 74. sehat jasmani dan rohani.000 4.326.487.815. Pembuatan RAPBS mengacu kepada anggaran Depdagri dikeluarkan tanggal 17 November 2000 oleh Menteri Dalam negeri menyatakan penyusunan anggaran APBD disusun berdasarkan anggaran berimbang.000 64.440.699.000 122.000 2000-2001 283.548.131.000 746.000 340.225.347.400 10.000 24.000 2.pendidikan oleh Pemerintah Kota diterapkan misi pendidikan yaitu : “Warga masyarakat gemar belajar.000 800.000 1.586.000 304.000 2.969.180.200.000 14.873.000 545.840.000 2.000 Total penerimaan b.400 8. berbudaya.000 32.210.600 1997-1998 205.000 2.000 32.000 343.720.000 1999-2000 153.000.000 22.191.000 156.000 10.662. Tabel 9 Keadaaan Anggaran Sekolah Menengah Negeri No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Mata Anggaran 5110 (gaji) 5120(beras) 5150(lembur) 5210(barang) 5520(inventaris) 5230(daya/jasa) 5250(lain-lain/ATK) 5350(pemeliharaan) DPP DBO OPF Komite sekolah 4. berketerampilan.000 37.402.000 75.800.000 800.000 620.840.100.000 122. guru tidak dilibatkan. Sumber biaya dalam penyusunan RAPBS berasal dari DPP dan SPP siswa.237.000 15.

923 248.adalah tim yayasan dan kewenangan untuk memutuskan dan menyetujui ada pada tim yayasan tersebut.000.000 40.000.176 487.000 20.000 60.000.000 17.206.500.000 7.852.000.000.000.500.176 2000-2001 307. Tabel 10 Keadaaan Anggaran Sekolah Menengah Swasta No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Mata Anggaran 5110 (gaji) 5120(beras) 5150(lembur) 5210(barang) 5520(inventaris) 5230(daya/jasa) 5250(lain-lain/ATK) 5350(pemeliharaan) DPP DBO OPF BP3 216.000 30.000.832.206.699.000.000 4.000.000.224 5.000 40.199.000 80.000.368 1998-1999 208.000 50.832.929.000 5.000.224 Total penerimaan c.000 Penerimaan Pertahun 1996-1997 149.000. Langkah-langkah penyusunan RAPBS Didalam pembuatan rencana anggaran pendapatan belanja sekolah (RAPBS) melibakan beberapa unsur diantaranya: a) Pihak sekolah b) Orang tua murid dalam wadah Komite Sekolah c) Dinas Pendidikan Kota d) Pemerintah kota.500. .000 10.000 15.peranan BP3 sama sekali tidak dilibatkan.000 10.923 1997-1998 157.000.000.000 15.000 7.368 329.000 12.000.640 411.000 8.000 10.000 15.000 5.000.000.500.000.000 2.000 12.640 1999-2000 261. Semua komponen ini adalah pihak-pihak yang terkait langsung dengan operasional sekolah sesuai kependudukan dan kapaitas.000.000 70.000 12.000.000.000 10.000 6.000.852.000 10.429.500.500.000 20.000.

4) Sekolah mengadakan rapat dengan BP3 atau komite sekolah 5) RAPBS disetujui oleh sekolah setelah mendapat kesepakatan dalam rapat anggota BP3 atau komite sekolah 6) RAPBS berubah menjadi APBS setelah disyahkan oleh Kepala Kandep Diknas kota atau Kepala Dinas Pendidikan kota 7) APBS yang sudah sisyahkan dikirim kembali ke sekolah dan APBS ini yang dijadikan acuan pembiayaan sekolah 8) Rekapitulasi ini dikirim ke wali kota dan .Langkah-langkah penyusunan RAPBS menjadi APBS: 2 RAPBS oleh sekolah BP3/Komite sekolah 1 Pelaksanaan APBS 1 Sekolah Wali Kota 3 6 7 Diknas Kota 8 Rapat Pengurus dan Anggota 9 Kantor diknas provinsi Langkah-langkah yang harus ditempuh oleh sekolah adalah: 1) RAPBS disusun oleh sekolah dan pengurus BP3/komite sekolah 2) Setelah selesai dirumuskan selanjutnya RAPBS dikirim ke kantor Departemen Pendidikan nasional kota atau Dinas Pendidikan Kota untuk mendapatkan persetujuan 3) Oleh pemerintah RAPBS diteliti di Kandep Diknas oleh pengawas dan kasubag keuangan serta kasubag PRP. serta subag yang relefan. kemudian di kirim kembali ke sekolah setelah mendapat revisi.

yaitu: 1. dengan dilampiri bukti-bukti pengeluaran yang sah. atau kertas-kertas berharga dan barang-barang di dalam gudang-gudang atau tempat-tempat penyimpanan yang lain sebagai dimaksud dalam pasal 55 ICW dan selaku demikian diwajibkan memberi perhitungan (pertanggungjawaban) tentang hal pengurusannya kepada Badan Pemeriksa Keuangan”. Ada tiga macam Bendaharawan. . menyimpan. Kepala sekolah selaku administrator dan bantuan diwajibkan membuat surat pertanggungjawaban (SPJ). Jadi seorang bendaharawan mengurus uang negara. Pembukuan dan bantuan dilakukan oleh bendaharawan yang mengelola dana tersebut dan dibukukan dalam buku kas umum dan buku kas pembantu sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bendaharawan Umum (Kepala Kantor Kas Negara) dan termasuk bendaharawan umum adalah kantor-kantor pos di mana di kota itu tidak ada Kantor kas Negara.9) Rekapitulasi di kirim ke Diknas provinsi. garam. 7. Juga barang-barang milik negara yang berada dalam gudang (senjata. beras dan lain-lain). Dalam pasal 77 ayat (1) ICW yang dimaksud dengan bendahara adalah “orangorang dan badan-badan yang karena negara ditugaskan untuk menerima. uang milik pihak ketiga yang dikuasai negara dan berada pada Kas Negara. Pembukuan dana bantuan di sekolah diatur sebagai berikut : a) Kepala sekolah adalah administrator dana bantuan di sekolah dan untuk itu kepala sekolah diwajibkan membuat suatu pembukuan yang ditutup pada setiap akhir bulan. Sekolah sebagai suatu unit pelaksana teknis mempunyai berbagai program yang didukung oleh anggaran rutin dan ada pula program yang didukung oleh dana dari BP3. membayar (mengeluarkan) atau menyerahkan uang. Tatacara pembukuan harus dikuasai benar oleh seorang bendaharawan. Pembukuan Pembukuan ini meliputi pencatatan berbagai transaksi yang terjadi yang merupakan implementasi dari penganggaran. b) Pembukuan dibuat dalam bentuk buku kas.

Bendaharawan Khusus untuk pengeluaran-pengeluaran tertentu Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. (3) Saldo pada Buku Kas Umum harus mencerminkan pada tiga hal. Kep. Jadi Buku Bank dapat pula berfungsi sebagai alat kontrol terhadap Buku Kas Umum. Lipatan uang yang kurang. 2) Disamping Buku Kas Umum. Teknik pembukuan dalam Buku Kas Umum (BKU) dilakukan sebagi berikut: 1) Semua penerimaan dibukukan sebelah kiri yang disebut sisi Debet. Kuitansi pengeluaran yang lupa dibukukan . hilang. Selisih kurang (ketekoran uang dalam Kas) pada umumnya disebabkan karena: 1. kebakaran. yang mungkin tidak dihitung terlebih dahulu 3. baru kemudian uangnya diterima atau dibayarkan. Yaitu Sisa dalam Kas (Uang Tunai).322/M/V/9/1968 tanggal 26 September 1968 pasal 1 ayat (2) disebutkan bahwa setiap Bendaharawan atau Pemegang kas yang mengurus uang negara harus mempunyai Buku Kas Umum dan mencatat semua pengeluaran dan penerimaan. Semua pengeluaran dibukukan sebelah kanan dan disebut kredit. dan sebagaianya 2. (1) Semua penerimaan dan pengeluaran harus dibukukan terlebih dahulu. Tiap-tiap mutasi yang di bank akan berpengaruh pada Buku Bank dan Buku Kas Umum. Dalam pembukuan buku Kas Umum kadang-kadang terdapat selisih kurang atau selisih lebih. (2) Uang yang disimpan bendaharawan terbagi pada dua tempat. Bendaharawan Khusus untuk penerimaan pendapatan tertentu 3. yaitu di bank dan uang tunai dalam batas-batas tertentu. padahal prinsipnya saldo Buku Kas Umum harus sama dengan Saldo Kas. Sisa di Bank dan Kertas Berharga. Pembulatan ke atas atau ketiadaan uang kecil untuk pembayaran 4. Catatan itu dilakukan sebelum pembukuan dalam buku-buku kepala (buku pembantu) dan dalam register-register. kebongkaran.2. Dalam Buku Kas Umum dicatat/dibukukan semua pengeluaran dan penerimaan. Uang yang tercuri. Bendaharawan harus membuat buku/band. Buku Bank dan buku Kas Umum saling terkait.

Mencoret angka yang salah dengan dua garis lurus linier dan diparap. . Tiap halaman diberi nomor urut dan diparap. 2. 3. 1. Kep-332/M/V/9/1968 tanggal 26 September 1968. meliputi: 1) Diusahakan secara singkat dan dilaksanakan pada setiap akhir pecan. maka dibukukan kembali (contra post) atau didebet kemudian baru dibukukan dalam pos pengeluaran angka yang benar. Apabila ada kesalahan tulis pembukuan. 2. Tidak boleh merobek lembaran buku apabila ada kesalahan. Pada halaman pertama Buku Kas Umum.Ada beberapa ketentuan yang harus dilakukan berdasar Surat Keputusan Menteri Keuangan No. Asli tulisan masih tetap dapat dibaca. maka Buku Kas Umum dikredit sebesar selisih tersebut dan sebaliknya. Halaman terakhir untuk catatan pemeriksaan kas.  Cara mempertanggungjawabkan Keuangan Beberapa prinsip yang dijadikan pegangan dalam kegiatan mempertanggungjawabkan keuangan yang dilakukan oleh atasan langsung. antara lain: 1. diberi tanggal dan ditandatangi. Apabila terjadi kesalahan pembukuan pengeluaran. misalnya angka yang dicatat dalam buku lebih besar atau lebih kecil dari bukti kuitansinya dapat dilakukan perbaikan dengan beberapa cara. bekas hapusan dan apabila ada kesalahan agar dicoret dengan dua garis lurus linier dan diparap. jika terjadi selisih kurang dalam pembukuan pengeluaran. kemudian ditulis angka yang benar di atasnya. Dalam Buku Kas Umum tidak boleh ada coretan-coretan. Hanya membukukan selisihnya saja pada Buku Kas Umum. penyetoran MPO/PPn. 3) Diperingatkan kepada bendaharawan mengenai: pengiriman SPJ (Surat Pertanggung Jawaban) bulanan. antara lain. Buku Kas Umum harus ditulis dengan tinta hitam. oleh Bendaharawan (Pemegang Kas) pencatatan jumlah halaman Buku Kas Umum. 2) Periksa terlebih dahulu Buku Kas Umum dalam hubungannya dengan buku yang lain setiap akhir bulan.

7) Dilaporkan dengan segera (paling lambat satu minggu) jika terjadi kerugian yang diderita oleh Negara karena penggelapan atau perbuatan lain. antara lain untuk memperoleh kepastian bahwa berbagai transaksi keuangan dilakukan sesuai dengan undang-undang.4) Diperiksa pengurusan barang inventaris dan penyimpanan dokumen pertanggal keuangan sewaktu-waktu. peraturan. yang . Pengertian Pengawasan Keuangan Yang dimaksud dengan pengawasan keuangan adalah suatu pemeriksaan yang terutama ditujukan pada masalah keuangan (transaksi. 6) Atasan langsung bendaharawan bertanggung jawab atas kerugian keuangan Negara. Dalam rangka mempertanggungjawabkan keuangan Negara ini. dokumen. UUD 1945 pasal 23 ayat 5 mengamanatkan bahwa : Untuk memeriksa tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan. ada sembilan jenis buku yang harus disediakan. 5) Diadakan pemeriksaan kas dengan menyusun Berita Acara Pemeriksaan Kas setiap akhir triwulan secara teratur. keputusan. yaitu: 1) Buku Kas Umum 2) Buku Bank 3) Buku Kas Posisi 4) Buku Surat Perintah Membayar Ulang (SPMU) 5) Buku Panjar Kerja 6) Buku Menghitung Pajak Orang/Pajak Penjualan (MPO/PPn) 7) Buku Penerbitan Cek 8) Buku Inventaris 9) Buku Pembantu lain apabila mempergunakan Buku Kas Umum yang tidak tabelaris. kepada Sekretaris Jenderal Depdiknas c. buku. instruksi untuk menilai kewajaran yang diberikan oleh laporan keuangan.q. Pengawasan Keuangan Pendidikan 1. daftar serta laporan). G. Kepala Biro Keuangan dengan tembusan kepada Inspektur Jenderal Depdiknas dan BPK.

Selanjutnya di tingkat intern pemerintah diadakan aparat pengawasan keuangan yang disebut Direktorat Jenderal Pengawasan Keuangan Negara (DJKN) termasuk struktur organisasi Departemen Keuangan dan mempunyai kedudukan dan fungsinya adalah membantu Presiden dalam pengawasan atas administrasi keuangan negara. yaitu tidak mengutamakan mencari siapa yang salah. dan Inspektorat Wilayah/Propinsi (ITWILPROP) dan di tingkat Kabupaten/Kodya (ITWILKAB/KOD). perundang-undangan.peraturannya ditetapkan dengan undang-undang. Inspektorat Jenderal di tingkat pusat. Oleh karena pemeriksaan itu merupakan salah satu cara untuk melaksanakan fungsi pengawasan. penghematan. efisiensi atau penghematan. daya guna dan hasil guna program kegiatan pemerintah dan pembangunan. Perkembangan selanjutnya dari pengawasan keuangan ini di tingkat Departemen. 3) Pengawasan harus menjamin adanya kemungkinan pengambilan koreksi yang cepat dan tepat terhadap penyimpangan dan penyelewengan yang ditemukan untuk mencegah berlanjutnya kesalahan dan atau penyelewengan. 31 Tahun 1983. serta menemukan bagaimana memperbaikinya. Sebagai upaya penyempurnaan atau peningkatan DJKN diadakan perombakan lembaga menjadi Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang diatur dalam Kepres No. tetapi apabila ditemukan kesalahan. Dalam konsiderannya yang menjadi tujuan BPKP adalah pengawasan yang dimaksudkan. tetapi menjangkau peningkatan efektifitas. Hasil pemeriksaan itu diberitahukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat. penyimpangan dan hambatan supaya dilaporkan sebab-sebab dan bagaimana terjadinya. sehingga dapat memperoleh hasil pengawasan yang berkesinambungan. maka secara sederhana norma pengawasan diartikan sebagai patokan. . Ide dari pernyataan di atas adalah pengawasan bukan semata-mata dilakukan pada keuangan dan ketaatan pada peraturan perundang-undangan. kaidah atau ukuran yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden No 15 tahun 1983 meliputi pengawasan fungsional dan pengawasan melekat yang berpedoman kepada norma sebagai berikut : 1) Pengawasan tidak mencari-cari kesalahan. 2) Pengawasan merupakan proses yang berlanjut yaitu dilaksanakn terus menerus.

2) Membandingkan/mengukur kenyataan yang sebenarnya terhadap standar. target fisik. 3) Pencapaian dari rencana dan program. biaya. mengurangi atau meniadakan penyimpangan di samping menjadi pendorong dan perangsang untuk menertibkan penyempurnaan kondisi obyektif pengawasan. 4) Faktor ketenangan personil yang melaksanakan kegiatan pemeriksaan.4) Pengawasan bersifat mendidik dan dinamis. Hasil pemeriksaan tersebut harus disertai bukti-bukti yang cukup relevan dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil pemeriksaan dilaporkan secara tertulis jelas dan mudah dimengerti. dan waktu. 2. kuantitas. yaitu dapat menimbulkan kegairahan untuk memperbaiki. Proses dan Standar Pengawasan Yang dimaksud dengan proses pengawasan adalah serangkaian tindak dalam melaksanakan pengawasan. 2) Ketaatan dan ketepatan terhadap ketentuan yang berlaku. penyajian informasi yang didukung atas bukti yang cukup memuat temuan dan kesimpulan pemeriksaan secara obyektif dan lengkap disertai saran tindakan yang konstruktif. . perlu mengadakan penilaian yang mencakup : 1) Terselenggaranya pengawasan atasan langsung yang menjamin pelaksanaan tugas secara efektif dan efisien. berupa ukuran. Dapat disimpulkan bahwa standar pengawasan pada dasarnya merupakan standar pelaksanaan yang dijadikan pedoman kerja dalam melaksanakan tugasnya. Langkah-langkah dalam pengawasan baik fungsional maupun pengawasan melekat (pengawasan atasan langsung) menurut Stoner (1987): 1) Penetapan beberapa jenis standar/patokan yang dipergunakan. 3) Mengidentifikasi penyimpangan dan sekaligus pengambilan koreksi. baik target finansial. Dalam menentukan pemeriksaan terhadap satuan kerja/Pimpinan Proyek. kualitas. maupun target fungsional.

5. 3. Dan biaya operasi satuan pendidikan adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi satuan pendidikan agar dapat berlangsungnya kegiatan pendidikan yang sesuai standar nasional pendidikan secara teratur dan berkelanjutan. SARAN 1. . 4. Sebagai calon guru dan penyelenggara pendidikan harus bisa menggunakan dana seefisien mungkin sesuai dengan kebutuhan dalam penyelenggaraan pendidikan namun mampu menghasilkan output yang berkualitas. serta mengawasi pelaksanaan penggunaan dana. Pengelolaan keuangan pendidikan lebih difokuskan dalam proses merencanakan alokasi secara teliti dan penuh perhitungan. KESIMPULAN Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektivitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. B. 2. Sebagai calon guru dan penyelenggara pendidikan harus bisa berfikir secara professional dalam menentukan anggaran dana yang diperlukan dalam penyelenggaraan pendidikan. Sebagai calon guru dan penyelenggara pendidikan harus mengetahui dan memahami sistem manajemen keuangan sekolah agar lebih mengerti dalam mengatur keuangan sekolah. disertai bukti-bukti secara administratif dan fisik (material) sesuai dengan dana yang dikeluarkan. Sebagai calon guru dan penyelenggara pendidikan harus bisa menerapkan sistem manajemen kauangan sekolah agar dapat merancang anggaran dengan efektif dan efisien. Adapun standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun.BAB III PENUTUP A. Hindari menggunakan anggaran dana sekolah secara berlebihan. baik untuk biaya operasional maupun biaya kapital.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful