F.T. SABHARA 40. 2011---------------------------------------

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

MARKAS BESAR KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

FUNGSI TEKNIS DAN MANAJEMEN OPERASIONAL SABHARA
1. Pengantar

Strategi Polri dalam menangani permasalahan tugas pokok Polri yaitu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan, Pengayoman dan pelayanan masyarakat, dilaksanakan oleh Fungsi Teknis Opsnal Kepolisian salah satunya adalah Fungsi Teknis Sabhara dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya mengutamakan tindakan pencegahan terhadap terjadinya gangguan Kamtibmas. Kita sadari ancaman Kamtibmas baik kwantitas maupun kwalitasnya semakin komplek dengan adanya perubahan dibidang Ipoleksosbud hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh Polri . Guna keberhasilan dalam menangani masalah gangguan Kamtibmas, didalam modul ini disajikan manajemen pencegahan terjadinya kejahatan, pelanggaran dan gangguan Kamtibmas lainnya secara konseptual disertai bahan pengayaan. Disamping mempunyai kemampuan first line supervisor juga diharapkan mampu :  Dapat mengaplikasikan tugas-tugas Polri sebagai harkamtibmas, penegak hukum, pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat.  Secara teknis dapat merencanakan, melaksanakan, mengkoordinasikan, pengendalian kegiatan penjagaan, pengawalan dan patroli.  Memimpin dan melaksanakan pengamanan tempat kejadian perkara, penerimaan dan penyimpanan barang bukti.

 
2.

Melaksanakan pembinaan terhadap masyarakat, tokoh masyarakat untuk menumbuhkan kepercayaan diri, rasa aman, damai dan daya tangkal dari gangguan kamtibmas. Melaksanakan kegiatan SAR terbatas. Standar Kompetensi

Memahami dan menerapkan pengetuan Sabhara untuk pelaksanaan tugas-tugas Kepolisian agar terjamin terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

1

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

BAB I TUGAS POKOK, FUNGSI DAN PERANAN SABHARA
Kompetensi Dasar : Memahami Pengertian Sabhara, Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan Sabhara. Indikator Hasil Belajar : Setelah menyelesaikan Bab I, diharapkan peserta didik dapat : 1. Mendefiniskan Pengertian Sabhara. 2. Menjelaskan Dasar Hukum Sabhara. 3. Menjelaskan Tugas Pokok Sabhara. 4. Menjelaskan Fungsi Sabhara. 5. Menjelaskan Peranan Sabhara. 6 Menjelaskan peranan Sabhara Tingkat Polsek. 1. Pengertian-pengertian

Istilah Samapta diganti kembali dengan Istilah Sabhara berdasarkan dengan Peraturan Kapolri No. Pol. : Perkap/21/IX/2010 tentang Organisasi Tata Kerja Tingkat Mabes Polri dan Peraturan Kapolri No. Pol : Perkap/22/IX/2010 tentang Organisasi Tata Kerja Tingkat Polda. Sabhara yaitu kesiap siagaan. Sabhara merupakan salah satu fungsi opsnal Polri dibawah Babinkam Polri yang diberi tugas dan wewenang bersifat preventif. Fungsi Kepolisian adalah salah satu fungsi pemerintah negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat penegakan hukum, perlindungan dan pengayoman serta pelayanan kepada masyarakat. Fungsi Teknis Sabhara adalah sekelompok pekerjaan, kegiatan, usaha yang memerlukan keahlian dan keterampilan khusus Sabhara Polri dalam rangka menyelenggarakan tugas pokok Polri (terutama tugas-tugas yang berkaitan dengan upaya preventif). Peranan adalah implikasi yang ditimbulkan / berkaitan adanya tugas, fungsi dan wewenang yang ada pada seluruh jajaran Polri dari tingkat Mabes sampai tingkat Polsek. Preventif (Pencegahan) adalah segala usaha, kegiatan dan tindakan yang dilakukan untuk mencegah terhadap kemungkinan yang akan terjadi baik ancaman maupun gangguan kamtibmas.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

2

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

Asas pencegahan adalah suatu sikap atau pandangan yang dilandasai pemikiran bahwa pencegahan lebih baik dari pada pemberantasan. Asas Subsidiaritas adalah Asas yang memberikan peluang kepada Polri untuk mengambil prakarsa dan tindakan pertama dalam hal penanggung jawab teknisnya ada (terbatas dalam lingkup masalah yang terkait dengan tugas Polisi). Asas Offensif adalah suatu sikap dalam pelaksanaan tugas operasional FT Sabhara yang selalu proaktif. Asas Waspada adalah suatu sikap dalam pelaksanaan tugas operasional FT Sabhara yang selalu memperhitungkan segala kemungkinan yang akan terjadi. Asas Kepekaan adalah suatu sikap dalam pelaksanaan tugas operasional FT Sabhara yang selalu tanggap untuk menghadapi gejala dan memiliki inisiatif bertindak dalam memecahkan masalah yang dihadapi sebagai wujud Quick Renpons (ketanggapsegeraan). 2.  Dasar Hukum

  

Undang-undang No.2 tahun 2002 tentang UU Kepolisian Negara RI Psl 13, 14 (1) a s/d i yang mengatur tentang tugas Polri. Psl 15(1) a,b,c,f,g dan i, psl 16 (1) a,b,c,d, i, psl 18 (1), (2), psl 19 (1), (2) yang mengatur tentang wewenang Polri. Undang-undang No.8 tahun 1981 tentang KUHAP Undang-undang No.l tahun 1946 tentang KUHP Perundang-undangan lainnya yang berhubungan dengan tugas dan wewenang Kepolisian dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban umum. Peraturan Kapolri No. Pol : Perkap/21/IX/2010 tentang Pokok-pokok Organisasi FT Sabhara tingkat Mabes, dan Peraturan Kapolri No. Pol : Perkap/22/IX/2010 tentang Pokok-pokok Organisasi FT Sabhara tingkat Polda. 3. 3.1. Tugas Pokok Fungsi dan Peranan Sabhara

Tugas Pokok Sabhara adalah melaksanakan Fungsi Kepolisian tugas preventif terhadap pelanggaran hukum atau gangguan Kamtibmas dengan kegiatan penjagaan, pengawalan dan patroli dengan sasaran pokoknya adalah :  Memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.  Meniadakan unsur kesempatan atau peluang bagi anggota masyarakat yang berniat melakukan pelanggaran hukum.  Melaksanakan tindakan represif tahap awal serta bentuk gangguan Kamtibmas. Melaksanakan penegakan hukum terbatas (Gakkumtas) Contoh : Tipiring dan penegakan perda.  Pemberdayaan dukungan satwa dalam tugas opsnal Kepolisian.  Melaksanakan Search And Resque (SAR) terbatas.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

3

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

3.2.

Fungsi Sabhara merupakan sebagian fungsi Kepolisian yang diberi tugas dan wewenang bersifat preventif yang memerlukan keterampilan kemampuan khusus yang telah dikembangkan guna menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat.

Adapun perumusan dan perkembangan kegiatan fungsi Sabhara saat ini meliputi pelaksanaan Polisi tugas umum, menyangkut segala upaya pekerjaan dan kegiatan Pengaturan, Penjagaan, Patroli, Pengawalan, , SAR Terbatas, Negosiasi, Yan Dalmas, Tipiring, TPTKP, Pemberian bantuan / dukungan Satwa untuk kepentingan perlindungan, pengayoman, pelayanan dan penertiban masyarakat / penegakan hukum secara terbatas. 3.3. a.       b.     c.    d. Peranan Fungsi Sabhara Tingkat Mabes Polri : Memberikan pembinaan teknis kepada fungsi Sabhara di satuan kewilayahan. Melaksanakan pengendalian dan supervisi Merumuskan Juklak/juknis fungsi teknis Sabhara. Memberikan back-up operasional kewilayahan bila diperlukan. Turut serta dalam kegiatan pengamanan pada Event Nasional dan Internasional. Melaksanakan tugas operasional antar Polda. Tingkat Polda : Memberikan pembinaan teknis kepada Fungsi Sabhara satuan kewilayahan /Polres. Menyelenggarakan dan melaksanakan operasional Fungsi Sabhara tingkat Polres. Memberikan back-up operasional kewilayahan / Polres Melaksanakan pengendalian dan Supervisi. Tingkat Polres : Memberikan pembinaan teknis kepada Fungsi Sabhara satuan kewilayahan / Polsek Menyelenggarakan dan melaksanakan operasional Fungsi Sabhara tingkat Polres dan Polsek. Memberikan back-up operasional kewilayahan Polsek. Tingkat Polsek :

Menyelenggarakan dan melaksanakan operasional Fungsi Sabhara ditingkat Polsek sampai Pos Pol dengan melaksanakan Patroli yang mengemban Multi Fungsi.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

4

Obyek Khusus dan Biro Operasional (Ro Ops) tingkat Polda.4.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3. Satpam.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 5 . Polsus). Eksternal Polri diperankan oleh Pam Swakarsa (Satpol PP.  Dalam pelaksanaannya fungsi Gasum dan Hartibum diperankan oleh : Internal Kepolisian : meliputi seluruh jajaran Polri di samping Sabhara meliputi Ka SPK. Satuan Pengamanan dan Protokol Detasemen Mabes. Bag Ops tingkat Polwil/Polres dan seluruh petugas jaga markas di seluruh satuan Kepolisian.

1. 7. Membuat Rencana Kegiatan Sabhara. diharapkan peserta didik dapat : 1.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB II MANAJEMEN OPERASIONAL SABHARA Kompetensi Dasar : 1. 6. Memahami Manajemen Operasional Sabhara dalam pelaksanaan tugas Kepolisian. Menerapkan Manajemen Operasional Sabhara dalam pelaksanaan tugas Kepolisian. Menjelaskan Manajemen Opsnal 7 langkah. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian tugas Sabhara. Memilih cara bertindak dalam kegiatan Sabhara.pengertian Pengertian MOP Manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien melalui kerjasama MOP adalah suatu proses untuk menciptakan situasi kamtibmasyang mantap secara efektif dan efisien yang dilaksankanoleh segenap kesatuan Polri OPS Pol adalah segala upaya dan kegiatan serta tindakan dengan menggunakan kekuatan fisik polri beserta komponen pendukung yang tersedia dalam rangka mengemban tugas –tugasnya Kamtibmas adalah situasi dan kondisi yang memberikan suasana kehidupan yang bteratur. Menjelaskan prinsip-prinsip MOP Sabhara. 2. Menjelaskan pengertian Manajemen Operasional Sabhara. 3. 5. Menjelaskan 4 Jiwa MOP 4.    Pengertian . Indikator Hasil Belajar : Setelah menyelesaikan Bab I. 1.1. 2. rasa bebas dari bahaya dan rasa takut sebagai hasil pembinaan pemerintah dan masyarakat secara integral berlanjut mutlak harus diciptakan  FUNGSI TEKNIS SABHARA 6 .

Biaya Terkendali ) Ofensif dan Pro Aktif ( jemput bola.   c. Petunjuk dan konsignes yang jelas. d. peralatan dan pembagian tugas yang jelas sesuai dengan cara bertindak.4.        1. Cheking / kontrol di lapangan Arahan-arahan Debriefing Anev. Kalender Kamtibmas untuk menentukan Target Operasi yang merupakan aspek Potensi Gangguan baik yang bersifat statis maupun dinamis.2. dan bulanan. Personel. Pelaporan. Pelaksanaan tugas terarah (sesuai rengiat) Wasdal langsung (partisipatif) Laporan Pelaksanaan tugas (untuk pertanggung jawaban) Debriefing sebagai Analisa dan Evaluasi tugas yang telah dilaksnakan (sebagai dasar penugasan selanjutnya).      1. Cara Bertindak dan kekuatan Personel.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 1. Membuat Rencana Aksi alternatif. Gelar Opsnal Harian. kualifikasi kemampuan. efisien ( Sasaran berhasil. Pengawasan dan Pengendalian : b. teknik dan strategik) Penerapan Manajemen Opsnal Tujuh Langkah (MOTL) Merencanakan / Menentukan Sasaran sebagai pedoman rencana kegiatan. mingguan. FUNGSI TEKNIS SABHARA 7 . a.3. konsisten) Inovatif ( Pola Opsnal baik taktik. Menetapkan kekuatan yang meliputi : jumlah personel. Waktu. Supervisi / Staf Visit. Empat Jiwa MOP Menetapkan Sasaran : Hasil Perkiraan Keadaan Intel . Prinsip dasar MOP Sabhara Pencegahan dan penangkalan ( N+ K = C) Keterpaduan Fungsi Opsnal dan pemberdayaan masyarakat (Commutiting Police) Efektif. Untuk menjamin arah dan dinamika kegiatan kepolisian dalam upaya pencapaian sasaran maka dilaksanakan pengawasan dan pengendalian melalui :         Rapat Staf dan Briefing. Briefing untuk menjelaskan Sasaran. Penugasan. Menetapkan Cara Bertindak : Mengkalkulasi resiko kegagalan terhadap sasaran dengan cara : Memilih taktis / teknis untuk mengantisipasi kegagalan.

Pola Opsnal Japatwal berintikan pengamanan yang mempunyai makna : Terkendali : adanya perintah Pimpinan.  berjalan kaki. kemampuan ( expert) dan keamanan dari satuan atas dan samping. Membantu melaksanakan Fungsi Lalu Lintas Melaksanakan kegiatan administrasi operasional tingkat Polsek. Aplikasi tingkat Polsek Tugas FT Sabhara Polsek adalah :    Menyelenggarakan dan melaksanakan upaya preventif kepolisian yang meliputi Penjagaan. Pengawalan termasuk Pengaturan dan TPTKP. Agar tahanan tidak lari atau meninggal dalam tahanan. 2. Mendatangi dan mengamankan TKP agar tidak rusak. 2. kekuatan (personel / peralatan ). Pengawalan. 3. 2. Penjagaan Markas dan FUNGSI TEKNIS SABHARA 8 .1. tugas terjadwal. Terkoordinir : Adanya kesamaan Visi.    Pola Opsnal Japatwal.5. Target Kegiatan Menjaga Potensi Gangguan tidak berkembang menjadi Ancaman Faktual. 2.1 Aplikasi Manajemen Operasional FT Sabhara. Menggunakan kekuatan Unit Patroli Polsek yang ada. Kekuatan yang dilibatkan. Terdukung : tersedianya bantuan informasi. Patroli. bersepeda motor dan roda empat. a. Misi dan Persepsi oleh fungsi Pelaksana.2 Kegiatan FT Sabhara Polsek. kontinuitas komunikasi / informasi / Pelaporan dapat dipertanggung jawabkan. 2.  Tahanan secara bergilir.1.     Empat Pola Kegiatan 1.   mengamankan TKP. Cepat datang ke TKP dan Melaksanakan Patroli Cara Bertindak.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 1. Mengurangi kemacetan Lalu lintas.1.

Pelaksanaan Pengawasan dan     FUNGSI TEKNIS SABHARA 9 .SPK. keadaan daerahnya.    Pengendalian. CB. kegiatan. yang menyangkut kegiatan pemerintahan setempat. Data Asta Gatra meliputi tempat. perayaan ulang tahun dan kegiatan masyarakat. Kapolsek / Waka. Hasil penyelidikan dan pengamatan Ka Polsek tentang kerawanan daerahnya yaitu pengamatan terhadap kasus-kasus tertentu.O. Data / konfigurasi gangguan kamtibmas yang meliputi : jumlah pelanggaran / kriminalitas lokasi. Data PG yang meliputi bentuk / sifat dan lokasinya. 2. Data PG (Potensi Gangguan) yang meliputi bentuk. Pengorganisasian Kekuatan yang digunakan sesuai dengan kekuatan Unit Patroli yang ada. tempat-tempat obyek vital. Laporan. kekuatan. Sarana yang digunakan dengan alat komunikasi yang ada. lokasi dan waktu.  Kanit Patroli. Dalam merumuskan sasaran berdasarkan kepada :   Kalender Kamtibmas.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 4. Kasat Sabhara. Persiapan. b.. Perencanaan Kapolsek dan Kanit Patroli membuat Rengiat dalam bentuk rengiat bulanan. Lokasi. keadaan penduduk. 1. 3. Manajemen Operasional. waktu. rengiat mingguan dan rengiat harian yang memuat nomor. hasil yang ingin dicapai dan keterangan. Pengawasan melekat oleh Para Perwira dan Bintara secara berjenjang. modus operandi dan pelaku (anatomi kejahatan). Pelaksanaan    Pengendalian    Dilakukan secara berjenjang dari Ka Jaga /Ka SPK. Dilaksanakan oleh Pengawasan melekat oleh Pa / Ba Polsek dan Pa Polres. sasaran / T. waktu.

Melaksanakan administrasi opsnal termasuk pengumpulan. pengawalan. patroli dan TPTKP. Empat Pola Kegiatan : a. Pelibatan kekuatan. Tugas Satuan Fungsi Sabhara Polres/ta/tabes adalah : Memberikan bimbingan teknis atas pelaksanaan FT Sabhara tingkat Polsek.2. bersepeda motor dan roda empat.1     Aplikasi tingkat Polres/ta/tabes. pengolahan dan penyajian data / informasi yang berkenaan dengan aspek pembinaan maupun pelaksanaan fungsinya. Tahanan tidak lari / meninggal. Membantu penyelenggaraan melaksanakan operasi kepolisian yang diperintahkan kepadanya. Lancarnya pengawalan VIP Cara bertindak Penjagaan Markas Target Kegiatan Mempertahankan agar FUNGSI TEKNIS SABHARA 10 . 3.2 Kegiatan Rutin.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3. Masyarakat puas terhadap pelayanan Polri.  kegiatan masyarakat.2. TKP tidak rusak dan dapat mengungkap perkara. 3. Pengawalan Cepat datang ke TKP Melaksanakan Patroli Menjaga kepatuhan masyarakat terhadap hukum dan perundang-undangan lainnya.   dan mengamankan TKP. c. dan Tahanan secara bergilir.  berjalan kaki.2. Menyelengarakan Fungsi Sabhara yang meliputi penjagaan.  PG tidak berkembang menjadi GN      b.

dimana. modus operandi dan pelaku. Pengawasan melekat oleh Para Perwira secara berjenjang. Data PG meliputi bentuk/sifat dan lokasi. 3.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Kekuatan yang dilibatkan adalah kekuatan opsnal Fungsi Sabhara yang ada di Polres. Data Potensi Gangguan yang meliputi bentuk/sifat dan lokasi. Penentuan target kegiatan dilaksanakan berdasarkan penajaman sasaran dan hasil penyelidikan. beladiri. penggunaan Borgol dan sebagainya. Kekuatan yang dilibatkan dan cara bertindak didasarkan atas sasaran yang dihadapi. gelar opsnal. Rencana kegiatan dibuat dalam bentuk : Rencana kegiatan Triwulan. Bulanan dan Mingguan. pengamanan kegiatan masyarakat. Contoh : Bubarnya anak sekolah dan pasar. Data Asta Gatra. Ren Proja Opsnal Polres Data/konfigurasi Kamtibmas yang meliputi jumlah kejadian.2. kegiatan masyarakat.3 Manajemen Operasional. pemerintah dan pengamanan TKP yang selanjutnya menjadi sasaran Polres. a. waktu kejadian.    Pengawasan dan Pengendalian Dilakukan secara berjenjang dari Ka Jaga / Ka SPK. Ka Polres / Waka.       FUNGSI TEKNIS SABHARA 11 . Rencana latihan dibuat untuk mendukung tugas yang dihadapi seperti latihan menembak. Sarana yang digunakan dalam pengawasan dan pengendalian melalui alkom yang ada. Berdasarkan perumusan tersebut diatas ditentukan sasaran selektif prioritas “sasaran selektif" dan secara rutin. lokasi kejadian. jam berapa. Kalender Kamtibmas yang meliputi kegiatan Pemda. Perencanaan Kasat Sabhara membuat Rengiat dengan merumuskan sasaran yang bersumber pada :     Kirka Intel Polres. Kasat Sabhara. supervisi. Waktu pelaksanaan kegiatan rutin sepanjang tahun dengan bertahap tiap Triwulan serta dilaksanakan analisa dan evaluasi tiap Triwulan. hari Ulang tahun/Hari besar Nasional/ Regional. sistem laporan. d. Hasil Anev Tahunan. Contoh : Tempat-tempat penjualan barang bekas atau pasar loak terutama onderdil kendaraan. tempat. yang tidak terjangkau oleh Polsek dan sasaran lain seperti pengamanan tahanan. selain itu terdapat sasaran selektif prioritas Polsek.

senpi. Kekuatan anggota patroli. borgol. buku petunjuk dan sebagainya. Pengendalian dilaksanakan oleh : Ka Jaga.   2. 3. 5. Melaporkan secara lisan dan tertulis hasil pelaksanaan patroli. Route patroli. Ka SPK.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI b.  c. ranmor. Pelaksanaan : Persiapan : Menyiapkan Surat Perintah/ Surat Tugas. Surat Perintah Tugas dan lain-lain. waktu patroli. senter. cara bertindak.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 12 . Pelaksanaan tugas. Menyiapkan alat : mesin ketik / komputer. blanko. Pelaporan. Mengawasi dan mengenda-likan pelaksanaan tugas sesuai yang diinginkan. Pengendalian. mutasi. Mengadakan pengecekan kembali terhadap anggota dan kelengkapannya.                4. Latihan : melaksanakan latihan sesuai rencana. Waslekat dilaksanakan oleh Pa Polres sesuai jenjang kepangkatan. 1. Sasaran patroli. Kekuatan Sabhara Polres disusun dalam bentuk Ploeg dan bagian (3 Ploeg dan 3 bagian dan sebagainya). formulir. hasil serta hal-hal yang menonjol. buku-buku seperti buku Patroli. Pelaksanaan : Sebelum melaksanakan tugas setiap pimpinan Unit melakukan AAP untuk: Perumusan tugas.  Organisasi Susunan kekuatan yang dilibatkan adalah kekuatan Opsnal Sabhara Polres yang ada sesuai dengan organisasi Polri. Konsolidasi. Persiapan Memeriksa kelengkapan anggota sarana / prasarana. Tugas masing-ma-sing anggota patroli. Kasat Sabhara dan Kapolres/ Waka. Setiap pimpinan patroli harus dapat merumuskan tugas Patroli yang sesuai dengan rencana patroli yang telah ditetapkan yang meliputi: Tugas patroli.

Menekan / menghilangkan Potensi Gangguan secara kuantitatif dalam %. Tanggap dan cepat ke TKP. Unit kecil Sabhara yang bertugas secara khusus untuk tugas tersebut. Pengawalan/. Menjaga kelancaran kegiatan Pemerintah dan   c. Supervisi. Kesiapan penjagaan.   b. Sarana Wasdal : Alat Komunikasi yang ada. Sarana Pengendalian :   (HT/Telepon). Pengendalian dilakukan oleh :  Ka/Waka Polres. Perwira yang ditunjuk Kasat Sabhara dan 3.  ( PG )  masyarakat. Penjagaan terhadap VIP. Pengendalian.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 6. bersepeda dan berjalan kaki serta mengunjungi Pos Kamling pada rute yang dilewati. Target Operasi.2. 3. Komunikasi yang ada Laporan. Patroli berkendaraan roda empat atau roda dua. Kekuatan yang dilibatkan. d.2.   Gelar Opsnal.4 Operasi Kepolisian Empat pola kegiatan : a.   Cara bertindak. Menjaga kelancaran pengawalan.5 Manajernen Opsnal : FUNGSI TEKNIS SABHARA 13 .  dalam operasi tersebut.

ops patuh maka Kasat Sabhara membuat Rencana fungsi yang bersumber pada :       Ren Ops Polda.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI a. Kekuatan yang digunakan di dalam operasi Kepolisian ini ditentukan dalam bentuk Unit-unit kecil. bukubuku laporan dan sebagainya. Pam Ulang Tahun Kemerdekaan dimana Renopsnya dibuat oleh Mabes Polri atau oleh Polda. AG dan GN. FUNGSI TEKNIS SABHARA 14 . Terhadap operasi Kepolisian dimana fungsi lain dikedepankan seperti : Ops Curat. maka Polres dalam hal ini Kasat Sabhara segera membuat rencana kegiatan operasi yang bersumber pada:  Renops Polda.  Data / konfigurasi kerawanan kamtibmas meliputi. Ren Ops fungsi yang dikedepankan. AG dan GN  Kalender Kamtibmas. yang tugas nyatanya melaksankan tugas operasi tersebut. c. Data Asta Gatra. Kirka Intel.  Kir Intel Polres.  Menyiapkan Alut seperti : Senpi. Pam Natal. Latihan Memberikan latihan-latihan kepada anggota sesuai yang direncanakan. Rencana fungsi tersebut dipapar-kan pada rapat Staf. blanko/ formulir yang dibutuhkan.  Data Asta gatra. untuk mendapatkan tanggapan dari fungsi Opsnal lainnya. Sedangkan fungsi lainnya membuat rencana fungsi dan untuk Rengiat dibuat sesuai kebutuhan. Perencanaan terhadap Operasi Kepolisian dimana Sabhara dikedepankan seperti : Pengamanan Iebaran.Borgol dan sebagainya. Organisasi. Kalender kamtibmas. setelah disetujui maka pelaksanaan menunggu Prinops dari Polda. 2. Perencanaan. Selanjutnya rencana kegiatan operasi ini dipaparkan dalam rapat Staf. PG. Data/konfigurasi kerawanan kamtibmas meliputi : PG. Persiapan :  Menyiapkan Surat Perintah Tugas. untuk selanjutnya mendapatkan tanggapan. b. Pelaksanaan : 1.

maka dilakukan tindakan AAP meliputi : Perumusan Tugas. Briefing. Komunikasi yang ada (HT / Telepon). Contoh : Opsnal Pam Natal. Persiapan. Sebelum melaksanakan tugas. Pengendalian: Pengendalian dilaksanakan Kasat Sabhara dan KaPolres/ Waka Polres.   Pelaksanaan. Laporan. Sarana yang digunakan meliputi : Rapat Staf.       4. FUNGSI TEKNIS SABHARA 15 .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3. Supervisi. Pelaporan. (Fungsi Sabhara yang dikedepankan). Gelar Opsnal. De Briefing. Pelaksanaan.

Melakukan Pengawasan dan Pengendalian Dalmas Melakukan Langkah-Langkah Kegiatan Dalmas Pengertian.pengertian Pengendalian Massa yang selanjutnya disebut Dalmas adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan Polri dalam rangka menghadapi massa pengunjuk rasa. 1. 2. 10. Menjelaskan Persyaratan Anggota Dalmas. Memilih Cara Bertindak Dalmas. Menjelaskan Konfigurasi Standar Dalmas. Negosiator adalah anggota Polri yang melaksanakan perundingan melalui tawar menawar dengan massa pengunjuk rasa untuk mendapatkan kesepakatan bersama. Lapis Ganti adalah kegiatan peralihan kendali dari satuan Dalmas Awal ke Dalmas Lanjut. Memahami pengetahuan Pengendalian Massa dalam pelaksanaan tugas kepolisian Menerapkan Pengendalian Massa dalam melaksanakan tugas kepolisian. Menjelaskan Pengertian Dalmas Awal dan Dalmas Lanjut. Menjelakan Tujuan dan Sasaran Dalmas. 5. Menjelaskan pengertian Dalmas. Dalmas Awal adalah satuan Dalmas yang tidak dilengkapi dengan alat-alat perlengkapan khusus kepolisian. 3. Menjelaskan Larangan dan Kewajiban Anggota Dalmas. FUNGSI TEKNIS SABHARA 16 . Indikator Hasil Belajar : Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab III. digerakan dalam menghadapi kondisi massa masih tertib dan teratur/situasi hijau. 7.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB III PENGENDALIAN MASSA Kompetensi Dasar : 1. 9. 2. 8. diharapkan peserta didik dapat : 1. Menjelaskan Dasar Hukum Dalmas. 6. digerakan dalam menghadapi kondisi massa sudah tidak tertib/situasi kuning. Lintas Ganti adalah kegiatan peralihan kendali dari satuan Dalmas Awal ke Dalmas Lanjut. 4. Dalmas Lanjut adalah satuan dalmas yang dilengkapi dengan alat-alat perlengkapan khusus kepolisian.

dibawah permukaan tanah dan atau air. termasuk bangunan. Kepala Kepolisian Sektor Kota (Kapolsekta). penganiayaan berat. teror. penyanderaan dan lain sebagainya selanjutnya disebut dalam situasi merah 2. Kapoltabes. Kepala Kepolisian Resort Metropolitan (Kapolres Metro). Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan. dan gedung-gedung/bangunan lainnya yang digunakan sebagai pusat kegiatan kemasyarakatan secara umum (vital) yang menjadi sasaran unjuk rasa. Kendali Taktis adalah pengendalian oleh Kapolsek. serta di atas permukaan air. Kepala Kepolisian Resort Metropolitan Kota (Kapolres Metro) Kepala Kepolisian Kota Besar (Kapoltabes). Kapolsek Metro Kapolres. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) untuk mengatur segala tindakan pasukan di lapangan pada lokasi unjuk rasa atau areal tertentu dalam rangka mencapai suatu tujuan. jalan lori dan jalan kabel. Dasar Hukum FUNGSI TEKNIS SABHARA 17 . halaman dan sekitarnya yang digunakan untuk melakukan kegiatan pemerintahan. pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukan bagi lalu lintas. Kapolres Metro.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Penanggulangan Huru-Hara yang selanjutnya disebut PHH adalah rangkaian kegiatan atau proses/cara dalam mengantisipasi atau menghadapi terjadinya kerusuhan massa atau huru-hara guna melindungi warga masyarakat dari akses yang ditimbulkan. Lapangan/Lahan Terbuka adalah tempat tertentu yang digunakan sebagai sarana oleh massa dalam melakukan unjuk rasa. Kapolda yang berwenang mengatur segala tindakan pasukan di lapangan pada lokasi unjuk rasa. pengrusakan. yang berada pada permukaan tanah. kegiatan usaha. di atas permukaan tanah. Kepala Kepolisian Sektor Metropolitan (Kapolsek Metro). Kendali Umum adalah pengendalian oleh Kapolda untuk mengatur seluruh kekuatan dan tindakan dalam unjuk rasa pada kondisi di mana massa pengunjuk rasa sudah melakukan tindakan-tindakan melawan hukum dalam bentuk pengancaman. Kendali Teknis adalah pengendalian oleh pejabat pembina fungsi atau pimpinan pasukan dan atau perwira lapangan di kesatuan masing-masing yang bertanggung jawab atas teknis pelaksanaan tugas semua anggota yang menjadi tanggung jawabnya. Gedung/Bangunan Penting adalah bangunan bangunan yang meliputi ruangan. pencurian dengan kekerasan. pembakaran. Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta). kecuali jalan kereta api. Kendali adalah kegiatan yang dilakukan oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek). Kepala Kepolisian Resort (Kapolres). Kapolsekta. Alih Kendali adalah peralihan kendali dari Kapolsek / Kapolsekta / Kapolsek Metro kepada Kapolres / Kapolresta / Kapolres Metro / Kapoltabes. Kapolresta. intimidasi. dari Kapolres / Kapolresta / Kapolres Metro / Kapoltabes kepada Kapolda.

Melindungi dan mengamankan tim negosiator dari desakan massa. Larangan dan kewajiban Anggota Satuan Dalmas   b. a. Prinsip Dasar Pelayanan Unjuk Rasa Unjuk rasa adalah hak Warga Negara sehingga harus dilayani.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI     3. terukur sebagai langkah terakhir terhadap unjuk rasa yang anarkhis. Surat Keputusan Direktur Sabhara Polri No Pol: Skep 02/VII/2007 tanggal 30 Juli 2007 Tentang Buku Panduan Pelatiahan Dasar Dalmas. guna menghindari huru-hara yang dapat menimbulkan jatuhnya korban. Penegakkan Hukum untuk prevantif Tindakan tegas. Mencegah terjadinya pelanggaran HAM.       5. kerugian materil ataupun terganggunya kamtibmas. : 16 Tahun 2006 tanggal 16 Desember 2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa. Sasaran Menjaga dan melayani massa unjuk rasa agar tetap terkendali atau damai dan tujuan tercapai Tidak terpancing oleh provokator atau pihak penyusup. Pol. Sesuai prosedur hukum. Mencegah agar massa penonton tidak memprovokatosi massa unjuk rasa untuk bertindak anarki. FUNGSI TEKNIS SABHARA 18 . Tokoh pimpinan massa/Korlap dengan pengendali satuan dalmas masing-masing dapat menjaga atau mengendalikan massanya dan anak buahnya Mencegah agar massa unjuk rasa tidak anarki.       4. Mengupayakan tegaknya hukum dan ketertiban demi terpeliharanya kamtibmas. Mengutamakan Negosiasi. Undang-undang No 9 tahun 1998 tentang Undang-undang menyampaikan pendapat dimuka umum. Undang-undang No 9 tahun 1999 tentang Hak azasi manusia. Menghormati HAM.  Peraturan Kapolri No. Tujuan dan Sasaran Tujuan Terlayaninya unjuk rasa agar berlangsung dengan tertib.

Persyaratan yang harus dimiliki oleh Satuan Dalmas adalah mempunyai : Mental dan moral yang baik. Mengucapkan kata-kata kotor.   Larangan Bersikap arogan dan terpancing oleh prilaku massa. Keluar dari ikatan satuan/formasi dan melakukan pengejaran massa secara perorangan. Nilai ke Sabharaan jasmani paling rendah 65. Melakukan perbuatan lain yang melanggar peraturan perundang undangan.             FUNGSI TEKNIS SABHARA 19 . Sikap netral. Kemampuan membentuk/mengubah formasi dengan cepat. Kemampuan menilai karakteristik massa secara umum. Keteguhan hati dan loyalitas tinggi. Penguasaan terhadap pasal-pasal dalam undang-undang yang berkaitan dengan Dalmas. Jiwa karsa yang tinggi. Melayani dan mengamankan pengunjuk rasa sesuai ketentuan. Kemampuan berkomunikasi dengan baik. Kemampuan dalam menggunakan peralatan Dalmas.       b. Menghormati Ham dari setiap orang yang melkuakan unjuk rasa. Setiap pergerakan pasukan Dalmas selalu dalam ikatan satuan dan membentuk formasi sesuai ketentuan. Membawa senjata tajam dan peluru tajam. Kemampuan beladiri. Dedikasi dan disiplin yang tinggi. Melindungi jiwa dan harta benda.       6. Patuh dan taat kepada perintah Kepala Kesatuan Lapangan yang bertanggung jawab sesuai tingkatannya.pelecehan seksual perbuatab asusila memakimaki pengunjuk rasa. Melakukan tindakan kekerasan yang tidak sesuai dengan prosedur.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI a. Mundur membelakangi massa pengunjuk rasa. Tetap menjaga dan mempertahankan situasi unjuk hingga unjuk rasa selesai. Kewajiban. Membawa peralatan diluar peralatan dalmas.

2 Satuan Peleton Dalmas Lanjut : 37 orang.            7.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   7.21       Kemampuan menggunakan kendaraan taktis pengurai massa dan alat khusus Dalmas lainnya dengan baik. Satuan Peleton Dalmas Awal : 38 orang. Mempunyai keteguhan hati dan loyalitas tinggi. 7.3 Satuan Kompi Dalmas Awal : 116 orang. Kecepatan berkumpul. Trampil membentuk/merobah Formasi dengan cepat.2. Mempunyai ketahanan fisik yang baik. 7. Mampu berkomunikasi dengan baik.2. Trampil dalam menggunakan peralatan Dalmas. Konfigurasi Standar Kemampuan Mempunyai mental yang baik. mampu naik dan turun kendaraan dengan tertib. Mempunyai dedikasi dan disiplin yang tinggi. terdiri atas :  Dan Kompi : 1 orang FUNGSI TEKNIS SABHARA 20 . terdiri atas :         Danton Anggota Caraka Kamerawan Pemadam Api Penembak Gas Unit Anjing Unit Kuda : : : : : : : : 1 30 1 1 2 2 3 3 orang orang orang orang orang orang unit unit 7. Kemampuan naik-turun kendaraan dengan tertib dan kecepatan berkumpul. Mampu menilai karakteristik massa secara umum. Kekuatan.1. Mempunyai kemampuan bela diri.2. Mampu menggunakan alsus Water Canon dan alsus Dalmas lainnya dengan baik. terdiri atas : Danton Anggota Caraka Kamerawan Petugas Tali Dalmas Negosiator : : : : : : 1 30 1 1 2 3 orang orang orang orang orang orang 7.

Fungsi Intelejen. 7. Satuan Penindak Sabhara.4 Satuan Kompi Dalmas Lanjut: 138 orang. meliputi: FUNGSI TEKNIS SABHARA 21 . Fungsi Lalu Lintas Fungsi Pol Air Fungsi Pol Udara Fungsi Propam Fungsi Keslap Fungsi Humas Fungsi Telematika Fungsi Logistik. a. 8.2.1. b. Manajemen Dalmas Tahap persiapan Membuat surat perintah Mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang massa pengunjuk rasa yang akan dihadapi. Fungsi Binamitra. Fungsi Reskrim.2.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI        Wadan Kompi Dan Ton Caraka Kamerawan Petugas Tali Dalmas Anggota Negosiator : : : : : : : 1 3 4 5 2 90 10 orang orang orang orang orang orang orang 7. terdiri atas :              Dan Kompi Wadan Kompi Dan Ton Caraka Kamerawan Penembak Gas Air Mata Pemadam Api Pok Rantis Pengurai Massa Pok Rantis Penyelamat Pok Kawat Penghaang Massa Anggota Unit Anjing Unit Kuda : : : : : : : : : : : : : 1 1 3 4 5 6 6 8 4 10 90 10 10 orang orang orang orang orang orang orang orang orang orang orang unit unit.5 Satuan Pendukung             8.

Formasi Dasar dan Satuan. Pemadam Api. Police Line (Jarak dengan Massa Min 10 M) Tim Negosiator. Anarkhis) Peralatan Dalmas (Pemadam Api.      i. Tempat dan Rute diadakannya Unras. Megaphone. d. Handy Cam. transportasi.2. f.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI     c.2. Alkom) Formasi bersaf. Pelindung Tangan. Waktu. Bukan untuk memukul. Handy Cam). Melaksanakan Latihan perorangan / Satuan dan Peralatan : Peran komunikasi Negosiator. Helm.      8. Sat Dalmas tanpa alat (Posisi Tangan Berkait Formasi   8. Penggunaan Tongkat “T’ hanya untuk mendorong massa. dan logistik serta dokumentasi. Memberi APP kepada seluruh anggota yang terlibat tugas pengendalian massa : Satuan dalmas dilarang membawa senjata tajam atau senjata api. Menyiapkan kekuatan cadangan untuk antisipasi massa bertambah banyak. Membuat system komunikasi ke seluruh unit satuan polri. komunikasi. Nama organisasi Unras.2.1 Formasi Sat Dalmas    bersaf). Satuan Dalmas bergerak dengan atas perintah Komandan dan dalam ikatan satuan. h. Tidak tertib/Arogan. Rompi Dalmas. e. Tameng fiber. Pemberdayaan Satwa ( merupakan Kuat Pendukung Dalmas) Water Canon / RPM. g. Cek perlengkapan perorangan/satuan. Anggota Dalmas dilarang berdebat dengan massa (diserahkan Tim Negosiator). Pelindung Kaki. Tahap pelaksanaan 8. Maksud dan Tujuan serta Thema Unras.2 Langkah-langkah Kegiatan FUNGSI TEKNIS SABHARA 22 . Ketahanan phisik dan mental. Water Canon / RPM.  Sat Dalmas dengan Alat (Tongkat “T”. Membuat pos komando lapangan yang dekat dengan lokasi unjuk rasa tetapi tersembunyi. Menyiapkan perlengkapan. Menyiapkan pasukan dalmas sebelum massa pengunjuk rasa mendahului datang ke obyek yang dituju. Pimpinan / Penanggung jawab Unras. Langkah Pelayanan Unras sesuai eskalasi (Damai.

    k. Satuan dalmas jangan sekali-kali berdiskusi atau membantah issu yang diangkat oleh massa pengunjuk rasa. Satuan Dalmas melakukan penyekatan sementara dengan memasang Police Line antara Massa Unras dan Pasukan Dalmas/pengalihan route terhadap massa agar tetap tertib ditempat yang sudah ditentukan atau menghindari massa yang tidak sepadan. m. tetapi jaga sikap. merupakan tahap awal dari pengendalian massa. Penangkapan oleh unit Intel sesuai prosedur yang berlaku. Liputan photo/video/HandyCame harus mencakup proses unjuk rasa begitu pula rekaman aksi dan kata-kata yang diucapkan oleh pimpinan massa. g.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI a.     h. kerumunan dan tindakan yang mereka lakukan. Pembubaran merupakan kegiatan atau tindakan. Pamplet dan Transportasi yang digunakan untuk Unras. jangan mengancam/menggertak. Jelaskan undang-undang yg berlaku bagi pengunjuk rasa. Hindari kontak fisik. Tahap penyekatan sementara atau pengalihan rute melaksanakan : Tim Negosiator melakukan Negosiasi dengan pimpinan/penanggung jawab massa pengunjuk rasa. bila massa mengganggu kamtibmas. Tanyakan surat pemberitahuan kepada pimpinan massa dari Polri dan beritahukan kewajiban yang harus dipatuhi selama berunjuk rasa. Pembubaran massa : Membubarkan massa dengan mendorong apabila negosiator gagal/tidak ada kesepakatan. Arah. Satuan Dalmas menutup Pam Obyek Vital dan tempat-tempat yang berada di sekitar unjuk rasa. tetap bertahan pada formasi yang telah ditentukan. d. c. Satuan Dalmas tetap menunjukan sikap yang ramah.       e. b. Gunakan kamera photo/video/HandyCame untuk meliput : Massa Unras utamanya pimpinan massa. Menutup gerakan massa yang menuju ke arah berbahaya. Individu yang bertindak diluar kewajaran Semua alat . l. FUNGSI TEKNIS SABHARA 23 .  Adakan peninjauan lapangan Gunakan rute terdekat untuk menuju sasaran Tahap isolasi. Satuan Dalmas lintas ganti dengan PHH Brimob apabila unjuk rasa berubah menjadi huru-hara / anarkis. f. tidak terpancing emosi. j. masa diarahkan di tempat aman dengan kawalan satuan dalmas. i. Penangkapan terhadap provokator dan pelaku tindak pidana. Jelaskan sikap dan kebijakan Polri terhadap massa. dilakukan dengan formasi bersaf. jaga ketertiban dan keutuhan formasi. Pengawalan : Massa dapat dibubarkan dan situasi dapat dikendalikan.

.    8. Tim Negosiator dan Dalmas Tanpa Alat menutup lambung kanan / kiri dibelakang Dalmas Pakai Alat. a. Massa diberi pengarahan untuk kembali dengan tertib ke tempat masing-masing. Cek keutuhan personil dan peralatan  FUNGSI TEKNIS SABHARA 24 . Petugas Handy Cam harus selalu merekam / mengambil gambar sepanjang terjadinya unjuk rasa. Pengawalan dilaksanakan oleh petugas di depan dan di belakang rombongan massa.  Tahap pengakhiran Konsolidasi Mengumpulkan kembali satuan dalmas yang terlibat dalam tugas pengendalian massa.2. Provokator / pelaku tindak pidana dibawa ke komando.3 a. Lakukan Lintas Ganti dengan Dalmas Pakai Alat.    b. Lakukan pendorongan massa seperlunya bila situasi massa berkembang memanas. Negosiator dibelakang Dalmas Tanpa Alat. Dalmas Tanpa Alat dan Dalmas Pakai Alat menutup lambung kanan /kiri dibelakang PHH Brimob. Petugas Handy Cam selalu mengikuti / merekam jalannya unjuk rasa. Petugas pemasang Police Line tetap menjaga keutuhan Police Line. Situasi Tidak Tertib / Arogan Menarik Police Line. Situasi damai. Situasi Anarkhis Lakukan Lintas ganti dengan PHH Brimob.  Adakan penjagaan dititik kumpul massa dan lakukan pengawalan disepanjang perjalanan menuju lokasi unjuk rasa dan pilihkan rute yang lancar dan aman.       c. Menarik mundur Tim Negositor. 8.3 Dinamika Operasional Sat Dalmas. Upayakan tidak sampai Anarkhis. lakukan Negosiasi lanjut.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   n. Tim Negositor menyambut kedatangan massa dan melakukan kegiatan Negosiasi Sat Dalmas tanpa alat melapis dengan formasi bersaf dibelakang Negosiator dengan sikap siaga.

Pelaporan Membuat laporan tentang pelaksanaan tugas pengendalian massa.    c. Mengoreksi tindakan yang sesuai dengan prosedur. Kaji ulang ( “ Wash Up”) Perlu dievaluasi tentang pelaksanaan tugas yang telah dilaksanakan dan cara bertindak di lapangan. Ucapkan terima kasih atas tugas yang telah dilaksanakan. FUNGSI TEKNIS SABHARA 25 . Data korban dipihak petugas maupun dipihak massa.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  b.

Menjelaskan Sasaran Penjagaan. Menjelaskan Pengertian Penjagaan. Menjelaskan Peranan Penjagaan. Peraturan Kababinkam Polri No. Skep Kapolri No. Menerapkan Tugas Penjagaan dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Menjelaskan Konfigurasi Standar Penjagaan. Melakukan Pengawasan Pengendalian Penjagaan. 2. pengayoman dan pelayanan dalam rangka memelihara keselamatan jiwa dan keamanan harta benda Penjagaan Markas atau perkantoran adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk menjaga keamanan Markas atau perkantoran yang menjadi tanggung jawabnya. 3. Penjagaan tahanan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk memberikan perlindungan dan pengawasan terhadap tahanan dalam pelaksanaan proses hukum. diharapkan peserta didik dapat : 1. Dasar   UU NO. 10. 4. 8.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB IV MANAJEMEN PENJAGAAN Kompetensi Dasar : 1. 2 Tahun 2002. 9. Menjelaskan Bentuk-Bentuk Penjagaan. Memahami Tugas Penjagaan dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Penjagaan obyek tertentu lainnya adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk memberikan keamanan terhadap obyek tertentu lainnya. 2. Melakukan Serah Terima Tugas Jaga. Menjelaskan Tugas Penjagaan. 09 Tahun 2009 tanggal 31 Desember 2009. 1. tentang Penjagaan  FUNGSI TEKNIS SABHARA 26 . Melakukan / Membuat Rencana Kegiatan Penjagaan. 7. 6. Menjelaskan Tujuan Penjagaan. Pengertian Penjagaan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk memberikan perlindungan. Indikator Hasil Belajar : Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab IV. Pol : Skep/262/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang Penjagaan. 2. 5.

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3. Memberikan pelayanan.    4. Pos Sementara (Taktis) FUNGSI TEKNIS SABHARA 27 . Monitor secara aktif setiap saat segala bentuk gangguan kamtibmas yang terjadi pada seluruh jajaran Polri di wilayahnya. antara lain menerima laporan / pengaduan dari masyarakat. menjaga dan mengamankan keselamatan orang / jiwa raga dan harta benda. baik bersifat pos tetap.  Penjagaan markas termasuk penjagaan tahanan dan pengamanan barang bukti. 5. terkendali dan dinamis dalam rangka memelihara kamtibmas.1. pos sementara dan pos bergerak (mobile). kegiatan dan tingkat kerawanan.  Penyelesaian perkara ringan / perselisihan antar warga.1. Adalah suatu Pos Polisi yang bersifat permanen dan ada kegiatan Kepolisian yang dilaksanakan sepanjang waktu serta dikukuhkan dengan Surat Keputusan Kapolda. Contoh : Pospol Serpong. memelihara dan menjaga situasi yang mantap. 4. Pos Polisi dilihat dari sifat. dibagi menjadi : Pos Tetap. 4.    Tujuan Penjagaan Menciptakan. Sampaikan secara cepat dan tepat setiap kejadian segala bentuk kejadian / gangguan kamtibmas yang terjadi di wilayahnya kepada Satuan Tingkat Atas guna mendapatkan petunjuk lanjut.2. Sebagai pintu gerbang pertama memberikan pelayanan kepolisian kepada warga masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk :  Penerimaan dan penanganan pertama laporan / pengaduan. Memelihara. Pos Jaga Polsek 5.  Pelayanan permintaan bantuan / pertolongan Kepolisian . Peranan Penjagaan. Tugas Penjagaan Mencegah / menangkal segala bentuk tindak kejahatan / pelanggaran di daerah tanggung jawabnya masing-masing. Terpelihara dan terciptanya ketaatan warga negara dan masyarakat terhadap peraturan yang berlaku dalam rangka mewujudkan tegak dan tertib hukum dalam masyarakat. 5. sesuai ketentuan Hukum dan Peraturan / kebijakan dalam organisasi Polri.2.  Tugas dan Peranan Penjagaan.

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

Pos sementara adalah pos yang diadakan dalam rangka menghadapi ancaman gangguan dan kegiatan masyarakat yang bersifat temporer, misalnya :  Pos penjagaan hiburan  Pos penjagaan pameran  Pos penjagaan hari raya 5.3. Pos Bergerak (mobile)

Pos polisi yang sifatnya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain dengan menggunakan mobil. Contoh : Patroli R- 4 saat berhenti dapat melakukan pelayanan, pengayoman dan perlindungan terhadap masyarakat. 6. 6.1. 6.2. Konfigurasi standard Nama Satuan : Unit Penjagaan. Kekuatan :

6.2.1 Kualifikasi kemampuan Yanmas TPTKP Proses Tipiring Mengetik/Operasional Komputer Menembak mahir minimal kelas 2 6.2.2 Jumlah Personel Penjagaan menggunakan sistem 3 (tiga) giliran jaga (ploeg/shief) dengan kekuatan personel sebagai berikut : a.   b.   c.   6.3. Polsek, 12 orang terdiri dari : Tiga orang sebagai Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (Ka SPK). Sembilan orang sebagai anggota. Polres, 18 orang terdiri dari : Tiga orang sebagai Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (Ka SPK). 15 orang sebagai anggota. Polda, 63 orang terdiri dari : Tiga orang sebagai Ka Unit. 60 orang sebagai anggota. Peralatan dan Perlengkapan

6.3.1 Umum a. Gampol yang berlaku sesuai ketentuan.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

28

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

b.        c.   d.     e.   

Perlengkapan perorangan Sabhara Polri terdiri dari : Sabuk Sabhara Selempang Pet Tongkat "T" Borgol Peluit Tanda Kewenangan Persenjataan Revolver untuk seluruh anggota. Senjata panjang. Kendaraan RanmorR2 Ranmor R4 Pengangkut personel. Pengangkut tahanan. Alkom Telephone. Handy Talky/HT. Megaphone.

 

6.3.2 Khusus Sabhara Kit TKP Kit 6.3.3 Buku-buku yang harus ada di penjagaan

    

       

Buku Jadwal dan Mutasi Penjagaan. Buku Induk / Register Laporan Polisi. Buku Induk/Register Surat T anda Penerimaan Laporan. Buku Induk / Register Pengiriman Berita / Laporan Kejadian Peristiwa Gangguan Kamtibmas dari Polsek ke KOD (Polres/ta/tabes). Buku Induk / buku Register Penerimaan dan Penerusan/ Pengiriman Berita/Laporan Kejadian Gangguan Kamtibmas (dari KOD s/d ke Mabes Polri secara berjenjang). Buku Induk / Register Situasi Umum Harian Gangguan Kamtibmas. Buku Daftar Tahanan. Buku Mutasi Tahanan. Buku Berobat Tahanan. Buku Barang / Milik / Titipan Tahanan. Buku Makanan Tahanan. Buku Besuk / Mengunjungi Tahanan. Buku Kontrol Tahanan.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

29

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

          

Buku Bon / Pinjam Tahanan untuk kepentingan Pemeriksanaan. Penyidikan. Buku Induk/Register Permintaan Visum et Repertum. Buku Barang Bukti. Buku Tamu. Buku Supervisi dari Pimpinan / Satuan Tingkat Atas. Buku Kecelakaan Lalu Lintas. Buku Barang Inventaris Penjagaan. Buku Alamat/No. Telp Pejabat Penting. Buku Daftar Pencarian Orang (DPO) dan Daftar Pencarian Barang (DPB). Blanko-blanko : a. Permintaan Visum et Refertum. b. Laporan Polisi / Kejadian. c. Tanda Penerimaan Laporan / Pengaduan. d. Tipiring e. Lain-lain sesuai kebutuhan. 7. 7.1. Tujuan dan Sasaran. Tujuan

Terpeliharanya keamanan personel, tahanan dan instalasi kesatuan dan obyek tertentu lainnya yang dijaga. 7.2. Sasaran

7.2.1 Penjagaan Markas  Penjagaan Keamanan, keselamatan dan kenyamanan personel Polri dan tamu.  Keamanan materiil markas.  Ketertiban dan kelancaran kegiatan dinas di markas. 7.2.2 Penjagaan Tahanan  Jumlah tahanan.  Keselamatan tahanan.  Ketertiban dan kebersihan ruang tahanan.  Keamanan barang milik tahanan. 7.2.3 Penjagaan obyek tertentu lainnya.  Keamanan, keselamatan dan kenyamanan personel.  Keamanan materiil  Ketertiban dan kelancaran kegiatan 8. Manajemen Penjagaan

Kegiatan penjagaan meliputi : Penjagaan markas, Penjagaan tahanan dan Penjagaan kegiatan masyarakat / obyek khusus 8.1. Penjagaan Markas 8.1.1 Tahap Persiapan

FUNGSI TEKNIS SABHARA

30

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

   

 

Setengah jam sebelum dimulai giliran tugas jaga, maka petugas jaga baru sudah siap di tempat jaga. Pemeriksaan ruang jaga dan ruang tahanan. Pemeriksaan kerapihan meliputi ; sikap tampang, perlengkapan dan persenjataan. Menerima/meminta informasi dan mempelajari tugas-tugas yang telah dilakukan oleh petugas jaga lama, memperhatikan petunjuk-petunjuk dan perintah-perintah dari pimpinan. Melaporkan kepada Biro Operasional / Bagian Operasional / SPK. Ka Jaga memberikan AAP kepada anggotanya.

8.1.2 Tahap Pelaksanaan Penjagaan Markas pada prinsipnya di bawah tanggung jawab Ka Jaga Adapun kegiatan-kegiatan penjagaan antara lain : a. Membuat jadwal tugas-tugas penjagaan dan mengisi buku mutasi sesuai perintah. b. Melaksanakan dinas jaga sesuai jadwal tugas penjagaan, termasuk penugasan anggota jaga untuk menaikkan dan menurunkan bendera merah putih pada pukul 06.00 dan pukul 18.00 setempat. c. Memukul lonceng setiap jam sekali, selama 24 jam dan ditulis dalam buku mutasi penjagaan dengan tinta warna merah. d. Dalam pelaksanaan tugas jaga Markas agar memperhatikan dan meneliti secara khusus hal-hal sebagai berikut :  Buku-buku dan blanko yang hams ada di penjagaan.  Isi kotak PPPK/PPGD dan alat pemadam kebakaran.  Papan pengumuman, turunan/petikan dari peraturanperaturan / instruksi-instruksi konsignes.  Kebersihan dan ketertiban ruang jaga, ruang tahanan dan kamar mandi/WC.  Dalam hal pengamanan senjata api beserta amunisi yang tidak digunakan, agar senjata api dalam keadaan kosong dan disimpan dalam lemari / rak senjata yang terkunci, tetapi mudah dijangkau apabila sewaktu-waktu diperlukan.  Menjaga dan memelihara barang-barang inventaris yang dipertanggung jawabkan pada penjagaan seperti : kebersihan senjata api, kebersihan dan kerapihan buku-buku penjagaan.  Perhatikan ketentuan cara menerima/mengirim berita telepon.  Selama melaksanakan tugas penjagaan maupun sedang dalam istirahat agar tetap memperhatikan kesiapsiagaan.  Melaksanakan pengawasan terhadap situasi Markas dan sekitarnya.  Menjaga, memelihara dan mengawasi serta mengatur keluar masuknya barang bukti, barang titipan dan barang temuan yang menjadi tanggung jawab petugas jaga, agar tetap utuh dan tidak rusak serta dicatat dalam buku Mutasi.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

31

Dalam pelaksanaan tugas jaga markas agar senantiasa diadakan koordinasi dengan petugas jaga instansi lain. 8.  Memeriksa/cheking perlengkapan anggota jaga.1.  Di Polsek/ta oleh Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK). Penjagaan Tahanan 8. berobat). Aktivitas tahanan (keluar masuk. Seluruh kegiatan yang dilakukan oleh anggota jaga dicatat dalam buku mutasi penjagaan.  Di Polres/ta oleh Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK). Bagi anggota yang mendapat giliran istirahat memanfaatkan waktu istirahat di tempat yang sudah ditentukan. Melaksanakan was.1 Tahap Persiapan. 8.3 Tahap Pengakhiran (pengawasan dan pengendalian) Kegiatan konsolidasi dari masing-masing sasaran dalam penjagaan/kesatrian :  Dilaksanakan setelah kegiatan penjagaan selesai dengan melakukan apel selesai tugas.  Memeriksa/cheking kekuatan/anggota jaga.2 Penjagaan tahanan dilakukan oleh anggota jaga dengan pengaturan sesuai jadwal tugas jaga tahanan.3   Penjagaan tahanan ditujukan terhadap: Kondisi tahanan antara lain kesehatannya. Mencatat dalam buku mutasi setiap kejadian dilingkungan tanggung jawabnya.  8. pengamatan dan pengecekan di lingkungan markas & memeriksa pintu-pintu kantor apakah sudah terkunci atau belum terutama di luar jam kantor atau malam hari termasuk adanya anggota yang lembur.  Membuat laporan pelaksanaan penjagaan sesuai sasaran penjagaan. pertolongan dan informasi serta menyiapkan ruang tunggu tamu.2. 8. Di Mabes Polri oleh petugas Satuan Pengamanan dan Protokol (Satpamprot) Denmabes Polri.2. besuk tahanan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI       Memberikan pelayanan kepada masyarakat yang memerlukan bantuan.2. proses pemeriksaan. olahraga.  Ka Jaga melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya baik secara lisan maupun tertulis dalam buku mutasi atau blanko laporan kepada Pa Siaga/Pamapta/Bamapta.  Di Polda oleh Satuan Pengamanan dan Protokol (Satpamrot) Denma Polda.2. FUNGSI TEKNIS SABHARA 32 .

 Catat dalam buku mutasi apabila ada kelainan/penyimpangan dari pada tahanan dan situasi sekitar ruang tahanan serta dibuat laporan. senter malam hari) dan Iain-lain yang diperlukan.6 Sebelum serah terima jaga tahanan.4 Mengecek kelengkapan (senjata api. tegas.5 Anggota jaga tahanan harus mengetahui jumlah dan keadaan tahanan dari daftar tahanan yang ada (pada buku dan papan tahanan). anggota jaga lama dan baru mengadakan pemeriksaan :  Jumlah tahanan. siapa yang bertanggung jawab pada jam-jam tertentu.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 33 . melemahkan atau merampas peralatan/senpi petugas jaga tahanan yang selanjutnya bertindak untuk melarikan diri.   c. barang-barang milik tahanan yang dititipkan. diatur sebagai berikut :  Buat jadwal.  Lakukan tindakan tepat. Petugas yang baru mengecek jumlah tahanan. 8. Pelaksanaan tugas jaga tahanan apabila sewaktu-waktu masuk ke dalam ruang tahanan.  Adakan penjagaan dan pengawasan secara ketat terhadap tahanan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  kelengkapannya.  Pelaksanaan tugas pada saat serah terima jaga tahanan : Petugas jaga lama menyerahkan tugas jaga/pengawasan tahanan dengan lengkap dan informasikan hal-hal yang perlu diperhatikan oleh petugas yang baru. menyandera atau melakukan perbuatan yang merugikan Polri. Petugas Jaga Tahanan.2. pemberontakan. Kondisi rumah tahanan antara lain kebersihan dan 8. 8. keadaan tahanan.7 Tahap Pelaksanaan a.  Upayakan maksimal pengawasan / penjagaan selama 1 s/d 2 jam atau disesuaikan dengan kekuatan personil petugas jaga.  Awasi lingkungan dalam dan luar ruang tahanan secara ketat dan teliti. Untuk menghidari perbuatan yang merugikan Polri tersebut.  Mencocokan daftar tahanan dan mengadakan pemeriksaan kondisi ruang tahanan. cepat dan benar terhadap penyimpangan-penyimpangan dari tahanan.2. Serah terima tugas jaga tahanan agar dicatat dalam buku mutasi penjagaan selengkap-lengkapnya. Pada saat petugas jaga tahanan masuk ke dalam kamar tahanan ada kemungkinan tahanan sewaktu-waktu memperdaya. kondisi fisik setiap tahanan. b.2.2. SPP serta halhal lain sehubungan dengan penyerahan dari petugas lama. 8.

 Keluar dan masuknya tahanan hendaknya diatur secara bergilir sesuai dengan kepentingan. Apabila terjadi kelalaian atau kesengajaan dari petugas tahanan yang mengakibatkan matinya tahanan atau melarikan diri. Mengamankan situasi secara bersamasama. Sikap petugas jaga tahanan Petugas jaga tahahan tidak boleh lengah dan harus selalu waspada. 4. penganiayaan ataupun menyakiti hati tahanan. e.  Dilarang membuka kamar tahahan pada malam hari. Pada prinsipnya petugas yang memasuki ruang tahanan minimal 2 orang petugas : 3. d.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 34 . Melakukan ancaman. Petugas pertama yang memasuki ruang tahanan.     Petugas jaga tahanan dilarang Meminta uang/ barang/ jasa apapun dari tahanan atau keluarga yang datang menjenguk Menyuruh bekerja seperti membersihkan kendaraan. Petugas kedua mengawasi gerak-gerik tahanan dalam rangka mengamankan petugas yang masuk ke dalam ruang tahanan.  Jarak masing-masing petugas tersebut diatur sedemikian rupa sehingga dapat mengamankan petugas lainnya agar : Memberikan peringatan bila terjadi bahaya.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI diatur cara-cara pengamanan sebagai berikut : 1.  Kekuatan petugas yang masuk dalam ruang tahanan disesuaikan dengan jumlah tahanan.  Petugas yang masuk ke dalam ruang tahanan hendaknya mengambil posisi taktis yang menguntungkan dalam arti sewaktuwaktu mudah melumpuhkan gerakan tahanan yang membahayakan. Memudahkan petugas untuk saling membantu. maka petugas jaga tahanan dan pimpinan 2 (dua) tingkat di atasnya dikenakan tuntutan sesuai peraturan yang berlaku. Petugas jaga tahanan harus dapat mengetahui tahanan mana yang perlu diwaspadai dan memerlukan perhatian khusus. 2. menyapu halaman/lantai kotor.

perpanjangan penahanan dari jaksa serta pengadilan. FUNGSI TEKNIS SABHARA 35 . Memberikan pembinaan dan pelayanan yang baik agar sekeluarnya dari ruang tahanan yang bersangkutan tidak merasa sakit hati/dendam kepada anggota Polri. korek api.  Petugas jaga tahanan yang melalaikan tugasnya atau karena kesalahannya menyebabkan seorang tahanan melarikan diri. kikir atau benda-benda yang dapat diubah menjadi benda yang membahayakan tahanan atau dapat merugikan petugas. diketahui oleh tahanan dan petugas dengan membubuhi tanda tangan. kamar No. Tanggung jawab terhadap tahanan. umur.  Kepala jaga bertanggung jawab terjadinya tahanan yang dianiaya oleh sesama tahanan. Apabila ada barangbarang berharga (uang. Catat tahanan dalam buku daftar tahanan dancatat dentitas yang menyerahkan dalam laporan pelaksanaan tugas jaga. Dibina dan diarahkan setelah mereka bebas dapat membantu tugas Polri. seperti : benda tajam/sejenisnya. perhiasan) milik pribadi tahanan. apabila nyata-nyata ada bekas penganiayaan. Periksa barang-barang tahanan. obeng. pasal/kasus yang dilanggar. Tahanan sebelum dimasukan dalam Ruang Tahanan. Setiap tahanan yang ditahan di Ruang Tahanan. Semua barang milik tahanan dicatat secara rinci dalam Buku Register Barang Titipan Milik Tahanan. ikat pinggang.    Harus Etis. Pada saat menerima tahanan periksa kondisi tahanan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI    f. catat dalam buku penerimaan tahanan. anak-anak dan orang dewasa Tahanan selama dalam Ruang Tahanan      g. Tahanan harus dilengkapi dengan Surat Perintah Penahanan (SPP) yang ditanda tangani oleh Penyidik. tali. maka petugas jaga harus meminta VER ke rumah sakit dengan dibuat Berita Acara Penerimaan dan Penyerahan Tersangka kemudian dilaporkan kepada atasan agar apabila terjadi sesuatu (mati) hal tersebut dapat dipertanggung jawabkan. dapat dikenakan hukuman menurut ketentuan hukum yang berlaku. agar diamankan oleh petugas jaga. tanggal dimulainya penahanan. Masukan tahanan dalam Ruang Tahanan dan dipisahkanan antara laki-laki dan perempuan. Open / Correct dan jangan arogan. jenis kelamin. SPP harus diperlihatkan kepada tahanan dan setelah ditandatangani simpan dalam kotak SPP yang tersedia di ruang jaga tahanan dan melekat di dinding. apakah ada tanda-tanda penganiayaan atau tidak. agar dicek kesehatannya dengan minta bantuan tenaga medis. harus dimasukan dalam sampul dan disegel serta disaksikan oleh pemilik. SPP. Papan tahanan ditaruh di ruang jaga tahanan agar tidak terlihat oleh umum. Penyimpanan barang berharga diupayakan dititipkan di brankas. Catat di papan tahanan : nama.

 Dirawat di rumah sakit. benda-benda berbahaya seperti obeng.  Tahanan tidak diperbolehkan merokok di ruang tahanan. demikian pula barang yang dibawa pulang oleh penjenguk.00 Hari Biasa pukul 14. namun keamanan harus terjamin).  Dikawal pulang dan pergi oleh petugas (bukan petugas jaga tahanan).00 s/d 11. Apabila terdapat benda tersebut maka penjenguk dibatalkan dan adakan pemeriksaan oleh petugas.  Apabila penjenguk membawa barang atau makanan dan minuman periksa makanan dan minuman seteliti-telitinya disaksikan oleh penjenguk.  Makanan dan minuman agar dicicipi oleh pengunjung/ pembawa untuk menghindari adanya racun.  Dicatat dalam Buku Berobat Tahanan.  Apabila jaraknya jauh usahakan dibawa dengan ranmor roda empat atau kendaraan tahanan.  Hari Minggu pukul 09.  Apabila ada Dokter Polisi. gergaji besi atau alat-alat lain yang dapat merugikan.  Koordinasikan FUNGSI TEKNIS SABHARA 36 . korek api.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Menjenguk tahanan.  Waktu menjenguk dibatasi.  Penentuan dirawat di rumah sakit didasarkan keputusan dokter yang memeriksa tahanan tersebut dan di jaga oleh petugas yang ditunjuk oleh Kasatwil.00 s/d 15.30  Tempat menjenguk di tempat yang telah disediakan atau tempat di sekitar ruang jaga (disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. datangkan dengan seijin pimpinan sesuai dengan permasalahan sakitnya tahanan yang dihadapi. Tahahan Sakit  Berobat jalan (ke Poliklinik atau ke Rumah Sakit). kunci. kemungkinan diselipkannya obat-obat terlarang.  Apabila tahanan dalam jumlah banyak perhatikan pengamanan-nya dengan ketat dan siapkan pengawal yang cukup. pisau.  Ijin menjenguk hanya dapat diberikan oleh Pa Siaga/Pamapta/ Bamapta serta dicatat dalam mutasi tugas.  Dilarang memberikan obat nyamuk bakar dan sejenisnya.  Pakaian atau barang lain sebagai pengganti agar diperiksa sampai dengan lipatan-lipatan jahitan.

 Adakan pembinaan sehingga tidak terulang lagi atau dapat rukun kembali. Olah Raga  Hari olah raga yaitu hari Senin. kamarnya.  Keributan.  Pisahkan tahanan tersebut dan laporkan segera kepada Kasatwil.  Cari/dapatkan tahanan yang memimpin / mempengaruhi terjadinya keributan serta diperiksa oleh unsur Intelpol untuk mengetahui latar belakang maupun sebab-sebabnya.  Mandi.  Dipimpin oleh anggota petugas jaga tahanan dan anggota lainnya mengawasi dengan siapa. Mandi Sehari dua kali.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  penempatannya dengan kepala/petugas rumah sakit setempat.  Catat kejadian tersebut dan laporkan kepada Pa Siaga/ Pamapta/ Bamapta. Berkelahi Pisahkan penempatan Tahahan berkelahi / membuat keributan.  Apabila tahanan banyak agar digilir secara berkelompok dan masing-masing kelompok 30 menit. keracunan dan sejenisnya maka Kasatwil harus meminta VER jenazah ke Rumah Sakit. Rabu.  Utamakan lebih dahulu kepentingan pemeriksaan daripada olah raga.45.00 s/d 07.  Tempat di ruang jemur tahanan (tidak boleh keluar pagar / tembok tahanan).00 s/d 08. sembahyang dan makan.00 untuk sore. yaitu pukul 06. Jum'at sekitar pukul 08.  Apabila meluas dan terus menerus bunyikan alarm tanda bahaya serta siapkan bantuan petugas lain untuk memberikan bantuan pada petugas jaga tahanan. Diatur secara bergiliran satu persatu oleh petugas jaga. setelah selesai usahakan dapat diberikan minuman manis.00 untuk pagi dan 16.Apabila tahanan meninggal dunia di Ruang Tahanan yang disebabkan karena bunuh diri.00 s/d 17. Tahanan meninggal dunia di Ruang Tahanan. 1.  Redakan/hentikan. penganiayaan. FUNGSI TEKNIS SABHARA 37 .  Periksa oleh petugas jaga lainnya (bukan petugas jaga tahanan) untuk mengetahui sebab terjadinya perkelahian.  Tanggung jawab masalah di Polsek oleh Kapolsek di Polres oleh Ka/Waka Polres di Mapolwil oleh Kabag Sabhara di Polda oleh Dir Sabhara untuk meredakannya.

 Yang berhak meminjam tahanan minimal Kepala Jaga dengan persetujuan Pa Siaga/Pamapta/ Bamapta.  Identitas tahanan dalam daftar papan tahanan dihapus.  Maksimal batas penitipan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.  Catat identitas tahanan rnaupun yang menitipkan dalam Buku Register Penitipan Tahanan. 1. Bon / peminjaman tahanan untuk pemeriksaan. - Kamar mandi yang digunakan yang ada di ruang tahanan. demikian pula dalam register tahanan dicatat bahwa dengan dasar SPP tahanan telah dikeluarkan. Tahanan dititipkan dan tahanan di rawat di rumah sakit. tidak boleh dari logam/kaca dan setelah selesai makan segera dikeluarkan dari dalam kamar tahanan. Tempat di ruang kamar tahanan masing-masing.  Peminjaman tahanan harus dengan bukti peminjaman. apabila terjadi perubahan kondisi fisik tahanan agar dibuat Laporan Polisi untuk dibuat proses lebih lanjut. 3. Peralatan makan digunakan dari plastik atau dibungkus. keamanan tahanan menjadi tanggungjawab penyidik / penyidik pembantu yang meminjam.  Tahanan dapat dikeluarkan untuk penangguhan penahanan berdasarkan Surat Perintah Pengeluaran Tahanan (SPPT) atau Surat Pengalihan Jenis Tahanan yang ditandatangani oleh Kasatwil.  Barang titipan milik tahanan agar dikembalikan kepada tahanan dan dicatat dalam Buku Register Barang Titipan Tahanan. setelah tahanan masuk kembali ke Ruang Tahanan.  Yang berhak meminjam tahanan hanya penyidik/ penyidik pembantu dengan diketahui oleh Ka Jaga.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 2. Tahanan Titipan. Sembahyang Dilaksanakan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.  Catat berapa lama tahanan dipinjam. Pengeluaran/penangguhan tahanan.  Sebelum dan sesudah tahanan dipindahkan agar kondisi fisik tahanan diperiksa dan dicatat dalam buku Register Tahanan serta diketahui oleh si peminjam.  Prinsip perlakuan dan pengamanan tahanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.  Selama dalam pemeriksaan.  Laporkan kepada FUNGSI TEKNIS SABHARA 38 .  Bon tahanan dikembalikan. Sehari dua kali makan yaitu makan menjelang siang dan malam (sesuai jatah). Makan.  Diusahkan agar tahanan titipan dipisahkan dengan tahanan setempat.

Obyek Penjagaan : FUNGSI TEKNIS SABHARA 39 . anak-anak dan orang dewasa.  Pengaturan ruang tahanan dipisahkan antara laki-laki dan perempuan. 1 lagi dihubungkan dengan tempat tidur atau menggunakan lebih dari 1 pasang borgol. agar tahanan diborgol dengan cara 1 borgol dipergelangan kaki.  Jumlah tahanan dalam masingmasing kamar disesuaikan dengan kamar yang ada. Usahakan dalam kamar yang rapat dan tersendiri.  Menjaga ketertiban dan keamanan dalam ruang tahanan.  Menjaga kebersihan ruang tahanan antara lain tidak boleh membuat tulisan atau gambar pada tembok/dinding tahanan yang ada  Mentaati perintah-perintah dinas yang telah ditentukan.8.   Tahap Persiapan Penyiapan Surat Perintah Penugasan.  Kamar tahanan dipasang penerangan.  Kamar-kamar tahanan hendaknya diberi nomor. Pengaturan ruang tahanan.  Kebersihan ruang tahanan dibebankan kepada masing-masing tahanan.   h. Kewajiban tahanan :  Mentaati peraturan-peraturan tahanan yang berlaku. Pengaturan ruang tahanan dan kewajiban tahanan. 8. 2  Tahanan ditahan di rumah sakit. Penjagaan Kegiatan Masyarakat a. Menjenguk pasien tahanan disesuaikan dengan prosedur menjenguk tahanan dan atau atas seijin Kasatwil.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Kasatwil.2. Jaga dengan ketat untuk mencegah resiko melarikan diri.

10. Penjagaan di tempat-tempat musibah / bencana alam. Tokoh/pejabat yang hadir. Menerima laporan/pengaduan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 1. 3. Mengecek kesiapan peralatan dan kelengkapan yang digunakan untuk melaksanakan tugas jaga.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 40 . Memeriksa/cheking kelengkapan dan perlengkapan anggota jaga. Penjagaan tempat pertandingan olah raga. Jumlah masyarakat yang hadir dan jenis kegiatan yang akan dijaga. 2.  Pa Siaga / Ka SPK / Ba SPK menentukan kerawanan kegiatan masyarakat dimaksud dengan memperhatikan : Tempat yang akan dijaga dan diamankan. pesta. Melaksanakan kaji ulang pelaksanaan gas. Petugas jaga hams sudah siap di lokasi penjagaan satu jam sebelum acara / kegiatan masyarakat dimulai. Mengadakan koordinasi dengan Mako. 1. Membuat laporan Pelaksanaan penugasan sesuai sasaran penjagaan. Memberikan AAP kepada anggota yang akan melaksanakan jaga sementara. 3. Menyiapkan administrasi pelaporan. Mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). 3. 8. keramaian umum Penjagaan pada tempat/acara kunjungan pejabat / kegiatan pemerintah dan masyarakat lainnya. Jenis ancaman dan gangguan yang mungkin timbul. 1.        c. 6. Tahap Pengakhiran Melaksanakan apel koordinasi setelah kegiatan penugasan selesai. 2. 4. Lamanya kegiatan. 5. Mengadakan koordinasi dengan unsur-unsur pengamanan lainnya yang ada di lokasi tanggung jawabnya. Melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian (TPTK). (Vide Skep Kapolri tentang Petunjuk Kegiatan TPTK). 7. b. Melakukan penjagaan pada titik-titik rawan. lainnya. berdasarkan kerawanan di atas dan kemampuan personel sesuai sasaran penjagaan yang dihadapi. Penjagaan tempat diadakannya perayaan. 2. Memeriksa/checking kekuatan anggota jaga. Penyiapan kekuatan yang akan dilibatkan. 4.  Tahap pelaksanaan Pembagian tugas sesuai obyek yang dijaga. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas baik lisan maupuntertulisdalambuku mutasi atau blanko laporan kepada Pa Siaga/ Pamapta/Bamapta. 9.

2. Menjelaskan Peranan Patroli. Sistem pelaporan menyesuaikan dengan prosedur hirarki yang berlaku. 4. Menjelaskan Tujuan Patroli. Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab V. 2. Memahami Pengetahuan Tugas Patroli dalam pelaksanaan tugas kepolisian. 5. Indikator Hasil Belajar 1. Menjelaskan Tugas Patroli. 3. Ketentuan lain yang berkaitan dengan petunjuk kegiatan ini sepanjang tidak bertentangan dapat digunakan sebagai rujukan agar lebih memantapkan pelaksanaan tugas penjagaan. Untuk mendapatkan aplikatif yang optimal tidak menutup kemungkinan Kasatwil menjabarkan dalam bentuk konsignes-konsignes sesuai dengan situasi dan kondisi wilayah masing-masing. FUNGSI TEKNIS SABHARA 41 . diharapkan peserta didik dapat : Menjelaskan Pengertian Patroli. Menerapkan Kegiatan Tugas Patroli dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Menjelaskan Metoda dan Bentuk Patroli.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 9.  BAB V MANAJEMEN PATROLI Kompetensi Dasar 1.    Ketentuan Lain Dukungan administrasi dan logistik menggunakan sarana dan fasilitas organik yang ada.

 Pencegahan bertemunya faktor niat dan kesempatan (N + K) yang memungkinkan timbulnya kriminalitas. 1. 2.    3. Pengertian Patroli adalah salah satu kegiatan kepolisian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih anggota Polri sebagai usaha mencegah bertemunya niat dan kesempatan. maka ptroli mempunyai tugas melakukan pengecekan atau Wasdal terhadap giat Siskamling pemukiman / ronda dan kegiatan keamanan yang dilakukan Satpam di perusahaan dan instansi pemerintah. Mengerjakan Rencana Kegiatan Patroli. Pemberian rasa aman. Swakarsa.mengawasi. Pol : Skep/249/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang Patroli. 4. juga termasuk cheking kesiapan penjaga Rumah Tahanan Negara.      4. 7.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 6. memperhatiikan situasi dan kondisi yang diperkirakan akan menimbulkan gangguan Kamtibmas. mengamati . Pencegahan terjadinya gangguan kamtibmas. Menjelaskan Patroli Menurut Fungsinya. perlindungan dan pengayoman masyarakat. Diperolehnya informasi tentang kemungkinan timbulnya gangguan kamtibmas. serta menuntut kehadiran Polri untuk melakukan tindakan kepolisian guna memelihara ketertiban dan keamanan umum masyarakat. Melakukan Pengawasan dan Pengendalian Patroli. 8. 2 Tahun 2002 Skep Kapolri No. Perturan kababinkam Polri No. No.1. Dalam rangka pelaksanaan kegiatan rutin kepolisian maka tugas patroli diarahkan dan digunakan untuk menekan jumlah terjadinya Dasar UU. Tugas dan Peranan Patroli Tugas Patroli : Dalam rangka menampilkan peranan sabhara dalam Siskam.11 tahun 2009 tanggal 31 Desember 2009. 10. tentang Patroli Tujuan Patroli Peningkatan kehadiran Polisi berseragam di tengah-  FUNGSI TEKNIS SABHARA 42 . dengan jalan mendatangi menjelajahi. Mengerjakan Laporan Hasil Patroli. Pembatasan gerak provokator dan separatis di tengahtengah masyarakat. 9.  tengah masyarakat. Menjelaskan Konfigurasi Standar Patroli.

daerah sasaran. Patroli Represif 4. 5. Metode / cara. mata dan telinga bagi kesatuan. Penampilan kegiatan patroli merupakan perwujudan kehadiran Polri ditengah masyarakat. Peranan Patroli Patroli merupakan tulang punggung ( back bone ) Polri dalam upaya mencegah segala bentuk kejahatan / gangguan Kamtibmas.2.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  kejahatan yang dikaitkan dengan analisa anatomi kejahatan yang meliputi antara lain Jam Rawan.3.1.       5. macam / bentuk dan fungsi Patroli Patroli menurut metode / cara Patroli Lingkungan Patroli Blok Patroli menurut daerah sasaran : Patroli dalam kota Patroli luar kota Patroli antar kota Patroli perairan Patroli daerah konflik Patroli medan berat Macam / bentuk Patroli terdiri dari : Patroli jalan kaki Patroli bersepeda Patroli ranmor darat Patroli ranmor perairan Patroli berkuda Patroli dengan Hellycopter Menurut fungsi patroli terdiri dari : Patroli Deteksi Bila mendapat informasi segera membuat laporan informasi selanjutnya koordinasikan dengan Intel.       5. Sebagai sumber informasi.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 43 . Patroli berperan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan Kamtibmas terhadap masyarakat.2. Melakukan tindakan pertama di tempat kejadian. tempat rawan dan cara dilakukannya kejahatan.   5. kepolisian maka tugas patroli diarahkan dan dapat digunakan sesuai target Operasional yang bersangkutan dengan tujuan untuk mencegah dan menanggulangi terjadinya tindak pidana / gangguan Kamtibmas yang justru menjadi sasaran Operasional tersebut selam berlangsung. Dalam rangka pelaksanaan operasi.       5. Mencerminkan kesiap siagaan Polri setiap saat sepanjang waktu dalam upaya pemeliharaan dan menjamin Kamtibmas.4.

Satu orang sebagai anggota yunior. Patroli Dialogis Bila mendatangi kegiatan keamanan lingkungan agar lakukan komunikasi kamtibmas / bimbingan penyuluhan. 6.  Melakukan tindakan Represif Tahap Awal. Unjuk rasa lakukan tindakan awal dengan Negosiasi. Patroli sepeda motor dilaksanakan minimal 2 (dua) orang anggota Polri dengan menggunakan 1 unit sepeda motor terdiri dari : Satu orang sebagai anggota senior. Patroli berjalan kaki minimal dilaksanakan oleh 2 (dua) orang anggota terdiri dari :  Satu orang sebagai anggota senior.   c.  Komunikasi verbal. Konfigurasi standard.  Satu orang sebagai anggota yunior. Nama Satuan : Unit Patroli Kekuatan : 6. 6.  Pengaturan . bila menemukan kasus Tipiring / Perda maka lakukan tindakan penyidikan / Represif terbatas oleh Sabhara. Patroli Negosiasi Bila melihat kasus perkelaian kelompok.1. b. 6.   d.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  Bila menemukan kasus tertangkap tangan lakukan proses awal / Repawal kemudian koordinasikan dengan Reskrim.2. Patroli bersepeda dilaksanakan oleh minimal 2 (dua) anggota Polri. 1 (satu) orang satu unit sepeda terdiri dari : Satu orang sebagai anggota senior.2.pengaturan Lalu-lintas dalam rangka pengamanan kegiatan masyarakat.2 Jumlah Personel Unit Patroli dapat melakukan : a. FUNGSI TEKNIS SABHARA 44 .1 Kualifikasi Kemampuan :  Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP).  Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket).2.  Memroses Tipiring. Patroli Simpatik Bila menemukan kemacetan Lantas segera lakukan pengaturan lantas.  Patroli di daerah konflik. 6. Satu orang sebagai anggota yunior. Patroli Roda 4 : Sedan : 1 sedan diawaki 3 orang  Satu orang sebagai anggota senior.

Dua orang sebagai Pawang. Satu orang sebagai operator komlek. Patroli Perairan dilaksanakan oleh unit patroli Perairan (diatur dengan ketentuan tersendiri). Enam s/d tujuh orang sebagai anggota. Dua orang sebagai anggota yunior. Patroli Satwa Anjing dilaksanakan minimal 4 (empat) orang anggota Polisi dengan menggunakan 2 (dua) ekor anjing Polisi terdiri dari : Dua orang sebagai Pelindung. Satu orang sebagai pengemudi. Empat orang sebagai anggota yunior. Patroli berkuda dilaksanakan minimal 2 (dua) orang anggota Polisi dengan menggunakan 2 (dua) ekor kuda Polisi terdiri dari :  Satu orang sebagai anggota senior. Satu s/d dua orang sebagai pengemudi.  Satu orang sebagai anggota yunior. Peralatan dan Perlengkapan 6. Satu orang sebagai anggota senior. Satu orang sebagai pengemudi.3.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 45 . Tongkat T" Borgol Peluit Tanda Kewenangan Ransel serbaguna (untuk di daerah konflik atau patroli jarak jauh dengan berjalan kaki).3. Gampol yang berlaku sesuai ketentuan Kelengkapan perorangan Sabhara Polri terdiri dari : Sabuk Sabhara Selempang Pet / Helm / Topi Lapangan (sesuai kegiatan). 6.1 Umum a. Pickup : 1 pick-up    diawaki 6 orang Satu orang sebagai anggota senior.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   Satu orang sebagai pengemudi. Patroli daerah konflik dilaksanakan minimal 1 (satu) regu / 10 orang dengan 2 (dua) unit Ranmor minibus atau 1 (satu) unit Ranmor truk/Rantis terdiri dari : Satu orang sebagai Kepala Regu. b. Satu orang sebagai anggota yunior Mini bus : 1 minibus diawaki 4 orang.

d. 2.2 Mengecek perlengkapan/peralatan antara lain :  Senjata Api  Borgol.2 Khusus  Kendaraan Taktis / Kendaraan khusus untuk daerah konflik. Kendaraan Sepeda Ranmor R2 Ranmor R4 1.1.  TKP Kit  Alat Sistem Posisi geografi (Geographic Positioning System/GPS).LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI c. Perlengkapan mobil patroli Perangkat pengeras suara Lampu Rotator Publik address Senter PPPK Senter pengatur lalu-lintas 6. 3. 4. Alat transportasi air (di daerah rawa dan sungai) Alkom Telepon imp Handy Tatky{HT) Megaphone g.  Tongkat "T"  Lampu senter  TKP Kit  Kendaraan patroli FUNGSI TEKNIS SABHARA 46 . Persenjataan Revolver untuk Kepala Regu Senpi laras panjang untuk daerah konflik. 7. Sedan Minibus Pick-up Truk e. f.1 Mengecek kerapihan gampol dan sikap tampang 7.1.3. Manajemen Patroli 7.1. Tahap Persiapan 7.

1. Kegiatan masyarakat lainnya. Memberikan peringatan kepada masyarakat yang karena ketidaktahuannya melakukan pelanggaran.1 Umum Secara umum. Memberikan peringatan kepada warga masyarakat yang lalai mengamankan diri dan harta bendanya : Lupa menutup pintu Jemuran masih berada di luar. b. Parkir kendaraan tanpa dikunci/di luar dan lain-lain. Memberikan perlindungan dan pengayoman yang diperiukan masyarakat. Tahap Pelaksanaan 7. e. Mewaspadai kemungkinan berubahnya PG menjadi GN. Route.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 7. g. f. Pertunjukan. Menjelajahi daerah dan route yang telah ditentukan dan melihat kemungkinan adanya kerawanan.4 AAP    7. STNK  Blanko Ren Giat Patroli  Blanko Laporan Patroli 7.3 Mengecek administrasi/Surat-surat . setiap unit patroli yang telah berada di lapangan harus melaksanakan tindakan sebagai berikut : a. FUNGSI TEKNIS SABHARA 47 . Pos-pos keamanan lainnya.    c.1.  KTA  Buku catatan  Surat Perintah  SIM.    d. Mendatangi sentra-sentra kegiatan masyarakat yang bersifat situasional : Keramaian. sasaran Patroli Cara bertindak Hal-hal khusus yang perlu atensi    h. Pos satpam.2. Berkomunikasi dengan masyarakat dengan maksud memperoleh informasi-informasi penting bagi tugas Kepolisian.2. Mendatangi tempat-tempat penyelenggaraan keamanan swakarsa untuk koordinasi dan saling tukar menukar informasi : Pos kamling.

Kenali penduduk/ masyarakat yaitu pejabat.   m.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI i. Mengenali daerah patroli Kenah bangunan yaitu letak bangunan. j.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 48 .2. k. maka ambil sikap depan senjata.     3. berwibawa. tokoh masyarakat. tidak bermain / bersendagurau dan dilarang merokok atau bersikap tidak pantas. Melaporkan perkembangan situasi daerah patroli. Pandangan ke depan. maka senjata api bahu disandang di pundak kanan (bila hujan laras dibawah). Senantiasa bersikap 3 S (Senyum-Sapa-Salam) Cara membawa senjata api sesuai ketentuan : Peluru ada di magazen dimasukkan ke senjata dan dikunci. Senjata api genggam agar dimasukkan dalam holster yang tertutup. dan tempat yang rawan. tujuan.   2. bersikap ramah. 1. Tindakan petugas Posisi Berjalan yaitu Tindakan petugas patroli harus berdasarkan norma / peraturan / instruksi dan atasan. Mengambil tindakan terhadap pelanggaran Tipiring. sehingga dapat melihat /mendengar sesuatu untuk dilaporkan atau diambil tindakan seperlunya. Kenali jalan-jalan yaitu arah. tampang harus bersih. tokoh agama. adat istiadat. secara khusus melaksanakan kegiatan sebagai berikut : a. Melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian. l. Melakukan tindakan represif tahap awal.waktu menoleh dan gunakan panca indera ke-enam (perasaan). instansi pemerintah dan obyek vital. Sikap Petugas Petugas berjalan dengan tegap. sewaktu .2 Khusus Sesuai dengan cara melaksanakan patroli.    4. sopan santun. Mencatat informasi yang didapat di kawasan patroli (dalam buku catatan patroli) Yang diperoleh dari masyarakat Yang ditemukan sendiri. 7. Bila keadaan aman. Bila keadaan bahaya.  Patroli Jalan Kaki. gedung.

stir. Berhenti di tempat tertentu dan bila bertemu orang sesekali diajak bicara. tokoh masyaraKat. Pandangan bebas Bawa senjata api sesuai ketentuan yaitu senjata api bahu dibawa di punggung senjata (laras di pundak kiri). megaphone. pengajian). tokoh agama. Pada tempat-tempat yang dianggap rawan. Mengenali daerah patroli Kenali bangunan : letak bangunan. 1. ban.   2. Sikap petugas Patroli bersepeda Sikap di sepeda tegap. gedung. Perhatikan hal-hal yang bersifat ganjil. penjagaan malam tidak nampak kesibukan khusus (keramaian rapat. instansi pemerintah dan obyek vital Kenali jalanan arah jalan. Pada malam hari sepeda harus berlampu.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI          b.     3. lampu berco. bel. daerah yang rawan. Patroli Bersepeda. pompa. Cek peralatan kunci. Hal yang perlu diperhatikan sebelum pelaksanaan patroli bersepeda antara lain : Cek sepeda rem. Berjalan berbanjar di sebelah kiri jalan dan tidak terlalu cepat. senter. Laporkan situasi bila ada hal yang ganjil segera dilaporkan pada atasan untuk meminta bantuan. FUNGSI TEKNIS SABHARA 49 .        Berjalan di tepi jalan sebelah kiri Berjalan sebelah menyebelah (petugas yang satu sebelah kiri dan satu sebelah kanan) agar dapat bergerak dengan leluasa. Kenali penduduk /masyarakat : pejabat. Berhenti dan melihat kebelakang. Berhenti sebentar di persimpangan dan di tempat terlindung serta lihat ke segala arah. Jangan mengikuti route yang tetap. dapat berjalan kaki dengan sepeda dituntun. Sesekali berjalan kearah semula. Memberikan bantuan bila diperlukan patroli berjalan kaki. alkom. sadel. sementara yang lain berjalan terus demikian secara bergantian terutama pada malam hari dan di tempat yang sunyi. Kenali route wilayah patroli untuk mengetahui situasi atau keadaan yang ganjil misal : pintu/jendela yang terbuka. petugas yang satu berhenti dan melihat ke belakang. tujuan. mungkin ada informasi yang penting (terutama di daerah yang rawan). adat istiadat.

daerah rawan Kenali penduduk/masyarakat : pejabat.     8. kebakaran. Kenali medan : pegunungan. Memberikan bantuan bila diperlukan oleh Patroli bersepeda dan berjalan kaki. FUNGSI TEKNIS SABHARA 50 . Sengaja menghindarkan diri dari patroli Parkir tidak wajar Kendaraan yang mencurigakan Kendaraan yang melanggar peraturan lain lintas agar diambil tindakan sesuai prosedur. tokoh agama. rawa. 1.    Roda dua (Sepeda motor) Sikap patroli sepeda motor Sikap petugas tegap Pandangan bebas Membawa senjata api sesuai ketentuan. Mengikuti peraturan lalu-lintas koordinasi 3.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 4. Kecepatan sedang agar dapat melakukan pengamatan. tokoh masyarakat. sungai. Tindakan petugas patroli sepeda motor:      7. instansi pemerintah. iklim. 5. 4. adat istiadat. Sebagai penghubung dan dengan patroli berjalan kaki dan patroli bersepeda. Mengenal daerah patroli meliputi : Kenali bangunan : letak bangunan. Perhatikan tempat-tempat rawan dan kendaraan di jalan yang : Berjalan tidak wajar. tujuan. 6. Tindakan petugas Adakan tindakan pertama yaitu melakukan pelayanan terhadap masyarakat dan tindakan segera apabila menemukan kasus tertangkap tangan. tempat yang berbahaya. obyek vital Kenali jalan-jalan arah. c. kecelakaan lalu-lintas dan lain sebagainya. cuaca. gedung gedung.

Sengaja menghindarkan diri dari kendaraan patroli. e. 6.    3. 5. Mengenali daerah patroli yang sering dilalui ineliputi : pengenalan bangunan. Sasaran Patroli PG dan GN yang terdapat pada blok atau lingkungan yang menjadi daerah Patroli. Memberikan bantuan bila diperlukan oleh Patroli berjalan Kaki. kecelakaan lalu-lintas. Kendaraan yang menlanggar peraturan lalu-lintas agar diambil tindakan sesuai prosedur. Roda empat 1. 4. Metode yang digunakan Berjalan kaki Bersepeda. d. Hal yang harus diperhatikan apabila berpatroli menggunakan kendaraan bermotor. 8. Kendaraan yang mencurigakan. 2. 4. pengenalan jalan. Mengendarai kendaraan roda dua dan roda empat. Perhatikan tempat-tampat rawan dan kendaraan dijalan yang : Berjalan tidak wajar.   2. Parkir tidak wajar. Kecepatan sedang agar dapat melakukan pengamatan. pengenalan penduduk. bersepeda dan bersepeda motor. kecelakaan lalu-lintas. kebakaran dan lain-lainnya. Sebagai penghubung dan koordinasi dengan patroli bersepeda Motor. Bersopeda dan berjalan Kaki.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Adakan tindakan pertama yaitu melakukan pelayanan masyarakat dengan segera apabila menemukan kasus tertangkap tangan. 1. FUNGSI TEKNIS SABHARA 51 . yaitu tertangkap tangan. kebakaran dan lain-lainnya. Tindakan petugas patroli meliputi : Adakan tindakan pertama pelayanan masyarakat dengan segera. Sikap petugas di atas kendaraan Sikap tegap Pandangan bebas Mengikuti peraturan lain lintas. agar kecepatan disesuiakan untuk pengamatan yang baik. pengenalan medan. 3. Patroli dalam kota Dilaksanakan oleh Unit Patroli Sabhara.      7.

5. separatis melakukan kegiatan Tentukan route patroli. Setiap Unit Patroli antar kota wajib menyinggahi satwil yang berada pada jalur patroli untuk melaporkan dan mendapatkan informasi sebelum melanjutkan patroli. Patroli dengan satwa anjing (diatur dengan ketentuan tersendiri). Patroli Perairan (diatur dengan ketentuan tersendiri) Patroli daerah konflik Memberikan rasa aman kepada masyarakat Mencegah oknum – oknum provokator. Hal yang perlu diperhatikan : Apabila penemuan PG maupun GN pada saat berada dalam wilayah Yuridis satuan kewilayahan agar mengambil TPTKP dan selanjutnya menyerahkan penyelesaiannya kepada Satwil yang berwenang. Dilaksanakan secara Overtap melintas wilayah yuridiksi satuan wilayah yang saling berbatasan sampai pada satuan kewilayahan terdekat (Mungkin Polsek / Polres / ). Melaporkan kedatangannya pada Satwil terdekat.  Menyerahkan hasil pelaksanaan patroli yang menyangkut penanganan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian (TPTK)/Tipiring (tahanan. Dilaksankan dengan menggunakan ranmor roda dua dan roda empat. 8. 1. Selama patroli selalu dalam keadaan siap siaga. 2.3. Setiap melintas didaerah tertentu (rawan) tentukan tempat-tempat penyelamatan. Ketentuan lain FUNGSI TEKNIS SABHARA 52 .  Melapor kepada Kajaga / KS SPK tentang kedatangannya sekaligus melaporkan semua yang dilihat. barang bukti dan lain-lain). 1.   g. 3. 2. didengar dan dialami selama patroli serta kondisi anggota unit.  Menyerahkan laporan tertulis tentang hasil pelaksanaan patroli.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI f. 4. Patroli Antara Kota Dilaksanakan oleh Unit Patroli Sabhara. 3. Tahap Pengakhiran Setiap unit patroli yang kembali dan melaksanakan tugas patroli agar :  Apel konsolidasi sekaligus melakukan pengecekan peralatan / perlengkapan.      7. pada waktu kembali jangan melewati route berangkat patroli. Patroli berkuda (diatur dengan ketentuan tersendiri).

Ketentuan lain yang berkaitan dengan petunjuk kegiatan ini sepanjang tidak bertentangan dapat digunakan sebagai rujukan agar lebih memantapkan pelaksanaan tugas patroli. FUNGSI TEKNIS SABHARA 53 . Untuk mendapatkan nilai aplikatif yang optimal tidak menutup kernungkinan Kasatwil menjabarkan dalam bentuk "Urut-urutan Tindakan" sesuai dengan situasi dan kondisi wilayah masing-masing.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI     Dukungan administrasi dan logistik menggunakan sarana dan fasilitas organik yang tersedia. Sistem laporan menyesuaikan dengan prosedur hirarki yang berlaku.

2 Tahun 2002 Skep Kapolri No. 2. Pol : Skep/263/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang Pengawalan. 8. Menerapkan Kegiatan Tugas Pengawalan. 10 Tahun 2009. tentang Pengawalan Melakukan Pentahapan Kegiatan Melakukan Pengawasan dan Mengerjakan Rencana Kegiatan Menjelaskan Pengertian Pengawalan.    FUNGSI TEKNIS SABHARA 54 . Pengawalan VIP adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk mengamankan/melindungi pejabat tertentu selama melakukan kegiatan agar tidak terancam jiwanya (pelajaran khusus VIP). Dasar UU. Pengawalan. Menjelaskan Konfigurasi Standar    2. Menjelaskan Peranan Pengawalan. 7. Pengawalan 1. Menjelaskan Sasaran Pengawalan. 3. 2. 9. Memahami Pengetahuan Tugas Pengawalan. No.  Pengertian Pengawalan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh anggota Polri untuk menjaga keamanan. Menjelaskan Tujuan Pengawalan. keselamatan atas jiwa dan harta benda dari satu tempat ke tempat lain. diharapkan peserta didik dapat : 1. Menjelaskan Tugas Pengawalan. Pengawalan barang berbahaya adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk melindungi. 4. Pengendalian Pengawalan. Indikator Hasil Belajar Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab VI.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB VI MANAJEMEN PENGAWALAN Kompetensi Dasar 1. tanggal 31 Desember 2009. Pengawalan. Pengawalan Tahanan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk mengamankan/melindungi tahanan agara tidak terancam jiwanya dari gangguan orang lain atau melarikan diri. 5. mengamankan barang berbahaya tersebut dari tindak kejahatan/sabotase dari pihak lain. Peraturan Kababinkam Polri No. 6.

Untuk menjaga keamanan terhadap barang berbahaya agar tidak terjadi peledakan. Penampilan kegiatan pengawalan merupakan perwujudan kehadiran Polri ditengah masyarakat.2. Melakukan tindakan pertama di tempat kejadian. Mencerminkan kesiap siagaan Polri setiap saat sepanjang waktu dalam upaya pemeliharaan dan menjamin Kamtibmas. kebakaran maupun sabotase dari pihak lain. Untuk mencegah agar tahanan tidak melarikan diri. 3.1.2.1. Peranan pengawalan Pengawalan merupakan tulang punggung ( back bone ) Polri dalam upaya mencegah segala bentuk kejahatan / gangguan Kamtibmas. Tujuan dan Sasaran Pengawalan Tujuan Untuk memberikan pengamanan dan keselamatan terhadap orang dan tahanan.1 Tahanan    3. Untuk memberikan pengamanan dan keutuhan harta benda yang menjadi obyek pengawalan Sasaran Untuk membantu proses hukum terhadap tahanan.2. Konfigurasi standard  4.  Memberikan pengamanan dan keselamatan terhadap orang sampai tujuan. Mencegah terjadinya segala bentuk gangguan kamtibmas / pelanggaran Hukum / tindak pidana yang berhubungan langsung dengan kelancaran Pengamanan kegiatan pengawalan selama perjalanan sampai tiba di tempat tujuan.     5. FUNGSI TEKNIS SABHARA 55 .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3.2. Agar tahanan terhindar dari gangguan pihak lain. tertib dan utuh sampai tujuan. Tugas dan peranan Pengawalan Tugas Pengawalan Melaksanakan perlindungan dan Pengamanan terhadap orang / barang dalam perlindungannya dengan aman.2 Orang   4. 3.   3. 4.

 5. Pengawalan barang berharga dan barang berbahaya dilakukan oleh anggota Polri minimal 2 (dua) orang.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 5. b. Perlengkapan Gampol yang berlaku sesuai ketentuan Persenjataan a.1. KTP.    a. Periksa identitas diri. pulpen.1.  Personel Pengawalan orang/tahanan dilaksanakan oleh anggota Polri minimal 2 (dua) orang atau disesuaikan dengan jumlah tahanan yang dikawal.3.1 Cek perlengkapan    Surat perintah tugas.2. Kemampuan Kemampuan yang harus dimiliki oleh anggota pengawalan      6. Revolver Laras panjang Angkutan Ranmor roda 4  Sedan  Minibus  Pick up  Truk  Rantis Alat angkut lainnya  Kereta api  Kapal Laut  Perahu  Pesawat terbang Alkomlek  Telepon/Handphone  Handy Talky (HT)  5. b. FUNGSI TEKNIS SABHARA 56 . perbekalan. Periksa perlengkapan buku saku.1. KTA. Tahap Persiapan 6. Bela diri Mahir menembak Kemampuan mengemudi Menguasai rute yang dilalui Menguasai teknik dan taktik pengawalan Manajemen Pengawalan 6.

ciri-ciri dan keadaan umum. jumlah. stir. Hindari komunikasi dengan tahanan pada saat pengawalan berlangsung serah terimakan tahanan dengan baik setelah samapai tujuan. jenis. kunci-kunci. barang milik negara. pengaturan dan pembagian tugas sesuai kebutuhan (harus jelas siapa mengerjakan apa. Periksa keadaan barang berharga. lak.2 Cek Kendaraan  lain-lain. lampu rotator dan sirene. Petugas berada di belakang tahanan. bertanggung jawab kepada siapa). jumlah tahanan. keadaan cuaca. dan rute cadangan pengawasan khusus terhadap tahanan yang berbahaya. Bila dalam rangkaian kegiatan yang diduga tidak selesai (sidang pengadilan) adakan pengamanan di sekitar lokasi dan tunggu sampai selesai. bila tahanan tampak berbahaya rapatkan jarak . ukuran.4 Menerima AAP  Pembagian tugas. alat pemadam. oli.  6. jumlah. pompa. kesehatan tahanan dan kondisi umum tahanan. keadaan umum. kotak P3K.2. rute yang dilalui. Periksa perlengkapan. jaga jarak sedemikian rupa. lampu. penjelasan waktu. SIM.1. klakson. pembungkusan/penyegelan. Posisi petugas. Periksa dokumen pembungkusan.2.   Pengawalan berjalan kaki Pengamanan terhadap tahanan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 6.  6. STNK. jabatan). jarak yang di tempuh. tindakan darurat dan penggunaan senpi dan lain-lain.1. periksa tahanan dengan cermat sehingga petugas yakin dan perhatikan kondisi tahanan. FUNGSI TEKNIS SABHARA 57 . Catat dan buat tanda terima bukti penyerahan dan ditandatangani. ban. dan lain-lain). borgol kedua tangan tahanan ke belakang. Lakukan pemborgolan. petugas pembawa dokumen (nama. lampu merah pada kap mobil. tali besar dan dongkrak.1. Tahap Pelaksanaan 6.   Periksa Keamanan dan kelayakan kendaraan (rem. Periksa surat kendaraan dan pengemudi. Periksa keadaan borgol apakah dalam keadaan baik/layak pakai beserta kuncinya. Pemberian petunjuk – petunjuk / konsignes. segel lak.1 Pengawalan Tahanan a.3 Periksa obyek pengawalan   Periksa keadaan tahanan. bentuk ciri-ciri. dan 6. Pengawalan dengan menggunakan Ranmor R–4   b. BBM.

Pengawalan tahanan dengan menggunakan transportasi air c. Di dalam gerbong kereta api. Kepala/komadan pengawalan duduk pada bagian depan disamping pengemudi sebagai pengendali selama perjalanan. Untuk naik ke gerbong kereta api. Pengawalan tahanan dengan menggunakan kerta api. jika terpaksa bermalam maka dititipkan di kantor polisi terdekat Pengawalan dengan perahu hanya dipergunakan pada perairan yang dangkal Pengawalan tahanan dengan menggunakan pesawat terbang Usahan tahanan langsung menuju pesawat.  Jika tahanan yang dikawal jumlahnya banyak dan ruangan sel dalam sempit. Patuhi peraturan yang berlaku diatas kapal Perahu Tahanan membantu mendayung Dilarang melakukan pada malam hari. kemudian tahanan dijauhkan dari kerumunan orang.. hindari perjalanan malam hari dan apabila terpaksa harus bermalam di perjalanan usahakan dititipkan di kantor Polisi terdekat.      d. di cek jumlah tahanan. didahului oleh petugas pengawal. Tiba di statsiun tujuan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI     Tahanan di borgol. Lakukan koordinasi dengan Kapten kapal. gunakan sirene/lampu rotator. Posisi pengawal dengan tahanan duduk berdampingan. kondisi tahanan. Kecepatan kendaraan disesuaikan dengan sesuai lalu lintas. Semua tahanan yang dikawal tetap diborgol kecuali jika mereka sudah dalam sel terkunci. pengawal pertama harus turun terlebih dahulu kemudian diikuti oleh para tahanan dalam keadaan diborgol dan diikuti pengawal lainnya. hal ini untuk mencegah tahanan dapat melarikan diri atau bunuh diri. Kapal Bermesin   ada. Setelah tiba di stasiun pemberangkatan pengawal mengadakan pengamanan tempat menunggu para tahanan. Tempatkan tahanan di ruang khusus (sel) kapal apabila      e. maka atas izin dari Kapten kapal dapat ditempatkan pada tempat lain yang memenuhi syarat keamanan. kemudian disusul oleh para tahanan satu persatu sampai habis dan di susul oleh pengawal lainnya. tahanan tetap dalam keadaan diborgol dan satu sama lainnya diikat dengan tali. Bila jarak cukup jauh tentukan route yang ditempuh dan waktu pemberangkatan. Posisi petugas pengawal duduk didepan dengan tetap waspada. perintahkan naik kendaraan satu persatu dan duduk berhadapahadapan.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 58 . pintu WC tidak boleh ditutup. Jika tahanan ingin pergi/masuk kamar kecil (WC) ia harus dikawal.

  1.      FUNGSI TEKNIS SABHARA 59 . 6. Posisi barang berada ditengah.  Sampai di tempat tujuan Kumpulkan seluruh petugas dan pembawa barang-barang satu persatu bersama-sama barang yang dibawa. Adakan pergantian / aplus bagi pembawa barang dan tentukan waktu serta tempat istirahat. Mengendarai sepeda motor dengan cara yang benar.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   f.2 Pengawalan barang-barang berharga a.  Perhatian bagi pengawal Hindari perjalanan pada malam hari (bila terpaksa hubungi kantor Polisi yang akan dilalui) Laporkan posisi setiap saat pada kesatuan melalui alkom yang ada. Adakan serah terima kepada petugas yang berhak menerima dan buat berita acara penyerahan barang-barang tersebut. pembungkus. Pengawalan tahanan wanita Pengawalan tahanan wanita harus didampingi oleh anggota Polwan.   Dengan berjalan kaki Persyaratan keamanan barang Periksa barang akan dikawal antara lain jumlah barang. hindari medan yang sulit. label/lak apakah masih utuh sedangkan penanggung jawab tetap dari instansi pengguna/pemilik. 2. Laporkan posisi setiap saat melaui alkom yang ada.  b. 1. Atur kecepatan sesuai situasi lalu lintas. cari yang terdekat. Petugas pengawal tetap waspada dan tahanan tetap diborgol demi keamanan. sedangkan pengawal lainnya berada dibelakang.  Dengan bersepeda motor Formasi pada saat berjalan satu sepeda motor sebagai pembuka jalan. disamping. Bila jarak yang ditempuh cukup jauh dengan medan yang berat tambah kekuatan personel / pengawal. 1. 3. Tentukan pembawa barangbarang (dari instansi pengguna). 2. Gunakan sirene/lampu rotator.2. Pembagian tugas Lakukan pembagian tugas dengan jelas siapa yang berada di depan.   Tahanan tetap dalam keadaan diborgol Upayakan kendaraan penjemputan menuju pesawat. serta dibelakang. Selama dalam perjalanan Atur kecepatan langkah selama dalam perjalanan. Hal yang perlu diperhatikan oleh pengawal. 2.

Jaga jarak kendaraan 3. Bagi kendaraan penutup cegah jangan ada yang mendahului 2. 3. 6.3. Perhatikan bila ada perubahn route yang mendadak dan segera laporkan pada Induk Kesatuan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 1. Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas pengawalan.   Dengan menggunakan Ranmor R – 4 Formasi pengawalan prinsipnya sama dengan pengawalan menggunakan sepeda motor. Pasang sabuk pengaman Tahap Pengakhiran (Pengawasan dan Pengendalian) Setelah melaksanakan tugas pengawalan.     FUNGSI TEKNIS SABHARA 60 . c. Jangan mengadakan gerakan yang kurang etis (berdiri. Hal-hal yang perlu diperhatikan : 1. keutuhan barang-barang yang dikawal. agar melakukan: Apel konsolidasi sekaligus melakukan pengecekan peralatan/perlengkapan. 2. Jangan sekali-kali melepaskan pegangan stang/stir sepeda motor. menendang. menghardik) kepada pengendara lain. Mengecek kesehatan tahanan/orang. Mengecek keamanan. Gunakan peluit dalam keadaan macet atau tertahan.

Memahami Pengetahuan Tentang TPTKP. dan melarang setiap orang untuk meninggalkan tempat selama pemeriksaan belum selesai. 2. Pasal 111 ayat (3) KUHAP : Penyelidik dan penyidik pembantu yang telah menerima laporan segera datang ke tempat kejadian. diharapkan peserta didik dapat : 1.     Dasar Hukum Pasal 7 ayat (1) huruf b KUHAP : Penyidik karena kewajibannya mempunyai wewenang melakukan tindakan pertama di tempat kejadian. Indikator Hasil Belajar Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab VII. 2. 1. 5. 6. 8. FUNGSI TEKNIS SABHARA 61 . 4. Menerapkan Pengetahuan Tentang TPTKP. Menjelaskan Pengetian TKP Menjelaskan Cara Bertindak di TKP Melakukan Penanganan TPTKP Melakukan Pengawasan dan Pengendalian TPTKP Melakukan Pelaporan Tentang TPTKP Melakukan Kegiatan TPTKP Pengertian Tempat Kejadian Perkara (TKP) adalah tempat dimana telah terjadinya suatu tindak pidana atau tempat-tempat lain dimana ditemukan barang bukti yang ada hubungannya dengan tindak pidana tersebut. 3. Tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP) adalah tindakan kepolisian yang harus dilaksanakan dengan segera setelah terjadinya suatu tindak pidana untuk melaksanakan/ memberi pertolongan dan perlindungan kepada korban/anggota masyarakat serta tindakan represif tahap awal dengan tujuan agar tempat kejadian tersebut dalam keadaan status quo guna mencari kebenaran materiil dalam penyidikan perkara. 7. 2. Menjelaskan Pengertian TKP dan TPTKP Menjelaskan Dasar Hukum TPTKP.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB VII MANAJEMEN TINDAKAN PERTAMA DI TEMPAT KEJADIAN PERKARA Kompetensi Dasar 1.

 Melarang setiap orang yang tidak berkepentingan untuk masuk ke TKP. e . tanggal 31 Desember 2009. 4. Pol.2 Keadaan korban kritis/gawat    Catat identitas.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  1. Usahakan penyelamatan korban Lakukan pertolongan menurut petunjuk P3K.1. 3. 2 tahun 2002 tentang Polri : Pasal 14 huruf (1) point “ a.  Rekam situasi TKP dengan handy cam / foto. Pasal 18 huruf (1) tentang diskresi kepolisian. i “ tentang melakukan TPTKP. Pasal 4. tentang larangan/keluar dari TKP. 5. Peraturan Kababinkam Polri No.2. Catat identitas korban. g.  Berusaha menangkap pelaku yang diperkirakan berada di TKP. tentang TPTKP. : SKEP/260/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang petunjuk kegiatan TPTKP. Pasal 16 huruf (1) point “ a. b.i ”. Menutup dan mengamankan TKP (mempertahankan status Quo) dengan Police Line  Memerintahkan orang-orang yang berada di TKP untuk tidak/dilarang meninggalkan TKP. 3. 2. Usahakan mendapat keterangan dari korban tentang pelaku dan FUNGSI TEKNIS SABHARA 62 . Tandai letak korban. Usahakan untuk mendapatkan keterangan dari korban tentang siapa pelaku dan saksi-saksi serta barang bukti.2. h. Pasal 15 huruf (1) point “ f. tentang tugas umum. 5 dan 102 KUHAP Skep Kapolri No. 3. 3. Kirimkan ke dokter/rumah sakit terdekat. b “.h .g . 12 Tahun 2009.  Dilarang menambah/mengurangi jejak/bekas barang bukti yang ada di TKP.  Minta bantuan / partisipasi masyarakat (RT/RW/Kades) untuk mengamankan TKP atau membubarkan massa. Terhadap korban 3.2.   Undang-Undang No.1 Korban luka berat/ringan/pingsan      saksi-saksi. Kegiatan petugas Polri di TKP sebelum penyidik tiba adalah sebagai berikut : Terhadap tempat kejadian 3.

 Bila posisi korban mengganggu arus lalu lintas dapat dipindahkan terlebih dahulu memberi tanda letak korban. Laporan. Lakukan pengumpulan barang bukti di TKP dan sekitarnya.6.    3.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3.  Terhadap saksi Melakukan wawancara dengan mengajukan pertanyaan kepada orang-orang/pihak-pihak yang diperkirakan/diduga melihat.2.    3. tangkap dan geledah pelaku yang diperkirakan masih berada di TKP dan sekitarnya. Lakukan penggeledahan pakaian dan badan terhadap saksisaksi yang dicurigai terlibat serta menahannya hingga penyidik datang. Mengklarifikasikan saksi-saksi yang diduga keras terlibat dalam tindak pidana tersebut. Terhadap pelaku Cari.3. Jaga jangan sampai melarikan diri/menghilangkan/ merusak barang bukti atau merubah posisi barang bukti. Usahakan jangan meninggalkan TKP.  Kirimkan ke rumah sakit untuk mendapatkan visum et repertum 3. Catat dan beri tanda letak barang bukti yang terpaksa dipindahkan (perubahan) dengan foto. Beritahukan dan meminta bantuan kepada penduduk setempat agar supaya mau ikut menjaga keamanan di TKP.    3. gambar dan rekam.3 Korban meninggal dunia  Jaga agar tetap pada posisinya tidak perlu terburu-buru mengangkat / memindahkan korban.    3.  Usahakan tidak terlalu banyak menyentuh korban. Terhadap barang bukti Jaga jangan sampai rusak/hilang atau berubah letaknya.5. mengetahui atau mengalami kejadian tersebut. jika perempuan dilakukan oleh Petugas Polwan Pemberitahuan Segera hubungi kesatuan Polri terdekat dengan menggunakan alat komunikasi elektronik yang ada atau caraka. mendengar. bila perlu lakukan penggeledahan pakaian maupun badan dengan teliti dan penuh kewaspadaan.4.7 FUNGSI TEKNIS SABHARA 63 . Mengadakan pemeriksaan singkat terhadap saksi-saksi dan catat identitasnya serta melarangnya meninggalkan TKP untuk sementara waktu. Catat identitas pelaku dan konfrontir dengan korban.

Jika TKP belum ada petugas pengamanan. Mekanisme kegiatan fungsi Sabhara dalam penanganan TKP yang dikaitkan dengan tugas umum adalah merupakan pemberi informasi bagi fungsi-fungsi lain. Nama dan alamat pelaku dan saksi.2. Intelkam. Semua barang bukti yang didapatkan/diamankan.  Setelah petugas dari fungsi Teknis datang (Serse/Lantas) segera melaporkan semua kegiatan yang telah dilaksanakan.     5.R. Serah-terimakan semua kegiatan penanganan TKP selanjutnya kepada petugas olah TKP. Mencari saksi-saksi yang mencatat identitasnya serta diperintahkan untuk tetap tinggal di tempat guna dimintai keterangannya sehubungan dengan tindak pidana yang terjadi. Tugas dan kewajiban Ka SPK dalam melaksanakan / melakukan TPTKP   5.E. Semua perubahan yang terjadi selama dalam melakukan kegiatan TKP. FUNGSI TEKNIS SABHARA 64 .     Jika di TKP sudah ada petugas yang melakukan pengamanan TKP maka kegiatan selanjutnya adalah : Perkuat/sempurnakan penutupan dan pengamanan TKP (pertahankan status quo). Bagi kesatuan yang tidak memiliki Ka SPK maka orang yang ditunjuk/yang diberi tanggung jawab tersebut berfungsi dan bertindak seperti Ka SPK termasuk menangani TKP. Menyiapkan administrasi Visum Et Repertum ( V. Organisasi Tugas di TKP Bagi kesatuan yang memiliki Ka SPK yang membawahi unit-unit operasional (Reskrim.1. Lakukan penggeledahan/penyitaan barang bukti yang ada pada tersangka terutama yang ada kaitannya dengan tindak pidana yang terjadi. Lantas. Pisahkan saksi-saksi yang satu dengan yang lainnya agar supaya tidak saling mempengaruhi sehingga akan menyulitkan petugas selama mendapatkan keterangan yang sebenarnya. maka dalam pelaksanaan TPTKP dilakukan oleh unit-unit operasional tersebut dengan pengawasan dan pengendalian dibawah kendali Ka SPK. ) bila diperlukan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI      4. Amankan pelaku/saksi/barang-barang bukti yang ditemukan di TKP. maka Ka SPK beserta unsur-unsur operasionalnya segera mendatangi TKP untuk memimpin serta mengendalikan TPTK sebagai berikut : 5. Setelah menerima laporan/pengaduan tentang telah terjadinya tindak pidana. dan Binamitra). Memberitahukan keluarga korban bila ada korban. Membuat sketsa kasar/catatan kejadian sebagai bahan pembuatan laporan/berita acara pendapatan.

Tempat kejadian perkara.1.  Catat waktu dan cuaca pada saat tiba di TKP  Pengamatan umum situasi di TKP  Pengamatan secara khusus terhadap Barang bukti di tempat kejadian. Saksi. Taktik dan Teknis dalam TPTKP. Ketua tim masuk ke TKP melakukan pemeriksaan dengan membawa tanda-tanda. 6. pelaku dan korban.  Beri tanda jalan masuk maupun keluar pelaku. Jangan menambah atau mengurangi bukti di TKP.3. 5. 5.  Pasang Police Line  Jaga TKP jangan sampai rusak (orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk). 7. 7.       7. Usahakan tangkap pelaku bila masih berada di TKP. Atur posisi anggota. Tutup dan amankan TKP sehingga menjadi status quo. Amankan pelaku bila masih ada di TKP. Mengamankan barang bukti yang ditemukan di TKP maupun pelaku dan korban. 8. Usahakan mencari saksi/orang yang mengetahui /mengalami.   Kualifikasi kemampuan yang harus dimiliki seorang petugas TPTKP : Kemampuan kecepatan mendatangi TKP Kemampuan pengaturan lalu lintas Kemampuan menembak mahir Kemampuan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) Kemampuan berkomunikasi yang baik Kemampuan pengamatan dan penggambaran Peralatan dan perlengkapan Umum Gampol yang berlaku sesuai ketentuan Kelengkapan perorangan Sabhara Polri Sabuk Sabhara Selempang Pet Tongkat “T” Borgol Peluit Tanda kewenangan FUNGSI TEKNIS SABHARA 65 . Minta bantuan masyarakat setempat (RT/RW/Kades) bila perlu.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI      Melakukan pertolongan kepada korban. 6.

2. Sasaran Korban TKP Pelaku Saksi-saksi Barang bukti Bukti petunjuk lainnya Tahapan-tahapan dalam kegiatan TPTKP : Tahap persiapan Menyiapkan personel Kendaraan dan alat komunikasi Penyiapan Sabhara Kit APP : Penjelasan tugas Cara bertindak Penentuan route terpendek 4. Penangkapan pelaku. 2.  1. P 3 K.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  1. 3.       9. Sebagai dasar dimulai penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.     1. tali.1. 2. barang bukti dan petunjuk lain. pembungkus barang bukti.    8. 7.1. 9. pencarian saksi. Koordinasi dengan fungsi-fungsi Teknis dan fungsi pendukung lainnya. 8. 2. senter. Persenjataan Revolver Senjata api V 2 Sabhara Kendaraan Ranmor roda dua Ranmor roda empat Alkom Handphone (HP) Handy Talky (HT) Perlengkapan khusus Sabhara Kit ( Police line. 2.    8. FUNGSI TEKNIS SABHARA 66 .  1.2. buku catatan ) Handy cam Kamera Tujuan dan sasaran Tujuan dilakukan TPTKP adalah : Pertolongan korban dan pengamanan TKP tetap dalam keadaan status quo.

1. lokasi kejadian. baik orang maupun barang atau benda-benda. waktu kejadian. waktu kejadian dan keadaan cuaca.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  Terhadap TKP yang ditemukan langsung oleh petugas Polri dalam pelaksanaan patroli/penjagaan. modus operandi dan pelaku.     10. 102. diketahui langsung tentang terjadinya tindak pidana. Catat orang-orang yang berada di TKP terutama orang yang mengetahui tentang kejadian dan perintahkan untuk tidak meninggalkan TKP.   Pengorganisasian : Menyusun kekuatan yang dilibatkan dalam kegiatan penanganan TPTKP. Perencanaan. Menyerahkan hasil pengamanan TKP termasuk langkah-langkah yang telah diambil kepada petugas penyidik beserta pelaku.2. Membuat gambar/sketsa Membuat berita acara pendapatan di TKP Menyiapkan permintaan visum et repertum Meminta bantuan anjing pelacak bila diperlukan. Pembukaan/pembebasan police line / garis polisi (oleh Ka SPK) Tahap Pengakhiran Pengecekan terhadap personel Pengecekan terhadap perlengkapan Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas Kaji ulang Manajemen Operasional TPTKP 9.3. barang bukti dan saksi yang ditemukan. Tangkap pelaku bila masih berada di sekitar TKP. 10. Menyiapkan peralatan yang digunakan di dalam penanganan TPTKP.  Data Potensi Gangguan yang meliputi bentuk/sifat dan lokasi. Catat tempat. FUNGSI TEKNIS SABHARA 67 . maka petugas tersebut harus menjaga status quo (menjaga keaslian TKP) Tahap pelaksanaan TPTKP Tindak Pidana/kriminalitas Lakukan pertolongan terhadap korban Pasang police line atau peralatan tali lainnya.              9.  Data / konfigurasi Kamtibmas yang meliputi jumlah kejadian. Mengamankan barang bukti dengan memberikan tanda-tanda. Mengamati secara umum tentang situasi. Sebagai seorang supervisor sebelum melaksakan penanganan TPTKP diharuskan membuat perencanaan penanganan TKP dengan merumuskan sasaran kegiatan yang bersumber dari :  Laporan. pengaduan. tertangkap tangan.

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  TPTKP. Menyiapkan administrasi yang dibutuhkan dalam penyidikan 10. dan saksi). Sarana pendukung dengan menggunakan komunikasi yang ada FUNGSI TEKNIS SABHARA 68 .3.   dan laporan. Pelaksanaan. Barang bukti. Tindakan anggota selama penanganan TPTKP. Pengawasan dan Pengendalian. 10.4. Sebelum melaksanakan tugas setiap pimpinan agar melakukan acara pimpinan pasukan (APP) menjelaskan tentang :  Ketanggapsegeraan mendatangi TKP  Penyerahan hasil TPTKP kepada petugas olah TKP (Tersangka.

meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban. Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan/atau faktor non-alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia. Penerapan KPL. 5. VIII MANAJEMEN PENANGGULANGAN BENCANA Kompetensi dasar 1. pemenuhan kebutuhan dasar.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB. Karakteristik KPL .  Pengertian – pengertian Kepolisian Negara Republik Indonesia yang selanjutnya disingkat Polri adalah alat Negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. kerugian harta benda dan dampak psikologis. 6. 4. pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri. 3. Pra Bencana adalah suatu keadaan belum terjadi bencana akan tetapi memungkinkan untuk terjadinya potensi bencana. 2. penyelamatan serta pemulihan prasarana dan sarana. 9. Struktur Organisasi KPL dan Manajemen penanggulangan Bencana. kerusakan lingkungan. Indikator Hasil Belajar Setelah menyelesaikan Bab ini diharapkan Peserta Didik dapat 1. Prinsip MPB. menegakkan hukum. memahami pengertian dalam MPB. pengurusan pengungsi. Menjelaskan pengertian dalam MPB menjelaskan Dasar hukum MPB Menjelaskan Prinsip-prinsip MPB Menjelaskan penerapan KPL Mejelaskan karakteristik KPL Menjelaskan Struktur KPL Menjelaskan MPB Membuat perencanaan Pra bencana Mengorganisir Pra Bencana Memilih CB bila terjadi bencana Melakukan pengawasan an pengendalian anggota 1. 11. 10. harta benda. serta memberikan perlindungan. 7. Tanggap Darurat adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan. perlindungan. 8.    FUNGSI TEKNIS SABHARA 69 . Penerapan penanggulangan dalam pelayanan tugas bila terjadi bencana manajemen 2. Dasar Hukum MPB.

Kontinjensi adalah keadaan dalam kehidupan atau tata kehidupan masyarakat yang oleh suatu sebab tertentu kehidupan tersebut sangat mungkin menjadi sumber penyebab kerawanan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4723). Korban bencana adalah orang atau sekelompok orang yang menderita atau meninggal dunia akibat bencana.  Prinsip-prinsip MPB cepat dan tepat. Demobilisasi adalah tindakan penghentian pengerahan dan penghentian penggunaan sumber daya nasional serta sarana dan prasarana nasional yang berlaku untuk seluruh wilayah negara yang diselenggarakan secara bertahap guna memulihkan fungsi dan tugas setiap unsur seperti sebelum berlakunya mobilisasi. ramah tamah. 17 Tahun 2009 tentang Manajemen Penanggulangan Bencana 3. yaitu dalam melaksanakan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana dilaksanakan secara cepat dan tepat sasaran. Dasar Hukum 2. krisis. DVI adalah suatu prosedur untuk mengidentifikasi korban mati akibat bencana yang dapat dipertanggungjawabkan secara sah oleh hukum dan ilmiah serta mengacu pada Interpol DVI Guideline. humanis. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 66.    Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 2. Keadaan Darurat adalah keadaan sukar/sulit yang tidak disangka-sangka yang memerlukan penanggulangan segera. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4168). sopan santun. dan tanpa pamrih dengan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia. Perkap No.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI         Pasca Bencana adalah mulai dinyatakan berakhirnya keadaan Tanggap Darurat dan dimulainya kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi sampai dengan aktivitas masyarakat berjalan dengan normal. Status Keadaan Darurat Bencana adalah suatu keadaan yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk jangka waktu tertentu atas dasar rekomendasi sampai dengan aktivitas masyarakat berjalan dengan normal. yaitu dalam memberikan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana senantiasa memperlakukan dengan penuh simpatik. sehingga perlu senantiasa diwaspadai/ diantisipasi secara dini dengan pilihan alternatif yang diambil sesegera mungkin secara efektif dan efisien.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 70 . Pangkalan Aju adalah tempat dan atau lokasi yang terdekat dengan penanggulangan bencana dan atau bencana dimana sumber daya dapat disimpan untuk sementara waktu sambil menunggu penggunaan dan penugasan.

yaitu dalam memberikan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana. dan akuntabel. yaitu dalam memberikan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana senantiasa tidak memihak/membedakan asal usul dan latar belakang korban bencana. antara lain: kecelakaan lantas berat situasi penyanderaan penanggulangan bencana bom. antara lain:      5. yaitu dalam memberikan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana dilaksanakan secara bersih dan terbuka. fasilitas. organisasi bersifat modular (bongkar pasang).1           kejadian yang direncanakan. sistem komando terpadu dimana instansi yang terlibat. pesawat jatuh kapal tenggelam atau tabrakan kebocoran limbah berbahaya Polisi terlibat tembak menembak kerusuhan kebakaran dan ledakan wabah penyakit 4. sehingga terbentuk pemahaman yang sama. gempa bumi letusan gunung berapi tanah longsor banjir angin puting beliung.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI    objektif. rencana kegiatan dibuat untuk mencapai target operasi FUNGSI TEKNIS SABHARA 71 . hanya terhadap unit-unit yang dibutuhkan dapat diaktifkan dalam KPL. bekerja sama sebagai satu tim untuk membuat sasaran dan strategi bersama. Karekteristik KPL Karakteristik yang dimiliki oleh KPL meliputi :     terminologi penggunaan istilah-istilah antara lain jabatan. baik kepada Pimpinan Polri maupun kepada masyarakat. Penerapan Komando Pengendalian Lapangan ( KPL ) pada : Penanggulangan bencana yang tidak direncanakan. sumber daya harus seragam. transparan. 4. dapat dipertanggungjawabkan secara vertikal maupun horizontal. antara lain:  kunjungan pejabat  kegiatan olahraga/konser yang besar  konferensi yang bersifat nasional/internasional keadaan darurat yang besar yang mengakibatkan beberapa penanggulangan bencana/peristiwa.

heli spot. ditugaskan atau tidak dapat digunakan) dari sumber daya yang dimiliki.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI      rentang kendali dilaksanakan secara efektif dan efisien yang dapat ditangani dengan prinsip satu atasan mengendalikan 3 sampai dengan 7 bawahan atau satu atasan mengendalikan 5 (lima) bawahan. Pos KPL. dan heli pad. staf KPL. bagian operasional. dan bagian keuangan dan administrasi. rencana press release. pangkalan penanggulangan bencana. dan status (tersedia.1. fasilitas penanggulangan bencana sudah ditetapkan sebelumnya meliputi pangkalan aju. bagian logistik.1      FUNGSI TEKNIS SABHARA 72 . lokasi. komunikasi yang terintegrasi dengan memiliki kemampuan berkomunikasi antar/intra instansi. apabila KPL yang berada lebih dari satu sesuai dengan tingkat kesatuan kewilayahan dengan tujuan untuk mengelola penggunaan sumber daya yang terbatas dan memastikan tercapainya target operasi masing-masing KPL. •               7. Struktur Organisasi KPL Struktur organisasi KPL terdiri dari: kepala KPL. menilai situasi darurat yang terus berubah menugaskan staf yang diperlukan menetapkan pilihan bagian-bagian dari sistem KPL untuk dioperasionalkan mengendalikan operasional bagian-bagian dari sistem KPL memberikan pengarahan atau briefing awal dan memulai proses perencanaan berdasarkan analisis fakta yang ditemukan menyetujui semua rencana antara lain rencana kegiatan. bagian perencanaan. rencana kebutuhan sumber daya. Manajemen Penanggulangan Bencana Manajemen penanggulangan bencana berpedoman pada prinsip manajemen secara umum yang meliputi: perencanaan pengorganisasian pelaksanaan pengendalian. manajemen sumber daya dilaksanakan secara komprehensif dengan mengetahui jumlah. dan komando wilayah dapat dibentuk. dan rencana demobilisasi memastikan koordinasi tindakan dan kegiatan para staf. Tugas Kepala KPL sebagaimana dimaksud : mendirikan pos KPL. 7. 6. 6.

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 7. melakukan mobilisasi masyarakat yang berada di daerah rawan bencana. alat peralatan medis dan obat-obatan. Pengorganisasian Pra Bencana Pengorganisasian Pra Bencana dilaksanakan melalui kegiatan: membentuk susunan panitia dan rencana pelatihan dalam penanggulangan bencana. 8.2.1. sesuai tataran kewenangan yang dilakukan oleh: FUNGSI TEKNIS SABHARA 73 . Penggolongan penanggulangan bencana terdiri dari tahapan sebagai berikut: pra bencana tanggap darurat pasca bencana. a. Pembentukan susunan panitia dan rencana pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf a dilakukan dengan cara: a.2    7.   strategi penanggulangan bencana pemberian peringatan dini kepada masyarakat yang berpotensi korban bencana pengerahan semua sumber daya yang ada penyiapan tempat evakuasi/pengungsian penyiapan tenaga. 8. membuat surat perintah pelaksanaan pelatihan penanggulangan bencana yang menunjuk pelaksana dan peserta. Penerapan Manajemen Penanggulangan Bencana Perencanaan Pra Bencana Pra Bencana merupakan suatu tindakan yang diambil dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana meliputi:  Situasi tidak terjadi bencana  Situasi terdapat potensi terjadinya bencana Dalam situasi tidak terjadi bencana sebagaimana dimaksud diatas. kegiatan perencanaan:   Penyiapan rencana pelatihan dan penanggulangan bencana dengan menerapkan KPL Sosialisasi dalam rangka pencegahan dan pengurangan resiko bencana Dalam situasi terdapat potensi terjadinya bencana sebagaimana dimaksud diatas kegiatan perencanaannya :      8.3.

memberikan peringatan dini menentukan jalur dan tempat penampungan sementara yang aman untuk mobilisasi masyarakat. pada pelaksana tingkat Kabupaten/Kota Kapolda pada pelaksana tingkat provinsi Kapolri pada pelaksana tingkat pusat dan BNPB menyiapkan sarana dan prasarana pelatihan antara lain meliputi materi baik yang bersifat internal maupun yang terkait dengan struktur organisasi KPL gabungan. menyediakan sarana dan prasarana pembentukan pos KPL.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI    b. Pengorganisasian kegiatan mobilisasi masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf b dilakukan oleh: c. Pelaksanaan Pra Bencana 9. metode latihan (tutorial dan simulasi). dan obat-obatan. d.    Kapolres dan Kapoltabes.1. pada pelaksana tingkat Kabupaten/Kota Kapolda pada pelaksana tingkat provinsi Kapolri pada pelaksana tingkat pusat dan BNPB. Pelaksanaan sebagaimana dimaksud huruf a ditunjuk oleh masing-masing Kasatker sesuai dengan tataran kewenangan. Kapolres dan Kapoltabes. Pelaksanaan penanggulangan pada tahap Pra Bencana meliputi :       pelatihan penanggulangan bencana sosialisasi dalam rangka pencegahan dan pengurangan resiko bencana pemberian peringatan dini kepada masyarakat yang berpotensi korban bencana pengerahan semua sumber daya yang akan digunakan. alat peralatan medis. Mobilisasi masyarakat yang berada di daerah potensi bencana sebagaimana dimaksud dilakukan dengan kegiatan sebagai berikut:    9. peralatan. dan alins/alongin melaksanakan koordinasi dengan instansi lain dalam rangka persiapan penyusunan pelatihan merencanakan kebutuhan dukungan anggaran dalam pelaksanaan pelatihan. FUNGSI TEKNIS SABHARA 74 . mengadakan tempat penampungan untuk evakuasi/pengungsian korban bencana menyediakan tenaga.

dan pasca bencana. menggunakan anggaran yang ada pada BNPB/BPBD. 10.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 9. dan Geofisika (BMKG) kepada masyarakat mengenai kemungkinan terjadinya bencana melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan tempat penampungan yang aman untuk evakuasi/ pengungsian korban bencana.    FUNGSI TEKNIS SABHARA 75 . Penanggulangan bencana yang telah dinyatakan oleh pemerintah sebagai bencana nasional/daerah. dan/atau BNPB/BPBD. Selain melaksanakan kegiatan sebagaimana dimaksud. menggunakan anggaran kontinjensi Polri baik yang berada pada Mabes Polri dan/atau satuan kewilayahan disesuaikan dengan skala dan lokasi bencana. tanggap darurat. menggunakan anggaran yang ada pada masingmasing instansi. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Anggaran Pra Bencana Penanggulangan bencana yang dilaksanakan oleh Polri dalam kegiatan pra bencana. Polri bekerja sama dengan instansi lain melakukan kegiatan sebagai berikut :    melakukan kegiatan penyuluhan melalui strategi Polmas kepada masyarakat yang berpotensi korban bencana penyebarluasan informasi dari Badan Meteorologi. 11.2. Pengawasan dan Pengendalian Pra Bencana Pengawasan dan pengendalian sebagaimana dimaksud diatas dilakukan dengan kegiatan:    menerima laporan: melakukan supervisi terhadap pelaksanaan kegiatan tanggap darurat Inspeksi mendadak secara langsung ke lokasi pada pelaksanaan kegiatan tanggap darurat. Dalam hal pelaksanaan pelatihan gabungan penanggulangan bencana pada kegiatan pra bencana. Klimatologi.

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB IX MANAJEMEN TIPIRING Kompetensi Dasar 1.atau ditetapkan pada saat itu kecuali pelanggaran lalu lintas. konfigurasi standar Tipiring. hukum Tipiring. hasil pelaksanaan kegiatan Tipiring. Pengertian Tipiring 2. dan sasaran Tipiring. diharapkan peserta didik dapat : 1. Pengertian Membuat laporan Melakukan Menerapkan/melaksa Membuat rencana Menjelaskan tujuan Menjelaskan Menjelaskan dasar Menjelaskan Tindak PIdana Ringan adalah perkara yang diancam dengan pidana penjara atau kurungan paling lama 3 bulan dan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 1. Memahami kepolisian. 2. Pengetahuan Tentang Tipiring dalam pelaksanaan tugas Menerapkan kegiatan Tipiring untuk melaksanakan penegakan hukum. Indikator Hasil Belajar Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab VIII. kegiatan Tipiring.500. 7. 7. 3. 4. 6. 5. nakan kegiatan Tipiring. pengawasan dan pengendalian Tipiring 8. Acara Pemeriksaan Cepat FUNGSI TEKNIS SABHARA 76 . Pelanggaran peraturan Daerah ( Perda ) adalah pelanggaran terhadap ketentuan peraturan Daerah secara Otonomi oleh siapa saja dapat diancam denngan kurungan atau denda yang ditetapkan oleh Pemerintrah Daerah bersama-sama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) setempat.

No. saksi ahli dan juru bahasa kesidang pengadilan . 3. No. 15 dan 16 ) UU.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Penyidik atas kuasa penuntut umum. 2. 13. 119/527/SJ tahun 2002 / No. Memorandum Of Understanding (MOU) Kapolri dan Mendagri tahun 2002 tentang Kerja sama Pem. dalam waktu tiga hari sejak Berita Acara Pemeriksanaan selesai dibuat menghadapkan terdakwa beserta barang bukti. Yang diperiksa menurut Acara Pemeriksaan Cepat kasus Tipiring yang menyangkut pelanggaran/kejahatan KUHP mengunakan Format berkas dan pelanggaran Pasal KUHP tertentu menggunakan Blanko Acara Pemeriksaan Cepat Tipiring Model Tilang. 27 tahun 1983. Pol : Skep/260/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang Tipiring. 14.1 Peralatan Umum a. 8 tahun 1981 KUHAP ( Pasal 205-210 ) tentang acara pemeriksaan cepat Tipiring dan PP No.   Tingkat Polres kendaraan bermotor R-4 Jenis Minibus : 2 Unit FUNGSI TEKNIS SABHARA 77 . 13 tahun 2009 Tanggal 31 Desember 2009. Peralatan 3. 143 ayat 2. tentang PenangananTindak pidana ringan Konfigurasi Standar Satuan Penindakan Tipiring dan Perda Kekuatan Penyidik Polri PPNS Pendukung : 6 Personil : 6 Personil : 6 Personil    3.2 tahun 2002 tentang Polri ( Pasal 3.2.    3.3. 148. dan 149.3. Peratutan Kababinkam Polri No. Pol : B / 730 / VII / 2002 ).      3. Kemampuan penyidik Tipiring Menguasai Tehnik pemeriksaan (Mempunyai Skep penyidik) Mahir berkomunikasi Menguasai Undang-undang/ Perundang-undangan yang berkaitan dengan Tipiring Terampil menggunakan komputer/mengetik Dapat melaksanakan pengamatan dan penggambaran. Surat Peraturan Kapolri No.1. 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah ( pasal.binaan Ketentraman dan ketertiban (Trantibun) serta Harkamtibmas tanggal 17 Juli 2002 ( No.     Dasar Hukum Penindakan Tipiring UU. Pol : Skep/259/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang buku penunjuk penindakan tindak pidana ringan ( Tipiring ) Skep Kapolri No.. UU No.

3. perlu dilengkapi berkas-berkas ( BAP ) Prosedur Penyidikan Model Acara Pemeriksaan Cepat dilaksanakan dengan cepat.             c. FUNGSI TEKNIS SABHARA 78 .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   b. kasusnya agak sulit. murah dan langsung ( Karena CJS siap di tempat ). Penggeledahan. penyitaan.3. 3.  : Blanko acara Pemeriksaan Cepat Tipiring/ Penegak Peraturan Daerah/Non KUHP Model Tilang terdiri dari : Lembar warna Putih untuk pengadilan Lembar Warna Merah untuk tersangka Lembar Warna biru untuk Kejaksaan Lembar warna Kuning untuk Satuan atas Penyidik Lembar Warna Hijau untuk arsip Menggunakan Berkas perkara Biasa untuk pelanggaran KUHP : Sampul Berkas Perkara Daftar isi Berkas Perkara Resume Laporan Polisi Berita Acara Pemeriksaan ( BAP ) Saksi Berita Acara Pemeriksaan Tersangka.    Truck : 3 Unit Kendaraan bermotor R-2 : 6 Unit Tingkat Polsek Kendaraan bermtor R-4 Jenis khusus Kendaraan bermotor : 1 Unit : 3 Unit 3.   d. Daftar Barang Bukti Keterangan Ahli Surat Permintaan Persetujuan Penyitaan dari katua Pengadilan Negeri Surat Pemberitahuan dimulainya Penyidikan.2 Peralatan khusus berupa papan pemberitahuan pelaksanaan penindakan Tipiring / penegak Perda.      b.3 Administrasi penyidik menggunakan a. Model Administrasi Penyidikan Blanko Acara Pemeriksaan Cepat dalam kegiatan terpadu dilaksanakan Perda yang tidak sulit Model berkas perkara prosesnya cukup lama. Berita Acara Penangkapan. Daftar Saksi dan Tersangka.

Pengecekan Blanko Tipiring maupun administrasi penyidikan Berkas Tipiring dan Skep Penyidik. ringan tidak berkembang menjadi Tindak Pidana yang lebih besar.1.2. 5. Tahap Persiapan Menyiapkan Surat Perintah Penugasan dan menyusun Rencana Kegiatan.     Pelaksanaan Kegiatan.2.1 Penindakan terhadap Pelanggaran Pasal Tipiring tertentu baik KUHP / Non KUHP :  Tata cara penyidikan tindak pidana ringan (Tipiring) khususnya terhadap pelanggaran Peraturan daerah menggunakan Blanko Acara Pemeriksaan Cepat Model Tilang.  Sasaran Tersangka Dapat menimbulkan efek jera  Penyidik Tipiring Meningkatkan keterampilan kepada anggota Sabhara Polri sebagai penyidik Tindak Pidana ringan (Tipiring) dan sudah mempunyai Skep sebagai Penyidik.  Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Meningkatkan keterampilan kepada anggota PPNS dalam melakukan penyidikan terhaap Perda di lingkungannya dan sudah mempunyai Skep sebagai Penyidik. Pengadilan. Tujuan dan Sasaran Tujuan 4. Rapat Koordinasi dengan kejaksaan. Untuk meningkatkan keterampilan dalam penindakan terhadap masalah pelanggaran yang berkaitan dengan ketertiban dan kepatuhan hukum masyarakat sehingga masalah pelanggaran hukun ketidaktertiban yang dinilai sederhana.  Tokoh Masyarakat Turut membantu tugas Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban umum 5.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  Model berkas Perkara : PPNS melewati penyidikan Polri dibawa ke Pengadilan dengan melakukan koordinasi dengan kejaksaan ( pemberitahuan ) serta koordinasi pengnadilan ( tentang hari siding ) serat memberitahukan kepada tersangka. 4.2. 4. Adakan Acara Arahan Pimpinan (AAP) sebelum melaksanakan tugas secara jelas dan benar dan berikan penekanan untuk hindari tindakan kekerasan (Mengajar pangakuan tersangka) Tahap Pelaksanaan 5.1. Pemda setempat. 5. FUNGSI TEKNIS SABHARA 79 .

 Penyerahan Berkas Perkara ke Pengadilan dalam 3 (Tiga) hari berikut tersangka dan barang bukti. Setelah penyidik / Penyidik pembantu / Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) menerima laporan / pengaduan atau mengetahui langsung adanya Tindak Pidana Ringan (Tipiring). Penyidik / Penyidik Pembantu mampu meredam emosi tersangka atau kelompok masyarakat sekitar Tempat Kejadian Perkara masyarakat sekitar Tenpat Kejadian Perkara (TKP) yang tidak puas atas tindakan hokum tersebut.  Proses pemberkasan menjadi Berkas Perkara  Nomor Registrasi Berkas Perkara dari Satuan Sabhara. didukung dengan keterangan saksi.  Mendatangi TKP dan melakukan TPTKP.  Setelah menerima pengaduan. Apabila tersangka tidak mau menandatangani.2 Penindakan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) khususnya Pelanggaran terhadap KUHP. sedangn penyidikan terhadap pelanggaran Peraturan daerah (Perda) dilaksanakan FUNGSI TEKNIS SABHARA 80 . terdakwa dan penyidik / penyidik pembantu agar membubuhkan tanda tangan di Blanko Tindak Pidana Ringan (Tipiring) tersebut.3 Tanggung Jawab Penyidik Yang berhak melakukan penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) adalah anggota Sabhara Polri yang telah memiliki Surat Keputusan Penyidik / Penyidik Pembantu. maka penyidik / penyidik pembantu / penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) segera menulis langsung di Blanko Tindak Pidana Ringan (Tipiring) Untuk memperkuat keterangan. petugas Sabhara segera membuat Laporan Polisi.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI          Proses Penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dapat dilaksanakan di Markas Komando maupun di luar Markas Komando yang penting dilaksanakan secara cepat dan tuntas. maka baik saksi. dan memeriksa tersangka. Putusan Pengadilan ditulis Ringan (Tipiring) khusus pelanggaran terhadap KUHP. maka segera mencari saksi.2. serta sudah ada pengakuan tersangka.  Registrasi Pengiriman Berkas Perkara dari Satuan Sabhara. 5. 5. maka penyidik / penyidik pembantu cukup mencatat uraian singkat alas an-alasannya (di kembar belakang) Mengingatkan kembali kepada tersangka atau kuasanya untuk dating ke Pengadilan sesuai waktu yang telah ditetapkan sebagai Jadwal Sidang Tindak Pidana Ringan. Mencatat jenis Barang Bukti (BB) yang tersedia.2.  Pemberitahuan dimulai penyidikan  Pemeriksaan Saksi/Saksi korban  Menyita Barang Bukti (BB)  Mencari. tersangka dan Barang Bukti (BB) yang berkaitan dengan kasusnya. Setelah diadakan pemeriksaan singkat dan menemukan elemen pasal yang dilanggar . menangkap.

Format Berkas Acara Pemeriksaan Cepat Tipiring dan Perda maupun Format Berkas Perkara Tipiring menggunakan format baru yang disempurnakan. perlengkapan dan administrasi yang dibutuhkan dalam penanganan Tipiring. modus operandi dan pelaku  Data Police Hazard bentuk.    7. perumusan cara bertindak dan kekuatan yang dilibatkan. Sebagai seorang Supervisor dalam penanganan Tipiring diharuskan membuat rencana Kegiatan dengan merumuskan sasaran yang bersumber pada :  Perkiraan khusus (Kirsus) Intel  Perencanaan Program Kerja Satuan Wilayah  Data Kamtibmas yang meliputi : Jumlah kejadian.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) dilaksanakan oleh Satuan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) 5. sifat dan lokasi  Kalender Kamtibmas yang meliputi kegiatan Pemda.2. 7.  Data FKK meliputi bentuk. waktu kejadian. Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan.   Tahap Pengakhiran Ketua Tim mengecek kembali Personil yang bertugas. FUNGSI TEKNIS SABHARA 81 . sifat dan lokasi. Ucapan Terima kasih kepada saksi yang telah bersedia memberikan keterangannya secara benar dan jelas. Berdasarkan perumusan tersebut di atas ditentukan sasaran selektif prioritas. sasaran seleksi dan sasaran rutin. Tahap Pengorganisasian Menyiapkan susunan kekuatan. 7. Tahap Perencanaan   6.  Program Kerja Pemda dan Perda. hari Ulang tahun /besar nasional dan kegiatan masyarakat.3. adakah yang belum ditandatangani baik oleh tersangka maupun Saksi.1. lokasi kejadian. Mengecek kembali Berita Acara Pemeriksaan dan Blanko Tipiring. baik yang disidik oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) maupun Polri. Ketentuan yang berkaitan dengan kegiatan Penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan Peraturan Daerah (Perda) sepanjang tidak bertentangan dengan petunjuk Kegiatan Penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan Peraturan Daerah (Perda) ini masih diberlakukan Manajemen Penanganan Tipiring. Ketentuan Lain Kegiatan penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan Peraturan Daerah (Perda) didukung Anggota Rutin dan APBD setempat.

 Tahap Pelaksanaan Melaksanakan acara pimpinan pasukan (APP) yang meliputi tugas. Menggunakan sarana komunikasi yang tersedia dan pembuatan laporan.da cara bertindak dalam penanganan Tipiring.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 7. serta membuat Anev.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 82 . sasaran.   7.3. Koordinasi criminal justice system (CJS) dan Pemda (Dinas Pol PP) Tahap Pengadilan Mengawasi dan mengendalikan anggota dalam melaksanakan tugas.4.

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI DAFTAR BACAAN Undang-Undang No. Perkap No. Sabhara MOP Kepolisian Perpres RI No. tentang Manajmen Penanggulangan Bencana FUNGSI TEKNIS SABHARA 83 . 8 Tahun 1981 tentang KUHAP Juklak. 2 Tahun 2002 tentang Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia Undang-Undang No. 16 Tahun 2006 tentang Dalmas Perkap No. 52 Tahun 2010. 17 Tahun 2009. Juknis dan Juklap FT.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful