P. 1
Undang-undang pilkades

Undang-undang pilkades

|Views: 163|Likes:
Published by aanwar_21
Undang-undang pilkades
Undang-undang pilkades

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: aanwar_21 on Jan 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/17/2013

pdf

text

original

1 .

UMA

1 . LATAR BELAKANG Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2005 Tentang desa: 1 . BPD memproses Pemilihan Kepala Desa, paling lama 4 bulan sebelum berakhirnya masa jabatan kepala desa. 2. Kepala Desa dipilih langsung oleh penduduk desa dari calon yang memenuhi syarat; Pemilihan Kepala Desa bersifat langsung, umum, bebas,rahasia, jujur, dan adil;Pemilihan Kepala desa dilaksanakan melalu tahap pencalonan dan tahap pemilihan. 3. Kepala desa menjabat maksimal dua kali. 4. Untuk pencalonan dan pemilihan Kepala Desa, BPD membentuk panitai pemilihan yang terdiri dari unsur perangkat desa , pengurus lembaga masyarakat, dan tokoh masyarakat.Panitia Pemilihan melakukan pemeriksaan identitas bakal calon berdasarkan persyaratan yang ditentukan , melaksanakan pemungutan suara , dan melaporkan pemilihan kepala desa kepada BPD. 5. Panitia pemilihan melaksanakan penjaringan dan penyaringan bakal calon kepala desa sesuai persyaratan ;bakal calon kepala desa yang telah memenuhi persyaratan ditetapkan sebagai calon kepala desa oleh panitia pemilihan. 6. Calon kepala desa yang berhak dipil diumuakan kepada masyarakat ditempat-tempat yang terbuka sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat setempat. 7. Calon kepal desa dapat melakukan kampanye sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat setempat; calon kepal desa yang dinyatakan terpilih adalah calon yang mendapatkan dukungan suara terbanyak ; panitia pemilihan kepala desa melaporkan hasil pemilihan kepla desa kepada BPD; calon kepal desa terpilih sebagaimana dimaksud pada ayat; ditetapkan dengan keputusan BPD berdasarkan laporan dan berita acara pemilihan dari panitia pemilihan. 8. Calon kepal desa terpilih disampaikan oleh BPD kepada Bupati/Walikota melalu Camat untuk disahkan menjadi kepala desa terpilih . 9. Bupati/Walikota menerbitkan keputusan Bupati /Walikota tentang pengesahan pengangkatan kepala desa terpilih paling lama 15 hari terhitung tanggal diterimanya penyampaian hasil dari BPD. 10. Kepala Desa terpilih dilantik oleh Bupati/Walikota paling lama 15 hari terhitung tanggal penerbitan keputusan Bupati/Walikota. 11. Masa jabatan Kepala Desa adalah 6 tahun terhitung sejak tanggal pelantikan dan dapat dipii kembali hanya untuk satu kali masa jabatan berikutnya.

Susunan liputan khusus pesta demokrasi desa-owantara lain :.

1. TEMA

Liputan khusus pesta demokrasi ia^iTmrousjdatoh -. "PILKADES" .
2. LAT AR BELAK AN G

A - /°e ^ u^ -=>tc^C) - t/o 0/0*090.0 . pr- Pasal 203 ayat (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tenlang Pcmerinlahan Daerah
mengisyaratkan pemilihan kepala desa diatur dalam peraturan daerah yung berpedoman pada peraturan pemerintah. Rumusan ini dengan jelas menyebutkan bahwa pemilihan kepala desa diatur dalam peraturan daerah. Tetapi peraturan daerah dimaksud tetap mengacu pada peraturan pemerintah. Merujuk pada Peraturan Pemerintah. Nomor 72 tahun 2005 Pasal 17 hingga Pasal 23 dan dilanjutkan dengan Pasal 43 hingga Pasal 54 dapat disimpulkan bahwa pemilihan kepala desa dilakukan pada saat kepala desa "berhenti". Berhenti dalam kalimat di atas memiliki tiga makna. Pertama, berhenti karena meninggal dunia. Kedua, berhenti karena permintaan sendiri. Ketiga, berhenti karena diberhentikan. Karena ketiga jenis pemberhentian ini, pemilihan kepala desa dilakukan.
•J-Pemilihan karena Meninggal Dunia

Dalam hal kepala desa meninggal dunia, maka sesuai Pasal 17 ayat (3), Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bermusyawarah dan membuat keputusdii tentang pemberhentian kepala desa. Keputusan diserahkan kepada Camat untuk selanjutnya Camat menyerahkannya kepada Bupati/Walikota. Dalam waktu paling lambal 30 hari sejak diterimanya kcputusan BPD maka Bupati/Walikota mengeluarkan surat pengesahan pemberhentian. Pengesahan pemberhentian itu dituangkan dalam Keputusan Bupati/Walikota. Setelah menetapkan keputusan tentang pengesahan pemberhentian kepala desa yang meninggal dunia, Bupati/Walikota, sesuai ketentuan Pasal 17 ayat (6), mengangkat penjabat kepala desa. Ketentuan tentang penjabat kepala desa cliatur lebili lanjut dalam peralinan daerah. - Pemilihan karena Permintaan Scndiri Apabila kepala desa atas permintaan sendiri mengundurkan din dari jab'itannya, maka BPD, seperti dalam kasus meninggal dunia, mengadakan rapat unhik membuat usulan pemberhentian. Usulan itu ditetapkan dalam sebuah keputusan yang selanjutnya dikirim kepada Bupati/Walikota melalui Camat. Paling lambat 30 hari setelah diterimanya keputusan BPD, Bupati/Walikota mengesahkan pemberhentian kepala desa yang dituangkan dalam Keputusan Bupati/Walikota. Sama halnya dengan kasus pemberhentian akibat meninggal dunia, setelah diterbitkannya keputusan pemberhentian, maka Bupati/Walikola mengangkat penjabat kepala desa. Ketentuan tentang penjabat kepala desa ditetapkan dalam peraturan daerah Kabupaten/Kota.
'Pemilihan karena Diberhentikan

Dalam pasal 17 ayat (2) dijelaskan bahwa kata "diberhentikan" memiliki 6 (enarn) makna. Pertama, diberhentikan dalam arti masa jabatun kepala desa telah berakhir clan telah dilantik pejabat yang baru. Kedua, diberhentikan dalam arti tidak dapal meluksanakan tugas secara berkelanJLitan atau berhalangan secara tetap berturut-turut 6 (enam) bulan. Ketiga, diberhentikan karena tidak lagi memenuhi syarat sebagai kepala desa. Keempat, diberhentikan karena dinyatakan melanggar sumpah dan janji. Kelima, diberhentikan karena lidak melaksanakan kevvajiban kepala desa. Keenam. diberhenlikan karena melanggar larangan bagi kepala desa. Dalam bagi an ini tidak dibicarakan tentang pemberhentian kepala desa. Pemberhentian akan dibahas pada kesempatan lain. Namun akibat pemberhentian adalah dilakukannya pemilihan kepala desa.
Pemilihan karena Habis Masa Jabatan

Masa jabatan kepala desa adalah 6 (enam) tahun. Pasal 52 Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa menyebutkan bahwa setelah masa jabatannya berakhir, maka kepala desa dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama untuk paling banyak 1 (satu) kali masa jabatan berikutnya. Secara praktis itu berarti seseorang dapat menjadi kepala desa paling banyak dua kali. Perhitungan berakhirnya masa jabatan kepala desa adalah "vanggal pelantikan" yang disebutkan dalam surat keputusan. Jadi bukan didasarkan pada tanggal snrat keputusan. Bukan pnla didasarkan pada tanggal pemilihan atau tanggal penetapan.
f-

- 'Pemilihan karena Tidak Dapat Menjalankan Kewajiban

Seorang kepala desa yang tidak dapat menjalankan kewajiban secara beriurut-turut selama 6 (enam) hulan dilatari olch dua alusun pokok. Perlama, kurcnu sakit. Kedua, karena menjalani proses hukum. Dalam kedua kasus itu, pemilihan kepala desa wajib dilakukan. Pemilihan kepala desa yang diakibalkan pengunduran diri (olch scbab sakiO lolaU dijelaskan dalam bagian "pemilihan karena pcnnintaan scndiri". Sedangkan pemilihan karena kepala desa tidak dapat menjalankan kewajiban selama berturut-turut 6 (enam) bulan akibat proses hukum, maka BPD mengadakan rapat untuk menetapkan keputusan. Rapat harus dihadiri oleh 2/3 jumlah anggota BPD. Hasil keputusan rapat BPD disampaikan kepada Carnal untuk diteruskan kepadu Bupati/Walikota. Bupati/Walikota kemudian memproses pembcrhentian kepala desa dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) had. Ada dua jenis pemberhentian disini. Pertama, pemberhentian sementara. Kedua, pemberhentian "permanen". Pemberhentian sementara dilakukan apabila proses hukum kepala desa masih berjalan. Dalam kasus dimana kepala desa dinyatakan melakukan tindak pidana "yang diancam" dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun, berdasarkan putusan pengadilan yang beluni memperoleh kekuatan hukum tetap. maka Bupati/Walikota menunjuk sekretaris desa - secara otomatis untuk menjalankan tugas kepala desa hingga adanya pvtus-an pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap. Namun penting untuk diingat, bahwa jika proses hukum itu berjalan lebih dari 6 (enam) bulan, maka kepala desa kehilangan haknya sebagaimana ditunjuk oleh Pasal 18 ayat (2) hurufb dan c. Kepala desa yang menjalani proses hukum lebih dari 6 bulan diberhentikan dari jabatannya sebagai kepala desa.

BPD akan mengadakan rapat dengan agenda pemberhentian kepala desa dan melaporkan hasilnya kepada Bupati/Walikota melalui Carnat. Dalam waktu paling lama 30 hari sqjak diterimanya hasil rapat BPD, Bupati/Walikota mengesahkan pemberhentian kepala desa. Selanjutnya penjabat kepala desa diangkat. Dalam hal pemberhentian "permanen" dilakukan apabila kepala desa, dari proses hukum yang berjalaii dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Artinya bahwa, tanpa perlu melalui usulan BPD, dan tidak perlu menunggu hingga waktu 6 (cnam) bulan, apabila proses pengadilan mcmutuskan kepala desa bersalah sebagaimdna disebutkan di atas, maka kepala desa diberhentikan. Bupati/Walikota mengangkat penjabat kepala desa paling lama 30 hari setelah menerima salinan putusan pengadilan. Pemilihan karena Empat Kritcria Sisa Apa yang dimaksud dengan "empat kriteria sisa" adaJah hal-hal yang disebutkan dalam Pasal 18 ayat (2) huruf c, d, e dan f. Keempat kriteria dimaksud adalah (1) pemberhentian karena tidak lagi memenuhi syarat sebagai kepala desa, (2) pemberhentian karena dinyatakan melanggar sumpah dan janji, (3) pemberhentian karena tidak melaksanakan kewajiban kepala desa, dan (4) pemberhentian karena melanggar larangan bagi kepala desa. Dalam scmua jenis pemberhentian ini, BPD menyampaikan usul pombcrhciiliau melalui rapat yang dihadiri oleh 2/3 anggota BPD. Usul pemberhentian diserahkan kepada earnat dan diteruskan kepada Bupati/Walikota.

r

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->