BAB 10

WIDE AREA NETWORKS (WAN)
Pokok Bahasan Dalam pembahasan ini meliputi: 1. Wide Area Network, meliputi Koneksi WAN, VLAN, VPN, PPP, Frame Relay 2. Diagnosa permasalahan Wide Area network 3. Perbaikan / setting ulang Wide Area network

Tujuan: Pembahasan ini bertujuan: 1. Siswa memahami infrastruktur Wide Area Network (WAN) 2. Siswa memahami Diagnosa permasalahan pada Wide Area Network (WAN) 3. Siswa memahami konfigurasi dari Administrasi Server sebagai pengisi Wide Area Network (WAN)

BAB 10 WIDE AREA NETWORKS WAN (Wide Area Network) merupakan sistem jaringan yang menghubungkan antar Autonomous System (AS). Satu Autonomous System dapat terdiri atas satu jaringan atau lebih. WAN mencakup daerah geografis yang luas, memungkinkan komunikasi antara dua perangkat yang terpisah dengan jarak yang sangat jauh. Media yang digunakan untuk mengimplementasikan wide area network dapat mempunyai spesifikasi yang beragam, hal ini lebih terlihat dari kapasitas data yang dapat ditransmisikan, jenis media (line type) signal standard an spesifikasi untuk kapasitas data yang dapat ditransmisikan dapat terlihat pada table 10.1 berikut. Tabel 10.1 Teknologi WAN dan Kecepatannya

WAN dapat menghubungkan banyak LAN serta menyediakan akses ke komputer–komputer atau server pada lokasi lain. Beberapa teknologi WAN antara lain adalah
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 104

Modem, ISDN, DSL, Frame Relay, T1, E1, T3, E3 dan SONET. Penyedia layanan jaringan WAN biasa menggunakan istilah-istilah jaringan berikut untuk menggambarkan bagian utama dari jaringan WAN, yang antara lain: 1. Customer Premises Equipment (CPE), yaitu peralatan yang dimiliki dan berada di lokasi pelanggan. 2. Data Terminating Equipment (DTE), yaitu perangkat (dapat berupa perangkat tunggal atau berupa sistem) yang berfungsi untuk mengakses jaringan publik yang berada di lokasi pelanggan 3. Demarcation, yaitu pembatas secara virtual antara CPE dengan jalur yang disediakan oleh penyedia layanan WAN, biasanya berupa konektor (RJ45) yang memisahkan media dengan perangkat pelanggan. 4. Local Loop, yaitu jalur yang menghubungkan demarcation

dengan lokasi switch yang berada di lokasi Central Office terdekat. 5. Data Circuit Terminating Equipment (DCE), yaitu perangkat (dapat berupa perangkat tunggal atau berupa sistem) yang berfungsi untuk membagi akses jaringan publik kepada pelanggan. 6. Central Office, yaitu perangkat yang menghubungkan pelanggan ke jaringan switching milik provider. Central Office juga biasa di sebut dengan istilah Point Of Presents (POP). 7. Toll Network, yaitu sistem jaringan yang dimiliki oleh sistem provider.

Gambar 10.1 Komponen WAN 8.1 KONEKSI WIDE AREA NETWORK (WAN) Dalam membangun jaringan WAN, maka yang harus dibentuk pertama adalah membangun koneksi
105

antar terminal yang berfungsi sebagai komponen WAN. Koneksi tersebut dibangun dengan memberikan pengaturan signaling, namun karena perangkat yang dihubungkan terpisah
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan

dalam jarak geografis yang relatif jauh, maka diperlukan suatu jaringan komunikasi data, yang selanjutnya dikenal dengan istilah teknologi WAN. Teknologi WAN terdiri dari beberapa jenis koneksi, antara lain (Lihat gambar 10.2):

1. Leased Line (dedicated point –
to-point) 2. Circuit Switched 3. Packet Switched

Gambar 10.2 Teknologi WAN 10.1.1. Leased Line. Merupakan link point to point atau koneksi dedicated. Koneksi ini tidak memerlukan proses call setup terlebih dahulu ketika hendak mengirimkan data antara DTE. Mekanisme pengiriman pada koneksi leased line dilakukan secara synchronous serial. Koneksi ini dapat terjadi pada jaringan switching sederhana, terdapat banyak koneksi secara fisik, namun untuk operasi dalam satu waktu hanya ada satu fungsi koneksi. Jalur untuk koneksi ini biasanya di-multiplexingkan, baik dengan menggunakan teknik Frequency Division Multiplexing (FDM) maupun Time Division Multiplexing (TDM). 10.1.2. Circuit Switching. Pada teknik ini, sebelum pengiriman data dilakukan, terlebih dahulu harus dilakukan proses pembentukan koneksi dengan melakukan prosedur call setup. PSTN dan ISDN merupakan sistem yang menerapkan koneksi circuit switching ini. Mekanisme pengiriman data dilakukan secara synchrounous Serial.

Gambar 10.3 Circuit Switch
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 106

Teknologi ini merupakan pengembangan dari teknologi Leased Line.2.25 Protocol dan LAPB (Link Access Procedure Balanced) 4. Packet Switching. 10. yang merupakan sebuah protokol Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 10. dan menjadi bitstream pada lapisan fisik.1 Protokol HDLC (High Level Datalink Control) HDLC merupakan sebuah protokol yang bekerja pada lapisan datalink.2 Protokol WAN Infrastruktur untuk teknologi WAN dapat beroperasi dengan adanya Protokol WAN. maka pengamatan terhadap kinerjanya akan berorientasi pada arsitektur komunikasi data baik OSI maupun TCP/IP. selanjutnya pada lapisan network ditambahkan header network sehingga menjadi frame. Protokol X. sehingga pada lapisan transport menjadi segment. proses ini terjadi pada saat penerimaan paket data. PPP (Point to Point Protocol) 107 . Protokol HDLC (High Level Datalink Control) 2. dan spesifikasi perangkat dari vendornya. Teknologi WAN akan dapat beroperasi disesuaikan dengan Protokol WAN yang cocok. Diantaranya adalah: 1. dan kinerjanya harus dapat mengikuti proses enkapsulasi/dekapsulasi baik yang dianalisa melalui arsitektur OSI maupun TCP/IP.3. Frame Relay 5. perangkat yang membentuknya. ISDN Dalam fungsinya untuk mendukung internetworking. selanjutnya dengan penambahan header transport segment menjadi paket. Mekanisme pengiriman data di lakukan secara Synchrounous Serial. Encapsulasi adalah proses penambahan header yang terjadi pada saat pengiriman paket data. Saat ini terdapat beberapa jenis protokol yang digunakan untuk menyediakan mekanisme pengiriman data melalui jaringan WAN. proses yang terjadi pada setiap lapisan merupakan kebalikan dari proses encapsulasi. Teknik ini adalah metode WAN switching yang mengijinkan user untuk membagi bandwidth dengan pengguna lain untuk menghemat biaya. selanjutny ditambahkan header aplikasi. Gambar Packet Swicth 10.3. Informasi yang berasal dari pengguna diubah nama menjadi datagram pda lapisan aplikasi. Decapsulasi adalah proses pengurangan header dari paket data.1. Pertama kali dibuat oleh ISO. Hal ini terjadi karena setiap perangkat yang dipergunakan untuk komunikasi internetworking harus distandarisasi dibawah ISO melalui OSI.

4. HDLC biasa digunakan pada jenis koneksi leased line dan mekanisme autentikasi tidak harus digunakan. HDLC mampu mengenkapsulasi beberapa jenis data yang menggunakan routed protocol (IP. seperti terlihat pada gambar 10. PPP pada dasarnya merupakan pengembangan dari protokol SLIP (Serial Line Interface Protocol). perhatikan bagian yang menerangkan adanya HDLC Encapsulation. HDLC merupakan enkapsulasi default dari sistem router Cisco. yaitu masih bersifat single protocol. dengan menggunakan perintah: Router(config)#int s0 Router(config-if) # encapsulation hdlc Router(config) # int Untuk memeriksa apakah HDLC sudah terpasang pada interface serial. yaitu sebuah protokol standard point to point yang menggunakan protokol TCP/IP. 10. Sedangkan HDLC yang dibuat oleh Cisco memiliki kemampuan multiprotocol. HDLC dapat diimplementasikan pada interface serial yang terdapat pada dedicated router dari vendor Cisco.2. s0 dapat digunakan perintah show interface serial0.yang menetapkan metode enkapsulasi data pada synchronous serial yang menggunakan karakter frame dan checksum. sehingga menjadi solusi yang banyak digunakan untuk komunikasi WAN. Akan tetapi HDLC yang digunakan oleh router Cisco adalah HDLC yang dibuat sendiri oleh Cisco. Hal ini dikarenakan HDLC yang dikeluarkan oleh ISO memiliki kelemahan. IPX. PPP memiliki kemampuan untuk melakukan proses autentikasi dan bersifat multiprotocol. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 108 . dsb) atau protokol layer 3 dan pengirimannya dilakukan secara simultan.2 PPP (Point to Point Protocol) PPP (Point to Point Protocol) merupakan protokol data link layer yang dapat digunakan pada media asynchrounous serial atau synchrounous serial.

Dengan menggunakan CHAP atau PAP Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan . LCP (Link Control Protocol) merupakan sebuah metoda dari penetapan. NCP digunakan untuk melakukan komunikasi dari beberapa protokol jaringan yang dienkapsulasi oleh PPP. Ketika koneksi hendak dibentuk oleh PPP. Stacker dan Predictor merupakan dua jenis protokol yang mendukung PPP dalam proses kompresi data.Multilink. HDLC merupakan sebuah metoda untuk melakukan enkapsulasi datagram melalui jalur serial 2. Untuk keamanan hubungan. memecahkan data yang akan dikirim. diantaranya: 1.Autentikasi. diantaranya: . . 2. .Gambar 10. pemeliharaan dan pemutusan hubungan point to point. PPP menggunakan protokol Quality Magic untuk menjamin kehandalan data yang dikirim. Fase Autentikasi (jika digunakan). kemudian dikirimkan melalui dua atau lebih jalur secara paralel dan sisi penerima melakukan proses penyusunan data. PPP menyediakan 109 kemampuan autentikasi. digunakan untuk meningkatkan kinerja proses pengiriman data. biasanya ada tiga fase yang biasa dilakukan yaitu: 1.Error Detection. Protokol LCP memiliki beberapa kemampuan. NCP (Network Control Protocol) merupakan sebuah metoda dari pembentukan dan pengkonfigura-sian protokolprotokol lapisan jaringan.4 Fungsi Kerja PPP dar model Referensi PPP berisi beberapa komponen. 3. PPP dirancang untuk melakukan pengiriman secara simultan melalui beberapa protokol jaringan. Fase Pembentukan Jalur.Compression. autentikasi . Paket LCP dikirimkan oleh setiap device untuk mengkonfigurasi dan menguji jalur.

salah satu router (remote router) mengirimkan username dan password dalam bentuk clear text ke router lainnya (akses server). PPP menggunakan NCP untuk mengijinkan beberapa protokol layer network dienkapsulasi dan dikirimkan melalui sebuah PPP. Ada dua metoda autentikasi yang disediakan oleh PPP yaitu: 1. Gambar 10. CHAP 1. Password dikirimkan dalam bentuk clear text. PAP 2. Dalam metoda PAP. Gambar 10.5 Handshake Password Authentication Protocol (PAP) Kemudian router akses server akan mengautentikasi dan memutuskan apakah menerima hubungan tersebut atau menolaknya tergantung pada informasi username dan password yang terdapat di database lokal dengan username dan password yang diajukan oleh remote router. Konfigurasi pada kedua router dapat dilakukan dengan: Router 1: Router(config)# hostname ROUTER1 Router(config)# username ROUTER2 password DUA Router(config)# interface serial0 Router(config-if)# encapsulation ppp Router(config-if)# ppp authentication pap Router(config-if) # ppp pap sent-username ROUTER1 password SATU Router 2: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 110 .3.5 menggambarkan contoh implementasi penggunaan protokol PPP dengan menggunakan autentikasi PAP. Password Authentication Protocol (PAP) Metode autentikasi ini kurang begitu aman dibanding metoda CHAP. Fase Protokol lapisan jaringan. Implementasi PPP dengan autentikasi PAP dapat dilakukan dengan cara menghubungkan kedua router point to point-nya melalui jaringan PSTN/ISDN.

6 memberi ilustrasi proses autentikasi dengan metode CHAP. dengan perintah: Router(config-if) # ppp pap Router(config-if) # ppp pap sent-username sent-username local_user password local_user password_koneksi password password_koneksi Secara umum. dengan perintah: nama yang router 2. Challenge Authentication Protocol (CHAP) Metoda autentikasi CHAP lebih aman dibandingkan PAP. konfigurasi PPP dengan menggunakan autentikasi PAP dapat dilakukan dengan beberapa perintah. Router(config-if) # ppp authentication pap Tentukan autentikasi PAP. yakni: 1. Remote user merespon dengan memberikan username dan password yang telah dienkripsi dengan menggunakan metode MD5 (Message Digest 5).Router(config)#hostname ROUTER2 Router(config)#username ROUTER1 password SATU Router(config)#interface serial0 Router(config-if)#encapsulation ppp Router(config-if)#ppp authentication pap Router(config-if)#ppp pap sentusername ROUTER2 password DUA Router(config-if) # ppp authentication pap 4. Router(config-if) # username <remote user> password <password koneksi> 2. Menetapkan remote user berhubungan dengan lokal. akses server mengirimkan sebuah sinyal Challenge ke remote user. Kirimkan nama user lokal dan password yang terdaftar di database router lain untuk melakukan proses autentikasi. Setelah hubungan PPP ditetapkan. Pemasangan enkapsulasi PPP perintah: Router(config-if) Router(config-if) # # encapsulation ppp encapsulation ppp jenis dengan 3. perintah: jenis dengan 111 Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan . Gambar 10. Sebelum data dikirimkan terlebih dahulu dienkripsi.

Menetapkan nama remote user yang dapat berhubungan dengan router lokal. maka autentikasi diterima dan hubungan bisa dibentuk. dengan perintah: Router(config-if) # ppp authentication pap 4.6 Handshake PPP dengan CHAP Kemudian akses server menerima respon dari remote user dan membandingkan hasil enkripsi remote user dengan hasil enkripsi yang dimiliki akses server. Jika hasilnya sama. tentukan username dan password koneksinya. Pemasangan jenis enkapsulasi Konfigurasi pada kedua router Router 1: Router(config) # hostname ROUTER1 Router(config) # username ROUTER2 password PASS Router(config) # interface serial0 Router(config-if)# encapsulation ppp Router(config-if)# ppp authentication chap PPP dengan perintah: Router(config-if) menggunakan # encapsulation ppp 3.Gambar 10. Implementasi PPP dengan autentikasi CHAP dapat dilakukan dengan cara menghubungkan kedua router point to point-nya melalui jaringan PSTN/ISDN. dengan menggunakan perintah: Router(config-if) # ppp chap hostname local_router Router(config-if) # ppp chap password password_koneksi Konfigurasi PPP yang telah kita lakukan dapat diverifikasi dengan Secara umum. Caranya dengan menggunakan perintah: Router(config) # username <remote user> password <password koneksi> 2. Menentukan jenis autentikasi CHAP. CHAP dapat menggunakan berikut: dilakukan dengan perintah-perintah 1. dengan menggunakan cara mengirimkan nama user lokal dan password yang terdaftar di database router lain untuk melakukan proses autentikasi. Pada Router 2: Router(config) # hostname ROUTER2 Router(config) # username ROUTER1 password PASS Router(config) # interface serial0 Router(config-if) # encapsulation ppp Router(config-if) # ppp authentication chap Router(config-if) # ppp chap hostname ROUTER2 Router(config-if) # ppp chap password PASS salah satu router. konfigurasi PPP dengan menggunakan autentikasi Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 112 .

25 dan LAPB (Link Access Procedure Balanced) Pendekatan tradisional packet switching memungkinkan penggunaan X.25 DCE biasanya bertindak sebagai fungsi pembatas ke jaringan data publik dengan sebuah switch/concentrator. yaitu : Packet-packet control panggilan.menggunakan perintah-perintah berikut: show running-config.25 merupakan sebuah protokol standar yang mendefinisikan hubungan antara sebuah terminal dengan jaringan packet switching.25 didesain untuk dapat melakukan pengiriman dan penerimaan data melalui jalur analog. Bentuk pengalamatan dari X. Protokol X. diperlukan pensinyalan inband.25 ada dua jenis yaitu SVC (Switched Virtual Circuit) dan PVC (Permanent Virtual Circuit).2. - show interface serial. dibawa pada channel yang sama pada sirkuit virtual yang sama sebagai paket data. X.25 beroperasi pada layer network. Jenis virtual circuit yang disediakan oleh X.25 didefinisikan oleh ITU-T yang dikenal dengan pengalamatan X.25. Akibatnya.7 Link X.25 mengidentifikasi tanggung jawab dari dua station yang terpasang pada jaringan X.25 DTE biasanya berupa router.25 DTE dan X. Maksimal 10 atau 11 digit menetapkan NTN (Network Terminal Number). Multiplexing sirkuit virtual menempati layer 3 model komunikasi OSI. Perhatikan bagian yang menyebukan Encapsulation ppp.121. Gambar 10. Protokol X. 113 .3 Protokol X. yang terdiri dari: 4 digit pertama menetapkan DNIC (Data Network Identification Code).25 X. DTE dan DCE pada X. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 10.25 mengimplementasikan virtual circuit diantara X. X. menampilkan perintah-perintah yang kita gunakan untuk konfigurasi PPP. sedangkan X. Baik layer 2 maupun layer 3 mencakup mekanisme kendali aliran dan koreksi kesalahan.25 yang tidak hanya menentukan interface user dari jaringan WAN. sedangkan layer datalink dikelola oleh protokol LAPB (Link Access Procedure Balanced) yang menyediakan kehandalan dan mekanisme sliding windows. yang diperlukan untuk mensetup dan membubarkan sirkuit virtual.25 DCE. memastikan apakah enkapsulasi PPP sudah terpasang pada interface serial. akan tetapi juga mempengaruhi desain internal jaringan. dengan beberapa pendekatan.

25 sudah terpasang pada interface serial.121address 3.121: Menetapkan alamat Router(config-if) # x25 address x. bahkan bisa jadi beberapa router yang terkonsentrasi pada satu jaringan frame relay masing-masing terkoneksi dengan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 114 2.show running-config.121address Implementasi penggunaan protokol X. Memetakan alamat network layer protocol (mis. Mendefinisika n jenis enkapsulasi (default: DTE ): Router(config-if) # encapsulation x25 [dce|dte] 10.121: Menetapkan .25 pada jaringan SVC Switched Virtual Circuit) di router dapat dilakukan dengan cara: 1.121 Router(config-if) # x25 map protocol address x. IPX) dengan alamat x.Implementasi penggunaan protokol X.25.4 FRAME RELAY Jaringan Frame Relay dirancang untuk dapat menampilkan kualitas koneksi yang lebih efektif dibandingkan dengan X. memastikan apakah enkapsulasi X.25 pada jaringan PVC (Permanent Virtual Circuit) di router dapat dilakukan dengan cara: 1. menampilkan perintah-perintah yang telah digunakan untuk mnenerapkan konfigurasi X.2.121: Router(config-if) # x25 pvc circuit_number protocol address x.121-address Konfigurasi X. IP. 2.25 yang telah dilakukan dapat diverifikasi dengan menggunakan perintah-perintah: . Memetakan alamat network layer protocol (mis. IP. alamat x. x.121address 3. dengan sifat koneksi yang connection oriented. IPX) dengan alamat x. Implementasi frame relay tidak mengharuskan penggunaan media fisik tertentu.25 . Protokol Frame Relay mendefinisikan proses pengiriman data melalui sebuah jaringan data publik.show interface-serial. Mendefinisikan jenis enkapsulasi (default: DTE ): Router(config-if)# encapsulation x25 [dce|dte ] Router(config-if)# x25 address x.

sedangkan router lain terkoneksi dengan menggunakan media wireless misalnya menggunakan wifi dan menggunakan satelit. 115 Frame relay mempunyai kelebihan.8. sehingga Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan . misalnya ada router yang terkoneksi menggunakan wireline. Pada proses transmisi jaringan tidak melibatkan banyak protokol (PPP melibatkan banyak protocol dalam proses transmisi jaringan).25 pada sistem end user dalam jaringan packet switching. Satellite Bridge LAN Access Point Satellite dish Satellite dish Frame Relay LAN LAN Gambar 10.8 Link Frame Relay . seperti ilustrasi pad agambar 10. yaitu dapat menyediakan proses komunikasi yang ringan. Frame relay dirancang untuk mengeliminasi banyaknya overhead yang diperlukan X. akan tetapi kemampuan ini tersedia pada lapisan diatasnya.media fisik yang berbeda-beda. Frame Relay mempunyai kelemahan yaitu berkurangnya kemampuan flow control dan error correction pada pengiriman frame.

Menetapkan nomor DLCI yang digunakan : Router(config-if) # framerelay interface-dlci [number-dlci] 6. jika pasangan komunikasinya menggunakan Router Cisco Enkapsulasi Frame Relay ietf dipilih jika pasangan komunikasinya router nonCisco. Konfigurasi pemetaan alamat jika hendak menggunakan cara pemetaan statis. Teknik pemberian identifikasi ini dikenal dengan istilah DLCI (Datalink Connection Identifier). LMI adalah signaling yang terpasang antara CPE (DTE) dengan Switch Frame Relay. Nomor ini selanjutnya akan dipetakan secara statis maupun dinamis dengan alamat network layer dengan menggunakan protokol IARP (Inverse Address Resolution Protocol). Berikut ini akan diuraikan contoh konfigurasi frame relay pada beberapa perangkat router. Pilih jenis enkapsulasi yang akan digunakan: Router(config-if) # encapsulation frame relay [cisco | ietf] *) Catatan: Enkapsulasi Frame Relay Cisco merupakan nilai default.25. Berikan konfigurasi alamat network layer (IP Address) 3.233 menunjukkan bahwa Frame Relay dapat digunakan pada akses dengan kecepatan sampai 2Mbps. 4. Tentukan digunakan: jenis LMI yang Router(config-if) # frame-relay lmi-type [cisco | ansi | a933a] 5. Dipilih. Identitas DLCI yang memetakan pengenal koneksi tiap interface akan disimpan pada table yang dibentuk oleh switch frame relay pada service provider.delay lebih rendah dan laju penyelesaian komunikasi yang lebih tinggi dapat terjadi. Tentukan interface yang akan dihubungkan dengan frame relay 2. Sama halnya dengan X. Frame Relay memiliki kemampuan membentuk beberapa Virtual Circuit melalui sebuah jalur pengiriman dengan memasangkan identitas koneksi ke setiap pasang device DTE yang terhubung. Device dedicated router yang diproduksi oleh vendor Cisco dapat mendukung tiga jenis LMI. Ketika device switch pada service provider menerima frame dari DTE melalui LMI (Local Management Inteface). maka digunakan perintah: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 116 . maka switch akan menganalisis DLCI dan mengirim frame ke port yang sebelumnya telah ditetapkan. Rekomendasi ITU-T I. yaitu: Cisco Ansi Q933a Konfigurasi Frame Relay pada jaringan router Cisco dapat dilakukan dengan cara: 1.

menampilkan pemetaan antara DLCI number dan alamat network layer. Cara ini merupakan cara yang paling efektif untuk menangani masalah split horizon yang terjadi pada jaringan NBMA. Show interface serial. Responnya perhatikan angka yang menunjukkan alamat DLCI dan alamat network layer / ip address. dalam beberapa implementasi dikenal dengan istilah aliasing. apabila telah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan . DLCI Usage.255. maka akan menimbulkan masalah baru yaitu terjadi routing loop jika terjadi perubahan topologi. memastikan enkapsulasi Frame relay sudah terpasang atau belum. Me-Non-aktifkan aturan split horizon.frame relay lmi-type [ ] .255. Akan tetapi masalah tersebut dapat diatasi dengan cara: 1.0 Router(config-if) # encapsulation frame-relay Router(config-if) # framerelay lmi-type cisco Router(config-if) # framerelay interfacedlci 100 Konfigurasi Frame Relay yang telah dilakukan dapat diverifikasi dengan menggunakan perintah: Show frame-relay pvc. PVC Status dan jenis interface yang digunakan). Tentukan interface yang akan dibentuk menjadi sub interface 2.51. Langkah untuk membentuk sub interface pada sebuah interface: 1. Responnya perhatikan statistik interface yang digunakan untuk frame relay (DLCI. 2. dan metode penetapan nomor DLCI-nya (static/dynamic). menampilkan statistic trafic data pada virtual circuit.frame-relay interface-dlci [ ] Show frame-relay map.36 255. khususnya frame relay.encapsulation frame-relay . Membentuk sub interface. Hanya saja jika cara ini dilakukan. menampilkan perintah-perintah yang telah digunakan untuk menerapkan konfigurasi frame 117 relay. Responnya perhatikan bagian yang menyebutkan: .Router(config-if) # framerelay map [ip address dlci number broadcast] Contoh konfigurasi untuk router yang digunakan sebagai DTE dari jaringan dengan Protokol Frame Relay: Router(config) # interface serial0 Router(config-if) # ip address 202. Sebuah interface dibentuk seolaholah terdiri dari beberapa interface secara logika (virtual).226. Jaringan Frame Relay memiliki sifat NBMA (Non Broadcast Multi Access). Responnya perhatikan baris yang menyatakan “Encapsulation FRAME-RELAY” Show running-config. Hilangkan network layer address yang ada. Jaringan frame relay yang menerapkan pemasangan beberapa PVC terhadap sebuah interface di router akan menimbulkan masalah dengan aturan split horizon.

168.1 255.255. Pilih sub interface yang akan dikonfigurasi: Router(config-if) # interface serial nomorport.Full Mesh . Konfigurasikan frame relay enkapsulasi 4.2 point-to-point Router(config-subif) # ip address 192.nomorsubinterface Contoh konfigurasi untuk implementasinya dapat di lihat pada kotak perintah disamping: Router(config) # interface serial0 Router(config-if) # no ip address Router(config-if) # encap frame-relay Router(config-if) # int s0.168. jaringan Frame Relay dapat menggunakan topologi: .3 Virtual LAN (VLAN) Virtual LAN (VLAN) adalah sebuah konsep logika yang membagi satu broadcast domain (network) menjadi beberapa broadcast domain Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 118 .255.0 Router(config-subif) # frame-relay interface-dlci 200 Router(config-subif) # frame-relay interface-dlci 300 Dalam implementasinya.memiliki alamat.100.Star .1 255.0 Router(config-subif) # frame-relay interface-dlci 100 Router(config-if) # int s0.255.3 multipoint Router(config-subif) # ip address 192.Partial Mesh 10. maka frame tidak akan diterima oleh subinterface.200.255. Router(config-if) # no ip address 3.

10. secara umum langkah yang dilakukan adalah : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan . maka masing-masing host yang terhubung pada masingmasing port secara otomatis dapat berkomunikasi sampai konfigurasi VLAN diberikan. Port dengan VLAN ID yang sama dikatakan berada dalam satu broadcast domain.10. Cara pertama adalah dengan menggunakan interface under web. Dari gambar 10.3/24 Vlan ID 200 to port 2 iMac C 10. 119 Konfigurasi pengelompokan jaringan pada konsep VLAN. A 10.(kelompok logika).10. Sebaliknya apabila antar port berbeda identitas VLAN ID-nya maka berbeda pula broadcast domainnya (tidak dapat saling berkomunikasi).10. dari vendor semua port pada manageable switch tergabung dalam satu VLAN ID. PC C berada pada broadcast domain yang sama dengan PC F sebab VLAN ID nya sama yaitu 300. begitu juga PC B berada pada broadcast domain yang sama dengan PC E sebab VLAN ID nya sama yaitu 200.2/24 Vlan ID 100 to port 1 walaupun berada pada fisik manageable switch yang sama dan host yang terhubung pada port tersebut mempunyai identitas Network Address yang sama pula.10. Port diberikan identitas VLAN ID untuk komunikasi dengan port yang lainnya. langkah ini sangat mudah dilakukan.7/24 Vlan ID 300 to port 6 Gambar 10.10.6/24 Vlan ID 200 to port 5 iMac F 10. Beberapa host yang terhubung ke switch yang sama dengan identitas network yang sama.10.10.10. tergantung pada interface pengkonfigurasian yang disediakan oleh manageable switch. sebab mempunyai identitas VLAN ID yang sama (100).10. hal ini dilakukan dengan mengelompokan VLAN ID pada konfigurasi port manageable switch. sehingga sebelum diberikan konfigurasi VLAN ID untuk masingmasing port.5/24 Vlan ID 100 to port 4 iMac E 10.9 dijelaskan bahwa PC A dengan PC D berada pada broadcast domain yang sama. dapat dibuat menjadi kelompok logika yang berbeda. Penerapan nya dilakukan pada Manageable Switch.10. dapat dilakukan dengan dua cara.4/24 Vlan ID 300 to port 3 iMac D 10. iMac iMac B 10.9 Implementasi VLAN Secara default.10.

Tkj # show vlan Tkj # show vlan-membership 10. yang dapat dilihat pada console. Sw(config)# interface fa0/12 Sw(config-if)# switchport mode trunk Untuk melihat status dari koneksi VLAN yang telah dibuat dan diimplementasikan. Konfigurasi VTP dilakukan dengan menambahkan perintah pada port yang terhubung dengan switch lain (port yang digunakan harus mempunyai kapasitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang digunakan untuk VLAN. Konfigurasi VLAN dapat dilakukan pada koneksi beberapa switch. Ulangi langkah 1 dan 2 (juga 3. Tkj(config)# vlan 200 name tkj 2. apabila akan membuat VLAN ID baru dan anggotanya. 3. Masuk ke interface yang akan dijadikan anggota vlan yang sudah dibentuk. Masuk ke halaman administrasi manageable switch melalui browser. Pada beberapa aplikasi komunikasi. Tkj(config)# int e0/2 Tkj(config-if)# vlanmembership static 200 anggota VLAN ID).4 Virtual Private Networks (VPN) Virtual Private Networks (VPN) merupakan solusi untuk membuat koneksi LAN melalui internetwork. pengkonfigurasian dengan menggunakan perintah pada console dapat dilakukan dengan langkah : 1. 4. 4.1. misalnya gunakan FastEthernet (Fa). tapi hal ini bersifat tambahan. yaitu konfigurasi untuk switch bertingkat (koneksi antar switch). dengan menggabungkan konsep Virtual Trunking Protocol (VTP). Cara kedua adalah dengan menggunakan perintah pada console atau menu yang disediakan oleh sistem operasi manageable switch tersebut. dapat disertai dengan VLAN Name. dilanjutkan dengan memasukan beberapa nomor port dari koneksi ke host yang akan dimasukan ke kelompok logika tersebut. maka dapat dilihat pada statusnya. Penerapan konfigurasinya dilakukan pada router yang keduanya terhubung pada internetwork dengan menggunakan protokol yang sama untuk keperluan VPN . Cisco dapat dikonfigurasikan dengan menggunakan cara ini. Buat VLAN ID. jika banyak port yang di jadikan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 120 . metoda ini dikenal dengan istilah Tunneling. lalu buat VLAN ID yang menjadi identitas kelompok logika. yang merupakan kelompok logika bagi host. 2. Ulangi langkah nomor 2 untuk menambahkan interface lain pada VLAN ID yang telah dibentuk. Setelah masuk ke console konfigurasi. Masuk ke layanan konfigurasi VLAN 3. Ulangi langkah nomor 3 apabila akan membuat beberapa VLAN ID.

yaitu : 1.0 19 24 Router Home LAN A 10.0/24 Gambar 10.10 Implementasi VPN VPN berfungsi untuk mengijinkan dua jaringan atau komputer untuk berkomunikasi satu sama lain melalui suatu media yang relatif tidak menjamin/aman.0/24 Router Office (Remote) / .0. 121 10.2. Dalam banyak implementasi.103. adapun konfigurasi untuk implementasi VPN dijelaskan pada sub bab berikutnya mengenai Membangun VPN.4. 2. media yang menghubungkannya adalah internet. Masing-masing LAN terhubung dengan intrenet melalui Gateway ISP masing-masing.0 16 2. diantaranya: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan . 1 10.10 mendeskripsikan implementasi VPN. Memberikan konfigurasi VPN. Gambar 10.150. dengan menambahkan alamat virtual network pada interface tunnelling. Menyiapkan alamat jaringan yang akan dijadikan sebagai alamat point to point VPN (Virtual Network).8 8.Untuk membuat link VPN antar LAN dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa komponennya. 3.1. Internet ISP 1 /24 ISP 2 19 0.150. 68 81 2. 4.1 Protokol Tunneling VPN Ada beberapa protokol tunneling yang dapat digunakan pada VPN. Menyiapkan interface tunnelling/VPN pada kedua router LAN.0/24 LAN B 10. .

Topologi awal sebelum implementasi VPN. confidentiality. Selanjutnya peranan protokol ini digantikan oleh L2TP. 10. tidak memiliki encryption/key management didalamnya. pengamanannya meliputi: Proses - Authentication. untuk menjamin data terkirim dari pengirim ke penerima yang dikehendaki. dikembangkan oleh IETF. Access control. . dan key management. Dalam penanganan user terkait dengan key management atau sistem autentikasinya maka dapat diterapkan dua protokol key management. Merupakan kumpulan satuan keamanan berupa pengalamatan untuk kemanan data. mengamankan data dari campur tangan pihak yang tidak diberikan hak akses.3 Membangun VPN Untuk membangun link VPN berikut beberapa hal yang harus dilakukan : 1. menggunakan PPTP atau L2TP Tunnelling. Radius (Remote Authentication Dial-In User Service). ISAKMP/Oakley. 2. yaitu: 1.4. menggabungkan L2F and PPTP dan bekerja pada link layer. memastikan data tidak mengalami perubahan oleh pihak lain sebelum tiba di tujuan. .PPTP Point-to-Point Tunneling Protocol (RFC 2637) bekerja pada link layer. Confidentiality. Membuat topologi perencanaan VPN . Data integrity. authentication.Socks – diterapkan pada application layer 10. tidak memiliki encryption /key management didalamnya.IPSec . (RFC 2661). VPN memerlukan keamanan baik yang berupa authentification. integrity.L2TP – Layer 2 Tunneling Protocol. mengamankan data dari penyadapan pihak ketiga. tidak diterapkan key management. Bekerja pada link layer OSI model dan tidak memiliki encryption. .4. untuk mengamankan data yang dikirimkan melintasi media transmisi publik. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 122 . diimplementasikan pada layer 3. data integrity maupun key management.- L2F – Protokol Forwarding pada Layer 2.Internet protocol security.2 Keamanan VPN Dalam implementasi tunneling. dalam penggunaannya untuk tunneling. .

100.2 netmask 255.1 192.255.255.2 0xffffffff Pada Router 2: create tunnel inet netmask Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan .255.168. dengan membuat virtual link.Instalasi sistem operasi jaringan dilengkapi dengan fungsi IP Forwarding.255.1 123 Router 2: # ifconfig eth0 192.200. Pada Router 1: # ifconfig gif0 # ifconfig gif0 202.Instalasi/aktivasi kernel untuk keperluan penambahan device virtual/VPN.0 # ifconfig eth1 202.255.200. Membangun PC Router dengan menggunakan sistem operasi jaringan tertentu (dalam implementasi ini akan digunakan sistem operasi Linux) . (untuk linux dapat diaktivasi device GIF).0 # ifconfig eth1 202.10.1 Mengkonfigurasi alamat tunneling pada device GIF.2 netmask 255.20.255.255.11 Topologi Sebelum Implemenetasi VPN - Topologi setelah implementasi VPN Gambar 10.100.20.255.100.100. .200.2 netmask 255.Mempersiapkan PC untuk Router dengan memasang dua buah network interface card.2 netmask 255.240 # route add default gw 202.12 Topologi Setelah Implementasi VPN 2.240 # route add default gw 202. .168.100.10. .2 202.2 # ifconfig gif0 192.20. Router 1: # ifconfig eth0 192.100.168.168.10.200.Memberi Konfigurasi Network (IP Address dan Routing) pada kedua network interface card sesuai dengan networknya (Local dan Internet Gateway).Gambar 10.

100.10...100.168.2 inet 192.2 # ifconfig gif0 192.168.1 UH Untuk melewatkan koneksi antar network. maka data akan secara normal disampaikan ke internet melalui jalur normal. Pengujian Konfigurasi tunneling berhasil apabila respon nya: # ifconfig gif0 gif0: flags=8051<UP. dapat di cek dengan menggunakan perintah: # ifconfig gif0 3.2 --> 202.1 Untuk melakukan verifikasi terhadap konfigurasi yang telah diberikan.2 netmask 0xffffffff Selanjutnya pada table routing terdapat opsi routing tambahan berupa penambahan routing static ke remote network melalui interface Tunnel: # netstat -rn Routing tables Destination Gateway Netif Flags 0 gif0 Use .200.168.20.10.2. maka data akan disampaikan ke 192.100. Untuk pengiriman data ke network yang ada di internet selain tujuan VPN.10. diyakinkan hop yang dilalui oleh paket data dari local network ke remote network hanya tiga hop.168.0/24 192.2 Pada Router 2: # route add –net 10.20. Expire dapat dilakukan dengan menggunakan tools monitoring network yaitu ping dan traceroute. Misalnya dari LAN A yang ditujukan ke www. maka antar router tersebut Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 124 .# ifconfig gif0 # ifconfig gif0 202.100.1 192. Tanpa mengaktifkan VPN. RUNNING.2 202.168.100.100. selanjutnya disampaikan ke host pada jaringan tujuan.168.2 192.1 0xffffffff create tunnel inet netmask harus ditambahkan opsi routing dengan destination remote network melalui ip address tunneling pada remote router.20. Pada Router 1: # route add –net 20.10.200.POINTOPO INT.1. yahoo. Dengan menggunakan tools ping.com.168. maka route data antar kedua network akan melalui internet dengan hop menyebutkan ISP 1 dan ISP 2 sebagai gateway dari masingmasing router LAN.1 --> 192. dapat dipastikan koneksi antara kedua network tersebut sudah terbangun. Dengan menggunakan traceroute.168.0/24 192.20.100.100. yaitu setelah melalui local router selanjutnya packet data langsung disampaikan ke remote router melalui interface tunnel.MULTICAST> mtu 1280 tunnel inet 202.

125 Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan . Selanjutnya tentukan port yang digunakan untuk koneksi dan bit rate. setelah sebelumnya dibuat koneksi antara host (serial port) dengan switch/router pada port console. Begitu juga apabila ada data yang berasal dari LAN B dengan tujuan internet. diantaranya: 1. maka hyper terminal akan menghantarkan kita ke terminal pada remote terminal. Konfigurasi pada suatu manageable switch atau dedicated router dapat dilakukan dengan beberapa cara. dilakukan dengan akses hyper terminal dari program. Untuk sistem tanpa password. Masukan user – password untuk aksesnya.5 MEMBANGUN KONEKSI. Melalui koneksi hyper terminal (console). 10. kemudian ke ISP 1 selanjutnya ke Internet.router LAN A. maka dapat diberikan eksekusi ”enter” sebagai pengantarnya. Gambar 10. Selanjutnya apabila berhasil.13 Tampilan Awal Konfigurasi Hyper Terminal - Isi nama koneksi dan pilih salah satu icon koneksi untuk pembuatan shortcut.

3. baik dengan melalui network atau secara langsung. winbox. Gambar 10. rlogin atau tools remote terminal lainnya. Satu syarat yang harus di penuhi adalah alamat yang akan ditempatkan pada address bar browser harus diketahui. Telnet atau SSH dapat dilakukan melalui software. dan meyakinkan koneksi antar host tersebut. Web Base. dilakukan dengan terlebih dahulu menghubungkan host dengan remote host (manageable switch/ dedicated router) yang akan di konfigurasikan. salah satunya adalah putty.15 Software Putty Untuk Remote Login Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 126 . SSH. Remote Terminal. dengan memanfaatkan protokol http sebagai interface-nya. bisa menggunakan Telnet.14 Tampilan Remote Terminal Melalui Hyper Terminal 2.Gambar 10.

Melokalisasi daerah kerusakan Daerah jaringan yang mengalami kerusakan dilokalisasi untuk dilakukan upaya perbaikan. Untuk masalah yang terkait pada LAN. upaya perbaikan dapat difokuskan pada : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan . Komponen yang menjadi pembentuk WAN. Misalnya perangkat yang pernah mengalami kerusakan. Apakah gejala yang muncul merupakan indikasi masalahyang berkaitan dengan hardware atau sofware.16 Winbox Loader Untuk Remote Terminal Atau dapat pula digunakan software winbox. 10. disisi lain daerah yang tidak mengalami kerusakan. Mengidentifikasi masalah melalui gejala yang muncul. apakah dengan melakukan konfigurasi ulang pada software. 2. 3. harus diawasi kinerjanya agar ketika media ini berfungsi dapat menjadi perantara komunikasi yang optimal. terlebih dahulu harus dibuat segmentasi permasalahan antara permasalahan pada LAN dengan permasalahan pada WAN. hal ini untuk mengupayakan perbaikan dengan cepat. maka selanjutnya gejala tersebut diupayakan penanganan masalahnya. sebaiknya kinerjanya diawasi karena walaupun ia berfungsi kembali. maka beberapa hal perlu dilakukan sebagai upaya perbaikan agar komunikasi melalui WAN dapat kembali dilakukan dengan optimal.6 DIAGNOSA PERMASALAHAN WAN Pemanfaatan media Wide Area Network (WAN). sebaiknya diisolasi ketika ia kembali berungsi. 4. diupayakan agar tetap berfungsi untuk melayani proses komunikasi data antar host. berdasarkan kondisi sebelumnya. namun pada saat ia digunakan kembali. namun kinerjanya tidak akan seefektif kondisi baru. Selain dari dua software diatas masih banyak software remote terminal yang dapat digunakan untuk melakukan pengkonfigurasian suatu host tertentu.Gambar 10. sehingga upaya perbaikan dapat difokuskan ke 127 bagian software atau hardware tergantung dari gejala ini. Apabila terjadi kegagalan komunikasi pada WAN. kemudia setelah diperbaiki ia digunakan kembali. Sedangkan masalah yang terkait pada WAN. Menganalisa gejala kerusakan Apabila telah diketahui masalah dari gejala yang timbul. atau upaya perbaikan pada hardware atau bahkan mengharuskan untuk membangun sistem baru. maka upaya perbaikan dapat difokuskan pada : 1. Mengisolasi permasalahan Bagian yang telah atau pernah mengalammi kerusakan. menjadi salah satu penyebab terjadinya kegagalan komunikasi pada WAN disamping permasalahan yang terjadi pada link itu sendiri. Untuk melakukan perbaikan pada masalah ini.

Mengidentifikasi masalah melalui gejala yang muncul. maka . 5. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 128 . harus diupayakan agar down time terjadi seminimal mungkin. disisi lain daerah yang tidak mengalami kerusakan. sebaiknya diisolasi ketika ia kembali berungsi. Masalah yang terjadi harus secepatnya diperbaiki agar jaringan dapat kembali berfugsi untuk keperluan komunikasi. berdasarkan kondisi sebelumnya. Upaya ini dapat dilakukan dengan melakukan Monitoring jaringan sebagai bagian dari kegiatan Maintenance Repair (MR). diupayakan agar tetap berfungsi untuk melayani proses komunikasi data antar host. diharapkan pengguna jaringan komputer tidak merasakan adanya upaya perbaikan dengan penggantian router pada jaringan yang sedang ia gunakan aplikasinya. Pengecekan harus dilakukan semaksimal mungkin sebelum koneksi jaringan dipindahkan ke jaringan yang sebetulnya. Menyiapkan cadangan router. Apakah gejala yang muncul merupakan indikasi masalahyang berkaitan dengan hardware atau sofware. Hal ini seyogyanya dapat dilakukan dalam waktu singkat dalam hitungan detik (mungkin tidak lebih dari 5 detk). Menyelesaikan masalah yang timbul. hal ini untuk mengupayakan perbaikan dengan cepat. dengan konfigurasi yang sama.masalah tersebut di kelompokan ke masalah sejenis lainnya. dengan router yang akan digantikannya. perbaikan masalahnya mengharuskan adanya pergantian komponen router yang pada saat itu sedang berfungsi. 3. Dengan upaya perbaikan seperti ini. namun kinerjanya tidak akan seefektif kondisi baru. Setelah router pengganti difungsikan. hal ini akan mempercepat upaya perbaikan. 3. Upaya penjaminan kualitas layanan jaringan komputer akan terpelihara apabila pengelola jaringan dapat memastikan kondisi jaringan setiap saat. kemudia setelah diperbaiki ia digunakan kembali. maka langkah selanjutnya tinggal memindahkan koneksi kabel jaringan dari router lama ke router baru saja. Melokalisasi daerah kerusakan Daerah jaringan yang mengalami kerusakan dilokalisasi untuk dilakukan upaya perbaikan. Mengisolasi masalah Bagian yang telah atau pernah mengalammi kerusakan. pengguna tidak merasakan adanya perbaikan koneksi. maka upaya perbaikan yang dilakukan sebaiknya menggunakan langkah : 1.1. sebaiknya kinerjanya diawasi karena walaupun ia berfungsi kembali. Misalnya ketika terjadi masalah jaringan yang ternyata ketika di identifikasi. sehingga upaya perbaikan dapat difokuskan ke bagian software atau hardware tergantung dari gejala ini. Dalam upaya perbaikan ini. namun pada saat ia digunakan kembali. Memfungsikan router tersebut secara stand alone (tanpa koneksi jaringan). Memilah masalah berdasarkan kelompoknya Setelah diketahui masalahnya. bahkan kalau bisa ketika perbaikan dilakukan. 4. 2. Misalnya perangkat yang pernah mengalami kerusakan. 2.

Software yang masuk kategori ini diantaranya adalah Solarwinds (bisa didapat dari solarwinds. dll. Software yang memberikan informasi keadaan jaringan secara realtime (tepat waktu). Topologi jaringan yang akan dimonitor harus terdokumentasi. Saat ini banyak software yang bisa diperoleh secara Cuma-Cuma untuk dapat dimanfaatkan. Seperti digambarkan pada gambar 10. akan disertai oleh alarm yang akan memberitahu adanya kerusakan jaringan topologi. Namun apabila link atau koneksi tidak terselenggara dengan baik. kita perlu menyiapkan beberapa hal. Perpindahan kondisi dari kondisi terkoneksi (hijau) ke kondisi terputus. Tentukan software yang akan digunakan untuk monitoring jaringan. yaitu : 1. Untuk keperluan ini. 2. Host akan berwarna hijau apabila link atau koneksi dari mesin/host pemonitor terhadap host tersebut berjalan normal (terkoneksi dengan baik). diantara adalah : a. dengan dilengkapi alarm sebagai pemberi informsi adanya kerusakan jaringan.17 yang menggambarkan software monitoring Whasup untuk jaringan kampus. dari banyak pilihan tersebut cara software ini memberikan informasi keadaan jaringannya pun banyak macamnya. maka host akan berubah warna menjadi warna merah setelah diawali oleh warna kuning sebagai kondisi perpindahan. 129 Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan .net).Monitoring jaringan dapat dilakukan dengan memanfaatkan software yang fungsinya dikhususkan untuk monitoring jaringan. Whats Up.

dll Gambar 10. Cacti. dengan dapat pula dipilih berdasarkan aplikasi jaringan komputer yang akan dimonitor lalu lintasnya. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 130 . ratarata (Average) dan kondisi saat ini (Current). Data ini dapat dijadikan sebagai referensi lalu lintas jaringan pada waktu yang akan datang. Data ini dinformasikan dalam satuan b/s atau kb/s.17 Monitoring jaringan menggunakan Whats up b. Software yang memberikan informasi keadaan jaringan dalam bentuk grafik waktu. Dengan opsi data maksimal (Max).18 memperlihatkan monitoring jaringan yang dilakukan oleh Cacti. informasi yang diberikan adalah kapasitas data yang masuk ke jaringan (download) dan data yang keluar dari jaringan (upload). Software dengan karakteristik seperti ini adalah MRTG.Gambar 10.

4. Manfaatkan semua keunggulan dari software tersebut untuk layanan monitoring jaringan. juga dilengkapi dengan grafik dan log keadaan jaringan. maka upaya perbaikan dapat dilakukan secepatnya dengan waktu jeda koneksi seminimal mungkin (minimal down time). baik itu informasi keadaan jaringan secara real time. Lakukan monitoring secara berkala agar keadaan jaringan senantiasa dapat dipantau. 131 Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan .Gambar 10. agar kegiatan monitoring jaringan dapat dilakukan dengan efektif. seperti router cadangan. maka sebaiknya disiapkan cadangan dari pheriferal pengisinya. Bagi autonomous sistem (kendali teknis jaringan) dengan banyak jaringan yang terintegrasi didalamnya. antena cadangan. Apabila suatu waktu terjadi kerusakan jaringan yang diperlihatkan oleh software tersebut. maka secepatnya dilakukan upaya perbaikan. kabel cadangan. Sehingga apabila kerusakan terjadi. Ada juga software yang memberikan informasi lengkap. Konfigurasikan software monitoring tersebut sesuai dengan topologi dari jaringan yang akan dimonitor.18 Monitoring jaringan menggunakan Cacti c. 3. dengan konfigurasi yang sesuai. bahkan disiapkan sumber listrik cadangan baik dalam bentuk UPS maupun Genset.

Tindak lanjut dari pesan yang diberikan oleh software monitoring jaringan dapat dilakukan dua hal.Gambar 10. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 132 . Selama perbaikan dilakukan. Upaya perbaikan / setting ulang merupakan upaya yang cerdas dalam penanganan jaringan. maka upaya perbaikan harus dilakukan secepatnya agar dapat difungsikan kembali dengan mengganti komponen cadangan yang digunakan. yaitu dilakukannya perbaikan/setting ulang jaringan. yaitu : 1. baik itu berupa hardwae maupun software. hal ini dikarenakan penanganan dengan komponen baru memerlukan kompensasi finansial. maka upaya perbaikan tuntas sampai disini. yang meminta setting ulang dilakukan. misalnya tidak berfungsinya salah satu bagian dari hardware. Penanganan masalah dengan cara melakukan penggantian komponen yang mengalami keruasakan diusahakan menjadi jalan terakhir dalam memperbaikin kondisi jaringan. dan juga ketika komponen baru telah ada harus dilakukan pengkonfigurasian dari awal yang disesuaikan dengan topologi yang ada. atau dilakukan upaya recovery dengan mengganti bagian/komponen yang mengalami keruasakan.22 Topologi salah satu penempatan host pemonitor terhadap kinerja jaringan 10. Seting ulang dilakukan apabila kerusakan jaringan terjadi pada bagian software. Setting ulang dapat dilakukan dengan tiga cara. Upaya perbaikan ditujukan kepada kerusakan yang terjadi pada hardware.7 PERBAIKAN/SETTING ULANG WAN Perbaikan / Setting ulang jaringan (WAN) merupakan upaya tindak lanjut dari kegiatan network monitoring. Dengan mengembalikan dahulu konfigurasi ke kondisi default (konfigurasi vendor) atau dikenal dengan istilah reset. terutama ketika terjadi kerusakan koneksi. maka jaringan dapat tetap berjalan dengan memfungsikan komponen cadangan sebagai penggantinya. Apabila komponen cadangan ini dapat bekerja efektif. namun apabila ternyata komponen pengganti tidak dapat berfungsi seoptimal komponen sebelumnya.

10 Soal-Soal Latihan Soal-soal latihan ini diperuntukan bagi siswa yang telah selesai melakukan pemahaman Bab 10 mengenai Wide Area Network (WAN) Jawablah pertanyaan dengan tepat. apabila pada software tersebut terintegrasi data lain yang berkaitan. Apabila konfigurasi dikembaikan ke kondisi default. yang dapat diset ulang dalam waktu singkat.2. Jelaskan tiga jenis koneksi WAN Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 133 . misalnya setting ulang yang dilakukan pada mesin firewall yang didalamnya terintegrasi pula data log dari rekaman cctv. dengan melakukan reset. dan disimpan pada lokasi yang mudah diingat ketika proses restore dilakukan. Dengan melakukan setting ulang pada bagian yang mengalami kerusakan saja. 3. Jelaskan komponen pembentuk Wide Area Network (WAN) 3. 10. misalnya konfigurasi dari Access Point. maka data rekaman tersebut dipastikan akan hilang. Apa yang dimaksud dengan Wide Area Network (WAN) 2. Hal ini akan efektif apabila diberlakukan pada pada software dari komponen yang bertugas hanya sebagai buffering. namun hal ini hanya dapat dilakukan apabila pengelola memiliki sistem back up yang sesuai. Untuk upayanya.karena proses back up sistem sering terlewatkan oleh pengelola jaringan komputer. tanpa akan menghilangkan data lain . dibawah ini 1. Setting ulang ketiga dilakukan dengan melakukan restore terhadap sistem backup yang telah disimpan sebelumnya. menjadikan ketika terjadi gangguan pada jaringan maka perbaikannya menjadi sulit dan memakan waktu yang tidak sebentar. Upaya ini sangat efektif dilakukan sebab dengan waktu yang relatif sangat singkat dilakukan pengembalian konfigurasi pada kondisi pada saat sistem back up tersebut disimpan. hal ini akan sangat efektif. Dengan tidak dimilikinya sistem backup oleh pengelola teknis jaringan. apabila tidak dimiliki sistem back up oleh pengelola. dan tentunya dalam kondisi berfungsi. kemudian dilanjutkan dengan membuat konfigurasi yang disesuaikan dengan topologi yang digunakan. sehingga akan menghilangkan jejak (log). sebaiknya pengelola secara periodik melakukan back up data / sitem yang berfungsi dengan baik. maka yang akan hilang hanya konfigurasi Access Point saja. maka upaya ini mustahil dapat dilakukan.

12. Tuliskan masing-masing 5 masalah jaringan yang berkaitan dengan masalah hardware dan masalah software. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 134 . berikan contohnya 5. Jelaskan keunggulan CHAP dibanding PAP pada implementasi koneksi PPP. Apa yang dimaksud dengan Virtual LAN (VLAN). Apa yang dimaksud dengan down time ? apa upaya yang seharusnya dilakukan terkait down time ketika terjadi kerusakan jaringan 14. 6.4. Bagaimana cara melakukan monitoring aktifitas koneksi suatu server aplikasi. 8. Jelaskan perbadaan antara penangan masalah dalam bentuk perbaikan dengan bentuk setting ulang. Jelaskan dua metoda autentikasi yang disediakan oleh PPP. 11. Bagaimana upaya penanganan masalah yang paling efektif dilakukan apabila terjadi kerusakan koneksi ? 15. Apa yang dimaksud dengan Virtual Private Network (VPN). 9. Tuliskan topologi fisik yang dapat dibentuk untuk mengimplementasikan jaringan Frame Relay. Sebutkan beberapa protokol tunneling yang dapat digunakan pada VPN. 10. 7. Apa yang dimaksud dengan Protokol WAN. 13.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful