LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

MARKAS BESAR KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

FUNGSI TEKNIS DAN MANAJEMEN OPERASIONAL SABHARA
1. Pengantar

Strategi Polri dalam menangani permasalahan tugas pokok Polri yaitu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan, Pengayoman dan pelayanan masyarakat, dilaksanakan oleh Fungsi Teknis Opsnal Kepolisian salah satunya adalah Fungsi Teknis Sabhara dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya mengutamakan tindakan pencegahan terhadap terjadinya gangguan Kamtibmas. Kita sadari ancaman Kamtibmas baik kwantitas maupun kwalitasnya semakin komplek dengan adanya perubahan dibidang Ipoleksosbud hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh Polri . Guna keberhasilan dalam menangani masalah gangguan Kamtibmas, didalam modul ini disajikan manajemen pencegahan terjadinya kejahatan, pelanggaran dan gangguan Kamtibmas lainnya secara konseptual disertai bahan pengayaan. Disamping mempunyai kemampuan first line supervisor juga diharapkan mampu :  Dapat mengaplikasikan tugas-tugas Polri sebagai harkamtibmas, penegak hukum, pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat.  Secara teknis dapat merencanakan, melaksanakan, mengkoordinasikan, pengendalian kegiatan penjagaan, pengawalan dan patroli.  Memimpin dan melaksanakan pengamanan tempat kejadian perkara, penerimaan dan penyimpanan barang bukti.

 
2.

Melaksanakan pembinaan terhadap masyarakat, tokoh masyarakat untuk menumbuhkan kepercayaan diri, rasa aman, damai dan daya tangkal dari gangguan kamtibmas. Melaksanakan kegiatan SAR terbatas. Standar Kompetensi

Memahami dan menerapkan pengetuan Sabhara untuk pelaksanaan tugas-tugas Kepolisian agar terjamin terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

1

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

BAB I TUGAS POKOK, FUNGSI DAN PERANAN SABHARA
Kompetensi Dasar : Memahami Pengertian Sabhara, Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan Sabhara. Indikator Hasil Belajar : Setelah menyelesaikan Bab I, diharapkan peserta didik dapat : 1. Mendefiniskan Pengertian Sabhara. 2. Menjelaskan Dasar Hukum Sabhara. 3. Menjelaskan Tugas Pokok Sabhara. 4. Menjelaskan Fungsi Sabhara. 5. Menjelaskan Peranan Sabhara. 6 Menjelaskan peranan Sabhara Tingkat Polsek. 1. Pengertian-pengertian

Istilah Samapta diganti kembali dengan Istilah Sabhara berdasarkan dengan Peraturan Kapolri No. Pol. : Perkap/21/IX/2010 tentang Organisasi Tata Kerja Tingkat Mabes Polri dan Peraturan Kapolri No. Pol : Perkap/22/IX/2010 tentang Organisasi Tata Kerja Tingkat Polda. Sabhara yaitu kesiap siagaan. Sabhara merupakan salah satu fungsi opsnal Polri dibawah Babinkam Polri yang diberi tugas dan wewenang bersifat preventif. Fungsi Kepolisian adalah salah satu fungsi pemerintah negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat penegakan hukum, perlindungan dan pengayoman serta pelayanan kepada masyarakat. Fungsi Teknis Sabhara adalah sekelompok pekerjaan, kegiatan, usaha yang memerlukan keahlian dan keterampilan khusus Sabhara Polri dalam rangka menyelenggarakan tugas pokok Polri (terutama tugas-tugas yang berkaitan dengan upaya preventif). Peranan adalah implikasi yang ditimbulkan / berkaitan adanya tugas, fungsi dan wewenang yang ada pada seluruh jajaran Polri dari tingkat Mabes sampai tingkat Polsek. Preventif (Pencegahan) adalah segala usaha, kegiatan dan tindakan yang dilakukan untuk mencegah terhadap kemungkinan yang akan terjadi baik ancaman maupun gangguan kamtibmas.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

2

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

Asas pencegahan adalah suatu sikap atau pandangan yang dilandasai pemikiran bahwa pencegahan lebih baik dari pada pemberantasan. Asas Subsidiaritas adalah Asas yang memberikan peluang kepada Polri untuk mengambil prakarsa dan tindakan pertama dalam hal penanggung jawab teknisnya ada (terbatas dalam lingkup masalah yang terkait dengan tugas Polisi). Asas Offensif adalah suatu sikap dalam pelaksanaan tugas operasional FT Sabhara yang selalu proaktif. Asas Waspada adalah suatu sikap dalam pelaksanaan tugas operasional FT Sabhara yang selalu memperhitungkan segala kemungkinan yang akan terjadi. Asas Kepekaan adalah suatu sikap dalam pelaksanaan tugas operasional FT Sabhara yang selalu tanggap untuk menghadapi gejala dan memiliki inisiatif bertindak dalam memecahkan masalah yang dihadapi sebagai wujud Quick Renpons (ketanggapsegeraan). 2.  Dasar Hukum

  

Undang-undang No.2 tahun 2002 tentang UU Kepolisian Negara RI Psl 13, 14 (1) a s/d i yang mengatur tentang tugas Polri. Psl 15(1) a,b,c,f,g dan i, psl 16 (1) a,b,c,d, i, psl 18 (1), (2), psl 19 (1), (2) yang mengatur tentang wewenang Polri. Undang-undang No.8 tahun 1981 tentang KUHAP Undang-undang No.l tahun 1946 tentang KUHP Perundang-undangan lainnya yang berhubungan dengan tugas dan wewenang Kepolisian dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban umum. Peraturan Kapolri No. Pol : Perkap/21/IX/2010 tentang Pokok-pokok Organisasi FT Sabhara tingkat Mabes, dan Peraturan Kapolri No. Pol : Perkap/22/IX/2010 tentang Pokok-pokok Organisasi FT Sabhara tingkat Polda. 3. 3.1. Tugas Pokok Fungsi dan Peranan Sabhara

Tugas Pokok Sabhara adalah melaksanakan Fungsi Kepolisian tugas preventif terhadap pelanggaran hukum atau gangguan Kamtibmas dengan kegiatan penjagaan, pengawalan dan patroli dengan sasaran pokoknya adalah :  Memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.  Meniadakan unsur kesempatan atau peluang bagi anggota masyarakat yang berniat melakukan pelanggaran hukum.  Melaksanakan tindakan represif tahap awal serta bentuk gangguan Kamtibmas. Melaksanakan penegakan hukum terbatas (Gakkumtas) Contoh : Tipiring dan penegakan perda.  Pemberdayaan dukungan satwa dalam tugas opsnal Kepolisian.  Melaksanakan Search And Resque (SAR) terbatas.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

3

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

3.2.

Fungsi Sabhara merupakan sebagian fungsi Kepolisian yang diberi tugas dan wewenang bersifat preventif yang memerlukan keterampilan kemampuan khusus yang telah dikembangkan guna menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat.

Adapun perumusan dan perkembangan kegiatan fungsi Sabhara saat ini meliputi pelaksanaan Polisi tugas umum, menyangkut segala upaya pekerjaan dan kegiatan Pengaturan, Penjagaan, Patroli, Pengawalan, , SAR Terbatas, Negosiasi, Yan Dalmas, Tipiring, TPTKP, Pemberian bantuan / dukungan Satwa untuk kepentingan perlindungan, pengayoman, pelayanan dan penertiban masyarakat / penegakan hukum secara terbatas. 3.3. a.       b.     c.    d. Peranan Fungsi Sabhara Tingkat Mabes Polri : Memberikan pembinaan teknis kepada fungsi Sabhara di satuan kewilayahan. Melaksanakan pengendalian dan supervisi Merumuskan Juklak/juknis fungsi teknis Sabhara. Memberikan back-up operasional kewilayahan bila diperlukan. Turut serta dalam kegiatan pengamanan pada Event Nasional dan Internasional. Melaksanakan tugas operasional antar Polda. Tingkat Polda : Memberikan pembinaan teknis kepada Fungsi Sabhara satuan kewilayahan /Polres. Menyelenggarakan dan melaksanakan operasional Fungsi Sabhara tingkat Polres. Memberikan back-up operasional kewilayahan / Polres Melaksanakan pengendalian dan Supervisi. Tingkat Polres : Memberikan pembinaan teknis kepada Fungsi Sabhara satuan kewilayahan / Polsek Menyelenggarakan dan melaksanakan operasional Fungsi Sabhara tingkat Polres dan Polsek. Memberikan back-up operasional kewilayahan Polsek. Tingkat Polsek :

Menyelenggarakan dan melaksanakan operasional Fungsi Sabhara ditingkat Polsek sampai Pos Pol dengan melaksanakan Patroli yang mengemban Multi Fungsi.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

4

 Dalam pelaksanaannya fungsi Gasum dan Hartibum diperankan oleh : Internal Kepolisian : meliputi seluruh jajaran Polri di samping Sabhara meliputi Ka SPK.4. Bag Ops tingkat Polwil/Polres dan seluruh petugas jaga markas di seluruh satuan Kepolisian. Eksternal Polri diperankan oleh Pam Swakarsa (Satpol PP. Satuan Pengamanan dan Protokol Detasemen Mabes.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 5 . Satpam. Polsus).LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3. Obyek Khusus dan Biro Operasional (Ro Ops) tingkat Polda.

Menerapkan Manajemen Operasional Sabhara dalam pelaksanaan tugas Kepolisian. 1. 2.    Pengertian . Melaksanakan pengawasan dan pengendalian tugas Sabhara. Memahami Manajemen Operasional Sabhara dalam pelaksanaan tugas Kepolisian.pengertian Pengertian MOP Manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien melalui kerjasama MOP adalah suatu proses untuk menciptakan situasi kamtibmasyang mantap secara efektif dan efisien yang dilaksankanoleh segenap kesatuan Polri OPS Pol adalah segala upaya dan kegiatan serta tindakan dengan menggunakan kekuatan fisik polri beserta komponen pendukung yang tersedia dalam rangka mengemban tugas –tugasnya Kamtibmas adalah situasi dan kondisi yang memberikan suasana kehidupan yang bteratur. Indikator Hasil Belajar : Setelah menyelesaikan Bab I. 2. 7. Menjelaskan Manajemen Opsnal 7 langkah. 5. Memilih cara bertindak dalam kegiatan Sabhara. diharapkan peserta didik dapat : 1. 1.1. Menjelaskan prinsip-prinsip MOP Sabhara. Menjelaskan pengertian Manajemen Operasional Sabhara. 3. Menjelaskan 4 Jiwa MOP 4. 6. rasa bebas dari bahaya dan rasa takut sebagai hasil pembinaan pemerintah dan masyarakat secara integral berlanjut mutlak harus diciptakan  FUNGSI TEKNIS SABHARA 6 .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB II MANAJEMEN OPERASIONAL SABHARA Kompetensi Dasar : 1. Membuat Rencana Kegiatan Sabhara.

Briefing untuk menjelaskan Sasaran. Pelaksanaan tugas terarah (sesuai rengiat) Wasdal langsung (partisipatif) Laporan Pelaksanaan tugas (untuk pertanggung jawaban) Debriefing sebagai Analisa dan Evaluasi tugas yang telah dilaksnakan (sebagai dasar penugasan selanjutnya). Personel. kualifikasi kemampuan. mingguan. Cara Bertindak dan kekuatan Personel. teknik dan strategik) Penerapan Manajemen Opsnal Tujuh Langkah (MOTL) Merencanakan / Menentukan Sasaran sebagai pedoman rencana kegiatan. Prinsip dasar MOP Sabhara Pencegahan dan penangkalan ( N+ K = C) Keterpaduan Fungsi Opsnal dan pemberdayaan masyarakat (Commutiting Police) Efektif. Pelaporan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 1. FUNGSI TEKNIS SABHARA 7 . Waktu. peralatan dan pembagian tugas yang jelas sesuai dengan cara bertindak. efisien ( Sasaran berhasil. d. Penugasan. Menetapkan Cara Bertindak : Mengkalkulasi resiko kegagalan terhadap sasaran dengan cara : Memilih taktis / teknis untuk mengantisipasi kegagalan. Pengawasan dan Pengendalian : b. dan bulanan.3. Kalender Kamtibmas untuk menentukan Target Operasi yang merupakan aspek Potensi Gangguan baik yang bersifat statis maupun dinamis. Supervisi / Staf Visit. Petunjuk dan konsignes yang jelas.        1.      1.   c. Cheking / kontrol di lapangan Arahan-arahan Debriefing Anev. konsisten) Inovatif ( Pola Opsnal baik taktik. Gelar Opsnal Harian. Empat Jiwa MOP Menetapkan Sasaran : Hasil Perkiraan Keadaan Intel . a. Membuat Rencana Aksi alternatif. Menetapkan kekuatan yang meliputi : jumlah personel.2. Biaya Terkendali ) Ofensif dan Pro Aktif ( jemput bola.4. Untuk menjamin arah dan dinamika kegiatan kepolisian dalam upaya pencapaian sasaran maka dilaksanakan pengawasan dan pengendalian melalui :         Rapat Staf dan Briefing.

1 Aplikasi Manajemen Operasional FT Sabhara. Mengurangi kemacetan Lalu lintas. Pengawalan termasuk Pengaturan dan TPTKP. Misi dan Persepsi oleh fungsi Pelaksana. Cepat datang ke TKP dan Melaksanakan Patroli Cara Bertindak. kemampuan ( expert) dan keamanan dari satuan atas dan samping. Target Kegiatan Menjaga Potensi Gangguan tidak berkembang menjadi Ancaman Faktual. Menggunakan kekuatan Unit Patroli Polsek yang ada.  Tahanan secara bergilir. Patroli. Membantu melaksanakan Fungsi Lalu Lintas Melaksanakan kegiatan administrasi operasional tingkat Polsek. Terdukung : tersedianya bantuan informasi. Terkoordinir : Adanya kesamaan Visi. 3. 2.  berjalan kaki. kekuatan (personel / peralatan ). Agar tahanan tidak lari atau meninggal dalam tahanan. Pengawalan. 2.1. 2.1. a.2 Kegiatan FT Sabhara Polsek. kontinuitas komunikasi / informasi / Pelaporan dapat dipertanggung jawabkan. Mendatangi dan mengamankan TKP agar tidak rusak.5. 2.   mengamankan TKP.1.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 1. Kekuatan yang dilibatkan. Penjagaan Markas dan FUNGSI TEKNIS SABHARA 8 . Pola Opsnal Japatwal berintikan pengamanan yang mempunyai makna : Terkendali : adanya perintah Pimpinan.    Pola Opsnal Japatwal. bersepeda motor dan roda empat. tugas terjadwal.     Empat Pola Kegiatan 1. Aplikasi tingkat Polsek Tugas FT Sabhara Polsek adalah :    Menyelenggarakan dan melaksanakan upaya preventif kepolisian yang meliputi Penjagaan. 2.

Sarana yang digunakan dengan alat komunikasi yang ada. Dilaksanakan oleh Pengawasan melekat oleh Pa / Ba Polsek dan Pa Polres. waktu. Pelaksanaan Pengawasan dan     FUNGSI TEKNIS SABHARA 9 . Pengorganisasian Kekuatan yang digunakan sesuai dengan kekuatan Unit Patroli yang ada. yang menyangkut kegiatan pemerintahan setempat. rengiat mingguan dan rengiat harian yang memuat nomor.. 1.  Kanit Patroli.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 4. 3. hasil yang ingin dicapai dan keterangan. waktu. Persiapan. Manajemen Operasional.SPK. CB.O. b. Data PG yang meliputi bentuk / sifat dan lokasinya. Pelaksanaan    Pengendalian    Dilakukan secara berjenjang dari Ka Jaga /Ka SPK. Perencanaan Kapolsek dan Kanit Patroli membuat Rengiat dalam bentuk rengiat bulanan.    Pengendalian. lokasi dan waktu. modus operandi dan pelaku (anatomi kejahatan). kegiatan. Kapolsek / Waka. Hasil penyelidikan dan pengamatan Ka Polsek tentang kerawanan daerahnya yaitu pengamatan terhadap kasus-kasus tertentu. kekuatan. Lokasi. Dalam merumuskan sasaran berdasarkan kepada :   Kalender Kamtibmas. Data PG (Potensi Gangguan) yang meliputi bentuk. perayaan ulang tahun dan kegiatan masyarakat. tempat-tempat obyek vital. Laporan. Data / konfigurasi gangguan kamtibmas yang meliputi : jumlah pelanggaran / kriminalitas lokasi. keadaan penduduk. 2. Pengawasan melekat oleh Para Perwira dan Bintara secara berjenjang. keadaan daerahnya. Kasat Sabhara. sasaran / T. Data Asta Gatra meliputi tempat.

bersepeda motor dan roda empat.2.2. Pengawalan Cepat datang ke TKP Melaksanakan Patroli Menjaga kepatuhan masyarakat terhadap hukum dan perundang-undangan lainnya. Empat Pola Kegiatan : a. c.  PG tidak berkembang menjadi GN      b. Menyelengarakan Fungsi Sabhara yang meliputi penjagaan. dan Tahanan secara bergilir. Masyarakat puas terhadap pelayanan Polri. TKP tidak rusak dan dapat mengungkap perkara. 3.2 Kegiatan Rutin. pengawalan. Tugas Satuan Fungsi Sabhara Polres/ta/tabes adalah : Memberikan bimbingan teknis atas pelaksanaan FT Sabhara tingkat Polsek.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3.2. Membantu penyelenggaraan melaksanakan operasi kepolisian yang diperintahkan kepadanya. Tahanan tidak lari / meninggal. Pelibatan kekuatan.  kegiatan masyarakat. 3.  berjalan kaki. Melaksanakan administrasi opsnal termasuk pengumpulan.1     Aplikasi tingkat Polres/ta/tabes. patroli dan TPTKP.   dan mengamankan TKP. pengolahan dan penyajian data / informasi yang berkenaan dengan aspek pembinaan maupun pelaksanaan fungsinya. Lancarnya pengawalan VIP Cara bertindak Penjagaan Markas Target Kegiatan Mempertahankan agar FUNGSI TEKNIS SABHARA 10 .

tempat. Bulanan dan Mingguan. Berdasarkan perumusan tersebut diatas ditentukan sasaran selektif prioritas “sasaran selektif" dan secara rutin. Perencanaan Kasat Sabhara membuat Rengiat dengan merumuskan sasaran yang bersumber pada :     Kirka Intel Polres. Rencana latihan dibuat untuk mendukung tugas yang dihadapi seperti latihan menembak. Kekuatan yang dilibatkan dan cara bertindak didasarkan atas sasaran yang dihadapi.3 Manajemen Operasional. Contoh : Bubarnya anak sekolah dan pasar.       FUNGSI TEKNIS SABHARA 11 . Waktu pelaksanaan kegiatan rutin sepanjang tahun dengan bertahap tiap Triwulan serta dilaksanakan analisa dan evaluasi tiap Triwulan. 3. d. Kalender Kamtibmas yang meliputi kegiatan Pemda. Hasil Anev Tahunan. penggunaan Borgol dan sebagainya. Penentuan target kegiatan dilaksanakan berdasarkan penajaman sasaran dan hasil penyelidikan. Ren Proja Opsnal Polres Data/konfigurasi Kamtibmas yang meliputi jumlah kejadian. Kasat Sabhara. beladiri. Contoh : Tempat-tempat penjualan barang bekas atau pasar loak terutama onderdil kendaraan. Rencana kegiatan dibuat dalam bentuk : Rencana kegiatan Triwulan. kegiatan masyarakat. supervisi. pengamanan kegiatan masyarakat. lokasi kejadian. dimana.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Kekuatan yang dilibatkan adalah kekuatan opsnal Fungsi Sabhara yang ada di Polres. modus operandi dan pelaku. pemerintah dan pengamanan TKP yang selanjutnya menjadi sasaran Polres. Data PG meliputi bentuk/sifat dan lokasi. sistem laporan. Sarana yang digunakan dalam pengawasan dan pengendalian melalui alkom yang ada. yang tidak terjangkau oleh Polsek dan sasaran lain seperti pengamanan tahanan. gelar opsnal. waktu kejadian. Ka Polres / Waka.    Pengawasan dan Pengendalian Dilakukan secara berjenjang dari Ka Jaga / Ka SPK. jam berapa. a.2. selain itu terdapat sasaran selektif prioritas Polsek. Data Asta Gatra. hari Ulang tahun/Hari besar Nasional/ Regional. Data Potensi Gangguan yang meliputi bentuk/sifat dan lokasi. Pengawasan melekat oleh Para Perwira secara berjenjang.

formulir.  c. cara bertindak. 5. 1. Route patroli. waktu patroli. Kasat Sabhara dan Kapolres/ Waka.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 12 . Pengendalian dilaksanakan oleh : Ka Jaga. buku petunjuk dan sebagainya. senter. Kekuatan Sabhara Polres disusun dalam bentuk Ploeg dan bagian (3 Ploeg dan 3 bagian dan sebagainya). Kekuatan anggota patroli. Latihan : melaksanakan latihan sesuai rencana. Sasaran patroli. Mengawasi dan mengenda-likan pelaksanaan tugas sesuai yang diinginkan. Menyiapkan alat : mesin ketik / komputer. Tugas masing-ma-sing anggota patroli. Mengadakan pengecekan kembali terhadap anggota dan kelengkapannya. mutasi.  Organisasi Susunan kekuatan yang dilibatkan adalah kekuatan Opsnal Sabhara Polres yang ada sesuai dengan organisasi Polri. Pelaksanaan : Persiapan : Menyiapkan Surat Perintah/ Surat Tugas. Persiapan Memeriksa kelengkapan anggota sarana / prasarana. 3. Surat Perintah Tugas dan lain-lain. Pelaporan. Pengendalian. borgol. blanko. senpi. Melaporkan secara lisan dan tertulis hasil pelaksanaan patroli. Konsolidasi. Setiap pimpinan patroli harus dapat merumuskan tugas Patroli yang sesuai dengan rencana patroli yang telah ditetapkan yang meliputi: Tugas patroli. ranmor.                4. Ka SPK. Waslekat dilaksanakan oleh Pa Polres sesuai jenjang kepangkatan. Pelaksanaan tugas. buku-buku seperti buku Patroli.   2. Pelaksanaan : Sebelum melaksanakan tugas setiap pimpinan Unit melakukan AAP untuk: Perumusan tugas.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI b. hasil serta hal-hal yang menonjol.

Tanggap dan cepat ke TKP.2. Pengendalian dilakukan oleh :  Ka/Waka Polres.  dalam operasi tersebut. Patroli berkendaraan roda empat atau roda dua.   Gelar Opsnal. Kekuatan yang dilibatkan. d. 3. Menekan / menghilangkan Potensi Gangguan secara kuantitatif dalam %. Target Operasi. Sarana Wasdal : Alat Komunikasi yang ada. Menjaga kelancaran kegiatan Pemerintah dan   c.   b.  ( PG )  masyarakat.5 Manajernen Opsnal : FUNGSI TEKNIS SABHARA 13 . Perwira yang ditunjuk Kasat Sabhara dan 3. Unit kecil Sabhara yang bertugas secara khusus untuk tugas tersebut. Pengendalian. Sarana Pengendalian :   (HT/Telepon). Pengawalan/. Menjaga kelancaran pengawalan.2. bersepeda dan berjalan kaki serta mengunjungi Pos Kamling pada rute yang dilewati.   Cara bertindak. Kesiapan penjagaan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 6. Penjagaan terhadap VIP. Supervisi.4 Operasi Kepolisian Empat pola kegiatan : a. Komunikasi yang ada Laporan.

Sedangkan fungsi lainnya membuat rencana fungsi dan untuk Rengiat dibuat sesuai kebutuhan. FUNGSI TEKNIS SABHARA 14 . Kalender kamtibmas.Borgol dan sebagainya. Latihan Memberikan latihan-latihan kepada anggota sesuai yang direncanakan. 2.  Menyiapkan Alut seperti : Senpi. untuk mendapatkan tanggapan dari fungsi Opsnal lainnya. Data Asta Gatra. Pam Ulang Tahun Kemerdekaan dimana Renopsnya dibuat oleh Mabes Polri atau oleh Polda. AG dan GN  Kalender Kamtibmas. AG dan GN. b. Ren Ops fungsi yang dikedepankan. Pam Natal. Persiapan :  Menyiapkan Surat Perintah Tugas. setelah disetujui maka pelaksanaan menunggu Prinops dari Polda. Data/konfigurasi kerawanan kamtibmas meliputi : PG. Selanjutnya rencana kegiatan operasi ini dipaparkan dalam rapat Staf. c. Perencanaan. Pelaksanaan : 1.  Kir Intel Polres. ops patuh maka Kasat Sabhara membuat Rencana fungsi yang bersumber pada :       Ren Ops Polda. PG. Organisasi. Kekuatan yang digunakan di dalam operasi Kepolisian ini ditentukan dalam bentuk Unit-unit kecil.  Data / konfigurasi kerawanan kamtibmas meliputi.  Data Asta gatra. yang tugas nyatanya melaksankan tugas operasi tersebut. maka Polres dalam hal ini Kasat Sabhara segera membuat rencana kegiatan operasi yang bersumber pada:  Renops Polda. Terhadap operasi Kepolisian dimana fungsi lain dikedepankan seperti : Ops Curat.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI a. untuk selanjutnya mendapatkan tanggapan. bukubuku laporan dan sebagainya. Perencanaan terhadap Operasi Kepolisian dimana Sabhara dikedepankan seperti : Pengamanan Iebaran. Kirka Intel. blanko/ formulir yang dibutuhkan. Rencana fungsi tersebut dipapar-kan pada rapat Staf.

Contoh : Opsnal Pam Natal. Pengendalian: Pengendalian dilaksanakan Kasat Sabhara dan KaPolres/ Waka Polres. Komunikasi yang ada (HT / Telepon). Persiapan. (Fungsi Sabhara yang dikedepankan). maka dilakukan tindakan AAP meliputi : Perumusan Tugas. Briefing.       4. Pelaporan. Supervisi. Sebelum melaksanakan tugas.   Pelaksanaan. FUNGSI TEKNIS SABHARA 15 . Laporan. Pelaksanaan. Sarana yang digunakan meliputi : Rapat Staf. Gelar Opsnal. De Briefing.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3.

Memilih Cara Bertindak Dalmas. Lintas Ganti adalah kegiatan peralihan kendali dari satuan Dalmas Awal ke Dalmas Lanjut. Menjelaskan Larangan dan Kewajiban Anggota Dalmas. digerakan dalam menghadapi kondisi massa sudah tidak tertib/situasi kuning. Menjelaskan Persyaratan Anggota Dalmas. 5. Lapis Ganti adalah kegiatan peralihan kendali dari satuan Dalmas Awal ke Dalmas Lanjut.pengertian Pengendalian Massa yang selanjutnya disebut Dalmas adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan Polri dalam rangka menghadapi massa pengunjuk rasa. 2. 2. Menjelakan Tujuan dan Sasaran Dalmas. Menjelaskan pengertian Dalmas. 4. digerakan dalam menghadapi kondisi massa masih tertib dan teratur/situasi hijau. Dalmas Lanjut adalah satuan dalmas yang dilengkapi dengan alat-alat perlengkapan khusus kepolisian. 10. Negosiator adalah anggota Polri yang melaksanakan perundingan melalui tawar menawar dengan massa pengunjuk rasa untuk mendapatkan kesepakatan bersama.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB III PENGENDALIAN MASSA Kompetensi Dasar : 1. 6. Menjelaskan Konfigurasi Standar Dalmas. 9. Indikator Hasil Belajar : Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab III. FUNGSI TEKNIS SABHARA 16 . diharapkan peserta didik dapat : 1. Menjelaskan Dasar Hukum Dalmas. Melakukan Pengawasan dan Pengendalian Dalmas Melakukan Langkah-Langkah Kegiatan Dalmas Pengertian. 7. 1. 8. Dalmas Awal adalah satuan Dalmas yang tidak dilengkapi dengan alat-alat perlengkapan khusus kepolisian. Menjelaskan Pengertian Dalmas Awal dan Dalmas Lanjut. Memahami pengetahuan Pengendalian Massa dalam pelaksanaan tugas kepolisian Menerapkan Pengendalian Massa dalam melaksanakan tugas kepolisian. 3.

yang berada pada permukaan tanah. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) untuk mengatur segala tindakan pasukan di lapangan pada lokasi unjuk rasa atau areal tertentu dalam rangka mencapai suatu tujuan. pencurian dengan kekerasan. pembakaran. Kapolres Metro. Kapolda yang berwenang mengatur segala tindakan pasukan di lapangan pada lokasi unjuk rasa. dibawah permukaan tanah dan atau air. Kendali Teknis adalah pengendalian oleh pejabat pembina fungsi atau pimpinan pasukan dan atau perwira lapangan di kesatuan masing-masing yang bertanggung jawab atas teknis pelaksanaan tugas semua anggota yang menjadi tanggung jawabnya. termasuk bangunan. kegiatan usaha. di atas permukaan tanah. dari Kapolres / Kapolresta / Kapolres Metro / Kapoltabes kepada Kapolda. Kepala Kepolisian Sektor Metropolitan (Kapolsek Metro). dan gedung-gedung/bangunan lainnya yang digunakan sebagai pusat kegiatan kemasyarakatan secara umum (vital) yang menjadi sasaran unjuk rasa. halaman dan sekitarnya yang digunakan untuk melakukan kegiatan pemerintahan. pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukan bagi lalu lintas. Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta). Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan. serta di atas permukaan air. jalan lori dan jalan kabel. Kepala Kepolisian Resort Metropolitan (Kapolres Metro). Kapolsek Metro Kapolres. Kapoltabes. Dasar Hukum FUNGSI TEKNIS SABHARA 17 .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Penanggulangan Huru-Hara yang selanjutnya disebut PHH adalah rangkaian kegiatan atau proses/cara dalam mengantisipasi atau menghadapi terjadinya kerusuhan massa atau huru-hara guna melindungi warga masyarakat dari akses yang ditimbulkan. penganiayaan berat. Kapolresta. penyanderaan dan lain sebagainya selanjutnya disebut dalam situasi merah 2. Kepala Kepolisian Resort Metropolitan Kota (Kapolres Metro) Kepala Kepolisian Kota Besar (Kapoltabes). Alih Kendali adalah peralihan kendali dari Kapolsek / Kapolsekta / Kapolsek Metro kepada Kapolres / Kapolresta / Kapolres Metro / Kapoltabes. Kepala Kepolisian Sektor Kota (Kapolsekta). Kapolsekta. teror. kecuali jalan kereta api. Kendali adalah kegiatan yang dilakukan oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek). Gedung/Bangunan Penting adalah bangunan bangunan yang meliputi ruangan. Lapangan/Lahan Terbuka adalah tempat tertentu yang digunakan sebagai sarana oleh massa dalam melakukan unjuk rasa. Kendali Umum adalah pengendalian oleh Kapolda untuk mengatur seluruh kekuatan dan tindakan dalam unjuk rasa pada kondisi di mana massa pengunjuk rasa sudah melakukan tindakan-tindakan melawan hukum dalam bentuk pengancaman. Kendali Taktis adalah pengendalian oleh Kapolsek. intimidasi. pengrusakan. Kepala Kepolisian Resort (Kapolres).

guna menghindari huru-hara yang dapat menimbulkan jatuhnya korban. kerugian materil ataupun terganggunya kamtibmas.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI     3. Larangan dan kewajiban Anggota Satuan Dalmas   b. Penegakkan Hukum untuk prevantif Tindakan tegas. Mencegah agar massa penonton tidak memprovokatosi massa unjuk rasa untuk bertindak anarki. Mengutamakan Negosiasi. : 16 Tahun 2006 tanggal 16 Desember 2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa. Prinsip Dasar Pelayanan Unjuk Rasa Unjuk rasa adalah hak Warga Negara sehingga harus dilayani. Undang-undang No 9 tahun 1998 tentang Undang-undang menyampaikan pendapat dimuka umum. Undang-undang No 9 tahun 1999 tentang Hak azasi manusia. Tokoh pimpinan massa/Korlap dengan pengendali satuan dalmas masing-masing dapat menjaga atau mengendalikan massanya dan anak buahnya Mencegah agar massa unjuk rasa tidak anarki. a. Mencegah terjadinya pelanggaran HAM. FUNGSI TEKNIS SABHARA 18 .       5. terukur sebagai langkah terakhir terhadap unjuk rasa yang anarkhis. Menghormati HAM. Pol. Mengupayakan tegaknya hukum dan ketertiban demi terpeliharanya kamtibmas. Surat Keputusan Direktur Sabhara Polri No Pol: Skep 02/VII/2007 tanggal 30 Juli 2007 Tentang Buku Panduan Pelatiahan Dasar Dalmas.       4. Tujuan dan Sasaran Tujuan Terlayaninya unjuk rasa agar berlangsung dengan tertib.  Peraturan Kapolri No. Melindungi dan mengamankan tim negosiator dari desakan massa. Sesuai prosedur hukum. Sasaran Menjaga dan melayani massa unjuk rasa agar tetap terkendali atau damai dan tujuan tercapai Tidak terpancing oleh provokator atau pihak penyusup.

  Larangan Bersikap arogan dan terpancing oleh prilaku massa. Nilai ke Sabharaan jasmani paling rendah 65. Tetap menjaga dan mempertahankan situasi unjuk hingga unjuk rasa selesai. Mundur membelakangi massa pengunjuk rasa. Melayani dan mengamankan pengunjuk rasa sesuai ketentuan. Melakukan tindakan kekerasan yang tidak sesuai dengan prosedur. Keluar dari ikatan satuan/formasi dan melakukan pengejaran massa secara perorangan. Kemampuan berkomunikasi dengan baik. Mengucapkan kata-kata kotor. Setiap pergerakan pasukan Dalmas selalu dalam ikatan satuan dan membentuk formasi sesuai ketentuan.             FUNGSI TEKNIS SABHARA 19 . Membawa senjata tajam dan peluru tajam. Menghormati Ham dari setiap orang yang melkuakan unjuk rasa.       6. Melindungi jiwa dan harta benda. Patuh dan taat kepada perintah Kepala Kesatuan Lapangan yang bertanggung jawab sesuai tingkatannya. Jiwa karsa yang tinggi. Kemampuan beladiri. Keteguhan hati dan loyalitas tinggi. Sikap netral. Kemampuan dalam menggunakan peralatan Dalmas.       b. Dedikasi dan disiplin yang tinggi. Membawa peralatan diluar peralatan dalmas. Penguasaan terhadap pasal-pasal dalam undang-undang yang berkaitan dengan Dalmas. Kewajiban. Melakukan perbuatan lain yang melanggar peraturan perundang undangan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI a. Kemampuan membentuk/mengubah formasi dengan cepat. Kemampuan menilai karakteristik massa secara umum.pelecehan seksual perbuatab asusila memakimaki pengunjuk rasa. Persyaratan yang harus dimiliki oleh Satuan Dalmas adalah mempunyai : Mental dan moral yang baik.

           7.2 Satuan Peleton Dalmas Lanjut : 37 orang.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   7.2. Mampu menilai karakteristik massa secara umum. mampu naik dan turun kendaraan dengan tertib.2. terdiri atas : Danton Anggota Caraka Kamerawan Petugas Tali Dalmas Negosiator : : : : : : 1 30 1 1 2 3 orang orang orang orang orang orang 7. Konfigurasi Standar Kemampuan Mempunyai mental yang baik. terdiri atas :         Danton Anggota Caraka Kamerawan Pemadam Api Penembak Gas Unit Anjing Unit Kuda : : : : : : : : 1 30 1 1 2 2 3 3 orang orang orang orang orang orang unit unit 7.3 Satuan Kompi Dalmas Awal : 116 orang. 7. Trampil membentuk/merobah Formasi dengan cepat. Mempunyai kemampuan bela diri. Mampu menggunakan alsus Water Canon dan alsus Dalmas lainnya dengan baik.2. Mempunyai ketahanan fisik yang baik. terdiri atas :  Dan Kompi : 1 orang FUNGSI TEKNIS SABHARA 20 . Trampil dalam menggunakan peralatan Dalmas.1. Mempunyai dedikasi dan disiplin yang tinggi. Kemampuan naik-turun kendaraan dengan tertib dan kecepatan berkumpul.21       Kemampuan menggunakan kendaraan taktis pengurai massa dan alat khusus Dalmas lainnya dengan baik. Kekuatan. 7. Satuan Peleton Dalmas Awal : 38 orang. Mempunyai keteguhan hati dan loyalitas tinggi. Mampu berkomunikasi dengan baik. Kecepatan berkumpul.

2. terdiri atas :              Dan Kompi Wadan Kompi Dan Ton Caraka Kamerawan Penembak Gas Air Mata Pemadam Api Pok Rantis Pengurai Massa Pok Rantis Penyelamat Pok Kawat Penghaang Massa Anggota Unit Anjing Unit Kuda : : : : : : : : : : : : : 1 1 3 4 5 6 6 8 4 10 90 10 10 orang orang orang orang orang orang orang orang orang orang orang unit unit. 7. Satuan Penindak Sabhara. Fungsi Binamitra. b.1. Fungsi Lalu Lintas Fungsi Pol Air Fungsi Pol Udara Fungsi Propam Fungsi Keslap Fungsi Humas Fungsi Telematika Fungsi Logistik. meliputi: FUNGSI TEKNIS SABHARA 21 .4 Satuan Kompi Dalmas Lanjut: 138 orang. a. Fungsi Intelejen. 8. Fungsi Reskrim.2. Manajemen Dalmas Tahap persiapan Membuat surat perintah Mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang massa pengunjuk rasa yang akan dihadapi.5 Satuan Pendukung             8.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI        Wadan Kompi Dan Ton Caraka Kamerawan Petugas Tali Dalmas Anggota Negosiator : : : : : : : 1 3 4 5 2 90 10 orang orang orang orang orang orang orang 7.

Tidak tertib/Arogan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI     c. Pemberdayaan Satwa ( merupakan Kuat Pendukung Dalmas) Water Canon / RPM. Memberi APP kepada seluruh anggota yang terlibat tugas pengendalian massa : Satuan dalmas dilarang membawa senjata tajam atau senjata api. Satuan Dalmas bergerak dengan atas perintah Komandan dan dalam ikatan satuan.1 Formasi Sat Dalmas    bersaf).      i. Pelindung Kaki. Tempat dan Rute diadakannya Unras. Waktu. Water Canon / RPM.  Sat Dalmas dengan Alat (Tongkat “T”. Handy Cam). Maksud dan Tujuan serta Thema Unras. Pelindung Tangan. Nama organisasi Unras.      8.2. f. Megaphone. Handy Cam.2 Langkah-langkah Kegiatan FUNGSI TEKNIS SABHARA 22 . Anggota Dalmas dilarang berdebat dengan massa (diserahkan Tim Negosiator). komunikasi. Alkom) Formasi bersaf.2. Langkah Pelayanan Unras sesuai eskalasi (Damai. e. Menyiapkan perlengkapan. transportasi. Rompi Dalmas. h. d. Tameng fiber. Sat Dalmas tanpa alat (Posisi Tangan Berkait Formasi   8. Formasi Dasar dan Satuan. Menyiapkan kekuatan cadangan untuk antisipasi massa bertambah banyak. Menyiapkan pasukan dalmas sebelum massa pengunjuk rasa mendahului datang ke obyek yang dituju. Pemadam Api. g. Bukan untuk memukul. Cek perlengkapan perorangan/satuan. Penggunaan Tongkat “T’ hanya untuk mendorong massa. Tahap pelaksanaan 8. dan logistik serta dokumentasi. Melaksanakan Latihan perorangan / Satuan dan Peralatan : Peran komunikasi Negosiator. Pimpinan / Penanggung jawab Unras. Membuat system komunikasi ke seluruh unit satuan polri. Membuat pos komando lapangan yang dekat dengan lokasi unjuk rasa tetapi tersembunyi. Helm.2. Anarkhis) Peralatan Dalmas (Pemadam Api. Ketahanan phisik dan mental. Police Line (Jarak dengan Massa Min 10 M) Tim Negosiator.

b. bila massa mengganggu kamtibmas. Hindari kontak fisik.     k. FUNGSI TEKNIS SABHARA 23 . Pengawalan : Massa dapat dibubarkan dan situasi dapat dikendalikan. Pamplet dan Transportasi yang digunakan untuk Unras. Pembubaran massa : Membubarkan massa dengan mendorong apabila negosiator gagal/tidak ada kesepakatan. Tahap penyekatan sementara atau pengalihan rute melaksanakan : Tim Negosiator melakukan Negosiasi dengan pimpinan/penanggung jawab massa pengunjuk rasa. Penangkapan terhadap provokator dan pelaku tindak pidana. m. g. f. kerumunan dan tindakan yang mereka lakukan. Tanyakan surat pemberitahuan kepada pimpinan massa dari Polri dan beritahukan kewajiban yang harus dipatuhi selama berunjuk rasa.  Adakan peninjauan lapangan Gunakan rute terdekat untuk menuju sasaran Tahap isolasi. merupakan tahap awal dari pengendalian massa. Satuan Dalmas lintas ganti dengan PHH Brimob apabila unjuk rasa berubah menjadi huru-hara / anarkis. tetap bertahan pada formasi yang telah ditentukan. jangan mengancam/menggertak. Jelaskan sikap dan kebijakan Polri terhadap massa. Liputan photo/video/HandyCame harus mencakup proses unjuk rasa begitu pula rekaman aksi dan kata-kata yang diucapkan oleh pimpinan massa. Satuan Dalmas tetap menunjukan sikap yang ramah. c. Satuan dalmas jangan sekali-kali berdiskusi atau membantah issu yang diangkat oleh massa pengunjuk rasa.     h. masa diarahkan di tempat aman dengan kawalan satuan dalmas. jaga ketertiban dan keutuhan formasi. Satuan Dalmas menutup Pam Obyek Vital dan tempat-tempat yang berada di sekitar unjuk rasa. Individu yang bertindak diluar kewajaran Semua alat . Arah. i. tidak terpancing emosi. d. Gunakan kamera photo/video/HandyCame untuk meliput : Massa Unras utamanya pimpinan massa. l. tetapi jaga sikap. Pembubaran merupakan kegiatan atau tindakan. Menutup gerakan massa yang menuju ke arah berbahaya. dilakukan dengan formasi bersaf.       e.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI a. Satuan Dalmas melakukan penyekatan sementara dengan memasang Police Line antara Massa Unras dan Pasukan Dalmas/pengalihan route terhadap massa agar tetap tertib ditempat yang sudah ditentukan atau menghindari massa yang tidak sepadan. Jelaskan undang-undang yg berlaku bagi pengunjuk rasa. j. Penangkapan oleh unit Intel sesuai prosedur yang berlaku.

a. Massa diberi pengarahan untuk kembali dengan tertib ke tempat masing-masing. Pengawalan dilaksanakan oleh petugas di depan dan di belakang rombongan massa. Provokator / pelaku tindak pidana dibawa ke komando. Menarik mundur Tim Negositor. Lakukan pendorongan massa seperlunya bila situasi massa berkembang memanas..  Adakan penjagaan dititik kumpul massa dan lakukan pengawalan disepanjang perjalanan menuju lokasi unjuk rasa dan pilihkan rute yang lancar dan aman. Petugas Handy Cam harus selalu merekam / mengambil gambar sepanjang terjadinya unjuk rasa. Situasi Tidak Tertib / Arogan Menarik Police Line. Lakukan Lintas Ganti dengan Dalmas Pakai Alat. lakukan Negosiasi lanjut. Petugas Handy Cam selalu mengikuti / merekam jalannya unjuk rasa.2. Dalmas Tanpa Alat dan Dalmas Pakai Alat menutup lambung kanan /kiri dibelakang PHH Brimob.       c. Tim Negositor menyambut kedatangan massa dan melakukan kegiatan Negosiasi Sat Dalmas tanpa alat melapis dengan formasi bersaf dibelakang Negosiator dengan sikap siaga. Situasi damai.3 Dinamika Operasional Sat Dalmas. Situasi Anarkhis Lakukan Lintas ganti dengan PHH Brimob. 8.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   n.3 a. Negosiator dibelakang Dalmas Tanpa Alat. Petugas pemasang Police Line tetap menjaga keutuhan Police Line.  Tahap pengakhiran Konsolidasi Mengumpulkan kembali satuan dalmas yang terlibat dalam tugas pengendalian massa.    8. Upayakan tidak sampai Anarkhis. Tim Negosiator dan Dalmas Tanpa Alat menutup lambung kanan / kiri dibelakang Dalmas Pakai Alat.    b. Cek keutuhan personil dan peralatan  FUNGSI TEKNIS SABHARA 24 .

Ucapkan terima kasih atas tugas yang telah dilaksanakan. Data korban dipihak petugas maupun dipihak massa.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  b.    c. Kaji ulang ( “ Wash Up”) Perlu dievaluasi tentang pelaksanaan tugas yang telah dilaksanakan dan cara bertindak di lapangan. Pelaporan Membuat laporan tentang pelaksanaan tugas pengendalian massa. Mengoreksi tindakan yang sesuai dengan prosedur. FUNGSI TEKNIS SABHARA 25 .

pengayoman dan pelayanan dalam rangka memelihara keselamatan jiwa dan keamanan harta benda Penjagaan Markas atau perkantoran adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk menjaga keamanan Markas atau perkantoran yang menjadi tanggung jawabnya. Menjelaskan Tujuan Penjagaan. 5. 9. 3. 2.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB IV MANAJEMEN PENJAGAAN Kompetensi Dasar : 1. Menjelaskan Pengertian Penjagaan. Skep Kapolri No. Indikator Hasil Belajar : Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab IV. 09 Tahun 2009 tanggal 31 Desember 2009. Menjelaskan Konfigurasi Standar Penjagaan. 1. Melakukan / Membuat Rencana Kegiatan Penjagaan. Pol : Skep/262/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang Penjagaan. Menjelaskan Tugas Penjagaan. 8. Menjelaskan Sasaran Penjagaan. 7. Melakukan Serah Terima Tugas Jaga. 2. diharapkan peserta didik dapat : 1. 4. Peraturan Kababinkam Polri No. Dasar   UU NO. tentang Penjagaan  FUNGSI TEKNIS SABHARA 26 . 6. Menjelaskan Bentuk-Bentuk Penjagaan. Penjagaan tahanan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk memberikan perlindungan dan pengawasan terhadap tahanan dalam pelaksanaan proses hukum. Pengertian Penjagaan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk memberikan perlindungan. Menjelaskan Peranan Penjagaan. Melakukan Pengawasan Pengendalian Penjagaan. Memahami Tugas Penjagaan dalam pelaksanaan tugas kepolisian. 2 Tahun 2002. Menerapkan Tugas Penjagaan dalam pelaksanaan tugas kepolisian. 10. Penjagaan obyek tertentu lainnya adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk memberikan keamanan terhadap obyek tertentu lainnya. 2.

Terpelihara dan terciptanya ketaatan warga negara dan masyarakat terhadap peraturan yang berlaku dalam rangka mewujudkan tegak dan tertib hukum dalam masyarakat. kegiatan dan tingkat kerawanan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3. Tugas Penjagaan Mencegah / menangkal segala bentuk tindak kejahatan / pelanggaran di daerah tanggung jawabnya masing-masing.2.1. pos sementara dan pos bergerak (mobile). 5. 4. Monitor secara aktif setiap saat segala bentuk gangguan kamtibmas yang terjadi pada seluruh jajaran Polri di wilayahnya. terkendali dan dinamis dalam rangka memelihara kamtibmas.  Penjagaan markas termasuk penjagaan tahanan dan pengamanan barang bukti. antara lain menerima laporan / pengaduan dari masyarakat. dibagi menjadi : Pos Tetap. sesuai ketentuan Hukum dan Peraturan / kebijakan dalam organisasi Polri.  Penyelesaian perkara ringan / perselisihan antar warga. 5. Contoh : Pospol Serpong.  Pelayanan permintaan bantuan / pertolongan Kepolisian . Adalah suatu Pos Polisi yang bersifat permanen dan ada kegiatan Kepolisian yang dilaksanakan sepanjang waktu serta dikukuhkan dengan Surat Keputusan Kapolda. Pos Polisi dilihat dari sifat. Pos Jaga Polsek 5. Memberikan pelayanan. 4. Pos Sementara (Taktis) FUNGSI TEKNIS SABHARA 27 . menjaga dan mengamankan keselamatan orang / jiwa raga dan harta benda.    Tujuan Penjagaan Menciptakan.2. memelihara dan menjaga situasi yang mantap. Peranan Penjagaan.    4.1. Memelihara. Sampaikan secara cepat dan tepat setiap kejadian segala bentuk kejadian / gangguan kamtibmas yang terjadi di wilayahnya kepada Satuan Tingkat Atas guna mendapatkan petunjuk lanjut. baik bersifat pos tetap.  Tugas dan Peranan Penjagaan. Sebagai pintu gerbang pertama memberikan pelayanan kepolisian kepada warga masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk :  Penerimaan dan penanganan pertama laporan / pengaduan.

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

Pos sementara adalah pos yang diadakan dalam rangka menghadapi ancaman gangguan dan kegiatan masyarakat yang bersifat temporer, misalnya :  Pos penjagaan hiburan  Pos penjagaan pameran  Pos penjagaan hari raya 5.3. Pos Bergerak (mobile)

Pos polisi yang sifatnya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain dengan menggunakan mobil. Contoh : Patroli R- 4 saat berhenti dapat melakukan pelayanan, pengayoman dan perlindungan terhadap masyarakat. 6. 6.1. 6.2. Konfigurasi standard Nama Satuan : Unit Penjagaan. Kekuatan :

6.2.1 Kualifikasi kemampuan Yanmas TPTKP Proses Tipiring Mengetik/Operasional Komputer Menembak mahir minimal kelas 2 6.2.2 Jumlah Personel Penjagaan menggunakan sistem 3 (tiga) giliran jaga (ploeg/shief) dengan kekuatan personel sebagai berikut : a.   b.   c.   6.3. Polsek, 12 orang terdiri dari : Tiga orang sebagai Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (Ka SPK). Sembilan orang sebagai anggota. Polres, 18 orang terdiri dari : Tiga orang sebagai Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (Ka SPK). 15 orang sebagai anggota. Polda, 63 orang terdiri dari : Tiga orang sebagai Ka Unit. 60 orang sebagai anggota. Peralatan dan Perlengkapan

6.3.1 Umum a. Gampol yang berlaku sesuai ketentuan.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

28

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

b.        c.   d.     e.   

Perlengkapan perorangan Sabhara Polri terdiri dari : Sabuk Sabhara Selempang Pet Tongkat "T" Borgol Peluit Tanda Kewenangan Persenjataan Revolver untuk seluruh anggota. Senjata panjang. Kendaraan RanmorR2 Ranmor R4 Pengangkut personel. Pengangkut tahanan. Alkom Telephone. Handy Talky/HT. Megaphone.

 

6.3.2 Khusus Sabhara Kit TKP Kit 6.3.3 Buku-buku yang harus ada di penjagaan

    

       

Buku Jadwal dan Mutasi Penjagaan. Buku Induk / Register Laporan Polisi. Buku Induk/Register Surat T anda Penerimaan Laporan. Buku Induk / Register Pengiriman Berita / Laporan Kejadian Peristiwa Gangguan Kamtibmas dari Polsek ke KOD (Polres/ta/tabes). Buku Induk / buku Register Penerimaan dan Penerusan/ Pengiriman Berita/Laporan Kejadian Gangguan Kamtibmas (dari KOD s/d ke Mabes Polri secara berjenjang). Buku Induk / Register Situasi Umum Harian Gangguan Kamtibmas. Buku Daftar Tahanan. Buku Mutasi Tahanan. Buku Berobat Tahanan. Buku Barang / Milik / Titipan Tahanan. Buku Makanan Tahanan. Buku Besuk / Mengunjungi Tahanan. Buku Kontrol Tahanan.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

29

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

          

Buku Bon / Pinjam Tahanan untuk kepentingan Pemeriksanaan. Penyidikan. Buku Induk/Register Permintaan Visum et Repertum. Buku Barang Bukti. Buku Tamu. Buku Supervisi dari Pimpinan / Satuan Tingkat Atas. Buku Kecelakaan Lalu Lintas. Buku Barang Inventaris Penjagaan. Buku Alamat/No. Telp Pejabat Penting. Buku Daftar Pencarian Orang (DPO) dan Daftar Pencarian Barang (DPB). Blanko-blanko : a. Permintaan Visum et Refertum. b. Laporan Polisi / Kejadian. c. Tanda Penerimaan Laporan / Pengaduan. d. Tipiring e. Lain-lain sesuai kebutuhan. 7. 7.1. Tujuan dan Sasaran. Tujuan

Terpeliharanya keamanan personel, tahanan dan instalasi kesatuan dan obyek tertentu lainnya yang dijaga. 7.2. Sasaran

7.2.1 Penjagaan Markas  Penjagaan Keamanan, keselamatan dan kenyamanan personel Polri dan tamu.  Keamanan materiil markas.  Ketertiban dan kelancaran kegiatan dinas di markas. 7.2.2 Penjagaan Tahanan  Jumlah tahanan.  Keselamatan tahanan.  Ketertiban dan kebersihan ruang tahanan.  Keamanan barang milik tahanan. 7.2.3 Penjagaan obyek tertentu lainnya.  Keamanan, keselamatan dan kenyamanan personel.  Keamanan materiil  Ketertiban dan kelancaran kegiatan 8. Manajemen Penjagaan

Kegiatan penjagaan meliputi : Penjagaan markas, Penjagaan tahanan dan Penjagaan kegiatan masyarakat / obyek khusus 8.1. Penjagaan Markas 8.1.1 Tahap Persiapan

FUNGSI TEKNIS SABHARA

30

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

   

 

Setengah jam sebelum dimulai giliran tugas jaga, maka petugas jaga baru sudah siap di tempat jaga. Pemeriksaan ruang jaga dan ruang tahanan. Pemeriksaan kerapihan meliputi ; sikap tampang, perlengkapan dan persenjataan. Menerima/meminta informasi dan mempelajari tugas-tugas yang telah dilakukan oleh petugas jaga lama, memperhatikan petunjuk-petunjuk dan perintah-perintah dari pimpinan. Melaporkan kepada Biro Operasional / Bagian Operasional / SPK. Ka Jaga memberikan AAP kepada anggotanya.

8.1.2 Tahap Pelaksanaan Penjagaan Markas pada prinsipnya di bawah tanggung jawab Ka Jaga Adapun kegiatan-kegiatan penjagaan antara lain : a. Membuat jadwal tugas-tugas penjagaan dan mengisi buku mutasi sesuai perintah. b. Melaksanakan dinas jaga sesuai jadwal tugas penjagaan, termasuk penugasan anggota jaga untuk menaikkan dan menurunkan bendera merah putih pada pukul 06.00 dan pukul 18.00 setempat. c. Memukul lonceng setiap jam sekali, selama 24 jam dan ditulis dalam buku mutasi penjagaan dengan tinta warna merah. d. Dalam pelaksanaan tugas jaga Markas agar memperhatikan dan meneliti secara khusus hal-hal sebagai berikut :  Buku-buku dan blanko yang hams ada di penjagaan.  Isi kotak PPPK/PPGD dan alat pemadam kebakaran.  Papan pengumuman, turunan/petikan dari peraturanperaturan / instruksi-instruksi konsignes.  Kebersihan dan ketertiban ruang jaga, ruang tahanan dan kamar mandi/WC.  Dalam hal pengamanan senjata api beserta amunisi yang tidak digunakan, agar senjata api dalam keadaan kosong dan disimpan dalam lemari / rak senjata yang terkunci, tetapi mudah dijangkau apabila sewaktu-waktu diperlukan.  Menjaga dan memelihara barang-barang inventaris yang dipertanggung jawabkan pada penjagaan seperti : kebersihan senjata api, kebersihan dan kerapihan buku-buku penjagaan.  Perhatikan ketentuan cara menerima/mengirim berita telepon.  Selama melaksanakan tugas penjagaan maupun sedang dalam istirahat agar tetap memperhatikan kesiapsiagaan.  Melaksanakan pengawasan terhadap situasi Markas dan sekitarnya.  Menjaga, memelihara dan mengawasi serta mengatur keluar masuknya barang bukti, barang titipan dan barang temuan yang menjadi tanggung jawab petugas jaga, agar tetap utuh dan tidak rusak serta dicatat dalam buku Mutasi.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

31

8. 8. Di Mabes Polri oleh petugas Satuan Pengamanan dan Protokol (Satpamprot) Denmabes Polri.  Memeriksa/cheking kekuatan/anggota jaga.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI       Memberikan pelayanan kepada masyarakat yang memerlukan bantuan.2. Seluruh kegiatan yang dilakukan oleh anggota jaga dicatat dalam buku mutasi penjagaan. pertolongan dan informasi serta menyiapkan ruang tunggu tamu.  Ka Jaga melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya baik secara lisan maupun tertulis dalam buku mutasi atau blanko laporan kepada Pa Siaga/Pamapta/Bamapta. 8.2 Penjagaan tahanan dilakukan oleh anggota jaga dengan pengaturan sesuai jadwal tugas jaga tahanan. olahraga. Dalam pelaksanaan tugas jaga markas agar senantiasa diadakan koordinasi dengan petugas jaga instansi lain. Melaksanakan was. Aktivitas tahanan (keluar masuk.2.2.3 Tahap Pengakhiran (pengawasan dan pengendalian) Kegiatan konsolidasi dari masing-masing sasaran dalam penjagaan/kesatrian :  Dilaksanakan setelah kegiatan penjagaan selesai dengan melakukan apel selesai tugas.1.  Di Polsek/ta oleh Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK). FUNGSI TEKNIS SABHARA 32 . pengamatan dan pengecekan di lingkungan markas & memeriksa pintu-pintu kantor apakah sudah terkunci atau belum terutama di luar jam kantor atau malam hari termasuk adanya anggota yang lembur. Mencatat dalam buku mutasi setiap kejadian dilingkungan tanggung jawabnya.  Di Polres/ta oleh Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK).  Membuat laporan pelaksanaan penjagaan sesuai sasaran penjagaan. Penjagaan Tahanan 8.1 Tahap Persiapan.2. berobat).  8.  Di Polda oleh Satuan Pengamanan dan Protokol (Satpamrot) Denma Polda.3   Penjagaan tahanan ditujukan terhadap: Kondisi tahanan antara lain kesehatannya.  Memeriksa/cheking perlengkapan anggota jaga. Bagi anggota yang mendapat giliran istirahat memanfaatkan waktu istirahat di tempat yang sudah ditentukan. proses pemeriksaan. besuk tahanan.

2.6 Sebelum serah terima jaga tahanan.2. siapa yang bertanggung jawab pada jam-jam tertentu.  Catat dalam buku mutasi apabila ada kelainan/penyimpangan dari pada tahanan dan situasi sekitar ruang tahanan serta dibuat laporan. Petugas Jaga Tahanan. diatur sebagai berikut :  Buat jadwal.7 Tahap Pelaksanaan a.  Adakan penjagaan dan pengawasan secara ketat terhadap tahanan.  Mencocokan daftar tahanan dan mengadakan pemeriksaan kondisi ruang tahanan. b. melemahkan atau merampas peralatan/senpi petugas jaga tahanan yang selanjutnya bertindak untuk melarikan diri.  Lakukan tindakan tepat. Petugas yang baru mengecek jumlah tahanan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  kelengkapannya.  Upayakan maksimal pengawasan / penjagaan selama 1 s/d 2 jam atau disesuaikan dengan kekuatan personil petugas jaga.  Pelaksanaan tugas pada saat serah terima jaga tahanan : Petugas jaga lama menyerahkan tugas jaga/pengawasan tahanan dengan lengkap dan informasikan hal-hal yang perlu diperhatikan oleh petugas yang baru. Pelaksanaan tugas jaga tahanan apabila sewaktu-waktu masuk ke dalam ruang tahanan.  Awasi lingkungan dalam dan luar ruang tahanan secara ketat dan teliti. barang-barang milik tahanan yang dititipkan. kondisi fisik setiap tahanan. senter malam hari) dan Iain-lain yang diperlukan. menyandera atau melakukan perbuatan yang merugikan Polri. pemberontakan. 8. Untuk menghidari perbuatan yang merugikan Polri tersebut. 8. Kondisi rumah tahanan antara lain kebersihan dan 8. Pada saat petugas jaga tahanan masuk ke dalam kamar tahanan ada kemungkinan tahanan sewaktu-waktu memperdaya.   c. cepat dan benar terhadap penyimpangan-penyimpangan dari tahanan.4 Mengecek kelengkapan (senjata api. anggota jaga lama dan baru mengadakan pemeriksaan :  Jumlah tahanan. Serah terima tugas jaga tahanan agar dicatat dalam buku mutasi penjagaan selengkap-lengkapnya. keadaan tahanan.2. SPP serta halhal lain sehubungan dengan penyerahan dari petugas lama.2. tegas.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 33 .5 Anggota jaga tahanan harus mengetahui jumlah dan keadaan tahanan dari daftar tahanan yang ada (pada buku dan papan tahanan). 8.

4. Memudahkan petugas untuk saling membantu.  Jarak masing-masing petugas tersebut diatur sedemikian rupa sehingga dapat mengamankan petugas lainnya agar : Memberikan peringatan bila terjadi bahaya. d.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI diatur cara-cara pengamanan sebagai berikut : 1. Mengamankan situasi secara bersamasama.  Petugas yang masuk ke dalam ruang tahanan hendaknya mengambil posisi taktis yang menguntungkan dalam arti sewaktuwaktu mudah melumpuhkan gerakan tahanan yang membahayakan. e. Petugas jaga tahanan harus dapat mengetahui tahanan mana yang perlu diwaspadai dan memerlukan perhatian khusus.     Petugas jaga tahanan dilarang Meminta uang/ barang/ jasa apapun dari tahanan atau keluarga yang datang menjenguk Menyuruh bekerja seperti membersihkan kendaraan. Melakukan ancaman. Petugas pertama yang memasuki ruang tahanan. Sikap petugas jaga tahanan Petugas jaga tahahan tidak boleh lengah dan harus selalu waspada.  Kekuatan petugas yang masuk dalam ruang tahanan disesuaikan dengan jumlah tahanan. maka petugas jaga tahanan dan pimpinan 2 (dua) tingkat di atasnya dikenakan tuntutan sesuai peraturan yang berlaku.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 34 . penganiayaan ataupun menyakiti hati tahanan.  Keluar dan masuknya tahanan hendaknya diatur secara bergilir sesuai dengan kepentingan.  Dilarang membuka kamar tahahan pada malam hari. Pada prinsipnya petugas yang memasuki ruang tahanan minimal 2 orang petugas : 3. Apabila terjadi kelalaian atau kesengajaan dari petugas tahanan yang mengakibatkan matinya tahanan atau melarikan diri. Petugas kedua mengawasi gerak-gerik tahanan dalam rangka mengamankan petugas yang masuk ke dalam ruang tahanan. menyapu halaman/lantai kotor. 2.

SPP. Penyimpanan barang berharga diupayakan dititipkan di brankas. korek api. Catat di papan tahanan : nama. anak-anak dan orang dewasa Tahanan selama dalam Ruang Tahanan      g. apabila nyata-nyata ada bekas penganiayaan. kamar No. Apabila ada barangbarang berharga (uang. Semua barang milik tahanan dicatat secara rinci dalam Buku Register Barang Titipan Milik Tahanan. Tahanan harus dilengkapi dengan Surat Perintah Penahanan (SPP) yang ditanda tangani oleh Penyidik. Tanggung jawab terhadap tahanan.  Petugas jaga tahanan yang melalaikan tugasnya atau karena kesalahannya menyebabkan seorang tahanan melarikan diri. Tahanan sebelum dimasukan dalam Ruang Tahanan. Periksa barang-barang tahanan.    Harus Etis. maka petugas jaga harus meminta VER ke rumah sakit dengan dibuat Berita Acara Penerimaan dan Penyerahan Tersangka kemudian dilaporkan kepada atasan agar apabila terjadi sesuatu (mati) hal tersebut dapat dipertanggung jawabkan. dapat dikenakan hukuman menurut ketentuan hukum yang berlaku. tanggal dimulainya penahanan. Papan tahanan ditaruh di ruang jaga tahanan agar tidak terlihat oleh umum.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI    f. umur. diketahui oleh tahanan dan petugas dengan membubuhi tanda tangan. Masukan tahanan dalam Ruang Tahanan dan dipisahkanan antara laki-laki dan perempuan. Setiap tahanan yang ditahan di Ruang Tahanan. agar dicek kesehatannya dengan minta bantuan tenaga medis. seperti : benda tajam/sejenisnya. SPP harus diperlihatkan kepada tahanan dan setelah ditandatangani simpan dalam kotak SPP yang tersedia di ruang jaga tahanan dan melekat di dinding. obeng. pasal/kasus yang dilanggar.  Kepala jaga bertanggung jawab terjadinya tahanan yang dianiaya oleh sesama tahanan. harus dimasukan dalam sampul dan disegel serta disaksikan oleh pemilik. Pada saat menerima tahanan periksa kondisi tahanan. apakah ada tanda-tanda penganiayaan atau tidak. Dibina dan diarahkan setelah mereka bebas dapat membantu tugas Polri. Memberikan pembinaan dan pelayanan yang baik agar sekeluarnya dari ruang tahanan yang bersangkutan tidak merasa sakit hati/dendam kepada anggota Polri. FUNGSI TEKNIS SABHARA 35 . catat dalam buku penerimaan tahanan. Catat tahanan dalam buku daftar tahanan dancatat dentitas yang menyerahkan dalam laporan pelaksanaan tugas jaga. perpanjangan penahanan dari jaksa serta pengadilan. ikat pinggang. tali. agar diamankan oleh petugas jaga. perhiasan) milik pribadi tahanan. kikir atau benda-benda yang dapat diubah menjadi benda yang membahayakan tahanan atau dapat merugikan petugas. Open / Correct dan jangan arogan. jenis kelamin.

 Tahanan tidak diperbolehkan merokok di ruang tahanan. kunci.  Dikawal pulang dan pergi oleh petugas (bukan petugas jaga tahanan).  Hari Minggu pukul 09.00 Hari Biasa pukul 14.30  Tempat menjenguk di tempat yang telah disediakan atau tempat di sekitar ruang jaga (disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. korek api. kemungkinan diselipkannya obat-obat terlarang.  Apabila ada Dokter Polisi. demikian pula barang yang dibawa pulang oleh penjenguk. namun keamanan harus terjamin). Tahahan Sakit  Berobat jalan (ke Poliklinik atau ke Rumah Sakit). benda-benda berbahaya seperti obeng.  Penentuan dirawat di rumah sakit didasarkan keputusan dokter yang memeriksa tahanan tersebut dan di jaga oleh petugas yang ditunjuk oleh Kasatwil.  Apabila tahanan dalam jumlah banyak perhatikan pengamanan-nya dengan ketat dan siapkan pengawal yang cukup. gergaji besi atau alat-alat lain yang dapat merugikan.  Dirawat di rumah sakit.  Koordinasikan FUNGSI TEKNIS SABHARA 36 .  Apabila jaraknya jauh usahakan dibawa dengan ranmor roda empat atau kendaraan tahanan.00 s/d 11. pisau.  Dicatat dalam Buku Berobat Tahanan.  Pakaian atau barang lain sebagai pengganti agar diperiksa sampai dengan lipatan-lipatan jahitan.  Waktu menjenguk dibatasi.  Dilarang memberikan obat nyamuk bakar dan sejenisnya.  Apabila penjenguk membawa barang atau makanan dan minuman periksa makanan dan minuman seteliti-telitinya disaksikan oleh penjenguk.00 s/d 15. datangkan dengan seijin pimpinan sesuai dengan permasalahan sakitnya tahanan yang dihadapi. Apabila terdapat benda tersebut maka penjenguk dibatalkan dan adakan pemeriksaan oleh petugas.  Ijin menjenguk hanya dapat diberikan oleh Pa Siaga/Pamapta/ Bamapta serta dicatat dalam mutasi tugas.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Menjenguk tahanan.  Makanan dan minuman agar dicicipi oleh pengunjung/ pembawa untuk menghindari adanya racun.

45.  Periksa oleh petugas jaga lainnya (bukan petugas jaga tahanan) untuk mengetahui sebab terjadinya perkelahian.  Apabila meluas dan terus menerus bunyikan alarm tanda bahaya serta siapkan bantuan petugas lain untuk memberikan bantuan pada petugas jaga tahanan.00 s/d 08. kamarnya. yaitu pukul 06. sembahyang dan makan.  Pisahkan tahanan tersebut dan laporkan segera kepada Kasatwil.  Apabila tahanan banyak agar digilir secara berkelompok dan masing-masing kelompok 30 menit.  Mandi. Berkelahi Pisahkan penempatan Tahahan berkelahi / membuat keributan.  Dipimpin oleh anggota petugas jaga tahanan dan anggota lainnya mengawasi dengan siapa. penganiayaan. Diatur secara bergiliran satu persatu oleh petugas jaga.Apabila tahanan meninggal dunia di Ruang Tahanan yang disebabkan karena bunuh diri. Olah Raga  Hari olah raga yaitu hari Senin. Jum'at sekitar pukul 08.  Redakan/hentikan. Mandi Sehari dua kali.00 s/d 17.  Utamakan lebih dahulu kepentingan pemeriksaan daripada olah raga. FUNGSI TEKNIS SABHARA 37 . keracunan dan sejenisnya maka Kasatwil harus meminta VER jenazah ke Rumah Sakit.00 s/d 07. Tahanan meninggal dunia di Ruang Tahanan.  Tanggung jawab masalah di Polsek oleh Kapolsek di Polres oleh Ka/Waka Polres di Mapolwil oleh Kabag Sabhara di Polda oleh Dir Sabhara untuk meredakannya.  Adakan pembinaan sehingga tidak terulang lagi atau dapat rukun kembali.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  penempatannya dengan kepala/petugas rumah sakit setempat.00 untuk sore.00 untuk pagi dan 16.  Keributan.  Tempat di ruang jemur tahanan (tidak boleh keluar pagar / tembok tahanan). Rabu.  Cari/dapatkan tahanan yang memimpin / mempengaruhi terjadinya keributan serta diperiksa oleh unsur Intelpol untuk mengetahui latar belakang maupun sebab-sebabnya. 1. setelah selesai usahakan dapat diberikan minuman manis.  Catat kejadian tersebut dan laporkan kepada Pa Siaga/ Pamapta/ Bamapta.

 Catat berapa lama tahanan dipinjam. setelah tahanan masuk kembali ke Ruang Tahanan. 3. Pengeluaran/penangguhan tahanan.  Yang berhak meminjam tahanan minimal Kepala Jaga dengan persetujuan Pa Siaga/Pamapta/ Bamapta. Bon / peminjaman tahanan untuk pemeriksaan.  Catat identitas tahanan rnaupun yang menitipkan dalam Buku Register Penitipan Tahanan. keamanan tahanan menjadi tanggungjawab penyidik / penyidik pembantu yang meminjam.  Barang titipan milik tahanan agar dikembalikan kepada tahanan dan dicatat dalam Buku Register Barang Titipan Tahanan. - Kamar mandi yang digunakan yang ada di ruang tahanan. Peralatan makan digunakan dari plastik atau dibungkus. Sembahyang Dilaksanakan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.  Prinsip perlakuan dan pengamanan tahanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tahanan Titipan.  Sebelum dan sesudah tahanan dipindahkan agar kondisi fisik tahanan diperiksa dan dicatat dalam buku Register Tahanan serta diketahui oleh si peminjam.  Maksimal batas penitipan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.  Diusahkan agar tahanan titipan dipisahkan dengan tahanan setempat.  Laporkan kepada FUNGSI TEKNIS SABHARA 38 . Sehari dua kali makan yaitu makan menjelang siang dan malam (sesuai jatah).  Identitas tahanan dalam daftar papan tahanan dihapus. demikian pula dalam register tahanan dicatat bahwa dengan dasar SPP tahanan telah dikeluarkan.  Bon tahanan dikembalikan.  Tahanan dapat dikeluarkan untuk penangguhan penahanan berdasarkan Surat Perintah Pengeluaran Tahanan (SPPT) atau Surat Pengalihan Jenis Tahanan yang ditandatangani oleh Kasatwil. 1.  Yang berhak meminjam tahanan hanya penyidik/ penyidik pembantu dengan diketahui oleh Ka Jaga. Tahanan dititipkan dan tahanan di rawat di rumah sakit. apabila terjadi perubahan kondisi fisik tahanan agar dibuat Laporan Polisi untuk dibuat proses lebih lanjut.  Selama dalam pemeriksaan.  Peminjaman tahanan harus dengan bukti peminjaman.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 2. tidak boleh dari logam/kaca dan setelah selesai makan segera dikeluarkan dari dalam kamar tahanan. Tempat di ruang kamar tahanan masing-masing. Makan.

Kewajiban tahanan :  Mentaati peraturan-peraturan tahanan yang berlaku.   h. Pengaturan ruang tahanan.  Menjaga kebersihan ruang tahanan antara lain tidak boleh membuat tulisan atau gambar pada tembok/dinding tahanan yang ada  Mentaati perintah-perintah dinas yang telah ditentukan. Jaga dengan ketat untuk mencegah resiko melarikan diri. Obyek Penjagaan : FUNGSI TEKNIS SABHARA 39 .   Tahap Persiapan Penyiapan Surat Perintah Penugasan.  Kebersihan ruang tahanan dibebankan kepada masing-masing tahanan. 2  Tahanan ditahan di rumah sakit. Usahakan dalam kamar yang rapat dan tersendiri. agar tahanan diborgol dengan cara 1 borgol dipergelangan kaki.2.  Pengaturan ruang tahanan dipisahkan antara laki-laki dan perempuan. Menjenguk pasien tahanan disesuaikan dengan prosedur menjenguk tahanan dan atau atas seijin Kasatwil.  Jumlah tahanan dalam masingmasing kamar disesuaikan dengan kamar yang ada. anak-anak dan orang dewasa.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Kasatwil.  Menjaga ketertiban dan keamanan dalam ruang tahanan.  Kamar-kamar tahanan hendaknya diberi nomor. Pengaturan ruang tahanan dan kewajiban tahanan. 1 lagi dihubungkan dengan tempat tidur atau menggunakan lebih dari 1 pasang borgol.8. 8.  Kamar tahanan dipasang penerangan. Penjagaan Kegiatan Masyarakat a.

Penyiapan kekuatan yang akan dilibatkan. 3. Tokoh/pejabat yang hadir. b. Memberikan AAP kepada anggota yang akan melaksanakan jaga sementara. Mengadakan koordinasi dengan unsur-unsur pengamanan lainnya yang ada di lokasi tanggung jawabnya. Memeriksa/checking kekuatan anggota jaga. Tahap Pengakhiran Melaksanakan apel koordinasi setelah kegiatan penugasan selesai. Lamanya kegiatan. 3.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 1. Penjagaan tempat pertandingan olah raga. berdasarkan kerawanan di atas dan kemampuan personel sesuai sasaran penjagaan yang dihadapi. 9. 8.  Tahap pelaksanaan Pembagian tugas sesuai obyek yang dijaga.        c. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas baik lisan maupuntertulisdalambuku mutasi atau blanko laporan kepada Pa Siaga/ Pamapta/Bamapta. 1. Menerima laporan/pengaduan. Melakukan penjagaan pada titik-titik rawan. Melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian (TPTK). Mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Melaksanakan kaji ulang pelaksanaan gas. keramaian umum Penjagaan pada tempat/acara kunjungan pejabat / kegiatan pemerintah dan masyarakat lainnya. Membuat laporan Pelaksanaan penugasan sesuai sasaran penjagaan. Jumlah masyarakat yang hadir dan jenis kegiatan yang akan dijaga. 10. Menyiapkan administrasi pelaporan. 4. 5. Petugas jaga hams sudah siap di lokasi penjagaan satu jam sebelum acara / kegiatan masyarakat dimulai. (Vide Skep Kapolri tentang Petunjuk Kegiatan TPTK). Mengadakan koordinasi dengan Mako. Jenis ancaman dan gangguan yang mungkin timbul. 2.  Pa Siaga / Ka SPK / Ba SPK menentukan kerawanan kegiatan masyarakat dimaksud dengan memperhatikan : Tempat yang akan dijaga dan diamankan. lainnya. 3. 4. 2. pesta.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 40 . 7. 6. Penjagaan di tempat-tempat musibah / bencana alam. Penjagaan tempat diadakannya perayaan. 2. Memeriksa/cheking kelengkapan dan perlengkapan anggota jaga. Mengecek kesiapan peralatan dan kelengkapan yang digunakan untuk melaksanakan tugas jaga. 1.

2. 5. Menjelaskan Tujuan Patroli. Menjelaskan Peranan Patroli. Menerapkan Kegiatan Tugas Patroli dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab V. 3. Untuk mendapatkan aplikatif yang optimal tidak menutup kemungkinan Kasatwil menjabarkan dalam bentuk konsignes-konsignes sesuai dengan situasi dan kondisi wilayah masing-masing. FUNGSI TEKNIS SABHARA 41 . Menjelaskan Metoda dan Bentuk Patroli. 4.    Ketentuan Lain Dukungan administrasi dan logistik menggunakan sarana dan fasilitas organik yang ada. 2. diharapkan peserta didik dapat : Menjelaskan Pengertian Patroli.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 9. Indikator Hasil Belajar 1. Sistem pelaporan menyesuaikan dengan prosedur hirarki yang berlaku. Ketentuan lain yang berkaitan dengan petunjuk kegiatan ini sepanjang tidak bertentangan dapat digunakan sebagai rujukan agar lebih memantapkan pelaksanaan tugas penjagaan.  BAB V MANAJEMEN PATROLI Kompetensi Dasar 1. Menjelaskan Tugas Patroli. Memahami Pengetahuan Tugas Patroli dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Menjelaskan Patroli Menurut Fungsinya. memperhatiikan situasi dan kondisi yang diperkirakan akan menimbulkan gangguan Kamtibmas. Pembatasan gerak provokator dan separatis di tengahtengah masyarakat. 9.  tengah masyarakat.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 6. Pemberian rasa aman. Menjelaskan Konfigurasi Standar Patroli. 2.1. 1. Swakarsa. dengan jalan mendatangi menjelajahi. juga termasuk cheking kesiapan penjaga Rumah Tahanan Negara.      4. Tugas dan Peranan Patroli Tugas Patroli : Dalam rangka menampilkan peranan sabhara dalam Siskam. Pol : Skep/249/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang Patroli. Pencegahan terjadinya gangguan kamtibmas. Diperolehnya informasi tentang kemungkinan timbulnya gangguan kamtibmas. Mengerjakan Laporan Hasil Patroli. Pengertian Patroli adalah salah satu kegiatan kepolisian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih anggota Polri sebagai usaha mencegah bertemunya niat dan kesempatan.11 tahun 2009 tanggal 31 Desember 2009. Perturan kababinkam Polri No. maka ptroli mempunyai tugas melakukan pengecekan atau Wasdal terhadap giat Siskamling pemukiman / ronda dan kegiatan keamanan yang dilakukan Satpam di perusahaan dan instansi pemerintah. Mengerjakan Rencana Kegiatan Patroli. Dalam rangka pelaksanaan kegiatan rutin kepolisian maka tugas patroli diarahkan dan digunakan untuk menekan jumlah terjadinya Dasar UU.  Pencegahan bertemunya faktor niat dan kesempatan (N + K) yang memungkinkan timbulnya kriminalitas.    3. 4. 2 Tahun 2002 Skep Kapolri No. perlindungan dan pengayoman masyarakat. tentang Patroli Tujuan Patroli Peningkatan kehadiran Polisi berseragam di tengah-  FUNGSI TEKNIS SABHARA 42 . No.mengawasi. serta menuntut kehadiran Polri untuk melakukan tindakan kepolisian guna memelihara ketertiban dan keamanan umum masyarakat. 10. mengamati . Melakukan Pengawasan dan Pengendalian Patroli. 8. 7.

Metode / cara. Patroli berperan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan Kamtibmas terhadap masyarakat.4. Melakukan tindakan pertama di tempat kejadian.1.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 43 . daerah sasaran.       5.2. mata dan telinga bagi kesatuan. Peranan Patroli Patroli merupakan tulang punggung ( back bone ) Polri dalam upaya mencegah segala bentuk kejahatan / gangguan Kamtibmas. macam / bentuk dan fungsi Patroli Patroli menurut metode / cara Patroli Lingkungan Patroli Blok Patroli menurut daerah sasaran : Patroli dalam kota Patroli luar kota Patroli antar kota Patroli perairan Patroli daerah konflik Patroli medan berat Macam / bentuk Patroli terdiri dari : Patroli jalan kaki Patroli bersepeda Patroli ranmor darat Patroli ranmor perairan Patroli berkuda Patroli dengan Hellycopter Menurut fungsi patroli terdiri dari : Patroli Deteksi Bila mendapat informasi segera membuat laporan informasi selanjutnya koordinasikan dengan Intel.       5. Mencerminkan kesiap siagaan Polri setiap saat sepanjang waktu dalam upaya pemeliharaan dan menjamin Kamtibmas. tempat rawan dan cara dilakukannya kejahatan. Dalam rangka pelaksanaan operasi. 5.2.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  kejahatan yang dikaitkan dengan analisa anatomi kejahatan yang meliputi antara lain Jam Rawan. kepolisian maka tugas patroli diarahkan dan dapat digunakan sesuai target Operasional yang bersangkutan dengan tujuan untuk mencegah dan menanggulangi terjadinya tindak pidana / gangguan Kamtibmas yang justru menjadi sasaran Operasional tersebut selam berlangsung. Penampilan kegiatan patroli merupakan perwujudan kehadiran Polri ditengah masyarakat.   5. Sebagai sumber informasi. Patroli Represif 4.       5.3.

Konfigurasi standard.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  Bila menemukan kasus tertangkap tangan lakukan proses awal / Repawal kemudian koordinasikan dengan Reskrim. Patroli bersepeda dilaksanakan oleh minimal 2 (dua) anggota Polri.  Pengaturan . Unjuk rasa lakukan tindakan awal dengan Negosiasi.   d.2 Jumlah Personel Unit Patroli dapat melakukan : a. Patroli berjalan kaki minimal dilaksanakan oleh 2 (dua) orang anggota terdiri dari :  Satu orang sebagai anggota senior. Patroli sepeda motor dilaksanakan minimal 2 (dua) orang anggota Polri dengan menggunakan 1 unit sepeda motor terdiri dari : Satu orang sebagai anggota senior. Patroli Simpatik Bila menemukan kemacetan Lantas segera lakukan pengaturan lantas. Satu orang sebagai anggota yunior. Patroli Negosiasi Bila melihat kasus perkelaian kelompok.1 Kualifikasi Kemampuan :  Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP). 6.  Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket). b.  Satu orang sebagai anggota yunior. 6. bila menemukan kasus Tipiring / Perda maka lakukan tindakan penyidikan / Represif terbatas oleh Sabhara.   c. 6.  Patroli di daerah konflik.pengaturan Lalu-lintas dalam rangka pengamanan kegiatan masyarakat.1. Nama Satuan : Unit Patroli Kekuatan : 6.  Memroses Tipiring.2. 1 (satu) orang satu unit sepeda terdiri dari : Satu orang sebagai anggota senior. FUNGSI TEKNIS SABHARA 44 . Patroli Roda 4 : Sedan : 1 sedan diawaki 3 orang  Satu orang sebagai anggota senior.  Melakukan tindakan Represif Tahap Awal. Satu orang sebagai anggota yunior.2.  Komunikasi verbal.2. Patroli Dialogis Bila mendatangi kegiatan keamanan lingkungan agar lakukan komunikasi kamtibmas / bimbingan penyuluhan. 6.

Satu orang sebagai anggota senior. Tongkat T" Borgol Peluit Tanda Kewenangan Ransel serbaguna (untuk di daerah konflik atau patroli jarak jauh dengan berjalan kaki). Satu orang sebagai pengemudi.3. Empat orang sebagai anggota yunior. Pickup : 1 pick-up    diawaki 6 orang Satu orang sebagai anggota senior.1 Umum a.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 45 . Satu s/d dua orang sebagai pengemudi. Enam s/d tujuh orang sebagai anggota. Satu orang sebagai operator komlek. Dua orang sebagai anggota yunior. Satu orang sebagai anggota yunior Mini bus : 1 minibus diawaki 4 orang. Patroli Perairan dilaksanakan oleh unit patroli Perairan (diatur dengan ketentuan tersendiri). Gampol yang berlaku sesuai ketentuan Kelengkapan perorangan Sabhara Polri terdiri dari : Sabuk Sabhara Selempang Pet / Helm / Topi Lapangan (sesuai kegiatan). Satu orang sebagai pengemudi. b. Patroli Satwa Anjing dilaksanakan minimal 4 (empat) orang anggota Polisi dengan menggunakan 2 (dua) ekor anjing Polisi terdiri dari : Dua orang sebagai Pelindung.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   Satu orang sebagai pengemudi.3. Patroli daerah konflik dilaksanakan minimal 1 (satu) regu / 10 orang dengan 2 (dua) unit Ranmor minibus atau 1 (satu) unit Ranmor truk/Rantis terdiri dari : Satu orang sebagai Kepala Regu. Patroli berkuda dilaksanakan minimal 2 (dua) orang anggota Polisi dengan menggunakan 2 (dua) ekor kuda Polisi terdiri dari :  Satu orang sebagai anggota senior.  Satu orang sebagai anggota yunior. 6. Dua orang sebagai Pawang. Peralatan dan Perlengkapan 6.

1 Mengecek kerapihan gampol dan sikap tampang 7. Alat transportasi air (di daerah rawa dan sungai) Alkom Telepon imp Handy Tatky{HT) Megaphone g. Sedan Minibus Pick-up Truk e. f. Persenjataan Revolver untuk Kepala Regu Senpi laras panjang untuk daerah konflik.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI c.3.1. 3. 4. 2. Perlengkapan mobil patroli Perangkat pengeras suara Lampu Rotator Publik address Senter PPPK Senter pengatur lalu-lintas 6.2 Khusus  Kendaraan Taktis / Kendaraan khusus untuk daerah konflik. Kendaraan Sepeda Ranmor R2 Ranmor R4 1.  Tongkat "T"  Lampu senter  TKP Kit  Kendaraan patroli FUNGSI TEKNIS SABHARA 46 . 7.1. Manajemen Patroli 7.1.  TKP Kit  Alat Sistem Posisi geografi (Geographic Positioning System/GPS). d.2 Mengecek perlengkapan/peralatan antara lain :  Senjata Api  Borgol. Tahap Persiapan 7.

1. Tahap Pelaksanaan 7. Kegiatan masyarakat lainnya. Mendatangi tempat-tempat penyelenggaraan keamanan swakarsa untuk koordinasi dan saling tukar menukar informasi : Pos kamling. b. f. Memberikan perlindungan dan pengayoman yang diperiukan masyarakat. Pertunjukan. setiap unit patroli yang telah berada di lapangan harus melaksanakan tindakan sebagai berikut : a.    d. Pos-pos keamanan lainnya. g.1.3 Mengecek administrasi/Surat-surat . FUNGSI TEKNIS SABHARA 47 .2. Memberikan peringatan kepada warga masyarakat yang lalai mengamankan diri dan harta bendanya : Lupa menutup pintu Jemuran masih berada di luar. Pos satpam. Berkomunikasi dengan masyarakat dengan maksud memperoleh informasi-informasi penting bagi tugas Kepolisian. Parkir kendaraan tanpa dikunci/di luar dan lain-lain.4 AAP    7.  KTA  Buku catatan  Surat Perintah  SIM. Mendatangi sentra-sentra kegiatan masyarakat yang bersifat situasional : Keramaian. STNK  Blanko Ren Giat Patroli  Blanko Laporan Patroli 7. e.    c. Menjelajahi daerah dan route yang telah ditentukan dan melihat kemungkinan adanya kerawanan.1 Umum Secara umum. sasaran Patroli Cara bertindak Hal-hal khusus yang perlu atensi    h. Mewaspadai kemungkinan berubahnya PG menjadi GN. Memberikan peringatan kepada masyarakat yang karena ketidaktahuannya melakukan pelanggaran. Route.2.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 7.

berwibawa. tokoh agama. Bila keadaan aman. k. j. bersikap ramah. tampang harus bersih. gedung.2. 7. 1. tokoh masyarakat.  Patroli Jalan Kaki. Kenali jalan-jalan yaitu arah. Senjata api genggam agar dimasukkan dalam holster yang tertutup.   2. Tindakan petugas Posisi Berjalan yaitu Tindakan petugas patroli harus berdasarkan norma / peraturan / instruksi dan atasan. sopan santun.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI i.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 48 . Sikap Petugas Petugas berjalan dengan tegap. maka senjata api bahu disandang di pundak kanan (bila hujan laras dibawah). Mengambil tindakan terhadap pelanggaran Tipiring. Mengenali daerah patroli Kenah bangunan yaitu letak bangunan. dan tempat yang rawan. tidak bermain / bersendagurau dan dilarang merokok atau bersikap tidak pantas. instansi pemerintah dan obyek vital. secara khusus melaksanakan kegiatan sebagai berikut : a. Melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian.waktu menoleh dan gunakan panca indera ke-enam (perasaan). sehingga dapat melihat /mendengar sesuatu untuk dilaporkan atau diambil tindakan seperlunya. sewaktu . l. adat istiadat.2 Khusus Sesuai dengan cara melaksanakan patroli. Mencatat informasi yang didapat di kawasan patroli (dalam buku catatan patroli) Yang diperoleh dari masyarakat Yang ditemukan sendiri. maka ambil sikap depan senjata. Pandangan ke depan.     3. Melaporkan perkembangan situasi daerah patroli.    4. tujuan.   m. Melakukan tindakan represif tahap awal. Kenali penduduk/ masyarakat yaitu pejabat. Bila keadaan bahaya. Senantiasa bersikap 3 S (Senyum-Sapa-Salam) Cara membawa senjata api sesuai ketentuan : Peluru ada di magazen dimasukkan ke senjata dan dikunci.

lampu berco. Berhenti di tempat tertentu dan bila bertemu orang sesekali diajak bicara. Laporkan situasi bila ada hal yang ganjil segera dilaporkan pada atasan untuk meminta bantuan. FUNGSI TEKNIS SABHARA 49 . ban. pompa. Berhenti sebentar di persimpangan dan di tempat terlindung serta lihat ke segala arah. Berhenti dan melihat kebelakang. Memberikan bantuan bila diperlukan patroli berjalan kaki. sementara yang lain berjalan terus demikian secara bergantian terutama pada malam hari dan di tempat yang sunyi. sadel. Mengenali daerah patroli Kenali bangunan : letak bangunan. Sikap petugas Patroli bersepeda Sikap di sepeda tegap. penjagaan malam tidak nampak kesibukan khusus (keramaian rapat. Hal yang perlu diperhatikan sebelum pelaksanaan patroli bersepeda antara lain : Cek sepeda rem. bel. megaphone.        Berjalan di tepi jalan sebelah kiri Berjalan sebelah menyebelah (petugas yang satu sebelah kiri dan satu sebelah kanan) agar dapat bergerak dengan leluasa. Pandangan bebas Bawa senjata api sesuai ketentuan yaitu senjata api bahu dibawa di punggung senjata (laras di pundak kiri). tokoh masyaraKat. instansi pemerintah dan obyek vital Kenali jalanan arah jalan.   2. Cek peralatan kunci. stir. Sesekali berjalan kearah semula. daerah yang rawan. petugas yang satu berhenti dan melihat ke belakang.     3. senter. mungkin ada informasi yang penting (terutama di daerah yang rawan). tujuan. Berjalan berbanjar di sebelah kiri jalan dan tidak terlalu cepat. Kenali route wilayah patroli untuk mengetahui situasi atau keadaan yang ganjil misal : pintu/jendela yang terbuka. alkom. Jangan mengikuti route yang tetap. Pada tempat-tempat yang dianggap rawan. pengajian). gedung. Pada malam hari sepeda harus berlampu. 1. adat istiadat. tokoh agama.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI          b. Kenali penduduk /masyarakat : pejabat. dapat berjalan kaki dengan sepeda dituntun. Patroli Bersepeda. Perhatikan hal-hal yang bersifat ganjil.

kebakaran. adat istiadat. Tindakan petugas patroli sepeda motor:      7. Sengaja menghindarkan diri dari patroli Parkir tidak wajar Kendaraan yang mencurigakan Kendaraan yang melanggar peraturan lain lintas agar diambil tindakan sesuai prosedur. 4. Mengenal daerah patroli meliputi : Kenali bangunan : letak bangunan. Perhatikan tempat-tempat rawan dan kendaraan di jalan yang : Berjalan tidak wajar. Kecepatan sedang agar dapat melakukan pengamatan. Mengikuti peraturan lalu-lintas koordinasi 3. 1. Tindakan petugas Adakan tindakan pertama yaitu melakukan pelayanan terhadap masyarakat dan tindakan segera apabila menemukan kasus tertangkap tangan. iklim. c. tempat yang berbahaya.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 4. 6. FUNGSI TEKNIS SABHARA 50 . kecelakaan lalu-lintas dan lain sebagainya. 5.     8. cuaca. Memberikan bantuan bila diperlukan oleh Patroli bersepeda dan berjalan kaki. sungai. obyek vital Kenali jalan-jalan arah. tokoh masyarakat. tokoh agama. rawa. tujuan.    Roda dua (Sepeda motor) Sikap patroli sepeda motor Sikap petugas tegap Pandangan bebas Membawa senjata api sesuai ketentuan. gedung gedung. Sebagai penghubung dan dengan patroli berjalan kaki dan patroli bersepeda. instansi pemerintah. Kenali medan : pegunungan. daerah rawan Kenali penduduk/masyarakat : pejabat.

Metode yang digunakan Berjalan kaki Bersepeda. kebakaran dan lain-lainnya. Memberikan bantuan bila diperlukan oleh Patroli berjalan Kaki. 4. Roda empat 1. 1. Sikap petugas di atas kendaraan Sikap tegap Pandangan bebas Mengikuti peraturan lain lintas. Sebagai penghubung dan koordinasi dengan patroli bersepeda Motor. Mengendarai kendaraan roda dua dan roda empat. d. Kendaraan yang menlanggar peraturan lalu-lintas agar diambil tindakan sesuai prosedur. Kendaraan yang mencurigakan. 4. Perhatikan tempat-tampat rawan dan kendaraan dijalan yang : Berjalan tidak wajar. 2.   2. yaitu tertangkap tangan. Kecepatan sedang agar dapat melakukan pengamatan. agar kecepatan disesuiakan untuk pengamatan yang baik. kecelakaan lalu-lintas. e. 6. 5. Mengenali daerah patroli yang sering dilalui ineliputi : pengenalan bangunan.      7. pengenalan penduduk. kebakaran dan lain-lainnya. pengenalan medan. 3. 8. Hal yang harus diperhatikan apabila berpatroli menggunakan kendaraan bermotor. FUNGSI TEKNIS SABHARA 51 . bersepeda dan bersepeda motor. Patroli dalam kota Dilaksanakan oleh Unit Patroli Sabhara. Parkir tidak wajar.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Adakan tindakan pertama yaitu melakukan pelayanan masyarakat dengan segera apabila menemukan kasus tertangkap tangan. Sengaja menghindarkan diri dari kendaraan patroli. pengenalan jalan.    3. kecelakaan lalu-lintas. Bersopeda dan berjalan Kaki. Sasaran Patroli PG dan GN yang terdapat pada blok atau lingkungan yang menjadi daerah Patroli. Tindakan petugas patroli meliputi : Adakan tindakan pertama pelayanan masyarakat dengan segera.

Hal yang perlu diperhatikan : Apabila penemuan PG maupun GN pada saat berada dalam wilayah Yuridis satuan kewilayahan agar mengambil TPTKP dan selanjutnya menyerahkan penyelesaiannya kepada Satwil yang berwenang. 2. Patroli Antara Kota Dilaksanakan oleh Unit Patroli Sabhara.3. Patroli berkuda (diatur dengan ketentuan tersendiri).      7. 5.  Melapor kepada Kajaga / KS SPK tentang kedatangannya sekaligus melaporkan semua yang dilihat. Melaporkan kedatangannya pada Satwil terdekat. 2. Setiap melintas didaerah tertentu (rawan) tentukan tempat-tempat penyelamatan. Dilaksankan dengan menggunakan ranmor roda dua dan roda empat. 1. Patroli Perairan (diatur dengan ketentuan tersendiri) Patroli daerah konflik Memberikan rasa aman kepada masyarakat Mencegah oknum – oknum provokator. Ketentuan lain FUNGSI TEKNIS SABHARA 52 .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI f. 3. 3. didengar dan dialami selama patroli serta kondisi anggota unit. Patroli dengan satwa anjing (diatur dengan ketentuan tersendiri). 4.  Menyerahkan laporan tertulis tentang hasil pelaksanaan patroli. Tahap Pengakhiran Setiap unit patroli yang kembali dan melaksanakan tugas patroli agar :  Apel konsolidasi sekaligus melakukan pengecekan peralatan / perlengkapan. Selama patroli selalu dalam keadaan siap siaga.   g. 8. Dilaksanakan secara Overtap melintas wilayah yuridiksi satuan wilayah yang saling berbatasan sampai pada satuan kewilayahan terdekat (Mungkin Polsek / Polres / ).  Menyerahkan hasil pelaksanaan patroli yang menyangkut penanganan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian (TPTK)/Tipiring (tahanan. 1. Setiap Unit Patroli antar kota wajib menyinggahi satwil yang berada pada jalur patroli untuk melaporkan dan mendapatkan informasi sebelum melanjutkan patroli. separatis melakukan kegiatan Tentukan route patroli. barang bukti dan lain-lain). pada waktu kembali jangan melewati route berangkat patroli.

Ketentuan lain yang berkaitan dengan petunjuk kegiatan ini sepanjang tidak bertentangan dapat digunakan sebagai rujukan agar lebih memantapkan pelaksanaan tugas patroli. Sistem laporan menyesuaikan dengan prosedur hirarki yang berlaku. FUNGSI TEKNIS SABHARA 53 .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI     Dukungan administrasi dan logistik menggunakan sarana dan fasilitas organik yang tersedia. Untuk mendapatkan nilai aplikatif yang optimal tidak menutup kernungkinan Kasatwil menjabarkan dalam bentuk "Urut-urutan Tindakan" sesuai dengan situasi dan kondisi wilayah masing-masing.

Memahami Pengetahuan Tugas Pengawalan.    FUNGSI TEKNIS SABHARA 54 . 4. 2. Menjelaskan Tujuan Pengawalan. Peraturan Kababinkam Polri No. Pengawalan Tahanan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk mengamankan/melindungi tahanan agara tidak terancam jiwanya dari gangguan orang lain atau melarikan diri. 8. Menerapkan Kegiatan Tugas Pengawalan. 9.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB VI MANAJEMEN PENGAWALAN Kompetensi Dasar 1. tentang Pengawalan Melakukan Pentahapan Kegiatan Melakukan Pengawasan dan Mengerjakan Rencana Kegiatan Menjelaskan Pengertian Pengawalan. Pengawalan. Dasar UU. No. Pol : Skep/263/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang Pengawalan. 6. Pengawalan.  Pengertian Pengawalan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh anggota Polri untuk menjaga keamanan. Pengawalan 1. Menjelaskan Peranan Pengawalan. Menjelaskan Konfigurasi Standar    2. Indikator Hasil Belajar Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab VI. 10 Tahun 2009. Menjelaskan Tugas Pengawalan. Menjelaskan Sasaran Pengawalan. Pengawalan VIP adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk mengamankan/melindungi pejabat tertentu selama melakukan kegiatan agar tidak terancam jiwanya (pelajaran khusus VIP). tanggal 31 Desember 2009. Pengendalian Pengawalan. keselamatan atas jiwa dan harta benda dari satu tempat ke tempat lain. mengamankan barang berbahaya tersebut dari tindak kejahatan/sabotase dari pihak lain. Pengawalan barang berbahaya adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk melindungi. 2 Tahun 2002 Skep Kapolri No. 3. 7. 2. diharapkan peserta didik dapat : 1. 5.

2.  Memberikan pengamanan dan keselamatan terhadap orang sampai tujuan. Mencerminkan kesiap siagaan Polri setiap saat sepanjang waktu dalam upaya pemeliharaan dan menjamin Kamtibmas. Tugas dan peranan Pengawalan Tugas Pengawalan Melaksanakan perlindungan dan Pengamanan terhadap orang / barang dalam perlindungannya dengan aman. Untuk menjaga keamanan terhadap barang berbahaya agar tidak terjadi peledakan. Untuk memberikan pengamanan dan keutuhan harta benda yang menjadi obyek pengawalan Sasaran Untuk membantu proses hukum terhadap tahanan. Mencegah terjadinya segala bentuk gangguan kamtibmas / pelanggaran Hukum / tindak pidana yang berhubungan langsung dengan kelancaran Pengamanan kegiatan pengawalan selama perjalanan sampai tiba di tempat tujuan.     5.2.1. 3. 4. Konfigurasi standard  4.1. Peranan pengawalan Pengawalan merupakan tulang punggung ( back bone ) Polri dalam upaya mencegah segala bentuk kejahatan / gangguan Kamtibmas.2. Penampilan kegiatan pengawalan merupakan perwujudan kehadiran Polri ditengah masyarakat. tertib dan utuh sampai tujuan.   3.2. Tujuan dan Sasaran Pengawalan Tujuan Untuk memberikan pengamanan dan keselamatan terhadap orang dan tahanan. FUNGSI TEKNIS SABHARA 55 . kebakaran maupun sabotase dari pihak lain.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3. Untuk mencegah agar tahanan tidak melarikan diri. Melakukan tindakan pertama di tempat kejadian. 3.2 Orang   4.1 Tahanan    3. Agar tahanan terhindar dari gangguan pihak lain.

KTP. Periksa perlengkapan buku saku.    a.1. pulpen. Pengawalan barang berharga dan barang berbahaya dilakukan oleh anggota Polri minimal 2 (dua) orang. Kemampuan Kemampuan yang harus dimiliki oleh anggota pengawalan      6.  5.1. Bela diri Mahir menembak Kemampuan mengemudi Menguasai rute yang dilalui Menguasai teknik dan taktik pengawalan Manajemen Pengawalan 6. b.3.1.  Personel Pengawalan orang/tahanan dilaksanakan oleh anggota Polri minimal 2 (dua) orang atau disesuaikan dengan jumlah tahanan yang dikawal. Tahap Persiapan 6. Revolver Laras panjang Angkutan Ranmor roda 4  Sedan  Minibus  Pick up  Truk  Rantis Alat angkut lainnya  Kereta api  Kapal Laut  Perahu  Pesawat terbang Alkomlek  Telepon/Handphone  Handy Talky (HT)  5.2. KTA. FUNGSI TEKNIS SABHARA 56 .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 5.1 Cek perlengkapan    Surat perintah tugas. Periksa identitas diri. Perlengkapan Gampol yang berlaku sesuai ketentuan Persenjataan a. b. perbekalan.

BBM. pompa.2. kotak P3K. Pemberian petunjuk – petunjuk / konsignes. lak. dan rute cadangan pengawasan khusus terhadap tahanan yang berbahaya.1. jenis. Petugas berada di belakang tahanan.   Periksa Keamanan dan kelayakan kendaraan (rem. Periksa dokumen pembungkusan.1 Pengawalan Tahanan a. Hindari komunikasi dengan tahanan pada saat pengawalan berlangsung serah terimakan tahanan dengan baik setelah samapai tujuan. Bila dalam rangkaian kegiatan yang diduga tidak selesai (sidang pengadilan) adakan pengamanan di sekitar lokasi dan tunggu sampai selesai. kesehatan tahanan dan kondisi umum tahanan. Pengawalan dengan menggunakan Ranmor R–4   b. ciri-ciri dan keadaan umum. lampu. lampu merah pada kap mobil. keadaan umum.1. pengaturan dan pembagian tugas sesuai kebutuhan (harus jelas siapa mengerjakan apa.2. jarak yang di tempuh. bentuk ciri-ciri. jumlah. klakson.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 6. rute yang dilalui. bila tahanan tampak berbahaya rapatkan jarak . jumlah.2 Cek Kendaraan  lain-lain. tali besar dan dongkrak. alat pemadam. STNK. borgol kedua tangan tahanan ke belakang. jumlah tahanan. ban. oli.  6.   Pengawalan berjalan kaki Pengamanan terhadap tahanan. petugas pembawa dokumen (nama. lampu rotator dan sirene. stir.4 Menerima AAP  Pembagian tugas. kunci-kunci. bertanggung jawab kepada siapa). periksa tahanan dengan cermat sehingga petugas yakin dan perhatikan kondisi tahanan.  6. ukuran. Posisi petugas. dan 6.1. SIM. keadaan cuaca. Periksa keadaan barang berharga.3 Periksa obyek pengawalan   Periksa keadaan tahanan. jabatan). penjelasan waktu. FUNGSI TEKNIS SABHARA 57 . Lakukan pemborgolan. jaga jarak sedemikian rupa. Periksa perlengkapan. barang milik negara. dan lain-lain). segel lak. tindakan darurat dan penggunaan senpi dan lain-lain. Periksa keadaan borgol apakah dalam keadaan baik/layak pakai beserta kuncinya. Catat dan buat tanda terima bukti penyerahan dan ditandatangani. Periksa surat kendaraan dan pengemudi. Tahap Pelaksanaan 6. pembungkusan/penyegelan.

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI     Tahanan di borgol. Di dalam gerbong kereta api.  Jika tahanan yang dikawal jumlahnya banyak dan ruangan sel dalam sempit. maka atas izin dari Kapten kapal dapat ditempatkan pada tempat lain yang memenuhi syarat keamanan. Pengawalan tahanan dengan menggunakan transportasi air c. Jika tahanan ingin pergi/masuk kamar kecil (WC) ia harus dikawal. Kepala/komadan pengawalan duduk pada bagian depan disamping pengemudi sebagai pengendali selama perjalanan. di cek jumlah tahanan. hal ini untuk mencegah tahanan dapat melarikan diri atau bunuh diri. Untuk naik ke gerbong kereta api.      d. hindari perjalanan malam hari dan apabila terpaksa harus bermalam di perjalanan usahakan dititipkan di kantor Polisi terdekat. Tiba di statsiun tujuan. pengawal pertama harus turun terlebih dahulu kemudian diikuti oleh para tahanan dalam keadaan diborgol dan diikuti pengawal lainnya.. pintu WC tidak boleh ditutup. Posisi pengawal dengan tahanan duduk berdampingan. Kapal Bermesin   ada. didahului oleh petugas pengawal. Lakukan koordinasi dengan Kapten kapal. gunakan sirene/lampu rotator. kemudian disusul oleh para tahanan satu persatu sampai habis dan di susul oleh pengawal lainnya.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 58 . tahanan tetap dalam keadaan diborgol dan satu sama lainnya diikat dengan tali. kemudian tahanan dijauhkan dari kerumunan orang. Pengawalan tahanan dengan menggunakan kerta api. Tempatkan tahanan di ruang khusus (sel) kapal apabila      e. Kecepatan kendaraan disesuaikan dengan sesuai lalu lintas. Bila jarak cukup jauh tentukan route yang ditempuh dan waktu pemberangkatan. kondisi tahanan. jika terpaksa bermalam maka dititipkan di kantor polisi terdekat Pengawalan dengan perahu hanya dipergunakan pada perairan yang dangkal Pengawalan tahanan dengan menggunakan pesawat terbang Usahan tahanan langsung menuju pesawat. Patuhi peraturan yang berlaku diatas kapal Perahu Tahanan membantu mendayung Dilarang melakukan pada malam hari. Setelah tiba di stasiun pemberangkatan pengawal mengadakan pengamanan tempat menunggu para tahanan. Posisi petugas pengawal duduk didepan dengan tetap waspada. perintahkan naik kendaraan satu persatu dan duduk berhadapahadapan. Semua tahanan yang dikawal tetap diborgol kecuali jika mereka sudah dalam sel terkunci.

Bila jarak yang ditempuh cukup jauh dengan medan yang berat tambah kekuatan personel / pengawal. hindari medan yang sulit. Adakan serah terima kepada petugas yang berhak menerima dan buat berita acara penyerahan barang-barang tersebut. Petugas pengawal tetap waspada dan tahanan tetap diborgol demi keamanan. pembungkus.      FUNGSI TEKNIS SABHARA 59 . label/lak apakah masih utuh sedangkan penanggung jawab tetap dari instansi pengguna/pemilik. Atur kecepatan sesuai situasi lalu lintas. Selama dalam perjalanan Atur kecepatan langkah selama dalam perjalanan.  b. serta dibelakang.  Dengan bersepeda motor Formasi pada saat berjalan satu sepeda motor sebagai pembuka jalan. Hal yang perlu diperhatikan oleh pengawal. 1.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   f. Pengawalan tahanan wanita Pengawalan tahanan wanita harus didampingi oleh anggota Polwan. Tentukan pembawa barangbarang (dari instansi pengguna).   Tahanan tetap dalam keadaan diborgol Upayakan kendaraan penjemputan menuju pesawat.2 Pengawalan barang-barang berharga a.   1.2. Posisi barang berada ditengah. Mengendarai sepeda motor dengan cara yang benar. 6. 3. Pembagian tugas Lakukan pembagian tugas dengan jelas siapa yang berada di depan. 2. disamping. sedangkan pengawal lainnya berada dibelakang. 1. Gunakan sirene/lampu rotator.  Perhatian bagi pengawal Hindari perjalanan pada malam hari (bila terpaksa hubungi kantor Polisi yang akan dilalui) Laporkan posisi setiap saat pada kesatuan melalui alkom yang ada. Laporkan posisi setiap saat melaui alkom yang ada.  Sampai di tempat tujuan Kumpulkan seluruh petugas dan pembawa barang-barang satu persatu bersama-sama barang yang dibawa. 2. Adakan pergantian / aplus bagi pembawa barang dan tentukan waktu serta tempat istirahat.   Dengan berjalan kaki Persyaratan keamanan barang Periksa barang akan dikawal antara lain jumlah barang. cari yang terdekat. 2.

3. Mengecek kesehatan tahanan/orang.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 1.   Dengan menggunakan Ranmor R – 4 Formasi pengawalan prinsipnya sama dengan pengawalan menggunakan sepeda motor. menghardik) kepada pengendara lain. Hal-hal yang perlu diperhatikan : 1. Gunakan peluit dalam keadaan macet atau tertahan. Jaga jarak kendaraan 3. c. keutuhan barang-barang yang dikawal.3. Jangan sekali-kali melepaskan pegangan stang/stir sepeda motor. 6. Jangan mengadakan gerakan yang kurang etis (berdiri. Pasang sabuk pengaman Tahap Pengakhiran (Pengawasan dan Pengendalian) Setelah melaksanakan tugas pengawalan. agar melakukan: Apel konsolidasi sekaligus melakukan pengecekan peralatan/perlengkapan. menendang. 2.     FUNGSI TEKNIS SABHARA 60 . Perhatikan bila ada perubahn route yang mendadak dan segera laporkan pada Induk Kesatuan. Mengecek keamanan. Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas pengawalan. Bagi kendaraan penutup cegah jangan ada yang mendahului 2.

6. 2. Menjelaskan Pengetian TKP Menjelaskan Cara Bertindak di TKP Melakukan Penanganan TPTKP Melakukan Pengawasan dan Pengendalian TPTKP Melakukan Pelaporan Tentang TPTKP Melakukan Kegiatan TPTKP Pengertian Tempat Kejadian Perkara (TKP) adalah tempat dimana telah terjadinya suatu tindak pidana atau tempat-tempat lain dimana ditemukan barang bukti yang ada hubungannya dengan tindak pidana tersebut. 5. Menerapkan Pengetahuan Tentang TPTKP. Menjelaskan Pengertian TKP dan TPTKP Menjelaskan Dasar Hukum TPTKP. Indikator Hasil Belajar Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab VII. Memahami Pengetahuan Tentang TPTKP. FUNGSI TEKNIS SABHARA 61 . 2. 1. 3.     Dasar Hukum Pasal 7 ayat (1) huruf b KUHAP : Penyidik karena kewajibannya mempunyai wewenang melakukan tindakan pertama di tempat kejadian. dan melarang setiap orang untuk meninggalkan tempat selama pemeriksaan belum selesai. 7. 8. diharapkan peserta didik dapat : 1. Tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP) adalah tindakan kepolisian yang harus dilaksanakan dengan segera setelah terjadinya suatu tindak pidana untuk melaksanakan/ memberi pertolongan dan perlindungan kepada korban/anggota masyarakat serta tindakan represif tahap awal dengan tujuan agar tempat kejadian tersebut dalam keadaan status quo guna mencari kebenaran materiil dalam penyidikan perkara. Pasal 111 ayat (3) KUHAP : Penyelidik dan penyidik pembantu yang telah menerima laporan segera datang ke tempat kejadian.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB VII MANAJEMEN TINDAKAN PERTAMA DI TEMPAT KEJADIAN PERKARA Kompetensi Dasar 1. 4. 2.

 Minta bantuan / partisipasi masyarakat (RT/RW/Kades) untuk mengamankan TKP atau membubarkan massa. h. 2. 3. Pol. tanggal 31 Desember 2009.   Undang-Undang No. 3. 2 tahun 2002 tentang Polri : Pasal 14 huruf (1) point “ a. 3. i “ tentang melakukan TPTKP. Catat identitas korban. Tandai letak korban. 4.1 Korban luka berat/ringan/pingsan      saksi-saksi.2. tentang larangan/keluar dari TKP.g . b. Pasal 15 huruf (1) point “ f.  Berusaha menangkap pelaku yang diperkirakan berada di TKP. Menutup dan mengamankan TKP (mempertahankan status Quo) dengan Police Line  Memerintahkan orang-orang yang berada di TKP untuk tidak/dilarang meninggalkan TKP.2. 5. Usahakan untuk mendapatkan keterangan dari korban tentang siapa pelaku dan saksi-saksi serta barang bukti. 5 dan 102 KUHAP Skep Kapolri No.2 Keadaan korban kritis/gawat    Catat identitas. b “. Usahakan mendapat keterangan dari korban tentang pelaku dan FUNGSI TEKNIS SABHARA 62 . Pasal 4.2.  Dilarang menambah/mengurangi jejak/bekas barang bukti yang ada di TKP.  Rekam situasi TKP dengan handy cam / foto. 3. Kegiatan petugas Polri di TKP sebelum penyidik tiba adalah sebagai berikut : Terhadap tempat kejadian 3. Pasal 16 huruf (1) point “ a. 12 Tahun 2009. Peraturan Kababinkam Polri No. tentang TPTKP. tentang tugas umum. Terhadap korban 3. Usahakan penyelamatan korban Lakukan pertolongan menurut petunjuk P3K. Kirimkan ke dokter/rumah sakit terdekat.h . e . : SKEP/260/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang petunjuk kegiatan TPTKP. Pasal 18 huruf (1) tentang diskresi kepolisian.  Melarang setiap orang yang tidak berkepentingan untuk masuk ke TKP.1.i ”. g.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  1.

bila perlu lakukan penggeledahan pakaian maupun badan dengan teliti dan penuh kewaspadaan. Usahakan jangan meninggalkan TKP.  Kirimkan ke rumah sakit untuk mendapatkan visum et repertum 3. Lakukan penggeledahan pakaian dan badan terhadap saksisaksi yang dicurigai terlibat serta menahannya hingga penyidik datang.    3.    3. Laporan.  Usahakan tidak terlalu banyak menyentuh korban. mendengar.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3.4. Mengklarifikasikan saksi-saksi yang diduga keras terlibat dalam tindak pidana tersebut.3. Beritahukan dan meminta bantuan kepada penduduk setempat agar supaya mau ikut menjaga keamanan di TKP. Terhadap pelaku Cari.2. Catat dan beri tanda letak barang bukti yang terpaksa dipindahkan (perubahan) dengan foto.5.  Terhadap saksi Melakukan wawancara dengan mengajukan pertanyaan kepada orang-orang/pihak-pihak yang diperkirakan/diduga melihat. Lakukan pengumpulan barang bukti di TKP dan sekitarnya. Jaga jangan sampai melarikan diri/menghilangkan/ merusak barang bukti atau merubah posisi barang bukti.7 FUNGSI TEKNIS SABHARA 63 . jika perempuan dilakukan oleh Petugas Polwan Pemberitahuan Segera hubungi kesatuan Polri terdekat dengan menggunakan alat komunikasi elektronik yang ada atau caraka.  Bila posisi korban mengganggu arus lalu lintas dapat dipindahkan terlebih dahulu memberi tanda letak korban. Mengadakan pemeriksaan singkat terhadap saksi-saksi dan catat identitasnya serta melarangnya meninggalkan TKP untuk sementara waktu.    3.6. Terhadap barang bukti Jaga jangan sampai rusak/hilang atau berubah letaknya.    3. Catat identitas pelaku dan konfrontir dengan korban. tangkap dan geledah pelaku yang diperkirakan masih berada di TKP dan sekitarnya.3 Korban meninggal dunia  Jaga agar tetap pada posisinya tidak perlu terburu-buru mengangkat / memindahkan korban. gambar dan rekam. mengetahui atau mengalami kejadian tersebut.

Organisasi Tugas di TKP Bagi kesatuan yang memiliki Ka SPK yang membawahi unit-unit operasional (Reskrim.2. Intelkam. Serah-terimakan semua kegiatan penanganan TKP selanjutnya kepada petugas olah TKP.     5. Memberitahukan keluarga korban bila ada korban. dan Binamitra). Semua barang bukti yang didapatkan/diamankan. Pisahkan saksi-saksi yang satu dengan yang lainnya agar supaya tidak saling mempengaruhi sehingga akan menyulitkan petugas selama mendapatkan keterangan yang sebenarnya. Semua perubahan yang terjadi selama dalam melakukan kegiatan TKP. Jika TKP belum ada petugas pengamanan.R. Setelah menerima laporan/pengaduan tentang telah terjadinya tindak pidana. Membuat sketsa kasar/catatan kejadian sebagai bahan pembuatan laporan/berita acara pendapatan. FUNGSI TEKNIS SABHARA 64 .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI      4. Bagi kesatuan yang tidak memiliki Ka SPK maka orang yang ditunjuk/yang diberi tanggung jawab tersebut berfungsi dan bertindak seperti Ka SPK termasuk menangani TKP.     Jika di TKP sudah ada petugas yang melakukan pengamanan TKP maka kegiatan selanjutnya adalah : Perkuat/sempurnakan penutupan dan pengamanan TKP (pertahankan status quo).  Setelah petugas dari fungsi Teknis datang (Serse/Lantas) segera melaporkan semua kegiatan yang telah dilaksanakan. Amankan pelaku/saksi/barang-barang bukti yang ditemukan di TKP. Mekanisme kegiatan fungsi Sabhara dalam penanganan TKP yang dikaitkan dengan tugas umum adalah merupakan pemberi informasi bagi fungsi-fungsi lain. ) bila diperlukan.1. Lantas. maka dalam pelaksanaan TPTKP dilakukan oleh unit-unit operasional tersebut dengan pengawasan dan pengendalian dibawah kendali Ka SPK. Mencari saksi-saksi yang mencatat identitasnya serta diperintahkan untuk tetap tinggal di tempat guna dimintai keterangannya sehubungan dengan tindak pidana yang terjadi. Nama dan alamat pelaku dan saksi. Lakukan penggeledahan/penyitaan barang bukti yang ada pada tersangka terutama yang ada kaitannya dengan tindak pidana yang terjadi.E. maka Ka SPK beserta unsur-unsur operasionalnya segera mendatangi TKP untuk memimpin serta mengendalikan TPTK sebagai berikut : 5. Tugas dan kewajiban Ka SPK dalam melaksanakan / melakukan TPTKP   5. Menyiapkan administrasi Visum Et Repertum ( V.

5. 7. Usahakan tangkap pelaku bila masih berada di TKP. Atur posisi anggota. Jangan menambah atau mengurangi bukti di TKP. Ketua tim masuk ke TKP melakukan pemeriksaan dengan membawa tanda-tanda. 6. Minta bantuan masyarakat setempat (RT/RW/Kades) bila perlu. 8. pelaku dan korban. Saksi.1. 6. 5. Tutup dan amankan TKP sehingga menjadi status quo.  Beri tanda jalan masuk maupun keluar pelaku. 7. Usahakan mencari saksi/orang yang mengetahui /mengalami.       7. Mengamankan barang bukti yang ditemukan di TKP maupun pelaku dan korban.  Catat waktu dan cuaca pada saat tiba di TKP  Pengamatan umum situasi di TKP  Pengamatan secara khusus terhadap Barang bukti di tempat kejadian.   Kualifikasi kemampuan yang harus dimiliki seorang petugas TPTKP : Kemampuan kecepatan mendatangi TKP Kemampuan pengaturan lalu lintas Kemampuan menembak mahir Kemampuan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) Kemampuan berkomunikasi yang baik Kemampuan pengamatan dan penggambaran Peralatan dan perlengkapan Umum Gampol yang berlaku sesuai ketentuan Kelengkapan perorangan Sabhara Polri Sabuk Sabhara Selempang Pet Tongkat “T” Borgol Peluit Tanda kewenangan FUNGSI TEKNIS SABHARA 65 . Tempat kejadian perkara. Amankan pelaku bila masih ada di TKP.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI      Melakukan pertolongan kepada korban. Taktik dan Teknis dalam TPTKP.3.  Pasang Police Line  Jaga TKP jangan sampai rusak (orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk).

barang bukti dan petunjuk lain. FUNGSI TEKNIS SABHARA 66 . pencarian saksi.1.  1. 2.2. Koordinasi dengan fungsi-fungsi Teknis dan fungsi pendukung lainnya. P 3 K. Sasaran Korban TKP Pelaku Saksi-saksi Barang bukti Bukti petunjuk lainnya Tahapan-tahapan dalam kegiatan TPTKP : Tahap persiapan Menyiapkan personel Kendaraan dan alat komunikasi Penyiapan Sabhara Kit APP : Penjelasan tugas Cara bertindak Penentuan route terpendek 4. 9. 2.     1. tali.    8. buku catatan ) Handy cam Kamera Tujuan dan sasaran Tujuan dilakukan TPTKP adalah : Pertolongan korban dan pengamanan TKP tetap dalam keadaan status quo. 3.  1. 8. senter. 7. pembungkus barang bukti. Penangkapan pelaku. 2.    8.1. Sebagai dasar dimulai penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. 2. Persenjataan Revolver Senjata api V 2 Sabhara Kendaraan Ranmor roda dua Ranmor roda empat Alkom Handphone (HP) Handy Talky (HT) Perlengkapan khusus Sabhara Kit ( Police line.2.       9.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  1.

2. FUNGSI TEKNIS SABHARA 67 . maka petugas tersebut harus menjaga status quo (menjaga keaslian TKP) Tahap pelaksanaan TPTKP Tindak Pidana/kriminalitas Lakukan pertolongan terhadap korban Pasang police line atau peralatan tali lainnya. 10. modus operandi dan pelaku.  Data / konfigurasi Kamtibmas yang meliputi jumlah kejadian.3. tertangkap tangan. Menyiapkan peralatan yang digunakan di dalam penanganan TPTKP. barang bukti dan saksi yang ditemukan. Mengamati secara umum tentang situasi.  Data Potensi Gangguan yang meliputi bentuk/sifat dan lokasi.   Pengorganisasian : Menyusun kekuatan yang dilibatkan dalam kegiatan penanganan TPTKP. 102. pengaduan. waktu kejadian dan keadaan cuaca. Catat orang-orang yang berada di TKP terutama orang yang mengetahui tentang kejadian dan perintahkan untuk tidak meninggalkan TKP. Sebagai seorang supervisor sebelum melaksakan penanganan TPTKP diharuskan membuat perencanaan penanganan TKP dengan merumuskan sasaran kegiatan yang bersumber dari :  Laporan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  Terhadap TKP yang ditemukan langsung oleh petugas Polri dalam pelaksanaan patroli/penjagaan.1. Menyerahkan hasil pengamanan TKP termasuk langkah-langkah yang telah diambil kepada petugas penyidik beserta pelaku. Perencanaan.     10. Catat tempat. Pembukaan/pembebasan police line / garis polisi (oleh Ka SPK) Tahap Pengakhiran Pengecekan terhadap personel Pengecekan terhadap perlengkapan Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas Kaji ulang Manajemen Operasional TPTKP 9. Membuat gambar/sketsa Membuat berita acara pendapatan di TKP Menyiapkan permintaan visum et repertum Meminta bantuan anjing pelacak bila diperlukan. Tangkap pelaku bila masih berada di sekitar TKP. diketahui langsung tentang terjadinya tindak pidana. Mengamankan barang bukti dengan memberikan tanda-tanda. lokasi kejadian.              9. baik orang maupun barang atau benda-benda. waktu kejadian.

Pelaksanaan. Barang bukti.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  TPTKP. Sebelum melaksanakan tugas setiap pimpinan agar melakukan acara pimpinan pasukan (APP) menjelaskan tentang :  Ketanggapsegeraan mendatangi TKP  Penyerahan hasil TPTKP kepada petugas olah TKP (Tersangka. 10. Tindakan anggota selama penanganan TPTKP. Sarana pendukung dengan menggunakan komunikasi yang ada FUNGSI TEKNIS SABHARA 68 .   dan laporan. Menyiapkan administrasi yang dibutuhkan dalam penyidikan 10.3. Pengawasan dan Pengendalian.4. dan saksi).

penyelamatan serta pemulihan prasarana dan sarana. menegakkan hukum. Struktur Organisasi KPL dan Manajemen penanggulangan Bencana. pemenuhan kebutuhan dasar. pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri. pengurusan pengungsi. Prinsip MPB. 3. 7. 2. 6. memahami pengertian dalam MPB. VIII MANAJEMEN PENANGGULANGAN BENCANA Kompetensi dasar 1. Menjelaskan pengertian dalam MPB menjelaskan Dasar hukum MPB Menjelaskan Prinsip-prinsip MPB Menjelaskan penerapan KPL Mejelaskan karakteristik KPL Menjelaskan Struktur KPL Menjelaskan MPB Membuat perencanaan Pra bencana Mengorganisir Pra Bencana Memilih CB bila terjadi bencana Melakukan pengawasan an pengendalian anggota 1. 10. Karakteristik KPL .    FUNGSI TEKNIS SABHARA 69 . meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban. kerugian harta benda dan dampak psikologis. Tanggap Darurat adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan. kerusakan lingkungan. Penerapan penanggulangan dalam pelayanan tugas bila terjadi bencana manajemen 2. 5. perlindungan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB. Indikator Hasil Belajar Setelah menyelesaikan Bab ini diharapkan Peserta Didik dapat 1. harta benda. Dasar Hukum MPB. Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan/atau faktor non-alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia. 8. 4. Pra Bencana adalah suatu keadaan belum terjadi bencana akan tetapi memungkinkan untuk terjadinya potensi bencana. 9.  Pengertian – pengertian Kepolisian Negara Republik Indonesia yang selanjutnya disingkat Polri adalah alat Negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Penerapan KPL. 11. serta memberikan perlindungan.

17 Tahun 2009 tentang Manajemen Penanggulangan Bencana 3. DVI adalah suatu prosedur untuk mengidentifikasi korban mati akibat bencana yang dapat dipertanggungjawabkan secara sah oleh hukum dan ilmiah serta mengacu pada Interpol DVI Guideline. Status Keadaan Darurat Bencana adalah suatu keadaan yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk jangka waktu tertentu atas dasar rekomendasi sampai dengan aktivitas masyarakat berjalan dengan normal. Perkap No. humanis.  Prinsip-prinsip MPB cepat dan tepat. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4723). yaitu dalam melaksanakan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana dilaksanakan secara cepat dan tepat sasaran. Kontinjensi adalah keadaan dalam kehidupan atau tata kehidupan masyarakat yang oleh suatu sebab tertentu kehidupan tersebut sangat mungkin menjadi sumber penyebab kerawanan. yaitu dalam memberikan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana senantiasa memperlakukan dengan penuh simpatik.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI         Pasca Bencana adalah mulai dinyatakan berakhirnya keadaan Tanggap Darurat dan dimulainya kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi sampai dengan aktivitas masyarakat berjalan dengan normal. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4168). Pangkalan Aju adalah tempat dan atau lokasi yang terdekat dengan penanggulangan bencana dan atau bencana dimana sumber daya dapat disimpan untuk sementara waktu sambil menunggu penggunaan dan penugasan. Dasar Hukum 2. sopan santun. dan tanpa pamrih dengan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia.    Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 2.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 70 . Demobilisasi adalah tindakan penghentian pengerahan dan penghentian penggunaan sumber daya nasional serta sarana dan prasarana nasional yang berlaku untuk seluruh wilayah negara yang diselenggarakan secara bertahap guna memulihkan fungsi dan tugas setiap unsur seperti sebelum berlakunya mobilisasi. Korban bencana adalah orang atau sekelompok orang yang menderita atau meninggal dunia akibat bencana. Keadaan Darurat adalah keadaan sukar/sulit yang tidak disangka-sangka yang memerlukan penanggulangan segera. krisis. ramah tamah. sehingga perlu senantiasa diwaspadai/ diantisipasi secara dini dengan pilihan alternatif yang diambil sesegera mungkin secara efektif dan efisien. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 66.

organisasi bersifat modular (bongkar pasang). transparan. dapat dipertanggungjawabkan secara vertikal maupun horizontal. pesawat jatuh kapal tenggelam atau tabrakan kebocoran limbah berbahaya Polisi terlibat tembak menembak kerusuhan kebakaran dan ledakan wabah penyakit 4. yaitu dalam memberikan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana dilaksanakan secara bersih dan terbuka.1           kejadian yang direncanakan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI    objektif. sehingga terbentuk pemahaman yang sama. 4. antara lain:  kunjungan pejabat  kegiatan olahraga/konser yang besar  konferensi yang bersifat nasional/internasional keadaan darurat yang besar yang mengakibatkan beberapa penanggulangan bencana/peristiwa. yaitu dalam memberikan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana. yaitu dalam memberikan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana senantiasa tidak memihak/membedakan asal usul dan latar belakang korban bencana. antara lain:      5. hanya terhadap unit-unit yang dibutuhkan dapat diaktifkan dalam KPL. Penerapan Komando Pengendalian Lapangan ( KPL ) pada : Penanggulangan bencana yang tidak direncanakan. sistem komando terpadu dimana instansi yang terlibat. rencana kegiatan dibuat untuk mencapai target operasi FUNGSI TEKNIS SABHARA 71 . gempa bumi letusan gunung berapi tanah longsor banjir angin puting beliung. dan akuntabel. Karekteristik KPL Karakteristik yang dimiliki oleh KPL meliputi :     terminologi penggunaan istilah-istilah antara lain jabatan. bekerja sama sebagai satu tim untuk membuat sasaran dan strategi bersama. sumber daya harus seragam. fasilitas. antara lain: kecelakaan lantas berat situasi penyanderaan penanggulangan bencana bom. baik kepada Pimpinan Polri maupun kepada masyarakat.

dan heli pad. Struktur Organisasi KPL Struktur organisasi KPL terdiri dari: kepala KPL. pangkalan penanggulangan bencana.1      FUNGSI TEKNIS SABHARA 72 . staf KPL. dan bagian keuangan dan administrasi. manajemen sumber daya dilaksanakan secara komprehensif dengan mengetahui jumlah. dan rencana demobilisasi memastikan koordinasi tindakan dan kegiatan para staf. lokasi.1. 7. heli spot. dan status (tersedia. rencana kebutuhan sumber daya. menilai situasi darurat yang terus berubah menugaskan staf yang diperlukan menetapkan pilihan bagian-bagian dari sistem KPL untuk dioperasionalkan mengendalikan operasional bagian-bagian dari sistem KPL memberikan pengarahan atau briefing awal dan memulai proses perencanaan berdasarkan analisis fakta yang ditemukan menyetujui semua rencana antara lain rencana kegiatan. 6. Tugas Kepala KPL sebagaimana dimaksud : mendirikan pos KPL. rencana press release. fasilitas penanggulangan bencana sudah ditetapkan sebelumnya meliputi pangkalan aju. komunikasi yang terintegrasi dengan memiliki kemampuan berkomunikasi antar/intra instansi. bagian operasional. ditugaskan atau tidak dapat digunakan) dari sumber daya yang dimiliki. 6. dan komando wilayah dapat dibentuk. bagian perencanaan. bagian logistik. Manajemen Penanggulangan Bencana Manajemen penanggulangan bencana berpedoman pada prinsip manajemen secara umum yang meliputi: perencanaan pengorganisasian pelaksanaan pengendalian. apabila KPL yang berada lebih dari satu sesuai dengan tingkat kesatuan kewilayahan dengan tujuan untuk mengelola penggunaan sumber daya yang terbatas dan memastikan tercapainya target operasi masing-masing KPL. Pos KPL.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI      rentang kendali dilaksanakan secara efektif dan efisien yang dapat ditangani dengan prinsip satu atasan mengendalikan 3 sampai dengan 7 bawahan atau satu atasan mengendalikan 5 (lima) bawahan. •               7.

melakukan mobilisasi masyarakat yang berada di daerah rawan bencana.3.   strategi penanggulangan bencana pemberian peringatan dini kepada masyarakat yang berpotensi korban bencana pengerahan semua sumber daya yang ada penyiapan tempat evakuasi/pengungsian penyiapan tenaga. membuat surat perintah pelaksanaan pelatihan penanggulangan bencana yang menunjuk pelaksana dan peserta. a. 8.1. Pembentukan susunan panitia dan rencana pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf a dilakukan dengan cara: a. Penerapan Manajemen Penanggulangan Bencana Perencanaan Pra Bencana Pra Bencana merupakan suatu tindakan yang diambil dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana meliputi:  Situasi tidak terjadi bencana  Situasi terdapat potensi terjadinya bencana Dalam situasi tidak terjadi bencana sebagaimana dimaksud diatas. alat peralatan medis dan obat-obatan.2    7. 8. Pengorganisasian Pra Bencana Pengorganisasian Pra Bencana dilaksanakan melalui kegiatan: membentuk susunan panitia dan rencana pelatihan dalam penanggulangan bencana. Penggolongan penanggulangan bencana terdiri dari tahapan sebagai berikut: pra bencana tanggap darurat pasca bencana. kegiatan perencanaan:   Penyiapan rencana pelatihan dan penanggulangan bencana dengan menerapkan KPL Sosialisasi dalam rangka pencegahan dan pengurangan resiko bencana Dalam situasi terdapat potensi terjadinya bencana sebagaimana dimaksud diatas kegiatan perencanaannya :      8. sesuai tataran kewenangan yang dilakukan oleh: FUNGSI TEKNIS SABHARA 73 .2.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 7.

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI    b. Pengorganisasian kegiatan mobilisasi masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf b dilakukan oleh: c. alat peralatan medis. d. Kapolres dan Kapoltabes. mengadakan tempat penampungan untuk evakuasi/pengungsian korban bencana menyediakan tenaga. Pelaksanaan Pra Bencana 9. pada pelaksana tingkat Kabupaten/Kota Kapolda pada pelaksana tingkat provinsi Kapolri pada pelaksana tingkat pusat dan BNPB. FUNGSI TEKNIS SABHARA 74 . peralatan. Mobilisasi masyarakat yang berada di daerah potensi bencana sebagaimana dimaksud dilakukan dengan kegiatan sebagai berikut:    9. dan alins/alongin melaksanakan koordinasi dengan instansi lain dalam rangka persiapan penyusunan pelatihan merencanakan kebutuhan dukungan anggaran dalam pelaksanaan pelatihan. Pelaksanaan penanggulangan pada tahap Pra Bencana meliputi :       pelatihan penanggulangan bencana sosialisasi dalam rangka pencegahan dan pengurangan resiko bencana pemberian peringatan dini kepada masyarakat yang berpotensi korban bencana pengerahan semua sumber daya yang akan digunakan. Pelaksanaan sebagaimana dimaksud huruf a ditunjuk oleh masing-masing Kasatker sesuai dengan tataran kewenangan.    Kapolres dan Kapoltabes. pada pelaksana tingkat Kabupaten/Kota Kapolda pada pelaksana tingkat provinsi Kapolri pada pelaksana tingkat pusat dan BNPB menyiapkan sarana dan prasarana pelatihan antara lain meliputi materi baik yang bersifat internal maupun yang terkait dengan struktur organisasi KPL gabungan. memberikan peringatan dini menentukan jalur dan tempat penampungan sementara yang aman untuk mobilisasi masyarakat. dan obat-obatan.1. metode latihan (tutorial dan simulasi). menyediakan sarana dan prasarana pembentukan pos KPL.

Dalam hal pelaksanaan pelatihan gabungan penanggulangan bencana pada kegiatan pra bencana. 10. dan pasca bencana. tanggap darurat. menggunakan anggaran yang ada pada BNPB/BPBD. Pengawasan dan Pengendalian Pra Bencana Pengawasan dan pengendalian sebagaimana dimaksud diatas dilakukan dengan kegiatan:    menerima laporan: melakukan supervisi terhadap pelaksanaan kegiatan tanggap darurat Inspeksi mendadak secara langsung ke lokasi pada pelaksanaan kegiatan tanggap darurat. Penanggulangan bencana yang telah dinyatakan oleh pemerintah sebagai bencana nasional/daerah. dan Geofisika (BMKG) kepada masyarakat mengenai kemungkinan terjadinya bencana melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan tempat penampungan yang aman untuk evakuasi/ pengungsian korban bencana. Polri bekerja sama dengan instansi lain melakukan kegiatan sebagai berikut :    melakukan kegiatan penyuluhan melalui strategi Polmas kepada masyarakat yang berpotensi korban bencana penyebarluasan informasi dari Badan Meteorologi. menggunakan anggaran kontinjensi Polri baik yang berada pada Mabes Polri dan/atau satuan kewilayahan disesuaikan dengan skala dan lokasi bencana.2. 11. Selain melaksanakan kegiatan sebagaimana dimaksud.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 9. menggunakan anggaran yang ada pada masingmasing instansi. dan/atau BNPB/BPBD. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).    FUNGSI TEKNIS SABHARA 75 . Klimatologi. Anggaran Pra Bencana Penanggulangan bencana yang dilaksanakan oleh Polri dalam kegiatan pra bencana.

Pengertian Tipiring 2. diharapkan peserta didik dapat : 1. kegiatan Tipiring. Pengetahuan Tentang Tipiring dalam pelaksanaan tugas Menerapkan kegiatan Tipiring untuk melaksanakan penegakan hukum. 2. Acara Pemeriksaan Cepat FUNGSI TEKNIS SABHARA 76 . 5. dan sasaran Tipiring. hukum Tipiring.500. Pengertian Membuat laporan Melakukan Menerapkan/melaksa Membuat rencana Menjelaskan tujuan Menjelaskan Menjelaskan dasar Menjelaskan Tindak PIdana Ringan adalah perkara yang diancam dengan pidana penjara atau kurungan paling lama 3 bulan dan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. konfigurasi standar Tipiring. Indikator Hasil Belajar Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab VIII. nakan kegiatan Tipiring. pengawasan dan pengendalian Tipiring 8. Pelanggaran peraturan Daerah ( Perda ) adalah pelanggaran terhadap ketentuan peraturan Daerah secara Otonomi oleh siapa saja dapat diancam denngan kurungan atau denda yang ditetapkan oleh Pemerintrah Daerah bersama-sama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) setempat.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB IX MANAJEMEN TIPIRING Kompetensi Dasar 1. 7. 7.atau ditetapkan pada saat itu kecuali pelanggaran lalu lintas. 3. 1. hasil pelaksanaan kegiatan Tipiring. 6. 4. Memahami kepolisian.

Surat Peraturan Kapolri No. 148. Memorandum Of Understanding (MOU) Kapolri dan Mendagri tahun 2002 tentang Kerja sama Pem. UU No.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Penyidik atas kuasa penuntut umum. Pol : B / 730 / VII / 2002 ). 13. dalam waktu tiga hari sejak Berita Acara Pemeriksanaan selesai dibuat menghadapkan terdakwa beserta barang bukti. tentang PenangananTindak pidana ringan Konfigurasi Standar Satuan Penindakan Tipiring dan Perda Kekuatan Penyidik Polri PPNS Pendukung : 6 Personil : 6 Personil : 6 Personil    3.3. Kemampuan penyidik Tipiring Menguasai Tehnik pemeriksaan (Mempunyai Skep penyidik) Mahir berkomunikasi Menguasai Undang-undang/ Perundang-undangan yang berkaitan dengan Tipiring Terampil menggunakan komputer/mengetik Dapat melaksanakan pengamatan dan penggambaran. No. Yang diperiksa menurut Acara Pemeriksaan Cepat kasus Tipiring yang menyangkut pelanggaran/kejahatan KUHP mengunakan Format berkas dan pelanggaran Pasal KUHP tertentu menggunakan Blanko Acara Pemeriksaan Cepat Tipiring Model Tilang.2. Peratutan Kababinkam Polri No. 2. 15 dan 16 ) UU. 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah ( pasal.     Dasar Hukum Penindakan Tipiring UU. 13 tahun 2009 Tanggal 31 Desember 2009.1 Peralatan Umum a.binaan Ketentraman dan ketertiban (Trantibun) serta Harkamtibmas tanggal 17 Juli 2002 ( No. 8 tahun 1981 KUHAP ( Pasal 205-210 ) tentang acara pemeriksaan cepat Tipiring dan PP No. 143 ayat 2.3.No.      3. 14. saksi ahli dan juru bahasa kesidang pengadilan . Peralatan 3.2 tahun 2002 tentang Polri ( Pasal 3. 27 tahun 1983. dan 149. Pol : Skep/260/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang Tipiring.. 119/527/SJ tahun 2002 / No. 3.   Tingkat Polres kendaraan bermotor R-4 Jenis Minibus : 2 Unit FUNGSI TEKNIS SABHARA 77 . Pol : Skep/259/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang buku penunjuk penindakan tindak pidana ringan ( Tipiring ) Skep Kapolri No.1.    3.

Model Administrasi Penyidikan Blanko Acara Pemeriksaan Cepat dalam kegiatan terpadu dilaksanakan Perda yang tidak sulit Model berkas perkara prosesnya cukup lama. FUNGSI TEKNIS SABHARA 78 .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   b. Penggeledahan.2 Peralatan khusus berupa papan pemberitahuan pelaksanaan penindakan Tipiring / penegak Perda. penyitaan. 3.   d. Daftar Barang Bukti Keterangan Ahli Surat Permintaan Persetujuan Penyitaan dari katua Pengadilan Negeri Surat Pemberitahuan dimulainya Penyidikan.             c.    Truck : 3 Unit Kendaraan bermotor R-2 : 6 Unit Tingkat Polsek Kendaraan bermtor R-4 Jenis khusus Kendaraan bermotor : 1 Unit : 3 Unit 3.3 Administrasi penyidik menggunakan a. murah dan langsung ( Karena CJS siap di tempat ).3. Daftar Saksi dan Tersangka.  : Blanko acara Pemeriksaan Cepat Tipiring/ Penegak Peraturan Daerah/Non KUHP Model Tilang terdiri dari : Lembar warna Putih untuk pengadilan Lembar Warna Merah untuk tersangka Lembar Warna biru untuk Kejaksaan Lembar warna Kuning untuk Satuan atas Penyidik Lembar Warna Hijau untuk arsip Menggunakan Berkas perkara Biasa untuk pelanggaran KUHP : Sampul Berkas Perkara Daftar isi Berkas Perkara Resume Laporan Polisi Berita Acara Pemeriksaan ( BAP ) Saksi Berita Acara Pemeriksaan Tersangka. kasusnya agak sulit. perlu dilengkapi berkas-berkas ( BAP ) Prosedur Penyidikan Model Acara Pemeriksaan Cepat dilaksanakan dengan cepat.      b. Berita Acara Penangkapan.3.

5. Adakan Acara Arahan Pimpinan (AAP) sebelum melaksanakan tugas secara jelas dan benar dan berikan penekanan untuk hindari tindakan kekerasan (Mengajar pangakuan tersangka) Tahap Pelaksanaan 5.2.  Sasaran Tersangka Dapat menimbulkan efek jera  Penyidik Tipiring Meningkatkan keterampilan kepada anggota Sabhara Polri sebagai penyidik Tindak Pidana ringan (Tipiring) dan sudah mempunyai Skep sebagai Penyidik. 5. 4.2.  Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Meningkatkan keterampilan kepada anggota PPNS dalam melakukan penyidikan terhaap Perda di lingkungannya dan sudah mempunyai Skep sebagai Penyidik. Pemda setempat. FUNGSI TEKNIS SABHARA 79 . Tahap Persiapan Menyiapkan Surat Perintah Penugasan dan menyusun Rencana Kegiatan. Pengadilan. ringan tidak berkembang menjadi Tindak Pidana yang lebih besar. Tujuan dan Sasaran Tujuan 4.2.1. 4.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  Model berkas Perkara : PPNS melewati penyidikan Polri dibawa ke Pengadilan dengan melakukan koordinasi dengan kejaksaan ( pemberitahuan ) serta koordinasi pengnadilan ( tentang hari siding ) serat memberitahukan kepada tersangka. Rapat Koordinasi dengan kejaksaan.     Pelaksanaan Kegiatan.1. Untuk meningkatkan keterampilan dalam penindakan terhadap masalah pelanggaran yang berkaitan dengan ketertiban dan kepatuhan hukum masyarakat sehingga masalah pelanggaran hukun ketidaktertiban yang dinilai sederhana. Pengecekan Blanko Tipiring maupun administrasi penyidikan Berkas Tipiring dan Skep Penyidik.  Tokoh Masyarakat Turut membantu tugas Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban umum 5.1 Penindakan terhadap Pelanggaran Pasal Tipiring tertentu baik KUHP / Non KUHP :  Tata cara penyidikan tindak pidana ringan (Tipiring) khususnya terhadap pelanggaran Peraturan daerah menggunakan Blanko Acara Pemeriksaan Cepat Model Tilang.

 Setelah menerima pengaduan. petugas Sabhara segera membuat Laporan Polisi. Setelah penyidik / Penyidik pembantu / Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) menerima laporan / pengaduan atau mengetahui langsung adanya Tindak Pidana Ringan (Tipiring). 5.  Pemberitahuan dimulai penyidikan  Pemeriksaan Saksi/Saksi korban  Menyita Barang Bukti (BB)  Mencari.2. sedangn penyidikan terhadap pelanggaran Peraturan daerah (Perda) dilaksanakan FUNGSI TEKNIS SABHARA 80 . Penyidik / Penyidik Pembantu mampu meredam emosi tersangka atau kelompok masyarakat sekitar Tempat Kejadian Perkara masyarakat sekitar Tenpat Kejadian Perkara (TKP) yang tidak puas atas tindakan hokum tersebut. dan memeriksa tersangka. Mencatat jenis Barang Bukti (BB) yang tersedia. didukung dengan keterangan saksi.  Mendatangi TKP dan melakukan TPTKP.2 Penindakan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) khususnya Pelanggaran terhadap KUHP. Putusan Pengadilan ditulis Ringan (Tipiring) khusus pelanggaran terhadap KUHP. Setelah diadakan pemeriksaan singkat dan menemukan elemen pasal yang dilanggar .  Penyerahan Berkas Perkara ke Pengadilan dalam 3 (Tiga) hari berikut tersangka dan barang bukti. maka baik saksi.3 Tanggung Jawab Penyidik Yang berhak melakukan penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) adalah anggota Sabhara Polri yang telah memiliki Surat Keputusan Penyidik / Penyidik Pembantu.  Proses pemberkasan menjadi Berkas Perkara  Nomor Registrasi Berkas Perkara dari Satuan Sabhara. tersangka dan Barang Bukti (BB) yang berkaitan dengan kasusnya. maka segera mencari saksi.  Registrasi Pengiriman Berkas Perkara dari Satuan Sabhara. Apabila tersangka tidak mau menandatangani. terdakwa dan penyidik / penyidik pembantu agar membubuhkan tanda tangan di Blanko Tindak Pidana Ringan (Tipiring) tersebut. maka penyidik / penyidik pembantu cukup mencatat uraian singkat alas an-alasannya (di kembar belakang) Mengingatkan kembali kepada tersangka atau kuasanya untuk dating ke Pengadilan sesuai waktu yang telah ditetapkan sebagai Jadwal Sidang Tindak Pidana Ringan. maka penyidik / penyidik pembantu / penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) segera menulis langsung di Blanko Tindak Pidana Ringan (Tipiring) Untuk memperkuat keterangan. 5. menangkap.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI          Proses Penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dapat dilaksanakan di Markas Komando maupun di luar Markas Komando yang penting dilaksanakan secara cepat dan tuntas.2. serta sudah ada pengakuan tersangka.

Ucapan Terima kasih kepada saksi yang telah bersedia memberikan keterangannya secara benar dan jelas. sasaran seleksi dan sasaran rutin. modus operandi dan pelaku  Data Police Hazard bentuk. perumusan cara bertindak dan kekuatan yang dilibatkan.    7. sifat dan lokasi. 7. lokasi kejadian. waktu kejadian. baik yang disidik oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) maupun Polri. Berdasarkan perumusan tersebut di atas ditentukan sasaran selektif prioritas. 7.3. Tahap Pengorganisasian Menyiapkan susunan kekuatan.2. hari Ulang tahun /besar nasional dan kegiatan masyarakat. Tahap Perencanaan   6.   Tahap Pengakhiran Ketua Tim mengecek kembali Personil yang bertugas. Ketentuan Lain Kegiatan penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan Peraturan Daerah (Perda) didukung Anggota Rutin dan APBD setempat.  Data FKK meliputi bentuk. perlengkapan dan administrasi yang dibutuhkan dalam penanganan Tipiring.1.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) dilaksanakan oleh Satuan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) 5. FUNGSI TEKNIS SABHARA 81 . Format Berkas Acara Pemeriksaan Cepat Tipiring dan Perda maupun Format Berkas Perkara Tipiring menggunakan format baru yang disempurnakan. sifat dan lokasi  Kalender Kamtibmas yang meliputi kegiatan Pemda.  Program Kerja Pemda dan Perda. Mengecek kembali Berita Acara Pemeriksaan dan Blanko Tipiring. adakah yang belum ditandatangani baik oleh tersangka maupun Saksi. Sebagai seorang Supervisor dalam penanganan Tipiring diharuskan membuat rencana Kegiatan dengan merumuskan sasaran yang bersumber pada :  Perkiraan khusus (Kirsus) Intel  Perencanaan Program Kerja Satuan Wilayah  Data Kamtibmas yang meliputi : Jumlah kejadian. Ketentuan yang berkaitan dengan kegiatan Penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan Peraturan Daerah (Perda) sepanjang tidak bertentangan dengan petunjuk Kegiatan Penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan Peraturan Daerah (Perda) ini masih diberlakukan Manajemen Penanganan Tipiring. Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan.

serta membuat Anev.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 82 . Koordinasi criminal justice system (CJS) dan Pemda (Dinas Pol PP) Tahap Pengadilan Mengawasi dan mengendalikan anggota dalam melaksanakan tugas.   7.3.4.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 7. sasaran.  Tahap Pelaksanaan Melaksanakan acara pimpinan pasukan (APP) yang meliputi tugas. Menggunakan sarana komunikasi yang tersedia dan pembuatan laporan.da cara bertindak dalam penanganan Tipiring.

2 Tahun 2002 tentang Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia Undang-Undang No. tentang Manajmen Penanggulangan Bencana FUNGSI TEKNIS SABHARA 83 . Juknis dan Juklap FT. 16 Tahun 2006 tentang Dalmas Perkap No.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI DAFTAR BACAAN Undang-Undang No. Sabhara MOP Kepolisian Perpres RI No. Perkap No. 52 Tahun 2010. 8 Tahun 1981 tentang KUHAP Juklak. 17 Tahun 2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful