LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

MARKAS BESAR KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

FUNGSI TEKNIS DAN MANAJEMEN OPERASIONAL SABHARA
1. Pengantar

Strategi Polri dalam menangani permasalahan tugas pokok Polri yaitu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan, Pengayoman dan pelayanan masyarakat, dilaksanakan oleh Fungsi Teknis Opsnal Kepolisian salah satunya adalah Fungsi Teknis Sabhara dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya mengutamakan tindakan pencegahan terhadap terjadinya gangguan Kamtibmas. Kita sadari ancaman Kamtibmas baik kwantitas maupun kwalitasnya semakin komplek dengan adanya perubahan dibidang Ipoleksosbud hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh Polri . Guna keberhasilan dalam menangani masalah gangguan Kamtibmas, didalam modul ini disajikan manajemen pencegahan terjadinya kejahatan, pelanggaran dan gangguan Kamtibmas lainnya secara konseptual disertai bahan pengayaan. Disamping mempunyai kemampuan first line supervisor juga diharapkan mampu :  Dapat mengaplikasikan tugas-tugas Polri sebagai harkamtibmas, penegak hukum, pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat.  Secara teknis dapat merencanakan, melaksanakan, mengkoordinasikan, pengendalian kegiatan penjagaan, pengawalan dan patroli.  Memimpin dan melaksanakan pengamanan tempat kejadian perkara, penerimaan dan penyimpanan barang bukti.

 
2.

Melaksanakan pembinaan terhadap masyarakat, tokoh masyarakat untuk menumbuhkan kepercayaan diri, rasa aman, damai dan daya tangkal dari gangguan kamtibmas. Melaksanakan kegiatan SAR terbatas. Standar Kompetensi

Memahami dan menerapkan pengetuan Sabhara untuk pelaksanaan tugas-tugas Kepolisian agar terjamin terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

1

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

BAB I TUGAS POKOK, FUNGSI DAN PERANAN SABHARA
Kompetensi Dasar : Memahami Pengertian Sabhara, Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan Sabhara. Indikator Hasil Belajar : Setelah menyelesaikan Bab I, diharapkan peserta didik dapat : 1. Mendefiniskan Pengertian Sabhara. 2. Menjelaskan Dasar Hukum Sabhara. 3. Menjelaskan Tugas Pokok Sabhara. 4. Menjelaskan Fungsi Sabhara. 5. Menjelaskan Peranan Sabhara. 6 Menjelaskan peranan Sabhara Tingkat Polsek. 1. Pengertian-pengertian

Istilah Samapta diganti kembali dengan Istilah Sabhara berdasarkan dengan Peraturan Kapolri No. Pol. : Perkap/21/IX/2010 tentang Organisasi Tata Kerja Tingkat Mabes Polri dan Peraturan Kapolri No. Pol : Perkap/22/IX/2010 tentang Organisasi Tata Kerja Tingkat Polda. Sabhara yaitu kesiap siagaan. Sabhara merupakan salah satu fungsi opsnal Polri dibawah Babinkam Polri yang diberi tugas dan wewenang bersifat preventif. Fungsi Kepolisian adalah salah satu fungsi pemerintah negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat penegakan hukum, perlindungan dan pengayoman serta pelayanan kepada masyarakat. Fungsi Teknis Sabhara adalah sekelompok pekerjaan, kegiatan, usaha yang memerlukan keahlian dan keterampilan khusus Sabhara Polri dalam rangka menyelenggarakan tugas pokok Polri (terutama tugas-tugas yang berkaitan dengan upaya preventif). Peranan adalah implikasi yang ditimbulkan / berkaitan adanya tugas, fungsi dan wewenang yang ada pada seluruh jajaran Polri dari tingkat Mabes sampai tingkat Polsek. Preventif (Pencegahan) adalah segala usaha, kegiatan dan tindakan yang dilakukan untuk mencegah terhadap kemungkinan yang akan terjadi baik ancaman maupun gangguan kamtibmas.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

2

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

Asas pencegahan adalah suatu sikap atau pandangan yang dilandasai pemikiran bahwa pencegahan lebih baik dari pada pemberantasan. Asas Subsidiaritas adalah Asas yang memberikan peluang kepada Polri untuk mengambil prakarsa dan tindakan pertama dalam hal penanggung jawab teknisnya ada (terbatas dalam lingkup masalah yang terkait dengan tugas Polisi). Asas Offensif adalah suatu sikap dalam pelaksanaan tugas operasional FT Sabhara yang selalu proaktif. Asas Waspada adalah suatu sikap dalam pelaksanaan tugas operasional FT Sabhara yang selalu memperhitungkan segala kemungkinan yang akan terjadi. Asas Kepekaan adalah suatu sikap dalam pelaksanaan tugas operasional FT Sabhara yang selalu tanggap untuk menghadapi gejala dan memiliki inisiatif bertindak dalam memecahkan masalah yang dihadapi sebagai wujud Quick Renpons (ketanggapsegeraan). 2.  Dasar Hukum

  

Undang-undang No.2 tahun 2002 tentang UU Kepolisian Negara RI Psl 13, 14 (1) a s/d i yang mengatur tentang tugas Polri. Psl 15(1) a,b,c,f,g dan i, psl 16 (1) a,b,c,d, i, psl 18 (1), (2), psl 19 (1), (2) yang mengatur tentang wewenang Polri. Undang-undang No.8 tahun 1981 tentang KUHAP Undang-undang No.l tahun 1946 tentang KUHP Perundang-undangan lainnya yang berhubungan dengan tugas dan wewenang Kepolisian dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban umum. Peraturan Kapolri No. Pol : Perkap/21/IX/2010 tentang Pokok-pokok Organisasi FT Sabhara tingkat Mabes, dan Peraturan Kapolri No. Pol : Perkap/22/IX/2010 tentang Pokok-pokok Organisasi FT Sabhara tingkat Polda. 3. 3.1. Tugas Pokok Fungsi dan Peranan Sabhara

Tugas Pokok Sabhara adalah melaksanakan Fungsi Kepolisian tugas preventif terhadap pelanggaran hukum atau gangguan Kamtibmas dengan kegiatan penjagaan, pengawalan dan patroli dengan sasaran pokoknya adalah :  Memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.  Meniadakan unsur kesempatan atau peluang bagi anggota masyarakat yang berniat melakukan pelanggaran hukum.  Melaksanakan tindakan represif tahap awal serta bentuk gangguan Kamtibmas. Melaksanakan penegakan hukum terbatas (Gakkumtas) Contoh : Tipiring dan penegakan perda.  Pemberdayaan dukungan satwa dalam tugas opsnal Kepolisian.  Melaksanakan Search And Resque (SAR) terbatas.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

3

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

3.2.

Fungsi Sabhara merupakan sebagian fungsi Kepolisian yang diberi tugas dan wewenang bersifat preventif yang memerlukan keterampilan kemampuan khusus yang telah dikembangkan guna menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat.

Adapun perumusan dan perkembangan kegiatan fungsi Sabhara saat ini meliputi pelaksanaan Polisi tugas umum, menyangkut segala upaya pekerjaan dan kegiatan Pengaturan, Penjagaan, Patroli, Pengawalan, , SAR Terbatas, Negosiasi, Yan Dalmas, Tipiring, TPTKP, Pemberian bantuan / dukungan Satwa untuk kepentingan perlindungan, pengayoman, pelayanan dan penertiban masyarakat / penegakan hukum secara terbatas. 3.3. a.       b.     c.    d. Peranan Fungsi Sabhara Tingkat Mabes Polri : Memberikan pembinaan teknis kepada fungsi Sabhara di satuan kewilayahan. Melaksanakan pengendalian dan supervisi Merumuskan Juklak/juknis fungsi teknis Sabhara. Memberikan back-up operasional kewilayahan bila diperlukan. Turut serta dalam kegiatan pengamanan pada Event Nasional dan Internasional. Melaksanakan tugas operasional antar Polda. Tingkat Polda : Memberikan pembinaan teknis kepada Fungsi Sabhara satuan kewilayahan /Polres. Menyelenggarakan dan melaksanakan operasional Fungsi Sabhara tingkat Polres. Memberikan back-up operasional kewilayahan / Polres Melaksanakan pengendalian dan Supervisi. Tingkat Polres : Memberikan pembinaan teknis kepada Fungsi Sabhara satuan kewilayahan / Polsek Menyelenggarakan dan melaksanakan operasional Fungsi Sabhara tingkat Polres dan Polsek. Memberikan back-up operasional kewilayahan Polsek. Tingkat Polsek :

Menyelenggarakan dan melaksanakan operasional Fungsi Sabhara ditingkat Polsek sampai Pos Pol dengan melaksanakan Patroli yang mengemban Multi Fungsi.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

4

Polsus).  Dalam pelaksanaannya fungsi Gasum dan Hartibum diperankan oleh : Internal Kepolisian : meliputi seluruh jajaran Polri di samping Sabhara meliputi Ka SPK. Eksternal Polri diperankan oleh Pam Swakarsa (Satpol PP. Bag Ops tingkat Polwil/Polres dan seluruh petugas jaga markas di seluruh satuan Kepolisian.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 5 . Satpam. Obyek Khusus dan Biro Operasional (Ro Ops) tingkat Polda. Satuan Pengamanan dan Protokol Detasemen Mabes.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3.4.

1. Menjelaskan pengertian Manajemen Operasional Sabhara.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB II MANAJEMEN OPERASIONAL SABHARA Kompetensi Dasar : 1. Memilih cara bertindak dalam kegiatan Sabhara. 2. rasa bebas dari bahaya dan rasa takut sebagai hasil pembinaan pemerintah dan masyarakat secara integral berlanjut mutlak harus diciptakan  FUNGSI TEKNIS SABHARA 6 . 1. 7. Menerapkan Manajemen Operasional Sabhara dalam pelaksanaan tugas Kepolisian. 2. Menjelaskan 4 Jiwa MOP 4. Menjelaskan prinsip-prinsip MOP Sabhara. 6. Membuat Rencana Kegiatan Sabhara.1. Memahami Manajemen Operasional Sabhara dalam pelaksanaan tugas Kepolisian.pengertian Pengertian MOP Manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien melalui kerjasama MOP adalah suatu proses untuk menciptakan situasi kamtibmasyang mantap secara efektif dan efisien yang dilaksankanoleh segenap kesatuan Polri OPS Pol adalah segala upaya dan kegiatan serta tindakan dengan menggunakan kekuatan fisik polri beserta komponen pendukung yang tersedia dalam rangka mengemban tugas –tugasnya Kamtibmas adalah situasi dan kondisi yang memberikan suasana kehidupan yang bteratur. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian tugas Sabhara. diharapkan peserta didik dapat : 1. 3. Indikator Hasil Belajar : Setelah menyelesaikan Bab I. 5.    Pengertian . Menjelaskan Manajemen Opsnal 7 langkah.

Biaya Terkendali ) Ofensif dan Pro Aktif ( jemput bola. Gelar Opsnal Harian.   c. Membuat Rencana Aksi alternatif. Cheking / kontrol di lapangan Arahan-arahan Debriefing Anev. Personel.        1. Pengawasan dan Pengendalian : b. mingguan. Empat Jiwa MOP Menetapkan Sasaran : Hasil Perkiraan Keadaan Intel . Prinsip dasar MOP Sabhara Pencegahan dan penangkalan ( N+ K = C) Keterpaduan Fungsi Opsnal dan pemberdayaan masyarakat (Commutiting Police) Efektif.2. Petunjuk dan konsignes yang jelas. a. FUNGSI TEKNIS SABHARA 7 . konsisten) Inovatif ( Pola Opsnal baik taktik. Menetapkan Cara Bertindak : Mengkalkulasi resiko kegagalan terhadap sasaran dengan cara : Memilih taktis / teknis untuk mengantisipasi kegagalan. kualifikasi kemampuan.3.      1. Kalender Kamtibmas untuk menentukan Target Operasi yang merupakan aspek Potensi Gangguan baik yang bersifat statis maupun dinamis. Untuk menjamin arah dan dinamika kegiatan kepolisian dalam upaya pencapaian sasaran maka dilaksanakan pengawasan dan pengendalian melalui :         Rapat Staf dan Briefing. efisien ( Sasaran berhasil. Menetapkan kekuatan yang meliputi : jumlah personel. Pelaksanaan tugas terarah (sesuai rengiat) Wasdal langsung (partisipatif) Laporan Pelaksanaan tugas (untuk pertanggung jawaban) Debriefing sebagai Analisa dan Evaluasi tugas yang telah dilaksnakan (sebagai dasar penugasan selanjutnya). Pelaporan. Waktu. peralatan dan pembagian tugas yang jelas sesuai dengan cara bertindak. Penugasan. Supervisi / Staf Visit. Briefing untuk menjelaskan Sasaran.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 1. Cara Bertindak dan kekuatan Personel.4. dan bulanan. d. teknik dan strategik) Penerapan Manajemen Opsnal Tujuh Langkah (MOTL) Merencanakan / Menentukan Sasaran sebagai pedoman rencana kegiatan.

Terkoordinir : Adanya kesamaan Visi. Cepat datang ke TKP dan Melaksanakan Patroli Cara Bertindak. tugas terjadwal.     Empat Pola Kegiatan 1.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 1. 2. Mendatangi dan mengamankan TKP agar tidak rusak. 2.2 Kegiatan FT Sabhara Polsek. Kekuatan yang dilibatkan. bersepeda motor dan roda empat. kontinuitas komunikasi / informasi / Pelaporan dapat dipertanggung jawabkan. 3. Pola Opsnal Japatwal berintikan pengamanan yang mempunyai makna : Terkendali : adanya perintah Pimpinan. Misi dan Persepsi oleh fungsi Pelaksana.1.1 Aplikasi Manajemen Operasional FT Sabhara.1. Pengawalan.   mengamankan TKP. a. Mengurangi kemacetan Lalu lintas. Aplikasi tingkat Polsek Tugas FT Sabhara Polsek adalah :    Menyelenggarakan dan melaksanakan upaya preventif kepolisian yang meliputi Penjagaan. Penjagaan Markas dan FUNGSI TEKNIS SABHARA 8 .5. Terdukung : tersedianya bantuan informasi. Pengawalan termasuk Pengaturan dan TPTKP. kekuatan (personel / peralatan ). Menggunakan kekuatan Unit Patroli Polsek yang ada. kemampuan ( expert) dan keamanan dari satuan atas dan samping. Patroli.  berjalan kaki.    Pola Opsnal Japatwal. 2. Membantu melaksanakan Fungsi Lalu Lintas Melaksanakan kegiatan administrasi operasional tingkat Polsek.  Tahanan secara bergilir. Target Kegiatan Menjaga Potensi Gangguan tidak berkembang menjadi Ancaman Faktual.1. 2. Agar tahanan tidak lari atau meninggal dalam tahanan. 2.

Lokasi. yang menyangkut kegiatan pemerintahan setempat. modus operandi dan pelaku (anatomi kejahatan). Data PG (Potensi Gangguan) yang meliputi bentuk. Kasat Sabhara. sasaran / T. Dilaksanakan oleh Pengawasan melekat oleh Pa / Ba Polsek dan Pa Polres.O. CB. lokasi dan waktu. Pengorganisasian Kekuatan yang digunakan sesuai dengan kekuatan Unit Patroli yang ada. rengiat mingguan dan rengiat harian yang memuat nomor. Persiapan. Data Asta Gatra meliputi tempat.    Pengendalian. Sarana yang digunakan dengan alat komunikasi yang ada. perayaan ulang tahun dan kegiatan masyarakat. 2. Kapolsek / Waka.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 4. kekuatan. Data / konfigurasi gangguan kamtibmas yang meliputi : jumlah pelanggaran / kriminalitas lokasi. Pengawasan melekat oleh Para Perwira dan Bintara secara berjenjang. keadaan penduduk. waktu. Pelaksanaan    Pengendalian    Dilakukan secara berjenjang dari Ka Jaga /Ka SPK. Hasil penyelidikan dan pengamatan Ka Polsek tentang kerawanan daerahnya yaitu pengamatan terhadap kasus-kasus tertentu. Laporan.  Kanit Patroli. Manajemen Operasional. Perencanaan Kapolsek dan Kanit Patroli membuat Rengiat dalam bentuk rengiat bulanan. 3. Data PG yang meliputi bentuk / sifat dan lokasinya. hasil yang ingin dicapai dan keterangan. 1. waktu.. tempat-tempat obyek vital. Dalam merumuskan sasaran berdasarkan kepada :   Kalender Kamtibmas. b. kegiatan. keadaan daerahnya. Pelaksanaan Pengawasan dan     FUNGSI TEKNIS SABHARA 9 .SPK.

Tugas Satuan Fungsi Sabhara Polres/ta/tabes adalah : Memberikan bimbingan teknis atas pelaksanaan FT Sabhara tingkat Polsek. 3. Empat Pola Kegiatan : a.  berjalan kaki. Pelibatan kekuatan. patroli dan TPTKP.2. Tahanan tidak lari / meninggal.   dan mengamankan TKP.  PG tidak berkembang menjadi GN      b.2 Kegiatan Rutin. Menyelengarakan Fungsi Sabhara yang meliputi penjagaan. c. dan Tahanan secara bergilir.1     Aplikasi tingkat Polres/ta/tabes. TKP tidak rusak dan dapat mengungkap perkara. 3.2.2. Melaksanakan administrasi opsnal termasuk pengumpulan. Membantu penyelenggaraan melaksanakan operasi kepolisian yang diperintahkan kepadanya. pengawalan. bersepeda motor dan roda empat. Masyarakat puas terhadap pelayanan Polri.  kegiatan masyarakat. pengolahan dan penyajian data / informasi yang berkenaan dengan aspek pembinaan maupun pelaksanaan fungsinya.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3. Pengawalan Cepat datang ke TKP Melaksanakan Patroli Menjaga kepatuhan masyarakat terhadap hukum dan perundang-undangan lainnya. Lancarnya pengawalan VIP Cara bertindak Penjagaan Markas Target Kegiatan Mempertahankan agar FUNGSI TEKNIS SABHARA 10 .

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Kekuatan yang dilibatkan adalah kekuatan opsnal Fungsi Sabhara yang ada di Polres. dimana. jam berapa. lokasi kejadian. Ren Proja Opsnal Polres Data/konfigurasi Kamtibmas yang meliputi jumlah kejadian. Kekuatan yang dilibatkan dan cara bertindak didasarkan atas sasaran yang dihadapi. Contoh : Tempat-tempat penjualan barang bekas atau pasar loak terutama onderdil kendaraan.2.    Pengawasan dan Pengendalian Dilakukan secara berjenjang dari Ka Jaga / Ka SPK. pengamanan kegiatan masyarakat. Contoh : Bubarnya anak sekolah dan pasar. gelar opsnal. penggunaan Borgol dan sebagainya. supervisi. Penentuan target kegiatan dilaksanakan berdasarkan penajaman sasaran dan hasil penyelidikan. Pengawasan melekat oleh Para Perwira secara berjenjang. Perencanaan Kasat Sabhara membuat Rengiat dengan merumuskan sasaran yang bersumber pada :     Kirka Intel Polres. Kasat Sabhara. Data Asta Gatra. Data Potensi Gangguan yang meliputi bentuk/sifat dan lokasi. waktu kejadian. 3. Sarana yang digunakan dalam pengawasan dan pengendalian melalui alkom yang ada. kegiatan masyarakat. Data PG meliputi bentuk/sifat dan lokasi. sistem laporan. tempat.       FUNGSI TEKNIS SABHARA 11 . selain itu terdapat sasaran selektif prioritas Polsek. a. Rencana kegiatan dibuat dalam bentuk : Rencana kegiatan Triwulan. Hasil Anev Tahunan. Berdasarkan perumusan tersebut diatas ditentukan sasaran selektif prioritas “sasaran selektif" dan secara rutin. Rencana latihan dibuat untuk mendukung tugas yang dihadapi seperti latihan menembak. beladiri. yang tidak terjangkau oleh Polsek dan sasaran lain seperti pengamanan tahanan. modus operandi dan pelaku. d. Bulanan dan Mingguan.3 Manajemen Operasional. hari Ulang tahun/Hari besar Nasional/ Regional. Waktu pelaksanaan kegiatan rutin sepanjang tahun dengan bertahap tiap Triwulan serta dilaksanakan analisa dan evaluasi tiap Triwulan. pemerintah dan pengamanan TKP yang selanjutnya menjadi sasaran Polres. Ka Polres / Waka. Kalender Kamtibmas yang meliputi kegiatan Pemda.

formulir. Persiapan Memeriksa kelengkapan anggota sarana / prasarana. buku-buku seperti buku Patroli.                4. Pelaksanaan tugas. Pelaksanaan : Persiapan : Menyiapkan Surat Perintah/ Surat Tugas. Melaporkan secara lisan dan tertulis hasil pelaksanaan patroli. Sasaran patroli. 3.   2. blanko. Konsolidasi. Waslekat dilaksanakan oleh Pa Polres sesuai jenjang kepangkatan. Ka SPK. 5. Latihan : melaksanakan latihan sesuai rencana. ranmor. Kekuatan Sabhara Polres disusun dalam bentuk Ploeg dan bagian (3 Ploeg dan 3 bagian dan sebagainya). 1. Pengendalian dilaksanakan oleh : Ka Jaga. Mengadakan pengecekan kembali terhadap anggota dan kelengkapannya. Kasat Sabhara dan Kapolres/ Waka. senter. Pengendalian. Setiap pimpinan patroli harus dapat merumuskan tugas Patroli yang sesuai dengan rencana patroli yang telah ditetapkan yang meliputi: Tugas patroli. Route patroli. Tugas masing-ma-sing anggota patroli.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI b. mutasi. Mengawasi dan mengenda-likan pelaksanaan tugas sesuai yang diinginkan. waktu patroli. Pelaporan. Pelaksanaan : Sebelum melaksanakan tugas setiap pimpinan Unit melakukan AAP untuk: Perumusan tugas.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 12 . senpi. Menyiapkan alat : mesin ketik / komputer. borgol. buku petunjuk dan sebagainya.  c. hasil serta hal-hal yang menonjol. Kekuatan anggota patroli.  Organisasi Susunan kekuatan yang dilibatkan adalah kekuatan Opsnal Sabhara Polres yang ada sesuai dengan organisasi Polri. cara bertindak. Surat Perintah Tugas dan lain-lain.

2.   Cara bertindak. Pengendalian dilakukan oleh :  Ka/Waka Polres. bersepeda dan berjalan kaki serta mengunjungi Pos Kamling pada rute yang dilewati. Target Operasi. Tanggap dan cepat ke TKP. Patroli berkendaraan roda empat atau roda dua.   Gelar Opsnal. Perwira yang ditunjuk Kasat Sabhara dan 3.  dalam operasi tersebut.5 Manajernen Opsnal : FUNGSI TEKNIS SABHARA 13 .  ( PG )  masyarakat. Unit kecil Sabhara yang bertugas secara khusus untuk tugas tersebut.   b. Pengendalian. Pengawalan/. Sarana Wasdal : Alat Komunikasi yang ada.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 6. Komunikasi yang ada Laporan. 3. Menjaga kelancaran pengawalan. Kekuatan yang dilibatkan. Menjaga kelancaran kegiatan Pemerintah dan   c. d.4 Operasi Kepolisian Empat pola kegiatan : a. Sarana Pengendalian :   (HT/Telepon).2. Menekan / menghilangkan Potensi Gangguan secara kuantitatif dalam %. Kesiapan penjagaan. Supervisi. Penjagaan terhadap VIP.

untuk selanjutnya mendapatkan tanggapan.  Menyiapkan Alut seperti : Senpi. Latihan Memberikan latihan-latihan kepada anggota sesuai yang direncanakan. Rencana fungsi tersebut dipapar-kan pada rapat Staf. blanko/ formulir yang dibutuhkan. Selanjutnya rencana kegiatan operasi ini dipaparkan dalam rapat Staf. Data Asta Gatra. Perencanaan terhadap Operasi Kepolisian dimana Sabhara dikedepankan seperti : Pengamanan Iebaran. Ren Ops fungsi yang dikedepankan. Organisasi. ops patuh maka Kasat Sabhara membuat Rencana fungsi yang bersumber pada :       Ren Ops Polda.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI a. bukubuku laporan dan sebagainya. Kirka Intel. Perencanaan. Pam Ulang Tahun Kemerdekaan dimana Renopsnya dibuat oleh Mabes Polri atau oleh Polda. Persiapan :  Menyiapkan Surat Perintah Tugas. yang tugas nyatanya melaksankan tugas operasi tersebut. 2. AG dan GN.Borgol dan sebagainya.  Data Asta gatra. untuk mendapatkan tanggapan dari fungsi Opsnal lainnya. setelah disetujui maka pelaksanaan menunggu Prinops dari Polda. maka Polres dalam hal ini Kasat Sabhara segera membuat rencana kegiatan operasi yang bersumber pada:  Renops Polda. AG dan GN  Kalender Kamtibmas. Sedangkan fungsi lainnya membuat rencana fungsi dan untuk Rengiat dibuat sesuai kebutuhan.  Kir Intel Polres. Kalender kamtibmas.  Data / konfigurasi kerawanan kamtibmas meliputi. c. Pelaksanaan : 1. Pam Natal. Terhadap operasi Kepolisian dimana fungsi lain dikedepankan seperti : Ops Curat. Data/konfigurasi kerawanan kamtibmas meliputi : PG. Kekuatan yang digunakan di dalam operasi Kepolisian ini ditentukan dalam bentuk Unit-unit kecil. FUNGSI TEKNIS SABHARA 14 . PG. b.

Sebelum melaksanakan tugas.   Pelaksanaan. (Fungsi Sabhara yang dikedepankan). Supervisi. FUNGSI TEKNIS SABHARA 15 . Briefing.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3. Persiapan. Pengendalian: Pengendalian dilaksanakan Kasat Sabhara dan KaPolres/ Waka Polres. Sarana yang digunakan meliputi : Rapat Staf.       4. De Briefing. Pelaksanaan. Laporan. Komunikasi yang ada (HT / Telepon). Gelar Opsnal. Pelaporan. maka dilakukan tindakan AAP meliputi : Perumusan Tugas. Contoh : Opsnal Pam Natal.

Menjelaskan Persyaratan Anggota Dalmas. Negosiator adalah anggota Polri yang melaksanakan perundingan melalui tawar menawar dengan massa pengunjuk rasa untuk mendapatkan kesepakatan bersama. Indikator Hasil Belajar : Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab III. Memahami pengetahuan Pengendalian Massa dalam pelaksanaan tugas kepolisian Menerapkan Pengendalian Massa dalam melaksanakan tugas kepolisian. 5. 3.pengertian Pengendalian Massa yang selanjutnya disebut Dalmas adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan Polri dalam rangka menghadapi massa pengunjuk rasa. 10. Menjelakan Tujuan dan Sasaran Dalmas. 9. 2. 8. 7. Menjelaskan Larangan dan Kewajiban Anggota Dalmas. Lintas Ganti adalah kegiatan peralihan kendali dari satuan Dalmas Awal ke Dalmas Lanjut. Menjelaskan Dasar Hukum Dalmas. Menjelaskan Pengertian Dalmas Awal dan Dalmas Lanjut. Menjelaskan pengertian Dalmas. Melakukan Pengawasan dan Pengendalian Dalmas Melakukan Langkah-Langkah Kegiatan Dalmas Pengertian. digerakan dalam menghadapi kondisi massa masih tertib dan teratur/situasi hijau. Dalmas Lanjut adalah satuan dalmas yang dilengkapi dengan alat-alat perlengkapan khusus kepolisian. 4. 6. 2. Memilih Cara Bertindak Dalmas. Menjelaskan Konfigurasi Standar Dalmas. diharapkan peserta didik dapat : 1. FUNGSI TEKNIS SABHARA 16 . Lapis Ganti adalah kegiatan peralihan kendali dari satuan Dalmas Awal ke Dalmas Lanjut.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB III PENGENDALIAN MASSA Kompetensi Dasar : 1. 1. digerakan dalam menghadapi kondisi massa sudah tidak tertib/situasi kuning. Dalmas Awal adalah satuan Dalmas yang tidak dilengkapi dengan alat-alat perlengkapan khusus kepolisian.

Kendali Teknis adalah pengendalian oleh pejabat pembina fungsi atau pimpinan pasukan dan atau perwira lapangan di kesatuan masing-masing yang bertanggung jawab atas teknis pelaksanaan tugas semua anggota yang menjadi tanggung jawabnya. Alih Kendali adalah peralihan kendali dari Kapolsek / Kapolsekta / Kapolsek Metro kepada Kapolres / Kapolresta / Kapolres Metro / Kapoltabes. Lapangan/Lahan Terbuka adalah tempat tertentu yang digunakan sebagai sarana oleh massa dalam melakukan unjuk rasa. Kendali Umum adalah pengendalian oleh Kapolda untuk mengatur seluruh kekuatan dan tindakan dalam unjuk rasa pada kondisi di mana massa pengunjuk rasa sudah melakukan tindakan-tindakan melawan hukum dalam bentuk pengancaman. Kapolsekta. dan gedung-gedung/bangunan lainnya yang digunakan sebagai pusat kegiatan kemasyarakatan secara umum (vital) yang menjadi sasaran unjuk rasa. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) untuk mengatur segala tindakan pasukan di lapangan pada lokasi unjuk rasa atau areal tertentu dalam rangka mencapai suatu tujuan. pembakaran. halaman dan sekitarnya yang digunakan untuk melakukan kegiatan pemerintahan. penganiayaan berat. Kendali Taktis adalah pengendalian oleh Kapolsek. Kapoltabes. termasuk bangunan. Kapolda yang berwenang mengatur segala tindakan pasukan di lapangan pada lokasi unjuk rasa. kegiatan usaha. kecuali jalan kereta api. Gedung/Bangunan Penting adalah bangunan bangunan yang meliputi ruangan. pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukan bagi lalu lintas.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Penanggulangan Huru-Hara yang selanjutnya disebut PHH adalah rangkaian kegiatan atau proses/cara dalam mengantisipasi atau menghadapi terjadinya kerusuhan massa atau huru-hara guna melindungi warga masyarakat dari akses yang ditimbulkan. yang berada pada permukaan tanah. Dasar Hukum FUNGSI TEKNIS SABHARA 17 . Kapolresta. pencurian dengan kekerasan. di atas permukaan tanah. dibawah permukaan tanah dan atau air. serta di atas permukaan air. penyanderaan dan lain sebagainya selanjutnya disebut dalam situasi merah 2. jalan lori dan jalan kabel. Kapolsek Metro Kapolres. pengrusakan. Kepala Kepolisian Resort Metropolitan (Kapolres Metro). Kepala Kepolisian Resort Metropolitan Kota (Kapolres Metro) Kepala Kepolisian Kota Besar (Kapoltabes). teror. dari Kapolres / Kapolresta / Kapolres Metro / Kapoltabes kepada Kapolda. Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan. Kepala Kepolisian Sektor Metropolitan (Kapolsek Metro). Kepala Kepolisian Resort (Kapolres). Kepala Kepolisian Sektor Kota (Kapolsekta). Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta). intimidasi. Kendali adalah kegiatan yang dilakukan oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek). Kapolres Metro.

kerugian materil ataupun terganggunya kamtibmas. Undang-undang No 9 tahun 1999 tentang Hak azasi manusia. terukur sebagai langkah terakhir terhadap unjuk rasa yang anarkhis. Undang-undang No 9 tahun 1998 tentang Undang-undang menyampaikan pendapat dimuka umum. Mencegah terjadinya pelanggaran HAM.       5. Mengupayakan tegaknya hukum dan ketertiban demi terpeliharanya kamtibmas. Larangan dan kewajiban Anggota Satuan Dalmas   b. Penegakkan Hukum untuk prevantif Tindakan tegas. guna menghindari huru-hara yang dapat menimbulkan jatuhnya korban. Prinsip Dasar Pelayanan Unjuk Rasa Unjuk rasa adalah hak Warga Negara sehingga harus dilayani. Surat Keputusan Direktur Sabhara Polri No Pol: Skep 02/VII/2007 tanggal 30 Juli 2007 Tentang Buku Panduan Pelatiahan Dasar Dalmas. a.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI     3. FUNGSI TEKNIS SABHARA 18 . Tokoh pimpinan massa/Korlap dengan pengendali satuan dalmas masing-masing dapat menjaga atau mengendalikan massanya dan anak buahnya Mencegah agar massa unjuk rasa tidak anarki. : 16 Tahun 2006 tanggal 16 Desember 2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa. Menghormati HAM. Melindungi dan mengamankan tim negosiator dari desakan massa. Pol.  Peraturan Kapolri No.       4. Mencegah agar massa penonton tidak memprovokatosi massa unjuk rasa untuk bertindak anarki. Sesuai prosedur hukum. Mengutamakan Negosiasi. Tujuan dan Sasaran Tujuan Terlayaninya unjuk rasa agar berlangsung dengan tertib. Sasaran Menjaga dan melayani massa unjuk rasa agar tetap terkendali atau damai dan tujuan tercapai Tidak terpancing oleh provokator atau pihak penyusup.

Penguasaan terhadap pasal-pasal dalam undang-undang yang berkaitan dengan Dalmas.       b. Membawa senjata tajam dan peluru tajam. Setiap pergerakan pasukan Dalmas selalu dalam ikatan satuan dan membentuk formasi sesuai ketentuan. Melakukan perbuatan lain yang melanggar peraturan perundang undangan. Jiwa karsa yang tinggi. Dedikasi dan disiplin yang tinggi. Nilai ke Sabharaan jasmani paling rendah 65. Tetap menjaga dan mempertahankan situasi unjuk hingga unjuk rasa selesai. Menghormati Ham dari setiap orang yang melkuakan unjuk rasa.       6. Kemampuan beladiri. Keluar dari ikatan satuan/formasi dan melakukan pengejaran massa secara perorangan. Melindungi jiwa dan harta benda. Kemampuan dalam menggunakan peralatan Dalmas. Melakukan tindakan kekerasan yang tidak sesuai dengan prosedur. Mundur membelakangi massa pengunjuk rasa. Keteguhan hati dan loyalitas tinggi. Kemampuan membentuk/mengubah formasi dengan cepat. Sikap netral. Membawa peralatan diluar peralatan dalmas. Kemampuan menilai karakteristik massa secara umum. Mengucapkan kata-kata kotor. Kewajiban. Melayani dan mengamankan pengunjuk rasa sesuai ketentuan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI a.             FUNGSI TEKNIS SABHARA 19 . Kemampuan berkomunikasi dengan baik.pelecehan seksual perbuatab asusila memakimaki pengunjuk rasa. Patuh dan taat kepada perintah Kepala Kesatuan Lapangan yang bertanggung jawab sesuai tingkatannya. Persyaratan yang harus dimiliki oleh Satuan Dalmas adalah mempunyai : Mental dan moral yang baik.   Larangan Bersikap arogan dan terpancing oleh prilaku massa.

Trampil membentuk/merobah Formasi dengan cepat.2.2. terdiri atas :  Dan Kompi : 1 orang FUNGSI TEKNIS SABHARA 20 . terdiri atas :         Danton Anggota Caraka Kamerawan Pemadam Api Penembak Gas Unit Anjing Unit Kuda : : : : : : : : 1 30 1 1 2 2 3 3 orang orang orang orang orang orang unit unit 7.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   7. Kemampuan naik-turun kendaraan dengan tertib dan kecepatan berkumpul.2 Satuan Peleton Dalmas Lanjut : 37 orang. Mampu menilai karakteristik massa secara umum. Mempunyai keteguhan hati dan loyalitas tinggi.            7. Kecepatan berkumpul.21       Kemampuan menggunakan kendaraan taktis pengurai massa dan alat khusus Dalmas lainnya dengan baik. Mempunyai ketahanan fisik yang baik. 7. mampu naik dan turun kendaraan dengan tertib. Mampu menggunakan alsus Water Canon dan alsus Dalmas lainnya dengan baik. Trampil dalam menggunakan peralatan Dalmas.2. 7. Konfigurasi Standar Kemampuan Mempunyai mental yang baik.1. Mampu berkomunikasi dengan baik.3 Satuan Kompi Dalmas Awal : 116 orang. Kekuatan. Mempunyai kemampuan bela diri. terdiri atas : Danton Anggota Caraka Kamerawan Petugas Tali Dalmas Negosiator : : : : : : 1 30 1 1 2 3 orang orang orang orang orang orang 7. Satuan Peleton Dalmas Awal : 38 orang. Mempunyai dedikasi dan disiplin yang tinggi.

Manajemen Dalmas Tahap persiapan Membuat surat perintah Mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang massa pengunjuk rasa yang akan dihadapi. Fungsi Binamitra. 8.2. terdiri atas :              Dan Kompi Wadan Kompi Dan Ton Caraka Kamerawan Penembak Gas Air Mata Pemadam Api Pok Rantis Pengurai Massa Pok Rantis Penyelamat Pok Kawat Penghaang Massa Anggota Unit Anjing Unit Kuda : : : : : : : : : : : : : 1 1 3 4 5 6 6 8 4 10 90 10 10 orang orang orang orang orang orang orang orang orang orang orang unit unit.2. Fungsi Lalu Lintas Fungsi Pol Air Fungsi Pol Udara Fungsi Propam Fungsi Keslap Fungsi Humas Fungsi Telematika Fungsi Logistik. Satuan Penindak Sabhara.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI        Wadan Kompi Dan Ton Caraka Kamerawan Petugas Tali Dalmas Anggota Negosiator : : : : : : : 1 3 4 5 2 90 10 orang orang orang orang orang orang orang 7. a. 7. Fungsi Intelejen. Fungsi Reskrim.5 Satuan Pendukung             8. b.1. meliputi: FUNGSI TEKNIS SABHARA 21 .4 Satuan Kompi Dalmas Lanjut: 138 orang.

Water Canon / RPM. Waktu.2 Langkah-langkah Kegiatan FUNGSI TEKNIS SABHARA 22 . Ketahanan phisik dan mental. Megaphone. Tahap pelaksanaan 8. Rompi Dalmas. Formasi Dasar dan Satuan. Pelindung Kaki. Penggunaan Tongkat “T’ hanya untuk mendorong massa. Helm. Sat Dalmas tanpa alat (Posisi Tangan Berkait Formasi   8. Maksud dan Tujuan serta Thema Unras. transportasi. Pelindung Tangan.2. Menyiapkan pasukan dalmas sebelum massa pengunjuk rasa mendahului datang ke obyek yang dituju. Membuat system komunikasi ke seluruh unit satuan polri. Handy Cam. d. Bukan untuk memukul. Tidak tertib/Arogan. Nama organisasi Unras. Alkom) Formasi bersaf. Memberi APP kepada seluruh anggota yang terlibat tugas pengendalian massa : Satuan dalmas dilarang membawa senjata tajam atau senjata api. Membuat pos komando lapangan yang dekat dengan lokasi unjuk rasa tetapi tersembunyi. e. h.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI     c. dan logistik serta dokumentasi. Menyiapkan kekuatan cadangan untuk antisipasi massa bertambah banyak.2. Anarkhis) Peralatan Dalmas (Pemadam Api. Anggota Dalmas dilarang berdebat dengan massa (diserahkan Tim Negosiator). Pimpinan / Penanggung jawab Unras.      i. Langkah Pelayanan Unras sesuai eskalasi (Damai. Handy Cam).      8.2. Tempat dan Rute diadakannya Unras. Cek perlengkapan perorangan/satuan. Police Line (Jarak dengan Massa Min 10 M) Tim Negosiator. f.1 Formasi Sat Dalmas    bersaf). Tameng fiber. Satuan Dalmas bergerak dengan atas perintah Komandan dan dalam ikatan satuan. Pemberdayaan Satwa ( merupakan Kuat Pendukung Dalmas) Water Canon / RPM. komunikasi.  Sat Dalmas dengan Alat (Tongkat “T”. Menyiapkan perlengkapan. g. Pemadam Api. Melaksanakan Latihan perorangan / Satuan dan Peralatan : Peran komunikasi Negosiator.

Tanyakan surat pemberitahuan kepada pimpinan massa dari Polri dan beritahukan kewajiban yang harus dipatuhi selama berunjuk rasa. masa diarahkan di tempat aman dengan kawalan satuan dalmas. jaga ketertiban dan keutuhan formasi. Pamplet dan Transportasi yang digunakan untuk Unras. j.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI a. Arah. Menutup gerakan massa yang menuju ke arah berbahaya. Satuan Dalmas melakukan penyekatan sementara dengan memasang Police Line antara Massa Unras dan Pasukan Dalmas/pengalihan route terhadap massa agar tetap tertib ditempat yang sudah ditentukan atau menghindari massa yang tidak sepadan. c. FUNGSI TEKNIS SABHARA 23 . Penangkapan terhadap provokator dan pelaku tindak pidana. Satuan Dalmas lintas ganti dengan PHH Brimob apabila unjuk rasa berubah menjadi huru-hara / anarkis. f.     k. Jelaskan sikap dan kebijakan Polri terhadap massa. bila massa mengganggu kamtibmas.       e. b. Jelaskan undang-undang yg berlaku bagi pengunjuk rasa. Gunakan kamera photo/video/HandyCame untuk meliput : Massa Unras utamanya pimpinan massa. Pembubaran massa : Membubarkan massa dengan mendorong apabila negosiator gagal/tidak ada kesepakatan. i. Satuan dalmas jangan sekali-kali berdiskusi atau membantah issu yang diangkat oleh massa pengunjuk rasa. dilakukan dengan formasi bersaf. Satuan Dalmas menutup Pam Obyek Vital dan tempat-tempat yang berada di sekitar unjuk rasa. Liputan photo/video/HandyCame harus mencakup proses unjuk rasa begitu pula rekaman aksi dan kata-kata yang diucapkan oleh pimpinan massa. tetapi jaga sikap. Pengawalan : Massa dapat dibubarkan dan situasi dapat dikendalikan. Individu yang bertindak diluar kewajaran Semua alat . m. Satuan Dalmas tetap menunjukan sikap yang ramah. kerumunan dan tindakan yang mereka lakukan. Hindari kontak fisik.     h.  Adakan peninjauan lapangan Gunakan rute terdekat untuk menuju sasaran Tahap isolasi. Pembubaran merupakan kegiatan atau tindakan. tidak terpancing emosi. g. Tahap penyekatan sementara atau pengalihan rute melaksanakan : Tim Negosiator melakukan Negosiasi dengan pimpinan/penanggung jawab massa pengunjuk rasa. jangan mengancam/menggertak. d. tetap bertahan pada formasi yang telah ditentukan. l. merupakan tahap awal dari pengendalian massa. Penangkapan oleh unit Intel sesuai prosedur yang berlaku.

      c. Negosiator dibelakang Dalmas Tanpa Alat. Petugas Handy Cam harus selalu merekam / mengambil gambar sepanjang terjadinya unjuk rasa. Tim Negositor menyambut kedatangan massa dan melakukan kegiatan Negosiasi Sat Dalmas tanpa alat melapis dengan formasi bersaf dibelakang Negosiator dengan sikap siaga.  Tahap pengakhiran Konsolidasi Mengumpulkan kembali satuan dalmas yang terlibat dalam tugas pengendalian massa.    b. Lakukan pendorongan massa seperlunya bila situasi massa berkembang memanas.3 a. Tim Negosiator dan Dalmas Tanpa Alat menutup lambung kanan / kiri dibelakang Dalmas Pakai Alat. Petugas Handy Cam selalu mengikuti / merekam jalannya unjuk rasa. 8. Pengawalan dilaksanakan oleh petugas di depan dan di belakang rombongan massa. Dalmas Tanpa Alat dan Dalmas Pakai Alat menutup lambung kanan /kiri dibelakang PHH Brimob. Petugas pemasang Police Line tetap menjaga keutuhan Police Line. Lakukan Lintas Ganti dengan Dalmas Pakai Alat. a.    8.3 Dinamika Operasional Sat Dalmas. Cek keutuhan personil dan peralatan  FUNGSI TEKNIS SABHARA 24 . Menarik mundur Tim Negositor. Massa diberi pengarahan untuk kembali dengan tertib ke tempat masing-masing.. Situasi Tidak Tertib / Arogan Menarik Police Line.  Adakan penjagaan dititik kumpul massa dan lakukan pengawalan disepanjang perjalanan menuju lokasi unjuk rasa dan pilihkan rute yang lancar dan aman.2. Provokator / pelaku tindak pidana dibawa ke komando. Upayakan tidak sampai Anarkhis. Situasi damai. Situasi Anarkhis Lakukan Lintas ganti dengan PHH Brimob.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   n. lakukan Negosiasi lanjut.

   c.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  b. Kaji ulang ( “ Wash Up”) Perlu dievaluasi tentang pelaksanaan tugas yang telah dilaksanakan dan cara bertindak di lapangan. FUNGSI TEKNIS SABHARA 25 . Data korban dipihak petugas maupun dipihak massa. Ucapkan terima kasih atas tugas yang telah dilaksanakan. Pelaporan Membuat laporan tentang pelaksanaan tugas pengendalian massa. Mengoreksi tindakan yang sesuai dengan prosedur.

Melakukan / Membuat Rencana Kegiatan Penjagaan. Indikator Hasil Belajar : Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab IV. Penjagaan tahanan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk memberikan perlindungan dan pengawasan terhadap tahanan dalam pelaksanaan proses hukum. 1. 8. Menjelaskan Tugas Penjagaan. Peraturan Kababinkam Polri No. 6. Menjelaskan Bentuk-Bentuk Penjagaan. 2. Menjelaskan Peranan Penjagaan. Menerapkan Tugas Penjagaan dalam pelaksanaan tugas kepolisian. tentang Penjagaan  FUNGSI TEKNIS SABHARA 26 . 5. 2. Skep Kapolri No. Memahami Tugas Penjagaan dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Pengertian Penjagaan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk memberikan perlindungan. Penjagaan obyek tertentu lainnya adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk memberikan keamanan terhadap obyek tertentu lainnya. Melakukan Serah Terima Tugas Jaga. Dasar   UU NO. 4. Melakukan Pengawasan Pengendalian Penjagaan. Pol : Skep/262/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang Penjagaan. 2 Tahun 2002. 09 Tahun 2009 tanggal 31 Desember 2009. Menjelaskan Pengertian Penjagaan. 3. pengayoman dan pelayanan dalam rangka memelihara keselamatan jiwa dan keamanan harta benda Penjagaan Markas atau perkantoran adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk menjaga keamanan Markas atau perkantoran yang menjadi tanggung jawabnya. Menjelaskan Konfigurasi Standar Penjagaan. 7. 9. Menjelaskan Tujuan Penjagaan. Menjelaskan Sasaran Penjagaan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB IV MANAJEMEN PENJAGAAN Kompetensi Dasar : 1. 2. 10. diharapkan peserta didik dapat : 1.

Adalah suatu Pos Polisi yang bersifat permanen dan ada kegiatan Kepolisian yang dilaksanakan sepanjang waktu serta dikukuhkan dengan Surat Keputusan Kapolda. sesuai ketentuan Hukum dan Peraturan / kebijakan dalam organisasi Polri. dibagi menjadi : Pos Tetap. 4.2.  Tugas dan Peranan Penjagaan. Sampaikan secara cepat dan tepat setiap kejadian segala bentuk kejadian / gangguan kamtibmas yang terjadi di wilayahnya kepada Satuan Tingkat Atas guna mendapatkan petunjuk lanjut.2. Memelihara. kegiatan dan tingkat kerawanan. Tugas Penjagaan Mencegah / menangkal segala bentuk tindak kejahatan / pelanggaran di daerah tanggung jawabnya masing-masing.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3. Peranan Penjagaan. Pos Sementara (Taktis) FUNGSI TEKNIS SABHARA 27 .1. 5. antara lain menerima laporan / pengaduan dari masyarakat. Monitor secara aktif setiap saat segala bentuk gangguan kamtibmas yang terjadi pada seluruh jajaran Polri di wilayahnya.  Penyelesaian perkara ringan / perselisihan antar warga.  Pelayanan permintaan bantuan / pertolongan Kepolisian .  Penjagaan markas termasuk penjagaan tahanan dan pengamanan barang bukti. pos sementara dan pos bergerak (mobile). Memberikan pelayanan. menjaga dan mengamankan keselamatan orang / jiwa raga dan harta benda.    Tujuan Penjagaan Menciptakan. Sebagai pintu gerbang pertama memberikan pelayanan kepolisian kepada warga masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk :  Penerimaan dan penanganan pertama laporan / pengaduan. terkendali dan dinamis dalam rangka memelihara kamtibmas. Contoh : Pospol Serpong.    4. Terpelihara dan terciptanya ketaatan warga negara dan masyarakat terhadap peraturan yang berlaku dalam rangka mewujudkan tegak dan tertib hukum dalam masyarakat. 4. memelihara dan menjaga situasi yang mantap. Pos Polisi dilihat dari sifat. 5. baik bersifat pos tetap. Pos Jaga Polsek 5.1.

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

Pos sementara adalah pos yang diadakan dalam rangka menghadapi ancaman gangguan dan kegiatan masyarakat yang bersifat temporer, misalnya :  Pos penjagaan hiburan  Pos penjagaan pameran  Pos penjagaan hari raya 5.3. Pos Bergerak (mobile)

Pos polisi yang sifatnya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain dengan menggunakan mobil. Contoh : Patroli R- 4 saat berhenti dapat melakukan pelayanan, pengayoman dan perlindungan terhadap masyarakat. 6. 6.1. 6.2. Konfigurasi standard Nama Satuan : Unit Penjagaan. Kekuatan :

6.2.1 Kualifikasi kemampuan Yanmas TPTKP Proses Tipiring Mengetik/Operasional Komputer Menembak mahir minimal kelas 2 6.2.2 Jumlah Personel Penjagaan menggunakan sistem 3 (tiga) giliran jaga (ploeg/shief) dengan kekuatan personel sebagai berikut : a.   b.   c.   6.3. Polsek, 12 orang terdiri dari : Tiga orang sebagai Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (Ka SPK). Sembilan orang sebagai anggota. Polres, 18 orang terdiri dari : Tiga orang sebagai Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (Ka SPK). 15 orang sebagai anggota. Polda, 63 orang terdiri dari : Tiga orang sebagai Ka Unit. 60 orang sebagai anggota. Peralatan dan Perlengkapan

6.3.1 Umum a. Gampol yang berlaku sesuai ketentuan.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

28

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

b.        c.   d.     e.   

Perlengkapan perorangan Sabhara Polri terdiri dari : Sabuk Sabhara Selempang Pet Tongkat "T" Borgol Peluit Tanda Kewenangan Persenjataan Revolver untuk seluruh anggota. Senjata panjang. Kendaraan RanmorR2 Ranmor R4 Pengangkut personel. Pengangkut tahanan. Alkom Telephone. Handy Talky/HT. Megaphone.

 

6.3.2 Khusus Sabhara Kit TKP Kit 6.3.3 Buku-buku yang harus ada di penjagaan

    

       

Buku Jadwal dan Mutasi Penjagaan. Buku Induk / Register Laporan Polisi. Buku Induk/Register Surat T anda Penerimaan Laporan. Buku Induk / Register Pengiriman Berita / Laporan Kejadian Peristiwa Gangguan Kamtibmas dari Polsek ke KOD (Polres/ta/tabes). Buku Induk / buku Register Penerimaan dan Penerusan/ Pengiriman Berita/Laporan Kejadian Gangguan Kamtibmas (dari KOD s/d ke Mabes Polri secara berjenjang). Buku Induk / Register Situasi Umum Harian Gangguan Kamtibmas. Buku Daftar Tahanan. Buku Mutasi Tahanan. Buku Berobat Tahanan. Buku Barang / Milik / Titipan Tahanan. Buku Makanan Tahanan. Buku Besuk / Mengunjungi Tahanan. Buku Kontrol Tahanan.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

29

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

          

Buku Bon / Pinjam Tahanan untuk kepentingan Pemeriksanaan. Penyidikan. Buku Induk/Register Permintaan Visum et Repertum. Buku Barang Bukti. Buku Tamu. Buku Supervisi dari Pimpinan / Satuan Tingkat Atas. Buku Kecelakaan Lalu Lintas. Buku Barang Inventaris Penjagaan. Buku Alamat/No. Telp Pejabat Penting. Buku Daftar Pencarian Orang (DPO) dan Daftar Pencarian Barang (DPB). Blanko-blanko : a. Permintaan Visum et Refertum. b. Laporan Polisi / Kejadian. c. Tanda Penerimaan Laporan / Pengaduan. d. Tipiring e. Lain-lain sesuai kebutuhan. 7. 7.1. Tujuan dan Sasaran. Tujuan

Terpeliharanya keamanan personel, tahanan dan instalasi kesatuan dan obyek tertentu lainnya yang dijaga. 7.2. Sasaran

7.2.1 Penjagaan Markas  Penjagaan Keamanan, keselamatan dan kenyamanan personel Polri dan tamu.  Keamanan materiil markas.  Ketertiban dan kelancaran kegiatan dinas di markas. 7.2.2 Penjagaan Tahanan  Jumlah tahanan.  Keselamatan tahanan.  Ketertiban dan kebersihan ruang tahanan.  Keamanan barang milik tahanan. 7.2.3 Penjagaan obyek tertentu lainnya.  Keamanan, keselamatan dan kenyamanan personel.  Keamanan materiil  Ketertiban dan kelancaran kegiatan 8. Manajemen Penjagaan

Kegiatan penjagaan meliputi : Penjagaan markas, Penjagaan tahanan dan Penjagaan kegiatan masyarakat / obyek khusus 8.1. Penjagaan Markas 8.1.1 Tahap Persiapan

FUNGSI TEKNIS SABHARA

30

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

   

 

Setengah jam sebelum dimulai giliran tugas jaga, maka petugas jaga baru sudah siap di tempat jaga. Pemeriksaan ruang jaga dan ruang tahanan. Pemeriksaan kerapihan meliputi ; sikap tampang, perlengkapan dan persenjataan. Menerima/meminta informasi dan mempelajari tugas-tugas yang telah dilakukan oleh petugas jaga lama, memperhatikan petunjuk-petunjuk dan perintah-perintah dari pimpinan. Melaporkan kepada Biro Operasional / Bagian Operasional / SPK. Ka Jaga memberikan AAP kepada anggotanya.

8.1.2 Tahap Pelaksanaan Penjagaan Markas pada prinsipnya di bawah tanggung jawab Ka Jaga Adapun kegiatan-kegiatan penjagaan antara lain : a. Membuat jadwal tugas-tugas penjagaan dan mengisi buku mutasi sesuai perintah. b. Melaksanakan dinas jaga sesuai jadwal tugas penjagaan, termasuk penugasan anggota jaga untuk menaikkan dan menurunkan bendera merah putih pada pukul 06.00 dan pukul 18.00 setempat. c. Memukul lonceng setiap jam sekali, selama 24 jam dan ditulis dalam buku mutasi penjagaan dengan tinta warna merah. d. Dalam pelaksanaan tugas jaga Markas agar memperhatikan dan meneliti secara khusus hal-hal sebagai berikut :  Buku-buku dan blanko yang hams ada di penjagaan.  Isi kotak PPPK/PPGD dan alat pemadam kebakaran.  Papan pengumuman, turunan/petikan dari peraturanperaturan / instruksi-instruksi konsignes.  Kebersihan dan ketertiban ruang jaga, ruang tahanan dan kamar mandi/WC.  Dalam hal pengamanan senjata api beserta amunisi yang tidak digunakan, agar senjata api dalam keadaan kosong dan disimpan dalam lemari / rak senjata yang terkunci, tetapi mudah dijangkau apabila sewaktu-waktu diperlukan.  Menjaga dan memelihara barang-barang inventaris yang dipertanggung jawabkan pada penjagaan seperti : kebersihan senjata api, kebersihan dan kerapihan buku-buku penjagaan.  Perhatikan ketentuan cara menerima/mengirim berita telepon.  Selama melaksanakan tugas penjagaan maupun sedang dalam istirahat agar tetap memperhatikan kesiapsiagaan.  Melaksanakan pengawasan terhadap situasi Markas dan sekitarnya.  Menjaga, memelihara dan mengawasi serta mengatur keluar masuknya barang bukti, barang titipan dan barang temuan yang menjadi tanggung jawab petugas jaga, agar tetap utuh dan tidak rusak serta dicatat dalam buku Mutasi.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

31

2 Penjagaan tahanan dilakukan oleh anggota jaga dengan pengaturan sesuai jadwal tugas jaga tahanan. Dalam pelaksanaan tugas jaga markas agar senantiasa diadakan koordinasi dengan petugas jaga instansi lain. berobat).  Di Polda oleh Satuan Pengamanan dan Protokol (Satpamrot) Denma Polda.2. FUNGSI TEKNIS SABHARA 32 .  Di Polres/ta oleh Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK). olahraga.  8. Penjagaan Tahanan 8. 8.1 Tahap Persiapan.  Ka Jaga melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya baik secara lisan maupun tertulis dalam buku mutasi atau blanko laporan kepada Pa Siaga/Pamapta/Bamapta. Di Mabes Polri oleh petugas Satuan Pengamanan dan Protokol (Satpamprot) Denmabes Polri.  Membuat laporan pelaksanaan penjagaan sesuai sasaran penjagaan. besuk tahanan.  Di Polsek/ta oleh Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK).3   Penjagaan tahanan ditujukan terhadap: Kondisi tahanan antara lain kesehatannya. pengamatan dan pengecekan di lingkungan markas & memeriksa pintu-pintu kantor apakah sudah terkunci atau belum terutama di luar jam kantor atau malam hari termasuk adanya anggota yang lembur. proses pemeriksaan.  Memeriksa/cheking kekuatan/anggota jaga. pertolongan dan informasi serta menyiapkan ruang tunggu tamu.  Memeriksa/cheking perlengkapan anggota jaga.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI       Memberikan pelayanan kepada masyarakat yang memerlukan bantuan.2. Seluruh kegiatan yang dilakukan oleh anggota jaga dicatat dalam buku mutasi penjagaan. 8.1. Aktivitas tahanan (keluar masuk.2. Bagi anggota yang mendapat giliran istirahat memanfaatkan waktu istirahat di tempat yang sudah ditentukan. Melaksanakan was. Mencatat dalam buku mutasi setiap kejadian dilingkungan tanggung jawabnya. 8.3 Tahap Pengakhiran (pengawasan dan pengendalian) Kegiatan konsolidasi dari masing-masing sasaran dalam penjagaan/kesatrian :  Dilaksanakan setelah kegiatan penjagaan selesai dengan melakukan apel selesai tugas.2.

Pada saat petugas jaga tahanan masuk ke dalam kamar tahanan ada kemungkinan tahanan sewaktu-waktu memperdaya. Petugas Jaga Tahanan. Untuk menghidari perbuatan yang merugikan Polri tersebut.5 Anggota jaga tahanan harus mengetahui jumlah dan keadaan tahanan dari daftar tahanan yang ada (pada buku dan papan tahanan).7 Tahap Pelaksanaan a.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  kelengkapannya. keadaan tahanan. 8.6 Sebelum serah terima jaga tahanan.2. kondisi fisik setiap tahanan. siapa yang bertanggung jawab pada jam-jam tertentu. Pelaksanaan tugas jaga tahanan apabila sewaktu-waktu masuk ke dalam ruang tahanan.4 Mengecek kelengkapan (senjata api. 8.  Awasi lingkungan dalam dan luar ruang tahanan secara ketat dan teliti. tegas.  Mencocokan daftar tahanan dan mengadakan pemeriksaan kondisi ruang tahanan. anggota jaga lama dan baru mengadakan pemeriksaan :  Jumlah tahanan. SPP serta halhal lain sehubungan dengan penyerahan dari petugas lama. barang-barang milik tahanan yang dititipkan. Kondisi rumah tahanan antara lain kebersihan dan 8.2.  Upayakan maksimal pengawasan / penjagaan selama 1 s/d 2 jam atau disesuaikan dengan kekuatan personil petugas jaga. Petugas yang baru mengecek jumlah tahanan. menyandera atau melakukan perbuatan yang merugikan Polri.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 33 . diatur sebagai berikut :  Buat jadwal. melemahkan atau merampas peralatan/senpi petugas jaga tahanan yang selanjutnya bertindak untuk melarikan diri. 8.2. Serah terima tugas jaga tahanan agar dicatat dalam buku mutasi penjagaan selengkap-lengkapnya.  Pelaksanaan tugas pada saat serah terima jaga tahanan : Petugas jaga lama menyerahkan tugas jaga/pengawasan tahanan dengan lengkap dan informasikan hal-hal yang perlu diperhatikan oleh petugas yang baru. b. pemberontakan.  Adakan penjagaan dan pengawasan secara ketat terhadap tahanan. senter malam hari) dan Iain-lain yang diperlukan.  Lakukan tindakan tepat.   c. cepat dan benar terhadap penyimpangan-penyimpangan dari tahanan.  Catat dalam buku mutasi apabila ada kelainan/penyimpangan dari pada tahanan dan situasi sekitar ruang tahanan serta dibuat laporan.2.

 Keluar dan masuknya tahanan hendaknya diatur secara bergilir sesuai dengan kepentingan.  Dilarang membuka kamar tahahan pada malam hari.     Petugas jaga tahanan dilarang Meminta uang/ barang/ jasa apapun dari tahanan atau keluarga yang datang menjenguk Menyuruh bekerja seperti membersihkan kendaraan.  Jarak masing-masing petugas tersebut diatur sedemikian rupa sehingga dapat mengamankan petugas lainnya agar : Memberikan peringatan bila terjadi bahaya. Petugas jaga tahanan harus dapat mengetahui tahanan mana yang perlu diwaspadai dan memerlukan perhatian khusus.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 34 . e.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI diatur cara-cara pengamanan sebagai berikut : 1. maka petugas jaga tahanan dan pimpinan 2 (dua) tingkat di atasnya dikenakan tuntutan sesuai peraturan yang berlaku. 2. menyapu halaman/lantai kotor. Apabila terjadi kelalaian atau kesengajaan dari petugas tahanan yang mengakibatkan matinya tahanan atau melarikan diri. Petugas kedua mengawasi gerak-gerik tahanan dalam rangka mengamankan petugas yang masuk ke dalam ruang tahanan. Melakukan ancaman. Petugas pertama yang memasuki ruang tahanan. d. 4.  Petugas yang masuk ke dalam ruang tahanan hendaknya mengambil posisi taktis yang menguntungkan dalam arti sewaktuwaktu mudah melumpuhkan gerakan tahanan yang membahayakan. Mengamankan situasi secara bersamasama.  Kekuatan petugas yang masuk dalam ruang tahanan disesuaikan dengan jumlah tahanan. Sikap petugas jaga tahanan Petugas jaga tahahan tidak boleh lengah dan harus selalu waspada. Memudahkan petugas untuk saling membantu. Pada prinsipnya petugas yang memasuki ruang tahanan minimal 2 orang petugas : 3. penganiayaan ataupun menyakiti hati tahanan.

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI    f. Papan tahanan ditaruh di ruang jaga tahanan agar tidak terlihat oleh umum. Open / Correct dan jangan arogan. Memberikan pembinaan dan pelayanan yang baik agar sekeluarnya dari ruang tahanan yang bersangkutan tidak merasa sakit hati/dendam kepada anggota Polri. Semua barang milik tahanan dicatat secara rinci dalam Buku Register Barang Titipan Milik Tahanan. ikat pinggang. Penyimpanan barang berharga diupayakan dititipkan di brankas. Apabila ada barangbarang berharga (uang. dapat dikenakan hukuman menurut ketentuan hukum yang berlaku. jenis kelamin. kamar No. perpanjangan penahanan dari jaksa serta pengadilan. tali. maka petugas jaga harus meminta VER ke rumah sakit dengan dibuat Berita Acara Penerimaan dan Penyerahan Tersangka kemudian dilaporkan kepada atasan agar apabila terjadi sesuatu (mati) hal tersebut dapat dipertanggung jawabkan. Dibina dan diarahkan setelah mereka bebas dapat membantu tugas Polri. obeng. seperti : benda tajam/sejenisnya. FUNGSI TEKNIS SABHARA 35 . Tahanan sebelum dimasukan dalam Ruang Tahanan. harus dimasukan dalam sampul dan disegel serta disaksikan oleh pemilik.    Harus Etis. Masukan tahanan dalam Ruang Tahanan dan dipisahkanan antara laki-laki dan perempuan. pasal/kasus yang dilanggar. kikir atau benda-benda yang dapat diubah menjadi benda yang membahayakan tahanan atau dapat merugikan petugas. apabila nyata-nyata ada bekas penganiayaan.  Petugas jaga tahanan yang melalaikan tugasnya atau karena kesalahannya menyebabkan seorang tahanan melarikan diri. SPP harus diperlihatkan kepada tahanan dan setelah ditandatangani simpan dalam kotak SPP yang tersedia di ruang jaga tahanan dan melekat di dinding. agar dicek kesehatannya dengan minta bantuan tenaga medis. Tahanan harus dilengkapi dengan Surat Perintah Penahanan (SPP) yang ditanda tangani oleh Penyidik. Pada saat menerima tahanan periksa kondisi tahanan. perhiasan) milik pribadi tahanan. tanggal dimulainya penahanan. umur. Periksa barang-barang tahanan. diketahui oleh tahanan dan petugas dengan membubuhi tanda tangan. Catat tahanan dalam buku daftar tahanan dancatat dentitas yang menyerahkan dalam laporan pelaksanaan tugas jaga. SPP. apakah ada tanda-tanda penganiayaan atau tidak. anak-anak dan orang dewasa Tahanan selama dalam Ruang Tahanan      g.  Kepala jaga bertanggung jawab terjadinya tahanan yang dianiaya oleh sesama tahanan. korek api. catat dalam buku penerimaan tahanan. Setiap tahanan yang ditahan di Ruang Tahanan. Catat di papan tahanan : nama. Tanggung jawab terhadap tahanan. agar diamankan oleh petugas jaga.

 Makanan dan minuman agar dicicipi oleh pengunjung/ pembawa untuk menghindari adanya racun.  Pakaian atau barang lain sebagai pengganti agar diperiksa sampai dengan lipatan-lipatan jahitan.  Dilarang memberikan obat nyamuk bakar dan sejenisnya.  Koordinasikan FUNGSI TEKNIS SABHARA 36 .  Apabila jaraknya jauh usahakan dibawa dengan ranmor roda empat atau kendaraan tahanan.  Ijin menjenguk hanya dapat diberikan oleh Pa Siaga/Pamapta/ Bamapta serta dicatat dalam mutasi tugas. namun keamanan harus terjamin). kemungkinan diselipkannya obat-obat terlarang. demikian pula barang yang dibawa pulang oleh penjenguk.00 Hari Biasa pukul 14.  Waktu menjenguk dibatasi. kunci.  Dirawat di rumah sakit. benda-benda berbahaya seperti obeng.00 s/d 15. Tahahan Sakit  Berobat jalan (ke Poliklinik atau ke Rumah Sakit).  Dicatat dalam Buku Berobat Tahanan. gergaji besi atau alat-alat lain yang dapat merugikan.30  Tempat menjenguk di tempat yang telah disediakan atau tempat di sekitar ruang jaga (disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat.  Hari Minggu pukul 09.  Apabila tahanan dalam jumlah banyak perhatikan pengamanan-nya dengan ketat dan siapkan pengawal yang cukup. pisau. datangkan dengan seijin pimpinan sesuai dengan permasalahan sakitnya tahanan yang dihadapi.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Menjenguk tahanan.  Apabila ada Dokter Polisi.  Penentuan dirawat di rumah sakit didasarkan keputusan dokter yang memeriksa tahanan tersebut dan di jaga oleh petugas yang ditunjuk oleh Kasatwil.  Apabila penjenguk membawa barang atau makanan dan minuman periksa makanan dan minuman seteliti-telitinya disaksikan oleh penjenguk.00 s/d 11. Apabila terdapat benda tersebut maka penjenguk dibatalkan dan adakan pemeriksaan oleh petugas.  Tahanan tidak diperbolehkan merokok di ruang tahanan.  Dikawal pulang dan pergi oleh petugas (bukan petugas jaga tahanan). korek api.

00 untuk sore. Olah Raga  Hari olah raga yaitu hari Senin. Tahanan meninggal dunia di Ruang Tahanan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  penempatannya dengan kepala/petugas rumah sakit setempat.  Apabila meluas dan terus menerus bunyikan alarm tanda bahaya serta siapkan bantuan petugas lain untuk memberikan bantuan pada petugas jaga tahanan.  Cari/dapatkan tahanan yang memimpin / mempengaruhi terjadinya keributan serta diperiksa oleh unsur Intelpol untuk mengetahui latar belakang maupun sebab-sebabnya.  Keributan.00 untuk pagi dan 16. setelah selesai usahakan dapat diberikan minuman manis.Apabila tahanan meninggal dunia di Ruang Tahanan yang disebabkan karena bunuh diri. 1. Jum'at sekitar pukul 08.  Pisahkan tahanan tersebut dan laporkan segera kepada Kasatwil.  Mandi. FUNGSI TEKNIS SABHARA 37 .  Tempat di ruang jemur tahanan (tidak boleh keluar pagar / tembok tahanan). Berkelahi Pisahkan penempatan Tahahan berkelahi / membuat keributan.00 s/d 08. Rabu.  Periksa oleh petugas jaga lainnya (bukan petugas jaga tahanan) untuk mengetahui sebab terjadinya perkelahian.  Adakan pembinaan sehingga tidak terulang lagi atau dapat rukun kembali.  Utamakan lebih dahulu kepentingan pemeriksaan daripada olah raga.  Dipimpin oleh anggota petugas jaga tahanan dan anggota lainnya mengawasi dengan siapa.00 s/d 17. Mandi Sehari dua kali.  Redakan/hentikan. keracunan dan sejenisnya maka Kasatwil harus meminta VER jenazah ke Rumah Sakit.  Apabila tahanan banyak agar digilir secara berkelompok dan masing-masing kelompok 30 menit. Diatur secara bergiliran satu persatu oleh petugas jaga.45.  Catat kejadian tersebut dan laporkan kepada Pa Siaga/ Pamapta/ Bamapta.  Tanggung jawab masalah di Polsek oleh Kapolsek di Polres oleh Ka/Waka Polres di Mapolwil oleh Kabag Sabhara di Polda oleh Dir Sabhara untuk meredakannya. penganiayaan. yaitu pukul 06. sembahyang dan makan.00 s/d 07. kamarnya.

tidak boleh dari logam/kaca dan setelah selesai makan segera dikeluarkan dari dalam kamar tahanan.  Laporkan kepada FUNGSI TEKNIS SABHARA 38 . Sehari dua kali makan yaitu makan menjelang siang dan malam (sesuai jatah). setelah tahanan masuk kembali ke Ruang Tahanan. 3.  Diusahkan agar tahanan titipan dipisahkan dengan tahanan setempat. apabila terjadi perubahan kondisi fisik tahanan agar dibuat Laporan Polisi untuk dibuat proses lebih lanjut. Bon / peminjaman tahanan untuk pemeriksaan. Tempat di ruang kamar tahanan masing-masing. Peralatan makan digunakan dari plastik atau dibungkus.  Selama dalam pemeriksaan.  Prinsip perlakuan dan pengamanan tahanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.  Tahanan dapat dikeluarkan untuk penangguhan penahanan berdasarkan Surat Perintah Pengeluaran Tahanan (SPPT) atau Surat Pengalihan Jenis Tahanan yang ditandatangani oleh Kasatwil.  Yang berhak meminjam tahanan hanya penyidik/ penyidik pembantu dengan diketahui oleh Ka Jaga. Sembahyang Dilaksanakan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 2. Makan. Tahanan Titipan. 1.  Barang titipan milik tahanan agar dikembalikan kepada tahanan dan dicatat dalam Buku Register Barang Titipan Tahanan.  Yang berhak meminjam tahanan minimal Kepala Jaga dengan persetujuan Pa Siaga/Pamapta/ Bamapta.  Catat identitas tahanan rnaupun yang menitipkan dalam Buku Register Penitipan Tahanan.  Identitas tahanan dalam daftar papan tahanan dihapus. keamanan tahanan menjadi tanggungjawab penyidik / penyidik pembantu yang meminjam. - Kamar mandi yang digunakan yang ada di ruang tahanan.  Catat berapa lama tahanan dipinjam. Pengeluaran/penangguhan tahanan. demikian pula dalam register tahanan dicatat bahwa dengan dasar SPP tahanan telah dikeluarkan.  Bon tahanan dikembalikan.  Peminjaman tahanan harus dengan bukti peminjaman. Tahanan dititipkan dan tahanan di rawat di rumah sakit.  Maksimal batas penitipan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.  Sebelum dan sesudah tahanan dipindahkan agar kondisi fisik tahanan diperiksa dan dicatat dalam buku Register Tahanan serta diketahui oleh si peminjam.

Obyek Penjagaan : FUNGSI TEKNIS SABHARA 39 .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Kasatwil. 2  Tahanan ditahan di rumah sakit. Pengaturan ruang tahanan dan kewajiban tahanan.  Pengaturan ruang tahanan dipisahkan antara laki-laki dan perempuan. Kewajiban tahanan :  Mentaati peraturan-peraturan tahanan yang berlaku. Pengaturan ruang tahanan.   h.  Jumlah tahanan dalam masingmasing kamar disesuaikan dengan kamar yang ada. Menjenguk pasien tahanan disesuaikan dengan prosedur menjenguk tahanan dan atau atas seijin Kasatwil. Usahakan dalam kamar yang rapat dan tersendiri. Penjagaan Kegiatan Masyarakat a.  Menjaga ketertiban dan keamanan dalam ruang tahanan.   Tahap Persiapan Penyiapan Surat Perintah Penugasan.8. 8. Jaga dengan ketat untuk mencegah resiko melarikan diri. agar tahanan diborgol dengan cara 1 borgol dipergelangan kaki.  Kamar-kamar tahanan hendaknya diberi nomor. anak-anak dan orang dewasa.  Menjaga kebersihan ruang tahanan antara lain tidak boleh membuat tulisan atau gambar pada tembok/dinding tahanan yang ada  Mentaati perintah-perintah dinas yang telah ditentukan.2. 1 lagi dihubungkan dengan tempat tidur atau menggunakan lebih dari 1 pasang borgol.  Kamar tahanan dipasang penerangan.  Kebersihan ruang tahanan dibebankan kepada masing-masing tahanan.

Tahap Pengakhiran Melaksanakan apel koordinasi setelah kegiatan penugasan selesai. 5. Menerima laporan/pengaduan. Melakukan penjagaan pada titik-titik rawan.  Tahap pelaksanaan Pembagian tugas sesuai obyek yang dijaga. 2. Lamanya kegiatan.        c. 3. Memberikan AAP kepada anggota yang akan melaksanakan jaga sementara. lainnya. 4. 7. Tokoh/pejabat yang hadir. 1. Melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian (TPTK). Memeriksa/checking kekuatan anggota jaga. pesta. 2. Penjagaan di tempat-tempat musibah / bencana alam. Mengadakan koordinasi dengan unsur-unsur pengamanan lainnya yang ada di lokasi tanggung jawabnya. Mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Melaporkan hasil pelaksanaan tugas baik lisan maupuntertulisdalambuku mutasi atau blanko laporan kepada Pa Siaga/ Pamapta/Bamapta. 8. Jumlah masyarakat yang hadir dan jenis kegiatan yang akan dijaga. 6.  Pa Siaga / Ka SPK / Ba SPK menentukan kerawanan kegiatan masyarakat dimaksud dengan memperhatikan : Tempat yang akan dijaga dan diamankan. 1. Penyiapan kekuatan yang akan dilibatkan. 3. Membuat laporan Pelaksanaan penugasan sesuai sasaran penjagaan. Melaksanakan kaji ulang pelaksanaan gas. 10. Petugas jaga hams sudah siap di lokasi penjagaan satu jam sebelum acara / kegiatan masyarakat dimulai. Mengadakan koordinasi dengan Mako. 4. (Vide Skep Kapolri tentang Petunjuk Kegiatan TPTK). 9.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 40 . berdasarkan kerawanan di atas dan kemampuan personel sesuai sasaran penjagaan yang dihadapi. b. Mengecek kesiapan peralatan dan kelengkapan yang digunakan untuk melaksanakan tugas jaga. 3. Memeriksa/cheking kelengkapan dan perlengkapan anggota jaga.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 1. keramaian umum Penjagaan pada tempat/acara kunjungan pejabat / kegiatan pemerintah dan masyarakat lainnya. Jenis ancaman dan gangguan yang mungkin timbul. 2. Menyiapkan administrasi pelaporan. Penjagaan tempat pertandingan olah raga. Penjagaan tempat diadakannya perayaan.

Sistem pelaporan menyesuaikan dengan prosedur hirarki yang berlaku.  BAB V MANAJEMEN PATROLI Kompetensi Dasar 1. Menerapkan Kegiatan Tugas Patroli dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Menjelaskan Peranan Patroli.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 9. Ketentuan lain yang berkaitan dengan petunjuk kegiatan ini sepanjang tidak bertentangan dapat digunakan sebagai rujukan agar lebih memantapkan pelaksanaan tugas penjagaan.    Ketentuan Lain Dukungan administrasi dan logistik menggunakan sarana dan fasilitas organik yang ada. Menjelaskan Metoda dan Bentuk Patroli. 2. Menjelaskan Tujuan Patroli. 4. Menjelaskan Tugas Patroli. Memahami Pengetahuan Tugas Patroli dalam pelaksanaan tugas kepolisian. 2. Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab V. FUNGSI TEKNIS SABHARA 41 . 5. 3. Untuk mendapatkan aplikatif yang optimal tidak menutup kemungkinan Kasatwil menjabarkan dalam bentuk konsignes-konsignes sesuai dengan situasi dan kondisi wilayah masing-masing. diharapkan peserta didik dapat : Menjelaskan Pengertian Patroli. Indikator Hasil Belajar 1.

mengawasi. 8. Dalam rangka pelaksanaan kegiatan rutin kepolisian maka tugas patroli diarahkan dan digunakan untuk menekan jumlah terjadinya Dasar UU. No. 9.  Pencegahan bertemunya faktor niat dan kesempatan (N + K) yang memungkinkan timbulnya kriminalitas. Menjelaskan Patroli Menurut Fungsinya. Mengerjakan Rencana Kegiatan Patroli.    3. Perturan kababinkam Polri No. Swakarsa. dengan jalan mendatangi menjelajahi. 4. 7. Pol : Skep/249/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang Patroli.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 6. Melakukan Pengawasan dan Pengendalian Patroli. Pengertian Patroli adalah salah satu kegiatan kepolisian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih anggota Polri sebagai usaha mencegah bertemunya niat dan kesempatan. 1. Menjelaskan Konfigurasi Standar Patroli. mengamati . Diperolehnya informasi tentang kemungkinan timbulnya gangguan kamtibmas. Pencegahan terjadinya gangguan kamtibmas. perlindungan dan pengayoman masyarakat. juga termasuk cheking kesiapan penjaga Rumah Tahanan Negara. 2. maka ptroli mempunyai tugas melakukan pengecekan atau Wasdal terhadap giat Siskamling pemukiman / ronda dan kegiatan keamanan yang dilakukan Satpam di perusahaan dan instansi pemerintah. Pemberian rasa aman.11 tahun 2009 tanggal 31 Desember 2009.      4. serta menuntut kehadiran Polri untuk melakukan tindakan kepolisian guna memelihara ketertiban dan keamanan umum masyarakat. Tugas dan Peranan Patroli Tugas Patroli : Dalam rangka menampilkan peranan sabhara dalam Siskam.  tengah masyarakat. Pembatasan gerak provokator dan separatis di tengahtengah masyarakat. Mengerjakan Laporan Hasil Patroli. memperhatiikan situasi dan kondisi yang diperkirakan akan menimbulkan gangguan Kamtibmas. 2 Tahun 2002 Skep Kapolri No. 10.1. tentang Patroli Tujuan Patroli Peningkatan kehadiran Polisi berseragam di tengah-  FUNGSI TEKNIS SABHARA 42 .

macam / bentuk dan fungsi Patroli Patroli menurut metode / cara Patroli Lingkungan Patroli Blok Patroli menurut daerah sasaran : Patroli dalam kota Patroli luar kota Patroli antar kota Patroli perairan Patroli daerah konflik Patroli medan berat Macam / bentuk Patroli terdiri dari : Patroli jalan kaki Patroli bersepeda Patroli ranmor darat Patroli ranmor perairan Patroli berkuda Patroli dengan Hellycopter Menurut fungsi patroli terdiri dari : Patroli Deteksi Bila mendapat informasi segera membuat laporan informasi selanjutnya koordinasikan dengan Intel.       5. Dalam rangka pelaksanaan operasi.1. daerah sasaran. Penampilan kegiatan patroli merupakan perwujudan kehadiran Polri ditengah masyarakat. Patroli berperan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan Kamtibmas terhadap masyarakat. tempat rawan dan cara dilakukannya kejahatan.3.2.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  kejahatan yang dikaitkan dengan analisa anatomi kejahatan yang meliputi antara lain Jam Rawan. 5. Peranan Patroli Patroli merupakan tulang punggung ( back bone ) Polri dalam upaya mencegah segala bentuk kejahatan / gangguan Kamtibmas. Patroli Represif 4.   5.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 43 . kepolisian maka tugas patroli diarahkan dan dapat digunakan sesuai target Operasional yang bersangkutan dengan tujuan untuk mencegah dan menanggulangi terjadinya tindak pidana / gangguan Kamtibmas yang justru menjadi sasaran Operasional tersebut selam berlangsung.2. Mencerminkan kesiap siagaan Polri setiap saat sepanjang waktu dalam upaya pemeliharaan dan menjamin Kamtibmas. mata dan telinga bagi kesatuan.       5. Sebagai sumber informasi.       5. Melakukan tindakan pertama di tempat kejadian.4. Metode / cara.

Satu orang sebagai anggota yunior.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  Bila menemukan kasus tertangkap tangan lakukan proses awal / Repawal kemudian koordinasikan dengan Reskrim. 6. Patroli bersepeda dilaksanakan oleh minimal 2 (dua) anggota Polri. bila menemukan kasus Tipiring / Perda maka lakukan tindakan penyidikan / Represif terbatas oleh Sabhara. b.pengaturan Lalu-lintas dalam rangka pengamanan kegiatan masyarakat.   d. FUNGSI TEKNIS SABHARA 44 .1 Kualifikasi Kemampuan :  Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP). 6.  Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket).2.  Pengaturan .   c. Patroli Simpatik Bila menemukan kemacetan Lantas segera lakukan pengaturan lantas.  Melakukan tindakan Represif Tahap Awal. Patroli berjalan kaki minimal dilaksanakan oleh 2 (dua) orang anggota terdiri dari :  Satu orang sebagai anggota senior. Patroli Roda 4 : Sedan : 1 sedan diawaki 3 orang  Satu orang sebagai anggota senior. Satu orang sebagai anggota yunior.  Komunikasi verbal.  Memroses Tipiring. Konfigurasi standard. Patroli Negosiasi Bila melihat kasus perkelaian kelompok. Patroli Dialogis Bila mendatangi kegiatan keamanan lingkungan agar lakukan komunikasi kamtibmas / bimbingan penyuluhan.  Patroli di daerah konflik. 6. Unjuk rasa lakukan tindakan awal dengan Negosiasi. Patroli sepeda motor dilaksanakan minimal 2 (dua) orang anggota Polri dengan menggunakan 1 unit sepeda motor terdiri dari : Satu orang sebagai anggota senior.  Satu orang sebagai anggota yunior.2. 6. 1 (satu) orang satu unit sepeda terdiri dari : Satu orang sebagai anggota senior.1.2.2 Jumlah Personel Unit Patroli dapat melakukan : a. Nama Satuan : Unit Patroli Kekuatan : 6.

Satu orang sebagai anggota senior. Patroli Perairan dilaksanakan oleh unit patroli Perairan (diatur dengan ketentuan tersendiri). Satu s/d dua orang sebagai pengemudi. Dua orang sebagai Pawang. Gampol yang berlaku sesuai ketentuan Kelengkapan perorangan Sabhara Polri terdiri dari : Sabuk Sabhara Selempang Pet / Helm / Topi Lapangan (sesuai kegiatan). Satu orang sebagai pengemudi. 6. b. Patroli berkuda dilaksanakan minimal 2 (dua) orang anggota Polisi dengan menggunakan 2 (dua) ekor kuda Polisi terdiri dari :  Satu orang sebagai anggota senior.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 45 . Satu orang sebagai pengemudi. Patroli daerah konflik dilaksanakan minimal 1 (satu) regu / 10 orang dengan 2 (dua) unit Ranmor minibus atau 1 (satu) unit Ranmor truk/Rantis terdiri dari : Satu orang sebagai Kepala Regu. Peralatan dan Perlengkapan 6. Pickup : 1 pick-up    diawaki 6 orang Satu orang sebagai anggota senior.  Satu orang sebagai anggota yunior. Empat orang sebagai anggota yunior. Satu orang sebagai anggota yunior Mini bus : 1 minibus diawaki 4 orang. Tongkat T" Borgol Peluit Tanda Kewenangan Ransel serbaguna (untuk di daerah konflik atau patroli jarak jauh dengan berjalan kaki). Dua orang sebagai anggota yunior.3. Satu orang sebagai operator komlek. Enam s/d tujuh orang sebagai anggota. Patroli Satwa Anjing dilaksanakan minimal 4 (empat) orang anggota Polisi dengan menggunakan 2 (dua) ekor anjing Polisi terdiri dari : Dua orang sebagai Pelindung.3.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   Satu orang sebagai pengemudi.1 Umum a.

Manajemen Patroli 7. 7.2 Khusus  Kendaraan Taktis / Kendaraan khusus untuk daerah konflik. Kendaraan Sepeda Ranmor R2 Ranmor R4 1.  Tongkat "T"  Lampu senter  TKP Kit  Kendaraan patroli FUNGSI TEKNIS SABHARA 46 . 2.1.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI c. 4. Sedan Minibus Pick-up Truk e. d. Tahap Persiapan 7.1. Persenjataan Revolver untuk Kepala Regu Senpi laras panjang untuk daerah konflik.2 Mengecek perlengkapan/peralatan antara lain :  Senjata Api  Borgol.3.  TKP Kit  Alat Sistem Posisi geografi (Geographic Positioning System/GPS). Perlengkapan mobil patroli Perangkat pengeras suara Lampu Rotator Publik address Senter PPPK Senter pengatur lalu-lintas 6. f.1. Alat transportasi air (di daerah rawa dan sungai) Alkom Telepon imp Handy Tatky{HT) Megaphone g.1 Mengecek kerapihan gampol dan sikap tampang 7. 3.

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 7.1.2. Parkir kendaraan tanpa dikunci/di luar dan lain-lain.  KTA  Buku catatan  Surat Perintah  SIM.1.1 Umum Secara umum. Mendatangi sentra-sentra kegiatan masyarakat yang bersifat situasional : Keramaian. Route. FUNGSI TEKNIS SABHARA 47 .    d. Memberikan perlindungan dan pengayoman yang diperiukan masyarakat.2. f. sasaran Patroli Cara bertindak Hal-hal khusus yang perlu atensi    h. g. Pos-pos keamanan lainnya. b. STNK  Blanko Ren Giat Patroli  Blanko Laporan Patroli 7. Tahap Pelaksanaan 7.4 AAP    7.3 Mengecek administrasi/Surat-surat . Berkomunikasi dengan masyarakat dengan maksud memperoleh informasi-informasi penting bagi tugas Kepolisian. Mendatangi tempat-tempat penyelenggaraan keamanan swakarsa untuk koordinasi dan saling tukar menukar informasi : Pos kamling. e. Pos satpam. Kegiatan masyarakat lainnya. Menjelajahi daerah dan route yang telah ditentukan dan melihat kemungkinan adanya kerawanan. setiap unit patroli yang telah berada di lapangan harus melaksanakan tindakan sebagai berikut : a. Pertunjukan. Memberikan peringatan kepada warga masyarakat yang lalai mengamankan diri dan harta bendanya : Lupa menutup pintu Jemuran masih berada di luar.    c. Mewaspadai kemungkinan berubahnya PG menjadi GN. Memberikan peringatan kepada masyarakat yang karena ketidaktahuannya melakukan pelanggaran.

Mencatat informasi yang didapat di kawasan patroli (dalam buku catatan patroli) Yang diperoleh dari masyarakat Yang ditemukan sendiri. bersikap ramah. tokoh agama. gedung.    4. dan tempat yang rawan.  Patroli Jalan Kaki.     3.2. berwibawa. sewaktu . Bila keadaan aman. l. Mengenali daerah patroli Kenah bangunan yaitu letak bangunan. adat istiadat. j. tokoh masyarakat. tidak bermain / bersendagurau dan dilarang merokok atau bersikap tidak pantas. sehingga dapat melihat /mendengar sesuatu untuk dilaporkan atau diambil tindakan seperlunya. tujuan. Pandangan ke depan. Melakukan tindakan represif tahap awal. Mengambil tindakan terhadap pelanggaran Tipiring. sopan santun. instansi pemerintah dan obyek vital. tampang harus bersih. Melaporkan perkembangan situasi daerah patroli. Kenali jalan-jalan yaitu arah. k. 7. Melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian. maka senjata api bahu disandang di pundak kanan (bila hujan laras dibawah). Tindakan petugas Posisi Berjalan yaitu Tindakan petugas patroli harus berdasarkan norma / peraturan / instruksi dan atasan.   m. secara khusus melaksanakan kegiatan sebagai berikut : a.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI i. Sikap Petugas Petugas berjalan dengan tegap. Senantiasa bersikap 3 S (Senyum-Sapa-Salam) Cara membawa senjata api sesuai ketentuan : Peluru ada di magazen dimasukkan ke senjata dan dikunci.waktu menoleh dan gunakan panca indera ke-enam (perasaan).   FUNGSI TEKNIS SABHARA 48 . 1. Bila keadaan bahaya. Senjata api genggam agar dimasukkan dalam holster yang tertutup.2 Khusus Sesuai dengan cara melaksanakan patroli. Kenali penduduk/ masyarakat yaitu pejabat. maka ambil sikap depan senjata.   2.

bel.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI          b. Perhatikan hal-hal yang bersifat ganjil. Laporkan situasi bila ada hal yang ganjil segera dilaporkan pada atasan untuk meminta bantuan. gedung. tujuan. Kenali penduduk /masyarakat : pejabat. mungkin ada informasi yang penting (terutama di daerah yang rawan). tokoh masyaraKat. Pada tempat-tempat yang dianggap rawan. pompa. Hal yang perlu diperhatikan sebelum pelaksanaan patroli bersepeda antara lain : Cek sepeda rem. Mengenali daerah patroli Kenali bangunan : letak bangunan. penjagaan malam tidak nampak kesibukan khusus (keramaian rapat. tokoh agama. Sesekali berjalan kearah semula.   2. Kenali route wilayah patroli untuk mengetahui situasi atau keadaan yang ganjil misal : pintu/jendela yang terbuka. alkom. adat istiadat. dapat berjalan kaki dengan sepeda dituntun. FUNGSI TEKNIS SABHARA 49 . ban. Pandangan bebas Bawa senjata api sesuai ketentuan yaitu senjata api bahu dibawa di punggung senjata (laras di pundak kiri). Berhenti dan melihat kebelakang. Berhenti sebentar di persimpangan dan di tempat terlindung serta lihat ke segala arah. Patroli Bersepeda. stir. sadel. daerah yang rawan. petugas yang satu berhenti dan melihat ke belakang. Memberikan bantuan bila diperlukan patroli berjalan kaki. 1. megaphone. pengajian). Cek peralatan kunci.     3. senter.        Berjalan di tepi jalan sebelah kiri Berjalan sebelah menyebelah (petugas yang satu sebelah kiri dan satu sebelah kanan) agar dapat bergerak dengan leluasa. sementara yang lain berjalan terus demikian secara bergantian terutama pada malam hari dan di tempat yang sunyi. Berhenti di tempat tertentu dan bila bertemu orang sesekali diajak bicara. Berjalan berbanjar di sebelah kiri jalan dan tidak terlalu cepat. Jangan mengikuti route yang tetap. instansi pemerintah dan obyek vital Kenali jalanan arah jalan. lampu berco. Sikap petugas Patroli bersepeda Sikap di sepeda tegap. Pada malam hari sepeda harus berlampu.

Tindakan petugas Adakan tindakan pertama yaitu melakukan pelayanan terhadap masyarakat dan tindakan segera apabila menemukan kasus tertangkap tangan. Tindakan petugas patroli sepeda motor:      7. kecelakaan lalu-lintas dan lain sebagainya. Sengaja menghindarkan diri dari patroli Parkir tidak wajar Kendaraan yang mencurigakan Kendaraan yang melanggar peraturan lain lintas agar diambil tindakan sesuai prosedur.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 4. 6. gedung gedung. tujuan. 5. kebakaran. Mengenal daerah patroli meliputi : Kenali bangunan : letak bangunan. adat istiadat. Perhatikan tempat-tempat rawan dan kendaraan di jalan yang : Berjalan tidak wajar. c. tokoh agama. Kecepatan sedang agar dapat melakukan pengamatan. Mengikuti peraturan lalu-lintas koordinasi 3. instansi pemerintah. iklim. sungai.     8. daerah rawan Kenali penduduk/masyarakat : pejabat. Kenali medan : pegunungan.    Roda dua (Sepeda motor) Sikap patroli sepeda motor Sikap petugas tegap Pandangan bebas Membawa senjata api sesuai ketentuan. 1. tokoh masyarakat. Sebagai penghubung dan dengan patroli berjalan kaki dan patroli bersepeda. obyek vital Kenali jalan-jalan arah. rawa. FUNGSI TEKNIS SABHARA 50 . cuaca. 4. Memberikan bantuan bila diperlukan oleh Patroli bersepeda dan berjalan kaki. tempat yang berbahaya.

6. kecelakaan lalu-lintas. kebakaran dan lain-lainnya. d.   2. Memberikan bantuan bila diperlukan oleh Patroli berjalan Kaki. agar kecepatan disesuiakan untuk pengamatan yang baik. FUNGSI TEKNIS SABHARA 51 . Sasaran Patroli PG dan GN yang terdapat pada blok atau lingkungan yang menjadi daerah Patroli. Tindakan petugas patroli meliputi : Adakan tindakan pertama pelayanan masyarakat dengan segera. 3. Perhatikan tempat-tampat rawan dan kendaraan dijalan yang : Berjalan tidak wajar. kebakaran dan lain-lainnya. 8. Patroli dalam kota Dilaksanakan oleh Unit Patroli Sabhara. 4. Hal yang harus diperhatikan apabila berpatroli menggunakan kendaraan bermotor.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Adakan tindakan pertama yaitu melakukan pelayanan masyarakat dengan segera apabila menemukan kasus tertangkap tangan.      7. 4. Kecepatan sedang agar dapat melakukan pengamatan. Kendaraan yang mencurigakan. Mengenali daerah patroli yang sering dilalui ineliputi : pengenalan bangunan. e. Sengaja menghindarkan diri dari kendaraan patroli. 1. pengenalan medan. Bersopeda dan berjalan Kaki. Parkir tidak wajar. pengenalan penduduk. Mengendarai kendaraan roda dua dan roda empat. Sikap petugas di atas kendaraan Sikap tegap Pandangan bebas Mengikuti peraturan lain lintas. Sebagai penghubung dan koordinasi dengan patroli bersepeda Motor. Metode yang digunakan Berjalan kaki Bersepeda. bersepeda dan bersepeda motor. Kendaraan yang menlanggar peraturan lalu-lintas agar diambil tindakan sesuai prosedur. kecelakaan lalu-lintas. 5. 2.    3. Roda empat 1. yaitu tertangkap tangan. pengenalan jalan.

Patroli Perairan (diatur dengan ketentuan tersendiri) Patroli daerah konflik Memberikan rasa aman kepada masyarakat Mencegah oknum – oknum provokator. didengar dan dialami selama patroli serta kondisi anggota unit. Dilaksankan dengan menggunakan ranmor roda dua dan roda empat. 2. Patroli Antara Kota Dilaksanakan oleh Unit Patroli Sabhara. Ketentuan lain FUNGSI TEKNIS SABHARA 52 . Setiap Unit Patroli antar kota wajib menyinggahi satwil yang berada pada jalur patroli untuk melaporkan dan mendapatkan informasi sebelum melanjutkan patroli.  Melapor kepada Kajaga / KS SPK tentang kedatangannya sekaligus melaporkan semua yang dilihat.3. 1. Patroli berkuda (diatur dengan ketentuan tersendiri).   g. Melaporkan kedatangannya pada Satwil terdekat. Hal yang perlu diperhatikan : Apabila penemuan PG maupun GN pada saat berada dalam wilayah Yuridis satuan kewilayahan agar mengambil TPTKP dan selanjutnya menyerahkan penyelesaiannya kepada Satwil yang berwenang. 3. 8.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI f.      7. 2. Dilaksanakan secara Overtap melintas wilayah yuridiksi satuan wilayah yang saling berbatasan sampai pada satuan kewilayahan terdekat (Mungkin Polsek / Polres / ).  Menyerahkan hasil pelaksanaan patroli yang menyangkut penanganan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian (TPTK)/Tipiring (tahanan. Selama patroli selalu dalam keadaan siap siaga. 4. Patroli dengan satwa anjing (diatur dengan ketentuan tersendiri). pada waktu kembali jangan melewati route berangkat patroli. 1. barang bukti dan lain-lain). separatis melakukan kegiatan Tentukan route patroli. Tahap Pengakhiran Setiap unit patroli yang kembali dan melaksanakan tugas patroli agar :  Apel konsolidasi sekaligus melakukan pengecekan peralatan / perlengkapan. 3. 5.  Menyerahkan laporan tertulis tentang hasil pelaksanaan patroli. Setiap melintas didaerah tertentu (rawan) tentukan tempat-tempat penyelamatan.

Ketentuan lain yang berkaitan dengan petunjuk kegiatan ini sepanjang tidak bertentangan dapat digunakan sebagai rujukan agar lebih memantapkan pelaksanaan tugas patroli. Sistem laporan menyesuaikan dengan prosedur hirarki yang berlaku. Untuk mendapatkan nilai aplikatif yang optimal tidak menutup kernungkinan Kasatwil menjabarkan dalam bentuk "Urut-urutan Tindakan" sesuai dengan situasi dan kondisi wilayah masing-masing.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI     Dukungan administrasi dan logistik menggunakan sarana dan fasilitas organik yang tersedia. FUNGSI TEKNIS SABHARA 53 .

diharapkan peserta didik dapat : 1. tentang Pengawalan Melakukan Pentahapan Kegiatan Melakukan Pengawasan dan Mengerjakan Rencana Kegiatan Menjelaskan Pengertian Pengawalan. mengamankan barang berbahaya tersebut dari tindak kejahatan/sabotase dari pihak lain. 10 Tahun 2009. Pol : Skep/263/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang Pengawalan. Pengawalan Tahanan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk mengamankan/melindungi tahanan agara tidak terancam jiwanya dari gangguan orang lain atau melarikan diri. 8.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB VI MANAJEMEN PENGAWALAN Kompetensi Dasar 1. tanggal 31 Desember 2009. Menjelaskan Konfigurasi Standar    2. keselamatan atas jiwa dan harta benda dari satu tempat ke tempat lain. 9. Peraturan Kababinkam Polri No. Pengawalan barang berbahaya adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk melindungi. 5. Menjelaskan Tujuan Pengawalan.  Pengertian Pengawalan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh anggota Polri untuk menjaga keamanan. Pengawalan 1. Menjelaskan Tugas Pengawalan. 4. 2. 2 Tahun 2002 Skep Kapolri No. Menerapkan Kegiatan Tugas Pengawalan. Memahami Pengetahuan Tugas Pengawalan. Pengendalian Pengawalan. No. 7. Indikator Hasil Belajar Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab VI. Pengawalan. Menjelaskan Sasaran Pengawalan. Pengawalan VIP adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk mengamankan/melindungi pejabat tertentu selama melakukan kegiatan agar tidak terancam jiwanya (pelajaran khusus VIP). 2. Menjelaskan Peranan Pengawalan. Dasar UU.    FUNGSI TEKNIS SABHARA 54 . 3. Pengawalan. 6.

2.1. 3. kebakaran maupun sabotase dari pihak lain.1 Tahanan    3. Tugas dan peranan Pengawalan Tugas Pengawalan Melaksanakan perlindungan dan Pengamanan terhadap orang / barang dalam perlindungannya dengan aman.2.   3. Mencegah terjadinya segala bentuk gangguan kamtibmas / pelanggaran Hukum / tindak pidana yang berhubungan langsung dengan kelancaran Pengamanan kegiatan pengawalan selama perjalanan sampai tiba di tempat tujuan. 3. Untuk menjaga keamanan terhadap barang berbahaya agar tidak terjadi peledakan. tertib dan utuh sampai tujuan. Untuk memberikan pengamanan dan keutuhan harta benda yang menjadi obyek pengawalan Sasaran Untuk membantu proses hukum terhadap tahanan. 4. Peranan pengawalan Pengawalan merupakan tulang punggung ( back bone ) Polri dalam upaya mencegah segala bentuk kejahatan / gangguan Kamtibmas.2. Konfigurasi standard  4. Tujuan dan Sasaran Pengawalan Tujuan Untuk memberikan pengamanan dan keselamatan terhadap orang dan tahanan. Penampilan kegiatan pengawalan merupakan perwujudan kehadiran Polri ditengah masyarakat.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3.2 Orang   4. FUNGSI TEKNIS SABHARA 55 . Melakukan tindakan pertama di tempat kejadian.  Memberikan pengamanan dan keselamatan terhadap orang sampai tujuan.     5.2. Agar tahanan terhindar dari gangguan pihak lain. Untuk mencegah agar tahanan tidak melarikan diri.1. Mencerminkan kesiap siagaan Polri setiap saat sepanjang waktu dalam upaya pemeliharaan dan menjamin Kamtibmas.

   a.1. KTA.1.  Personel Pengawalan orang/tahanan dilaksanakan oleh anggota Polri minimal 2 (dua) orang atau disesuaikan dengan jumlah tahanan yang dikawal.  5.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 5. Periksa identitas diri. Tahap Persiapan 6. Periksa perlengkapan buku saku.1 Cek perlengkapan    Surat perintah tugas.3. Revolver Laras panjang Angkutan Ranmor roda 4  Sedan  Minibus  Pick up  Truk  Rantis Alat angkut lainnya  Kereta api  Kapal Laut  Perahu  Pesawat terbang Alkomlek  Telepon/Handphone  Handy Talky (HT)  5. KTP. perbekalan. Kemampuan Kemampuan yang harus dimiliki oleh anggota pengawalan      6. Pengawalan barang berharga dan barang berbahaya dilakukan oleh anggota Polri minimal 2 (dua) orang.2. pulpen. b. FUNGSI TEKNIS SABHARA 56 . b. Bela diri Mahir menembak Kemampuan mengemudi Menguasai rute yang dilalui Menguasai teknik dan taktik pengawalan Manajemen Pengawalan 6.1. Perlengkapan Gampol yang berlaku sesuai ketentuan Persenjataan a.

Lakukan pemborgolan. pompa. STNK. petugas pembawa dokumen (nama. Periksa keadaan borgol apakah dalam keadaan baik/layak pakai beserta kuncinya. tindakan darurat dan penggunaan senpi dan lain-lain. keadaan umum. Posisi petugas. stir. oli.1.  6. lak. jabatan). lampu rotator dan sirene. lampu. jumlah. FUNGSI TEKNIS SABHARA 57 .  6. segel lak. periksa tahanan dengan cermat sehingga petugas yakin dan perhatikan kondisi tahanan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 6. rute yang dilalui. barang milik negara. Pengawalan dengan menggunakan Ranmor R–4   b.1. klakson. Periksa keadaan barang berharga. jumlah tahanan. ban. dan 6. pengaturan dan pembagian tugas sesuai kebutuhan (harus jelas siapa mengerjakan apa. kotak P3K. pembungkusan/penyegelan. kesehatan tahanan dan kondisi umum tahanan. jumlah. penjelasan waktu. ukuran.3 Periksa obyek pengawalan   Periksa keadaan tahanan. bentuk ciri-ciri. SIM. dan rute cadangan pengawasan khusus terhadap tahanan yang berbahaya. jarak yang di tempuh. BBM. Tahap Pelaksanaan 6. Periksa perlengkapan. bertanggung jawab kepada siapa).1. alat pemadam. Bila dalam rangkaian kegiatan yang diduga tidak selesai (sidang pengadilan) adakan pengamanan di sekitar lokasi dan tunggu sampai selesai. Petugas berada di belakang tahanan.   Periksa Keamanan dan kelayakan kendaraan (rem. Periksa surat kendaraan dan pengemudi.2 Cek Kendaraan  lain-lain. jenis. tali besar dan dongkrak. Pemberian petunjuk – petunjuk / konsignes.   Pengawalan berjalan kaki Pengamanan terhadap tahanan. Periksa dokumen pembungkusan. borgol kedua tangan tahanan ke belakang. ciri-ciri dan keadaan umum.4 Menerima AAP  Pembagian tugas. Catat dan buat tanda terima bukti penyerahan dan ditandatangani. kunci-kunci.2. lampu merah pada kap mobil. keadaan cuaca. bila tahanan tampak berbahaya rapatkan jarak . dan lain-lain).1 Pengawalan Tahanan a. jaga jarak sedemikian rupa.2. Hindari komunikasi dengan tahanan pada saat pengawalan berlangsung serah terimakan tahanan dengan baik setelah samapai tujuan.

kemudian tahanan dijauhkan dari kerumunan orang. tahanan tetap dalam keadaan diborgol dan satu sama lainnya diikat dengan tali. Setelah tiba di stasiun pemberangkatan pengawal mengadakan pengamanan tempat menunggu para tahanan. Lakukan koordinasi dengan Kapten kapal. Bila jarak cukup jauh tentukan route yang ditempuh dan waktu pemberangkatan. Kepala/komadan pengawalan duduk pada bagian depan disamping pengemudi sebagai pengendali selama perjalanan. maka atas izin dari Kapten kapal dapat ditempatkan pada tempat lain yang memenuhi syarat keamanan. kemudian disusul oleh para tahanan satu persatu sampai habis dan di susul oleh pengawal lainnya.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI     Tahanan di borgol.  Jika tahanan yang dikawal jumlahnya banyak dan ruangan sel dalam sempit. Pengawalan tahanan dengan menggunakan transportasi air c. kondisi tahanan. Patuhi peraturan yang berlaku diatas kapal Perahu Tahanan membantu mendayung Dilarang melakukan pada malam hari. Di dalam gerbong kereta api. Posisi pengawal dengan tahanan duduk berdampingan. Pengawalan tahanan dengan menggunakan kerta api. Posisi petugas pengawal duduk didepan dengan tetap waspada. jika terpaksa bermalam maka dititipkan di kantor polisi terdekat Pengawalan dengan perahu hanya dipergunakan pada perairan yang dangkal Pengawalan tahanan dengan menggunakan pesawat terbang Usahan tahanan langsung menuju pesawat. pengawal pertama harus turun terlebih dahulu kemudian diikuti oleh para tahanan dalam keadaan diborgol dan diikuti pengawal lainnya. didahului oleh petugas pengawal. hindari perjalanan malam hari dan apabila terpaksa harus bermalam di perjalanan usahakan dititipkan di kantor Polisi terdekat. Kapal Bermesin   ada. Semua tahanan yang dikawal tetap diborgol kecuali jika mereka sudah dalam sel terkunci. di cek jumlah tahanan.. perintahkan naik kendaraan satu persatu dan duduk berhadapahadapan. gunakan sirene/lampu rotator.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 58 . Untuk naik ke gerbong kereta api. Kecepatan kendaraan disesuaikan dengan sesuai lalu lintas. Tempatkan tahanan di ruang khusus (sel) kapal apabila      e. Jika tahanan ingin pergi/masuk kamar kecil (WC) ia harus dikawal. hal ini untuk mencegah tahanan dapat melarikan diri atau bunuh diri. Tiba di statsiun tujuan. pintu WC tidak boleh ditutup.      d.

Laporkan posisi setiap saat melaui alkom yang ada. Adakan serah terima kepada petugas yang berhak menerima dan buat berita acara penyerahan barang-barang tersebut.  Sampai di tempat tujuan Kumpulkan seluruh petugas dan pembawa barang-barang satu persatu bersama-sama barang yang dibawa. Posisi barang berada ditengah. Bila jarak yang ditempuh cukup jauh dengan medan yang berat tambah kekuatan personel / pengawal. 2. Tentukan pembawa barangbarang (dari instansi pengguna). Gunakan sirene/lampu rotator. 2. pembungkus. hindari medan yang sulit.  b. Pembagian tugas Lakukan pembagian tugas dengan jelas siapa yang berada di depan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   f. label/lak apakah masih utuh sedangkan penanggung jawab tetap dari instansi pengguna/pemilik. Petugas pengawal tetap waspada dan tahanan tetap diborgol demi keamanan. 1. Mengendarai sepeda motor dengan cara yang benar.  Perhatian bagi pengawal Hindari perjalanan pada malam hari (bila terpaksa hubungi kantor Polisi yang akan dilalui) Laporkan posisi setiap saat pada kesatuan melalui alkom yang ada. disamping. serta dibelakang. Selama dalam perjalanan Atur kecepatan langkah selama dalam perjalanan.2. 3.   Dengan berjalan kaki Persyaratan keamanan barang Periksa barang akan dikawal antara lain jumlah barang. Hal yang perlu diperhatikan oleh pengawal.  Dengan bersepeda motor Formasi pada saat berjalan satu sepeda motor sebagai pembuka jalan. sedangkan pengawal lainnya berada dibelakang. Pengawalan tahanan wanita Pengawalan tahanan wanita harus didampingi oleh anggota Polwan. Adakan pergantian / aplus bagi pembawa barang dan tentukan waktu serta tempat istirahat.      FUNGSI TEKNIS SABHARA 59 . 6. 2. 1.   Tahanan tetap dalam keadaan diborgol Upayakan kendaraan penjemputan menuju pesawat.   1. Atur kecepatan sesuai situasi lalu lintas. cari yang terdekat.2 Pengawalan barang-barang berharga a.

Jaga jarak kendaraan 3. Gunakan peluit dalam keadaan macet atau tertahan. menendang. Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas pengawalan. agar melakukan: Apel konsolidasi sekaligus melakukan pengecekan peralatan/perlengkapan. Hal-hal yang perlu diperhatikan : 1. Jangan mengadakan gerakan yang kurang etis (berdiri. 6. Mengecek kesehatan tahanan/orang. menghardik) kepada pengendara lain. keutuhan barang-barang yang dikawal. 2.   Dengan menggunakan Ranmor R – 4 Formasi pengawalan prinsipnya sama dengan pengawalan menggunakan sepeda motor. Perhatikan bila ada perubahn route yang mendadak dan segera laporkan pada Induk Kesatuan. Pasang sabuk pengaman Tahap Pengakhiran (Pengawasan dan Pengendalian) Setelah melaksanakan tugas pengawalan.     FUNGSI TEKNIS SABHARA 60 .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 1.3. Bagi kendaraan penutup cegah jangan ada yang mendahului 2. Mengecek keamanan. 3. Jangan sekali-kali melepaskan pegangan stang/stir sepeda motor. c.

Menerapkan Pengetahuan Tentang TPTKP. FUNGSI TEKNIS SABHARA 61 . 7. Indikator Hasil Belajar Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab VII. Menjelaskan Pengetian TKP Menjelaskan Cara Bertindak di TKP Melakukan Penanganan TPTKP Melakukan Pengawasan dan Pengendalian TPTKP Melakukan Pelaporan Tentang TPTKP Melakukan Kegiatan TPTKP Pengertian Tempat Kejadian Perkara (TKP) adalah tempat dimana telah terjadinya suatu tindak pidana atau tempat-tempat lain dimana ditemukan barang bukti yang ada hubungannya dengan tindak pidana tersebut. diharapkan peserta didik dapat : 1. Pasal 111 ayat (3) KUHAP : Penyelidik dan penyidik pembantu yang telah menerima laporan segera datang ke tempat kejadian. Memahami Pengetahuan Tentang TPTKP. 2. 6. Tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP) adalah tindakan kepolisian yang harus dilaksanakan dengan segera setelah terjadinya suatu tindak pidana untuk melaksanakan/ memberi pertolongan dan perlindungan kepada korban/anggota masyarakat serta tindakan represif tahap awal dengan tujuan agar tempat kejadian tersebut dalam keadaan status quo guna mencari kebenaran materiil dalam penyidikan perkara.     Dasar Hukum Pasal 7 ayat (1) huruf b KUHAP : Penyidik karena kewajibannya mempunyai wewenang melakukan tindakan pertama di tempat kejadian. 5. 2. 3. Menjelaskan Pengertian TKP dan TPTKP Menjelaskan Dasar Hukum TPTKP.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB VII MANAJEMEN TINDAKAN PERTAMA DI TEMPAT KEJADIAN PERKARA Kompetensi Dasar 1. 1. dan melarang setiap orang untuk meninggalkan tempat selama pemeriksaan belum selesai. 8. 4. 2.

i ”. b “. 3.1 Korban luka berat/ringan/pingsan      saksi-saksi.2 Keadaan korban kritis/gawat    Catat identitas.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  1. : SKEP/260/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang petunjuk kegiatan TPTKP. g. tanggal 31 Desember 2009.h . Pasal 18 huruf (1) tentang diskresi kepolisian. Usahakan mendapat keterangan dari korban tentang pelaku dan FUNGSI TEKNIS SABHARA 62 . 5. 3. h. tentang TPTKP. Pasal 4. 3. Pasal 15 huruf (1) point “ f. Tandai letak korban. 3.  Berusaha menangkap pelaku yang diperkirakan berada di TKP.1. 4. 12 Tahun 2009. Kegiatan petugas Polri di TKP sebelum penyidik tiba adalah sebagai berikut : Terhadap tempat kejadian 3.2.  Rekam situasi TKP dengan handy cam / foto. Pol. Kirimkan ke dokter/rumah sakit terdekat.  Melarang setiap orang yang tidak berkepentingan untuk masuk ke TKP. 2. 5 dan 102 KUHAP Skep Kapolri No. 2 tahun 2002 tentang Polri : Pasal 14 huruf (1) point “ a. Usahakan untuk mendapatkan keterangan dari korban tentang siapa pelaku dan saksi-saksi serta barang bukti.2.   Undang-Undang No. i “ tentang melakukan TPTKP. Peraturan Kababinkam Polri No. Usahakan penyelamatan korban Lakukan pertolongan menurut petunjuk P3K. tentang larangan/keluar dari TKP. e . Pasal 16 huruf (1) point “ a. Catat identitas korban.  Dilarang menambah/mengurangi jejak/bekas barang bukti yang ada di TKP. tentang tugas umum.2.g . Menutup dan mengamankan TKP (mempertahankan status Quo) dengan Police Line  Memerintahkan orang-orang yang berada di TKP untuk tidak/dilarang meninggalkan TKP. b. Terhadap korban 3.  Minta bantuan / partisipasi masyarakat (RT/RW/Kades) untuk mengamankan TKP atau membubarkan massa.

Lakukan pengumpulan barang bukti di TKP dan sekitarnya. Catat identitas pelaku dan konfrontir dengan korban.    3.4. gambar dan rekam.3.2.  Bila posisi korban mengganggu arus lalu lintas dapat dipindahkan terlebih dahulu memberi tanda letak korban.  Kirimkan ke rumah sakit untuk mendapatkan visum et repertum 3.    3. Lakukan penggeledahan pakaian dan badan terhadap saksisaksi yang dicurigai terlibat serta menahannya hingga penyidik datang. mendengar.  Terhadap saksi Melakukan wawancara dengan mengajukan pertanyaan kepada orang-orang/pihak-pihak yang diperkirakan/diduga melihat. bila perlu lakukan penggeledahan pakaian maupun badan dengan teliti dan penuh kewaspadaan. Terhadap pelaku Cari.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3. tangkap dan geledah pelaku yang diperkirakan masih berada di TKP dan sekitarnya. Mengadakan pemeriksaan singkat terhadap saksi-saksi dan catat identitasnya serta melarangnya meninggalkan TKP untuk sementara waktu. Jaga jangan sampai melarikan diri/menghilangkan/ merusak barang bukti atau merubah posisi barang bukti.3 Korban meninggal dunia  Jaga agar tetap pada posisinya tidak perlu terburu-buru mengangkat / memindahkan korban. Terhadap barang bukti Jaga jangan sampai rusak/hilang atau berubah letaknya.    3. Mengklarifikasikan saksi-saksi yang diduga keras terlibat dalam tindak pidana tersebut.  Usahakan tidak terlalu banyak menyentuh korban.7 FUNGSI TEKNIS SABHARA 63 . Usahakan jangan meninggalkan TKP.5. mengetahui atau mengalami kejadian tersebut.    3. jika perempuan dilakukan oleh Petugas Polwan Pemberitahuan Segera hubungi kesatuan Polri terdekat dengan menggunakan alat komunikasi elektronik yang ada atau caraka. Beritahukan dan meminta bantuan kepada penduduk setempat agar supaya mau ikut menjaga keamanan di TKP. Catat dan beri tanda letak barang bukti yang terpaksa dipindahkan (perubahan) dengan foto. Laporan.6.

Mencari saksi-saksi yang mencatat identitasnya serta diperintahkan untuk tetap tinggal di tempat guna dimintai keterangannya sehubungan dengan tindak pidana yang terjadi. Nama dan alamat pelaku dan saksi. Pisahkan saksi-saksi yang satu dengan yang lainnya agar supaya tidak saling mempengaruhi sehingga akan menyulitkan petugas selama mendapatkan keterangan yang sebenarnya. Bagi kesatuan yang tidak memiliki Ka SPK maka orang yang ditunjuk/yang diberi tanggung jawab tersebut berfungsi dan bertindak seperti Ka SPK termasuk menangani TKP. Lakukan penggeledahan/penyitaan barang bukti yang ada pada tersangka terutama yang ada kaitannya dengan tindak pidana yang terjadi.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI      4. FUNGSI TEKNIS SABHARA 64 .     5. Membuat sketsa kasar/catatan kejadian sebagai bahan pembuatan laporan/berita acara pendapatan. maka dalam pelaksanaan TPTKP dilakukan oleh unit-unit operasional tersebut dengan pengawasan dan pengendalian dibawah kendali Ka SPK.  Setelah petugas dari fungsi Teknis datang (Serse/Lantas) segera melaporkan semua kegiatan yang telah dilaksanakan. Organisasi Tugas di TKP Bagi kesatuan yang memiliki Ka SPK yang membawahi unit-unit operasional (Reskrim. Mekanisme kegiatan fungsi Sabhara dalam penanganan TKP yang dikaitkan dengan tugas umum adalah merupakan pemberi informasi bagi fungsi-fungsi lain. Amankan pelaku/saksi/barang-barang bukti yang ditemukan di TKP. Tugas dan kewajiban Ka SPK dalam melaksanakan / melakukan TPTKP   5. Semua perubahan yang terjadi selama dalam melakukan kegiatan TKP. Jika TKP belum ada petugas pengamanan.2.1. Setelah menerima laporan/pengaduan tentang telah terjadinya tindak pidana. Lantas.E. Intelkam. ) bila diperlukan. Menyiapkan administrasi Visum Et Repertum ( V. maka Ka SPK beserta unsur-unsur operasionalnya segera mendatangi TKP untuk memimpin serta mengendalikan TPTK sebagai berikut : 5.     Jika di TKP sudah ada petugas yang melakukan pengamanan TKP maka kegiatan selanjutnya adalah : Perkuat/sempurnakan penutupan dan pengamanan TKP (pertahankan status quo). Serah-terimakan semua kegiatan penanganan TKP selanjutnya kepada petugas olah TKP. dan Binamitra). Memberitahukan keluarga korban bila ada korban.R. Semua barang bukti yang didapatkan/diamankan.

8. Jangan menambah atau mengurangi bukti di TKP. 5.  Pasang Police Line  Jaga TKP jangan sampai rusak (orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk). Ketua tim masuk ke TKP melakukan pemeriksaan dengan membawa tanda-tanda. Usahakan tangkap pelaku bila masih berada di TKP.  Beri tanda jalan masuk maupun keluar pelaku. Taktik dan Teknis dalam TPTKP. 5.  Catat waktu dan cuaca pada saat tiba di TKP  Pengamatan umum situasi di TKP  Pengamatan secara khusus terhadap Barang bukti di tempat kejadian.3. 7.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI      Melakukan pertolongan kepada korban. Minta bantuan masyarakat setempat (RT/RW/Kades) bila perlu. 6.       7. pelaku dan korban. Usahakan mencari saksi/orang yang mengetahui /mengalami. Amankan pelaku bila masih ada di TKP. Mengamankan barang bukti yang ditemukan di TKP maupun pelaku dan korban.   Kualifikasi kemampuan yang harus dimiliki seorang petugas TPTKP : Kemampuan kecepatan mendatangi TKP Kemampuan pengaturan lalu lintas Kemampuan menembak mahir Kemampuan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) Kemampuan berkomunikasi yang baik Kemampuan pengamatan dan penggambaran Peralatan dan perlengkapan Umum Gampol yang berlaku sesuai ketentuan Kelengkapan perorangan Sabhara Polri Sabuk Sabhara Selempang Pet Tongkat “T” Borgol Peluit Tanda kewenangan FUNGSI TEKNIS SABHARA 65 .1. Tempat kejadian perkara. Saksi. Atur posisi anggota. 7. 6. Tutup dan amankan TKP sehingga menjadi status quo.

P 3 K.2. 2. buku catatan ) Handy cam Kamera Tujuan dan sasaran Tujuan dilakukan TPTKP adalah : Pertolongan korban dan pengamanan TKP tetap dalam keadaan status quo.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  1. pencarian saksi. 9.  1.       9.1.2. Penangkapan pelaku. barang bukti dan petunjuk lain. pembungkus barang bukti.     1. 3. Sasaran Korban TKP Pelaku Saksi-saksi Barang bukti Bukti petunjuk lainnya Tahapan-tahapan dalam kegiatan TPTKP : Tahap persiapan Menyiapkan personel Kendaraan dan alat komunikasi Penyiapan Sabhara Kit APP : Penjelasan tugas Cara bertindak Penentuan route terpendek 4.1. Persenjataan Revolver Senjata api V 2 Sabhara Kendaraan Ranmor roda dua Ranmor roda empat Alkom Handphone (HP) Handy Talky (HT) Perlengkapan khusus Sabhara Kit ( Police line.    8.  1. senter. FUNGSI TEKNIS SABHARA 66 . 7. 2. 2. tali. Sebagai dasar dimulai penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. 2. 8.    8. Koordinasi dengan fungsi-fungsi Teknis dan fungsi pendukung lainnya.

Mengamankan barang bukti dengan memberikan tanda-tanda. barang bukti dan saksi yang ditemukan.2. Catat tempat. Pembukaan/pembebasan police line / garis polisi (oleh Ka SPK) Tahap Pengakhiran Pengecekan terhadap personel Pengecekan terhadap perlengkapan Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas Kaji ulang Manajemen Operasional TPTKP 9. waktu kejadian dan keadaan cuaca. Perencanaan. Mengamati secara umum tentang situasi. modus operandi dan pelaku. baik orang maupun barang atau benda-benda. FUNGSI TEKNIS SABHARA 67 .     10.  Data Potensi Gangguan yang meliputi bentuk/sifat dan lokasi. maka petugas tersebut harus menjaga status quo (menjaga keaslian TKP) Tahap pelaksanaan TPTKP Tindak Pidana/kriminalitas Lakukan pertolongan terhadap korban Pasang police line atau peralatan tali lainnya. 10.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  Terhadap TKP yang ditemukan langsung oleh petugas Polri dalam pelaksanaan patroli/penjagaan. diketahui langsung tentang terjadinya tindak pidana. Tangkap pelaku bila masih berada di sekitar TKP.1. Menyiapkan peralatan yang digunakan di dalam penanganan TPTKP.              9.  Data / konfigurasi Kamtibmas yang meliputi jumlah kejadian. Catat orang-orang yang berada di TKP terutama orang yang mengetahui tentang kejadian dan perintahkan untuk tidak meninggalkan TKP. pengaduan. Sebagai seorang supervisor sebelum melaksakan penanganan TPTKP diharuskan membuat perencanaan penanganan TKP dengan merumuskan sasaran kegiatan yang bersumber dari :  Laporan. 102. lokasi kejadian. Membuat gambar/sketsa Membuat berita acara pendapatan di TKP Menyiapkan permintaan visum et repertum Meminta bantuan anjing pelacak bila diperlukan. waktu kejadian.3. tertangkap tangan.   Pengorganisasian : Menyusun kekuatan yang dilibatkan dalam kegiatan penanganan TPTKP. Menyerahkan hasil pengamanan TKP termasuk langkah-langkah yang telah diambil kepada petugas penyidik beserta pelaku.

Pengawasan dan Pengendalian. Tindakan anggota selama penanganan TPTKP.3. Menyiapkan administrasi yang dibutuhkan dalam penyidikan 10. Sarana pendukung dengan menggunakan komunikasi yang ada FUNGSI TEKNIS SABHARA 68 .4. Barang bukti. 10. dan saksi). Pelaksanaan. Sebelum melaksanakan tugas setiap pimpinan agar melakukan acara pimpinan pasukan (APP) menjelaskan tentang :  Ketanggapsegeraan mendatangi TKP  Penyerahan hasil TPTKP kepada petugas olah TKP (Tersangka.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  TPTKP.   dan laporan.

Penerapan KPL. pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri. 6.    FUNGSI TEKNIS SABHARA 69 . Menjelaskan pengertian dalam MPB menjelaskan Dasar hukum MPB Menjelaskan Prinsip-prinsip MPB Menjelaskan penerapan KPL Mejelaskan karakteristik KPL Menjelaskan Struktur KPL Menjelaskan MPB Membuat perencanaan Pra bencana Mengorganisir Pra Bencana Memilih CB bila terjadi bencana Melakukan pengawasan an pengendalian anggota 1. pengurusan pengungsi. Indikator Hasil Belajar Setelah menyelesaikan Bab ini diharapkan Peserta Didik dapat 1. Struktur Organisasi KPL dan Manajemen penanggulangan Bencana.  Pengertian – pengertian Kepolisian Negara Republik Indonesia yang selanjutnya disingkat Polri adalah alat Negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban. menegakkan hukum. 10. memahami pengertian dalam MPB. harta benda. 8. VIII MANAJEMEN PENANGGULANGAN BENCANA Kompetensi dasar 1. 5. 7.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB. pemenuhan kebutuhan dasar. kerugian harta benda dan dampak psikologis. perlindungan. Tanggap Darurat adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan. Dasar Hukum MPB. 3. 11. Pra Bencana adalah suatu keadaan belum terjadi bencana akan tetapi memungkinkan untuk terjadinya potensi bencana. kerusakan lingkungan. 9. Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan/atau faktor non-alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia. serta memberikan perlindungan. Prinsip MPB. 4. Karakteristik KPL . Penerapan penanggulangan dalam pelayanan tugas bila terjadi bencana manajemen 2. penyelamatan serta pemulihan prasarana dan sarana. 2.

Demobilisasi adalah tindakan penghentian pengerahan dan penghentian penggunaan sumber daya nasional serta sarana dan prasarana nasional yang berlaku untuk seluruh wilayah negara yang diselenggarakan secara bertahap guna memulihkan fungsi dan tugas setiap unsur seperti sebelum berlakunya mobilisasi. humanis.  Prinsip-prinsip MPB cepat dan tepat. krisis. sehingga perlu senantiasa diwaspadai/ diantisipasi secara dini dengan pilihan alternatif yang diambil sesegera mungkin secara efektif dan efisien. Korban bencana adalah orang atau sekelompok orang yang menderita atau meninggal dunia akibat bencana. DVI adalah suatu prosedur untuk mengidentifikasi korban mati akibat bencana yang dapat dipertanggungjawabkan secara sah oleh hukum dan ilmiah serta mengacu pada Interpol DVI Guideline. dan tanpa pamrih dengan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia. Dasar Hukum 2. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4168). 17 Tahun 2009 tentang Manajemen Penanggulangan Bencana 3. Perkap No. yaitu dalam memberikan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana senantiasa memperlakukan dengan penuh simpatik. ramah tamah. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4723).    Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 2. sopan santun.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 70 . Keadaan Darurat adalah keadaan sukar/sulit yang tidak disangka-sangka yang memerlukan penanggulangan segera.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI         Pasca Bencana adalah mulai dinyatakan berakhirnya keadaan Tanggap Darurat dan dimulainya kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi sampai dengan aktivitas masyarakat berjalan dengan normal. Kontinjensi adalah keadaan dalam kehidupan atau tata kehidupan masyarakat yang oleh suatu sebab tertentu kehidupan tersebut sangat mungkin menjadi sumber penyebab kerawanan. yaitu dalam melaksanakan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana dilaksanakan secara cepat dan tepat sasaran. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 66. Status Keadaan Darurat Bencana adalah suatu keadaan yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk jangka waktu tertentu atas dasar rekomendasi sampai dengan aktivitas masyarakat berjalan dengan normal. Pangkalan Aju adalah tempat dan atau lokasi yang terdekat dengan penanggulangan bencana dan atau bencana dimana sumber daya dapat disimpan untuk sementara waktu sambil menunggu penggunaan dan penugasan.

gempa bumi letusan gunung berapi tanah longsor banjir angin puting beliung. bekerja sama sebagai satu tim untuk membuat sasaran dan strategi bersama. pesawat jatuh kapal tenggelam atau tabrakan kebocoran limbah berbahaya Polisi terlibat tembak menembak kerusuhan kebakaran dan ledakan wabah penyakit 4. yaitu dalam memberikan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana. baik kepada Pimpinan Polri maupun kepada masyarakat. antara lain:      5. yaitu dalam memberikan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana dilaksanakan secara bersih dan terbuka. dapat dipertanggungjawabkan secara vertikal maupun horizontal. sumber daya harus seragam. antara lain:  kunjungan pejabat  kegiatan olahraga/konser yang besar  konferensi yang bersifat nasional/internasional keadaan darurat yang besar yang mengakibatkan beberapa penanggulangan bencana/peristiwa. fasilitas. Karekteristik KPL Karakteristik yang dimiliki oleh KPL meliputi :     terminologi penggunaan istilah-istilah antara lain jabatan. transparan. dan akuntabel.1           kejadian yang direncanakan. sehingga terbentuk pemahaman yang sama. Penerapan Komando Pengendalian Lapangan ( KPL ) pada : Penanggulangan bencana yang tidak direncanakan. rencana kegiatan dibuat untuk mencapai target operasi FUNGSI TEKNIS SABHARA 71 . sistem komando terpadu dimana instansi yang terlibat. organisasi bersifat modular (bongkar pasang).LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI    objektif. 4. hanya terhadap unit-unit yang dibutuhkan dapat diaktifkan dalam KPL. antara lain: kecelakaan lantas berat situasi penyanderaan penanggulangan bencana bom. yaitu dalam memberikan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana senantiasa tidak memihak/membedakan asal usul dan latar belakang korban bencana.

dan komando wilayah dapat dibentuk. 6. lokasi. 6. dan rencana demobilisasi memastikan koordinasi tindakan dan kegiatan para staf. heli spot. bagian perencanaan.1      FUNGSI TEKNIS SABHARA 72 .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI      rentang kendali dilaksanakan secara efektif dan efisien yang dapat ditangani dengan prinsip satu atasan mengendalikan 3 sampai dengan 7 bawahan atau satu atasan mengendalikan 5 (lima) bawahan. Pos KPL. rencana kebutuhan sumber daya. dan bagian keuangan dan administrasi. Manajemen Penanggulangan Bencana Manajemen penanggulangan bencana berpedoman pada prinsip manajemen secara umum yang meliputi: perencanaan pengorganisasian pelaksanaan pengendalian. bagian logistik. pangkalan penanggulangan bencana. menilai situasi darurat yang terus berubah menugaskan staf yang diperlukan menetapkan pilihan bagian-bagian dari sistem KPL untuk dioperasionalkan mengendalikan operasional bagian-bagian dari sistem KPL memberikan pengarahan atau briefing awal dan memulai proses perencanaan berdasarkan analisis fakta yang ditemukan menyetujui semua rencana antara lain rencana kegiatan. staf KPL. dan status (tersedia. dan heli pad.1. bagian operasional. rencana press release. komunikasi yang terintegrasi dengan memiliki kemampuan berkomunikasi antar/intra instansi. apabila KPL yang berada lebih dari satu sesuai dengan tingkat kesatuan kewilayahan dengan tujuan untuk mengelola penggunaan sumber daya yang terbatas dan memastikan tercapainya target operasi masing-masing KPL. Struktur Organisasi KPL Struktur organisasi KPL terdiri dari: kepala KPL. 7. Tugas Kepala KPL sebagaimana dimaksud : mendirikan pos KPL. fasilitas penanggulangan bencana sudah ditetapkan sebelumnya meliputi pangkalan aju. ditugaskan atau tidak dapat digunakan) dari sumber daya yang dimiliki. •               7. manajemen sumber daya dilaksanakan secara komprehensif dengan mengetahui jumlah.

2. alat peralatan medis dan obat-obatan. kegiatan perencanaan:   Penyiapan rencana pelatihan dan penanggulangan bencana dengan menerapkan KPL Sosialisasi dalam rangka pencegahan dan pengurangan resiko bencana Dalam situasi terdapat potensi terjadinya bencana sebagaimana dimaksud diatas kegiatan perencanaannya :      8. sesuai tataran kewenangan yang dilakukan oleh: FUNGSI TEKNIS SABHARA 73 .2    7. Pembentukan susunan panitia dan rencana pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf a dilakukan dengan cara: a. Penerapan Manajemen Penanggulangan Bencana Perencanaan Pra Bencana Pra Bencana merupakan suatu tindakan yang diambil dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana meliputi:  Situasi tidak terjadi bencana  Situasi terdapat potensi terjadinya bencana Dalam situasi tidak terjadi bencana sebagaimana dimaksud diatas.1. Pengorganisasian Pra Bencana Pengorganisasian Pra Bencana dilaksanakan melalui kegiatan: membentuk susunan panitia dan rencana pelatihan dalam penanggulangan bencana. a. melakukan mobilisasi masyarakat yang berada di daerah rawan bencana. membuat surat perintah pelaksanaan pelatihan penanggulangan bencana yang menunjuk pelaksana dan peserta.3.   strategi penanggulangan bencana pemberian peringatan dini kepada masyarakat yang berpotensi korban bencana pengerahan semua sumber daya yang ada penyiapan tempat evakuasi/pengungsian penyiapan tenaga. 8. 8. Penggolongan penanggulangan bencana terdiri dari tahapan sebagai berikut: pra bencana tanggap darurat pasca bencana.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 7.

dan obat-obatan. pada pelaksana tingkat Kabupaten/Kota Kapolda pada pelaksana tingkat provinsi Kapolri pada pelaksana tingkat pusat dan BNPB menyiapkan sarana dan prasarana pelatihan antara lain meliputi materi baik yang bersifat internal maupun yang terkait dengan struktur organisasi KPL gabungan. Pelaksanaan Pra Bencana 9. Kapolres dan Kapoltabes. mengadakan tempat penampungan untuk evakuasi/pengungsian korban bencana menyediakan tenaga. metode latihan (tutorial dan simulasi).1. dan alins/alongin melaksanakan koordinasi dengan instansi lain dalam rangka persiapan penyusunan pelatihan merencanakan kebutuhan dukungan anggaran dalam pelaksanaan pelatihan. pada pelaksana tingkat Kabupaten/Kota Kapolda pada pelaksana tingkat provinsi Kapolri pada pelaksana tingkat pusat dan BNPB. FUNGSI TEKNIS SABHARA 74 . memberikan peringatan dini menentukan jalur dan tempat penampungan sementara yang aman untuk mobilisasi masyarakat.    Kapolres dan Kapoltabes. Pelaksanaan penanggulangan pada tahap Pra Bencana meliputi :       pelatihan penanggulangan bencana sosialisasi dalam rangka pencegahan dan pengurangan resiko bencana pemberian peringatan dini kepada masyarakat yang berpotensi korban bencana pengerahan semua sumber daya yang akan digunakan. Mobilisasi masyarakat yang berada di daerah potensi bencana sebagaimana dimaksud dilakukan dengan kegiatan sebagai berikut:    9. Pengorganisasian kegiatan mobilisasi masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf b dilakukan oleh: c.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI    b. alat peralatan medis. menyediakan sarana dan prasarana pembentukan pos KPL. Pelaksanaan sebagaimana dimaksud huruf a ditunjuk oleh masing-masing Kasatker sesuai dengan tataran kewenangan. d. peralatan.

Anggaran Pra Bencana Penanggulangan bencana yang dilaksanakan oleh Polri dalam kegiatan pra bencana. Pengawasan dan Pengendalian Pra Bencana Pengawasan dan pengendalian sebagaimana dimaksud diatas dilakukan dengan kegiatan:    menerima laporan: melakukan supervisi terhadap pelaksanaan kegiatan tanggap darurat Inspeksi mendadak secara langsung ke lokasi pada pelaksanaan kegiatan tanggap darurat. dan Geofisika (BMKG) kepada masyarakat mengenai kemungkinan terjadinya bencana melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan tempat penampungan yang aman untuk evakuasi/ pengungsian korban bencana. tanggap darurat. dan pasca bencana. dan/atau BNPB/BPBD. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Penanggulangan bencana yang telah dinyatakan oleh pemerintah sebagai bencana nasional/daerah.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 9.    FUNGSI TEKNIS SABHARA 75 . menggunakan anggaran kontinjensi Polri baik yang berada pada Mabes Polri dan/atau satuan kewilayahan disesuaikan dengan skala dan lokasi bencana. Dalam hal pelaksanaan pelatihan gabungan penanggulangan bencana pada kegiatan pra bencana. menggunakan anggaran yang ada pada masingmasing instansi. menggunakan anggaran yang ada pada BNPB/BPBD.2. Selain melaksanakan kegiatan sebagaimana dimaksud. 10. 11. Polri bekerja sama dengan instansi lain melakukan kegiatan sebagai berikut :    melakukan kegiatan penyuluhan melalui strategi Polmas kepada masyarakat yang berpotensi korban bencana penyebarluasan informasi dari Badan Meteorologi. Klimatologi.

Pengertian Membuat laporan Melakukan Menerapkan/melaksa Membuat rencana Menjelaskan tujuan Menjelaskan Menjelaskan dasar Menjelaskan Tindak PIdana Ringan adalah perkara yang diancam dengan pidana penjara atau kurungan paling lama 3 bulan dan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 7. Pelanggaran peraturan Daerah ( Perda ) adalah pelanggaran terhadap ketentuan peraturan Daerah secara Otonomi oleh siapa saja dapat diancam denngan kurungan atau denda yang ditetapkan oleh Pemerintrah Daerah bersama-sama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) setempat. nakan kegiatan Tipiring. 5. diharapkan peserta didik dapat : 1. 6. konfigurasi standar Tipiring. dan sasaran Tipiring. Acara Pemeriksaan Cepat FUNGSI TEKNIS SABHARA 76 . kegiatan Tipiring. Pengetahuan Tentang Tipiring dalam pelaksanaan tugas Menerapkan kegiatan Tipiring untuk melaksanakan penegakan hukum. 2. 4. 1.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB IX MANAJEMEN TIPIRING Kompetensi Dasar 1.500. hukum Tipiring.atau ditetapkan pada saat itu kecuali pelanggaran lalu lintas. 7. Indikator Hasil Belajar Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab VIII. 3. pengawasan dan pengendalian Tipiring 8. Memahami kepolisian. hasil pelaksanaan kegiatan Tipiring. Pengertian Tipiring 2.

    Dasar Hukum Penindakan Tipiring UU.3.2. tentang PenangananTindak pidana ringan Konfigurasi Standar Satuan Penindakan Tipiring dan Perda Kekuatan Penyidik Polri PPNS Pendukung : 6 Personil : 6 Personil : 6 Personil    3. UU No. dan 149.2 tahun 2002 tentang Polri ( Pasal 3.. 3.    3. 148.binaan Ketentraman dan ketertiban (Trantibun) serta Harkamtibmas tanggal 17 Juli 2002 ( No. 8 tahun 1981 KUHAP ( Pasal 205-210 ) tentang acara pemeriksaan cepat Tipiring dan PP No.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Penyidik atas kuasa penuntut umum.No. Kemampuan penyidik Tipiring Menguasai Tehnik pemeriksaan (Mempunyai Skep penyidik) Mahir berkomunikasi Menguasai Undang-undang/ Perundang-undangan yang berkaitan dengan Tipiring Terampil menggunakan komputer/mengetik Dapat melaksanakan pengamatan dan penggambaran.      3. 15 dan 16 ) UU.3. 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah ( pasal. Pol : Skep/259/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang buku penunjuk penindakan tindak pidana ringan ( Tipiring ) Skep Kapolri No. Pol : B / 730 / VII / 2002 ). 27 tahun 1983. Pol : Skep/260/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang Tipiring. 14. 143 ayat 2. Surat Peraturan Kapolri No. Memorandum Of Understanding (MOU) Kapolri dan Mendagri tahun 2002 tentang Kerja sama Pem.   Tingkat Polres kendaraan bermotor R-4 Jenis Minibus : 2 Unit FUNGSI TEKNIS SABHARA 77 . dalam waktu tiga hari sejak Berita Acara Pemeriksanaan selesai dibuat menghadapkan terdakwa beserta barang bukti. Peralatan 3. No. saksi ahli dan juru bahasa kesidang pengadilan . 119/527/SJ tahun 2002 / No. 2. Peratutan Kababinkam Polri No.1 Peralatan Umum a.1. 13. Yang diperiksa menurut Acara Pemeriksaan Cepat kasus Tipiring yang menyangkut pelanggaran/kejahatan KUHP mengunakan Format berkas dan pelanggaran Pasal KUHP tertentu menggunakan Blanko Acara Pemeriksaan Cepat Tipiring Model Tilang. 13 tahun 2009 Tanggal 31 Desember 2009.

  d. murah dan langsung ( Karena CJS siap di tempat ).    Truck : 3 Unit Kendaraan bermotor R-2 : 6 Unit Tingkat Polsek Kendaraan bermtor R-4 Jenis khusus Kendaraan bermotor : 1 Unit : 3 Unit 3. FUNGSI TEKNIS SABHARA 78 .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   b.  : Blanko acara Pemeriksaan Cepat Tipiring/ Penegak Peraturan Daerah/Non KUHP Model Tilang terdiri dari : Lembar warna Putih untuk pengadilan Lembar Warna Merah untuk tersangka Lembar Warna biru untuk Kejaksaan Lembar warna Kuning untuk Satuan atas Penyidik Lembar Warna Hijau untuk arsip Menggunakan Berkas perkara Biasa untuk pelanggaran KUHP : Sampul Berkas Perkara Daftar isi Berkas Perkara Resume Laporan Polisi Berita Acara Pemeriksaan ( BAP ) Saksi Berita Acara Pemeriksaan Tersangka.      b. Penggeledahan.             c. Berita Acara Penangkapan.3. perlu dilengkapi berkas-berkas ( BAP ) Prosedur Penyidikan Model Acara Pemeriksaan Cepat dilaksanakan dengan cepat.3 Administrasi penyidik menggunakan a. Model Administrasi Penyidikan Blanko Acara Pemeriksaan Cepat dalam kegiatan terpadu dilaksanakan Perda yang tidak sulit Model berkas perkara prosesnya cukup lama.3. 3. Daftar Saksi dan Tersangka.2 Peralatan khusus berupa papan pemberitahuan pelaksanaan penindakan Tipiring / penegak Perda. penyitaan. Daftar Barang Bukti Keterangan Ahli Surat Permintaan Persetujuan Penyitaan dari katua Pengadilan Negeri Surat Pemberitahuan dimulainya Penyidikan. kasusnya agak sulit.

1. 5.2. ringan tidak berkembang menjadi Tindak Pidana yang lebih besar.1 Penindakan terhadap Pelanggaran Pasal Tipiring tertentu baik KUHP / Non KUHP :  Tata cara penyidikan tindak pidana ringan (Tipiring) khususnya terhadap pelanggaran Peraturan daerah menggunakan Blanko Acara Pemeriksaan Cepat Model Tilang.2. Pengecekan Blanko Tipiring maupun administrasi penyidikan Berkas Tipiring dan Skep Penyidik. FUNGSI TEKNIS SABHARA 79 . Pengadilan.2.  Sasaran Tersangka Dapat menimbulkan efek jera  Penyidik Tipiring Meningkatkan keterampilan kepada anggota Sabhara Polri sebagai penyidik Tindak Pidana ringan (Tipiring) dan sudah mempunyai Skep sebagai Penyidik.  Tokoh Masyarakat Turut membantu tugas Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban umum 5. 4. Pemda setempat.1. Tahap Persiapan Menyiapkan Surat Perintah Penugasan dan menyusun Rencana Kegiatan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  Model berkas Perkara : PPNS melewati penyidikan Polri dibawa ke Pengadilan dengan melakukan koordinasi dengan kejaksaan ( pemberitahuan ) serta koordinasi pengnadilan ( tentang hari siding ) serat memberitahukan kepada tersangka. Tujuan dan Sasaran Tujuan 4.     Pelaksanaan Kegiatan. Adakan Acara Arahan Pimpinan (AAP) sebelum melaksanakan tugas secara jelas dan benar dan berikan penekanan untuk hindari tindakan kekerasan (Mengajar pangakuan tersangka) Tahap Pelaksanaan 5. 4.  Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Meningkatkan keterampilan kepada anggota PPNS dalam melakukan penyidikan terhaap Perda di lingkungannya dan sudah mempunyai Skep sebagai Penyidik. Rapat Koordinasi dengan kejaksaan. Untuk meningkatkan keterampilan dalam penindakan terhadap masalah pelanggaran yang berkaitan dengan ketertiban dan kepatuhan hukum masyarakat sehingga masalah pelanggaran hukun ketidaktertiban yang dinilai sederhana. 5.

petugas Sabhara segera membuat Laporan Polisi.2 Penindakan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) khususnya Pelanggaran terhadap KUHP.  Penyerahan Berkas Perkara ke Pengadilan dalam 3 (Tiga) hari berikut tersangka dan barang bukti. Setelah penyidik / Penyidik pembantu / Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) menerima laporan / pengaduan atau mengetahui langsung adanya Tindak Pidana Ringan (Tipiring).LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI          Proses Penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dapat dilaksanakan di Markas Komando maupun di luar Markas Komando yang penting dilaksanakan secara cepat dan tuntas. didukung dengan keterangan saksi. dan memeriksa tersangka.  Mendatangi TKP dan melakukan TPTKP. 5.2. 5. maka segera mencari saksi. Mencatat jenis Barang Bukti (BB) yang tersedia. Apabila tersangka tidak mau menandatangani. Putusan Pengadilan ditulis Ringan (Tipiring) khusus pelanggaran terhadap KUHP.  Pemberitahuan dimulai penyidikan  Pemeriksaan Saksi/Saksi korban  Menyita Barang Bukti (BB)  Mencari. Penyidik / Penyidik Pembantu mampu meredam emosi tersangka atau kelompok masyarakat sekitar Tempat Kejadian Perkara masyarakat sekitar Tenpat Kejadian Perkara (TKP) yang tidak puas atas tindakan hokum tersebut.  Setelah menerima pengaduan. maka penyidik / penyidik pembantu cukup mencatat uraian singkat alas an-alasannya (di kembar belakang) Mengingatkan kembali kepada tersangka atau kuasanya untuk dating ke Pengadilan sesuai waktu yang telah ditetapkan sebagai Jadwal Sidang Tindak Pidana Ringan.  Registrasi Pengiriman Berkas Perkara dari Satuan Sabhara. menangkap. Setelah diadakan pemeriksaan singkat dan menemukan elemen pasal yang dilanggar . sedangn penyidikan terhadap pelanggaran Peraturan daerah (Perda) dilaksanakan FUNGSI TEKNIS SABHARA 80 .3 Tanggung Jawab Penyidik Yang berhak melakukan penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) adalah anggota Sabhara Polri yang telah memiliki Surat Keputusan Penyidik / Penyidik Pembantu. maka baik saksi. serta sudah ada pengakuan tersangka. terdakwa dan penyidik / penyidik pembantu agar membubuhkan tanda tangan di Blanko Tindak Pidana Ringan (Tipiring) tersebut. tersangka dan Barang Bukti (BB) yang berkaitan dengan kasusnya.  Proses pemberkasan menjadi Berkas Perkara  Nomor Registrasi Berkas Perkara dari Satuan Sabhara.2. maka penyidik / penyidik pembantu / penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) segera menulis langsung di Blanko Tindak Pidana Ringan (Tipiring) Untuk memperkuat keterangan.

lokasi kejadian. Mengecek kembali Berita Acara Pemeriksaan dan Blanko Tipiring.3. 7. sifat dan lokasi.1. 7.    7. Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan.  Data FKK meliputi bentuk. Ucapan Terima kasih kepada saksi yang telah bersedia memberikan keterangannya secara benar dan jelas. Tahap Pengorganisasian Menyiapkan susunan kekuatan. waktu kejadian. Tahap Perencanaan   6.2. modus operandi dan pelaku  Data Police Hazard bentuk. hari Ulang tahun /besar nasional dan kegiatan masyarakat. Sebagai seorang Supervisor dalam penanganan Tipiring diharuskan membuat rencana Kegiatan dengan merumuskan sasaran yang bersumber pada :  Perkiraan khusus (Kirsus) Intel  Perencanaan Program Kerja Satuan Wilayah  Data Kamtibmas yang meliputi : Jumlah kejadian. Berdasarkan perumusan tersebut di atas ditentukan sasaran selektif prioritas. baik yang disidik oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) maupun Polri. sasaran seleksi dan sasaran rutin.  Program Kerja Pemda dan Perda.   Tahap Pengakhiran Ketua Tim mengecek kembali Personil yang bertugas. Ketentuan yang berkaitan dengan kegiatan Penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan Peraturan Daerah (Perda) sepanjang tidak bertentangan dengan petunjuk Kegiatan Penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan Peraturan Daerah (Perda) ini masih diberlakukan Manajemen Penanganan Tipiring. perumusan cara bertindak dan kekuatan yang dilibatkan. sifat dan lokasi  Kalender Kamtibmas yang meliputi kegiatan Pemda. perlengkapan dan administrasi yang dibutuhkan dalam penanganan Tipiring. Format Berkas Acara Pemeriksaan Cepat Tipiring dan Perda maupun Format Berkas Perkara Tipiring menggunakan format baru yang disempurnakan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) dilaksanakan oleh Satuan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) 5. Ketentuan Lain Kegiatan penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan Peraturan Daerah (Perda) didukung Anggota Rutin dan APBD setempat. adakah yang belum ditandatangani baik oleh tersangka maupun Saksi. FUNGSI TEKNIS SABHARA 81 .

3. Menggunakan sarana komunikasi yang tersedia dan pembuatan laporan. Koordinasi criminal justice system (CJS) dan Pemda (Dinas Pol PP) Tahap Pengadilan Mengawasi dan mengendalikan anggota dalam melaksanakan tugas.da cara bertindak dalam penanganan Tipiring.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 82 .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 7. serta membuat Anev.  Tahap Pelaksanaan Melaksanakan acara pimpinan pasukan (APP) yang meliputi tugas.4. sasaran.   7.

52 Tahun 2010. 2 Tahun 2002 tentang Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia Undang-Undang No. Perkap No. 8 Tahun 1981 tentang KUHAP Juklak. Sabhara MOP Kepolisian Perpres RI No. tentang Manajmen Penanggulangan Bencana FUNGSI TEKNIS SABHARA 83 . 17 Tahun 2009.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI DAFTAR BACAAN Undang-Undang No. 16 Tahun 2006 tentang Dalmas Perkap No. Juknis dan Juklap FT.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful