LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

MARKAS BESAR KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

FUNGSI TEKNIS DAN MANAJEMEN OPERASIONAL SABHARA
1. Pengantar

Strategi Polri dalam menangani permasalahan tugas pokok Polri yaitu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan, Pengayoman dan pelayanan masyarakat, dilaksanakan oleh Fungsi Teknis Opsnal Kepolisian salah satunya adalah Fungsi Teknis Sabhara dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya mengutamakan tindakan pencegahan terhadap terjadinya gangguan Kamtibmas. Kita sadari ancaman Kamtibmas baik kwantitas maupun kwalitasnya semakin komplek dengan adanya perubahan dibidang Ipoleksosbud hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh Polri . Guna keberhasilan dalam menangani masalah gangguan Kamtibmas, didalam modul ini disajikan manajemen pencegahan terjadinya kejahatan, pelanggaran dan gangguan Kamtibmas lainnya secara konseptual disertai bahan pengayaan. Disamping mempunyai kemampuan first line supervisor juga diharapkan mampu :  Dapat mengaplikasikan tugas-tugas Polri sebagai harkamtibmas, penegak hukum, pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat.  Secara teknis dapat merencanakan, melaksanakan, mengkoordinasikan, pengendalian kegiatan penjagaan, pengawalan dan patroli.  Memimpin dan melaksanakan pengamanan tempat kejadian perkara, penerimaan dan penyimpanan barang bukti.

 
2.

Melaksanakan pembinaan terhadap masyarakat, tokoh masyarakat untuk menumbuhkan kepercayaan diri, rasa aman, damai dan daya tangkal dari gangguan kamtibmas. Melaksanakan kegiatan SAR terbatas. Standar Kompetensi

Memahami dan menerapkan pengetuan Sabhara untuk pelaksanaan tugas-tugas Kepolisian agar terjamin terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

1

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

BAB I TUGAS POKOK, FUNGSI DAN PERANAN SABHARA
Kompetensi Dasar : Memahami Pengertian Sabhara, Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan Sabhara. Indikator Hasil Belajar : Setelah menyelesaikan Bab I, diharapkan peserta didik dapat : 1. Mendefiniskan Pengertian Sabhara. 2. Menjelaskan Dasar Hukum Sabhara. 3. Menjelaskan Tugas Pokok Sabhara. 4. Menjelaskan Fungsi Sabhara. 5. Menjelaskan Peranan Sabhara. 6 Menjelaskan peranan Sabhara Tingkat Polsek. 1. Pengertian-pengertian

Istilah Samapta diganti kembali dengan Istilah Sabhara berdasarkan dengan Peraturan Kapolri No. Pol. : Perkap/21/IX/2010 tentang Organisasi Tata Kerja Tingkat Mabes Polri dan Peraturan Kapolri No. Pol : Perkap/22/IX/2010 tentang Organisasi Tata Kerja Tingkat Polda. Sabhara yaitu kesiap siagaan. Sabhara merupakan salah satu fungsi opsnal Polri dibawah Babinkam Polri yang diberi tugas dan wewenang bersifat preventif. Fungsi Kepolisian adalah salah satu fungsi pemerintah negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat penegakan hukum, perlindungan dan pengayoman serta pelayanan kepada masyarakat. Fungsi Teknis Sabhara adalah sekelompok pekerjaan, kegiatan, usaha yang memerlukan keahlian dan keterampilan khusus Sabhara Polri dalam rangka menyelenggarakan tugas pokok Polri (terutama tugas-tugas yang berkaitan dengan upaya preventif). Peranan adalah implikasi yang ditimbulkan / berkaitan adanya tugas, fungsi dan wewenang yang ada pada seluruh jajaran Polri dari tingkat Mabes sampai tingkat Polsek. Preventif (Pencegahan) adalah segala usaha, kegiatan dan tindakan yang dilakukan untuk mencegah terhadap kemungkinan yang akan terjadi baik ancaman maupun gangguan kamtibmas.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

2

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

Asas pencegahan adalah suatu sikap atau pandangan yang dilandasai pemikiran bahwa pencegahan lebih baik dari pada pemberantasan. Asas Subsidiaritas adalah Asas yang memberikan peluang kepada Polri untuk mengambil prakarsa dan tindakan pertama dalam hal penanggung jawab teknisnya ada (terbatas dalam lingkup masalah yang terkait dengan tugas Polisi). Asas Offensif adalah suatu sikap dalam pelaksanaan tugas operasional FT Sabhara yang selalu proaktif. Asas Waspada adalah suatu sikap dalam pelaksanaan tugas operasional FT Sabhara yang selalu memperhitungkan segala kemungkinan yang akan terjadi. Asas Kepekaan adalah suatu sikap dalam pelaksanaan tugas operasional FT Sabhara yang selalu tanggap untuk menghadapi gejala dan memiliki inisiatif bertindak dalam memecahkan masalah yang dihadapi sebagai wujud Quick Renpons (ketanggapsegeraan). 2.  Dasar Hukum

  

Undang-undang No.2 tahun 2002 tentang UU Kepolisian Negara RI Psl 13, 14 (1) a s/d i yang mengatur tentang tugas Polri. Psl 15(1) a,b,c,f,g dan i, psl 16 (1) a,b,c,d, i, psl 18 (1), (2), psl 19 (1), (2) yang mengatur tentang wewenang Polri. Undang-undang No.8 tahun 1981 tentang KUHAP Undang-undang No.l tahun 1946 tentang KUHP Perundang-undangan lainnya yang berhubungan dengan tugas dan wewenang Kepolisian dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban umum. Peraturan Kapolri No. Pol : Perkap/21/IX/2010 tentang Pokok-pokok Organisasi FT Sabhara tingkat Mabes, dan Peraturan Kapolri No. Pol : Perkap/22/IX/2010 tentang Pokok-pokok Organisasi FT Sabhara tingkat Polda. 3. 3.1. Tugas Pokok Fungsi dan Peranan Sabhara

Tugas Pokok Sabhara adalah melaksanakan Fungsi Kepolisian tugas preventif terhadap pelanggaran hukum atau gangguan Kamtibmas dengan kegiatan penjagaan, pengawalan dan patroli dengan sasaran pokoknya adalah :  Memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.  Meniadakan unsur kesempatan atau peluang bagi anggota masyarakat yang berniat melakukan pelanggaran hukum.  Melaksanakan tindakan represif tahap awal serta bentuk gangguan Kamtibmas. Melaksanakan penegakan hukum terbatas (Gakkumtas) Contoh : Tipiring dan penegakan perda.  Pemberdayaan dukungan satwa dalam tugas opsnal Kepolisian.  Melaksanakan Search And Resque (SAR) terbatas.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

3

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

3.2.

Fungsi Sabhara merupakan sebagian fungsi Kepolisian yang diberi tugas dan wewenang bersifat preventif yang memerlukan keterampilan kemampuan khusus yang telah dikembangkan guna menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat.

Adapun perumusan dan perkembangan kegiatan fungsi Sabhara saat ini meliputi pelaksanaan Polisi tugas umum, menyangkut segala upaya pekerjaan dan kegiatan Pengaturan, Penjagaan, Patroli, Pengawalan, , SAR Terbatas, Negosiasi, Yan Dalmas, Tipiring, TPTKP, Pemberian bantuan / dukungan Satwa untuk kepentingan perlindungan, pengayoman, pelayanan dan penertiban masyarakat / penegakan hukum secara terbatas. 3.3. a.       b.     c.    d. Peranan Fungsi Sabhara Tingkat Mabes Polri : Memberikan pembinaan teknis kepada fungsi Sabhara di satuan kewilayahan. Melaksanakan pengendalian dan supervisi Merumuskan Juklak/juknis fungsi teknis Sabhara. Memberikan back-up operasional kewilayahan bila diperlukan. Turut serta dalam kegiatan pengamanan pada Event Nasional dan Internasional. Melaksanakan tugas operasional antar Polda. Tingkat Polda : Memberikan pembinaan teknis kepada Fungsi Sabhara satuan kewilayahan /Polres. Menyelenggarakan dan melaksanakan operasional Fungsi Sabhara tingkat Polres. Memberikan back-up operasional kewilayahan / Polres Melaksanakan pengendalian dan Supervisi. Tingkat Polres : Memberikan pembinaan teknis kepada Fungsi Sabhara satuan kewilayahan / Polsek Menyelenggarakan dan melaksanakan operasional Fungsi Sabhara tingkat Polres dan Polsek. Memberikan back-up operasional kewilayahan Polsek. Tingkat Polsek :

Menyelenggarakan dan melaksanakan operasional Fungsi Sabhara ditingkat Polsek sampai Pos Pol dengan melaksanakan Patroli yang mengemban Multi Fungsi.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

4

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3.4.  Dalam pelaksanaannya fungsi Gasum dan Hartibum diperankan oleh : Internal Kepolisian : meliputi seluruh jajaran Polri di samping Sabhara meliputi Ka SPK. Satpam. Bag Ops tingkat Polwil/Polres dan seluruh petugas jaga markas di seluruh satuan Kepolisian. Satuan Pengamanan dan Protokol Detasemen Mabes.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 5 . Eksternal Polri diperankan oleh Pam Swakarsa (Satpol PP. Polsus). Obyek Khusus dan Biro Operasional (Ro Ops) tingkat Polda.

Indikator Hasil Belajar : Setelah menyelesaikan Bab I. rasa bebas dari bahaya dan rasa takut sebagai hasil pembinaan pemerintah dan masyarakat secara integral berlanjut mutlak harus diciptakan  FUNGSI TEKNIS SABHARA 6 . 3. 6. 2. Menerapkan Manajemen Operasional Sabhara dalam pelaksanaan tugas Kepolisian. 7. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian tugas Sabhara. 1. Menjelaskan prinsip-prinsip MOP Sabhara. diharapkan peserta didik dapat : 1. Memilih cara bertindak dalam kegiatan Sabhara. Memahami Manajemen Operasional Sabhara dalam pelaksanaan tugas Kepolisian.pengertian Pengertian MOP Manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien melalui kerjasama MOP adalah suatu proses untuk menciptakan situasi kamtibmasyang mantap secara efektif dan efisien yang dilaksankanoleh segenap kesatuan Polri OPS Pol adalah segala upaya dan kegiatan serta tindakan dengan menggunakan kekuatan fisik polri beserta komponen pendukung yang tersedia dalam rangka mengemban tugas –tugasnya Kamtibmas adalah situasi dan kondisi yang memberikan suasana kehidupan yang bteratur.    Pengertian . 5.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB II MANAJEMEN OPERASIONAL SABHARA Kompetensi Dasar : 1. 1. Menjelaskan pengertian Manajemen Operasional Sabhara. 2. Menjelaskan 4 Jiwa MOP 4. Menjelaskan Manajemen Opsnal 7 langkah. Membuat Rencana Kegiatan Sabhara.1.

Penugasan. Cheking / kontrol di lapangan Arahan-arahan Debriefing Anev. Waktu. Empat Jiwa MOP Menetapkan Sasaran : Hasil Perkiraan Keadaan Intel . d. efisien ( Sasaran berhasil.      1. kualifikasi kemampuan. Menetapkan kekuatan yang meliputi : jumlah personel. dan bulanan. Supervisi / Staf Visit. Personel. Biaya Terkendali ) Ofensif dan Pro Aktif ( jemput bola. Pelaporan. Pengawasan dan Pengendalian : b. teknik dan strategik) Penerapan Manajemen Opsnal Tujuh Langkah (MOTL) Merencanakan / Menentukan Sasaran sebagai pedoman rencana kegiatan. Prinsip dasar MOP Sabhara Pencegahan dan penangkalan ( N+ K = C) Keterpaduan Fungsi Opsnal dan pemberdayaan masyarakat (Commutiting Police) Efektif. Untuk menjamin arah dan dinamika kegiatan kepolisian dalam upaya pencapaian sasaran maka dilaksanakan pengawasan dan pengendalian melalui :         Rapat Staf dan Briefing. Menetapkan Cara Bertindak : Mengkalkulasi resiko kegagalan terhadap sasaran dengan cara : Memilih taktis / teknis untuk mengantisipasi kegagalan. Briefing untuk menjelaskan Sasaran. a. peralatan dan pembagian tugas yang jelas sesuai dengan cara bertindak.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 1. Pelaksanaan tugas terarah (sesuai rengiat) Wasdal langsung (partisipatif) Laporan Pelaksanaan tugas (untuk pertanggung jawaban) Debriefing sebagai Analisa dan Evaluasi tugas yang telah dilaksnakan (sebagai dasar penugasan selanjutnya). Gelar Opsnal Harian. Petunjuk dan konsignes yang jelas. FUNGSI TEKNIS SABHARA 7 . mingguan. Cara Bertindak dan kekuatan Personel. konsisten) Inovatif ( Pola Opsnal baik taktik.   c.4.2. Membuat Rencana Aksi alternatif.        1.3. Kalender Kamtibmas untuk menentukan Target Operasi yang merupakan aspek Potensi Gangguan baik yang bersifat statis maupun dinamis.

2. Agar tahanan tidak lari atau meninggal dalam tahanan. Misi dan Persepsi oleh fungsi Pelaksana. Cepat datang ke TKP dan Melaksanakan Patroli Cara Bertindak. kontinuitas komunikasi / informasi / Pelaporan dapat dipertanggung jawabkan.1. 2. kekuatan (personel / peralatan ). Aplikasi tingkat Polsek Tugas FT Sabhara Polsek adalah :    Menyelenggarakan dan melaksanakan upaya preventif kepolisian yang meliputi Penjagaan. 2. bersepeda motor dan roda empat.     Empat Pola Kegiatan 1. Menggunakan kekuatan Unit Patroli Polsek yang ada.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 1. Kekuatan yang dilibatkan.  berjalan kaki. a.1.   mengamankan TKP.    Pola Opsnal Japatwal.1 Aplikasi Manajemen Operasional FT Sabhara. Mendatangi dan mengamankan TKP agar tidak rusak. tugas terjadwal.1. Patroli. 3.5. 2. Terkoordinir : Adanya kesamaan Visi.2 Kegiatan FT Sabhara Polsek. Terdukung : tersedianya bantuan informasi. Penjagaan Markas dan FUNGSI TEKNIS SABHARA 8 . 2. Mengurangi kemacetan Lalu lintas.  Tahanan secara bergilir. kemampuan ( expert) dan keamanan dari satuan atas dan samping. Membantu melaksanakan Fungsi Lalu Lintas Melaksanakan kegiatan administrasi operasional tingkat Polsek. Pengawalan. Target Kegiatan Menjaga Potensi Gangguan tidak berkembang menjadi Ancaman Faktual. Pengawalan termasuk Pengaturan dan TPTKP. Pola Opsnal Japatwal berintikan pengamanan yang mempunyai makna : Terkendali : adanya perintah Pimpinan.

Persiapan.  Kanit Patroli. modus operandi dan pelaku (anatomi kejahatan).O. sasaran / T. rengiat mingguan dan rengiat harian yang memuat nomor.SPK. waktu.    Pengendalian. yang menyangkut kegiatan pemerintahan setempat. Laporan. Kapolsek / Waka.. b. Manajemen Operasional. keadaan daerahnya. Kasat Sabhara. Pengorganisasian Kekuatan yang digunakan sesuai dengan kekuatan Unit Patroli yang ada. Data / konfigurasi gangguan kamtibmas yang meliputi : jumlah pelanggaran / kriminalitas lokasi. Sarana yang digunakan dengan alat komunikasi yang ada. Dilaksanakan oleh Pengawasan melekat oleh Pa / Ba Polsek dan Pa Polres. 3. perayaan ulang tahun dan kegiatan masyarakat. Pelaksanaan    Pengendalian    Dilakukan secara berjenjang dari Ka Jaga /Ka SPK. kegiatan. Pengawasan melekat oleh Para Perwira dan Bintara secara berjenjang. Data PG (Potensi Gangguan) yang meliputi bentuk. Hasil penyelidikan dan pengamatan Ka Polsek tentang kerawanan daerahnya yaitu pengamatan terhadap kasus-kasus tertentu. 1. 2. Dalam merumuskan sasaran berdasarkan kepada :   Kalender Kamtibmas. CB. waktu. Data Asta Gatra meliputi tempat. lokasi dan waktu. keadaan penduduk.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 4. kekuatan. tempat-tempat obyek vital. Data PG yang meliputi bentuk / sifat dan lokasinya. Perencanaan Kapolsek dan Kanit Patroli membuat Rengiat dalam bentuk rengiat bulanan. hasil yang ingin dicapai dan keterangan. Pelaksanaan Pengawasan dan     FUNGSI TEKNIS SABHARA 9 . Lokasi.

Menyelengarakan Fungsi Sabhara yang meliputi penjagaan. Masyarakat puas terhadap pelayanan Polri. pengolahan dan penyajian data / informasi yang berkenaan dengan aspek pembinaan maupun pelaksanaan fungsinya. patroli dan TPTKP.2. 3.2. bersepeda motor dan roda empat.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3.  PG tidak berkembang menjadi GN      b.2.  kegiatan masyarakat. Tahanan tidak lari / meninggal. pengawalan. c. 3. Melaksanakan administrasi opsnal termasuk pengumpulan.   dan mengamankan TKP.  berjalan kaki. Pengawalan Cepat datang ke TKP Melaksanakan Patroli Menjaga kepatuhan masyarakat terhadap hukum dan perundang-undangan lainnya. Tugas Satuan Fungsi Sabhara Polres/ta/tabes adalah : Memberikan bimbingan teknis atas pelaksanaan FT Sabhara tingkat Polsek. Pelibatan kekuatan. TKP tidak rusak dan dapat mengungkap perkara. dan Tahanan secara bergilir.2 Kegiatan Rutin. Membantu penyelenggaraan melaksanakan operasi kepolisian yang diperintahkan kepadanya.1     Aplikasi tingkat Polres/ta/tabes. Empat Pola Kegiatan : a. Lancarnya pengawalan VIP Cara bertindak Penjagaan Markas Target Kegiatan Mempertahankan agar FUNGSI TEKNIS SABHARA 10 .

a. Kalender Kamtibmas yang meliputi kegiatan Pemda. sistem laporan. Kekuatan yang dilibatkan dan cara bertindak didasarkan atas sasaran yang dihadapi. tempat. dimana. waktu kejadian. Penentuan target kegiatan dilaksanakan berdasarkan penajaman sasaran dan hasil penyelidikan. Bulanan dan Mingguan. Waktu pelaksanaan kegiatan rutin sepanjang tahun dengan bertahap tiap Triwulan serta dilaksanakan analisa dan evaluasi tiap Triwulan.2. Ka Polres / Waka. d. penggunaan Borgol dan sebagainya.    Pengawasan dan Pengendalian Dilakukan secara berjenjang dari Ka Jaga / Ka SPK. Perencanaan Kasat Sabhara membuat Rengiat dengan merumuskan sasaran yang bersumber pada :     Kirka Intel Polres.3 Manajemen Operasional. Kasat Sabhara. gelar opsnal. jam berapa. kegiatan masyarakat. pemerintah dan pengamanan TKP yang selanjutnya menjadi sasaran Polres. Data Asta Gatra. Hasil Anev Tahunan. Contoh : Bubarnya anak sekolah dan pasar. modus operandi dan pelaku. 3. Rencana kegiatan dibuat dalam bentuk : Rencana kegiatan Triwulan. Pengawasan melekat oleh Para Perwira secara berjenjang.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Kekuatan yang dilibatkan adalah kekuatan opsnal Fungsi Sabhara yang ada di Polres. Data PG meliputi bentuk/sifat dan lokasi. pengamanan kegiatan masyarakat. Rencana latihan dibuat untuk mendukung tugas yang dihadapi seperti latihan menembak. Data Potensi Gangguan yang meliputi bentuk/sifat dan lokasi. Ren Proja Opsnal Polres Data/konfigurasi Kamtibmas yang meliputi jumlah kejadian. Sarana yang digunakan dalam pengawasan dan pengendalian melalui alkom yang ada. Berdasarkan perumusan tersebut diatas ditentukan sasaran selektif prioritas “sasaran selektif" dan secara rutin.       FUNGSI TEKNIS SABHARA 11 . beladiri. Contoh : Tempat-tempat penjualan barang bekas atau pasar loak terutama onderdil kendaraan. hari Ulang tahun/Hari besar Nasional/ Regional. supervisi. yang tidak terjangkau oleh Polsek dan sasaran lain seperti pengamanan tahanan. lokasi kejadian. selain itu terdapat sasaran selektif prioritas Polsek.

Mengawasi dan mengenda-likan pelaksanaan tugas sesuai yang diinginkan. Pelaksanaan tugas.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI b. cara bertindak.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 12 . Waslekat dilaksanakan oleh Pa Polres sesuai jenjang kepangkatan. blanko. Pelaksanaan : Persiapan : Menyiapkan Surat Perintah/ Surat Tugas.   2. Kasat Sabhara dan Kapolres/ Waka. Ka SPK. Kekuatan anggota patroli. hasil serta hal-hal yang menonjol. 5. Pelaksanaan : Sebelum melaksanakan tugas setiap pimpinan Unit melakukan AAP untuk: Perumusan tugas. buku petunjuk dan sebagainya. buku-buku seperti buku Patroli. mutasi. Menyiapkan alat : mesin ketik / komputer.  c. Pengendalian.                4.  Organisasi Susunan kekuatan yang dilibatkan adalah kekuatan Opsnal Sabhara Polres yang ada sesuai dengan organisasi Polri. Konsolidasi. Persiapan Memeriksa kelengkapan anggota sarana / prasarana. Kekuatan Sabhara Polres disusun dalam bentuk Ploeg dan bagian (3 Ploeg dan 3 bagian dan sebagainya). Mengadakan pengecekan kembali terhadap anggota dan kelengkapannya. senpi. Melaporkan secara lisan dan tertulis hasil pelaksanaan patroli. ranmor. Tugas masing-ma-sing anggota patroli. Surat Perintah Tugas dan lain-lain. borgol. waktu patroli. senter. Route patroli. formulir. Pengendalian dilaksanakan oleh : Ka Jaga. Sasaran patroli. 3. Setiap pimpinan patroli harus dapat merumuskan tugas Patroli yang sesuai dengan rencana patroli yang telah ditetapkan yang meliputi: Tugas patroli. Pelaporan. Latihan : melaksanakan latihan sesuai rencana. 1.

Supervisi.  ( PG )  masyarakat.   b.   Cara bertindak. Komunikasi yang ada Laporan. Pengawalan/. Pengendalian dilakukan oleh :  Ka/Waka Polres. 3. Kesiapan penjagaan. Unit kecil Sabhara yang bertugas secara khusus untuk tugas tersebut. bersepeda dan berjalan kaki serta mengunjungi Pos Kamling pada rute yang dilewati. Target Operasi. Menjaga kelancaran kegiatan Pemerintah dan   c.2. d. Pengendalian. Patroli berkendaraan roda empat atau roda dua. Tanggap dan cepat ke TKP. Sarana Pengendalian :   (HT/Telepon). Menekan / menghilangkan Potensi Gangguan secara kuantitatif dalam %. Perwira yang ditunjuk Kasat Sabhara dan 3. Kekuatan yang dilibatkan.   Gelar Opsnal. Menjaga kelancaran pengawalan. Sarana Wasdal : Alat Komunikasi yang ada.  dalam operasi tersebut. Penjagaan terhadap VIP.2.5 Manajernen Opsnal : FUNGSI TEKNIS SABHARA 13 .4 Operasi Kepolisian Empat pola kegiatan : a.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 6.

Data/konfigurasi kerawanan kamtibmas meliputi : PG.  Menyiapkan Alut seperti : Senpi.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI a. AG dan GN  Kalender Kamtibmas. Pelaksanaan : 1.  Data / konfigurasi kerawanan kamtibmas meliputi. AG dan GN.  Data Asta gatra. Kirka Intel. bukubuku laporan dan sebagainya. Rencana fungsi tersebut dipapar-kan pada rapat Staf. maka Polres dalam hal ini Kasat Sabhara segera membuat rencana kegiatan operasi yang bersumber pada:  Renops Polda. Kalender kamtibmas. PG. 2. b. setelah disetujui maka pelaksanaan menunggu Prinops dari Polda. Latihan Memberikan latihan-latihan kepada anggota sesuai yang direncanakan. Kekuatan yang digunakan di dalam operasi Kepolisian ini ditentukan dalam bentuk Unit-unit kecil. Pam Ulang Tahun Kemerdekaan dimana Renopsnya dibuat oleh Mabes Polri atau oleh Polda. Organisasi.  Kir Intel Polres. Selanjutnya rencana kegiatan operasi ini dipaparkan dalam rapat Staf.Borgol dan sebagainya. Sedangkan fungsi lainnya membuat rencana fungsi dan untuk Rengiat dibuat sesuai kebutuhan. ops patuh maka Kasat Sabhara membuat Rencana fungsi yang bersumber pada :       Ren Ops Polda. Perencanaan. Persiapan :  Menyiapkan Surat Perintah Tugas. c. untuk selanjutnya mendapatkan tanggapan. Terhadap operasi Kepolisian dimana fungsi lain dikedepankan seperti : Ops Curat. yang tugas nyatanya melaksankan tugas operasi tersebut. Data Asta Gatra. Pam Natal. blanko/ formulir yang dibutuhkan. Ren Ops fungsi yang dikedepankan. Perencanaan terhadap Operasi Kepolisian dimana Sabhara dikedepankan seperti : Pengamanan Iebaran. FUNGSI TEKNIS SABHARA 14 . untuk mendapatkan tanggapan dari fungsi Opsnal lainnya.

FUNGSI TEKNIS SABHARA 15 . Briefing. maka dilakukan tindakan AAP meliputi : Perumusan Tugas. Gelar Opsnal. Pengendalian: Pengendalian dilaksanakan Kasat Sabhara dan KaPolres/ Waka Polres.       4.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3. Laporan.   Pelaksanaan. Pelaksanaan. (Fungsi Sabhara yang dikedepankan). Komunikasi yang ada (HT / Telepon). Sebelum melaksanakan tugas. Contoh : Opsnal Pam Natal. Supervisi. Pelaporan. De Briefing. Sarana yang digunakan meliputi : Rapat Staf. Persiapan.

Dalmas Awal adalah satuan Dalmas yang tidak dilengkapi dengan alat-alat perlengkapan khusus kepolisian. 1. 3. 2. Menjelaskan Pengertian Dalmas Awal dan Dalmas Lanjut. Memilih Cara Bertindak Dalmas. Menjelaskan pengertian Dalmas. Lintas Ganti adalah kegiatan peralihan kendali dari satuan Dalmas Awal ke Dalmas Lanjut. Dalmas Lanjut adalah satuan dalmas yang dilengkapi dengan alat-alat perlengkapan khusus kepolisian. FUNGSI TEKNIS SABHARA 16 . 2. Menjelaskan Dasar Hukum Dalmas.pengertian Pengendalian Massa yang selanjutnya disebut Dalmas adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan Polri dalam rangka menghadapi massa pengunjuk rasa. 5. 4. 8. Menjelaskan Persyaratan Anggota Dalmas. Negosiator adalah anggota Polri yang melaksanakan perundingan melalui tawar menawar dengan massa pengunjuk rasa untuk mendapatkan kesepakatan bersama. Menjelaskan Larangan dan Kewajiban Anggota Dalmas. 7. digerakan dalam menghadapi kondisi massa sudah tidak tertib/situasi kuning. 10. Lapis Ganti adalah kegiatan peralihan kendali dari satuan Dalmas Awal ke Dalmas Lanjut. Menjelakan Tujuan dan Sasaran Dalmas. diharapkan peserta didik dapat : 1. digerakan dalam menghadapi kondisi massa masih tertib dan teratur/situasi hijau. Indikator Hasil Belajar : Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab III. Melakukan Pengawasan dan Pengendalian Dalmas Melakukan Langkah-Langkah Kegiatan Dalmas Pengertian. Memahami pengetahuan Pengendalian Massa dalam pelaksanaan tugas kepolisian Menerapkan Pengendalian Massa dalam melaksanakan tugas kepolisian. Menjelaskan Konfigurasi Standar Dalmas.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB III PENGENDALIAN MASSA Kompetensi Dasar : 1. 9. 6.

penganiayaan berat. Kepala Kepolisian Resort Metropolitan (Kapolres Metro). Kepala Kepolisian Resort (Kapolres). kegiatan usaha. pengrusakan. penyanderaan dan lain sebagainya selanjutnya disebut dalam situasi merah 2. dibawah permukaan tanah dan atau air. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) untuk mengatur segala tindakan pasukan di lapangan pada lokasi unjuk rasa atau areal tertentu dalam rangka mencapai suatu tujuan. Kepala Kepolisian Sektor Metropolitan (Kapolsek Metro). intimidasi. Kapolres Metro. Dasar Hukum FUNGSI TEKNIS SABHARA 17 . Kendali Umum adalah pengendalian oleh Kapolda untuk mengatur seluruh kekuatan dan tindakan dalam unjuk rasa pada kondisi di mana massa pengunjuk rasa sudah melakukan tindakan-tindakan melawan hukum dalam bentuk pengancaman. dan gedung-gedung/bangunan lainnya yang digunakan sebagai pusat kegiatan kemasyarakatan secara umum (vital) yang menjadi sasaran unjuk rasa. jalan lori dan jalan kabel. pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukan bagi lalu lintas. serta di atas permukaan air. pembakaran. Kapoltabes. Lapangan/Lahan Terbuka adalah tempat tertentu yang digunakan sebagai sarana oleh massa dalam melakukan unjuk rasa.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Penanggulangan Huru-Hara yang selanjutnya disebut PHH adalah rangkaian kegiatan atau proses/cara dalam mengantisipasi atau menghadapi terjadinya kerusuhan massa atau huru-hara guna melindungi warga masyarakat dari akses yang ditimbulkan. teror. Alih Kendali adalah peralihan kendali dari Kapolsek / Kapolsekta / Kapolsek Metro kepada Kapolres / Kapolresta / Kapolres Metro / Kapoltabes. Kendali adalah kegiatan yang dilakukan oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek). Kepala Kepolisian Sektor Kota (Kapolsekta). halaman dan sekitarnya yang digunakan untuk melakukan kegiatan pemerintahan. Kendali Teknis adalah pengendalian oleh pejabat pembina fungsi atau pimpinan pasukan dan atau perwira lapangan di kesatuan masing-masing yang bertanggung jawab atas teknis pelaksanaan tugas semua anggota yang menjadi tanggung jawabnya. Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan. Kepala Kepolisian Resort Metropolitan Kota (Kapolres Metro) Kepala Kepolisian Kota Besar (Kapoltabes). pencurian dengan kekerasan. Kapolda yang berwenang mengatur segala tindakan pasukan di lapangan pada lokasi unjuk rasa. yang berada pada permukaan tanah. Kapolresta. Gedung/Bangunan Penting adalah bangunan bangunan yang meliputi ruangan. di atas permukaan tanah. Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta). termasuk bangunan. Kapolsek Metro Kapolres. kecuali jalan kereta api. Kendali Taktis adalah pengendalian oleh Kapolsek. dari Kapolres / Kapolresta / Kapolres Metro / Kapoltabes kepada Kapolda. Kapolsekta.

Sesuai prosedur hukum. Mengupayakan tegaknya hukum dan ketertiban demi terpeliharanya kamtibmas.       4. Mencegah terjadinya pelanggaran HAM. Undang-undang No 9 tahun 1998 tentang Undang-undang menyampaikan pendapat dimuka umum. Larangan dan kewajiban Anggota Satuan Dalmas   b. Mengutamakan Negosiasi. Penegakkan Hukum untuk prevantif Tindakan tegas. Sasaran Menjaga dan melayani massa unjuk rasa agar tetap terkendali atau damai dan tujuan tercapai Tidak terpancing oleh provokator atau pihak penyusup.       5. Undang-undang No 9 tahun 1999 tentang Hak azasi manusia. Tokoh pimpinan massa/Korlap dengan pengendali satuan dalmas masing-masing dapat menjaga atau mengendalikan massanya dan anak buahnya Mencegah agar massa unjuk rasa tidak anarki. Melindungi dan mengamankan tim negosiator dari desakan massa. kerugian materil ataupun terganggunya kamtibmas. terukur sebagai langkah terakhir terhadap unjuk rasa yang anarkhis. Tujuan dan Sasaran Tujuan Terlayaninya unjuk rasa agar berlangsung dengan tertib. Surat Keputusan Direktur Sabhara Polri No Pol: Skep 02/VII/2007 tanggal 30 Juli 2007 Tentang Buku Panduan Pelatiahan Dasar Dalmas. Prinsip Dasar Pelayanan Unjuk Rasa Unjuk rasa adalah hak Warga Negara sehingga harus dilayani. : 16 Tahun 2006 tanggal 16 Desember 2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI     3. Menghormati HAM. Mencegah agar massa penonton tidak memprovokatosi massa unjuk rasa untuk bertindak anarki. Pol. FUNGSI TEKNIS SABHARA 18 . a.  Peraturan Kapolri No. guna menghindari huru-hara yang dapat menimbulkan jatuhnya korban.

Membawa senjata tajam dan peluru tajam. Melayani dan mengamankan pengunjuk rasa sesuai ketentuan. Kemampuan dalam menggunakan peralatan Dalmas. Penguasaan terhadap pasal-pasal dalam undang-undang yang berkaitan dengan Dalmas.       6. Kemampuan berkomunikasi dengan baik. Mengucapkan kata-kata kotor. Kemampuan beladiri. Melakukan tindakan kekerasan yang tidak sesuai dengan prosedur.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI a. Kewajiban. Persyaratan yang harus dimiliki oleh Satuan Dalmas adalah mempunyai : Mental dan moral yang baik. Patuh dan taat kepada perintah Kepala Kesatuan Lapangan yang bertanggung jawab sesuai tingkatannya. Melakukan perbuatan lain yang melanggar peraturan perundang undangan. Setiap pergerakan pasukan Dalmas selalu dalam ikatan satuan dan membentuk formasi sesuai ketentuan. Mundur membelakangi massa pengunjuk rasa. Membawa peralatan diluar peralatan dalmas. Sikap netral.       b.             FUNGSI TEKNIS SABHARA 19 . Keteguhan hati dan loyalitas tinggi. Tetap menjaga dan mempertahankan situasi unjuk hingga unjuk rasa selesai.   Larangan Bersikap arogan dan terpancing oleh prilaku massa. Kemampuan menilai karakteristik massa secara umum. Melindungi jiwa dan harta benda. Menghormati Ham dari setiap orang yang melkuakan unjuk rasa. Keluar dari ikatan satuan/formasi dan melakukan pengejaran massa secara perorangan.pelecehan seksual perbuatab asusila memakimaki pengunjuk rasa. Nilai ke Sabharaan jasmani paling rendah 65. Kemampuan membentuk/mengubah formasi dengan cepat. Jiwa karsa yang tinggi. Dedikasi dan disiplin yang tinggi.

Mampu menggunakan alsus Water Canon dan alsus Dalmas lainnya dengan baik. Kemampuan naik-turun kendaraan dengan tertib dan kecepatan berkumpul. Trampil membentuk/merobah Formasi dengan cepat. Mempunyai ketahanan fisik yang baik. Satuan Peleton Dalmas Awal : 38 orang. 7. Trampil dalam menggunakan peralatan Dalmas. Konfigurasi Standar Kemampuan Mempunyai mental yang baik.2. terdiri atas : Danton Anggota Caraka Kamerawan Petugas Tali Dalmas Negosiator : : : : : : 1 30 1 1 2 3 orang orang orang orang orang orang 7. terdiri atas :         Danton Anggota Caraka Kamerawan Pemadam Api Penembak Gas Unit Anjing Unit Kuda : : : : : : : : 1 30 1 1 2 2 3 3 orang orang orang orang orang orang unit unit 7. 7. terdiri atas :  Dan Kompi : 1 orang FUNGSI TEKNIS SABHARA 20 . Kecepatan berkumpul.2.21       Kemampuan menggunakan kendaraan taktis pengurai massa dan alat khusus Dalmas lainnya dengan baik. Mempunyai kemampuan bela diri. Mampu berkomunikasi dengan baik. Mempunyai dedikasi dan disiplin yang tinggi.1.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   7.            7. Mampu menilai karakteristik massa secara umum.2.2 Satuan Peleton Dalmas Lanjut : 37 orang. Mempunyai keteguhan hati dan loyalitas tinggi. Kekuatan. mampu naik dan turun kendaraan dengan tertib.3 Satuan Kompi Dalmas Awal : 116 orang.

4 Satuan Kompi Dalmas Lanjut: 138 orang. Fungsi Binamitra. terdiri atas :              Dan Kompi Wadan Kompi Dan Ton Caraka Kamerawan Penembak Gas Air Mata Pemadam Api Pok Rantis Pengurai Massa Pok Rantis Penyelamat Pok Kawat Penghaang Massa Anggota Unit Anjing Unit Kuda : : : : : : : : : : : : : 1 1 3 4 5 6 6 8 4 10 90 10 10 orang orang orang orang orang orang orang orang orang orang orang unit unit.2.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI        Wadan Kompi Dan Ton Caraka Kamerawan Petugas Tali Dalmas Anggota Negosiator : : : : : : : 1 3 4 5 2 90 10 orang orang orang orang orang orang orang 7.5 Satuan Pendukung             8. a. Manajemen Dalmas Tahap persiapan Membuat surat perintah Mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang massa pengunjuk rasa yang akan dihadapi. Fungsi Reskrim. Satuan Penindak Sabhara.2. meliputi: FUNGSI TEKNIS SABHARA 21 . b. Fungsi Intelejen.1. 8. Fungsi Lalu Lintas Fungsi Pol Air Fungsi Pol Udara Fungsi Propam Fungsi Keslap Fungsi Humas Fungsi Telematika Fungsi Logistik. 7.

Maksud dan Tujuan serta Thema Unras. Anarkhis) Peralatan Dalmas (Pemadam Api. Penggunaan Tongkat “T’ hanya untuk mendorong massa. Pelindung Kaki. Ketahanan phisik dan mental. d. Tidak tertib/Arogan. Satuan Dalmas bergerak dengan atas perintah Komandan dan dalam ikatan satuan. f.      i.  Sat Dalmas dengan Alat (Tongkat “T”. Police Line (Jarak dengan Massa Min 10 M) Tim Negosiator. Tempat dan Rute diadakannya Unras. komunikasi. dan logistik serta dokumentasi. Waktu. Alkom) Formasi bersaf.1 Formasi Sat Dalmas    bersaf). Melaksanakan Latihan perorangan / Satuan dan Peralatan : Peran komunikasi Negosiator.2. Menyiapkan kekuatan cadangan untuk antisipasi massa bertambah banyak. Menyiapkan perlengkapan. h. Pimpinan / Penanggung jawab Unras. Langkah Pelayanan Unras sesuai eskalasi (Damai. Pelindung Tangan. Water Canon / RPM. e. Handy Cam). Handy Cam. Membuat system komunikasi ke seluruh unit satuan polri.2 Langkah-langkah Kegiatan FUNGSI TEKNIS SABHARA 22 . Rompi Dalmas. Helm. g. Sat Dalmas tanpa alat (Posisi Tangan Berkait Formasi   8. Tahap pelaksanaan 8. Nama organisasi Unras. Formasi Dasar dan Satuan. Memberi APP kepada seluruh anggota yang terlibat tugas pengendalian massa : Satuan dalmas dilarang membawa senjata tajam atau senjata api.2.2. Pemberdayaan Satwa ( merupakan Kuat Pendukung Dalmas) Water Canon / RPM.      8. Pemadam Api. Megaphone. Tameng fiber. Menyiapkan pasukan dalmas sebelum massa pengunjuk rasa mendahului datang ke obyek yang dituju. Membuat pos komando lapangan yang dekat dengan lokasi unjuk rasa tetapi tersembunyi.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI     c. transportasi. Cek perlengkapan perorangan/satuan. Anggota Dalmas dilarang berdebat dengan massa (diserahkan Tim Negosiator). Bukan untuk memukul.

Satuan Dalmas melakukan penyekatan sementara dengan memasang Police Line antara Massa Unras dan Pasukan Dalmas/pengalihan route terhadap massa agar tetap tertib ditempat yang sudah ditentukan atau menghindari massa yang tidak sepadan.       e. Tahap penyekatan sementara atau pengalihan rute melaksanakan : Tim Negosiator melakukan Negosiasi dengan pimpinan/penanggung jawab massa pengunjuk rasa. Tanyakan surat pemberitahuan kepada pimpinan massa dari Polri dan beritahukan kewajiban yang harus dipatuhi selama berunjuk rasa. Gunakan kamera photo/video/HandyCame untuk meliput : Massa Unras utamanya pimpinan massa. b.  Adakan peninjauan lapangan Gunakan rute terdekat untuk menuju sasaran Tahap isolasi. Penangkapan terhadap provokator dan pelaku tindak pidana. Satuan Dalmas lintas ganti dengan PHH Brimob apabila unjuk rasa berubah menjadi huru-hara / anarkis. Arah. Pembubaran massa : Membubarkan massa dengan mendorong apabila negosiator gagal/tidak ada kesepakatan. tetapi jaga sikap. d.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI a. jangan mengancam/menggertak. i.     k. m. Liputan photo/video/HandyCame harus mencakup proses unjuk rasa begitu pula rekaman aksi dan kata-kata yang diucapkan oleh pimpinan massa. merupakan tahap awal dari pengendalian massa. Menutup gerakan massa yang menuju ke arah berbahaya. l. jaga ketertiban dan keutuhan formasi. Jelaskan sikap dan kebijakan Polri terhadap massa. FUNGSI TEKNIS SABHARA 23 . dilakukan dengan formasi bersaf. Satuan Dalmas tetap menunjukan sikap yang ramah. tetap bertahan pada formasi yang telah ditentukan. Satuan dalmas jangan sekali-kali berdiskusi atau membantah issu yang diangkat oleh massa pengunjuk rasa. kerumunan dan tindakan yang mereka lakukan. masa diarahkan di tempat aman dengan kawalan satuan dalmas. f. Individu yang bertindak diluar kewajaran Semua alat . Pengawalan : Massa dapat dibubarkan dan situasi dapat dikendalikan. Penangkapan oleh unit Intel sesuai prosedur yang berlaku. tidak terpancing emosi. Jelaskan undang-undang yg berlaku bagi pengunjuk rasa. Pembubaran merupakan kegiatan atau tindakan. Satuan Dalmas menutup Pam Obyek Vital dan tempat-tempat yang berada di sekitar unjuk rasa. Hindari kontak fisik.     h. c. j. bila massa mengganggu kamtibmas. g. Pamplet dan Transportasi yang digunakan untuk Unras.

3 Dinamika Operasional Sat Dalmas. Lakukan pendorongan massa seperlunya bila situasi massa berkembang memanas.    8. 8. Upayakan tidak sampai Anarkhis. Cek keutuhan personil dan peralatan  FUNGSI TEKNIS SABHARA 24 . Lakukan Lintas Ganti dengan Dalmas Pakai Alat.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   n. Tim Negosiator dan Dalmas Tanpa Alat menutup lambung kanan / kiri dibelakang Dalmas Pakai Alat. Situasi Tidak Tertib / Arogan Menarik Police Line.  Tahap pengakhiran Konsolidasi Mengumpulkan kembali satuan dalmas yang terlibat dalam tugas pengendalian massa.2. Petugas pemasang Police Line tetap menjaga keutuhan Police Line. Petugas Handy Cam selalu mengikuti / merekam jalannya unjuk rasa. Petugas Handy Cam harus selalu merekam / mengambil gambar sepanjang terjadinya unjuk rasa.3 a. Dalmas Tanpa Alat dan Dalmas Pakai Alat menutup lambung kanan /kiri dibelakang PHH Brimob. Situasi Anarkhis Lakukan Lintas ganti dengan PHH Brimob. a. Pengawalan dilaksanakan oleh petugas di depan dan di belakang rombongan massa. Situasi damai. lakukan Negosiasi lanjut..       c. Negosiator dibelakang Dalmas Tanpa Alat. Tim Negositor menyambut kedatangan massa dan melakukan kegiatan Negosiasi Sat Dalmas tanpa alat melapis dengan formasi bersaf dibelakang Negosiator dengan sikap siaga. Provokator / pelaku tindak pidana dibawa ke komando.  Adakan penjagaan dititik kumpul massa dan lakukan pengawalan disepanjang perjalanan menuju lokasi unjuk rasa dan pilihkan rute yang lancar dan aman. Menarik mundur Tim Negositor.    b. Massa diberi pengarahan untuk kembali dengan tertib ke tempat masing-masing.

FUNGSI TEKNIS SABHARA 25 .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  b. Data korban dipihak petugas maupun dipihak massa. Mengoreksi tindakan yang sesuai dengan prosedur.    c. Pelaporan Membuat laporan tentang pelaksanaan tugas pengendalian massa. Ucapkan terima kasih atas tugas yang telah dilaksanakan. Kaji ulang ( “ Wash Up”) Perlu dievaluasi tentang pelaksanaan tugas yang telah dilaksanakan dan cara bertindak di lapangan.

Skep Kapolri No. 2.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB IV MANAJEMEN PENJAGAAN Kompetensi Dasar : 1. 2. 3. Melakukan Serah Terima Tugas Jaga. Pengertian Penjagaan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk memberikan perlindungan. Penjagaan tahanan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk memberikan perlindungan dan pengawasan terhadap tahanan dalam pelaksanaan proses hukum. 5. 6. 9. 09 Tahun 2009 tanggal 31 Desember 2009. Memahami Tugas Penjagaan dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Menjelaskan Pengertian Penjagaan. 2 Tahun 2002. Menjelaskan Tujuan Penjagaan. 7. Indikator Hasil Belajar : Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab IV. Dasar   UU NO. 8. 1. Menjelaskan Tugas Penjagaan. tentang Penjagaan  FUNGSI TEKNIS SABHARA 26 . Menjelaskan Sasaran Penjagaan. Melakukan / Membuat Rencana Kegiatan Penjagaan. 4. Peraturan Kababinkam Polri No. Pol : Skep/262/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang Penjagaan. Menjelaskan Bentuk-Bentuk Penjagaan. Melakukan Pengawasan Pengendalian Penjagaan. 10. Menerapkan Tugas Penjagaan dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Menjelaskan Konfigurasi Standar Penjagaan. Penjagaan obyek tertentu lainnya adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk memberikan keamanan terhadap obyek tertentu lainnya. diharapkan peserta didik dapat : 1. pengayoman dan pelayanan dalam rangka memelihara keselamatan jiwa dan keamanan harta benda Penjagaan Markas atau perkantoran adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk menjaga keamanan Markas atau perkantoran yang menjadi tanggung jawabnya. 2. Menjelaskan Peranan Penjagaan.

kegiatan dan tingkat kerawanan. Terpelihara dan terciptanya ketaatan warga negara dan masyarakat terhadap peraturan yang berlaku dalam rangka mewujudkan tegak dan tertib hukum dalam masyarakat. baik bersifat pos tetap. Pos Sementara (Taktis) FUNGSI TEKNIS SABHARA 27 . Pos Jaga Polsek 5.1. 4.2.2. Peranan Penjagaan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3. menjaga dan mengamankan keselamatan orang / jiwa raga dan harta benda. terkendali dan dinamis dalam rangka memelihara kamtibmas. Memberikan pelayanan. Contoh : Pospol Serpong. Monitor secara aktif setiap saat segala bentuk gangguan kamtibmas yang terjadi pada seluruh jajaran Polri di wilayahnya.  Tugas dan Peranan Penjagaan. 5. sesuai ketentuan Hukum dan Peraturan / kebijakan dalam organisasi Polri. Adalah suatu Pos Polisi yang bersifat permanen dan ada kegiatan Kepolisian yang dilaksanakan sepanjang waktu serta dikukuhkan dengan Surat Keputusan Kapolda. memelihara dan menjaga situasi yang mantap. 4.    Tujuan Penjagaan Menciptakan. Pos Polisi dilihat dari sifat.1. Sampaikan secara cepat dan tepat setiap kejadian segala bentuk kejadian / gangguan kamtibmas yang terjadi di wilayahnya kepada Satuan Tingkat Atas guna mendapatkan petunjuk lanjut. dibagi menjadi : Pos Tetap.  Penyelesaian perkara ringan / perselisihan antar warga. antara lain menerima laporan / pengaduan dari masyarakat.  Penjagaan markas termasuk penjagaan tahanan dan pengamanan barang bukti.  Pelayanan permintaan bantuan / pertolongan Kepolisian .    4. Sebagai pintu gerbang pertama memberikan pelayanan kepolisian kepada warga masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk :  Penerimaan dan penanganan pertama laporan / pengaduan. Memelihara. pos sementara dan pos bergerak (mobile). Tugas Penjagaan Mencegah / menangkal segala bentuk tindak kejahatan / pelanggaran di daerah tanggung jawabnya masing-masing. 5.

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

Pos sementara adalah pos yang diadakan dalam rangka menghadapi ancaman gangguan dan kegiatan masyarakat yang bersifat temporer, misalnya :  Pos penjagaan hiburan  Pos penjagaan pameran  Pos penjagaan hari raya 5.3. Pos Bergerak (mobile)

Pos polisi yang sifatnya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain dengan menggunakan mobil. Contoh : Patroli R- 4 saat berhenti dapat melakukan pelayanan, pengayoman dan perlindungan terhadap masyarakat. 6. 6.1. 6.2. Konfigurasi standard Nama Satuan : Unit Penjagaan. Kekuatan :

6.2.1 Kualifikasi kemampuan Yanmas TPTKP Proses Tipiring Mengetik/Operasional Komputer Menembak mahir minimal kelas 2 6.2.2 Jumlah Personel Penjagaan menggunakan sistem 3 (tiga) giliran jaga (ploeg/shief) dengan kekuatan personel sebagai berikut : a.   b.   c.   6.3. Polsek, 12 orang terdiri dari : Tiga orang sebagai Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (Ka SPK). Sembilan orang sebagai anggota. Polres, 18 orang terdiri dari : Tiga orang sebagai Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (Ka SPK). 15 orang sebagai anggota. Polda, 63 orang terdiri dari : Tiga orang sebagai Ka Unit. 60 orang sebagai anggota. Peralatan dan Perlengkapan

6.3.1 Umum a. Gampol yang berlaku sesuai ketentuan.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

28

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

b.        c.   d.     e.   

Perlengkapan perorangan Sabhara Polri terdiri dari : Sabuk Sabhara Selempang Pet Tongkat "T" Borgol Peluit Tanda Kewenangan Persenjataan Revolver untuk seluruh anggota. Senjata panjang. Kendaraan RanmorR2 Ranmor R4 Pengangkut personel. Pengangkut tahanan. Alkom Telephone. Handy Talky/HT. Megaphone.

 

6.3.2 Khusus Sabhara Kit TKP Kit 6.3.3 Buku-buku yang harus ada di penjagaan

    

       

Buku Jadwal dan Mutasi Penjagaan. Buku Induk / Register Laporan Polisi. Buku Induk/Register Surat T anda Penerimaan Laporan. Buku Induk / Register Pengiriman Berita / Laporan Kejadian Peristiwa Gangguan Kamtibmas dari Polsek ke KOD (Polres/ta/tabes). Buku Induk / buku Register Penerimaan dan Penerusan/ Pengiriman Berita/Laporan Kejadian Gangguan Kamtibmas (dari KOD s/d ke Mabes Polri secara berjenjang). Buku Induk / Register Situasi Umum Harian Gangguan Kamtibmas. Buku Daftar Tahanan. Buku Mutasi Tahanan. Buku Berobat Tahanan. Buku Barang / Milik / Titipan Tahanan. Buku Makanan Tahanan. Buku Besuk / Mengunjungi Tahanan. Buku Kontrol Tahanan.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

29

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

          

Buku Bon / Pinjam Tahanan untuk kepentingan Pemeriksanaan. Penyidikan. Buku Induk/Register Permintaan Visum et Repertum. Buku Barang Bukti. Buku Tamu. Buku Supervisi dari Pimpinan / Satuan Tingkat Atas. Buku Kecelakaan Lalu Lintas. Buku Barang Inventaris Penjagaan. Buku Alamat/No. Telp Pejabat Penting. Buku Daftar Pencarian Orang (DPO) dan Daftar Pencarian Barang (DPB). Blanko-blanko : a. Permintaan Visum et Refertum. b. Laporan Polisi / Kejadian. c. Tanda Penerimaan Laporan / Pengaduan. d. Tipiring e. Lain-lain sesuai kebutuhan. 7. 7.1. Tujuan dan Sasaran. Tujuan

Terpeliharanya keamanan personel, tahanan dan instalasi kesatuan dan obyek tertentu lainnya yang dijaga. 7.2. Sasaran

7.2.1 Penjagaan Markas  Penjagaan Keamanan, keselamatan dan kenyamanan personel Polri dan tamu.  Keamanan materiil markas.  Ketertiban dan kelancaran kegiatan dinas di markas. 7.2.2 Penjagaan Tahanan  Jumlah tahanan.  Keselamatan tahanan.  Ketertiban dan kebersihan ruang tahanan.  Keamanan barang milik tahanan. 7.2.3 Penjagaan obyek tertentu lainnya.  Keamanan, keselamatan dan kenyamanan personel.  Keamanan materiil  Ketertiban dan kelancaran kegiatan 8. Manajemen Penjagaan

Kegiatan penjagaan meliputi : Penjagaan markas, Penjagaan tahanan dan Penjagaan kegiatan masyarakat / obyek khusus 8.1. Penjagaan Markas 8.1.1 Tahap Persiapan

FUNGSI TEKNIS SABHARA

30

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI

   

 

Setengah jam sebelum dimulai giliran tugas jaga, maka petugas jaga baru sudah siap di tempat jaga. Pemeriksaan ruang jaga dan ruang tahanan. Pemeriksaan kerapihan meliputi ; sikap tampang, perlengkapan dan persenjataan. Menerima/meminta informasi dan mempelajari tugas-tugas yang telah dilakukan oleh petugas jaga lama, memperhatikan petunjuk-petunjuk dan perintah-perintah dari pimpinan. Melaporkan kepada Biro Operasional / Bagian Operasional / SPK. Ka Jaga memberikan AAP kepada anggotanya.

8.1.2 Tahap Pelaksanaan Penjagaan Markas pada prinsipnya di bawah tanggung jawab Ka Jaga Adapun kegiatan-kegiatan penjagaan antara lain : a. Membuat jadwal tugas-tugas penjagaan dan mengisi buku mutasi sesuai perintah. b. Melaksanakan dinas jaga sesuai jadwal tugas penjagaan, termasuk penugasan anggota jaga untuk menaikkan dan menurunkan bendera merah putih pada pukul 06.00 dan pukul 18.00 setempat. c. Memukul lonceng setiap jam sekali, selama 24 jam dan ditulis dalam buku mutasi penjagaan dengan tinta warna merah. d. Dalam pelaksanaan tugas jaga Markas agar memperhatikan dan meneliti secara khusus hal-hal sebagai berikut :  Buku-buku dan blanko yang hams ada di penjagaan.  Isi kotak PPPK/PPGD dan alat pemadam kebakaran.  Papan pengumuman, turunan/petikan dari peraturanperaturan / instruksi-instruksi konsignes.  Kebersihan dan ketertiban ruang jaga, ruang tahanan dan kamar mandi/WC.  Dalam hal pengamanan senjata api beserta amunisi yang tidak digunakan, agar senjata api dalam keadaan kosong dan disimpan dalam lemari / rak senjata yang terkunci, tetapi mudah dijangkau apabila sewaktu-waktu diperlukan.  Menjaga dan memelihara barang-barang inventaris yang dipertanggung jawabkan pada penjagaan seperti : kebersihan senjata api, kebersihan dan kerapihan buku-buku penjagaan.  Perhatikan ketentuan cara menerima/mengirim berita telepon.  Selama melaksanakan tugas penjagaan maupun sedang dalam istirahat agar tetap memperhatikan kesiapsiagaan.  Melaksanakan pengawasan terhadap situasi Markas dan sekitarnya.  Menjaga, memelihara dan mengawasi serta mengatur keluar masuknya barang bukti, barang titipan dan barang temuan yang menjadi tanggung jawab petugas jaga, agar tetap utuh dan tidak rusak serta dicatat dalam buku Mutasi.

FUNGSI TEKNIS SABHARA

31

 Memeriksa/cheking kekuatan/anggota jaga. Aktivitas tahanan (keluar masuk.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI       Memberikan pelayanan kepada masyarakat yang memerlukan bantuan.  Membuat laporan pelaksanaan penjagaan sesuai sasaran penjagaan.1 Tahap Persiapan.  Di Polres/ta oleh Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK). pengamatan dan pengecekan di lingkungan markas & memeriksa pintu-pintu kantor apakah sudah terkunci atau belum terutama di luar jam kantor atau malam hari termasuk adanya anggota yang lembur.  Ka Jaga melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya baik secara lisan maupun tertulis dalam buku mutasi atau blanko laporan kepada Pa Siaga/Pamapta/Bamapta. Di Mabes Polri oleh petugas Satuan Pengamanan dan Protokol (Satpamprot) Denmabes Polri.2.2.2.1. berobat).  Di Polsek/ta oleh Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK). FUNGSI TEKNIS SABHARA 32 . 8.3   Penjagaan tahanan ditujukan terhadap: Kondisi tahanan antara lain kesehatannya. olahraga. 8. Penjagaan Tahanan 8.3 Tahap Pengakhiran (pengawasan dan pengendalian) Kegiatan konsolidasi dari masing-masing sasaran dalam penjagaan/kesatrian :  Dilaksanakan setelah kegiatan penjagaan selesai dengan melakukan apel selesai tugas.  Di Polda oleh Satuan Pengamanan dan Protokol (Satpamrot) Denma Polda. Bagi anggota yang mendapat giliran istirahat memanfaatkan waktu istirahat di tempat yang sudah ditentukan. Dalam pelaksanaan tugas jaga markas agar senantiasa diadakan koordinasi dengan petugas jaga instansi lain.  Memeriksa/cheking perlengkapan anggota jaga.2 Penjagaan tahanan dilakukan oleh anggota jaga dengan pengaturan sesuai jadwal tugas jaga tahanan.2. pertolongan dan informasi serta menyiapkan ruang tunggu tamu. Mencatat dalam buku mutasi setiap kejadian dilingkungan tanggung jawabnya. besuk tahanan. Melaksanakan was.  8. proses pemeriksaan. Seluruh kegiatan yang dilakukan oleh anggota jaga dicatat dalam buku mutasi penjagaan. 8.

 Adakan penjagaan dan pengawasan secara ketat terhadap tahanan.2.6 Sebelum serah terima jaga tahanan.  Lakukan tindakan tepat.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 33 .  Upayakan maksimal pengawasan / penjagaan selama 1 s/d 2 jam atau disesuaikan dengan kekuatan personil petugas jaga.  Awasi lingkungan dalam dan luar ruang tahanan secara ketat dan teliti. Pelaksanaan tugas jaga tahanan apabila sewaktu-waktu masuk ke dalam ruang tahanan. barang-barang milik tahanan yang dititipkan.2. tegas. diatur sebagai berikut :  Buat jadwal. 8.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  kelengkapannya. cepat dan benar terhadap penyimpangan-penyimpangan dari tahanan. anggota jaga lama dan baru mengadakan pemeriksaan :  Jumlah tahanan. Pada saat petugas jaga tahanan masuk ke dalam kamar tahanan ada kemungkinan tahanan sewaktu-waktu memperdaya. 8. kondisi fisik setiap tahanan.2. 8.  Mencocokan daftar tahanan dan mengadakan pemeriksaan kondisi ruang tahanan.2. keadaan tahanan. b. Serah terima tugas jaga tahanan agar dicatat dalam buku mutasi penjagaan selengkap-lengkapnya. melemahkan atau merampas peralatan/senpi petugas jaga tahanan yang selanjutnya bertindak untuk melarikan diri. pemberontakan. Petugas Jaga Tahanan. Untuk menghidari perbuatan yang merugikan Polri tersebut.7 Tahap Pelaksanaan a. SPP serta halhal lain sehubungan dengan penyerahan dari petugas lama.5 Anggota jaga tahanan harus mengetahui jumlah dan keadaan tahanan dari daftar tahanan yang ada (pada buku dan papan tahanan).4 Mengecek kelengkapan (senjata api. Kondisi rumah tahanan antara lain kebersihan dan 8.  Catat dalam buku mutasi apabila ada kelainan/penyimpangan dari pada tahanan dan situasi sekitar ruang tahanan serta dibuat laporan.  Pelaksanaan tugas pada saat serah terima jaga tahanan : Petugas jaga lama menyerahkan tugas jaga/pengawasan tahanan dengan lengkap dan informasikan hal-hal yang perlu diperhatikan oleh petugas yang baru. siapa yang bertanggung jawab pada jam-jam tertentu. senter malam hari) dan Iain-lain yang diperlukan. Petugas yang baru mengecek jumlah tahanan. menyandera atau melakukan perbuatan yang merugikan Polri.   c.

Pada prinsipnya petugas yang memasuki ruang tahanan minimal 2 orang petugas : 3. Memudahkan petugas untuk saling membantu.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI diatur cara-cara pengamanan sebagai berikut : 1.  Petugas yang masuk ke dalam ruang tahanan hendaknya mengambil posisi taktis yang menguntungkan dalam arti sewaktuwaktu mudah melumpuhkan gerakan tahanan yang membahayakan. Petugas jaga tahanan harus dapat mengetahui tahanan mana yang perlu diwaspadai dan memerlukan perhatian khusus.  Jarak masing-masing petugas tersebut diatur sedemikian rupa sehingga dapat mengamankan petugas lainnya agar : Memberikan peringatan bila terjadi bahaya.  Kekuatan petugas yang masuk dalam ruang tahanan disesuaikan dengan jumlah tahanan.  Keluar dan masuknya tahanan hendaknya diatur secara bergilir sesuai dengan kepentingan.  Dilarang membuka kamar tahahan pada malam hari. Mengamankan situasi secara bersamasama. d. Petugas pertama yang memasuki ruang tahanan. penganiayaan ataupun menyakiti hati tahanan. 2.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 34 . menyapu halaman/lantai kotor. Melakukan ancaman. Apabila terjadi kelalaian atau kesengajaan dari petugas tahanan yang mengakibatkan matinya tahanan atau melarikan diri.     Petugas jaga tahanan dilarang Meminta uang/ barang/ jasa apapun dari tahanan atau keluarga yang datang menjenguk Menyuruh bekerja seperti membersihkan kendaraan. 4. maka petugas jaga tahanan dan pimpinan 2 (dua) tingkat di atasnya dikenakan tuntutan sesuai peraturan yang berlaku. Sikap petugas jaga tahanan Petugas jaga tahahan tidak boleh lengah dan harus selalu waspada. Petugas kedua mengawasi gerak-gerik tahanan dalam rangka mengamankan petugas yang masuk ke dalam ruang tahanan. e.

harus dimasukan dalam sampul dan disegel serta disaksikan oleh pemilik.    Harus Etis. catat dalam buku penerimaan tahanan. agar dicek kesehatannya dengan minta bantuan tenaga medis. Masukan tahanan dalam Ruang Tahanan dan dipisahkanan antara laki-laki dan perempuan. dapat dikenakan hukuman menurut ketentuan hukum yang berlaku. obeng. Apabila ada barangbarang berharga (uang.  Kepala jaga bertanggung jawab terjadinya tahanan yang dianiaya oleh sesama tahanan. anak-anak dan orang dewasa Tahanan selama dalam Ruang Tahanan      g. FUNGSI TEKNIS SABHARA 35 . tali. Tahanan harus dilengkapi dengan Surat Perintah Penahanan (SPP) yang ditanda tangani oleh Penyidik. umur. SPP. pasal/kasus yang dilanggar. diketahui oleh tahanan dan petugas dengan membubuhi tanda tangan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI    f. Memberikan pembinaan dan pelayanan yang baik agar sekeluarnya dari ruang tahanan yang bersangkutan tidak merasa sakit hati/dendam kepada anggota Polri. Tahanan sebelum dimasukan dalam Ruang Tahanan. Penyimpanan barang berharga diupayakan dititipkan di brankas. SPP harus diperlihatkan kepada tahanan dan setelah ditandatangani simpan dalam kotak SPP yang tersedia di ruang jaga tahanan dan melekat di dinding. Pada saat menerima tahanan periksa kondisi tahanan. Catat tahanan dalam buku daftar tahanan dancatat dentitas yang menyerahkan dalam laporan pelaksanaan tugas jaga. jenis kelamin. Tanggung jawab terhadap tahanan. Dibina dan diarahkan setelah mereka bebas dapat membantu tugas Polri. Catat di papan tahanan : nama. Periksa barang-barang tahanan. ikat pinggang. Setiap tahanan yang ditahan di Ruang Tahanan. apabila nyata-nyata ada bekas penganiayaan. agar diamankan oleh petugas jaga. tanggal dimulainya penahanan. seperti : benda tajam/sejenisnya. korek api. kikir atau benda-benda yang dapat diubah menjadi benda yang membahayakan tahanan atau dapat merugikan petugas. maka petugas jaga harus meminta VER ke rumah sakit dengan dibuat Berita Acara Penerimaan dan Penyerahan Tersangka kemudian dilaporkan kepada atasan agar apabila terjadi sesuatu (mati) hal tersebut dapat dipertanggung jawabkan.  Petugas jaga tahanan yang melalaikan tugasnya atau karena kesalahannya menyebabkan seorang tahanan melarikan diri. Papan tahanan ditaruh di ruang jaga tahanan agar tidak terlihat oleh umum. kamar No. Semua barang milik tahanan dicatat secara rinci dalam Buku Register Barang Titipan Milik Tahanan. Open / Correct dan jangan arogan. perpanjangan penahanan dari jaksa serta pengadilan. apakah ada tanda-tanda penganiayaan atau tidak. perhiasan) milik pribadi tahanan.

00 Hari Biasa pukul 14. korek api.  Tahanan tidak diperbolehkan merokok di ruang tahanan. namun keamanan harus terjamin). demikian pula barang yang dibawa pulang oleh penjenguk.  Penentuan dirawat di rumah sakit didasarkan keputusan dokter yang memeriksa tahanan tersebut dan di jaga oleh petugas yang ditunjuk oleh Kasatwil.00 s/d 11.  Hari Minggu pukul 09.  Dirawat di rumah sakit.  Makanan dan minuman agar dicicipi oleh pengunjung/ pembawa untuk menghindari adanya racun.  Apabila penjenguk membawa barang atau makanan dan minuman periksa makanan dan minuman seteliti-telitinya disaksikan oleh penjenguk.  Apabila jaraknya jauh usahakan dibawa dengan ranmor roda empat atau kendaraan tahanan. gergaji besi atau alat-alat lain yang dapat merugikan.  Ijin menjenguk hanya dapat diberikan oleh Pa Siaga/Pamapta/ Bamapta serta dicatat dalam mutasi tugas.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Menjenguk tahanan.  Dicatat dalam Buku Berobat Tahanan.  Apabila tahanan dalam jumlah banyak perhatikan pengamanan-nya dengan ketat dan siapkan pengawal yang cukup.  Dilarang memberikan obat nyamuk bakar dan sejenisnya.  Apabila ada Dokter Polisi.30  Tempat menjenguk di tempat yang telah disediakan atau tempat di sekitar ruang jaga (disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat.00 s/d 15.  Koordinasikan FUNGSI TEKNIS SABHARA 36 .  Pakaian atau barang lain sebagai pengganti agar diperiksa sampai dengan lipatan-lipatan jahitan. pisau. datangkan dengan seijin pimpinan sesuai dengan permasalahan sakitnya tahanan yang dihadapi. kunci. benda-benda berbahaya seperti obeng. Apabila terdapat benda tersebut maka penjenguk dibatalkan dan adakan pemeriksaan oleh petugas. Tahahan Sakit  Berobat jalan (ke Poliklinik atau ke Rumah Sakit). kemungkinan diselipkannya obat-obat terlarang.  Dikawal pulang dan pergi oleh petugas (bukan petugas jaga tahanan).  Waktu menjenguk dibatasi.

 Apabila tahanan banyak agar digilir secara berkelompok dan masing-masing kelompok 30 menit.  Periksa oleh petugas jaga lainnya (bukan petugas jaga tahanan) untuk mengetahui sebab terjadinya perkelahian.  Cari/dapatkan tahanan yang memimpin / mempengaruhi terjadinya keributan serta diperiksa oleh unsur Intelpol untuk mengetahui latar belakang maupun sebab-sebabnya.  Apabila meluas dan terus menerus bunyikan alarm tanda bahaya serta siapkan bantuan petugas lain untuk memberikan bantuan pada petugas jaga tahanan. kamarnya.45. yaitu pukul 06.00 s/d 08.00 s/d 17.Apabila tahanan meninggal dunia di Ruang Tahanan yang disebabkan karena bunuh diri.  Adakan pembinaan sehingga tidak terulang lagi atau dapat rukun kembali.  Utamakan lebih dahulu kepentingan pemeriksaan daripada olah raga. sembahyang dan makan.  Tempat di ruang jemur tahanan (tidak boleh keluar pagar / tembok tahanan).  Mandi. Jum'at sekitar pukul 08. FUNGSI TEKNIS SABHARA 37 .00 untuk pagi dan 16. Tahanan meninggal dunia di Ruang Tahanan.  Keributan.00 untuk sore.  Pisahkan tahanan tersebut dan laporkan segera kepada Kasatwil.  Redakan/hentikan. Rabu. Diatur secara bergiliran satu persatu oleh petugas jaga.  Tanggung jawab masalah di Polsek oleh Kapolsek di Polres oleh Ka/Waka Polres di Mapolwil oleh Kabag Sabhara di Polda oleh Dir Sabhara untuk meredakannya. penganiayaan. 1. keracunan dan sejenisnya maka Kasatwil harus meminta VER jenazah ke Rumah Sakit.  Dipimpin oleh anggota petugas jaga tahanan dan anggota lainnya mengawasi dengan siapa. Olah Raga  Hari olah raga yaitu hari Senin. Mandi Sehari dua kali. setelah selesai usahakan dapat diberikan minuman manis. Berkelahi Pisahkan penempatan Tahahan berkelahi / membuat keributan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  penempatannya dengan kepala/petugas rumah sakit setempat.00 s/d 07.  Catat kejadian tersebut dan laporkan kepada Pa Siaga/ Pamapta/ Bamapta.

Sembahyang Dilaksanakan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.  Catat identitas tahanan rnaupun yang menitipkan dalam Buku Register Penitipan Tahanan.  Diusahkan agar tahanan titipan dipisahkan dengan tahanan setempat.  Yang berhak meminjam tahanan minimal Kepala Jaga dengan persetujuan Pa Siaga/Pamapta/ Bamapta. 1.  Bon tahanan dikembalikan.  Tahanan dapat dikeluarkan untuk penangguhan penahanan berdasarkan Surat Perintah Pengeluaran Tahanan (SPPT) atau Surat Pengalihan Jenis Tahanan yang ditandatangani oleh Kasatwil. demikian pula dalam register tahanan dicatat bahwa dengan dasar SPP tahanan telah dikeluarkan.  Maksimal batas penitipan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. keamanan tahanan menjadi tanggungjawab penyidik / penyidik pembantu yang meminjam. Pengeluaran/penangguhan tahanan. Bon / peminjaman tahanan untuk pemeriksaan. 3.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 2.  Catat berapa lama tahanan dipinjam. apabila terjadi perubahan kondisi fisik tahanan agar dibuat Laporan Polisi untuk dibuat proses lebih lanjut. Tempat di ruang kamar tahanan masing-masing. Makan. Tahanan Titipan.  Selama dalam pemeriksaan. - Kamar mandi yang digunakan yang ada di ruang tahanan. tidak boleh dari logam/kaca dan setelah selesai makan segera dikeluarkan dari dalam kamar tahanan. Peralatan makan digunakan dari plastik atau dibungkus.  Prinsip perlakuan dan pengamanan tahanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.  Barang titipan milik tahanan agar dikembalikan kepada tahanan dan dicatat dalam Buku Register Barang Titipan Tahanan.  Yang berhak meminjam tahanan hanya penyidik/ penyidik pembantu dengan diketahui oleh Ka Jaga. setelah tahanan masuk kembali ke Ruang Tahanan.  Sebelum dan sesudah tahanan dipindahkan agar kondisi fisik tahanan diperiksa dan dicatat dalam buku Register Tahanan serta diketahui oleh si peminjam. Tahanan dititipkan dan tahanan di rawat di rumah sakit. Sehari dua kali makan yaitu makan menjelang siang dan malam (sesuai jatah).  Identitas tahanan dalam daftar papan tahanan dihapus.  Laporkan kepada FUNGSI TEKNIS SABHARA 38 .  Peminjaman tahanan harus dengan bukti peminjaman.

Obyek Penjagaan : FUNGSI TEKNIS SABHARA 39 . Jaga dengan ketat untuk mencegah resiko melarikan diri. Pengaturan ruang tahanan dan kewajiban tahanan.  Kamar tahanan dipasang penerangan. 8. Pengaturan ruang tahanan.  Pengaturan ruang tahanan dipisahkan antara laki-laki dan perempuan.   Tahap Persiapan Penyiapan Surat Perintah Penugasan.8. Usahakan dalam kamar yang rapat dan tersendiri.  Kamar-kamar tahanan hendaknya diberi nomor.  Jumlah tahanan dalam masingmasing kamar disesuaikan dengan kamar yang ada.  Menjaga ketertiban dan keamanan dalam ruang tahanan. 2  Tahanan ditahan di rumah sakit.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Kasatwil. agar tahanan diborgol dengan cara 1 borgol dipergelangan kaki.  Kebersihan ruang tahanan dibebankan kepada masing-masing tahanan. anak-anak dan orang dewasa.   h. Menjenguk pasien tahanan disesuaikan dengan prosedur menjenguk tahanan dan atau atas seijin Kasatwil. Kewajiban tahanan :  Mentaati peraturan-peraturan tahanan yang berlaku.  Menjaga kebersihan ruang tahanan antara lain tidak boleh membuat tulisan atau gambar pada tembok/dinding tahanan yang ada  Mentaati perintah-perintah dinas yang telah ditentukan.2. 1 lagi dihubungkan dengan tempat tidur atau menggunakan lebih dari 1 pasang borgol. Penjagaan Kegiatan Masyarakat a.

Memeriksa/checking kekuatan anggota jaga. Mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). 9. Penyiapan kekuatan yang akan dilibatkan. 2. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas baik lisan maupuntertulisdalambuku mutasi atau blanko laporan kepada Pa Siaga/ Pamapta/Bamapta. b. Mengecek kesiapan peralatan dan kelengkapan yang digunakan untuk melaksanakan tugas jaga. Menerima laporan/pengaduan. 2.  Tahap pelaksanaan Pembagian tugas sesuai obyek yang dijaga. 3. lainnya. pesta.  Pa Siaga / Ka SPK / Ba SPK menentukan kerawanan kegiatan masyarakat dimaksud dengan memperhatikan : Tempat yang akan dijaga dan diamankan. Membuat laporan Pelaksanaan penugasan sesuai sasaran penjagaan. Mengadakan koordinasi dengan Mako. Jumlah masyarakat yang hadir dan jenis kegiatan yang akan dijaga. Petugas jaga hams sudah siap di lokasi penjagaan satu jam sebelum acara / kegiatan masyarakat dimulai.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 40 . Mengadakan koordinasi dengan unsur-unsur pengamanan lainnya yang ada di lokasi tanggung jawabnya. Lamanya kegiatan. Penjagaan di tempat-tempat musibah / bencana alam. Memeriksa/cheking kelengkapan dan perlengkapan anggota jaga. keramaian umum Penjagaan pada tempat/acara kunjungan pejabat / kegiatan pemerintah dan masyarakat lainnya. Melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian (TPTK). (Vide Skep Kapolri tentang Petunjuk Kegiatan TPTK). 1.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 1. 3. 4. Tahap Pengakhiran Melaksanakan apel koordinasi setelah kegiatan penugasan selesai. 2. 7. 1. Memberikan AAP kepada anggota yang akan melaksanakan jaga sementara. berdasarkan kerawanan di atas dan kemampuan personel sesuai sasaran penjagaan yang dihadapi. 8. Penjagaan tempat diadakannya perayaan. Melaksanakan kaji ulang pelaksanaan gas. Tokoh/pejabat yang hadir. 6. 4. 5. 10. Menyiapkan administrasi pelaporan. Melakukan penjagaan pada titik-titik rawan.        c. Penjagaan tempat pertandingan olah raga. Jenis ancaman dan gangguan yang mungkin timbul. 3.

Menjelaskan Tujuan Patroli. Menjelaskan Tugas Patroli. 2. Menerapkan Kegiatan Tugas Patroli dalam pelaksanaan tugas kepolisian. diharapkan peserta didik dapat : Menjelaskan Pengertian Patroli. Menjelaskan Metoda dan Bentuk Patroli. 2. 3. Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab V. Memahami Pengetahuan Tugas Patroli dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Indikator Hasil Belajar 1. Untuk mendapatkan aplikatif yang optimal tidak menutup kemungkinan Kasatwil menjabarkan dalam bentuk konsignes-konsignes sesuai dengan situasi dan kondisi wilayah masing-masing.  BAB V MANAJEMEN PATROLI Kompetensi Dasar 1. Menjelaskan Peranan Patroli. 5. Sistem pelaporan menyesuaikan dengan prosedur hirarki yang berlaku. FUNGSI TEKNIS SABHARA 41 . Ketentuan lain yang berkaitan dengan petunjuk kegiatan ini sepanjang tidak bertentangan dapat digunakan sebagai rujukan agar lebih memantapkan pelaksanaan tugas penjagaan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 9. 4.    Ketentuan Lain Dukungan administrasi dan logistik menggunakan sarana dan fasilitas organik yang ada.

2.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 6.  tengah masyarakat. 2 Tahun 2002 Skep Kapolri No. No. dengan jalan mendatangi menjelajahi. Pembatasan gerak provokator dan separatis di tengahtengah masyarakat. Menjelaskan Konfigurasi Standar Patroli. serta menuntut kehadiran Polri untuk melakukan tindakan kepolisian guna memelihara ketertiban dan keamanan umum masyarakat. Diperolehnya informasi tentang kemungkinan timbulnya gangguan kamtibmas. Pencegahan terjadinya gangguan kamtibmas. tentang Patroli Tujuan Patroli Peningkatan kehadiran Polisi berseragam di tengah-  FUNGSI TEKNIS SABHARA 42 .1. Pemberian rasa aman. Menjelaskan Patroli Menurut Fungsinya. Mengerjakan Rencana Kegiatan Patroli.    3. 4. Pengertian Patroli adalah salah satu kegiatan kepolisian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih anggota Polri sebagai usaha mencegah bertemunya niat dan kesempatan. perlindungan dan pengayoman masyarakat. 8. 10. Perturan kababinkam Polri No.11 tahun 2009 tanggal 31 Desember 2009. mengamati . juga termasuk cheking kesiapan penjaga Rumah Tahanan Negara.mengawasi. memperhatiikan situasi dan kondisi yang diperkirakan akan menimbulkan gangguan Kamtibmas. 7. Tugas dan Peranan Patroli Tugas Patroli : Dalam rangka menampilkan peranan sabhara dalam Siskam.  Pencegahan bertemunya faktor niat dan kesempatan (N + K) yang memungkinkan timbulnya kriminalitas. 1. Dalam rangka pelaksanaan kegiatan rutin kepolisian maka tugas patroli diarahkan dan digunakan untuk menekan jumlah terjadinya Dasar UU.      4. 9. Melakukan Pengawasan dan Pengendalian Patroli. Swakarsa. Pol : Skep/249/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang Patroli. Mengerjakan Laporan Hasil Patroli. maka ptroli mempunyai tugas melakukan pengecekan atau Wasdal terhadap giat Siskamling pemukiman / ronda dan kegiatan keamanan yang dilakukan Satpam di perusahaan dan instansi pemerintah.

macam / bentuk dan fungsi Patroli Patroli menurut metode / cara Patroli Lingkungan Patroli Blok Patroli menurut daerah sasaran : Patroli dalam kota Patroli luar kota Patroli antar kota Patroli perairan Patroli daerah konflik Patroli medan berat Macam / bentuk Patroli terdiri dari : Patroli jalan kaki Patroli bersepeda Patroli ranmor darat Patroli ranmor perairan Patroli berkuda Patroli dengan Hellycopter Menurut fungsi patroli terdiri dari : Patroli Deteksi Bila mendapat informasi segera membuat laporan informasi selanjutnya koordinasikan dengan Intel.4.3.       5. mata dan telinga bagi kesatuan. Metode / cara. Mencerminkan kesiap siagaan Polri setiap saat sepanjang waktu dalam upaya pemeliharaan dan menjamin Kamtibmas.   5.1. kepolisian maka tugas patroli diarahkan dan dapat digunakan sesuai target Operasional yang bersangkutan dengan tujuan untuk mencegah dan menanggulangi terjadinya tindak pidana / gangguan Kamtibmas yang justru menjadi sasaran Operasional tersebut selam berlangsung. Dalam rangka pelaksanaan operasi. Sebagai sumber informasi.2.       5. Patroli Represif 4.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  kejahatan yang dikaitkan dengan analisa anatomi kejahatan yang meliputi antara lain Jam Rawan.       5. Patroli berperan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan Kamtibmas terhadap masyarakat. daerah sasaran. tempat rawan dan cara dilakukannya kejahatan. Melakukan tindakan pertama di tempat kejadian. Peranan Patroli Patroli merupakan tulang punggung ( back bone ) Polri dalam upaya mencegah segala bentuk kejahatan / gangguan Kamtibmas.2.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 43 . Penampilan kegiatan patroli merupakan perwujudan kehadiran Polri ditengah masyarakat. 5.

 Pengaturan .   c.  Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket).2 Jumlah Personel Unit Patroli dapat melakukan : a. Nama Satuan : Unit Patroli Kekuatan : 6. bila menemukan kasus Tipiring / Perda maka lakukan tindakan penyidikan / Represif terbatas oleh Sabhara.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  Bila menemukan kasus tertangkap tangan lakukan proses awal / Repawal kemudian koordinasikan dengan Reskrim. 6.2. Patroli berjalan kaki minimal dilaksanakan oleh 2 (dua) orang anggota terdiri dari :  Satu orang sebagai anggota senior.2. 6. Patroli Roda 4 : Sedan : 1 sedan diawaki 3 orang  Satu orang sebagai anggota senior.1 Kualifikasi Kemampuan :  Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP).  Patroli di daerah konflik. Patroli Dialogis Bila mendatangi kegiatan keamanan lingkungan agar lakukan komunikasi kamtibmas / bimbingan penyuluhan.pengaturan Lalu-lintas dalam rangka pengamanan kegiatan masyarakat.  Memroses Tipiring. Konfigurasi standard.  Melakukan tindakan Represif Tahap Awal.  Satu orang sebagai anggota yunior. Patroli sepeda motor dilaksanakan minimal 2 (dua) orang anggota Polri dengan menggunakan 1 unit sepeda motor terdiri dari : Satu orang sebagai anggota senior. Patroli bersepeda dilaksanakan oleh minimal 2 (dua) anggota Polri. 6. 1 (satu) orang satu unit sepeda terdiri dari : Satu orang sebagai anggota senior. Satu orang sebagai anggota yunior.  Komunikasi verbal.1.   d. b. Unjuk rasa lakukan tindakan awal dengan Negosiasi. Patroli Simpatik Bila menemukan kemacetan Lantas segera lakukan pengaturan lantas. Patroli Negosiasi Bila melihat kasus perkelaian kelompok. 6. FUNGSI TEKNIS SABHARA 44 .2. Satu orang sebagai anggota yunior.

1 Umum a. b. Satu s/d dua orang sebagai pengemudi. Patroli berkuda dilaksanakan minimal 2 (dua) orang anggota Polisi dengan menggunakan 2 (dua) ekor kuda Polisi terdiri dari :  Satu orang sebagai anggota senior. Satu orang sebagai anggota yunior Mini bus : 1 minibus diawaki 4 orang. Patroli daerah konflik dilaksanakan minimal 1 (satu) regu / 10 orang dengan 2 (dua) unit Ranmor minibus atau 1 (satu) unit Ranmor truk/Rantis terdiri dari : Satu orang sebagai Kepala Regu. Gampol yang berlaku sesuai ketentuan Kelengkapan perorangan Sabhara Polri terdiri dari : Sabuk Sabhara Selempang Pet / Helm / Topi Lapangan (sesuai kegiatan). Dua orang sebagai anggota yunior. Patroli Perairan dilaksanakan oleh unit patroli Perairan (diatur dengan ketentuan tersendiri). Pickup : 1 pick-up    diawaki 6 orang Satu orang sebagai anggota senior.3. Empat orang sebagai anggota yunior.  Satu orang sebagai anggota yunior. Satu orang sebagai anggota senior. Tongkat T" Borgol Peluit Tanda Kewenangan Ransel serbaguna (untuk di daerah konflik atau patroli jarak jauh dengan berjalan kaki). Patroli Satwa Anjing dilaksanakan minimal 4 (empat) orang anggota Polisi dengan menggunakan 2 (dua) ekor anjing Polisi terdiri dari : Dua orang sebagai Pelindung. Satu orang sebagai operator komlek.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   Satu orang sebagai pengemudi. Dua orang sebagai Pawang.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 45 . Satu orang sebagai pengemudi. Enam s/d tujuh orang sebagai anggota. Satu orang sebagai pengemudi.3. 6. Peralatan dan Perlengkapan 6.

f.1 Mengecek kerapihan gampol dan sikap tampang 7.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI c. Manajemen Patroli 7.1. Persenjataan Revolver untuk Kepala Regu Senpi laras panjang untuk daerah konflik. Kendaraan Sepeda Ranmor R2 Ranmor R4 1.1. Perlengkapan mobil patroli Perangkat pengeras suara Lampu Rotator Publik address Senter PPPK Senter pengatur lalu-lintas 6. Alat transportasi air (di daerah rawa dan sungai) Alkom Telepon imp Handy Tatky{HT) Megaphone g.2 Mengecek perlengkapan/peralatan antara lain :  Senjata Api  Borgol. Tahap Persiapan 7. d. 4. 2. 7.3.  TKP Kit  Alat Sistem Posisi geografi (Geographic Positioning System/GPS). 3.2 Khusus  Kendaraan Taktis / Kendaraan khusus untuk daerah konflik.1.  Tongkat "T"  Lampu senter  TKP Kit  Kendaraan patroli FUNGSI TEKNIS SABHARA 46 . Sedan Minibus Pick-up Truk e.

 KTA  Buku catatan  Surat Perintah  SIM. Berkomunikasi dengan masyarakat dengan maksud memperoleh informasi-informasi penting bagi tugas Kepolisian.    c. Mendatangi tempat-tempat penyelenggaraan keamanan swakarsa untuk koordinasi dan saling tukar menukar informasi : Pos kamling. setiap unit patroli yang telah berada di lapangan harus melaksanakan tindakan sebagai berikut : a. FUNGSI TEKNIS SABHARA 47 . Memberikan peringatan kepada masyarakat yang karena ketidaktahuannya melakukan pelanggaran.1.1. Tahap Pelaksanaan 7. b. Kegiatan masyarakat lainnya. Pos-pos keamanan lainnya. STNK  Blanko Ren Giat Patroli  Blanko Laporan Patroli 7. Mendatangi sentra-sentra kegiatan masyarakat yang bersifat situasional : Keramaian.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 7. Pos satpam.2. sasaran Patroli Cara bertindak Hal-hal khusus yang perlu atensi    h. Memberikan peringatan kepada warga masyarakat yang lalai mengamankan diri dan harta bendanya : Lupa menutup pintu Jemuran masih berada di luar. Mewaspadai kemungkinan berubahnya PG menjadi GN. f. Menjelajahi daerah dan route yang telah ditentukan dan melihat kemungkinan adanya kerawanan.2. Route. g.3 Mengecek administrasi/Surat-surat .    d.4 AAP    7. e.1 Umum Secara umum. Pertunjukan. Parkir kendaraan tanpa dikunci/di luar dan lain-lain. Memberikan perlindungan dan pengayoman yang diperiukan masyarakat.

maka ambil sikap depan senjata. Mengenali daerah patroli Kenah bangunan yaitu letak bangunan.waktu menoleh dan gunakan panca indera ke-enam (perasaan). l. Melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian. sehingga dapat melihat /mendengar sesuatu untuk dilaporkan atau diambil tindakan seperlunya.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI i. tidak bermain / bersendagurau dan dilarang merokok atau bersikap tidak pantas. sewaktu . berwibawa. Kenali jalan-jalan yaitu arah. Tindakan petugas Posisi Berjalan yaitu Tindakan petugas patroli harus berdasarkan norma / peraturan / instruksi dan atasan. Sikap Petugas Petugas berjalan dengan tegap.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 48 .2 Khusus Sesuai dengan cara melaksanakan patroli. tujuan. 1. instansi pemerintah dan obyek vital. tokoh masyarakat. Kenali penduduk/ masyarakat yaitu pejabat. Bila keadaan bahaya. sopan santun.    4. tampang harus bersih. Senjata api genggam agar dimasukkan dalam holster yang tertutup. adat istiadat. Mencatat informasi yang didapat di kawasan patroli (dalam buku catatan patroli) Yang diperoleh dari masyarakat Yang ditemukan sendiri. Mengambil tindakan terhadap pelanggaran Tipiring.     3. 7.2. Pandangan ke depan. Bila keadaan aman. maka senjata api bahu disandang di pundak kanan (bila hujan laras dibawah). k.  Patroli Jalan Kaki. j. Melakukan tindakan represif tahap awal.   m. dan tempat yang rawan. Senantiasa bersikap 3 S (Senyum-Sapa-Salam) Cara membawa senjata api sesuai ketentuan : Peluru ada di magazen dimasukkan ke senjata dan dikunci. Melaporkan perkembangan situasi daerah patroli.   2. bersikap ramah. tokoh agama. gedung. secara khusus melaksanakan kegiatan sebagai berikut : a.

1. bel. Sesekali berjalan kearah semula. Berhenti di tempat tertentu dan bila bertemu orang sesekali diajak bicara. alkom. Sikap petugas Patroli bersepeda Sikap di sepeda tegap. sadel. dapat berjalan kaki dengan sepeda dituntun. Berhenti sebentar di persimpangan dan di tempat terlindung serta lihat ke segala arah. FUNGSI TEKNIS SABHARA 49 . Memberikan bantuan bila diperlukan patroli berjalan kaki. penjagaan malam tidak nampak kesibukan khusus (keramaian rapat. pengajian).   2. Hal yang perlu diperhatikan sebelum pelaksanaan patroli bersepeda antara lain : Cek sepeda rem. lampu berco. Berhenti dan melihat kebelakang.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI          b. stir. Kenali route wilayah patroli untuk mengetahui situasi atau keadaan yang ganjil misal : pintu/jendela yang terbuka. mungkin ada informasi yang penting (terutama di daerah yang rawan). Patroli Bersepeda. instansi pemerintah dan obyek vital Kenali jalanan arah jalan. Pandangan bebas Bawa senjata api sesuai ketentuan yaitu senjata api bahu dibawa di punggung senjata (laras di pundak kiri). Pada tempat-tempat yang dianggap rawan. adat istiadat. tujuan. Cek peralatan kunci. petugas yang satu berhenti dan melihat ke belakang. daerah yang rawan. Perhatikan hal-hal yang bersifat ganjil. Berjalan berbanjar di sebelah kiri jalan dan tidak terlalu cepat. tokoh agama. Laporkan situasi bila ada hal yang ganjil segera dilaporkan pada atasan untuk meminta bantuan. Kenali penduduk /masyarakat : pejabat.        Berjalan di tepi jalan sebelah kiri Berjalan sebelah menyebelah (petugas yang satu sebelah kiri dan satu sebelah kanan) agar dapat bergerak dengan leluasa. tokoh masyaraKat. megaphone. Jangan mengikuti route yang tetap. pompa. gedung. Mengenali daerah patroli Kenali bangunan : letak bangunan. sementara yang lain berjalan terus demikian secara bergantian terutama pada malam hari dan di tempat yang sunyi. Pada malam hari sepeda harus berlampu.     3. ban. senter.

instansi pemerintah. 4. 1. kebakaran.    Roda dua (Sepeda motor) Sikap patroli sepeda motor Sikap petugas tegap Pandangan bebas Membawa senjata api sesuai ketentuan. tokoh agama.     8. iklim. Sengaja menghindarkan diri dari patroli Parkir tidak wajar Kendaraan yang mencurigakan Kendaraan yang melanggar peraturan lain lintas agar diambil tindakan sesuai prosedur. daerah rawan Kenali penduduk/masyarakat : pejabat. Memberikan bantuan bila diperlukan oleh Patroli bersepeda dan berjalan kaki.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 4. Tindakan petugas Adakan tindakan pertama yaitu melakukan pelayanan terhadap masyarakat dan tindakan segera apabila menemukan kasus tertangkap tangan. obyek vital Kenali jalan-jalan arah. Sebagai penghubung dan dengan patroli berjalan kaki dan patroli bersepeda. Mengenal daerah patroli meliputi : Kenali bangunan : letak bangunan. tempat yang berbahaya. adat istiadat. 6. Tindakan petugas patroli sepeda motor:      7. 5. rawa. tujuan. c. Perhatikan tempat-tempat rawan dan kendaraan di jalan yang : Berjalan tidak wajar. gedung gedung. tokoh masyarakat. FUNGSI TEKNIS SABHARA 50 . Kenali medan : pegunungan. cuaca. kecelakaan lalu-lintas dan lain sebagainya. Kecepatan sedang agar dapat melakukan pengamatan. sungai. Mengikuti peraturan lalu-lintas koordinasi 3.

kecelakaan lalu-lintas. 3. 4.    3. Tindakan petugas patroli meliputi : Adakan tindakan pertama pelayanan masyarakat dengan segera. pengenalan jalan. Parkir tidak wajar. Bersopeda dan berjalan Kaki. Sasaran Patroli PG dan GN yang terdapat pada blok atau lingkungan yang menjadi daerah Patroli. Memberikan bantuan bila diperlukan oleh Patroli berjalan Kaki.   2. e. Kecepatan sedang agar dapat melakukan pengamatan. bersepeda dan bersepeda motor. 8. pengenalan penduduk. 2. kecelakaan lalu-lintas. Hal yang harus diperhatikan apabila berpatroli menggunakan kendaraan bermotor. kebakaran dan lain-lainnya. Mengenali daerah patroli yang sering dilalui ineliputi : pengenalan bangunan. Patroli dalam kota Dilaksanakan oleh Unit Patroli Sabhara. kebakaran dan lain-lainnya. Metode yang digunakan Berjalan kaki Bersepeda. Sebagai penghubung dan koordinasi dengan patroli bersepeda Motor. 6. Mengendarai kendaraan roda dua dan roda empat. 4. d. 1. Sengaja menghindarkan diri dari kendaraan patroli.      7. FUNGSI TEKNIS SABHARA 51 . Sikap petugas di atas kendaraan Sikap tegap Pandangan bebas Mengikuti peraturan lain lintas. yaitu tertangkap tangan. pengenalan medan. Kendaraan yang menlanggar peraturan lalu-lintas agar diambil tindakan sesuai prosedur. agar kecepatan disesuiakan untuk pengamatan yang baik. Kendaraan yang mencurigakan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Adakan tindakan pertama yaitu melakukan pelayanan masyarakat dengan segera apabila menemukan kasus tertangkap tangan. Perhatikan tempat-tampat rawan dan kendaraan dijalan yang : Berjalan tidak wajar. 5. Roda empat 1.

Patroli berkuda (diatur dengan ketentuan tersendiri). Setiap melintas didaerah tertentu (rawan) tentukan tempat-tempat penyelamatan.   g.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI f. Ketentuan lain FUNGSI TEKNIS SABHARA 52 . separatis melakukan kegiatan Tentukan route patroli. didengar dan dialami selama patroli serta kondisi anggota unit. Patroli Antara Kota Dilaksanakan oleh Unit Patroli Sabhara. 5. 3. Selama patroli selalu dalam keadaan siap siaga. 2. 1. 2.  Melapor kepada Kajaga / KS SPK tentang kedatangannya sekaligus melaporkan semua yang dilihat. Dilaksankan dengan menggunakan ranmor roda dua dan roda empat. Patroli dengan satwa anjing (diatur dengan ketentuan tersendiri). Setiap Unit Patroli antar kota wajib menyinggahi satwil yang berada pada jalur patroli untuk melaporkan dan mendapatkan informasi sebelum melanjutkan patroli. Hal yang perlu diperhatikan : Apabila penemuan PG maupun GN pada saat berada dalam wilayah Yuridis satuan kewilayahan agar mengambil TPTKP dan selanjutnya menyerahkan penyelesaiannya kepada Satwil yang berwenang. Dilaksanakan secara Overtap melintas wilayah yuridiksi satuan wilayah yang saling berbatasan sampai pada satuan kewilayahan terdekat (Mungkin Polsek / Polres / ). Melaporkan kedatangannya pada Satwil terdekat.  Menyerahkan hasil pelaksanaan patroli yang menyangkut penanganan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian (TPTK)/Tipiring (tahanan. barang bukti dan lain-lain). 1.3. 4.      7. 3. Patroli Perairan (diatur dengan ketentuan tersendiri) Patroli daerah konflik Memberikan rasa aman kepada masyarakat Mencegah oknum – oknum provokator. 8. Tahap Pengakhiran Setiap unit patroli yang kembali dan melaksanakan tugas patroli agar :  Apel konsolidasi sekaligus melakukan pengecekan peralatan / perlengkapan. pada waktu kembali jangan melewati route berangkat patroli.  Menyerahkan laporan tertulis tentang hasil pelaksanaan patroli.

Ketentuan lain yang berkaitan dengan petunjuk kegiatan ini sepanjang tidak bertentangan dapat digunakan sebagai rujukan agar lebih memantapkan pelaksanaan tugas patroli. Sistem laporan menyesuaikan dengan prosedur hirarki yang berlaku.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI     Dukungan administrasi dan logistik menggunakan sarana dan fasilitas organik yang tersedia. Untuk mendapatkan nilai aplikatif yang optimal tidak menutup kernungkinan Kasatwil menjabarkan dalam bentuk "Urut-urutan Tindakan" sesuai dengan situasi dan kondisi wilayah masing-masing. FUNGSI TEKNIS SABHARA 53 .

Menjelaskan Konfigurasi Standar    2. Pengawalan VIP adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk mengamankan/melindungi pejabat tertentu selama melakukan kegiatan agar tidak terancam jiwanya (pelajaran khusus VIP). 2. mengamankan barang berbahaya tersebut dari tindak kejahatan/sabotase dari pihak lain. Memahami Pengetahuan Tugas Pengawalan. Peraturan Kababinkam Polri No. 2.    FUNGSI TEKNIS SABHARA 54 . Pengawalan barang berbahaya adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk melindungi. 9. Pengawalan. 6. 7. 3. Dasar UU. Menjelaskan Peranan Pengawalan. 10 Tahun 2009. keselamatan atas jiwa dan harta benda dari satu tempat ke tempat lain. tentang Pengawalan Melakukan Pentahapan Kegiatan Melakukan Pengawasan dan Mengerjakan Rencana Kegiatan Menjelaskan Pengertian Pengawalan. Indikator Hasil Belajar Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab VI. Menjelaskan Tujuan Pengawalan. diharapkan peserta didik dapat : 1. Pengawalan Tahanan adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota Polri untuk mengamankan/melindungi tahanan agara tidak terancam jiwanya dari gangguan orang lain atau melarikan diri. Pengawalan 1. 2 Tahun 2002 Skep Kapolri No. Pengawalan. 5.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB VI MANAJEMEN PENGAWALAN Kompetensi Dasar 1. Menjelaskan Tugas Pengawalan.  Pengertian Pengawalan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh anggota Polri untuk menjaga keamanan. No. Menjelaskan Sasaran Pengawalan. Pengendalian Pengawalan. 8. 4. Menerapkan Kegiatan Tugas Pengawalan. tanggal 31 Desember 2009. Pol : Skep/263/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang Pengawalan.

2. Peranan pengawalan Pengawalan merupakan tulang punggung ( back bone ) Polri dalam upaya mencegah segala bentuk kejahatan / gangguan Kamtibmas.1. Mencegah terjadinya segala bentuk gangguan kamtibmas / pelanggaran Hukum / tindak pidana yang berhubungan langsung dengan kelancaran Pengamanan kegiatan pengawalan selama perjalanan sampai tiba di tempat tujuan.2. 3. Untuk memberikan pengamanan dan keutuhan harta benda yang menjadi obyek pengawalan Sasaran Untuk membantu proses hukum terhadap tahanan.   3. Mencerminkan kesiap siagaan Polri setiap saat sepanjang waktu dalam upaya pemeliharaan dan menjamin Kamtibmas.2. Agar tahanan terhindar dari gangguan pihak lain. FUNGSI TEKNIS SABHARA 55 .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3.2. Untuk menjaga keamanan terhadap barang berbahaya agar tidak terjadi peledakan.1. Konfigurasi standard  4. 4. kebakaran maupun sabotase dari pihak lain. 3. Untuk mencegah agar tahanan tidak melarikan diri. Penampilan kegiatan pengawalan merupakan perwujudan kehadiran Polri ditengah masyarakat.  Memberikan pengamanan dan keselamatan terhadap orang sampai tujuan.1 Tahanan    3.2 Orang   4. Tugas dan peranan Pengawalan Tugas Pengawalan Melaksanakan perlindungan dan Pengamanan terhadap orang / barang dalam perlindungannya dengan aman. Tujuan dan Sasaran Pengawalan Tujuan Untuk memberikan pengamanan dan keselamatan terhadap orang dan tahanan. Melakukan tindakan pertama di tempat kejadian. tertib dan utuh sampai tujuan.     5.

1. Revolver Laras panjang Angkutan Ranmor roda 4  Sedan  Minibus  Pick up  Truk  Rantis Alat angkut lainnya  Kereta api  Kapal Laut  Perahu  Pesawat terbang Alkomlek  Telepon/Handphone  Handy Talky (HT)  5.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 5. Tahap Persiapan 6. Kemampuan Kemampuan yang harus dimiliki oleh anggota pengawalan      6.3. KTA.1 Cek perlengkapan    Surat perintah tugas. KTP.1. perbekalan.2. b. Perlengkapan Gampol yang berlaku sesuai ketentuan Persenjataan a. FUNGSI TEKNIS SABHARA 56 .    a.1. Bela diri Mahir menembak Kemampuan mengemudi Menguasai rute yang dilalui Menguasai teknik dan taktik pengawalan Manajemen Pengawalan 6.  Personel Pengawalan orang/tahanan dilaksanakan oleh anggota Polri minimal 2 (dua) orang atau disesuaikan dengan jumlah tahanan yang dikawal. Pengawalan barang berharga dan barang berbahaya dilakukan oleh anggota Polri minimal 2 (dua) orang. Periksa identitas diri. b.  5. Periksa perlengkapan buku saku. pulpen.

Catat dan buat tanda terima bukti penyerahan dan ditandatangani.1. pembungkusan/penyegelan. jumlah. jumlah. Bila dalam rangkaian kegiatan yang diduga tidak selesai (sidang pengadilan) adakan pengamanan di sekitar lokasi dan tunggu sampai selesai. kunci-kunci.   Periksa Keamanan dan kelayakan kendaraan (rem. kotak P3K. Hindari komunikasi dengan tahanan pada saat pengawalan berlangsung serah terimakan tahanan dengan baik setelah samapai tujuan. ukuran.1. Periksa perlengkapan. periksa tahanan dengan cermat sehingga petugas yakin dan perhatikan kondisi tahanan. STNK. Pemberian petunjuk – petunjuk / konsignes. dan 6. jenis. keadaan cuaca. jaga jarak sedemikian rupa. bila tahanan tampak berbahaya rapatkan jarak . lak. rute yang dilalui. keadaan umum. jabatan).3 Periksa obyek pengawalan   Periksa keadaan tahanan. bertanggung jawab kepada siapa). pengaturan dan pembagian tugas sesuai kebutuhan (harus jelas siapa mengerjakan apa. FUNGSI TEKNIS SABHARA 57 .  6. Periksa dokumen pembungkusan. tali besar dan dongkrak. dan rute cadangan pengawasan khusus terhadap tahanan yang berbahaya. jarak yang di tempuh.4 Menerima AAP  Pembagian tugas. Pengawalan dengan menggunakan Ranmor R–4   b. pompa. kesehatan tahanan dan kondisi umum tahanan. ban.   Pengawalan berjalan kaki Pengamanan terhadap tahanan. tindakan darurat dan penggunaan senpi dan lain-lain. penjelasan waktu. SIM. Petugas berada di belakang tahanan. oli. bentuk ciri-ciri. borgol kedua tangan tahanan ke belakang. Posisi petugas. klakson.  6.1 Pengawalan Tahanan a. stir.1. Periksa keadaan borgol apakah dalam keadaan baik/layak pakai beserta kuncinya.2 Cek Kendaraan  lain-lain. Tahap Pelaksanaan 6. BBM. Periksa keadaan barang berharga. barang milik negara. lampu merah pada kap mobil. Lakukan pemborgolan. lampu. Periksa surat kendaraan dan pengemudi. segel lak. ciri-ciri dan keadaan umum. alat pemadam.2. lampu rotator dan sirene. petugas pembawa dokumen (nama. jumlah tahanan. dan lain-lain).LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 6.2.

hindari perjalanan malam hari dan apabila terpaksa harus bermalam di perjalanan usahakan dititipkan di kantor Polisi terdekat. gunakan sirene/lampu rotator. pintu WC tidak boleh ditutup.      d. Bila jarak cukup jauh tentukan route yang ditempuh dan waktu pemberangkatan. Kepala/komadan pengawalan duduk pada bagian depan disamping pengemudi sebagai pengendali selama perjalanan. didahului oleh petugas pengawal. kemudian tahanan dijauhkan dari kerumunan orang. Patuhi peraturan yang berlaku diatas kapal Perahu Tahanan membantu mendayung Dilarang melakukan pada malam hari. Lakukan koordinasi dengan Kapten kapal.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI     Tahanan di borgol. hal ini untuk mencegah tahanan dapat melarikan diri atau bunuh diri. Kapal Bermesin   ada. Posisi pengawal dengan tahanan duduk berdampingan. Untuk naik ke gerbong kereta api. Tempatkan tahanan di ruang khusus (sel) kapal apabila      e. Tiba di statsiun tujuan.   FUNGSI TEKNIS SABHARA 58 . di cek jumlah tahanan. Jika tahanan ingin pergi/masuk kamar kecil (WC) ia harus dikawal. Posisi petugas pengawal duduk didepan dengan tetap waspada. Di dalam gerbong kereta api. Kecepatan kendaraan disesuaikan dengan sesuai lalu lintas. maka atas izin dari Kapten kapal dapat ditempatkan pada tempat lain yang memenuhi syarat keamanan.. Semua tahanan yang dikawal tetap diborgol kecuali jika mereka sudah dalam sel terkunci. tahanan tetap dalam keadaan diborgol dan satu sama lainnya diikat dengan tali. pengawal pertama harus turun terlebih dahulu kemudian diikuti oleh para tahanan dalam keadaan diborgol dan diikuti pengawal lainnya. kemudian disusul oleh para tahanan satu persatu sampai habis dan di susul oleh pengawal lainnya. Setelah tiba di stasiun pemberangkatan pengawal mengadakan pengamanan tempat menunggu para tahanan. Pengawalan tahanan dengan menggunakan kerta api. kondisi tahanan. Pengawalan tahanan dengan menggunakan transportasi air c. perintahkan naik kendaraan satu persatu dan duduk berhadapahadapan. jika terpaksa bermalam maka dititipkan di kantor polisi terdekat Pengawalan dengan perahu hanya dipergunakan pada perairan yang dangkal Pengawalan tahanan dengan menggunakan pesawat terbang Usahan tahanan langsung menuju pesawat.  Jika tahanan yang dikawal jumlahnya banyak dan ruangan sel dalam sempit.

Laporkan posisi setiap saat melaui alkom yang ada. Adakan serah terima kepada petugas yang berhak menerima dan buat berita acara penyerahan barang-barang tersebut. Pengawalan tahanan wanita Pengawalan tahanan wanita harus didampingi oleh anggota Polwan. 3. Mengendarai sepeda motor dengan cara yang benar.  Sampai di tempat tujuan Kumpulkan seluruh petugas dan pembawa barang-barang satu persatu bersama-sama barang yang dibawa. 2. Adakan pergantian / aplus bagi pembawa barang dan tentukan waktu serta tempat istirahat. Hal yang perlu diperhatikan oleh pengawal.   Tahanan tetap dalam keadaan diborgol Upayakan kendaraan penjemputan menuju pesawat.   Dengan berjalan kaki Persyaratan keamanan barang Periksa barang akan dikawal antara lain jumlah barang. Gunakan sirene/lampu rotator. pembungkus. Atur kecepatan sesuai situasi lalu lintas. Bila jarak yang ditempuh cukup jauh dengan medan yang berat tambah kekuatan personel / pengawal. hindari medan yang sulit.2 Pengawalan barang-barang berharga a. 2. Posisi barang berada ditengah.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   f.      FUNGSI TEKNIS SABHARA 59 .2.  Perhatian bagi pengawal Hindari perjalanan pada malam hari (bila terpaksa hubungi kantor Polisi yang akan dilalui) Laporkan posisi setiap saat pada kesatuan melalui alkom yang ada.  Dengan bersepeda motor Formasi pada saat berjalan satu sepeda motor sebagai pembuka jalan. label/lak apakah masih utuh sedangkan penanggung jawab tetap dari instansi pengguna/pemilik. Selama dalam perjalanan Atur kecepatan langkah selama dalam perjalanan.  b. disamping. 6. 2. sedangkan pengawal lainnya berada dibelakang.   1. 1. cari yang terdekat. Pembagian tugas Lakukan pembagian tugas dengan jelas siapa yang berada di depan. Tentukan pembawa barangbarang (dari instansi pengguna). Petugas pengawal tetap waspada dan tahanan tetap diborgol demi keamanan. 1. serta dibelakang.

  Dengan menggunakan Ranmor R – 4 Formasi pengawalan prinsipnya sama dengan pengawalan menggunakan sepeda motor. Mengecek keamanan. Hal-hal yang perlu diperhatikan : 1. Mengecek kesehatan tahanan/orang. menendang. keutuhan barang-barang yang dikawal.3. Jangan mengadakan gerakan yang kurang etis (berdiri. Gunakan peluit dalam keadaan macet atau tertahan. Bagi kendaraan penutup cegah jangan ada yang mendahului 2. 2. Jaga jarak kendaraan 3. Jangan sekali-kali melepaskan pegangan stang/stir sepeda motor.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 1. c. agar melakukan: Apel konsolidasi sekaligus melakukan pengecekan peralatan/perlengkapan. 6. Perhatikan bila ada perubahn route yang mendadak dan segera laporkan pada Induk Kesatuan.     FUNGSI TEKNIS SABHARA 60 . 3. menghardik) kepada pengendara lain. Pasang sabuk pengaman Tahap Pengakhiran (Pengawasan dan Pengendalian) Setelah melaksanakan tugas pengawalan. Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas pengawalan.

3. FUNGSI TEKNIS SABHARA 61 . Pasal 111 ayat (3) KUHAP : Penyelidik dan penyidik pembantu yang telah menerima laporan segera datang ke tempat kejadian. 2.     Dasar Hukum Pasal 7 ayat (1) huruf b KUHAP : Penyidik karena kewajibannya mempunyai wewenang melakukan tindakan pertama di tempat kejadian. Menerapkan Pengetahuan Tentang TPTKP. 4. 2. dan melarang setiap orang untuk meninggalkan tempat selama pemeriksaan belum selesai. 5. Memahami Pengetahuan Tentang TPTKP. 1. 7. Menjelaskan Pengertian TKP dan TPTKP Menjelaskan Dasar Hukum TPTKP. Menjelaskan Pengetian TKP Menjelaskan Cara Bertindak di TKP Melakukan Penanganan TPTKP Melakukan Pengawasan dan Pengendalian TPTKP Melakukan Pelaporan Tentang TPTKP Melakukan Kegiatan TPTKP Pengertian Tempat Kejadian Perkara (TKP) adalah tempat dimana telah terjadinya suatu tindak pidana atau tempat-tempat lain dimana ditemukan barang bukti yang ada hubungannya dengan tindak pidana tersebut. Indikator Hasil Belajar Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab VII. 6. 8. diharapkan peserta didik dapat : 1. Tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP) adalah tindakan kepolisian yang harus dilaksanakan dengan segera setelah terjadinya suatu tindak pidana untuk melaksanakan/ memberi pertolongan dan perlindungan kepada korban/anggota masyarakat serta tindakan represif tahap awal dengan tujuan agar tempat kejadian tersebut dalam keadaan status quo guna mencari kebenaran materiil dalam penyidikan perkara. 2.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB VII MANAJEMEN TINDAKAN PERTAMA DI TEMPAT KEJADIAN PERKARA Kompetensi Dasar 1.

b.2. 3.h .  Melarang setiap orang yang tidak berkepentingan untuk masuk ke TKP. 2 tahun 2002 tentang Polri : Pasal 14 huruf (1) point “ a. 5 dan 102 KUHAP Skep Kapolri No. Usahakan untuk mendapatkan keterangan dari korban tentang siapa pelaku dan saksi-saksi serta barang bukti. 5.g .i ”. tentang TPTKP. 3.1.2. b “. 12 Tahun 2009. i “ tentang melakukan TPTKP.  Dilarang menambah/mengurangi jejak/bekas barang bukti yang ada di TKP. tentang tugas umum. tentang larangan/keluar dari TKP. Peraturan Kababinkam Polri No. 3.2 Keadaan korban kritis/gawat    Catat identitas.1 Korban luka berat/ringan/pingsan      saksi-saksi. Kegiatan petugas Polri di TKP sebelum penyidik tiba adalah sebagai berikut : Terhadap tempat kejadian 3. Kirimkan ke dokter/rumah sakit terdekat. 3. Usahakan penyelamatan korban Lakukan pertolongan menurut petunjuk P3K.  Minta bantuan / partisipasi masyarakat (RT/RW/Kades) untuk mengamankan TKP atau membubarkan massa.  Rekam situasi TKP dengan handy cam / foto.  Berusaha menangkap pelaku yang diperkirakan berada di TKP. Tandai letak korban. Usahakan mendapat keterangan dari korban tentang pelaku dan FUNGSI TEKNIS SABHARA 62 .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  1. 4. Terhadap korban 3. Pasal 16 huruf (1) point “ a. Menutup dan mengamankan TKP (mempertahankan status Quo) dengan Police Line  Memerintahkan orang-orang yang berada di TKP untuk tidak/dilarang meninggalkan TKP. e . g. tanggal 31 Desember 2009. Pasal 18 huruf (1) tentang diskresi kepolisian. : SKEP/260/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang petunjuk kegiatan TPTKP.   Undang-Undang No. 2. Pasal 4.2. Pasal 15 huruf (1) point “ f. h. Catat identitas korban. Pol.

Catat identitas pelaku dan konfrontir dengan korban.3. Mengklarifikasikan saksi-saksi yang diduga keras terlibat dalam tindak pidana tersebut.  Bila posisi korban mengganggu arus lalu lintas dapat dipindahkan terlebih dahulu memberi tanda letak korban. Usahakan jangan meninggalkan TKP.2.    3. Jaga jangan sampai melarikan diri/menghilangkan/ merusak barang bukti atau merubah posisi barang bukti.5.7 FUNGSI TEKNIS SABHARA 63 . Lakukan pengumpulan barang bukti di TKP dan sekitarnya. bila perlu lakukan penggeledahan pakaian maupun badan dengan teliti dan penuh kewaspadaan. Laporan.4. Lakukan penggeledahan pakaian dan badan terhadap saksisaksi yang dicurigai terlibat serta menahannya hingga penyidik datang. mendengar.6. Beritahukan dan meminta bantuan kepada penduduk setempat agar supaya mau ikut menjaga keamanan di TKP. gambar dan rekam.  Terhadap saksi Melakukan wawancara dengan mengajukan pertanyaan kepada orang-orang/pihak-pihak yang diperkirakan/diduga melihat.  Kirimkan ke rumah sakit untuk mendapatkan visum et repertum 3.    3. Catat dan beri tanda letak barang bukti yang terpaksa dipindahkan (perubahan) dengan foto. Mengadakan pemeriksaan singkat terhadap saksi-saksi dan catat identitasnya serta melarangnya meninggalkan TKP untuk sementara waktu. mengetahui atau mengalami kejadian tersebut. Terhadap barang bukti Jaga jangan sampai rusak/hilang atau berubah letaknya. Terhadap pelaku Cari.  Usahakan tidak terlalu banyak menyentuh korban. tangkap dan geledah pelaku yang diperkirakan masih berada di TKP dan sekitarnya. jika perempuan dilakukan oleh Petugas Polwan Pemberitahuan Segera hubungi kesatuan Polri terdekat dengan menggunakan alat komunikasi elektronik yang ada atau caraka.    3.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 3.    3.3 Korban meninggal dunia  Jaga agar tetap pada posisinya tidak perlu terburu-buru mengangkat / memindahkan korban.

Menyiapkan administrasi Visum Et Repertum ( V. ) bila diperlukan. Nama dan alamat pelaku dan saksi. Tugas dan kewajiban Ka SPK dalam melaksanakan / melakukan TPTKP   5. maka dalam pelaksanaan TPTKP dilakukan oleh unit-unit operasional tersebut dengan pengawasan dan pengendalian dibawah kendali Ka SPK. Mekanisme kegiatan fungsi Sabhara dalam penanganan TKP yang dikaitkan dengan tugas umum adalah merupakan pemberi informasi bagi fungsi-fungsi lain. Setelah menerima laporan/pengaduan tentang telah terjadinya tindak pidana. FUNGSI TEKNIS SABHARA 64 . Amankan pelaku/saksi/barang-barang bukti yang ditemukan di TKP. Jika TKP belum ada petugas pengamanan. Mencari saksi-saksi yang mencatat identitasnya serta diperintahkan untuk tetap tinggal di tempat guna dimintai keterangannya sehubungan dengan tindak pidana yang terjadi. Intelkam. Lakukan penggeledahan/penyitaan barang bukti yang ada pada tersangka terutama yang ada kaitannya dengan tindak pidana yang terjadi. Membuat sketsa kasar/catatan kejadian sebagai bahan pembuatan laporan/berita acara pendapatan. Serah-terimakan semua kegiatan penanganan TKP selanjutnya kepada petugas olah TKP. Bagi kesatuan yang tidak memiliki Ka SPK maka orang yang ditunjuk/yang diberi tanggung jawab tersebut berfungsi dan bertindak seperti Ka SPK termasuk menangani TKP.1.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI      4.2.     Jika di TKP sudah ada petugas yang melakukan pengamanan TKP maka kegiatan selanjutnya adalah : Perkuat/sempurnakan penutupan dan pengamanan TKP (pertahankan status quo). Memberitahukan keluarga korban bila ada korban.R. Organisasi Tugas di TKP Bagi kesatuan yang memiliki Ka SPK yang membawahi unit-unit operasional (Reskrim. Lantas.     5. Pisahkan saksi-saksi yang satu dengan yang lainnya agar supaya tidak saling mempengaruhi sehingga akan menyulitkan petugas selama mendapatkan keterangan yang sebenarnya.E. Semua barang bukti yang didapatkan/diamankan.  Setelah petugas dari fungsi Teknis datang (Serse/Lantas) segera melaporkan semua kegiatan yang telah dilaksanakan. maka Ka SPK beserta unsur-unsur operasionalnya segera mendatangi TKP untuk memimpin serta mengendalikan TPTK sebagai berikut : 5. Semua perubahan yang terjadi selama dalam melakukan kegiatan TKP. dan Binamitra).

Minta bantuan masyarakat setempat (RT/RW/Kades) bila perlu. Mengamankan barang bukti yang ditemukan di TKP maupun pelaku dan korban. 5. 5. Tempat kejadian perkara.       7.  Catat waktu dan cuaca pada saat tiba di TKP  Pengamatan umum situasi di TKP  Pengamatan secara khusus terhadap Barang bukti di tempat kejadian. 7. Ketua tim masuk ke TKP melakukan pemeriksaan dengan membawa tanda-tanda. Tutup dan amankan TKP sehingga menjadi status quo. 7.  Pasang Police Line  Jaga TKP jangan sampai rusak (orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk). Saksi.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI      Melakukan pertolongan kepada korban.   Kualifikasi kemampuan yang harus dimiliki seorang petugas TPTKP : Kemampuan kecepatan mendatangi TKP Kemampuan pengaturan lalu lintas Kemampuan menembak mahir Kemampuan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) Kemampuan berkomunikasi yang baik Kemampuan pengamatan dan penggambaran Peralatan dan perlengkapan Umum Gampol yang berlaku sesuai ketentuan Kelengkapan perorangan Sabhara Polri Sabuk Sabhara Selempang Pet Tongkat “T” Borgol Peluit Tanda kewenangan FUNGSI TEKNIS SABHARA 65 . Usahakan tangkap pelaku bila masih berada di TKP. Usahakan mencari saksi/orang yang mengetahui /mengalami.1. pelaku dan korban.3. Jangan menambah atau mengurangi bukti di TKP. Atur posisi anggota.  Beri tanda jalan masuk maupun keluar pelaku. 6. 8. Amankan pelaku bila masih ada di TKP. Taktik dan Teknis dalam TPTKP. 6.

Sasaran Korban TKP Pelaku Saksi-saksi Barang bukti Bukti petunjuk lainnya Tahapan-tahapan dalam kegiatan TPTKP : Tahap persiapan Menyiapkan personel Kendaraan dan alat komunikasi Penyiapan Sabhara Kit APP : Penjelasan tugas Cara bertindak Penentuan route terpendek 4. senter.     1. tali. Sebagai dasar dimulai penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. 3. barang bukti dan petunjuk lain. 7. 2.  1.2. Persenjataan Revolver Senjata api V 2 Sabhara Kendaraan Ranmor roda dua Ranmor roda empat Alkom Handphone (HP) Handy Talky (HT) Perlengkapan khusus Sabhara Kit ( Police line.1. buku catatan ) Handy cam Kamera Tujuan dan sasaran Tujuan dilakukan TPTKP adalah : Pertolongan korban dan pengamanan TKP tetap dalam keadaan status quo.  1. 2. pembungkus barang bukti. Koordinasi dengan fungsi-fungsi Teknis dan fungsi pendukung lainnya. Penangkapan pelaku.    8. pencarian saksi. 2.1.2. 8. P 3 K. 2.       9. 9.    8. FUNGSI TEKNIS SABHARA 66 .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  1.

Pembukaan/pembebasan police line / garis polisi (oleh Ka SPK) Tahap Pengakhiran Pengecekan terhadap personel Pengecekan terhadap perlengkapan Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas Kaji ulang Manajemen Operasional TPTKP 9. Catat tempat. FUNGSI TEKNIS SABHARA 67 . Perencanaan.3.1.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  Terhadap TKP yang ditemukan langsung oleh petugas Polri dalam pelaksanaan patroli/penjagaan.     10.              9. Catat orang-orang yang berada di TKP terutama orang yang mengetahui tentang kejadian dan perintahkan untuk tidak meninggalkan TKP. pengaduan. Mengamati secara umum tentang situasi. diketahui langsung tentang terjadinya tindak pidana. tertangkap tangan. maka petugas tersebut harus menjaga status quo (menjaga keaslian TKP) Tahap pelaksanaan TPTKP Tindak Pidana/kriminalitas Lakukan pertolongan terhadap korban Pasang police line atau peralatan tali lainnya. waktu kejadian dan keadaan cuaca. 10. waktu kejadian. barang bukti dan saksi yang ditemukan.   Pengorganisasian : Menyusun kekuatan yang dilibatkan dalam kegiatan penanganan TPTKP. Menyerahkan hasil pengamanan TKP termasuk langkah-langkah yang telah diambil kepada petugas penyidik beserta pelaku. Mengamankan barang bukti dengan memberikan tanda-tanda. lokasi kejadian.2. Tangkap pelaku bila masih berada di sekitar TKP. baik orang maupun barang atau benda-benda. Menyiapkan peralatan yang digunakan di dalam penanganan TPTKP. 102. Sebagai seorang supervisor sebelum melaksakan penanganan TPTKP diharuskan membuat perencanaan penanganan TKP dengan merumuskan sasaran kegiatan yang bersumber dari :  Laporan. modus operandi dan pelaku. Membuat gambar/sketsa Membuat berita acara pendapatan di TKP Menyiapkan permintaan visum et repertum Meminta bantuan anjing pelacak bila diperlukan.  Data / konfigurasi Kamtibmas yang meliputi jumlah kejadian.  Data Potensi Gangguan yang meliputi bentuk/sifat dan lokasi.

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  TPTKP. Sebelum melaksanakan tugas setiap pimpinan agar melakukan acara pimpinan pasukan (APP) menjelaskan tentang :  Ketanggapsegeraan mendatangi TKP  Penyerahan hasil TPTKP kepada petugas olah TKP (Tersangka. dan saksi).3.4. Menyiapkan administrasi yang dibutuhkan dalam penyidikan 10. Tindakan anggota selama penanganan TPTKP. Sarana pendukung dengan menggunakan komunikasi yang ada FUNGSI TEKNIS SABHARA 68 . Barang bukti.   dan laporan. Pengawasan dan Pengendalian. Pelaksanaan. 10.

 Pengertian – pengertian Kepolisian Negara Republik Indonesia yang selanjutnya disingkat Polri adalah alat Negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. 11. kerugian harta benda dan dampak psikologis. VIII MANAJEMEN PENANGGULANGAN BENCANA Kompetensi dasar 1. penyelamatan serta pemulihan prasarana dan sarana. memahami pengertian dalam MPB. Struktur Organisasi KPL dan Manajemen penanggulangan Bencana. Indikator Hasil Belajar Setelah menyelesaikan Bab ini diharapkan Peserta Didik dapat 1. Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan/atau faktor non-alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia. 3. pemenuhan kebutuhan dasar. meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban. Pra Bencana adalah suatu keadaan belum terjadi bencana akan tetapi memungkinkan untuk terjadinya potensi bencana. 6. pengurusan pengungsi. menegakkan hukum. Dasar Hukum MPB. harta benda. Karakteristik KPL . 5. 7. 9. Penerapan KPL. Tanggap Darurat adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan. Penerapan penanggulangan dalam pelayanan tugas bila terjadi bencana manajemen 2. pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri.    FUNGSI TEKNIS SABHARA 69 . kerusakan lingkungan. Menjelaskan pengertian dalam MPB menjelaskan Dasar hukum MPB Menjelaskan Prinsip-prinsip MPB Menjelaskan penerapan KPL Mejelaskan karakteristik KPL Menjelaskan Struktur KPL Menjelaskan MPB Membuat perencanaan Pra bencana Mengorganisir Pra Bencana Memilih CB bila terjadi bencana Melakukan pengawasan an pengendalian anggota 1. perlindungan. 4. serta memberikan perlindungan. 2. 8.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB. Prinsip MPB. 10.

DVI adalah suatu prosedur untuk mengidentifikasi korban mati akibat bencana yang dapat dipertanggungjawabkan secara sah oleh hukum dan ilmiah serta mengacu pada Interpol DVI Guideline. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4168). sehingga perlu senantiasa diwaspadai/ diantisipasi secara dini dengan pilihan alternatif yang diambil sesegera mungkin secara efektif dan efisien. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 66. Status Keadaan Darurat Bencana adalah suatu keadaan yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk jangka waktu tertentu atas dasar rekomendasi sampai dengan aktivitas masyarakat berjalan dengan normal.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 70 . Pangkalan Aju adalah tempat dan atau lokasi yang terdekat dengan penanggulangan bencana dan atau bencana dimana sumber daya dapat disimpan untuk sementara waktu sambil menunggu penggunaan dan penugasan.    Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 2. yaitu dalam memberikan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana senantiasa memperlakukan dengan penuh simpatik. dan tanpa pamrih dengan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia. Dasar Hukum 2. humanis.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI         Pasca Bencana adalah mulai dinyatakan berakhirnya keadaan Tanggap Darurat dan dimulainya kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi sampai dengan aktivitas masyarakat berjalan dengan normal. krisis. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4723). Kontinjensi adalah keadaan dalam kehidupan atau tata kehidupan masyarakat yang oleh suatu sebab tertentu kehidupan tersebut sangat mungkin menjadi sumber penyebab kerawanan. Perkap No.  Prinsip-prinsip MPB cepat dan tepat. yaitu dalam melaksanakan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana dilaksanakan secara cepat dan tepat sasaran. Korban bencana adalah orang atau sekelompok orang yang menderita atau meninggal dunia akibat bencana. ramah tamah. Keadaan Darurat adalah keadaan sukar/sulit yang tidak disangka-sangka yang memerlukan penanggulangan segera. Demobilisasi adalah tindakan penghentian pengerahan dan penghentian penggunaan sumber daya nasional serta sarana dan prasarana nasional yang berlaku untuk seluruh wilayah negara yang diselenggarakan secara bertahap guna memulihkan fungsi dan tugas setiap unsur seperti sebelum berlakunya mobilisasi. sopan santun. 17 Tahun 2009 tentang Manajemen Penanggulangan Bencana 3.

gempa bumi letusan gunung berapi tanah longsor banjir angin puting beliung. yaitu dalam memberikan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana. fasilitas. yaitu dalam memberikan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana dilaksanakan secara bersih dan terbuka. sumber daya harus seragam. Karekteristik KPL Karakteristik yang dimiliki oleh KPL meliputi :     terminologi penggunaan istilah-istilah antara lain jabatan. transparan. antara lain: kecelakaan lantas berat situasi penyanderaan penanggulangan bencana bom. dan akuntabel. pesawat jatuh kapal tenggelam atau tabrakan kebocoran limbah berbahaya Polisi terlibat tembak menembak kerusuhan kebakaran dan ledakan wabah penyakit 4. 4. yaitu dalam memberikan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana senantiasa tidak memihak/membedakan asal usul dan latar belakang korban bencana.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI    objektif. hanya terhadap unit-unit yang dibutuhkan dapat diaktifkan dalam KPL. organisasi bersifat modular (bongkar pasang). bekerja sama sebagai satu tim untuk membuat sasaran dan strategi bersama. sehingga terbentuk pemahaman yang sama. antara lain:      5. sistem komando terpadu dimana instansi yang terlibat. dapat dipertanggungjawabkan secara vertikal maupun horizontal. antara lain:  kunjungan pejabat  kegiatan olahraga/konser yang besar  konferensi yang bersifat nasional/internasional keadaan darurat yang besar yang mengakibatkan beberapa penanggulangan bencana/peristiwa. rencana kegiatan dibuat untuk mencapai target operasi FUNGSI TEKNIS SABHARA 71 . baik kepada Pimpinan Polri maupun kepada masyarakat. Penerapan Komando Pengendalian Lapangan ( KPL ) pada : Penanggulangan bencana yang tidak direncanakan.1           kejadian yang direncanakan.

bagian perencanaan. 6. pangkalan penanggulangan bencana. heli spot. •               7. rencana press release.1      FUNGSI TEKNIS SABHARA 72 . Tugas Kepala KPL sebagaimana dimaksud : mendirikan pos KPL. dan bagian keuangan dan administrasi. bagian operasional. manajemen sumber daya dilaksanakan secara komprehensif dengan mengetahui jumlah. Struktur Organisasi KPL Struktur organisasi KPL terdiri dari: kepala KPL.1. dan rencana demobilisasi memastikan koordinasi tindakan dan kegiatan para staf. bagian logistik. Pos KPL. apabila KPL yang berada lebih dari satu sesuai dengan tingkat kesatuan kewilayahan dengan tujuan untuk mengelola penggunaan sumber daya yang terbatas dan memastikan tercapainya target operasi masing-masing KPL. 7. Manajemen Penanggulangan Bencana Manajemen penanggulangan bencana berpedoman pada prinsip manajemen secara umum yang meliputi: perencanaan pengorganisasian pelaksanaan pengendalian. lokasi. fasilitas penanggulangan bencana sudah ditetapkan sebelumnya meliputi pangkalan aju. komunikasi yang terintegrasi dengan memiliki kemampuan berkomunikasi antar/intra instansi. rencana kebutuhan sumber daya. 6. staf KPL. ditugaskan atau tidak dapat digunakan) dari sumber daya yang dimiliki. dan heli pad. menilai situasi darurat yang terus berubah menugaskan staf yang diperlukan menetapkan pilihan bagian-bagian dari sistem KPL untuk dioperasionalkan mengendalikan operasional bagian-bagian dari sistem KPL memberikan pengarahan atau briefing awal dan memulai proses perencanaan berdasarkan analisis fakta yang ditemukan menyetujui semua rencana antara lain rencana kegiatan. dan komando wilayah dapat dibentuk.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI      rentang kendali dilaksanakan secara efektif dan efisien yang dapat ditangani dengan prinsip satu atasan mengendalikan 3 sampai dengan 7 bawahan atau satu atasan mengendalikan 5 (lima) bawahan. dan status (tersedia.

2. kegiatan perencanaan:   Penyiapan rencana pelatihan dan penanggulangan bencana dengan menerapkan KPL Sosialisasi dalam rangka pencegahan dan pengurangan resiko bencana Dalam situasi terdapat potensi terjadinya bencana sebagaimana dimaksud diatas kegiatan perencanaannya :      8. sesuai tataran kewenangan yang dilakukan oleh: FUNGSI TEKNIS SABHARA 73 .   strategi penanggulangan bencana pemberian peringatan dini kepada masyarakat yang berpotensi korban bencana pengerahan semua sumber daya yang ada penyiapan tempat evakuasi/pengungsian penyiapan tenaga.2    7. 8.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 7.3. melakukan mobilisasi masyarakat yang berada di daerah rawan bencana. a. Penggolongan penanggulangan bencana terdiri dari tahapan sebagai berikut: pra bencana tanggap darurat pasca bencana. Penerapan Manajemen Penanggulangan Bencana Perencanaan Pra Bencana Pra Bencana merupakan suatu tindakan yang diambil dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana meliputi:  Situasi tidak terjadi bencana  Situasi terdapat potensi terjadinya bencana Dalam situasi tidak terjadi bencana sebagaimana dimaksud diatas.1. membuat surat perintah pelaksanaan pelatihan penanggulangan bencana yang menunjuk pelaksana dan peserta. alat peralatan medis dan obat-obatan. Pembentukan susunan panitia dan rencana pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf a dilakukan dengan cara: a. Pengorganisasian Pra Bencana Pengorganisasian Pra Bencana dilaksanakan melalui kegiatan: membentuk susunan panitia dan rencana pelatihan dalam penanggulangan bencana. 8.

peralatan. Kapolres dan Kapoltabes. pada pelaksana tingkat Kabupaten/Kota Kapolda pada pelaksana tingkat provinsi Kapolri pada pelaksana tingkat pusat dan BNPB. FUNGSI TEKNIS SABHARA 74 . mengadakan tempat penampungan untuk evakuasi/pengungsian korban bencana menyediakan tenaga. metode latihan (tutorial dan simulasi). Pelaksanaan Pra Bencana 9. Pelaksanaan penanggulangan pada tahap Pra Bencana meliputi :       pelatihan penanggulangan bencana sosialisasi dalam rangka pencegahan dan pengurangan resiko bencana pemberian peringatan dini kepada masyarakat yang berpotensi korban bencana pengerahan semua sumber daya yang akan digunakan.    Kapolres dan Kapoltabes. Pengorganisasian kegiatan mobilisasi masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf b dilakukan oleh: c. Mobilisasi masyarakat yang berada di daerah potensi bencana sebagaimana dimaksud dilakukan dengan kegiatan sebagai berikut:    9. dan alins/alongin melaksanakan koordinasi dengan instansi lain dalam rangka persiapan penyusunan pelatihan merencanakan kebutuhan dukungan anggaran dalam pelaksanaan pelatihan. dan obat-obatan. Pelaksanaan sebagaimana dimaksud huruf a ditunjuk oleh masing-masing Kasatker sesuai dengan tataran kewenangan. alat peralatan medis.1. memberikan peringatan dini menentukan jalur dan tempat penampungan sementara yang aman untuk mobilisasi masyarakat. d. menyediakan sarana dan prasarana pembentukan pos KPL.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI    b. pada pelaksana tingkat Kabupaten/Kota Kapolda pada pelaksana tingkat provinsi Kapolri pada pelaksana tingkat pusat dan BNPB menyiapkan sarana dan prasarana pelatihan antara lain meliputi materi baik yang bersifat internal maupun yang terkait dengan struktur organisasi KPL gabungan.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Pengawasan dan Pengendalian Pra Bencana Pengawasan dan pengendalian sebagaimana dimaksud diatas dilakukan dengan kegiatan:    menerima laporan: melakukan supervisi terhadap pelaksanaan kegiatan tanggap darurat Inspeksi mendadak secara langsung ke lokasi pada pelaksanaan kegiatan tanggap darurat. Dalam hal pelaksanaan pelatihan gabungan penanggulangan bencana pada kegiatan pra bencana. Klimatologi. dan/atau BNPB/BPBD. menggunakan anggaran yang ada pada masingmasing instansi. menggunakan anggaran kontinjensi Polri baik yang berada pada Mabes Polri dan/atau satuan kewilayahan disesuaikan dengan skala dan lokasi bencana. tanggap darurat.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 9. 11. Penanggulangan bencana yang telah dinyatakan oleh pemerintah sebagai bencana nasional/daerah. 10. dan pasca bencana. Anggaran Pra Bencana Penanggulangan bencana yang dilaksanakan oleh Polri dalam kegiatan pra bencana. dan Geofisika (BMKG) kepada masyarakat mengenai kemungkinan terjadinya bencana melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan tempat penampungan yang aman untuk evakuasi/ pengungsian korban bencana. Selain melaksanakan kegiatan sebagaimana dimaksud.2. Polri bekerja sama dengan instansi lain melakukan kegiatan sebagai berikut :    melakukan kegiatan penyuluhan melalui strategi Polmas kepada masyarakat yang berpotensi korban bencana penyebarluasan informasi dari Badan Meteorologi. menggunakan anggaran yang ada pada BNPB/BPBD.    FUNGSI TEKNIS SABHARA 75 .

LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI BAB IX MANAJEMEN TIPIRING Kompetensi Dasar 1.500.atau ditetapkan pada saat itu kecuali pelanggaran lalu lintas. 2. Pengertian Tipiring 2. konfigurasi standar Tipiring. Indikator Hasil Belajar Setelah menyelesaikan Pelajaran Bab VIII. 5. pengawasan dan pengendalian Tipiring 8. Pengetahuan Tentang Tipiring dalam pelaksanaan tugas Menerapkan kegiatan Tipiring untuk melaksanakan penegakan hukum. Pelanggaran peraturan Daerah ( Perda ) adalah pelanggaran terhadap ketentuan peraturan Daerah secara Otonomi oleh siapa saja dapat diancam denngan kurungan atau denda yang ditetapkan oleh Pemerintrah Daerah bersama-sama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) setempat. 3. 4. 1. 7. Acara Pemeriksaan Cepat FUNGSI TEKNIS SABHARA 76 . 7. dan sasaran Tipiring. hukum Tipiring. Pengertian Membuat laporan Melakukan Menerapkan/melaksa Membuat rencana Menjelaskan tujuan Menjelaskan Menjelaskan dasar Menjelaskan Tindak PIdana Ringan adalah perkara yang diancam dengan pidana penjara atau kurungan paling lama 3 bulan dan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. diharapkan peserta didik dapat : 1. Memahami kepolisian. nakan kegiatan Tipiring. hasil pelaksanaan kegiatan Tipiring. 6. kegiatan Tipiring.

saksi ahli dan juru bahasa kesidang pengadilan . 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah ( pasal. 14. 3. Pol : B / 730 / VII / 2002 ).2 tahun 2002 tentang Polri ( Pasal 3. tentang PenangananTindak pidana ringan Konfigurasi Standar Satuan Penindakan Tipiring dan Perda Kekuatan Penyidik Polri PPNS Pendukung : 6 Personil : 6 Personil : 6 Personil    3. Memorandum Of Understanding (MOU) Kapolri dan Mendagri tahun 2002 tentang Kerja sama Pem. 13. 148.2.3. Yang diperiksa menurut Acara Pemeriksaan Cepat kasus Tipiring yang menyangkut pelanggaran/kejahatan KUHP mengunakan Format berkas dan pelanggaran Pasal KUHP tertentu menggunakan Blanko Acara Pemeriksaan Cepat Tipiring Model Tilang. dalam waktu tiga hari sejak Berita Acara Pemeriksanaan selesai dibuat menghadapkan terdakwa beserta barang bukti. 143 ayat 2. 27 tahun 1983. Pol : Skep/260/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang Tipiring.      3. 15 dan 16 ) UU. dan 149. Pol : Skep/259/IV/2004 tanggal 21 April 2004 tentang buku penunjuk penindakan tindak pidana ringan ( Tipiring ) Skep Kapolri No.No. Kemampuan penyidik Tipiring Menguasai Tehnik pemeriksaan (Mempunyai Skep penyidik) Mahir berkomunikasi Menguasai Undang-undang/ Perundang-undangan yang berkaitan dengan Tipiring Terampil menggunakan komputer/mengetik Dapat melaksanakan pengamatan dan penggambaran. 8 tahun 1981 KUHAP ( Pasal 205-210 ) tentang acara pemeriksaan cepat Tipiring dan PP No.     Dasar Hukum Penindakan Tipiring UU. Surat Peraturan Kapolri No.1.binaan Ketentraman dan ketertiban (Trantibun) serta Harkamtibmas tanggal 17 Juli 2002 ( No.3. Peratutan Kababinkam Polri No. No. 119/527/SJ tahun 2002 / No.   Tingkat Polres kendaraan bermotor R-4 Jenis Minibus : 2 Unit FUNGSI TEKNIS SABHARA 77 . 2.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI Penyidik atas kuasa penuntut umum.1 Peralatan Umum a.    3. Peralatan 3.. 13 tahun 2009 Tanggal 31 Desember 2009. UU No.

Berita Acara Penangkapan.2 Peralatan khusus berupa papan pemberitahuan pelaksanaan penindakan Tipiring / penegak Perda. FUNGSI TEKNIS SABHARA 78 . perlu dilengkapi berkas-berkas ( BAP ) Prosedur Penyidikan Model Acara Pemeriksaan Cepat dilaksanakan dengan cepat.    Truck : 3 Unit Kendaraan bermotor R-2 : 6 Unit Tingkat Polsek Kendaraan bermtor R-4 Jenis khusus Kendaraan bermotor : 1 Unit : 3 Unit 3. 3.   d. murah dan langsung ( Karena CJS siap di tempat ).LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI   b.      b.  : Blanko acara Pemeriksaan Cepat Tipiring/ Penegak Peraturan Daerah/Non KUHP Model Tilang terdiri dari : Lembar warna Putih untuk pengadilan Lembar Warna Merah untuk tersangka Lembar Warna biru untuk Kejaksaan Lembar warna Kuning untuk Satuan atas Penyidik Lembar Warna Hijau untuk arsip Menggunakan Berkas perkara Biasa untuk pelanggaran KUHP : Sampul Berkas Perkara Daftar isi Berkas Perkara Resume Laporan Polisi Berita Acara Pemeriksaan ( BAP ) Saksi Berita Acara Pemeriksaan Tersangka. Daftar Saksi dan Tersangka.             c.3 Administrasi penyidik menggunakan a. Penggeledahan. penyitaan. Model Administrasi Penyidikan Blanko Acara Pemeriksaan Cepat dalam kegiatan terpadu dilaksanakan Perda yang tidak sulit Model berkas perkara prosesnya cukup lama.3. Daftar Barang Bukti Keterangan Ahli Surat Permintaan Persetujuan Penyitaan dari katua Pengadilan Negeri Surat Pemberitahuan dimulainya Penyidikan.3. kasusnya agak sulit.

2.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI  Model berkas Perkara : PPNS melewati penyidikan Polri dibawa ke Pengadilan dengan melakukan koordinasi dengan kejaksaan ( pemberitahuan ) serta koordinasi pengnadilan ( tentang hari siding ) serat memberitahukan kepada tersangka.2.     Pelaksanaan Kegiatan.  Tokoh Masyarakat Turut membantu tugas Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban umum 5. Tujuan dan Sasaran Tujuan 4. 5. Pengecekan Blanko Tipiring maupun administrasi penyidikan Berkas Tipiring dan Skep Penyidik.  Sasaran Tersangka Dapat menimbulkan efek jera  Penyidik Tipiring Meningkatkan keterampilan kepada anggota Sabhara Polri sebagai penyidik Tindak Pidana ringan (Tipiring) dan sudah mempunyai Skep sebagai Penyidik. 5.1 Penindakan terhadap Pelanggaran Pasal Tipiring tertentu baik KUHP / Non KUHP :  Tata cara penyidikan tindak pidana ringan (Tipiring) khususnya terhadap pelanggaran Peraturan daerah menggunakan Blanko Acara Pemeriksaan Cepat Model Tilang.1.1. Tahap Persiapan Menyiapkan Surat Perintah Penugasan dan menyusun Rencana Kegiatan. Adakan Acara Arahan Pimpinan (AAP) sebelum melaksanakan tugas secara jelas dan benar dan berikan penekanan untuk hindari tindakan kekerasan (Mengajar pangakuan tersangka) Tahap Pelaksanaan 5. Untuk meningkatkan keterampilan dalam penindakan terhadap masalah pelanggaran yang berkaitan dengan ketertiban dan kepatuhan hukum masyarakat sehingga masalah pelanggaran hukun ketidaktertiban yang dinilai sederhana.  Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Meningkatkan keterampilan kepada anggota PPNS dalam melakukan penyidikan terhaap Perda di lingkungannya dan sudah mempunyai Skep sebagai Penyidik. Rapat Koordinasi dengan kejaksaan. Pemda setempat.2. 4. 4. FUNGSI TEKNIS SABHARA 79 . Pengadilan. ringan tidak berkembang menjadi Tindak Pidana yang lebih besar.

 Registrasi Pengiriman Berkas Perkara dari Satuan Sabhara. 5.  Proses pemberkasan menjadi Berkas Perkara  Nomor Registrasi Berkas Perkara dari Satuan Sabhara.2. Setelah penyidik / Penyidik pembantu / Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) menerima laporan / pengaduan atau mengetahui langsung adanya Tindak Pidana Ringan (Tipiring). petugas Sabhara segera membuat Laporan Polisi. maka segera mencari saksi. terdakwa dan penyidik / penyidik pembantu agar membubuhkan tanda tangan di Blanko Tindak Pidana Ringan (Tipiring) tersebut.2 Penindakan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) khususnya Pelanggaran terhadap KUHP. didukung dengan keterangan saksi.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI          Proses Penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dapat dilaksanakan di Markas Komando maupun di luar Markas Komando yang penting dilaksanakan secara cepat dan tuntas. dan memeriksa tersangka. tersangka dan Barang Bukti (BB) yang berkaitan dengan kasusnya. maka penyidik / penyidik pembantu cukup mencatat uraian singkat alas an-alasannya (di kembar belakang) Mengingatkan kembali kepada tersangka atau kuasanya untuk dating ke Pengadilan sesuai waktu yang telah ditetapkan sebagai Jadwal Sidang Tindak Pidana Ringan.  Mendatangi TKP dan melakukan TPTKP.  Setelah menerima pengaduan. menangkap.  Pemberitahuan dimulai penyidikan  Pemeriksaan Saksi/Saksi korban  Menyita Barang Bukti (BB)  Mencari. Penyidik / Penyidik Pembantu mampu meredam emosi tersangka atau kelompok masyarakat sekitar Tempat Kejadian Perkara masyarakat sekitar Tenpat Kejadian Perkara (TKP) yang tidak puas atas tindakan hokum tersebut. Mencatat jenis Barang Bukti (BB) yang tersedia. Apabila tersangka tidak mau menandatangani.2. Setelah diadakan pemeriksaan singkat dan menemukan elemen pasal yang dilanggar . serta sudah ada pengakuan tersangka.3 Tanggung Jawab Penyidik Yang berhak melakukan penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) adalah anggota Sabhara Polri yang telah memiliki Surat Keputusan Penyidik / Penyidik Pembantu. maka penyidik / penyidik pembantu / penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) segera menulis langsung di Blanko Tindak Pidana Ringan (Tipiring) Untuk memperkuat keterangan. sedangn penyidikan terhadap pelanggaran Peraturan daerah (Perda) dilaksanakan FUNGSI TEKNIS SABHARA 80 . Putusan Pengadilan ditulis Ringan (Tipiring) khusus pelanggaran terhadap KUHP. 5.  Penyerahan Berkas Perkara ke Pengadilan dalam 3 (Tiga) hari berikut tersangka dan barang bukti. maka baik saksi.

Mengecek kembali Berita Acara Pemeriksaan dan Blanko Tipiring. Berdasarkan perumusan tersebut di atas ditentukan sasaran selektif prioritas. 7. 7.    7. Sebagai seorang Supervisor dalam penanganan Tipiring diharuskan membuat rencana Kegiatan dengan merumuskan sasaran yang bersumber pada :  Perkiraan khusus (Kirsus) Intel  Perencanaan Program Kerja Satuan Wilayah  Data Kamtibmas yang meliputi : Jumlah kejadian. Ketentuan Lain Kegiatan penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan Peraturan Daerah (Perda) didukung Anggota Rutin dan APBD setempat.  Program Kerja Pemda dan Perda. lokasi kejadian. Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan. adakah yang belum ditandatangani baik oleh tersangka maupun Saksi. FUNGSI TEKNIS SABHARA 81 . Ucapan Terima kasih kepada saksi yang telah bersedia memberikan keterangannya secara benar dan jelas.2. modus operandi dan pelaku  Data Police Hazard bentuk. waktu kejadian. sifat dan lokasi  Kalender Kamtibmas yang meliputi kegiatan Pemda. baik yang disidik oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) maupun Polri. perumusan cara bertindak dan kekuatan yang dilibatkan. sifat dan lokasi. Ketentuan yang berkaitan dengan kegiatan Penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan Peraturan Daerah (Perda) sepanjang tidak bertentangan dengan petunjuk Kegiatan Penyidikan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan Peraturan Daerah (Perda) ini masih diberlakukan Manajemen Penanganan Tipiring.3.   Tahap Pengakhiran Ketua Tim mengecek kembali Personil yang bertugas. Tahap Pengorganisasian Menyiapkan susunan kekuatan.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) dilaksanakan oleh Satuan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) 5. sasaran seleksi dan sasaran rutin. perlengkapan dan administrasi yang dibutuhkan dalam penanganan Tipiring. Format Berkas Acara Pemeriksaan Cepat Tipiring dan Perda maupun Format Berkas Perkara Tipiring menggunakan format baru yang disempurnakan. Tahap Perencanaan   6.1.  Data FKK meliputi bentuk. hari Ulang tahun /besar nasional dan kegiatan masyarakat.

sasaran. serta membuat Anev. Menggunakan sarana komunikasi yang tersedia dan pembuatan laporan.3.  FUNGSI TEKNIS SABHARA 82 .LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI 7.da cara bertindak dalam penanganan Tipiring.   7.  Tahap Pelaksanaan Melaksanakan acara pimpinan pasukan (APP) yang meliputi tugas.4. Koordinasi criminal justice system (CJS) dan Pemda (Dinas Pol PP) Tahap Pengadilan Mengawasi dan mengendalikan anggota dalam melaksanakan tugas.

Juknis dan Juklap FT. 8 Tahun 1981 tentang KUHAP Juklak. tentang Manajmen Penanggulangan Bencana FUNGSI TEKNIS SABHARA 83 . 52 Tahun 2010. Perkap No. 17 Tahun 2009.LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI DAFTAR BACAAN Undang-Undang No. 16 Tahun 2006 tentang Dalmas Perkap No. 2 Tahun 2002 tentang Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia Undang-Undang No. Sabhara MOP Kepolisian Perpres RI No.