P. 1
profesi guru

profesi guru

|Views: 45|Likes:
Published by DOny ArRsyie
Istilah “profesi” sudah cukup dikenal oleh semua pihak, dan senantiasa melekat pada “guru” karena tugas guru sesungguhnya merupakan suatu jabatan professional. Untuk memperoleh pemahaman yang lebih tepat, berikut ini akan dikemukakan pengertian “profesi” dan kemudian akan dikemukakan pengertian profesi guru. Biasanya sebutan “profesi” selalu dikaitkan dengan pekerjaan atau jabatan yang dipegang oleh seseorang, akan tetapi tidak semua pekerjaan atau jabatan dapat disebut profesi karena profesi menuntut keahlian para pemangkunya. Hal ini mengandung arti bahwa suatu pekerjaan atau jabatan yang disebut profesi tidak dapat dipegang oleh sembarang orang, akan tetepi memerlukan suatu persiapan melelui pendidikan dan pelatihan yang dikembangkan khusus untuk itu. Ada beberapa istilah lain yang dikembangkan yang bersumber dari istilah “profesi” yaitu istilah professional, profesionalisme, profesionalitas, dan profesionaloisasi secara tepat, berikut ini akan diberikan pengkelasan singkat mengeni pengertian istilah-istilah tersebut.
Istilah “profesi” sudah cukup dikenal oleh semua pihak, dan senantiasa melekat pada “guru” karena tugas guru sesungguhnya merupakan suatu jabatan professional. Untuk memperoleh pemahaman yang lebih tepat, berikut ini akan dikemukakan pengertian “profesi” dan kemudian akan dikemukakan pengertian profesi guru. Biasanya sebutan “profesi” selalu dikaitkan dengan pekerjaan atau jabatan yang dipegang oleh seseorang, akan tetapi tidak semua pekerjaan atau jabatan dapat disebut profesi karena profesi menuntut keahlian para pemangkunya. Hal ini mengandung arti bahwa suatu pekerjaan atau jabatan yang disebut profesi tidak dapat dipegang oleh sembarang orang, akan tetepi memerlukan suatu persiapan melelui pendidikan dan pelatihan yang dikembangkan khusus untuk itu. Ada beberapa istilah lain yang dikembangkan yang bersumber dari istilah “profesi” yaitu istilah professional, profesionalisme, profesionalitas, dan profesionaloisasi secara tepat, berikut ini akan diberikan pengkelasan singkat mengeni pengertian istilah-istilah tersebut.

More info:

Published by: DOny ArRsyie on Jan 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/29/2013

pdf

text

original

Pengertian Profesi

Istilah “profesi” sudah cukup dikenal oleh semua pihak, dan senantiasa melekat pada “guru” karena tugas guru sesungguhnya merupakan suatu jabatan professional. Untuk memperoleh pemahaman yang lebih tepat, berikut ini akan dikemukakan pengertian “profesi” dan kemudian akan dikemukakan pengertian profesi guru. Biasanya sebutan “profesi” selalu dikaitkan dengan pekerjaan atau jabatan yang dipegang oleh seseorang, akan tetapi tidak semua pekerjaan atau jabatan dapat disebut profesi karena profesi menuntut keahlian para pemangkunya. Hal ini mengandung arti bahwa suatu pekerjaan atau jabatan yang disebut profesi tidak dapat dipegang oleh sembarang orang, akan tetepi memerlukan suatu persiapan melelui pendidikan dan pelatihan yang dikembangkan khusus untuk itu. Ada beberapa istilah lain yang dikembangkan yang bersumber dari istilah “profesi” yaitu istilah professional, profesionalisme, profesionalitas, dan profesionaloisasi secara tepat, berikut ini akan diberikan pengkelasan singkat mengeni pengertian istilah-istilah tersebut.

“Professional” mempunyai makna yang mengacu kepada sebutan tentang orang yang menyandang suatu profesi dan sebutan tentang penampilan seseorang dalam mewujudkan unjuk kerja sesuai dengn profesinya. Penyandangan dan penampilan “professional” ini telah mendapat pengakuan, baik segara formal maupun informal. Pengakuan secara formal diberikan oleh suatu badan atau lembaga yang mempunyai kewenangan untuk itu, yaitu pemerintah dan atau organisasi profesi. Sedang secara informal pengakuan itu diberikan oleh masyarakat luas dan para pengguna jasa suatu profesi. Sebagai contoh misalnya sebutan “guru professional” adalah guru yang telah mendapat pengakuan secara formal berdasarkan ketentuan yang berlaku, baik dalam kaitan dengan jabatan ataupun latar belakang pendidikan formalnya. Pengakuan ini dinyatakan dalam bentuk surat keputusan, ijazah, akta, sertifikat, dsb baik yang menyangkut kualifikasi maupun kompetensi. Sebutan “guru professional” juga dapat mengacu kepada pengakuan terhadap kompetensi penampilan unjuk kerja seorang guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai guru. Dengan demikian, sebutan “profesional’’ didasarkan pada pengakuan formal terhadap kualifikasi dan kompetensi penampilan unjuk kerja suatu jabatan atau pekerjaan tertentu. Dalam RUU Guru (pasal 1 ayat 4) dinyatakan bahwa: “professional adalah kemampuan melakukan pekerjaan sesuai dangan keahlian dan pengabdian diri kepada pihak lain”.

“Profesionalisme” adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. Seorang guru yang memiliki profesionalisme yang tinggi akan tercermin dalam sikap mental serta komitmennya terhadap perwujudan dan peningkatan kualitas professional melalui berbagai cara dan strategi. Ia akan

Dengan demikian. Desember 2007. “Profesionalisasi” adalah sutu proses menuju kepada perwujudan dan peningkatan profesi dalam mencapai suatu kriteria yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Sumber: H. PROFESIONAL. Surya.upi. Guru Profesional: Untuk Pendidikan Bermutu. Geografi. “Profesionalitas” adalah sutu sebutan terhadap kualitas sikap para anggota suatu profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki untuk dapat melakukan tugastugasnya.edu. PROFESIONALITAS . dan keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya. pengetahuan. DIPOSKAN OLEH AMRIL MUHAMMAD DI 11:23 LABEL: PROFESI. Moh. sebutan profesionalitas lebih menggambarkan suatu “keadaan” derajat keprofesian seseorang dilihat dari sikap.selalu mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman sehingga keberadaannya senantiasa memberikan makna proesional.

termasuk tindak-tindak etis profesional kepada anggotanya. dan e. Selain persyaratan tersebut. d. b. tugas kemanusiaan dan tugas kemasyarakatan. guru dengan muridnya. Memiliki klien atau obyek layanan yang tetap seperti dokter dengan pasiennya. Jenis pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang pekerjaannya. a. guru dapat dimasukan dalam kategori “semi profesi” yang di dalamnya juga tercakup profesi pekerja . 2000) secara rinci adalah sebagai berikut. berikut ini disajikan pula ciriciri keprofesian yang dikemukakan oleh D. Diakui oleh masyarakat karena memang diperlukan jasanya di masyarakat. b. Demikian pula dengan profesi guru.1965 ( dalam Usman . Westby Gibson . jelaslah jabatan profesional harus ditempuh melalui jenjang pendidikan khusus yang mempersiapkan jabatan itu. dan c. Atas dasar persyaratan tersebut. Menuntut adanya keterampilan yang berdasarkan konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendalam. sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Pengakuan oleh masyarakat terhadap layanan tertentu yang hanya dapat dilakukan oleh kelompok pekerja yang dikategorikan sebagai suatu profesi. Dimilikinya sekumpulan bidang ilmu yang menjadi landasan sejumlah teknik dan prosedur yang unik. c. b. juga berfungsi tidak saja menjaga. Memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan. Diperlukannya persiapan yang sengaja dan sistematis sebelum orang mampu melaksanakan suatu pekerjaan professional. Menurut Etzioni pada tahun 1969. Sebagai bahan perbandingan. dan d. Sebagai salah satu profesi resmi kedudukan guru memerlukan keahlian khusus. Menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan bidang profesinya. Menuntut adanya tingkat pendidikan yang memadai. c. a. akan tetapi sekaligus selalu berusaha meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilakukannya. Dua tokoh ilmu sosial yakni Etzioni dan Leggart sebagaimana dijelaskan oleh Robinson (1981) mengemukakan pandangannya terhadap profesi guru dalam kancah dunia pekerjaan. Memiliki kode etik. harus ditempuh melalui pendidikan pre service education di lembaga pendidikan tenaga kependidikan ( LPTK). Terkait dengan hal tersebut Usman (2000) menegaskan bahwa tugas guru sebagai profesi mencakup beberapa persyaratan: a. Dimilikinya organisasi profesional yang di samping melindungi kepentingan anggotanya dari saingan kelompok luar. sebetulnya masih ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap pekerjaan yang tergolong ke dalam suatu profesi antara lain yaitu.Secara garis besar tugas guru dapat dikelompokkan menjadi tiga yakni tugas profesi.

maka tugas guru tidak hanya sebatas dinding sekolah. Ia harus mampu menarik simpati sehingga ia menjadi idola para siswanya. Guru harus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada anak didik. Namun dalam melaksanakan pekerjaannya guru juga memiliki otoritas pribadi untuk menentukan pendekatan pengajaran. Secara singkat tugas guru dapat digambarkan melalui . Kriteria semiprofesi dimaksudkan bahwa dalam kedudukan tingkat profesi. Pada bidang ini guru mempunyai tugas mendidik dan mengajar masyarakat untuk menjadi warga negara Indonesia yang baik (yaitu yang bermoral Pancasila). anggaran dana dari Departemen Pendidikan serta ketentuanketentuan luar yang mengikat kerja profesinya.sosial dan juru rawat. Tugas guru sebagai pengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada anak didik. maka kegagalan pertama adalah ia tidak akan dapat menanamkan benih pengajarannya itu kepada para siswanya. Di bidang kemasyarakatan merupakan tugas guru yang juga tidak kalah pentingnya. Para siswa akan enggan mengahadapi guru yang tidak menarik. Bila dipahami. dan homosapiens) dapat mengerti bila menghadapi guru. Tugas guru sebagai suatu profesi menuntut kepada guru untuk mengembangkan profesionalitas diri sesuai dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. 37 Uraian di atas menjelaskan latar belakang tugas guru sebagai pengajar dan pendidik. Sisi ini tidak bisa guru abaikan. lebih suka menggunakan istilah “profesi birokrasi” dengan alasan bahwa ciri-ciri khusus pekerjaan mengajar timbul dari citra kerja di dalam organisasi-organisasi. Bila seorang guru dalam penampilannya tidak menarik. semiprofesi merupakan tingkat profesional kedua. Tugas kemanusiaan juga menjadi salah satu segi dari tugas guru. dan menuntut tanggung jawab agak penuh dibandingkan dengan tingkat profesi penuh. tetapi juga sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat. hendaknya dapat menjadi motivasi bagi siswanya dalam belajar. Tugas guru sebagai pelatih berarti mengembangkan keterampilan dan menerapkannya dalam kehidupan demi masa depan anak didik. homopuber. Tugas guru sebagai pendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup kepada anak didik. Memang tidak dapat dipungkiri bila guru mendidik anak didik sama halnya guru juga bertugas mencerdaskan bangsa secara keseluruhan. Dengan begitu anak didik dididik agar mempunyai sifat kesetiakawanan sosial. karena guru harus terlibat dengan kehidupan di masyarakat dengan interaksi sosial. Sementara Leggart pada tahun 1970. mengajar dan melatih anak didik adalah tugas guru sebagai suatu profesi. Dalam posisi tersebut. guru di satu sisi terikat secara total dan ketat dengan aturan serta tata laksana profesinya dari struktur organisasi yang mengelola profesi pekerjaannya. Mendidik. penentuan kurikulum nasional. Pelajaran tidak dapat diserap sehingga setiap lapisan masyarakat (homo ludens. Tugas guru dalam bidang kemanusiaan di sekolah harus dapat menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua. Pelajaran apapun yang diberikan. serta serangkaian kegiatan interaksi belajar mengajar di ruang kelas sesuai dengan kebutuhan dan situasi yang dihadapi.

shvoong. (2) kompetensi personal. Raka Joni (dalam Sardiman. T.com/social-sciences/education/2168519-ruang-lingkup-profesi-sebagaiguru/#ixzz2F6V1stJ0 Profesi Guru . Bagan 1 : Tugas-tugas Guru Menurut Uzer Usman. 2001) merumuskan tiga kemampuan penting yang harus dimiliki oleh seorang guru profesional. dan (3) kompetensi sosial. Ketiga kemampuan tersebut dikenal dengan sebutan “tiga kompetensi” yaitu (1) kompetensi profesional. Penjelasan untuk masing-masing adalah sebagai berikut: Sumber: http://id.bagan berikut. 2000 Selain itu.

formal. Keahlian yang dimiliki oleh guru profesional adalah keahlian yang diperoleh melalui suatu proses pendidikan dan pelatihan yang diprogramkan secara khusus untuk itu. melatih. membimbing. bangsa. Guru professional hendaknya mampu memikul dan melaksanakan tanggung jawab sebagai guru kepada peserta didik. yaitu PGRI. Melalui PGRI para guru mewujudkan rasa kebersamaannya dan memperjuangkan martabat diri dan profesinya di atas. Ciri profesi yang selanjutnya adalah kesejawatan. orang tua. Tanggung jawab pribadi yang mandiri yang mampu memahami dirinya. mengajar. Di samping dengan keahliannya. para guru diharapkan akan memiliki jiwa profesionalisme. Negara. merupakan motivasi intrinsic pada diri guru sebagai . mengrahkan. posisi. Dengan keahliannya itu seorang guru mampu menunjukkan otonominya. pada dasarnya telah tersirat dalam kode Etik Guru Indonesia sebagai pegangan professional guru. Kesejawatan ini diwujudkan dalam persatuan para guru melalui organisasi profesi dan perjuangan. social. akreditasi. dan spiritual. dan lisensi dari pihak yang berwenang (dalam hal ini pemerintah dan organisasi profesi). baik secara pribadi maupun sebagai pemangku profesinya. Guru profesional mempunyai tanggung jawab pribadi. sosok professional guru ditunjukkan melalui tanggung jawabnya dalam melaksanakan seluruh pengabdiannya. Keahlian tersebut mendapat pengakuan formal yang dinyatakan dalam bentuk sertifikasi. yaitu sikap mental yang senantiasa mendorong dirinya untuk mewujudkan dirinya sebagai petugas professional. dan agamanya. dan sistematis. pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah”. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal. Guru professional akan tercermin dalam penampilan pelaksanaan pengabdian tugas-tugas yang ditandai dengan keahlian baik dalam materi maupun metode. dan profesi bagi seseorang yang mengabdikan dirinya dalam bidang pendidikan melalui interaksi edukatif secara terpola. masyarakat. Tanggung jawab spiritual dan moral diwujudkan melalui penampilan guru sebagai makhluk yang beragama yang perilakunya senantiasa tidak menyimpang dari norma-norma agama dam moral. intelektual. Sementara itu. Dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen (pasal 1) dinyatakan bahwa: “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. Tanggung jawab social diwujudkan melalui kompetensi guru dalam memahami dirinya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari lingkungan sosial serta memiliki kemampuan interaktif yang efektif.“Guru” adalah suatu sebutan bagi jabatan. yaitu rasa kebersamaan di antara sesama guru. Tanggung jawab intelektual diwujudkan melalui penguasaaan berbagai perangkat pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menunjang tugas-tugasnya. Pada dasarnya profesionalisme itu. moral.

4. Berdasarkan kriteria ini. Memiliki kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugasnya . (d) menelaah kepustakaan. (c) melakukan penelitian dan pengabdian dana masyarakat. Meningkatkan dan memelihara citra profesi Profesionalisme yang tinggi ditunjukkan oleh besarnya keinginan untuk selalu meningkatkan dan memelihara citra profesi melalui perwujudan perlaku profesional. dsb. membuat karya ilmiah. Citra profesi adalah suatu gambaran terhadap profesi guru berdasarkan penilaian terhadap kinerjanya. seminar. 3. postur. Dalam UU Guru pasal 5 ayat (1) dikatakan bahwa profesi guru dan dosen merupakan bidang pekerjaaan khusus yang memerlukan prinsip-prinsip professional sebagai berikut : a. panggilan jiwa dan idealism b. Dalam kaitan ini diharapkan agar para guru memiliki rasa bangga dan percaya diri akan profesinya. minat. penggunaan bahasa. sikap hidup sehari-hari. Perwujudannya dilakukan melalui berbagai cara misalnya penampilan. (e) memasuki organisasi profesi (misalnya PGRI). Rasa bangga ini ditunjukkan dengan penghargaan akan pengalamannya di masa lalu.pendorong untuk mengembangkan dirinya ke arah perwujudan profesional. Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati standar ideal. Ia akan mengidentifikasi dirinya kepada figur yang dipandang memiliki standar ideal. 2. hubungan antar pribadi. Keinginan untuk senantiasa mengejar kesempatan pengembangan professional yang dapat meningkatkan dan meperbaiki kualitas pengetahuan dan keterampiannya. jelas bahwa guru yang memiliki profesionalisme tinggi akan selalu berusaha mewujudkan dirinya sesuai dengan standar yang ideal. dan keyakinan akan potensi dirinya bagi perkembangan di masa depan. Memiliki bakat. (b) mengikuti penataran atau pendidikan lanjutan.. cara bicara. Mengejar kualitas dan cita-cita dalam profesi Profesionalisme ditandai kualitas derajat rasa bangga akan profesi yang dipegangnya. Berbagi kesempatan yang dapat dimanfaatkan antara lain: (a) mengikuti kegiatan ilmiah misalnya lokakarya. Yang dimaksud dengan “standar ideal” ialah suatu perangkat perilaku yang dipandang paling sempurna dan dijadikan sebagai rujukan. symposium. dsb. Berdasarkan kriteria ini para guru diharapkan selalu berusaha mencari dan memanfaatkan kesempatan yang dapat mengembangkan profesinya. dedikasi tinggi terhadap tugas-tugasnya sekarang. Kualitas profesionalisme didukung oleh lima kompetensi sebagai berikut : 1.

Memberikan jaminan kesejahteraan dan perlindungan terhadap profesi guru. sejahtera. Setelah melalui perjuangan panjang selama lima tahun sejak 1999.c. jaminan social. Mendorong peran serta masyarakat dan kepedulian terhadap guru. Undang-undang ini memberikan landasan kepastian hokum yang untuk perbaikan guru di masa depan khususnya yang berkenaan dengan profesi. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. dan manajer pembelajaran. Kualifikasi dan kompetensi guru : yang mensyaratkan kualifikasi akademik guru minimal lulusan S-1 atau Diploma IV. Memiliki kompetensis yang diperlukan sesuai dengan bidang tugasnya d. Mematuhi kode etik profesi e. Memiliki hak dan kewajiban dalam melaksanakan tugas f. Kelahiran Undang-undang Guru ini merupakan payung dan landasan hukum bagi terwujudnya guru professional. hak dan kewajiban. Memperoleh perlindungan hokum dalam melaksanakan tugas profesionalnya Memiliki organisasi profesi yang berbadan hokum Undang-undang Guru dan Dosen sebagai peluang dan tantangan Dikaitkan dengan proteksi hak azasi dan profesi guru. kesejahteraan. undang-undang guru sangat diperlukan dengan tujuan : (1). (6). tunjangan yang melekat pada gaji. tunjangan profesi. Pada gilirannya akan terwujud kinerja guru professional dan sejahtera demi terwujudnya pendidikan nasional yang bermutu dalam rangka pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Memberdayakan dan mendayagunakan profesi guru secara optimal. tunjangan fungsional. Meningkatakan mutu pelayanan dan hasil pendidikan. (Pasal 15 Ayat ) (3). Hak guru : yang berupa penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum berupa gaji pokok. tunjangan khusus. dengan melampaui empat presiden dan empat menteri pendidikan. Kewajiban guru . (3). (5). dengan kompetensi sebagai agen pembelajaran yang meliputi kompetensi pedagogic. Meningkatakan tanggung jawab profesi guru sebagai profesi pengajar. (2). Beberapa substansi RUU Guru yang bernilai “pembaharuan” untuk mendukung profesionalitas dan kesejahteraan guru antara lain yang berkenaan : (1). dan maslahat tambahan yang terkait tugasnya sebagai guru. dan social. . untuk mengisi keadaan darurat adanya wajib kerja sebagai guru bagi PNS yang memenuhi persyaratan. (2). dan terlindungi. Memiliki kesempatan untuk mengembnagkan profesinya secara berkelanjutan h. (4). Mengangkat harkat citra dan martabat guru. serta perlindungan. professional. pembimbing. kepribadian. Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerjanya g. pendidik. saat ini UU Guru telah disahkan menjadi. pelatih.

dalam pasal tiga RPP guru dinyatakan sebagai berikut: “kualifikasi akademik guru sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ditunjukan dengan ijazah yang merefleksikan kemampuan yang dipersyaratan bagi guru untuk melaksanakan tugas sebagai pendidi pada jenjang. Perlindungan. dihayati. (6). Sertifikat pendidikan diperoleh melalui sertifikasi pendidik bagi guru diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memilki program tenaga kegandaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh pemerintah (pasal 11 ayat 2). diartikan sebagai seperangkat pengetahuan. Organisasi profesi. dan sertifikasi guru. Sehubungan dengan persyratan sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang tersebut. dan dikuasai oleh guru dalam melaksnakan tugas keprefosionalan. Kompetensi guru kompetensi pedagogic. kesejahteraan. sebagai wadah independen untuk meningkatkan kompetisi karir. dan perilaku yang harus dimilki. (2) Kompetensi Pedagogik. jenis. dan terlindungi. memperjuangkan aspirasi dan hak-hak guru. menetapkan kode etik guru. sejahtera. social dan professional. Pengembangan profesi guru. guru mendapat perlindungamn hukum dalam berbagai tindakan yang merugikan profesi. (5) kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional (pasal 8 s/d 12). maka guru wajib memilki sertifikat pendidik sebagai bukti formal sebagai tenaga professional. (5). kesejahteran dan atau pengabdian. wawasan kependidikan. Berkenaan dengan kualifikasi akademik guru. perlindungan profesi. kompetensi. Pengakuan kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga professional dibuktikan dengan sertifikat pendidik (pasal 2 dan 3). kepribadian. (3) sertifikat pendidik. (4) sehat jasmani dan rohni. dan satuan pendidikan atau mata pelajaran yang dia punya sesuai standar Nasional pendidikan”. maka prospek guru di masa mendatang sebgai guru yang professional. Selanjutnya berkenaan dengan kompetensi. keterampilan. Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh melalui program pendidikan formal sarjana (S1) atau program p[endidikan diploma empat (D-IV) pada perguruan tinggi yang memilkimprogram pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi atau perguruan tinggi nonkependidikan yang terakreditasi. Sertifikasi sebagai realisasi Dengan lahirnya undang-undang no 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa untuk meningkatkan dan mewujudkan profesionalitas guru sekurang-kurangnya ada tiga ahal yang saling terkait yaitu kualifikasi.(4). Sebagai guru professional disyaratkan para guru wajib memilki: (1) kualifikasi akademik sarjana atau diploma IV. dan keselamatan kerja. kopetensi . melalui pendidikan guru yang lebih berorientasi pada pengembangan kepribadian dan profesi dalam satu lembaga yang terpadu.

dan akuntabel DIPOSKAN OLEH AMRIL MUHAMMAD DI 11:32 LABEL: KOMPETENSI GURU. dan pengalaman professional. Untuk mewujudkan guru professional melalui sertifikasi ditempuh melalui pendidikan profesi.kepribadian. PROFESI GURU . kompetensi social. Pendidikan profesi terdiri atas dua bentuk yaitu pendidikan profesi bagi calin guru dan pendidikan profesi bagi guru dalam jabatan yang dilakukan secara objektif. dan kompetensi professional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. transparan. pelatihan.

Hal ini dimungkinkan karena jabatan guru hanya dapat diperoleh pada lembaga pendidikan yang lulusannya menyiapkan tenaga guru. Walaupun ada yang berpendapat bahwa guru adalah jabatan semiprofesional. etika dan kode etik profesi. 1. Usaha profesionalisasi merupakan hal yang tidak perlu ditawar-tawar lagi karena uniknya profesi guru. menggunakan teknik-teknik ilmiah. lembaga pendidikan khusus untuk menghasilkan pelaku profesi tersebut dengan standar kualitas akademik yang bertanggung jawab. standar unjuk kerja. Profesi guru harus memiliki berbagai kompetensi seperti kompetensi profesional. pengakuan masyarakat. personal dan sosial. Ciri-ciri Profesi Keguruan Ciri-ciri jabatan guru adalah sebagai berikut. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan. Profesi Keguruan Pada dasarnya profesi guru adalah profesi yang sedang tumbuh. 3. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang . namun sebenarnya lebih dari itu. 4. 3. 2. Keahlian diperoleh dari lembaga pendidikan yang khusus diperuntukkan untuk itu dengan kurikulum yang dapat dipertanggungjawabkan. 26/1989). adanya organisasi profesi. sistem imbalan. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual. 6. 4. 5. organisasi profesi. yaitu adanya: 1. Jabatan yang memerlukan persiapan profesional yang lama (dibandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka). 2. 5.Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan/menuntut keahlian (expertise). Ciri-ciri profesi. kode etik dan ada aturan tentang jabatan fungsional guru (SK Menpan No. serta dedikasi yang tinggi.

dan (3) layanan bantuan. Organisasi profesi berfungsi untuk menyatukan gerak langkah anggota profesi dan untuk meningkatkan profesionalitas para anggotanya. yang ketiganya berupaya untuk meningkatkan perkembangan siswa secara optimal. 8. pengakuan profesi guru. namun kondisi ini semakin membaik dengan peningkatan penghasilan guru. Jabatan yang menentukan baku (standarnya) sendiri. Ruang Lingkup Profesi Keguruan Ruang lingkup layanan guru dalam melaksanakan profesinya. Latar Belakang Profesi Keguruan Jabatan guru dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan tenaga guru. Pada masa sekarang ini LPTK menjadi satu-satunya lembaga yang menghasilkan guru. dan lembaga pendidikan yang menghasilkan tenaga guru sehingga ada sertifikasi guru melalui Akta Mengajar. 7.permanen. 6. Beberapa kompetensi kepribadian guru antara lain sebagai berikut. Kebutuhan ini meningkat dengan adanya lembaga pendidikan yang menghasilkan calon guru untuk menghasilkan guru yang profesional. Setelah PGRI yang menjadi satu-satunya organisasi profesi guru di Indonesia. Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian merupakan sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan pribadi dengan segala karakteristik yang mendukung terhadap pelaksanaan tugas guru. organisasi profesi yang semakin baik. Jabatan yang lebih mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi. yaitu terdiri atas (1) layanan administrasi pendidikan. kemudian berkembang pula organisasi guru sejenis (MGMP). . Ruang lingkup profesi guru dapat pula dibagi ke dalam dua gugus yaitu gugus pengetahuan dan penguasaan teknik dasar profesional dan gugus kemampuan profesional. Walaupun jabatan profesi guru belum dikatakan penuh. (2) layanan instruksional. Jabatan yang mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.

Mengembangkan diri bagi kemajuan profesinya. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Tenggang rasa dan toleran. Kompetensi Sosial Guru Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. Oleh karena itu. Terampil berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tua Peserta didik. 2. Mampu menjalin hubungan insani. Memahami tujuan pendidikan. 4. 4.1. Kompetensi profesional merupakan kemampuan dasar guru dalam pengetahuan tentang belajar dan tingkah laku manusia. Pandai bergaul dengan Kawan sekerja dan Mitra Pendidikan. 7. Bersikap terbuka dan demokratis. Komponen-komponen Kompetensi Profesional Kompetensi Profesional guru adalah sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan profesi yang menuntut berbagai keahlian di bidang pendidikan atau keguruan. Beberapa komponen kompetensi profesional guru adalah berikut ini. 6. 3. sikap yang tepat tentang lingkungan PBM dan mempunyai keterampilan dalam teknik mengajar. 5. bidang studi yang dibinanya. antara lain berikut ini. Kreatif dan inovatif dalam berkarya. Memahami Dunia sekitarnya (Lingkungan). Beberapa kompetensi sosial yang perlu dimiliki guru. Percaya kepada diri sendiri. perhatian yang diberikan masyarakat terhadap guru pun berbeda dan ada kekhususan terutama adanya tuntutan untuk menjadi pelopor pembangunan di daerah tempat guru tinggal. Dapat bekerja sama dengan BP3. 2. 5. Bersikap simpatik. 3. . 9. Peran yang dibawa guru dalam masyarakat berbeda dengan profesi lain. 1. 10. Sabar dalam menjalani profesi keguruannya. Memahami kelebihan dan kekurangan diri. 8.

Memiliki wawasan tentang inovasi pendidikan. Kemampuan menilai prestasi belajar-mengajar. Mampu memahami karakteristik peserta didik. 5. Berani mengambil keputusan. 10. Mampu menggunakan waktu secara tepat. 2. 18. Diterbitkan di: 29 Januari. 17. 3. 9. Memiliki wawasan tentang penelitian pendidikan. Meningkatkan kemampuan dan menjalankan misi profesional. 8. Memberikan bantuan dan bimbingan kepada peserta didik. Penguasaan landasan-landasan kependidikan. Mampu bekerja berencana dan terprogram.shvoong. 4. Mampu menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran. 13. 19. 7. Menguasai metode berpikir. Pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar. 16. Mampu menyelenggarakan Administrasi Sekolah.1. Memahami kurikulum dan perkembangannya. 2010 Sumber: http://id. 14. 6. 12. Penguasaan Bahan Pelajaran Beserta konsep-konsep. 15. 11. Pengelolaan program belajar-mengajar.com/books/dictionary/1968827-profesi-keguruan/#ixzz2F6tndObl . Pengelolaan kelas. Memahami prinsip-prinsip pengelolaan lembaga dan program pendidikan di sekolah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->