P. 1
ASKEP HIPOTIROID

ASKEP HIPOTIROID

|Views: 130|Likes:
Published by Cecep Setiawan

More info:

Published by: Cecep Setiawan on Jan 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/06/2015

pdf

text

original

ASKEP HIPOTIROID

A.DEFINISI HIPOTIROID Hipotiroid merupakan keadaan yang ditandai dengan terjadinya hipofungsi tiroid yang berjalan lambat dan diikuti oleh gejala-gejala kegagalan tiroid. Keadaan ini terjadi akibat kadar hormone tiroid berada dibawah nilai optimal. Hipertiroidisme adalah suatu sindrome klinis akibat dari defisiensi hormon tiroid yang mengakibatkan fungsi metabolik. (Greenspan, 2000) Hipotiroidisme (hiposekresi hormone tiroid) adalah status metabolic yang di akibatkan oleh kekurangan hormone tiroid. Hipotiroidisme kognital dapat mengakibatkan kretinisme. Hipotiroid adalah penurunan sekresi hormon kelenjar tiroid sebagai akibat kegagalan mekanisme kompensasi kelenjar tiroid dalam memenuhi kebutuhan jaringan tubuh akan hormon-hormon tiroid . (Hotma Rumahorbo S.kep,1999) Hipotiroid dibagi menjadi 3 tipe:
  

Hipotiroid primer : kerusakan pada kelenjar tiroid Hipotiroid sekunder: akibat defisiensi sekresi TSH oleh hipofisis Hipotiroid Tersier : Akibat defiensi sekresi TRH oleh hipotalamus

B.ANATOMI FISIOLOGI KELENJAR TIROID Kelenjar tiroid dibungkus mengitari bagian depan dari trachea bagian atas, kelenjar ini terdiri dari 2 lobus dihubungkan oleh itsmus. Kelenjar ini diperdarahi dari arteri tiroid superior dan inferior. Tiroid terbentuk atas masa kosong yang berbentuk folikel. Setiap folikel mempunyai dinding satu sel tebal dan mengandung koloid seperti jeli.

Lapisan sel-sel folikel mempunyai kemampuan yang sangat besar dalam mengekstrasi iodin dari dalam darah dan menggabungkannya dengan tirosin asam amino, untuk membentuk suatu hormon tri-iodotironin (T3) aktif. Sebagian tiroksin yang kurang aktif juga dibentuk. Tiroksin (T4) diiubah menjaditri-iodotironin (T3) di dalama tubuh. Senyawa ini dan intermediat tertentu disimpan dalam koloid dari folikel. Penyimpanan ini penting, karena iodin mungkin tidak terdapat didalam diet. Dimana dalam keadaan ini kelenjar tiroid akan membesar yang disebut Goiter

Mekanisme pembentukan hormon Tiroid Pembentukan hormon tiroid dimulai dari aktivitas hipotalamus yang (TRH). TRH akan

menghasilkan Thyroid menstimulasiHipofisis

Releasing anterior untuk

Hormone

menghasilkan Thyroid

Stimulating

Hormon (TSH). TSH akan menstimulasi pembentukan T3 dan T4 dalam folikel dengan menggabungkan iodin dalam darah dan tirosin asam amino. Pembentukan TSH dihambat oleh tingginya kadar hormon tiroid. Hormon tiroid meningkatkan laju metabolik dari semua jaringan, mungkin dengan meningkatkan sintesa enzim pernafasan dalam sel.

C.ETIOLOGI Hipotiroidisme biasanya terjadi pada pasien dengan riwayat hipertiroidisme yang mengalami terapi radioiodium, pembedahan, atau preparat antitiroid. Kejadian ini paling sering ditemukan pada wanita lanjut usia. Terapi radiasi untuk penanganan kanker kepala dan leher kini semakin sering menjadi penyebab hipotiroidime pada lansia laki-laki. Secara klinis dikenal 3 hipotiroidisme, yaitu : 1. Hipotiroidisme sentral, karena kerusakan hipofisis atau hypothalamus 2. Hipotiroidisme primer apabila yang rusak kelenjar tiroid 3. Karena sebab lain, seperti farmakologis, defisiensi yodium, kelebihan yodium, dan resistensi perifer.

sedang tyrodotironin (T3) merupakan hormon metabolik tidak aktif. Jarang ditemukan. b. Tiroksin (T4) menunjukkan pengaturan umpan balik negatif dari sekresi Tiroid Stimulating Hormon dan bekerja langsung pada tirotropihypofisis.D. tetapi juga karena produksi hormon yang berlebih (ACTH penyakit Cushing. masuk ke dalam sirkulasi darah dan ditangkap paling banyak oleh kelenjar tyroid. pelepasan dan metabolisme tyroid sekaligus menghambat sintesis tiroksin (T4) dan melalui rangsangan umpan balik negatif meningkatkan pelepasan TSH oleh kelenjar hypofisis. tetapi merupakan etiologi terbanyak dari hipotiroidisme kongenital di negara barat. Hormon berkurang akibat anatomi kelenjar. Umumnya ditemukan pada program . Keluhan klinis tidak hanya karena desakan tumor. 50% HS terjadi karena tumor hipofisis. Urutan kegagalan hormon akibat desakan tumor hipofisis lobus anterior adalah gonadotropin. dan TSH. hormon hipofisis lain.( Hotma Rumahorbo. sakit kepala. PATOFISIOLOGI Iodium merupakan semua bahan utama yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan hormon tyroid. gangguan visus. Keadaan ini menyebabkan pembesaran kelenjar tyroid. Hipotiroidisme Primer (HP) Hipogenesis atau agenesis kelenjar tiroid. prolaktin galaktorea pada wanita dan impotensi pada pria).1999) Patofisiologi hipotiroidisme brdasarkan atas masing-masing penyebab yang dapat menyebabkan hipotiroidisme. Hipotiroidisme sentral (HS) Apabila gangguan faal tiroid terjadi karena adanya kegagalan hipofisis. yaitu : a. iodium dioksida menjadi bentuk yang aktif yang distimuler oleh Tiroid Stimulating Hormon kemudian disatukan menjadi molekul tiroksin yang terjadi pada fase sel koloid. Dalam kelenjar. hormon pertumbuhan akromegali. Senyawa yang terbentuk dalam molekul diyodotironin membentuk tiroksin (T4) dan molekul yoditironin (T3). sedangkan apabila kegagalan terletak di hipothalamus disebut hipotiroidisme tertier. Beberapa obat dan keadaan dapat mempengaruhi sintesis. Bahan yang mengandung iodium diserap usus. ACTH. maka disebut hipotiroidisme sekunder.

Hipotiroidisme yang terjadi akibat tiroiditis Hashimoto tidak permanen. (De Quervain) Nyeri di kelenjar/sekitar. 2.skrining massal. Operasi. di mana berperan antibodi antitiroid. Atg-Ab). yodium. Apabila defek berat maka kasus sudah dapat ditemukan pada skrining hipotiroidisme neonatal. Tanpa kelainan lain. namun tergantung juga dari dosis radiasi. Strumektomi subtotal M. 6. bersifat resesif. androgen dan supresi kortikosteroid). 5. hormon merembes masuk sirkulasi dan terjadi tirotoksikosis (bukan hipertiroidisme). yaitu antibodi terhadap fraksi tiroglobulin (antibodiantitiroglobulin. Pada kasus tiroiditis-atrofis gejala klinisnya mencolok. Kerusakan yang luas dapat menyebabkan hipotiroidisme. Dishormogenesis. Kerusakan tiroid dapat terjadi karena. dan 7. Tiroiditis autoimun. Keadaan ini diturunkan. Radiasi. Disini terjadi inflamasi akibat proses autoimun. hormon (estrogen meningkatkan respon imun. Tiroiditis autoimun. 3. stres mengubah interaksi sistem imun dengan neuroendokrin. Juga dapat terjadi pada radiasi eksternal di usia <20 tahun : 52% 20 tahun dan 67% 26 tahun pascaradiasi. demam. Akibat nekrosis jaringan. Graves sering menjadi hipotiroidisme dan 40% mengalaminya dalam 10 tahun. Tetapi pemberian RAI pada nodus toksik hanya menyebabkan hipotiroidisme sebesar <5%. namun pada defek ringan. 4. Tiroiditis Subakut. Penyembuhan didahului dengan hipotiroidisme sepintas. Strumektomi dapat parsial (hemistrumektomi atau lebih kecil). 1. Tiroiditis subakut. Pascaradiasi. Dishormogenesis. Atrofi Pascaoperasi. . Karsinoma. subtotal atau total. baik karena jumlah jaringan dibuang tetapi juga akibat proses autoimun yang mendasarinya. Ada defek pada enzim yang berperan pada langkah-langkah proses hormogenesis. Etiologi yaitu virus. menggigil. baru pada usia lanjut. Faktor predisposisi meliputi toksin. Pemberian RAI (Radioactive iodine) pada hipertiroidisme menyebabkan lebih dari 40-50% pasien menjadi hipotiroidisme dalam 10 tahun. strumektomi parsial jarang menyebabkan hipotiroidisme.

Hipotiroidisme sepintas. sehingga jangan tergesagesa memberi substitusi. Untuk pertumbuhan badan. yang menghambat jalur enterohepatik hormon tiroid yaitu kolestipol dan kolestiramin. Untuk ini diperlukan yodium. PTU. lemak dan vitamin. amat jarang. Pada tahun pertama pasca operasi morbus Graves. yodida dan yang meningkatkan katabolisme atau penghancuran hormon tiroid yaitu fenitoin. Misalnya pasca pengobatan RAI. sulfonamid. Sesudah setahun banyak kasus pulih kembali. Hormon ini juga diperlukan untuk mengolah karoten menjadi vitamin A. Defisiensi yodium berat serta kelebihan yodium kronis menyebabkan hipotiroidisme dan gondok. Kelenjar tiroid bekerja di bawah pengaruh kelenjar hipofisis. Kedua hormon tersebut dibentuk dari monoiodo-tirosin dan diiodo-tirosin. Bahan farmakologis yang menghambat sintesis hormon tiroid yaitu tionamid (MTU. karbimazol). Kasus ini sering dijumpai. Kerusakan tiroid karena karsinoma primer atau sekunder. fenobarbital. T3 dan T4 diperlukan dalam proses metabolik di dalam badan. Hati-hatilah menggunakan fenitoin dan fenobarbital sebab meningkatkan metabolisme tiroksin di hepar. hormon ini sangat dibutuhkan. Hipotiroidisme sepintas (transient) adalah keadaan hipotiroidisme yang cepat menghilang. Kelompok kolestiramin dan kolestipol dapat mengikat hormon tiroid di usus. Pengaruh Obat Farmakologis Dosis OAT (Obat Anti Tiroid) berlebihan menyebabkan hipotiroidisme. tempat diproduksi hormon tirotropik. Selain itu ia merangsang sintesis protein dan mempengaruhi metabolisme karbohidrat. Dapat juga terjadi pada pemberian litium karbonat pada pasien psikosis. Pada neonatus di daerah dengan defisiensi yodium keadaan ini banyak ditemukan. lebih-lebih pada pemakaian oksigen. tetapi harus bekerja sama dengan growth hormone.Karsinoma. . Hormon ini mengatur produksi hormon tiroid yaitu tiroksin dan tri-iodotironin. 40% kasus mengalami hipotiroidisme ringan dengan TSH naik sedikit. perklorat. pasca tiroidektomi subtotalis. dan mereka beresiko mengalami gangguan perkembangan saraf. E. tetapi sebaliknya kelebihan akut menyebabkan IIT (iodine induced thyrotoxcisos).

6 – 1. adalah :                        Depresi dan mudah stress.85 mg/dl) . · T3 serum(0. terkadang diikuti sakit kepala. Adapun gejala umum hipotiroidisme yang lain.Pemeriksaan T3 dan T4 serum Jika kadar TSH meningkat. Sembelit atau susah buang air besar. Insomnia atau susah tidur. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK 1. maka T4 menurun sehingga terjadi hipotiroid. Kerontokan pada rambut dan sebagian lagi mengalami kekeringan.MANIFESTASI KLINIK Sering merasa kelelahan ketika bangun di pagi hari. Nyeri / sakit pada seluruh anggota tubuh. sering merasa kedinginan sepanjang waktu terutama tangan dan kaki merupakan gejala umum dari hipotiroid. Penurunan CO Kebutuhan oksigen menurun Hiperlipidemia Hiperkolestrolemia Anemia Penurunan transportasi oksigen Penurunan peristaltik Anoreksia Peningkatan BB Konstipasi absorbsi glukosa lambat Pembesaran pada leher Apatis Berbicara lambat Sering berkeringat Udema Dispnea F.E. Berkurangnya / menurunnya daya ingat dan konsentrasi. kenaikan berat badan.

4 – 6. Saat kadar hormon tiroid menurun. Yang perlu diperhatikan adalah : a. Pada dasar nya TSH nrmal dapat menyingkirkan penyakit tiroid primer.(Hotma Rumahorbo.0 mg/dl) · TSH (0. Dengan mengetahui kadar TSH. maka TSH akan menurun. maka dapat dibedakan anatara pasien hipotiroid. Menghindari komplikasi dan resiko . Menormalkan TSH d.PENATALAKSANAAN Tujuan primer penatalaksaan hipotioidisme adalah memulihkan metabolisme pasien kembali kepada keadaan metabolik normal dengan cara mengganti hormon yang hilang.8 – 12. 1999) G. Pemeriksaan TSH Diproduksi kelenjar hipofise merangsang kelenjar tiroid untuk membuat dan mengeluarkan hormon tiroid. 3.0 mg/dl) 2. Meringankan keluhan dan gejala b. Dosis awal b. Membuat T3 dan T4 normal e. Pemeriksaan USG dan scan tiroid Memberikan informasi yang tepat tentang ukuran serta bentuk kelenjar tiroid dan nodul.· T4 serum (4.hipertiroid dan orang normal. Pemeriksaan TSH menggunakan uji sensitif merupakan scirining awal yang direkomendasikan saat dicurigai penyakit tiroid. Menormalkan metabolisme c. Cara menaikan dosis tiroksin Tujuan pengobatannya : a. Kadar TSH meningkat sehingga terjadi hipotiroid . Levotiroksin sintetik (Synthroid atau Levothroid) merupakan preparat terpilih untuk pengobatan hipotiroidisme dan supresi penyakit goiter nontoksik.

Beberapa prinsip dapat digunakan dalam melaksakanan subsitusi: a. gangguan irama. kalsium kalbronat dll) ( Aru W. sudoyo:1939). natrium liotironin (cytomel). b. Contohnya pada penyakit sindrom malabsorsi. Penatalaksanaan medis umum lainnya : a. Farmakoligi: · Penggantian hormon tiroid seperti natrium levotiroksin(synthoroid). formula kedele. makin rendah dosisi awal dan makin landai meningkatan dosis. Geriatri dengan angina pektoris. Tiroksin dianjurkan minum pagi hari dalam keadaan peru kosong dan tidak bersama bahan lain yang menggangu serapan usus. ferosus. sulfat. CHF. dosis harus hatihati. obat (sukralfat. b. Diet rendah kalori (Barbara Endang:569) . kolestiramin. sirosis. short bowel sindrome. Makin berat hipotiroidisme. alluminium hidroksida.

4. 5. 6. 2. Marry. frekuensi dan banyaknya Intoleransi terhadap cuaca panas Mengeluh cepat lelah dan tidak mampu melakukan semua aktivitas hidup sehari-hari 10. 6. dkk. diplopia. Perubahan menstruasi atau libido 11. 4. dkk. glovelag. Marry. Riwayat Pengalaman perubahan status sosial/ mental Mengalami sakit dada atau palpitasi Mengalami dispnea ketika melakukan aktivitas atau istirahat Riwayat perubahan pada kuku. dan banyak keringat Mengeluh gangguan penglihatan dan mata cepat lelah Perubahan asupan makanan dan berat badan Perubahan eliminasi feses. tonus otot kurang dan sulit berdiri dari posisi duduk Hasil pemeriksaan diagnostik yang harus dikaji adalah peningkatan T3 dan T4serum dan penurunan TSH serum(Barddero. Status Mental : Perhatian pendek. Perubahan pada Kulit : Hangat. serta efek dan efek samping obat (Barddero. rambut. kemerahan dan basah Perubahan pada Rambut : Halus dan menipis Perubahan pada Mata : Lidlag. 5. emosi labil. 2009) Data Objektif 1. 8. tekanan diastolik menurun.KONSEP TEORITIS KEPERAWATAN A. takikardi a walaupun waktu istirahat. pengobatan. 3. 2. dan penglihatan kabur Perubahan Nutrisi / Metabolik : Berat badan menurun. kulit. disritmia dan murmur 3. nafsu makan dan asupan makan bertambah serta kolesterol dantrigliserida serum menurun 7. tremor. 7. PENGKAJIAN Data Subjektif 1. 2009) . 9. Perubahan Muskuloskeletal : Otot lemah. Pengetahuan tentang sifat penyakit. hiperkinesia Perubahan Kardiovaskular : Tekanan darah sistolik meningkat.

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN · Pola napas tidak efektif berhubungan dengan depresi ventilasi · Penurunan curah jantung berhubungan dengan volume sekuncup akibat brakikardi · Konstipasi berhubungan dengan penurunan gastrointestinal · Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh s. oksimetri denyut nadiR/Mengidentifikasi hasil pemeriksaan dasar untuk memantau perubahan selanjutnya dan mengevaluasi efektifitas intervensi. peningkatan kecepatan metabolisme · Perubahan suhu tubuh berhubungan dengan produksi kalor menurun · Perubahan pola berpikir berhubungan dengan gangguan metabolisme dan perubahan status kardiovaskuler serta pernapasan. · Intoleran aktivitas berhubungan dengan kelelahan dan penurunan proses kognitif.INTERVENSI Diagnosa I : Pola napas tidak efektif berhubungan dengan depresi ventilasi Tujuan : Perbaikan status respiratorius dan pemeliharaan pola napas yang normal. · Pelihara saluran napas pasien dengan melakukan pengisapan dan dukungan ventilasi jika diperlukan. pola pernapasan. Intervensi :  Observasi frekuensi. R/Mencegah aktifitas dan meningkatkan pernapasan yang adekuat.B.d. R/Penggunaan saluran napas artifisial dan dukungan ventilasi mungkin diperlukan jika terjadi depresi pernapasan · Dorong dan ajarkan pasien untuk napas dalam dan batuk. · Berikan obat (hipnotik dan sedatip) dengan hati-hati R/Pasien hipotiroidisme sangat rentan terhadap gangguan pernapasan akibat gangguan obat golongan hipnotik-sedatif. kedalaman. .

duduk dan tiduran jika memungkinkan).S4 dan creackles terjadi karena dekompensasi jantung atau beberapa obat(penyekat beta). · Kolaborasi dalam: pemeriksaan serial ECG. · Dampingi pasien pada saat melakukan aktivitas. · Berikan makanan yang kaya akan serat R/Meningkatkan massa feses dan frekuensi buang air besar . pemberian obatobatan anti disritmia. R/ Takikardi dapat terjadi karena nyeri. cemas. R/ Penghematan energy membantu menurunkan beban jantung · Lakukan pengukuran tekanan darah (bandingkan kedua lengan pada posisi berdiri. R/ Untuk hasil penunjang dan pengobatan lebih lanjut Diagnosa III : Konstipasi berhubungan dengan penurunan gastrointestinal Tujuan : Pemulihan fungsi usus yang normal. hipoksemia dan menurunnya curah jantung. Perubahan juga terjadi pada TD(hipo/hiper) karena respon jantung. foto thorax. Intervensi : · Auskultasi bisisng Usus R/ mengetahui berapa frekuensi bising usus klien · Pantau fungsi usus R/ Memungkinkan deteksi konstipasi dan pemulihan kepada pola defekasi yang normal.Diagnosa II : Penurunan curah jantung berhubungan dengan volume sekuncup akibat brakikardi Intervensi : · Catat warna kulit dan kaji kualitas nadi R/ Sirkulasi perifer turun jika curah jantung turun. Membuat kulit pucat atau warna abu-abu dan menurunnya kekuatan nadi · Auskultasi suara nafas dan Catat R/ S3.

Diagnosa IV : Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d peningkatan kecepatan metabolisme Tujuan : Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi Intervensi · Observasi vital sign tiap 8 jam. Diagnosa V : Perubahan suhu tubuh berhubungan dengan produksi kalor menurun Tujuan : Pemeliharaan suhu tubuh yang normal Intervensi: · Observasi suhu tubuh pasien dan melaporkan penurunannya dari nilai dasar suhu normal pasien. R/Mendeteksi penurunan suhu tubuh dan dimulainya koma miksedema · Berikan tambahan lapisan pakaian atau tambahan selimut. R/Memenuhi kecukupan nutrisi yang tidak terpenuhi · Kolaborasi pembeian Suplemen vitamin B Compleks R/ Meningkatkan nafsu makan Klien. R/ mengetahui frekuensi Suhu. R/Untuk mengetahui Berat badan Klien · Anjurkan Klien untuk Diet tinggi kalori. tentang jenis -jenis makanan yang banyak mengandung air R/Untuk peningkatan asupan cairan kepada pasien agar . feses tidak keras · Kolaborasi : untuk pemberian obat pecahar dan enema bila diperlukan. R/Meningkatkan evakuasi feses · Ajarkan kepada klien.· Dorong klien untuk meningkatkan mobilisasi dalam batas-batas toleransi latihan.Nadi dan tekanan Darah Klien · Observasi bising usus tiap pagi R/Mengetahui Frekuensi Bising usus · Timbang berat badan tiap pagi. tinggi protein. R/ Meminimalkan kehilangan panas . R/Untuk mengencerkan fees.

. R/ Memudahkan stimulasi dalam batas-batas toleransi pasien terhadap stres. selimut listrik atau penghangat). R/ Mengurangi risiko vasodilatasi perifer dan kolaps vaskuler. Tujuan : Perbaikan proses berpikir. R/ untuk menormalkan suhu tubuh. · Kolaborasi dalam pemberian Cairan Rl atau air hangat. bantal pemanas. · Lindungi Klien terhadap pajanan hawa. · Jelaskan kepada pasien dan keluarga bahwa perubahan pada fungsi kognitif dan mental merupakan akibat dan proses penyakit . . Diagnosa VI : Perubahan pola berpikir berhubungan dengan gangguan metabolisme dan perubahan status kardiovaskuler serta pernapasan. kelelahan dan penurunan proses kognitif. Tujuan : Meningkatkan partisipasi dalam aktivitas dan kemandirian . R/ meningkatkan pola pikir dan daya ingat klien tentang sesuatu · Berikan stimulasi lewat percakapan dan aktifitas yang tidak bersifat mengancam. tanggal dan kejadian disekitar dirinya. dingin dan hembusan angin. tempat.· Berikan klien pengetahuan apa saja yang harus dihindari dan bagaimana cara pencegah penggunaan sumber panas dari luar (misalnya. R/Meyakinkan pasien dan keluarga tentang penyebab perubahan kognitif dan bahwa hasil akhir yang positif dimungkinkan jika dilakukan terapi yang tepat · Kolaborasi dengan ahli Psikologi tentang terapy yang cocok untuk masalah Proses Berpikir R/ Memperbaiki proses berpikir Diagnosa VII : Intoleran aktivitas berhubungan dengan. R/ Meningkatkan tingkat kenyamanan pasien dan menurunkan lebih lanjut kehilangan panas. Intervensi : · Orientasikan pasien terhadap waktu.

KESIMPULAN Setelah kami menyusun Askep yang berjudul Hipotiroid. R/Meningkatkan perhatian tanpa terlalu menimbulkan stress pada pasien. BAB IV PENUTUP A.kami dapat menyimpulkan definisi dari Hipotiroid merupakan keadaan yang ditandai dengan terjadinya hipofungsi tiroid yang berjalan lambat dan diikuti oleh gejala-gejala kegagalan tiroid. Keadaan ini terjadi akibat kadar hormone tiroid berada dibawah nilai optimal. · Berikan stimulasi melalui percakapan dan aktifitas yang tidak menimbulkan stress. · Atur interval waktu antar aktivitas untuk meningkatkan istirahat dan latihan yang dapat ditelerir. Adapun diagnosa yang muncul Pada kasus Hipotiroid ini yaitu : · Pola napas tidak efektif berhubungan dengan depresi ventilasi . R/Mendorong aktivitas sambil memberikan kesempatan untuk mendapatkan istirahat yang adekuat.Intervensi · Observasi respons pasien terhadap peningkatan aktivitas R/ Menjaga pasien agar tidak melakukan aktivitas yang berlebihan atau kurang. R/ Memberi kesempatan pada pasien untuk berpartisipasi dalam aktivitas perawatan mandiri. · Bantu aktivitas perawatan mandiri ketika pasien berada dalam keadaan lelah.

· Penurunan curah jantung berhubungan dengan volume sekuncup akibat brakikardi · · Konstipasi berhubungan dengan penurunan gastrointestinal Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan denganpeningkatan kecepatan metabolisme · · Perubahan suhu tubuh berhubungan dengan produksi kalor menurun Perubahan pola berpikir berhubungan dengan gangguan metabolisme dan perubahan status kardiovaskuler serta pernapasan. Informasi atau pendidkan kesehatan berguna untuk klien Hipotiroid. · Intoleran aktivitas berhubungan dengan kelelahan dan penurunan proses kognitif. 2. Dalam menerapkan Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Hipotiroid diperlukan pengkajian.2007 .http://www. Dukungan psikologik sangat berguna untuk klien. B. McDonald TM. konsep dan teori oleh seorang perawat.aafp. Mortality and vascular outcomes in patients treated for thyroid dysfunction.html last log in : December 1. Jung RT.org/afp/20071001/bmj.SARAN 1. 3. DAFTAR PUSTAKA Flynn RW. et al.

Woodmansee WW. Thyroid 2004. Parma J. Dumont J.Vassart G.2003. Tonacchera M.Ridgway EC. Haugen BR. The Management of subclinical hyperthyroidism by thyroid specialists.McDermott MT. Somatic and clinical in thyroid diseases. 201-220 . Swillens S.90-110 Van Sande J. Smart A.

atau karsinoma(jarang) • Adema hipofisis penyekresi-torotropin (hipertiroid hipofisis) • Tomor sel benih. Etiologi Lebih dari 95% kasus hipertiroid disebabkan oleh penyakit graves. Pengertian Hipertiroid adalah respon jaringan-jaringan tubuh terhadap pengaruh metabolik hormon tiroid yang berlebihan. misal karsinoma (yang kadang dapat menghasilkan bahan mirip-TSH) atau teratoma (yang mengandung jarian tiroid fungsional) • Tiroiditis (baik tipe subkutan maupun hashimato)yang keduanya dapat berhubungan Faktor resiko • Terjadi lebih banyak pada wanita dari pada laki-laki • Pada usia lebih dari 50 tahun • Post trauma emosional • Peningkatan stress dengan hipertiroid sementara pada fase awal C. Penyebab hipertiroid lainnya yang jarang selain penyakit graves adalah : • Toksisitas pada strauma multinudular • Adenoma folikular fungsional .suatu penyakit tiroid autoimun yang antibodinya merangsang sel-sel untuk menghasilkan hormone yang berlebihan.sedangkan bentuk yang lain adalah toksik adenoma .Asuhan Keperawatan Hipertiroid A. tumor kelenjar hipofisis yang menimbulkan sekresi TSH meningkat.Bentuk yang umum dari masalah ini adalah penyakit graves. PATOFISIOLOGI Grave’s disease adalah peny. hormon T3 dan T4 juga dapat dihasilkan). .tiroditis subkutan dan berbagai bentuk kenker tiroid. B.dimana tubuh menghasilkan antibodi pada TSHR ( antibodi terhadap thyroglobulin. Autoimun.

yang dapat terjadi akibat efek tiroksin pada sel-sel miokardium • Amenorea dan infertilitas • Kelemahan otot.insomnia. lebih dari 70 tahun. Demikian pula pada orang usia lanjut. 2002. hal 1319 dan Price A.dan gagal jantung. kedipan mata berkurang (Smeltzer C. Pemeriksaan Penunjang • Tes ambilan RAI: meningkat pada penyakit graves dan toksik goiter noduler.Antibodi ini menyebabkan hipertiroidisme karena berikatan dengan TSHR dan menstimulasi pembentukan T3 dan T4 yang sangat banyak.Hal ini membuat timbulnya gejala klinik pada hipertiroidisme dan pembesaran kelenjar (gondok) D.aritmia jantung. gejala yang khas juga sering tidak tampak. menurun pada tiriditis • T3 dan T4 serum : meningkat • T3 dan T4 bebas serum : meningkat • TSH: tertekan dan tidak berespon pada TRH ( tiroid releasing hormon) • Tiroglobulin : meningkat • Stimulasi tiroid 131 : dikatakan hipertiroid jika TRH daritidak ada sampai meningkat setelah pemberian TRH .ansietas. Suzanne. hal 1076) E. Manisfestasi klinis Pada stadium yang ringan sering tanpa keluhan. Sylvia. • Kulit lembab • Berat badan turun • Takikardi • Mata melotot. maka keluhan bisa ringan sampai berat.terutama pada lingkar anggota gerak ( miopati proksimal) • Osteoporosis disertai nyeri tulang.dan tremor halus • Penurunan berat badan walaupun nafsu makan baik • Intoleransi panas dan banyak keringat • Papitasi. 1995.takikardi. Tergantung pada beratnya hipertiroid. Keluhan yang sering timbul antara lain adalah : • Kecemasan.

Suzanne. Obat – obat ini menghambat sintesis dan pelepasan tiroksin. hipokalemia akibat dari deuresis dan kehilangan dari GI • Kateklamin serum : menurun • kreatinin urin : meningkat • EKG : fibrilasi atrium. 1995. Sylvia. Penatalaksanaan Pengobatan jangka panjang dengan obat-obat antitiroid seperti propiltiourasil atau metimazol yang diberikan paling sedikit selama satu tahun. hal 1076) G.   Pembedahan tiroideksomi sub total sesudah terapi propiltiourasil prabedah Pengobatan dengan yodium radioaktif (Price A. 2002. waktu sistolik memendek kardiomegali (DoengesE.• Ambilan tiroid 131 : meningkat • Ikatan protein sodium : meningkat • Gula darah : meningkat ( kerusakan adrenal) • Kortisol plasma : turun ( menurunnya pengeluaran oleh adrenal) • Pemerksaan fungsi hepar : abnormal • Elektrolit : hponatremi akibat respon adrenal atau efe delusi terapi cairan.2000 hal 711) F. Marilynn. Komplikasi     Penyakit jantung Gagal ginjal kronis Fraktur Krisis tiroid (Smeltzer C. hal 1319) .

sensitivitas meningkat • Otot lemah. makan banyak. makan sering. murmur • Peningkatan tekanan darah. Asuhan keperawatan A. Sirkulasi a) Data Subyektif: • Palpitasi • Nyeri dada b) Data obyektif: • Disritmia (fibrilasi atrium). Eliminasi • Urin dalam jumlah banyak • Perubahan dalam feses : diare 5. kehausan. depresi 4. goiter • Edema non pitting terutama daerah pretibial . gangguan koordinasi • Kelelahan berat b) Data obyektif: • Atrofi otot 2. Mual muntah b) Data obyektif: • Pembesaran tiroid. irama galop.H. Makan/ minum a) Data Subyektif: • Kehilangan BB yang mendadak • Nafsu makan meningkat. Aktivitas dan istirahat a) Data Subyektif: • Insomnia. Integritas ego a) Data Subyektif: • Mengalami stress yang berat baik emosional maupun fisik b) Data obyektif: • Emosi labil (euforia sampai delirium). takikardi saat istirahat • Sirkulasi kolaps 3. Pengkajian 1.

hangat dan kemerahan. dilakukan pembedahan tiroidektomi sebagian • Riwayat pemberian insulin yang menyebabkan hipoglikemia. Respirasi • Frekuensi pernapasan meningkat. mengkilat dan lurus • Eksoptalmus: retraksi. amenorea dan impoten 11. dihentikan terhadap pengobatan antitiroid. sikosis. tanpa tujuan. Nyeri / kenyamanan • Nyeri orbital. Keamanan a) Data subyektif: • Tidak toleransi terhadap panas.2000 hal 708 -709) . Seksualitas Penurunan libido. 10. delirium. Sensori neural • Bicara cepat dan parau • Ganggguan status mental dan perilaku seperti bingung. pemeriksaan rontgen dengan zat kontras. peka rangsang. stupor. (DoengesE. gangguan jantung trauma. rambut tipis. Marilynn. hipomenorea. keringat berlebihan • Alergi terhadapiodium 9 mungkin digunakan pada pemeriksaan) b) Data obyektif: • Suhu meningkat diatas 37. diaphoresis • Kulit halus. lesi eritema ( sering terjadi pada pretibial yang menjadi sangat parah. Pruritus. beberapa bagian tersentak-sentak • Hiperaktif reflekstenon dalam (RTD) 7. fotofobia 8. iritas pada kinjungtiva dan berair. terapi hormontiroid atau pengobatan antitiroid.4 C. • Takipnea • Dispnea 9.6. Penyuluhan/ pembelajaran • Riwayat keluarga yang mengalami masalah tiroid • Riwayat hipotiroidis.koma • Tremor halus pada tanan. disorentai. gelisah.

Diagnosa Keperawatan 1. catat atau perhatikan kecepatan atu irama jantung dan adanya disritmia • Observasi tanda dan gejala kehausan yang hebat. atenolol (tenormin). pengisian kapiler normal. Penurunan curah jantung b. • Perhatikan besarnya tekanan nadi • Periksa /teliti kemungkinan nyeri dada yang dikeluhkan pasien • Kaji nadi/denyut jantung saat pasien tidur • Auskultasi suara jantung. penurunan produksi urin dan hipotensi • Catat adnya riwayat asma/bronkokontriksi. denyut nadi perifer normal. metimazol (tapazole) • Natriun iodida (lugol) atau saturasi kalium iodide • RAI (131 InaL atau 125 InaL) • Kortikosteroid • Digoksin • Furosemid .tidak ada disritmia Intervensi : Independen • Pantau TTV. perhatikan adanya bunyi jantung tambahan.d hipertiroid tidak terkontrol. peningkatan beban kerja jantung Tujuan Pasien / criteria evaluasi . • Mempertahankan curah jantung yang adekuat sesuai dengan kebutuhan tubuh yang ditandai dengan TTV stabil. pengisian kaapiler lambat.I.hipermetabolisme.sinus bradikardi/blok jantung yang berlanjut menjadi gagal jantung • Kolaborasi • Berikan cairan melalui IV sesuai indikasi • Berikan obat sesuai dengan indkasi: • Penyekat beta seperti: propanolol (inderal0. kehamilan. nadolol (corgard) • Hormon tirid antagonis seperti propiltirourasil (PTU). status mental baik. nadilemah. mukosa membran kering. adanyairamagallop dan murmur sistolik • Pantau EKG.

pucat dan sianosis • Ciptakan lingkungan yang tenang. • Menungkapkan secara verbal tentang peningkatan energy • Menunjukkkan perbaikan kemampuan untuk berpartisipasi dalam melakukan aktivits Intervensi Independen • Pantau TTV sebelum dan sesudah aktivitas • Catat perkembangan takipnea.kultur sputum • Lakukan pemantauan EKG secara teratur • Berikan oksigen sesuai indikasi • Siapkan untuk pembedahan 2. tegang Perilaku gelisah Kerusakan kemampuan untuk konsentrasi Tujuan Pasien / criteria evaluasi .d hipermetabolik dengan peningkatan kebutuhan energi. Kelelahan b.• Asetaminofen • Relaksan otot Pantau hasil pemeriksaan lab :kalium serum.peka rangsang dari saraf sehubungan dengan gangguan kimia tubuh Dibuktikan oleh : Mengungkapkan sangat kurang kekurangan energi untuk mempertahankan utinitas umum. mendengarkan radio • Hindari membicarakan topik yang menjengkelkan atau yang mengancam pasien. dispnea. gugup. kalsium serum. ruangan yang dingin. penurunan penampilan Labilias/pekarangsang emsional. • Diskusikan cara untuk berspon terhadap perasaan tersebut . warna-warna yang sejuk dan situasi yang tenang • Sarankan pasien untuk mengurangi aktivitas dan meningkatkan istirahat ditempat tidur jika memungkinkan • Berikan tindakan yang membuat pasien nyaman seperti masage/sentuhan. bedak yang sejuk • Memberikan aktivits pengganti yang nyaman seperti membaca. turunkan stimulasi sensori.

kelemahan umum/nyei. karbohidart dan vitamin • Berikan obat dengan indikasi: a. Insulin (dengan dosis kecil) 4.vit B kompleks b.• Diskusikan dengan orang dekat tentang keadaan kelelahan dan emosi yang tidak stabil • Kolaborasi • Berikan obat sesuai indikasi sseperti sedatif : fenobarbital (luminal) 3. Kerusaka integritas jaringan mata b.nyeri abdomen. Dan timbang bb setipa hari serta laporkan adanya penurunan BB • Dorong pasien untuk makandan meningkatkan jumlah makan dan juga makanan kecil dengan menggunakan makanan tinggi kalori yang mudah dicerna • Hindari pemberian makananyang dapat meningkatkan peristaltik usus (eh. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d perubahan mekanisme perlindungan dari mata Tujuan / criteria hasil : • Dapat mempertahakan kelembaban membran mukosa mata. kopi dan makanan berserat lainnya ) dan cairan yang menyebabkan diare • Bicara dengan nada normal • Kolaborasi : • Konsul dengan ahli gizi untuk memberikan diet tinggi kalori. protein.d peningkatanmetaboisme ( peningkatan nafsu makan/pemasukan dengan penururunan BB) Tujuan pasien / criteria evaluasi • Menunjukkkan BB yang stabil disertai dengan nilai laboratorium yang normal dan terbebas dari tanda-tanda malnutrisi Intervensi Independen • Auskultasi bising usus • Catat dan laporkan adanyaanoreksia. munculnya mual-muntah • Pantau masukan makanan setiap hari. terbebas dari ulkus . glukosa.

Cemas b. Diuretik 5. ACTH. Lapang pandang penglihatan yang sempit. tremor Kriteria hasil: • Tampak rileks • Melapokan ansietasberkurang sampai tingkat dapt dilatasi . efek pseudokatekolamin dari hormon tiroid Ditandai dengan : Peningkatan perasaan kuatir. Catat adanya fotofobia. hilang konrol.d faktor fisiologis. rasa adanya benda diluar mata dan nyeri pada mata • Evaluasi ketajaman mata. gangguan penutupan kelopakmata. air ata yang berlebihan. laporkan adanya pandangan yang kabur atau pandangan ganda( diplopia) • Anjurkan pasien menggunakan kaca mata gelap ketika bangaundan tutup dengan peneutup mata selamatidur sesuai kebutuhan • Bagian kepala tempat tidur ditinggikan dan batasi pemasukan garam jika ada indikasi • Berikan kesempatan pasian untuk mendiskusokan perasaaan tentang perubahanganbaran atau betuk tubuh untuk meningkatkan gambanran tubuh • Instruksikan agar pasien melatih otot mata ekstraokular jika memungkinkan • Kolaborasi • berikan obat sesuai indikasi a. obat tetes mata metilselulosa b. gelisah.• Mampu mengidentifikasi tindakan untuk memberkanperlindungan pada mata dan pencegahan komplikasi Intervensi Independen • Observasi edema peiorbital. distosi rangsanglingkungan Gerakan ekstra. gemetar. perubahan kognitif. status hipermetabolik (stimulasi SSP). Obat antitiroid d. panik. prednisone c.

gerakan yang berulang-ulang. ahli agama dan pelayanan social 6. Tempatkan pada ruangan yang tenang. papitsi. hiperventilasidan insomnia • Tinggal bersama pasien. • Berikan obat antiansietas • Rujukpada sistem penyokong sesuai dengan kebutuhan seperti konseling. kurangi lampu yang terang. Mngakui atau menjawab kekuatiran dan mengijinkan perilaku pasien yang umum • Jelaskan prosedur. lingkungan sekelilmn atau suara yang mungkindidengar oleh pasien • Bicara yang singkat dengan kata yang sederhana • Kurangi stimulasidari luar. orientasi terhadap tempat.• Mampu mengidentifikasi cara hidup yang sehat untuk membagikan perasaannya Intervensi: Mandiri • Observasi tingkah laku pasien yang menunjukkan tingkat ansietas • Pantau respon fisik. kurangi jumlah orang yang berkunjuang • Diskusikan dengan pasien aau orang yang terdekat penyebab emosional yang labil/reaksi psikotik • Tekankan harapan bahwa pengendalian emosi itu harus tetap diberikan sesuai denagan perkembangan terapi obat • Kolaborasi. waktu atauorang • Catat adanya perubahan tingkahlaku • Hadirkan pada realita secara terusmenerus dansecara gamblang tanpa melawan pikiran yang tidak logis . mempertahankan sikap yang teang. peningkatan stimulasi SSP/mempercepat aktivitas mental Kriteria hasil: • Mempertahankan orientasi realita umumya • Mengenali perubahan dalam berpikir/perilaku dan faktor penyebab Intervensi: • Kaji proses pikir pasienseperti memori. rentang perhatian. berikan kelembutan.d perubahan fisiologis. Perubahan prossespikir b.

E dan B6 • Rujuk ahli diit • Pasang /pertahankan slang NGT untuk pemberian makanan enteral (Doenges E. Kurang pengetahuan mengenai kondisi. makanan pengawet dan makanan pewarna • Kolaborasi: • Pemberian anti emetikdengan jadwal regular • Vitamin A. prognosis dan kebutuhan pengobatan Ditandai dengan: • Pertanyaan. meminta informasi\ Kriteria evaluasi: • Pasien mengerti tentang proses penyakit dan pengobatannya • Mengidentifikasi hubungan antara tanda dan gejalapada prosses penyakit dan hubungan gejala dengan faktor penyebabnya Intervensi. • Berikan informasi yang tepat dengan keadaan individu • Berikan informasi tanda dan gejala dari hipertiroid • Diskusikan mengenai terapi obat termasuk ketaatan terhadap pengobatan dan tujuan terapi • Tinjau kebutuhan diiit makanan dan tinjau ulang mengenai nutrisi .D. pengikatan yang lembutsupervisi yang ketat • Anjurkan keluarga atau orang dekat lainnnya untuk mengunjungi paisen. • Memberikan dukungan dengan kebutuhan • Kolaborasi • Pemberian sedatif ssesuai indikasi 7.• Memberikan tindakan yang aman seperti bantalan pada enghalang tempat tidur. Mdnghindari kopi. 2000 hal 710-719) . Marilynn.

Patofisiologi: Konsep Klinis ProsesProses Penyakit. 2000 (Price A. EGC. Keperawatan Kritis: Pendekaatan Holistik. EGC. 2000 hal 708) (Long C. Sylvia. Jakarta. Jakarta. 1995. Jilid 3. Edisi 6.1996 Smeltzer C. Volume II. Suzanne. Lorraine. 1996 Price A. EGC. Barbara 1996 hal 109) . Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan Pajajaran. 2000. Doengoes. Jilid 3. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. hal 1074 dan Dongoes E.DAFTAR PUSTAKA Long C. Edisi 4. Bandung. Jakarta. Marilynn . Barbara. Sylvia dan Wilson M. Jakarta. Brunner & Suddarth.2002 Marilynn E. Perawatan Medikal Bedah. Edisi 3. EGC . Buku II.1995 Hudak & Gallo. Rencana Asuhan Keperawatan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->