P. 1
PEMBUATAN RODA GIGI HELIX (HELICAL GEAR)

PEMBUATAN RODA GIGI HELIX (HELICAL GEAR)

|Views: 4,667|Likes:
Published by DO RE MY
: D
: D

More info:

Published by: DO RE MY on Jan 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

06/02/2014

$0.99

USD

pdf

text

original

MAKALAH PEMBUATAN RODA GIGI HELIX

OLEH : KIKY RAYMIDO

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Masalah Roda gigi saat ini sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat, jauh

dibandingkan pada saat awal mula ditemukannya yang hanya terbuat dari kayu yang disisipi gigi. Roda gigi dibuat dengan tujuan untuk mengurangi gejala slip yang berakibat berkurangnya transmisi gerakan dan tenaga pada suatu system. Seiring perkembangan teknologi, roda gigi telah banyak mengalami perubahan, baik dari segi geometri maupun materialnya yang telah disesuaikan dengan kegunaan roda gigi tersebut. Ada bayak tipe roda gigi, tapi yang akan dibahas kali ini adalah jenis roda gigi helix (helical gear). Pada makalah ini penulis akan mengulas tentang perhitungan dan proses pembuatan roda gigi helix (helical gear) yang telah banyak dipergunakan pada mesin-mesin dalam kehidupan sehari-hari.

1.2

Rumusan Masalah Adapun permasalahan yang sering ditemui dalam aplikasinya adalah: • Apakah yang dimaksud dengan helical gear? • Peralatan apa saja yang digunakan dalam pembuatan helical gear? • Bagai mana cara memilih cutter module? • Apakah stilah-istilah penting dalam pembuatan roda gigi? • Apa saja yang perlu diukur dalam pembuatan helical gear? • Apa saja yang perlu diperhitungkan dalam pembuatan helical gear? • Bagaimana proses pembuatan helical gear?

• Pembaca dapat mengetahui apa saja yang perlu diperhitungkan dalam pembuatan helical gear.3 Tujuan • • Pembaca mengetahui definisi tentang helical gear. Pembaca dapat mengetahui peralatan apa saja yang digunakan dalam pembuatan helical gear. • Pembaca dapat mengetahui apa saja yang perlu diukur dalam pembuatan helical gear.1. . • Pembaca dapat mengetahui proses pembuatan helical gear. • Pembaca dapat mengetahui cara memilih cutter module. • Pembaca dapat mengetahui stilah-istilah penting dalam pembuatan roda gigi.

Namun.BAB II PEMBAHASAN 2. .1 Definisi Helical Gear Helical gear merupakan suatu roda yang memiliki gigi-gigi yang membentuk spiral. karena jalur gigi yang berbentuk spiral tersebut menimbulkan gaya reaksi yang sejajar dengan poros. Sifat ini sangat baik untuk menstransmisikan putaran tinggi dan beban besar. Pada roda gigi ini. jumlah gigi yang saling berkontak lebih banyak dibandingkan dengan spur gear sehingga perpindahan gaya atau putaran dapat berlangsung lebih halus. roda gigi ini memerlukan bantalan aksial yang kokoh.

2 Alat bantu yang digunakan dalam pembuatan Helical Gear Untuk membuat helical gear dengan mesin milling konvensional. Dividing head digunakan untuk membagi keliling benda kerja menjadi sama rata pada saat pengerjaan. Metode ini digunakan apabila metoda pembagian sederhana atau metode pembagian langsung tidak dapat dilaksanakan untuk pembagian karena hasil pecahan tidak dapat disederhanakan lagi dan pecahan hasil pembagian itu tidak terdapat ketentuan yang cocok pada plat pembagi. misalnya: Untuk pembuatan helical gear kita harus menggunakan metode pembagian dengan menggunakan kepala pembagi diferensial.2. Gambar Helical Gear 2. dibutuhkan beberapa unit pembantu yaitu: 1.1. Kepala Pembagi (Dividing Head) Merupakan perlengkapan khusus pada mesin milling. .

. akan menggerakkan helical gear dan otomatis akan memutar piringan pembagi. roda cacing serta benda kerja akan ikut berputar. • Sedangkan roda gigi D yang berputar karena pergerakan dari roda gigi A. karena satu poros. piring pembagi harus dilepas dari pin indeks. Gambar Mekanisme Kepala Pembagi Diferensial Prinsip pembagian diferensial adalah pada saat engkol diputar maka piringan pembagi juga akan ikut di putar dengan proses sebagai berikut : • Bila engkol diputar maka poros cacing. demikian pula dengan rangkaian roda gigi ganti A-BC-D.2.Jika menggunakan metode pembagian ini. karena roda gigi A satu poros dengan roda gigi cacing dan benda kerja. karena piring pembagi harus ikut berputar sewaktu engkol diputar. 2.

yaitu: a. Tipe Stocking . sehingga pergerakan dari helical gear terjadi karena terdapat pasangan roda gigi ganti (R). 2. Cutter Module Cutter module dibuat dari bahan baja carbon (carbon steel) atau baja kecepatan potong tinggi (high speed steel). Ada dua tipe cutter module.Note: Ingat bahwa antara poros cacing dengan helical gear tidak berhubungan langsung. Gambar Cutter Module Tipe Plain b. Tipe jenis ini digunakan untuk pembuatan roda gigi dengan module kecil (M 8 ke bawah).3. 2. Tipe Plain Tipe plain dipergunakan untuk proses roughing maupun finishing.

Tipe stocking memiliki bentukan zig zag pada mata potongnya dan mempunyai alur pemutus tatal. Tipe stocking ini digunakan untuk pembuatan roda gigi dengan modul besar (di atas M 8). Sudut Potong Tatal dan Sudut Bebas Sudut potong tatal pada penyayatan terletak pada satu bidang referensi.8º . Sedangkan untuk finishing digunakan cutter module dengan tipe plain. 2. Besarnya sudut potong 8º .4. Tipe jenis ini digunakan hanya untuk proses roughing.10º sedangkan besarnya sudut bebas 3º . Gambar Cutter Module Tipe Stocking 3.

5. . Adaptor Merupakan alat bantu yang digunakan untuk mencekam cutter pada sumbu vertikal mesin.2. Sehingga waktu disayat.6. Gambar Kepal Lepas 5. 2. Gambar Sudut Potong Tatal dan Sudut Bebas 4. Kepala lepas Alat ini digunakan untuk menyangga benda kerja yang dikerjakan dengan dividing head. benda kerja tidak terangkat atau tertekan ke bawah.

Oleh karena itu. Gambar Arbor 7.7.2. Arbor Merupakan alat bantu yang digunakan untuk mencekam cutter pada sumbu vertikal mesin. pakaian kerja akan melindungi kita dari beram (tatal) panas yang melayang saat operator mengoperasikan mesin. Gambar Adaptor 6. pakaian kerja yang digunakan operator tidak boleh mengganggu pergerakan tubuh operator dan jenis kainnya juga tidak menimbulkan rasa panas saat dipakai. Ini dilakukan untuk menjaga keselamatan tubuh kita dari kecelakaan yang tidak kita inginkan. Pada pekerjaan dengan mesin yang lain. pakaian kerja juga dipakai untuk mencegah kotoran dan hal-hal lain yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja bagi operator. Saat pengerjaan di mesin milling. Kaca mata berfungsi untuk melindungi mata operator dari beram (tatal) yang dihasilkan saat mesin milling dioperasikan. Di samping itu. Alat Pelindung Diri Pada saat bekerja di bengkel kita harus menggunakan alat pelindung diri. 2.8. kacamata digunakan untuk melindungi mata dari panas yang dihasilkan dari mesin .

sepatu harus terbuat dari bahan yang disesuaikan dengan kebutuhan tempat kita bekerja. Akan tetapi. Contohnya adalah pada pengerjaan menggerinda. 2.3. digunakan sepatu yang bentuknya seperti sepatu biasa dengan bahan kulit dan alasnya dari karet. dan juga dari debu. sinar yang menyilaukan. Jika operator bekerja dalam bengkel perkakas. Sepatu digunakan untuk menghindari kecelakaan pada kaki dari tusukan benda tajam atau terbakar oleh zat kimia. Cara Pemilihan Cutter Module Untuk setiap nomor cutter hanya dipakai untuk memotong roda gigi dengan jumlah gigi tertentu. dan bubut. 2. pada bagian ujung dalamnya dilapisi dengan baja yang digunakan untuk melindungi kaki apabila terjatuh oleh benda-benda berat. Tabel Pemilihan Cutter Module . Oleh karena itu. Hal ini dibuat mengingat bahwa roda gigi dengan jumlah gigi sedikit profil giginya akan sedikit berbeda dengan profil gigi dari roda gigi dengan jumlah gigi banyak. memahat.9.tersebut.

1.4. Biasanya memiliki sudut 20 º atau 14. . untuk helical gear biasanya menggunakan sudut 20 º.5 º. Beberapa Istilah Penting Dalam Pembuatan Roda Gigi Untuk mengetahui elemen-elemen yang penting dalam roda gigi dapat dilihat dari gambar di bawah ini.2. Helix Angle Merupakan sudut helix yang terdapat pada roda gigi. Pressure Angle Merupakan sudut tekan dari roda gigi tersebut. 2. 3. Pitch Circle Diameter (PCD) Merupakan diameter tengah dari roda gigi.

CP = 6. Clearance (C) Adalah jarak radial dari ujung puncak sebuah gigi roda gigi yang satu ke bagian dasar dari gigi roda gigi yang lain untuk suatu pasangan roda gigi.157 x m . Module (m) Adalah panjang dari diameter lingkaran pitch untuk tiap gigi. Satuan untuk modul adalah milimeter. Addendum (A) Adalah jarak radial dari lingkaran pitch sampai pada ujung puncak dari gigi. Circular Pitch (CP) Adalah jarak arc yang diukur pada lingkaran pitch dari salah satu sisi sebuah gigi ke sisi yang sama dari gigi yang berikutnya.PCD = T x m 4. C = 0. A =m 7. m= 5.

5. meliputi: diameter mayor (luar).157 x m 9. D = 1. eksentrisitas masing-masing gigi terhadap sumbu putarnya. meliputi: jarak puncak ke puncak dari gigi (pitch). ketidaksepusatan diameter luar terhadap lubang. . Posisi gigi.25 kali modul untuk roda gigi dengan sudut tekan 20°. 2. diameter lubang. jarak celah.5° kedalaman giginya dibuat sama dengan 2. meliputi: pemeriksaan kebenaran bentuk gigi.8. lebar gigi (face width) dan goyangan aksial dari masing-masing muka gigi. Sedangkan tinggi gigi atau kedalaman gigi (teeth depth) umumnya dibuat 2. 2.157 kali modul. kesimetrisan antara dua muka gigi dan ketinggian atau kedalaman gigi (teeth depth). 3. Ukuran dasar roda gigi. Sedangkan untuk roda gigi dengan sudut tekan 14. Outside diameter (OD) Adalah diameter terluar dari roda gigi. Untuk istilah back lash pada roda gigi pengertiannya adalah jarak dari sisi ujung gigi yang satu sampai pada sisi kerja (working flank) dari gigi yang lain pada satu pasangan roda gigi. OD = ( Z+2 ) m 10. tebal gigi. Bentuk gigi.5°. Bagian-bagian Penting Roda Gigi Yang Perlu Diukur Bagian-bagian dari roda gigi yang perlu diukur antara lain adalah : 1.Back Lash. Deddendum (D) Adalah jarak radial dari lingkaran pitch sampai pada dasar dari gigi. Untuk sudut tekan (pressure angle) biasanya dibuat sama dengan 20° dan 14.

pemeriksaan roda gigi dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu pemeriksaan secara analisis dan pemeriksaan menurut fungsinya. lead dan back lash.6. misalnya bentuk gigi. Sebenarnya. Pemeriksaan secara analisis (analitical inspection) maksudnya adalah memeriksa semua elemen-elemen penting dari roda gigi. Contoh Kasus dan Pembahasannya Contoh: Sebuah material MS akan dibuat helical gear dengan m = 3 mm dan Z = 67 dibuat pada mesin frais ACIERA dengan bantuan kepala pembagi diferensial i = persiapan untuk pemilihan roda gigi tukar dan kedalaman pemotongannya? .4. jarak puncak antar gigi (pitch). meliputi: jarak pusat dari roda gigi yang satu ke pusat roda gigi yang lain. Pasangan roda gigi. tebal gigi. getaran dan variasi gerakan dari putaran roda gigi. Bagaimana Daftar roda gigi tukar yang terdapat pada mesin frais ACIERA: . jarak celah (clearance). back lash dan pemeriksaan roda gigi dengan memutarnya pada waktu dipasangkan dengan roda gigi standar. Secara umum. Dengan beberapa peralatan maka dapat dilihat/diperiksa tingkat kebisingan suara yang timbul akibat gesekan antar roda gigi. untuk pengukuran roda gigi tidak semua yang disebutkan di atas harus diukur semuanya. 2. eksentrisitas. kecuali untuk keperluan pemakaian roda gigi dengan ketelitian tertentu sesuai dengan tujuan yang dikehendaki. Sedangkan pemeriksaan menurut fungsinya (functional inspection) adalah pemeriksaan roda gigi yang dibandingkan dengan roda gigi standar (master gear) yang caranya adalah memasang roda gigi yang akan diperiksa pada roda gigi standar dan kemudian memutar pasangan roda gigi tersebut.

25 x 3 = 3. Karena sudut tekan yang digunakan 20 º.Z= 24 ( 2 Buah ) 28 32 40 44 48 56 64 72 86 100 (127) Piring pembagi yang terdapat pada mesin frais ACIERA: Piring 1: berlubang Piring 2: berlubang Piring 3: berlubang 27 33 29 31 38 36 34 39 37 41 42 40 43 46 49 Penyelesaian: 1. maka: ha = 1 x m = 1x 3 = 3 mm hf = 1. Perhitungan kedalaman pemotongan/tinggi gigi (h).25 x m = 1.75 mm h = ha + hf .

RRG = xi x = . Karena tidak ada piringan pembagi dengan 67 lubang dan bilangan 67 merupaka bilangan prima yang tidak dapat diringkas.75 mm 2.75 = 6. engkol diputar dari lubang ke 0 sampai lubang ke 24 pada piringan pembagi berlubang 36 (piring pembagi nomor 3) Dengan cara ini pembagian tidak lagi untuk 67.Z 4). tetapi untuk 60. sehingga nk = dapat diringkas. • Maka: Nk = Seandainya diplilh Zo = 60 = = dikembangkan menjadi Jadi. Kesalahan ini dapat dikoreksi dengan cara memutar kepala pembagi berlawan arah dari putaran engkol. maka dipilihlah angka bagi Zo sedemikian rupa.Z 3 . dan hasilnya sesuai dengan jumlah lubang pada piringan pembagi yang ada.= 3 + 3. Perhitungan roda gigi tukar (Z1 .Z 2 .

• • 2. Roda gigi Z4 = 24 (sebagai terputar 2) dipasang pada poros H. • Roda gigi Z1 = 56 (sebagai pemutar 1) dipasang pada poros dimana worm wheel terpasang. Setiap kali selesai pemotongan satu alur gigi. 1. • Roda gigi Z2 = 24 (sebagai terputar 1) dan roda gigi Z3 = 48 (sebagai pemutar 2) dipasang pada poros antara. yaitu dengan memiringkan kepala spindle atau memiringkan meja mesin.= = x = x Note: tanda (-) minus pada ratio roda gigi tukar RRG berarti bahwa piring pembagi harus berputar berlawanan arah dengan putaran engkol. Tidak ada roda gigi antara. pin indeks dipindah pada lubang ke-24 berikutnya. Hasil akhir: • • Digunakan piring pembagi berlubang 36 (piring pembagi nomor 3).7. Langkahnya adalah: . Proses pembuatan helical gear dengan memiringkan meja mesin. Proses Pembuatan Helical Gear Untuk membuat helical gear pada mesin milling konvensional terdapat 2 cara.

̊ • • • Pasang dead center pada dividing head. maka lakukan penyettingan roda gigi sesui dengan perhitungan. lalau pasang arbor pada spindle mesin. yaitu 19 ̊ 20’. . • Pasang cutter module pada arbor terlebih dahulu. Tetapi karena ketelitian yang ada pada meja mesin hanya 1 mm. Lakukan setting nol antara cutter terhadap benda kerja (dilakukan saat cutter berputar). Setting kepala lepas terhadap dividing head agar tepat berada pada titik senternya. Siapkan lathe dog dan pasang pada benda kerja beserta dividing head sehingga pencekaman yang terjadi adalah center to center. • Selanjutnya memiringkan meja mesin sebesar sudut helix benda kerja.• • Setting mesin dengan posisi pengerjaan horisontal. • • Lakukan setting kesenteran antara cutter dan benda kerja. • • Kencangkan baut T-slot pada dividing head. Pasang kepala lepas berhadapan dengan dividing head. Ini bertujuan untuk membantu benda kerja agar tidak miring pada saat proses pengerjaan. Setelah proses pencekaman selesai. • • Kencangkan semua baut yang ada pada lathe dog dan kepala lepas. Pasang dividing head pada meja mesin dan setting dividing head dengan sudut 0 . maka sudut yang diberikan adalah 20 ̊ .

Setting kepala lepas terhadap dividing head agar tepat berada pada titik centernya.• Cek semua setting-an. Dengan cara: • • • • Hidupkan mesin dengan rpm yang telah ditentukan. Masukkan depth of cut sesuai perhitungan. ̊ • • • Pasang dead center pada dividing head. Setelah pemotongan selesai. Proses pembuatan helical gear dengan memiringkan kepal spindle. Pasang kepala lepas berhadapan dengan dividing head. Hidupkan feeding. 2. Ini bertujuan untuk membantu benda kerja agar tidak miring pada saat proses pengerjaan. Pasang dividing head pada meja mesin dan setting dividing head dengan sudut 0 . geser lagi meja untuk membebaskan benda kerja dari cutter. Langkahnya adalah: • • Setting mesin dengan posisi pengerjaan vertikal. . jika dirasa sudah benar lakukan pemotongan secara bertahap. • Lakukan pemotongan berikutnya hingga roda gigi terbentuk. Putar tuas pada plat indeks sebesar perhitungan.

Setelah proses pencekaman selesai. . jika dirsa sudah benar lakukan pemotongan secara bertahap.• • Kencangkan baut T-slot pada dividing head. geser lagi meja untuk membebaskan benda kerja dari cutter. • • Kencangkan semua baut yang ada pada lathe dog dan kepala lepas. Siapkan lathe dog dan pasang ke senter tetap kepala pembagi beserta benda kerja sehingga pencekaman yang terjadi adalah center to center. Penyettingan ini sedikit berbeda dengan penyettingan pada metode memiringkan meja mesin. yaitu 19 ̊ 20’. • Lakukan setting nol antara cutter terhadap benda kerja (dilakukan saat cutter berputar). Dengan cara: • • • • Hidupkan mesin dengan rpm yang telah ditentukan. Karena penyettinyan ini dilakukan pada sisi samping dari benda kerja. Hidupkan feeding. Putar tuas pada plat indeks sebesar perhitungan. . • Lakukan pemotongan berikutnya hingga roda gigi terbentuk. Tetapi karena ketelitian yang ada pada kepalas pindle hanya 1 ̊ maka sudut yang diberikan adalah 20 ̊ . • • Kemudian pasang adaptor beserta cutter pada spindle mesin. maka lakukan penyettingan roda gigi sesui dengan perhitungan. Masukkan depth of cut sesuai perhitungan. Selanjutnya memiringkan kepala spindle sebesar sudut helix benda kerja. Setelah pemotongan selesai. • Cek semua setting-an.

BAB III PENUTUP .

Dengan demikian hal terpenting dalam setiap praktikum adalah seberapa besar kemampuan mahasiswa untuk menganalisa setiap langkah yang diambil.1. Prinsip kerja mesin milling adalah alat potong (cutter) yang berputardan tetap pada posisinya sedangkan benda kerja bergerak kearah cutter. . Kesimpulan Untuk menghasilkan benda kerja yang berkualitas tinggi. dibutuhkan ketelitian khusus dankesabaran penuh karena akan mempengaruhi kualitas benda kerja. Secara umum kerja frais adalah suatu proses penyayatan benda kerja yang dilakukan dengan menggunakan alat potong (cutter) yang berputar. Dalam pembuatan roda gigi. Benda kerja dikatankan berkualitas penuh jika hasil dari pengerjaan tersebut dapat memenuhi standar yang ada serta mampu meminimalisir terjadinya accident yang membahayakan bagi sang operator. maka seorang mahasiswa harus mengetahui dan dapat mengerti dan menguasai teknik –teknik dalam pengoperasian mesi milling dengan baik dan benar. apakah menguntungkan atau bahkan merugikan.sehingga dikatakan sempurna jika keselamatan kerja dijadikan prioritas utama dalam setiap praktikum.3. Objek yang dibahas dalam laporan ini adalah mengenai pembuatan roda gigi helix. Proses tersebut belumlah sempurna.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->