P. 1
Istilah Gizi dan Definisinya.docx

Istilah Gizi dan Definisinya.docx

|Views: 181|Likes:
Published by Vivi Meiliza Majid

More info:

Published by: Vivi Meiliza Majid on Jan 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/24/2013

pdf

text

original

TUGAS BAHASA INDONESIA “Istilah Gizi dan Definisinya”

Disusun Oleh: Vivi Meiliza Majid ( P07131110078 ) Gizi III B (Non Reguler)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA JURUSAN GIZI 2012

VIVI MEILIZA MAJID / P07131110078 / GIZI III B

Istilah Gizi dan Definisinya

1. Aflatoksin : kumpulan mikotoksin yang dihasilkan oleh jamur Aspergillus flavus yang dapat tumbuh pada kacang dan biji-biji sereal saat disimpan dalam kondisi lembab dan hangat. 2. Angka Kecukupan Gizi (AKG) : suatu rata-rata zat gizi setiap hari bagi semua orang menurut golongan umur, jenis kelmin, ukuran tubuh, aktifitas tubuh dan kondisi fisiologis khusus untuk mencapai derajad kesehatan yang optimal. 3. Air Susu Ibu (ASI) : cairan hasil sekresi kelenjar susu sebagai sumber makanan bayi yang baru lahir sampai usia dua tahun. 4. Bahan Makanan Campuran (BMC) : campuran bahan makanan, susu skim, gula, minyak, dalam komposisi tertentu. 5. Bahan Makanan Penukar (BMP) : golongan bahan makanan sejenis dalam hal kandungan zat gizinya terutama dalam energi, lemak, karbohidrat dan protein yang dapat saling ditukar dalam merencanakan menu makanan sehari-hari. 6. Bahan Tambahan Pangan (BTP) : bahan yang ditambahakan kedalam pangan untuk mempengarihi sifat atau bentuk pangan. 7. Daftar komposisi Bahan Makanan (DKBM) : daftar yang memuat kadar gizi bergabai bahan makanan yang digunakan di Indonesia. 8. Diet Rendah Garam (DRG) : suatu diet makanan yang diberikan kepada pasien edema atau asites dan hipertensi. 9. Dietetik : praktik dan penerapan ilmu dan seni pengaturan macam dan jumlah makanan berdasarkan kondisi kesehatan, kebutuhan gizi dan sosial ekonomi klien. 10. Fermentasi : perubahan kimiawi dan sensori dalam makanan dengan ada atau tidak adanya oksigen, biasanya dengan bantuan mikroorganisme tertentu berupa bakteri, jamur, dan ragi membentuk makanan baru. 11. Fortifikasi makanan : suatu proses penambahan satu atau lebih zat gizi mikro tertentu pada bahan makanan atau makanan untuk meningkatkan status gizi dan kesehatan masyarakat.

12. Fruktosa : salah satu bentuk monosakarida selain glukosa, atau disebut juga gula buah. 13. Gizi baik : keadaan gizi seseorang menurut ukuran berat badan dan menurut umur sesuai dengan acuan baku/normal. 14. Gizi buruk : kurang gizi tingkat berat yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energy dan protein dari makanan sehari-hari dan terjadi dalam waktu yang cukup lama. 15. Higiene pangan : kondisi dan perlakuan yang diperlukan untuk menjamin keamanan pangan di semua tahap rantai pangan. 16. Higiene sanitasi makanan : upaya untuk mengendalikan factor makanan, orang, tempat dan perlengkapannya yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan. 17. Hipervitaminosis : keadaan yang terjadi karena kelebihan vitamin terutama vitamin larut lemak (vitamin A dan D), atau vitamin B6, niasin. 18. Hipovitaminosis : kelainan fisiologis karena kekurangan vitamin. 19. Informasi nilai gizi : daftar kandungan zat gizi pangan pada label pangan sesuai dengan format yang dibakukan. 20. Karbohidrat : zat gizi berupa senyawa organic yang terdiri dari atom karbon, hydrogen, dan oksigen yang digunakan sebagai bahan pembentuk energy. 21. Kartu Menuju Sehat untuk Balita (KMS-Balita) : alat yang sederhana dan murah, yang dapat digunakan untuk memantau kesehatan dan pertumbuhan anak. 22. Kegemukan : seorang dewasa yang memiliki nilai indeks masa tubuh (IMT) antara 25,0-2,9. Pada anak balita kegemukan dengan menggunakan nilai z-skor indeks BB/TB antara 2,0-3,0. 23. Kelaparan : kondisi yang disebabkan oleh kurangnya asupan zat-zat gizi terutama kalori dan protein dibandingkan dengan kebutuhan tubuh. 24. Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) : suatu keluarga yang mampu mengenal, mencegah dan mengatasi masalah gizi setiap anggotanya. 25. Keseimbangan energi : perbedaan antara asupan energy dari makanan dengan pengeluaran energy karena metabolism basal dan aktivitas fisik. 26. Kurang Energi dan Protein (KEP) : keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energy dan protein dalam makanan sehari-hari.

27. Kurang Energi Kronis (KEK) : suatu keadaan kekurangan makanan dalam waktu yang lama sehingga menyebabkan ukuran Indeks Masa Tubuh (IMT) di bawah normal (kurang dari 18,5 untuk orang dewasa. 28. Konseling gizi : suatu proses komunikasi dua arah antara konselor dan pasien/klien untuk membantu pasien/klien mengenali dan mengatasi masalah gizi. 29. Kwashiorkor : kurang gizi tingkat berat yang umumnya terjadi pada balita. 30. Label Pangan: setiap keterangan mengenai pangan yang berbentuk gambar, tulisan, dan kombinasi keduanya. 31. Makanan jajanan : makanan dan minuman yang diproduksi oleh pengusaha sector informal dengan modal kecil dijajakan dan siap dikonsumsi di tempat keramaian, sepanjang jalan, permukiman, dengan berkliling atau menetap . 32. Makanan cair : makanan dalam bentuk halus dengan konsentrasi cairan yang tinggi. 33. Makanan saring : makanan yang dimasak dengan mengguakan lebih banyak air dan di berikan sudah disaring terlebih dahulu. 34. Nutrional assessment : penilaian status gizi seseorang dilakukan secara antropometri, biokimia, atau konsumsi makanan. 35. Pangan lokal : pangan yang diproduksi dan dikembangkan sesuai dengan potensi sumber daya wilayah dan budaya setempat. 36. Perilaku gizi seimbang : pengetahuan, sikap dan praktik keluarga meliputi mengonsumsi makanan seimbang da berperilaku hidup sehat. 37. Pewarna makanan : zat yang umumnya digunakan dalam makanan untuk meningkatkan penampilan makanan lebih menarik. 38. Program Makanan Tambahan Penyuluhan (PMT-Penyuluhan) : program pemberian makanan tambahan yang bertujuan untuk memberikan contoh kepada ibu yang mempunyai balita tentang makanan yang baik menunya dan tepat porsi dan pengaturannya. 39. Resep masakan : suatu daftar dan jumlah bahan makanan yang dibutuhkan, bumbu yang ditambahkan dan urutan cara memasak untuk membuat suatu masakan. 40. Sakarin : pemanis buatan pengganti gula sukrosa yang dibuat dari metil-atra-nilat. 41. Sayuran : makanan nabati yang berupa daun, buah atau umbi yang merupakan sumber zat gizi mineral dan vitamin. 42. Sukrosa : salah satu jenis gula disakarida yang terdiri dari glukosa dan fruktosa. 43. Siklus menu : daftar menu makanan harian yang dibuat tiga atau lima hari untuk menghindari menu yang sama pada hari yang sama.

44. Ukuran rumah tangga (URT) : ukuran takaran makanan yang biasa digunakan dalam rumah tangga seperti sendok teh, sendok makan, sendok takar, piring, gelas, botol, kaleng, mangkuk, bungkus, sachet, keping, buah, biji dan iris. 45. Umami : tambahan untuk empat komponen indera pengecap rasa utama yang sudah dikenal (manis, asam, asin dan pahit) adalah umami atau gurih. 46. Usual intake : konsumsi rata-rata yang merupakan kebiasaan dalam jangka waktu lama. 47. Vegetarian, ovo : kelompok vegetarian yang pantang makanan sumber protein hewani tetapi masih boleh mengkonsumsi telur. 48. Vitamin : senyawa organik dengan jumlah sedikit dalam tubuh tetapi penting untuk mengontrol proses metabolisme. 49. Yogurt : susu yang difermentasi dengan dua macam bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus. 50. Zat gizi : substansi dalam makanan yang dibutuhkan oleh tubuh untuk hidup sehat, terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->