LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

MARKAS BESAR KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

FUNGSI TEKNIS DAN MANAJEMEN OPERASIONAL SABHARA
1. Pengantar

Strategi Polri dalam menangani permasalahan tugas pokok Polri yaitu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan, Pengayoman dan pelayanan masyarakat, dilaksanakan oleh Fungsi Teknis Opsnal Kepolisian salah satunya adalah Fungsi Teknis Sabhara dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya mengutamakan tindakan pencegahan terhadap terjadinya gangguan Kamtibmas. Kita sadari ancaman Kamtibmas baik kwantitas maupun kwalitasnya semakin komplek dengan adanya perubahan dibidang Ipoleksosbud hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh Polri . Guna keberhasilan dalam menangani masalah gangguan Kamtibmas, didalam modul ini disajikan manajemen pencegahan terjadinya kejahatan, pelanggaran dan gangguan Kamtibmas lainnya secara konseptual disertai bahan pengayaan. Disamping mempunyai kemampuan first line supervisor juga diharapkan mampu :  Dapat mengaplikasikan tugas-tugas Polri sebagai harkamtibmas, penegak hukum, pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat.  Secara teknis dapat merencanakan, melaksanakan, mengkoordinasikan, pengendalian kegiatan penjagaan, pengawalan dan patroli.  Memimpin dan melaksanakan pengamanan tempat kejadian perkara, penerimaan dan penyimpanan barang bukti.

 
2.

Melaksanakan pembinaan terhadap masyarakat, tokoh masyarakat untuk menumbuhkan kepercayaan diri, rasa aman, damai dan daya tangkal dari gangguan kamtibmas. Melaksanakan kegiatan SAR terbatas. Standar Kompetensi

Memahami dan menerapkan pengetuan Sabhara untuk pelaksanaan tugas-tugas Kepolisian agar terjamin terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

1

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

BAB I TUGAS POKOK, FUNGSI DAN PERANAN SABHARA
Kompetensi Dasar : Memahami Pengertian Sabhara, Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan Sabhara. Indikator Hasil Belajar : Setelah menyelesaikan Bab I, diharapkan peserta didik dapat : 1. Mendefiniskan Pengertian Sabhara. 2. Menjelaskan Dasar Hukum Sabhara. 3. Menjelaskan Tugas Pokok Sabhara. 4. Menjelaskan Fungsi Sabhara. 5. Menjelaskan Peranan Sabhara. 6 Menjelaskan peranan Sabhara Tingkat Polsek. 1. Pengertian-pengertian

Istilah Samapta diganti kembali dengan Istilah Sabhara berdasarkan dengan Peraturan Kapolri No. Pol. : Perkap/21/IX/2010 tentang Organisasi Tata Kerja Tingkat Mabes Polri dan Peraturan Kapolri No. Pol : Perkap/22/IX/2010 tentang Organisasi Tata Kerja Tingkat Polda. Sabhara yaitu kesiap siagaan. Sabhara merupakan salah satu fungsi opsnal Polri dibawah Babinkam Polri yang diberi tugas dan wewenang bersifat preventif. Fungsi Kepolisian adalah salah satu fungsi pemerintah negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat penegakan hukum, perlindungan dan pengayoman serta pelayanan kepada masyarakat. Fungsi Teknis Sabhara adalah sekelompok pekerjaan, kegiatan, usaha yang memerlukan keahlian dan keterampilan khusus Sabhara Polri dalam rangka menyelenggarakan tugas pokok Polri (terutama tugas-tugas yang berkaitan dengan upaya preventif). Peranan adalah implikasi yang ditimbulkan / berkaitan adanya tugas, fungsi dan wewenang yang ada pada seluruh jajaran Polri dari tingkat Mabes sampai tingkat Polsek. Preventif (Pencegahan) adalah segala usaha, kegiatan dan tindakan yang dilakukan untuk mencegah terhadap kemungkinan yang akan terjadi baik ancaman maupun gangguan kamtibmas.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

2

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

Asas pencegahan adalah suatu sikap atau pandangan yang dilandasai pemikiran bahwa pencegahan lebih baik dari pada pemberantasan. Asas Subsidiaritas adalah Asas yang memberikan peluang kepada Polri untuk mengambil prakarsa dan tindakan pertama dalam hal penanggung jawab teknisnya ada (terbatas dalam lingkup masalah yang terkait dengan tugas Polisi). Asas Offensif adalah suatu sikap dalam pelaksanaan tugas operasional FT Sabhara yang selalu proaktif. Asas Waspada adalah suatu sikap dalam pelaksanaan tugas operasional FT Sabhara yang selalu memperhitungkan segala kemungkinan yang akan terjadi. Asas Kepekaan adalah suatu sikap dalam pelaksanaan tugas operasional FT Sabhara yang selalu tanggap untuk menghadapi gejala dan memiliki inisiatif bertindak dalam memecahkan masalah yang dihadapi sebagai wujud Quick Renpons (ketanggapsegeraan). 2.  Dasar Hukum

  

Undang-undang No.2 tahun 2002 tentang UU Kepolisian Negara RI Psl 13, 14 (1) a s/d i yang mengatur tentang tugas Polri. Psl 15(1) a,b,c,f,g dan i, psl 16 (1) a,b,c,d, i, psl 18 (1), (2), psl 19 (1), (2) yang mengatur tentang wewenang Polri. Undang-undang No.8 tahun 1981 tentang KUHAP Undang-undang No.l tahun 1946 tentang KUHP Perundang-undangan lainnya yang berhubungan dengan tugas dan wewenang Kepolisian dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban umum. Peraturan Kapolri No. Pol : Perkap/21/IX/2010 tentang Pokok-pokok Organisasi FT Sabhara tingkat Mabes, dan Peraturan Kapolri No. Pol : Perkap/22/IX/2010 tentang Pokok-pokok Organisasi FT Sabhara tingkat Polda. 3. 3.1. Tugas Pokok Fungsi dan Peranan Sabhara

Tugas Pokok Sabhara adalah melaksanakan Fungsi Kepolisian tugas preventif terhadap pelanggaran hukum atau gangguan Kamtibmas dengan kegiatan penjagaan, pengawalan dan patroli dengan sasaran pokoknya adalah :  Memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.  Meniadakan unsur kesempatan atau peluang bagi anggota masyarakat yang berniat melakukan pelanggaran hukum.  Melaksanakan tindakan represif tahap awal serta bentuk gangguan Kamtibmas. Melaksanakan penegakan hukum terbatas (Gakkumtas) Contoh : Tipiring dan penegakan perda.  Pemberdayaan dukungan satwa dalam tugas opsnal Kepolisian.  Melaksanakan Search And Resque (SAR) terbatas.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

3

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

3.2.

Fungsi Sabhara merupakan sebagian fungsi Kepolisian yang diberi tugas dan wewenang bersifat preventif yang memerlukan keterampilan kemampuan khusus yang telah dikembangkan guna menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat.

Adapun perumusan dan perkembangan kegiatan fungsi Sabhara saat ini meliputi pelaksanaan Polisi tugas umum, menyangkut segala upaya pekerjaan dan kegiatan Pengaturan, Penjagaan, Patroli, Pengawalan, , SAR Terbatas, Negosiasi, Yan Dalmas, Tipiring, TPTKP, Pemberian bantuan / dukungan Satwa untuk kepentingan perlindungan, pengayoman, pelayanan dan penertiban masyarakat / penegakan hukum secara terbatas. 3.3. a.       b.     c.    d. Peranan Fungsi Sabhara Tingkat Mabes Polri : Memberikan pembinaan teknis kepada fungsi Sabhara di satuan kewilayahan. Melaksanakan pengendalian dan supervisi Merumuskan Juklak/juknis fungsi teknis Sabhara. Memberikan back-up operasional kewilayahan bila diperlukan. Turut serta dalam kegiatan pengamanan pada Event Nasional dan Internasional. Melaksanakan tugas operasional antar Polda. Tingkat Polda : Memberikan pembinaan teknis kepada Fungsi Sabhara satuan kewilayahan /Polres. Menyelenggarakan dan melaksanakan operasional Fungsi Sabhara tingkat Polres. Memberikan back-up operasional kewilayahan / Polres Melaksanakan pengendalian dan Supervisi. Tingkat Polres : Memberikan pembinaan teknis kepada Fungsi Sabhara satuan kewilayahan / Polsek Menyelenggarakan dan melaksanakan operasional Fungsi Sabhara tingkat Polres dan Polsek. Memberikan back-up operasional kewilayahan Polsek. Tingkat Polsek :

Menyelenggarakan dan melaksanakan operasional Fungsi Sabhara ditingkat Polsek sampai Pos Pol dengan melaksanakan Patroli yang mengemban Multi Fungsi.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

4

Obyek Khusus dan Biro Operasional (Ro Ops) tingkat Polda. Satpam. Polsus). Satuan Pengamanan dan Protokol Detasemen Mabes.  Dalam pelaksanaannya fungsi Gasum dan Hartibum diperankan oleh : Internal Kepolisian : meliputi seluruh jajaran Polri di samping Sabhara meliputi Ka SPK.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 5 . Bag Ops tingkat Polwil/Polres dan seluruh petugas jaga markas di seluruh satuan Kepolisian.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3.4. Eksternal Polri diperankan oleh Pam Swakarsa (Satpol PP.

Memilih cara bertindak dalam kegiatan Sabhara. rasa bebas dari bahaya dan rasa takut sebagai hasil pembinaan pemerintah dan masyarakat secara integral berlanjut mutlak harus diciptakan  FUNGSI TEKNIS SABHARA 6 . 1. 1. Memahami Manajemen Operasional Sabhara dalam pelaksanaan tugas Kepolisian. Menjelaskan prinsip-prinsip MOP Sabhara. 2. Menerapkan Manajemen Operasional Sabhara dalam pelaksanaan tugas Kepolisian. Menjelaskan pengertian Manajemen Operasional Sabhara. Menjelaskan Manajemen Opsnal 7 langkah. 6. Menjelaskan 4 Jiwa MOP 4. 7.    Pengertian . diharapkan peserta didik dapat : 1. 2. Membuat Rencana Kegiatan Sabhara. 5.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB II MANAJEMEN OPERASIONAL SABHARA Kompetensi Dasar : 1.1. Indikator Hasil Belajar : Setelah menyelesaikan Bab I.pengertian Pengertian MOP Manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien melalui kerjasama MOP adalah suatu proses untuk menciptakan situasi kamtibmasyang mantap secara efektif dan efisien yang dilaksankanoleh segenap kesatuan Polri OPS Pol adalah segala upaya dan kegiatan serta tindakan dengan menggunakan kekuatan fisik polri beserta komponen pendukung yang tersedia dalam rangka mengemban tugas –tugasnya Kamtibmas adalah situasi dan kondisi yang memberikan suasana kehidupan yang bteratur. 3. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian tugas Sabhara.

2. d.4. FUNGSI TEKNIS SABHARA 7 . Briefing untuk menjelaskan Sasaran. Supervisi / Staf Visit. Cara Bertindak dan kekuatan Personel. kualifikasi kemampuan. teknik dan strategik) Penerapan Manajemen Opsnal Tujuh Langkah (MOTL) Merencanakan / Menentukan Sasaran sebagai pedoman rencana kegiatan.   c. peralatan dan pembagian tugas yang jelas sesuai dengan cara bertindak. konsisten) Inovatif ( Pola Opsnal baik taktik.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 1. Pelaksanaan tugas terarah (sesuai rengiat) Wasdal langsung (partisipatif) Laporan Pelaksanaan tugas (untuk pertanggung jawaban) Debriefing sebagai Analisa dan Evaluasi tugas yang telah dilaksnakan (sebagai dasar penugasan selanjutnya). Cheking / kontrol di lapangan Arahan-arahan Debriefing Anev. Pengawasan dan Pengendalian : b. Pelaporan. mingguan. Untuk menjamin arah dan dinamika kegiatan kepolisian dalam upaya pencapaian sasaran maka dilaksanakan pengawasan dan pengendalian melalui :         Rapat Staf dan Briefing. efisien ( Sasaran berhasil.3. Petunjuk dan konsignes yang jelas. a.        1. Menetapkan kekuatan yang meliputi : jumlah personel. Waktu. Menetapkan Cara Bertindak : Mengkalkulasi resiko kegagalan terhadap sasaran dengan cara : Memilih taktis / teknis untuk mengantisipasi kegagalan. dan bulanan. Kalender Kamtibmas untuk menentukan Target Operasi yang merupakan aspek Potensi Gangguan baik yang bersifat statis maupun dinamis.      1. Personel. Membuat Rencana Aksi alternatif. Penugasan. Biaya Terkendali ) Ofensif dan Pro Aktif ( jemput bola. Empat Jiwa MOP Menetapkan Sasaran : Hasil Perkiraan Keadaan Intel . Prinsip dasar MOP Sabhara Pencegahan dan penangkalan ( N+ K = C) Keterpaduan Fungsi Opsnal dan pemberdayaan masyarakat (Commutiting Police) Efektif. Gelar Opsnal Harian.

1. 2. Membantu melaksanakan Fungsi Lalu Lintas Melaksanakan kegiatan administrasi operasional tingkat Polsek. Kekuatan yang dilibatkan. Penjagaan Markas dan FUNGSI TEKNIS SABHARA 8 .2 Kegiatan FT Sabhara Polsek. tugas terjadwal. Aplikasi tingkat Polsek Tugas FT Sabhara Polsek adalah :    Menyelenggarakan dan melaksanakan upaya preventif kepolisian yang meliputi Penjagaan. Pola Opsnal Japatwal berintikan pengamanan yang mempunyai makna : Terkendali : adanya perintah Pimpinan. bersepeda motor dan roda empat. 2.     Empat Pola Kegiatan 1. Agar tahanan tidak lari atau meninggal dalam tahanan.1. Misi dan Persepsi oleh fungsi Pelaksana.    Pola Opsnal Japatwal. kemampuan ( expert) dan keamanan dari satuan atas dan samping. 2. kekuatan (personel / peralatan ). Patroli. Terdukung : tersedianya bantuan informasi. Mendatangi dan mengamankan TKP agar tidak rusak. kontinuitas komunikasi / informasi / Pelaporan dapat dipertanggung jawabkan. a. Pengawalan termasuk Pengaturan dan TPTKP. Pengawalan.   mengamankan TKP.  berjalan kaki. Mengurangi kemacetan Lalu lintas. Target Kegiatan Menjaga Potensi Gangguan tidak berkembang menjadi Ancaman Faktual. 3. Cepat datang ke TKP dan Melaksanakan Patroli Cara Bertindak.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 1.1.1 Aplikasi Manajemen Operasional FT Sabhara.5. 2.  Tahanan secara bergilir. Menggunakan kekuatan Unit Patroli Polsek yang ada. 2. Terkoordinir : Adanya kesamaan Visi.

waktu. Data PG (Potensi Gangguan) yang meliputi bentuk. Persiapan. hasil yang ingin dicapai dan keterangan. kegiatan. Dalam merumuskan sasaran berdasarkan kepada :   Kalender Kamtibmas. Manajemen Operasional. keadaan penduduk. lokasi dan waktu. Kapolsek / Waka. rengiat mingguan dan rengiat harian yang memuat nomor. Dilaksanakan oleh Pengawasan melekat oleh Pa / Ba Polsek dan Pa Polres. b. modus operandi dan pelaku (anatomi kejahatan). Lokasi. Pengorganisasian Kekuatan yang digunakan sesuai dengan kekuatan Unit Patroli yang ada. waktu. sasaran / T.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 4. Data / konfigurasi gangguan kamtibmas yang meliputi : jumlah pelanggaran / kriminalitas lokasi. Hasil penyelidikan dan pengamatan Ka Polsek tentang kerawanan daerahnya yaitu pengamatan terhadap kasus-kasus tertentu. 3. Perencanaan Kapolsek dan Kanit Patroli membuat Rengiat dalam bentuk rengiat bulanan. Sarana yang digunakan dengan alat komunikasi yang ada. Kasat Sabhara.. CB. tempat-tempat obyek vital.SPK. 1. keadaan daerahnya.    Pengendalian. Pelaksanaan Pengawasan dan     FUNGSI TEKNIS SABHARA 9 . Data PG yang meliputi bentuk / sifat dan lokasinya. 2. Data Asta Gatra meliputi tempat. Laporan.O. perayaan ulang tahun dan kegiatan masyarakat. Pelaksanaan    Pengendalian    Dilakukan secara berjenjang dari Ka Jaga /Ka SPK. kekuatan. yang menyangkut kegiatan pemerintahan setempat. Pengawasan melekat oleh Para Perwira dan Bintara secara berjenjang.  Kanit Patroli.

Empat Pola Kegiatan : a. patroli dan TPTKP. Pengawalan Cepat datang ke TKP Melaksanakan Patroli Menjaga kepatuhan masyarakat terhadap hukum dan perundang-undangan lainnya.2. Masyarakat puas terhadap pelayanan Polri. bersepeda motor dan roda empat. Melaksanakan administrasi opsnal termasuk pengumpulan.2 Kegiatan Rutin.1     Aplikasi tingkat Polres/ta/tabes. pengawalan. dan Tahanan secara bergilir. 3.  PG tidak berkembang menjadi GN      b.  berjalan kaki. TKP tidak rusak dan dapat mengungkap perkara. Membantu penyelenggaraan melaksanakan operasi kepolisian yang diperintahkan kepadanya.2.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3. Tahanan tidak lari / meninggal. Lancarnya pengawalan VIP Cara bertindak Penjagaan Markas Target Kegiatan Mempertahankan agar FUNGSI TEKNIS SABHARA 10 . 3. pengolahan dan penyajian data / informasi yang berkenaan dengan aspek pembinaan maupun pelaksanaan fungsinya.2.   dan mengamankan TKP. Tugas Satuan Fungsi Sabhara Polres/ta/tabes adalah : Memberikan bimbingan teknis atas pelaksanaan FT Sabhara tingkat Polsek. Menyelengarakan Fungsi Sabhara yang meliputi penjagaan.  kegiatan masyarakat. Pelibatan kekuatan. c.

Berdasarkan perumusan tersebut diatas ditentukan sasaran selektif prioritas “sasaran selektif" dan secara rutin. a. Hasil Anev Tahunan. Data PG meliputi bentuk/sifat dan lokasi. supervisi. kegiatan masyarakat.3 Manajemen Operasional. Kasat Sabhara. Kekuatan yang dilibatkan dan cara bertindak didasarkan atas sasaran yang dihadapi. Data Asta Gatra. modus operandi dan pelaku. pemerintah dan pengamanan TKP yang selanjutnya menjadi sasaran Polres. Sarana yang digunakan dalam pengawasan dan pengendalian melalui alkom yang ada. selain itu terdapat sasaran selektif prioritas Polsek. Rencana latihan dibuat untuk mendukung tugas yang dihadapi seperti latihan menembak. jam berapa. Pengawasan melekat oleh Para Perwira secara berjenjang. sistem laporan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Kekuatan yang dilibatkan adalah kekuatan opsnal Fungsi Sabhara yang ada di Polres.       FUNGSI TEKNIS SABHARA 11 . hari Ulang tahun/Hari besar Nasional/ Regional. Waktu pelaksanaan kegiatan rutin sepanjang tahun dengan bertahap tiap Triwulan serta dilaksanakan analisa dan evaluasi tiap Triwulan. dimana. penggunaan Borgol dan sebagainya. yang tidak terjangkau oleh Polsek dan sasaran lain seperti pengamanan tahanan. Perencanaan Kasat Sabhara membuat Rengiat dengan merumuskan sasaran yang bersumber pada :     Kirka Intel Polres. Ka Polres / Waka. Ren Proja Opsnal Polres Data/konfigurasi Kamtibmas yang meliputi jumlah kejadian. gelar opsnal. Rencana kegiatan dibuat dalam bentuk : Rencana kegiatan Triwulan. Penentuan target kegiatan dilaksanakan berdasarkan penajaman sasaran dan hasil penyelidikan.    Pengawasan dan Pengendalian Dilakukan secara berjenjang dari Ka Jaga / Ka SPK.2. Data Potensi Gangguan yang meliputi bentuk/sifat dan lokasi. tempat. beladiri. Contoh : Tempat-tempat penjualan barang bekas atau pasar loak terutama onderdil kendaraan. 3. Kalender Kamtibmas yang meliputi kegiatan Pemda. Contoh : Bubarnya anak sekolah dan pasar. Bulanan dan Mingguan. pengamanan kegiatan masyarakat. waktu kejadian. lokasi kejadian. d.

Menyiapkan alat : mesin ketik / komputer. Setiap pimpinan patroli harus dapat merumuskan tugas Patroli yang sesuai dengan rencana patroli yang telah ditetapkan yang meliputi: Tugas patroli. Ka SPK.                4.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI b. Persiapan Memeriksa kelengkapan anggota sarana / prasarana. senpi. Pelaksanaan : Sebelum melaksanakan tugas setiap pimpinan Unit melakukan AAP untuk: Perumusan tugas. Pengendalian. Konsolidasi. Kekuatan Sabhara Polres disusun dalam bentuk Ploeg dan bagian (3 Ploeg dan 3 bagian dan sebagainya).   2.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 12 . Tugas masing-ma-sing anggota patroli. cara bertindak. Surat Perintah Tugas dan lain-lain. buku-buku seperti buku Patroli. Latihan : melaksanakan latihan sesuai rencana. ranmor. borgol. blanko. 5. Pelaksanaan : Persiapan : Menyiapkan Surat Perintah/ Surat Tugas. Mengawasi dan mengenda-likan pelaksanaan tugas sesuai yang diinginkan. Pengendalian dilaksanakan oleh : Ka Jaga.  c. Kekuatan anggota patroli. Kasat Sabhara dan Kapolres/ Waka. Mengadakan pengecekan kembali terhadap anggota dan kelengkapannya. Waslekat dilaksanakan oleh Pa Polres sesuai jenjang kepangkatan. Pelaporan. senter. Sasaran patroli. Pelaksanaan tugas. mutasi. formulir. 1. Route patroli. waktu patroli. hasil serta hal-hal yang menonjol. 3. buku petunjuk dan sebagainya.  Organisasi Susunan kekuatan yang dilibatkan adalah kekuatan Opsnal Sabhara Polres yang ada sesuai dengan organisasi Polri. Melaporkan secara lisan dan tertulis hasil pelaksanaan patroli.

Sarana Pengendalian :   (HT/Telepon). Perwira yang ditunjuk Kasat Sabhara dan 3. Unit kecil Sabhara yang bertugas secara khusus untuk tugas tersebut.  ( PG )  masyarakat. Pengawalan/. Komunikasi yang ada Laporan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 6. Sarana Wasdal : Alat Komunikasi yang ada. Penjagaan terhadap VIP.4 Operasi Kepolisian Empat pola kegiatan : a. Pengendalian dilakukan oleh :  Ka/Waka Polres. Pengendalian. Kekuatan yang dilibatkan.2. Menjaga kelancaran pengawalan. Kesiapan penjagaan. Supervisi.2. Patroli berkendaraan roda empat atau roda dua.   Cara bertindak. Tanggap dan cepat ke TKP. Target Operasi. d.   Gelar Opsnal. bersepeda dan berjalan kaki serta mengunjungi Pos Kamling pada rute yang dilewati.  dalam operasi tersebut.   b. Menekan / menghilangkan Potensi Gangguan secara kuantitatif dalam %.5 Manajernen Opsnal : FUNGSI TEKNIS SABHARA 13 . 3. Menjaga kelancaran kegiatan Pemerintah dan   c.

yang tugas nyatanya melaksankan tugas operasi tersebut. Persiapan :  Menyiapkan Surat Perintah Tugas.  Kir Intel Polres. b. setelah disetujui maka pelaksanaan menunggu Prinops dari Polda. Sedangkan fungsi lainnya membuat rencana fungsi dan untuk Rengiat dibuat sesuai kebutuhan. Kalender kamtibmas. maka Polres dalam hal ini Kasat Sabhara segera membuat rencana kegiatan operasi yang bersumber pada:  Renops Polda. Pelaksanaan : 1.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI a.  Data / konfigurasi kerawanan kamtibmas meliputi. ops patuh maka Kasat Sabhara membuat Rencana fungsi yang bersumber pada :       Ren Ops Polda. Perencanaan terhadap Operasi Kepolisian dimana Sabhara dikedepankan seperti : Pengamanan Iebaran. Kekuatan yang digunakan di dalam operasi Kepolisian ini ditentukan dalam bentuk Unit-unit kecil. Data/konfigurasi kerawanan kamtibmas meliputi : PG. Pam Natal. AG dan GN  Kalender Kamtibmas. untuk mendapatkan tanggapan dari fungsi Opsnal lainnya. untuk selanjutnya mendapatkan tanggapan. Organisasi. Kirka Intel. Perencanaan.Borgol dan sebagainya. Selanjutnya rencana kegiatan operasi ini dipaparkan dalam rapat Staf. bukubuku laporan dan sebagainya. Data Asta Gatra. blanko/ formulir yang dibutuhkan.  Data Asta gatra. Latihan Memberikan latihan-latihan kepada anggota sesuai yang direncanakan. c. Pam Ulang Tahun Kemerdekaan dimana Renopsnya dibuat oleh Mabes Polri atau oleh Polda. 2. Terhadap operasi Kepolisian dimana fungsi lain dikedepankan seperti : Ops Curat. Rencana fungsi tersebut dipapar-kan pada rapat Staf. Ren Ops fungsi yang dikedepankan.  Menyiapkan Alut seperti : Senpi. AG dan GN. FUNGSI TEKNIS SABHARA 14 . PG.

FUNGSI TEKNIS SABHARA 15 . Supervisi. Komunikasi yang ada (HT / Telepon). Gelar Opsnal. Laporan. Pelaporan. maka dilakukan tindakan AAP meliputi : Perumusan Tugas. Pengendalian: Pengendalian dilaksanakan Kasat Sabhara dan KaPolres/ Waka Polres. Persiapan. Contoh : Opsnal Pam Natal. Briefing. Sarana yang digunakan meliputi : Rapat Staf. (Fungsi Sabhara yang dikedepankan).LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3.   Pelaksanaan. De Briefing.       4. Sebelum melaksanakan tugas. Pelaksanaan.

Menjelakan Tujuan dan Sasaran Dalmas. Indikator Hasil Belajar : Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab III. Menjelaskan Konfigurasi Standar Dalmas.pengertian Pengendalian Massa yang selanjutnya disebut Dalmas adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan Polri dalam rangka menghadapi massa pengunjuk rasa. Melakukan Pengawasan dan Pengendalian Dalmas Melakukan Langkah-Langkah Kegiatan Dalmas Pengertian. Menjelaskan Larangan dan Kewajiban Anggota Dalmas. 2. 5. FUNGSI TEKNIS SABHARA 16 . 2.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB III PENGENDALIAN MASSA Kompetensi Dasar : 1. Menjelaskan Pengertian Dalmas Awal dan Dalmas Lanjut. Menjelaskan Dasar Hukum Dalmas. Memahami pengetahuan Pengendalian Massa dalam pelaksanaan tugas kepolisian Menerapkan Pengendalian Massa dalam melaksanakan tugas kepolisian. Negosiator adalah anggota Polri yang melaksanakan perundingan melalui tawar menawar dengan massa pengunjuk rasa untuk mendapatkan kesepakatan bersama. 6. digerakan dalam menghadapi kondisi massa masih tertib dan teratur/situasi hijau. 7. Menjelaskan Persyaratan Anggota Dalmas. Memilih Cara Bertindak Dalmas. diharapkan peserta didik dapat : 1. 1. 8. Lapis Ganti adalah kegiatan peralihan kendali dari satuan Dalmas Awal ke Dalmas Lanjut. digerakan dalam menghadapi kondisi massa sudah tidak tertib/situasi kuning. Dalmas Lanjut adalah satuan dalmas yang dilengkapi dengan alat-alat perlengkapan khusus kepolisian. 9. Menjelaskan pengertian Dalmas. Lintas Ganti adalah kegiatan peralihan kendali dari satuan Dalmas Awal ke Dalmas Lanjut. 4. 3. 10. Dalmas Awal adalah satuan Dalmas yang tidak dilengkapi dengan alat-alat perlengkapan khusus kepolisian.

di atas permukaan tanah. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) untuk mengatur segala tindakan pasukan di lapangan pada lokasi unjuk rasa atau areal tertentu dalam rangka mencapai suatu tujuan. pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukan bagi lalu lintas. penganiayaan berat. Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta). Gedung/Bangunan Penting adalah bangunan bangunan yang meliputi ruangan. Kapoltabes. pengrusakan. Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan. Kapolda yang berwenang mengatur segala tindakan pasukan di lapangan pada lokasi unjuk rasa. Kendali Umum adalah pengendalian oleh Kapolda untuk mengatur seluruh kekuatan dan tindakan dalam unjuk rasa pada kondisi di mana massa pengunjuk rasa sudah melakukan tindakan-tindakan melawan hukum dalam bentuk pengancaman. pembakaran. Lapangan/Lahan Terbuka adalah tempat tertentu yang digunakan sebagai sarana oleh massa dalam melakukan unjuk rasa.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Penanggulangan Huru-Hara yang selanjutnya disebut PHH adalah rangkaian kegiatan atau proses/cara dalam mengantisipasi atau menghadapi terjadinya kerusuhan massa atau huru-hara guna melindungi warga masyarakat dari akses yang ditimbulkan. yang berada pada permukaan tanah. Kepala Kepolisian Resort Metropolitan (Kapolres Metro). Kepala Kepolisian Resort Metropolitan Kota (Kapolres Metro) Kepala Kepolisian Kota Besar (Kapoltabes). Kendali Taktis adalah pengendalian oleh Kapolsek. halaman dan sekitarnya yang digunakan untuk melakukan kegiatan pemerintahan. teror. Kapolsekta. Kapolres Metro. Kepala Kepolisian Sektor Metropolitan (Kapolsek Metro). dibawah permukaan tanah dan atau air. Kendali adalah kegiatan yang dilakukan oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek). kecuali jalan kereta api. termasuk bangunan. dan gedung-gedung/bangunan lainnya yang digunakan sebagai pusat kegiatan kemasyarakatan secara umum (vital) yang menjadi sasaran unjuk rasa. dari Kapolres / Kapolresta / Kapolres Metro / Kapoltabes kepada Kapolda. kegiatan usaha. Dasar Hukum FUNGSI TEKNIS SABHARA 17 . Kapolsek Metro Kapolres. Kapolresta. intimidasi. Alih Kendali adalah peralihan kendali dari Kapolsek / Kapolsekta / Kapolsek Metro kepada Kapolres / Kapolresta / Kapolres Metro / Kapoltabes. serta di atas permukaan air. pencurian dengan kekerasan. Kepala Kepolisian Sektor Kota (Kapolsekta). jalan lori dan jalan kabel. Kendali Teknis adalah pengendalian oleh pejabat pembina fungsi atau pimpinan pasukan dan atau perwira lapangan di kesatuan masing-masing yang bertanggung jawab atas teknis pelaksanaan tugas semua anggota yang menjadi tanggung jawabnya. Kepala Kepolisian Resort (Kapolres). penyanderaan dan lain sebagainya selanjutnya disebut dalam situasi merah 2.

      5. Pol. Surat Keputusan Direktur Sabhara Polri No Pol: Skep 02/VII/2007 tanggal 30 Juli 2007 Tentang Buku Panduan Pelatiahan Dasar Dalmas. terukur sebagai langkah terakhir terhadap unjuk rasa yang anarkhis. kerugian materil ataupun terganggunya kamtibmas. Mengupayakan tegaknya hukum dan ketertiban demi terpeliharanya kamtibmas. Mencegah terjadinya pelanggaran HAM.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI     3. Sasaran Menjaga dan melayani massa unjuk rasa agar tetap terkendali atau damai dan tujuan tercapai Tidak terpancing oleh provokator atau pihak penyusup. Menghormati HAM. Undang-undang No 9 tahun 1998 tentang Undang-undang menyampaikan pendapat dimuka umum. guna menghindari huru-hara yang dapat menimbulkan jatuhnya korban.       4.  Peraturan Kapolri No. FUNGSI TEKNIS SABHARA 18 . Melindungi dan mengamankan tim negosiator dari desakan massa. a. Larangan dan kewajiban Anggota Satuan Dalmas   b. Prinsip Dasar Pelayanan Unjuk Rasa Unjuk rasa adalah hak Warga Negara sehingga harus dilayani. Tokoh pimpinan massa/Korlap dengan pengendali satuan dalmas masing-masing dapat menjaga atau mengendalikan massanya dan anak buahnya Mencegah agar massa unjuk rasa tidak anarki. Sesuai prosedur hukum. Mengutamakan Negosiasi. Tujuan dan Sasaran Tujuan Terlayaninya unjuk rasa agar berlangsung dengan tertib. Undang-undang No 9 tahun 1999 tentang Hak azasi manusia. Mencegah agar massa penonton tidak memprovokatosi massa unjuk rasa untuk bertindak anarki. Penegakkan Hukum untuk prevantif Tindakan tegas. : 16 Tahun 2006 tanggal 16 Desember 2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa.

Tetap menjaga dan mempertahankan situasi unjuk hingga unjuk rasa selesai. Melakukan perbuatan lain yang melanggar peraturan perundang undangan. Melindungi jiwa dan harta benda. Keteguhan hati dan loyalitas tinggi. Patuh dan taat kepada perintah Kepala Kesatuan Lapangan yang bertanggung jawab sesuai tingkatannya. Kemampuan beladiri.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI a.pelecehan seksual perbuatab asusila memakimaki pengunjuk rasa. Kemampuan menilai karakteristik massa secara umum. Melayani dan mengamankan pengunjuk rasa sesuai ketentuan. Nilai ke Sabharaan jasmani paling rendah 65. Dedikasi dan disiplin yang tinggi. Membawa senjata tajam dan peluru tajam. Kewajiban. Kemampuan membentuk/mengubah formasi dengan cepat. Persyaratan yang harus dimiliki oleh Satuan Dalmas adalah mempunyai : Mental dan moral yang baik. Melakukan tindakan kekerasan yang tidak sesuai dengan prosedur. Penguasaan terhadap pasal-pasal dalam undang-undang yang berkaitan dengan Dalmas.   Larangan Bersikap arogan dan terpancing oleh prilaku massa. Mengucapkan kata-kata kotor. Sikap netral. Setiap pergerakan pasukan Dalmas selalu dalam ikatan satuan dan membentuk formasi sesuai ketentuan. Kemampuan berkomunikasi dengan baik. Keluar dari ikatan satuan/formasi dan melakukan pengejaran massa secara perorangan. Kemampuan dalam menggunakan peralatan Dalmas.             FUNGSI TEKNIS SABHARA 19 .       6. Mundur membelakangi massa pengunjuk rasa. Jiwa karsa yang tinggi. Menghormati Ham dari setiap orang yang melkuakan unjuk rasa.       b. Membawa peralatan diluar peralatan dalmas.

1.3 Satuan Kompi Dalmas Awal : 116 orang.2.2.2. Mempunyai ketahanan fisik yang baik. terdiri atas : Danton Anggota Caraka Kamerawan Petugas Tali Dalmas Negosiator : : : : : : 1 30 1 1 2 3 orang orang orang orang orang orang 7. Mempunyai dedikasi dan disiplin yang tinggi. Mampu berkomunikasi dengan baik. Kecepatan berkumpul. Mampu menilai karakteristik massa secara umum. Trampil dalam menggunakan peralatan Dalmas. terdiri atas :         Danton Anggota Caraka Kamerawan Pemadam Api Penembak Gas Unit Anjing Unit Kuda : : : : : : : : 1 30 1 1 2 2 3 3 orang orang orang orang orang orang unit unit 7. 7. Trampil membentuk/merobah Formasi dengan cepat.2 Satuan Peleton Dalmas Lanjut : 37 orang. mampu naik dan turun kendaraan dengan tertib.21       Kemampuan menggunakan kendaraan taktis pengurai massa dan alat khusus Dalmas lainnya dengan baik. Kemampuan naik-turun kendaraan dengan tertib dan kecepatan berkumpul. Mempunyai kemampuan bela diri. Konfigurasi Standar Kemampuan Mempunyai mental yang baik. Mampu menggunakan alsus Water Canon dan alsus Dalmas lainnya dengan baik.            7. Satuan Peleton Dalmas Awal : 38 orang. Mempunyai keteguhan hati dan loyalitas tinggi.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   7. Kekuatan. terdiri atas :  Dan Kompi : 1 orang FUNGSI TEKNIS SABHARA 20 . 7.

4 Satuan Kompi Dalmas Lanjut: 138 orang. Manajemen Dalmas Tahap persiapan Membuat surat perintah Mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang massa pengunjuk rasa yang akan dihadapi. terdiri atas :              Dan Kompi Wadan Kompi Dan Ton Caraka Kamerawan Penembak Gas Air Mata Pemadam Api Pok Rantis Pengurai Massa Pok Rantis Penyelamat Pok Kawat Penghaang Massa Anggota Unit Anjing Unit Kuda : : : : : : : : : : : : : 1 1 3 4 5 6 6 8 4 10 90 10 10 orang orang orang orang orang orang orang orang orang orang orang unit unit. Fungsi Lalu Lintas Fungsi Pol Air Fungsi Pol Udara Fungsi Propam Fungsi Keslap Fungsi Humas Fungsi Telematika Fungsi Logistik. meliputi: FUNGSI TEKNIS SABHARA 21 .2. 7. Fungsi Binamitra.5 Satuan Pendukung             8. 8. Satuan Penindak Sabhara. Fungsi Reskrim.2.1. a.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI        Wadan Kompi Dan Ton Caraka Kamerawan Petugas Tali Dalmas Anggota Negosiator : : : : : : : 1 3 4 5 2 90 10 orang orang orang orang orang orang orang 7. Fungsi Intelejen. b.

Police Line (Jarak dengan Massa Min 10 M) Tim Negosiator. Water Canon / RPM. Menyiapkan perlengkapan. transportasi.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI     c.2. Menyiapkan kekuatan cadangan untuk antisipasi massa bertambah banyak. Rompi Dalmas. Helm.  Sat Dalmas dengan Alat (Tongkat “T”. d. f. Pimpinan / Penanggung jawab Unras. h. Formasi Dasar dan Satuan. g. Tameng fiber. Tempat dan Rute diadakannya Unras. Alkom) Formasi bersaf. Melaksanakan Latihan perorangan / Satuan dan Peralatan : Peran komunikasi Negosiator.      8. Megaphone.1 Formasi Sat Dalmas    bersaf).      i. Nama organisasi Unras. Anggota Dalmas dilarang berdebat dengan massa (diserahkan Tim Negosiator). Membuat system komunikasi ke seluruh unit satuan polri. Tidak tertib/Arogan. Cek perlengkapan perorangan/satuan. Membuat pos komando lapangan yang dekat dengan lokasi unjuk rasa tetapi tersembunyi.2. Ketahanan phisik dan mental. Anarkhis) Peralatan Dalmas (Pemadam Api.2 Langkah-langkah Kegiatan FUNGSI TEKNIS SABHARA 22 . e.2. Handy Cam). komunikasi. Pemberdayaan Satwa ( merupakan Kuat Pendukung Dalmas) Water Canon / RPM. Pelindung Kaki. Memberi APP kepada seluruh anggota yang terlibat tugas pengendalian massa : Satuan dalmas dilarang membawa senjata tajam atau senjata api. Menyiapkan pasukan dalmas sebelum massa pengunjuk rasa mendahului datang ke obyek yang dituju. Satuan Dalmas bergerak dengan atas perintah Komandan dan dalam ikatan satuan. Maksud dan Tujuan serta Thema Unras. Tahap pelaksanaan 8. Pelindung Tangan. Penggunaan Tongkat “T’ hanya untuk mendorong massa. Pemadam Api. dan logistik serta dokumentasi. Handy Cam. Sat Dalmas tanpa alat (Posisi Tangan Berkait Formasi   8. Waktu. Bukan untuk memukul. Langkah Pelayanan Unras sesuai eskalasi (Damai.

j.  Adakan peninjauan lapangan Gunakan rute terdekat untuk menuju sasaran Tahap isolasi. dilakukan dengan formasi bersaf. Satuan Dalmas lintas ganti dengan PHH Brimob apabila unjuk rasa berubah menjadi huru-hara / anarkis. f. Penangkapan oleh unit Intel sesuai prosedur yang berlaku. c. kerumunan dan tindakan yang mereka lakukan. Pembubaran merupakan kegiatan atau tindakan. Satuan Dalmas tetap menunjukan sikap yang ramah. d. g. Liputan photo/video/HandyCame harus mencakup proses unjuk rasa begitu pula rekaman aksi dan kata-kata yang diucapkan oleh pimpinan massa. Satuan dalmas jangan sekali-kali berdiskusi atau membantah issu yang diangkat oleh massa pengunjuk rasa. tetapi jaga sikap. b. Arah. Penangkapan terhadap provokator dan pelaku tindak pidana. Individu yang bertindak diluar kewajaran Semua alat . i. masa diarahkan di tempat aman dengan kawalan satuan dalmas. tidak terpancing emosi. Jelaskan undang-undang yg berlaku bagi pengunjuk rasa. tetap bertahan pada formasi yang telah ditentukan. Satuan Dalmas melakukan penyekatan sementara dengan memasang Police Line antara Massa Unras dan Pasukan Dalmas/pengalihan route terhadap massa agar tetap tertib ditempat yang sudah ditentukan atau menghindari massa yang tidak sepadan. Menutup gerakan massa yang menuju ke arah berbahaya. Tanyakan surat pemberitahuan kepada pimpinan massa dari Polri dan beritahukan kewajiban yang harus dipatuhi selama berunjuk rasa.       e. Gunakan kamera photo/video/HandyCame untuk meliput : Massa Unras utamanya pimpinan massa. Jelaskan sikap dan kebijakan Polri terhadap massa. Satuan Dalmas menutup Pam Obyek Vital dan tempat-tempat yang berada di sekitar unjuk rasa. merupakan tahap awal dari pengendalian massa. bila massa mengganggu kamtibmas. Pamplet dan Transportasi yang digunakan untuk Unras.     k. Tahap penyekatan sementara atau pengalihan rute melaksanakan : Tim Negosiator melakukan Negosiasi dengan pimpinan/penanggung jawab massa pengunjuk rasa. Pembubaran massa : Membubarkan massa dengan mendorong apabila negosiator gagal/tidak ada kesepakatan. jangan mengancam/menggertak. FUNGSI TEKNIS SABHARA 23 . Hindari kontak fisik.     h. Pengawalan : Massa dapat dibubarkan dan situasi dapat dikendalikan. m. jaga ketertiban dan keutuhan formasi. l.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI a.

lakukan Negosiasi lanjut. Tim Negositor menyambut kedatangan massa dan melakukan kegiatan Negosiasi Sat Dalmas tanpa alat melapis dengan formasi bersaf dibelakang Negosiator dengan sikap siaga. Provokator / pelaku tindak pidana dibawa ke komando.. Lakukan Lintas Ganti dengan Dalmas Pakai Alat. Situasi damai. a.    b. Petugas Handy Cam selalu mengikuti / merekam jalannya unjuk rasa. Negosiator dibelakang Dalmas Tanpa Alat.    8. Upayakan tidak sampai Anarkhis.3 Dinamika Operasional Sat Dalmas.  Tahap pengakhiran Konsolidasi Mengumpulkan kembali satuan dalmas yang terlibat dalam tugas pengendalian massa. Petugas pemasang Police Line tetap menjaga keutuhan Police Line.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   n. Petugas Handy Cam harus selalu merekam / mengambil gambar sepanjang terjadinya unjuk rasa. Cek keutuhan personil dan peralatan  FUNGSI TEKNIS SABHARA 24 .3 a. Situasi Anarkhis Lakukan Lintas ganti dengan PHH Brimob. Menarik mundur Tim Negositor. Lakukan pendorongan massa seperlunya bila situasi massa berkembang memanas. Pengawalan dilaksanakan oleh petugas di depan dan di belakang rombongan massa. Situasi Tidak Tertib / Arogan Menarik Police Line.       c. Tim Negosiator dan Dalmas Tanpa Alat menutup lambung kanan / kiri dibelakang Dalmas Pakai Alat.  Adakan penjagaan dititik kumpul massa dan lakukan pengawalan disepanjang perjalanan menuju lokasi unjuk rasa dan pilihkan rute yang lancar dan aman.2. Dalmas Tanpa Alat dan Dalmas Pakai Alat menutup lambung kanan /kiri dibelakang PHH Brimob. 8. Massa diberi pengarahan untuk kembali dengan tertib ke tempat masing-masing.

Data korban dipihak petugas maupun dipihak massa. Ucapkan terima kasih atas tugas yang telah dilaksanakan. Kaji ulang ( “ Wash Up”) Perlu dievaluasi tentang pelaksanaan tugas yang telah dilaksanakan dan cara bertindak di lapangan. FUNGSI TEKNIS SABHARA 25 .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  b. Pelaporan Membuat laporan tentang pelaksanaan tugas pengendalian massa. Mengoreksi tindakan yang sesuai dengan prosedur.    c.

Skep Kapolri No. 2. 8. diharapkan peserta didik dapat : 1. Indikator Hasil Belajar : Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab IV. 9. Menjelaskan Sasaran Penjagaan. tentang Penjagaan  FUNGSI TEKNIS SABHARA 26 . 1. Menjelaskan Pengertian Penjagaan. 7. Penjagaan obyek tertentu lainnya adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk memberikan keamanan terhadap obyek tertentu lainnya. Penjagaan tahanan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk memberikan perlindungan dan pengawasan terhadap tahanan dalam pelaksanaan proses hukum. Melakukan Pengawasan Pengendalian Penjagaan. Menjelaskan Bentuk-Bentuk Penjagaan. 2. 09 Tahun 2009 tanggal 31 Desember 2009. Menjelaskan Peranan Penjagaan. Menerapkan Tugas Penjagaan dalam pelaksanaan tugas kepolisian. 3. Menjelaskan Tugas Penjagaan. Melakukan Serah Terima Tugas Jaga. 10. 4.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB IV MANAJEMEN PENJAGAAN Kompetensi Dasar : 1. Menjelaskan Tujuan Penjagaan. Menjelaskan Konfigurasi Standar Penjagaan. Melakukan / Membuat Rencana Kegiatan Penjagaan. Peraturan Kababinkam Polri No. 2. 2 Tahun 2002. 5. pengayoman dan pelayanan dalam rangka memelihara keselamatan jiwa dan keamanan harta benda Penjagaan Markas atau perkantoran adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk menjaga keamanan Markas atau perkantoran yang menjadi tanggung jawabnya. Pengertian Penjagaan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk memberikan perlindungan. Dasar   UU NO. Memahami Tugas Penjagaan dalam pelaksanaan tugas kepolisian. 6. Pol : Skep/262/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang Penjagaan.

5.    Tujuan Penjagaan Menciptakan.  Penjagaan markas termasuk penjagaan tahanan dan pengamanan barang bukti. Peranan Penjagaan. Monitor secara aktif setiap saat segala bentuk gangguan kamtibmas yang terjadi pada seluruh jajaran Polri di wilayahnya. Pos Jaga Polsek 5.    4. memelihara dan menjaga situasi yang mantap. Terpelihara dan terciptanya ketaatan warga negara dan masyarakat terhadap peraturan yang berlaku dalam rangka mewujudkan tegak dan tertib hukum dalam masyarakat.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3. kegiatan dan tingkat kerawanan. 5. terkendali dan dinamis dalam rangka memelihara kamtibmas. Pos Sementara (Taktis) FUNGSI TEKNIS SABHARA 27 . Pos Polisi dilihat dari sifat. Memelihara. pos sementara dan pos bergerak (mobile).1. menjaga dan mengamankan keselamatan orang / jiwa raga dan harta benda. Sebagai pintu gerbang pertama memberikan pelayanan kepolisian kepada warga masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk :  Penerimaan dan penanganan pertama laporan / pengaduan. Adalah suatu Pos Polisi yang bersifat permanen dan ada kegiatan Kepolisian yang dilaksanakan sepanjang waktu serta dikukuhkan dengan Surat Keputusan Kapolda.  Penyelesaian perkara ringan / perselisihan antar warga. Memberikan pelayanan. Sampaikan secara cepat dan tepat setiap kejadian segala bentuk kejadian / gangguan kamtibmas yang terjadi di wilayahnya kepada Satuan Tingkat Atas guna mendapatkan petunjuk lanjut.  Pelayanan permintaan bantuan / pertolongan Kepolisian . antara lain menerima laporan / pengaduan dari masyarakat.2. sesuai ketentuan Hukum dan Peraturan / kebijakan dalam organisasi Polri. dibagi menjadi : Pos Tetap. 4. baik bersifat pos tetap. Contoh : Pospol Serpong.2.1. Tugas Penjagaan Mencegah / menangkal segala bentuk tindak kejahatan / pelanggaran di daerah tanggung jawabnya masing-masing.  Tugas dan Peranan Penjagaan. 4.

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

Pos sementara adalah pos yang diadakan dalam rangka menghadapi ancaman gangguan dan kegiatan masyarakat yang bersifat temporer, misalnya :  Pos penjagaan hiburan  Pos penjagaan pameran  Pos penjagaan hari raya 5.3. Pos Bergerak (mobile)

Pos polisi yang sifatnya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain dengan menggunakan mobil. Contoh : Patroli R- 4 saat berhenti dapat melakukan pelayanan, pengayoman dan perlindungan terhadap masyarakat. 6. 6.1. 6.2. Konfigurasi standard Nama Satuan : Unit Penjagaan. Kekuatan :

6.2.1 Kualifikasi kemampuan Yanmas TPTKP Proses Tipiring Mengetik/Operasional Komputer Menembak mahir minimal kelas 2 6.2.2 Jumlah Personel Penjagaan menggunakan sistem 3 (tiga) giliran jaga (ploeg/shief) dengan kekuatan personel sebagai berikut : a.   b.   c.   6.3. Polsek, 12 orang terdiri dari : Tiga orang sebagai Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (Ka SPK). Sembilan orang sebagai anggota. Polres, 18 orang terdiri dari : Tiga orang sebagai Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (Ka SPK). 15 orang sebagai anggota. Polda, 63 orang terdiri dari : Tiga orang sebagai Ka Unit. 60 orang sebagai anggota. Peralatan dan Perlengkapan

6.3.1 Umum a. Gampol yang berlaku sesuai ketentuan.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

28

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

b.        c.   d.     e.   

Perlengkapan perorangan Sabhara Polri terdiri dari : Sabuk Sabhara Selempang Pet Tongkat "T" Borgol Peluit Tanda Kewenangan Persenjataan Revolver untuk seluruh anggota. Senjata panjang. Kendaraan RanmorR2 Ranmor R4 Pengangkut personel. Pengangkut tahanan. Alkom Telephone. Handy Talky/HT. Megaphone.

 

6.3.2 Khusus Sabhara Kit TKP Kit 6.3.3 Buku-buku yang harus ada di penjagaan

    

       

Buku Jadwal dan Mutasi Penjagaan. Buku Induk / Register Laporan Polisi. Buku Induk/Register Surat T anda Penerimaan Laporan. Buku Induk / Register Pengiriman Berita / Laporan Kejadian Peristiwa Gangguan Kamtibmas dari Polsek ke KOD (Polres/ta/tabes). Buku Induk / buku Register Penerimaan dan Penerusan/ Pengiriman Berita/Laporan Kejadian Gangguan Kamtibmas (dari KOD s/d ke Mabes Polri secara berjenjang). Buku Induk / Register Situasi Umum Harian Gangguan Kamtibmas. Buku Daftar Tahanan. Buku Mutasi Tahanan. Buku Berobat Tahanan. Buku Barang / Milik / Titipan Tahanan. Buku Makanan Tahanan. Buku Besuk / Mengunjungi Tahanan. Buku Kontrol Tahanan.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

29

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

          

Buku Bon / Pinjam Tahanan untuk kepentingan Pemeriksanaan. Penyidikan. Buku Induk/Register Permintaan Visum et Repertum. Buku Barang Bukti. Buku Tamu. Buku Supervisi dari Pimpinan / Satuan Tingkat Atas. Buku Kecelakaan Lalu Lintas. Buku Barang Inventaris Penjagaan. Buku Alamat/No. Telp Pejabat Penting. Buku Daftar Pencarian Orang (DPO) dan Daftar Pencarian Barang (DPB). Blanko-blanko : a. Permintaan Visum et Refertum. b. Laporan Polisi / Kejadian. c. Tanda Penerimaan Laporan / Pengaduan. d. Tipiring e. Lain-lain sesuai kebutuhan. 7. 7.1. Tujuan dan Sasaran. Tujuan

Terpeliharanya keamanan personel, tahanan dan instalasi kesatuan dan obyek tertentu lainnya yang dijaga. 7.2. Sasaran

7.2.1 Penjagaan Markas  Penjagaan Keamanan, keselamatan dan kenyamanan personel Polri dan tamu.  Keamanan materiil markas.  Ketertiban dan kelancaran kegiatan dinas di markas. 7.2.2 Penjagaan Tahanan  Jumlah tahanan.  Keselamatan tahanan.  Ketertiban dan kebersihan ruang tahanan.  Keamanan barang milik tahanan. 7.2.3 Penjagaan obyek tertentu lainnya.  Keamanan, keselamatan dan kenyamanan personel.  Keamanan materiil  Ketertiban dan kelancaran kegiatan 8. Manajemen Penjagaan

Kegiatan penjagaan meliputi : Penjagaan markas, Penjagaan tahanan dan Penjagaan kegiatan masyarakat / obyek khusus 8.1. Penjagaan Markas 8.1.1 Tahap Persiapan

FUNGSI TEKNIS SABHARA

30

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

   

 

Setengah jam sebelum dimulai giliran tugas jaga, maka petugas jaga baru sudah siap di tempat jaga. Pemeriksaan ruang jaga dan ruang tahanan. Pemeriksaan kerapihan meliputi ; sikap tampang, perlengkapan dan persenjataan. Menerima/meminta informasi dan mempelajari tugas-tugas yang telah dilakukan oleh petugas jaga lama, memperhatikan petunjuk-petunjuk dan perintah-perintah dari pimpinan. Melaporkan kepada Biro Operasional / Bagian Operasional / SPK. Ka Jaga memberikan AAP kepada anggotanya.

8.1.2 Tahap Pelaksanaan Penjagaan Markas pada prinsipnya di bawah tanggung jawab Ka Jaga Adapun kegiatan-kegiatan penjagaan antara lain : a. Membuat jadwal tugas-tugas penjagaan dan mengisi buku mutasi sesuai perintah. b. Melaksanakan dinas jaga sesuai jadwal tugas penjagaan, termasuk penugasan anggota jaga untuk menaikkan dan menurunkan bendera merah putih pada pukul 06.00 dan pukul 18.00 setempat. c. Memukul lonceng setiap jam sekali, selama 24 jam dan ditulis dalam buku mutasi penjagaan dengan tinta warna merah. d. Dalam pelaksanaan tugas jaga Markas agar memperhatikan dan meneliti secara khusus hal-hal sebagai berikut :  Buku-buku dan blanko yang hams ada di penjagaan.  Isi kotak PPPK/PPGD dan alat pemadam kebakaran.  Papan pengumuman, turunan/petikan dari peraturanperaturan / instruksi-instruksi konsignes.  Kebersihan dan ketertiban ruang jaga, ruang tahanan dan kamar mandi/WC.  Dalam hal pengamanan senjata api beserta amunisi yang tidak digunakan, agar senjata api dalam keadaan kosong dan disimpan dalam lemari / rak senjata yang terkunci, tetapi mudah dijangkau apabila sewaktu-waktu diperlukan.  Menjaga dan memelihara barang-barang inventaris yang dipertanggung jawabkan pada penjagaan seperti : kebersihan senjata api, kebersihan dan kerapihan buku-buku penjagaan.  Perhatikan ketentuan cara menerima/mengirim berita telepon.  Selama melaksanakan tugas penjagaan maupun sedang dalam istirahat agar tetap memperhatikan kesiapsiagaan.  Melaksanakan pengawasan terhadap situasi Markas dan sekitarnya.  Menjaga, memelihara dan mengawasi serta mengatur keluar masuknya barang bukti, barang titipan dan barang temuan yang menjadi tanggung jawab petugas jaga, agar tetap utuh dan tidak rusak serta dicatat dalam buku Mutasi.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

31

 Memeriksa/cheking perlengkapan anggota jaga.  Di Polsek/ta oleh Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK).2. Penjagaan Tahanan 8.2. berobat). olahraga.2 Penjagaan tahanan dilakukan oleh anggota jaga dengan pengaturan sesuai jadwal tugas jaga tahanan. proses pemeriksaan.  Di Polres/ta oleh Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK). Mencatat dalam buku mutasi setiap kejadian dilingkungan tanggung jawabnya. Dalam pelaksanaan tugas jaga markas agar senantiasa diadakan koordinasi dengan petugas jaga instansi lain. Seluruh kegiatan yang dilakukan oleh anggota jaga dicatat dalam buku mutasi penjagaan. 8.  Ka Jaga melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya baik secara lisan maupun tertulis dalam buku mutasi atau blanko laporan kepada Pa Siaga/Pamapta/Bamapta.1. Bagi anggota yang mendapat giliran istirahat memanfaatkan waktu istirahat di tempat yang sudah ditentukan.3   Penjagaan tahanan ditujukan terhadap: Kondisi tahanan antara lain kesehatannya.  Membuat laporan pelaksanaan penjagaan sesuai sasaran penjagaan. Di Mabes Polri oleh petugas Satuan Pengamanan dan Protokol (Satpamprot) Denmabes Polri. 8.  Di Polda oleh Satuan Pengamanan dan Protokol (Satpamrot) Denma Polda. 8.  8.2.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI       Memberikan pelayanan kepada masyarakat yang memerlukan bantuan. besuk tahanan.1 Tahap Persiapan. pertolongan dan informasi serta menyiapkan ruang tunggu tamu. Aktivitas tahanan (keluar masuk.3 Tahap Pengakhiran (pengawasan dan pengendalian) Kegiatan konsolidasi dari masing-masing sasaran dalam penjagaan/kesatrian :  Dilaksanakan setelah kegiatan penjagaan selesai dengan melakukan apel selesai tugas. Melaksanakan was. pengamatan dan pengecekan di lingkungan markas & memeriksa pintu-pintu kantor apakah sudah terkunci atau belum terutama di luar jam kantor atau malam hari termasuk adanya anggota yang lembur.2.  Memeriksa/cheking kekuatan/anggota jaga. FUNGSI TEKNIS SABHARA 32 .

Pelaksanaan tugas jaga tahanan apabila sewaktu-waktu masuk ke dalam ruang tahanan. Petugas Jaga Tahanan. Pada saat petugas jaga tahanan masuk ke dalam kamar tahanan ada kemungkinan tahanan sewaktu-waktu memperdaya. Petugas yang baru mengecek jumlah tahanan. keadaan tahanan.  Awasi lingkungan dalam dan luar ruang tahanan secara ketat dan teliti. tegas. menyandera atau melakukan perbuatan yang merugikan Polri. 8.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 33 . 8.2. cepat dan benar terhadap penyimpangan-penyimpangan dari tahanan. b. Untuk menghidari perbuatan yang merugikan Polri tersebut.2.  Mencocokan daftar tahanan dan mengadakan pemeriksaan kondisi ruang tahanan. SPP serta halhal lain sehubungan dengan penyerahan dari petugas lama.  Catat dalam buku mutasi apabila ada kelainan/penyimpangan dari pada tahanan dan situasi sekitar ruang tahanan serta dibuat laporan.2.5 Anggota jaga tahanan harus mengetahui jumlah dan keadaan tahanan dari daftar tahanan yang ada (pada buku dan papan tahanan).  Lakukan tindakan tepat. Serah terima tugas jaga tahanan agar dicatat dalam buku mutasi penjagaan selengkap-lengkapnya. siapa yang bertanggung jawab pada jam-jam tertentu. melemahkan atau merampas peralatan/senpi petugas jaga tahanan yang selanjutnya bertindak untuk melarikan diri.6 Sebelum serah terima jaga tahanan. kondisi fisik setiap tahanan.4 Mengecek kelengkapan (senjata api.  Upayakan maksimal pengawasan / penjagaan selama 1 s/d 2 jam atau disesuaikan dengan kekuatan personil petugas jaga. 8.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  kelengkapannya.7 Tahap Pelaksanaan a. barang-barang milik tahanan yang dititipkan. senter malam hari) dan Iain-lain yang diperlukan.2.  Pelaksanaan tugas pada saat serah terima jaga tahanan : Petugas jaga lama menyerahkan tugas jaga/pengawasan tahanan dengan lengkap dan informasikan hal-hal yang perlu diperhatikan oleh petugas yang baru.  Adakan penjagaan dan pengawasan secara ketat terhadap tahanan. diatur sebagai berikut :  Buat jadwal. pemberontakan. Kondisi rumah tahanan antara lain kebersihan dan 8.   c. anggota jaga lama dan baru mengadakan pemeriksaan :  Jumlah tahanan.

 Petugas yang masuk ke dalam ruang tahanan hendaknya mengambil posisi taktis yang menguntungkan dalam arti sewaktuwaktu mudah melumpuhkan gerakan tahanan yang membahayakan. Petugas pertama yang memasuki ruang tahanan.     Petugas jaga tahanan dilarang Meminta uang/ barang/ jasa apapun dari tahanan atau keluarga yang datang menjenguk Menyuruh bekerja seperti membersihkan kendaraan. Sikap petugas jaga tahanan Petugas jaga tahahan tidak boleh lengah dan harus selalu waspada. menyapu halaman/lantai kotor. maka petugas jaga tahanan dan pimpinan 2 (dua) tingkat di atasnya dikenakan tuntutan sesuai peraturan yang berlaku.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI diatur cara-cara pengamanan sebagai berikut : 1. d. Petugas jaga tahanan harus dapat mengetahui tahanan mana yang perlu diwaspadai dan memerlukan perhatian khusus.  Keluar dan masuknya tahanan hendaknya diatur secara bergilir sesuai dengan kepentingan. Apabila terjadi kelalaian atau kesengajaan dari petugas tahanan yang mengakibatkan matinya tahanan atau melarikan diri. Melakukan ancaman.  Dilarang membuka kamar tahahan pada malam hari.  Kekuatan petugas yang masuk dalam ruang tahanan disesuaikan dengan jumlah tahanan. e. Mengamankan situasi secara bersamasama. 2. penganiayaan ataupun menyakiti hati tahanan. Pada prinsipnya petugas yang memasuki ruang tahanan minimal 2 orang petugas : 3.  Jarak masing-masing petugas tersebut diatur sedemikian rupa sehingga dapat mengamankan petugas lainnya agar : Memberikan peringatan bila terjadi bahaya. Petugas kedua mengawasi gerak-gerik tahanan dalam rangka mengamankan petugas yang masuk ke dalam ruang tahanan. Memudahkan petugas untuk saling membantu.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 34 . 4.

Papan tahanan ditaruh di ruang jaga tahanan agar tidak terlihat oleh umum. obeng. perhiasan) milik pribadi tahanan. Pada saat menerima tahanan periksa kondisi tahanan.  Petugas jaga tahanan yang melalaikan tugasnya atau karena kesalahannya menyebabkan seorang tahanan melarikan diri. tali. korek api. jenis kelamin. Memberikan pembinaan dan pelayanan yang baik agar sekeluarnya dari ruang tahanan yang bersangkutan tidak merasa sakit hati/dendam kepada anggota Polri. Setiap tahanan yang ditahan di Ruang Tahanan. umur. Masukan tahanan dalam Ruang Tahanan dan dipisahkanan antara laki-laki dan perempuan. Apabila ada barangbarang berharga (uang. tanggal dimulainya penahanan. Dibina dan diarahkan setelah mereka bebas dapat membantu tugas Polri.  Kepala jaga bertanggung jawab terjadinya tahanan yang dianiaya oleh sesama tahanan. kikir atau benda-benda yang dapat diubah menjadi benda yang membahayakan tahanan atau dapat merugikan petugas. perpanjangan penahanan dari jaksa serta pengadilan. agar dicek kesehatannya dengan minta bantuan tenaga medis.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI    f. catat dalam buku penerimaan tahanan. anak-anak dan orang dewasa Tahanan selama dalam Ruang Tahanan      g. Tahanan harus dilengkapi dengan Surat Perintah Penahanan (SPP) yang ditanda tangani oleh Penyidik. SPP harus diperlihatkan kepada tahanan dan setelah ditandatangani simpan dalam kotak SPP yang tersedia di ruang jaga tahanan dan melekat di dinding.    Harus Etis. agar diamankan oleh petugas jaga. SPP. dapat dikenakan hukuman menurut ketentuan hukum yang berlaku. Penyimpanan barang berharga diupayakan dititipkan di brankas. FUNGSI TEKNIS SABHARA 35 . apabila nyata-nyata ada bekas penganiayaan. Tahanan sebelum dimasukan dalam Ruang Tahanan. kamar No. Periksa barang-barang tahanan. ikat pinggang. apakah ada tanda-tanda penganiayaan atau tidak. diketahui oleh tahanan dan petugas dengan membubuhi tanda tangan. harus dimasukan dalam sampul dan disegel serta disaksikan oleh pemilik. maka petugas jaga harus meminta VER ke rumah sakit dengan dibuat Berita Acara Penerimaan dan Penyerahan Tersangka kemudian dilaporkan kepada atasan agar apabila terjadi sesuatu (mati) hal tersebut dapat dipertanggung jawabkan. Semua barang milik tahanan dicatat secara rinci dalam Buku Register Barang Titipan Milik Tahanan. Tanggung jawab terhadap tahanan. Catat di papan tahanan : nama. seperti : benda tajam/sejenisnya. pasal/kasus yang dilanggar. Open / Correct dan jangan arogan. Catat tahanan dalam buku daftar tahanan dancatat dentitas yang menyerahkan dalam laporan pelaksanaan tugas jaga.

kemungkinan diselipkannya obat-obat terlarang.  Apabila ada Dokter Polisi.00 s/d 15.  Apabila penjenguk membawa barang atau makanan dan minuman periksa makanan dan minuman seteliti-telitinya disaksikan oleh penjenguk.00 s/d 11.  Pakaian atau barang lain sebagai pengganti agar diperiksa sampai dengan lipatan-lipatan jahitan.  Dilarang memberikan obat nyamuk bakar dan sejenisnya.  Waktu menjenguk dibatasi.  Apabila tahanan dalam jumlah banyak perhatikan pengamanan-nya dengan ketat dan siapkan pengawal yang cukup. Apabila terdapat benda tersebut maka penjenguk dibatalkan dan adakan pemeriksaan oleh petugas.  Ijin menjenguk hanya dapat diberikan oleh Pa Siaga/Pamapta/ Bamapta serta dicatat dalam mutasi tugas. datangkan dengan seijin pimpinan sesuai dengan permasalahan sakitnya tahanan yang dihadapi.  Dicatat dalam Buku Berobat Tahanan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Menjenguk tahanan.00 Hari Biasa pukul 14.  Dirawat di rumah sakit.  Makanan dan minuman agar dicicipi oleh pengunjung/ pembawa untuk menghindari adanya racun. pisau. korek api. benda-benda berbahaya seperti obeng. gergaji besi atau alat-alat lain yang dapat merugikan.30  Tempat menjenguk di tempat yang telah disediakan atau tempat di sekitar ruang jaga (disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat.  Hari Minggu pukul 09.  Penentuan dirawat di rumah sakit didasarkan keputusan dokter yang memeriksa tahanan tersebut dan di jaga oleh petugas yang ditunjuk oleh Kasatwil.  Koordinasikan FUNGSI TEKNIS SABHARA 36 .  Dikawal pulang dan pergi oleh petugas (bukan petugas jaga tahanan).  Apabila jaraknya jauh usahakan dibawa dengan ranmor roda empat atau kendaraan tahanan. demikian pula barang yang dibawa pulang oleh penjenguk. Tahahan Sakit  Berobat jalan (ke Poliklinik atau ke Rumah Sakit). kunci. namun keamanan harus terjamin).  Tahanan tidak diperbolehkan merokok di ruang tahanan.

00 s/d 17.  Dipimpin oleh anggota petugas jaga tahanan dan anggota lainnya mengawasi dengan siapa. Olah Raga  Hari olah raga yaitu hari Senin.00 s/d 08.  Periksa oleh petugas jaga lainnya (bukan petugas jaga tahanan) untuk mengetahui sebab terjadinya perkelahian. Diatur secara bergiliran satu persatu oleh petugas jaga.00 untuk pagi dan 16.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  penempatannya dengan kepala/petugas rumah sakit setempat. keracunan dan sejenisnya maka Kasatwil harus meminta VER jenazah ke Rumah Sakit. kamarnya. Tahanan meninggal dunia di Ruang Tahanan.  Apabila tahanan banyak agar digilir secara berkelompok dan masing-masing kelompok 30 menit. Mandi Sehari dua kali.00 s/d 07.  Catat kejadian tersebut dan laporkan kepada Pa Siaga/ Pamapta/ Bamapta. sembahyang dan makan.  Cari/dapatkan tahanan yang memimpin / mempengaruhi terjadinya keributan serta diperiksa oleh unsur Intelpol untuk mengetahui latar belakang maupun sebab-sebabnya. setelah selesai usahakan dapat diberikan minuman manis.  Keributan.  Mandi.  Tanggung jawab masalah di Polsek oleh Kapolsek di Polres oleh Ka/Waka Polres di Mapolwil oleh Kabag Sabhara di Polda oleh Dir Sabhara untuk meredakannya. Jum'at sekitar pukul 08.  Redakan/hentikan.  Pisahkan tahanan tersebut dan laporkan segera kepada Kasatwil.00 untuk sore.  Tempat di ruang jemur tahanan (tidak boleh keluar pagar / tembok tahanan). FUNGSI TEKNIS SABHARA 37 .  Apabila meluas dan terus menerus bunyikan alarm tanda bahaya serta siapkan bantuan petugas lain untuk memberikan bantuan pada petugas jaga tahanan.Apabila tahanan meninggal dunia di Ruang Tahanan yang disebabkan karena bunuh diri.  Utamakan lebih dahulu kepentingan pemeriksaan daripada olah raga. 1.  Adakan pembinaan sehingga tidak terulang lagi atau dapat rukun kembali. penganiayaan. Rabu. Berkelahi Pisahkan penempatan Tahahan berkelahi / membuat keributan.45. yaitu pukul 06.

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 2. - Kamar mandi yang digunakan yang ada di ruang tahanan.  Maksimal batas penitipan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.  Catat berapa lama tahanan dipinjam. demikian pula dalam register tahanan dicatat bahwa dengan dasar SPP tahanan telah dikeluarkan.  Prinsip perlakuan dan pengamanan tahanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bon / peminjaman tahanan untuk pemeriksaan.  Laporkan kepada FUNGSI TEKNIS SABHARA 38 .  Identitas tahanan dalam daftar papan tahanan dihapus. 3. Makan. tidak boleh dari logam/kaca dan setelah selesai makan segera dikeluarkan dari dalam kamar tahanan. 1. Tempat di ruang kamar tahanan masing-masing.  Barang titipan milik tahanan agar dikembalikan kepada tahanan dan dicatat dalam Buku Register Barang Titipan Tahanan. Sehari dua kali makan yaitu makan menjelang siang dan malam (sesuai jatah). apabila terjadi perubahan kondisi fisik tahanan agar dibuat Laporan Polisi untuk dibuat proses lebih lanjut. Tahanan Titipan. Pengeluaran/penangguhan tahanan. Sembahyang Dilaksanakan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. keamanan tahanan menjadi tanggungjawab penyidik / penyidik pembantu yang meminjam.  Yang berhak meminjam tahanan hanya penyidik/ penyidik pembantu dengan diketahui oleh Ka Jaga. Peralatan makan digunakan dari plastik atau dibungkus.  Tahanan dapat dikeluarkan untuk penangguhan penahanan berdasarkan Surat Perintah Pengeluaran Tahanan (SPPT) atau Surat Pengalihan Jenis Tahanan yang ditandatangani oleh Kasatwil.  Diusahkan agar tahanan titipan dipisahkan dengan tahanan setempat.  Bon tahanan dikembalikan.  Yang berhak meminjam tahanan minimal Kepala Jaga dengan persetujuan Pa Siaga/Pamapta/ Bamapta.  Selama dalam pemeriksaan.  Peminjaman tahanan harus dengan bukti peminjaman. setelah tahanan masuk kembali ke Ruang Tahanan. Tahanan dititipkan dan tahanan di rawat di rumah sakit.  Catat identitas tahanan rnaupun yang menitipkan dalam Buku Register Penitipan Tahanan.  Sebelum dan sesudah tahanan dipindahkan agar kondisi fisik tahanan diperiksa dan dicatat dalam buku Register Tahanan serta diketahui oleh si peminjam.

 Jumlah tahanan dalam masingmasing kamar disesuaikan dengan kamar yang ada. Obyek Penjagaan : FUNGSI TEKNIS SABHARA 39 .  Kebersihan ruang tahanan dibebankan kepada masing-masing tahanan. Kewajiban tahanan :  Mentaati peraturan-peraturan tahanan yang berlaku.  Menjaga ketertiban dan keamanan dalam ruang tahanan. Jaga dengan ketat untuk mencegah resiko melarikan diri. Menjenguk pasien tahanan disesuaikan dengan prosedur menjenguk tahanan dan atau atas seijin Kasatwil.  Pengaturan ruang tahanan dipisahkan antara laki-laki dan perempuan. Pengaturan ruang tahanan dan kewajiban tahanan.2. 1 lagi dihubungkan dengan tempat tidur atau menggunakan lebih dari 1 pasang borgol.   h.  Kamar tahanan dipasang penerangan. Pengaturan ruang tahanan.  Menjaga kebersihan ruang tahanan antara lain tidak boleh membuat tulisan atau gambar pada tembok/dinding tahanan yang ada  Mentaati perintah-perintah dinas yang telah ditentukan.   Tahap Persiapan Penyiapan Surat Perintah Penugasan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Kasatwil. Usahakan dalam kamar yang rapat dan tersendiri. agar tahanan diborgol dengan cara 1 borgol dipergelangan kaki. 2  Tahanan ditahan di rumah sakit. anak-anak dan orang dewasa. Penjagaan Kegiatan Masyarakat a.  Kamar-kamar tahanan hendaknya diberi nomor. 8.8.

Melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian (TPTK). 4. keramaian umum Penjagaan pada tempat/acara kunjungan pejabat / kegiatan pemerintah dan masyarakat lainnya. Jumlah masyarakat yang hadir dan jenis kegiatan yang akan dijaga. Penyiapan kekuatan yang akan dilibatkan.  Tahap pelaksanaan Pembagian tugas sesuai obyek yang dijaga. Penjagaan di tempat-tempat musibah / bencana alam. 3. 4. Melakukan penjagaan pada titik-titik rawan.        c. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas baik lisan maupuntertulisdalambuku mutasi atau blanko laporan kepada Pa Siaga/ Pamapta/Bamapta. Membuat laporan Pelaksanaan penugasan sesuai sasaran penjagaan. Lamanya kegiatan. Mengadakan koordinasi dengan unsur-unsur pengamanan lainnya yang ada di lokasi tanggung jawabnya. Mengadakan koordinasi dengan Mako. 2.  Pa Siaga / Ka SPK / Ba SPK menentukan kerawanan kegiatan masyarakat dimaksud dengan memperhatikan : Tempat yang akan dijaga dan diamankan. berdasarkan kerawanan di atas dan kemampuan personel sesuai sasaran penjagaan yang dihadapi. 2. Memeriksa/checking kekuatan anggota jaga. b. Memeriksa/cheking kelengkapan dan perlengkapan anggota jaga. 3. 2. Petugas jaga hams sudah siap di lokasi penjagaan satu jam sebelum acara / kegiatan masyarakat dimulai. 8. lainnya. Tokoh/pejabat yang hadir. Penjagaan tempat pertandingan olah raga. (Vide Skep Kapolri tentang Petunjuk Kegiatan TPTK). Tahap Pengakhiran Melaksanakan apel koordinasi setelah kegiatan penugasan selesai. Menerima laporan/pengaduan. 3.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 1. Penjagaan tempat diadakannya perayaan. Menyiapkan administrasi pelaporan. Mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). 7. Memberikan AAP kepada anggota yang akan melaksanakan jaga sementara. Melaksanakan kaji ulang pelaksanaan gas. 5. Mengecek kesiapan peralatan dan kelengkapan yang digunakan untuk melaksanakan tugas jaga. 1. Jenis ancaman dan gangguan yang mungkin timbul. 10. 9. 1. pesta.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 40 . 6.

4.    Ketentuan Lain Dukungan administrasi dan logistik menggunakan sarana dan fasilitas organik yang ada. Untuk mendapatkan aplikatif yang optimal tidak menutup kemungkinan Kasatwil menjabarkan dalam bentuk konsignes-konsignes sesuai dengan situasi dan kondisi wilayah masing-masing. Memahami Pengetahuan Tugas Patroli dalam pelaksanaan tugas kepolisian. FUNGSI TEKNIS SABHARA 41 . Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab V.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 9. 2.  BAB V MANAJEMEN PATROLI Kompetensi Dasar 1. Indikator Hasil Belajar 1. 2. Menjelaskan Metoda dan Bentuk Patroli. 5. Menerapkan Kegiatan Tugas Patroli dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Ketentuan lain yang berkaitan dengan petunjuk kegiatan ini sepanjang tidak bertentangan dapat digunakan sebagai rujukan agar lebih memantapkan pelaksanaan tugas penjagaan. Menjelaskan Tujuan Patroli. Menjelaskan Tugas Patroli. Sistem pelaporan menyesuaikan dengan prosedur hirarki yang berlaku. diharapkan peserta didik dapat : Menjelaskan Pengertian Patroli. Menjelaskan Peranan Patroli. 3.

Melakukan Pengawasan dan Pengendalian Patroli. Tugas dan Peranan Patroli Tugas Patroli : Dalam rangka menampilkan peranan sabhara dalam Siskam.1. Mengerjakan Rencana Kegiatan Patroli. Dalam rangka pelaksanaan kegiatan rutin kepolisian maka tugas patroli diarahkan dan digunakan untuk menekan jumlah terjadinya Dasar UU.      4.    3. mengamati . tentang Patroli Tujuan Patroli Peningkatan kehadiran Polisi berseragam di tengah-  FUNGSI TEKNIS SABHARA 42 . Pengertian Patroli adalah salah satu kegiatan kepolisian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih anggota Polri sebagai usaha mencegah bertemunya niat dan kesempatan.  Pencegahan bertemunya faktor niat dan kesempatan (N + K) yang memungkinkan timbulnya kriminalitas. dengan jalan mendatangi menjelajahi. 2. Perturan kababinkam Polri No. perlindungan dan pengayoman masyarakat. Menjelaskan Patroli Menurut Fungsinya. Menjelaskan Konfigurasi Standar Patroli. Swakarsa. Pencegahan terjadinya gangguan kamtibmas. 9.11 tahun 2009 tanggal 31 Desember 2009. Pol : Skep/249/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang Patroli. Pemberian rasa aman.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 6. 1. maka ptroli mempunyai tugas melakukan pengecekan atau Wasdal terhadap giat Siskamling pemukiman / ronda dan kegiatan keamanan yang dilakukan Satpam di perusahaan dan instansi pemerintah. Pembatasan gerak provokator dan separatis di tengahtengah masyarakat. juga termasuk cheking kesiapan penjaga Rumah Tahanan Negara.  tengah masyarakat. serta menuntut kehadiran Polri untuk melakukan tindakan kepolisian guna memelihara ketertiban dan keamanan umum masyarakat. 4. 7. Mengerjakan Laporan Hasil Patroli.mengawasi. No. memperhatiikan situasi dan kondisi yang diperkirakan akan menimbulkan gangguan Kamtibmas. 10. 8. Diperolehnya informasi tentang kemungkinan timbulnya gangguan kamtibmas. 2 Tahun 2002 Skep Kapolri No.

Patroli Represif 4. kepolisian maka tugas patroli diarahkan dan dapat digunakan sesuai target Operasional yang bersangkutan dengan tujuan untuk mencegah dan menanggulangi terjadinya tindak pidana / gangguan Kamtibmas yang justru menjadi sasaran Operasional tersebut selam berlangsung. Dalam rangka pelaksanaan operasi.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 43 .2. daerah sasaran. Sebagai sumber informasi.       5. Penampilan kegiatan patroli merupakan perwujudan kehadiran Polri ditengah masyarakat. tempat rawan dan cara dilakukannya kejahatan. Mencerminkan kesiap siagaan Polri setiap saat sepanjang waktu dalam upaya pemeliharaan dan menjamin Kamtibmas. mata dan telinga bagi kesatuan.       5.2.4. Melakukan tindakan pertama di tempat kejadian.       5.1.3. 5. macam / bentuk dan fungsi Patroli Patroli menurut metode / cara Patroli Lingkungan Patroli Blok Patroli menurut daerah sasaran : Patroli dalam kota Patroli luar kota Patroli antar kota Patroli perairan Patroli daerah konflik Patroli medan berat Macam / bentuk Patroli terdiri dari : Patroli jalan kaki Patroli bersepeda Patroli ranmor darat Patroli ranmor perairan Patroli berkuda Patroli dengan Hellycopter Menurut fungsi patroli terdiri dari : Patroli Deteksi Bila mendapat informasi segera membuat laporan informasi selanjutnya koordinasikan dengan Intel. Metode / cara. Patroli berperan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan Kamtibmas terhadap masyarakat. Peranan Patroli Patroli merupakan tulang punggung ( back bone ) Polri dalam upaya mencegah segala bentuk kejahatan / gangguan Kamtibmas.   5.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  kejahatan yang dikaitkan dengan analisa anatomi kejahatan yang meliputi antara lain Jam Rawan.

 Pengaturan .pengaturan Lalu-lintas dalam rangka pengamanan kegiatan masyarakat. Patroli Dialogis Bila mendatangi kegiatan keamanan lingkungan agar lakukan komunikasi kamtibmas / bimbingan penyuluhan. Patroli Simpatik Bila menemukan kemacetan Lantas segera lakukan pengaturan lantas.1 Kualifikasi Kemampuan :  Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP).   c.  Melakukan tindakan Represif Tahap Awal. Satu orang sebagai anggota yunior.2.   d.2. Patroli berjalan kaki minimal dilaksanakan oleh 2 (dua) orang anggota terdiri dari :  Satu orang sebagai anggota senior. Patroli bersepeda dilaksanakan oleh minimal 2 (dua) anggota Polri.  Patroli di daerah konflik.  Satu orang sebagai anggota yunior. Patroli Negosiasi Bila melihat kasus perkelaian kelompok. 1 (satu) orang satu unit sepeda terdiri dari : Satu orang sebagai anggota senior.  Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket).2. 6. Patroli sepeda motor dilaksanakan minimal 2 (dua) orang anggota Polri dengan menggunakan 1 unit sepeda motor terdiri dari : Satu orang sebagai anggota senior. Unjuk rasa lakukan tindakan awal dengan Negosiasi.2 Jumlah Personel Unit Patroli dapat melakukan : a. 6. Nama Satuan : Unit Patroli Kekuatan : 6. FUNGSI TEKNIS SABHARA 44 .  Komunikasi verbal. Patroli Roda 4 : Sedan : 1 sedan diawaki 3 orang  Satu orang sebagai anggota senior.  Memroses Tipiring. 6.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  Bila menemukan kasus tertangkap tangan lakukan proses awal / Repawal kemudian koordinasikan dengan Reskrim. 6.1. b. Konfigurasi standard. Satu orang sebagai anggota yunior. bila menemukan kasus Tipiring / Perda maka lakukan tindakan penyidikan / Represif terbatas oleh Sabhara.

Empat orang sebagai anggota yunior. Satu orang sebagai anggota yunior Mini bus : 1 minibus diawaki 4 orang. 6. Patroli Satwa Anjing dilaksanakan minimal 4 (empat) orang anggota Polisi dengan menggunakan 2 (dua) ekor anjing Polisi terdiri dari : Dua orang sebagai Pelindung. Dua orang sebagai Pawang.  Satu orang sebagai anggota yunior. Satu s/d dua orang sebagai pengemudi.1 Umum a. Dua orang sebagai anggota yunior. Gampol yang berlaku sesuai ketentuan Kelengkapan perorangan Sabhara Polri terdiri dari : Sabuk Sabhara Selempang Pet / Helm / Topi Lapangan (sesuai kegiatan). Satu orang sebagai pengemudi. Patroli Perairan dilaksanakan oleh unit patroli Perairan (diatur dengan ketentuan tersendiri). b. Enam s/d tujuh orang sebagai anggota.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   Satu orang sebagai pengemudi.3. Patroli daerah konflik dilaksanakan minimal 1 (satu) regu / 10 orang dengan 2 (dua) unit Ranmor minibus atau 1 (satu) unit Ranmor truk/Rantis terdiri dari : Satu orang sebagai Kepala Regu. Satu orang sebagai anggota senior. Patroli berkuda dilaksanakan minimal 2 (dua) orang anggota Polisi dengan menggunakan 2 (dua) ekor kuda Polisi terdiri dari :  Satu orang sebagai anggota senior.3. Peralatan dan Perlengkapan 6.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 45 . Pickup : 1 pick-up    diawaki 6 orang Satu orang sebagai anggota senior. Satu orang sebagai pengemudi. Satu orang sebagai operator komlek. Tongkat T" Borgol Peluit Tanda Kewenangan Ransel serbaguna (untuk di daerah konflik atau patroli jarak jauh dengan berjalan kaki).

Manajemen Patroli 7. Sedan Minibus Pick-up Truk e. 7. Alat transportasi air (di daerah rawa dan sungai) Alkom Telepon imp Handy Tatky{HT) Megaphone g.3.1. 4. Kendaraan Sepeda Ranmor R2 Ranmor R4 1. Tahap Persiapan 7. 2. Persenjataan Revolver untuk Kepala Regu Senpi laras panjang untuk daerah konflik.1. Perlengkapan mobil patroli Perangkat pengeras suara Lampu Rotator Publik address Senter PPPK Senter pengatur lalu-lintas 6.2 Khusus  Kendaraan Taktis / Kendaraan khusus untuk daerah konflik. f. d.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI c.  Tongkat "T"  Lampu senter  TKP Kit  Kendaraan patroli FUNGSI TEKNIS SABHARA 46 . 3.1.2 Mengecek perlengkapan/peralatan antara lain :  Senjata Api  Borgol.1 Mengecek kerapihan gampol dan sikap tampang 7.  TKP Kit  Alat Sistem Posisi geografi (Geographic Positioning System/GPS).

sasaran Patroli Cara bertindak Hal-hal khusus yang perlu atensi    h. Pertunjukan. setiap unit patroli yang telah berada di lapangan harus melaksanakan tindakan sebagai berikut : a. Pos satpam.2. Route.    c.1. Menjelajahi daerah dan route yang telah ditentukan dan melihat kemungkinan adanya kerawanan. b. Memberikan peringatan kepada warga masyarakat yang lalai mengamankan diri dan harta bendanya : Lupa menutup pintu Jemuran masih berada di luar.4 AAP    7. g.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 7.1 Umum Secara umum. f. Kegiatan masyarakat lainnya. Memberikan peringatan kepada masyarakat yang karena ketidaktahuannya melakukan pelanggaran.3 Mengecek administrasi/Surat-surat . Memberikan perlindungan dan pengayoman yang diperiukan masyarakat. Berkomunikasi dengan masyarakat dengan maksud memperoleh informasi-informasi penting bagi tugas Kepolisian. Tahap Pelaksanaan 7.2. Mewaspadai kemungkinan berubahnya PG menjadi GN. STNK  Blanko Ren Giat Patroli  Blanko Laporan Patroli 7.    d.  KTA  Buku catatan  Surat Perintah  SIM. Mendatangi sentra-sentra kegiatan masyarakat yang bersifat situasional : Keramaian. Pos-pos keamanan lainnya. e. Mendatangi tempat-tempat penyelenggaraan keamanan swakarsa untuk koordinasi dan saling tukar menukar informasi : Pos kamling. Parkir kendaraan tanpa dikunci/di luar dan lain-lain. FUNGSI TEKNIS SABHARA 47 .1.

Senjata api genggam agar dimasukkan dalam holster yang tertutup. Tindakan petugas Posisi Berjalan yaitu Tindakan petugas patroli harus berdasarkan norma / peraturan / instruksi dan atasan. berwibawa. Melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian. bersikap ramah.    4. Kenali penduduk/ masyarakat yaitu pejabat. Sikap Petugas Petugas berjalan dengan tegap. Melakukan tindakan represif tahap awal.     3. adat istiadat. sehingga dapat melihat /mendengar sesuatu untuk dilaporkan atau diambil tindakan seperlunya. Bila keadaan aman. tokoh agama. Bila keadaan bahaya.2 Khusus Sesuai dengan cara melaksanakan patroli. secara khusus melaksanakan kegiatan sebagai berikut : a.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 48 . instansi pemerintah dan obyek vital. Melaporkan perkembangan situasi daerah patroli.2. l. gedung.waktu menoleh dan gunakan panca indera ke-enam (perasaan). maka ambil sikap depan senjata. tidak bermain / bersendagurau dan dilarang merokok atau bersikap tidak pantas. Mencatat informasi yang didapat di kawasan patroli (dalam buku catatan patroli) Yang diperoleh dari masyarakat Yang ditemukan sendiri. maka senjata api bahu disandang di pundak kanan (bila hujan laras dibawah). sewaktu .  Patroli Jalan Kaki. sopan santun. 1.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI i.   m. Kenali jalan-jalan yaitu arah. Senantiasa bersikap 3 S (Senyum-Sapa-Salam) Cara membawa senjata api sesuai ketentuan : Peluru ada di magazen dimasukkan ke senjata dan dikunci. dan tempat yang rawan. tokoh masyarakat.   2. j. k. Mengambil tindakan terhadap pelanggaran Tipiring. Mengenali daerah patroli Kenah bangunan yaitu letak bangunan. tujuan. Pandangan ke depan. 7. tampang harus bersih.

Berhenti di tempat tertentu dan bila bertemu orang sesekali diajak bicara. tokoh masyaraKat. Sikap petugas Patroli bersepeda Sikap di sepeda tegap. Sesekali berjalan kearah semula. Pada malam hari sepeda harus berlampu.        Berjalan di tepi jalan sebelah kiri Berjalan sebelah menyebelah (petugas yang satu sebelah kiri dan satu sebelah kanan) agar dapat bergerak dengan leluasa. Kenali route wilayah patroli untuk mengetahui situasi atau keadaan yang ganjil misal : pintu/jendela yang terbuka. sadel. tokoh agama. gedung. Cek peralatan kunci. tujuan. alkom. megaphone. Berjalan berbanjar di sebelah kiri jalan dan tidak terlalu cepat. Memberikan bantuan bila diperlukan patroli berjalan kaki. Mengenali daerah patroli Kenali bangunan : letak bangunan. Kenali penduduk /masyarakat : pejabat. Pandangan bebas Bawa senjata api sesuai ketentuan yaitu senjata api bahu dibawa di punggung senjata (laras di pundak kiri). mungkin ada informasi yang penting (terutama di daerah yang rawan). Perhatikan hal-hal yang bersifat ganjil.     3. pompa. sementara yang lain berjalan terus demikian secara bergantian terutama pada malam hari dan di tempat yang sunyi. Patroli Bersepeda. instansi pemerintah dan obyek vital Kenali jalanan arah jalan. stir. Hal yang perlu diperhatikan sebelum pelaksanaan patroli bersepeda antara lain : Cek sepeda rem. senter.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI          b. adat istiadat. Berhenti dan melihat kebelakang. penjagaan malam tidak nampak kesibukan khusus (keramaian rapat. Berhenti sebentar di persimpangan dan di tempat terlindung serta lihat ke segala arah. 1. petugas yang satu berhenti dan melihat ke belakang. daerah yang rawan. ban. bel.   2. Jangan mengikuti route yang tetap. Pada tempat-tempat yang dianggap rawan. dapat berjalan kaki dengan sepeda dituntun. Laporkan situasi bila ada hal yang ganjil segera dilaporkan pada atasan untuk meminta bantuan. FUNGSI TEKNIS SABHARA 49 . pengajian). lampu berco.

Sengaja menghindarkan diri dari patroli Parkir tidak wajar Kendaraan yang mencurigakan Kendaraan yang melanggar peraturan lain lintas agar diambil tindakan sesuai prosedur. 6.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 4. Tindakan petugas Adakan tindakan pertama yaitu melakukan pelayanan terhadap masyarakat dan tindakan segera apabila menemukan kasus tertangkap tangan. daerah rawan Kenali penduduk/masyarakat : pejabat. 5. Tindakan petugas patroli sepeda motor:      7. Mengikuti peraturan lalu-lintas koordinasi 3. gedung gedung. kebakaran. Perhatikan tempat-tempat rawan dan kendaraan di jalan yang : Berjalan tidak wajar. Kenali medan : pegunungan. cuaca.     8. tujuan. tokoh agama. Sebagai penghubung dan dengan patroli berjalan kaki dan patroli bersepeda. adat istiadat. Kecepatan sedang agar dapat melakukan pengamatan. instansi pemerintah. iklim. tempat yang berbahaya. rawa. Memberikan bantuan bila diperlukan oleh Patroli bersepeda dan berjalan kaki. c. 4. Mengenal daerah patroli meliputi : Kenali bangunan : letak bangunan. 1.    Roda dua (Sepeda motor) Sikap patroli sepeda motor Sikap petugas tegap Pandangan bebas Membawa senjata api sesuai ketentuan. sungai. obyek vital Kenali jalan-jalan arah. FUNGSI TEKNIS SABHARA 50 . kecelakaan lalu-lintas dan lain sebagainya. tokoh masyarakat.

kecelakaan lalu-lintas. Patroli dalam kota Dilaksanakan oleh Unit Patroli Sabhara. 4. bersepeda dan bersepeda motor. Bersopeda dan berjalan Kaki. agar kecepatan disesuiakan untuk pengamatan yang baik. 5. Hal yang harus diperhatikan apabila berpatroli menggunakan kendaraan bermotor. 2.      7. Sikap petugas di atas kendaraan Sikap tegap Pandangan bebas Mengikuti peraturan lain lintas. d. kebakaran dan lain-lainnya. pengenalan jalan. yaitu tertangkap tangan. Kecepatan sedang agar dapat melakukan pengamatan. Mengendarai kendaraan roda dua dan roda empat.    3. pengenalan penduduk. kecelakaan lalu-lintas. Memberikan bantuan bila diperlukan oleh Patroli berjalan Kaki. Perhatikan tempat-tampat rawan dan kendaraan dijalan yang : Berjalan tidak wajar. Kendaraan yang mencurigakan. Sasaran Patroli PG dan GN yang terdapat pada blok atau lingkungan yang menjadi daerah Patroli. e. kebakaran dan lain-lainnya. Roda empat 1. Parkir tidak wajar. Sebagai penghubung dan koordinasi dengan patroli bersepeda Motor.   2. Kendaraan yang menlanggar peraturan lalu-lintas agar diambil tindakan sesuai prosedur. 3. Mengenali daerah patroli yang sering dilalui ineliputi : pengenalan bangunan. 6. FUNGSI TEKNIS SABHARA 51 . Metode yang digunakan Berjalan kaki Bersepeda. 8. Tindakan petugas patroli meliputi : Adakan tindakan pertama pelayanan masyarakat dengan segera. Sengaja menghindarkan diri dari kendaraan patroli. 4.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Adakan tindakan pertama yaitu melakukan pelayanan masyarakat dengan segera apabila menemukan kasus tertangkap tangan. 1. pengenalan medan.

5. 4.  Melapor kepada Kajaga / KS SPK tentang kedatangannya sekaligus melaporkan semua yang dilihat. 8. Patroli Perairan (diatur dengan ketentuan tersendiri) Patroli daerah konflik Memberikan rasa aman kepada masyarakat Mencegah oknum – oknum provokator. 3. pada waktu kembali jangan melewati route berangkat patroli.  Menyerahkan hasil pelaksanaan patroli yang menyangkut penanganan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian (TPTK)/Tipiring (tahanan. 1. Setiap Unit Patroli antar kota wajib menyinggahi satwil yang berada pada jalur patroli untuk melaporkan dan mendapatkan informasi sebelum melanjutkan patroli.3. 1. Ketentuan lain FUNGSI TEKNIS SABHARA 52 . Tahap Pengakhiran Setiap unit patroli yang kembali dan melaksanakan tugas patroli agar :  Apel konsolidasi sekaligus melakukan pengecekan peralatan / perlengkapan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI f.      7.  Menyerahkan laporan tertulis tentang hasil pelaksanaan patroli. Dilaksankan dengan menggunakan ranmor roda dua dan roda empat. 2. barang bukti dan lain-lain). Patroli Antara Kota Dilaksanakan oleh Unit Patroli Sabhara. Hal yang perlu diperhatikan : Apabila penemuan PG maupun GN pada saat berada dalam wilayah Yuridis satuan kewilayahan agar mengambil TPTKP dan selanjutnya menyerahkan penyelesaiannya kepada Satwil yang berwenang.   g. didengar dan dialami selama patroli serta kondisi anggota unit. Patroli dengan satwa anjing (diatur dengan ketentuan tersendiri). Patroli berkuda (diatur dengan ketentuan tersendiri). 2. Melaporkan kedatangannya pada Satwil terdekat. 3. Selama patroli selalu dalam keadaan siap siaga. separatis melakukan kegiatan Tentukan route patroli. Setiap melintas didaerah tertentu (rawan) tentukan tempat-tempat penyelamatan. Dilaksanakan secara Overtap melintas wilayah yuridiksi satuan wilayah yang saling berbatasan sampai pada satuan kewilayahan terdekat (Mungkin Polsek / Polres / ).

FUNGSI TEKNIS SABHARA 53 . Untuk mendapatkan nilai aplikatif yang optimal tidak menutup kernungkinan Kasatwil menjabarkan dalam bentuk "Urut-urutan Tindakan" sesuai dengan situasi dan kondisi wilayah masing-masing. Ketentuan lain yang berkaitan dengan petunjuk kegiatan ini sepanjang tidak bertentangan dapat digunakan sebagai rujukan agar lebih memantapkan pelaksanaan tugas patroli. Sistem laporan menyesuaikan dengan prosedur hirarki yang berlaku.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI     Dukungan administrasi dan logistik menggunakan sarana dan fasilitas organik yang tersedia.

Pengawalan VIP adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk mengamankan/melindungi pejabat tertentu selama melakukan kegiatan agar tidak terancam jiwanya (pelajaran khusus VIP). 10 Tahun 2009. Peraturan Kababinkam Polri No. Memahami Pengetahuan Tugas Pengawalan. mengamankan barang berbahaya tersebut dari tindak kejahatan/sabotase dari pihak lain. No. 4. keselamatan atas jiwa dan harta benda dari satu tempat ke tempat lain. 9. tentang Pengawalan Melakukan Pentahapan Kegiatan Melakukan Pengawasan dan Mengerjakan Rencana Kegiatan Menjelaskan Pengertian Pengawalan. 5.    FUNGSI TEKNIS SABHARA 54 . Pengawalan. Pengawalan. Menjelaskan Sasaran Pengawalan. Pengendalian Pengawalan. Menjelaskan Peranan Pengawalan. Pengawalan Tahanan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk mengamankan/melindungi tahanan agara tidak terancam jiwanya dari gangguan orang lain atau melarikan diri. 2. Pengawalan 1. 8. 6. Pengawalan barang berbahaya adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk melindungi. 7. Menjelaskan Tujuan Pengawalan. Indikator Hasil Belajar Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab VI.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB VI MANAJEMEN PENGAWALAN Kompetensi Dasar 1. Dasar UU. Menerapkan Kegiatan Tugas Pengawalan. tanggal 31 Desember 2009. 3. 2. Menjelaskan Tugas Pengawalan. Pol : Skep/263/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang Pengawalan. diharapkan peserta didik dapat : 1. 2 Tahun 2002 Skep Kapolri No.  Pengertian Pengawalan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh anggota Polri untuk menjaga keamanan. Menjelaskan Konfigurasi Standar    2.

Mencerminkan kesiap siagaan Polri setiap saat sepanjang waktu dalam upaya pemeliharaan dan menjamin Kamtibmas. Untuk mencegah agar tahanan tidak melarikan diri. FUNGSI TEKNIS SABHARA 55 . Untuk memberikan pengamanan dan keutuhan harta benda yang menjadi obyek pengawalan Sasaran Untuk membantu proses hukum terhadap tahanan. Tugas dan peranan Pengawalan Tugas Pengawalan Melaksanakan perlindungan dan Pengamanan terhadap orang / barang dalam perlindungannya dengan aman.2. 3. Melakukan tindakan pertama di tempat kejadian. Tujuan dan Sasaran Pengawalan Tujuan Untuk memberikan pengamanan dan keselamatan terhadap orang dan tahanan. 4. Konfigurasi standard  4. Mencegah terjadinya segala bentuk gangguan kamtibmas / pelanggaran Hukum / tindak pidana yang berhubungan langsung dengan kelancaran Pengamanan kegiatan pengawalan selama perjalanan sampai tiba di tempat tujuan. Peranan pengawalan Pengawalan merupakan tulang punggung ( back bone ) Polri dalam upaya mencegah segala bentuk kejahatan / gangguan Kamtibmas.2.   3. Untuk menjaga keamanan terhadap barang berbahaya agar tidak terjadi peledakan. 3.2.2 Orang   4. Penampilan kegiatan pengawalan merupakan perwujudan kehadiran Polri ditengah masyarakat.2.1 Tahanan    3.1.  Memberikan pengamanan dan keselamatan terhadap orang sampai tujuan. Agar tahanan terhindar dari gangguan pihak lain. kebakaran maupun sabotase dari pihak lain.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3.1.     5. tertib dan utuh sampai tujuan.

 Personel Pengawalan orang/tahanan dilaksanakan oleh anggota Polri minimal 2 (dua) orang atau disesuaikan dengan jumlah tahanan yang dikawal. Perlengkapan Gampol yang berlaku sesuai ketentuan Persenjataan a. Bela diri Mahir menembak Kemampuan mengemudi Menguasai rute yang dilalui Menguasai teknik dan taktik pengawalan Manajemen Pengawalan 6. Periksa identitas diri.1.1.    a. b. Revolver Laras panjang Angkutan Ranmor roda 4  Sedan  Minibus  Pick up  Truk  Rantis Alat angkut lainnya  Kereta api  Kapal Laut  Perahu  Pesawat terbang Alkomlek  Telepon/Handphone  Handy Talky (HT)  5. Kemampuan Kemampuan yang harus dimiliki oleh anggota pengawalan      6.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 5. pulpen.  5.1 Cek perlengkapan    Surat perintah tugas. FUNGSI TEKNIS SABHARA 56 . Tahap Persiapan 6.3.1. Periksa perlengkapan buku saku. Pengawalan barang berharga dan barang berbahaya dilakukan oleh anggota Polri minimal 2 (dua) orang.2. b. KTP. perbekalan. KTA.

segel lak. pembungkusan/penyegelan. petugas pembawa dokumen (nama. ciri-ciri dan keadaan umum. jarak yang di tempuh.3 Periksa obyek pengawalan   Periksa keadaan tahanan. Periksa keadaan barang berharga. lampu. Pengawalan dengan menggunakan Ranmor R–4   b. BBM. tali besar dan dongkrak.2. Lakukan pemborgolan. dan 6. borgol kedua tangan tahanan ke belakang.1 Pengawalan Tahanan a. ukuran. penjelasan waktu. Petugas berada di belakang tahanan. bila tahanan tampak berbahaya rapatkan jarak . jaga jarak sedemikian rupa. jabatan). lampu rotator dan sirene.1. pengaturan dan pembagian tugas sesuai kebutuhan (harus jelas siapa mengerjakan apa. jumlah. dan rute cadangan pengawasan khusus terhadap tahanan yang berbahaya. bentuk ciri-ciri. stir.2 Cek Kendaraan  lain-lain. alat pemadam. keadaan cuaca. periksa tahanan dengan cermat sehingga petugas yakin dan perhatikan kondisi tahanan. oli. jumlah.1.1. lak. Periksa dokumen pembungkusan. bertanggung jawab kepada siapa). Posisi petugas. keadaan umum. rute yang dilalui.2. jumlah tahanan.4 Menerima AAP  Pembagian tugas.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 6. Periksa surat kendaraan dan pengemudi. klakson. ban. FUNGSI TEKNIS SABHARA 57 . Tahap Pelaksanaan 6. jenis.   Periksa Keamanan dan kelayakan kendaraan (rem. kesehatan tahanan dan kondisi umum tahanan. kunci-kunci.  6. kotak P3K. lampu merah pada kap mobil. Periksa perlengkapan. pompa. Catat dan buat tanda terima bukti penyerahan dan ditandatangani. Pemberian petunjuk – petunjuk / konsignes. Hindari komunikasi dengan tahanan pada saat pengawalan berlangsung serah terimakan tahanan dengan baik setelah samapai tujuan.   Pengawalan berjalan kaki Pengamanan terhadap tahanan. Periksa keadaan borgol apakah dalam keadaan baik/layak pakai beserta kuncinya.  6. Bila dalam rangkaian kegiatan yang diduga tidak selesai (sidang pengadilan) adakan pengamanan di sekitar lokasi dan tunggu sampai selesai. tindakan darurat dan penggunaan senpi dan lain-lain. STNK. dan lain-lain). barang milik negara. SIM.

jika terpaksa bermalam maka dititipkan di kantor polisi terdekat Pengawalan dengan perahu hanya dipergunakan pada perairan yang dangkal Pengawalan tahanan dengan menggunakan pesawat terbang Usahan tahanan langsung menuju pesawat. Di dalam gerbong kereta api. pengawal pertama harus turun terlebih dahulu kemudian diikuti oleh para tahanan dalam keadaan diborgol dan diikuti pengawal lainnya. kondisi tahanan. hindari perjalanan malam hari dan apabila terpaksa harus bermalam di perjalanan usahakan dititipkan di kantor Polisi terdekat.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI     Tahanan di borgol. Untuk naik ke gerbong kereta api. Jika tahanan ingin pergi/masuk kamar kecil (WC) ia harus dikawal. Semua tahanan yang dikawal tetap diborgol kecuali jika mereka sudah dalam sel terkunci. Pengawalan tahanan dengan menggunakan kerta api.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 58 . Posisi pengawal dengan tahanan duduk berdampingan. Kapal Bermesin   ada. maka atas izin dari Kapten kapal dapat ditempatkan pada tempat lain yang memenuhi syarat keamanan. kemudian disusul oleh para tahanan satu persatu sampai habis dan di susul oleh pengawal lainnya. didahului oleh petugas pengawal. Setelah tiba di stasiun pemberangkatan pengawal mengadakan pengamanan tempat menunggu para tahanan.  Jika tahanan yang dikawal jumlahnya banyak dan ruangan sel dalam sempit.. tahanan tetap dalam keadaan diborgol dan satu sama lainnya diikat dengan tali. pintu WC tidak boleh ditutup. Tiba di statsiun tujuan. perintahkan naik kendaraan satu persatu dan duduk berhadapahadapan. Lakukan koordinasi dengan Kapten kapal. kemudian tahanan dijauhkan dari kerumunan orang. Pengawalan tahanan dengan menggunakan transportasi air c. Kecepatan kendaraan disesuaikan dengan sesuai lalu lintas. gunakan sirene/lampu rotator. Kepala/komadan pengawalan duduk pada bagian depan disamping pengemudi sebagai pengendali selama perjalanan. hal ini untuk mencegah tahanan dapat melarikan diri atau bunuh diri. Bila jarak cukup jauh tentukan route yang ditempuh dan waktu pemberangkatan. Tempatkan tahanan di ruang khusus (sel) kapal apabila      e. Posisi petugas pengawal duduk didepan dengan tetap waspada.      d. Patuhi peraturan yang berlaku diatas kapal Perahu Tahanan membantu mendayung Dilarang melakukan pada malam hari. di cek jumlah tahanan.

Adakan pergantian / aplus bagi pembawa barang dan tentukan waktu serta tempat istirahat.  Perhatian bagi pengawal Hindari perjalanan pada malam hari (bila terpaksa hubungi kantor Polisi yang akan dilalui) Laporkan posisi setiap saat pada kesatuan melalui alkom yang ada.2. Hal yang perlu diperhatikan oleh pengawal. Mengendarai sepeda motor dengan cara yang benar.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   f. Tentukan pembawa barangbarang (dari instansi pengguna).   Tahanan tetap dalam keadaan diborgol Upayakan kendaraan penjemputan menuju pesawat. 6. 1. Adakan serah terima kepada petugas yang berhak menerima dan buat berita acara penyerahan barang-barang tersebut. 2.   Dengan berjalan kaki Persyaratan keamanan barang Periksa barang akan dikawal antara lain jumlah barang. Laporkan posisi setiap saat melaui alkom yang ada. Atur kecepatan sesuai situasi lalu lintas. Selama dalam perjalanan Atur kecepatan langkah selama dalam perjalanan. 3. Petugas pengawal tetap waspada dan tahanan tetap diborgol demi keamanan. Posisi barang berada ditengah.  Sampai di tempat tujuan Kumpulkan seluruh petugas dan pembawa barang-barang satu persatu bersama-sama barang yang dibawa.      FUNGSI TEKNIS SABHARA 59 . hindari medan yang sulit.   1. Pengawalan tahanan wanita Pengawalan tahanan wanita harus didampingi oleh anggota Polwan. 2. serta dibelakang.  Dengan bersepeda motor Formasi pada saat berjalan satu sepeda motor sebagai pembuka jalan. cari yang terdekat. disamping. sedangkan pengawal lainnya berada dibelakang.2 Pengawalan barang-barang berharga a. Bila jarak yang ditempuh cukup jauh dengan medan yang berat tambah kekuatan personel / pengawal. 2.  b. Gunakan sirene/lampu rotator. label/lak apakah masih utuh sedangkan penanggung jawab tetap dari instansi pengguna/pemilik. 1. pembungkus. Pembagian tugas Lakukan pembagian tugas dengan jelas siapa yang berada di depan.

Mengecek keamanan. Jaga jarak kendaraan 3. Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas pengawalan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 1.3. c. Pasang sabuk pengaman Tahap Pengakhiran (Pengawasan dan Pengendalian) Setelah melaksanakan tugas pengawalan. Hal-hal yang perlu diperhatikan : 1. 6. Perhatikan bila ada perubahn route yang mendadak dan segera laporkan pada Induk Kesatuan. menendang. 3. Jangan mengadakan gerakan yang kurang etis (berdiri. Gunakan peluit dalam keadaan macet atau tertahan. menghardik) kepada pengendara lain.   Dengan menggunakan Ranmor R – 4 Formasi pengawalan prinsipnya sama dengan pengawalan menggunakan sepeda motor. agar melakukan: Apel konsolidasi sekaligus melakukan pengecekan peralatan/perlengkapan. Jangan sekali-kali melepaskan pegangan stang/stir sepeda motor.     FUNGSI TEKNIS SABHARA 60 . Bagi kendaraan penutup cegah jangan ada yang mendahului 2. Mengecek kesehatan tahanan/orang. keutuhan barang-barang yang dikawal. 2.

Indikator Hasil Belajar Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab VII. diharapkan peserta didik dapat : 1. 5. Menerapkan Pengetahuan Tentang TPTKP. 2. Menjelaskan Pengetian TKP Menjelaskan Cara Bertindak di TKP Melakukan Penanganan TPTKP Melakukan Pengawasan dan Pengendalian TPTKP Melakukan Pelaporan Tentang TPTKP Melakukan Kegiatan TPTKP Pengertian Tempat Kejadian Perkara (TKP) adalah tempat dimana telah terjadinya suatu tindak pidana atau tempat-tempat lain dimana ditemukan barang bukti yang ada hubungannya dengan tindak pidana tersebut. 6. 3. 8. 2. 2. dan melarang setiap orang untuk meninggalkan tempat selama pemeriksaan belum selesai. 1. FUNGSI TEKNIS SABHARA 61 .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB VII MANAJEMEN TINDAKAN PERTAMA DI TEMPAT KEJADIAN PERKARA Kompetensi Dasar 1.     Dasar Hukum Pasal 7 ayat (1) huruf b KUHAP : Penyidik karena kewajibannya mempunyai wewenang melakukan tindakan pertama di tempat kejadian. 7. 4. Pasal 111 ayat (3) KUHAP : Penyelidik dan penyidik pembantu yang telah menerima laporan segera datang ke tempat kejadian. Tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP) adalah tindakan kepolisian yang harus dilaksanakan dengan segera setelah terjadinya suatu tindak pidana untuk melaksanakan/ memberi pertolongan dan perlindungan kepada korban/anggota masyarakat serta tindakan represif tahap awal dengan tujuan agar tempat kejadian tersebut dalam keadaan status quo guna mencari kebenaran materiil dalam penyidikan perkara. Memahami Pengetahuan Tentang TPTKP. Menjelaskan Pengertian TKP dan TPTKP Menjelaskan Dasar Hukum TPTKP.

 Melarang setiap orang yang tidak berkepentingan untuk masuk ke TKP. Usahakan untuk mendapatkan keterangan dari korban tentang siapa pelaku dan saksi-saksi serta barang bukti.1 Korban luka berat/ringan/pingsan      saksi-saksi.g . 3. tanggal 31 Desember 2009.2. h. tentang larangan/keluar dari TKP. Kegiatan petugas Polri di TKP sebelum penyidik tiba adalah sebagai berikut : Terhadap tempat kejadian 3.1.  Dilarang menambah/mengurangi jejak/bekas barang bukti yang ada di TKP. 2.  Rekam situasi TKP dengan handy cam / foto. tentang tugas umum. 5 dan 102 KUHAP Skep Kapolri No.i ”.2 Keadaan korban kritis/gawat    Catat identitas.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  1. Kirimkan ke dokter/rumah sakit terdekat.  Minta bantuan / partisipasi masyarakat (RT/RW/Kades) untuk mengamankan TKP atau membubarkan massa. 3.  Berusaha menangkap pelaku yang diperkirakan berada di TKP. Peraturan Kababinkam Polri No. g. Catat identitas korban. Pasal 18 huruf (1) tentang diskresi kepolisian. Menutup dan mengamankan TKP (mempertahankan status Quo) dengan Police Line  Memerintahkan orang-orang yang berada di TKP untuk tidak/dilarang meninggalkan TKP. Pasal 4. 12 Tahun 2009. e . 2 tahun 2002 tentang Polri : Pasal 14 huruf (1) point “ a.2. Usahakan mendapat keterangan dari korban tentang pelaku dan FUNGSI TEKNIS SABHARA 62 . 3. Pasal 15 huruf (1) point “ f.2. Terhadap korban 3. tentang TPTKP. 4. : SKEP/260/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang petunjuk kegiatan TPTKP. Usahakan penyelamatan korban Lakukan pertolongan menurut petunjuk P3K. i “ tentang melakukan TPTKP. Pol. Pasal 16 huruf (1) point “ a.   Undang-Undang No. 3. 5.h . b. b “. Tandai letak korban.

Usahakan jangan meninggalkan TKP. Catat identitas pelaku dan konfrontir dengan korban.4. Terhadap barang bukti Jaga jangan sampai rusak/hilang atau berubah letaknya.7 FUNGSI TEKNIS SABHARA 63 .  Usahakan tidak terlalu banyak menyentuh korban.  Bila posisi korban mengganggu arus lalu lintas dapat dipindahkan terlebih dahulu memberi tanda letak korban.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3. mendengar. Lakukan pengumpulan barang bukti di TKP dan sekitarnya. Laporan.    3. Terhadap pelaku Cari. Lakukan penggeledahan pakaian dan badan terhadap saksisaksi yang dicurigai terlibat serta menahannya hingga penyidik datang. Jaga jangan sampai melarikan diri/menghilangkan/ merusak barang bukti atau merubah posisi barang bukti.  Kirimkan ke rumah sakit untuk mendapatkan visum et repertum 3. Beritahukan dan meminta bantuan kepada penduduk setempat agar supaya mau ikut menjaga keamanan di TKP. mengetahui atau mengalami kejadian tersebut. Mengadakan pemeriksaan singkat terhadap saksi-saksi dan catat identitasnya serta melarangnya meninggalkan TKP untuk sementara waktu.6.    3.5. Mengklarifikasikan saksi-saksi yang diduga keras terlibat dalam tindak pidana tersebut. tangkap dan geledah pelaku yang diperkirakan masih berada di TKP dan sekitarnya. bila perlu lakukan penggeledahan pakaian maupun badan dengan teliti dan penuh kewaspadaan. jika perempuan dilakukan oleh Petugas Polwan Pemberitahuan Segera hubungi kesatuan Polri terdekat dengan menggunakan alat komunikasi elektronik yang ada atau caraka.    3.  Terhadap saksi Melakukan wawancara dengan mengajukan pertanyaan kepada orang-orang/pihak-pihak yang diperkirakan/diduga melihat. gambar dan rekam.3. Catat dan beri tanda letak barang bukti yang terpaksa dipindahkan (perubahan) dengan foto.3 Korban meninggal dunia  Jaga agar tetap pada posisinya tidak perlu terburu-buru mengangkat / memindahkan korban.2.    3.

Membuat sketsa kasar/catatan kejadian sebagai bahan pembuatan laporan/berita acara pendapatan.R. Mekanisme kegiatan fungsi Sabhara dalam penanganan TKP yang dikaitkan dengan tugas umum adalah merupakan pemberi informasi bagi fungsi-fungsi lain. Amankan pelaku/saksi/barang-barang bukti yang ditemukan di TKP. Serah-terimakan semua kegiatan penanganan TKP selanjutnya kepada petugas olah TKP. dan Binamitra). Mencari saksi-saksi yang mencatat identitasnya serta diperintahkan untuk tetap tinggal di tempat guna dimintai keterangannya sehubungan dengan tindak pidana yang terjadi.1. Intelkam. Menyiapkan administrasi Visum Et Repertum ( V. Jika TKP belum ada petugas pengamanan.  Setelah petugas dari fungsi Teknis datang (Serse/Lantas) segera melaporkan semua kegiatan yang telah dilaksanakan.     Jika di TKP sudah ada petugas yang melakukan pengamanan TKP maka kegiatan selanjutnya adalah : Perkuat/sempurnakan penutupan dan pengamanan TKP (pertahankan status quo). ) bila diperlukan.E.     5. Semua perubahan yang terjadi selama dalam melakukan kegiatan TKP. Memberitahukan keluarga korban bila ada korban. Organisasi Tugas di TKP Bagi kesatuan yang memiliki Ka SPK yang membawahi unit-unit operasional (Reskrim. Lakukan penggeledahan/penyitaan barang bukti yang ada pada tersangka terutama yang ada kaitannya dengan tindak pidana yang terjadi.2. FUNGSI TEKNIS SABHARA 64 . Lantas. Pisahkan saksi-saksi yang satu dengan yang lainnya agar supaya tidak saling mempengaruhi sehingga akan menyulitkan petugas selama mendapatkan keterangan yang sebenarnya. maka dalam pelaksanaan TPTKP dilakukan oleh unit-unit operasional tersebut dengan pengawasan dan pengendalian dibawah kendali Ka SPK. Tugas dan kewajiban Ka SPK dalam melaksanakan / melakukan TPTKP   5.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI      4. Bagi kesatuan yang tidak memiliki Ka SPK maka orang yang ditunjuk/yang diberi tanggung jawab tersebut berfungsi dan bertindak seperti Ka SPK termasuk menangani TKP. maka Ka SPK beserta unsur-unsur operasionalnya segera mendatangi TKP untuk memimpin serta mengendalikan TPTK sebagai berikut : 5. Setelah menerima laporan/pengaduan tentang telah terjadinya tindak pidana. Nama dan alamat pelaku dan saksi. Semua barang bukti yang didapatkan/diamankan.

7. 7. Ketua tim masuk ke TKP melakukan pemeriksaan dengan membawa tanda-tanda. Usahakan tangkap pelaku bila masih berada di TKP.       7. Tempat kejadian perkara. Amankan pelaku bila masih ada di TKP.3. 8. Mengamankan barang bukti yang ditemukan di TKP maupun pelaku dan korban. 6. Tutup dan amankan TKP sehingga menjadi status quo. Usahakan mencari saksi/orang yang mengetahui /mengalami. Saksi. Atur posisi anggota. Minta bantuan masyarakat setempat (RT/RW/Kades) bila perlu. Taktik dan Teknis dalam TPTKP.  Beri tanda jalan masuk maupun keluar pelaku. Jangan menambah atau mengurangi bukti di TKP.   Kualifikasi kemampuan yang harus dimiliki seorang petugas TPTKP : Kemampuan kecepatan mendatangi TKP Kemampuan pengaturan lalu lintas Kemampuan menembak mahir Kemampuan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) Kemampuan berkomunikasi yang baik Kemampuan pengamatan dan penggambaran Peralatan dan perlengkapan Umum Gampol yang berlaku sesuai ketentuan Kelengkapan perorangan Sabhara Polri Sabuk Sabhara Selempang Pet Tongkat “T” Borgol Peluit Tanda kewenangan FUNGSI TEKNIS SABHARA 65 . 5.  Catat waktu dan cuaca pada saat tiba di TKP  Pengamatan umum situasi di TKP  Pengamatan secara khusus terhadap Barang bukti di tempat kejadian.  Pasang Police Line  Jaga TKP jangan sampai rusak (orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk).1. pelaku dan korban. 6. 5.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI      Melakukan pertolongan kepada korban.

      9.  1. tali.  1.1. Sebagai dasar dimulai penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.    8. Penangkapan pelaku. 3. 9.    8. Persenjataan Revolver Senjata api V 2 Sabhara Kendaraan Ranmor roda dua Ranmor roda empat Alkom Handphone (HP) Handy Talky (HT) Perlengkapan khusus Sabhara Kit ( Police line. barang bukti dan petunjuk lain.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  1. 8. Koordinasi dengan fungsi-fungsi Teknis dan fungsi pendukung lainnya. 7. Sasaran Korban TKP Pelaku Saksi-saksi Barang bukti Bukti petunjuk lainnya Tahapan-tahapan dalam kegiatan TPTKP : Tahap persiapan Menyiapkan personel Kendaraan dan alat komunikasi Penyiapan Sabhara Kit APP : Penjelasan tugas Cara bertindak Penentuan route terpendek 4. 2.2. senter. buku catatan ) Handy cam Kamera Tujuan dan sasaran Tujuan dilakukan TPTKP adalah : Pertolongan korban dan pengamanan TKP tetap dalam keadaan status quo.2. 2. pencarian saksi. 2. FUNGSI TEKNIS SABHARA 66 . 2. P 3 K.     1. pembungkus barang bukti.1.

waktu kejadian dan keadaan cuaca.     10.  Data Potensi Gangguan yang meliputi bentuk/sifat dan lokasi. diketahui langsung tentang terjadinya tindak pidana. FUNGSI TEKNIS SABHARA 67 . pengaduan. Catat orang-orang yang berada di TKP terutama orang yang mengetahui tentang kejadian dan perintahkan untuk tidak meninggalkan TKP.1. Mengamankan barang bukti dengan memberikan tanda-tanda. lokasi kejadian. modus operandi dan pelaku. waktu kejadian. Tangkap pelaku bila masih berada di sekitar TKP. Membuat gambar/sketsa Membuat berita acara pendapatan di TKP Menyiapkan permintaan visum et repertum Meminta bantuan anjing pelacak bila diperlukan. tertangkap tangan.              9.   Pengorganisasian : Menyusun kekuatan yang dilibatkan dalam kegiatan penanganan TPTKP. baik orang maupun barang atau benda-benda. Catat tempat.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  Terhadap TKP yang ditemukan langsung oleh petugas Polri dalam pelaksanaan patroli/penjagaan. 102. Menyiapkan peralatan yang digunakan di dalam penanganan TPTKP. 10. Perencanaan.  Data / konfigurasi Kamtibmas yang meliputi jumlah kejadian. Sebagai seorang supervisor sebelum melaksakan penanganan TPTKP diharuskan membuat perencanaan penanganan TKP dengan merumuskan sasaran kegiatan yang bersumber dari :  Laporan. barang bukti dan saksi yang ditemukan. Mengamati secara umum tentang situasi.2. Menyerahkan hasil pengamanan TKP termasuk langkah-langkah yang telah diambil kepada petugas penyidik beserta pelaku.3. maka petugas tersebut harus menjaga status quo (menjaga keaslian TKP) Tahap pelaksanaan TPTKP Tindak Pidana/kriminalitas Lakukan pertolongan terhadap korban Pasang police line atau peralatan tali lainnya. Pembukaan/pembebasan police line / garis polisi (oleh Ka SPK) Tahap Pengakhiran Pengecekan terhadap personel Pengecekan terhadap perlengkapan Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas Kaji ulang Manajemen Operasional TPTKP 9.

Tindakan anggota selama penanganan TPTKP. Sarana pendukung dengan menggunakan komunikasi yang ada FUNGSI TEKNIS SABHARA 68 . Pelaksanaan. Pengawasan dan Pengendalian. Sebelum melaksanakan tugas setiap pimpinan agar melakukan acara pimpinan pasukan (APP) menjelaskan tentang :  Ketanggapsegeraan mendatangi TKP  Penyerahan hasil TPTKP kepada petugas olah TKP (Tersangka.3.   dan laporan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  TPTKP. Barang bukti. 10.4. dan saksi). Menyiapkan administrasi yang dibutuhkan dalam penyidikan 10.

pengurusan pengungsi. Pra Bencana adalah suatu keadaan belum terjadi bencana akan tetapi memungkinkan untuk terjadinya potensi bencana. harta benda. VIII MANAJEMEN PENANGGULANGAN BENCANA Kompetensi dasar 1. Penerapan penanggulangan dalam pelayanan tugas bila terjadi bencana manajemen 2. Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan/atau faktor non-alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia. Menjelaskan pengertian dalam MPB menjelaskan Dasar hukum MPB Menjelaskan Prinsip-prinsip MPB Menjelaskan penerapan KPL Mejelaskan karakteristik KPL Menjelaskan Struktur KPL Menjelaskan MPB Membuat perencanaan Pra bencana Mengorganisir Pra Bencana Memilih CB bila terjadi bencana Melakukan pengawasan an pengendalian anggota 1. 4. 2. Tanggap Darurat adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan. pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri. menegakkan hukum. 9.    FUNGSI TEKNIS SABHARA 69 . 10. Penerapan KPL. serta memberikan perlindungan. 8. pemenuhan kebutuhan dasar.  Pengertian – pengertian Kepolisian Negara Republik Indonesia yang selanjutnya disingkat Polri adalah alat Negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. memahami pengertian dalam MPB. 7. 6. Prinsip MPB. meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban. perlindungan. Dasar Hukum MPB. Indikator Hasil Belajar Setelah menyelesaikan Bab ini diharapkan Peserta Didik dapat 1. penyelamatan serta pemulihan prasarana dan sarana. kerusakan lingkungan. kerugian harta benda dan dampak psikologis.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB. 5. 3. Karakteristik KPL . Struktur Organisasi KPL dan Manajemen penanggulangan Bencana. 11.

 FUNGSI TEKNIS SABHARA 70 . yaitu dalam melaksanakan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana dilaksanakan secara cepat dan tepat sasaran. Keadaan Darurat adalah keadaan sukar/sulit yang tidak disangka-sangka yang memerlukan penanggulangan segera. DVI adalah suatu prosedur untuk mengidentifikasi korban mati akibat bencana yang dapat dipertanggungjawabkan secara sah oleh hukum dan ilmiah serta mengacu pada Interpol DVI Guideline. Status Keadaan Darurat Bencana adalah suatu keadaan yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk jangka waktu tertentu atas dasar rekomendasi sampai dengan aktivitas masyarakat berjalan dengan normal. sehingga perlu senantiasa diwaspadai/ diantisipasi secara dini dengan pilihan alternatif yang diambil sesegera mungkin secara efektif dan efisien. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 66. Perkap No. dan tanpa pamrih dengan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia. Pangkalan Aju adalah tempat dan atau lokasi yang terdekat dengan penanggulangan bencana dan atau bencana dimana sumber daya dapat disimpan untuk sementara waktu sambil menunggu penggunaan dan penugasan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI         Pasca Bencana adalah mulai dinyatakan berakhirnya keadaan Tanggap Darurat dan dimulainya kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi sampai dengan aktivitas masyarakat berjalan dengan normal. Kontinjensi adalah keadaan dalam kehidupan atau tata kehidupan masyarakat yang oleh suatu sebab tertentu kehidupan tersebut sangat mungkin menjadi sumber penyebab kerawanan. sopan santun. Dasar Hukum 2. Korban bencana adalah orang atau sekelompok orang yang menderita atau meninggal dunia akibat bencana. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4168). yaitu dalam memberikan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana senantiasa memperlakukan dengan penuh simpatik. Demobilisasi adalah tindakan penghentian pengerahan dan penghentian penggunaan sumber daya nasional serta sarana dan prasarana nasional yang berlaku untuk seluruh wilayah negara yang diselenggarakan secara bertahap guna memulihkan fungsi dan tugas setiap unsur seperti sebelum berlakunya mobilisasi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4723).    Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 2.  Prinsip-prinsip MPB cepat dan tepat. krisis. ramah tamah. humanis. 17 Tahun 2009 tentang Manajemen Penanggulangan Bencana 3.

sehingga terbentuk pemahaman yang sama. 4. sumber daya harus seragam.1           kejadian yang direncanakan. Karekteristik KPL Karakteristik yang dimiliki oleh KPL meliputi :     terminologi penggunaan istilah-istilah antara lain jabatan. baik kepada Pimpinan Polri maupun kepada masyarakat. bekerja sama sebagai satu tim untuk membuat sasaran dan strategi bersama. antara lain: kecelakaan lantas berat situasi penyanderaan penanggulangan bencana bom. yaitu dalam memberikan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana dilaksanakan secara bersih dan terbuka. gempa bumi letusan gunung berapi tanah longsor banjir angin puting beliung. transparan. dan akuntabel. pesawat jatuh kapal tenggelam atau tabrakan kebocoran limbah berbahaya Polisi terlibat tembak menembak kerusuhan kebakaran dan ledakan wabah penyakit 4. yaitu dalam memberikan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana. rencana kegiatan dibuat untuk mencapai target operasi FUNGSI TEKNIS SABHARA 71 . sistem komando terpadu dimana instansi yang terlibat. hanya terhadap unit-unit yang dibutuhkan dapat diaktifkan dalam KPL. Penerapan Komando Pengendalian Lapangan ( KPL ) pada : Penanggulangan bencana yang tidak direncanakan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI    objektif. dapat dipertanggungjawabkan secara vertikal maupun horizontal. antara lain:      5. yaitu dalam memberikan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana senantiasa tidak memihak/membedakan asal usul dan latar belakang korban bencana. organisasi bersifat modular (bongkar pasang). fasilitas. antara lain:  kunjungan pejabat  kegiatan olahraga/konser yang besar  konferensi yang bersifat nasional/internasional keadaan darurat yang besar yang mengakibatkan beberapa penanggulangan bencana/peristiwa.

ditugaskan atau tidak dapat digunakan) dari sumber daya yang dimiliki. komunikasi yang terintegrasi dengan memiliki kemampuan berkomunikasi antar/intra instansi. heli spot. rencana press release. •               7. dan komando wilayah dapat dibentuk. 6. rencana kebutuhan sumber daya. 6. bagian perencanaan. Manajemen Penanggulangan Bencana Manajemen penanggulangan bencana berpedoman pada prinsip manajemen secara umum yang meliputi: perencanaan pengorganisasian pelaksanaan pengendalian. fasilitas penanggulangan bencana sudah ditetapkan sebelumnya meliputi pangkalan aju. pangkalan penanggulangan bencana. Tugas Kepala KPL sebagaimana dimaksud : mendirikan pos KPL. manajemen sumber daya dilaksanakan secara komprehensif dengan mengetahui jumlah. dan bagian keuangan dan administrasi. bagian operasional. 7.1      FUNGSI TEKNIS SABHARA 72 . apabila KPL yang berada lebih dari satu sesuai dengan tingkat kesatuan kewilayahan dengan tujuan untuk mengelola penggunaan sumber daya yang terbatas dan memastikan tercapainya target operasi masing-masing KPL.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI      rentang kendali dilaksanakan secara efektif dan efisien yang dapat ditangani dengan prinsip satu atasan mengendalikan 3 sampai dengan 7 bawahan atau satu atasan mengendalikan 5 (lima) bawahan. bagian logistik. staf KPL. Pos KPL.1. menilai situasi darurat yang terus berubah menugaskan staf yang diperlukan menetapkan pilihan bagian-bagian dari sistem KPL untuk dioperasionalkan mengendalikan operasional bagian-bagian dari sistem KPL memberikan pengarahan atau briefing awal dan memulai proses perencanaan berdasarkan analisis fakta yang ditemukan menyetujui semua rencana antara lain rencana kegiatan. dan heli pad. Struktur Organisasi KPL Struktur organisasi KPL terdiri dari: kepala KPL. dan status (tersedia. lokasi. dan rencana demobilisasi memastikan koordinasi tindakan dan kegiatan para staf.

Pembentukan susunan panitia dan rencana pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf a dilakukan dengan cara: a.   strategi penanggulangan bencana pemberian peringatan dini kepada masyarakat yang berpotensi korban bencana pengerahan semua sumber daya yang ada penyiapan tempat evakuasi/pengungsian penyiapan tenaga.3. alat peralatan medis dan obat-obatan. Pengorganisasian Pra Bencana Pengorganisasian Pra Bencana dilaksanakan melalui kegiatan: membentuk susunan panitia dan rencana pelatihan dalam penanggulangan bencana.2    7.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 7. membuat surat perintah pelaksanaan pelatihan penanggulangan bencana yang menunjuk pelaksana dan peserta.2. sesuai tataran kewenangan yang dilakukan oleh: FUNGSI TEKNIS SABHARA 73 . melakukan mobilisasi masyarakat yang berada di daerah rawan bencana. Penerapan Manajemen Penanggulangan Bencana Perencanaan Pra Bencana Pra Bencana merupakan suatu tindakan yang diambil dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana meliputi:  Situasi tidak terjadi bencana  Situasi terdapat potensi terjadinya bencana Dalam situasi tidak terjadi bencana sebagaimana dimaksud diatas. Penggolongan penanggulangan bencana terdiri dari tahapan sebagai berikut: pra bencana tanggap darurat pasca bencana. 8. 8.1. a. kegiatan perencanaan:   Penyiapan rencana pelatihan dan penanggulangan bencana dengan menerapkan KPL Sosialisasi dalam rangka pencegahan dan pengurangan resiko bencana Dalam situasi terdapat potensi terjadinya bencana sebagaimana dimaksud diatas kegiatan perencanaannya :      8.

mengadakan tempat penampungan untuk evakuasi/pengungsian korban bencana menyediakan tenaga. alat peralatan medis.    Kapolres dan Kapoltabes. peralatan.1. dan obat-obatan. Pelaksanaan penanggulangan pada tahap Pra Bencana meliputi :       pelatihan penanggulangan bencana sosialisasi dalam rangka pencegahan dan pengurangan resiko bencana pemberian peringatan dini kepada masyarakat yang berpotensi korban bencana pengerahan semua sumber daya yang akan digunakan. metode latihan (tutorial dan simulasi). pada pelaksana tingkat Kabupaten/Kota Kapolda pada pelaksana tingkat provinsi Kapolri pada pelaksana tingkat pusat dan BNPB menyiapkan sarana dan prasarana pelatihan antara lain meliputi materi baik yang bersifat internal maupun yang terkait dengan struktur organisasi KPL gabungan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI    b. Mobilisasi masyarakat yang berada di daerah potensi bencana sebagaimana dimaksud dilakukan dengan kegiatan sebagai berikut:    9. Pelaksanaan Pra Bencana 9. Kapolres dan Kapoltabes. dan alins/alongin melaksanakan koordinasi dengan instansi lain dalam rangka persiapan penyusunan pelatihan merencanakan kebutuhan dukungan anggaran dalam pelaksanaan pelatihan. Pelaksanaan sebagaimana dimaksud huruf a ditunjuk oleh masing-masing Kasatker sesuai dengan tataran kewenangan. d. memberikan peringatan dini menentukan jalur dan tempat penampungan sementara yang aman untuk mobilisasi masyarakat. menyediakan sarana dan prasarana pembentukan pos KPL. pada pelaksana tingkat Kabupaten/Kota Kapolda pada pelaksana tingkat provinsi Kapolri pada pelaksana tingkat pusat dan BNPB. FUNGSI TEKNIS SABHARA 74 . Pengorganisasian kegiatan mobilisasi masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf b dilakukan oleh: c.

2. Dalam hal pelaksanaan pelatihan gabungan penanggulangan bencana pada kegiatan pra bencana. Pengawasan dan Pengendalian Pra Bencana Pengawasan dan pengendalian sebagaimana dimaksud diatas dilakukan dengan kegiatan:    menerima laporan: melakukan supervisi terhadap pelaksanaan kegiatan tanggap darurat Inspeksi mendadak secara langsung ke lokasi pada pelaksanaan kegiatan tanggap darurat. menggunakan anggaran yang ada pada masingmasing instansi. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). tanggap darurat.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 9.    FUNGSI TEKNIS SABHARA 75 . dan/atau BNPB/BPBD. dan pasca bencana. Polri bekerja sama dengan instansi lain melakukan kegiatan sebagai berikut :    melakukan kegiatan penyuluhan melalui strategi Polmas kepada masyarakat yang berpotensi korban bencana penyebarluasan informasi dari Badan Meteorologi. menggunakan anggaran yang ada pada BNPB/BPBD. 10. Klimatologi. Selain melaksanakan kegiatan sebagaimana dimaksud. 11. Anggaran Pra Bencana Penanggulangan bencana yang dilaksanakan oleh Polri dalam kegiatan pra bencana. Penanggulangan bencana yang telah dinyatakan oleh pemerintah sebagai bencana nasional/daerah. dan Geofisika (BMKG) kepada masyarakat mengenai kemungkinan terjadinya bencana melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan tempat penampungan yang aman untuk evakuasi/ pengungsian korban bencana. menggunakan anggaran kontinjensi Polri baik yang berada pada Mabes Polri dan/atau satuan kewilayahan disesuaikan dengan skala dan lokasi bencana.

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB IX MANAJEMEN TIPIRING Kompetensi Dasar 1. dan sasaran Tipiring. Acara Pemeriksaan Cepat FUNGSI TEKNIS SABHARA 76 . diharapkan peserta didik dapat : 1.500. Indikator Hasil Belajar Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab VIII. 5. 7. 2. hukum Tipiring. 3. Pelanggaran peraturan Daerah ( Perda ) adalah pelanggaran terhadap ketentuan peraturan Daerah secara Otonomi oleh siapa saja dapat diancam denngan kurungan atau denda yang ditetapkan oleh Pemerintrah Daerah bersama-sama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) setempat. Pengertian Tipiring 2. kegiatan Tipiring. Pengertian Membuat laporan Melakukan Menerapkan/melaksa Membuat rencana Menjelaskan tujuan Menjelaskan Menjelaskan dasar Menjelaskan Tindak PIdana Ringan adalah perkara yang diancam dengan pidana penjara atau kurungan paling lama 3 bulan dan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 4.atau ditetapkan pada saat itu kecuali pelanggaran lalu lintas. nakan kegiatan Tipiring. 6. 7. 1. hasil pelaksanaan kegiatan Tipiring. pengawasan dan pengendalian Tipiring 8. Pengetahuan Tentang Tipiring dalam pelaksanaan tugas Menerapkan kegiatan Tipiring untuk melaksanakan penegakan hukum. Memahami kepolisian. konfigurasi standar Tipiring.

32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah ( pasal. 3. Peratutan Kababinkam Polri No. Pol : Skep/259/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang buku penunjuk penindakan tindak pidana ringan ( Tipiring ) Skep Kapolri No. Memorandum Of Understanding (MOU) Kapolri dan Mendagri tahun 2002 tentang Kerja sama Pem. No. UU No. 27 tahun 1983. 148. saksi ahli dan juru bahasa kesidang pengadilan . Kemampuan penyidik Tipiring Menguasai Tehnik pemeriksaan (Mempunyai Skep penyidik) Mahir berkomunikasi Menguasai Undang-undang/ Perundang-undangan yang berkaitan dengan Tipiring Terampil menggunakan komputer/mengetik Dapat melaksanakan pengamatan dan penggambaran.    3. 13 tahun 2009 Tanggal 31 Desember 2009. tentang PenangananTindak pidana ringan Konfigurasi Standar Satuan Penindakan Tipiring dan Perda Kekuatan Penyidik Polri PPNS Pendukung : 6 Personil : 6 Personil : 6 Personil    3.   Tingkat Polres kendaraan bermotor R-4 Jenis Minibus : 2 Unit FUNGSI TEKNIS SABHARA 77 .1. 14.. 13. 2. 143 ayat 2.     Dasar Hukum Penindakan Tipiring UU. Yang diperiksa menurut Acara Pemeriksaan Cepat kasus Tipiring yang menyangkut pelanggaran/kejahatan KUHP mengunakan Format berkas dan pelanggaran Pasal KUHP tertentu menggunakan Blanko Acara Pemeriksaan Cepat Tipiring Model Tilang.No.binaan Ketentraman dan ketertiban (Trantibun) serta Harkamtibmas tanggal 17 Juli 2002 ( No. Pol : Skep/260/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang Tipiring. Pol : B / 730 / VII / 2002 ). Surat Peraturan Kapolri No.2. 119/527/SJ tahun 2002 / No. 8 tahun 1981 KUHAP ( Pasal 205-210 ) tentang acara pemeriksaan cepat Tipiring dan PP No.3.3. Peralatan 3. 15 dan 16 ) UU.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Penyidik atas kuasa penuntut umum.1 Peralatan Umum a. dan 149.2 tahun 2002 tentang Polri ( Pasal 3.      3. dalam waktu tiga hari sejak Berita Acara Pemeriksanaan selesai dibuat menghadapkan terdakwa beserta barang bukti.

 : Blanko acara Pemeriksaan Cepat Tipiring/ Penegak Peraturan Daerah/Non KUHP Model Tilang terdiri dari : Lembar warna Putih untuk pengadilan Lembar Warna Merah untuk tersangka Lembar Warna biru untuk Kejaksaan Lembar warna Kuning untuk Satuan atas Penyidik Lembar Warna Hijau untuk arsip Menggunakan Berkas perkara Biasa untuk pelanggaran KUHP : Sampul Berkas Perkara Daftar isi Berkas Perkara Resume Laporan Polisi Berita Acara Pemeriksaan ( BAP ) Saksi Berita Acara Pemeriksaan Tersangka. FUNGSI TEKNIS SABHARA 78 . Model Administrasi Penyidikan Blanko Acara Pemeriksaan Cepat dalam kegiatan terpadu dilaksanakan Perda yang tidak sulit Model berkas perkara prosesnya cukup lama. murah dan langsung ( Karena CJS siap di tempat ). Berita Acara Penangkapan.    Truck : 3 Unit Kendaraan bermotor R-2 : 6 Unit Tingkat Polsek Kendaraan bermtor R-4 Jenis khusus Kendaraan bermotor : 1 Unit : 3 Unit 3.2 Peralatan khusus berupa papan pemberitahuan pelaksanaan penindakan Tipiring / penegak Perda. Penggeledahan. kasusnya agak sulit.3.   d. penyitaan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   b.3 Administrasi penyidik menggunakan a. Daftar Barang Bukti Keterangan Ahli Surat Permintaan Persetujuan Penyitaan dari katua Pengadilan Negeri Surat Pemberitahuan dimulainya Penyidikan. 3. Daftar Saksi dan Tersangka.             c.      b.3. perlu dilengkapi berkas-berkas ( BAP ) Prosedur Penyidikan Model Acara Pemeriksaan Cepat dilaksanakan dengan cepat.

Tahap Persiapan Menyiapkan Surat Perintah Penugasan dan menyusun Rencana Kegiatan.  Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Meningkatkan keterampilan kepada anggota PPNS dalam melakukan penyidikan terhaap Perda di lingkungannya dan sudah mempunyai Skep sebagai Penyidik.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  Model berkas Perkara : PPNS melewati penyidikan Polri dibawa ke Pengadilan dengan melakukan koordinasi dengan kejaksaan ( pemberitahuan ) serta koordinasi pengnadilan ( tentang hari siding ) serat memberitahukan kepada tersangka. Rapat Koordinasi dengan kejaksaan.2.1. 4.2. Pengadilan. Pengecekan Blanko Tipiring maupun administrasi penyidikan Berkas Tipiring dan Skep Penyidik. ringan tidak berkembang menjadi Tindak Pidana yang lebih besar. Adakan Acara Arahan Pimpinan (AAP) sebelum melaksanakan tugas secara jelas dan benar dan berikan penekanan untuk hindari tindakan kekerasan (Mengajar pangakuan tersangka) Tahap Pelaksanaan 5.2. Tujuan dan Sasaran Tujuan 4.1. Untuk meningkatkan keterampilan dalam penindakan terhadap masalah pelanggaran yang berkaitan dengan ketertiban dan kepatuhan hukum masyarakat sehingga masalah pelanggaran hukun ketidaktertiban yang dinilai sederhana.  Sasaran Tersangka Dapat menimbulkan efek jera  Penyidik Tipiring Meningkatkan keterampilan kepada anggota Sabhara Polri sebagai penyidik Tindak Pidana ringan (Tipiring) dan sudah mempunyai Skep sebagai Penyidik. 5. 4.     Pelaksanaan Kegiatan.1 Penindakan terhadap Pelanggaran Pasal Tipiring tertentu baik KUHP / Non KUHP :  Tata cara penyidikan tindak pidana ringan (Tipiring) khususnya terhadap pelanggaran Peraturan daerah menggunakan Blanko Acara Pemeriksaan Cepat Model Tilang. FUNGSI TEKNIS SABHARA 79 . Pemda setempat. 5.  Tokoh Masyarakat Turut membantu tugas Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban umum 5.

dan memeriksa tersangka. didukung dengan keterangan saksi.2.  Pemberitahuan dimulai penyidikan  Pemeriksaan Saksi/Saksi korban  Menyita Barang Bukti (BB)  Mencari. petugas Sabhara segera membuat Laporan Polisi. Penyidik / Penyidik Pembantu mampu meredam emosi tersangka atau kelompok masyarakat sekitar Tempat Kejadian Perkara masyarakat sekitar Tenpat Kejadian Perkara (TKP) yang tidak puas atas tindakan hokum tersebut.2. maka segera mencari saksi. Mencatat jenis Barang Bukti (BB) yang tersedia. 5. terdakwa dan penyidik / penyidik pembantu agar membubuhkan tanda tangan di Blanko Tindak Pidana Ringan (Tipiring) tersebut. maka penyidik / penyidik pembantu cukup mencatat uraian singkat alas an-alasannya (di kembar belakang) Mengingatkan kembali kepada tersangka atau kuasanya untuk dating ke Pengadilan sesuai waktu yang telah ditetapkan sebagai Jadwal Sidang Tindak Pidana Ringan.  Registrasi Pengiriman Berkas Perkara dari Satuan Sabhara. sedangn penyidikan terhadap pelanggaran Peraturan daerah (Perda) dilaksanakan FUNGSI TEKNIS SABHARA 80 . serta sudah ada pengakuan tersangka. tersangka dan Barang Bukti (BB) yang berkaitan dengan kasusnya. maka baik saksi. Apabila tersangka tidak mau menandatangani.  Proses pemberkasan menjadi Berkas Perkara  Nomor Registrasi Berkas Perkara dari Satuan Sabhara. Setelah diadakan pemeriksaan singkat dan menemukan elemen pasal yang dilanggar .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI          Proses Penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dapat dilaksanakan di Markas Komando maupun di luar Markas Komando yang penting dilaksanakan secara cepat dan tuntas.  Penyerahan Berkas Perkara ke Pengadilan dalam 3 (Tiga) hari berikut tersangka dan barang bukti. maka penyidik / penyidik pembantu / penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) segera menulis langsung di Blanko Tindak Pidana Ringan (Tipiring) Untuk memperkuat keterangan. menangkap.2 Penindakan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) khususnya Pelanggaran terhadap KUHP.  Mendatangi TKP dan melakukan TPTKP.  Setelah menerima pengaduan. Putusan Pengadilan ditulis Ringan (Tipiring) khusus pelanggaran terhadap KUHP. Setelah penyidik / Penyidik pembantu / Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) menerima laporan / pengaduan atau mengetahui langsung adanya Tindak Pidana Ringan (Tipiring). 5.3 Tanggung Jawab Penyidik Yang berhak melakukan penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) adalah anggota Sabhara Polri yang telah memiliki Surat Keputusan Penyidik / Penyidik Pembantu.

perlengkapan dan administrasi yang dibutuhkan dalam penanganan Tipiring. adakah yang belum ditandatangani baik oleh tersangka maupun Saksi. sifat dan lokasi.  Data FKK meliputi bentuk. Tahap Perencanaan   6. Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan. lokasi kejadian. Format Berkas Acara Pemeriksaan Cepat Tipiring dan Perda maupun Format Berkas Perkara Tipiring menggunakan format baru yang disempurnakan. perumusan cara bertindak dan kekuatan yang dilibatkan.3.   Tahap Pengakhiran Ketua Tim mengecek kembali Personil yang bertugas.2. FUNGSI TEKNIS SABHARA 81 . sasaran seleksi dan sasaran rutin. Tahap Pengorganisasian Menyiapkan susunan kekuatan. 7.  Program Kerja Pemda dan Perda. waktu kejadian. Ketentuan Lain Kegiatan penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan Peraturan Daerah (Perda) didukung Anggota Rutin dan APBD setempat. Mengecek kembali Berita Acara Pemeriksaan dan Blanko Tipiring. Ketentuan yang berkaitan dengan kegiatan Penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan Peraturan Daerah (Perda) sepanjang tidak bertentangan dengan petunjuk Kegiatan Penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan Peraturan Daerah (Perda) ini masih diberlakukan Manajemen Penanganan Tipiring.1. Berdasarkan perumusan tersebut di atas ditentukan sasaran selektif prioritas. 7. Ucapan Terima kasih kepada saksi yang telah bersedia memberikan keterangannya secara benar dan jelas. Sebagai seorang Supervisor dalam penanganan Tipiring diharuskan membuat rencana Kegiatan dengan merumuskan sasaran yang bersumber pada :  Perkiraan khusus (Kirsus) Intel  Perencanaan Program Kerja Satuan Wilayah  Data Kamtibmas yang meliputi : Jumlah kejadian. baik yang disidik oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) maupun Polri. hari Ulang tahun /besar nasional dan kegiatan masyarakat.    7. modus operandi dan pelaku  Data Police Hazard bentuk.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) dilaksanakan oleh Satuan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) 5. sifat dan lokasi  Kalender Kamtibmas yang meliputi kegiatan Pemda.

da cara bertindak dalam penanganan Tipiring.   7.  Tahap Pelaksanaan Melaksanakan acara pimpinan pasukan (APP) yang meliputi tugas. Menggunakan sarana komunikasi yang tersedia dan pembuatan laporan. sasaran. Koordinasi criminal justice system (CJS) dan Pemda (Dinas Pol PP) Tahap Pengadilan Mengawasi dan mengendalikan anggota dalam melaksanakan tugas.4.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 7.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 82 .3. serta membuat Anev.

8 Tahun 1981 tentang KUHAP Juklak. Juknis dan Juklap FT. tentang Manajmen Penanggulangan Bencana FUNGSI TEKNIS SABHARA 83 .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI DAFTAR BACAAN Undang-Undang No. 52 Tahun 2010. Sabhara MOP Kepolisian Perpres RI No. 16 Tahun 2006 tentang Dalmas Perkap No. Perkap No. 2 Tahun 2002 tentang Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia Undang-Undang No. 17 Tahun 2009.