LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

MARKAS BESAR KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

FUNGSI TEKNIS DAN MANAJEMEN OPERASIONAL SABHARA
1. Pengantar

Strategi Polri dalam menangani permasalahan tugas pokok Polri yaitu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan, Pengayoman dan pelayanan masyarakat, dilaksanakan oleh Fungsi Teknis Opsnal Kepolisian salah satunya adalah Fungsi Teknis Sabhara dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya mengutamakan tindakan pencegahan terhadap terjadinya gangguan Kamtibmas. Kita sadari ancaman Kamtibmas baik kwantitas maupun kwalitasnya semakin komplek dengan adanya perubahan dibidang Ipoleksosbud hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh Polri . Guna keberhasilan dalam menangani masalah gangguan Kamtibmas, didalam modul ini disajikan manajemen pencegahan terjadinya kejahatan, pelanggaran dan gangguan Kamtibmas lainnya secara konseptual disertai bahan pengayaan. Disamping mempunyai kemampuan first line supervisor juga diharapkan mampu :  Dapat mengaplikasikan tugas-tugas Polri sebagai harkamtibmas, penegak hukum, pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat.  Secara teknis dapat merencanakan, melaksanakan, mengkoordinasikan, pengendalian kegiatan penjagaan, pengawalan dan patroli.  Memimpin dan melaksanakan pengamanan tempat kejadian perkara, penerimaan dan penyimpanan barang bukti.

 
2.

Melaksanakan pembinaan terhadap masyarakat, tokoh masyarakat untuk menumbuhkan kepercayaan diri, rasa aman, damai dan daya tangkal dari gangguan kamtibmas. Melaksanakan kegiatan SAR terbatas. Standar Kompetensi

Memahami dan menerapkan pengetuan Sabhara untuk pelaksanaan tugas-tugas Kepolisian agar terjamin terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

1

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

BAB I TUGAS POKOK, FUNGSI DAN PERANAN SABHARA
Kompetensi Dasar : Memahami Pengertian Sabhara, Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan Sabhara. Indikator Hasil Belajar : Setelah menyelesaikan Bab I, diharapkan peserta didik dapat : 1. Mendefiniskan Pengertian Sabhara. 2. Menjelaskan Dasar Hukum Sabhara. 3. Menjelaskan Tugas Pokok Sabhara. 4. Menjelaskan Fungsi Sabhara. 5. Menjelaskan Peranan Sabhara. 6 Menjelaskan peranan Sabhara Tingkat Polsek. 1. Pengertian-pengertian

Istilah Samapta diganti kembali dengan Istilah Sabhara berdasarkan dengan Peraturan Kapolri No. Pol. : Perkap/21/IX/2010 tentang Organisasi Tata Kerja Tingkat Mabes Polri dan Peraturan Kapolri No. Pol : Perkap/22/IX/2010 tentang Organisasi Tata Kerja Tingkat Polda. Sabhara yaitu kesiap siagaan. Sabhara merupakan salah satu fungsi opsnal Polri dibawah Babinkam Polri yang diberi tugas dan wewenang bersifat preventif. Fungsi Kepolisian adalah salah satu fungsi pemerintah negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat penegakan hukum, perlindungan dan pengayoman serta pelayanan kepada masyarakat. Fungsi Teknis Sabhara adalah sekelompok pekerjaan, kegiatan, usaha yang memerlukan keahlian dan keterampilan khusus Sabhara Polri dalam rangka menyelenggarakan tugas pokok Polri (terutama tugas-tugas yang berkaitan dengan upaya preventif). Peranan adalah implikasi yang ditimbulkan / berkaitan adanya tugas, fungsi dan wewenang yang ada pada seluruh jajaran Polri dari tingkat Mabes sampai tingkat Polsek. Preventif (Pencegahan) adalah segala usaha, kegiatan dan tindakan yang dilakukan untuk mencegah terhadap kemungkinan yang akan terjadi baik ancaman maupun gangguan kamtibmas.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

2

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

Asas pencegahan adalah suatu sikap atau pandangan yang dilandasai pemikiran bahwa pencegahan lebih baik dari pada pemberantasan. Asas Subsidiaritas adalah Asas yang memberikan peluang kepada Polri untuk mengambil prakarsa dan tindakan pertama dalam hal penanggung jawab teknisnya ada (terbatas dalam lingkup masalah yang terkait dengan tugas Polisi). Asas Offensif adalah suatu sikap dalam pelaksanaan tugas operasional FT Sabhara yang selalu proaktif. Asas Waspada adalah suatu sikap dalam pelaksanaan tugas operasional FT Sabhara yang selalu memperhitungkan segala kemungkinan yang akan terjadi. Asas Kepekaan adalah suatu sikap dalam pelaksanaan tugas operasional FT Sabhara yang selalu tanggap untuk menghadapi gejala dan memiliki inisiatif bertindak dalam memecahkan masalah yang dihadapi sebagai wujud Quick Renpons (ketanggapsegeraan). 2.  Dasar Hukum

  

Undang-undang No.2 tahun 2002 tentang UU Kepolisian Negara RI Psl 13, 14 (1) a s/d i yang mengatur tentang tugas Polri. Psl 15(1) a,b,c,f,g dan i, psl 16 (1) a,b,c,d, i, psl 18 (1), (2), psl 19 (1), (2) yang mengatur tentang wewenang Polri. Undang-undang No.8 tahun 1981 tentang KUHAP Undang-undang No.l tahun 1946 tentang KUHP Perundang-undangan lainnya yang berhubungan dengan tugas dan wewenang Kepolisian dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban umum. Peraturan Kapolri No. Pol : Perkap/21/IX/2010 tentang Pokok-pokok Organisasi FT Sabhara tingkat Mabes, dan Peraturan Kapolri No. Pol : Perkap/22/IX/2010 tentang Pokok-pokok Organisasi FT Sabhara tingkat Polda. 3. 3.1. Tugas Pokok Fungsi dan Peranan Sabhara

Tugas Pokok Sabhara adalah melaksanakan Fungsi Kepolisian tugas preventif terhadap pelanggaran hukum atau gangguan Kamtibmas dengan kegiatan penjagaan, pengawalan dan patroli dengan sasaran pokoknya adalah :  Memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.  Meniadakan unsur kesempatan atau peluang bagi anggota masyarakat yang berniat melakukan pelanggaran hukum.  Melaksanakan tindakan represif tahap awal serta bentuk gangguan Kamtibmas. Melaksanakan penegakan hukum terbatas (Gakkumtas) Contoh : Tipiring dan penegakan perda.  Pemberdayaan dukungan satwa dalam tugas opsnal Kepolisian.  Melaksanakan Search And Resque (SAR) terbatas.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

3

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

3.2.

Fungsi Sabhara merupakan sebagian fungsi Kepolisian yang diberi tugas dan wewenang bersifat preventif yang memerlukan keterampilan kemampuan khusus yang telah dikembangkan guna menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat.

Adapun perumusan dan perkembangan kegiatan fungsi Sabhara saat ini meliputi pelaksanaan Polisi tugas umum, menyangkut segala upaya pekerjaan dan kegiatan Pengaturan, Penjagaan, Patroli, Pengawalan, , SAR Terbatas, Negosiasi, Yan Dalmas, Tipiring, TPTKP, Pemberian bantuan / dukungan Satwa untuk kepentingan perlindungan, pengayoman, pelayanan dan penertiban masyarakat / penegakan hukum secara terbatas. 3.3. a.       b.     c.    d. Peranan Fungsi Sabhara Tingkat Mabes Polri : Memberikan pembinaan teknis kepada fungsi Sabhara di satuan kewilayahan. Melaksanakan pengendalian dan supervisi Merumuskan Juklak/juknis fungsi teknis Sabhara. Memberikan back-up operasional kewilayahan bila diperlukan. Turut serta dalam kegiatan pengamanan pada Event Nasional dan Internasional. Melaksanakan tugas operasional antar Polda. Tingkat Polda : Memberikan pembinaan teknis kepada Fungsi Sabhara satuan kewilayahan /Polres. Menyelenggarakan dan melaksanakan operasional Fungsi Sabhara tingkat Polres. Memberikan back-up operasional kewilayahan / Polres Melaksanakan pengendalian dan Supervisi. Tingkat Polres : Memberikan pembinaan teknis kepada Fungsi Sabhara satuan kewilayahan / Polsek Menyelenggarakan dan melaksanakan operasional Fungsi Sabhara tingkat Polres dan Polsek. Memberikan back-up operasional kewilayahan Polsek. Tingkat Polsek :

Menyelenggarakan dan melaksanakan operasional Fungsi Sabhara ditingkat Polsek sampai Pos Pol dengan melaksanakan Patroli yang mengemban Multi Fungsi.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

4

4. Polsus). Eksternal Polri diperankan oleh Pam Swakarsa (Satpol PP. Bag Ops tingkat Polwil/Polres dan seluruh petugas jaga markas di seluruh satuan Kepolisian. Satuan Pengamanan dan Protokol Detasemen Mabes. Satpam.  Dalam pelaksanaannya fungsi Gasum dan Hartibum diperankan oleh : Internal Kepolisian : meliputi seluruh jajaran Polri di samping Sabhara meliputi Ka SPK.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3. Obyek Khusus dan Biro Operasional (Ro Ops) tingkat Polda.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 5 .

Indikator Hasil Belajar : Setelah menyelesaikan Bab I. Menjelaskan Manajemen Opsnal 7 langkah. Menerapkan Manajemen Operasional Sabhara dalam pelaksanaan tugas Kepolisian. 1. 7.    Pengertian . 3. Memahami Manajemen Operasional Sabhara dalam pelaksanaan tugas Kepolisian. 6.pengertian Pengertian MOP Manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien melalui kerjasama MOP adalah suatu proses untuk menciptakan situasi kamtibmasyang mantap secara efektif dan efisien yang dilaksankanoleh segenap kesatuan Polri OPS Pol adalah segala upaya dan kegiatan serta tindakan dengan menggunakan kekuatan fisik polri beserta komponen pendukung yang tersedia dalam rangka mengemban tugas –tugasnya Kamtibmas adalah situasi dan kondisi yang memberikan suasana kehidupan yang bteratur.1. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian tugas Sabhara. 2. Menjelaskan 4 Jiwa MOP 4. Memilih cara bertindak dalam kegiatan Sabhara. 1. rasa bebas dari bahaya dan rasa takut sebagai hasil pembinaan pemerintah dan masyarakat secara integral berlanjut mutlak harus diciptakan  FUNGSI TEKNIS SABHARA 6 . 5. Menjelaskan pengertian Manajemen Operasional Sabhara. diharapkan peserta didik dapat : 1.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB II MANAJEMEN OPERASIONAL SABHARA Kompetensi Dasar : 1. Menjelaskan prinsip-prinsip MOP Sabhara. Membuat Rencana Kegiatan Sabhara. 2.

efisien ( Sasaran berhasil. Supervisi / Staf Visit. Membuat Rencana Aksi alternatif. Personel.        1. kualifikasi kemampuan.2. Untuk menjamin arah dan dinamika kegiatan kepolisian dalam upaya pencapaian sasaran maka dilaksanakan pengawasan dan pengendalian melalui :         Rapat Staf dan Briefing. Biaya Terkendali ) Ofensif dan Pro Aktif ( jemput bola.3.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 1.   c. mingguan. Menetapkan kekuatan yang meliputi : jumlah personel. Waktu. Briefing untuk menjelaskan Sasaran. Cara Bertindak dan kekuatan Personel. Penugasan. Prinsip dasar MOP Sabhara Pencegahan dan penangkalan ( N+ K = C) Keterpaduan Fungsi Opsnal dan pemberdayaan masyarakat (Commutiting Police) Efektif. konsisten) Inovatif ( Pola Opsnal baik taktik. Pengawasan dan Pengendalian : b. Cheking / kontrol di lapangan Arahan-arahan Debriefing Anev. Pelaksanaan tugas terarah (sesuai rengiat) Wasdal langsung (partisipatif) Laporan Pelaksanaan tugas (untuk pertanggung jawaban) Debriefing sebagai Analisa dan Evaluasi tugas yang telah dilaksnakan (sebagai dasar penugasan selanjutnya). FUNGSI TEKNIS SABHARA 7 . Gelar Opsnal Harian. Empat Jiwa MOP Menetapkan Sasaran : Hasil Perkiraan Keadaan Intel . d.4.      1. a. dan bulanan. Menetapkan Cara Bertindak : Mengkalkulasi resiko kegagalan terhadap sasaran dengan cara : Memilih taktis / teknis untuk mengantisipasi kegagalan. Pelaporan. peralatan dan pembagian tugas yang jelas sesuai dengan cara bertindak. Petunjuk dan konsignes yang jelas. teknik dan strategik) Penerapan Manajemen Opsnal Tujuh Langkah (MOTL) Merencanakan / Menentukan Sasaran sebagai pedoman rencana kegiatan. Kalender Kamtibmas untuk menentukan Target Operasi yang merupakan aspek Potensi Gangguan baik yang bersifat statis maupun dinamis.

Mendatangi dan mengamankan TKP agar tidak rusak.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 1. Misi dan Persepsi oleh fungsi Pelaksana.    Pola Opsnal Japatwal. Membantu melaksanakan Fungsi Lalu Lintas Melaksanakan kegiatan administrasi operasional tingkat Polsek. Pengawalan. Pengawalan termasuk Pengaturan dan TPTKP.1. Menggunakan kekuatan Unit Patroli Polsek yang ada. 2. 3. kontinuitas komunikasi / informasi / Pelaporan dapat dipertanggung jawabkan. 2. Kekuatan yang dilibatkan. kekuatan (personel / peralatan ).     Empat Pola Kegiatan 1. Aplikasi tingkat Polsek Tugas FT Sabhara Polsek adalah :    Menyelenggarakan dan melaksanakan upaya preventif kepolisian yang meliputi Penjagaan.1. Mengurangi kemacetan Lalu lintas.  berjalan kaki. a. Agar tahanan tidak lari atau meninggal dalam tahanan. Penjagaan Markas dan FUNGSI TEKNIS SABHARA 8 .   mengamankan TKP. Terkoordinir : Adanya kesamaan Visi.2 Kegiatan FT Sabhara Polsek. 2. Terdukung : tersedianya bantuan informasi. Cepat datang ke TKP dan Melaksanakan Patroli Cara Bertindak. tugas terjadwal.1. bersepeda motor dan roda empat. 2.  Tahanan secara bergilir.1 Aplikasi Manajemen Operasional FT Sabhara. 2. Patroli. kemampuan ( expert) dan keamanan dari satuan atas dan samping.5. Pola Opsnal Japatwal berintikan pengamanan yang mempunyai makna : Terkendali : adanya perintah Pimpinan. Target Kegiatan Menjaga Potensi Gangguan tidak berkembang menjadi Ancaman Faktual.

keadaan penduduk. 1. Dalam merumuskan sasaran berdasarkan kepada :   Kalender Kamtibmas.O. Data Asta Gatra meliputi tempat. Lokasi.SPK. Hasil penyelidikan dan pengamatan Ka Polsek tentang kerawanan daerahnya yaitu pengamatan terhadap kasus-kasus tertentu. waktu. modus operandi dan pelaku (anatomi kejahatan). hasil yang ingin dicapai dan keterangan. 2. Data PG yang meliputi bentuk / sifat dan lokasinya. Perencanaan Kapolsek dan Kanit Patroli membuat Rengiat dalam bentuk rengiat bulanan.. kekuatan. Pelaksanaan    Pengendalian    Dilakukan secara berjenjang dari Ka Jaga /Ka SPK. Dilaksanakan oleh Pengawasan melekat oleh Pa / Ba Polsek dan Pa Polres. Data PG (Potensi Gangguan) yang meliputi bentuk.  Kanit Patroli. Laporan. tempat-tempat obyek vital. perayaan ulang tahun dan kegiatan masyarakat. keadaan daerahnya. waktu. Persiapan. b. lokasi dan waktu. Pengorganisasian Kekuatan yang digunakan sesuai dengan kekuatan Unit Patroli yang ada. Pelaksanaan Pengawasan dan     FUNGSI TEKNIS SABHARA 9 . 3. Sarana yang digunakan dengan alat komunikasi yang ada. CB. Data / konfigurasi gangguan kamtibmas yang meliputi : jumlah pelanggaran / kriminalitas lokasi. sasaran / T.    Pengendalian. kegiatan. Pengawasan melekat oleh Para Perwira dan Bintara secara berjenjang. yang menyangkut kegiatan pemerintahan setempat. Kapolsek / Waka. Manajemen Operasional. rengiat mingguan dan rengiat harian yang memuat nomor.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 4. Kasat Sabhara.

pengolahan dan penyajian data / informasi yang berkenaan dengan aspek pembinaan maupun pelaksanaan fungsinya.  PG tidak berkembang menjadi GN      b.2.  kegiatan masyarakat. Tugas Satuan Fungsi Sabhara Polres/ta/tabes adalah : Memberikan bimbingan teknis atas pelaksanaan FT Sabhara tingkat Polsek.  berjalan kaki. Pelibatan kekuatan. Masyarakat puas terhadap pelayanan Polri. Pengawalan Cepat datang ke TKP Melaksanakan Patroli Menjaga kepatuhan masyarakat terhadap hukum dan perundang-undangan lainnya. Empat Pola Kegiatan : a. 3. 3. Menyelengarakan Fungsi Sabhara yang meliputi penjagaan. pengawalan. patroli dan TPTKP.2. Lancarnya pengawalan VIP Cara bertindak Penjagaan Markas Target Kegiatan Mempertahankan agar FUNGSI TEKNIS SABHARA 10 . Membantu penyelenggaraan melaksanakan operasi kepolisian yang diperintahkan kepadanya. bersepeda motor dan roda empat.2.1     Aplikasi tingkat Polres/ta/tabes.   dan mengamankan TKP. c. Melaksanakan administrasi opsnal termasuk pengumpulan. dan Tahanan secara bergilir. TKP tidak rusak dan dapat mengungkap perkara.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3.2 Kegiatan Rutin. Tahanan tidak lari / meninggal.

a. Hasil Anev Tahunan. Waktu pelaksanaan kegiatan rutin sepanjang tahun dengan bertahap tiap Triwulan serta dilaksanakan analisa dan evaluasi tiap Triwulan. selain itu terdapat sasaran selektif prioritas Polsek. pengamanan kegiatan masyarakat. tempat. 3. hari Ulang tahun/Hari besar Nasional/ Regional. modus operandi dan pelaku.2. yang tidak terjangkau oleh Polsek dan sasaran lain seperti pengamanan tahanan. Kalender Kamtibmas yang meliputi kegiatan Pemda. jam berapa. Pengawasan melekat oleh Para Perwira secara berjenjang. sistem laporan. Data Potensi Gangguan yang meliputi bentuk/sifat dan lokasi. Ka Polres / Waka. penggunaan Borgol dan sebagainya. Penentuan target kegiatan dilaksanakan berdasarkan penajaman sasaran dan hasil penyelidikan. pemerintah dan pengamanan TKP yang selanjutnya menjadi sasaran Polres. Data Asta Gatra. Rencana kegiatan dibuat dalam bentuk : Rencana kegiatan Triwulan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Kekuatan yang dilibatkan adalah kekuatan opsnal Fungsi Sabhara yang ada di Polres. Bulanan dan Mingguan. Rencana latihan dibuat untuk mendukung tugas yang dihadapi seperti latihan menembak. lokasi kejadian. kegiatan masyarakat. d.3 Manajemen Operasional. Berdasarkan perumusan tersebut diatas ditentukan sasaran selektif prioritas “sasaran selektif" dan secara rutin.    Pengawasan dan Pengendalian Dilakukan secara berjenjang dari Ka Jaga / Ka SPK. Contoh : Tempat-tempat penjualan barang bekas atau pasar loak terutama onderdil kendaraan. Kasat Sabhara. gelar opsnal.       FUNGSI TEKNIS SABHARA 11 . waktu kejadian. Kekuatan yang dilibatkan dan cara bertindak didasarkan atas sasaran yang dihadapi. Data PG meliputi bentuk/sifat dan lokasi. beladiri. Contoh : Bubarnya anak sekolah dan pasar. Sarana yang digunakan dalam pengawasan dan pengendalian melalui alkom yang ada. Ren Proja Opsnal Polres Data/konfigurasi Kamtibmas yang meliputi jumlah kejadian. dimana. supervisi. Perencanaan Kasat Sabhara membuat Rengiat dengan merumuskan sasaran yang bersumber pada :     Kirka Intel Polres.

 c. hasil serta hal-hal yang menonjol. mutasi. 3. Pelaksanaan : Persiapan : Menyiapkan Surat Perintah/ Surat Tugas. Kasat Sabhara dan Kapolres/ Waka. Setiap pimpinan patroli harus dapat merumuskan tugas Patroli yang sesuai dengan rencana patroli yang telah ditetapkan yang meliputi: Tugas patroli. Kekuatan anggota patroli. buku-buku seperti buku Patroli.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI b. 1. 5. Menyiapkan alat : mesin ketik / komputer.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 12 . blanko. Kekuatan Sabhara Polres disusun dalam bentuk Ploeg dan bagian (3 Ploeg dan 3 bagian dan sebagainya). formulir. Latihan : melaksanakan latihan sesuai rencana. Mengadakan pengecekan kembali terhadap anggota dan kelengkapannya. Melaporkan secara lisan dan tertulis hasil pelaksanaan patroli. Route patroli. buku petunjuk dan sebagainya. cara bertindak. Pengendalian dilaksanakan oleh : Ka Jaga.   2. Waslekat dilaksanakan oleh Pa Polres sesuai jenjang kepangkatan.                4. Sasaran patroli.  Organisasi Susunan kekuatan yang dilibatkan adalah kekuatan Opsnal Sabhara Polres yang ada sesuai dengan organisasi Polri. Ka SPK. Pengendalian. Pelaksanaan : Sebelum melaksanakan tugas setiap pimpinan Unit melakukan AAP untuk: Perumusan tugas. borgol. Tugas masing-ma-sing anggota patroli. Mengawasi dan mengenda-likan pelaksanaan tugas sesuai yang diinginkan. waktu patroli. Pelaksanaan tugas. Konsolidasi. Pelaporan. Surat Perintah Tugas dan lain-lain. Persiapan Memeriksa kelengkapan anggota sarana / prasarana. senter. senpi. ranmor.

  Gelar Opsnal. Komunikasi yang ada Laporan. Menjaga kelancaran kegiatan Pemerintah dan   c. Target Operasi. Kesiapan penjagaan. Supervisi. d.2. Perwira yang ditunjuk Kasat Sabhara dan 3.  ( PG )  masyarakat. Sarana Pengendalian :   (HT/Telepon).5 Manajernen Opsnal : FUNGSI TEKNIS SABHARA 13 .  dalam operasi tersebut. Sarana Wasdal : Alat Komunikasi yang ada. Penjagaan terhadap VIP.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 6. bersepeda dan berjalan kaki serta mengunjungi Pos Kamling pada rute yang dilewati. Pengawalan/. Tanggap dan cepat ke TKP.   b. Kekuatan yang dilibatkan.2. Menjaga kelancaran pengawalan. Pengendalian dilakukan oleh :  Ka/Waka Polres. Menekan / menghilangkan Potensi Gangguan secara kuantitatif dalam %. Patroli berkendaraan roda empat atau roda dua.   Cara bertindak. Pengendalian. Unit kecil Sabhara yang bertugas secara khusus untuk tugas tersebut. 3.4 Operasi Kepolisian Empat pola kegiatan : a.

setelah disetujui maka pelaksanaan menunggu Prinops dari Polda. Perencanaan terhadap Operasi Kepolisian dimana Sabhara dikedepankan seperti : Pengamanan Iebaran. Pam Ulang Tahun Kemerdekaan dimana Renopsnya dibuat oleh Mabes Polri atau oleh Polda. yang tugas nyatanya melaksankan tugas operasi tersebut. Kalender kamtibmas. Persiapan :  Menyiapkan Surat Perintah Tugas. Data/konfigurasi kerawanan kamtibmas meliputi : PG. b.Borgol dan sebagainya.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI a. Latihan Memberikan latihan-latihan kepada anggota sesuai yang direncanakan. Perencanaan. AG dan GN. Kirka Intel.  Kir Intel Polres. PG. Data Asta Gatra. ops patuh maka Kasat Sabhara membuat Rencana fungsi yang bersumber pada :       Ren Ops Polda. maka Polres dalam hal ini Kasat Sabhara segera membuat rencana kegiatan operasi yang bersumber pada:  Renops Polda.  Data / konfigurasi kerawanan kamtibmas meliputi. bukubuku laporan dan sebagainya. Kekuatan yang digunakan di dalam operasi Kepolisian ini ditentukan dalam bentuk Unit-unit kecil. Ren Ops fungsi yang dikedepankan. blanko/ formulir yang dibutuhkan. Organisasi. untuk mendapatkan tanggapan dari fungsi Opsnal lainnya. 2. Sedangkan fungsi lainnya membuat rencana fungsi dan untuk Rengiat dibuat sesuai kebutuhan. Rencana fungsi tersebut dipapar-kan pada rapat Staf.  Menyiapkan Alut seperti : Senpi. Pelaksanaan : 1. Pam Natal.  Data Asta gatra. Terhadap operasi Kepolisian dimana fungsi lain dikedepankan seperti : Ops Curat. c. untuk selanjutnya mendapatkan tanggapan. FUNGSI TEKNIS SABHARA 14 . AG dan GN  Kalender Kamtibmas. Selanjutnya rencana kegiatan operasi ini dipaparkan dalam rapat Staf.

Pelaporan. Pelaksanaan. Briefing. Supervisi. Persiapan. Contoh : Opsnal Pam Natal. (Fungsi Sabhara yang dikedepankan).   Pelaksanaan. Sarana yang digunakan meliputi : Rapat Staf. De Briefing. FUNGSI TEKNIS SABHARA 15 . Sebelum melaksanakan tugas.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3.       4. Komunikasi yang ada (HT / Telepon). Gelar Opsnal. Laporan. Pengendalian: Pengendalian dilaksanakan Kasat Sabhara dan KaPolres/ Waka Polres. maka dilakukan tindakan AAP meliputi : Perumusan Tugas.

diharapkan peserta didik dapat : 1. Menjelaskan Dasar Hukum Dalmas. Melakukan Pengawasan dan Pengendalian Dalmas Melakukan Langkah-Langkah Kegiatan Dalmas Pengertian. 2. 5. Menjelaskan Persyaratan Anggota Dalmas. Menjelakan Tujuan dan Sasaran Dalmas. Menjelaskan Pengertian Dalmas Awal dan Dalmas Lanjut. 2. 9. digerakan dalam menghadapi kondisi massa masih tertib dan teratur/situasi hijau.pengertian Pengendalian Massa yang selanjutnya disebut Dalmas adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan Polri dalam rangka menghadapi massa pengunjuk rasa. Indikator Hasil Belajar : Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab III. 7. Negosiator adalah anggota Polri yang melaksanakan perundingan melalui tawar menawar dengan massa pengunjuk rasa untuk mendapatkan kesepakatan bersama. Memahami pengetahuan Pengendalian Massa dalam pelaksanaan tugas kepolisian Menerapkan Pengendalian Massa dalam melaksanakan tugas kepolisian. 10. 6. 8. 3. Menjelaskan Konfigurasi Standar Dalmas. Dalmas Awal adalah satuan Dalmas yang tidak dilengkapi dengan alat-alat perlengkapan khusus kepolisian. Menjelaskan pengertian Dalmas. Dalmas Lanjut adalah satuan dalmas yang dilengkapi dengan alat-alat perlengkapan khusus kepolisian. 4.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB III PENGENDALIAN MASSA Kompetensi Dasar : 1. Lapis Ganti adalah kegiatan peralihan kendali dari satuan Dalmas Awal ke Dalmas Lanjut. Menjelaskan Larangan dan Kewajiban Anggota Dalmas. Memilih Cara Bertindak Dalmas. FUNGSI TEKNIS SABHARA 16 . digerakan dalam menghadapi kondisi massa sudah tidak tertib/situasi kuning. 1. Lintas Ganti adalah kegiatan peralihan kendali dari satuan Dalmas Awal ke Dalmas Lanjut.

halaman dan sekitarnya yang digunakan untuk melakukan kegiatan pemerintahan. Kepala Kepolisian Resort Metropolitan Kota (Kapolres Metro) Kepala Kepolisian Kota Besar (Kapoltabes). Lapangan/Lahan Terbuka adalah tempat tertentu yang digunakan sebagai sarana oleh massa dalam melakukan unjuk rasa. di atas permukaan tanah. pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukan bagi lalu lintas. dan gedung-gedung/bangunan lainnya yang digunakan sebagai pusat kegiatan kemasyarakatan secara umum (vital) yang menjadi sasaran unjuk rasa. Kendali Teknis adalah pengendalian oleh pejabat pembina fungsi atau pimpinan pasukan dan atau perwira lapangan di kesatuan masing-masing yang bertanggung jawab atas teknis pelaksanaan tugas semua anggota yang menjadi tanggung jawabnya. Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan. Kapoltabes. Alih Kendali adalah peralihan kendali dari Kapolsek / Kapolsekta / Kapolsek Metro kepada Kapolres / Kapolresta / Kapolres Metro / Kapoltabes. Kepala Kepolisian Sektor Metropolitan (Kapolsek Metro). Kapolres Metro. Kepala Kepolisian Resort (Kapolres). dibawah permukaan tanah dan atau air. Kepala Kepolisian Resort Metropolitan (Kapolres Metro).LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Penanggulangan Huru-Hara yang selanjutnya disebut PHH adalah rangkaian kegiatan atau proses/cara dalam mengantisipasi atau menghadapi terjadinya kerusuhan massa atau huru-hara guna melindungi warga masyarakat dari akses yang ditimbulkan. Kapolsek Metro Kapolres. yang berada pada permukaan tanah. Kapolda yang berwenang mengatur segala tindakan pasukan di lapangan pada lokasi unjuk rasa. kegiatan usaha. jalan lori dan jalan kabel. Kendali Umum adalah pengendalian oleh Kapolda untuk mengatur seluruh kekuatan dan tindakan dalam unjuk rasa pada kondisi di mana massa pengunjuk rasa sudah melakukan tindakan-tindakan melawan hukum dalam bentuk pengancaman. Kendali Taktis adalah pengendalian oleh Kapolsek. Kapolsekta. serta di atas permukaan air. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) untuk mengatur segala tindakan pasukan di lapangan pada lokasi unjuk rasa atau areal tertentu dalam rangka mencapai suatu tujuan. teror. Kendali adalah kegiatan yang dilakukan oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek). termasuk bangunan. Kapolresta. dari Kapolres / Kapolresta / Kapolres Metro / Kapoltabes kepada Kapolda. penyanderaan dan lain sebagainya selanjutnya disebut dalam situasi merah 2. Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta). pencurian dengan kekerasan. kecuali jalan kereta api. pengrusakan. Gedung/Bangunan Penting adalah bangunan bangunan yang meliputi ruangan. penganiayaan berat. pembakaran. intimidasi. Kepala Kepolisian Sektor Kota (Kapolsekta). Dasar Hukum FUNGSI TEKNIS SABHARA 17 .

FUNGSI TEKNIS SABHARA 18 . Penegakkan Hukum untuk prevantif Tindakan tegas. Tujuan dan Sasaran Tujuan Terlayaninya unjuk rasa agar berlangsung dengan tertib. kerugian materil ataupun terganggunya kamtibmas. Sasaran Menjaga dan melayani massa unjuk rasa agar tetap terkendali atau damai dan tujuan tercapai Tidak terpancing oleh provokator atau pihak penyusup. Sesuai prosedur hukum. terukur sebagai langkah terakhir terhadap unjuk rasa yang anarkhis. Larangan dan kewajiban Anggota Satuan Dalmas   b. Menghormati HAM. Mengupayakan tegaknya hukum dan ketertiban demi terpeliharanya kamtibmas. Melindungi dan mengamankan tim negosiator dari desakan massa.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI     3. Undang-undang No 9 tahun 1998 tentang Undang-undang menyampaikan pendapat dimuka umum.       4. Mencegah agar massa penonton tidak memprovokatosi massa unjuk rasa untuk bertindak anarki. Mengutamakan Negosiasi.       5. Tokoh pimpinan massa/Korlap dengan pengendali satuan dalmas masing-masing dapat menjaga atau mengendalikan massanya dan anak buahnya Mencegah agar massa unjuk rasa tidak anarki. Mencegah terjadinya pelanggaran HAM. guna menghindari huru-hara yang dapat menimbulkan jatuhnya korban. a. Prinsip Dasar Pelayanan Unjuk Rasa Unjuk rasa adalah hak Warga Negara sehingga harus dilayani. : 16 Tahun 2006 tanggal 16 Desember 2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa. Pol. Surat Keputusan Direktur Sabhara Polri No Pol: Skep 02/VII/2007 tanggal 30 Juli 2007 Tentang Buku Panduan Pelatiahan Dasar Dalmas.  Peraturan Kapolri No. Undang-undang No 9 tahun 1999 tentang Hak azasi manusia.

Mundur membelakangi massa pengunjuk rasa.   Larangan Bersikap arogan dan terpancing oleh prilaku massa. Keluar dari ikatan satuan/formasi dan melakukan pengejaran massa secara perorangan. Membawa peralatan diluar peralatan dalmas.       6. Melakukan tindakan kekerasan yang tidak sesuai dengan prosedur. Setiap pergerakan pasukan Dalmas selalu dalam ikatan satuan dan membentuk formasi sesuai ketentuan. Kewajiban. Nilai ke Sabharaan jasmani paling rendah 65.             FUNGSI TEKNIS SABHARA 19 . Kemampuan dalam menggunakan peralatan Dalmas. Membawa senjata tajam dan peluru tajam. Sikap netral. Mengucapkan kata-kata kotor. Menghormati Ham dari setiap orang yang melkuakan unjuk rasa. Melakukan perbuatan lain yang melanggar peraturan perundang undangan. Jiwa karsa yang tinggi. Keteguhan hati dan loyalitas tinggi. Patuh dan taat kepada perintah Kepala Kesatuan Lapangan yang bertanggung jawab sesuai tingkatannya. Melayani dan mengamankan pengunjuk rasa sesuai ketentuan.pelecehan seksual perbuatab asusila memakimaki pengunjuk rasa. Dedikasi dan disiplin yang tinggi.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI a. Tetap menjaga dan mempertahankan situasi unjuk hingga unjuk rasa selesai. Penguasaan terhadap pasal-pasal dalam undang-undang yang berkaitan dengan Dalmas. Kemampuan berkomunikasi dengan baik. Kemampuan menilai karakteristik massa secara umum. Kemampuan beladiri. Kemampuan membentuk/mengubah formasi dengan cepat. Persyaratan yang harus dimiliki oleh Satuan Dalmas adalah mempunyai : Mental dan moral yang baik. Melindungi jiwa dan harta benda.       b.

7. Mampu berkomunikasi dengan baik. Mampu menilai karakteristik massa secara umum.2. Kecepatan berkumpul. 7. terdiri atas :  Dan Kompi : 1 orang FUNGSI TEKNIS SABHARA 20 . Mampu menggunakan alsus Water Canon dan alsus Dalmas lainnya dengan baik.1. terdiri atas :         Danton Anggota Caraka Kamerawan Pemadam Api Penembak Gas Unit Anjing Unit Kuda : : : : : : : : 1 30 1 1 2 2 3 3 orang orang orang orang orang orang unit unit 7.2. Kekuatan. Mempunyai ketahanan fisik yang baik. Satuan Peleton Dalmas Awal : 38 orang. Mempunyai dedikasi dan disiplin yang tinggi.            7. Konfigurasi Standar Kemampuan Mempunyai mental yang baik. Trampil membentuk/merobah Formasi dengan cepat. terdiri atas : Danton Anggota Caraka Kamerawan Petugas Tali Dalmas Negosiator : : : : : : 1 30 1 1 2 3 orang orang orang orang orang orang 7. Trampil dalam menggunakan peralatan Dalmas. mampu naik dan turun kendaraan dengan tertib.2 Satuan Peleton Dalmas Lanjut : 37 orang.21       Kemampuan menggunakan kendaraan taktis pengurai massa dan alat khusus Dalmas lainnya dengan baik.3 Satuan Kompi Dalmas Awal : 116 orang.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   7.2. Mempunyai keteguhan hati dan loyalitas tinggi. Kemampuan naik-turun kendaraan dengan tertib dan kecepatan berkumpul. Mempunyai kemampuan bela diri.

meliputi: FUNGSI TEKNIS SABHARA 21 .2.4 Satuan Kompi Dalmas Lanjut: 138 orang.5 Satuan Pendukung             8. Satuan Penindak Sabhara. Fungsi Binamitra. Fungsi Reskrim. Manajemen Dalmas Tahap persiapan Membuat surat perintah Mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang massa pengunjuk rasa yang akan dihadapi. 8.1.2. terdiri atas :              Dan Kompi Wadan Kompi Dan Ton Caraka Kamerawan Penembak Gas Air Mata Pemadam Api Pok Rantis Pengurai Massa Pok Rantis Penyelamat Pok Kawat Penghaang Massa Anggota Unit Anjing Unit Kuda : : : : : : : : : : : : : 1 1 3 4 5 6 6 8 4 10 90 10 10 orang orang orang orang orang orang orang orang orang orang orang unit unit. Fungsi Lalu Lintas Fungsi Pol Air Fungsi Pol Udara Fungsi Propam Fungsi Keslap Fungsi Humas Fungsi Telematika Fungsi Logistik. a. b. Fungsi Intelejen.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI        Wadan Kompi Dan Ton Caraka Kamerawan Petugas Tali Dalmas Anggota Negosiator : : : : : : : 1 3 4 5 2 90 10 orang orang orang orang orang orang orang 7. 7.

Tahap pelaksanaan 8. Helm. Rompi Dalmas.      i. Pemadam Api.2. Tameng fiber. Tempat dan Rute diadakannya Unras. e. Langkah Pelayanan Unras sesuai eskalasi (Damai. Melaksanakan Latihan perorangan / Satuan dan Peralatan : Peran komunikasi Negosiator.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI     c. Bukan untuk memukul. g.  Sat Dalmas dengan Alat (Tongkat “T”. Pelindung Tangan. Pimpinan / Penanggung jawab Unras. Sat Dalmas tanpa alat (Posisi Tangan Berkait Formasi   8. Menyiapkan kekuatan cadangan untuk antisipasi massa bertambah banyak. d. komunikasi. Nama organisasi Unras. Formasi Dasar dan Satuan.      8. Pemberdayaan Satwa ( merupakan Kuat Pendukung Dalmas) Water Canon / RPM. Waktu. Pelindung Kaki. Anarkhis) Peralatan Dalmas (Pemadam Api. Memberi APP kepada seluruh anggota yang terlibat tugas pengendalian massa : Satuan dalmas dilarang membawa senjata tajam atau senjata api. Membuat system komunikasi ke seluruh unit satuan polri. Membuat pos komando lapangan yang dekat dengan lokasi unjuk rasa tetapi tersembunyi. f. transportasi.2 Langkah-langkah Kegiatan FUNGSI TEKNIS SABHARA 22 . Police Line (Jarak dengan Massa Min 10 M) Tim Negosiator. Cek perlengkapan perorangan/satuan. h. Handy Cam). Satuan Dalmas bergerak dengan atas perintah Komandan dan dalam ikatan satuan. Menyiapkan pasukan dalmas sebelum massa pengunjuk rasa mendahului datang ke obyek yang dituju. Ketahanan phisik dan mental. Menyiapkan perlengkapan.2.2. Tidak tertib/Arogan. Anggota Dalmas dilarang berdebat dengan massa (diserahkan Tim Negosiator). Maksud dan Tujuan serta Thema Unras.1 Formasi Sat Dalmas    bersaf). Handy Cam. Alkom) Formasi bersaf. Water Canon / RPM. Penggunaan Tongkat “T’ hanya untuk mendorong massa. Megaphone. dan logistik serta dokumentasi.

Pembubaran merupakan kegiatan atau tindakan.     h. Arah. i. g. tetapi jaga sikap. Penangkapan terhadap provokator dan pelaku tindak pidana. bila massa mengganggu kamtibmas. b. Tanyakan surat pemberitahuan kepada pimpinan massa dari Polri dan beritahukan kewajiban yang harus dipatuhi selama berunjuk rasa.       e. Satuan dalmas jangan sekali-kali berdiskusi atau membantah issu yang diangkat oleh massa pengunjuk rasa. Penangkapan oleh unit Intel sesuai prosedur yang berlaku. d.     k. Satuan Dalmas lintas ganti dengan PHH Brimob apabila unjuk rasa berubah menjadi huru-hara / anarkis. Liputan photo/video/HandyCame harus mencakup proses unjuk rasa begitu pula rekaman aksi dan kata-kata yang diucapkan oleh pimpinan massa. Jelaskan undang-undang yg berlaku bagi pengunjuk rasa. tidak terpancing emosi. kerumunan dan tindakan yang mereka lakukan. FUNGSI TEKNIS SABHARA 23 . Tahap penyekatan sementara atau pengalihan rute melaksanakan : Tim Negosiator melakukan Negosiasi dengan pimpinan/penanggung jawab massa pengunjuk rasa. jaga ketertiban dan keutuhan formasi. Pamplet dan Transportasi yang digunakan untuk Unras. Menutup gerakan massa yang menuju ke arah berbahaya. Individu yang bertindak diluar kewajaran Semua alat . Satuan Dalmas menutup Pam Obyek Vital dan tempat-tempat yang berada di sekitar unjuk rasa. jangan mengancam/menggertak. Pengawalan : Massa dapat dibubarkan dan situasi dapat dikendalikan. j. Gunakan kamera photo/video/HandyCame untuk meliput : Massa Unras utamanya pimpinan massa. c. Hindari kontak fisik. l. masa diarahkan di tempat aman dengan kawalan satuan dalmas. Satuan Dalmas melakukan penyekatan sementara dengan memasang Police Line antara Massa Unras dan Pasukan Dalmas/pengalihan route terhadap massa agar tetap tertib ditempat yang sudah ditentukan atau menghindari massa yang tidak sepadan. merupakan tahap awal dari pengendalian massa. Jelaskan sikap dan kebijakan Polri terhadap massa. tetap bertahan pada formasi yang telah ditentukan. Pembubaran massa : Membubarkan massa dengan mendorong apabila negosiator gagal/tidak ada kesepakatan. dilakukan dengan formasi bersaf. m. Satuan Dalmas tetap menunjukan sikap yang ramah.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI a.  Adakan peninjauan lapangan Gunakan rute terdekat untuk menuju sasaran Tahap isolasi. f.

2. Cek keutuhan personil dan peralatan  FUNGSI TEKNIS SABHARA 24 .. Massa diberi pengarahan untuk kembali dengan tertib ke tempat masing-masing.3 Dinamika Operasional Sat Dalmas.    b. Petugas pemasang Police Line tetap menjaga keutuhan Police Line. Petugas Handy Cam selalu mengikuti / merekam jalannya unjuk rasa. Situasi Tidak Tertib / Arogan Menarik Police Line. Tim Negositor menyambut kedatangan massa dan melakukan kegiatan Negosiasi Sat Dalmas tanpa alat melapis dengan formasi bersaf dibelakang Negosiator dengan sikap siaga.       c. Provokator / pelaku tindak pidana dibawa ke komando. Lakukan pendorongan massa seperlunya bila situasi massa berkembang memanas. Negosiator dibelakang Dalmas Tanpa Alat. 8.  Adakan penjagaan dititik kumpul massa dan lakukan pengawalan disepanjang perjalanan menuju lokasi unjuk rasa dan pilihkan rute yang lancar dan aman. Upayakan tidak sampai Anarkhis. Petugas Handy Cam harus selalu merekam / mengambil gambar sepanjang terjadinya unjuk rasa. a.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   n.    8. Tim Negosiator dan Dalmas Tanpa Alat menutup lambung kanan / kiri dibelakang Dalmas Pakai Alat. Pengawalan dilaksanakan oleh petugas di depan dan di belakang rombongan massa.  Tahap pengakhiran Konsolidasi Mengumpulkan kembali satuan dalmas yang terlibat dalam tugas pengendalian massa. Situasi Anarkhis Lakukan Lintas ganti dengan PHH Brimob. lakukan Negosiasi lanjut. Dalmas Tanpa Alat dan Dalmas Pakai Alat menutup lambung kanan /kiri dibelakang PHH Brimob.3 a. Situasi damai. Menarik mundur Tim Negositor. Lakukan Lintas Ganti dengan Dalmas Pakai Alat.

FUNGSI TEKNIS SABHARA 25 .    c. Data korban dipihak petugas maupun dipihak massa.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  b. Mengoreksi tindakan yang sesuai dengan prosedur. Ucapkan terima kasih atas tugas yang telah dilaksanakan. Pelaporan Membuat laporan tentang pelaksanaan tugas pengendalian massa. Kaji ulang ( “ Wash Up”) Perlu dievaluasi tentang pelaksanaan tugas yang telah dilaksanakan dan cara bertindak di lapangan.

3. Menjelaskan Pengertian Penjagaan. 9. Menjelaskan Sasaran Penjagaan. Menerapkan Tugas Penjagaan dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Menjelaskan Bentuk-Bentuk Penjagaan. Pol : Skep/262/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang Penjagaan. pengayoman dan pelayanan dalam rangka memelihara keselamatan jiwa dan keamanan harta benda Penjagaan Markas atau perkantoran adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk menjaga keamanan Markas atau perkantoran yang menjadi tanggung jawabnya. 7. Melakukan Serah Terima Tugas Jaga. 2. Skep Kapolri No. Penjagaan obyek tertentu lainnya adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk memberikan keamanan terhadap obyek tertentu lainnya. 6. Menjelaskan Peranan Penjagaan. Menjelaskan Tugas Penjagaan. Melakukan Pengawasan Pengendalian Penjagaan. Peraturan Kababinkam Polri No. 4. Pengertian Penjagaan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk memberikan perlindungan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB IV MANAJEMEN PENJAGAAN Kompetensi Dasar : 1. Dasar   UU NO. Menjelaskan Konfigurasi Standar Penjagaan. diharapkan peserta didik dapat : 1. 5. Indikator Hasil Belajar : Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab IV. 09 Tahun 2009 tanggal 31 Desember 2009. 1. Menjelaskan Tujuan Penjagaan. 2. Memahami Tugas Penjagaan dalam pelaksanaan tugas kepolisian. tentang Penjagaan  FUNGSI TEKNIS SABHARA 26 . Melakukan / Membuat Rencana Kegiatan Penjagaan. 2 Tahun 2002. 2. Penjagaan tahanan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk memberikan perlindungan dan pengawasan terhadap tahanan dalam pelaksanaan proses hukum. 10. 8.

 Penyelesaian perkara ringan / perselisihan antar warga.1. menjaga dan mengamankan keselamatan orang / jiwa raga dan harta benda. pos sementara dan pos bergerak (mobile). antara lain menerima laporan / pengaduan dari masyarakat. Memelihara. memelihara dan menjaga situasi yang mantap.    Tujuan Penjagaan Menciptakan. Pos Polisi dilihat dari sifat. Sampaikan secara cepat dan tepat setiap kejadian segala bentuk kejadian / gangguan kamtibmas yang terjadi di wilayahnya kepada Satuan Tingkat Atas guna mendapatkan petunjuk lanjut. 4. Adalah suatu Pos Polisi yang bersifat permanen dan ada kegiatan Kepolisian yang dilaksanakan sepanjang waktu serta dikukuhkan dengan Surat Keputusan Kapolda. 5. Memberikan pelayanan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3. baik bersifat pos tetap. 5.  Penjagaan markas termasuk penjagaan tahanan dan pengamanan barang bukti.1. terkendali dan dinamis dalam rangka memelihara kamtibmas. sesuai ketentuan Hukum dan Peraturan / kebijakan dalam organisasi Polri. Contoh : Pospol Serpong. Monitor secara aktif setiap saat segala bentuk gangguan kamtibmas yang terjadi pada seluruh jajaran Polri di wilayahnya.  Tugas dan Peranan Penjagaan. Peranan Penjagaan. Tugas Penjagaan Mencegah / menangkal segala bentuk tindak kejahatan / pelanggaran di daerah tanggung jawabnya masing-masing.    4. Pos Jaga Polsek 5.2. Pos Sementara (Taktis) FUNGSI TEKNIS SABHARA 27 . Terpelihara dan terciptanya ketaatan warga negara dan masyarakat terhadap peraturan yang berlaku dalam rangka mewujudkan tegak dan tertib hukum dalam masyarakat.  Pelayanan permintaan bantuan / pertolongan Kepolisian . 4. kegiatan dan tingkat kerawanan. dibagi menjadi : Pos Tetap. Sebagai pintu gerbang pertama memberikan pelayanan kepolisian kepada warga masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk :  Penerimaan dan penanganan pertama laporan / pengaduan.2.

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

Pos sementara adalah pos yang diadakan dalam rangka menghadapi ancaman gangguan dan kegiatan masyarakat yang bersifat temporer, misalnya :  Pos penjagaan hiburan  Pos penjagaan pameran  Pos penjagaan hari raya 5.3. Pos Bergerak (mobile)

Pos polisi yang sifatnya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain dengan menggunakan mobil. Contoh : Patroli R- 4 saat berhenti dapat melakukan pelayanan, pengayoman dan perlindungan terhadap masyarakat. 6. 6.1. 6.2. Konfigurasi standard Nama Satuan : Unit Penjagaan. Kekuatan :

6.2.1 Kualifikasi kemampuan Yanmas TPTKP Proses Tipiring Mengetik/Operasional Komputer Menembak mahir minimal kelas 2 6.2.2 Jumlah Personel Penjagaan menggunakan sistem 3 (tiga) giliran jaga (ploeg/shief) dengan kekuatan personel sebagai berikut : a.   b.   c.   6.3. Polsek, 12 orang terdiri dari : Tiga orang sebagai Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (Ka SPK). Sembilan orang sebagai anggota. Polres, 18 orang terdiri dari : Tiga orang sebagai Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (Ka SPK). 15 orang sebagai anggota. Polda, 63 orang terdiri dari : Tiga orang sebagai Ka Unit. 60 orang sebagai anggota. Peralatan dan Perlengkapan

6.3.1 Umum a. Gampol yang berlaku sesuai ketentuan.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

28

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

b.        c.   d.     e.   

Perlengkapan perorangan Sabhara Polri terdiri dari : Sabuk Sabhara Selempang Pet Tongkat "T" Borgol Peluit Tanda Kewenangan Persenjataan Revolver untuk seluruh anggota. Senjata panjang. Kendaraan RanmorR2 Ranmor R4 Pengangkut personel. Pengangkut tahanan. Alkom Telephone. Handy Talky/HT. Megaphone.

 

6.3.2 Khusus Sabhara Kit TKP Kit 6.3.3 Buku-buku yang harus ada di penjagaan

    

       

Buku Jadwal dan Mutasi Penjagaan. Buku Induk / Register Laporan Polisi. Buku Induk/Register Surat T anda Penerimaan Laporan. Buku Induk / Register Pengiriman Berita / Laporan Kejadian Peristiwa Gangguan Kamtibmas dari Polsek ke KOD (Polres/ta/tabes). Buku Induk / buku Register Penerimaan dan Penerusan/ Pengiriman Berita/Laporan Kejadian Gangguan Kamtibmas (dari KOD s/d ke Mabes Polri secara berjenjang). Buku Induk / Register Situasi Umum Harian Gangguan Kamtibmas. Buku Daftar Tahanan. Buku Mutasi Tahanan. Buku Berobat Tahanan. Buku Barang / Milik / Titipan Tahanan. Buku Makanan Tahanan. Buku Besuk / Mengunjungi Tahanan. Buku Kontrol Tahanan.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

29

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

          

Buku Bon / Pinjam Tahanan untuk kepentingan Pemeriksanaan. Penyidikan. Buku Induk/Register Permintaan Visum et Repertum. Buku Barang Bukti. Buku Tamu. Buku Supervisi dari Pimpinan / Satuan Tingkat Atas. Buku Kecelakaan Lalu Lintas. Buku Barang Inventaris Penjagaan. Buku Alamat/No. Telp Pejabat Penting. Buku Daftar Pencarian Orang (DPO) dan Daftar Pencarian Barang (DPB). Blanko-blanko : a. Permintaan Visum et Refertum. b. Laporan Polisi / Kejadian. c. Tanda Penerimaan Laporan / Pengaduan. d. Tipiring e. Lain-lain sesuai kebutuhan. 7. 7.1. Tujuan dan Sasaran. Tujuan

Terpeliharanya keamanan personel, tahanan dan instalasi kesatuan dan obyek tertentu lainnya yang dijaga. 7.2. Sasaran

7.2.1 Penjagaan Markas  Penjagaan Keamanan, keselamatan dan kenyamanan personel Polri dan tamu.  Keamanan materiil markas.  Ketertiban dan kelancaran kegiatan dinas di markas. 7.2.2 Penjagaan Tahanan  Jumlah tahanan.  Keselamatan tahanan.  Ketertiban dan kebersihan ruang tahanan.  Keamanan barang milik tahanan. 7.2.3 Penjagaan obyek tertentu lainnya.  Keamanan, keselamatan dan kenyamanan personel.  Keamanan materiil  Ketertiban dan kelancaran kegiatan 8. Manajemen Penjagaan

Kegiatan penjagaan meliputi : Penjagaan markas, Penjagaan tahanan dan Penjagaan kegiatan masyarakat / obyek khusus 8.1. Penjagaan Markas 8.1.1 Tahap Persiapan

FUNGSI TEKNIS SABHARA

30

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

   

 

Setengah jam sebelum dimulai giliran tugas jaga, maka petugas jaga baru sudah siap di tempat jaga. Pemeriksaan ruang jaga dan ruang tahanan. Pemeriksaan kerapihan meliputi ; sikap tampang, perlengkapan dan persenjataan. Menerima/meminta informasi dan mempelajari tugas-tugas yang telah dilakukan oleh petugas jaga lama, memperhatikan petunjuk-petunjuk dan perintah-perintah dari pimpinan. Melaporkan kepada Biro Operasional / Bagian Operasional / SPK. Ka Jaga memberikan AAP kepada anggotanya.

8.1.2 Tahap Pelaksanaan Penjagaan Markas pada prinsipnya di bawah tanggung jawab Ka Jaga Adapun kegiatan-kegiatan penjagaan antara lain : a. Membuat jadwal tugas-tugas penjagaan dan mengisi buku mutasi sesuai perintah. b. Melaksanakan dinas jaga sesuai jadwal tugas penjagaan, termasuk penugasan anggota jaga untuk menaikkan dan menurunkan bendera merah putih pada pukul 06.00 dan pukul 18.00 setempat. c. Memukul lonceng setiap jam sekali, selama 24 jam dan ditulis dalam buku mutasi penjagaan dengan tinta warna merah. d. Dalam pelaksanaan tugas jaga Markas agar memperhatikan dan meneliti secara khusus hal-hal sebagai berikut :  Buku-buku dan blanko yang hams ada di penjagaan.  Isi kotak PPPK/PPGD dan alat pemadam kebakaran.  Papan pengumuman, turunan/petikan dari peraturanperaturan / instruksi-instruksi konsignes.  Kebersihan dan ketertiban ruang jaga, ruang tahanan dan kamar mandi/WC.  Dalam hal pengamanan senjata api beserta amunisi yang tidak digunakan, agar senjata api dalam keadaan kosong dan disimpan dalam lemari / rak senjata yang terkunci, tetapi mudah dijangkau apabila sewaktu-waktu diperlukan.  Menjaga dan memelihara barang-barang inventaris yang dipertanggung jawabkan pada penjagaan seperti : kebersihan senjata api, kebersihan dan kerapihan buku-buku penjagaan.  Perhatikan ketentuan cara menerima/mengirim berita telepon.  Selama melaksanakan tugas penjagaan maupun sedang dalam istirahat agar tetap memperhatikan kesiapsiagaan.  Melaksanakan pengawasan terhadap situasi Markas dan sekitarnya.  Menjaga, memelihara dan mengawasi serta mengatur keluar masuknya barang bukti, barang titipan dan barang temuan yang menjadi tanggung jawab petugas jaga, agar tetap utuh dan tidak rusak serta dicatat dalam buku Mutasi.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

31

Di Mabes Polri oleh petugas Satuan Pengamanan dan Protokol (Satpamprot) Denmabes Polri.  Membuat laporan pelaksanaan penjagaan sesuai sasaran penjagaan.1 Tahap Persiapan. 8.  Ka Jaga melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya baik secara lisan maupun tertulis dalam buku mutasi atau blanko laporan kepada Pa Siaga/Pamapta/Bamapta.2. 8. berobat). Bagi anggota yang mendapat giliran istirahat memanfaatkan waktu istirahat di tempat yang sudah ditentukan.  Di Polda oleh Satuan Pengamanan dan Protokol (Satpamrot) Denma Polda.1. Dalam pelaksanaan tugas jaga markas agar senantiasa diadakan koordinasi dengan petugas jaga instansi lain. Mencatat dalam buku mutasi setiap kejadian dilingkungan tanggung jawabnya.2.  Di Polsek/ta oleh Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK).2 Penjagaan tahanan dilakukan oleh anggota jaga dengan pengaturan sesuai jadwal tugas jaga tahanan. FUNGSI TEKNIS SABHARA 32 .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI       Memberikan pelayanan kepada masyarakat yang memerlukan bantuan. Melaksanakan was. Seluruh kegiatan yang dilakukan oleh anggota jaga dicatat dalam buku mutasi penjagaan.3   Penjagaan tahanan ditujukan terhadap: Kondisi tahanan antara lain kesehatannya. Aktivitas tahanan (keluar masuk. Penjagaan Tahanan 8. olahraga. proses pemeriksaan. pertolongan dan informasi serta menyiapkan ruang tunggu tamu.  Di Polres/ta oleh Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK).  Memeriksa/cheking kekuatan/anggota jaga. besuk tahanan.3 Tahap Pengakhiran (pengawasan dan pengendalian) Kegiatan konsolidasi dari masing-masing sasaran dalam penjagaan/kesatrian :  Dilaksanakan setelah kegiatan penjagaan selesai dengan melakukan apel selesai tugas. 8. pengamatan dan pengecekan di lingkungan markas & memeriksa pintu-pintu kantor apakah sudah terkunci atau belum terutama di luar jam kantor atau malam hari termasuk adanya anggota yang lembur.2.  8.2.  Memeriksa/cheking perlengkapan anggota jaga.

Pada saat petugas jaga tahanan masuk ke dalam kamar tahanan ada kemungkinan tahanan sewaktu-waktu memperdaya. Pelaksanaan tugas jaga tahanan apabila sewaktu-waktu masuk ke dalam ruang tahanan. senter malam hari) dan Iain-lain yang diperlukan. Kondisi rumah tahanan antara lain kebersihan dan 8. b.4 Mengecek kelengkapan (senjata api.   c. melemahkan atau merampas peralatan/senpi petugas jaga tahanan yang selanjutnya bertindak untuk melarikan diri. kondisi fisik setiap tahanan.2. Serah terima tugas jaga tahanan agar dicatat dalam buku mutasi penjagaan selengkap-lengkapnya.  Upayakan maksimal pengawasan / penjagaan selama 1 s/d 2 jam atau disesuaikan dengan kekuatan personil petugas jaga.6 Sebelum serah terima jaga tahanan.2.  Awasi lingkungan dalam dan luar ruang tahanan secara ketat dan teliti. 8. SPP serta halhal lain sehubungan dengan penyerahan dari petugas lama.  Pelaksanaan tugas pada saat serah terima jaga tahanan : Petugas jaga lama menyerahkan tugas jaga/pengawasan tahanan dengan lengkap dan informasikan hal-hal yang perlu diperhatikan oleh petugas yang baru. anggota jaga lama dan baru mengadakan pemeriksaan :  Jumlah tahanan.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 33 . barang-barang milik tahanan yang dititipkan. diatur sebagai berikut :  Buat jadwal.  Catat dalam buku mutasi apabila ada kelainan/penyimpangan dari pada tahanan dan situasi sekitar ruang tahanan serta dibuat laporan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  kelengkapannya.5 Anggota jaga tahanan harus mengetahui jumlah dan keadaan tahanan dari daftar tahanan yang ada (pada buku dan papan tahanan).  Mencocokan daftar tahanan dan mengadakan pemeriksaan kondisi ruang tahanan.2.  Lakukan tindakan tepat. Untuk menghidari perbuatan yang merugikan Polri tersebut.7 Tahap Pelaksanaan a. siapa yang bertanggung jawab pada jam-jam tertentu.2. keadaan tahanan. tegas. cepat dan benar terhadap penyimpangan-penyimpangan dari tahanan. Petugas Jaga Tahanan. pemberontakan. 8. Petugas yang baru mengecek jumlah tahanan. menyandera atau melakukan perbuatan yang merugikan Polri. 8.  Adakan penjagaan dan pengawasan secara ketat terhadap tahanan.

4. e.  Kekuatan petugas yang masuk dalam ruang tahanan disesuaikan dengan jumlah tahanan.  Petugas yang masuk ke dalam ruang tahanan hendaknya mengambil posisi taktis yang menguntungkan dalam arti sewaktuwaktu mudah melumpuhkan gerakan tahanan yang membahayakan. Apabila terjadi kelalaian atau kesengajaan dari petugas tahanan yang mengakibatkan matinya tahanan atau melarikan diri.  Keluar dan masuknya tahanan hendaknya diatur secara bergilir sesuai dengan kepentingan. 2. Petugas jaga tahanan harus dapat mengetahui tahanan mana yang perlu diwaspadai dan memerlukan perhatian khusus.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI diatur cara-cara pengamanan sebagai berikut : 1.  Jarak masing-masing petugas tersebut diatur sedemikian rupa sehingga dapat mengamankan petugas lainnya agar : Memberikan peringatan bila terjadi bahaya. Petugas pertama yang memasuki ruang tahanan. menyapu halaman/lantai kotor.  Dilarang membuka kamar tahahan pada malam hari.     Petugas jaga tahanan dilarang Meminta uang/ barang/ jasa apapun dari tahanan atau keluarga yang datang menjenguk Menyuruh bekerja seperti membersihkan kendaraan.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 34 . Memudahkan petugas untuk saling membantu. Sikap petugas jaga tahanan Petugas jaga tahahan tidak boleh lengah dan harus selalu waspada. Mengamankan situasi secara bersamasama. Pada prinsipnya petugas yang memasuki ruang tahanan minimal 2 orang petugas : 3. penganiayaan ataupun menyakiti hati tahanan. d. maka petugas jaga tahanan dan pimpinan 2 (dua) tingkat di atasnya dikenakan tuntutan sesuai peraturan yang berlaku. Melakukan ancaman. Petugas kedua mengawasi gerak-gerik tahanan dalam rangka mengamankan petugas yang masuk ke dalam ruang tahanan.

Setiap tahanan yang ditahan di Ruang Tahanan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI    f. Tahanan harus dilengkapi dengan Surat Perintah Penahanan (SPP) yang ditanda tangani oleh Penyidik. korek api. pasal/kasus yang dilanggar. diketahui oleh tahanan dan petugas dengan membubuhi tanda tangan. jenis kelamin.  Petugas jaga tahanan yang melalaikan tugasnya atau karena kesalahannya menyebabkan seorang tahanan melarikan diri. apakah ada tanda-tanda penganiayaan atau tidak. FUNGSI TEKNIS SABHARA 35 . Catat tahanan dalam buku daftar tahanan dancatat dentitas yang menyerahkan dalam laporan pelaksanaan tugas jaga. Papan tahanan ditaruh di ruang jaga tahanan agar tidak terlihat oleh umum. anak-anak dan orang dewasa Tahanan selama dalam Ruang Tahanan      g. agar diamankan oleh petugas jaga. Periksa barang-barang tahanan.  Kepala jaga bertanggung jawab terjadinya tahanan yang dianiaya oleh sesama tahanan. Penyimpanan barang berharga diupayakan dititipkan di brankas. obeng. harus dimasukan dalam sampul dan disegel serta disaksikan oleh pemilik. Masukan tahanan dalam Ruang Tahanan dan dipisahkanan antara laki-laki dan perempuan. Memberikan pembinaan dan pelayanan yang baik agar sekeluarnya dari ruang tahanan yang bersangkutan tidak merasa sakit hati/dendam kepada anggota Polri. agar dicek kesehatannya dengan minta bantuan tenaga medis. seperti : benda tajam/sejenisnya.    Harus Etis. umur. Pada saat menerima tahanan periksa kondisi tahanan. Semua barang milik tahanan dicatat secara rinci dalam Buku Register Barang Titipan Milik Tahanan. apabila nyata-nyata ada bekas penganiayaan. Open / Correct dan jangan arogan. maka petugas jaga harus meminta VER ke rumah sakit dengan dibuat Berita Acara Penerimaan dan Penyerahan Tersangka kemudian dilaporkan kepada atasan agar apabila terjadi sesuatu (mati) hal tersebut dapat dipertanggung jawabkan. catat dalam buku penerimaan tahanan. Tanggung jawab terhadap tahanan. tali. SPP harus diperlihatkan kepada tahanan dan setelah ditandatangani simpan dalam kotak SPP yang tersedia di ruang jaga tahanan dan melekat di dinding. perpanjangan penahanan dari jaksa serta pengadilan. Apabila ada barangbarang berharga (uang. tanggal dimulainya penahanan. Catat di papan tahanan : nama. ikat pinggang. Dibina dan diarahkan setelah mereka bebas dapat membantu tugas Polri. kamar No. dapat dikenakan hukuman menurut ketentuan hukum yang berlaku. kikir atau benda-benda yang dapat diubah menjadi benda yang membahayakan tahanan atau dapat merugikan petugas. SPP. perhiasan) milik pribadi tahanan. Tahanan sebelum dimasukan dalam Ruang Tahanan.

 Apabila penjenguk membawa barang atau makanan dan minuman periksa makanan dan minuman seteliti-telitinya disaksikan oleh penjenguk.  Koordinasikan FUNGSI TEKNIS SABHARA 36 . demikian pula barang yang dibawa pulang oleh penjenguk. datangkan dengan seijin pimpinan sesuai dengan permasalahan sakitnya tahanan yang dihadapi.  Apabila ada Dokter Polisi.  Pakaian atau barang lain sebagai pengganti agar diperiksa sampai dengan lipatan-lipatan jahitan.00 s/d 11.  Apabila tahanan dalam jumlah banyak perhatikan pengamanan-nya dengan ketat dan siapkan pengawal yang cukup.00 Hari Biasa pukul 14.  Waktu menjenguk dibatasi. pisau. namun keamanan harus terjamin).  Dikawal pulang dan pergi oleh petugas (bukan petugas jaga tahanan).LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Menjenguk tahanan.00 s/d 15. Tahahan Sakit  Berobat jalan (ke Poliklinik atau ke Rumah Sakit).  Penentuan dirawat di rumah sakit didasarkan keputusan dokter yang memeriksa tahanan tersebut dan di jaga oleh petugas yang ditunjuk oleh Kasatwil.  Tahanan tidak diperbolehkan merokok di ruang tahanan. kemungkinan diselipkannya obat-obat terlarang.  Ijin menjenguk hanya dapat diberikan oleh Pa Siaga/Pamapta/ Bamapta serta dicatat dalam mutasi tugas.  Dilarang memberikan obat nyamuk bakar dan sejenisnya. kunci. korek api.  Dirawat di rumah sakit.30  Tempat menjenguk di tempat yang telah disediakan atau tempat di sekitar ruang jaga (disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat.  Dicatat dalam Buku Berobat Tahanan.  Makanan dan minuman agar dicicipi oleh pengunjung/ pembawa untuk menghindari adanya racun. Apabila terdapat benda tersebut maka penjenguk dibatalkan dan adakan pemeriksaan oleh petugas.  Hari Minggu pukul 09. benda-benda berbahaya seperti obeng.  Apabila jaraknya jauh usahakan dibawa dengan ranmor roda empat atau kendaraan tahanan. gergaji besi atau alat-alat lain yang dapat merugikan.

Olah Raga  Hari olah raga yaitu hari Senin. FUNGSI TEKNIS SABHARA 37 .  Catat kejadian tersebut dan laporkan kepada Pa Siaga/ Pamapta/ Bamapta.  Redakan/hentikan.  Apabila tahanan banyak agar digilir secara berkelompok dan masing-masing kelompok 30 menit. penganiayaan. keracunan dan sejenisnya maka Kasatwil harus meminta VER jenazah ke Rumah Sakit.  Utamakan lebih dahulu kepentingan pemeriksaan daripada olah raga.  Adakan pembinaan sehingga tidak terulang lagi atau dapat rukun kembali.00 s/d 08.  Tempat di ruang jemur tahanan (tidak boleh keluar pagar / tembok tahanan). yaitu pukul 06.  Dipimpin oleh anggota petugas jaga tahanan dan anggota lainnya mengawasi dengan siapa. sembahyang dan makan. Berkelahi Pisahkan penempatan Tahahan berkelahi / membuat keributan. Mandi Sehari dua kali.  Tanggung jawab masalah di Polsek oleh Kapolsek di Polres oleh Ka/Waka Polres di Mapolwil oleh Kabag Sabhara di Polda oleh Dir Sabhara untuk meredakannya.00 s/d 07. Tahanan meninggal dunia di Ruang Tahanan.  Keributan. Jum'at sekitar pukul 08.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  penempatannya dengan kepala/petugas rumah sakit setempat.  Cari/dapatkan tahanan yang memimpin / mempengaruhi terjadinya keributan serta diperiksa oleh unsur Intelpol untuk mengetahui latar belakang maupun sebab-sebabnya.00 untuk pagi dan 16. 1.Apabila tahanan meninggal dunia di Ruang Tahanan yang disebabkan karena bunuh diri. Diatur secara bergiliran satu persatu oleh petugas jaga.  Apabila meluas dan terus menerus bunyikan alarm tanda bahaya serta siapkan bantuan petugas lain untuk memberikan bantuan pada petugas jaga tahanan. Rabu.  Mandi. kamarnya. setelah selesai usahakan dapat diberikan minuman manis.00 untuk sore.00 s/d 17.  Pisahkan tahanan tersebut dan laporkan segera kepada Kasatwil.45.  Periksa oleh petugas jaga lainnya (bukan petugas jaga tahanan) untuk mengetahui sebab terjadinya perkelahian.

demikian pula dalam register tahanan dicatat bahwa dengan dasar SPP tahanan telah dikeluarkan.  Diusahkan agar tahanan titipan dipisahkan dengan tahanan setempat. Pengeluaran/penangguhan tahanan.  Sebelum dan sesudah tahanan dipindahkan agar kondisi fisik tahanan diperiksa dan dicatat dalam buku Register Tahanan serta diketahui oleh si peminjam. setelah tahanan masuk kembali ke Ruang Tahanan.  Laporkan kepada FUNGSI TEKNIS SABHARA 38 . Tahanan dititipkan dan tahanan di rawat di rumah sakit. apabila terjadi perubahan kondisi fisik tahanan agar dibuat Laporan Polisi untuk dibuat proses lebih lanjut.  Barang titipan milik tahanan agar dikembalikan kepada tahanan dan dicatat dalam Buku Register Barang Titipan Tahanan.  Maksimal batas penitipan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Tahanan Titipan.  Yang berhak meminjam tahanan minimal Kepala Jaga dengan persetujuan Pa Siaga/Pamapta/ Bamapta. Makan.  Catat berapa lama tahanan dipinjam.  Prinsip perlakuan dan pengamanan tahanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. keamanan tahanan menjadi tanggungjawab penyidik / penyidik pembantu yang meminjam.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 2. Tempat di ruang kamar tahanan masing-masing. Peralatan makan digunakan dari plastik atau dibungkus. Sembahyang Dilaksanakan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.  Identitas tahanan dalam daftar papan tahanan dihapus.  Tahanan dapat dikeluarkan untuk penangguhan penahanan berdasarkan Surat Perintah Pengeluaran Tahanan (SPPT) atau Surat Pengalihan Jenis Tahanan yang ditandatangani oleh Kasatwil.  Bon tahanan dikembalikan.  Selama dalam pemeriksaan. tidak boleh dari logam/kaca dan setelah selesai makan segera dikeluarkan dari dalam kamar tahanan.  Yang berhak meminjam tahanan hanya penyidik/ penyidik pembantu dengan diketahui oleh Ka Jaga. - Kamar mandi yang digunakan yang ada di ruang tahanan. 3. Bon / peminjaman tahanan untuk pemeriksaan. Sehari dua kali makan yaitu makan menjelang siang dan malam (sesuai jatah).  Peminjaman tahanan harus dengan bukti peminjaman. 1.  Catat identitas tahanan rnaupun yang menitipkan dalam Buku Register Penitipan Tahanan.

Usahakan dalam kamar yang rapat dan tersendiri.  Jumlah tahanan dalam masingmasing kamar disesuaikan dengan kamar yang ada.  Kebersihan ruang tahanan dibebankan kepada masing-masing tahanan. Obyek Penjagaan : FUNGSI TEKNIS SABHARA 39 .  Pengaturan ruang tahanan dipisahkan antara laki-laki dan perempuan. Menjenguk pasien tahanan disesuaikan dengan prosedur menjenguk tahanan dan atau atas seijin Kasatwil.  Kamar-kamar tahanan hendaknya diberi nomor. 1 lagi dihubungkan dengan tempat tidur atau menggunakan lebih dari 1 pasang borgol.  Menjaga kebersihan ruang tahanan antara lain tidak boleh membuat tulisan atau gambar pada tembok/dinding tahanan yang ada  Mentaati perintah-perintah dinas yang telah ditentukan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Kasatwil.   Tahap Persiapan Penyiapan Surat Perintah Penugasan. Penjagaan Kegiatan Masyarakat a. 8.  Kamar tahanan dipasang penerangan.   h. 2  Tahanan ditahan di rumah sakit. Kewajiban tahanan :  Mentaati peraturan-peraturan tahanan yang berlaku.2. Pengaturan ruang tahanan. anak-anak dan orang dewasa. agar tahanan diborgol dengan cara 1 borgol dipergelangan kaki.8. Jaga dengan ketat untuk mencegah resiko melarikan diri.  Menjaga ketertiban dan keamanan dalam ruang tahanan. Pengaturan ruang tahanan dan kewajiban tahanan.

2. Mengadakan koordinasi dengan unsur-unsur pengamanan lainnya yang ada di lokasi tanggung jawabnya. 3. 2. Mengadakan koordinasi dengan Mako.  Tahap pelaksanaan Pembagian tugas sesuai obyek yang dijaga. Petugas jaga hams sudah siap di lokasi penjagaan satu jam sebelum acara / kegiatan masyarakat dimulai.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 40 . 4. 10. 9. Memeriksa/cheking kelengkapan dan perlengkapan anggota jaga. 3. Mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). 1. Melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian (TPTK). (Vide Skep Kapolri tentang Petunjuk Kegiatan TPTK). 6. 7. 5. Jumlah masyarakat yang hadir dan jenis kegiatan yang akan dijaga. Memeriksa/checking kekuatan anggota jaga. keramaian umum Penjagaan pada tempat/acara kunjungan pejabat / kegiatan pemerintah dan masyarakat lainnya. Lamanya kegiatan. Melakukan penjagaan pada titik-titik rawan.        c. b.  Pa Siaga / Ka SPK / Ba SPK menentukan kerawanan kegiatan masyarakat dimaksud dengan memperhatikan : Tempat yang akan dijaga dan diamankan. Mengecek kesiapan peralatan dan kelengkapan yang digunakan untuk melaksanakan tugas jaga. Tokoh/pejabat yang hadir. Menyiapkan administrasi pelaporan. Membuat laporan Pelaksanaan penugasan sesuai sasaran penjagaan. Jenis ancaman dan gangguan yang mungkin timbul. 4. pesta. 3.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 1. Penjagaan tempat pertandingan olah raga. Melaksanakan kaji ulang pelaksanaan gas. Penjagaan di tempat-tempat musibah / bencana alam. Memberikan AAP kepada anggota yang akan melaksanakan jaga sementara. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas baik lisan maupuntertulisdalambuku mutasi atau blanko laporan kepada Pa Siaga/ Pamapta/Bamapta. Penjagaan tempat diadakannya perayaan. Penyiapan kekuatan yang akan dilibatkan. Tahap Pengakhiran Melaksanakan apel koordinasi setelah kegiatan penugasan selesai. berdasarkan kerawanan di atas dan kemampuan personel sesuai sasaran penjagaan yang dihadapi. lainnya. 1. Menerima laporan/pengaduan. 8. 2.

diharapkan peserta didik dapat : Menjelaskan Pengertian Patroli. 5. Menjelaskan Tujuan Patroli. Indikator Hasil Belajar 1. Menjelaskan Peranan Patroli.    Ketentuan Lain Dukungan administrasi dan logistik menggunakan sarana dan fasilitas organik yang ada. Menjelaskan Metoda dan Bentuk Patroli.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 9. Menerapkan Kegiatan Tugas Patroli dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab V. 3. 2. 4. Ketentuan lain yang berkaitan dengan petunjuk kegiatan ini sepanjang tidak bertentangan dapat digunakan sebagai rujukan agar lebih memantapkan pelaksanaan tugas penjagaan.  BAB V MANAJEMEN PATROLI Kompetensi Dasar 1. Sistem pelaporan menyesuaikan dengan prosedur hirarki yang berlaku. Memahami Pengetahuan Tugas Patroli dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Menjelaskan Tugas Patroli. 2. FUNGSI TEKNIS SABHARA 41 . Untuk mendapatkan aplikatif yang optimal tidak menutup kemungkinan Kasatwil menjabarkan dalam bentuk konsignes-konsignes sesuai dengan situasi dan kondisi wilayah masing-masing.

Pembatasan gerak provokator dan separatis di tengahtengah masyarakat. juga termasuk cheking kesiapan penjaga Rumah Tahanan Negara. 2 Tahun 2002 Skep Kapolri No. Pencegahan terjadinya gangguan kamtibmas.  Pencegahan bertemunya faktor niat dan kesempatan (N + K) yang memungkinkan timbulnya kriminalitas. Pemberian rasa aman. memperhatiikan situasi dan kondisi yang diperkirakan akan menimbulkan gangguan Kamtibmas. Swakarsa. perlindungan dan pengayoman masyarakat. Menjelaskan Patroli Menurut Fungsinya.mengawasi. Perturan kababinkam Polri No.  tengah masyarakat. Pol : Skep/249/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang Patroli. 1. serta menuntut kehadiran Polri untuk melakukan tindakan kepolisian guna memelihara ketertiban dan keamanan umum masyarakat. 9.1.    3. 10. Tugas dan Peranan Patroli Tugas Patroli : Dalam rangka menampilkan peranan sabhara dalam Siskam.11 tahun 2009 tanggal 31 Desember 2009. 2. tentang Patroli Tujuan Patroli Peningkatan kehadiran Polisi berseragam di tengah-  FUNGSI TEKNIS SABHARA 42 . 7. Mengerjakan Laporan Hasil Patroli.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 6. Mengerjakan Rencana Kegiatan Patroli. maka ptroli mempunyai tugas melakukan pengecekan atau Wasdal terhadap giat Siskamling pemukiman / ronda dan kegiatan keamanan yang dilakukan Satpam di perusahaan dan instansi pemerintah. Diperolehnya informasi tentang kemungkinan timbulnya gangguan kamtibmas. Dalam rangka pelaksanaan kegiatan rutin kepolisian maka tugas patroli diarahkan dan digunakan untuk menekan jumlah terjadinya Dasar UU. dengan jalan mendatangi menjelajahi. 8.      4. Pengertian Patroli adalah salah satu kegiatan kepolisian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih anggota Polri sebagai usaha mencegah bertemunya niat dan kesempatan. 4. No. Melakukan Pengawasan dan Pengendalian Patroli. mengamati . Menjelaskan Konfigurasi Standar Patroli.

macam / bentuk dan fungsi Patroli Patroli menurut metode / cara Patroli Lingkungan Patroli Blok Patroli menurut daerah sasaran : Patroli dalam kota Patroli luar kota Patroli antar kota Patroli perairan Patroli daerah konflik Patroli medan berat Macam / bentuk Patroli terdiri dari : Patroli jalan kaki Patroli bersepeda Patroli ranmor darat Patroli ranmor perairan Patroli berkuda Patroli dengan Hellycopter Menurut fungsi patroli terdiri dari : Patroli Deteksi Bila mendapat informasi segera membuat laporan informasi selanjutnya koordinasikan dengan Intel.2. kepolisian maka tugas patroli diarahkan dan dapat digunakan sesuai target Operasional yang bersangkutan dengan tujuan untuk mencegah dan menanggulangi terjadinya tindak pidana / gangguan Kamtibmas yang justru menjadi sasaran Operasional tersebut selam berlangsung. Sebagai sumber informasi. Dalam rangka pelaksanaan operasi.2. 5. Metode / cara. Melakukan tindakan pertama di tempat kejadian.       5.   5.       5. daerah sasaran.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 43 .       5. tempat rawan dan cara dilakukannya kejahatan.4. Peranan Patroli Patroli merupakan tulang punggung ( back bone ) Polri dalam upaya mencegah segala bentuk kejahatan / gangguan Kamtibmas.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  kejahatan yang dikaitkan dengan analisa anatomi kejahatan yang meliputi antara lain Jam Rawan. mata dan telinga bagi kesatuan. Patroli berperan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan Kamtibmas terhadap masyarakat. Penampilan kegiatan patroli merupakan perwujudan kehadiran Polri ditengah masyarakat.1. Mencerminkan kesiap siagaan Polri setiap saat sepanjang waktu dalam upaya pemeliharaan dan menjamin Kamtibmas. Patroli Represif 4.3.

b. 6. Patroli Simpatik Bila menemukan kemacetan Lantas segera lakukan pengaturan lantas.  Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket).2.2 Jumlah Personel Unit Patroli dapat melakukan : a.pengaturan Lalu-lintas dalam rangka pengamanan kegiatan masyarakat. 6.  Pengaturan .1.1 Kualifikasi Kemampuan :  Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP). Konfigurasi standard. bila menemukan kasus Tipiring / Perda maka lakukan tindakan penyidikan / Represif terbatas oleh Sabhara.2. Patroli Roda 4 : Sedan : 1 sedan diawaki 3 orang  Satu orang sebagai anggota senior.  Melakukan tindakan Represif Tahap Awal.  Patroli di daerah konflik. Patroli bersepeda dilaksanakan oleh minimal 2 (dua) anggota Polri. FUNGSI TEKNIS SABHARA 44 .  Komunikasi verbal.  Satu orang sebagai anggota yunior. Patroli berjalan kaki minimal dilaksanakan oleh 2 (dua) orang anggota terdiri dari :  Satu orang sebagai anggota senior.2. 1 (satu) orang satu unit sepeda terdiri dari : Satu orang sebagai anggota senior. Patroli Negosiasi Bila melihat kasus perkelaian kelompok.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  Bila menemukan kasus tertangkap tangan lakukan proses awal / Repawal kemudian koordinasikan dengan Reskrim. Unjuk rasa lakukan tindakan awal dengan Negosiasi. Patroli Dialogis Bila mendatangi kegiatan keamanan lingkungan agar lakukan komunikasi kamtibmas / bimbingan penyuluhan. 6.  Memroses Tipiring. Nama Satuan : Unit Patroli Kekuatan : 6. Patroli sepeda motor dilaksanakan minimal 2 (dua) orang anggota Polri dengan menggunakan 1 unit sepeda motor terdiri dari : Satu orang sebagai anggota senior. 6. Satu orang sebagai anggota yunior.   d. Satu orang sebagai anggota yunior.   c.

1 Umum a. Satu orang sebagai anggota senior.  Satu orang sebagai anggota yunior. Patroli Satwa Anjing dilaksanakan minimal 4 (empat) orang anggota Polisi dengan menggunakan 2 (dua) ekor anjing Polisi terdiri dari : Dua orang sebagai Pelindung.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   Satu orang sebagai pengemudi. Enam s/d tujuh orang sebagai anggota.3. b. Gampol yang berlaku sesuai ketentuan Kelengkapan perorangan Sabhara Polri terdiri dari : Sabuk Sabhara Selempang Pet / Helm / Topi Lapangan (sesuai kegiatan). Patroli Perairan dilaksanakan oleh unit patroli Perairan (diatur dengan ketentuan tersendiri). Patroli berkuda dilaksanakan minimal 2 (dua) orang anggota Polisi dengan menggunakan 2 (dua) ekor kuda Polisi terdiri dari :  Satu orang sebagai anggota senior. Satu orang sebagai anggota yunior Mini bus : 1 minibus diawaki 4 orang. Satu orang sebagai pengemudi. 6. Tongkat T" Borgol Peluit Tanda Kewenangan Ransel serbaguna (untuk di daerah konflik atau patroli jarak jauh dengan berjalan kaki). Satu orang sebagai pengemudi. Dua orang sebagai Pawang. Dua orang sebagai anggota yunior.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 45 . Satu orang sebagai operator komlek. Pickup : 1 pick-up    diawaki 6 orang Satu orang sebagai anggota senior. Patroli daerah konflik dilaksanakan minimal 1 (satu) regu / 10 orang dengan 2 (dua) unit Ranmor minibus atau 1 (satu) unit Ranmor truk/Rantis terdiri dari : Satu orang sebagai Kepala Regu. Empat orang sebagai anggota yunior. Peralatan dan Perlengkapan 6. Satu s/d dua orang sebagai pengemudi.3.

2. Perlengkapan mobil patroli Perangkat pengeras suara Lampu Rotator Publik address Senter PPPK Senter pengatur lalu-lintas 6. d. 3. Alat transportasi air (di daerah rawa dan sungai) Alkom Telepon imp Handy Tatky{HT) Megaphone g.3.1. Kendaraan Sepeda Ranmor R2 Ranmor R4 1. 4.  Tongkat "T"  Lampu senter  TKP Kit  Kendaraan patroli FUNGSI TEKNIS SABHARA 46 . Manajemen Patroli 7. Persenjataan Revolver untuk Kepala Regu Senpi laras panjang untuk daerah konflik.1 Mengecek kerapihan gampol dan sikap tampang 7.2 Khusus  Kendaraan Taktis / Kendaraan khusus untuk daerah konflik. f.2 Mengecek perlengkapan/peralatan antara lain :  Senjata Api  Borgol. 7. Sedan Minibus Pick-up Truk e.1. Tahap Persiapan 7.1.  TKP Kit  Alat Sistem Posisi geografi (Geographic Positioning System/GPS).LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI c.

Route. Pos satpam. Kegiatan masyarakat lainnya. Menjelajahi daerah dan route yang telah ditentukan dan melihat kemungkinan adanya kerawanan. STNK  Blanko Ren Giat Patroli  Blanko Laporan Patroli 7. Memberikan peringatan kepada masyarakat yang karena ketidaktahuannya melakukan pelanggaran. Mewaspadai kemungkinan berubahnya PG menjadi GN. e. Memberikan perlindungan dan pengayoman yang diperiukan masyarakat.1. Parkir kendaraan tanpa dikunci/di luar dan lain-lain. setiap unit patroli yang telah berada di lapangan harus melaksanakan tindakan sebagai berikut : a.2.1 Umum Secara umum. Mendatangi sentra-sentra kegiatan masyarakat yang bersifat situasional : Keramaian. sasaran Patroli Cara bertindak Hal-hal khusus yang perlu atensi    h.1. Memberikan peringatan kepada warga masyarakat yang lalai mengamankan diri dan harta bendanya : Lupa menutup pintu Jemuran masih berada di luar. Mendatangi tempat-tempat penyelenggaraan keamanan swakarsa untuk koordinasi dan saling tukar menukar informasi : Pos kamling.    d. Tahap Pelaksanaan 7.  KTA  Buku catatan  Surat Perintah  SIM.2. b.4 AAP    7. Pos-pos keamanan lainnya.3 Mengecek administrasi/Surat-surat . g. f. Pertunjukan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 7.    c. FUNGSI TEKNIS SABHARA 47 . Berkomunikasi dengan masyarakat dengan maksud memperoleh informasi-informasi penting bagi tugas Kepolisian.

 Patroli Jalan Kaki. Bila keadaan bahaya. Mencatat informasi yang didapat di kawasan patroli (dalam buku catatan patroli) Yang diperoleh dari masyarakat Yang ditemukan sendiri. tokoh masyarakat. tampang harus bersih.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 48 . gedung. tujuan. Melakukan tindakan represif tahap awal. maka senjata api bahu disandang di pundak kanan (bila hujan laras dibawah). j. tokoh agama. sewaktu . l.2 Khusus Sesuai dengan cara melaksanakan patroli.     3. Senantiasa bersikap 3 S (Senyum-Sapa-Salam) Cara membawa senjata api sesuai ketentuan : Peluru ada di magazen dimasukkan ke senjata dan dikunci. secara khusus melaksanakan kegiatan sebagai berikut : a. Melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian. tidak bermain / bersendagurau dan dilarang merokok atau bersikap tidak pantas. dan tempat yang rawan. Kenali jalan-jalan yaitu arah. bersikap ramah.waktu menoleh dan gunakan panca indera ke-enam (perasaan). Melaporkan perkembangan situasi daerah patroli. adat istiadat. Bila keadaan aman. sehingga dapat melihat /mendengar sesuatu untuk dilaporkan atau diambil tindakan seperlunya. 1. Pandangan ke depan. maka ambil sikap depan senjata.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI i.   2. Mengambil tindakan terhadap pelanggaran Tipiring.2. 7. Sikap Petugas Petugas berjalan dengan tegap. berwibawa. Tindakan petugas Posisi Berjalan yaitu Tindakan petugas patroli harus berdasarkan norma / peraturan / instruksi dan atasan.   m. Senjata api genggam agar dimasukkan dalam holster yang tertutup. Kenali penduduk/ masyarakat yaitu pejabat. Mengenali daerah patroli Kenah bangunan yaitu letak bangunan. k. sopan santun.    4. instansi pemerintah dan obyek vital.

Pada malam hari sepeda harus berlampu. tokoh masyaraKat. tujuan. stir. petugas yang satu berhenti dan melihat ke belakang. Berjalan berbanjar di sebelah kiri jalan dan tidak terlalu cepat. ban. Sesekali berjalan kearah semula. FUNGSI TEKNIS SABHARA 49 . mungkin ada informasi yang penting (terutama di daerah yang rawan). penjagaan malam tidak nampak kesibukan khusus (keramaian rapat. gedung. Patroli Bersepeda.   2. dapat berjalan kaki dengan sepeda dituntun. adat istiadat. Jangan mengikuti route yang tetap. Sikap petugas Patroli bersepeda Sikap di sepeda tegap. Perhatikan hal-hal yang bersifat ganjil. Cek peralatan kunci. Berhenti di tempat tertentu dan bila bertemu orang sesekali diajak bicara. Kenali penduduk /masyarakat : pejabat.        Berjalan di tepi jalan sebelah kiri Berjalan sebelah menyebelah (petugas yang satu sebelah kiri dan satu sebelah kanan) agar dapat bergerak dengan leluasa.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI          b. tokoh agama. sadel. senter. Kenali route wilayah patroli untuk mengetahui situasi atau keadaan yang ganjil misal : pintu/jendela yang terbuka. Berhenti sebentar di persimpangan dan di tempat terlindung serta lihat ke segala arah. bel. Laporkan situasi bila ada hal yang ganjil segera dilaporkan pada atasan untuk meminta bantuan. pompa. Hal yang perlu diperhatikan sebelum pelaksanaan patroli bersepeda antara lain : Cek sepeda rem. instansi pemerintah dan obyek vital Kenali jalanan arah jalan. Mengenali daerah patroli Kenali bangunan : letak bangunan. Pandangan bebas Bawa senjata api sesuai ketentuan yaitu senjata api bahu dibawa di punggung senjata (laras di pundak kiri). lampu berco. Pada tempat-tempat yang dianggap rawan. pengajian). alkom. megaphone. sementara yang lain berjalan terus demikian secara bergantian terutama pada malam hari dan di tempat yang sunyi.     3. Memberikan bantuan bila diperlukan patroli berjalan kaki. daerah yang rawan. Berhenti dan melihat kebelakang. 1.

Tindakan petugas Adakan tindakan pertama yaitu melakukan pelayanan terhadap masyarakat dan tindakan segera apabila menemukan kasus tertangkap tangan. adat istiadat.    Roda dua (Sepeda motor) Sikap patroli sepeda motor Sikap petugas tegap Pandangan bebas Membawa senjata api sesuai ketentuan. kecelakaan lalu-lintas dan lain sebagainya. c. sungai. Memberikan bantuan bila diperlukan oleh Patroli bersepeda dan berjalan kaki. tokoh agama. iklim. cuaca. Mengenal daerah patroli meliputi : Kenali bangunan : letak bangunan. rawa. Kecepatan sedang agar dapat melakukan pengamatan. 5. tempat yang berbahaya. tujuan. Perhatikan tempat-tempat rawan dan kendaraan di jalan yang : Berjalan tidak wajar. Sengaja menghindarkan diri dari patroli Parkir tidak wajar Kendaraan yang mencurigakan Kendaraan yang melanggar peraturan lain lintas agar diambil tindakan sesuai prosedur. kebakaran.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 4. gedung gedung. instansi pemerintah.     8. 6. Tindakan petugas patroli sepeda motor:      7. 4. FUNGSI TEKNIS SABHARA 50 . Mengikuti peraturan lalu-lintas koordinasi 3. Kenali medan : pegunungan. tokoh masyarakat. Sebagai penghubung dan dengan patroli berjalan kaki dan patroli bersepeda. 1. daerah rawan Kenali penduduk/masyarakat : pejabat. obyek vital Kenali jalan-jalan arah.

Bersopeda dan berjalan Kaki. yaitu tertangkap tangan. Parkir tidak wajar. pengenalan penduduk. Roda empat 1.      7. Kendaraan yang menlanggar peraturan lalu-lintas agar diambil tindakan sesuai prosedur. Hal yang harus diperhatikan apabila berpatroli menggunakan kendaraan bermotor. Tindakan petugas patroli meliputi : Adakan tindakan pertama pelayanan masyarakat dengan segera.   2. 8. 6. FUNGSI TEKNIS SABHARA 51 . 4. 5. 1. 2. Mengenali daerah patroli yang sering dilalui ineliputi : pengenalan bangunan. kecelakaan lalu-lintas. Kecepatan sedang agar dapat melakukan pengamatan. Sebagai penghubung dan koordinasi dengan patroli bersepeda Motor. d. Sasaran Patroli PG dan GN yang terdapat pada blok atau lingkungan yang menjadi daerah Patroli. pengenalan jalan. Sengaja menghindarkan diri dari kendaraan patroli. kecelakaan lalu-lintas. kebakaran dan lain-lainnya.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Adakan tindakan pertama yaitu melakukan pelayanan masyarakat dengan segera apabila menemukan kasus tertangkap tangan. bersepeda dan bersepeda motor. Kendaraan yang mencurigakan. pengenalan medan. 3. Memberikan bantuan bila diperlukan oleh Patroli berjalan Kaki. agar kecepatan disesuiakan untuk pengamatan yang baik. e. kebakaran dan lain-lainnya. Metode yang digunakan Berjalan kaki Bersepeda. Mengendarai kendaraan roda dua dan roda empat. Patroli dalam kota Dilaksanakan oleh Unit Patroli Sabhara.    3. Sikap petugas di atas kendaraan Sikap tegap Pandangan bebas Mengikuti peraturan lain lintas. Perhatikan tempat-tampat rawan dan kendaraan dijalan yang : Berjalan tidak wajar. 4.

 Melapor kepada Kajaga / KS SPK tentang kedatangannya sekaligus melaporkan semua yang dilihat. pada waktu kembali jangan melewati route berangkat patroli.3. Hal yang perlu diperhatikan : Apabila penemuan PG maupun GN pada saat berada dalam wilayah Yuridis satuan kewilayahan agar mengambil TPTKP dan selanjutnya menyerahkan penyelesaiannya kepada Satwil yang berwenang.  Menyerahkan hasil pelaksanaan patroli yang menyangkut penanganan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian (TPTK)/Tipiring (tahanan. 4. Selama patroli selalu dalam keadaan siap siaga. 8. Setiap melintas didaerah tertentu (rawan) tentukan tempat-tempat penyelamatan. 5. 1. Patroli Perairan (diatur dengan ketentuan tersendiri) Patroli daerah konflik Memberikan rasa aman kepada masyarakat Mencegah oknum – oknum provokator. Patroli Antara Kota Dilaksanakan oleh Unit Patroli Sabhara. 3. Ketentuan lain FUNGSI TEKNIS SABHARA 52 . Setiap Unit Patroli antar kota wajib menyinggahi satwil yang berada pada jalur patroli untuk melaporkan dan mendapatkan informasi sebelum melanjutkan patroli. Dilaksankan dengan menggunakan ranmor roda dua dan roda empat. Tahap Pengakhiran Setiap unit patroli yang kembali dan melaksanakan tugas patroli agar :  Apel konsolidasi sekaligus melakukan pengecekan peralatan / perlengkapan. barang bukti dan lain-lain).      7. separatis melakukan kegiatan Tentukan route patroli.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI f. 1. 2. Dilaksanakan secara Overtap melintas wilayah yuridiksi satuan wilayah yang saling berbatasan sampai pada satuan kewilayahan terdekat (Mungkin Polsek / Polres / ). 2. Melaporkan kedatangannya pada Satwil terdekat. Patroli dengan satwa anjing (diatur dengan ketentuan tersendiri). Patroli berkuda (diatur dengan ketentuan tersendiri).  Menyerahkan laporan tertulis tentang hasil pelaksanaan patroli. didengar dan dialami selama patroli serta kondisi anggota unit.   g. 3.

Untuk mendapatkan nilai aplikatif yang optimal tidak menutup kernungkinan Kasatwil menjabarkan dalam bentuk "Urut-urutan Tindakan" sesuai dengan situasi dan kondisi wilayah masing-masing. FUNGSI TEKNIS SABHARA 53 . Sistem laporan menyesuaikan dengan prosedur hirarki yang berlaku.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI     Dukungan administrasi dan logistik menggunakan sarana dan fasilitas organik yang tersedia. Ketentuan lain yang berkaitan dengan petunjuk kegiatan ini sepanjang tidak bertentangan dapat digunakan sebagai rujukan agar lebih memantapkan pelaksanaan tugas patroli.

8.  Pengertian Pengawalan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh anggota Polri untuk menjaga keamanan. 4. Pol : Skep/263/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang Pengawalan. Peraturan Kababinkam Polri No. 9. mengamankan barang berbahaya tersebut dari tindak kejahatan/sabotase dari pihak lain. Menjelaskan Sasaran Pengawalan. Pengawalan barang berbahaya adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk melindungi. Memahami Pengetahuan Tugas Pengawalan. Menjelaskan Peranan Pengawalan. Dasar UU. 2. 10 Tahun 2009. tentang Pengawalan Melakukan Pentahapan Kegiatan Melakukan Pengawasan dan Mengerjakan Rencana Kegiatan Menjelaskan Pengertian Pengawalan. No. Menerapkan Kegiatan Tugas Pengawalan. 6. 2 Tahun 2002 Skep Kapolri No. Menjelaskan Tugas Pengawalan. Pengendalian Pengawalan. 5. Indikator Hasil Belajar Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab VI. 2. tanggal 31 Desember 2009. Pengawalan 1. Pengawalan. diharapkan peserta didik dapat : 1. keselamatan atas jiwa dan harta benda dari satu tempat ke tempat lain. Pengawalan VIP adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk mengamankan/melindungi pejabat tertentu selama melakukan kegiatan agar tidak terancam jiwanya (pelajaran khusus VIP). Menjelaskan Konfigurasi Standar    2. Menjelaskan Tujuan Pengawalan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB VI MANAJEMEN PENGAWALAN Kompetensi Dasar 1. Pengawalan Tahanan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk mengamankan/melindungi tahanan agara tidak terancam jiwanya dari gangguan orang lain atau melarikan diri. 7. 3.    FUNGSI TEKNIS SABHARA 54 . Pengawalan.

3. Peranan pengawalan Pengawalan merupakan tulang punggung ( back bone ) Polri dalam upaya mencegah segala bentuk kejahatan / gangguan Kamtibmas.1 Tahanan    3. tertib dan utuh sampai tujuan. kebakaran maupun sabotase dari pihak lain. Tujuan dan Sasaran Pengawalan Tujuan Untuk memberikan pengamanan dan keselamatan terhadap orang dan tahanan. Untuk memberikan pengamanan dan keutuhan harta benda yang menjadi obyek pengawalan Sasaran Untuk membantu proses hukum terhadap tahanan. Tugas dan peranan Pengawalan Tugas Pengawalan Melaksanakan perlindungan dan Pengamanan terhadap orang / barang dalam perlindungannya dengan aman.2.     5.1.2. 3. Konfigurasi standard  4. Melakukan tindakan pertama di tempat kejadian.2 Orang   4. Penampilan kegiatan pengawalan merupakan perwujudan kehadiran Polri ditengah masyarakat. Agar tahanan terhindar dari gangguan pihak lain.1. Untuk mencegah agar tahanan tidak melarikan diri. Mencegah terjadinya segala bentuk gangguan kamtibmas / pelanggaran Hukum / tindak pidana yang berhubungan langsung dengan kelancaran Pengamanan kegiatan pengawalan selama perjalanan sampai tiba di tempat tujuan. FUNGSI TEKNIS SABHARA 55 .2. Untuk menjaga keamanan terhadap barang berbahaya agar tidak terjadi peledakan.2.   3. Mencerminkan kesiap siagaan Polri setiap saat sepanjang waktu dalam upaya pemeliharaan dan menjamin Kamtibmas. 4.  Memberikan pengamanan dan keselamatan terhadap orang sampai tujuan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3.

Revolver Laras panjang Angkutan Ranmor roda 4  Sedan  Minibus  Pick up  Truk  Rantis Alat angkut lainnya  Kereta api  Kapal Laut  Perahu  Pesawat terbang Alkomlek  Telepon/Handphone  Handy Talky (HT)  5. Perlengkapan Gampol yang berlaku sesuai ketentuan Persenjataan a. Periksa perlengkapan buku saku. Periksa identitas diri.1.    a. KTP. KTA. Tahap Persiapan 6. Kemampuan Kemampuan yang harus dimiliki oleh anggota pengawalan      6.1. FUNGSI TEKNIS SABHARA 56 . Pengawalan barang berharga dan barang berbahaya dilakukan oleh anggota Polri minimal 2 (dua) orang.1. perbekalan.  5.3. b. Bela diri Mahir menembak Kemampuan mengemudi Menguasai rute yang dilalui Menguasai teknik dan taktik pengawalan Manajemen Pengawalan 6.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 5.2. b. pulpen.1 Cek perlengkapan    Surat perintah tugas.  Personel Pengawalan orang/tahanan dilaksanakan oleh anggota Polri minimal 2 (dua) orang atau disesuaikan dengan jumlah tahanan yang dikawal.

lampu merah pada kap mobil. kesehatan tahanan dan kondisi umum tahanan.  6. dan lain-lain). pengaturan dan pembagian tugas sesuai kebutuhan (harus jelas siapa mengerjakan apa. kunci-kunci. segel lak. Lakukan pemborgolan. jabatan). stir. Bila dalam rangkaian kegiatan yang diduga tidak selesai (sidang pengadilan) adakan pengamanan di sekitar lokasi dan tunggu sampai selesai. ciri-ciri dan keadaan umum. keadaan umum.3 Periksa obyek pengawalan   Periksa keadaan tahanan. alat pemadam. lak. bertanggung jawab kepada siapa). keadaan cuaca. borgol kedua tangan tahanan ke belakang. ukuran.2.   Pengawalan berjalan kaki Pengamanan terhadap tahanan.2.1 Pengawalan Tahanan a. jumlah. lampu rotator dan sirene. jumlah tahanan. jaga jarak sedemikian rupa.1. periksa tahanan dengan cermat sehingga petugas yakin dan perhatikan kondisi tahanan.4 Menerima AAP  Pembagian tugas. bentuk ciri-ciri. SIM. dan rute cadangan pengawasan khusus terhadap tahanan yang berbahaya. Periksa dokumen pembungkusan. dan 6. tindakan darurat dan penggunaan senpi dan lain-lain. FUNGSI TEKNIS SABHARA 57 . bila tahanan tampak berbahaya rapatkan jarak . Posisi petugas. rute yang dilalui. Hindari komunikasi dengan tahanan pada saat pengawalan berlangsung serah terimakan tahanan dengan baik setelah samapai tujuan. STNK. BBM. kotak P3K.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 6. Pemberian petunjuk – petunjuk / konsignes. klakson.   Periksa Keamanan dan kelayakan kendaraan (rem. ban. Petugas berada di belakang tahanan. Periksa surat kendaraan dan pengemudi. jumlah. Periksa keadaan borgol apakah dalam keadaan baik/layak pakai beserta kuncinya.1. barang milik negara. Periksa perlengkapan. petugas pembawa dokumen (nama. Periksa keadaan barang berharga. jarak yang di tempuh. penjelasan waktu. lampu. tali besar dan dongkrak. pembungkusan/penyegelan. Pengawalan dengan menggunakan Ranmor R–4   b.2 Cek Kendaraan  lain-lain. pompa. Catat dan buat tanda terima bukti penyerahan dan ditandatangani.  6. jenis. Tahap Pelaksanaan 6.1. oli.

.      d. Posisi petugas pengawal duduk didepan dengan tetap waspada. didahului oleh petugas pengawal. pengawal pertama harus turun terlebih dahulu kemudian diikuti oleh para tahanan dalam keadaan diborgol dan diikuti pengawal lainnya. kondisi tahanan. Tiba di statsiun tujuan. Untuk naik ke gerbong kereta api. gunakan sirene/lampu rotator. di cek jumlah tahanan. Posisi pengawal dengan tahanan duduk berdampingan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI     Tahanan di borgol. Patuhi peraturan yang berlaku diatas kapal Perahu Tahanan membantu mendayung Dilarang melakukan pada malam hari. hindari perjalanan malam hari dan apabila terpaksa harus bermalam di perjalanan usahakan dititipkan di kantor Polisi terdekat. tahanan tetap dalam keadaan diborgol dan satu sama lainnya diikat dengan tali.  Jika tahanan yang dikawal jumlahnya banyak dan ruangan sel dalam sempit.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 58 . kemudian disusul oleh para tahanan satu persatu sampai habis dan di susul oleh pengawal lainnya. Jika tahanan ingin pergi/masuk kamar kecil (WC) ia harus dikawal. Bila jarak cukup jauh tentukan route yang ditempuh dan waktu pemberangkatan. Semua tahanan yang dikawal tetap diborgol kecuali jika mereka sudah dalam sel terkunci. maka atas izin dari Kapten kapal dapat ditempatkan pada tempat lain yang memenuhi syarat keamanan. hal ini untuk mencegah tahanan dapat melarikan diri atau bunuh diri. Pengawalan tahanan dengan menggunakan transportasi air c. Kepala/komadan pengawalan duduk pada bagian depan disamping pengemudi sebagai pengendali selama perjalanan. perintahkan naik kendaraan satu persatu dan duduk berhadapahadapan. Setelah tiba di stasiun pemberangkatan pengawal mengadakan pengamanan tempat menunggu para tahanan. kemudian tahanan dijauhkan dari kerumunan orang. pintu WC tidak boleh ditutup. jika terpaksa bermalam maka dititipkan di kantor polisi terdekat Pengawalan dengan perahu hanya dipergunakan pada perairan yang dangkal Pengawalan tahanan dengan menggunakan pesawat terbang Usahan tahanan langsung menuju pesawat. Tempatkan tahanan di ruang khusus (sel) kapal apabila      e. Kapal Bermesin   ada. Di dalam gerbong kereta api. Lakukan koordinasi dengan Kapten kapal. Kecepatan kendaraan disesuaikan dengan sesuai lalu lintas. Pengawalan tahanan dengan menggunakan kerta api.

2. Tentukan pembawa barangbarang (dari instansi pengguna).   Tahanan tetap dalam keadaan diborgol Upayakan kendaraan penjemputan menuju pesawat. Gunakan sirene/lampu rotator.  Perhatian bagi pengawal Hindari perjalanan pada malam hari (bila terpaksa hubungi kantor Polisi yang akan dilalui) Laporkan posisi setiap saat pada kesatuan melalui alkom yang ada. sedangkan pengawal lainnya berada dibelakang. Pembagian tugas Lakukan pembagian tugas dengan jelas siapa yang berada di depan. 1.2 Pengawalan barang-barang berharga a. 3. disamping. 2.  b. serta dibelakang. cari yang terdekat. Adakan pergantian / aplus bagi pembawa barang dan tentukan waktu serta tempat istirahat. Mengendarai sepeda motor dengan cara yang benar.  Dengan bersepeda motor Formasi pada saat berjalan satu sepeda motor sebagai pembuka jalan. 2. pembungkus. Bila jarak yang ditempuh cukup jauh dengan medan yang berat tambah kekuatan personel / pengawal. Hal yang perlu diperhatikan oleh pengawal.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   f. Petugas pengawal tetap waspada dan tahanan tetap diborgol demi keamanan. Posisi barang berada ditengah. 1. label/lak apakah masih utuh sedangkan penanggung jawab tetap dari instansi pengguna/pemilik. Adakan serah terima kepada petugas yang berhak menerima dan buat berita acara penyerahan barang-barang tersebut. 6.  Sampai di tempat tujuan Kumpulkan seluruh petugas dan pembawa barang-barang satu persatu bersama-sama barang yang dibawa.   Dengan berjalan kaki Persyaratan keamanan barang Periksa barang akan dikawal antara lain jumlah barang.2. Selama dalam perjalanan Atur kecepatan langkah selama dalam perjalanan. Pengawalan tahanan wanita Pengawalan tahanan wanita harus didampingi oleh anggota Polwan. Laporkan posisi setiap saat melaui alkom yang ada. Atur kecepatan sesuai situasi lalu lintas.      FUNGSI TEKNIS SABHARA 59 . hindari medan yang sulit.   1.

  Dengan menggunakan Ranmor R – 4 Formasi pengawalan prinsipnya sama dengan pengawalan menggunakan sepeda motor. Pasang sabuk pengaman Tahap Pengakhiran (Pengawasan dan Pengendalian) Setelah melaksanakan tugas pengawalan. keutuhan barang-barang yang dikawal. Jaga jarak kendaraan 3. menghardik) kepada pengendara lain. menendang. Hal-hal yang perlu diperhatikan : 1. Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas pengawalan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 1. Mengecek keamanan. Mengecek kesehatan tahanan/orang.     FUNGSI TEKNIS SABHARA 60 . c. Gunakan peluit dalam keadaan macet atau tertahan. 6. Jangan sekali-kali melepaskan pegangan stang/stir sepeda motor.3. Bagi kendaraan penutup cegah jangan ada yang mendahului 2. 3. 2. agar melakukan: Apel konsolidasi sekaligus melakukan pengecekan peralatan/perlengkapan. Perhatikan bila ada perubahn route yang mendadak dan segera laporkan pada Induk Kesatuan. Jangan mengadakan gerakan yang kurang etis (berdiri.

2. Pasal 111 ayat (3) KUHAP : Penyelidik dan penyidik pembantu yang telah menerima laporan segera datang ke tempat kejadian. 2. Menjelaskan Pengetian TKP Menjelaskan Cara Bertindak di TKP Melakukan Penanganan TPTKP Melakukan Pengawasan dan Pengendalian TPTKP Melakukan Pelaporan Tentang TPTKP Melakukan Kegiatan TPTKP Pengertian Tempat Kejadian Perkara (TKP) adalah tempat dimana telah terjadinya suatu tindak pidana atau tempat-tempat lain dimana ditemukan barang bukti yang ada hubungannya dengan tindak pidana tersebut. diharapkan peserta didik dapat : 1. Menerapkan Pengetahuan Tentang TPTKP. 6. Indikator Hasil Belajar Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab VII. 1.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB VII MANAJEMEN TINDAKAN PERTAMA DI TEMPAT KEJADIAN PERKARA Kompetensi Dasar 1. 8. 3. FUNGSI TEKNIS SABHARA 61 .     Dasar Hukum Pasal 7 ayat (1) huruf b KUHAP : Penyidik karena kewajibannya mempunyai wewenang melakukan tindakan pertama di tempat kejadian. Menjelaskan Pengertian TKP dan TPTKP Menjelaskan Dasar Hukum TPTKP. Tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP) adalah tindakan kepolisian yang harus dilaksanakan dengan segera setelah terjadinya suatu tindak pidana untuk melaksanakan/ memberi pertolongan dan perlindungan kepada korban/anggota masyarakat serta tindakan represif tahap awal dengan tujuan agar tempat kejadian tersebut dalam keadaan status quo guna mencari kebenaran materiil dalam penyidikan perkara. 2. 7. 5. dan melarang setiap orang untuk meninggalkan tempat selama pemeriksaan belum selesai. Memahami Pengetahuan Tentang TPTKP. 4.

tentang TPTKP. Peraturan Kababinkam Polri No.  Rekam situasi TKP dengan handy cam / foto. b “.h . 3.2 Keadaan korban kritis/gawat    Catat identitas. i “ tentang melakukan TPTKP. 3. 2.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  1.  Melarang setiap orang yang tidak berkepentingan untuk masuk ke TKP. 2 tahun 2002 tentang Polri : Pasal 14 huruf (1) point “ a. e . Terhadap korban 3.2. Usahakan mendapat keterangan dari korban tentang pelaku dan FUNGSI TEKNIS SABHARA 62 . Pasal 18 huruf (1) tentang diskresi kepolisian. h. g.g . Pol. Kegiatan petugas Polri di TKP sebelum penyidik tiba adalah sebagai berikut : Terhadap tempat kejadian 3. tanggal 31 Desember 2009. 3. tentang larangan/keluar dari TKP. Kirimkan ke dokter/rumah sakit terdekat.2.1 Korban luka berat/ringan/pingsan      saksi-saksi.2. b.   Undang-Undang No. Pasal 4. 3. 12 Tahun 2009. Tandai letak korban.1. 5. Usahakan untuk mendapatkan keterangan dari korban tentang siapa pelaku dan saksi-saksi serta barang bukti.  Dilarang menambah/mengurangi jejak/bekas barang bukti yang ada di TKP.  Minta bantuan / partisipasi masyarakat (RT/RW/Kades) untuk mengamankan TKP atau membubarkan massa. Pasal 16 huruf (1) point “ a.i ”. tentang tugas umum. Menutup dan mengamankan TKP (mempertahankan status Quo) dengan Police Line  Memerintahkan orang-orang yang berada di TKP untuk tidak/dilarang meninggalkan TKP. 4. Catat identitas korban.  Berusaha menangkap pelaku yang diperkirakan berada di TKP. : SKEP/260/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang petunjuk kegiatan TPTKP. Usahakan penyelamatan korban Lakukan pertolongan menurut petunjuk P3K. 5 dan 102 KUHAP Skep Kapolri No. Pasal 15 huruf (1) point “ f.

 Kirimkan ke rumah sakit untuk mendapatkan visum et repertum 3. mengetahui atau mengalami kejadian tersebut.  Usahakan tidak terlalu banyak menyentuh korban. gambar dan rekam. bila perlu lakukan penggeledahan pakaian maupun badan dengan teliti dan penuh kewaspadaan. Terhadap barang bukti Jaga jangan sampai rusak/hilang atau berubah letaknya.    3.3.    3. Catat dan beri tanda letak barang bukti yang terpaksa dipindahkan (perubahan) dengan foto. Usahakan jangan meninggalkan TKP. jika perempuan dilakukan oleh Petugas Polwan Pemberitahuan Segera hubungi kesatuan Polri terdekat dengan menggunakan alat komunikasi elektronik yang ada atau caraka.7 FUNGSI TEKNIS SABHARA 63 . Mengklarifikasikan saksi-saksi yang diduga keras terlibat dalam tindak pidana tersebut. Terhadap pelaku Cari.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3. Catat identitas pelaku dan konfrontir dengan korban.  Bila posisi korban mengganggu arus lalu lintas dapat dipindahkan terlebih dahulu memberi tanda letak korban. Lakukan pengumpulan barang bukti di TKP dan sekitarnya. Beritahukan dan meminta bantuan kepada penduduk setempat agar supaya mau ikut menjaga keamanan di TKP.4. Laporan. Jaga jangan sampai melarikan diri/menghilangkan/ merusak barang bukti atau merubah posisi barang bukti.2. Mengadakan pemeriksaan singkat terhadap saksi-saksi dan catat identitasnya serta melarangnya meninggalkan TKP untuk sementara waktu.    3.3 Korban meninggal dunia  Jaga agar tetap pada posisinya tidak perlu terburu-buru mengangkat / memindahkan korban.5. tangkap dan geledah pelaku yang diperkirakan masih berada di TKP dan sekitarnya.    3.  Terhadap saksi Melakukan wawancara dengan mengajukan pertanyaan kepada orang-orang/pihak-pihak yang diperkirakan/diduga melihat. Lakukan penggeledahan pakaian dan badan terhadap saksisaksi yang dicurigai terlibat serta menahannya hingga penyidik datang. mendengar.6.

Intelkam. Semua perubahan yang terjadi selama dalam melakukan kegiatan TKP. Lantas. Memberitahukan keluarga korban bila ada korban. Lakukan penggeledahan/penyitaan barang bukti yang ada pada tersangka terutama yang ada kaitannya dengan tindak pidana yang terjadi. Pisahkan saksi-saksi yang satu dengan yang lainnya agar supaya tidak saling mempengaruhi sehingga akan menyulitkan petugas selama mendapatkan keterangan yang sebenarnya.R. Tugas dan kewajiban Ka SPK dalam melaksanakan / melakukan TPTKP   5. maka dalam pelaksanaan TPTKP dilakukan oleh unit-unit operasional tersebut dengan pengawasan dan pengendalian dibawah kendali Ka SPK. Semua barang bukti yang didapatkan/diamankan.E. Jika TKP belum ada petugas pengamanan.2.     5. Mencari saksi-saksi yang mencatat identitasnya serta diperintahkan untuk tetap tinggal di tempat guna dimintai keterangannya sehubungan dengan tindak pidana yang terjadi. FUNGSI TEKNIS SABHARA 64 . Organisasi Tugas di TKP Bagi kesatuan yang memiliki Ka SPK yang membawahi unit-unit operasional (Reskrim. Nama dan alamat pelaku dan saksi. dan Binamitra). Amankan pelaku/saksi/barang-barang bukti yang ditemukan di TKP. Membuat sketsa kasar/catatan kejadian sebagai bahan pembuatan laporan/berita acara pendapatan. maka Ka SPK beserta unsur-unsur operasionalnya segera mendatangi TKP untuk memimpin serta mengendalikan TPTK sebagai berikut : 5.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI      4. Menyiapkan administrasi Visum Et Repertum ( V. Setelah menerima laporan/pengaduan tentang telah terjadinya tindak pidana. Serah-terimakan semua kegiatan penanganan TKP selanjutnya kepada petugas olah TKP. Mekanisme kegiatan fungsi Sabhara dalam penanganan TKP yang dikaitkan dengan tugas umum adalah merupakan pemberi informasi bagi fungsi-fungsi lain. Bagi kesatuan yang tidak memiliki Ka SPK maka orang yang ditunjuk/yang diberi tanggung jawab tersebut berfungsi dan bertindak seperti Ka SPK termasuk menangani TKP. ) bila diperlukan.1.  Setelah petugas dari fungsi Teknis datang (Serse/Lantas) segera melaporkan semua kegiatan yang telah dilaksanakan.     Jika di TKP sudah ada petugas yang melakukan pengamanan TKP maka kegiatan selanjutnya adalah : Perkuat/sempurnakan penutupan dan pengamanan TKP (pertahankan status quo).

6.1. Jangan menambah atau mengurangi bukti di TKP. Amankan pelaku bila masih ada di TKP. 5. Mengamankan barang bukti yang ditemukan di TKP maupun pelaku dan korban.3. pelaku dan korban. 6. 7. Usahakan mencari saksi/orang yang mengetahui /mengalami. Tutup dan amankan TKP sehingga menjadi status quo. Ketua tim masuk ke TKP melakukan pemeriksaan dengan membawa tanda-tanda. Minta bantuan masyarakat setempat (RT/RW/Kades) bila perlu.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI      Melakukan pertolongan kepada korban.   Kualifikasi kemampuan yang harus dimiliki seorang petugas TPTKP : Kemampuan kecepatan mendatangi TKP Kemampuan pengaturan lalu lintas Kemampuan menembak mahir Kemampuan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) Kemampuan berkomunikasi yang baik Kemampuan pengamatan dan penggambaran Peralatan dan perlengkapan Umum Gampol yang berlaku sesuai ketentuan Kelengkapan perorangan Sabhara Polri Sabuk Sabhara Selempang Pet Tongkat “T” Borgol Peluit Tanda kewenangan FUNGSI TEKNIS SABHARA 65 . Usahakan tangkap pelaku bila masih berada di TKP. Atur posisi anggota. 8. 5.  Beri tanda jalan masuk maupun keluar pelaku. Saksi. Taktik dan Teknis dalam TPTKP. 7.  Catat waktu dan cuaca pada saat tiba di TKP  Pengamatan umum situasi di TKP  Pengamatan secara khusus terhadap Barang bukti di tempat kejadian.       7. Tempat kejadian perkara.  Pasang Police Line  Jaga TKP jangan sampai rusak (orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk).

2.    8. FUNGSI TEKNIS SABHARA 66 . Sasaran Korban TKP Pelaku Saksi-saksi Barang bukti Bukti petunjuk lainnya Tahapan-tahapan dalam kegiatan TPTKP : Tahap persiapan Menyiapkan personel Kendaraan dan alat komunikasi Penyiapan Sabhara Kit APP : Penjelasan tugas Cara bertindak Penentuan route terpendek 4. Koordinasi dengan fungsi-fungsi Teknis dan fungsi pendukung lainnya. P 3 K. 8. 2.2. 9. Persenjataan Revolver Senjata api V 2 Sabhara Kendaraan Ranmor roda dua Ranmor roda empat Alkom Handphone (HP) Handy Talky (HT) Perlengkapan khusus Sabhara Kit ( Police line.     1. 2. buku catatan ) Handy cam Kamera Tujuan dan sasaran Tujuan dilakukan TPTKP adalah : Pertolongan korban dan pengamanan TKP tetap dalam keadaan status quo. senter. pembungkus barang bukti. barang bukti dan petunjuk lain. 2.    8.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  1.1.2. pencarian saksi.       9.  1. Penangkapan pelaku.  1. Sebagai dasar dimulai penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. tali. 7.1. 3.

maka petugas tersebut harus menjaga status quo (menjaga keaslian TKP) Tahap pelaksanaan TPTKP Tindak Pidana/kriminalitas Lakukan pertolongan terhadap korban Pasang police line atau peralatan tali lainnya. lokasi kejadian. modus operandi dan pelaku. Mengamati secara umum tentang situasi.   Pengorganisasian : Menyusun kekuatan yang dilibatkan dalam kegiatan penanganan TPTKP. 102. Catat orang-orang yang berada di TKP terutama orang yang mengetahui tentang kejadian dan perintahkan untuk tidak meninggalkan TKP. pengaduan.3. diketahui langsung tentang terjadinya tindak pidana. Mengamankan barang bukti dengan memberikan tanda-tanda. waktu kejadian dan keadaan cuaca.              9. Menyiapkan peralatan yang digunakan di dalam penanganan TPTKP.  Data / konfigurasi Kamtibmas yang meliputi jumlah kejadian. Catat tempat. Pembukaan/pembebasan police line / garis polisi (oleh Ka SPK) Tahap Pengakhiran Pengecekan terhadap personel Pengecekan terhadap perlengkapan Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas Kaji ulang Manajemen Operasional TPTKP 9. Sebagai seorang supervisor sebelum melaksakan penanganan TPTKP diharuskan membuat perencanaan penanganan TKP dengan merumuskan sasaran kegiatan yang bersumber dari :  Laporan. Menyerahkan hasil pengamanan TKP termasuk langkah-langkah yang telah diambil kepada petugas penyidik beserta pelaku. baik orang maupun barang atau benda-benda.  Data Potensi Gangguan yang meliputi bentuk/sifat dan lokasi.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  Terhadap TKP yang ditemukan langsung oleh petugas Polri dalam pelaksanaan patroli/penjagaan.2. waktu kejadian. 10. Membuat gambar/sketsa Membuat berita acara pendapatan di TKP Menyiapkan permintaan visum et repertum Meminta bantuan anjing pelacak bila diperlukan. Perencanaan.1. FUNGSI TEKNIS SABHARA 67 .     10. Tangkap pelaku bila masih berada di sekitar TKP. barang bukti dan saksi yang ditemukan. tertangkap tangan.

Barang bukti.4. Sarana pendukung dengan menggunakan komunikasi yang ada FUNGSI TEKNIS SABHARA 68 .   dan laporan. Pengawasan dan Pengendalian. Tindakan anggota selama penanganan TPTKP. 10. Sebelum melaksanakan tugas setiap pimpinan agar melakukan acara pimpinan pasukan (APP) menjelaskan tentang :  Ketanggapsegeraan mendatangi TKP  Penyerahan hasil TPTKP kepada petugas olah TKP (Tersangka.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  TPTKP. Menyiapkan administrasi yang dibutuhkan dalam penyidikan 10. Pelaksanaan. dan saksi).3.

Pra Bencana adalah suatu keadaan belum terjadi bencana akan tetapi memungkinkan untuk terjadinya potensi bencana. Dasar Hukum MPB. Prinsip MPB. Karakteristik KPL . Tanggap Darurat adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB. harta benda. Penerapan penanggulangan dalam pelayanan tugas bila terjadi bencana manajemen 2. 8. Penerapan KPL. 9. kerusakan lingkungan. kerugian harta benda dan dampak psikologis. Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan/atau faktor non-alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia. Menjelaskan pengertian dalam MPB menjelaskan Dasar hukum MPB Menjelaskan Prinsip-prinsip MPB Menjelaskan penerapan KPL Mejelaskan karakteristik KPL Menjelaskan Struktur KPL Menjelaskan MPB Membuat perencanaan Pra bencana Mengorganisir Pra Bencana Memilih CB bila terjadi bencana Melakukan pengawasan an pengendalian anggota 1. penyelamatan serta pemulihan prasarana dan sarana.  Pengertian – pengertian Kepolisian Negara Republik Indonesia yang selanjutnya disingkat Polri adalah alat Negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. menegakkan hukum. meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban. memahami pengertian dalam MPB. 7. pengurusan pengungsi. Indikator Hasil Belajar Setelah menyelesaikan Bab ini diharapkan Peserta Didik dapat 1. 4. serta memberikan perlindungan. 10. 6. pemenuhan kebutuhan dasar.    FUNGSI TEKNIS SABHARA 69 . 11. VIII MANAJEMEN PENANGGULANGAN BENCANA Kompetensi dasar 1. perlindungan. pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri. Struktur Organisasi KPL dan Manajemen penanggulangan Bencana. 2. 5. 3.

Dasar Hukum 2.  Prinsip-prinsip MPB cepat dan tepat. Status Keadaan Darurat Bencana adalah suatu keadaan yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk jangka waktu tertentu atas dasar rekomendasi sampai dengan aktivitas masyarakat berjalan dengan normal. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4168). Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 66. DVI adalah suatu prosedur untuk mengidentifikasi korban mati akibat bencana yang dapat dipertanggungjawabkan secara sah oleh hukum dan ilmiah serta mengacu pada Interpol DVI Guideline. Pangkalan Aju adalah tempat dan atau lokasi yang terdekat dengan penanggulangan bencana dan atau bencana dimana sumber daya dapat disimpan untuk sementara waktu sambil menunggu penggunaan dan penugasan. Kontinjensi adalah keadaan dalam kehidupan atau tata kehidupan masyarakat yang oleh suatu sebab tertentu kehidupan tersebut sangat mungkin menjadi sumber penyebab kerawanan. yaitu dalam memberikan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana senantiasa memperlakukan dengan penuh simpatik. Perkap No. yaitu dalam melaksanakan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana dilaksanakan secara cepat dan tepat sasaran. Korban bencana adalah orang atau sekelompok orang yang menderita atau meninggal dunia akibat bencana.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI         Pasca Bencana adalah mulai dinyatakan berakhirnya keadaan Tanggap Darurat dan dimulainya kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi sampai dengan aktivitas masyarakat berjalan dengan normal. ramah tamah. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4723). 17 Tahun 2009 tentang Manajemen Penanggulangan Bencana 3.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 70 . dan tanpa pamrih dengan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia. Demobilisasi adalah tindakan penghentian pengerahan dan penghentian penggunaan sumber daya nasional serta sarana dan prasarana nasional yang berlaku untuk seluruh wilayah negara yang diselenggarakan secara bertahap guna memulihkan fungsi dan tugas setiap unsur seperti sebelum berlakunya mobilisasi. sehingga perlu senantiasa diwaspadai/ diantisipasi secara dini dengan pilihan alternatif yang diambil sesegera mungkin secara efektif dan efisien. Keadaan Darurat adalah keadaan sukar/sulit yang tidak disangka-sangka yang memerlukan penanggulangan segera. sopan santun. krisis.    Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 2. humanis.

4. organisasi bersifat modular (bongkar pasang). yaitu dalam memberikan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana senantiasa tidak memihak/membedakan asal usul dan latar belakang korban bencana. antara lain: kecelakaan lantas berat situasi penyanderaan penanggulangan bencana bom. sehingga terbentuk pemahaman yang sama. yaitu dalam memberikan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana dilaksanakan secara bersih dan terbuka. sistem komando terpadu dimana instansi yang terlibat. gempa bumi letusan gunung berapi tanah longsor banjir angin puting beliung. Karekteristik KPL Karakteristik yang dimiliki oleh KPL meliputi :     terminologi penggunaan istilah-istilah antara lain jabatan. rencana kegiatan dibuat untuk mencapai target operasi FUNGSI TEKNIS SABHARA 71 . pesawat jatuh kapal tenggelam atau tabrakan kebocoran limbah berbahaya Polisi terlibat tembak menembak kerusuhan kebakaran dan ledakan wabah penyakit 4. hanya terhadap unit-unit yang dibutuhkan dapat diaktifkan dalam KPL. antara lain:  kunjungan pejabat  kegiatan olahraga/konser yang besar  konferensi yang bersifat nasional/internasional keadaan darurat yang besar yang mengakibatkan beberapa penanggulangan bencana/peristiwa. baik kepada Pimpinan Polri maupun kepada masyarakat. dapat dipertanggungjawabkan secara vertikal maupun horizontal. dan akuntabel. antara lain:      5. fasilitas. Penerapan Komando Pengendalian Lapangan ( KPL ) pada : Penanggulangan bencana yang tidak direncanakan.1           kejadian yang direncanakan. sumber daya harus seragam.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI    objektif. bekerja sama sebagai satu tim untuk membuat sasaran dan strategi bersama. transparan. yaitu dalam memberikan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana.

Manajemen Penanggulangan Bencana Manajemen penanggulangan bencana berpedoman pada prinsip manajemen secara umum yang meliputi: perencanaan pengorganisasian pelaksanaan pengendalian. bagian perencanaan.1. 6. dan rencana demobilisasi memastikan koordinasi tindakan dan kegiatan para staf. fasilitas penanggulangan bencana sudah ditetapkan sebelumnya meliputi pangkalan aju. manajemen sumber daya dilaksanakan secara komprehensif dengan mengetahui jumlah. dan bagian keuangan dan administrasi. bagian logistik. rencana press release. ditugaskan atau tidak dapat digunakan) dari sumber daya yang dimiliki. dan status (tersedia. dan heli pad. Struktur Organisasi KPL Struktur organisasi KPL terdiri dari: kepala KPL. 6.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI      rentang kendali dilaksanakan secara efektif dan efisien yang dapat ditangani dengan prinsip satu atasan mengendalikan 3 sampai dengan 7 bawahan atau satu atasan mengendalikan 5 (lima) bawahan. komunikasi yang terintegrasi dengan memiliki kemampuan berkomunikasi antar/intra instansi. staf KPL. dan komando wilayah dapat dibentuk. heli spot. rencana kebutuhan sumber daya.1      FUNGSI TEKNIS SABHARA 72 . menilai situasi darurat yang terus berubah menugaskan staf yang diperlukan menetapkan pilihan bagian-bagian dari sistem KPL untuk dioperasionalkan mengendalikan operasional bagian-bagian dari sistem KPL memberikan pengarahan atau briefing awal dan memulai proses perencanaan berdasarkan analisis fakta yang ditemukan menyetujui semua rencana antara lain rencana kegiatan. apabila KPL yang berada lebih dari satu sesuai dengan tingkat kesatuan kewilayahan dengan tujuan untuk mengelola penggunaan sumber daya yang terbatas dan memastikan tercapainya target operasi masing-masing KPL. 7. Pos KPL. lokasi. •               7. bagian operasional. pangkalan penanggulangan bencana. Tugas Kepala KPL sebagaimana dimaksud : mendirikan pos KPL.

2. a. Penggolongan penanggulangan bencana terdiri dari tahapan sebagai berikut: pra bencana tanggap darurat pasca bencana. melakukan mobilisasi masyarakat yang berada di daerah rawan bencana. Penerapan Manajemen Penanggulangan Bencana Perencanaan Pra Bencana Pra Bencana merupakan suatu tindakan yang diambil dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana meliputi:  Situasi tidak terjadi bencana  Situasi terdapat potensi terjadinya bencana Dalam situasi tidak terjadi bencana sebagaimana dimaksud diatas.3. 8.1.2    7. 8. Pengorganisasian Pra Bencana Pengorganisasian Pra Bencana dilaksanakan melalui kegiatan: membentuk susunan panitia dan rencana pelatihan dalam penanggulangan bencana.   strategi penanggulangan bencana pemberian peringatan dini kepada masyarakat yang berpotensi korban bencana pengerahan semua sumber daya yang ada penyiapan tempat evakuasi/pengungsian penyiapan tenaga. kegiatan perencanaan:   Penyiapan rencana pelatihan dan penanggulangan bencana dengan menerapkan KPL Sosialisasi dalam rangka pencegahan dan pengurangan resiko bencana Dalam situasi terdapat potensi terjadinya bencana sebagaimana dimaksud diatas kegiatan perencanaannya :      8. membuat surat perintah pelaksanaan pelatihan penanggulangan bencana yang menunjuk pelaksana dan peserta. Pembentukan susunan panitia dan rencana pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf a dilakukan dengan cara: a. sesuai tataran kewenangan yang dilakukan oleh: FUNGSI TEKNIS SABHARA 73 .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 7. alat peralatan medis dan obat-obatan.

Pelaksanaan penanggulangan pada tahap Pra Bencana meliputi :       pelatihan penanggulangan bencana sosialisasi dalam rangka pencegahan dan pengurangan resiko bencana pemberian peringatan dini kepada masyarakat yang berpotensi korban bencana pengerahan semua sumber daya yang akan digunakan. dan obat-obatan. mengadakan tempat penampungan untuk evakuasi/pengungsian korban bencana menyediakan tenaga. Mobilisasi masyarakat yang berada di daerah potensi bencana sebagaimana dimaksud dilakukan dengan kegiatan sebagai berikut:    9. pada pelaksana tingkat Kabupaten/Kota Kapolda pada pelaksana tingkat provinsi Kapolri pada pelaksana tingkat pusat dan BNPB menyiapkan sarana dan prasarana pelatihan antara lain meliputi materi baik yang bersifat internal maupun yang terkait dengan struktur organisasi KPL gabungan. peralatan. Pelaksanaan sebagaimana dimaksud huruf a ditunjuk oleh masing-masing Kasatker sesuai dengan tataran kewenangan. Pengorganisasian kegiatan mobilisasi masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf b dilakukan oleh: c. metode latihan (tutorial dan simulasi). menyediakan sarana dan prasarana pembentukan pos KPL. FUNGSI TEKNIS SABHARA 74 . dan alins/alongin melaksanakan koordinasi dengan instansi lain dalam rangka persiapan penyusunan pelatihan merencanakan kebutuhan dukungan anggaran dalam pelaksanaan pelatihan.    Kapolres dan Kapoltabes. memberikan peringatan dini menentukan jalur dan tempat penampungan sementara yang aman untuk mobilisasi masyarakat.1. d. pada pelaksana tingkat Kabupaten/Kota Kapolda pada pelaksana tingkat provinsi Kapolri pada pelaksana tingkat pusat dan BNPB. Kapolres dan Kapoltabes.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI    b. alat peralatan medis. Pelaksanaan Pra Bencana 9.

   FUNGSI TEKNIS SABHARA 75 . 11.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 9. Anggaran Pra Bencana Penanggulangan bencana yang dilaksanakan oleh Polri dalam kegiatan pra bencana. Dalam hal pelaksanaan pelatihan gabungan penanggulangan bencana pada kegiatan pra bencana. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).2. Pengawasan dan Pengendalian Pra Bencana Pengawasan dan pengendalian sebagaimana dimaksud diatas dilakukan dengan kegiatan:    menerima laporan: melakukan supervisi terhadap pelaksanaan kegiatan tanggap darurat Inspeksi mendadak secara langsung ke lokasi pada pelaksanaan kegiatan tanggap darurat. menggunakan anggaran yang ada pada BNPB/BPBD. Selain melaksanakan kegiatan sebagaimana dimaksud. dan/atau BNPB/BPBD. tanggap darurat. 10. Polri bekerja sama dengan instansi lain melakukan kegiatan sebagai berikut :    melakukan kegiatan penyuluhan melalui strategi Polmas kepada masyarakat yang berpotensi korban bencana penyebarluasan informasi dari Badan Meteorologi. menggunakan anggaran kontinjensi Polri baik yang berada pada Mabes Polri dan/atau satuan kewilayahan disesuaikan dengan skala dan lokasi bencana. dan pasca bencana. Penanggulangan bencana yang telah dinyatakan oleh pemerintah sebagai bencana nasional/daerah. Klimatologi. menggunakan anggaran yang ada pada masingmasing instansi. dan Geofisika (BMKG) kepada masyarakat mengenai kemungkinan terjadinya bencana melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan tempat penampungan yang aman untuk evakuasi/ pengungsian korban bencana.

Memahami kepolisian.500. nakan kegiatan Tipiring. dan sasaran Tipiring.atau ditetapkan pada saat itu kecuali pelanggaran lalu lintas. Pengertian Tipiring 2. 6. Acara Pemeriksaan Cepat FUNGSI TEKNIS SABHARA 76 . 7. pengawasan dan pengendalian Tipiring 8. Pengetahuan Tentang Tipiring dalam pelaksanaan tugas Menerapkan kegiatan Tipiring untuk melaksanakan penegakan hukum. diharapkan peserta didik dapat : 1. Pelanggaran peraturan Daerah ( Perda ) adalah pelanggaran terhadap ketentuan peraturan Daerah secara Otonomi oleh siapa saja dapat diancam denngan kurungan atau denda yang ditetapkan oleh Pemerintrah Daerah bersama-sama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) setempat. Pengertian Membuat laporan Melakukan Menerapkan/melaksa Membuat rencana Menjelaskan tujuan Menjelaskan Menjelaskan dasar Menjelaskan Tindak PIdana Ringan adalah perkara yang diancam dengan pidana penjara atau kurungan paling lama 3 bulan dan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 7. hasil pelaksanaan kegiatan Tipiring.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB IX MANAJEMEN TIPIRING Kompetensi Dasar 1. 3. Indikator Hasil Belajar Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab VIII. 5. 4. 2. konfigurasi standar Tipiring. kegiatan Tipiring. 1. hukum Tipiring.

binaan Ketentraman dan ketertiban (Trantibun) serta Harkamtibmas tanggal 17 Juli 2002 ( No. UU No. 13. Pol : Skep/259/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang buku penunjuk penindakan tindak pidana ringan ( Tipiring ) Skep Kapolri No. dalam waktu tiga hari sejak Berita Acara Pemeriksanaan selesai dibuat menghadapkan terdakwa beserta barang bukti.3. Memorandum Of Understanding (MOU) Kapolri dan Mendagri tahun 2002 tentang Kerja sama Pem. dan 149. Peralatan 3. 119/527/SJ tahun 2002 / No. 2. 14. Kemampuan penyidik Tipiring Menguasai Tehnik pemeriksaan (Mempunyai Skep penyidik) Mahir berkomunikasi Menguasai Undang-undang/ Perundang-undangan yang berkaitan dengan Tipiring Terampil menggunakan komputer/mengetik Dapat melaksanakan pengamatan dan penggambaran. 27 tahun 1983. Surat Peraturan Kapolri No. 15 dan 16 ) UU. Yang diperiksa menurut Acara Pemeriksaan Cepat kasus Tipiring yang menyangkut pelanggaran/kejahatan KUHP mengunakan Format berkas dan pelanggaran Pasal KUHP tertentu menggunakan Blanko Acara Pemeriksaan Cepat Tipiring Model Tilang.     Dasar Hukum Penindakan Tipiring UU.2. 143 ayat 2.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Penyidik atas kuasa penuntut umum. Peratutan Kababinkam Polri No. No. 3.   Tingkat Polres kendaraan bermotor R-4 Jenis Minibus : 2 Unit FUNGSI TEKNIS SABHARA 77 . 8 tahun 1981 KUHAP ( Pasal 205-210 ) tentang acara pemeriksaan cepat Tipiring dan PP No.3. 13 tahun 2009 Tanggal 31 Desember 2009.2 tahun 2002 tentang Polri ( Pasal 3. 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah ( pasal. Pol : Skep/260/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang Tipiring. Pol : B / 730 / VII / 2002 ). tentang PenangananTindak pidana ringan Konfigurasi Standar Satuan Penindakan Tipiring dan Perda Kekuatan Penyidik Polri PPNS Pendukung : 6 Personil : 6 Personil : 6 Personil    3.      3.No.1..1 Peralatan Umum a. 148.    3. saksi ahli dan juru bahasa kesidang pengadilan .

     b.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   b. FUNGSI TEKNIS SABHARA 78 . Model Administrasi Penyidikan Blanko Acara Pemeriksaan Cepat dalam kegiatan terpadu dilaksanakan Perda yang tidak sulit Model berkas perkara prosesnya cukup lama.             c.3. 3. Daftar Barang Bukti Keterangan Ahli Surat Permintaan Persetujuan Penyitaan dari katua Pengadilan Negeri Surat Pemberitahuan dimulainya Penyidikan.3.2 Peralatan khusus berupa papan pemberitahuan pelaksanaan penindakan Tipiring / penegak Perda.3 Administrasi penyidik menggunakan a. penyitaan. Penggeledahan. murah dan langsung ( Karena CJS siap di tempat ). Berita Acara Penangkapan. Daftar Saksi dan Tersangka. kasusnya agak sulit. perlu dilengkapi berkas-berkas ( BAP ) Prosedur Penyidikan Model Acara Pemeriksaan Cepat dilaksanakan dengan cepat.    Truck : 3 Unit Kendaraan bermotor R-2 : 6 Unit Tingkat Polsek Kendaraan bermtor R-4 Jenis khusus Kendaraan bermotor : 1 Unit : 3 Unit 3.   d.  : Blanko acara Pemeriksaan Cepat Tipiring/ Penegak Peraturan Daerah/Non KUHP Model Tilang terdiri dari : Lembar warna Putih untuk pengadilan Lembar Warna Merah untuk tersangka Lembar Warna biru untuk Kejaksaan Lembar warna Kuning untuk Satuan atas Penyidik Lembar Warna Hijau untuk arsip Menggunakan Berkas perkara Biasa untuk pelanggaran KUHP : Sampul Berkas Perkara Daftar isi Berkas Perkara Resume Laporan Polisi Berita Acara Pemeriksaan ( BAP ) Saksi Berita Acara Pemeriksaan Tersangka.

ringan tidak berkembang menjadi Tindak Pidana yang lebih besar.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  Model berkas Perkara : PPNS melewati penyidikan Polri dibawa ke Pengadilan dengan melakukan koordinasi dengan kejaksaan ( pemberitahuan ) serta koordinasi pengnadilan ( tentang hari siding ) serat memberitahukan kepada tersangka. 5.1.  Tokoh Masyarakat Turut membantu tugas Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban umum 5. Pemda setempat. FUNGSI TEKNIS SABHARA 79 .2.1. 4. Pengadilan. Pengecekan Blanko Tipiring maupun administrasi penyidikan Berkas Tipiring dan Skep Penyidik.2. Rapat Koordinasi dengan kejaksaan.  Sasaran Tersangka Dapat menimbulkan efek jera  Penyidik Tipiring Meningkatkan keterampilan kepada anggota Sabhara Polri sebagai penyidik Tindak Pidana ringan (Tipiring) dan sudah mempunyai Skep sebagai Penyidik. 5. 4. Tujuan dan Sasaran Tujuan 4.  Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Meningkatkan keterampilan kepada anggota PPNS dalam melakukan penyidikan terhaap Perda di lingkungannya dan sudah mempunyai Skep sebagai Penyidik.1 Penindakan terhadap Pelanggaran Pasal Tipiring tertentu baik KUHP / Non KUHP :  Tata cara penyidikan tindak pidana ringan (Tipiring) khususnya terhadap pelanggaran Peraturan daerah menggunakan Blanko Acara Pemeriksaan Cepat Model Tilang. Untuk meningkatkan keterampilan dalam penindakan terhadap masalah pelanggaran yang berkaitan dengan ketertiban dan kepatuhan hukum masyarakat sehingga masalah pelanggaran hukun ketidaktertiban yang dinilai sederhana.     Pelaksanaan Kegiatan. Adakan Acara Arahan Pimpinan (AAP) sebelum melaksanakan tugas secara jelas dan benar dan berikan penekanan untuk hindari tindakan kekerasan (Mengajar pangakuan tersangka) Tahap Pelaksanaan 5. Tahap Persiapan Menyiapkan Surat Perintah Penugasan dan menyusun Rencana Kegiatan.2.

Penyidik / Penyidik Pembantu mampu meredam emosi tersangka atau kelompok masyarakat sekitar Tempat Kejadian Perkara masyarakat sekitar Tenpat Kejadian Perkara (TKP) yang tidak puas atas tindakan hokum tersebut. Apabila tersangka tidak mau menandatangani. Setelah penyidik / Penyidik pembantu / Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) menerima laporan / pengaduan atau mengetahui langsung adanya Tindak Pidana Ringan (Tipiring). Setelah diadakan pemeriksaan singkat dan menemukan elemen pasal yang dilanggar .3 Tanggung Jawab Penyidik Yang berhak melakukan penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) adalah anggota Sabhara Polri yang telah memiliki Surat Keputusan Penyidik / Penyidik Pembantu. maka penyidik / penyidik pembantu cukup mencatat uraian singkat alas an-alasannya (di kembar belakang) Mengingatkan kembali kepada tersangka atau kuasanya untuk dating ke Pengadilan sesuai waktu yang telah ditetapkan sebagai Jadwal Sidang Tindak Pidana Ringan. maka segera mencari saksi. menangkap. maka baik saksi.  Pemberitahuan dimulai penyidikan  Pemeriksaan Saksi/Saksi korban  Menyita Barang Bukti (BB)  Mencari. serta sudah ada pengakuan tersangka.  Registrasi Pengiriman Berkas Perkara dari Satuan Sabhara. 5.  Mendatangi TKP dan melakukan TPTKP. Putusan Pengadilan ditulis Ringan (Tipiring) khusus pelanggaran terhadap KUHP. terdakwa dan penyidik / penyidik pembantu agar membubuhkan tanda tangan di Blanko Tindak Pidana Ringan (Tipiring) tersebut.  Penyerahan Berkas Perkara ke Pengadilan dalam 3 (Tiga) hari berikut tersangka dan barang bukti.  Proses pemberkasan menjadi Berkas Perkara  Nomor Registrasi Berkas Perkara dari Satuan Sabhara. maka penyidik / penyidik pembantu / penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) segera menulis langsung di Blanko Tindak Pidana Ringan (Tipiring) Untuk memperkuat keterangan. 5.2 Penindakan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) khususnya Pelanggaran terhadap KUHP.2.  Setelah menerima pengaduan. Mencatat jenis Barang Bukti (BB) yang tersedia.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI          Proses Penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dapat dilaksanakan di Markas Komando maupun di luar Markas Komando yang penting dilaksanakan secara cepat dan tuntas. petugas Sabhara segera membuat Laporan Polisi. didukung dengan keterangan saksi.2. dan memeriksa tersangka. tersangka dan Barang Bukti (BB) yang berkaitan dengan kasusnya. sedangn penyidikan terhadap pelanggaran Peraturan daerah (Perda) dilaksanakan FUNGSI TEKNIS SABHARA 80 .

waktu kejadian. 7. perlengkapan dan administrasi yang dibutuhkan dalam penanganan Tipiring. Format Berkas Acara Pemeriksaan Cepat Tipiring dan Perda maupun Format Berkas Perkara Tipiring menggunakan format baru yang disempurnakan. hari Ulang tahun /besar nasional dan kegiatan masyarakat. Sebagai seorang Supervisor dalam penanganan Tipiring diharuskan membuat rencana Kegiatan dengan merumuskan sasaran yang bersumber pada :  Perkiraan khusus (Kirsus) Intel  Perencanaan Program Kerja Satuan Wilayah  Data Kamtibmas yang meliputi : Jumlah kejadian. 7.3. Tahap Perencanaan   6. Mengecek kembali Berita Acara Pemeriksaan dan Blanko Tipiring.  Data FKK meliputi bentuk. lokasi kejadian. Berdasarkan perumusan tersebut di atas ditentukan sasaran selektif prioritas. modus operandi dan pelaku  Data Police Hazard bentuk. Ketentuan yang berkaitan dengan kegiatan Penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan Peraturan Daerah (Perda) sepanjang tidak bertentangan dengan petunjuk Kegiatan Penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan Peraturan Daerah (Perda) ini masih diberlakukan Manajemen Penanganan Tipiring. sifat dan lokasi  Kalender Kamtibmas yang meliputi kegiatan Pemda. perumusan cara bertindak dan kekuatan yang dilibatkan. sasaran seleksi dan sasaran rutin. baik yang disidik oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) maupun Polri.    7.1. Ketentuan Lain Kegiatan penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan Peraturan Daerah (Perda) didukung Anggota Rutin dan APBD setempat. Tahap Pengorganisasian Menyiapkan susunan kekuatan. Ucapan Terima kasih kepada saksi yang telah bersedia memberikan keterangannya secara benar dan jelas. FUNGSI TEKNIS SABHARA 81 .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) dilaksanakan oleh Satuan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) 5. Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan. adakah yang belum ditandatangani baik oleh tersangka maupun Saksi.  Program Kerja Pemda dan Perda.2.   Tahap Pengakhiran Ketua Tim mengecek kembali Personil yang bertugas. sifat dan lokasi.

3. sasaran. serta membuat Anev.   7.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 82 .  Tahap Pelaksanaan Melaksanakan acara pimpinan pasukan (APP) yang meliputi tugas.4.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 7. Menggunakan sarana komunikasi yang tersedia dan pembuatan laporan.da cara bertindak dalam penanganan Tipiring. Koordinasi criminal justice system (CJS) dan Pemda (Dinas Pol PP) Tahap Pengadilan Mengawasi dan mengendalikan anggota dalam melaksanakan tugas.

tentang Manajmen Penanggulangan Bencana FUNGSI TEKNIS SABHARA 83 . 8 Tahun 1981 tentang KUHAP Juklak. Juknis dan Juklap FT.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI DAFTAR BACAAN Undang-Undang No. Perkap No. 2 Tahun 2002 tentang Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia Undang-Undang No. 17 Tahun 2009. Sabhara MOP Kepolisian Perpres RI No. 52 Tahun 2010. 16 Tahun 2006 tentang Dalmas Perkap No.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful