Alasan Memilih Judul Penelitian

Mengapa anda melilih judul penelitian tersebut...? Itulah kira-kira pertanyaan pembuka yang sering diajukan oleh penguji kepada mahasiswa dalam ujian Karya Tulis, Skripsi, Tesis dan lain-lain. Untuk membahas masalah ini, saya akan memberikan sedikit paparan kepada rekan-rekan sekalian yang semoga saja bisa bermanfaat. Apabila anda menghadapi pertanyaan diatas, maka ungkapkanlah dengan jelas dan baik hal-hal dibawah ini : 1. Ungkapkanlah kepada penguji tentang pentingnya masalah yang akan anda teliti, alasan ini harus benar-benar kuat, karena kalau tidak kuat maka penelitian anda tidak akan bisa dilanjutkan karena tidak mengandung tingkat kepentingan. Contoh pentingnya masalah penelitian diantaranya adalah mengenai tingkat bahaya kalau tidak dilakukan penelitian dan tingkat kemanfaatan dari hasil penelitian yang akan dilakukan. 2. Ungkapkanlah juga bahwa anda memiliki minat dan sangat tertarik untuk menjalankan penelitian tersebut, karena faktor ketertarikan akan sangat mempengaruhi hasil penelitian. Seorang peneliti yang bersungguh-sungguh dalam melakukan penelitian akan berbeda hasilnya dengan seorang peneliti yang setengah hati bahkan terpaksa dalam melakukan sebuah penelitian. 3. Ini dia point yang sangat penting, yaitu ungkapkanlah alasan adanya kesenjangan antara apa yang diharapkan dan apa kenyataan yang terjadi. Anda harus benar-benar memahami kesenjangan ini, karena dengan kesenjangan ini maka anda akan dapat mengemukakan sebuah masalah yang akan memperkuat posisi judul penelitian yang anda buat. PERHATIAN... !!! Jangan sekali-kali anda mengungkapkan bahwa judul penelitian yang anda ajukan karena judul tersebut diberikan oleh pembimbing dan disuruh oleh pembimbing. Jika anda ungkapkan hal ini, bersiap-siaplah dosen pembimbing dan penguji anda akan marah bahkan kemungkinan yang terburuk judul penelitian anda tidak diterima untuk dilanjutkan dalam penelitian. Anda sebagai seorang peneliti harus menyadari bahwa pemilihan judul dan permasalahan penelitian itu didasarkan dan disandarkan atas minat diri pribadi seorang peneliti. Oke, cukup sekian tips Alasan Memilih Judul Penelitian dari saya semoga bermanfaat. Terima Kasih.

Mengapa anda melilih judul penelitian tersebut…? Itulah kira-kira pertanyaan pembuka yang sering diajukan oleh penguji kepada mahasiswa dalam ujian Karya Tulis, Skripsi, Tesis dan lain-lain. Untuk membahas masalah ini, saya akan memberikan sedikit paparan kepada rekan-rekan sekalian yang semoga saja bisa bermanfaat. Apabila anda menghadapi pertanyaan diatas, maka ungkapkanlah dengan jelas dan baik hal-hal dibawah ini : 1. Ungkapkanlah kepada penguji tentang pentingnya masalah yang akan anda teliti, alasan ini harus benar-benar kuat, karena kalau tidak kuat maka penelitian anda tidak akan bisa dilanjutkan karena tidak mengandung tingkat kepentingan. Contoh pentingnya masalah diantaranya adalah mengenai tingkat bahaya kalau tidak dilakukan penelitian dan tingkat kemanfaatan dari hasil penelitian yang akan dilakukan. 2. Ungkapkanlah juga bahwa anda memiliki minat dan sangat tertarik untuk menjalankan penelitian tersebut, karena faktor ketertarikan akan sangat mempengaruhi hasil penelitian. Seorang peneliti yang bersungguh-sungguh dalam melakukan penelitian akan berbeda hasilnya dengan seorang peneliti yang setengah hati bahkan terpaksa dalam melakukan sebuah penelitian. BACA SELENGKAPNYA

Alasan pemilihan judul – Tujuan penulisan skripsi
February 5, 2011 Leave a comment BAB I PENDAHULUANNew Post A. ALASAN PEMILIHAN JUDUL Ide awal topik penelitian ini berangkat dari besarnya minat penulis terhadap kajian mengenai fenomena ketergantungan ekspor propinsi Kalimantan Selatan, baik secara komoditikal maupun segmentasi negara tujuan ekspor. Selain itu alasan penentuan judul ini adalah antara lain karena; Pertama, sejauh pengetahuan penulis mengenai masih minimnya tulisan yang membahas kajian tentang Otonomi Daerah dan kaitannya dengan Perdagangan Internasional. Kedua, tulisan yang pernah ditulis selama ini sedikit yang membahas mengenai pemerintah daerah (local government) baik tingkat I maupun tingkat II sebagai aktor baru dalam proses hubungan luar negeri. Sementara, kajian mengenai interaksi pemerintah daerah dan berbagai aktor hubungan internasional lain akan segera mewarnai kajian Ilmu Hubungan Internasional di Indonesia (sebagaimana kajian mengenai Komunikasi Internasional yang marak diperbincangkan dalam kajian Hubungan Internasional sejak tahun 1980-an). Ketiga, tulisan tentang pengembangan ekspor komoditi non migas mulai dari pemilihan komoditi unggulan daerah, identifikasi negara tujuan ekspor serta implementasi strategi bersaing secara global, dengan contoh kasus daerah Kalimantan Selatan ini kiranya dapat menjadi referensi bagi para pelaku perdagangan luar negeri maupun para pengambil kebijakan dalam upaya meningkatkan devisa melalui kegiatan ekspor. Kenyataan inilah yang menggugah penulis untuk mengambil topik ini sebagai judul skripsi. B. TUJUAN PENELITIAN Penelitian yang berjudul “Strategi Politik Luar Negeri Indonesia Dalam Pengembangan Perdagangan Internasional Di Era Otonomi Daerah: Studi Kasus Pengembangan Ekspor Komoditi Non Migas Di Propinsi Kalimantan Selatan” ini bertujuan antara lain adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui jenis komoditi atau sektor apa yang menjadi prioritas program pengembangan ekspor di propinsi Kalimantan Selatan. 2. Untuk mengidentifikasi di pasar (negara) mana pemerintah daerah harus mengkonsentrasikan ekspor daerahnya. 3. Bantuan apa yang sebenarnya perlu di berikan oleh pemerintah kepada para eksportir dan produsen di propinsi ini dalam melakukan pemasaran produknya (kredit, publisitas, managemen pemasaran, dan lain

karena untuk dapat melakukannya memerlukan ketrampilan menurut akademis-akademis yang baku. Untuk mendukung dan menyalurkan keingintahuannya. jika baru mengikuti sepotong-sepotong seperti mengumpulkan data. Keingintahuan manusia ini sudah dapat disaksikan sejak masa kanak-kanak dan akan terus berkembang mengikuti tahapan-tahapan perkembangan jiwa orang tersebut.cara memilih judul penelitian by: evi nurayni BAB I PENDAHULUAN A. mungkin pula lingkungan Perguruan Tinggi yang kurang merangsang tidak efektif untuk mencapai . dan membutuhkan waktu untuk mempelajarinya. Namun. menganalisa. Begitu seterusnya. Apalagi jika mereka hanya diberikan mata kuliah metodologi penelitian satu atau dua semester saja. maka manusia akan cenderung mengadakan penelitian. ini sangatlah kesempurnaan. apabila telah mencoba dan melakukan penelitian tersebut dari awal hingga akhir suatu penelitian. Sebuah penelitian memang sukar dilakukan oleh setiap orang. Sedangkan. setelah itu manusia cenderung lebih ingin tahu lagi. Dari gambaran diatas terasa bagaimana rumitnya bagi seseorang yang ingin melakukan penelitian untuk memenuhi keingintahuannya. melakukan penelitian bagi mahasiswa adalah suatu kewajiban untuk mendapatkan ijazah kesajarnaan.LATAR BELAKANG Manusia adalah mahluk rasional yang diberkati dengan rasa ingin tahu. belum akan mampu mengaplikasikan penelitian secara utuh dan menyeluruh sebagaimana layaknya suatu penelitian. Kadang juga disebabkan terbatasnya sarana dan fasilitas penelitian. Namun. Hasrat ingin tahu ini akan terpuaskan bila sudah memperoleh pengetahuan mengenai apa yang dipertanyakan. Dalam melakukan penelitian seseorang akan mengerti. menyusun laporan dan sebagian lainnya. memahami dan memperoleh sesuatu yang ingin diketahui.

Menyimak latar belakang diatas. wilayah penelitian dan metodologi penelitian yang digunakan. mengingat selama proses penulisan ada kemungkinan terjadi pergeseran fokus.untuk melakukan penelitian. maka mahasiswa biasanya diminta memasukkan judul terlebih dahulu sebelum melakukan penelitian dalam pembuatan skripsi. Dengan membaca judul. b. akan menggambarkan tingkat kedalaman dan cakupan dari sebuah penelitian yang akan dibahas. seorang peneliti sudah mengalami kesukaran dalam memilih judul. Namun karena kebutuhan administrasi akademik. Dan selanjutnya akan menemukan kesukaran-kesukaran lainnya sampai akhirnya berhasil ditemukan suatu penemuan sehingga layak disebut penelitian. Meskipun pada dasarnya.skripsi dan sebagainya. Dengan adanya judul. judul penelitian bisa ditetapkan setelah penulisan penelitian baik berupa karya ilmiah. Apa fungsi sebuah judul? Bagaimana judul penelitian yang baik? Apa alasan memilih judul tersebut? BAB II PEMBAHASAN A. Bagi pembaca. judul akan dianggap mewakili bobot sebuah hasil penelitian yang akan ditulis. Karena dengan cara ini. B. judul bisa lebih sesuai dengan apa yang sebenarnya ditulis.FUNGSI SEBUAH JUDUL Pemilihan topik atau lebih konkritnya judul. . bahkan merupakan gambaran mutu tulisan yang akan digarap. Dari awal penelitian. maka penulis tertarik untuk menulis makalah dengan judul “Cara Memilih Judul Penelitian” guna membantu pembaca untuk memahami tentang judul yang baik sehingga proses penelitian dapat berjalan dengan sempurna. c. pembaca sudah tahu obyek yang diteliti.RUMUSAN MASALAH a. pembaca dapat mengetahui gambaran-gambaran isi pada penulisan tersebut tanpa membaca lebih dalam.

dalam memilih dan menetapkan judul harus memperhatikan hal-hal berikut: 1) Judul sebaiknya yang menarik minat peneliti.dengan judul yang dipilih ada manfaatnya. 5) Hindari terjadinya duplikasi judul dengan judul lain.KRITERIA PEMILIHAN JUDUL PENELITIAN YANG BAIK Judul merupakan hal pertama yang terlihat dan seringkali dipertanyakan. Mardalis. Menyebutkan unit analisis penelitian. Data di sini dimaksudkan pula data sekunder dari kepustakaan yang ada untuk memperoleh teori dan konsep-konsep yang kelak digunakan pula untuk menyusun hipotesa penelitian. Jika terdapat dua judul yang sama.[1] Sedangkan menurut. dalam bukunya yang berjudul “Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal” . hendaknya hasilnya berguna untuk diri sendiri. Sehingga. masyarakat dan ilmu pengetahuan.Sehingga dapat diketahui bahwa fungsi pokok dari sebuah judul adalah bahwa ketika membaca judul. Peneliti sudah bekerja bersusah payah. 4) Judul yang dipilih hendaknya cukup data yang tersedia. Dr. Yang dimaksud dengan unit analisis . setidaknya pembaca sudah tahu gambaran tentang apa yang tertulis dalam skripsi atau laporan penelitian lainnya. Mampu di sini dimaksudkan dapat melakukan penelitian dan cukup waktu yang tersedia untuk melakukan penelitian tersebut dengan didukung oleh dana yang telah diperhitungkan untuk biaya penyelesaian penelitian dengan judul yang dipilih.Juliansyah Noor dalam bukunya yang berjudul “Metodologi Penelitian”. Menarik dan dapat membangkitkan minat si peneliti merupakan sesuatu yang dapat mendorong dan membangkitkan semangat kerja dalam setiap langkah penelitian. judul haruslah menarik bagi pembaca untuk menyimak lebih lanjut lagi. Variabel penelitian merupakan masalah utama penelitian. 3) Judul hendaknya mengandung kegunaan praktis dan penting untuk diteliti. orang sering mengatakan salah satunya tiruan atau plagiat. B. Untuk itu. beberapa syarat agar judul penelitian dapat disebut baik antara lain : 1) 2) Menyebutkan variabel penelitian. Menurut Drs. 2) Judul yang dipilih mampu untuk dilaksanakan peneliti.

3) Menyebutkan lokasi penelitian 4) Disusun sesingkat mungkin. Menunjukkan variabel utama yang merupakan objek penelitian. yaitu kesesuaian judul dengan isi penelitian dan pemilihan kata-kata dalam judul. menjelaskan : “Variabel Penelitian pada dasarnya merupakan hal yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut. Menunjukkan lokasi penelitian. kemampuan memelihara agar tulisan skripsi/laporan penelitian tetap berada pada menyimpang dari judul atau judul beda koridor judul. atau hal-hal yang dijadikan objek penelitian. Oleh karena itu sebelum judul ditemukan. Dengan kata lain. maka harus terlebih dahulu menanyakan beberapa hal berikut kepada dirinya sendiri. Menunjukkan pada subjek penelitian atau unit analisisnya. Jadi. Menunjukkan tahun penelitian dilaksanakan. Biasanya merupakan sebuah kalimat .[2] Berdasarkan pendapat Dr. logis. kejadian. meskipun demikian penentuan terakhir adalah terletak pada pelaku penelitian sendiri. Judul dalam karya ilmiah. yaitu : ü ü ü ü Apakah judul tersebut dapat dikuasainya? Apakah bahan-bahan/ data-data tersedia secukupnya? Apakah judul tersebut penting untuk diteliti? Apakah judul tersebut cukup menarik minat untuk diteliti dan dikajikan? Judul setidaknya memperhatikan dua hal.Juliansyah Noor. jangan sampai isi dengan isi. variabel penelitian ialah setiap hal dalam suatu penelitian yang datanya ingin diperoleh…”[3] Judul dapat diperoleh dari manapun. Yang dimaksud dengan variabel itu sendiri adalah suatu sebutan yang dapat dinilai oleh angka (kuantitatif) atau nilai mutu (kualitatif). cukup satu kalimat saja. Menurut Juliansyah Noor. Menunjukkan variabel yang menjadi faktor pengaruh variabel utama. kelompok orang. kemudian ditarik kesimpulannya. Lalu apakah yang dimaksud dengan kesesuaian judul dengan isi penelitian? Kesesuaian isi dengan judul maksudnya.judul harus ilmiah. dapat disimpulkan bahwa dalam judul harus mencakup hal-hal berikut : a) b) c) d) e) f) Menunjukkan sifat atau jenis penelitian. dan menggunakan bahasa Indonesia yang benar. Sedangkan yang dimaksud dengan Pemilihan kata-kata dalam judul artinya.penelitian yaitu organisasi.

selain membingungkan pembaca. untuk mendapatkan judul sebuah penelitian haruslah ada permasalahan-permasalahan yang sesuai dengan bidang yang akan diteliti tersebut. Secara pribadi peneliti berminat untuk membahas dan menemukan jawaban atau solusi dari permasalahan yang dipilih. Jika memaksakan memilih permasalahan yang tidak diminati. Pastikan bahwa anda mampu mendapatkan landasan teoritis dan konspetual untuk permasalahan yang dipilih. tetapi kalau permasalahan itu tidak pernah sama sekali masuk dalam pikiran pelaku penelitian. dimana satu jamnya hanya berputar-putar di halaman judul saja tidak kunjung bergerak ke dalam isi. padat dan jelas. maka akan mengalami kesulitan dalam mewujudkan laporan atau skripsi yang dibuat. juga mengundang pertanyaan bagi dosen penguji skripsi.positif. Meskipun permasalahan yang dipilih menarik dan penting tetapi kalau datanya belum ada maka tidak bisa melakukan penelitian. meskipun ini sah-sah saja. c. Persoalannya. d. diantaranya : a. Kemampuan secara pribadi. Minat secara pribadi. Data dapat diakses. Untuk itu perlu dilakukan penyaringan terhadap permasalahan-permasalahan yang muncul. Namun bagi pemula disarankan untuk berlatih terlebih dahulu dengan permasalahan yang agak familiar. Data tersedia. bisa saja menantang diri dengan memasuki wilayah yang baru sama sekali. Bisa dua jam lebih anda diuji. e. Meskipun. dalam banyak buku metode penelitian. Landasan Teoritis dan Konseptual tersedia. Adapun cara menyaring permasalahan tersebut adalah dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut. bagi peneliti yang sudah mahir. tidak ada salahnya anda melakukan sedikit kegiatan prapenelitian dengan melihat beberapa sumber literatur terkait. Data untuk permasalahan yang dipilih tersedia di lokasi penelitian penulis. Terkait dengan poin terdahulu. jarang sekali menggunakan kalimat tanya atau negatif. maka data yang tersedia . pengabaran mengejar berbagai sumber literatur dilakukan setelah judul diterima. Judul yang bertele-tele. dikatakan seperti itu. Meskipun peneliti sangat berminat. b. Pastikan bahwa peneliti harus memiliki pemahaman dasar yang memadai untuk membahas permasalahan tersebut. Judul harus singkat. Namun disisi lain. Sebenarnya. bisa menimbulkan rasa bosan dan tidak maksimal dalam berbagai aspek dalam proses pembuatan laporan penelitian/ skripsi.

dan semacamnya biasanya tidak begitu saja bisa diakses oleh peneliti. Berisi variable-variabel yang akan diteliti. Disini peneliti biasanya diperhadapkan pada situasi dilematis. Data yang sifatnya sensitif dan menyangkut pribadi seseorang biasanya sulit diakses kecuali kalau didukung oleh otoritas tertentu yang berwenang memberi akses. Etika penelitian. f. C.ALASAN MEMILIH JUDUL Sebuah judul yang dipilih atau yang penulis angkat dari pemasalahan-permasalahan yang ada terutama bagi para mahasiswa yang hendak menyelesaikan tugas akhir kuliahnya haruslah memiliki alasan yang kuat. Data keuangan organisasi. Cukup jelas dan singkat. meneliti kepemimpinan seorang kepala daerah yang terbukti penuh dengan kekurangan bisa saja berdampak buruk kepada yang bersangkutan. karir atau profesi responden. misalnya : 1. data pasien. Alasan disini bertujuan untuk mempertahankan laporan penelitian dihadapan penguji karena apabila penulis tidak dapat memberikan penjelasan yang cocok maka penilaian terhadap judul saja memerlukan waktu yang lama.bisa diakses. Contoh pentingnya masalah . alasan ini harus benar-benar kuat. Pada satu sisi penulis dituntut untuk mengemukakan temuannya secara objektif (apa adanya). sebagai berikut : a) b) c) d) Judul dalam kalimat pernyataan. Maka jika penulis menemukan kesulitan-kesulitan tersebut supaya memberikan alasan yang jelas. Sebagai contoh. itu belum masuk ke permasalahan isi. Judul menggambarkan keseluruhan isi dan kegiatan penelitian yang dilakukan. bukan pertanyaan. Hal ini sangat perlu diperhatikan kalau objek yang diteliti adalah manusia. namun pada sisi lain penulis bisa merugikan objek penelitiannya jika diungkap secara objektif. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa syarat dari sebuah judul sehingga dikatakan judul yang tepat dan baik adalah. Pastikan temuan atau hasil penelitian tidak bakal membahayakan fisik. Permasalahan yang dipilih tidak akan melibatkan penulis dengan masalah etika. Ungkapkanlah kepada penguji tentang pentingnya masalah yang akan diteliti. karena kalau tidak kuat maka penelitian itu tidak akan bisa dilanjutkan karena tidak mengandung tingkat kepentingan.

2. . bukan pertanyaan.diantaranya adalah mengenai tingkat bahaya kalau tidak dilakukan penelitian dan tingkat kemanfaatan dari hasil penelitian yang akan dilakukan. 3. Fungsi sebuah judul adalah untuk menggambarkan isi atau cakupan yang akan dibahas dalam laporan penelitian. Cukup jelas dan singkat. Ungkapkanlah juga bahwa anda sebagai penulis memiliki minat dan sangat tertarik untuk menjalankan penelitian tersebut. BAB III PENUTUP A. Penulis harus benar-benar memahami kesenjangan ini.KESIMPULAN a. Seorang peneliti yang bersungguh-sungguh dalam melakukan penelitian akan berbeda hasilnya dengan seorang peneliti yang setengah hati bahkan terpaksa dalam melakukan sebuah penelitian. b. Adapun hal yang perlu penulis perhatikan ketika mempertahankan judul yang dipilih adalah. karena dengan kesenjangan ini maka anda akan dapat mengemukakan sebuah masalah yang akan memperkuat posisi judul penelitian yang telah dibuat. Adapun dikatakan judul yang baik jika sebagai berikut: ü ü Judul dalam kalimat pernyataan. Hal itu dikarenakan pembimbing maupun penguji akan marah. karena faktor ketertarikan akan sangat mempengaruhi hasil penelitian. dan kemungkinan terburuk judul penelitian itu tidak akan diterima untuk melanjutkan penelitian. Ungkapkanlah alasan adanya kesenjangan antara apa yang diharapkan dan apa kenyataan yang terjadi. penulis jangan sampai mengungkapkan bahwa judul yang diajukan berasal dari pembimbing atau disuruh oleh pembimbing.

Jakarta:Ghalia Indonesia Juliansyah Noor.2011. Judul menggambarkan keseluruhan isi dan kegiatan penelitian yang dilakukan.jakarta:Kencana Prenada Media Group Cholid Narbuko dan Abu Asmadi.php?option=com&view2article&id:103memilih-judul-penelitian http://prasxo.2002.Edisi5.wordpress.2007. Berisi variable-variabel yang akan diteliti.Edisi1.edisi1.Edisi9.2005. DAFTAR PUSTAKA M.Metodologi Penelitian.Raja Grafindo Mardalis.Metodologi Penelitian. Dalam pemilihan judul harus memiliki alasan-alasan yang jelas dan baik agar judul tersebut bisa diterima untuk dilanjutkan penelitian.Metodologi Penelitian Pendidikan. penulis sangat berharap agar diadakan penelitian yang lebih lanjut tentang masalah pemilihan judul penelitian perlu dilakukan.org/index. diharapkan penulisan ini bermanfaat sebagai bahan referensi.Iqbal Hasan.Jakarta:PT.Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal.Edisi7.Jakarta:Sinar Grafika Offset http://prives.Jakarta:PT. IMPLIKASI Dari makalah di atas.com/2011/02/26/alasan-memilih-judul-penelitian/ . Oleh karena itu. B.Metodologi Penelitian dan Aplikasinya.Bumi Aksara Emzir. mengenai pengetahuan tentang judul yang baik dalam sebuah penelitian masih jauh dari kesempurnaan.2007. Namun.ü ü c.

com KELOMPOK 1 ANGGOTA : 1. sejumlah langkah yang direkayasa sedemikian rupa untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu.Metodologi Penelitian(cet 1. atau ‘cara’.Jakarta:Bumi Aksara. strategi ialah suatu garis besar haluan dalam bertindak untuk mencapai tujuan tertentu. 3.nurayni@gmail.Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal(cet 9. 4.Pupuh Fathurrohman dan M.Aswan zaini. 2.h. Lain halnya dengan. Sedangkan secara umum.Jakarta:Kencana. Dr.[1]Mardalis.48.Sobri Sutikno. dalam bukunya “Strategi Belajar .2011)h. [3] Juliansyah Noor op.29-31. ‘trik’. PENGERTIAN Secara bahasa. EVI NURAYNI LENRIANI SRI DARMAYANTI HAMZAH HAENONG STRATEGI PENGAJARAN A.dalam bukunya “Strategi Belajar Mengajar” mengatakan bahwa strategi belajar mengajar adalah pola umum kegiatan guru-murid dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang digariskan atau singkatnya. strategi bisa diartikan sebagai ‘siasat’. ‘kiat’. efisikawati strategi pengajaran strategi pengajaran evi.Syaiful Bahri djamarah dan Drs. Menurut Prof.cit.2007) [2] Juliansyah Noor.

Mencuplik dari Nana sudjana dan Dr. perlu dipahami strategi pengajaran berbeda dengan desain pengajaran.Pd dalam bukunya yang berjudul “Pengelolaan Kelas edisi revisi” menyatakan bahwa istilah strategi sering digunakan dalam banyak konteks dengan makna yang tidak selalu sama.Mengajar” menjelaskan bahwa secara umum mempunyai pengertian garis-garis besar haluan untuk berindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. dimaksudkan untuk menunjuk pada karakteristik abstrak serangkaian tindakan guru-peserta didik dalam events pengajaran. Menurutnya. Banyak padanan kata “strategi” dalam bahasa Inggris.Ma dalam buku berjudul “Penelitian dan Penilaian pendidikan” yang mengatakan bahwa strategi adalah ‘taktik’ yang digunakan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar (pengajaran) agar dapat mempengaruhi para siswa (peserta didik) mencapai tujuan pengajaran secara lebih efektif dan efisien. M. Seorang pakar psikologi Australia. ada dua pandangan mengenai pengertian . (1988) (dalam Dimyati dan Mudjiono. dengan kata “strategi” menurut McLeod. 2006) mengartikan strategi sebagai prosedur mental yang berbentuk tatanan langkah yang menggunakan upaya ranah cipta untuk mencapai tujuan tertentu Sedangkan menurut Drs. Strategi pengajaran berkaitan dengan kemungkinan variasi pola yaitu macam dan sekuensi umum tindakan pengajaran yang secara prinsipiil berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.Ahmad Rohani HM. dan yang dianggap relevan dengan pembahasan ini ialah kata approach (pendekatan) dan kata procedure (tahapan kegiatan). 2006) dapat diartikan sebagai seni (art) melaksanakan strategi yakni siasat atau rencana. Michael J. berarti rencana tindakan yang terdiri atas seperangkat langkah untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan. Dengan kata lain. (1989) (dalam Dimyati dan Mudjiono. Berbeda halnya. kata strategi menurut Reber.Ibrahim. 2006) berasal dari bahasa Yunani itu. Namun. Sedangkan desain mengacu pada cara-cara merancang sesuatu system belajar lingkungan tertentu. beberapa pakar mengatakan strategi pengajaran sama halnya dengan model-model mengajar. Dalam konteks pengajaran strategi bisa diartikan suatu pola umum tindakan guru-peserta didik dalam manifestasi aktivitas pengajaran atau dengan kata lain. Dalam perspektif psikologi. Lawson (1991) (dalam Dimyati dan Mudjiono.

yang mengatakan bahwa batasan belajar mengajar yang bersifat umum mempunyai 4 dasar strategi.strategi yaitu pandangan pertama menekankan dari segi yang sifatnya secara umum dan merupakan prapelaksanaan sesuatu. dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan guru dalam menunaikan kegiatan mengajar. pandangan kedua lebih menekankan pada segi operasional tertentu yaitu pada tahap pelaksanaannya. Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi pengajaran adalah serangkaian keputusan untuk membuat tatacara serangkaian kegiatan pengajaran dengan tujuan mencapai hasil pengajaran sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.Dr. Mengidentifikasi serta menetapkan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan sesuai tuntunan dan perubahan zaman.Oemar Hamalik dalam bukunya yang berjudul “Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem” mengatakan bahwa strategi pengajaran merupakan teori mengajar menjadi rumusan tentang cara mengajar yang harus ditempuh dalam situasi-situasi khusus atau dalam keadaan tertentu yang spesifik. guru memerlukan wawasan yang mantap tentang kemungkinan-kemungkinan strategi pengajaran yang sesuai dengan tujuan belajar yang telah dirumuskan. BATASAN-BATASAN STRATEGI PENGAJARAN Untuk melaksanakan tugas secara professional. Prof. mencuplik dari Mansyur dalam bukunya “Strategi belajar mengajar”. yakni: 1. 2. Mempertimbangkan dan memilah system belajar mengajar yang tepat untuk mencapai sasaran yang akurat. metode.Pupuh Fathurrahman. Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau criteria serta . Lain halnya. menurut Prof. B. 4. 3. Memilih dan menetapkan prosedur.

Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan kultur. C. Menetapkan norma-norma atau kriteria-kriteria keberhasilan belajar.Pupuh Fathurrahman. 4. Menciptakan suasana bebas berfikir. 3. yaitu: 1. dan pandangan filosofis masyarakat. 4. Diharapkan hubungan anatara . metode dan taktik mengajar. dan juga melalui tatap muka atau dengan perantara media. PENGELOMPOKAN STRATEGI PENGAJARAN Dalam buku “Pengelolaan Pengajaran edisi revisi” oleh Prof.Pupuh fathurrahman menarik kesimpulan bahwa strategi belajar mengajar memiliki 4 implikasi. Fasilitator dalam penelitian. Prof. 2. aspirasi. Sedangkan dari segi peserta didik dibedakan menjadi klasikal atau individual. Rekan diskusi dalam klasifikasi dan pencarian alternatif pemecahan masalah. Pembimbing penelitian. Memilih dan menetapkan prosedur. peranan guru yang terpenting yaitu : 1. diantaranya : 1) Pengaturan guru dan peserta didik Dari segi pengaturan guru dibedakan menjadi pengajaran oleh seorang guru atau tim guru. Dari keempat hal tersebut. 3.standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya dijadikan umpan balik untuk penyempurnaan system instruksional yang bersangkutan secara keseluruhan. Proses mengenal karakteristik dasar anak didik yang harus dicapai melalui pembelajaran. menurutnya Gagne dan Briggs mengelompokkan strategi pengajaran menurut dasarnya menjadi 5 macam. Dari hal tersebut dapat disimpulkan. pendorong keberanian berpikir alternatif dalam pemecahan masalah. 2.

suasana kebebasan dan saling memenuhi kebutuhan. Strategi ini dilatarbelakangi anggapan terhadap siswa bahwa mereka masih kosong dengan ilmu. Kemungkinan mempunyai unsur statis maupun dinamis. Setiap pengajaran bertujuan untuk menyampaikan suatu ‘pesan’ yang berupa wawasan. 2) Struktur event pengajaran Struktur ini dapat introvert atau ekstrovert. Dan sangat cocok untuk materi ketauhidan. Mempunyai tujuan sendiri maupun bersama. Menurut Prof. dan lengkap. yaitu: Persamaan : a) b) c) Perbedaan : a) b) Pada sistem terbuka adanya ketebukaan atau hubungan timbale balik. Pengajaran ekspositorik.Sobry Sutikno. guru juga menyajikan materi dalam bentuk yang sudah disiapkan secara rapi. Sedangkan sistem tertutup. skill. sistem terbuka ini menerima masukan dari luar. pengajaran yang menyampaikan pesan dalam keadaan telah siap. Dalam hal ini ada 2 macam strategi. kemudian memproses.guru dan peserta didik mengalami keterbukaan. yaitu : 1. Adapun prosedur pengajaran ekspositori ini adalah : . 3) Peranan guru-peserta didik dalam mengolah pesan. atau isi pengajaran. saling tanggap. tertutup atau terbuka. dan akhirnya menghasilkan keluaran kepada lingkungan. tidak menerima masukan dan tidak mengahasilkan keluaran. proses dan nilai bisa diterangkan Adanya interaksi antara masing-masing unsur. sistematis. Pada sistem tertutup bahwa struktur. tanpa harus memperhatikan pengaruh lingkungan sehingga tidak ada hubungan timbale balik. Adapun persamaan dan perbedaan antara sistem terbuka dan sistem tertutup.Pupuh Fathurrahman dan M. saling bergantung.

d) Resitasi. Langkah-langkah pendekatan/ strategi pengajaran ekspositorik adalah : a) b) c) d) 2. Pendekatan ekspository adalah penyampaian ilmu pengetahuan kepada peserta didik yang dipandang sebagai objek yang menerima apa yang . pengajaran yang mengharuskan Pengajaran pengolahan pesan oleh peserta didik. b. Discovery penemuan.Massialas menjelaskan ada 2 pendekatan mengajar (strategi pengajaran) yaitu: a. Inquiry/inkuiri. yaitu peserta didik diharuskan menemukan prinsip atau hubungan yang sebelumnya tidak diketahui. diantaranya : a. guru menjelaskan materi dengan ceramah/ menyuruh anak didik membaca materi yang telah disiapkan guru. guru bertanya dan anak didik menjawab sesuai bahan yang dipelajari atau anak didik disuruh menyatakan kembali dengan katakatanya sendiri tentang materi yang diajarkan. Byron G. Peserta didik bebas untuk menemukan sesuatu melalui proses asimilasi yakni memasukkan hasil pengamatan ke dalam struktur kognitif peserta didik. guru mempersiapkan bahan selengkapnya dan sistematis. Namun. Pengajaran ini dibedakan menjadi 2. heuristik/ hipotetik. Apersepsi. c) Presentasi.a) b) Preparasi. setiap pengajaran bersifat terbuka. Penentuan tema pokok Menyusun pokok bahasan Menjelaskan materi secara baik Melakukan kegiatan revisi. guru bertanya/ menguraikan singkat untuk menarik perhatian anak didik.

Adapun syarat dalam penggunaan strategi inkuiri ini adalah: a) b) Guru terampil memilih masalah yang relevan dengan anak didik. pembimbing atau pemimpin yang demokratis. Guru hanya sebagai fasilitator. Guru terampil memberi motivasi dan menciptakan suasana menyenangkan. . data.Pupuh fathurrahman. biasanya penjelasannya menggunakan alat bantu/ media. Terjaminnya kebebasan berpendapat peserta didik Guru tak banyak intervensi dalam kegiatan belajar peserta didik. Aplikasi kesimpulan dalam situasi baru. fakta yang diperlukan untuk menjawab. karena peserta didik terbatas pada mencatat dan mendengarkan saja. Pendekatan inqury/discovery adalah proses pengajaran dipandang sebagai stimulus/ rangsangan yang dapat menantang peserta didik untuk terlibat aktif dalam proses pengajaran. d) e) Menarik kesimpulan. Menurut Prof. Jika guru kreatif.disampaikan guru melalui metode ceramah/ penjelasan sehingga terjadi komunikasi satu arah. Ada 5 tahap dalam pendekatan ini. guru bertanya/ menyuruh anak didik membacakan materi permasalahan. b. c) d) e) Tersedia fasilitas dan sumber belajar yang memadai. secara garis besar prosedur pendekatan inkuiri adalah: a) Simulation. Peserta didik mencari informasi. yakni: a) b) c) Perumusan masalah untuk dipecahkan anak didik Penetapan jawaban sementara/ hipotesis.

diacak. yaitu penyusunan kerangka dasar. Dan model ini dapat digunakan baik pada ranah kognitif dan psikomotor saja karena mudah untuk dikuantifikasi. Prof. d) Data processing. Bloom mendifinisikan belajar tuntas itu berdasarkan asumsi bahwa sebagian besar murid dapat menacapai suatu kemampuan belajar tingkat tinggi apabila pengajaran di dekati secara sensitif dan sistematis. anak didik bisa menarik kesimpulan. b. Inquiry learning. dan diberi waktu cukup untuk penguasaan. c) Data collection. Namun dalam bukunya. Hal terpenting dalam pendekatan ini adalah perbaikan proses belajar. Generalization. Mastery learning. dan apabila murid dapat dibantu dalam kesulitan belajar. penjelasan tugas belajar dan tanggung jawab murid. Pupuh fathurrahman membagi sistem pendekatan/ strategi pengajaran menjadi 4 macam. diklasifikasikan serta ditafsirkan. b) Fase presentasi. c. yaitu: a) Fase orientasi. Adapun fase-fase model belajar tuntas. e) f) Verification. anak didik diberi kesempatan mengumpulkan informasi yang relevan. guru menjelaskan konsep-konsep baru dan keterampilan melalui demonstrasi. anak didik diberi kesempatan mengidentifikasi permasalahan. perumusan tujuan. semua hasil informasi diolah. Ekspository learning/ pengajaran ekspositorik. diantaranya: a. pembuktian terhadap hipotesis yang diajukan. c) Fase penstrukturan latihan prakteknya. disebut juga model belajar tuntas.b) Problem statement. guru memperlihatkan pada .

yang membagi strategi pengajaran menjadi 2 bagian. yaitu guru berperan aktif mengajar melalui pemberian tugas. e) Fase praktek bebas. Tes terhadap resepsi. dan guru hanya bersifat sebagai pembimbing daripada pemberi ilmu. apabila penguasaan mencapai 85%-95% maka murid diberi kebebasan mempraktekkan sesuatu tanpa bantuan guru. Humanity education. d. ungkapan. d) Fase praktek terbimbing.murid cara mempraktekkan sesuatu. adalah: praktis. menurutnya langkah-langkah dalam pendekatan ini. menekankan pada pengembangan martabat manusia yang bebas dalam membuat pilihan dan berkeyakinan. Menyajikan kesempatan dengan mengadakan perbaikan sampai Penyajian informasi yang diberikan dalam bentuk penjelasan tercapai betul. b) Menyajikan kesempatan untuk penerapan ke dalam situasi nyata. murid diberi kesempatan mempraktekkan sesuatu dengan caranya sendiri dengan bantuan guru. Sedikit berbeda dengan pendapat Oemar Hamalik. Dalam sistem ini ranah rasa lebih mendominasi yaitu khususnya ranah cipta. dan pemahaman. Strategi discovery. membaca dan menghafal. yaitu: a) Strategi ekspositif. Adapun langkah-langkah pengajaran ini. juga menitikberatkan pada upaya membantu siswa agar dapat mencapai perwujudan dirinya sesuai dengan kemampuan dasar dan kekhususan yang dimilikinya. adalah: Menyajikan kesempatan untuk bertindak dan mengamati . Disamping itu strategi pengajaran ini.

interaksi . diantaranya: a) Proses deduktif. Dalam pembangunan perisian PPBK ini. Untuk itu. ada 2 macam cara yang terkait dengan proses berpikir dalam pengajaran. adalah satu pendekatan pembelajaran yang melibatkan kumpulan atau pasukan pelajar. Tes pemahaman siswa dengan mempertanyakan/ mengamati reaksi siswa. Proses pengelolaan pesan Peserta didik dalam mengolah pesan pelajaran itu berbeda-beda satu dengan lainnya. Semasa aktivitas pengajaran berjalan. Pendekatan ini akan membuat pelajar berpeluang untuk menambahkan pengetahuan dan kefahaman dan pada saat yang bersamaan dapat membina kemahiran bersiasat. yakni beranjak dari contoh konkrit/ kasus kepada prinsip umum. Penyajian kesempatan ke dalam situasi nyata. yakni dari yang umum samapai akibat khususnya atau dari prinsip ke kasus. Ia menggunakan strategi rangkaian komputer untuk menyiapkan tugas. pelajar akan melibatkan diri dalam menjawab soal secara terbuka. b) Proses induktif. tetapi juga untuk teman-temannya yang lain. diantaranya: a) Pembelajaran koperatif. Adapun sasaran pendekatan ini adalah tahap pembelajaran maksimum yang bukan hanya untuk diri sendiri. 4) Mempertanyakan/ mengamati kegiatan selanjutnya. b) Pembelajaran kolaboratif. Untuk strategi yang digunakan untuk pengajaran computer atau yang menggunakan media computer. .konsekuensi tindakan seseorang. Pendekatan ini menekankan proses penyiasatan dan inkuiri.

Oleh karena itu. boleh diwaktu resmi jam pelajaran maupun di luar waktu tersebut. itu terlihat pada apa yang dijadikan sasaran dari kegiatan belajar mengajar. Sehingga anak didik akan lebih mudah termotivasi. Anak didik dapat menterjemahkan konsep yang dipelajari melalui latihan yang telah diberikan kepada mereka. d) Pembelajaran Bersepadu. pelajar dengan pelajar dan pelajar dengan tenaga pengajar. e) Pembelajaran Aktif. menilai ketepatan hipotesis. membuat keputusan. pembelajaran ini menekankan pada pemikiran konstruktif anak didik. 5) Tujuan-tujuan belajar/pengajaran Spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku yang diinginkan sebagai hasil belajar mengajar. pendekatan ini dilakukan dengan cara waktu untuk perisian bebas. Sasaran yang dituju harus jelas dan terarah. f) Pembelajaran Reflektif.berlaku di antara pelajar dengan perisian . mengenal dugaan yang melandasi sesuatu. Anak didik akan mengingat dan mengkaji semula beberapa langkah mengenai beberapa teknik yang telah dipelajari. dan penarikan kesimpulan. ialah pendekatan pembelajaran yang menggunakan rangkaian komputer. tujuan pengajaran yang . inkuri dan kesedaran diri. dengan aktivitasnya bertumpu pada pembinaan pengetahuan dan kemahiran baru. pendekatan ini membantu anak didik mempelajari bagaimana menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah. Penggunaan perisian PPBK perkakasan komputer ini juga memenuhi kehendak dan keperluan bahan yang berasaskan komputer dan media tambahan yang memenuhi keperluan pembelajaran individu dan mengikut sertakan pelajaran yang ditetapkan. c) Pembelajaran Anjal. pembentukan dan pemahaman konsep.

Gagne. diantaranya: 2. yaitu: ranah kognitif. Akibatnya. sehingga mudah dipahami oleh anak didik. Model jurisprudensial Kerja kelompok Inkuiri sosial Metode laboratorium Klasifikasi model pengolahan informasi. Bila tidak. maka kegiatan belajar mengajar tidak punya arah dan tujuan yang pasti. ranah afektif. Sedangkan Bruice joyce dan Marsha Weil. karena penyimpangan-penyimpangan dari kegiatan belajar mengajar. contoh model-model ini yaitu: Pengajaran non-direktif . Klasifikasi model personal-humanistik. yang termasuk kategori model ini. Robert M. Bloom Cs. mengemukakan 4 kalsifikasi model/ strategi pengajaran. mengklasifikasikan kondisi belajar berdasarkan tujuan yang hendak dicapai. perubahan yang diharapkan terjadi pada anak didik pun sukar diketahui. Klasifikasi model interaksi sosial. yaitu: 1. model-model ini diantaranya: Mengajar induktif Latihan inkuiri Inkuiri dalam IPA Pembentukan konsep Metode developmental Advance organizer 3.dirumuskan harus jelas dan konkret. dan ranah psikomotorik. Beserta para penerus gagasannya mengklasifikasikan tujuan pengajaran ke dalam 3 ranah.

Nana Sudjana. CBSA SEBAGAI SEBUAH STRATEGI PENGAJARAN Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) bukanlah ‘ilmu’ atau ‘teori’.Strategi Belajar Mengajar melalui penanaman .Dr. yang merupakan inti dalam kegiatan belajar mengajar. Dr. yakni dari beberapa segi: a) b) c) d) e) Segi peserta didik Segi guru. berpendapat bahwa indikator CBSA dapat dilihat dari tingkah laku yang muncul dalam proses pengajaran.Perencanaan Pengajaran berdasarkan pendekatan sistem. Strategi CBSA ini menempatkan peserta didik sebagi subyek.Drs.2004 Hamalik.. Ahmad.Sobri. Segi program.2008.. dan menjadi lebih fleksibel. Fathurrohman.Pd. Jakarta:Rineka cipta.M.M.Oemar. yaitu dalam pengajaran terjadi kombinasi strategi sehingga tidak terkesan kaku. D. tetapi merupakan salah satu strategi partisipasi peserta didik sebagai subjek didik secara optimal sehingga peserta didik mampu merubah dirinya.Pd. Pertemuan kelas Model sintetis Model sistem konseptual Klasifikasi model tingkah laku.4.Pengelolaan Pengajaran edisi revisi.Jakarta:PT Bumi Aksara. Dan guru senantiasa memahami bahwa anak didik harus terlibat aktif dalam setiap proses pengajaran.Pupuh& Sutikno. DAFTAR PUSTAKA Rohani.. Segi situasi belajar Segi sarana belajar Dengan beberapa rambu-rambu tersebut diharapkan guru dapat merancang dan melaksanakan pengajaran..

4-5/ [y Posted 27th April 2012 by phi-n http://kafeilmu.com/strategi-pembelajaran-2/strategi-pembelajaran/strategi-kuliah- Object 1 Object 2 Loading Send feedback .com/2011/04/tentang-strategi-pembelajaran-pengajaran.html pendidikan http://myfortuner.net/2012/02/strategi-pengajaran-yang-berasosiasi.html http://www.sekolahdasar.konsep umum & konsep islami.wordpress. Bandung: Refika Aditama.2010.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful