NURFITRIANINGSIH PUJIANO AGATHA SMAN 70 JAKARTA

BAB I PENDAHULUAN Pada bab 1 pendahuluan ini akan dibahas mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan.

1.1 Latar Belakang Saat ini banyak sekali wabah penyakit yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Penyakit-penyakit tersebut dapat dengan cepat menyebar dan menelan jutaan korban. Sebagai contoh yaitu penyakit kanker. Penyakit ini dapat merenggut nyawa seseorang dengan cepat dan tanpa pandang bulu. Dalam karya tulis ini, penulis ingin membahas masalah penyakit kanker khususnya kanker serviks atau kanker mulut rahim. Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan penyakit yang menyerang pada mulut rahim. Biasanya kanker serviks hanya menyerang pada kaum wanita, karena pada dasarnya pria tidak memiliki mulut rahim. Ada banyak sekali jenis penyakit mematikan didunia ini, salah satunya adalah kanker serviks. Bagi wanita pada khususnya kanker serviks ini sangat menjadi momok, karena dilangsir bahwa penderitanya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan penelitian, seluruh penderita kanker di Indonesia yang menyatakan bahwa sepertiganya adalah penderita kanker serviks. Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks) adalah tumor ganas yang tumbuhdi dalam leher rahim / Serviks (bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina. Kanker serviks biasanya menyerang wanita berusia 35-55 tahun.90% dari kanker serviks berasal dari sel skuamosa yang melapisi serviks dan10% sisanya berasal dari sel kelenjar penghasil lendir pada saluran servikal yangmenuju ke dalam rahim. Karsinoma serviks biasanya timbul pada zona transisional yang terletak antara epitel sel skuamosa dan epitel sel kolumnar.Hingga saat ini kanker serviks merupakan penyebab kematian terbanyak akibat penyakit kanker di negara berkembang. Sesungguhnya penyakit ini dapat dicegah bila program skrining sitologi dan pelayanan kesehatan diperbaiki. Diperkirakan setiap tahun dijumpai sekitar 500.000

1

penderita baru di seluruhdunia dan umumnya terjadi di negara berkembang.Penyakit ini berawal dari infeksi virus yang merangsang perubahan perilaku sel epitel serviks. Pada saat ini sedang dilakukan penelitian vaksinasi sebagai upaya pencegahan dan terapi utama penyakit ini di masa mendatang. Risiko terinfeksi virus HPV dan beberapa kondisi lain seperti perilakuseksual, kontrasepsi, atau merokok akan mempromosi terjadinya kanker serviks. Mekanisme timbulnya kanker serviks ini merupakan suatu proses yang kompleksdan sangat variasi hingga sulit untuk dipahami. Insiden dan mortalitas kanker serviks di dunia menempati urutan keduasetelah kanker payudara. sementara itu, di negara berkembang masih menempatiurutan pertama sebagai penyebab kematian akibat kanker pada usia reproduktif. Hampir 80% kasus berada di negara berkembang. Sebelum tahun 1930, kanker servik merupakan penyebab utama kematian wanita dan kasusnya turun secaradrastik semenjak diperkenalkannya teknik skrining pap smear oleh Papanikolau. Namun, sayang hingga kini program skrining belum lagi memasyarakat di negaraberkembang, hingga mudah dimengerti mengapa insiden kanker serviks masihtetap tinggi. Hal terpenting menghadapi penderita kanker serviks adalah menegakkan diagnosis sedini mungkin dan memberikan terapi yang efektif sekaligus prediksi prognosisnya. Hingga saat ini pilihan terapi masih terbatas pada operasi, radiasidan kemoterapi, atau kombinasi dari beberapa modalitas terapi ini. Namun, tentusaja terapi ini masih berupa ³simptomatis´ karena masih belum menyentuh dasar penyebab kanker yaitu adanya perubahan perilaku sel. Terapi yang lebih mendasar atau imunoterapi masih dalam tahap penelitian.Saat ini pilihan terapi sangat tergantung pada luasnya penyebaranpenyakit secara anatomis dan senantiasa berubah seiring dengan kemajuan teknologi kedokteran. Penentuan pilihan terapi dan prediksi prognosisnya atau untuk membandingkan tingkat keberhasilan terapi baru harus berdasarkan pada perluasan penyakit. Secara universal disetujui penentuan luasnya penyebaran penyakit melalui sistem stadium. Kanker serviks makin mengancam jiwa para perempuan. Kasus kematian akibat penyakit ini pada perempuan Indonesia mencapai satu jam terjadi satu kasus perempuan meninggal. Frekuensi kasus perempuan meninggal akibat kanker serviks di dalam negeri ini hanya selisih satu dari tingkat kematian di dunia (rata-rata dua jam seorang perempuan di dunia meninggal). Hal ini tentu menarik minat penulis untuk membahas masalah Bahaya Kanker Serviks.

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang sebelumnya, maka permasalahan sebagai berikut : 1. Apa yang dimaksud dengan kanker serviks? dapat dirumuskanbeberapa

2

2. Apa sajakah kalsifikasi kanker serviks? 3. Apakah gejala klinis dari kanker serviks? 4. Apa yang menjadi faktor penyebab dan faktor resiko dari kanker serviks ? 5. Bagaimanakah gambaran epidemiologi kanker serviks ? 6. Bagaimanakah patologi kanker serviks? 7. Bagaimanakah penyebaran kanker serviks? 8. Bagaimanakah diagnosis dari kanker serviks? 9. Bagaimana cara pencegahan dan penanganan kanker serviks? 10. Baaimana cara mengobati kanker serviks?

1.3 Tujuan Penulisan Dengan karya tulis ini, penulis mencoba untuk menggali lebih dalam mengenai penyakit kanker khususnya kanker serviks yang banyak dialami oleh wanita. Agar pembaca dapat mengenal dan memahami penyakit kanker serviks. Dan pembaca juga dapat mengetahui gejala-gejala dari penyakit tersebut. Pembaca juga dapat menghindari penyakit kanker serviks dengan mengetahui cara-cara mencegah dan juga mengobati penyakit kanker serviks.

1.4 Metode Penulisan Dalam karya tulis ini, penulis lebih banyak mengambil sumber dari internet. Penulis memilih internet sebagai sumber utama karena internet merupakan media yang paling cocok untuk dijadikan sumber informasi penelitian. Karena banyak infoinfo yang diunggah oleh para ahli ataupun blogger. Jadi, pemikirannya juga beragam tidak hanya dari satu sumber.

1.5 Sistematika Penulisan Karya tulis ini disusun dengan sistematika sebagai berikut 1. BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, metode pengumpulan data, serta sistematika penulisan. 2. BAB II TINJAUAN PUSTAKA

3

dan juga pembentukan sel kanker. macam-macam penyakit kanker yang menyerang manusia. dan diagnosis dari kanker serviks. 4 . kalsifikasi dan gejala klinis dari kanker serviks. klasifikasi kanker. 4. gambaran epidemiologi kanker serviks. penyebaran. 3. BAB III BAHAYA KANKER SERVIKS Bab ini berisi tentang pengertian kanker serviks. faktor penyebab dan faktor resiko penyakit kanker serviks. cara mencegah serta mengobati penyakit kanker serviks.Bab ini berisi tentang definisi dari penyakit kanker. BAB IV PENUTUP Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran-saran. patologi.

kanker biasanya dirawat dengan operasi. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi. serta ada tidaknya metastasis. dan pencegahan kanker disebut onkologi. Merokok dapat menyebabkan banyak kanker daripada faktor lingkungan lainnya. kemoterapi. tetapi beberapa tidak. Banyak bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari. Hanya tumor ganas yang mampu menyerang jaringan lainnya ataupun bermetastasis. Tumor (bahasa Latin. atau radiasi. terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan. disebut metastasis.1 Pengertian Kanker Puru ayal atau kanker atau neoplasma ganas adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:  tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal)  menyerang jaringan biologis di dekatnya. 5 . Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Setelah didiagnosis. seperti leukemia. pembengkakan) menunjuk massa jaringan yang tidak normal.  bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik. diagnosis. Kebanyakan kanker menyebabkan kematian. Kanker dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda. tetapi dapat berupa "ganas" (bersifat kanker) atau "jinak" (tidak bersifat kanker). Sebagian besar kanker membentuk tumor. bergantung pada lokasi dan karakter keganasan. Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Diagnosis biasanya membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi. perawatan. Kanker dapat menyebar melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ lain.

2. Kanker rmerupakan salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang termasuk di Indonesia. Dalam setahun. kanker menjadi penyumbang kematian ketiga terbesar setelah penyakit jantung. Pola invasi kanker tanaman dan kaner pada manusia sangat berbeda. kanker indung telur (6%). kanker yang paling umum adalah kanker prostat (33% dari seluruh kasus kanker). kanker pankreas (5%) dan leukemia (4%). Di Indonesia. 1.5% dari populasi terdiagnosa kanker.Di Amerika Serikat dan beberapa negara berkembang lainnya. sekitar 0. Statistik dapat bervariasi besar di negara lainnya. kanker sekarang ini bertanggung jawab untuk sekitar 25% dari seluruh kematian. dan disebabkan oleh kelainan siklus sel yang tumbuh tak terkendali. Sebagai penyebab kematian kanker paru-paru adalah yang paling umum (31%). Kanker Payudara Biasanya gejala penyakit ini berupa benjolan yang tidak nyeri pada payudara. dan pola makan yang tak sehat. Berdasarkan kasus kematian. Untuk dewasa wanita di Amerika Serikat. kanker kolon dan rektum (10%). kanker kolon dan rektum (10%). Kaum pria juga dapat terserang kanker payudara. diikuti oleh kanker payudara (15%). kanker endometrium (6%.2 Macam-macam Kanker Kanker merupakan penyakit yang menyerang jaringan biologis di dekatnya. dan melekat pada kulit sehingga timbul perubahan kulit payudara atau puting susu. Pada tanaman. Ini adalah jenis kanker paling umum yang diderita kaum wanita. seperti kurang olahraga. kanker payudara adalah kanker yang paling umum (32% dari seluruh kasus kanker). kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis jamur/ bakteri tertantu. Penyebab utama kanker di negara tersebut adalah pola hidup yang tidak sehat. Pada pria dewasa di Amerika Serikat.kanker kandung kemih (7%). 2. dan "cutaneous melanoma (5%). kanker paru-paru paling umum (27% dari kematian kanker). kanker paru-paru (13%). merokok. Kanker Kulit 6 . diikuti oleh kanker paruparu (12%). Kanker payudara adalah kanker pada jaringan payudara. dan kanker pankreas (6%). dan lama kelamaan benjolan itu menjadi besar. kanker kolon dan rektum (11%). kanker kolon dan rektum (10%). uterus) dan limfoma non-Hodgkin (4%). diikuti oleh kanker prostat (10%). walaupun kemungkinannya lebih kecil dari 1 di antara 1000[ Pengobatan yang paling lazim adalah dengan pembedahan dan jika perlu dilanjutkan dengan kemoterapi maupun radiasi. Benjolan berawal dari kecil.

maka resikonya akan meningkat. Kanker Testis Kanker testis adalah kanker yang berkembang di testis. Bahkan untuk kasus-kasus yang relatif sedikit di mana kanker ganas telah menyebar luas. apendiks testis (hidatidosa Morgagni). Kanker kulit bisa juga disebabkan oleh adanya pancaran sinar radioaktif atau sinar ultraviolet secara langsung tanpa pengaman. kanker kulit juga merupakan kanker yang paling sedikit resiko kematiannya pada penderita. Selama hidupnya. yang bisa menyebabkan testis membesar atau menyebabkan adanya benjolan di dalam skrotum (kantung zakar). dan tidak semua tumor bersifat ganas. 4. dan sebagainya yang mungkin menyakitkan. sehingga kanker kulit merupakan jenis kanker yang paling mudah ditemukan gejalanya pada stadium awal.000 diagnosa kanker testis yang dibuat setiap tahun. Kanker Mulut Rahim Kanker mulut rahim ditandai dengan tumbuhnya sel-sel pada mulut rahim yang tidak lazim (abnormal). Di Amerika Serikat. Tidak semua benjolan di testis tumor. Sebelum menjadi sel-sel kanker.4%). penyakit ini belum ditemukan obatnya. antara lain akibat perilaku sering berganti-ganti pasangan seks. kemoterapi menawarkan tingkat kesembuhan minimal 85 persen hari ini.Kanker kulit adalah pertumbuhan sel-sel pada kulit pada taraf abnormal. terutama di pertengahan dua puluhan. Hal ini paling umum di antara laki-laki berusia 15-40 tahun. antara 7. tetapi adalah non-kanker. Penyebab kanker rahim adalah human papilloma virus (HPV). Kanker Prostat 7 .sel ganas di dalam testis (buah zakar). paru-paru. Merupakan penyakit pertumbuhan sel . sehingga tumor (benjolan) dapat terlihat dari luar. dan kemungkinan penderitanya bisa mengalami kematian. ginjal dan batang otak pada manusia. Kanker kulit paling umum terjadi pada lapisan sel skuamosa. ini disebabkan karena kulit jarang dapat mencapai organ-organ vital seperti jantung. Jika dalam keluarga ada riwayat kanker testis.500 dan 8. Umumnya sering menyerang pada kulit. dasarnya 100 persen jika belum menyebar. Penyebab kanker kulit berbeda-beda dan tingkat keganasan kanker pun berbeda-beda. Karena selain menyerang pada bagian intim. Kanker kulit biasanya tumbuh di epidermis (lapisan paling luar kulit). 5. basal dan melanosit. 3. terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut selama bertahun-tahun. sehingga menimbulkan penuyakit kelamin. Kanker testis memiliki salah satu angka kesembuhan tertinggi dari semua kanker: lebih dari 90 persen. Virus ini muncul. risiko pria terkena kanker testis kira-kira 1 dalam 250 (0. epididimis kista. bagian dari sistem reproduksi laki-laki. Sering menyerang pada wanita dan merupakan penyakit ganas. ada kondisi lain seperti microlithiasis testis.

Menyerang bagian pankreas dengan gejala yang sering terjadi antara lain sakit pada perut bagian atas yang menyebar ke punggung bagian tengah atau atas. Pada kasus adenokarsinoma pankreatik. Usus besar adalah bagian dari sistem pencernaan. karsinoma SRC. Jumlah kanker prostat sangat bervariasi di dunia. dengan ekspresi HLA CD44<sup+. 125. lalu kerongkongan (esofagus). Kanker prostat bisa menimbulkan rasa sakit. usus halus (duodenum. 13. Pada penderita ditemukan rasio plasma vitamin B12 yang sangat rendah. 3. 6. Kanker prostat dapa menimbulkan rasa sakit. CD24+ ESA+. Sebagaimana kita ketahui sistem pencernaan dimulai dari mulut. sebuah kelenjar dalam sistem reproduksi lelaki. 7. BMPR-2 dan ALK3 mRNA menentukan daya tahan paska bedah. Pada umumnya. terdiri dari kolon sebelah kanan (kolon asenden).3. karsinoma tidak terdiferensiasi. disfungsi erektil. Hal ini terjadi ketika sel prostat mengalami mutasi dan mulai berkembang di luar kendali. BMP-7 meningkatkan aktivitas tersebut. ileum). Setelah kolon. DUPAN-2 dan musin-1. BMP-4 menginduksi MMP-2 dan aktivitas Panc-1. dan lain lain. sering terjadi di Eropa dan Amerika Serikat. dan orang Eropa di tengahnya. karsinoma UOGC. Sel ini dapat menyebar secara metastasis dari prostat ke bagian tubuh lainnya. rektum dan berakhir di dubur. sulit buang air kecil. kolon sebelah tengah atas (kolon transversum) dan kolon sebelah kiri (kolon desenden). karsinoma hepatoid. yeyunum. CA-19. kanker prostat paling jarang di pria Asia dan paling sering terjadi di orang hitam. Penyakit ini adalah kanker peringkat 2 yang mematikan. dan klaudin-4. kesulitan buang air kecil. Pada Panc-1. usus besar (kolon). lambung. 8. Menurut American Cancer Society.Hal ini terjadi ketika sel prostat mengalami mutasi dan mulai berkembang di luar kendali. BMP-2. protein S-100. 18. 4. Usus besar terdiri dari kolon dan rektum. Klasifikasi terbagi menjadi kanker endokrin dan kanker eksokrin seperti adenokarsinoma. BMP-4 menginduksi EMT dan peningkatan aktivitas lesi duktular pankreatik serta adenokarsinoma duktular pankreatik. barulah rektum 8 . 19. karsinoma adenoskuamus. Kolon atau usus besar adalah bagian usus sesudah usus halus. disfungsi erektil dan gejala lainnya. dan mesotelin yang terikatglycosylphosphatidylinositol. kanker pada pankreas akan meningkatkan plasma sitokeratin7. Namun jarang terjadi di Asia Timur dan Selatan. Kanker prostat adalah penyakit kanker yang berkembang di prostat. Penelitian terakhir menunjukkan peran asam retinoat untuk meredakan simtoma adenokarsinoma tersebut. B-72. terutama tulang dan lymph node. ekspresi BMP-2. Kanker Pankreas Kanker pankreas adalah neoplasma yang terjadi pada kelenjar pankreas. 5AC. karsinoma koloid. CEA.9. 18. Kanker Kolon dan Rektum Kanker kolon dan rektum adalah kanker yang menyerang usus besar dan rektum.

maka disebut kanker kolon. maupun remaja. Pembahasan ini dikhususkan hanya pada kanker otak dewasa. yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan baik. Kanker kolon sebagaimana sifat kanker lainnya. Bisa mengenai organ apa saja di tubuh manusia. Sebagai respon dari luka selular. berkembang dari tipe sel yang berbeda. Kanker kolon dapat tumbuh dengan relatif cepat dan menyebar jauh melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ yang jauh dari tempat asalnya tumbuh. Sebagian besar kanker otak dapat menyebar melalui jaringan otak. seperti ke lever. dapat menyusup atau mengakar (infiltrasi) ke jaringan disekitarnya serta merusaknya. Sepertinya aktivitas metaplastik terjadi akibat pergantian lapisan epitelium kolumnar dengan epitelium skuamus. Bagian kolon yang berhubungan dengan usus halus disebut caecum. Namun pada kasus tumor otak jinak. Kanker ini menyerang bagian usus besar dan rektum. yang dapat berakibat pada kelumpuhan ataupun fatal. mereka dapat menghancurkan dan menekan jaringan otak yang normal lainnya. proses reaksi dan radang akan berevolusi.Kanker otak disebut juga sebagai tumor otak. Karena biasanya hal ini bersifat kronis. 9. Sel basal mukosal akan mengalami proliferasi dan terdiferensiasi menjadi sel goblet yang mensekresi mukus. maka disebut kanker rektum. Namun umumnya menyerang pada usia produktif atau dewasa. Mereka sering terbentuk di daerah yang berbeda. bila mengenai di rektum. paru-paru. Tumor otak bisa menyerang siapa saja baik anak anak. Bila mengenai kolon maupun rektum maka disebut kanker kolorektal. Sepertinya sel mukosal bronkial mengalami perubahan metaplastik sebagai respon terhadap paparan kronis dari partikel yang terhirup dan melukai paru. Kanker Paru . dokter lebih suka menggunakan istilah "tumor otak" daripada "kanker otak.Paru Merupakan pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali di dalam paru . Kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru. Kanker Otak Kanker otak adalah sekumpulan massa sel-sel otak yang tumbuh abnormal. 8. sedangkan bagian kolon yang berhubungan dengan rektum disebut kolon sigmoid. memiliki sifat dapat tumbuh dengan relatif cepat. Patogenesis kanker paru belum benar-benar dipahami.yang merupakan saluran di atas dubur.paru. di luar kendali." Yang menjadi concern utama pada pasien kanker otak maupun tumor otak ini adalah seberapa cepat mereka menyebar melalui bagian otak/ syaraf tulang belakang lainnya dan apakah mereka bisa diangkat dan tidak kambuh lagi. Kanker adalah penyakit pertumbuhan sel yang bersifat ganas. saat mereka tumbuh. Kanker Otak dan syaraf tulang belakang pada orang dewasa berbeda dengan pada anak-anak. Karena itu. tetapi jarang menyebar ke area lain dari tubuh. dan mungkin pendekatan pengobatannya juga berbeda. dapat menyebar jauh melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ yang jauh dari tempat asalnya tumbuh. yang disertai dengan atipia selular dan peningkatan 9 . Bila menyerang di kolon.

c-fes. jaringan adiposa.3 Klasifikasi Kanker Pada umumnya. kanker yang bermula pada usus besar dirujuk sebagaikanker usus besar.  Sarkoma. kanker laringeal. merupakan kanker yang terjadi akibat tidak matangnya sel darah yang berkembang di dalam sumsum tulang dan memiliki kecenderungan untuk berakumulasi di dalam sirkulasi darah. misalnya:  Karsinoma. yang menjelaskan penyimpangan yang terjadi pada proses diferensiasi sel punca menjadi sel-sel lain. merupakan kanker yang timbul dari nodus limfa dan jaringan dalam sistem kekebalan tubuh 10 . kanker lambung. sedangkan kanker yang terjadi pada sel basal dari kulit dirujuk sebagai karsinoma sel basal. Asal-usul sel penyebab kanker paru masih belum dapat dijelaskan. c-fura. seperti kulit atau jaringan yang menyelubungi organ tubuh.  Teori sel kecil oleh Yesner. c-erbB1. BCL1. pembuluh darah dan jaringan penghantar atau pendukung lainnya. merupakan kanker yang terjadi pada tulang seperti osteosarkoma. K-rasa. karsinoma serviks. c-raf. yang menjelaskan neoplasma sel kecil yang mengalami transformasi dan berevolusi menjadi sel kanker Namun diketahui bahwa terjadi mutasi genetik pada p73. c-mycc. karsinoma hepatoselular. Klasifikasi kanker kemudian dilakukan pada kategori yang lebih umum. N-myc. c-sis. c-erbB2. p53 dan pRb. L-myc. kanker esofageal. Contoh meliputi kanker kulit. kanker dirujuk berdasarkan jenis organ atau sel tempat terjadinya.hipernefroma.  Leukemia. tulang rawan seperti kondrosarkoma. Rentang waktu proses ini belum dapat dipastikan. misalnya organ pada sistem pencernaan atau kelenjar.  Teori pleuripotential cell oleh Auerbach. c-myca.aktivitas mitotik yang berkembang menjadidisplasia mukosal. Nras. jaringan otot sepertirabdomiosarcoma. hanya diperkirakan kurang lebih antara 10 hingga 20 tahun. Sebagai contoh. karsinoma anal. c-erbB1. kanker testiskular dan kanker tiroid. 2.  Limfoma. Selama ini berkembang dua buah teori. kanker paru merupakan penyebab kematian utama dalam kelompok kanker baik pada pria maupun wanita. H-ra. c-rlf. Menurut WHO. c-fms. selain peran onkogen c-myb. merupakan kanker yang terjadi pada jaringan epitel.

Beberapa mutasi mungkin dibutuhkan untuk mengubah sel normal menjadi sel kanker. siklus sel terjadi tanpa disertai dengan aktivasi faktor transkripsi. Pada leukimia mielogenus kronis. Neoplasia merupakan kondisi sel pada jaringan yang sudah berproliferasi secara tidak normal dan memiliki sifat invasif. atau hilangnya sebagian DNA pada domain tertentu pada kromosom. Mutasi-mutasi tersebut sering diakibatkan agen kimia maupun fisik yang disebut karsinogen. Kelainan siklus sel. Hiperplasia adalah keadaan saat sel normal dalam jaringan bertumbuh dalam jumlah yang berlebihan. dan tidak ada ciri khas sitoplasma yang berhubungan dengan diferensiasi sel pada jaringan. translokasi posisi kromosom yang sering ditemukan pada kanker sel darah putih seperti leukimia atau limfoma. Displasia merupakan kondisi ketika sel berkembang tidak normal dan pada umumnya terlihat adanya perubahan pada nukleusnya. menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. Pencerap hormon tiroid beta1 (TRbeta1) merupakan faktor transkripsi yang diaktivasi oleh hormon T3 dan berfungsi sebagai supresor tumor dan gangguan gen THRB yang sering ditemukan pada kanker. Pada tahapan ini ukuran nukleus bervariasi. aktivitas mitosis meningkat. Mutasi dapat terjadi secara spontan (diperoleh) ataupun diwariskan (mutasi germline). Perkembangan sel normal menjadi sel kanker 2. antara lain terjadi saat: perpindahan fase G1 menuju fase S. displasia. dan neoplasia.Gambar 1. 95%     11 .4 Pembentukan Sel Kanker Kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan perubahan sel normal menjadi sel kanker adalah hiperplasia. Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebabkan kerusakan DNA. siklus sel terjadi dengan kerusakan DNA yang tidak terpulihkan.

sekitar 10 sampai 15 tahun. Karsinogenesis pada manusia adalah sebuah proses berjenjang sebagai akibat paparan karsinogen yang sering dijumpai dalam lingkungan. maupun infeksi. Terdapat empat jenjang karsinogenesis: inisiasi tumor promosi tumor konversi malignan progresi tumor BAB 3 BAHAYA KANKER SERVIKS 3.1 Pengertian Kanker Serviks Kita belakangan ini sering mendengar mengenai ‘kanker serviks’. Kanker ini memang menjadi momok bagi perempuan. kejiawaan dan kesehatan seksual. baik melalui konsumsi. 12 . Menurut data. di Indonesia ini diperkirakan setiap satu jam ada satu orang yang meninggal akibat kanker serviks ini. sepanjang hidup. Kanker serviks atau yang lebih dikenal dengan istilah kanker leher rahim adalah tumbuhnya sel-sel tidak normal pada leher rahim. yang disebut kromosom filadelfia. yaitu puncak usia reproduktif perempuan sehingga akan meyebabkan gangguan kualitas hidup secara fisik.    penderita mengalami translokasi kromosom 9 dan 22. Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang berusia kisaran 30 sampai dengan 50 tahun. perubahan untuk menjadi sel kanker memakan waktu lama.

Gambar 2. misalnya penggunaan handuk bersama. Virus ini bersifat onkogenik (menyebabkan kanker). HPV ini ditularkan melalui hubungan seksual dan melalui penggunaan barang pribadi yang bersamaan. pakaian bersama. Human Papilloma Virus ini sangat resisten terhadap panas dan proses pengeringan. Gambar 3. Proses penyebaran kanker serviks Kanker serviks ini disebabkan oleh Human Papilloma Virus atau yang disingkat HPV. Virus HPV 13 .

Saluran tuba (tuba falopii) yang merupakan tempat berlangsungnya pembuahan 3. Organ kelamin luar berfungsi sebagai jelan masuk sperma ke dalam tubuh wanita dan sebagai pelindung alat kelamin dalam dari infeksi. mikroorganisme masuk melalui hubungan seksual.saluran kecil pada bagian samping iroithrus akan mengeluarkan cairan lendir yang dihasilkan oleh kelenjar Bartholini. Seperti yang kita ketahui. Indonesia memiliki prevalensi infeksi HPV 18 tertinggi di dunia. hymen bisa robek dan bisa tidak. Saluran kelamin wanita merupakan lubang yang berhubungan dengan dunia luar sehingga mikroorganisme penyebab penyakit masuk dengan mudah dan menginfeksi kandungan. bahwa sistem reprosuksi wanita dibagi menjadi dua yaitu organ kelamin luar dan organ kelamin dalam. Organ kelamin luar disebut juga vulva. Labium minor dan vagina kaya dengan pembuluh darah sehingga tampak berwarna kemerah-merahan. HPV dikelompokan menjadi tipe resiko tinggi dan resiko rendah. Sedangkan oegan kelamin dalam membentuk sebuah jalur (saluran kelamin) yang terdiri atas: 1. Urethra berada di bagian depan vagina dan merupakan saluran tempat keluarnya air seni dari kandung kemih. Jika ada rangsangan seksual. Pada belakang iroithrus disebut forset. usia saat koitus pertama.Inveksi virus HPV telah diakui sebagai faktor resiko terbesar meskipun tidak selalu menyebabkan kanker serviks. yang merupakan tonjolan kecil yang sangat peka terhadap rangsangan seksual. disebut introitus. Organ kelamin dalam pada keadaan normal. labium mayora akan ditumbuhi rambut dan labium minor yang tepat berada sebelah dalam labium mayora mengelilingi lubang vagina dan lubang urethra. berbentuk setengah lingkaran. Rahim (uterus) yang menjadi tempat berkembangnya buah kehamilan (embrio) menjadi janin 4. Labium minor kiri-kanan bertemu didepan membentuk klitoris. dan multipara. HPV 16 dan 18 merupakan tipe onkogenik atau resiko tinggi. Labium minor dan vagina merupakan selaput lendir dan permukaannya tetap lembab meskipun lapisan dalam sama seperti lapisan kulit lain. Lubang vagina dikelilingi selapur dara (hymen). dibatasi oleh labium mayora yang identik dengan kantong buah zakar (scrotum) pada lelaki yang mengandung kelenjar keringat dan kelenjar minyak (sebacea). Kekuatan hymen bervariasi pada setiap wanita hingga pada persetubuhan pertama. Klitoris dibungkus oleh lipatan kulit yang disebut preputium. Lubang vagina. Pada umumnya. Vagina yang merupakan jalan lahir. Indung telur (ovarium) yang berfungsi mengasilkan telur 2. dinding vagina bagian depan dan belakang saling bersentuhan sehingga tidak ada ruang didalam vagina kecuali bila dibuka pada saat pemeriksaan 14 . riwayat berganti-ganti pasangan seks. Faktor resiko kanker serviks yang pernah diteliti di Indonesia adalah tipe HPV resiko tinggi. Setelah usia puber.

konsistensi lendir berubah sehingga sperma bisa menembusnya dan terjadilah pembuahan. panjang lubang vagina berkisar 7.610 cm. Serviks merupakan bagian bawah rahim yang membuka kearah lubang vagina. Selaput lendir tebal. Pada puncak vagina terdapat leher rahim (serviks).atau waktu bersetubuh. Proses terjadinya kanker ini dimulai dengan sel yang mengalami mutasi lalu berkembang menjadi sel displastik sehingga terjadi kelainan epitel yang disebut displasia. Dimulai dari displasia ringan. dysplasia sedang. Serviks merupakan saluran yang memungkinkan sperma laki-laki msuk kedalam dan darah menstruasi keluar. berbentuk seperti buah pir terletak dibelakang kandung kemih didepan rektum dan terikat dengan ligamen. Selama masa produktif seorang perempuan. Pada perempuan dewasa.000 kasus baru di mana jenis terbesar dari kanker tersebut adalah kanker serviks (Susanto. kelenjar penghasil lendir diserviks menyimpan sperma yang hidup selama beberapa hari. bahwa angka kejadian kanker di Indonesia sampai saat ini diperkirakan setiap tahun muncul sekitar 200. Serviks atau leher rahim/mulut rahim merupakan bagian ujung bawahrahim yang menonjol ke liang sanggama (vagina). Tetapi selama proses persalinan. Saluran serviks dilapisi kelenjar yang menghasilkan lendir. Kanker serviks berkembang secara bertahap. Setiap tahun ditemukan kurang lebih 500. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Perjan Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin Bandung. saluran meregang sehingga bayi bisa melewati serviks. kemudian berkembang lagi menjadi karsinoma invasif. Rahim terbagi dua bagian yaitu corpus (badan) dan serviks (leher). Selain itu. sehingga tidak bisa dilewati sperma kecuali sesaat menjelang masa pelepasan telur dari indung telur (Ovulasi). baik di negara-negara maju maupun Negara berkembang seperti Indonesia. 1998). terletak di atas lapisan otot tersebut dan musah teregang. pada tahun 2004 kanker rahim menduduki urutan pertama kanker pada sistem reproduksi wanita dengan jumlah 360 kasus. dan akhirnya menjadi karsinoma in-situ (KIS). Saluran serviks menjadi sempit selama masa ovulasi dan kehamilan sehingga sperma tidak bisa lewat san janin yang sudah tertanam di dalam rongga rahim tidak bisa keluar. pada saat ovulasi. Bagian korpus rahim biasanya membengkok ke depan. Pada saat ovulasi. Ligamen yaitu jaringan lapisan ganda yang berfungsi untuk menompang organ dalam ke organ dalam lainnya. Data yang berhasil dihimpun oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan.000 kasus baru kanker serviks dan tiga perempatnya terjadi di negara yang berkembang. displasia berat. Rahim (uterus) terletak dipuncak vagina. Tingkat displasia dan KIS dikenal juga sebagai 15 . tetapi progresif. Sepertiga bagian atas vagina. Kanker serviks sampai saat ini merupakan salah satu penyebab kematian kaum wanita yang cukup tinggi. panjang korpus rahim biasanya dua kali panjang leher rahim. pada bagian bawah vagina terdiri atas otot untuk mengatur besarnya garis tengah lubang vagina.

beta carotene dan asam folat. dia merekomendasikan dilakukan terhadap perempuan sejak usia remaja 10 hingga 24 tahun sampai dengan 45 tahun. dan konsumsi vitamin A. Frekuensi kasus perempuan meninggal akibat kanker serviks di dalam negeri ini hanya selisih satu dari tingkat kematian di dunia (rata-rata dua jam seorang perempuan di dunia meninggal). sedangkan karsinoma in-situ menjadi karsinomainvasif berkisar 3-20 tahun. Menurut dia. 16 . OG menyatakan kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker ginekologi di seluruh dunia. tidak berganti-ganti pasangan. Saat bicara pada seminar awam ‘Mengenal dan Mencegah Kanker Leher Rahim’ di Asri Medical Center (AMC-UMY). Supriyatiningsih. Virus demikian umumnya menyerang perempuan usia di atas 20 tahun. sedang pendekatan sekunder dengan cara deteksi dini dengan pap’smear bagi perempuan sudah nikah. antisipasi virus demikian dengan jalan tidak menunda hubungan seksual. Ahli Kandungan dan Kebidanan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). dr. kanker ini bisa menyebar ke organ-organlain di seluruh tubuh penderita.7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik.Kanker ini 99. Sp.tingkat pra-kanker. Kes.apabila telah memasuki tahap lanjut. C. Ahli Obstetri dan Ginekologi FKIK UMY. Minggu (1/5). Kanker serviks atau kanker leher rahim makin mengancam jiwa para perempuan. Alfaina menyatakan kanker leher rahim ini ditandai tumbuhnya sel abnormal pada leher rahim. Cara primer melakukan vaksinasi dan edukasi hidup sehat bagi yang belum terindikasi kanker. kanker leher rahim bisa dicegah dengan pendekatan primer maupun sekunder. yang disebabkan Human Papiloma Virus (HPV). Soal vaksin. Sedang alat bantu alami mencegah 'memelihara' kuman di vagina. Pembalut yang terlalu sering memicu kelembaban yang justru mendatangkan virus dan pembersih vagina yang berlebihan justru menghilangkan kuman alami di dalam vagina yang bersifat anti oksidan atau melawan virus. perempuan jangan terlalu sering memakai pembalut kecuali dalam kondisi menstruasi. M. Kasus kematian akibat penyakit ini pada perempuan Indonesia mencapai satu jam terjadi satu kasus perempuan meninggal. M. Caranya. OG menambahkan. Alfaina Wahyuni. Sp. tidak menggunakan cairan pembersih vagina terlalu sering atau rutin.. Kes. Dr. tidak merokok. Berawal terjadi pada leher rahim. yang menyerang leher rahim. Dari displasia menjadi karsinoma in-situ diperlukan waktu 1-7 tahun.

Kanker meluas sampai dinding samping vagina yang menyebabkan gangguan berkemih sehingga berakibat gangguan ginjal  Stadium IV. Kanker menyebar ke kandung kemih atau rectum 17 . Kanker meluas sampai ke dinding samping panggul dan melibatkan 1/3 vagina bagian bawah.5 mm dalamnya dan dengan lebar 7 mm atau kurang Stadium IB. atau meluas melampaui panggul o Stadium IVA. Kanker leher rahim hanya terdapat pada daerah leher rahim (serviks) Stadium IA. Stadium III mencakup kanker yang menghambat proses berkemih sehingga menyebabkan timbunan air seni di ginjal dan berakibat gangguan ginjal o Stadium IIIA.3. Tumor menyebar sampai ke kandung kemih atau rectum. dengan penyebaran sel tumor mencapai lapisan stroma tidak lebih dari kedalaman 5 mm dan lebar 7 mm Stadium IA1. Penyebaran melibatkan vagina 2/3 bagian atas.2 Klasifikasi Kanker Serviks Ada beberapa klasifikasi tapi yang paling banyak penganutnya adalah yang dibuat oleh IFGO (International Federation of Ginekoloi and Obstetrics) yaitu sebagai berikut:  o Stadium I. namun melibatkan 2/3 bagian atas vagina o Stadium IIB. Kanker melibatkan parametrium namun tidak melibatkan dinding samping panggul  Stadium III. Kanker invasive didiagnosis melalui mikroskopik (menggunakan mikroskop). Invasi stroma antara 3. Kanker melibatkan 1/3 bagian bawah vagina namun tidak meluas sampai dinding panggul o Stadium IIIB. o Stadium IIA. Invasi lapisan stroma sedalam 3 mm atau kurang dengan lebar 7 mm atau kurang Stadim IA2. Tumor yang terlihat sepanjang 4 cm atau kurang Stadium IB2. Kanker tidak melibatkan jaringan penyambung (parametrium) sekitar rahim. tumor yang terlihat hanya terdapat pada leher rahim atau dengan pemeriksaan mikroskop lebih dalam dari 5 mm dengan lebar 7 mm Stadium IB1. Tumor yang terlihat lebih panjang dari 4 cm o o o o o  Stadium II. Kanker meluas keluar dari leher rahim namun tidak mencapai dinding panggul.

Namun. Infeksi HPV memang tidak mengakibatkan gejala yang kentara. edemakaki. timbul iritasi kandung kencing dan poros usus besar bagian bawah (rectum). sering tidak ada gejala atau tanda-tanda yang khas. fluor albus yang berbau dan rasa sakit yang sangat hebat. Ada sejumlah metode untuk mendeteksi atau mengetahui apakah Anda terkena kanker servik. pendarahan pastkoital atau perdarahan pervagina yang disangka sebagaiperpanjangan waktu haid. Kanker menyebar ke organ yang jauh 3.3 Gejala Kanker Serviks Tidak khas pada stadium dini. Bila nyeri terjadi di daerah pinggang ke bawah.o Stadium IVB. Getah yang keluar dari vaginaini makin lama akan berbau busuk akibat infeksi dan nekrosis jaringan 2) Perdarahan setelah sanggama ( post coital bleeding ) yang kemudian berlanjutmenjadi perdarahan yang abnormal. Pada fase prakanker. badan menjadi kurus kering karena kurang gizi. Merupakan deteksi dini yang dapat Anda lakukan di klinik. terbentuknya fistel vesikovaginal atau rektovaginal. Caranya dengan mengoleskan larutan asam asetat 3%-5% ke leher rahim. berarti kemungkinan terdapat infeksi pada serviks dan harus dilakukan pemeriksaaan lanjutan. Selain memperhatikan tanda-tanda kanker serviks di atas. berbaudan dapat bercampur dengan darah. kemungkinan terjadi hidronefrosis. bisa juga timbul nyeri di tempat-tempat lainnya. atau timbulgejala-gejala akibat metastasis jauh. 5) Timbul gejala-gejala anemia bila terjadi perdarahan kronis.Inspeksi Visual dengan Asam asetat. kadang bisa ditemukan gejala-gejala sebagai berikut : 1) Keputihan atau keluar cairan encer dari vagina. 18 . 6) Timbul nyeri panggul (pelvis) atau di perut bagian bawah bila ada radangpanggul. 7) Pada stadium lanjut. ada baiknya Anda melakukan deteksi kanker serviks sejak dini. Sering hanya sebagai fluos dengan sedikitdarah. Jika ada. kemudian mengamati apakah ada perubahan warna. 3) Timbulnya perdarahan setelah masa menopause. antara lain:  IVA . misalnya muncul bercak putih. Pada stadium lanjut baru terlihat tanda-tanda yanglebih khas. 4) Pada fase invasif dapat keluar cairan berwarna kekuning-kuningan. Selain itu. baik berupa perdarahan yang hebat (terutama dalam bentuk eksofitik).

sampel tersebut dijadikan slide dan diberi pewarna khusus agar lebih jelas.3 Faktor Penyebab dan Faktor Resiko Kanker Serviks A. dan dapat memenuhi servik selama intercourse. Thin prep merupakan metode berbasis cairan yang lebih akurat dari pap smear. smear test. Setelah vagina terbuka. Di lab. cervical smear. Tingkat akurasi metode ini hampir mencapai 100 3. infeksi atau radang. Pola hubungan seksual 19 . kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Laki-laki perokok juga terdapat konsetrat bahan inipada sekret genitalnya. Pemeriksaan dilakukan di atas meja periksa kandungan oleh dokter/bidan yang sudah terlatih dengan menggunakan spekulum untuk membantu membuka alat kelamin wanita. Faktor Resiko a. Membran khusus digunakan untuk membuat preparat dengan irisan tipis.Defisiensi beberapa nutrisional dapat juga menyebabkan servikal displasia. waktu cepat dan hasil akurat. sedangkan thin prep memeriksa seluruh bagian serviks. B. Faktor Penyebab HPV (Human Papiloma Virus) merupakan penyebab terbanyak.National Cancer Institute merekomendasikan bahwa wanitasebaiknya mengkonsumsi lima kali buah-buahan segar dan sayuran setiaphari.Wanita perokok mengandung konsentrat nikotin dan kotinin didalam serviks mereka yang merusak sel. yang akan memperlihatkan infeksi atau jaringan abnormal. Jika anda tidak dapat melakukan ini. karena pap smear hanya mengambil sebagian sel dari leher rahim. Tes ini dapat dilakukan kapan saja kecuali saat masa haid atau menstruasi. bagian leher rahim diusap dengan spatula secara melingkar untuk mengambil contoh sel endoserviks.  Pap Smear atau dikenal juga dengan sebutan Papanicolaou test. Melakukan pap smear secara teratur dapat mengurangi risiko kematian akibat kanker serviks. Kemudian hasil usapan tersebut diperiksa dengan mikroskop untuk mengetahui apakah ada sel abnormal. pertimbangkan konsumsi multivitamin dengan antioksidan seperti vitamin E atau beta karoten setiap hari. Pap test. setidaknya satu tahun sekali.Sebagai tambahan perokok sigaret telah ditemukan sebagai penyebab juga. Sampel yang diambil dari leher rahim dimasukkan ke dalam vial / botol yang berisi cairan. Pemeriksaan pap smear memiliki berbagai kelebihan: biaya murah.

Pemelitian di Amerika Latin menunjukkan hubungan antara resikodengan multiparitas setelah dikontrol dengan infeksi HPV. Penemuan lain memperlihatkan ditemukannya nikotin pada cairan serviks wanita perokok bahan ini bersifat sebagai kokasinogen dan bersamasama dengan kasinogen yang telah ada selanjutnya mendorong pertumbuhan ke arah kanker. Diperlukan kehati-hatian dalam menginterpretasikan asosiasi antara lama penggunaan kontrasepsi oraldengan resiko kanker serviks karena adanya bias dan faktor confounding. yaitu kurang dari 20 tahun. b. Frekuensi hubungan seksual juga berpengaruh pada lebih tingginya resiko pada usia tersebut. tetapi tidak pada kelompok usia lebih tua.Studi epidemiologi mengungkapkan bahwa resiko terjangkit kanker serviks meningkat seiring meningkatnya jumlah pasangan.maka semain besar resiko terjamgkit kanker serviks.Semakin sering melahirkan. Kontrasepsi oral Penelitian secara perspektif yang dilakukan oleh Vessey dkk tahun1983 (Schiffman. bahkan setelah dikontrol dengan variable confounding seperti pola hubungan seksual. (Schiffman.aktifitas seksual yang dimulai pada usia dini. sehingga displasia dan karsinoma in situ nampak lebih frekuen pada kelompok tersebut. menyimpulkan bahwa sulit untuk menginterpretasikan hubungan tersebut mengingat bahwa lama penggunaan kontrasepsi oral berinteraksi dengan faktor lain khususnya pola kebiasaan seksual dalam mempengaruhi resikokanker serviks. WHO mereview berbagai peneltian yang menghubungkan penggunaan kontrasepsi oral dengan risko terjadinya kanker serviks. adanya kemungkinan bahwa wanita yang menggunakan kontrasepsi oral lain lebih sering melakukan pemeriksaan smera serviks. 20 . Penelitian lain mendapatkan bahwa insiden kanker setelah 10 tahun pemakaian 4 kali lebih tinggi daripada bukan pengguna kontrasepsi oral.juga dapat dijadkan sebagai faktor resko terjadinya kanker servks. Selain itu. Merokok Beberapa peneitian menunukan hubungan yang kuat antara merokok dengan kanker serviks. Paritas Kanker serviks sering dijumpai pada wanita yan sering melahirkan.1996) mendapatkan bahwa peningkatan insiden kanker serviks dipengaruhi oleh lama pemakaian kontrasepsi oral. Namun penelitian serupa yang dilakukan oleh peritz dkk menyimpulkan bahwa aktifitas seksual merupakan confounding yang erat kaitannya dengan hal tersebut. c.1996). d. Hal ini diuga ada hubungannya dengan belum matangnya derah transformasi pada usia tesebut bila serinterekspos. Penelitian tersebut juga mendapatkan bahwa semua kejadian kanker serviks invasiveter dapat pada pengguna kontrasepsi oral.

Sosial ekonomi Studi secara deskrptif maupun analitik menunjukkan hubungan yangkuat antara kejadian kanker serviks dengan tingkat social ekonomi yang rendah.4 Epidemiologi Kanker Serviks Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari pola kesehatan dan penyakit serta fakor yang terkait di tingkat populasi. 3.e. Rendahnya kebersihan genetalia yang dikaitkan dengan sirkumsisi juga menjadi pembahasan panjang terhadap kejadian kanker serviks. saat ini epidemiologi telah berkembang pesat baik pendalaman ilmunya maupun perluasan ilmunya. 1) Distribusi Menurut Umur Proses terjadinya kanker leher rahim dimulai dari sel yang mengalami mutasi lalu berkembang menjadi sel displastik sehingga terjadi kelainan epitel yang disebut displasia. Hal ini juga diperkuat oleh penelitian yang menunjukkan bahwa infeksi HPV lebih prevalen pada wanita dengan tingkat pendidkan dan pendapatan rendah. Defisiensi gizi Beberapa penelitian menunjukkan bahwa defisiensi zat gizi tertentuseperti betakaroten dan vitamin A serta asam folat. Pasangan seksual Peranan pasangan seksual dari penderita kanker serviks mulai menjadi bahan yang menarik untuk diteliti. Penggunaan kondom yang frekuen ternyata memberi resiko yang rendah terhadap terjadinya kanker serviks. multilaritas dan kebersihan genitalia juga diduga berhubungan dengan masalah tersebut. displasia berat dan akhirnya menjadi 21 . f. Jumlah pasangan ganda selain istri juga merupakan faktor resiko yang lain. g.. berhubungna dengan peningkatan resiko terhadap displasia ringan dan sedang. Namun sampai saat ini tidak ada indikasi bahwa perbaikan defisensi gizi tersebutakan menurunkan resiko. sedang. Anton Muhibuddin (Universitas Brawijaya). Menurut Dr. dan membantu menginformasikan kedokteran berbasis bukti (eveidence based medicine) utnuk mengidentifikasikan faktor risiko penyakit serta menentukan pendekatan penanganan yang optimal untuk praktik klinik dan untuk kedokteran preventif. Ini adalah model corestone penelitian kesehatan masyarakat. Dimulai dari displasia ringan. Faktor defisiensi nutrisi.

NIS 2 untuk dysplasia sedang dan NIS 3 untuk displasia berat dan karsinoma in-situ. Menurut Snyder (1976).9 tahun dan NIS 2 sampai NIS 3 rata-rata 11. NIS 1 dengan NIS 2 rata-rata13. Thailand. kemudian berkembang menjadi karsinoma invasif. sedangkan untuk stadium IB dan II sering ditemukan pada kelompok umur 40-49 tahun. Di Amerika Latin dan Afrika Selatan frekuensi kanker rahim juga merupakan penyakit keganasan terbanyak dari semua penyakit keganasanyang ada lainnya. NIS 1 untuk displasia ringan. Dibandingakan denganberbagai daerah diluar negeri angka ini sedikit berbeda. India. 2) Distribusi Menurut Tempat Frekuensi kanker rahim terbanyak dijumpai pada negara-negara berkembang seperti Indonesia. tercatat pada tahun 1980-1981 menunjukkan ASR 27.Sedangkan menurut Cuppleson LW dan Brown B (1975) menyebutkan bahwa NIS akan berkembang sesuai dengan pertambahan usia.4.7 tahun. sedangkan stadium IIIB sering didapatkan pada kelompok umur 45-54 tahun.Karsinoma In-Situ (KIS). NIS umumnya ditemukan pada usia muda setelah hubungan seks pertama terjadi. stadium III dan IV sering ditemukan pada kelompok umur 60-69 tahun. sehingga NIS pada usia lebih dari 50 tahun sudah sedikit dan kanker infiltratif meningkat 2 kali. Untuk jarak hubungan seks pertama dengan NIS 1 selang waktu rata-rata adalah 12. Inseden kanker leher larim (Age Standarized Cancer Incidence Rate / ASR) penduduk Kota Semarang. Penelitian yang dilakukan oleh Litaay. India menunjukkan angka lebih tinggi yaitu 41. stadium IA lebih sering ditemukan pada kelompok umur 30-39 tahun.Penelitian yang dilakukan oleh American Cancer Society (2000) membuktikan bahwa kanker rahim lebih sering terjadi pada kelompok wanita minoritas seperti imigran Vietnam. Dari laporan FIGO (Internasional Federation Of Gynecology andObstetrics) tahun 1988. Afrika dan wanita India. dkk dibeberapa Rumah Sakitdi Ujung Pandang (1994-1999) ditemukan bahwa penderita kanker rahim yang terbanyak berada pada kelompok umur 46-50 tahun yaitu 17. seperti di Thailand (Chiang Mai) dilaporkan ASR tahun 1983-1987 adalah 33. Vietnam dan Filipina. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di RSCM Jakarta tahun 1997-1998 ditmukan bahwa stadium IB-IIB sering terdapat pada kelompok umur 35-44 tahun.2 tahun. Selang waktu antara hubungan seks pertama dengan ditemukan NIS adalah 2-33 tahun. kelompok umur 30-39 tahun dan kelompok umur 60-69 tahun terlihat sama banyaknya. 22 . Secara umum.7 tahun 1982. Tingkat displasia dan karsinoma in-situ dikenal juga sebagai tingkatan pra-kanker.2 tahun 1982-1983.2 dan di KoreaSelatan 13.9 dan data tahun 1985-1989 ASR 24. Klasifikasi terbaru menggunakan nama NeoplasmaIntraepitel Serviks (NIS). Bangladesh.4%.

Bandung sebesar 25. b. portio yang erosif (metaplasia skuamos) yang semula faali berubah menjadi patologik (diplatik-diskariotik) melalui tingkatan NIS-I. 3. proses keganasan akan berjalan terus 3. sedang pada wanita diatas 35tahun.9%. II. seperti Surabaya ditemukan sebesar 24. Karsinoma serviks timbul dibatasi antara epitel yang melapisi ektoserviks (portio) dan endoserviks kanalis serviks yang disebut skuamo kolumnar junction (SCJ). Serviks normal secara alami mengalami metaplasi/erosi akibat saling desak kedua jenis epitel yang melapisinya. sedangkan proporsi kanker leher rahim dari semua jenis kanker dibeberapa bagian patologi anatomi pada tahun 2000. Pada wanita muda SCJ terletak diluar OUE. Surakarta sebesar 28.7%. III dan KIS untuk akhirnya menjadi karsinoma invasive.3%.6 Penyebaran Kanker Serviks 23 . Sekali menjadi mikroinvasive. Bidang patologi terdiri atas patologi anatomi dan patologi klinik. Eksofitik Mulai dari SCJ kearah lumen vagina sebagai massa proliferatif yangmengalami infeksi sekunder dan nekrosis. Ahli patologi anatomi membuat kajian dengan mengkaji organ sedangkan ahli patologi klinik mengkaji perubahan pada fungsi yang nyata pada fisiologi tubuh. didalam kanalis serviks.2%dan Medan sebesar 16. Ulseratif Mulai dari SCJ dan cenderung merusak struktur jaringan pelvisdengan melibatkan fornices vagina untuk menjadi ulkus yang luas.000 penduduk pertahun. Yogyakarta 25.1%. Endofitik Mulai dari SCJ tumbuh kedalam stroma serviks dan cenderung infitratif membentuk ulkus c.Hal ini berkaitan dengan anggapan mereka bahwa wanita yang tidak melakukan gonta-gantipasangan (promikuitas) tidak perlu melakukan Pap smear. Menurut perkiraan Departemen Kesehatan tahun 1988-1994 insidenskanker leher rahim mencapai 100/100.5 Patologi Kanker Serviks Patologi merupakan cabang bidang kedokteran yang berkaitan dengan ciriciri dan perkembangan penyakit melalui analisis perubahan fungsi atau keadaan bagian tubuh. Tumor dapat tumbuh : a. Dengan masuknya mutagen.

Sesudah tumor menjadi invasif.yang pada tingkat akhir (terminal stage) dapat menimbulkan fistula rektum atau kandung kemih. hipogastrika. hati . maka prosesnya sudah invasif. Tumor yang demikian disebut sebagai ganas praklinik (tingkat IB-occult). Penyebaran karsinoma serviks terjadi melalui 3 jalan yaitu perkontinuitatum ke dalam vagina.Tergantung dari kondisi immunologik tubuh penderita KIS akan berkembang menjadi mikro invasif dengan menembus membrana basalis dengan kedalam aninvasi <1mm dan sel tumor masih belum terlihat dalam pembuluh limfa atau darah. baru kemudian mengenai kelenjar para aortae terkena dan baru terjadi penyebaran hematogen (hepar. Biasanya penderita sudah meninggal lebih dahulu disebabkan karenaperdarahan-perdarahan yang eksesif dan gagal ginjal menahun akibat uremia oleh karena obstruksi ureter di tempat ureter masuk ke dalam kandung kencing.Pada umumnya secara limfogen melalui pembuluh getah bening menuju tiga arah : a) ke arah fornices dan dinding vagina. Tumor mungkin sudah menginfiltrasi stroma serviks. Jika sel tumor sudah terdapat >1mm dari membrana basalis.Secara limfogen melalui pembuluh getah bening menuju 3 arah: a) fornices dan dinding vagina b) korpus uteri c) parametrium dan dalam tingkatan lebih lanjut menginfiltrasi septum rektovaginadan kandung kemih. obturator. penyebaran secara limfogen melalui kelenjar limfa regional dan secara perkontinuitatum (menjalar) menuju fornices vagina. ginjal. dan seterusnya secara teoritis dapat lanjut melalui trunkuslimfatikus di kanan dan vena subklavia di kiri mencapai paru-paru. korpus uterus. Melalui pembuluh getah bening dalam parametrium kanan dan kiri seltumor dapat menyebar ke kelenjar iliak luar dan kelenjar iliak dalam(hipogastrika). b) ke arah korpus uterus. Penyebaran melalui pembuluh darah (bloodborne metastasis) tidaklazim. septum rektovaginal dan dasar kandung kemih. dan c) ke arah parametrium dan dalam tingkatan yang lanjut menginfiltrasi septumrektovaginal dan kandung kemih. prasakral. Karsinoma serviks umumnya terbatas pada daerah panggul saja. kelenjar-kelenjar iliak. tulang). akan tetapi secara klinis belum tampak sebagai karsinoma. atau <1mm tetapi sudah tampak dalam pembuluh limfa atau darah. 24 . praaorta.tulang dan otak. Penyebaran secara limfogen terjadi terutama paraservikal dalam parametrium dan stasiun-stasiun kelenjar di pelvis minor. Penyebaran limfogen ke parametrium akan menuju kelenjar limfaregional melalui ligamentum latum. rektum. dan kandung kemih.

dilakukan dengan deteksi. dan seterusnya ke trunkus limfatik di kanan dan venasubklvia di kiri mencapai paru. hati. kelenjar iliaka. Tes Pap sangatbermanfaat untuk mendeteksi lesi secara dini.Penyebaran limfogen ke parametrium akan menuju kelenjar kelenjar limferegional melalui ligamentum latum. Perdarahantimbul akibat terbukanya pembuluh darah. eradikasi. ginjal. 3. berbaubusuk akibat infeksi dan nekrosis jaringan. Keputihan merupakan gejala yang paling sering ditemukan. 4) Gejala lainnya adalah gejala-gejala yang timbul akibat metastase jauh..7 Diagnosis Kanker Serviks Diagnosis kanker serviks tidaklah sulit apalagi tingkatannya sudah lanjut. Sitologi Bila dilakukan dengan baik ketelitian melebihi 90%. yang makin lama makin seringterjadi diluar senggama.parasakral. paraaorta. terjadi akibat infiltrasi sel tumor ke serabut saraf. 25 . Sediaan sitologi harusmengandung komponen ektoserviks dan endoserviks. 1) Keputihan. dan pengamatan terhadap lesi prakanker serviks.Yang menjadi masalah adalah bagaimana melakukan skrining untuk mencegah kanker serviks. Kemampuan untuk mendeteksi dini kanker serviks disertai dengan kemampuan dalam penatalaksanaan yang tepat akan dapat menurunkan angka kematian akibat kanker serviks. hipogastrika. obturator. Tiga komponen utama yang saling mendukung dalam menegakkandiagnosa kanker serviks adalah: 1. 2) Pendarahan kontak merupakan 75-80% gejala karsinoma serviks. tulang serta otak. 3) Rasa nyeri.

pembuluh darah setelah pemberian asam asetat. tetapiuntuk menentukan kapan dan dimana biopsi harus dilakukan. Pemeriksaan kolposkopi tidak hanya terbatas pada serviks.Pemeriksaan kolposkopi merupakan pemeriksaan standar bila ditemukan papsmear yang abnormal. Kolposkopi. melihat kelainan epitel serviks. yaitu suatu alat seperti mikroskop bertenaga rendah dengan sumber cahaya di dalamnya. 26 . Sitologi 2. merupakanpemeriksaan dengan pembesaran. Tujuan pemeriksaan kolposkopi bukan untuk membuat diagnosa histologik.Gambar 4. Kolposkopi adalah pemeriksaan dengan menggunakan kolposkop. Pemeriksaan dengan kolposkopi. tetapi pemeriksaan meliputi vulva dan vagina.

colposcopy Untuk Mengambil Jaringan yang Abnormal 3. Gambar 6. sampel diambil secara konisasi. Jika kanalis servikalis sulit dinilai. Biopsi Biopsi dilakukan di daerah abnormal di bagian yang telah dilakukankolposkopi.Gambar 5. Biopsi Kerucut pada Serviks (Leher Rahim) 27 .

8 Pencegahan dan Penanganan Kanker Serviks Pengendalian kinder serviks dengan pencegahan dapat dibagi menjadi tiga bagian. o Pencegahan khusus. pencegahan sekunder. Dari prainvasif ke invasive memerlukan waktu sekitar 10 tahun atau lebih. dan pencegahan tersier.1986). terdapat juga tiga tingkatan pencegahan dan penanganankanker serviks. Selain itu. 1) Pencegahan Primer Pencegahan primer merupakan kegiatan uang dapat dilakukan oleh setiap orang untuk menghindari diri dari faktor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya kanker serviks. Perkembangan kanker serviks memerlukan waktu yang lama. misalnya: 1) Interfensi sumber keterpaparan 28 . Program skrining dengan pemeriksaan sitologi dikenal dengan Pap mear test dan telah dilakukan di negara-negara maju. Bila diobati dengan baik. Selain itu juga pencegahan primer dapat dilakukan dengan imuisasi HPV pada kelompok masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menekankan perilaku hdup sehat untuk mengurangi atau menghindari faktor resiko seperti kawin muda. Strategi kesehatan masyarakat dalam mencegah kematian karena kanker serviks antara lain adalah dengan pencegahan primer dan pencegaan sekunder.3. pasangan seksual ganda dan lain-lain. Pencegahan dengan pap smear terbukti mampu menurunkan tingkat kematian akibat kanker serviks 50 60% dalam kurun waktu 20 tahun (WHO. 2) Pencegahan Sekunder Pencegahan sekunder kanker serviks dilakukan dengan deteksi dini dan skrining kanker serviks yang bertujuan untuk menemukan kasus-kasus kanker serviks secara dini sehingga kemungkinan penyembuhan dapat ditingkatkan. karsinoma prainvasive mempunyai tingkat penyembuhan mendekati 100%. yaitu pencegahan primer. Pemeriksaan sitologi merupakan metode sederhana dan sensitive untuk mendeteksi karsinoa pra invasive. Pencegahan Tingkat Pertama o Promosi Kesehatan Masyarakat misalnya: 1) Kampanye kesadaran masyarakat 2) Program pendidikan kesehatan masyarakat 3) Promosi kesehatan. Diagnosa kasus pada fase invasive hanya memiliki tingkat ketahanan sekitar 35%. yaitu : I.

5. Beberapa cara praktis yang dapat Andalakukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain : 1. Miliki pola makan sehat. C. Saat ini tes Pap smear bahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas dengan harga terjangkau. 9. o Pengobatan. Banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapatmeningkatkan risiko terkena kanker serviks. Tujuannya untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyak 29 . misalnya perawatan rumah sedangkan penanganan kanker umumnya ialah secara pendekatan multidiscipline. Pencegahan Tingkat Ketiga o Rehabilitasi. Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah vagina toilet. namun kita semua bisa mencegahnya. Hindari berhubungan seks dengan banyak partner. buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Hindari merokok. Secara rutin menjalani tes Pap smear secara teratur. Alternatif tes Pap smear yaitu tes IVA dengan biaya yang lebih murah dari Papsmear. meskipun sebenarnya sukar untuk dibandingkan karena umumnya yang dioperasi penderita yang masih muda dan umumnya baik. 3. yang kaya dengan sayuran.2) Kemopreventif II. misalnya screening. Hasil pengobatanradioterapi dan operasi radikal kurang lebih sama. Meski kanker serviks menakutkan. dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena kanker leher rahim. Pencegahan Tingkat Kedua o Diagnosis dini. Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun. dan E. Ini dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. 6. Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks. misalnya: 1) Kemoterapi 2) Bedah III. Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV. 7. Tujuannya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV. Anda dapat melakukan banyak tindakan pencegahan sebelum terinfeksi HPV dan akhirnya menderita kanker serviks. 2. 8. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena. vitamin A. 4.

Pemeriksaan Pap Smear untuk Deteksi Dini Kanker Leher Rahim 30 .Gambar 7. Pemeriksaan Pap Smear Gambar 8.

dianjurkan untuk menjalani histerektomi. Penderita tidak perlu dirawat di rumah sakit. penderita masih bisa memiliki anak. Terapi biologisPada terapi biologis digunakan zat-zat untuk memperbaiki sistemkekebalan tubuh dalam melawan penyakit. lalu dilakukanpengobatan. Pembedahan pada karsinoma in situ (kanker yang terbatas pada lapisan serviks paling luar). dilakukan histerektomi dan pengangkatan struktur di sekitarnya (prosedur ini disebut histerektomi radikal ) serta kelenjar getah bening. kerusakan kandung kemih dan rectum. Kapsul ini dibiarkan selama 1-3 hari dan selama itu penderita dirawat dirumah sakit. keadaan umum penderita dan rencana penderita untuk hamil lagi. dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan ulang dan Pap smear setiap 3 bulan selama 1 tahun pertama dan selanjutnya setiap 6 bulan. Pada wanita muda. 2. artinyasuatu periode pengobatan diselingi dengan periode pemulihan. Pada kanker invasif. stadium penyakit. Dengan pengobatan tersebut. yaitu : Radiasi eksternal: sinar berasar dari sebuah mesin besar. Ada 2 macam radioterapi. diselingi denga pemulihan. Radiasi internal: zat radioaktif terdapat di dalam sebuah kapsul dimasukkan langsung ke dalam serviks. seluruh kanker sering kali dapat diangkat dengan bantuan pisau bedah ataupun melalui LEEP. 3. kadang dianjurkan untukmenjalani kemoterapi. Obat anti-kanker bisa diberikan melalui suntikan intravena atau melalui mulut. Terapi penyinaran (radioterapi ) efektif untuk mengobati kanker invasif yang masih terbatas pada daerah panggul. serta ovarium berhenti berfungsi. Pengobatan ini bisa diulang beberapa kali selama 12 minggu. begitu seterusnya. Terapi biologis 31 . Kemoterapi Jika kanker telah menyebar ke luar panggul. Efek samping dari terapi penyinaran adalah iritasi rektum dan vagina. Kemoterapi diberikan dalam suatu siklus. usia. Karena kanker bisa kembali kambuh. ovarium (indung telur) yang normal dan masih berfungsi tidak diangkat. penyinaran biasanya dilakukansebanyak 5 hari/minggu selama 5-6 minggu. Jika penderita tidak memiliki rencana untuk hamil lagi. 1. Pada radioterapi digunakan sinar berenergi tinggi untuk merusak sel-sel kanker dan menghentikan pertumbuhannya.3.9 Pengobatan untuk Kanker Serviks Pemilihan pengobatan untuk kanker serviks tergantung kepada lokasi dan ukuran tumor.4. Pada kemoterapi digunakan obat-obatan untukmembunuh sel-sel kanker.

Yang paling seringdigunakan adalah interferon. yang bisa dikombinasikan dengan kemoterapi 32 .dilakukan pada kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Defisiensi gizi. kelompok umur 30-39 tahun dan kelompok umur 60-69 tahun terlihat sama banyaknya. India. stadium III dan IV sering ditemukan pada kelompok umur 60-69 tahun. sedangkan untuk stadium I Bdan II seringditemukan pada kelompok umur 40-49 tahun. 1 b. baik berupa perdarahan yang hebat (terutama dalam bentuk eksofitik). Gejala klinis kanker serviks pada stadium lanjut baru terlihat tanda-tanda yang lebih khas. di dalam kanalis serviks.1 Kesimpulan 1. 4. Penyebaran kanker serviks pada umumnya secara limfogen melalui pembuluh getah bening menuju 3 arah : a) ke arah fornices dan dinding vagina. Pada wanita muda SCJ terletak diluar OUE. 2. 3. 3 . Sebagai tambahan perokok sigaret telah ditemukan sebagai penyebab juga. dan 4. 1. Kontrasepsi oral. Secara umum. Sosial ekonomi. 33 . Kanker serviks uterus adalah keganasan yang paling sering ditemukan dikalangan wanita. Frekwensi kanker rahim terbanyak dijumpai pada negara-negara berkembang seperti Indonesia. yaitu Stage 0. Bangladesh. stadium IA lebih sering ditemukan pada kelompok umur 30-39 tahun. Vietnam dan Filipina. 1 a . Penyakit ini merupakan proses perubahan dari suatu epithelium yang normal sampai menjadi Ca invasive yang memberikan gejaladan merupakan proses yang perlahan-lahan dan mengambil waktu bertahun-tahun. sedang pada wanita diatas 35 tahun. fluor albus yang berbau dan rasa sakit yang sangat hebat. HPV (Human Papiloma Virus) merupakan penyebab terbanyak kanker serviks. dan Pasangan seksual. Paritas. yaitu : Pola hubungan seksual. Merokok.BAB IV PENUTUP 4. 2. Karsinoma serviks timbul dibatasi antara epitel yang melapisi ektoserviks (portio) dan endoserviks kanalis serviks yang disebut skuamo kolumnar junction (SCJ). Di Amerika Latin dan Afrika Selatan frekwensi kanker rahim juga merupakan penyakit keganasan terbanyak dari semua penyakit keganasan yang ada lainnya. Dari laporan FIGO (Internasional Federation Of Gynecology and Obstetrics) tahun 1988. Adapun faktor resikonya. Ada beberapa klasifikasi tapi yang paling banyak penganutnya adalahyang dibuat oleh IFGO (International Federation of Ginekoloi and Obstetrics). Thailand.

Yang menjadi masalah adalah bagaimana melakukan skrining untuk mencegah kanker serviks.Terapi penyinaran. dan pengamatan terhadap lesi prakanker serviks.Ternyata tidak mudah menjadi seorang wanita. melakukan pembersihan organ intim atau dikenal denganistilah vagina toilet . buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. eradikasi. secararutin menjalani tes Pap smear secara teratur. hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun. dilakukan dengan deteksi. dan c)ke arah parametrium dan dalam tingkatan yang lanjut menginfiltrasi septumrektovaginal dan kandung kemih. Diagnosis kanker serviks tidaklah sulitapalagi tingkatannya sudah lanjut. Sedangkan beberapa cara praktis yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah kanker serviks. Saran Berhati-hatilah dengan penyakit kanker serviks. hindari merokok. yaitu : miliki pola makan sehat. Kemoterapi. B. dan sebagainya. yang kaya dengan sayuran.b) ke arah korpus uterus. 34 . hindari berhubungan seks dengan banyak partner. Pengobatan kanker serviks yang dapat dilakukan. yiatu : Pembedahan. dan Terapi biologis. pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV. lebih baik mencegah daripada mengobati. Penyakit bisa kita hindari asal kita selalu berusaha hidup sehat dan teratur. 5. tapi bukan berarti sulit untuk menjalaninya.

html http://creasoft.deherba.com/tag/pengertian-kanker-serviks/ http://kankerserviks.wikipedia.wikipedia.wikipedia.wikipedia.com/index.php?option=com_content&task=view&id=45&Itemid =62 http://venuzzz-venuzzz.org/wiki/Kanker_kolon_dan_rektum http://id.com/2008/04/19/kanker-serviks/ http://kankerserviks.html http://www.news-medical.aspx http://www.com/pengobatan-kanker-serviks.news-medical.org/wiki/Kanker_pankreas http://www.wikipedia.org/wiki/Kanker_paru-paru http://id.com/kanker-otak.org/info/gejala-kanker-serviks.kompasiana.infoanak.htm http://id.wikipedia.blogspot.html 35 .html http://rumahkanker.wikipedia.org/info/pencegahan-kanker-serviks.net/health/Cervical-Cancer-Diagnosis-(Indonesian).org/wiki/Kanker_kulit http://www.cancerhelps.com/2009/06/kanker-serviks.net/health/What-is-Testicular-Cancer-(Indonesian).wordpress.com/medicine-and-health/pathology/2251670-macam-macamkanker http://id.shvoong.org/wiki/Kanker_prostat http://id.aspx http://kankerserviks.DAFTAR PUSTAKA http://id.org/info/penyebab-kanker-serviks.html http://kesehatan.org/wiki/Kanker http://id.org/2009/2009-no3-jul-sep/103-epidemiologikanker-serviks?catid=48%3Aliterature-study http://www.wikipedia.com/medis/2011/01/17/penyebab-dan-faktor-faktorrisiko-kanker-serviks/ http://indonesianjournalofcancer.org/wiki/Kanker_payudara http://id.org/wiki/Kanker_leher_rahim http://id.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful