P. 1
PENENTUAN UMUR LUKA MEMAR

PENENTUAN UMUR LUKA MEMAR

|Views: 233|Likes:
Published by Sarnings Salam
WA ODE SARNINGS.S.ked
110 207 146
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
WA ODE SARNINGS.S.ked
110 207 146
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

More info:

Published by: Sarnings Salam on Jan 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2015

pdf

text

original

WA ODE SARNINGS 110 207 146 PENENTUAN UMUR LUKA MEMAR I.

PENDAHULUAN Traumatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang luka dan cedera serta hubungannya dengan berbagai kekerasan (ruda paksa), sedangkan yang dimaksud dengan luka adalah suatu keadaan ketidaksinambungan jaringan tubuh akibat kekerasan. Berdasarkan sifat serta penyebabnya, kekerasan dapat dibedakan atas kekerasan yang bersifat mekanik yaitu kekerasan oleh benda tajam, kekerasan oleh benda tumpul dan tembakan senjata api. Kekerasan yang bersifat fisik yaitu suhu, listrik dan petir, perubahan tekanan udara, akustik dan radiasi sedangkan yang bersifat kimia yaitu asam atau basa kuat.1 Luka yang terjadi akibat kekerasan benda tumpul dapat berupa memar (kontusio, hematom), luka lecet (ekskoriasi, abrasi) dan luka terbuka atau robek (vulnus laseratum). Memar adalah suatu perdarahan dalam jaringan bawah kulit atau kutis akibat pecahnya kapiler dan vena yang di sebabkan oleh kekerasan benda tumpul. Luka memar kadang kala memberi petunjuk tentang bentuk benda penyebabnya, misalnya jejas ban yang sebenarnya adalah suatu perdarahan tepi (marginal haemorage).1 Letak, bentuk dan luas luka memar dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti besarnya kekerasan, jenis benda penyebab (karet, kayu, besi), kondisi dan jenis jaringan (jaringan ikat longgar, jaringan lemak), usia, jenis kelamin, corak dan warna kulit, kerapuhan pembuluh darah, penyakit (hipertensi, penyakit kardiovaskular, diathesis hemoragik).Umur luka memar secara kasar dapat diperkirakan melalui perubahan warnanya.1 Dari sudut pandang medikolegal, interpretasi luka memar dapat merupakan hal yang penting, apalagi bila luka memar tersebut disertai luka lecet atau laserasi. Dengan perjalanan waktu, baik pada orang hidup maupun mati, luka memar akan memberi gambaran yang makin jelas.1
1

II.

DEFINISI Luka memar (bruise/contusion) adalah suatu perdarahan akibat pecahnya

pembuluh darah kapiler dan vena dalam jaringan bawah kulit atau kutis yang di sebabkan oleh kekerasan benda tumpul (blunt force injury), perdarahan yang terjadi menyebabkan darah meresap ke jaringan sekitarnya.(1,2) III. PERBEDAAN LUKA MEMAR DAN LEBAM MAYAT Lebam mayat terjadi oleh karena kegagalan sirkulasi, yaitu ketika arteri rusak dan aliran balik vena gagal mempertahankan darah untuk mengalir melalui pembuluh kapiler, dan hubungan antara pembuluh aferen dan eferen. Gaya gravitasi menyebabkan darah yang terhenti tersebut mengalir ke area terendah. Sel darah merah adalah yang paling terkena efeknya, dimana akan bersedimentasi melalui jaringan longgar, tetapi plasma juga berpindah ke jaringan longgar menyebabkan terbentuknya edema setempat, di mana timbul blister pada kulit. Hal ini terjadi pada awal kematian. Adanya eritrosit pada daerah terendah terlihat dengan timbulnya perubahan warna kemerahan pada kulit yang disebut lebam mayat. Hal ini biasanya dimulai dengan ditemukannya bercak pada permukaan lateral dan setempat, dan juga tungkai atas terutama paha yang kemudian akan turun ke daerah terendah.2,3

Gambar 1. Livor mortis pada aspek posterior tubuh, disebabkan oleh pengendapan darah karena gaya gravitasi ketika tubuh dalam posisi terlentang.4

2

Lokasi lebam ditentukan oleh gaya gravitasi. ujung jari tangan.Bentuk dari lebam mayat tergantung posisi tubuh setelah mati.3 Pengumpulan darah di bagian terendah dari tubuh biasanya dimulai antara 30 menit dan 2 jam setelah jantung berhenti berdetak. atau ketika darah keluar dari pembuluh darah ke sekeliling jaringan lunak yang dikarenakan hemolisis dan pecahnya pembuluh darah. Lebam timbul dalam waktu setengah jam setelah mati dan dapat baru timbul setelah beberapa jam. lebam mayat terbanyak ditemukan pada kaki. hipoksia. tergantung oksigenasi sewaktu korban meninggal. tungkai kaki. Sebagai contoh. Sering posisi mayat terlentang dengan bahu. Lebam dapat timbul pada manusia hidup bila terjadi gagal jantung atau gangguan aliran balik vena oleh karena imobilitas pada pasien koma. tekanan oleh ikat pinggang yang ketat. Sebagai tambahan bagian pucat terjadi pada daerah tertekan lainnya akan menyebabkan lebam mayat hilang dengan membentuk sebuah pola. dan lengan bawah. sehingga lebam tidak timbul pada daerah tersebut dan kulit tetap berwarna sama. Hal ini penting bagi polisi untuk mengetahui adanya kemungkinan pelaku kembali ke TKP setelah tindak kejahatan. lebam yang sudah timbul dapat: (a) menetap. 2. Fiksasi dapat terjadi setelah 8-12 jam jika dekomposisi 3 . Lebam mayat muncul bertahap. pantat dan punggung menekan permukaan tanah. Hal ini menyebabkan tekanan pada aliran darah di area tersebut. (b) berpindah sesuai dengan tempat terbawah. Sehingga bila mayat ditemukan dengan lokasi lebam yang tidak sesuai daerah terendah. Bila tubuh dalam posisi vertikal setelah mati. (c) sebagian menetap sebagian berpindah sesuai tempat terbawah. mayat memiliki warna lebam yang lebih gelap karena adanya hemoglobin tereduksi dalam pembuluh darah kulit.3 Lebam mayat sering berwarna merah padam. biasanya mencapai perubahan warna maksimal dalam 8-12 jam. dalam kasus penggantungan. Bila terjadi bendungan. Lebam mayat menetap tidak lama setelah perpindahan atau turunnya darah. daerah pucat yang tidak rata terjadi karena penekanan pada daerah tubuh mayat oleh karena tepi seprai. Bila tubuh diposisikan berbeda setelah mati. lebam mayat akan berpindah bila tubuh mayat dipindahkan. tetapi bervariasi. kemungkinan mayat telah diubah posisikan setelah kematian. Sebelum menetap.2. bahkan kaus kaki.

3 Sedangkan memar merupakan efek pada jaringan yang dikarenakan oleh tekanan dan ditandai oleh adanya ektravasasi darah tanpa adanya gangguan kontinuitas jaringan. karena tubuh yang lebih besar mengandung lebih banyak darah dan oleh karena itu.2.5. Mayat korban yang besar mungkin memerlukan banyak waktu untuk livor mortis menjadi permanen. atau pada 24-36 jam jika diperlambat dengan suhu dingin. saat penyerapan terjadi. perlahan-lahan akan membusuk dan diserap. (a) Luka memar yang terjadi dipaha bagian atas.6 Penekanan karena trauma mengakibatkan pecahnya pembuluh darah dibawah jaringan kulit mengakibatkan terjadinya respon fisiologis pada peradangan akut berupa vasodilatasi pembuluh darah. ekstravasasi cairan (karena peningkatan permeabilitas pembuluh darah). Darah yang terakumulasi dibawah jaringan kulit. terjadinya infulks seluler (kemotaksis) dan peningkatan metabolisme seluler yang memberikan tanda bengkak (tumor) pada jaringan. Untuk mengetahui bahwa lebam mayat belum menetap dapat didemonstrasikan dengan melakukan penekanan ke daerah yang mengalami perubahan warna dan tidak ada kepucatan pada titik dimana dilakukan penekanan. (b) Luka memar berwarna keunguan dan berbentuk oval pada anak yang berusia 4 tahun. lebih banyak waktu yang digunakan untuk mengumpulkan darah pada daerah tubuh terendah.terjadi cepat.2 (a) (b) Gambar 2. Pecahnya pembuluh darah di bawah kulit menyebabkan perdarahan dalam jaringan dan seiring dengan waktu pigmen darah (hemoglobin) rusak sehingga terjadilah perubahan warna. darah 4 .

Pada kulit tipis.7 Epidermis merupakan jaringan epitel berlapis gepeng dengan lapisan tanduk yang hanya terdiri atas sel epitel. nutrisi didapatkan dari pembuluh kapiler pada lapisan dermis yang berdifusi melalui cairan jaringan serta membrane basal. Pada kulit tebal dan kulit tipis letak perbedaannya hanya terletak pada lapisan epidermisnya dan keberadaan folikel rambut.kehilangan oksigen dan berubah menjadi biru.3 LEBAM MAYAT (Livor Mortis) 2 Intravital Post Mortem . keras dan seperti tanduk misalnya pada area telapak tangan dan telapak kaki dan sangat tipis pada bagian lain seperti pada badan dan bagian dalam ekstremitas. kuning. Lapisan ini sangat tebal. batasnya menjadi jelas Daerah sekitarnya membentuk edema Daerah sekitarnya tidak terbentuk edema Tidak menghilang jika irisannya Menghilang jika dicuci dibersihkan Lokasinya tidak menentu Lokasinya pada bagian tubuh IV. dan mengandung folikel rambut pada lapisan dermis. stratum lusidum tidak ada. warna memar tidak hilang dengan penekanan Jika lebih 7 jam darah sudah berpindah ke jaringan sehingga jangka waktu kurang 7 jam. warna memar akan hilang.8 LUKA MEMAR (Contusion.7. Kondisi dan Tipe Jaringan Luka. FAKTOR. tidak mengandung pembuluh darah dan pembuluh limfe. stratum granulosum sering tidak ada atau hanya tidak membentuk lapisan yang kontinu. Kulit memiliki dua lapisan. kemudian berubah menjadi hijau.9 5 .Terjadi ekstravasasi darah maka Letaknya intravaskuler maka dalam dalam jangka waktu kurang 7 jam.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA LUKA MEMAR 1.Bruise) 2. stratum korneum jauh lebih tipis. Epidermis merupakan lapisan non vaskular dan mengandung lapisan epitel bertingkat. hingga akhirnya menghilang. Batas tidak tegas karena hemoglobin yang berpindah ke jaringan.

Memar tidak kelihatan di daerah perut. (a) Lapisan epidermis pada kulit tipis.9. Memar lebih sedikit muncul didaerah yang suplai darahnya lebih sedikit seperti kulit kepala. Memar akan lebih meluas dan mudah terjadi didaerah yang lebih lentur seperti disekitar mata. kaki. skrotum dan vulva. melapisi telapak tangan.10 Epidermis tidak memiliki suplai darah dan saraf. dan jari jemari. yang melapisi sebagian besar permukaan tubuh. (a) Memar pada kelopak mata bagian atas dan bawah dan daerah infraorbital. telapak tangan dan telapak kaki.2 (a) (b) (c) Gambar 4. jaringan ini diberi nutrisi oleh limfe dari pembuluh darah pada lapisan dibawahnya.7.(a) (b) (c) Gambar 3. (b) Perbandingan anatomi kulit tebal dan kulit tipis (c) Lapisan epidermis pada kulit tebal. Korium adalah lapisan elastis yang keras dan sangat tebal pada telapak tangan dan telapak kaki dan sangat tipis pada kelopak mata. Memar terjadi karena volume darah yang lebih besar di jaringan adiposa 6 .

memar mudah terjadi karena kulit pada anak lebih lentur dan lembut.2 (b) Memar superfisial pada pipi. bokong dan aspek posterior paha kurang cenderung untuk terjadinya memar. Perubahan ini bersamaan dengan kerusakan kulit akibat 7 . kaki dan permukaan posterior tangan mudah menunjukkan memar akibat diatas tulang-tulang tersebut merupakan jaringan lunak yang dapat memudahkan terjadinya dekompresi dengan trauma minimal. Umur Penderita Anak dan orang tua cenderung lebih mudah terkena memar. sehingga menghasilkan memar. serta terdapat jaringan longgar pada kulit mereka.2 2. atau jika tidak. kepadatan di bawah jaringan vaskular. Memar sebagian ditentukan oleh jumlah perdarahan di dalam jaringan subkutan dan seberapa dalam perdarahan yang terjadi. koagulasi darah. kaki. daerah yang mudah terjadinya memar adalah jaringan di atas tulang kering. tetapi juga pada jaringan subkutan dan kemungkinan sampai ke dalam lapisan otot superfisial. Jumlah perdarahan adalah sebagian ditentukan oleh berat ringannya trauma. Apakah memar akan muncul. Berbeda dengan melihat memar pada telapak tangan atau telapak kaki karena kepadatan jaringan yang berserat di bawah epidermis. bidang-bidang seperti sebagai dinding perut. Berbeda dengan hal ini. kerapuhan pembuluh darah. Pada anak yang lebih muda.3 (c) Memar pada telapak tangan. ukurannya dipengaruhi oleh daerah anatomi yang terkena oleh kekuatan mekanik.3 Memar pada bagian superfisial adalah memar yang tidak hanya terbatas pada dermis. seperti kepala. Sedangkan pada orang dengan usia lanjut.dalam jaringan subkutan pada mereka yang mengalami obesitas. Area tubuh jaringan subkutan dan otot yang secara langsung menimpa tulang. dan volume jaringan subkutan. Efek bantalan kulit menurun karena lemak di bawah kulit berkurang dan menyebabkan atrofi dermal. ditentukan dari waktu pemeriksaan setelah trauma. Memar jauh lebih mudah terjadi pada jaringan longgar orbita dan daerah infraorbital karena kurangnya kepadatan jaringan lunak. dada dan permukaan anterior lutut. kulit menjadi kurang fleksibel dan lebih tipis karena terdapat sedikit lemak di bawah kulit.

Melanin adalah produk dari melanosit.3 (b) Tahap penyembuhan memar berwarna coklat. Memar pada berbagai usia. Tekstur dan Warna Kulit Kulit yang lebih terang lebih mudah terjadi memar dari pada seseorang yang memiliki kulit gelap. (a) Memar yang baru saja terjadi. Dari ketiga substansi berwarna ini hanya melanin yang dihasilkan di kulit.11.3 (c) Memar yang hampir sembuh berwarna kekuningan. Warna kulit tergantung pada 3 (tiga) komponen menurut derajat yang bervariasi. 13.12 Gambar 5. berwarna ungu kemerahan.3.3 3. Adanya hemoglobin beroksigen dalam dasar kapiler dari dermis memberinya warna kemerahan.14 8 . Jaringan memiliki warna inheren kekuningan akibat kandungan karoten. ketika pembuluh darah mudah pecah akan menimbulkan memar.paparan sinar matahari yang menyebabkan pembuluh darah mudah pecah. Dan warna kecoklatan sampai kehitaman akibat jumlah pigmen melanin yang bervariasi.

Jenis kelamin dan ras tidak mempengaruhi jumlah melanosit/unit area.15 Melanin dibentuk oleh melanosit dengan enzim tirosinase yang memainkan peranan penting dalam proses pembentukannya.14 Meskipun melanosit yang membentuk melanin. (a) Pada orang berkulit hitam jumlah 9 . Perbedaan pada warna kulit terutama karena perbedaan jumlah granula melanin pada keratinosit. Pada manusia. serat kolagen (hijau). sehingga semakin meningkatnya jumlah pigmen melanin. setelah melalui beberapa tahap transformasi menjadi melanin. Sebagai contoh. Anatomi kulit. tetapi bervariasi dari satu regio ke regio yang lain. Makin gelapnya kulit setelah terpapar radiasi matahari adalah akibat proses reaksi fisik dan kimiawi menggelapkan warna melanin yang belum muncul ke luar melanosit. memperlihatkan bagian dari epidermis. dan proses perangsangan yang secara cepat untuk masuk ke keratinosit serta kecepatan sintesis melanin dalam melanosit mengalami akselerasi. tiroksin yang diubah menjadi 3.4 dihidroksiferilalanin (DOPA) dan kemudian menjadi dopaquinone. Melanosit terletak pada lapisan sel basal dan terletak pada bagian terdalam pada epidermis. 13. butiran melanin (coklat). dermis. dibanding dengan melanosit sendiri. 13. Sebagai akibat enzim tirosinase. ada sekitar 1000 melanosit/mm2 dikulit daerah paha dan 2000/mm2 dikulit skrotum.Gambar 6.14 (a) (b) Gambar 7. yang kemudian dikonversi. ratio dopa-positif melanosit terhadap keratinosit pada stratum basah adalah konstan di dalam setiap area tubuh. Pada bagian epidermis kulit terlihat sel melanosit (ungu) fibroblas (biru). dan jaringan subkutan. namun sel-sel epitel atau keratinositlah yang menjadi gudang dan berisi lebih banyak melanin.

sementara dengan energi yang sama pada pukulan oleh karena tongkat pemukul kriket mungkin bahkan tidak menimbulkan memar. lapisan keratin lebih tebal yang tampak lebih berwarna berwarna putih Pada kasus luka memar. dan hemoglobin merupakan tiga komponen yang memberikan warna pada kulit. namun batu bata yang sama dilemparkan ke kepala dengan kecepatan 10 m/s menyebabkan perlukaan. karoten. dan bagian tubuh.18 4. perputaran. Tekanan Pada Trauma Tubuh biasanya mengabsorbsi kekuatan baik dari elastisitas jaringan atau kekuatan rangka. sementara di telapak tangan dan telapak kaki. Pengobatan medis diperlukan untuk mencegah hilangnya fungsi. misalnya pada memar yang ekstensif bisa terjadi pada mereka dengan adanya ganguan pembekuan dan perdarahan. lapisan keratin mempunyai lapisan lebih tipis sehingga warna bibir terlihat merah. mengembalikan sirkulasi ke daerah 10 . warna kulit tergantung pada vaskularisasi dari dermis dan ketebalan keratin. Pada bibir. Pada ras putih. Hukum fisika dikenal dimana kekuatan = ½ massa x kecepatan. perbedaan warna tersebut tergantung pada variasi ras. memar yang terjadi secara ekstensif dapat sepenuhnya ditutupi oleh pigmen dalam kasus kulit hitam dan gelap-langsat. Faktor lain yang penting adalah daerah yang mendapatkan kekuatan. 1 kg batu bata ditekankan ke kepala tidak akan menyebabkan luka. Kekuatan dari massa dan kecepatan yang sama terjadi pada daerah yang lebih kecil menyebabkan pukulan yang lebih besar pada jaringan. 16. Intensitas tekanan mengikuti hukum fisika. semua energi kinetik terkonsentrasi pada ujung pisau sehingga terjadi perlukaan. Sebagai contoh.butiran melanin yang lebih banyak. usia. sedangkan (b) Pada orang berkulit putih jumlah butiran melanin yang lebih sedikit. Jika vaskularisasi lebih menonjol maka akan memberikan warna merah pada kulit dan apabila keratin lebih tebal maka akan memberikan penampakan warna putih (pucat) pada kulit. penarikan. Gaya dapat menyebabkan kulit terluka dan terbelah atau terkikis selama cedera. Efek dari kekuatan mekanis yang berlebih pada jaringan tubuh dan menyebabkan penekanan.17 Melanin. dan luka iris.2. hal ini dapat menyebabkan peningkatan resiko infeksi karena penurunan aliran darah ke daerah yang cedera. Pada luka tusuk.

baik yang tidak diketahui (misalnya 11 . mempunyai jaringan subkutan yang lebih luas. Pada anamnesis. Sayatan pada kulit untuk mengetahui resapan darah pada jaringan subkutan dapat dilakukan dan dilegalkan. Contohnya. Jika tekanan terjadi mendadak dan luas pada jaringan subkutan maka akan menyebabkan pecahnya sel–sel lemak.luka. khususnya ditanyakan apakah perdarahan selalu terjadi atau baru saja terjadi. Mereka yang mengalami obesitas atau menderita penyakit kronis misalnya pecandu alkohol kronis. Setiap orang mempunyai beberapa variasi dalam kerentanan terhadap terjadinya memar. Sementara pada area yang dalam membutuhkan waktu untuk muncul ke permukaan.2. kemudian cairan lemak akan memasuki peredaran darah pada luka dan bergerak bersama aliran darah yang dapat menyebabkan emboli lemak pulmoner atau emboli pada organ lain termasuk otak. Penekanan ini menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah kecil dan dapat menimbulkan perdarahan pada jaringan bawah kulit atau organ dibawahnya. Kerusakan yang terjadi tergantung tidak hanya pada jenis penyebab mekanisnya tapi juga target jaringannya.20 Pada bagian superfisial kulit. pemeriksaan fisis. memar dapat bergerak mengikuti gaya gravitasi. jenis jaringan yang terluka.2 5. durasinya tergantung atas kekerasan yang dialami. Perdarahan baru menunjukkan penyakit yang didapat. dan pemeriksaan penunjang. Pada memar yang berlangsung lama mengarahkan pada dugaan penyakit herediter. Pada luka memar superfisial terjadi karena tekanan yang besar dalam waktu yang singkat.19. Penyakit Lainnya Perdarahan dapat terjadi segera dan mungkin terus terjadi selama beberapa menit atau bahkan sampai berjam-jam setelah cedera. memar muncul dengan cepat. memar sulit dilihat. Pada mayat berkulit gelap memar sulit dinilai. dan waktu pendarahan (untuk menilai fungsi platelet) dan waktu pembekuan (untuk menilai konversi fibrinogen dan fibrin). Pada orang dengan kulit berwarna. dan mencegah infeksi.2 Untuk membedakan memar karena penyakit perdarahan dan trauma yaitu terletak pada anamnesis. kekerasan penekanan pada ledakan mungkin hanya sedikit perlukaan pada otot namun dapat menyebabkan ruptur paru atau intestinal. Kelainan ini biasanya berhubungan dengan masalah medis.

X. atau VII. Pada kerusakan trombosit (kuantitatif maupun kualitatif). manifestasi lain yang juga ada pada penyakit von willebrand adalah epistaksis.leukemia. Kekerasan tumpul dapat terjadi karena dua sebab. Skrining pembekuan yaitu waktu protrombin (PT) memanjang pada defisiensi faktor I.21 Pada pemeriksaan penunjang lini pertama (skrining pembekuan dasar) di antaranya adalah hitung darah lengkap terutama jumlah trombosit yaitu hemoglobin dan leukosit penting untuk mengetahui adanya aplasia sum-sum tulang atau leukemia. Jika sudah jelas ada perdarahan abnormal pada pemeriksaan penunjang lini pertama tidak ditemukan apa-apa.XI. kebanyakan terjadi karena alat atau senjata dalam berbagai bentuk. perdarahan saluran pencernaan) yang tentunya membutuhkan terapi spesifik. sedangkan APTT memanjang pada defisiensi atau inhibisi faktor I. konsistensi keras atau kenyal. Pada pemeriksaan fisis tujuan utamanya adalah untuk menyingkirkan dugaan penyakit medis dasar (sepsis.21 Memar oleh karena trauma. Aktivitas faktor VIII.X. yaitu alat atau senjata yang mengenai atau melukai orang yang relatif tidak 12 . Anamnesis lengkap mengenai riwayat pengobatan harus selalu ditanyakan yaitu aspirin dan OAINS adalah penyebab tersering disfungsi trombosit. dan menoragia pada wanita.II. Benda tumpul yang sering mengakibatkan luka memar yaitu benda yang tidak bermata tajam.IX. atau XII. Pola perdarahan harus ditentukan karena berhubungan dengan kerusakan yang menyebabkannya. Waktu perdarahan setelah luka pada kulit sedalam 1 mm dan sepanjang 1 cm. yang terutama harus dicari adalah penyakit von willebrand. lakukan pemeriksaan penunjang lini kedua.dan lain-lain) dan menentukan akibat perdarahan (misalnya hemoartrosis.V.hipotiroidisme) atau jelas (misalnya septikemia atau koagulasi intravaskular disseminata).II. serta permukaan halus/kasar. karena pada penyakit ini hasil skrining dasarnya bisa normal. alami dibuat oleh manusia. Sebaliknya pada defisiensi faktor pembekuan (misalnya hemofilia) perdarahan biasanya terjadi pada otot dan sendi. faktor von Willebrand diperiksa antigen VWF bila ada kecurigaan gangguan herediter. sering dijumpai purpura atau ptekie. dan pemeriksaan lanjutan yang harus dilakukan adalah tes agregasi trombosit in vitro. waktu perdarahan memanjang bila ada defisiensi atau defek pada trombosit.VIII.V.

Reaksi ini dapat disebabkan oleh infeksi mikrobial. Kendati demikian ada beberapa cara dapat di gunakan untuk memperkirakannya. Pada korban mati. Pada korban hidup. sedangkan peningkatan acid phosphatase dan alkali phosphatase sesudah 4 jam. Hanya saja. jaringan nekrotik. selama pejamu masih bertahan hidup. Peningkatan aktivitas aminopeptidase dapat di lihat sesudah 2 jam. perlu diketahui umur luka.7. perkiraan luka dihitung mulai dari saat trauma sampai saat kematiannya. yaitu dengan melakukan pemeriksaan makroskopik yang bertujuan untuk memperkirakan umur luka tersebut. Pada pemeriksaan mikroskopik (histologi) bertujuan untuk menentukan umur luka secara lebih teliti.2. Peningkatan aktivitas adenosine triphosphatase dan amino peptidase dapat dilihat lebih dini. yaitu setengah jam setelah trauma. penyulit (misalnya infeksi. tidak ada satu pun metode yang dapat digunakan untuk menilai dengan tepat kapan suatu kekerasan terjadi dilakukan (baik pada korban hidup maupun korban mati) mengingat adanya faktor individual. kelainan darah atau penyakit defisiensi) serta faktor kualitas dari kekerasan itu sendiri.22 Untuk mengetahui kapan terjadi kekerasan. caranya ialah dengan mengamati perubahan-perubahan histologiknya. serta untuk mencapai penyembuhan dan perbaikan. radang dan perbaikan berpotensi merugikan. perkiraan terjadinya luka dihitung pada saat trauma sampai saat luka tersebut di periksa. zat fisik. jaringan hidup disekitarnya membuat suatu respons yang 13 . Variasi mekanisme terjadinya trauma tumpul yaitu benda tumpul yang bergerak pada korban yang diam dan korban yang bergerak pada benda tumpul yang diam. dan jaringan parut. Namun. PROSES PERADANGAN Radang adalah reaksi dari suatu jaringan hidup yang mempunyai vaskularisasi terhadap trauma (injury) lokal. dan menginaktifkan toksin.7 Bila sel-sel atau jaringan tubuh mengalami cedera atau mati. Peran proses radang adalah untuk membawa dan mengisolasi trauma. dan reaksi immunologik. kerusakan organ progresif. memusnahkan mikroorganisme penginfeksi. Perlu di ketahui bahwa infeksi akan memperlambat proses penyembuhan luka.8 V. menyebabkan reaksi hipersensitif yang mengancam jiwa.bergerak dan yang lain orang bergerak kearah objek atau alat yang tidak bergerak. zat kimia. Perubahan-perubahan histologik dari luka ini sangat di pengaruhi oleh ada tidaknya infeksi.

Hukum starling menyatakan bahwa keseimbangan cairan yang normal diatur terutama oleh dua gaya yang berlawanan. Peningkatan Permeabilitas vaskuler Pertukaran cairan yang normal tergantung pada hukum starling dan adanya endotel yang utuh. Peningkatan permeabilitas inilah yang menyebabkan edema. Dengan adanya perlambatan.18 1. ini yang menyebabkan panas dan warna kemerahan. 23 2. yaitu tekanan hidrostatik yang menyebabkan cairan keluar dari sirkulasi.23 14 . Adapun proses terjadinya peradangan yaitu : 17. terjadi marginasi leukosit. dan sel sel dari sirkulasi darah ke jaringan interstisial di daerah cedera atau nekrosis. dan tekanan osmotik koloid plasma yang menyebabkan cairan bergerak kedalam kapiler.disebut peradangan. serta emigrasi leukosit dari mikrosirkulasi. peradangan adalah reaksi vaskular yang menimbulkan pengiriman cairan. dan terakumulasi pada pusat jejas yang pada akhirnya akan berusaha untuk melawan agen asing tersebut. karena peningkatan permeabilitas vaskuler yang menyebabkan stasis. yang merupakan awal dari peristiwa seluler. perubahan struktural yang memungkinkan protein plasma untuk meninggalkan sirkulasi (peningkatan permeabilitas vaskular). Perlambatan sirkulasi. Kemudian terjadi vasodilatasi sehingga arus bertambah. Pada radang terdapat peningkatan tekanan hidrostatik yang disebabkan oleh vasodilatasi dan penurunan tekanan osmotik yang disebabkan oleh bocornya cairan berkadar protein tinggi keluar endotel yang hiperpermeabel menghasilkan pengeluaran cairan yang berjumlah banyak dan edema.8 Inflamasi akut merupakan respon segera dan dini terhadap jejas yang dirancang untuk mengirimkan leukosit ke tempat jejas. yaitu perubahan vaskular yaitu perubahan dalam pembuluh darah yang mengakibatkan peningkatan aliran darah (vasodilatasi). Terdapat 3 komponen utama dalam proses inflamsi akut. Perubahan diameter dan arus vaskuler Pada awalnya terjadi vasokonstriksi arteriol yang sementara. zat zat yang terlarut. Yang lebih khusus. leukosit membersihkan berbagai mikroba yang menginvasi dan memulai proses pembongkaran jaringan nekrotik. yang akhirnya.

23 Peningkatan permeabilitas vaskuler disertai keluarnya protein plasma dan selsel darah putih ke dalam jaringan disebut eksudasi dan merupakan gambaran utama reaksi radang akut. Selain eksudat.8 Pada jejas yang sangat ringan. Dilatasi arteriol timbul dalam beberapa menit setelah jejas. perubahan tekanan intravaskular dan perubahan pada orientasi unsur-unsur berbentuk darah terhadap dinding pembuluhnya.migrasi dan akumulasi leukosit di tempat jejas. Keberadaan eksudat menandakan peningkatan permeabilitas normal dari pembuluh darah pada daerah luka yang kemudian dilanjutkan dengan inflamasi. bertambahnya aliran darah (hiperemia) pada tahap awal akan disusul oleh perlambatan aliran darah (stasis). Mikrovaskular menjadi lebih permeabel. (A) Pembuluh darah yang normal. Perubahan pembuluh darah dilihat dari segi waktu. juga ada yang disebut transudat yaitu cairan ekstravaskular dengan konsentrasi protein yang rendah dan sedikit atau tidak mengandung material seluler. mengakibatkan masuknya cairan kaya protein ke jaringan ekstravaskular. Sedangkan cairan ekstravaskular yang memiliki konsentrasi protein yang tinggi dan mengandung debris seluler disebut eksudat. sedikit banyak tergantung dari parahnya jejas. ekstravasasi cairan plasma dan protein yang menyebabkan edema. Transudat ini adalah filtrat dari plasma darah sebagai hasil dari osmosis melalui dinding pembuluh darah 15 . Secara mikroskopik perubahan ini digambarkan oleh dilatasi pada sejumlah pembuluh darah kecil yang dipadati oleh eritrosit. (B) Manifestasi utama pada radang akut adalah vasodilatasi pembuluh darah yang menyebabkan eritema dan hangat. Hal ini menyebabkan sel darah merah menjadi lebih terkonsentrasi dengan baik sehingga meningkatkan viskositas darah dan memperlambat sirkulasi.Gambar 8. Perlambatan dan bendungan tampak setelah 10-30 menit.

Edema dapat menandakan berlebihnya cairan pada jaringan interstisial atau rongga serosa. dinding kapiler dapat dilalui air. Transudat dan eksudat (a) Tekanan hidrostatik normal (b) Transudat terbentuk akibat peningkatan tekanan hidrostatik dan penurunan tekanan osmotik . dan larutan sampai berat jenis 10. Hal ini dapat disebabkan oleh baik eksudat maupun transudat.8 Pada ujung arteriol kapiler. tekanan hidrostatik yang tinggi mendesak cairan keluar ke dalam ruang jaringan interstisial dengan cara ultrafiltrasi (Gambar 2).000 dalton . dengan menarik kembali cairan pada pangkal kapiler venula. debris sel yang mati. Pus atau eksudat inflamasi yang kaya akan leukosit.8 Gambar 9. Hal ini berakibat meningkatnya konsentrasi protein plasma dan menyebabkan tekanan osmotik koloid bertambah besar. garam. Umumnya. dan mikroba pada kebanyakan kasus. Pertukaran normal tersebut akan menyisakan sedikit cairan dalam jaringan interstisial yang mengalir dari ruang jaringan melalui saluran limfatik.tanpa peningkatan permeabilitas vaskular. Pembentukan eksudat akibat peningkatan permeabilitas vaskular sehingga terbentuk ruang interendotelial.8 Gambar 10. 8 16 .

7 17 .020) dan seringkali mengandung protein 2-4 mg% serta sel-sel darah putih yang melakukan emigrasi. Cairan ini tertimbun sebagai akibat peningkatan permeabilitas vaskuler (yang memungkinkan protein plasma dengan molekul besar dapat terlepas). Akan tetapi aliran darah segera berubah. Karena cairan bocor keluar dari mikrosirkulasi dengan peningkatan permeabilitas.7. dan viskositas darah meningkat. unsur-unsur darah dalam jumlah banyak (eritrosit. Sel sel endotel yang melapisi pembuluh darah kecil mengakibatkan timbulnya sifat semipermeabel yang biasa pada pembuluh darah dan sel sel ini yang mengubah hubungannya antara satu dengan yang lain pada peradangan akut . Pergeseran cairan yang terjadi secara bertahap pada rekasi peradangan berlangsung sangat cepat. Dengan bertambahnya tekanan hidrostatik intravaskular sebagai akibat aliran darah lokal yang meningkat pula dan berbagai peristiwa rumit leukosit yang menyebabkan terjadi migrasi.8 Sifat pembuluh darah semipermeable ini menimbulkan tekanan osmotik cenderung menahan cairan dalam pembuluh darah. aliran darah ke daerah yang meradang meningkat. peristiwa penting pada peradangan akut adalah perubahan permeabilitas pembuluh darah kecil didaerah peradangan tersebut yang mengakibatkan kebocoran protein. Sirkulasi didaerah yang terkena kemudian melambat dan menyebabkan beberapa akibat penting. menimbulkan kebocoran protein dan cairan. leukosit. Aksi ini juga mengakibatkan pergeseran cairan. trombosit) tetap tertinggal.7 Ketika arteriol berdilatasi pada awal peradangan akut. Proses ini kemudian diikuti oleh pergeseran keseimbangan osmotik dan air keluar bersama protein dan menimbulkan pembengkakan jaringan. Kejadian ini diimbangi oleh dorongan keluar tekanan hidrostatik. Namun faktor utama adalah peningkatan permeabilitas pembuluh darah terhadap protein.Eksudat adalah cairan radang ekstravaskuler dengan berat jenis tinggi (di atas 1. Dilatasi arterior yang menimbulkan hiperemia lokal dan kemerahan menimbulkan peningkatan tekanan intravaskular lokal karena pembuluh darah membengkak.

leukosit mulai mengalami marginasi yaitu bergerak ke bagian perifer arus.8 Secara normal aliran darah kurang lebih lancar dan unsur darah tidak membentur dinding pembuluh darah. menimbulkan gambaran yang meningkatkan kita pada jalan berbatu sehingga memunculkan istilah pavementing.7 18 . maka sel-sel dalam jumlah yang sangat banyak masuk kedalam ke daerah peradangan dalam waktu yang singkat berjuta sel berimigrasi ke daerah peradangan yang bahkan kecil dalam waktu beberapa jam. leukosit terlihat memiliki kemampuan mengulurkan pseudopodia kedalam ruang yang mungkin ada diantara dua sel endotel dan kemudian secara bertahap mendorong dan muncul disisi lain. Tahap dari proses migrasi leukosit didalam pembuluh darah. disepanjang lapisan pembuluh darah seiring leukosit yang bermarginasi mulai melekat pada endotel. proses ini disebut imigrasi atau diapedesis yang memerlukan waktu beberapa menit. Marginasi dan pavementing mendahului imigrasi leukosit dari pembuluh darah ke jaringan disekelilingnya. Ketika viskositas darah meningkat dan aliran lambat.Gambar 11. Leukosit bergerak secara ameboid. Akibatnya karena kejadian ini terjadi berulang kali didalam venule dalam jumlah yang tidak terhitung dan karena banyak leukosit yang dikirimkan ke daerah tersebut melalui sirkulasi darah. Leukosit berputar lalu kemudian mengaktivasi dan melekat pada endotel dan terjadi transmigrasi dan migrasi dari endotel.

dan pavementing. sehingga dapat memproduksi hemoglobin bebas. (a) Kulit normal (b) Memar (kontusio) terjadi ketika pembuluh darah di bawah kulit pecah. Beberapa orang menyebutkan bahwa fenomena ini merupakan hasil dari hemolisis sel darah merah. perubahan dalam aliran darah yang mengakibatkan marginasi VI. sebelum darah melakukan ekstravasasi ke permukaan. 2.3 (a) (b) Gambar 12. yaitu sampai lebih dari 24 jam. serta orientasi kemotaktik gerakan leukosit menyebabkan akumulasi cepat komponen leukosit yang signifikan didalam eksudat. Kebocoran pembuluh akan menyebabkan warna biru kehitaman pada kulit yang sering berubah menjadi warna ungu. kombinasi yang mulus antara peningkatan pengiriman leukosit kedaerah tersebut sebagai akibat hiperemia. Hal ini untuk mengetahui mengapa memar menjadi lebih jelas terlihat dengan berlalunya jam atau hari.7 MEKANISME PERUBAHAN WARNA DAN UMUR LUKA MEMAR Dalam kasus memar diperlukan waktu beberapa jam. yang pada akhirnya dapat menyebar pada jaringan.Pergerakan leukosit di interstisial pada jaringan yang meradang setelah leukosit tersebut berimigrasi tampaknya tidak secara acak tetapi terarah pada berbagai sinyal kimia. dan hijau yang ditandai sebagai proses penyembuhan. fenomena ini disebut kemotaksis. dan terlihat sebagai memar. dan zat yang diaktifkan dalam fraksi plasma yang bocor dari aliran darah. jaringan rusak.24 19 . kuning. merah. Berbagai agen dapat memberikan sinyal kemotaktik untuk menarik leukosit meliputi agen agen infeksius. Dikarenakan oleh keluarnya sel darah merah dari jaringan yang lebih dalam kemudian menyebar ke bagian atas epidermis. Dengan demkian.

dan berlangsung selama berhari-hari. atau coklat. warna hijau bisa menjadi kombinasi warna biru dan kuning. salah satunya warna cahaya berpengaruh terhadap pengamatan. seperti biru dan ungu. Warna gelap.2 Dari berbagai macam luka pada kulit. Hemoglobin akan didegradasi oleh makrofag. perubahan warna tersebut tidak konstan. kemudian memar akan menjalani serangkaian perubahan warna. kuning dan hijau kekuningan. Dalam memar ringan sulit untuk melihat sel darah merah bebas setelah 5 sampai 7 hari. Urutan warna biasanya adalah dari merah gelap. ungu. memar adalah luka yang bergantung dengan usia. Adanya luka berwarna kuning dapat dilihat pada tahap ini. memar 20 . kemudian biru. dalam beberapa jam hemoglobin yang mengalami fagositosis akan memproduksi hemosiderin. Jika perdarahan terlalu berlebihan. mengindikasikan darah yang memantulkan cahaya pada berbagai kedalaman kulit. Warna memar dapat diperkiraan dari waktu sejak cedera. Namun. Warna kuning atau kuning-hijau biasanya berarti bahwa memar telah terjadi dalam beberapa hari yang lalu setelah cedera. Perubahan warna dan memudarnya memar adalah waktu yang saling berkaitan. coklat. Umumnya. karena banyak variabel yang terlibat. Hemoglobin bebas tampak berwarna merah. merah. dan akan menimbulkan warna kuning-coklat. atau hitam merupakan perubahan warna yang terjadi secara langsung yaitu dalam waktu periode-24 jam setelah cedera. Produk awal yang dibebaskan dari disintegrasi sel darah merah adalah hemoglobin. Dalam satu studi. biru tua-ungu. sel darah merah dapat dilihat selama berminggu-minggu. Jika warna memar adalah warna hijau maka luka tersebut terjadi selambat-lambatnya 18 jam sebelum kematian. Namun. ungu tua. membentuk hematoma. Keseluruhan perubahan warna dapat terjadi sempurna dalam waktu seminggu atau penyerapan mungkin terjadi begitu cepat sehingga semua warna terlihat telah menghilang dalam beberapa hari.Tidak hanya fenomena postmortem memar menjadi lebih jelas terlihat setelah kematian. efek ini telah digunakan untuk menentukan umur luka memar. Persepsi mengenai luka memar dipengaruhi oleh sejumlah faktor yaitu pigmentasi kulit. Dalam waktu 24 sampai 72 jam menyebabkan luka memar menjadi biru. Biliverdin dan bilirubin memberikan warna hijau dan kuning. Pada memar dengan warna kuninghijau menandakan bahwa usianya lebih tua dibandingkan warna biru-ungu.

Munculnya luka dengan warna “fresh” (merah.25 Memar timbul pada waktu yang sama di lokasi tubuh yang berbeda dan dapat muncul secara berbeda tergantung pada kedalaman perdarahan. Hilangnya warna dimulai pada 2 minggu atau lebih. dan biliverdin.2 Gambar 13.yang berwarna kuning dikaitkan dengan cedera lebih dari 18 jam. Tahap penyembuhan dimulai dari pinggiran luka memar. Hemoglobin mengalami degradasi. biru.2. reabsorpsi darah meningkat jika memar terjadi di lokasi cedera sebelumnya. Mekanisme sitoproteksi pada kerusakan seluler. terjadi katalisis mikrosomal yang menghasilkan CO. dan respon individu untuk cedera. coklat) diamati sebagai luka yang sudah berlangsung dalam waktu lama. sifat agen yang merugikan. hijau. Setelah 7 sampai 10 hari. memar berubah menjadi kuning. Warna hijau pada minggu pertama berlangsung sampai hari ke-10 setelah trauma. besi bebas (Fe 2 +). ungu) bisa bertahan selama beberapa hari. Penyembuhan luka memar lebih cepat diamati pada orang muda. Patolog tidak bisa mengungkapkan pendapat tentang usia tertentu pada luka memar tetapi dapat menyatakan bahwa berdasarkan warna tertentu yaitu (kuning.3 21 .

hijau/kuning kuning/hijau 1–2 minggu Kuning Kuning Kuning kuning/ resolusi Coklat lebih 2 minggu Resolusi Resolusi Resolusi Resolusi Biru/coklat Resolusi Resolusi Dalam beberapa jam memar akan berubah menjadi warna biru atau ungu tua setelah cedera.26 0–24 jam Camps (1976) Glaister (1962) Polson et al (1985) Smith & Fiddes Spitz and Fisher (1974) Adelson (1974) merah. hitam Biru tua Merah. Selain itu.Tabel 1. Perubahan Warna Luka Memar Berdasarkan Waktu. Memar berwarna kuning mulai dapat terlihat setelah 38 jam setelah cedera. Dibawah ini dapat menunjukkan perubahan warna luka memar berdasarkan urutan waktu.ungu kuning (mulai) Ungu tua 1–3 hari 4–7 hari Hijau Biru tua Hijau hijau (hari ke7) Kuning Ungu tua. Memar terjadi 15 jam setelah cedera (15/10/98 pukul 09:30)28 22 .27. ungu.28 Gambar 14. ungu/ hitam Biru terang/merah merah/biru. memar dengan warna merah biru hampir ada di seluruh gambar. karena rusaknya komponen darah ini menyebabkan perubahan warna yang berbeda-beda pada luka memar. hitam atau merah Merah. Perubahan warna ini disebabkan oleh kerusakan hemoglobin yang ditemukan dalam darah.

Memar terjadi 87 jam setelah cedera (18/10/98 pukul 10:45)28 23 . Memar terjadi 20 jam setelah cedera (15/10/98 pukul 15:00)28 Gambar 16.Gambar 15. Memar terjadi 73 jam setelah cedera (17/10/98 pukul 20:00)28 Gambar 18. Memar terjadi 38 jam setelah cedera (16/10/98 pukul 09:15)28 Gambar 17.

Gambar 19. Memar terjadi 92 jam atau 3 hari setelah cedera (18/10/98 pukul 03:45)28 Gambar 20. Memar terjadi 111 jam atau 4 hari setelah cedera (19/10/98 pukul 11:00)28 Gambar 21. Memar terjadi 6 hari setelah cedera (21/10/98 pukul 11:00)28 24 . Memar terjadi 137 jam atau 5 hari setelah cedera (20/10/98 pukul 01:15)28 Gambar 22.

Kata memar mengacu pada lesi yang dapat dilihat pada kulit atau yang terjadi pada subkutanea. Ekstravasasi darah dengan diameter lebih dari beberapa millimeter disebut memar atau kontusio. venule. Baik ekimosis dan petekie biasanya terjadi bukan karena sebab trauma mekanis. Kontusio disebabkan oleh kerusakan vena. Setelah 12 hari memar di mata kanan hilang. Memar terjadi 8 hari setelah cedera (23/10/98 pukul 09:00)28 Gambar 25. memar murni terjadi karena kebocoran pada pembuluh darah dengan epidermis yang utuh oleh karena proses mekanis. Pada mata kiri masih terlihat sedikit memar berwarna kuning (27/10/98 pukul 05:00)28 Meskipun sering bersamaan dengan abrasi dan laserasi. Memar terjadi 7 hari setelah cedera (22/10/98 pukul 16:00)28 Gambar 24. arteri kecil. 25 . bahkan ptekie berasal dari pembuluh darah yang lebih besar dari kapiler. ukuran yang lebih kecil disebut ekimosis dan yang terkecil seukuran ujung peniti disebut ptekie. Perdarahan kapiler hanya dapat dilihat melalui mikroskop.Gambar 23.

27 26 . mesenterium atau otot.sementara kontusio dapat terjadi pada bagian tubuh mana saja seperti limpa.

27 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->