PERTEMUAN 1 PENGENALAN DASAR PEMROGRAMAN

I. Pengertian Program adalah pernyataan yang disusun menjadi satu kesatuan prosedur yang berupa urutan langkah yang disusun secara logis dan sistematis untuk menyelesaikan masalah. Bahasa Pemrograman adalah prosedur penulisan program. Terdapat 3 faktor penting dalam bahasapemrograman : 1. Sintaks adalah aturan penulisan bahasa tersebut (tata bahasanya). 2. Semantik adalah arti atau maksud yang terkandung didalam statement tersebut. 3. Kebenaran logika adalah berhubungan dengan benar tidaknya urutan statement. Pemrograman adalah proses mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dengan menggunakan bahasa pemrograman. Dalam pengolahan data memerlukan beberapa aspek-aspek dasar yaitu : A. Brainware Tenaga pelaksana yang menjalankan serta mengawasi pengoperasian sistem unit komputer didalam proses pengolahan data untuk menghasilkan suatu informasi yang tepat waktu, tepat guna dan akurat. Contoh : Sistem Analis, Programmer, operator, Technical Support, dll. B. Hardware Serangkaian unsur-unsur yang terdiri dari beberapa perangkat keras komputer yang digunakan untuk membantu proses kerja manusia ( Brainware ). Contoh : CPU, Monitor, Keyboard

C. Software Serangkaian unsur-unsur yang terdiri dari beberapa perangkat lunak program komputer yang digunakan untuk membantu proses kerja manusia ( Brainware ). Contoh : Sistem Software, Application Software, Package Software, dll II. Bahasa Pemrograman Berdasarkan Perkembangan A. Machine Language Bahasa Pemrograman yang hanya dapat dimengerti oleh mesin ( komputer ) yang didalamnya terdapat CPU yang hanya mengenal 2 (dua) keadaaan yang berlawanan, yaitu : Bila tejadi kontak (ada arus) bernilai 1 Bila kontak terputus (tidak ada arus) bernilai 0

B. Low Level Language (Bahasa Tingkat Rendah) Karena susahnya bahasa mesin, maka dibuatlah simbol yang mudah diingat yang disebut dengan “Mnemonics” ( Pembantu untuk mengingat ). Contohnya : A : Untuk kata Add (Menambahkan) B : Untuk kata Substract (mengurangi ) Mov : Untuk kata Move ( Memindahkan ) Bahasa Pemrograman yang menerjemahkan Mnemonics disebut Assembler. C. Middle Level Language (Bahasa Tingkat Menengah) Bahasa pemrograman yang menggunakan aturan-aturan gramatikal dalam penulisanpernyataan, mudah untuk dipahami dan memilik instruksi - instruksi tertentu yang dapat langsungdiakses oleh komputer. Contohnya adalah bahasa C. D. High Level Language (Bahasa tingkat tinggi) Bahasa Pemrograman yang dalam penulisan pernyataannya mudah dipahami secara langsung. Bahasa pemrograman ini terbagi menjadi 2 yaitu : 1. Procedure Oriented Language a. Scientific, digunakan untuk memecahkan persoalan Matematis/perhitungan Misal : Algol, Fortran, Pascal, Basic

b. Bussines, digunakan untuk memecahkan persoalan dalam bidang bisnis. Misal : Cobol, PL/1. 2. Problem Oriented Language Misal : RPG (Report Program Generator). E. Object Oriented Language(Bahasa berorientasi obyek) Bahasa pemrograman yang berorientasi pada obyek. Bahasa pemrograman ini mengandung fungsi-fungsi untuk menyelesaikan suatu permasalahan dan program tidak harus menulis secara detail semua pernyataannya, tetapi cukup memasukkan kriteria-kriteria yang dikehendaki saja Contohnya : Visual dBase, Visual FoxPro, Delphi, Visual C , dll. III. Kerangka Dasar Pemrograman Originating : tahap ini berhubungan dengan proses pengumpulan data, yang biasanya merupakan proses pencatatan(recording) data ke dokumen dasar. Input : Tahap ini merupakan proses pemasukan data(entry data) ke dalam proses komputer melalui peralatan input(input device) Process : Tahap ini merupakan proses pengolahan data dari data yang sudah dimasukkan yang berupa proses menghitung, membandingkan, mengklasifikasikan, mengurutkan, mengendalikan dan mecari di storage. Output : Tahap ini merupakan proses untuk menghasilkan keluaran dari proses pengolahan data ke peralatan output(output device) yang berupa informasi. Distibution : Tahap ini merupakan proses penyebaran informasi kepada pihakpihak yang berhak dan membutuhkan informasi. Storage : Tahap ini merupakan perekaman hasil pengolahan data ke secondary storage, yangndapat dipergunakan sebagai bahan input untuk proses selanjutnya.

Menghasilkan output yang tepat dan benar dalam waktu yang singkat 3. Readln. Var I : Integer. Readln. I := I + 1.PERTEMUAN 2 KONSEP DASAR PEMROGRAMAN I. While I < 5 Do mempunyai logika yang benar Uses crt. Uses crt. 4. I := 0. Sarana Begin Writeln Informatika’). I := 0. 5. End. Algoritma Pemrograman Yang Baik Ciri-ciri algoritma pemrograman yang baik adalah : 1. Memiliki logika perhitungan/metode yang tepat dalam memecahkan masalah 2. Ditulis dengan bahasa yang standar secara sistematis dan rapi sehingga tidak menimbulkan arti ganda. End. Begin Clrscr. Semua proses harus berakhir setelah sejumlah langkah dilakukan. Semua operasi yang dibutuhkan terdefinisi dengan jelas. While I < 5 Do Begin Writeln(‘Bina Informatika’). Ditulis dengan format yang mudah dipahami dan diimplementasikan ke dalam bahasa pemrograman. Begin clrscr. Var I : Integer. (‘Bina Sarana Berikut ini contoh program yang mempunyai algortitma yang baik karena . 6. End. Berikut ini contoh program yang mempunyai algortima yang tidak baik karena mengandung kesalahan logika. I := I + I . End.

ketelitian dan kebenaran sehingga menghasilkan program yang baik. Contoh Logika pengujian yang tidak baik karena pengujian yang berulang – ulang sehingga waktu eksekusi tidak efisien IF item = nilai1 instruksi1 Endif IF item = nilai2 Instruksi2 Endif IF item = nilai3 instruksi3 Endif . Modul utama yang dimaksud adalah modul yang pertama kali dijalankan atau modul yang memanggil modul lainnya atau juga modul yang mengakhiri proses program tersebut.Dalam pemrograman top-down yang pertama harus kita didefinisikan adalah modul utama. Pemrograman top down sangat berguna dalam perencanaan pemrograman modular. 2. Standar Suatu Program Yang Baik A. dimana setiap modul menunjukkan fungsi dan tugas tunggal.Program akab berhenti karena kondisi yang ada terpenuhi sebanyak 5(lima) II. Waktu penulisan dan eksekusi program a. Standar Pemecahan masalah Teknik untuk dapat membantu memecahkan masalah antara lain teknik Top Down dan teknik Modular. Program yang dibuat harus memiliki ketepatan. Pemrograman Modular: Program dipecah-pecah kedalam modul-modul. Kebenaran logika dan penulisan Program yang disusun harus memiliki logika dalam pemecahan masalah. B. dimana setiap modul menunjukkan fungsi dan tugas tunggal. Standar Penyusunan Program 1.

Hasil := A*B/C+D-E+n. End. Logika pengujian yang baik sehingga waktu lebih efisien: IF item = nilai1 instruksi1 ELSE IF item = nilai2 instruksi2 ELSE IF item = nilai3 instruksi3 ENDIF ENDIF Bentuk ini setelah pengujian berhasil mendapatkan solusi. maka proses pengujian tidak akan dilanjutkan lagi a. Susunan baris program yang baik n := 1. Contoh kedua susunan baris program yang tidak baik n := 1. n := n + 1. Readln.Bentuk diatas akan melakukan pengujian sebanyak 3(tiga) kali untuk mendapatkan satu alternatif. Readln. Bentuk eksekusi program diatas akan lambat karena eksekusi ekpresi matematika A*B/C+D-E+n akan diulang-ulang b. while n <=50 do Begin item (n) := Hasil + n n := n + 1. b. . while n <=50 do Begin item (n) := A*B/C+D-E+n.

Gunakan “kurung buka dan tutup” dalam menulis suatu ekspresi Aritmatika atau logika. b. d. 2. Perawatan dan pengembangan program Penyusunan program harus mempunyai sifat kesederhanaan dan kejelasan dari program yang nantinya akan dikembangkan dan membantu dalam perawatan. Bentuk eksekusi program diatas akan lebih cepat karena eksekusi ekspresi matematika A*B/C+D-E+n 3. 4.End. Dokumentasi Dokumenatasi berguna untuk melakukan penelusuran jika terjadi kesalahan dan memberikan informasi kepada orang lain dapat mengerti dan memahami alur logika program. C. Gunakan sebaris atau beberapa baris kosong sebagai pemisah. e. Awal dan akhir statement dari sekumpulan statement ditulis pada kolom yang sama. Standar Perawatan Program 1. . Berikan keterangan untuk awal statement atau instruksi yang tergabung dalam sekelompok statement. Hindari pernyataan untuk Percabangan (IF statement ) yang sangat rumit dan Nested Loop (Loop disalam Loop lain) yang berlebihan. FOR I :=1 TO N DO BEGIN ……………………. Penulisan Instruksi Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan instruksi atau statement program yaitu: a.. ……………………… END c. Portabilitas Bahasa pemrograman dan program yang disusun sebaiknya bisa dipakai pada berbagai tipe komputer yang berbeda-beda dan berbagai jenis sistem operasi.

Dapat didefinisikan dengan baik : sintaks dan semantik bahasa pemrograman yang baik haruslah konsisten dan tidak bermakna ganda c. Data Oriented Penulisan program yang struktur programnnya tidak selalu berubah. Program Oriented Penulisan program yang struktur programnya selalu berubah.) DO BEGIN ……………………. Ekspresivitas :Bahasa pemrograman yang baik addalah mampu menggambarkan algoritma yang dibuat oleh programmer b. apabila kondisi data yang diproses di dalam program tersebut. ……………………… END. pointer. Gunakan “Spasi” dalam menulis statement atau instruksi. walaupun volume data yang diproses di dalam program tersebut.WHILE (…………. bertambah volume datanya. IV. Tipe data dan strukturnya: Bahasa programmer yang baik haruslah berkemampuan untuk mendukung berbagai tipe data(integer. Selain itu pula penulisan program ini bersifat dinamis dan mempunyai tingkat fleksibilitas yang tinggi. . WHILE (N>=15) DO III. dalam jumlah besar. Selain itu penulisan program ini bersifat statis dan tidak fleksibel (program animasi) b. Sifat Penulisan Program a. Kualitas Bahasa Pemrograman a. f.. record ataupun object d.dsb) dan terstruktur dalam array. real. Modularitas : Bahasa pemrograman yang baik harus mempunyai fasilitas subprogramming sehingga suatu program yang besar dapat dikerjakan oleh sekaligus beberapa pemrogram secara bersama-sama yang nantinya dengan mudah dapat digabungkan menjadi sebuah modul saja.

multiple index dan lain sebagainya dalam pemrosesan masukan dan keluaran f. jadi bersifat machine independet h.e. Portabilitas : Bahasa pemrograman yang baik haruslah dapat dipakai pada berbagai tipe mesin komputer yang berbeda. . Bersifat Umum : Bahasa pemrograman tersebut harus memiliki jangkauan luas pada berbagai aplikasi pemrograman sehingga dapat disebut bahasa yang serbaguna. random access. g. Mudah dipelajari : bahasa pemrograman tersebut harus mudah dipelajari maupun diajarkan i. Fasilitas masukan keluaran : Bahasa pemrograman yang baik haruslah dapat mendukung berbagai jenis model file seperti sequential. Efisiensi : Bahasa pemrograman yang baik haruslah dapat dipakai pada berbagai tipe mesin komputer yang berbeda. jadi bersifat machine independet. index.

phi*radius*radius Output(luas) end .PERTEMUAN 3 TAHAPAN MEMBUAT PROGRAM I. 3. Identifikasi Permasalahan : Programmer harus dapat mengidentifikasikan permasalahan yang ada sehingga programmer dapat menentukan batasan permasalahannya. Definisi Masalah : Langkah-langkah dalam pendefinisian masalah adalah: a. programmer membutuhkan tahapan-tahapan dibawah ini : 1. Desain Algoritma / Membuat Rumusan Pemecahan Masalah : Algoritma yang didesain khusus harus memiliki kebenaran secara logika sebelum siap untuk diimplementasikan ke dalam bentuk program. Tahapan-Tahapan Membuat Program A. Algoritma disusun dalam bentuk Pseudocode atau flowchart Contoh menghitung Luas lingkaran: Pseudocode Flowchart Phi . Membuat Suatu Program Yang Kompleks Untuk membuat program yang besar dan kompleks. Pemahaman Permasalahan: Seorang programmer harus paham permasalahan yang timbul sehingga terjalin dengan baik komunikasi dengan pihak yang mempunyai masalah b. Analisis Kebutuhan : Tujuannya adalah untuk menentukan spesifikasi fungsi. kemampuan dan fasilitas program dari program yang akan dibuat sehingga bermanfaat untuk evaluasi setelah pembuatan program. 2. 3.14 Input (diameter) Radius . diameter/2 Luas .

Preventive Maintenance. Visual Basic. 2. Bahasa C. seperti : a. Karakteristik Seorang Programmer 1. Testing and Debugging C. Prefective Maintenance. Bahasa Pemrograman Fungsi dari bahasa pemrograman adalah sebagai media untuk membuat program dan juga sebagai alat komunikasi antara programmer dan komputer. Pemeliharaan Pemeliharaan perangkat lunak meliputi: a.Tambahan fungsi-fungsi/fasilitas pada program setelah dilakukan pengujian dan pemakaian oleh user d. Tambahan fungsi-fungsi/fasilitas pada program sesuai dengan perkembangan masa mendatang B. Dokumentasi Dokumentasi merupakan informasi dan gambaran tambahan yang bertujuan untuk menjadi pedoman dan penjelasan bagi para pemakai 7. Memiliki ketekunan dan ketelitian yang tinggi. Definisi Masalah b. Desain Algoritma c. Bahasa Pemrograman d. . Contohnya Pascal. Testing dan Debugging Testing adalah menguji program sampai bebas dari error Debugging adalah mengoreksi error yang terdeteksi 6. Adaptive Maintenance. melakukan koreksi hasil yang didapat oleh pemakai tidak sesuai b. Membuat Suatu Program Yang Sederhana Untuk membuat suatu program yang sederhana. Corrective Maintenance. dll 5. programmer tidak perlu menggunakan tujuh tahapan diatas. Visual Foxpro. Mampu menyusun algoritma dengan baik dan logis.4. tetapi cukup beberapa tahap saja. Adaptasi sehingga memerlukan modifikasi dari program yang dibuat c.

Menulis Program Interaktif 1. 4. Dapat bekerja secara efisien dan tepat waktu D. apabila program sedang melakukan suatu proses yang memerlukan suatu waktu tunggu. 6. termasuk bentuk pesan kesalahan apabila sipemakai salah mengoperasikan program tersebut. yang akan muncul pada data masukan. 5. Program harus dapat melakukan validasi terhadap setiap data yang masuk. Buatlah agar program dapat memberikan tanda bahwa data yang ikehendaki sudah terpenuhi. Buatlah format masukan sesederhana mungkin 4. 5. Berikan label atau keterangan pada setiap keluaran. 2. . Menguasai bahasa dan teknik penulisan program dengan baik. Berikan pesan.3. Dapat bekerja sama dalam suatu tim. Program harus dapat mengecek setiap kemungkinan-kemungkinan yang penting. 3.

. Sedangkan pada C. digunakan reserved word var. Deklarasi Konstanta Konstanta yaitu nilai yang tetap. Tipe Data dapat dikelompokkan menjadi: a. identifier tidak bersifat case sensitive. yang hanya melibatkan satu item data. Struktur Bahasa Program Prosedural A. Suatu identifier harus diawali oleh karakter bukan angka. deklarasi diawali dengan tipe data variable baru diikuti dengan nama variable (identifier). string. real. sehingga variable s dan S akan dianggap dua identifier yang berbeda. misalnya tipe data integer. kemudian diikuti dengan nama variable (identifier) yang ingin digunakan. Jadi jika mengacu pada contoh di atas. Deklarasi Tipe Data Type TdataSiswa = ^DataSiswa. Tipe : String [14]. Alamat : String [60]. huruf besar ataupun huruf kecil dianggap sama. maksudnya. . Sebaliknya pada Bahasa C. 2. dan kemudian tipe data dari variable tersebut. Kita dapat juga mendefinisikan sendiri tipe data ini.14 3.PERTEMUAN 4 STRUKTUR SUATU BAHASA PEMROGRAMAN I. tetapi tidak boleh mengandung karakter khusus seperti * . Boolean. Deklarasi Variable Untuk mendeklarasikan variable pada Pascal. identifier bersifat case sensitive.+ / \ = < > . dan sebagainya. Tipe Data sederhana Tipe data sederhana merupakan tipe data yang paling kecil. maka nilai phi tidak dapat diubah-ubah dan akan selalu 3. DataSiswa = record Nama : String [30]. Bagian Deklarasi 1. ? & dan sebagainya. Telp End. Pada bahasa Pascal.

Pada Bahasa C. TDataSiswa merupakan tipe data pointer. c. Pada Bahasa C. Pada contoh di atas. maka fungsi tambah akan mengembalikan suatu nilai yang bertipe integer. procedure pada dasarnya adalah function yang mengembalikan void alias tidak mengembalikan nilai apa-apa. Deklarasi Procedure/Function: Jika melihat pada contoh deklarasi pada bahasa C. . Bentuk dari tipe data ini dapat berupa array (terdiri dari item-item yang memiliki tipe data yang sama) ataupun record (terdiri dari item-item yang boleh memiliki tipe data yang berbeda). Tipe Data terstruktur Tipe data terstruktur merupakan tipe data yang terdiri dari beberapa item data. Apabila mengacu pada contoh di atas. melainkan hanya menyimpan alamat dimana data berada. Sebaliknya fungsi adalah suatu prosedur yang mengembalikan nilai. untuk mendeklarasikan pointer untuk tipe data DataSiswa pada variable yang bernama TDataSiswa. 4. Sebenarnya. semua sub program dianggap fungsi. b. Untuk contoh pada bahasa Pascal. sedangkan prosedur Cetak tidak mengembalikan nilai apa-apa. dapat dituliskan sebagai berikut: DataSiswa *TDataSiswa.data yang didefinisikan sendiri tersebut distilahkan enumerated data type (pada contoh adalah type hari). mungkin timbul pertanyaan apa beda prosedur dengan fungsi? Pada Bahasa C. Tipe Data Pointer Tipe data pointer digunakan untuk menunjuk pada alamat memory suatu data yang lain. berbeda dengan Pascal yang menyertakan reserved word procedure dan function untuk membedakan antara keduanya. Jadi tipe data pointer pada dasarnya tidak menyimpan nilai data secara langsung. DataSiswa termasuk tipe data terstruktur. perbedaan utama antara prosedur dan fungsi yaitu: prosedur adalah fungsi yang tidak mengembalikan suatu nilai.

writeln(Luas). begin readln(diameter).).b:Integer): Integer. Bagian Statment Bagian statement merupakan bagian program yang berisi perintah yang akan dieksekusi/dijalankan. uses crt. Apabila blok statement adalah blok utama program. Bahasa Pascal: procedure Cetak (kal: String). Luas := phi * radius * radius.14. const phi = 3. sebaliknya jika blok statement bukan blok utama program maka reserved word end diakhiri dengan tanda titik koma (. Luas : real. Sebaliknya pada bahasa C. #include <stdio.h> void main() { const phi = 3.). int Tambah (int a. dimulai dari deklarasi variable hingga akhir statement diawali dan diakhiri dengan tanda kurung kurawal { dan }. int b). bagian statement selalu diawali dengan reserved word begin dan end. radius := diameter / 2. function Tambah (a. .B. Berikut adalah contoh potongan kode untuk implementasi menghitung luas lingkaran dengan Bahasa Pascal (kiri) dan Bahasa C (kanan). Pada bahasa Pascal.14. radius. Bahasa C: void Cetak (char *String). var diameter. maka reserved word end harus diakhiri dengan tanda titik(. end.

Luas).float diameter. scanf(“%f”.0. printf(“%f”. } . &diameter). Luas. radius = diameter / 2. radius. Luas = phi * radius * radius.

dan tanda ) sebagai penutup Contoh pascal: ( program mencetak hello world Oleh: saya *) Begin {cetak hello World Oleh saya } Writeln(‘Hello World’). Komentar sangat berguna untuk memberi catatan mengenai bagaian program tertentu sebagai referensi baik bagi programmer itu sendiri maupun orang lain yang membaca kode program tersebut. Aturan ini meliputi beberapa element antara lain: 1.. definisi maupun statement hingga menjadi satu program yang utuh. Token yang satu dengan yang lain dipisahkan dengan satu atau lebih spasi. end 3. Identifier. Aturan penulisan identifier pada bahasa pascal dan bahasa C dapat dikatakan serupa. Yaitu : suatu identifier harus diawali oleh karakter non angka sebagai . Elemen-Elemen Dalam Bahasa Pemrograman Berikut adalah element-element pada bahasa pemrograman: A. Komentar : teks(kumpulan karakter) yang diabaikan oleh compiler. Token : element terkecil pada bahasa pemrograman yang memiliki arti penting bagai compiler. baris baru atau komentar 2. keyword. selain itu dapat pula menggunakan tanda (* sebagai pembuka komentar. Identifier : merupakan kumpulan karakter yang digunakan sebagai penanda untuk nama variable. namatipe data. Pada bahasa pascal. teks yang berada diantara kurung kurawal pembuka { dan kurung kurawal tutup } akan dianggap sebagai komentar.PERTEMUAN 5 ELEMEN-ELEMEN BAHASA PEMROGRAMAN I. Aturan Leksikal yaitu aturan yang digunakan dalam membentuk suatu deklarasi. Yang termasuk token antara lain. tab. fungsi prosedur dan sebagainya. operator dan sebagainya.

Kata-kata tersebut telah memiliki definisi yang sudah tetap dan tidak dapat diubah. namun tidak boleh menggunakan karakter khusus/spesial seperti + . Operator yang digunakan untuk operasi yang melibatkan satu operand disebut unary operator. Operator : digunakan untuk menyatakan suatu perhitungan/operasi. operator tersebut disebut ternary operator. Jika melibatkan dua operand maka disebut binary operator. Assignment Operator : digunakan untuk memberi nilai suatu identifier. digunakan tanda titik dua dan tanda sama dengan := untuk memberi nilai pada variabel. Karena telah memiliki definisi tertentu maka kata-kata ini tidak dapat digunakan sebagai identifier Pada bahasa pascal. Keywords (Reserved Words) : merupakan kata-kata yang telah ada/ didefinisikan oleh bahasa pemrograman yang bersangkutan. Prendence yang lebih rendah akan dieksekusi belakangan. dan jika melibatkan tiga operand.Didalam suatu operasi dapat terdapat banyak operator. Misalnya A = 10 + 5 * 2 a. Arithmetic Operator :operator yang digunakan untuk melakukan operasi matematika seperti penuumlahan. Urutan eksekusi dari operatoroperator disebut juga operator predence.perakalian.berikut:_abcdefghijklmnopqrstuvwxyz ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ selanjutnya boleh menggunakan karakter angka maupun karakter non angka tersebut diatas. pengurangan. pembagian b. Contoh: .* / ?! {} [] dan sebagainya Berikut adalah contoh-contoh identifier yang benar _nama No_telp 4. Pada bahasa pascal. yang termasuk reserved word antara lain: And array asm begin case const div do downto else end file for forward function goto if in label mod nil not of or packed program procedure recor repeat set string then to type unit until uses var while with 5.

Dan apabila kita membutuhkan tipe data yang belum tersedia kita dapat mendefinisikan sendiri tipe data baru yang disebut enumerated type.penanda tidaksamaan(<>) e. Sebagai catatan. And contoh A:=A and B. penanda lebih besar atau sama dengan. shift left(<<) contoh A. Shift Right(>>) Contoh A:B shr C. penanda lebih kecil atau sama dengan. Pada bahasa pascal digunakan tanda ^ sebagai deference pointer B. Pointer Operator : digunakan untuk melakukan operasi operand yang berupa pointer.C := A + B Tanda = memiliki fungsi yang sama dengan tanda := pada bahasa pascal c. penanda lebih besar. Or Contoh A:=B OR C. Yang termasuk didalam operator ini antara lain: Negasi : Not Contoh A. Yang termasuk operator relasional yaitu: penanda kesamaan (=). Relational Operator : digunakan untuk membandingkan nilai dua operand. Tipe data Pada suatu bahasa pemrograman umumnya telah menyediakan tipe-tipe data yang sederhana (simple) maupun yang terstruktur . Berikut adalah tipe data sederhana (simple) : Tipe Pascal Bahasa C Jangkauan Nilai . d. penanda lebih kecil. operand yang dibandingkan harus memiliki tipe data yang sama kecuali untuk bilangan bulat(bertipe integer) dan bilangan pecahan(bertipe real atau float).=B shl C. Bitwise dan Logical Operator : digunakan untuk melakukan operasi bit dan logika.=NOT B.

..1. false Yang dimaksud dengan tipe data terstruktur yaitu tipe data yang dapat menampung lebih dari satu nilai. Bil[1]:=2.3] of integer. Begin Bil[0]:=1...255 shortint char(signed char) -128.3.32767 word short(unsigned char) 0. End. Bil[2]:=bil[0] + 2.4 E +38 double double 1. Berikut adalah contoh penggunaan array: {bahasa pascal} Var Bil : array[0.Integer byte char(unsigned char) 0. sbb: 1.2147483647 Real/Pecahan real float 3.7E + 308 String String...127 integer Int -32768.char(1 karakter) -Boolean Boolean Bool(tidak terdapat pada bahasa C standar) True. Record (Pascal) atau struct (Bahasa C) .. 2. Array Yang dimaksud array yaitu tipe data berindeks yang terdiri dari satu atau lebih elemen/komponen yang memiliki tipe data yang sama.4 E – 38. Bil[3]:=bil[0] + bil[2].65535 longint Long -2147483648.7 E – 308..

. Teman[1].no_induk:=2. Var Saya:Tsiswa. Teman:array[1.Tipe data ini digunakan untuk merepresentasikan kumpulan (set) elemen/komponen yang memiliki satu jenis atau lebih tipe data. Saya. Void main(){ Struct Tsiswa saya.gender:=’P’. /bahasa C*/ Stuct Tsiswa{ Int no_induk. Teman[1].no_induk:=1. Tiap element disebut juga field atau property atau attribute. }.no_induk:=1.no_induk:=10. Saya. Teman[2]. Saya. Teman[3]. Char gender. Gender: char.gender:=’P’.gender:=’L’. Beriut adalah contoh penggunaan record dan struct {bahasa pascal} Type Tsiswa = record No_induk: integer. teman[3].gender:=’L’. Saya.no_induk:=10. Teman[0]. End. Teman[2].no_induk:=3. End.gender:=’L’.3] of Tsiswa.. Teman[3].

melakukan pemanggilan function bernama calculate D.gender:=’P’. Teman[2]. c:=c*b. sbb: a. Statement: seperti yang telah disinggung diatas.no_induk:=3. Teman[1]. c=c*b.no_induk:=2.Teman[0]. Teman[2].B) . . 1. Student[i].statement merupakan bagaian program yang berisi perintah yang akan dieksekusi/dijalankan. Teman[1].gender:=’L’. Berikut adalah contoh expression: A 10 hanya berupa nama variable berupa suatu nilai A + 3 * 2 . Simple Statement yaitu statement yang tidak berisi satatement lainnya. Assignment Statement : yaitu statement yang digunakan untuk memberikan nilai ke suatu variable Contoh Pascal Contoh Bahasa C a:=10. b=a*2.gender:=’P’. expression menggunakan operator Calculate(A. maupun pemanggilan function atau procedure. Tipe data tersebut terdiri atas dua elemen yang masing-masing bertipe integer dan char C. a=10.id:=12. Expression yang lebih kompleks akan melibatkan operator-operator. b:=a*2. Expression Expression yang paling sederhana yaitu nama variable. dideklarasikan tipe data terstruktur yang diberi nama Tsiswa. } Pada contoh diatas.

b). telah didefinisikan terlebih dahulu): Contoh Pascal Contoh Bahasa C Calculate (a.Name). termasuk juga iteration dan selection statement. Jump ini yaitu: Fungsi Pascal Bahasa C Melompat ke statement tertentu goto Goto Keluar dari iterative statement Break Break Melompat ke iterasi selanjutnya pada iterative statement Continue Continue Keluar dari function/procedure Exit exit 2.Name). Yang termasuk dalam kategori statement . Contoh pemanggilan procedure dan fungsi pada bahasa Pascal dan bahasa C (dengan asumsi procedure Calculate. dan Fuction GetLength untuk contoh dibawah.id=12.b). b.Student[i]. sedangkan pada bahasa C. B=GetLength(student[i]. c. Cetak (a. Cetak. kumpulan statement akan diawali dan diakhiri oleh tanda kurung kurawal{ dan }. B:=GetLength(student[i]. Statement untuk pemanggilan function atau procedure: yaitu statement yang memamnggil function atau procedure yang telah didefinisikan pada program. Berikut adalah contoh compound statement: Statement : yaitu statement yang digunakan untuk melompatistatemet-statement lain. kumpulan statement diawali oleh keywords Begin dan ditutup oleh keyword end.b). Cetak (a. Calculate (a.b). Pada bahasa pascal. Compound Statement Compound statement (kumpulan statement) adalah sekumpulan statement yang terdiri dari statement-statement lain.

… . Iteration Statement Iteration statement digunakan untuk melakukan perulangan sekumpulan statement (compound statement). 3. yang kemudian akan memilih statement mana yang akan dieksekusi.. Hasil:=-1.then. Hasil:=-1.{bahasa Pascal} If i =0 then Begin {compound statement starts here} Write(‘Nilai I tidak boleh nol’). Statement ini terdiri dari 2 jenis yaitu If.else statement dan case/switch statement. Iteration Statement Bahasa Pascal Repeat/do looop: Evaluasi kondisi dilakukan di bagian akhir Repeat (statement). {compound statement ends here} End. //compound statement ends here } Selection statement melakukan pemeriksaan nilai/kondisi. /*bahasa C*/ If (i =0) { //compound statement starts here} printf(“Nilai I tidak boleh nol”)..

until i>=10. Repeat i:i+2. writeln(i). While(i<10) do begin i:i+2.(statement). Contoh: I:=1. For.loop Perulangan dengan increment nilai For counter:=lower to upper do (statement) Atau For counter:=upper downto lower do (statement) Contoh: . Until(kondisi). end.. While do: Evaluasi kondisi dilakukan di bagian awal While(kondisi) do (statement) Contoh: Contoh: I:=1. writeln(i).

E. . For i:= 1 to 10 do begin write(). kita dapat melewatkan suatu nilai ke dalam function atau procedure tersebut. Nilai yang dilewatkan disebut juga argument atau parameter. {main program} Var bil: integer.hal ini dikarenakan parameter yang dilewatkan secara nilai akan dicopy sebagai nilai local di procedure/function yang bersangkutan : {bahasa Pascal} Uses crt. Ada dua cara melewatkan nilai. yaitu: 1. Writeln(‘Ubah menjadi =”. End. maka nilai parameter yang sebenarnya tidak ikut berubah. Procedure ubah(a:integer). end. for j:= 10 downto I do write(j).a). merupakan blok statement yang dapat dipanggil dari lokasi yang berbeda di dalam program. writeln.For i:=1 to 10 do Writeln(i). Passing by Value (Dilewatkan secara nilai) : jika didalam procedure atau function dilakukan perubahan nilai parameter yang dilewatkan secara nilai parameter yang dilewatkan secara nilai. Begin A:=10. Function dan Procedure Procedure dan Function disebut juga subroutine. Ketika procedure atau function dipanggil. Yang membedakan antara function dan procedure yaitu: suatu function jika dijalankan/dipanggil akan mengembalikan suatu nilai.

Begin Bil:=1. Hasil eksekusi kedua program diatas adalah sama. maka nilai parameter yang sebenarnya juga akan berubah.bil). pada layar akan tampak tulisan: Bil sebelum=1 Ubah menjadi =10 Bil sesudah=1 2. Writeln(’Bil sebelum=’.bil). . Writeln(’Bila sesudah=’. Passing by Reference : jika didalam procedure atau function dilakukan perubahan nilai parameter yang dilewatkan secara nilai reference. Ubah(bil). End.

Sistem Flowchart Adalah diagram alir yang menggambarkan suatu sistem peralatan komputer yang digunakan dalam proses pengolahan data serta hubungan antar peralatan tersebut. Dalam penulisan flowchart dikenal 2 (dua) metode yaitu : A. Magnetic Drum /I/O yang menggunakan magnetik Process/Mempresentasikan operasi drum Hitung Upah Kotor .PERTEMUAN 6 ANALISA STRUKTUR PROGRAM I. Flowchart adalah metode untuk menggambarkan tahap-tahap pemecahan masalah dengan menggambarkan simbol-simbol tertentu yang mudah dimengerti. Pita Magnetik /I/O yang menggunakan magnetik pita File Upah Kartu Plong/keyboard/Input yang dimasukkan secara manual dari keyboard Punched Paper Tape File Pelanggan Input / Output Input Baca jam dan tariff upah File Pegawai Masukan Tarif Upah /Merepresentasikan data atau Output data yang diproses Atau Informasi. mudah digunakan dan standar.

Off Line Storage/Penyimpanan yang tidak dapat diakses oleh komputer secara langsung Proses Sortir /tidak urut Proses Merge/ On line storage/VDU/I/O yang penyimpanan langsung Magnetic Disc/I/O yang menggunakan magnetik Arus Contoh : Keyboard disk Update File Pegawai menggunakan akses File Pelanggan CPU Disket VDU B. Program Flowchart Adalah diagram alir yang menggambarkan urutan logika dari suatu prosedur pemecahan masalah. Dibawah ini adalah gambar simbol program flowchart : .

Pseudocode adalah teknik tulisan untuk menggambarkan algoritma menggunakan kode yang mirip dengan kode pemrograman yang sebenarnya. Pseudocode Arah Pseudocode berasal dari kata pseudo yang berarti mirip atau menyerupai dan code yang berarti program.Proses Input Output subroutine Pengujian Pembaerian Nilai Awal Awal/ Akhir Program Konektor pada suatu halaman Konektor pada halaman lain II. .

PERTEMUAN 9 ANALISA STRUKTUR PROGRAM LANJUTAN I. Readln(panjang).lebar:integer.panjang. write(‘Masukan Panjang:’). dan cara untuk keluarnya yaitu dari bagian bawah. Struktur Berurutan (Sequence Structure) Struktur Berurutan adalah struktur program yang paling sederhana. Readln(Lebar). Begin clrscr. Start Baris Program Baris Program Baris Program Selesai Contoh Program Struktur berurutan menghitung luas empat persegi panjang Program persegi panjang. . write(‘Masukan Lebar:’). Struktur Program A. Var luas. Uses crt. Setiap baris program akan dikerjakan secara urut dari atas ke bawah maka hanya ada satu cara memulainya yaitu dari bagian atas.

.... If Kondisi Then Perintah 2.. Readln.... . End. ...... Else Perintah 3........ . Ada beberapa macam struktur instruksi IF atau Sruktur Seleksi yaitu : 1............ ... Contoh bentuknya adalah sebagai berikut : ...Luas:=Panjang * Lebar... Statement/perintah IF ........ Luas)... THEN ( Seleksi Tunggal ) Bentuk umumnya IF <kondisi> THEN Begin . Kondisi adalah suatu syarat yang mempunyai nilai True dan False.. End.... Begin Perintah 1........ ..... B.................... Struktur Seleksi(Selection Structure) Struktur seleksi untuk melakukan proses pengujian pada kondisi dalam mengambil suatu keputusan.... End. writeln(‘luas Persegi Panjang: ‘........

Var bil:integer.Start Kondis i Selesai Perintah 1 Contoh Program Seleksi if then menentukan bilangan positif) Program Bilpositif..... ..... Readln(bil). Else Begin .. Uses crt. THEN ........ Begin write(‘Masukan sebuah bilangan:’).. 2.... if bil>0 then writeln(‘Bilangan Positif’’)....... .. End... Statement/Perintah IF ... End. ELSE Bentuk Umumnya IF <kondisi> THEN Begin .. Readln................ ..

3. Begin write(‘Masukan sebuah bilangan:’). if bil>0 then writeln(‘Bilangan Positif’’)... THEN .... Var bil:integer.End.... Uses crt. ELSE IF Bentuk umumnya : IF <kondisi> Then Begin . . Readln(bil).. Readln. End... Start True Kondisi False Perintah 2 Perintah 1 Selesai Contoh Program Seleksi if-then-else menentukan bilangan positif atau negatif Program Bilpositif... else wiriteln(‘Bilangan Negatif’). Statement/Perintah IF .

.. Var NA:integer...Grade: Char...... ............. End... if NA<=45 then Grade :=‘E’ ... Start Kondisi1 True False Kondisi2 Perintah 1 True Perintqh 2 False Kondisi3 True Perintah 3 False Perintah 4 Selesai Contoh Program Seleksi if-then-else if menentukan nilai mahasiswa) Uses crt. Begin write(‘Masukan Nilai Akhir:’)........ End Else If <kondisi2> Then Begin ... Readln(NA)...

.. . wiriteln(‘Nilai grade anda =‘..... Grade). ..Of lebih memberi kejelasan dibandingkan dengan instruksi IF.. End.. Struktur Seleksi juga dapat menggunakan instruksi CASE ....OF Case ungkapan Of Daftar label 1 : perintah 1... End.. Bentuk umum dari CASE ..... OF (Seleksi Ganda)... Selain menggunakan instruksi IF...else if NA<=55 then Grade :=‘D’ else if NA<=70 then Grade :=‘C’ else if NA<=84 then Grade :=‘B’ else Grade := ‘A’.. Daftar label 2 : perintah 2. Daftar label 3 : perintah 3. Untuk masalah tertentu instruksi Case...... End..

Grade: Char. of menentukan Grade mahasiswa) Uses crt.. Var NA:integer.Start Nilai pemilih pada daftar konst 1 True Perintah 1 False True Perintah 2 Nilai Pemilih Pada daftar konst 2 False True Perintah 3 Nilai pemilih pada daftar konst 3 True Pernyataan yang mengikuti else End Contoh Program Seleksi Case .45 :Grade :=‘E’ . 0. Readln(NA). Begin write(‘Masukan Nilai Akhir:’)..

100 : Grade :=‘A’ end.. Struktur Perulangan ( Looping Structure ) Struktur perulangan akan melakukan proses berulang ulang selama selama Kondisi bernilai True atau selama kondisi perulangan terpenuhi.55 : Grade :=‘D’ 56. C.46. Struktur Perulangan terdiri dari : 1. ----------------------------------{Statement N}. End. contoh: For I.70 : Grade :=‘C’ 71. Grade). writeln(‘Nilai grade anda =‘.. {Statement 2}. End. Dan Kondisi akan berhenti jika hanya keadaan berubah menjadi false atau kondisi perulangan tidak terpenuhi. DO Bentuk umumnya perulangan yang menaik: For {Batas Awal} To {Batas Akhir} DO Begin {Statement 1}.=1 to 5 do Begin writeln(‘BINA SARANA INFORMATIKA’). Bentuk umumnya perulangan yang menurun: For {Batas Awal} DownTo {Batas Akhir} DO Begin .84 : Grade :=‘B’ 85.. End. FOR ..

End. While . 2. I+ 1. Do Perulangan digunakan unutk melaksanakan blok statement selama kondisinya benar. Proses akan diulang sampai suatu kondisi yang diberikan bernilai benar. End. . contoh: I:=1 While N<=5 do Begin Writelb(‘Bina Sarana Informatika’). UNTIL Perulangan ini melakukan uji kondisi pada akhir perulangan. 3.. kemudian baru kondisi diuji.=5 downto 1 do Begin writeln(‘BINA SARANA INFORMATIKA’). ----------------------------------{Statement N}. REPEAT .{Statement 1}.. Bentuk umum : WHILE<kondisi> Do Begin ………… ………… End. I . Artinya perulangan (loop) dikerjakan terlebih dahulu. {Statement 2}. Dalam perulangan ini kondisi diuji terlebih dahulu. End. contoh: For I.

end.J : integer. perulangan tidak hanya satu kali saja. Begin For I:= 1 to 5 do Begin For J:=1 to 5 Do Write(I:10. Writeln. Perulangan yang terdapat dalam perulangan yang lain disebut perulangan tersarang atau Nested Loop. end. contoh: I:=1 Repeat Writeln(‘Bina Sarana Informatika’). II. Biasanya didalam pembuatan program. Contoh nested loop dengan For . J:5). Do Var I. Bahkan didalam sebuah perulangan terdapat perulangan yang lain. I+ 1. Profesor Djikstra mengusulkan yaitu pernyataan . Until I>5. Konsep Pemrograman Terstruktur Ide Pemrograman Terstruktur pertama kali di ungkapkan oleh Profesor Edsger Djikstra dari Universitas Eindhoven tahun 1965.Bentuk umum: REPEAT …………… …………… UNTIL<kondisi>. I ..

Millis bahwa pemrograman terstruktur tidak hanya dihubungkan dengan perintah GOTO tetapi oleh struktur program. Compiller Dan Interpreter Source program yang telah ditulis dengan bahasa pemrograman tingkat tinggi. tidak dimengerti oleh komputer karena komputer hanya mengerti bahasa mesin. Penulisan program memiliki struktur logika yang benar dan mudah dipahami 4. Lebih mudah dalam pemeliharaan program 5. Biaya pengujian yang dibutuhkan rendah.GOTO seharusnya tidak dipergunakan di dalam pemrograman terstruktur . Pernyataan tersebut ditanggapi oleh HD. 1. Menyederhanakan kerumitan program 4. yaitu struktur berurutan. Ciri-ciri pemrograman terstruktur. 6. Program hanya terdiri dari 3(tiga) struktur dasar. Oleh sebab itu source program harus di terjemahkan ke dalam bahasa mesin terlebih dahulu sebelum dijalankan Terdapat 2(dua) jenis penterjemah yaitu : . mudah ditest dan mudah dimodifikasi”. struktur seleksi dan struktur perulangan. A. Biaya perawatan dan dokumentasi yang dibutuhkan rendah. 7. 5. 3. Program mudah dibaca dan ditelusuri 3. Tujuan Pemrograman Terstruktur 1. Memliki dokumentasi yang baik 8. Memiliki algoritma pemecahan masalah yanag sederhana. yang akan menjadikan program tidak terstruktur dengan baik. Meningkatkan produktivitas pemrograman C. standar da efektif. Dari kesimpulan diatas maka Pemrograman Terstruktur adalah “Pemrograman terstruktur merupakan suatu tindakan untuk mengorganisasikan dan membuat kode-kode program supaya mudah untuk dimengerti. Menghindari penggunaan pernyataan GOTO. Meningkatkan kehandalan program 2. B. Mengandung teknik pemecahan masalah yang tepat dan benar 2.

Interpreter Interpreter merupakan penerjemah bahasa pemrograman yang menterjemahkan instruksi demi instruksi pada saat eksekusi program. 2. -B=(0/3) .1.Use ( dalam bahasa PASCAL ) . Debugging Dan Bentuk Kesalahan program Debugging adalah penghilangan semua kesalahan yang ditemukan pada saat pengujian.instruksi dalam satu kesatuan modul ke dalam bahasa mesin sehingga dihasilkan suatu file executable. .dan lain-lain RUN TIME ERROR Bentuk kesalahan program yang disebabkan karena adanya proses arithmathic yang ILLEGAL / tidak bisa diproses.Hasil / output program yang tidak sesuai . Compiller Compiller merupakan penerjemah bahasa pemrograman yang menterjemahkan instruksi.Kesalahan program yang tidak dapat dideteksi . III. Contoh.Writ ( dalam bahasa PASCAL ) . Contoh. Kesalahan terjadi karena kecerobohan desain logika dan pengkodean. Adapun macam-macam bentuk kesalahan program yaitu SYNTAX ERROR Bentuk kesalahan program yang disebabkan karena kesalahan didalam hal penulisan instruksi didalam program.dan lain-lain · LOGIC ERROR Bentuk kesalahan program yang disebabkan karena HUMAN-ERROR-LOGIC (kesalahan logika program yang dibuat oleh programmer) Contoh.Akar Minus . .

Pemrograman Modular Pemrograman Modular adalah suatu teknik pemrograman di mana program yang biasanya cukup besar dibagi-bagi menjadi beberapa bagian program yang lebih kecil Keuntungan: • Program lebih pendek • Mudah dibaca dan dimengerti • Mudah didokumentasi • Mengurangi kesalahan dan mudah mencari kesalahan • Kesalahan yang terjadi bersifat “lokal” Dalam pemrograman modular. Sub-routine adalah sebuah kumpulan perintah yang melakukan tugas pemrosesan yang terbatas.PERTEMUAN 10 TEKNIK PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR I. program dipecah-pecah ke dalam modul-modul. . Pemrograman modular diterapkan dengan menggunakan sub-routine. Setiap program mempunyai sebuah modul program utama. Konsep pemrograman Terstruktur Adapun beberapa teknik Pemrograman terstruktur adalah : A. dimana setiap modul menunjukkan fungsi dan tugas tunggal. yang mengontrol semua proses yang terjadi.

Delphi) .VB) atau procedure (pascal. Begin ……………… ……………… End. Dalam bahasa pemrograman lain fungsi dapat disebut sebagai subrutin (basic. Kegunaan yang umum dari subroutine adalah menghemat kode program bila terjadi proses yang sama diulang berkali-kali. dan digunakan untuk mengerjakan suatu tujuan tertentu. Pemrograman Top-Down Function Fungsi/function adalah suatu kumpulan instruksi/perintah/program yang dikelompokkan menjadi satu. B. letaknya terpisah dari program yang menggunakan fungsi tersebut. Procedure Nama_Procedure. memiliki nama tertentu yang unik. Begin ……………… Nama_Procedure ……………….Subroutine atau procedure adalah suatu blok program terpisah yang digunakan untuk mengerjakan suatu pekerjaan tertentu.Caption End Sub Program Judul_Program. End. Contoh: Private Sub Option1_Click(Index As Integer) Label1 = Option1(Index).

. Modul utama yang dimaksud adalah modul yang pertama kali dijalankan atau modul yang memanggil modul lainnya atau juga modul yang mengakhiri proses program tersebut. Reusability: Suatu fungsi dapat digunakan kembali oleh program atau fungsi lain Pendekatan Top-down ini sangat berguna dalam perencanaan pemrograman modular. Modifikasi program dapat dilakukan pada suatu modul tertentu saja tanpa mengganggu program keseluruhan Fungsi -fungsi digunakan untuk menghindari penulisan program yang sama yang ditulis secara berulang – ulang Langkah – langkah tersebut dapat dituliskan sekali saja secara terpisah dalam bentuk fungsi. Mudah dalam mencari kesalahan-kesalahan karena alur logika jelas dan sederhana Kesalahan dapat dilokalisasi dalam suatu modul tertentu saja.Keuntungan Top-down: penelusuran program mudah Program dapat dikerjakan oleh beberapa orang sehingga program cepat selesai dengan koordinasi yang mudah. Dalam pemrograman top-down (atas ke bawah). Mempermudah dokumentasi. Selanjutnya bagian program yang membutuhkan langkah – langkah ini tidak perlu selalu menuliskannya. tidak cukup memanggil fungsi tersebut. yang pertama harus kita definisikan adalah modul utama.

Isi dari file mata kuliah dapat di perbaiki (di edit) jika kondisi yang ada dimasa depan mengharuskan adanya pergantian mata kuliah dengan nama mata kuliah yang baru dan sks yang juga baru. File Referensi Data yang tetap dimana pengolahan terhadap data tersebut memerlukan waktu yang lama. yang apabila akan diperbaiki (di edit) untuk jangka waktu yang lama. Misalkan saja file mata kuliah yang didalamnya terdapat informasi tentang seluruh mata kuliah yang terdapat di suatu lembaga pendidikan. Macam file transaksi yang ada pada lembaga pendidikan adalah file ujian. File Input (Transaksi) Berisi data masukkan yang berupa data transaksi dimana data-data tersebut akan diolah oleh komputer. B. File transaksi akan senatiasa mengalami perubahan sesuai dengan periode waktu tertentu . maka perbaikan data untuk isi file mata kuliah mutlak dilakukan. Tipe dari file A. Data yang terdapat pada file referensi ini sebagai contoh adalah file Mahasiswa. File Dinamik Data yang ada dalam file berubah tergantung transaksi. file nilai dan file pembayaran kuliah. File Master a.PERTEMUAN 11 TIPE FILE I. misalnya jika terjadi perbaikan pada pengisian data untuk alamat (jika mahasiswa tersebut pindah alamat rumah) maka isi data pada alamat untuk mahasiswa yang bersangkutan harus diperbaiki b. Hal ini yang disebut dengan penyetaraan mata kuliah.

File Kerja (Temporary File) Berisi data-data hasil pemrosesan yang bersifat sementara. File Laporan Berisi informasi yang akan ditampilkan. tetapi tidak semua isi dari file-file tersebut ditampilkan. Isi dari Laporan yang dihasilkan biasanya berasal dari penggabungan file master dan file transaksi. File ini berisi informasi yang akan ditampilkan dalam sebuah laporan. File Backup (Pelindung) Berisi salinan data-data yang masih aktif di database pada suatu waktu tertentu. E. File ini berisi programprogram bantu yang dapat berfungsi untuk mempercepat dan optimalisasi dari pengolahan data. Adapun isi (informasi) dari file backup ini sama persis dengan file aslinya. Misalkan dalam file gaji yang mana mempunyai keterhubungan dengan file pendidikan pegawai (untuk mencari jenjang pendidikan dari seorang karyawan).C. . Jika ada yang diperbaiki maka hasil perbaikan data tersebut harus dibuatkan kembali backup dari file yang diperbaiki. file absensi (untuk megetahui data kehadiran pegawai) dan file lembur (untuk mengetahui intensitas kelebihan jam kerja yang dimiliki oleh seorang pegawai). File Library Berisi program-program aplikasi atau utility program. F. File ini berisikan salinan (Copy) dari suatu file entah file master maupun file transaksi. tetapi file ini dapat berfungsi untuk mempercepat dan optimalisasi dari pengolahan data. G. File ini berisi data yang sifatnya sementara (tidak permanent) dalam arti hanya numpang lewat saja. melainkan hanya informasi tertentu saja yang ditampilkan sesuai dengan laporan yang diinginkan.

Ciri ciri dari piranti ini adalah sebagai berikut : a. 3. Organisasi file data harus mempertimbangkan beberapa hal penting. Tujuan organisasi data di dalam pemrograman terstruktur adalah : 1. Contoh peralatan yang termasuk jenis ini adalah magnetic tape dan pita magnetic. Efisiensi penggunaan media penyimpanan (storage device). Kecepatan akses data/ efisiensi akses. angket dan sebagainya. dan dikenal sebagai suatu organisasi file. Tipeorganisasi data file diantaranya adalah: organisasi file sequential. berurutandiindeks (indexed sequential). Untuk menyediakan sarana pencarian record bagi pengolahan. yaitu susunan berurutan (sequential). b. Tidak ada pengamatan. dan acak diindeks ( indexed random ). . organisasi file relative(random) sertaorganisasi file index sequential. Kemudahan dalam penyimpanan dan pengambilan data. yaitu sebagai berikut : 1. seleksi. Piransi Akses Serial ( Squential Access Storage Device atau SASD). Ada beberapa tipe organisasi file data yang digunakan. Proses pembacaan rekaman harus berurutan.PERTEMUAN 12 ORGANISASI DAN AKSES FILE I. Memudahkan penciptaan atau pemeliharaan file . hasil survey. 2. Terdapat dua jenis alat penyimpanan data file yang digunakan. Data sederhana dapat kita himpun kedalam suatu struktur organisasi data file yang memuat informasitentang hubungan antara item yang terdapat didalamnya. atau penyaringan. Mereka dapat diperoleh dari hasil pengukuran dilaboratorium. acak (random). yaitu 1. ORGANISASI & AKSES FILE Salah satu hal penting yang tidak dapat ditinggalkan di dalam perencanan suatu program computer adalah data-data yang diperoleh dari berbagai sumber. 2.

ciri sebagai berikut : a. Piranti ini mempunyai ciri : a. 2. Proses write dapat dilakukan beberapa kali Tiga metode susunan organisasi data file dalam media penyimpanan fisik yang lazim untuk digunakan. yaitu dengan menggunakan alamat yang ada disampingnya. e. 2. Rekaman disimpan berdasarkan suatu kunci. Indexed Sequential. Kecepatan pita ( inci/detik ). Sequential. Contoh piranti akses tipe direct adalah cakram magnetic (magnetic disk) yang terdiri dari hard disk atau floppy disk. dan ada alamat yang tidak pernah muncul sama sekali. Metode ini mempunyai ciri . Metode ini baik untuk digunakan apabila pengolahan terhadap basis data bersifat periodik dan menyeluruh.blok. Data dapat disimpan dalam karakter atau blok.c. d. Lebar celah / gap antar blok. d. Mempunyai alamat. Dalam metode ini kunci rekaman ditransformasikan ke alamat penyimpanan dalam media fisik secara acak (random). Kecepatan akses datanya. Pembacaan rekaman tidak harus urut. Kerapatan pita ( char/inci ). b. Metode ini akan menimbulkan beberapa masalah. b. 3. Data disimpan dalam blok . 2. Proses write hanya bisa dilakukan sekali saja. Metode ini mempunyai ciri . Piranti Akses Direct ( Direct Access Storage Device atau DASD). Permasalahan seperti ini diatasi dengan teknik overflow location. Pencarian rekaman tertentu dilakukan record demi record sesuai kuncinya. yaitu adanya alamat yang muncul lebih dari satu kali.ciri sebagai berikut : . yaitu sebagai berikut : 1. Random. sangat tergantung pada: 1. 3. c.

a. Merupakan gabungan antara metode sequential dan random. b. Record disimpan secara berurutan dengan menggunakan kunci. c. Masing - masing record diberi indeks. d. Pengalamatan dilakukan secara acak. e. Perlu penyimpanan tambahan, yaitu untuk file indeks.

PERTEMUAN 13 APLIKASI PEMROGRAMAN BUSSINES I. TEKNIK PERANCANGAN PROGRAM ORIENTASI BUSSINES Didalam proses pembangunan/pengembangan system informasi(Bangsis), dukungan teknis dari perancangan program yang terstruktur akan sangat mempengaruhi nilai serta kualitas dari system informasi tersebut. Oleh karena itu, semakin terstruktur dan sistematis program yang dibuat, maka semakin akurat dan berkualitas informasi yang disajikan oleh system yang dibangun. Berikut ini akan dijelaskan beberapa teknik perancangan program didalam pemrograman terstruktur untuk mendukung proses pembangunan / pengembangan sistem informasi (BANGSISFO) Teknik perancangan file atau database dalam bentuk spesifikasi file Teknik perancangan program dalam bentuk spesifikasi program I. Langkah-langkah didalam merancang file Adapun mengenai langkah-langkah didalam perancangan file tersebut adalah sebagai berikut : 1. Menentukan banyaknya jumlah kebutuhan file yang nanti akan digunakan didalam program 2. Menentukan Parameter dari file yang akan dibuat. Parameter File meliputi hal-hal sebagai berikut : a. Menentukan NAMA-FILE Contoh : File-Induk-Mahasiswa b. Menentukan AKRONIM-FILE

Contoh : Siswa.Dbf c. Menentukan KODE-FILE Contoh : Mhs01 d. Menentukan TYPE-FILE (file induk,file transaksi dll) Contoh : File-Induk e. Menentukan Panjang Record (RECORD-SIZE) Contoh : 140 Character f. Menentukan ORGANISASI-FILE Contoh : Index-Sequential g. Menentukan ACCESS-FILE Contoh : Sequential

h. Menentukan MEDIA-FILE Contoh : Harddisk i. Menentukan FIELD-KEY Contoh : Nomor induk siswa (NIS) j. Menentukan SOFTWARE yang digunakan Contoh : Fox-base II. Langkah-langkah didalam merancang PROGRAM

Adapun mengenai langkah-langkah didalam perancangan program adalah sebagai berikut : 1. Menentukan PAKET-PROGRAMMING LANGUAGE Contoh : Visual Basic. Menentukan banyaknya jumlah kebutuhan program yang nanti akan dibuat. Mentukan bentuk PROSES-PROGRAM secara rinci dan detail . Menentukan AKRONIM-PROGRAM Contoh : Menu. Menentukan FUNGSI-PROGRAM Contoh : Untuk menampilkan pilihan menu utama di dalam proses Program e. Menentukan Parameter dari Program yang akan dibuat.Prg c. Parameter Program meliputi hal-hal sebagai berikut : a. Menentukan NAMA-PROGRAM Contoh : Program Menu Utama b. Menentukan KODE-PROGRAM Contoh : PMU01 d. 2. Visual Foxpro f. Menentukan bentuk SISTEM FLOWCHART / PROGRA FLOWCHART g.

Didalam sebuah objek. Diluar objek. sebuah metode didefinisikan secara penuh. Pemrograman berorientasi objek memberikan landasan yang sangat berguna untuk pembuatan prototype sistem secara cepat. dapat dijelaskan sbb: Mempersingkat waktu dan menurunkan biaya pengembangan rekayasa perangkat lunak. . Secara singkat tujuan utama dari pengembangan perangkat lunak atau program berorientasi objek. Tujuan metode ini adalah untuk meningkatkan produktivitas pemrogram dengan meningkatkan extensibiltas dan penggunaan kembali perangkat lunak serta untuk mengontrol biaya dan kompleksitas perawatan perangkat lunak.PERTEMUAN 14 OOP (Object Oriented Programming) I. Menurunkan biaya perawatan perangkat lunak. Semua field data harus didefinisikan sebelum deklarasi metode pertama. Nama metode harus diletakan nama objek yang memiliki metode tersebut. II. Pengertian Pemrograman berorientasi objek merupakan metode yang relatif baru untuk melakukan perancangan atau rekayasa perangkat lunak. metode didefinisikan dengan sesuatu header fungsi atau procedure yang bertindak sebagai metode. Metode dan Objek Metode merupakan suatu procedure atau fungsi yang disatukan dalam suatu objek serta dapat mengakses field-field data yang menjadi bagian dari objek tersebut. yaitu statemen-statemen apa aja yang akan dikerjakan oleh metode tersebut.

seperti : kucing. warna rambut. jangan sampai field datafield data tersebut dapat diakses secara langsung. warna kulit. Prinsip pemrograman berorientasi obyek adalah sedapat mungkin field-field dalam suatu obyek ditinggalkan menyediri sebanyak mungkin. tinggi badan. dll Data Member atau variabel Setiap objek yang dinamakan ‘orang’ pasti memiliki : nama.Didalam pemrograman berorientasi objek. orang . jenis kelamin. berat badan. . dll Ciri-ciri tersebut dapat dipindahkan menjadi variabel-variabel dari class yang sering disebut sebagai : data member • • • Objek dalam pemrograman adalah objek yang dibuat dari class tertentu. menggunakan kacamata. meja. sebuah objek seperti halnya sebuah rekord yang terdiri dari beberapa field data dengan diperluas adanya fungsi atau prosedur. Jadi bagaimana cara mengakses field data-field data tersebut? Jawabannya adalah sedapat mungkin menggunakan metode obyek(yaitu prosedur atau fungsi yang didefinisikan didalam obyek) obyek yang bersangkutan. Paradigma Objek • • Paradigma adalah suatu cara pandang atau cara berpikir Paradigma objek adalah cara pandang yang memandang SEGALA SESUATU sebagai OBJEK Berbagai benda di sekitar kita adalah objek nyata yang dapat dilihat. rumah.

baik data maupun fungsi / prosedur. Enkapsulasi ( pengkapsulan ) Enkapsulasi merupakan gabungan beberapa type data (record) dengan prosedur dan fungsi yang membentuk suatu type data baru yang tepat. NB: pengemasan data dan prosedur dalam objek. dapat membuat objek yang bertumpu pada objek induknya. Karakteristik dari suatu objek diturunkan ke objek yang lain sehingga objek yang baru akan memiliki karakteristik yang sama dengan induknya.• Method Selain memiliki atribut(STATE) yang diimplementasikan sebagai data member di atas. manusia juga dapat melakukan suatu aksi atau pekerjaan tertentu (BEHAVIOR) Contoh aksi/behavior yang umum adalah menangis dan tertawa Kedua behavior tsb bisa dipindahkan ke dalam bahasa pemrograman menjadi method sbb : Ada 3(tiga) karakteristik utama bahasa pemrograman berorientasi objek yaitu : a. Ditujukan untuk melakukan penyembunyian informasi (information hidding). Hanya dengan interface objek maka kita dapat mengakses datanya. Inheritance ( penurunan sifat ) Penurunan sifat memungkinkan kita untuk membuat sebuah objek baru yang sama dengan objek sebelumnya yang telah didefinisikan. Hakikat dari enkapsulasi ini adalah memadukan langkah program dengan data yang ada didalamnya. . b. sehingga dengan menggunakan objek induk tersebut. Sehingga akan terbentuk objek keturunan. Dimana setiap objek turunannya dapat mengakses semua data dan program yang dimiliki oleh objek induknya. Penurunan ini diawali dengan mendefinisikan objek induk. Dengan enkapsulasi anda dapat menyembunyikan didalam objek.

Pengkapsulan adalah mengkombinasian suatu struktur dengan fungsi yang memanipulasinya untuk membentuk tipe data baru. ditambah sifat-sifat khusus lainnya. Pewarisan merupakan unsur penting dalam pemrograman berorientasi objek dan merupakan blok bangunan dasar pertama penggunaan kode ulang (code reuse). Jika diibaratkan class adalah sebuah cetakan sedangkan objek adalah hasil dari cetaan tersebut. dan berperan sebagai tipe data dari objek. Pemrograman berorientasi objek merupakan suatu teknik atau cara berfikir untuk merancang aplikasi yang dapat membantu memecahkan persoalan mengenai pengembangan perangkat lunak. Sebagai gambaran misalnya ada hiararki class unggas. Teknik atau metode pemrograman berorientasi objek didasari oleh class dan objek.NB: Memungkinkan sifat-sifat dari suatu kelas diturunkan ke kelas lain. class turunan kedua dan seterusnya. Sifat pewarisan ini menyebabkan class-class dalam pemrograman berorientasi objek membentuk hirarki class mulai dari class dasar. Suatu class dapat diciptakan berdasarkan class lain. inilah yang disebut konsep pewarisan. class turunan pertama. Dengan pewarisan kita dapat menciptakan class baru yang mempunyai sifat sama dengan class induknya tanpa menulis ulang bagian-bagian yang sama. Class merupakan sarana pengkapsulan kumpulan data dan kumpulan method yang mengoperasikan kumpulan data tersebut. . Class baru ini mempunyai sifat-sifat yang sama dengan class pembentunya. Class digunakan untuk membuat objek.

masing-masing class turunan mempunyai sifat khusus. Subclass. Class turunan pertama adalah Ayam. Salah satu sifat Unggas adalah bertelur dan bersayap. yaitu : Ayam Kampung berkokok panjang halus sedangkan Ayam Hutan berkokok pendek dan kasar. Desain proyek baru dan pada form tambahkan objek listbox dan button. Selain mewarisi sifat class dasar . seperti Ayam berkokok. 2. Contoh Program Inheritance Kali ini kita akan membuat sebuah program simple yang menggambarkan konsep inheritance. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : 1.Sebagai class dasar adalah Unggas. Class Ayam punya class turunan yaitu Ayam Kampung dan Ayam Hutan. class yang letaknya di bawah class tertentu di dalam hierarki. Burung dan Bebek. Tetapi dua class juga punya sifat yang berbeda. class yang letaknya di atas class tertentu di dalam hierarki. Didalam program yang akan dibuat terdapat sebuah base class (class induk) bernama ORANG_TUA dan dua class turunannya (ANAK_PRIA dan ANAK_WANITA). Dua class ini mewarisi sifat class Ayam yang berkokok. Superclass. Tiga class turunan ini mewarisi sifat class dasar Unggas yaitu bertelur dan bersayap. Burung terbang dan Bebek berenang. Tambahkan class baru dengan nama ORANG_TUA dan ketikkan kode2 program berikut : .

Public Class ORANG_TUA‘variabel untuk menampung nama bapak Private XBapak As String ‘variabel untuk menampung nama ibu Private XIbu As String ‘property (atribut/informasi) class Public Property Nama_Bapak() As String ‘Get : hanya ijinkan akses data Get Return XBapak End Get ‘Set : mengijinkan ubah data Set(ByVal value As String) XBapak = value End Set End Property ‘property (atribut/informasi) class Public Property Nama_Ibu() As String Get .

Tambahkan class baru dengan nama ANAK_WANITA dan ketikan kode2 berikut : Public Class ANAK_WANITA‘membuat turunan dari base class Inherits ORANG_TUA Private XWanita As String Private XUsia_W As String Public Property Nama_Wanita() As String Get Return XWanita End Get .Return XIbu End Get Set(ByVal value As String) XIbu = value End Set End Property End Class 3.

Tambahkan class baru dan beri nama ANAK_PRIA dan tambahkan kode2 program berikut : Public Class ANAK_PRIA‘membuat turunan dari base class Inherits ORANG_TUA Private XPria As String .Set(ByVal value As String) XWanita = value End Set End Property Public Property Usia_Wanita() As Byte Get Return XUsia_W End Get Set(ByVal value As Byte) XUsia_W = value End Set End Property End Class 4.

Sekarang : buat event click pada objek button1 dan ketikkan kode2 berikut : .Private XUsia_P As String Public Property Nama_Pria() As String Get Return XPria End Get Set(ByVal value As String) XPria = value End Set End Property Public Property Usia_Pria() As Byte Get Return XUsia_P End Get Set(ByVal value As Byte) XUsia_P = value End Set End Property End Class 5.

Usia_Wanita = 10 End With With obj_Pria .Nama_Bapak) .Public Class Form1Private Sub Button1_Click(ByVal sender As System.Usia_pria = 6 End With With ListBox1 . ByVal e As System.Nama_Wanita = “Nina Ramadani” .Add(“nama ayah : ” & _ obj_Wanita.nama_pria = “Kevin Maulana” .EventArgs) Handles Button1.Nama_Bapak = “Subandrio” .Click Dim obj_Wanita As New ANAK_WANITA Dim obj_Pria As New ANAK_PRIA With obj_Wanita .Object.Nama_Ibu = “Titi Rukmiati” .Items.

yang artinya pemrograman berorientasi objek ini menyangkup keaneka ragaman objek yang menjamin terhimpunnya perpaduan keaneka ragaman data dengan prosedur atau fungsi. namun fungsi fungsi yang sama tersebut memiliki operasi yang berbeda-beda.Nama_Pria) . Polimorphism ( keaneka ragaman ) Dengan polimorphism kita dapat membuat sebuah objek baru yang menunjukkan fungsi-fungsi yang sama dengan objek induknya.Add(“nama ibu obj_Wanita.Add(“anak pria : ” & _ obj_Pria.Nama_Ibu) :”&_ . :”&_ ..Nama_Wanita) .Items.Items. sesuai dengan kebutuhan dari objek tersebut.Add(“anak wanita : ” & _ obj_Wanita.Items.Add(“usia :”&_ obj_Wanita.Usia_Pria) End With End Sub End Class c.Items.Items.Add(“usia obj_Pria.Usia_Wanita) . objek yang masih didalam suatu hierarki dapat menyusun objek yang lainnya.

. Melalui polymorphism saya tahu bahwa anjing dan burung akan merespon dengan gonggongan atau kicauan. Hal ini terjadi ketika memilih method yang sesuai untuk diimplementasikan ke objek tertentu berdasarkan pada subclass yang memiliki method bersangkutan Pada contoh sebelumnya. Polymorphism membuat objek-objek yang berasal dari subclass yang berbeda.NB: konsep yang menyatakan sesuatu nama yang sama dapat memiliki berbagai bentuk perilaku yang berbeda. sekarang kita tambahkan subclass lainnya dari Person yaitu Employee Contoh polimorpism : saya melatih anjing saya dengan perintah untuk menggonggong dan juga saya melatih burung untuk merespon perintah saya untuk berkicau. kita diberikan parent class yaitu Person dan subclassnya adalah Student. Saya lakukan latihan untuk merespon kepada mereka dengan perintah lisan. diperlakukan sebagai objek-objek dari satu superclass.