I.

Latar Belakang Masalah Manajemen sumber daya manusia adalah rancangan sistem-sistem formal

dalam sebuah organisasi untuk memastikan penggunaan bakat manusia secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan-tujuan organisasional. Tidak peduli apakah perusahaan tersebut merupakan sebuah perusahaan besar maupun perusahaan kecil, karyawan juga harus direkrut, diseleksi, dilatih dan diatur. Setiap aktivitas membutuhkan pemikiran dan pemahaman tentang apa yang akan berhasil dengan baik dan apa yang tidak. Penelitian mengenai persoalan-persoalan ini dan pengetahuan dari pendekatan-pendekatan yang berhasil membentuk dasar untuk manajemen SDM (Robert dan Jackson : 2006). Kinerja adalah usaha untuk memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi dalam memenuhi standart perilaku yang ditetapkan (Robert Maltis, 2002). Manajemen kinerja terdiri dari proses-proses untuk mengidentifikasi, mendorong, mengukur, mengevalusi, meningkatkan, dan memberikan penghargaan terhadap kinerja para karyawan yang dipekerjakan. Sedangkan, Hasibuan dalam Brahmasari (2008:128) mengemukakan bahwa kinerja adalah suatu hasil kerja seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu. Dengan kata lain yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Menurut Eddy dalam Mangkuprawira (2008) Kinerja Organisasi merupakan akumulasi kinerja semua unit organisasi (penjumlahan kinerja semua orang). Setiap pemimpin organisasi seperti perusahaan, entah setiap tahun atau semester atau bahkan tiap bulan, cenderung selalu ingin mengetahui tingkat kemajuan
1

perusahaannya. Kemajuan itu dilihat dari berbagai segi yang disebut Indikator Kinerja Utama (IKU) atau Key Performance Indicators (KPI). Menurut Mangkuprawira (2008) IKU bisa berupa ukuran finansial dan nonfinansial. Seperti halnya IKU pada umumnya, untuk ukuran kinerja sumber daya manusia (SDM) juga memiliki empat kategori, yaitu ; Pertama, indikator kuantitatif yang mengindikasikan jumlah atau angka, contohnya berupa angka tingkat keluar masuk karyawan dan produktivitas karyawan. Kedua, indikator praktis yang mengindikasi proses yang sedang berjalan, contohnya berupa nilai investasi sumber daya manusia dan jumlah hari pelatihan bagi karyawan. Ketiga, indikator sinyal yang secara spesifik menunjukkan gambaran apakah perusahaan sedang maju atau sebaliknya, contohnya besarnya pertumbuhan produktivitas karyawan pertahun selama lima tahun terakhir. Keempat, indikator yang menunjukkan efek suatu kendali perusahaan terhadap perubahan, contohnya pengaruh pelatihan terhadap pengetahuan, sikap, dan ketrampilan karyawan pengaruh peningkatan motivasi terhadap kinerja karyawan dan pengaruh teknologi terhadap produktivitas karyawan. Motivasi berasal dari kata latin “Movere” yang berarti ”dorongan atau daya penggerak”. Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mendorong gairah kerja bawahan, agar mereka mau bekerja keras dengan memberikan semua kemampuan dan keterampilannya untuk mewujudkan tujuan perusahaan. Motivasi penting karena dengan motivasi ini diharapkan setiap individu atau karyawan mau bekerja keras dan antusias untuk mencapai produktivitas kerja yang tinggi. (Hasibuan, 2003:92). Yasin dalam Brahmasari (2008:126) mengemukakan bahwa keberhasilan kegiatan usaha pengembangan oraganisasi, sebagian besar ditentukan oleh kualitas kepemimpinan atau pengelolanya dan komitmen pimpinan puncak organisasi untuk investasi energi
2

yang diperlukan maupun usaha-usaha pribadi pimpinan. Kompensasi dasar yang diterima karyawan, biasanya sebagai gaji atau upah, disebut gaji pokok. Kompensasi adalah faktor penting yang mempengaruhi bagaimana dan mengapa orang-orang bekerja pada suatu organisasi dan bukan pada organisasi yang lainnya. Pengusaha harus cukup kompetitif dengan beberapa jenis kompensasi untuk mempekerjakan, mempertahankan, dan member imbalan terhadap kinerja setiap individu dalam organisasi (Robert dan Jackson, 2002:118). PT. BPR Weleri Makmur Semarang berdiri tanggal 15 Agustus 1989 berkator di Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal. Dengan Dasar Ijin Menteri Keuangan Nomor Kep. 205/KM/1/1989 tanggal 13 November 1989 PT. BPR Weleri Makmur Semarang mulai beroperasi di wilayah Kecamatan Weleri. Pada tahun 1999 PT. BPR Weleri Makmur Semarang mendapatkan ijin membuka Kantor Cabang di Semarang dan selanjutnya pada tahun 2001 Kantor Pusat PT. BPR Weleri Makmur Semarang yaitu berada di Ruko Gayamsari No.7 Jalan Majapahit Semarang. PT. BPR Weleri Makmur Semarang mempunyai tiga kator cabang, yaitu Kantor cabang Weleri yang beralamat di jalan Utama Barat 337 Weleri, Kantor cabang Kudus yang beralamat di Ruko Bitingan Indah, jalan A.Yani no.5 Kudus, dan kantor cabang Surakarta yang beralamat di jalan Urip Sumoharjo no.85 Surakarta. Selain membuka tiga kantor cabang tersebut PT. BPR Weleri Makmur Semarang juga membuka empat kantor kas pelayanan Semarang. Keempat kantor kas tersebut antara lain : Kantor kas Siliwangi yang beralamat di Ruko Siliwangi Plasa C2 Semarang, Kantor kas pelayanan Kranggan yang beralamat di K.H. Wahid Hasyim no. 127, kantor kas pelayanan Setiabudi yang beralamat di jalan Setiabudi No.91 Semarang, kantor kas pelayanan Menoreh yang beralamat di jalan Menoreh Raya
3

no.11B Semarang, dan , kantor kas pelayanan Ngaliyan yang beralamat di jalan Prof.Dr.Hamka no. 99A Ngaliyan. (Buletin “Info Makmur” PT BPR WELERI MAKMUR Jalan Majapahit Semarang). Dari hasil pra survei yang dilakukan pada PT. BPR WELERI MAKMUR, Jalan Majapahit Semarang diketahui data

mengenai tingkat produktifitas karyawan dan daftar mutasi tenaga kerja selama 5 tahun terakhir adalah sebagai berikut : Tabel 1.1 Tabel Daftar Mutasi Tenaga Kerja PT BPR Weleri Makmur, Semarang

Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 2010

Jml. Awal tahun 22 26 31 38 47 55

Masuk 6 6 12 15 12 21

Keluar 2 1 5 6 4 10

Jml. Akhir tahun 26 31 38 47 55 66

4

Tabel 1.2 Tabel Produktivitas Tenaga Kerja PT BPR Weleri Makmur, Semarang (ribuan rp) TAHUN Pendapatan Operasional 2006 2007 2008 2009 2010 16.741.907 15.192.402 14.571.060 16.893.998 20.504.001 Biaya tenaga kerja (pelatihan) 1.637.716 2.285.185 2.285.244 2.713.708 3.480.148 10 15 16 16 17 %

Berdasarkan data Tabel 1.2 dapat di analisis sebagai berikut : Pertama, dari indikator kuantitatif yang berupa tingkat produktifitas karyawan dapat dilihat dari tahun pertama hingga tahun kelima jumlah persentase perbandingan antara pendapatan operasional dengan biaya tenaga kerja cenderung mengalami kenaikan. Kedua, pendapatan operasional perusahaan diperoleh dari ; pendapatan bunga Bank, pendapatan pinjaman, pendapatan propisi dan administrasi, pendapatan denda, serta pendataan selisih kas. Keseluruhan pendapatan ini cenderung mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. Sedangkan persentase diperoleh dari biaya produktifitas tenaga kerja dibagi dengan asset / pendapatan opersional dan dikalikan seratus. Persentase ini hanya untuk memudahkan mengetahui kondisi perusahaan tersebut.
5

akan tetapi jika dilihat dari sisi kinerja karyawan (produktivitas) ini cenderung mengalami kemunduran. dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan pada PT.Analisis ketiga. dan kompensasi sangat diperlukan agar kinerja karyawan menjadi lebih baik dari sebelumnya dan dapat mencapai target sesuai yang diharapkan perusahaan. Berdasarkan pembahasan permasalahan yang sudah diuraikan dalam latar belakang tersebut diatas. BPR WELERI MAKMUR. Jalan Majapahit Semarang”. Ini membuktikan kinerja karyawan belum sesuai dengan target perusahaan. maka penulis tertarik untuk melakukan suatu penelitian dengan judul: “Analisis Pengaruh Motivasi. selaku direktur PT BPR Weleri Makmur mengatakan bahwa membengkaknya biaya pelatihan ini disebabkan karena Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan yakni setiap BPR harus menyediakan biaya cadangan untuk pelatihan karyawan sebanyak 5% dari laba yang diperoleh perusahaan per tahun. Banyaknya keluar masuk karyawan menyebabkan pelatihan yang dilakukan perusahaan berlangsung terus menerus dan biaya pelatihan cenderung mengalami peningkatan. Kepemimpinan. bukan meningkat. 6 . kepemimpinan. dan ini dapat mempengaruhi kinerja antara karyawan lama dengan karyawan baru. sebab idealnya biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk biaya pelatihan karyawan harusnya lebih kecil dari pendapatan operasional perusahaan dari tahun ke tahun. Dalam menyelesaikan masalah ini peran motivasi. Menurut Sumardi. Jika dilihat dari segi asset perusahaan mengalami kemajuan dari tahun ke tahun. peningkatan asset perusahaan tersebut sejalan dengan peningkatan produktifitas karyawan.

kompensasi terhadap kinerja karyawan pada PT. 2. Bagaimana pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan PT. BPR WELERI MAKMUR. Menganalisa pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan pada PT. kepemimpinan. BPR WELERI MAKMUR. Bagaimana pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan PT. Jalan Majapahit Semarang ? 4. Jalan Majapahit Semarang. Bagaimana pengaruh motivasi. BPR WELERI MAKMUR. Jalan Majapahit Semarang ? III. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian adalah sebagai berikut : 1. kepemimpinan. 4. BPR WELERI MAKMUR. Rumusan Masalah Adapun perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1.II. dan kompensasi terhadap kinerja karyawan PT. Jalan Majapahit Semarang. Menganalisa pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan pada PT. BPR WELERI MAKMUR. Jalan Majapahit Semarang ? 3. Bagaimana pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan PT. Menganalisa pengaruh motivasi. Jalan Majapahit Semarang. 3. BPR WELERI MAKMUR. 7 . Menganalisa pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada PT. BPR WELERI MAKMUR. Jalan Majapahit Semarang. Jalan Majapahit Semarang ? 2. BPR WELERI MAKMUR.

Manfaat Penelitian Pada dasarnya penyusunan penelitian yang akan dilakukan ini akan memberikan manfaat kepada: 1. 2. 8 . 3. yaitu masalahmasalah yang terdapat dalam organisasi. Pembaca / Pendidikan Hasil dari penulisan ini dapat digunakan sebagai ilmu pengetahuan atau informasi yang berkaitan dengan bidang manajemen sumber daya manusia. Organisasi Dapat dijadikan sebagai bahan masukan atau pertimbangan bagi pihak manajemen untuk lebih memperhatikan karyawan dan terhadap perubahan yang terjadi serta untuk meningkatkan kebijaksanaan yang berkaitan dengan upaya pemberian motivasi dan penerapan perilaku pimpinan. Peneliti Merupakan sarana untuk menerapkan teori-teori yang telah diperoleh selama duduk di bangku kuliah pada masalah yang nyata.IV.

Rekrutmen tenaga kerja / Recruitment. b. 9 . Dalam tahapan ini diperlukan analisis jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan / job description dan juga spesifikasi pekerjaan / job specification. manajer. tugas dan tanggung jawab. fungsi.1. Departemen sumber daya manusia memiliki peran. atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan SDM organisasi atau perusahaan. buruh. jumlahnya. dan lain sebagainya.1 Telaah Teori Pengertian Sumber Daya Manusia Menurut Stoner (2006). karyawan. manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.V. antara lain : a. salah satunya melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja / Preparation and selection. Persiapan Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perkiraan / forecast akan pekerjaan yang lowong. Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai. Tinjauan Pustaka 5.1 5. waktu.

terdapat dua jenis bank berdasarkan undang-undang. Seleksi tenaga kerja / Selection Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada. 5. e. Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai / Compensation and protection.c. Bank didefinisikan sebagai berikut : Bank adalah badan usaha yang menghimpun dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak (Kasmir. Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and evaluation Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya.1. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. 10 Tahun 1998 tentang perubahan Undang – Undang No.3 Jenis-jenis Bank Berdasarkan pasal 5 Undang – Undang No. yaitu: 10 . 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. 2000). Kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. 5. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Undang-Undang No.2 Teori Perbankan Berdasarkan pasal 1 Undang – Undang No. d. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.1.

1. Jasa yang diberikan oleh bank umum bersifat umum. 2009). Memberikan pinjaman kepada masyarakat. (Afandi. ( Afandi. c.1. 2. 11 . Menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan prinsip syariah. Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Menghimpun dana dalam bentuk simpanan tabungan dan simpanan deposito.4 Pengertian Bank Perkreditan Rakyat BPR adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. 2009) 5.1. Bank Perkreditan Rakyat adalah BPR adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan bank umum.5 Kegiatan Bank Perkreditan Rakyat a. b. 2009). 5. Kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan bank umum. (Afandi.

BPR Weleri Makmur 12 . BPR Weleri Makmur RUPS Komisaris Direksi Kepatuhan& pengembangan Manajer operasional SPI Kepala cabang AMU Kabid kredit Kabid pemasaran Kabid operasional Loan Procesing Kabid akuntansi SPU Adm.6 Gambar Struktur Organisasi PT.1 Struktur Organisasi PT.5.1. Kredit Staff pemasaran Analis kredit Umum Staff Akuntansi Logistik Teller Pembinaan Kredit Costumer service kredit Teller KKP Umum KKP Bagan 5.

dan kunci Voult. tugas. Manajer operasional Memiliki tugas : membantu direksi dalam mengkoordinir dan pelaksanaan aktivitas operasional bank. yang meliputi : 13 .5. memantau kondisi Ratio kas harian dan memonitor posisi dan persediaan saldo kas.1. 4. memeriksa dan meneliti paraf laporan keuangan keuangan untuk kantor pusat dan Bank Indonesia. mengkoordinasikan dan mengintegrasikan keseluruhan kegiatan organisasi. wewenang. menyusun kegiatan pelatihan dan pengembangan keterampilan dan kemauan personil organisasi bank secara seimbang.7 Job description PT. mengkoordinasikan pelayanan dan pemrosesan operasional sesuai dengan standarisasi yang sudah ditentukan sebelumnya. BPR Weleri Makmur 1. Direksi Utama (RUPS dan Komisaris) Memiliki tugas : menyusun anggaran dan strategi kerja tahunan. Kepatuhan dan pengembangan Memiliki tugas : menyusun diskripsi jabatan yang menguraikan fungsi. hubungan kerja. menyetujui pengambilan dan penyimpanan surat-surat jaminan kredit serta memonitor dan melaporkan Likuiditas dan Solvabilitas. 2. 3. tingkat kesehatan. rasio kredit bermasalah dan efisiensi pada tingkatan yang optimal secra berkesinambungan. Direksi Memiliki tugas : bekerjasama dengan direksi Utama dalam penyusunan anggaran dan strategi rencana kerja yang akan dilaksanakan. Komisaris dan pihak terkait lainnya. dan mengontrol laporan keuangan dan laporan yang terkait lainnya untuk disampaikan kepada Bank Indonesia. tanggung jawab. melakukan pengolahan strategis dalam rangka pengembangan bank yang sehat untuk tercapainya pertumbuhan tingkat laba.

dan keterampilan sesuai kebutuhan. 6. SPI (Satuan Pengawas Intern) Memiliki tugas : mengidentifikasi segala kemungkinan untuk memperbaiki dan mengoptimalkan pemanfaatan penggunaan sumber daya secara ekonomis dan efisiensi serta mendorong ditaatinya kebijakan manajemen yang telah digariskan untuk meningkatkan kegiatan yang ada di bank melakukan pengawasan terintegrasi dalam sistem dan prosedur setiap kegiatan dan unit kerja. keselamatan kerja dan asuransi. memelihara. c. dan mengamankan harta kekayaan berwujud maupun tidak berwujud milik perusahaan. Pengembangan dimensi spiritual : program pembinaan tenaga kerja. dan olahraga. kerja sama. 5. dan mengontrol laporan-laporan keuangan untuk disampaikan kepada Direksi. dan kegiatan kerohanian. Penembangan dimensi mental : pendelegasian wewenang. dan para pihak terkait lainnya. menjaga citra bank yang baik dan hubungan yang harmonis dengan masyarakat lingkungan kantor serta memeriksa. dan mengotrol berkas-berkas dokumen. b. mengkoordinasikan dan mengintegrasikan keseluruhan kegiatan aktivitas operasional serta memeriksa. AMU (Asset Managemen Unit) Memiliki tugas : menjaga. Pengembangan dimensi sosial : program kegiatan kelompok. komunikasi. nasabah. pemahaman sistem nilai.a. arsip dan data yang ada pada perusahaan guna menjaga keamanan bersama antar bank. pembinaan sikap kerja. d. rotasi pekerjaan. Pengembangan dimensi fisik : program pengecekan kesehatan. Kepala cabang Memiliki tugas : menyusun anggaran dan rencana kerja tahunan. presentasi. 7. meneliti. meneliti. sehingga setiap terjadi menyimpangan dapat dilakukan langkah 14 .

dan seksama serta independen. Administrasi kredit Memiliki tugas : mencatat setiap transaksi yang terjadi pada setiap rekening tanpa ada kesalahan posting antar bank dengan pihak nasabah. cermat. 10. melakukan pengawasan setiap persetujuan pencairan kredit harus dijamin azas aman. terarah. melakukan pengawasan setiap persetujuan pencairan kredit harus terjamin azas aman. cermat. Analis kredit Memiliki tugas : memastikan setiap persetujuan kredit telah sesuai dan didasarkan pada prinsip kehati-hatian dan analisa kredit yang jujur. dan melaksanakan apabila keabsahan persyaratan yang telah ditetapkan dalam perjanjian kredit telah terpenuhi oleh pemohon kredit serta menyampaikan laporan berkala hasil pelaksanaan tugas dan evaluasi portofolio perkreditan. 15 . produktif.perbaikan serta melakukan penilaian secara independen atas setiap kegiatan yang ditetapkan oleh manajemen. Kepala bidang kredit Memiliki tugas : memastikan setiap persetujuan kredit telah sesuai dan didasarkan pada prinsip-prinsip kehati-hatian dan analisa kredit yang jujur. mengadministrasikan korespondensi perkreditan dengan baik pengamatan terhadap maksimum kredit pra debitur agar tidak terjadi pelampauan baku kredit dari plafon terhadap rekening yang bersangkutan. 8. objektif. terarah. objektif. dan seksama serta independen. 9. Dan memantau tindak lanjut temuantemuan hasil pemeriksaan aparat pengawas bank. produktif. dan melaksanakan apabila keabsahan persyaratan yang telah ditetapkan dalam perjanjian kredit telah terpenuhi oleh pemohon kredit serta menyampaikan laporan berkala hasil pelaksanaan tugas dan evaluasi portofolio perkreditan maupun Kualitas Aktiva Produktif (KAP).

menciptakan kreasi terhadap produk-produk baru. 12. Kepala bidang pemasaran Memiliki tugas : membangun program penjualan yang baik dengan mempertahankan nasabah lama dan agresif menarik nasabah baru untuk Funding (mobilisasi dana) dan Lending (kegiatan alokasi dana bank) sesuai target market dan kualitas yang ditentukan . ide-ide baru dibidang promosi serta delivery / pemberian layanan yang baik serta memonitor dan menganalisa kinerja serta melaporkan hasil perkembangan produk jasa bank sehubung dengan adanya kegiatan promosi. serta menganalisis sebab-sebab terjadinya kredit bermasalah atas usaha debitur danmembuat rekomendasi tentang saran-saran perbaikan atau penyelamatan dalam segala aspek yang diperlukan.11. 13. Staff pemasaran Memiliki tugas : membuat rencana penetapan kunjungan pasar sasaran nasabah potensial dan melaksanakan program pengenalan dan penjualan produk bank yang baik kepada calon nasabah dengan mempertahankan nasabah lama dan agresif menarik nasabah baru untuk Funding (mobilisasi dana) dan Lending (kegiatan alokasi dana bank) sesuai target pasar atau pasara sasaran yang telah ditentukan serta membuat laporan dan menganalisa kinerja serta melaporkan hasil perkembangan produk bank sehubungan dengan adanya kegiatan promosi. 16 . Divisi pembinaan dan pengawasan kredit Memiliki tugas : membuat laporan berkala secara periodic hasil pelaksanaan pemantauan kualitas kredit bermasalah kepada Direksi melalui Kabid kredit yang disampaikan ke manajer operasional. mengakomodasi kegiatan-kegiatan mulai perencanaan hingga pembinaan dan pengawasan kredit yang berkenaan dengan fungsi-fungsi manajemen perkreditan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

atau perusahaan. adil. akuntansi. pada akhir hari melakukan serah terima yang disahkan untuk disimpan dibrankas yang melakukan secara bersama-sama Kabid pelayanan yang ditunjuk sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. instansi. operasional kantor. 15. memeriksa. cepat. meneliti keabsahan bukti-bukti kepemilikan barang jaminan beserta kelengkapan persyaratan apakah telah memenuhi persyaratan nilai yuridis. mengkoordinasikan satu kegiatan dengan kegiatan lain bidang pelayanan nasabah. Menerima fisik uang kas awal hari yang diambil dari brankas. 16. Teller Memiliki tugas : menjaga hubungan kerjasama dan komunikasi yang baik sesame karyawan maupun terhadap atasan. 17 . Menyimpan barang jaminan dengan melakukan pengarsipan yang akurat setelah diperiksa oleh SPI dan perjanjian kredit ditandatangani oleh manajer operasional. melakukan pencatatan mutasi kas. ramah. dan meneliti secara teratur semua kebenaran dokumen bukti transaksi Teller sesuai prosedur.14. teller. serta mengatur tugas harian bawahannya. dan beretika baik pada nasabah. memeriksa secara teliti kebenarannya. memahami prosedur kerja dan jenis-jenis transaksi melalui bukti yang sah atas kepemilikan aktiva kewajiban bank kepada pihak lain dan nilainya dicatat sesuai dengan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI) dan Standar Khusus Akuntansi Perbankan Indonesia (SKAPI). Loan processing Memiliki tugas : menyiapkan proses pengambilan barang jaminan dan menyerahkan barang jaminan dengan dasar bukti pelunasan kredit nasabah yang bersangkutan atas persetujuan Manajer Operasional atau Direksi. Kabid operasional Memiliki tugas : memberikan pelayanan yang benar.

atas terselenggaranya pengadministrasian yang rapi dan tertib terhadap pengiriman maupun 18 . Costumer Service kredit Memiliki tugas : mencari informasi mengenai calon debitur dari masyarakat maupun sumber-sumber lain yang mendukung serta dapat dipercaya ataupun dengan pertimbangan lainnya apabila dipandang perlu. memberikan pelayanan dan penjelasan kepada calon nasabah cara mengajuan permohonan kredit. Sekretaris Memiliki tugas : mengatur. 18. dan Umum) a. menjaga dan menjalin komunikasi yang baik dengan pihak intern dan ekstern yang berhubungan dengan operasional bank dan memahami prosedur kerja dan jenis-jenis transaksi yang mempunyai buktibukti sah untuk menjaga hal-hal yang dapat menghambat perkembangan perusahaan. SPU ( Sekretaris. Personalia. Costumer Service dana Memiliki tugas : menciptakan hubungan yang harmonis dengan nasabah dan hubungan kerja antar bagian. 19. menjamin keakuratan. dan kebenaran proses pembukuan. 20. nasabah baru untuk mobilisasi dana sesuai dengan target pasar dan kualitas yang ditentukan.17. melayani nasabah lama dan agresif menarik. mengawasi. tanpa mengurangi azas kerahasiaan serta Prudential kredit. memahami dan menetapkan perkembangan mengenai sistem dan prosedur kerja yang telah ditetapkan maupun kebijakan baik dari manajer ataupun ketentuan BI yang berkenaan dengan tugas sehari-hari. melakukan pemeriksaan ulang terhadap semua transaksi non kas yang dilakukan dengan bukti paraf. Kabid Accounting Memiliki tugas : mengkonfirmasi kepada pejabat unit kerja yang bersangkutan apabila ada ketidakwajaran atas bukti bendukung ataupun indikasi terjadinya Fraud dengan sepengetahuan atasannya.

Mengatur kelengkapan atribut karyawan dan mengatur kegiatan olahraga dan rekreasi. b. Mengadministrasikan hak cuti dan kerja lembur karyawan. Umum Memiliki tugas : mengelola kebersihan dan memelihara perangkat untuk menjamin agar pekerjaan para fungsionaris dapat berjalan dengan baik. Personalia Memiliki tugas : membuat daftar hadir / absensi karyawan. mengusahakan. 2006). 19 . Melakukan pesanan cetakan standarisasi form(formulir kerja yang dibakukan).penerimaan surat menyurat serta sistematika pengarsipan. menjelaskan peraturan tata-tertib karyawan. membuat surat kesepakatan hubungan kerja dan surat pengalaman kerja karyawan. dan mengawasi agar selalu cukup tersedia blankoblanko untuk menunjang aktivitas kegiatan administrasi operasional (kasir. tabungan/deposito) maupun kredit baik berupa barang cetakan serta keperluan kantor lain. Menurut Brahmasari (2008:128) kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. menjaga keamanan dan ikut serta membantu terlaksananya proses pelayanan kepada nasabah. c.1 Kinerja Kinerja adalah usaha untuk memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi dalam memenuhi standart perilaku yang ditetapkan (Robert Maltis dan Jakson.2. merawat gedung. melakukan. 5.

Kuantitas. Kuantitas kerja diukur dari persepsi karyawan terhadap jumlah aktivitas yang ditugaskan beserta hasilnya. tingkat suatu aktivitas diselesaikan pada awal waktu yang diinginkan. tingkat penggunaan sumber daya organisasi dimaksimalkan dengan maksud dan tujuan menaikkan hasil dari setiap unit dalm penggunaan sumber daya. efektifitas penyelesaian tugas yang dibebankan organisasi. d. Kualitas kerja.2. Ketepatan waktu diukur dari persepsi karyawan terhadap suatu aktivitas yang diselesaikan diawal waktu sampai menjadi output. dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain. b. merupakan jumlah yang dihasilkan dinyatakan dalam istilah seperti jumlah unit. jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan.2 Sistem Pengukuran Kinerja Dalam melakukan pendekatan pengukuran kinerja karyawan secara individual terdapat enam kriteria (Masrukhin dan Waridin. c. Ketepatan waktu. 20 . Efektifitas kerja pegawai diukur dari persepsi karyawan dalam menilai pemanfaatan waktu dalam menjalankan tugas.5. tingkat dimana hasil aktivitas yang dilakukan mendekati sempurna atau persepsi karyawan terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan serta kesempurnaan tugas terhadap keterampilan dan kemampuan karyawan. 2006:204-205) antara lain : a. Efektifitas.

(Robbins dalam Hasibuan. (Hasibuan. sehingga dapat mencegah dan menyelesaikan masalah yang terjadi. 2003:95).3. namun belum tentu upaya yang tinggi akan menghasilkan kinerja yang tinggi. Kemandirian dapat diukur dari persepsi karyawan terhadap tugas dalam melakukan fungsi kerjanya masingmasing karyawan sesuai dengan tanggung jawabnya.1 Motivasi Motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang. diperlukan intensitas dan kualitas dari upaya tersebut serta difokuskan pada tujuan organisasi. diperlukan adanya komunikasi kinerja yang berlangsung terus menerus. Kebutuhan adalah definisi variabel-variabel dengan penelitian ini adalah 21 . dan memberi informasi dalam suatu organisasi. Sedangkan motivasi didefinisikan sebagai suatu kerelaan untuk berusaha seoptimal mungkin dalam pencapaian tujuan organisasional yang dipengaruhi oleh kemampuan usaha untuk memuaskan beberapa kebutuhan individu. Adapun mengenai penelitian ini yang berkaitan sebagai berikut : 5. Bila seseorang termotivasi maka ia akan berupaya sekuat tenaga untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu. Kemandirian. bimbingan dari orang lain atau pengawas. Dalam rangka melacak kemajuan kinerja. 2003:96).e. agar mereka mau bekerja sama. adalah tingkat dimana seorang karyawan dapat melaksanakan fungsi kerjanya tanpa meminta bantuan. mengidentifikasi kendala. bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk menciptakan kepuasan.

22 . Asas komunikasi. artinya menginformasikan secara jelas tentang tujuan yang ingin dicapai. dan pengakuan yang tepat serta wajar kepada bawahan atas prestasi kerja yang dicapainya. artinya mengajak bawahan untuk ikut berpartisipasi dan memberikan kesempatan kepada mereka mengajukan pendapat. Apabila ternyata terjadi pemenuhan kebutuhan. artinya memberikan wewenang dan kepercayaan diri pada bawahan. c. Asas mengikutsertakan. cara-cara mengerjakannya dan kendalakendala yang dihadapi.2 Teori Motivasi Menurut Hasibuan (2003:98-99) asas-asas motivasi adalah sebagai berikut : a. Dorongan ini menimbulkan perilaku pencarian untuk menemukan tujuan. maka akan terjadi pengurangan tegangan. Pada dasarnya.kondisi internal yang menimbulkan dorongan. artinya memberikan penghargaan. rekomendasi dalam proses pengambilan keputusan. d.(Yusuf. bahwa dengan kemampuan dan kreatifitasnya ia mampu mengerjakan tugas-tugas itu dengan baik. Asas wewenang yang didelegasikan.3. tertentu. b. 2008). dimana kebutuhan yang tidak terpuaskan akan menimbulkan tegangan yang merangsang dorongan dari dalam diri individu. pujian. Asas pengakuan. karyawan yang termotivasi berada dalam kondisi tegang dan berupaya mengurangi ketegangan dengan mengeluarkan upaya. 5.

pertumbuhan nampak terkendali. artinya alat dan jenis motivasi yang diberikan harus berdasarkan atas “keadilan dan kelayakan” terhadap semua karyawan. 23 . 1996). Teori Aldefer merupakan teori motivasi yang mengatakan bahwa individu mempunyai kebutuhan tiga hirarki yaitu : ekstensi (E). mungkin karena kebijaksanaan perusahaan. Teori ERG Alfeder mengisyaratkan bahwa individu akan termotivasi untuk melakukan sesuatu guna memenuhi salah satu dari ketiga perangkat kebutuhan (Reksohadiprojo dan Handoko. Asas perhatian timbal balik. Jika diketahui bahwa tingkat kebutuhan yang lebih tinggi dari seseorang bawahan misalnya. maka pimpinan harus bersedia memberikan alat dan jenis motivasi. jika seseorang terusmenerus terhambat dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan menyebabkan individu tersebut mengarahkan pada upaya pengurangan karena menimbulkan usaha untuk memenuhi kebutuhan yang lebih rendah. f. artinya bawahan yang berhasil mencapai tujuan dengan baik. dan pertumbuhan (Growth) (G).e. Penjelasan tentang teori ERG Aldefer menyediakan sarana yang penting bagi manajer tentang perilaku. Tegasnya kerjasama yang saling menguntungkan kedua belah pihak. maka hal ini harus menjadi perhatian utama manajer untuk mencoba mengarahkan kembali upaya bawahan yang bersangkutan memenuhi kebutuhan akan keterkaitan atau kebutuhan eksistensi. Teori ERG juga mengungkapkan bahwa sebagai tambahan terhadap proses kemajuan pemuasan juga proses pengurangan keputusan yaitu. Asas adil dan layak. keterkaitan (Relatedness) (R).

5. Keadaan seperti ini akan menjadi suatu kenyataan apabila di pihak pemimpin memperlakukan bawahannya sebagai manusia yang bertanggungjawab dan di pihak lain bawahan dengan sikap legowo menerima kepemimpinan atasannya. mengemukakan bahwa kepemimpinan itu adalah upaya mempengaruhi banyak orang melalui komunikasi untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan dapat terjadi dimana saja. kekuatan dinamis penting dalam memotivasi dan mengkoordinasikan organisasi dalam rangka mencapai tujuan. kemampuan untuk menciptakan rasa percaya diri dan dukungan diantara bawahan agar tujuan organisasional dapat tercapai. menurut Ordway Teod dalam Kartono (1998) kepemimpinan merupakan kegiatan mempengaruhi orang-orang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan. tindakan yang menyebabkan orang lain bertindak atau merespon dan menimbulkan perubahan positif.4. Hubungan seorang pemimpin dengan bawahannya yang diharapkan adalah suatu hubungan yang dapat menumbuhkan iklim/suasana saling mempercayai. 5. Definisi kepemimpinan. asalkan seseorang menunjukkan kemampuannya mempengaruhi perilaku orang lain ke arah tercapainya suatu tujuan tertentu.2 Perilaku Kepemimpinan Siagian dalam Salira (2009) mengemukakan perilaku kepemimpinan terhadap bawahannya meliputi: 1.4. 24 .1 Kepemimpinan Dubrin dalam Brahmasari (2008:126). Iklim saling mempercayai. cara mempengaruhi orang dengan petunjuk atau perintah.

Penghargaan terhadap ide bawahan dari seorang pemimpin dalam sebuah lembaga atau instansi akan dapat memberikan nuansa tersendiri bagi para bawahannya. Dari harapan-harapan ini akan menghasilkan peranan-peranan tertentu yang harus dimainkan. Dari sini dapat dipahami bahwa perhatian pada manusia merupakan visi manajerial yang berdasarkan pada aspek kemanusiaan dari perilaku seorang pemimpin. 5. Memperhitungkan perasaan bawahan. Seorang bawahan akan selalu menciptakan ide-ide yang positif demi pencapaian tujuan organisasi pada lembaga atau instansi dia bekerja. Penghargaan terhadap ide bawahan. Perhatian pada kenyamanan kerja bagi para bawahan. Perhatian pada kesejahteraan bawahan. Perhatian adalah tingkat sejauh mana seorang pemimpin bertindak dengan menggunakan cara yang sopan dan mendukung. memperlihatkan perhatian segi 25 . 4. Seorang pemimpin dalam fungsi kepemimpinan pada dasarnya akan selalu berkaitan dengan dua hal penting yaitu hubungan dengan bawahan dan hubungan yang berkaitan dengan tugas. Sebagian orang harus memerankan sebagai pemimpin sementara yang lainnya memainkan peranan sebagai bawahan. Dalam hubungan tugas keseharian seorang pemimpin harus memperhatikan pada kenyamanan kerja bagi para bawahannya. 3. Hubungan antara individu dan kelompok akan menciptakan harapanharapan bagi perilaku individu.2.

Konsiderasi sebagai perilaku kepemimpinan yang berorientasi pada bawahan seringkali ditandai dengan perilaku pemimpin yang cenderung memperjuangkan kepentingan bawahan. berkonsultasi dengan bawahan atau pada bawahan dan memperhatikan dengan cara memperjuangkan kepentingan bawahan. 7. Dalam sebuah organisasi seorang pemimpin memang harus senantiasa memperhitungkan faktor-faktor apa saja yang dapat menimbulkan kepuasan kerja para bawahan dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Dari pernyataan di atas dapat dipahami bahwa pengakuan atas status para bawahan secara tepat dan professional yang melekat pada seorang pemimpin menyangkut sejauh mana para bawahan dapat menerima dan mengakui kekuasaannya dalam menjalankan kepemimpinan. 6. Pengakuan atas status para bawahan secara tepat dan professional. 26 . memperhatikan kesejahteraan diantaranya dengan cara memberikan gaji tepat pada waktunya. Memperhitungkan faktor kepuasan kerja para bawahan dalam menyelesaikan tugas-tugas yang dipercayakan padanya.kesejahteraan mereka. Pemimpin dalam berhubungan dengan bawahan yang diandalkan oleh bawahan adalah sikap dari pemimpin yang mengakui status yang disandang bawahan secara tepat dan professional. memberikan tunjangan. dengan demikian hubungan yang harmonis antara pemimpin dan bawahan akan tercapai. Misalkan berbuat baik terhadap bawahan. serta memberikan fasilitas yang sebaik mungkin bagi para bawahannya.

mempertahankan.1 Kompensasi Kompensasi adalah faktor penting yang mempengaruhi bagaimana dan mengapa orang-orang bekerja pada suatu organisasi dan bukan pada organisasi yang lainnya. Kewibawaan adalah kelebihan. sehingga orang tersebut patuh pada pemimpin dan bersedia melakukan perbuatan-perbuatan tertentu.3 Konsep Kepemimpinan Konsep mengenai kepemimpinan menurut Kartono (1998) harus selalu dikaitkan dengan tiga hal penting.5. yang dianggap melebihi dari kemampuan anggota biasa. kekuatan dan kecakapan.5. Kemampuan adalah segala daya. keunggulan. yaitu : a.4. c. akan tetapi kompensasi juga 27 . Pengusaha harus cukup kompetitif dengan beberapa jenis kompensasi untuk mempekerjakan. kesanggupan. keterampilan teknik maupun sosial. 2002:118). b. Kekuasaan adalah kekuatan. keutamaan sehingga orang mampu ”mbawahi” atau mengatur orang lain. 5. otoritas dan legalitas yang memberikan wewenang kepada pemimpin untuk mempengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk berbuat sesuatu. Sistem kompensasi dalam organisasi harus dihubungkan dengan tujuan dan strategi organisasi. dan memberi imbalan terhadap kinerja setiap individu dalam organisasi (Robert dan Jackson.

2006). antara lain : 1. 3. eksternal. dan individual bagi para karyawan. Program kompensasi yang efektif dalam sebuah organisasi memiliki empat tujuan (Robert dan Jackson. tujuan pemberian kompensasi (balas-jasa) antara lain adalah: 1. Keadilan internal. status sosial. pengadaan karyawan yang qualified untuk perusahaan akan lebih mudah. 28 . karyawan akan dapat memenuhi kebutuhankebutuhan fisik. Efektifitas biaya bagi organisasi. Kepuasan Kerja Dengan balas jasa.mengharuskan adanya penyeimbangan kepentingan dan biaya pemberi kerja yang memiliki harapan atas para karyawan (Robert dan Jackson. 3. 2. 2. 2006). Pengadaan Efektif Jika program kompensasi ditetapkan cukup besar. 4. Ikatan Kerja Sama Dengan pemberian kompensasi terjalinlah ikatan kerja sama formal antara atasan dengan bawahan. Kepatuhan pada hukum dan peraturan yang berlaku. Karyawan harus mengerjakan tugastugasnya dengan baik. sedangkan pengusaha wajib membayar kompensasi sesuai dengan perjanjian yang disepakati.2 Tujuan Diadakan Pemberian Kompensasi Menurut Hasibuan dalam Aritonang (2005).5. Peningkatan kinerja bagi organisasi / perusahaan. 5. dan egoistiknya sehingga memperoleh kepuasan kerja dari jabatannya.

Dari hasil pengujian hipotesis diperoleh motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. sedangkan jumlah populasi 100 orang. 2. Semakin tinggi motivasi kerja karyawan. Ditinjau dari penelitian terdahulu.6 Penelitian Terdahulu Kajian pustaka dalam penelitian terdahulu bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya dengan yang akan dilakukan.4. dalam pengujian ini menggunakan alat analisis regresi linier berganda. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 orang. maka kinerja akan semakin meningkat. Adapun penelitian terdahulu yang digunakan antara lain : 1. 5. manajer akan mudah memotivasi bawahannya. dan sebaliknya semakin rendah motivasi kerja karyawan. maka kinerja karyawan juga akan semakiin berkurang. menurut Anikmah (2008) dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan” dalam pengujian ini menggunakan alat analisis regresi linier berganda. Yoan Puspita (2010) dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Kompensasi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Grasia Hotel Semarang”. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 72 karyawan Hotel Grasia. Adapun jenis 29 . Motivasi Jika balas jasa yang diberikan cukup besar. Hal ini didukung oleh Sari.

metode dalam perhitungan hasil penelitiannya menunjukkan variabel kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. kesempatan pengembangan potensi yang juga merupakan variabel bebas atau variabel independen. fasilitas yang merupakan variabel bebas atau variabel independen. tunjangan. pimpinan menjalin hubungan baik dengan bawahan. kepemimpinan. 5. efisiensi tugas. Menurut Mas’ud (2006) dimensi kepemimpinan ada 4 (empat) yaitu: tujuan yang ingin dicapai. Menurut Sari (2010) dimensi kompensasi meliputi : gaji. penekanan tugas. ketepatan waktu. Dalam penelitian ini penulis menyajikan kerangka teoritis untuk mempermudah memahami permasalahan yang sedang diteliti. hubungan interpersonal. Perkiraan kerangka teoritis ini disajikan dalam bentuk skema atau gambaran yang menunjukkan hubungan masing-masing variabel yaitu sebagai berikut: 30 . kuantitas. kepastian promosi.7 Kerangka Konseptual Kinerja karyawan menurut Masrukhin dan Waridin. dan kompensasi berpengaruh terhadap variabel terikat atau variabel dependen yaitu kinerja karyawan. efektifitas sebagai variabel terikat atau variabel dependen. tidak merusak hubungan dengan orangorang. (2006:204-205) meliputi kualitas kerja. pimpinan mau berdiskusi dengan bawahan. yang merupakan variabel bebas atau variabel independen. Variabel bebas atau variabel independen yang terdiri dari motivasi. penentuan dimensi motivasi ada 5 (lima) dimensi yaitu: pemberian pujian. Menurut Rahayu (2008).

Hal ini didukung oleh Rahayu (2008) dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Budaya Organisasi. dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan 5. Motivasi. dan Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Dengan adanya pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa : H : Motivasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja 1 karyawan.MOTIVASI H1 H1 KEPEMIMPINAN H2 H4 KINERJA KOMPENSASI H3 Gambar 2.1 Bagan Pengaruh Motivasi. Hasil 31 . Gaji.8 Hipotesis Penelitian Anas (2010) yang sudah melakukan penelitian sebelumnya yang berjudul “ Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Balai Perbenihan Tanaman Hutan Sulawesi” hasil pengujian didapat bahwa berdasarkan hasil validitas dan reliabilitas terlihat bahwa motivasi kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai kantor Balai Perbenihan Tanaman Hutan Sulawesi. Sakatinta Semarang”. Kepemimpinan.

H : Motivasi. Keke (2005) dalam penelitiannya yang berjudul “ Kompensasi Kerja. kepemimpinan. makin baik pula motivasi dan gaya kepemimpinan secara bersama-sama maka makin baik/tinggi kinerja karyawan. H: 3 Kompensasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. 32 . Kepemimpinan. Kinerja seseorang berkaitan dengan motivasi. Dalam pengujian ini menggunakan bantuan alat analisis regresi linier berganda. makin tinggi kompensasi.penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara kepemimpinan terhadap kinerja karyawan H : Kepemimpinan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap 2 kinerja karyawan. Disiplin Kerja Guru dan Kinerja Guru SMP Kristen BPK PENABUR Jakarta”. dan kompensasi dan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi. dan kinerja. kepemimpinan. Dengan kata lain. dan Kompensasi mempunyai pengaruh 4 yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan hasil analisis Aritonang. hasil uji menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara kompensasi kerja dengan kinerjanya di SMP Kristen BPK PENABUR Jakarta.

Variabel dependen (Y) Kinerja adalah pencapaian atas tujuan organisasi yang dapat berbentuk output kuantitatif maupun kualitatif. Kualitas kerja b.V1. 2008:48-49) : 33 . Kuantitas c. Motivasi (X1) Motivasi merupakan semua kekuatan yang ada dalam diri seseorang yang memberi daya. Efektifitas e. Indikator dari variabel motivasi kerja (Rahayu. keinginan. Indikator kinerja adalah (Masrukhin dan Waridin. desakan. Ketepatan waktu d. Kemandirian 2.1 METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel penelitian yang digunakan dan definisi operasional dalam penelitian ini adalah : 1. dapat diandalkan. Variabel bebas (independen) terdiri dari : 1. dan dorongan sesuai tempat dan keadaan masing-masing untuk mencapai tujuan organisasi dalam hal ini PT BPR Weleri Makmur Semarang. fleksibilitas. memberi arah dan memelihara tingkah laku yang dinyatakan dalam istilah kebutuhan. 6. kreatifitas. atau hal-hal lain yang diinginkan oleh PT BPR Weleri Makmur Semarang. 2006:204-205) : a.

Kesempatan pengembangan potensi diri didefinisikan pengembangan keahlian dan pengetahuan karyawan. b. Pimpinan mengajukan tujuan yang ingin dicapai dan menyerahkan bagaimana cara pencapaiannya. d. Hubungan interpersonal di dalam perusahaan didefinisikan hubungan kerja antara karyawan dengan pimpinan atau karyawan dengan karyawan. Kepemimpinan (X2) kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain (para bawahannya) sedemikian rupa sehingga orang lain itu mau melakukan kehendak pemimpin sesuai dengan tujuan yang diharapkan perusahaan PT BPR Weleri Makmur Semarang. Pimpinan sering menekankan pentingnya tugas dan meminta karyawan melakukan tugas yang sebaik-baiknya. 34 . b. Quey-Jen dalam Mas’ud. 2004 : 386) : a. c. 2.a. Kepastian promosi berdasarkan prestasi didefinisikan proses perubahan dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain berdasarkan prestasi kerja yang dicapai. c. Pimpinan sering menekankan pentingnya efisiensi dan meminta bawahan untuk menyelesaikan tugas sesegera mungkin. Indikator dari variabel ini adalah (Yeh. Pemberian pujian atas hasil kerja didefinisikan kebutuhan akan perasaan dihargai atas pekerjaan.

Dalam Penelitian ini yang dijadikan populasi penelitian adalah seluruh karyawan BPR Weleri Makmur jalan Majapahit. 2010). e. Kompensasi (X3) kompensasi merupakan imbalan dasar yang diterima karyawan sebagai timbal balik atas pekerjaan yang telah dilakukan dalam hal ini karyawan PT BPR Weleri Makmur Semarang. 2010) : a. maka dapat digunakan sebagai sampel.d. f. 3. b. dan jarang memberi perintah secara kaku. Semarang yang berjumlah 66 orang. Indikator kompensasi yaitu (Trisno dan Suwati dalam Sari. Pimpinan mau berdiskusi dengan bawahan. sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi.2 Gaji Tunjangan Fasilitas Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono dalam Sari. Sampel merupakan bagian 35 . Arikunto (1998) menyatakan. 6. c. jika populasinya kurang dari 100. Pimpinan menekankan pentingnya menjalin hubungan baik dengan bawahan. Pimpinan sering memberitahu bawahan untuk tidak merusak hubungan dengan orang-orang tertentu (klien/nasabah dan karyawan perusahaan lain yang sejenis).

1997). Sampel yang diambil sejumlah 66 karyawan PT BPR Weleri Makmur Semarang.3. 6. Data Kuantitatif lebih berdasarkan pada data yang dapat dihitung untuk menghasilkan penaksiran kuantitatif yang kokoh (Umar. baik individu atau perorangan seperti hasil wawancara atau kuesioner (Sugiono dalam Sari. 1997:49).4 Metode Pengumpulan Data Dalam rangka memperoleh data yang diperlukan.2 Sumber Data Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalahsumber data primer. 36 . Observasi Yaitu suatu metode dimana penulis melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap kegiatan yang ada untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan sasaran (Ghozali. 2006). 6.3. 6. Dalam penelitian ini penulis menggunakan data primer yang berupa jawaban dari kuesioner yang telah dibagikan kepada karyawan. maka metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan cara wawancara langsung dan membagikan kuesioner kepada karyawan.3 6.terkecil dari populasi (Husein Umar. 1996).1 Jenis dan Sumber Data Jenis Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. maka disebut penelitian populasi atau penelitian dengan metode sensus sampling. Sumber data primer yaitu data yang didapat dari sumber pertama.

dan seterusnya. Kuesioner Yaitu pertanyaan secara tertulis guna memperoleh informasi dari responden. 3. Hal ini sesuai dengan kata “kuantitatif” yang mengandung makna hitungan atau angka. 6.5 Metode Analisis Data Dalam penelitian ini digunakan dua analisis yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Metode kuesioner disebut juga dengan metode angket. “Netral” sama dengan 3. memusatkan responden pada pokok persoalan. sehingga proses pemberian skala pada data mentah banyak diterapkan disini. Tanya jawab ini dilakukan oleh peneliti dengan pihak karyawan / direktur BPR Weleri Makmur. dalam hal ini karyawan BPR Weleri Makmur. Pendekatan kuantitatif mempunyai 37 . Sebagai contoh : dalam pemberian kode terhadap kuesioner. Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup. 2006). jika jawaban karyawan “Sangat Setuju”diberi angka 5. relative objekrif dan sangat mudah ditabulasikan dan analisis (Ghozali. Adapun masing-masing dari pengertian tersebut adalah sebagai berikut : 6.2.1 Analisis Kuantitatif Analisis kuantitatif menggunakan dasar pendekatan angka. 2006). “Setuju” diberi angka 4.5. Wawancara Yaitu proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab dengan pewawancara untuk memperoleh data yang diperlukan (Ghozali. karena memudahkan responden untuk mengisinya dan jawaban yang diisi memerlukan waktu yang singkat.

Pertama. digunakan skala Likert.6 6. hasil analisis berupa angka yang memiliki standar. Untuk mendapatkan data kuantitatif. 2009:53). sehingga mempermudah perbandingan. Hasil akhirnya dianggap mewakili seluruh karyawan (Istijanto dalam Hanantio. Ketiga.6. Ini dimungkinkan sebab jawaban setiap karyawan yang dikodekan menjadi angka yang dapat diolah (misalnya dengan rata-rata). Untuk jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) Untuk jawaban Tidak Setuju (TS) Untuk jawaban Netral (N) Untuk jawaban Setuju (S) Untuk jawaban Sangat Setuju (SS) diberi nilai = 1 diberi nilai = 2 diberi nilai = 3 diberi nilai = 4 diberi nilai = 5 Adapun Metode yang digunakan dalam analisis data kuantitatif adalah sebagai berikut: 6. dalam penelitian perlu dilakukan pengujian instrument yaitu pengujian validitas dan reliabilitas. Skala ini dikembangkan Rensis Likert dan biasanya memiliki 5 sampai 7 kategori dari “sangat setuju” sampai “sangat tidak setuju”. Artinya dengan angka tersebut periset bisa membandingkan nilai yang lebih tinggi. angka mempermudah penginterpretasian hasil secara objektif. temuan dalam bentuk angka mempermudah generalisasi atau kesimpulan.beberapa manfaat. Kedua. sama. atau lebih rendah diantara variabel-variabel yang diteliti.1 Uji Intrumen Uji Validitas Sebelum dilakukan analisis data. Validitas merupakan tingkat kemampuan suatu instrumen tersebut Suatu instrument dapat 38 .

(Ghozali. variabel dependen dan variabel independen keduanya memiliki distribusi normal ataukah tidak. Pada prinsipnya normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik atau histogram residual. sehingga data yang diperoleh dari pengukuran jika diolah tidak memberikan hasil yang menyesatkan (Maryanto. maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Suatu alat ukur atau instrument pengumpul data harus memenuhi syarat validitas dan realibilitas.7 Uji Penyimpangan Asumsi Klasik Bagian terpenting dari prosedur statistik mengenai model dari data adalah menetapkan seberapa baik model tersebut secara nyata cocok (goodness of fit).2 Uji Reliabilitas Reliabilitas menunjukkan sejauh mana suatu instrumen dapat memberikan hasil pengukuran yang konsisten.dikatakan valid apabila mampu mengukur apa saja yang hendak diukurnya. 6. 2009). apabila pengukuran dilakukan berulangulang. yang diperoleh melalui validitas. 6. mampu mengungkapkan apa yang diinginkan.6. ada tiga penilaian yang digunakan : 1. 2006) :  Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendeteksi data normal. Pengujian reabilitas ini hanya dilakukan terhadap butir-butir yang valid. 39 . Uji Normalitas Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi. sekaligus mendeteksi kemungkinan pelanggaran asumsi yang diperlukan dalam data yang dianalisis.Wadji dalam Hanantio.

Jika terjadi korelasi. Pengujian Multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang sempurna antar variabel independen. Uji Autokorelasi Uji ini digunakan untuk menguji yang terjadi pada hubungan antara variabel yang diteliti. maka menunjukkan ada kombinasi linear antar variabel independen. Untuk mengetahui ada tidaknya auto korelasi digunakan uji Durbin Watson (DW). dimana DW tabel adalah sebagai berikut : batas bawah atas (du) 1. 3. maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. apakah dalam sebuah model regresi linier ada korelasi antar kesalahan pada periode t dengan kesalahan periode t-1 sebelumnya. Apabila VIF besar. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan titik mengikuti arah garis diagonal. 2006). Semakin kecil nilai VIF berarti semakin kecil nilai Multikolinearitas antar variabel. Jika terjadi korelasi maka dinamakan adanya problem autokorelasi.55. Cara lain untuk mengetahui Multikolinearitas adalah dengan melihat VIF. Suatu model regresi dikatakan bebas dari Multikolinearitas antar variabel jika mempunyai nilai VIF di sekitar angka 1 atau tidak lebih dari 10 dan nilai toleransi mendekati 1 atau lebih dari 10%. 2.75 dan batas bawah dalam (dl)1. Dikatakan tidak 40 . Uji Multikolinearitas Uji ini digunakan untuk menguji apakah model regresi yang digunakan ditemukan adanya korelasi antara variabel independen. maka dinamakan terdapat problem multikolinearitas (Ghozali.

Analisis regresi dilakukan dengan menggunakan beberapa model pemisahan serta pengelompokan variabel independen dengan maksud mencari model yang paling tepat.terjadi autokorelasi bila DW < 4-du. Spesifikasi model yang digunakan adalah : Y= 0 + β1X1+ β2X2 + β3X3 + e Keterangan : Y = tingkat kinerja karyawan 0 = konstanta X1 = motivasi X2 = kepemimpinan 41 . 2006) :   H0 = tidak ada autokorelasi baik positif maupun negatif H1 = ada autokorelasi baik positif maupun negatif d<dL = menolak H0 d<4-dL = menolak H0 d<d4-dU = menerima H0 d<d<dU = pengujian tidak menyakinkan 4-dU<d<4-dL = pengujian ragu-ragu 6. Namun demikian secara umum dapat diambil patokan sebagai berikut (Ghozali. Apabila hasil dari pengujian ekonometrika (asumsi penyimpanan klasik) untuk analisis regresi.8 Analisis Regresi Berganda Analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda yang mana digunakan untuk melihat bagaimana pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen (Ghozali. 2006).

kompensasi (X3) terhadap kinerja ( Y ). 42 . 2010) b1 t test = Sb1 dimana : b1 = koefisien regresi variabel bebas Sb1= simpangan baku variabel bebas t = t hitung yang selanjutnya dibandingkan dengan tabel Adapun hipotesis uang diajukan dalam penelitian ini adalah : H0 : B = 0.9 Pengujian Hipotesis Yaitu untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh nyata antara semua variabel independen yaitu motivasi (X1).β2. tidak ada pengaruh secara parsial antara motivasi (X1). kompensasi (X3) terhadap kinerja ( Y ). kepemimpinan (X2). ada pengaruh secara parsial antara motivasi (X1). kepemimpinan (X2).X3 = kompensasi β1. kepemimpinan (X2). Ha : B > 0. kompensasi (X3) terhadap kinerja ( Y ) baik secara parsial maupun imultan. kompensasi (X3) secara parsial terhadap variabel dependen yaitu kinerja (Y). kepemimpinan (X2). (Sugiyono dalam Sari. Pengujian dengan menggunakan uji t dan uji F : a.β3 = koefisien regresi e = standar error 6. Uji t ( t test) Digunakan untuk melihat signifikan dari pengaruh antara variabel independen yaitu motivasi (X1).

Uji F Adalah uji yang digunakan untuk menyatakan signifikansi pengaruh variabel bebas secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen ( Y ) yang dilakukan dengan uji F yang di uji dengan taraf nyata (a)= 5% (uji satu arah) dapat dilihat dibawah ini : Hipotesis yang akan di uji adalah sebagai berikut : H0 : B1. Jika dalam uji empiris di dapat nilai Adjusted R2 negatif maka nilai Adjusted dianggap 0. Banyak peneliti menganjurkan untuk menggunakan nilai R2 (Adjusted R Square) pada saat mengevaluasi mana model regresi terbaik. Secara sistematis jika nilai R2 = 1. Sedangkan jika nilai 43 . maka Adjusted R2 = R2 = 1.2. artinya tidak ada pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi (X1). kepemimpinan (X2). walaupun yang dikehendaki harus bernilai positif.3 > 0.3 = 0. kepemimpinan (X2). 6.10 Analisis Koefisien Determinasi Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen dalam menerangkan variasi variabel bebas yaitu intensitas pembelian. Dalam kenyataan nilai Adjusted R2 dapat bernilai negatif. artinya ada pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi (X1). Ha : B1. 2006).b. kompensasi (X3) terhadap kinerja ( Y ) secara simultan ( bersama-sama ). kompensasi (X3) terhadap kinerja ( Y ) secara simultan ( bersama-sama ). Nilai Adjusted R2 dapat naik atau turun apabila satu variabel independen ditambahkan ke dalam model (Ghozali.2.

k). maka Adjusted R2 akan bernilai negatif.k) / (n . 44 .R2 = 0. Jika k>1. maka Adjusted R2 = (1 .

“Kompensasi Kerja. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Vol. 2009. Jurnal Pendidikan Penabur. Skripsi Sarjana Tidak Diterbitkan. 45 .Ilmu Ekonomi Manajemen . Pengertian.10.IV. Jenis-jenis Bank.org/ Arikunto. 2009. No. Rineka Cipta. 1998. Pp.04 / Th. Ghozali. Definisi. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan.Manajer MSDM. Kepemimpinan. Brahmasari. Kepemimpinan. Keke.3. dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Perum Perhutani KPH Semarang. Angga Pratama. 2006. Hanantio. dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan.com/2009/05/21/jenis-jenis-bank/ A. Tugas & Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia/SDM . Agus Suprayetno. Semarang. Pp. No. Pei Hai Internasional Wiratama Indonesia”. Pengaruh Motivasi Kerja. Jakarta.124-135. http://organisasi. Disiplin Kerja Guru dan Kinerja Guru SMP Kristen BPK PENABUR”. Suharmini.wordpress. 2008.DAFTAR PUSTAKA Afandi. Imam. http://dahlan forum. Fakultas Ekonomi Universitas Dian Nuswantoro. Universitas Diponegoro.2. Aritonang. serta Dampaknya pada Kinerja Perusahaan PT. Kepuasan Kerja.Semarang. 2005. 2006. “Pengaruh Motivasi Kerja.F Stoner. Analisis Multivariate Dengan Program Spss.

Vol. Budaya Organisasi dan Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai”. Mangkuprawira. 2008. dan John Jakson. Manajemen Sumber Daya Manusia. Rahayu. Badan penerbit UNDIP. Rajawali.2. Bumi Aksara. Ninik Puji. Jakarta Kartono.com/2008/08/10/indeks-kinerja-utamasumberdaya manusia/ Masrukin dan Waridin. Motivasi. Blog. Fuad. 2004.7. Gaji. “Pengaruh Motivasi Kerja.wordpress. Jakarta. Jakarta. Organisasi dan Motivasi. “Pengaruh Motivasi dan Disiplin Terhadap Kinerja Pegawai Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Wonogiri”. 2008.Malthis. Sakatinta. Kepuasan Kerja. Manajemen Perbankan. Survai Diagnosis Organisasional. dan Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Fakultas Ekonomi Universitas Dian Nuswantoro. L. Skripsi Sarjana Tidak Diterbitkan. Hani. Pp. “Indikator Kinerja Sumber Daya Manusia”. Sukanto dan Handoko. Konsep dan Aplikasi. Manajemen Sumber Daya Manusia. 2000. EKOBIS. Reksohadiprodjo. Pemimpin dan Kepemimpinan. Jakarta. Kartini. BPFE. ___________. Pengaruh Budaya Organisasi. 2003. Rajawali Press. Kasmir. Jakarta. Robert. Semarang. 2002. Malayu.Hasibuan. 2006. 1996. http://ronawajah. No. Salemba Empat. Sjafri. 2006. Semarang. Mas’ud. Salemba Empat. Organisasi Perusahaan.197-209. T. 46 . 1998.

PT. Wahjosumidjo. Ghalia Indonesia.google. Fakultas Ekonomi Universitas Dian Nuswantoro. 1995. Skripsi Sarjana Tidak Diterbitkan. http://www. www. Perilaku Keorganisasian. Jakarta.co. Pengaruh Kompensasi dan Lingkungan Kerja Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan Pada Grasia Hotel Semarang. Ade Budhi. Adie.E. Gramedia Pustaka Utama. Kepemimpinan dan Motivasi. PT. Metodologi Penelitian. Sri dan Panji Anoraga. 2008.mozil la%3AenUS%3Aofficial&channel=s&q=ARTIKEL+TESIS+PENGARUH+PE RILAKU+KEPEMIMPINAN+TEHADAP+KINERJA+LAYANAN+AKADEMIK +PEGAWAI++DI+UNIVERSITAS+PENDIDIKAN+INDONESIA&btnG=Telu suri&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai= Sari.Salira.org 47 .id/seach?hl=id&client=firefoxa&hs=o11&rls=org. Jakarta. Dunia Pustaka Jaya. ”Pengaruh Perilaku Kepemimpinan Terhadap Kinerja Akademik Pegawai di Universitas Pendidikan Indonesia”. Suyati. 1994. Yusuf.organisasi. 2010. Semarang. Yoan Puspita. Umar. 2009. “Pengaruh Motivasi Terhadap Kepemimpinan”. Husein. 1997. Jakarta.

kepemimpinan.1. Tujuan penelitian ini semata-mata hanya untuk kepentingan ilmiah. maka mahasiswa Fakultas Ekonomi Manajemen Universitas Dian Nuswantoro perlu mengadakan penelitian.Wb Bersama ini kami beritahukan dengan hormat bahwa dalam rangka penyusunan skripsi.DAFTAR KUESIONER 7. Wassalamu’alaikum Wr. 2011 Mahasiswa yang bersangkutan. Wb Semarang. ELVIRA MARDIANA SAGIAR 48 . Semarang. peneliti mengucapkan terima kasih dan mohon maaf apabila terdapat pertanyaan yang tidak berkenaan dihati Bapak/Ibu/Saudara. yaitu penelitian mengenai pengaruh motivasi.1 Pengantar Kepada : Yth. Atas kesediaan Saudara yang telah meluangkan waktu untuk mengisi daftar kuesioner ini. dan kompensasi terhadap kinerja karyawan BPR Weleri Makmur jalan Majapahit. peneliti memohon kesediaan saudara untuk membantu mengisi daftar kuesioner (pertanyaan) dan identitas pribadi yang peneliti telah sediakan dengan sebenar-benarnya sesuai apa yang saudara alami. Karyawan BPR Weleri Makmur Ruko Gayamsari jalan Majapahit Semarang Assalamu’alaikum Wr. demi terselenggaranya penelitian ini. Oleh sebab itu.

Nama 2.3 Petunujuk Pengisian daftar pertanyaan kuesioner.1-3 tahun 3. kemudian silang ( X ) pada pilihan yang benar. UMUR : < 18 tahun 36-45 tahun Wanita 18-25 tahun 46-55 tahun 26-35 tahun > 55 tahun 4.1. 7.2 dan 7.1-5 tahun > 5 tahun 49 .1.1. anda cukup memberikan dua garis horizontal ( = ) pada pilihan yang salah. JENIS KELAMIN : Pria 3. LAMA BEKERJA < 1 tahun 1-2 tahun SMU D1-D3 S1 S2/S3 :………………………………… : 2.7. JABATAN 6. identitas responden. TINGKAT PENDIDIKAN : SD SMP 5. pertanyaan kuesioner Petunjuk Pengisian daftar pertanyaan kuesioner Berilah jawaban anda pada pertanyaan dibawah ini dengan memberikan tanda silang ( X ) pada alternatif jawaban yang sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Apabila anda melakukan kesalahan dalam mengisi jawaban.4 Idetitas Responden :………………………………… 1.

SS S N TS STS : Sangat Setuju : Setuju : Netral : Tidak Setuju : Sangat Tidak Setuju Skor 5 Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1 Apabila anda melakukan kesalahan dalam mengisi jawaban. kemudian silang ( X ) paling pilihan yang benar.7. anda cukup memberikan dua garis horizontal ( = ) pada pilihan yang salah.15 Pertanyaan kuesioner Berilah jawaban anda pada pertanyaan dibawah ini dengan memberikan tanda silang ( X ) pada alternatif jawaban yang sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. 50 .

2 Jumlah pekerjaan yang telah terselesaikan menjadi tolok ukur dari penilaian kinerja karyawan di PT BPR Weleri Makmur. BPR Weleri Makmur memberikan tanggung 5 jawab sepenuhnya kepada masing-masing karyawan pekerjaannya. Kinerja (Y) No 1 Kinerja Pertanyaan karyawan diukur berdasarkan SS S N TS STS kualitas pekerjaan yang dihasilkan.Pertanyaan Kuesioner : A. dalam melaksanakan 51 . 3 Karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya selalu tepat waktu. Waktu pelaksanaan pekerjaan diserahkan 4 sepenuhnya kepada karyawan.

Motivasi (X1) No 1 Karyawan Pertanyaan PT. Hubungan interpersonal (karyawan dengan karyawan atau karyawan dengan pimpinan) yang terjadi didalam perusahaan terjalin dengan baik.BPR Weleri Makmur Semarang terdapat kepastian promosi berdasarkan prestasi kerja yang dicapai karyawan. Karyawan 4 Semarang selalu mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri dalam perusahaan.BPR Weleri Makmur 2 3 52 .BPR Weleri Makmur SS S N TS STS Semarang selalu mendapatkan pujian atas hasil kerja yang telah dicapai.B. PT. Pada PT.

artinya perintah tersebut hanya dilaksanakkan dan pelaksanaanya tergantung dengan kondisi pekerjaan yang dihadapi. 6 Pimpinan mau menjalin hubungan secara harmonis kepada setiap bawahan. 5 Pimpinan mau berdiskusi dengan bawahan dan jarang memberikan perintah secara kaku. pihak bank dan lain sebagainya). Pimpinan sering memberikan saran untuk 3 menyelesaikan tugas secara efisien dan meminta bawahan untuk menyelesaikan setiap tugas yang diberikan sesegera mungkin.C. Pimpinan 2 sering memberikan saran SS S N TS STS mengenai pentingnya tugas yang diberikan dan meminta bawahan untuk melaksanakan setiap tugas yang diberikan sebaik-baiknya. 53 . 4 Pimpinan sering memberitahu bawahan untuk tidak merusak hubungan dengan orang-orang tertentu (relasi perusahaan nasabah. Gaya Kepemimpinan (X2) No 1 Pertanyaan Pimpinan mengungkapkan tujuan apa yang ingin dicapai dan menyerahkan bagaimana cara pencapaiannya kepada bawahan.

54 . 2 Tunjangan yang anda terima sudah dirasa adil.D. Kenaikan 3 pangkat yang dilakukan SS S N TS STS perusahaan sesuai dengan prestasi kerja anda. Promosi jabatan (pengembangan karir) yang 4 dilakukan perusahaan sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan perusahaan Fasilitas yang anda dapatkan sudah sesuai 5 dengan ketentuan yang ditetapkan perusahaan. Kompensasi ( X3 ) No 1 Pertanyaan Gaji yang diterima sudah diterima sudah dirasakan adil dan sesuai dengan harapan anda.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.