P. 1
Kopi.doc

Kopi.doc

|Views: 6|Likes:
Published by Githasari Dewi

More info:

Published by: Githasari Dewi on Jan 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/03/2014

pdf

text

original

Kopi Menurut Warianto (2011), kopi adalah minuman yang terdiri dari berbagai jenis bahan dan senyawa

kimia; termasuk lemak, karbohidrat, asam amino, asam nabati yang disebut dengan fenol, vitamin dan mineral. Kopi diketahui merangsang lambung untuk memproduksi asam lambung sehingga menciptakan lingkungan yang lebih asam dan dapat mengiritasi lambung. Ada dua unsur yang bisa mempengaruhi kesehatan perut dan lapisan lambung, yaitu kafein dan asam chlorogenic. Studi yang diterbitkan dalam Gastroenterology menemukan bahwa berbagai faktor seperti keasaman, kafein atau kandungan mineral lain dalam kopi bisa memicu tingginya asam lambung. Sehingga tidak ada komponen tunggal yang harus bertanggung jawab (Anonim, 2011). Kafein dapat menimbulkan perangsangan terhadap susunan saraf pusat (otak), sistem pernapasan, serta sistem pembuluh darah dan jantung. Oleh sebab itu tidak heran setiap minum kopi dalam jumlah wajar (1-3 cangkir), tubuh kita terasa segar, bergairah, daya pikir lebih cepat, tidak mudah lelah atau mengantuk. Kafein dapat menyebabkan stimulasi sistem saraf pusat sehingga dapat meningkatkan aktivitas lambung dan sekresi hormon gastrin pada lambung dan pepsin. Hormon gastrin yang dikeluarkan oleh lambung mempunyai efek sekresi getah lambung yang sangat asam dari bagian fundus lambung. Sekresi asam yang meningkat dapat menyebabkan iritasi dan inflamasi pada mukosa lambung (Okviani, 2011). Jadi, gangguan pencernaan yang rentan dimiliki oleh orang yang sering minum kopi adalah gastritis (peradangan pada lapisan lambung). Beberapa orang yang memilliki gangguan pencernaan dan ketidaknyamanan di perut atau lambung biasanya disaranakan untuk menghindari atau membatasi minum kopi agar kondisinya tidak bertambah parah (Warianto, 2011).
Kopi

Z a t y a n g t e r k a n d u n g d a l a m k o p i a d a l a h k a f e i n . Kafein ternyata dapat menimbulkan perangsangan terhadap susunan saraf pusat (otak), system pernapasan,sistem serta sistem pembuluh darah dan jantung. Oleh sebab itu tidak heran setiap minum kopi dalam jumlah wajar (1-3 cangkir), tubuh kita terasa segar, bergairah, daya pikir lebih cepat, tidak mudah lelah atau mengantuk. Kafein dapat m e n y e b a b k a n stimulasi sistem saraf pusat sehingga dapat meningkatkan aktivitas lambung dan sekresi hormon gastrin pada lambung dan pepsin. Hormon gastrin yang dikeluarkan oleh lambung mempunyai efek sekresi getah lambung yang sangat asam dari bagian f u n d u s l a m b u n g . S e k r e s i a s a m ya n g m e n i n g k a t d a p a t m e n y e b a b k a n i r i t a s i d a n inflamasi pada mukosa lambung sehingga menjadi gastritis. Orang yang minum kopi3x/ hari selama 6 bulan dapat menyebabkan gastritis.

of coffee or tea. Penambahan susu atau krim ke dalam kopi menyebabkan berkurangnya jumlah kopi sehingga menurunkan kandungan kafein. either in its caffeinated or decaffeinated forms. there is no current evidence implicating coffee consumption in the susceptibility to. ore: http://www. while coffee may be affected by how finely the beans are ground up. although studies have variously found coffee consumption to be associated with both increased and decreased risk for H pylori infection.com/article/293913-caffeine-comparison-coffee-andtea/#ixzz1xM8U0vBP . thus reducing the caffeine content. stimulates acid secretion. sugar or other additives to the beverage may make you use less than 8 oz.8 and some studies have suggested a correlation between coffee intake and symptoms in patients with duodenal ulcer. The addition of milk. Even the particular location of the leaf on the plant and the length of brewing time can affect caffeine content in tea. or recovery from gastritis. The place where the coffee beans or tea leaves were grown may also influence the caffeine content of a particular variety of coffee or tea.Avoiding coffee. cream. treatment of. Kandungan kafein yang rendah di kopi luwak serta rendahnya tingkat keasaman kopi luwak membuat kopi ini aman di minum oleh penderita maag.20 Coffee consumption may also mediate the relationship between H pylori infection and ulcer. Coffee. Bahkan ada beberap orang yang secara ekstreem menggunakan hal ini untuk mengetes keaslian kopi luwak.livestrong.21–23 Overall.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->