Pengertian Profesi

Istilah “profesi” sudah cukup dikenal oleh semua pihak, dan senantiasa melekat pada “guru” karena tugas guru sesungguhnya merupakan suatu jabatan professional. Untuk memperoleh pemahaman yang lebih tepat, berikut ini akan dikemukakan pengertian “profesi” dan kemudian akan dikemukakan pengertian profesi guru. Biasanya sebutan “profesi” selalu dikaitkan dengan pekerjaan atau jabatan yang dipegang oleh seseorang, akan tetapi tidak semua pekerjaan atau jabatan dapat disebut profesi karena profesi menuntut keahlian para pemangkunya. Hal ini mengandung arti bahwa suatu pekerjaan atau jabatan yang disebut profesi tidak dapat dipegang oleh sembarang orang, akan tetepi memerlukan suatu persiapan melelui pendidikan dan pelatihan yang dikembangkan khusus untuk itu. Ada beberapa istilah lain yang dikembangkan yang bersumber dari istilah “profesi” yaitu istilah professional, profesionalisme, profesionalitas, dan profesionaloisasi secara tepat, berikut ini akan diberikan pengkelasan singkat mengeni pengertian istilah-istilah tersebut.

“Professional” mempunyai makna yang mengacu kepada sebutan tentang orang yang menyandang suatu profesi dan sebutan tentang penampilan seseorang dalam mewujudkan unjuk kerja sesuai dengn profesinya. Penyandangan dan penampilan “professional” ini telah mendapat pengakuan, baik segara formal maupun informal. Pengakuan secara formal diberikan oleh suatu badan atau lembaga yang mempunyai kewenangan untuk itu, yaitu pemerintah dan atau organisasi profesi. Sedang secara informal pengakuan itu diberikan oleh masyarakat luas dan para pengguna jasa suatu profesi. Sebagai contoh misalnya sebutan “guru professional” adalah guru yang telah mendapat pengakuan secara formal berdasarkan ketentuan yang berlaku, baik dalam kaitan dengan jabatan ataupun latar belakang pendidikan formalnya. Pengakuan ini dinyatakan dalam bentuk surat keputusan, ijazah, akta, sertifikat, dsb baik yang menyangkut kualifikasi maupun kompetensi. Sebutan “guru professional” juga dapat mengacu kepada pengakuan terhadap kompetensi penampilan unjuk kerja seorang guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai guru. Dengan demikian, sebutan “profesional’’ didasarkan pada pengakuan formal terhadap kualifikasi dan kompetensi penampilan unjuk kerja suatu jabatan atau pekerjaan tertentu. Dalam RUU Guru (pasal 1 ayat 4) dinyatakan bahwa: “professional adalah kemampuan melakukan pekerjaan sesuai dangan keahlian dan pengabdian diri kepada pihak lain”.

“Profesionalisme” adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. Seorang guru yang memiliki profesionalisme yang tinggi akan tercermin dalam sikap mental serta komitmennya terhadap perwujudan dan peningkatan kualitas professional melalui berbagai cara dan strategi. Ia akan

edu. “Profesionalitas” adalah sutu sebutan terhadap kualitas sikap para anggota suatu profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki untuk dapat melakukan tugastugasnya. dan keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya.upi. PROFESIONALITAS . Guru Profesional: Untuk Pendidikan Bermutu. Desember 2007. Moh. sebutan profesionalitas lebih menggambarkan suatu “keadaan” derajat keprofesian seseorang dilihat dari sikap. Geografi. “Profesionalisasi” adalah sutu proses menuju kepada perwujudan dan peningkatan profesi dalam mencapai suatu kriteria yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.selalu mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman sehingga keberadaannya senantiasa memberikan makna proesional. DIPOSKAN OLEH AMRIL MUHAMMAD DI 11:23 LABEL: PROFESI. Dengan demikian. pengetahuan. PROFESIONAL. Surya. Sumber: H.

juga berfungsi tidak saja menjaga. berikut ini disajikan pula ciriciri keprofesian yang dikemukakan oleh D. termasuk tindak-tindak etis profesional kepada anggotanya. harus ditempuh melalui pendidikan pre service education di lembaga pendidikan tenaga kependidikan ( LPTK). akan tetapi sekaligus selalu berusaha meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Memiliki kode etik. Memiliki klien atau obyek layanan yang tetap seperti dokter dengan pasiennya. a. Menurut Etzioni pada tahun 1969.1965 ( dalam Usman . dan d. c. Menuntut adanya tingkat pendidikan yang memadai. Atas dasar persyaratan tersebut. d. tugas kemanusiaan dan tugas kemasyarakatan. Demikian pula dengan profesi guru. guru dapat dimasukan dalam kategori “semi profesi” yang di dalamnya juga tercakup profesi pekerja . sebetulnya masih ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap pekerjaan yang tergolong ke dalam suatu profesi antara lain yaitu. guru dengan muridnya. Adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilakukannya. Dimilikinya organisasi profesional yang di samping melindungi kepentingan anggotanya dari saingan kelompok luar. Dua tokoh ilmu sosial yakni Etzioni dan Leggart sebagaimana dijelaskan oleh Robinson (1981) mengemukakan pandangannya terhadap profesi guru dalam kancah dunia pekerjaan. Westby Gibson . dan e. Memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan. Selain persyaratan tersebut. b. Diakui oleh masyarakat karena memang diperlukan jasanya di masyarakat. Menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan bidang profesinya. dan c. Sebagai salah satu profesi resmi kedudukan guru memerlukan keahlian khusus. c. jelaslah jabatan profesional harus ditempuh melalui jenjang pendidikan khusus yang mempersiapkan jabatan itu. b. Dimilikinya sekumpulan bidang ilmu yang menjadi landasan sejumlah teknik dan prosedur yang unik. b. a. Diperlukannya persiapan yang sengaja dan sistematis sebelum orang mampu melaksanakan suatu pekerjaan professional. 2000) secara rinci adalah sebagai berikut.Secara garis besar tugas guru dapat dikelompokkan menjadi tiga yakni tugas profesi. Pengakuan oleh masyarakat terhadap layanan tertentu yang hanya dapat dilakukan oleh kelompok pekerja yang dikategorikan sebagai suatu profesi. Menuntut adanya keterampilan yang berdasarkan konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendalam. sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Sebagai bahan perbandingan. Terkait dengan hal tersebut Usman (2000) menegaskan bahwa tugas guru sebagai profesi mencakup beberapa persyaratan: a. Jenis pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang pekerjaannya.

Pada bidang ini guru mempunyai tugas mendidik dan mengajar masyarakat untuk menjadi warga negara Indonesia yang baik (yaitu yang bermoral Pancasila). Memang tidak dapat dipungkiri bila guru mendidik anak didik sama halnya guru juga bertugas mencerdaskan bangsa secara keseluruhan. guru di satu sisi terikat secara total dan ketat dengan aturan serta tata laksana profesinya dari struktur organisasi yang mengelola profesi pekerjaannya. anggaran dana dari Departemen Pendidikan serta ketentuanketentuan luar yang mengikat kerja profesinya. Ia harus mampu menarik simpati sehingga ia menjadi idola para siswanya. Guru harus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada anak didik. lebih suka menggunakan istilah “profesi birokrasi” dengan alasan bahwa ciri-ciri khusus pekerjaan mengajar timbul dari citra kerja di dalam organisasi-organisasi. mengajar dan melatih anak didik adalah tugas guru sebagai suatu profesi. hendaknya dapat menjadi motivasi bagi siswanya dalam belajar. Pelajaran tidak dapat diserap sehingga setiap lapisan masyarakat (homo ludens. Secara singkat tugas guru dapat digambarkan melalui . tetapi juga sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat. dan homosapiens) dapat mengerti bila menghadapi guru. dan menuntut tanggung jawab agak penuh dibandingkan dengan tingkat profesi penuh. Para siswa akan enggan mengahadapi guru yang tidak menarik. Pelajaran apapun yang diberikan. Tugas kemanusiaan juga menjadi salah satu segi dari tugas guru. Mendidik.sosial dan juru rawat. penentuan kurikulum nasional. Tugas guru sebagai pengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada anak didik. karena guru harus terlibat dengan kehidupan di masyarakat dengan interaksi sosial. Tugas guru sebagai pelatih berarti mengembangkan keterampilan dan menerapkannya dalam kehidupan demi masa depan anak didik. maka tugas guru tidak hanya sebatas dinding sekolah. Sementara Leggart pada tahun 1970. 37 Uraian di atas menjelaskan latar belakang tugas guru sebagai pengajar dan pendidik. Tugas guru sebagai suatu profesi menuntut kepada guru untuk mengembangkan profesionalitas diri sesuai dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan begitu anak didik dididik agar mempunyai sifat kesetiakawanan sosial. Kriteria semiprofesi dimaksudkan bahwa dalam kedudukan tingkat profesi. maka kegagalan pertama adalah ia tidak akan dapat menanamkan benih pengajarannya itu kepada para siswanya. Di bidang kemasyarakatan merupakan tugas guru yang juga tidak kalah pentingnya. Tugas guru dalam bidang kemanusiaan di sekolah harus dapat menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua. Namun dalam melaksanakan pekerjaannya guru juga memiliki otoritas pribadi untuk menentukan pendekatan pengajaran. homopuber. Sisi ini tidak bisa guru abaikan. semiprofesi merupakan tingkat profesional kedua. serta serangkaian kegiatan interaksi belajar mengajar di ruang kelas sesuai dengan kebutuhan dan situasi yang dihadapi. Bila dipahami. Tugas guru sebagai pendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup kepada anak didik. Bila seorang guru dalam penampilannya tidak menarik. Dalam posisi tersebut.

Penjelasan untuk masing-masing adalah sebagai berikut: Sumber: http://id. Raka Joni (dalam Sardiman. Bagan 1 : Tugas-tugas Guru Menurut Uzer Usman.shvoong. Ketiga kemampuan tersebut dikenal dengan sebutan “tiga kompetensi” yaitu (1) kompetensi profesional. T. 2000 Selain itu. dan (3) kompetensi sosial. (2) kompetensi personal.bagan berikut.com/social-sciences/education/2168519-ruang-lingkup-profesi-sebagaiguru/#ixzz2F6V1stJ0 Profesi Guru . 2001) merumuskan tiga kemampuan penting yang harus dimiliki oleh seorang guru profesional.

Tanggung jawab intelektual diwujudkan melalui penguasaaan berbagai perangkat pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menunjang tugas-tugasnya. masyarakat. melatih. mengrahkan. Tanggung jawab spiritual dan moral diwujudkan melalui penampilan guru sebagai makhluk yang beragama yang perilakunya senantiasa tidak menyimpang dari norma-norma agama dam moral. intelektual. Ciri profesi yang selanjutnya adalah kesejawatan. Keahlian yang dimiliki oleh guru profesional adalah keahlian yang diperoleh melalui suatu proses pendidikan dan pelatihan yang diprogramkan secara khusus untuk itu. Negara. formal. para guru diharapkan akan memiliki jiwa profesionalisme. dan spiritual. orang tua. Kesejawatan ini diwujudkan dalam persatuan para guru melalui organisasi profesi dan perjuangan. membimbing. yaitu PGRI. dan lisensi dari pihak yang berwenang (dalam hal ini pemerintah dan organisasi profesi). Keahlian tersebut mendapat pengakuan formal yang dinyatakan dalam bentuk sertifikasi. Dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen (pasal 1) dinyatakan bahwa: “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal. pada dasarnya telah tersirat dalam kode Etik Guru Indonesia sebagai pegangan professional guru. baik secara pribadi maupun sebagai pemangku profesinya. Tanggung jawab pribadi yang mandiri yang mampu memahami dirinya. akreditasi. mengajar. Guru professional hendaknya mampu memikul dan melaksanakan tanggung jawab sebagai guru kepada peserta didik. sosok professional guru ditunjukkan melalui tanggung jawabnya dalam melaksanakan seluruh pengabdiannya. Tanggung jawab social diwujudkan melalui kompetensi guru dalam memahami dirinya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari lingkungan sosial serta memiliki kemampuan interaktif yang efektif. yaitu rasa kebersamaan di antara sesama guru. Melalui PGRI para guru mewujudkan rasa kebersamaannya dan memperjuangkan martabat diri dan profesinya di atas. Di samping dengan keahliannya. dan sistematis. dan agamanya. moral. posisi. Sementara itu. social. yaitu sikap mental yang senantiasa mendorong dirinya untuk mewujudkan dirinya sebagai petugas professional. Guru professional akan tercermin dalam penampilan pelaksanaan pengabdian tugas-tugas yang ditandai dengan keahlian baik dalam materi maupun metode. Pada dasarnya profesionalisme itu. Guru profesional mempunyai tanggung jawab pribadi. dan profesi bagi seseorang yang mengabdikan dirinya dalam bidang pendidikan melalui interaksi edukatif secara terpola. Dengan keahliannya itu seorang guru mampu menunjukkan otonominya.“Guru” adalah suatu sebutan bagi jabatan. merupakan motivasi intrinsic pada diri guru sebagai . bangsa. pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah”.

dsb. (e) memasuki organisasi profesi (misalnya PGRI). seminar. 4. Rasa bangga ini ditunjukkan dengan penghargaan akan pengalamannya di masa lalu.pendorong untuk mengembangkan dirinya ke arah perwujudan profesional. dedikasi tinggi terhadap tugas-tugasnya sekarang. Dalam kaitan ini diharapkan agar para guru memiliki rasa bangga dan percaya diri akan profesinya. sikap hidup sehari-hari. dsb. Dalam UU Guru pasal 5 ayat (1) dikatakan bahwa profesi guru dan dosen merupakan bidang pekerjaaan khusus yang memerlukan prinsip-prinsip professional sebagai berikut : a. 3. Berdasarkan kriteria ini. dan keyakinan akan potensi dirinya bagi perkembangan di masa depan. Kualitas profesionalisme didukung oleh lima kompetensi sebagai berikut : 1. minat. jelas bahwa guru yang memiliki profesionalisme tinggi akan selalu berusaha mewujudkan dirinya sesuai dengan standar yang ideal. Memiliki bakat. penggunaan bahasa. Berdasarkan kriteria ini para guru diharapkan selalu berusaha mencari dan memanfaatkan kesempatan yang dapat mengembangkan profesinya. (c) melakukan penelitian dan pengabdian dana masyarakat. Memiliki kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugasnya . Citra profesi adalah suatu gambaran terhadap profesi guru berdasarkan penilaian terhadap kinerjanya. membuat karya ilmiah.. Ia akan mengidentifikasi dirinya kepada figur yang dipandang memiliki standar ideal. symposium. Perwujudannya dilakukan melalui berbagai cara misalnya penampilan. panggilan jiwa dan idealism b. Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati standar ideal. hubungan antar pribadi. cara bicara. Keinginan untuk senantiasa mengejar kesempatan pengembangan professional yang dapat meningkatkan dan meperbaiki kualitas pengetahuan dan keterampiannya. Meningkatkan dan memelihara citra profesi Profesionalisme yang tinggi ditunjukkan oleh besarnya keinginan untuk selalu meningkatkan dan memelihara citra profesi melalui perwujudan perlaku profesional. Yang dimaksud dengan “standar ideal” ialah suatu perangkat perilaku yang dipandang paling sempurna dan dijadikan sebagai rujukan. Berbagi kesempatan yang dapat dimanfaatkan antara lain: (a) mengikuti kegiatan ilmiah misalnya lokakarya. (b) mengikuti penataran atau pendidikan lanjutan. postur. Mengejar kualitas dan cita-cita dalam profesi Profesionalisme ditandai kualitas derajat rasa bangga akan profesi yang dipegangnya. (d) menelaah kepustakaan. 2.

dan social. kepribadian. tunjangan profesi. dan manajer pembelajaran. Mematuhi kode etik profesi e. Memiliki kesempatan untuk mengembnagkan profesinya secara berkelanjutan h. untuk mengisi keadaan darurat adanya wajib kerja sebagai guru bagi PNS yang memenuhi persyaratan. (3). professional. Meningkatakan tanggung jawab profesi guru sebagai profesi pengajar. Kelahiran Undang-undang Guru ini merupakan payung dan landasan hukum bagi terwujudnya guru professional. Hak guru : yang berupa penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum berupa gaji pokok. saat ini UU Guru telah disahkan menjadi. serta perlindungan. jaminan social. dengan melampaui empat presiden dan empat menteri pendidikan. Memperoleh perlindungan hokum dalam melaksanakan tugas profesionalnya Memiliki organisasi profesi yang berbadan hokum Undang-undang Guru dan Dosen sebagai peluang dan tantangan Dikaitkan dengan proteksi hak azasi dan profesi guru. Memberikan jaminan kesejahteraan dan perlindungan terhadap profesi guru. dan terlindungi. Mengangkat harkat citra dan martabat guru. Memiliki hak dan kewajiban dalam melaksanakan tugas f. (4). (Pasal 15 Ayat ) (3). Meningkatakan mutu pelayanan dan hasil pendidikan. (2). undang-undang guru sangat diperlukan dengan tujuan : (1). pendidik. Pada gilirannya akan terwujud kinerja guru professional dan sejahtera demi terwujudnya pendidikan nasional yang bermutu dalam rangka pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Memiliki kompetensis yang diperlukan sesuai dengan bidang tugasnya d. Kewajiban guru . Beberapa substansi RUU Guru yang bernilai “pembaharuan” untuk mendukung profesionalitas dan kesejahteraan guru antara lain yang berkenaan : (1). Memberdayakan dan mendayagunakan profesi guru secara optimal. kesejahteraan. dengan kompetensi sebagai agen pembelajaran yang meliputi kompetensi pedagogic.c. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Undang-undang ini memberikan landasan kepastian hokum yang untuk perbaikan guru di masa depan khususnya yang berkenaan dengan profesi. pelatih. Mendorong peran serta masyarakat dan kepedulian terhadap guru. pembimbing. tunjangan yang melekat pada gaji. sejahtera. hak dan kewajiban. (2). Setelah melalui perjuangan panjang selama lima tahun sejak 1999. (5). (6). Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerjanya g. dan maslahat tambahan yang terkait tugasnya sebagai guru. Kualifikasi dan kompetensi guru : yang mensyaratkan kualifikasi akademik guru minimal lulusan S-1 atau Diploma IV. tunjangan khusus. tunjangan fungsional. .

Sebagai guru professional disyaratkan para guru wajib memilki: (1) kualifikasi akademik sarjana atau diploma IV. maka guru wajib memilki sertifikat pendidik sebagai bukti formal sebagai tenaga professional. Sertifikat pendidikan diperoleh melalui sertifikasi pendidik bagi guru diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memilki program tenaga kegandaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh pemerintah (pasal 11 ayat 2). dan keselamatan kerja. Kompetensi guru kompetensi pedagogic. Berkenaan dengan kualifikasi akademik guru. (5) kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional (pasal 8 s/d 12). dihayati. Pengakuan kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga professional dibuktikan dengan sertifikat pendidik (pasal 2 dan 3). (4) sehat jasmani dan rohni. dan dikuasai oleh guru dalam melaksnakan tugas keprefosionalan. Sertifikasi sebagai realisasi Dengan lahirnya undang-undang no 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Pengembangan profesi guru. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa untuk meningkatkan dan mewujudkan profesionalitas guru sekurang-kurangnya ada tiga ahal yang saling terkait yaitu kualifikasi. maka prospek guru di masa mendatang sebgai guru yang professional. diartikan sebagai seperangkat pengetahuan. (5). memperjuangkan aspirasi dan hak-hak guru. kesejahteraan. kesejahteran dan atau pengabdian. Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh melalui program pendidikan formal sarjana (S1) atau program p[endidikan diploma empat (D-IV) pada perguruan tinggi yang memilkimprogram pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi atau perguruan tinggi nonkependidikan yang terakreditasi.(4). keterampilan. Perlindungan. dan terlindungi. kopetensi . Organisasi profesi. social dan professional. kompetensi. (2) Kompetensi Pedagogik. perlindungan profesi. dalam pasal tiga RPP guru dinyatakan sebagai berikut: “kualifikasi akademik guru sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ditunjukan dengan ijazah yang merefleksikan kemampuan yang dipersyaratan bagi guru untuk melaksanakan tugas sebagai pendidi pada jenjang. (3) sertifikat pendidik. melalui pendidikan guru yang lebih berorientasi pada pengembangan kepribadian dan profesi dalam satu lembaga yang terpadu. (6). wawasan kependidikan. guru mendapat perlindungamn hukum dalam berbagai tindakan yang merugikan profesi. jenis. kepribadian. dan perilaku yang harus dimilki. sejahtera. Sehubungan dengan persyratan sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang tersebut. dan satuan pendidikan atau mata pelajaran yang dia punya sesuai standar Nasional pendidikan”. dan sertifikasi guru. sebagai wadah independen untuk meningkatkan kompetisi karir. menetapkan kode etik guru. Selanjutnya berkenaan dengan kompetensi.

dan akuntabel DIPOSKAN OLEH AMRIL MUHAMMAD DI 11:32 LABEL: KOMPETENSI GURU. Untuk mewujudkan guru professional melalui sertifikasi ditempuh melalui pendidikan profesi. transparan. dan pengalaman professional.kepribadian. pelatihan. PROFESI GURU . dan kompetensi professional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Pendidikan profesi terdiri atas dua bentuk yaitu pendidikan profesi bagi calin guru dan pendidikan profesi bagi guru dalam jabatan yang dilakukan secara objektif. kompetensi social.

pengakuan masyarakat. 4.Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan/menuntut keahlian (expertise). Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan. organisasi profesi. Profesi Keguruan Pada dasarnya profesi guru adalah profesi yang sedang tumbuh. namun sebenarnya lebih dari itu. 6. Keahlian diperoleh dari lembaga pendidikan yang khusus diperuntukkan untuk itu dengan kurikulum yang dapat dipertanggungjawabkan. standar unjuk kerja. menggunakan teknik-teknik ilmiah. yaitu adanya: 1. 3. 1. 2. Ciri-ciri Profesi Keguruan Ciri-ciri jabatan guru adalah sebagai berikut. 4. kode etik dan ada aturan tentang jabatan fungsional guru (SK Menpan No. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang . adanya organisasi profesi. Profesi guru harus memiliki berbagai kompetensi seperti kompetensi profesional. 3. Walaupun ada yang berpendapat bahwa guru adalah jabatan semiprofesional. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus. 26/1989). etika dan kode etik profesi. 5. Jabatan yang memerlukan persiapan profesional yang lama (dibandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka). serta dedikasi yang tinggi. Ciri-ciri profesi. 2. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual. Hal ini dimungkinkan karena jabatan guru hanya dapat diperoleh pada lembaga pendidikan yang lulusannya menyiapkan tenaga guru. Usaha profesionalisasi merupakan hal yang tidak perlu ditawar-tawar lagi karena uniknya profesi guru. 5. lembaga pendidikan khusus untuk menghasilkan pelaku profesi tersebut dengan standar kualitas akademik yang bertanggung jawab. sistem imbalan. personal dan sosial.

Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian merupakan sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan pribadi dengan segala karakteristik yang mendukung terhadap pelaksanaan tugas guru. yang ketiganya berupaya untuk meningkatkan perkembangan siswa secara optimal. Setelah PGRI yang menjadi satu-satunya organisasi profesi guru di Indonesia.permanen. Pada masa sekarang ini LPTK menjadi satu-satunya lembaga yang menghasilkan guru. Jabatan yang lebih mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi. namun kondisi ini semakin membaik dengan peningkatan penghasilan guru. 6. (2) layanan instruksional. 7. Beberapa kompetensi kepribadian guru antara lain sebagai berikut. Latar Belakang Profesi Keguruan Jabatan guru dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan tenaga guru. Ruang lingkup profesi guru dapat pula dibagi ke dalam dua gugus yaitu gugus pengetahuan dan penguasaan teknik dasar profesional dan gugus kemampuan profesional. Ruang Lingkup Profesi Keguruan Ruang lingkup layanan guru dalam melaksanakan profesinya. 8. Organisasi profesi berfungsi untuk menyatukan gerak langkah anggota profesi dan untuk meningkatkan profesionalitas para anggotanya. Jabatan yang menentukan baku (standarnya) sendiri. kemudian berkembang pula organisasi guru sejenis (MGMP). Jabatan yang mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. yaitu terdiri atas (1) layanan administrasi pendidikan. dan lembaga pendidikan yang menghasilkan tenaga guru sehingga ada sertifikasi guru melalui Akta Mengajar. Kebutuhan ini meningkat dengan adanya lembaga pendidikan yang menghasilkan calon guru untuk menghasilkan guru yang profesional. organisasi profesi yang semakin baik. dan (3) layanan bantuan. Walaupun jabatan profesi guru belum dikatakan penuh. pengakuan profesi guru. .

Memahami kelebihan dan kekurangan diri. Kompetensi Sosial Guru Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. sikap yang tepat tentang lingkungan PBM dan mempunyai keterampilan dalam teknik mengajar. Mampu menjalin hubungan insani. antara lain berikut ini. Kreatif dan inovatif dalam berkarya. 10. 4. 3. Memahami tujuan pendidikan. 7. 9. Oleh karena itu. 2. Beberapa kompetensi sosial yang perlu dimiliki guru. Beberapa komponen kompetensi profesional guru adalah berikut ini. Memahami Dunia sekitarnya (Lingkungan). . 1. Percaya kepada diri sendiri. 8. perhatian yang diberikan masyarakat terhadap guru pun berbeda dan ada kekhususan terutama adanya tuntutan untuk menjadi pelopor pembangunan di daerah tempat guru tinggal. 6. Tenggang rasa dan toleran.1. Pandai bergaul dengan Kawan sekerja dan Mitra Pendidikan. Bersikap simpatik. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Sabar dalam menjalani profesi keguruannya. Komponen-komponen Kompetensi Profesional Kompetensi Profesional guru adalah sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan profesi yang menuntut berbagai keahlian di bidang pendidikan atau keguruan. Dapat bekerja sama dengan BP3. 2. 5. 3. Kompetensi profesional merupakan kemampuan dasar guru dalam pengetahuan tentang belajar dan tingkah laku manusia. Bersikap terbuka dan demokratis. 4. 5. Terampil berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tua Peserta didik. Peran yang dibawa guru dalam masyarakat berbeda dengan profesi lain. bidang studi yang dibinanya. Mengembangkan diri bagi kemajuan profesinya.

18. 2010 Sumber: http://id. 6. 4. 13. Memberikan bantuan dan bimbingan kepada peserta didik. 8. 19. Berani mengambil keputusan. Diterbitkan di: 29 Januari. Mampu menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran. 2. Mampu bekerja berencana dan terprogram. 10. 17. Mampu memahami karakteristik peserta didik. 3. 9. Memiliki wawasan tentang inovasi pendidikan. Menguasai metode berpikir. 5.com/books/dictionary/1968827-profesi-keguruan/#ixzz2F6tndObl . Memahami kurikulum dan perkembangannya. 11.1. Penguasaan Bahan Pelajaran Beserta konsep-konsep. 7. 15. Mampu menggunakan waktu secara tepat. Penguasaan landasan-landasan kependidikan. Mampu menyelenggarakan Administrasi Sekolah. Pengelolaan program belajar-mengajar. 16. Meningkatkan kemampuan dan menjalankan misi profesional. Pengelolaan kelas. 12. Memiliki wawasan tentang penelitian pendidikan. 14. Memahami prinsip-prinsip pengelolaan lembaga dan program pendidikan di sekolah. Pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar.shvoong. Kemampuan menilai prestasi belajar-mengajar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.