P. 1
RPP Bahasa Indonesia SMK Kelas XII

RPP Bahasa Indonesia SMK Kelas XII

|Views: 846|Likes:
Published by rofik makshum
RPP SMK format baru
RPP SMK format baru

More info:

Published by: rofik makshum on Jan 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

06/13/2014

$0.99

USD

pdf

text

original

Sections

  • SMK SWADAYA
  • Jl. Taman Progo No 13
  • RENCANA
  • PELAKSANAAN
  • PEMBELAJARAN
  • I. Indikator :
  • Pertemuan I
  • Pertemuan II
  • Pertemuan III
  • II. Tujuan Pembelajaran :
  • III. Materi Pembelajaran :
  • PUISI
  • UNSUR-UNSUR INTRINSIK PUISI
  • DRAMA (Naskah Drama)
  • IV. Metode Pembelajaran
  • V. Langkah-Langkah Pembelajaran
  • VI. Alat/Bahan dan Sumber Belajar
  • VII. Penilaian
  • LEMBAR SOAL
  • Kerjakanlah soal-soal berikut dengan cermat!
  • NORMA PENILAIAN
  • NOTIFIKASI SKOR
  • 1. Makna Denotatif dan Konotatif
  • No. Nilai Rasa Halus Nilai Rasa Kasar
  • 2. Ungkapan dan Peribahasa
  • Penggunaan Majas di dalam Karya Sastra
  • MACAM-MACAM MAJAS
  • Menangkap Pesan yang Tersirat dalam Karya Sastra
  • Memberi Tanggapan terhadap Prosa
  • NO KUNCI JAWABAN SKOR
  • Pertemuan IV
  • Proposal
  • KUNCI JAWABAN
  • III. Materi Pembelajaran:
  • Pengertian Surat
  • Jenis-Jenis Surat
  • 1. Surat Pribadi
  • 2. Surat Resmi
  • 3. Surat Dinas
  • Surat Undangan
  • Bagian-Bagian Surat Undangan
  • a. Kepala Surat
  • b. Isi Surat
  • c. Penutup/Kaki Surat
  • Surat Edaran
  • Format Surat
  • Surat Lamaran Pekerjaan
  • KUNCI JAWABAN
  • Pedoman penilaian:
  • Pengertian Laporan
  • Sistematika Laporan Ilmiah
  • 1. Bagian awal, terdiri atas :
  • 2. Bagian Isi
  • 3. Bagian Akhir
  • Langkah-Langkah Membuat Laporan
  • 1. Menetapkan tujuan laporan
  • 2. Menentukan Bahan Laporan
  • 3. Menentukan cara penngumpulan data
  • 4. Mengevaluasi Data
  • 5. Membuat Kerangka Laporan
  • Teknik Pengutipan
  • 1. Kutipan Langsung
  • 2. Kutipan Tidak Langsung
  • Teknik Penulisan Daftar Pustaka
  • Teknik Penulisan Istilah (Indeks)
  • Norma Penilaian

SMK SWADAYA Jl.

Taman Progo No 13 SEMARANG

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah

: SMK SWADAYA Semarang

Kompetensi Keahlian : Akuntansi Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : Bahasa Indonesia : XII / 5 : 6 Jam @ 45’ (3 Pertemuan) setara tingkat

Standar Kompetensi : Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Unggul. Kompetensi Dasar :

3.1 Menyimak untuk memahami secara kreatif teks seni

berbahasa dan teks ilmiah sederhana

I.

Indikator : Pertemuan I  Memperlihatkan reaksi kinetik (menunjukkan sikap memperhatikan, mencatat) terhadap pembacaan puisi/prosa fiksi/prosa ilmiah sederhana yang diperdengarkan  Menunjukkan reaksi verbal berupa komentar terhadap konteks pembacaan puisi/prosa fiksi/prosa faktual/ilmiah sederhana yang didengar Pertemuan II  Menjelaskan makna kata konotatif yang berbentuk ungkapan, pepatah, peribahasa, atau majas yang tersurat dalam puisi/prosa fiksi yang telah dibacakan  Mengemukakan pesan yang tersirat dari puisi/prosa fiksi/prosa ilmiah sederhana yang dibacakan Pertemuan III  Mengungkap unsur intrinsik prosa fiksi (tokoh, penokohan, latar, plot,tema)/prosa faktual (tujuan, masalah, metode pemecahan masalah, penyimpulan), dan atau hakikat puisi (tema, nada, rasa, amanat) secara kontekstual.

II.

Tujuan Pembelajaran : Pertemuan I  Dengan menunjukkan sikap memperhatikan dan mencatat siswa dapat

memperlihatkan reaksi kinetik terhadap pembacaan puisi/prosa fiksi/prosa ilmiah sederhana yang diperdengarkan

 Dengan memberikan komentar, siswa dapat menunjukkan reaksi verbal terhadap konteks pembacaan puisi/prosa fiksi/prosa faktual/ilmiah sederhana yang didengar. Pertemuan II  Setelah menyimak pembacaan puisi/prosa fiksi siswa dapat menjelaskan makna kata konotatif yang berbentuk ungkapan, pepatah, peribahasa, atau majas yang tersurat dalam puisi/prosa fiksi yang telah dibacakan  Dengan menjelaskan siswa dapat mengemukakan pesan yang tersirat dari puisi/prosa fiksi/prosa ilmiah sederhana yang dibacakan. Pertemuan III  Dengan menjelaskan siswa dapat mengungkap unsur intrinsik prosa fiksi (tokoh,penokohan, latar, plot,tema)/prosa faktual (tujuan, masalah, metode pemecahan masalah, penyimpulan), dan atau hakikat puisi (tema, nada, rasa, amanat) secara kontekstual.

III.

Materi Pembelajaran : Pertemuan I PUISI Puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh rima, ritma/irama, matra, serta penyusunan baris dan bait. Puisi juga dapat diartikan sebagai teks yang memiliki sifat indah dan bermakna. MACAM-MACAM PUISI 1. PUISI LAMA a. Mantra (ucapan-ucapan berirama yang dianggap mempunyai kekuatan gaib untuk mewujudkan keinginan) b. Pantun Cirinya: - dua baris pertama merupakan sampiran dan dua baris merupakan isinya. - tiap bait terdiri atas 4 baris - tiap baris terdiri atas 8-12 suku kata - bersajak ab-ab c. Karmina (pantun kilat), seperti pantun tetapi pendek, tiap bait terdiri dari 2 baris d. Seloka (pantun berkait): pantun yang salah satu sampiran diulang pada bait berikutnya. terakhir

e. Gurindam : puisi yang ciri-cirinya: - tiap bait terdiri atas 2 baris - bersajak a-a - berisi nasihat f. Syair : puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri-ciri: - tiap bait berisi 4 baris - bersajak a-a-a-aberisi nasihat atau cerita g. Talibun (pantun genap: tiap bait terdiri dari 6,8,atau 10 baris)

2. PUISI BARU Pengelompokan puisi baru berdasarkan isinya: a. Balada (berisi kisah/cerita, disebut puisi naratif) b. Himne (berisi pujaan terhadap Tuhan, tanah air, atau pahlawan) c. Ode (berisi sanjungan terhadap orang yang berjasa) d. Epigram (berisi tuntunan/ajaran hidup) e. Romance (berisi luapan perasaan cinta) f. Elegi (berisi ratap tangis/kesedihan) g. Satire (berisi sindiran/kritik) Pengelompokan puisi baru menurut jumlah baris : a. Distikon (2 baris) b. Tersina (3 baris) c. Kuatrin (4 baris) d. Kuin (5 baris) e. Sektet (6 baris) f. Septima (7 baris) g. Oktaf (8 baris) h. Soneta (14 baris: terdiri 3 kuatrin+ 1 distikon atau 2 kuatrin+ 2 tersina) Pengelompokan puisi baru yang lain: a. Puisi visual (menonjolkan bentuk visual, bentuk itu sendiri mengandung makna) b. Puisi mantra (meniru gaya mantra) c. Puisi diafan (maknanya terbuka, tanpa lambang/kiasan) d. Puisi prismatis (maknanya terbungkus oleh berbagai lambang/kiasan)

Misal: esai. dan sebagainya. cerita berbingkai Prosa baru Misal: roman. resensi. Unsur pembangun puisi: 1. fabel. UNSUR BENTUK BATIN    Tema Rasa dan nada Pesan atau amanat 2. Unsur bentuk fisik adalah cara-cara atau metode untuk mengungkapkan hakikat sehingga hakikat itu terekspresi secara maksimal dan mengandung nilai-nilai keindahan. MACAM-MACAM PROSA  Prosa fiksi adalah prosa yang berisi rekaan sebagai hasil imajinasi pengarang. Misal: dongeng.Pertemuan II UNSUR-UNSUR INTRINSIK PUISI Unsur intrinsik adalah unsur –unsur yang membangun puisi. Unsur bentuk batin adalah isi atau kandungan yang hendak dikemukakan oleh penyair. Bentuk batin (hakikat puisi). cerpen. Bentuk fisik (metode puisi). biografi. jumlah baris. otobiografi   Prosa lama Misal: mite. novel. roman. UNSUR BENTUK FISIK  Rima/ persajakan  Ritma/ irama  Metrum/matra  Diksi  Gaya bahasa dan majas Pertemuan III PROSA Prosa adalah karangan bebas yaitu karangan yang tidak terikat oleh kaidah yang terdapat dalam puisi seperti rima. novel. kritik. cerpen . ritma. hikayat. dll  Prosa nonfiksi adalah prosa yang berisi fakta atau pendapat logis sebagai hasil kajian atau pengamatan terhadap suatu objek. legenda.

Ada pengarangnya 3. Istana sentris (fokus ceritanya adalah para raja atau kerajaan) 5. Tertulis 5. Masyarakat sentris (berkisah tentang kehidupan masyarakat 2. Anonim (tanpa pengarang) 3. gaya bahasa dan sebagainya. 1. Namun di dalam .Aspek sastra Unsur intrinsik drama pada dasarnya sama dengan prosa. amanat. alur. Mencerminkan pribadi pengarang 4. Dalam drama terdapat tema. Milik bersama 4. Dinamis sesuai dengan perkembangan masyarakat UNSUR-UNSUR PEMBANGUN KARYA SASTRA(PROSA) UNSUR INTRINSIK             Tema Amanat Latar Sudut pandang Penokohan Alur/plot Gaya bahasa Rima dan ritma ( khusus untuk prosa lirik) UNSUR EKSTRINSIK Pendidikan Sosial budaya Biografi Agama DRAMA (Naskah Drama) Pengertian drama ada dua aspek yaitu aspek drama yang dibukukan/ ditulis dalam bentuk naskah drama dan aspek pementasan untuk membawakan naskah tersebut. tokoh dan karakter.CIRI-CIRI PROSA LAMA 1. Isinya khayal 2. Beredar dari mulut ke mulut CIRI-CIRI PROSA BARU 1.

dsb. Pemeran/pemain c. b) Kegiatan Inti (60 menit) 1. Memberi kesempatan siswa untuk bertanya jika belum paham. Akting f.drama tidak ada sudut pandang.  Guru menanyakan keadaan siswa pada hari itu (menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik) untuk mengikuti proses pembelajaran. .  Siswa menunjukan kedisiplinan dengan mengangkat tangan dan mengucapkan hadir saat dipanggil guru. lighting. bloking. Hal khusus lain terdapat petunjuk-petunjuk tentang aspek pementasan. akting. seperti setting. Bloking g. Dialog d. Eksplorasi    Siswa menyimak penjelasan guru tentang macam-macam karya tulis puisi/prosa fiksi/prosa ilmiah. ASPEK PEMENTASAN a. Tata artistik IV. Setting panggung sebagai latar cerita b. Monolog e. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan I a) Kegiatan Awal (20 menit)  Siswa menunjukan sikap religiositasnya dengan menjawab salam dari guru. Metode Pembelajaran     Diskusi Ceramah Tanya-jawab Penugasan V. Biasanya petunjuk-petunjuk di atas ditulis dengan huruf kapital atau diletakkan dalam tanda kurung. Siswa menyimak beberapa teks yang dibacakan/diputarkan guru.  Siswa membuka wawasan dan rasa ingin tahunya melalui apersepsi yang diberikan oleh guru. 2.

 Perwakilan salah satu kelompok mengungkapkan penilainya yang disertai dengan komentar/alasan yang sesuai.  Siswa diminta duduk berkelompok untuk diskusi b) Kegiatan Inti (60 menit) 1. atau majas sehingga timbul kreativitas. Konfirmasi  Perwakilan kelompok lain memberi komentar/konfirmasi apabila ada penilaian yang berbeda. c) Kegiatan Akhir (10 menit)    Guru bersama-sama siswa menyimpulkan materi dan mengadakan refleksi terhadap proses dan hasil belajar. Elaborasi  Masing-masing kelompok menilai pembacaan puisi dari perwakilan anggota lain yang maju. peribahasa. Guru mengucapkan salam penutup. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. 3. 3. pepatah. Pertemuan II a) Kegiatan Awal (20 menit)  Siswa menunjukan sikap religiositasnya dengan menjawab salam dari guru. Eksplorasi  Salah satu anggota kelompok membaca puisi karangan salah satu anggota yang diperoleh dari persetujuan masing-masing anggota kelompok 2. Elaborasi   Siswa menentukan jenis teks agar peserta didik lebih kreatif dan mandiri.  Siswa menjawab pertanyaan guru tentang pelajaran minggu lalu  Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dan menjadi penilaian dalam pembacaan puisi. . Konfirmasi   Siswa menjawab pertanyaan guru tentang unsur intrinsik dan ekstrinsik prosa/puisi sehingga peserta didik berani dan jujur Siswa menjawab pertanyaan guru tentang makna kata konotatif yang berbentuk ungkapan. Guru meminta siswa untuk mempelajari materi selanjutnya.  Siswa dan guru bersama-sama menyimpulkan penilaian yang tepat.2.

3. 2. atau majas.  Kelompok lain diberi kesempatan bertanya apabila ada yang kurang jelas dari presentasi kelompok yang maju.  Salah satu perwakilan siswa mengambil undian dari guru.  Siswa menjawab pertanyaan guru tentang makna kata konotatif yang berbentuk ungkapan. Konfirmasi  Siswa menmbacakan atau mempresentasikan hasil kerja/diskusi kelompoknya didepan kelas scera bergiliran.c) Kegiatan Akhir (10 menit)  Guru bersama-sama peserta didik menyimpulkan materi dan mengadakan refleksi terhadap proses dan hasil belajar.  Guru mengucapkan salam penutup. Elaborasi  Siswa duduk berkelompok sesuai kelompok yang sudah dibentuk pada pertemuan sebelumnya (jigsaw). Guru menanyakan keadaan siswa pada hari itu (menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik) untuk mengikuti proses pembelajaran. Pertemuan III a) Kegiatan Awal (20 menit)     Siswa menunjukan sikap religiositasnya dengan menjawab salam dari guru. Siswa menunjukan kedisiplinan dengan mengangkat tangan dan mengucapkan hadir saat dipanggil guru.  Guru meminta siswa untuk mempelajari materi selanjutnya.  Siswa secara berkelompok mencari unsur intrinsik atau ekstrinsik prosa/puisi yang telah didapat dari mengambil undian.  Guru membantu menjelaskan masalah / problem yangdihadapi siswa. Siswa membuka wawasan dan rasa ingin tahunya melalui apersepsi yang diberikan oleh guru. pepatah. b) Kegiatan Inti (60 menit) 1. undian berupa beberapa bentuk teks yang berbeda jenis (prosa/puisi). . peribahasa. Eksplorasi  Siswa menyimak penjelasan guru tentang macam-macam karya tulis puisi/prosa fiksi/prosa ilmiah  Siswa menjawab pertanyaan guru tentang unsur intrinsik dan ekstrinsik prosa/puisi  Memberi kesempatan siswa untuk bertanya jika belum paham.

spidol. Lap Top. penghapus : Bahasa Indonesia kelas XII (Pemkot). 1. SOAL 1 KUNCI JAWAB AN terlampir Menyimak  Memperlihatkan reaksi kreatif seni dan ilmiah dapat terlampir untuk memahami secara teks berbahasa teks sederhana kinetik menyebutkan dan menjelaskan unsur batin puisi (menunjukkan sikap memperhatikan. setara tingkat NO KOMPETENSI . Alat/Bahan B. Guru mengucapkan salam penutup. Guru memotivasi siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. DASAR 3. Bahasa Indonesia :Tataran Unggul (Erlangga) Bahasa Indonesia SMK dan MAK: Siap Tuntas Ujian Nasiaonal (Erlangga) VII. papan tulis. mencatat) terhadap pembacaan puisi/prosa fiksi/prosa ilmiah . Alat/Bahan dan Sumber Belajar A.1 INDIKATOR INDIKATOR SOAL Siswa SOAL NO. c) Kegiatan Akhir (10 menit)  Guru bersama-sama siswa menyimpulkan materi dan mengadakan refleksi terhadap proses dan hasil belajar. VI. Penilaian KISI-KISI DAN BUTIR SOAL TES FORMATIF Bentuk penilaian : Tes Uraian Nama Sekolah Mata Pelajaran : SMK Swadaya Semarang : Bahasa Indonesia Alokasi Waktu Jumlah Soal : 90 menit : 5 butir soal Standar Kompetensi : Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Unggul.   Guru meminta siswa untuk mempelajari materi selanjutnya. Sumber Belajar : LCD.

peribahasa. rasa. nada. secara amanat) . cerpen.sederhana  Menjelaskan makna konotatif berbentuk ungkapan. penyimpulan). Siwa dapat terlampir 5 terlampir yang intrinsik menjelaskan fiksi unsur intrinsik (latar dan alur) penokohan. dan atau hakikat puisi (tema. yang terkandung plot. majas tersurat puisi/prosa yang dibacakan yang diperdengarkan Siswa dapat terlampir 2 terlampir kata menjelaskan yang perbedaan makna konotasi dan denotasi atau Siswa dapat terlampir 3 terlampir makna yang menyebutkan dalam arti pepatah dan fiksi peribahasa yang telah tercantum dalam potongan cerpen Siswa dapat terlampir 4 terlampir  Mengemukakan pesan tersirat puisi/prosa yang menjelaskan dari amanat tersirat yang dalam fiksi/prosa ilmiah potongan puisi sederhana dibacakan  Mengungkap unsur prosa (tokoh. metode pemecahan masalah. masalah.tema)/prosa faktual dalam potongan (tujuan. latar. pepatah.

Jelaskan latar dan alur potongan cerpen pada no. tempat setiap bukit berpuncak salib. menjadi pendeta adalah kehidupan terpuji.3! . apa maknanya Klemen tidak melanjutkan sekolah untuk menjadi pendeta. yang pada suatu hari tiba-tiba saja muncul kembali dari balik kabut di atas danau sambil mendayung bolotu. Namun inilah jawaban Klemen anak tunggalnya itu. tapi membiarkan darah mengotori bumi…. menyia-nyiakan tabungan hasil berpuluh-puluh tahun berburu ikan. Seno Gumira Ajidarma) Temukan 2 pepatah yang terkandung dalam potongan cerpen diatas dan jelaskan maksudnya! 4. ”Apalah artinya memuja langit. meninggalkan sekolah di kota untuk selamalamanya.” (Mayat yang Mengambang Di Danau. Taufiq Ismail) Amanat apakah yang tersirat dalam puisi diatas? 5.kontekstual LEMBAR SOAL Kerjakanlah soal-soal berikut dengan cermat! 1. Perhatikan potongan puisi berikut: …………………………………………………………………………… Aku diberitahu tentang sebuah masjid yang letaknya di mana bila waktu azan lohor engkau masuk ke dalamnya engkau berjalan sampai waktu asar tak bisa kau capai saf pertama sehingga bila engkau tak mau kehilangan waktu bershalatlah di mana saja di lantai masjid ini. Perhatikan potongan cerpen berikut: …………………………………………………………………………… ”Homo homini lupus…. Sebut dan jelaskan yang dimaksud dengan unsur batin puisi! 2. Jelaskan perbedaan makna konotasi dan makna denotasi! 3. Di negeri danau.” Saat itu Barnabas memang bertanya. yang luas luar biasa …………………………………………………………………………… (Mecari Sebuah Masjid.

Bentuk batin (hakikat puisi). 3. Dimanapun dan kapanpun serta apapun yang kita lakukan/hadapi tidak boleh melupakan shalat/ibadah. memuja langit. Unsur bentuk batin adalah isi atau kandungan yang hendak dikemukakan oleh penyair. yang tidak mau menjadi pendeta dan keluar dari sekolahnya. Analisis latar dan alur pada cerpen no.   Rasa (felling) Merupakan eksprsi pengarang yang tercermin dalam puisi.KUNCI JAWABAN 1. manusia dalam kehidupanya untuk mempertahankan kepentingan dan kelangsungan hidupnya perlu menyisihkan kepentingan atau hak hidup manusia atau makhluk lain. b.  Pesan atau amanat Adalah nilai yang disampaikan penyair dalam puisinya. Alur : Alur dalam cerpen tersebut adalah flash back hal tersebut dibuktikan dengan peristiwa seorang pemburu ikanyang mengingatkembalianaknya. 4. Sedangkan makna denotasi adalah makna sebenarnya (sesuai dengan kamus). 5. Nada dan suasana Merupakan dua paduan unsur yang menimbulkan kesan dengan suara-suara yang ditimbulkan oleh susunan kata/kalimat pada puisi. Makna konotasi adalah makna yang berbeda dari makna sebelumnya. Homo homini lupus maksudnya adalah manusia merupakan srigala bagi manusia lain.3: a. Latar : Peristiwa dalam cerpen diatas terjadi disuatu negeri yang disebut negeri danau. tapi membiarkan darah mengotori bumi maksudnya menyucikan diri namun menganggap orang lain tidak lebih darikotoran yang perlu dibersihkan/disucikan. UNSUR BENTUK BATIN  Tema Adalah pokok persoalan atau gagasan pokok yang diungkapkan penyair dalam puisinya. Klemen. 2. .

Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. September 2012 Mengetahui. Benny Hendro Sunyoto Mohammad Nurofik .NORMA PENILAIAN Perhitungan nilai akhir NOTIFIKASI JAWABAN BENAR JAWABAN BENAR TIDAK LENGKAP JAWABAN SALAH SKOR 5 3 1 Nilai akhir = Skor Perolehan x 4 Semarang.

karyakaray utama. peribahasa. Taman Progo No 13 SEMARANG RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMK SWADAYA Semarang Kompetensi Keahlian : Akuntansi Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : Bahasa Indonesia : XII / 5 : 6 Jam @ 45’ (3 Pertemuan) setara tingkat Standar Kompetensi : Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Unggul. novel) seperti pepatah. dll) dari karya sastra yang telh dibacakan  Menceritakan kembali isi cerita yang telah dibahasakan dengan kalimat sendiri  Meramalkan kelanjutan cerita yang telah selesai dibacakan dengan baik Pertemuan III  Mengidentifikasi makna dan pesan yang tersirat dari pilihan kata dalam teks sastra yang telah dibackan  Mengaitkan istilah dalam teks sastra yang dibacakan dengan kehidup sehari-hari  Menyatakan tanggapan terhadap isi dan cara penyajian karya yang telah dibaca . Indikator : Pertemuan I  Mengomentari teks sastra/ilmiah sederhana yang telah dibacakan  Menjelaskan makna idiomatik yang terkandung dalam teks sastra (cerpen.SMK SWADAYA Jl. serta majas  Menjelaskan pesan yang tersirat dari teks sastra tersebut Pertemuan II  Mengungkapkan unsur intrinsik dan ekstrinsik (identitas pengarang. Kompetensi Dasar : 3.2 Mengapresiasi secara lisan teks seni berbahasa dan teks ilmiah sederhana I. puisi. nama.

dll) dari karya sastra yang telah dibacakan  Dengan menjelaskan siswa dapat menceritakan kembali isi cerita yang telah dibahasakan dengan kalimat sendiri  Dengan mengungkapkan secara lisan siswa dapat meramalkan kelanjutan cerita yang telah selesai dibacakan dengan baik Pertemuan III  Dengan berdiskusi siswa dapat mengidentifikasi makna dan pesan yang tersirat dari pilihan kata dalam teks sastra yang telah dibackan  Dengan berdiskusi siswa dapat mengaitkan istilah dalam teks sastra yang dibacakan dengan kehidup sehari-hari  Dengan berkomentar siswa dapat menyatakan tanggapan terhadap isi dan cara penyajian karya yang telah dibaca III.  Dengan menjelaskan dapat menyebutkan/mengemukakan pesan yang tersirat dari teks sastra tersebut Pertemuan II  Dengan menjelaskan siswa dapat mengungkapkan unsur intrinsik dan ekstrinsik (identitas pengarang. pengarang atau penyair dapat mengungkapkan secara tepat apa yang ingin disampaikan kepada pembacanya. dan Peribahasa Diksi ialah pilihan kata. Tujuan Pembelajaran Pertemuan I :  Dengan berdiskusi siswa dapat mengomentari teks sastra/ilmiah sederhana yang telah dibacakan.  Dengan menjelaskan siswa dapat mengemukakan makna idiomatik yang terkandung dalam teks sastra (cerpen. peribahasa. Ungkapan. nama.II. Materi Pembelajaran : Pertemuan I Diksi. Pilihan kata merupakan unsur yang penting bagi pengarang dalam membuat karangan dan pernyair dalam membuat puisi. seseorang memilih dan menggunakan kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu. novel) seperti pepatah. Dengan kata yang tepat. . Makna Idiomatik. serta majas. Artinya. puisi. karya-karay utama.

yaitu kelompok manusia. kuli Bunting Kata-kata berkonotasi halus disebut juga dengan istilah ameliorasi dan yang berkonotasi kasar disebut peyorasi. Nilai Rasa Halus Tunawisma mangkat. Makna Denotatif dan Konotatif Makna denotatif adalah makna sebenarnya atau makna yang memang sesuai dengan pengertian yang dikandung oleh kata tersebut. Arti kata makan tersebut adalah makna denotatif. Contoh ungkapan. pertentangan. Dua pasang kata tersebut meskipun bermakna denotasi sama. sedangkan kata kumpulan bernilai rasa tinggi. Kata gerombolan mempunyai nilai rasa yang rendah. Contoh kata gerombolan dan kumpulan secara denotatif bermakna sama. Makna konotatif ialah bukan makna sebenarnya. baik nilai rasa rendah maupun tinggi. mengandung Nilai Rasa Kasar Gelandangan mampus. bagai telur di ujung tanduk. bergantung pada akar lapuk. mati pelayan. Kata makan artinya memasukkan sesuatu ke dalam mulut. No. namun secara konotasi mempunyai nilai rasa yang berbeda. dikunyah. yaitu habis manis sepah dibuang. Penggunaan kata bermakna konotatif juga berkaitan dengan nilai rasa. dan penegasan. 4. naik daun. Dengan kata lain. Makna denotatif disebut juga makna umum. 2. Ungkapan dan Peribahasa Ungkapan adalah satuan bahasa (kata. Peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang mengisahkan maksud tertentu berupa perbandingan. 3. pembantu. babu Kencing buruh. . sebaliknya kata-kata bernilai rasa kasar biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari atau dalam suasana nonformal. atau kalimat) yang tidak dapat diramalkan berdasarkan unsur-unsur pembentuknya. meninggal Pramuwisma buang air kecil pegawai.1. wafat. yaitu perang dingin. kambing hitam. 1. sindiran. kabar angin. 2. Contoh peribahasa. karyawan hamil. seperti anak ayam kehilangan induk. frasa. makna kias atau makna tambahan. Kata-kata bernilai rasa halus biasa digunakan pada pemakaian bahasa dalam situasi resmi. dan ditelan. Contoh kata putih bisa bermakna suci atau tulus tapi juga dapat bermakna menyerah atau polos.

SINEKDOK TOTEM PROPARTE TOTEM : Total PARTE : Parsial Contoh: Politisi dan pejabat tinggi adalah calo-calo yang rapi. 10. PARALELISME (pengulangan kata/frasa antarbaris) ANAFORA : pengulangan awal baris EPIFORA Contoh: Aku manusia : pengulangan akhir baris . 5. 6.Pertemuan II Penggunaan Majas di dalam Karya Sastra Majas adalah bahasa kias yang dipergunakan untuk menimbulkan kesan imajinatif atau menciptakan efek-efek tertentu bagi pembaca atau pendengarnya. Personifikasi (memanusiakan) Contoh: Sepi menyanyi malam dalam mendoa tiba. bagai bintang memasanglilinnya. SINEKDOK PARS PROTOTO PARS TOTO : parsial (sebagian) : total (seluruh) Contoh: Penderitaan mengalir dari parit-parit wajah. MACAM-MACAM MAJAS 1. 11. Hiperbola (melebih-lebihkan) Contoh: Aku mau hidup seribu tahun lagi. IRONI (sindiran yang halus) Contoh: Seorang ketika digiring. TAUTOLOGI (penggunaan kata-kata senada untuk menyangatkan) Contoh: Pergi ke laut lepas. SIMILE (persamaan) Contoh: Hatiku terang menerima katamu. anakku sayang/ pergi ke alam bebas. 4. tersedu/membuka sendiri tanda kebesaran di pundaknya. 7. 3. 9. METAFORA (perbandingan langsung) Contoh: Engkaulah putri duyung tawananku. REPETISI (pengulangan kata-kata yang sama dalam suatu baris kalimat) Contoh: Dengan seribu gunung langit tak runtuh dengan seribu perawan hati tak jatuh dengan seribu sibuk sepi tak mati. 2. 8. SIMBOLIK (penggunaan simbol/lambang untuk menggantikan orang/hal) Contoh: Burung dara jantan/ yang dulu kau pelihara/ kini telah terbang menemui jodohnya.

Seperti lidah ia, di mulut kita tak terasa Seperti jantung ia, di dada kita tak terasa Rindu rasa Rindu rupa 12. PARADOKS (gambaran dua hal/keadaan yang kontras) Contoh: Dunia tambah beku di tengah derap suara menderu. 13. KLIMAKS (pengungkapan yang makin menguat/menghebat) Contoh: Empat puluh sembilan tangga kemiskinan/ Hari panas Lima puluh sembilan tangga kemiskinan/Hari sengangar Enam puluh sembilan tangga kemiskinan/Hari terbakar 14. ANTIKLIMAKS Contoh: Pada langkah pertama keduanya sama baja/ Pada langkah ketiga rubuhlah Atmo Karpo.

Pertemuan III Menangkap Pesan yang Tersirat dalam Karya Sastra Salah satu unsur intrinsik sebuah prosa adalah amanat. Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang lewat cerita. Pesan ada yang diungkapkan secara tersurat dan juga tersirat. Pesan tersirat biasanya ditafsirkan sendiri oleh pembacanya, atau dapat diketahui setelah membaca seluruh cerita. Untuk puisi, pengungkapan makna dan amanat dapat melalui pengamatan terhadap pilihan kata yang digunakan dalam puisi. Setiap kata yang teruntai dalam larik puisi merupakan kata-kata yang dipilih dan dianggap oleh penulis puisi dapat mewakili ungkapan yang ingin dituangkannya pada puisi. Memberi Tanggapan terhadap Prosa Seseorang dapat memberi tanggapan terhadap sebuah karya sastra baik prosa maupun puisi dalam bentuk resensi. Resensi adalah tulisan berisi ulasan, penilaian, pertimbangan, atau pembicaraan suatu karya sastra. Tujuan penulisan resensi adalah memberikan informasi kepada pembaca mengenai keunggulan dan kelemahan fiksi atau nonfiksi tersebut. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun resensi novel atau cerpen adalah sebagai berikut. 1. Tema a. Apakah tema cerita itu? b. Apakah tema itu dapat diterima sebagai kebenaran umum?

2. Alur a. Pola apa yang dipakai pengarang untuk membangun ceritanya? b. Insiden atau konflik apa yang dipilih untuk mengembangkan tema cerita itu? c. Apakah terdapat hubungan yang wajar dan baik antara peristiwa di dalam cerita dengan tema cerita? d. Mengapa suatu peristiwa lebih menonjol daripada peristiwa lainnya? e. Apakah peristiwa demi peristiwa saling bersambungan dan berkaitan? f. Apakah pengembangan peristiwa disusun secara rapih? g. Bagaimana hubungan peristiwa dengan perjalanan hidup tokoh utamanya? 3. Latar a. Kapan dan di manakah peristiwa atau cerita itu terjadi? b. Apakah latar berperan dalam pengembangan cerita? Menguatkan atau bahkan melemahkan? 4. Tokoh a. Bagaimana karakter tokoh cerita ditampilkan oleh pengarang?, Apakah secara langsung atau melalui dialog tokoh lainnya? b. Apakah karakter tokoh dalam cerita memang wajar atau terkesan dibuat-buat? c. Bagaimana hubungan antar-tokohnya? d. Apakah peranan tokoh dapat menghidupkan alur cerita? e. Bagaimana peranan tokoh dalam menghidupkan tema? 5. Sudut Pandang a. Dari sudut siapakah pengarang memaparkan ceritanya? b. Apakah sudut pandang yang dipilih pengarang konsisten dalam seluruh ceritanya? 6. Amanat a. Bagaimana pengarang memberikan pesan atau amanat dalam ceritanya? b. Apakah amanat yang disampaikan pengarang dalam ceritanya? c. Bagaimana pengarang menyampaikan amanat ceritanya terkesan d. menggurui atau tidak? 7. Bahasa a. Gaya bahasa apakah yang dipakai pengarang dalam bercerita? b. Apakah bahasa yang dipergunakan berkesan dan sugestif ? c. Apakah gaya bahasa yang digunakan wajar, tepat, dan hidup? Dalam meresensi prosa, penulis resensi dapat pula mengupas sedikit mengenai unsur ekstrinsik prosa yang diresensi. Unsur-unsur ekstrinsik karya sastra antara lain sebagai berikut: (1) latar belakang pengarang

(2) tujuan membuat karya (3) kondisi sosial budaya dan lingkungan yang memengaruhi karya itu tercipta (4) kultur budaya pengarang (5) pengalaman pengarang Di samping mengamati unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsiknya, kita juga harus melihat keunggulan dan kelemahan karya sastra tersebut. Keunggulan bukan hanya dari sisi cerita saja tapi juga dari segi fisik buku, misalnya gambar sampul, ilustrasi, pembagian subjudul, atau kualitas kertas. Demikian juga pada aspek kelemahan atau kekurangannya. IV. Metode Pembelajaran      V. Diskusi Ceramah Tanya-jawab Penugasan Inquiry

Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan I a) Kegiatan Awal (20 menit)  Siswa menunjukan sikap religiositasnya dengan menjawab salam dari guru.  Guru menanyakan keadaan siswa pada hari itu (menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik) untuk mengikuti proses pembelajaran.  Siswa menunjukan kedisiplinan dengan mengangkat tangan dan mengucapkan hadir saat dipanggil guru.  Siswa membuka wawasan dan rasa ingin tahunya melalui apersepsi yang diberikan oleh guru. b) Kegiatan Inti (60 menit) 1. Eksplorasi      Siswa menyimak penjelasan guru tentang diksi, makna idiomatik,

ungkapan dan peribahasa. Siswa menyimak beberapa teks yang dibacakan/diputarkan guru. Memberi kesempatan siswa untuk bertanya jika belum paham.

2. Elaborasi Siswa berkelompok model jigsaw Siswa mengambil undian teks yang telah disiapkan guru, syarat dengan makna idiomatik, ungkapan atau peribahasa.

c) Kegiatan Akhir (10 menit)  Siswa diberi tugas kelompok (dengan bekal salah satu kelompok pernah menjadi anggota kelompok lain) untuk menemukan dan memaknai idiom. Elaborasi  Masing-masing kelompok berdiskusi menemukan dan memaknai gaya bahasa/majas apa saja yang dipakai dalam teks yang sudah dibagikan. Siswa menemukan dan memaknai idiom. Guru memberi arahan dan konfirmasi terhadap hasil diskusi dan bersama siswa menyimpulkan pembelajaran. Eksplorasi   Siswa diberi teks yang sarat dengan majas dan rangkuman materi yang berkaitan dengan majas (dibagi sesuai jumlah kelompok).  Siswa diarahkan untuk mengingat kembali pelajaran gaya bahasa sehingga siswa dapat menyebutkan beberapa jenis majas secara acak  Siswa diminta memberi contoh dari jenis-jenis majas yang telah disebutkan. 3.  Siswa diminta duduk berkelompok (jigsaw) b) Kegiatan Inti (60 menit) 1. Pertemuan II a) Kegiatan Awal (20 menit)  Siswa menunjukan sikap religiositasnya dengan menjawab salam dari guru.  Guru mengucapkan salam penutup. ungkapan dan peribahasa dari teks yang telah disiapkan guru.  Siswa menunjukan kedisiplinan dengan mengangkat tangan dan mengucapkan hadir saat dipanggil guru. Konfirmasi  Perwakilan kelompok lain memberi komentar/konfirmasi apabila ada yang kurang jelas. Siswa diberi waktu untuk membaca/memahami materi tersebut. Kelompok lain memberi pertanyaan apabila ada yang kurang jelas dengan presentasi kelompok yang maju. . 2. ungkapan atau peribahasa dalam teks yang didapat secara berkelompok. Konfirmasi    Siswa mempresentasikan hasil diskusi masing-masing kelompok didepan kelas.  Perwakilan masing-masing kelompok membacakan hasil diskusi kelompoknya. 3.

 Guru mengucapkan salam penutup. Eksplorasi  Siswa menyimak penjelasan guru tentang menemukan amanat/pesan yang terkandung dalam karangan/naskah drama sebagai bahan pembuatan resensi. Elaborasi  Siswa duduk berkelompok sesuai kelompok yang sudah dibentuk pada pertemuan sebelumnya.  Siswa membuka wawasan dan rasa ingin tahunya melalui apersepsi yang diberikan oleh guru.  Guru membantu menjelaskan dan memberi solusi masalah / problem yang dihadapi siswa.  Kelompok lain diberi kesempatan bertanya apabila ada yang kurang jelas dari presentasi kelompok yang maju. Konfirmasi  Siswa menmbacakan atau mempresentasikan hasil kerja/diskusi kelompoknya didepan kelas scera bergiliran.  Siswa secara berkelompok membuat resensi teks yang telah didapat.  Siswa menunjukan kedisiplinan dengan mengangkat tangan dan mengucapkan hadir saat dipanggil guru. undian berupa beberapa bentuk teks yang berbeda jenis (prosa/puisi/teks drama). b) Kegiatan Inti (60 menit) 1.  Guru menanyakan keadaan siswa pada hari itu (menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik) untuk mengikuti proses pembelajaran. 3. . 2.  Siswa menyimak penjelasan tentang hal yang perlu diperhatikan dalam menulis resensi  Memberi kesempatan siswa untuk bertanya jika belum paham. c) Kegiatan Akhir (10 menit)  Siswa diberi tugas kelompok untuk menemukan teks prosa/fiksi yang kemudian dicari gaya bahasa yang dipakai. Guru memberikan arahan/konfirmasi terhadap proses diskusi dan bersamasama siswa menyimpulkan pembebelajaran. Pertemuan III a) Kegiatan Awal (20 menit)  Siswa menunjukan sikap religiositasnya dengan menjawab salam dari guru.  Salah satu perwakilan siswa mengambil undian dari guru.

Lap Top. Guru memotivasi siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. 1.  Guru mengucapkan salam penutup. penghapus : Bahasa Indonesia kelas XII (Pemkot) Bahasa Indonesia: Tingkat Unggul (Erlangga) Bahasa Indonesia SMK dan MAK: Siap Tuntas Ujian Nasiaonal (Erlangga) VII. Siswa dapat terlampir 2 terlampir yang menjelaskan tersirat dari teks amanat/pesan . papan tulis. DASAR 3. Sumber Belajar : LCD. Alat/Bahan dan Sumber Belajar A. cerpen yang dalam yang dan teks ilmiah sederhana seperti telah ditentukan.2 Mengapresiasi secara lisan teks seni berbahasa INDIKATOR  Menjelaskan INDIKATOR SOAL Siswa SOAL NO. spidol. NO KOMPETENSI . SOAL 1 KUNCI JAWAB AN terlampir dapat terlampir makna idiomatik menjelaskan yang terkandung majas dalam teks sastra terdapat (cerpen. novel) pepatah. VI. peribahasa. Alat/Bahan B. c) Kegiatan Akhir (10 menit)  Guru bersama-sama siswa menyimpulkan materi dan mengadakan refleksi terhadap proses dan hasil belajar. Penilaian KISI-KISI DAN BUTIR SOAL TES FORMATIF Bentuk penilaian : Tes Uraian Nama Sekolah Mata Pelajaran : SMK Swadaya Semarang : Bahasa Indonesia dengan Bahasa Alokasi Waktu Jumlah Soal : 90 menit : 5 butir soal Standar Kompetensi : Berkomunikasi Indonesia setara tingkat Unggul. serta majas  Menjelaskan pesan puisi.  Guru meminta siswa untuk mempelajari materi selanjutnya.

Perempuan itu jatuh terduduk di sudut kamar setelah pelipisnya terbentur ujung lemari kayu yang lancip. Metafora 2. LEMBAR SOAL 1..  Mengungkapkan unsur dan Siswa dapat terlampir 3 terlampir intrinsik menyebutkan ekstrinsik unsur cerpen intrinsik yang (identitas pengarang... Cermati penggalan cerpen berikut ini ! d. konteks dengan pokok persoalan cerpen yang ditentukan. telah ditentukan.. Litote c. karya-karya Siswa dapat terlampir 4 terlampir utama. Majas yang digunakan dalam cerpen diatas. Personifikasi e. Darah menetes dari sana. Bacalah penggalan cerpen berikut ini ! Tamparan berkali-kali dari lelaki itu membuat tubuh Siih terhuyunghuyung. terkandung/ unsur ekstrinsik cerpen  Meramalkan yang yang telah ditentukan.sastra tersebut yang dalam yang tersirat cerpen telah ditentukan. a. Hiperbola b. nama. juga dari bibirnya yang seakan pecah (Pertempuran di taman hening : Helvi). Siswa dapat terlampir 5 terlampir kelanjutan cerita menuliskan yang telah selesai kelanjutan cerita dibacakan dengan sesuai baik. Tautotes telah .. dll) dari menjelaskan karya sastra yang nilai telah dibacakan.

sejak dia menikahi perempuan desa sebelah. Aku tidak tahu apakah akan dapat terus mengikuti studi tersebut sambil bekerja. Karim menderita sakit paru-paru. Semua ingin berdesakan masuk. a.. agama b.. Bacalah naskah drama berikut dengan saksama ! Karim : Sudah sepuluh purnama ayah tidak pulang ya Bu ? Aku merindukan candanya yang ceria.. etika d. Ibu tidak bisa menerima ayah lagi.. Orang ketiga sampingan dan nasihatnya yang menyejukkan. sorot matanya yang jenaka. d. Karim : (memandang wajah ibunya sambil menahan dadanya yang sakit akibat sakit paru-paru yang dideritanya). Ibu : Sabar nak. budaya c.. Orang pertama sampingan c. Tapi. sedangkan aku meneruskan mengambil kuliah di B-1 Sejarah. Mengapa selama ini tidak menceritakan pada Karim. Sudut pandang penggalan cerpen di atas adalah. semoga ayahmu dalam lindungan Tuhan. .” kata Jagabaya Karjan setelah para warga desa menggiring karto yang dipapah Jagabaya dan dilindungi para hansip sampai balai desa. b. a. Bacalah penggalan novel berikut dengan saksama ! Anda mendalami bidang kimia. Unsur ekstrinsik berupa nilai-nilai yang terdapat dalam penggalan novel di atas mengenai. Orang pertama tunggal b. apalagi aku memang menyukai sejarah.. Jangan kita putus berdoa. Inti penggalan naskah drama di atas adalah: a. Bu.. kupikir tidak ada jeleknya. tapi para hansip menahannya. Karim Ibu : Ibu dengan ayah tidak ada masalah kan ? : (sambil memeluk Karim) Maafkan Ibu nak. pendidikan 4. Di samping B-1 aku juga mulai kursus bahasa prancis.Aku ingin bicara empat mata dengan Karto. Orang ketiga pelaku utama 3. Orang ketiga serba tahu e.. sosial e. Ayah dan ibu Karim sudah bercerai.

..... Benny Hendro Sunyoto Mohammad Nurofik . kenapa tidak mau makan ? c. Kalau tidak. September 2012 Mengetahui. Ibu Karim sangat sabar dan baik hati.. Ambu : .... Abah teh cemburu ? e. Jadi abah sudah main rahasia-rahasiaan ? b. Ceritanya. Jangan cemburu sama Ambu... Karim merindukan ayahnya yang berada di seberang.......... Memangnya tidak boleh cemburu ? d. Nasihat ayah Karim sangat menyejukkan.. Bacalah penggalan naskah drama yang rumpang berikut! Ambu : Abah teh kesal sama Ambu ? Cemburu ? Abah : Cemburu ? Abah cemburu sama Ambu ? Tidak....... Abah : Abah sudah tahusegalanya tentang Ambu. Ambu : Tahu apa ? Kalimat yang tepat untuk melengkapi dialog yang rumpang di atas adalah. 5. e. a. Tidak..c. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs.. NO 1 2 3 4 5 A A B E B KUNCI JAWABAN SKOR 1 1 1 1 1 Skor Perolehan Nilai Akhir = -----------------=--Skor Maksimal X 10 Semarang...... Tidaaaaak.. d..

Taman Progo No 13 SEMARANG RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMK SWADAYA Semarang Kompetensi Keahlian : Akuntansi Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : Bahasa Indonesia : XII / 5 : 4 Jam @ 45’ (4 Pertemuan) setara tingkat Standar Kompetensi : Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Unggul. siswa dapat merancang proposal yang berkonteks kegiatan keahlian Pertemuan III  Dengan menulis siswa dapat membuat proposal yang sesungguhnya .3 Menulis proposal untuk kegiatan ilmiah sederhana  Membuat kerangka proposal sesuai dengan konteks kegiatan yang ditentukan Pertemuan II  Merancang proposal yang berkonteks kegiatan keahlian Pertemuan III  Membuat proposal yang sesungguhnya Pertemuan IV  Mempresentasikan proposal II. Tujuan Pembelajaran Pertemuan I :  Dengan mencatat siswa dapat menentukan konsep proposal  Dengan mengembangkan catatan siswa dapat membuat kerangka proposal sesuai dengan konteks kegiatan yang ditentukan Pertemuan II  Dengan merangkum dan membuat bagan dari sumber tertulis/tidak tertulis.SMK SWADAYA Jl. Kompetensi Dasar I. Indikator : Pertemuan I  Menentukan konsep proposal : 3.

Pengantar/pendahuluan 3. proposal dibagi menjadi: 1. Susunan panitia 7. Tujuan 4. dan proyeksi penjualan. yang mencakup bahan baku. Proposal kegiatan kemasyarakatan Sedangkan menurut bentuknya. Proposal bersifat memberitahukan dan menerangkan semua rencana kegiatan yang hendak dikegiatan dan memerlukan persetujuan pihak lain (kegiatan. tentu kita harus mencantumkan : Analisis pasar. Bentuk/jenis/macam kegiatan 5.Pertemuan IV  Dengan berdiskusi siswa dapat mempresentasikan proposal. proposal dibagi menjadi 2 yaitu: 1. pendanaan. pesaing. Proposal non formal . proses produksi. Analisis finansial. Peserta/sasaran 8. waktu dan tempat). Materi Pembelajaran : Pertemuan I Proposal Pengertian: proposal adalah tulisan yang isinya berupa rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja dengan ketentuan/aturan tertentu. Dilihat dari bentuk kegiatanya. Biaya/pendanaan 9. III. Proposal Ilmiah Sederhana 2. dan mesin produksinya. Harapan yang diinginkan 10. yang meliputi kebutuhan dan proyeksi titik impas dan proyeksi keuntungan. Proposal formal 2. Isi proposal meliputi : 1. Pelaksanaan 6. yang mencakup pangsa pasar. Lampiran Bila kita hendak menyusun proposal bisnis. Analisis produksi. Nama proposal (judul) 2.

4. 2. Hubungan kegiatan dengan dana yang diperlukan harus rasional dan tidak mengada-ada. Peserta kegiatan e.Sistematika proposal kegiatan: a. Proposal dapat dibuat dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Pertemuan III Presentasi proposal masing-masing kelompok secara bergiliran. Latar belakang b. Tujuan d. Kalimat Baku Kalimat baku adalah kalimat yang menggunakan kata-kata sesuai EYD dan tersusun sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia (S+P+O+K) 2. Kembangkan kerangka proposal menjadi proposal. Bahasa proposal: 1. Acara kegiatan g. Tentukan kegiatan yang akan dibuat proposal. Rumusan kegiatan harus jelas. . Carilah referensi atau bahan pertimbangan yang berhubungan dengan kegiatan dalam proposal. Rencana anggaran i. 3. Buatlah kerangka proposal sesuai dengan sistematika proposal. 3. Susunan panitia h. 2. Tentukan jenis proposal yang akan dibuat sesuai dengan jenis kegiatan. Tema kegiatan c. inovatif. Kalimat Efektif Kalimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat pula dipahami secara tepat oleh pembaca/pendengarnya. terperinci dan betul-betul dapat dikuasai. Waktu dan tempat pelaksanaan f. 5. Hasil kegiatan yang akan dilaksanakan dapat diukur secara jelas. Penutup Pertemuan II Syarat-syarat proposal: 1. 4. Memiliki struktur dan logika yang jelas.

Memberi kesempatan siswa untuk bertanya jika belum paham. Kalimat Cermat dan Bernalar Maksudnya kalimat yang tidak ambigu dan riil. Eksplorasi       Siswa menyimak penjelasan guru tentang konsep proposal. Konfirmasi  Siswa mempresentasikan hasil diskusi masing-masing kelompok didepan kelas. Diskusi Ceramah Tanya-jawab Penugasan Inquiry Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan I a) Kegiatan Awal (20 menit)  Guru mengucapkan salam. b) Kegiatan Inti (60 menit) 1. Pertemuan IV Berdiskusi dengan baik dan benar. Metode Pembelajaran      V. . Elaborasi Siswa diberi waktu untuk duduk berkelompok Siswa berdiskusi dengan kelompok masing-masing menentukan judul proposal. Siswa membaca beberapa contoh proposal.  Guru mengontrol presensi kehadiran siswa. 3. IV. 4. Kalimat Hemat Merupakan kalimat yang menggunakan satu kata yang memiliki makna sama.  Guru menanyakan keadaan siswa pada hari itu (menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik) untuk mengikuti proses pembelajaran.  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan cakupan materi yang akan dipelajari. 2.  Guru memberikan apersepsi.3. Siswa secara berkelompok membuat kerangka proposal sesuai judul yang telah disepakati.

Pertemuan II a) Kegiatan Awal  Guru mengucapkan salam. 3. b) Kegiatan Inti 1. Guru mengontrol presensi kehadiran siswa. Guru menanyakan keadaan siswa pada hari itu (menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik) untuk mengikuti proses pembelajaran.  Siswa diminta duduk berkelompok. Guru mengucapkan salam penutup. Konfirmasi  Guru memberikan arahan solusi kesalahan/kekeliruan yang sering terjadi dari penyusunan proposal yang dibuat oleh siswa. Elaborasi  Masing-masing kelompok mengajukan proposal yang telah dibuat kepada guru untuk dikoreksi. Guru memberikan apersepsi.  Guru mengucapkan salam penutup. 2. Siswa diminta duduk berkelompok.  Kelompok lain memberi pertanyaan apabila ada yang kurang jelas dengan presentasi kelompok yang maju. .  Siswa diarahkan untuk mengingat kembali pelajaran konsep proposal dan tugas yang diberikan di pertemuan sebelumnya. Eksplorasi  Siswa menyusun proposal dari kerangka proposal yang telah dibuat secra berkelompok. Pertemuan III a) Kegiatan Awal      Guru mengucapkan salam. c) Kegiatan Akhir  Siswa diberi tugas kelompok untuk memperbaiki/merevisi proposal menjadi lebih baik. Guru memberi arahan dan konfirmasi terhadap hasil diskusi dan bersama siswa menyimpulkan pembelajaran. c) Kegiatan Akhir (10 menit)   Siswa diberi tugas untuk mencari data-data yang dibutuhkan dalam penyusunan proposal.

Elaborasi  Siswa mengambil undian urutan maju mempresentasikan proposal.b) Kegiatan Inti 1. Pertemuan IV a) Kegiatan Awal      Guru mengucapkan salam.  Masing-masing kelompok bergiliran maju mempresentasikan proposalnya sesuai undian yang telah diambil.  Guru meminta siswa untuk mempelajari materi selanjutnya. c) Kegiatan Akhir  Guru bersama-sama siswa menyimpulkan materi dan mengadakan refleksi terhadap proses dan hasil belajar. Eksplorasi  Siswa menyimak penjelasan guru tentang bagaimana mempresentasikan proposal yang baik.  Memberi kesempatan siswa untuk bertanya jika belum paham.  Guru mengapresiasi dan memberikan penilaian dan pernyataan-pernyataan yang membangun terhadap presentasi masing-masing kelompok. . Konfirmasi  Guru memberikan arahan dan penjelasan yang tepat apabila ada pertanyaan yang belum terjawab. 3. Eksplorasi  Siswa menyimak penjelasan guru tentang bagaimana mempresentasikan proposal yang baik.  Memberi kesempatan siswa untuk bertanya jika belum paham. Siswa diminta duduk berkelompok. kritik/saran kepadakelompok yang maju. Guru menanyakan keadaan siswa pada hari itu (menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik) untuk mengikuti proses pembelajaran. Guru mengontrol presensi kehadiran siswa. Guru memberikan apersepsi. 2.  Seacara berturut-turut kelompok lain bertanya/memberikan komentar.  Guru mengucapkan salam penutup. b) Kegiatan Inti 1.

VI. Alat/Bahan : LCD.2.  Masing-masing kelompok bergiliran maju mempresentasikan proposalnya sesuai undian yang telah diambil. Konfirmasi  Guru memberikan arahan dan penjelasan yang tepat apabila ada pertanyaan yang belum terjawab. Elaborasi  Siswa mengambil undian urutan maju mempresentasikan proposal. spidol. 3. penghapus B.  Guru meminta siswa untuk mempelajari materi selanjutnya. Alat/Bahan dan Sumber Belajar A. papan tulis. kritik/saran kepadakelompok yang maju. Sumber Belajar : Bahasa Indonesia kelas XII (Pemkot) Bahasa Indonesia: Tingkat Unggul (Erlangga) Bahasa Indonesia SMK dan MAK: Siap Tuntas Ujian Nasiaonal (Erlangga) VII.  Guru mengapresiasi dan memberikan penilaian dan pernyataan-pernyataan yang membangun terhadap presentasi masing-masing kelompok. setara tingkat . Lap Top.  Seacara berturut-turut kelompok lain bertanya/memberikan komentar.  Guru mengucapkan salam penutup. Penilaian KISI-KISI DAN BUTIR SOAL TES FORMATIF Bentuk penilaian : Tes Uraian Nama Sekolah Mata Pelajaran : SMK Swadaya Semarang : Bahasa Indonesia Alokasi Waktu Jumlah Soal : 90 menit : 5 butir soal Standar Kompetensi : Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Unggul. c) Kegiatan Akhir  Guru bersama-sama siswa menyimpulkan materi dan mengadakan refleksi terhadap proses dan hasil belajar.

1. 5. yang menyebutkan rencana kegiatan sesuai program keahlian. 3.NO KOMPETENSI . 4.3 Menulis proposal untuk kegiatan INDIKATOR  Menentukan konsep proposal INDIKATOR SOAL Siswa SOAL NO. SOAL 1 KUNCI JAWAB AN terlampir dapat terlampir menjelaskan pengertian proposal ilmiah sederhana  Membuat kerangka Siswa dapat terlampir 2 terlampir menyebutkan proposal sesuai kerangka dengan konteks proposal dengan kegiatan ditentukan  Merancang proposal berkonteks kegiatan keahlian Siswa dapat terlampir 3 terlampir yang urut. Jelaskanlah pengertian proposal? Sebutkan urutan sistematika sebuah proposal ! Rencanakan kegiatan sesuai program kompetensi Anda ! Buatlah kerangka proposal sesuai kegiatan program kompetensi Anda ! Buatlah proposal kegiatan tersebut ! . Siswa menyusun keangka proposal sesuai program keahlian dapat terlampir 4 terlampir  Membuat proposal Siwa yang menyusun dapat terlampir 5 terlampir sesungguhnya proposal sesuai rencana kegiatan LEMBAR SOAL 1. 2. DASAR 3.

II. Acara kegiatan g. Waktu dan tempat pelaksanaan f.KUNCI JAWABAN 1. Rencana kerja tertulis yang disusun secara sistematis dan terperinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal. memberi pengetahuan tentang upaya pencegahan dan penyalahgunaan narkoba. 4. III. Peserta kegiatan e. Sistematika sebuah proposal: a. Contoh kegiatan sesuai program : Seminar Sehari Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika di Lingkungan Sekolah. Penutup 3. o Pernyataan perang terhadap narkoba telah diupayakan pemerintah. tanggal pukul : tempat: VI. memberi pemahaman tentang bahaya narkoba b. Latar belakang: o Jumlah siswa yang terlibat narkoba cenderung meningkat setiap tahunnya. Susunan panitia h. 2. Rencana anggaran i. Waktu dan tempat pelaksanaan hari. Tema kegiatan c. Kerangka proposal: I. Acara kegiatan (terlampir) VII. Tujuan d. o Hasil penelitian oleh para peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta tentang penyalahgunaan narkoba oleh masyarakat sekolah. Tujuan a. Latar belakang b. Susunan panitia Pelindung : : . Tema kegiatan: Siswa terus galakkan semangat perang melawan narkoba dan sejenisnya. Peserta kegiatan : Seluruh guru dan siswa V. IV.

III. Rencana anggaran : : : A. Waktu dan tempat pelaksanaan hari. Peserta kegiatan : Seluruh guru dan siswa V. Penutup 5. Karena masyarakat sekolah memandang penanggulangan peredaran narkoba di lingkungan sekolah tidak mungkin akan brhasil jika tidak dilakukan oleh masyarakat sekolah sendiri.d. dari 600 SLTP. IV. Rencana pengeluaran IX. Hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta tentang “Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba oleh Masyarakat Sekolah menunjukkan bahwa berbagai upaya telah dilakukan baik yang bersifat preventif maupun represif. Tema kegiatan: Siswa terus galakkan semangat perang melawan narkona dan sejenisnya. menurut keterangan dari Kanwil Depdiknas. 24 Juli 2007 : 09.00 . Rencana pemasukan B.00 s.Namun. terdapat 152 sekolah dan 166 SLTA yang termasuk daftar sekolah bermasalah narkoba. Latar belakang: Di DKI Jakarta. Pernyataan perang terhadap narkoba telah diupayakan pemerintah dengan melibatkan unsur masyarakat. maka kami akan menyelenggarkan seminar sehari tentang Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkoba. tanggal pukul : Selasa. 14. Berdasarkan lataer belakang tersebut. memberi pemahaman tentang bahaya narkoba b. Jumlah siswa dari kedua sekolah tersebut makin meningkat setiap tahunnya.Panitia pelaksana Ketua Seksi-seksi VIII. memberi pengetahuan tentang upaya pencegahan dan penyalahgunaan narkoba. Contoh proposal: I. Tujuan a. hasilnya belum cukup kelihatan. Perangkat hukum telah dibuat unuk menjerat pelaku. II.

Mengetahui. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran September 2012 Drs.x 10 Skor maksimal Semarang. Jawaban benar mendapat skor 8 Nomor 5 bobot = 8. 2 Juli 2012 Ketua OSIS Ketua Panitia Kepala Sekolah Pembina OSIS NORMA PENILAIAN Nomor 1 bobot = 3. Rencana pemasukan B. Rencana pengeluaran IX. Acara kegiatan (terlampir) VII. salah nol Nomor 2 bobot = 1. Jawaban benar mendapat skor 3. Jawaban benar mendapat skor 8 Nilai Skor perolehan = ----------------------. Partisipasi semua pihak sangat kami harapkan demi suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut. Rencana anggaran A. : Aula Serbaguna Susunan panitia Pelindung Panitia pelaksana Ketua Seksi-seksi : : : : VIII. Jawaban benar 8 mendapat skor 8 Nomor 3 bobot = 3. Semarang. salah nol Nomor 4 bobot = 8.tempat VI. Penutup Demikianlah proposal kegiatan ini kami buat. Benny Hendro Sunyoto Mohammad Nurofik . Jawaban benar mendapat skor 3.

II. Pertemuan II  Menulis surat undangan sesuai dengan aturan dan tujuan komunikasi.SMK SWADAYA Jl. Pertemuan II  Dengan menjelaskan siswa dapat menyebutkan format surat sesuai jenisnya. Taman Progo No 13 SEMARANG RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMK SWADAYA Semarang Kompetensi Keahlian : Akuntansi Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : Bahasa Indonesia : XII / 5 : 6 Jam @ 45’ (3 Pertemuan) setara tingkat Standar Kompetensi : Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Unggul. Pertemuan III  Menulis surat lamaran pekerjaan sesuai dengan aturan dan tujuan komunikasi.4 Menulis surat dengan memperhatikan jenis surat.  Dengan menjelaskan siswa dapat menyebutkan bagian-baigan surat sehingga dapat menulis surat sesuai aturan.  Dengan menulis siswa dapat membuat surat pemberitahuan/edaran sesuai dengan aturan dan tujuan komunikasi. Tujuan Pembelajaran Pertemuan I :  Dengan menjelaskan siswa dapat menyebutkan jenis-jenis surat sesuai fungsinya. I.  Menulis surat undangan sesuai dengan aturan dan tujuan komunikasi Pertemuan III  Dengan menjelaskan siswa dapat menyebutkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam surat lamaran pekerjaan . Kompetensi Dasar : 3. Indikator : Pertemuan I  Menulis surat pemberitahuan/edaran sesuai dengan aturan dan tujuan komunikasi.

berikut. seperti berikut. Materi Pembelajaran: Pertemuan I Pengertian Surat Dalam berkomunikasi. 1. radio. III. maupun organisasi. manusia saling memberikan informasi. Surat Resmi Surat resmi ialah surat yang dipergunakan untuk kepentingan yang bersifat resmi. (1) Tidak menggunakan kop surat/kepala surat (2) Tidak menggunakan nomor surat (3) Salam pembuka dan penutup surat bervariasi (4) Penggunaan bahasa bebas. Ciri-ciri surat pribadi seperti berikut. Surat Pribadi Surat pribadi adalah surat yang dipergunakan untuk kepentingan pribadi. Informasi secara lisan terjadi jika si pemberi informasi saling berhadapan baik langsung maupun tidak langsung. (5) Format surat bebas 2. Namun jika tidak dapat berhadapan komunikasi dapat dilakukan melalui surat. instansi. Dengan menulis siswa dapat membuat surat lamaran pekerjaan sesuai dengan aturan dan tujuan komunikasi. televisi. Isi surat berhubungan dengan urusan pribadi. instansi. dan perihal . lembaga. Contohnya: surat undangan. Jenis-Jenis Surat Berdasarkan pemakaiannya surat dibagi atas tiga jenis. baik yang ditulis dari perseorangan. Ciri-ciri surat resmi. lampiran. Pemberian informasi oleh manusia dilakukan dengan dua cara. instansi. surat pemberitahuan. Proses komunikasi tersebut dapat dilakukan dengan cara berbicara melalui telepon. (1) Menggunakan kepala surat jika yang mengeluarkannya adalah lembaga atau organisasi (2) Menggunakan nomor surat. yaitu secara lisan maupun tulisan. dan sebagainya. atau organisasi) kepada pihak lain (orang. sesuai dengan keinginan si penulis surat. atau organisasi). Surat adalah salah satu sarana komunikasi tertulis untuk menyampaikan informasi dari satu pihak (orang. Contohnya surat seorang anak kepada orang tuanya atau surat kepada teman. dan surat edaran.

dan surat keputusan. dengan hormat. dan cuti. Penggunaan Bahasa dalam Surat Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas bahwa penggunaan bahasa di dalam surat bergantung pada jenis pemakaian surat dan tujuan surat. seperti berikut. berbeda dengan menulis surat untuk teman atau sahabat. atau kegiatan dinas. memorandum. seperti : dengan hormat. Menulis surat untuk orang tua tentu akan menggunakan bahasa lebih formal dan santun. (6) Format surat tertentu. hormat kami (4) Menggunakan bahasa dengan ragam resmi atau baku (5) Menggunakan cap/stempel jika berasal dari sebuah organisasi atau lembaga resmi (6) Penulisan surat mengikuti format surat tertentu (tidak bebas) 3. Begitu pula dengan surat pribadi yang bersifat resmi seperti surat lamaran pekerjaan. dan perihal. surat perintah. seperti: Assalamualikum. Meskipun bersifat pribadi. tugas dari kantor. penggunaan bahasa bersifat subjektif. Ciri-ciri surat dinas. Surat Dinas Surat dinas ialah surat yang dipergunakan untuk kepentingan pekerjaan. (5) Menggunakan cap/stempel instansi atau kantor pembuat surat. tapi karena ditujukan kepada sebuah instansi atau perusahaan tentu penulis harus menggunakan bahasa yang resmi dan formal. (2) Menggunakan nomor surat. bergantung pada keinginan si penulisnya dan kepada siapa surat ditujukan. surat permohonan izin. surat permohonan izin. lampiran. (4) Menggunakan bahasa baku atau ragam resmi. Untuk surat pribadi. hormat kami. (1) Menggunakan kop/kepala surat dan instansi atau lembaga yang bersangkutan. Hal ini disebabkan karena surat resmi dan surat dinas dipergunakan untuk tujuan atau fungsi-fungsi yang bersifat resmi atau kedinasan.(3) Menggunakan salam pembuka dan penutup yang lazim atau resmi. . dan surat permohonan cuti. Jika berasal dari instansi pemerintahan lazimnya menggunakan format surat resmi Indonesia baru atau format setengah lurus versi b. (3) Menggunakan salam pembuka dan penutup yang baku atau resmi. Surat dinas yang berifat perseorangan ialah surat lamaran pekerjaan. Lain halnya dengan surat resmi dan surat dinas. Surat ini berasal dari instansi atau lembaga baik swasta maupun negeri. Contoh: surat tugas. penggunaan bahasa cenderung menggunakan kosakata baku dan struktur kalimat yang lengkap.

(5) identitas lainnya. (2) alasan. jelas isinya dan dikirimkan tepat waktu agar yang diundang dapat mempersiapkan untuk memenuhi undangan tersebut. (3) nama jelas. (3) hari dan tanggal. c. tempat yang sudah ditetapkan dalam undangan. Surat undangan merupakan suatu penghormatan kepada orang yang diundang.Surat Undangan Undangan berasal dari kata dasar “undang” dan akhiran “an”. Penutup/Kaki Surat (1) nama badan usaha. (4) waktu. (3) nomor telepon. Dengan demikian. Undangan adalah kata benda yang berarti orang yang dipanggil atau dipersilakan datang untuk hadir pada waktu. Bentuk dan susunan surat undangan hendaknya disusun semenarik mungkin. surat undangan adalah surat pemberitahuan akan adanya suatu acara/kegiatan pertemuan. (7) nomor yang ditujukan/alamat dalam. (2) alamat badan usaha. (4) nomor induk pegawai. Isi Surat (1) salam pembuka. Undang berarti panggil. hari. (4) nomor kotak pos. (5) tembusan. Bagian-Bagian Surat Undangan a. tanggal. upacara dengan harapan agar penerima undangan dapat hadir pada waktu dan tempat yang telah ditetapkan. . (5) tempat. (6) acara. Kepala Surat (1) nama badan usaha. (2) jabatan. (6) tanggal surat. b. Mengundang berarti memanggil atau mempersilakan datang.

misalnya kebijakan pimpinan. petunjuk mengenai tata cara pelaksanaan. Pengertian Surat Edaran pada Suatu Instansi Surat edaran adalah surat pemberitahuan tertulis yang ditujukan kepada pejabat/pegawai. penjelasan tentang pelaksanaan atau peraturan. merupakan surat yang dapat memberi petunjuk. Surat edaran ini berisi penjelasan mengenai sesuatu hal. atau suatu peraturan perundang-undangan. Fungsi surat edaran: 1. Surat edaran disebut juga sirkuler yang berarti surat tersebut dikirim kepada berbagai pihak yang bentuk dan isinya sama. di kalangan instansi pemerintah.Contoh : Surat Undangan dari Salah Satu Badan Usaha Surat Edaran Perkataan “edaran” berasal dari kata dasar “edar” yang berarti berputar atau berotasi. .

yaitu adanya pemberitahuan kepada seluruh rakyat Indonesia yang bersifat nasional. b. terdiri atas : (1) Surat edaran khusus adalah surat pemberitahuan sesuatu yang ditujukan untuk satu lingkungan tertentu (2) Surat edaran umum adalah surat edaran untuk memperkenalkan jasa perusahaan dan hasil produk dari ke seluruh lapisan masyarakat / khalayak. (3) Sebelah kanan atas : Tempat tanggal. Kaki surat/bagian akhir. dan tahun. Misalnya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan membuat edaran tentang: (1) petunjuk kenaikan kelas (2) petunjuk UAS. Misalnya: (1) edaran tentang perayaan hari besar nasional (2) edaran tentang sensus penduduk (3) edaran tentang Pemilu 2. Macam surat edaran: 1. Surat edaran dari perusahaan. Isi surat edaran/batang tubuh Dirumuskan dalam bentuk uraian yang terdiri atas: (1) pendahuluan (2) inti (3) penutup c. terdiri atas : (1) nama jabatan (2) tanda tangan pejabat yang menerbitkan surat edaran (3) nama pejabat dan NIP/NRP (4) cap dinas (5) tembusan (bila dianggap perlu) . a. Surat edaran dari instansi pemerintah adalah pemberitahuan dan penjelasan tentang pelaksanaan peraturan di lingkungan instansi tersebut. bulan. 3. surat edaran dapat berfungsi sebagai pemberitahuan atau pengumuman. Surat edaran pemerintah. diberi garis bawah. penetapan waktu ujian serta penentuan pelaksanaan ujian dan petunjuk penilaian ujian serta petunjuk kelulusan ujian. (2) Sebelah kiri atas : Di bawah “Hal” ditulis nama pejabat dan alamat yang dituju. Kepala surat (1) Tulisan “EDARAN” ditulis dengan huruf besar seluruhnya “Hal”.2. Susunan Surat Edaran dari Instansi Pemerintah Bagian-bagian surat ini adalah sebagai berikut. di perusahaan swasta.

yaitu : (1) bentuk lurus penuh (full block style) (2) bentuk lurus (block style) (3) bentuk setengah lurus (semiblock style) (4) bentuk lekuk (indented style) (5) bentuk paragraf menggantung (hanging paragraph) Bentuk setengah lurus atau semiblock style terdapat dua jenis. bagianbagian surat tidak ditulis sembarang melainkan ditempatkan sesuai ketentuan.Pertemuan II Format Surat Sebagai sarana tertulis. penyuluhan bahasa Indonesia melalui telepon atau melalui surat. Berdasarkan pengamatan dalam pemakaian bentuk surat. Bentuk penulisan surat atau format surat yang lazim dipergunakan ada 5 bentuk. surat-surat resmi Indonesia lama banyak menggunakan format versi a. surat memiliki format penulisan. Dan. Dengan adanya format surat. untuk menggunakan format setengah lurus b karena ini dianggap lebih efisien dan lebih menarik. Berikut ini contoh-contoh format surat yang dimaksud di atas: Gambar 1. Pusat Bahasa dalam kegiatan surat-menyurat sehari-hari melazimkan format setengah lurus versi b. melalui penyuluhan bahasa Indonesia di berbagai instansi. sedangkan surat-surat resmi Indonesia baru menggunakan format versi b. Pusat Bahasa menganjurkan kepada masyarakat. terutama surat resmi atau dinas. Format Lurus Penuh (Full block style) . penulisan surat menjadi teratur. Dalam kaitan dengan format surat. yaitu bentuk Indonesia lama (versi a) dan bentuk Indonesia baru (versi b).

Gambar 2. Format Lurus (Block style) Gambar 3 Format Setengah Lurus versi a (Indonesia lama) .

Format Setengah Lurus versi b (Indonesia baru) Gambar 5.Gambar 4. Format Lekuk(Indented Style) .

Salam pembuka . Format Paragraf Menggantung (Hanging Paragraph Style) Pertemuan III Surat Lamaran Pekerjaan Surat lamaran pekerjaan dapat ditulis tangan atau diketik. mudah dibaca. Tempat dan tanggal penulisan surat 2. Bagian surat lamaran pekerjaan sebagai berikut. tulisan tersebut hendaknya jelas. Kalaupun surat lamaran pekerjaan akan ditulis tangan. Adakalanya suatu perusahaan atau instansi tertentu mensyaratkan secara khusus agar surat lamaran yang dikirimkan pelamar ditulis tangan atau diketik. dan rapi. Alamat surat 4. Perihal 3. 1.Gambar 6. Surat yang ditulis seperti itu akan memudahkan orang yang membacanya.

bahasa surat lamaran pekerjaan harus memenuhi aturan sebagai berikut.5. 4. ada juga surat lamaran pekerjaan yang dibuat atas inisiatif dari calon pelamar sendiri. 3. Bersih. Surat lamaran pekerjaan yang umum 2. 2. Penutup surat 9. dan koreksian. 1. Informasi itu dapat diperoleh. artinya si pelamar akan mampu bekerja dengan baik. Selain itu. (2) Kalimat yang digunakan efektif dan komunikatif. Identitas pelamar 8. (1) Bahasa yang digunakan sopan dan simpatik. Surat lamaran model gabungan dengan daftar riwayat hidup . tip ex. Tanda tangan dan nama jelas pelamar Penulis surat lamaran surat lamaran hendaknya mematuhi ramburambu berikut ini. Dalam membuat surat lamaran biasanya terbagi menjadi dua model penulisan 1. Jika diketik. bekas hapusan. Jika ditulis tangan. (3) Menggunakan bahasa yang baku dan ejaan yang tepat. 5. Surat lamaran pekerjaan dapat dibuat setelah calon pelamar mendapat informasi adanya lowongan pekerjaan di perusahaan atau instansi tertentu. baik melalui media massa atau media audio visual. Pembuka surat 6. yaitu “ibu” atau “bapak”. Sifatnya optimistis. gunakan kertas HVS dengan jarak pengetikan 1 spasi. Sapaan yang digunakan dalam surat lamaran. tidak boleh ada coretan. Tujuan surat lamaran pekerjaan 7. Selain itu. tulislah sendiri di atas kertas bergaris dengan menggunakan kertas berkualitas baik. dan tidak disarankan menyapa dengan kata”Saudara”/”Anda”.

satu lembar fotokopi ijazah terakhir 3. satu lembar fotokopi KTP 6. bersama ini saya lampirkan: 1. Depok Sebagai bahan pertimbangan. Hormat saya Ttd. satu lembar surat pengalaman kerja. 10.Contoh surat lamaran pekerjaan yang umum: Perihal : Lamaran pekerjaan Jakarta. Pimpinan PT Wahana Karya Jalan Pemuda I no. 10 Jakarta Dengan hormat. dengan ini saya berminat untuk mengajukan diri menjadi staf bagian Marketing di PT Wahana Karya yang Bapak/Ibu pimpin. Data diri saya sebagai berikut. dua lembar pasfoto ukuran 4 x 6 cm 7. tanggal lahir : Jakarta. tanggal 16 Mei 2007. 20 Mei 2007 Yth. Nama : Sinta Nur Ramadhani Tempat. satu lembar transkrip nilai 4. tiga lembar fotokopi sertifikat pendidikan komputer dan bahasa Inggris 5. saya mengucapkan terima kasih. Atas perhatian Bapak/Ibu. Jakarta : Jalan Lembah Griya Indah No. Demikian surat lamaran ini saya sampaikan dengan harapan mendapat perhatian dari Bapak/Ibu. satu lembar daftar riwayat hidup 2. Sinta Nur Ramadhani . 8 September 1982 Pendidikan terakhir Alamat : Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia. Berdasarkan pengumuman yang dimuat pada harian umum Merdeka.

Setelah membaca iklan perusahaan Bapak/Ibu yang dimuat di harian sore Suara Pembaruan. tamat SMA Negeri 58 Jakarta. Adapun keterangan mengenai diri saya adalah sebagai berikut. Akuntan PT Citra Jakarta. dan mampu berbahasa inggris lisan dan tulisan. 10 Agustus 197 Alamat Pendidikan : Jalan Kroya. Pengalaman Kerja : Tenaga Pembukuan pada CV CENTRAL ASIA Semarang selama 2 tahun.Contoh: Surat lamaran model gabungan dengan daftar riwayat hidup: Hal : Lamaran Pekerjaan Jakarta. Surat pengalaman kerja 5. saya lampirkan pula syarat-syarat yang diperlukan. Fotokopi sertifikat kursus komputer 3. Fotokopi sertifikat kursus bahasa Inggris 4. 20 mei 2006 Yth. 18 Mei 2006. tahun 1992. Excel. tamat SMP Negeri 10 Jakarta. Untuk melengkapi surat lamaran ini. Suparman Kepala Bagian Personalia CV CENTRAL ASIA Semarang. Surat keterangan sehat 6. Access. Hobi Referensi : Membaca : Drs. Pemasang Iklan PO Box 4853 Jakarta 11048 Dengan hormat. tamat Akademi Perbankan Nasional Jakarta. 50 Jakarta : Tahun 1989. Pasfoto ukuran 4 x 6 (2 lembar) . Selain itu. Fotokopi ijazah Akademi Perbanas 2. saya dapat mengoperasikan komputer Microsoft Word. tlp (021) 551223. Atas kebijakan Bapak. Nama lengkap : Ellis Fitriani Tempat/tanggal lahir : Semarang. Hormat Saya Ttd Ellis Fitriani Lampiran : 1. saya ucapkan terima kasih. dengan ini saya mengajukan permohonan sebagai staf Akunting. tlp (024) 332115 / Wijaya Akt. Staf Akuntansi PT Citra Jakarta (3 tahun). tahun 1996. No.

b) Kegiatan Inti (60 menit) 1. Metode Pembelajaran      Diskusi Ceramah Tanya-jawab Penugasan Inquiry V. 3. 2. Memberi kesempatan siswa untuk bertanya jika belum paham. . Siswa membuat surat dengan jenis yang sama dengan contoh yang mereka dapat namun dengan topik dan waktu yang berbeda.IV.  Siswa membuka wawasan dan rasa ingin tahunya melalui apersepsi yang diberikan oleh guru. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan I a) Kegiatan Awal (20 menit)  Siswa menunjukan sikap religiositasnya dengan menjawab salam dari guru.  Guru menanyakan keadaan siswa pada hari itu (menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik) untuk mengikuti proses pembelajaran. Konfirmasi   Siswa mempresentasikan hasil diskusi masing-masing kelompok. Elaborasi Masing-masing perwakilan kelompok mengambil amplop secara acak yang berisi contoh surat sesuai jenisnya. Kelompok lain memberi pertanyaan apabila ada yang kurang jelas dengan presentasi kelompok yang maju. Eksplorasi       Siswa menyimak penjelasan guru tentang pengertian. Siswa mendiskusikan dan mencatat detail penulisan contoh surat yang telah didapat dengan memperhatikan bahasa. c) Kegiatan Akhir (10 menit)  Guru memberi arahan dan konfirmasi terhadap hasil diskusi dan bersama siswa menyimpulkan pembelajaran. Siswa diminta untuk berkelompok (jigsaw).  Siswa menunjukan kedisiplinan dengan mengangkat tangan dan mengucapkan hadir saat dipanggil guru. format dan kegunaan surat tersebut. jenis dan bagianbagian surat.

c) Kegiatan Akhir (10 menit)   Guru memberi arahan dan konfirmasi terhadap hasil diskusi dan bersama siswa menyimpulkan pembelajaran.   Siswa mendiskusikan dan mencatat detail penulisan contoh surat yang telah didapat dengan memperhatikan bahasa. Siswa menunjukan sikap religiositasnya dengan menjawab salam penutup dari guru. 2. b) Kegiatan Inti (60 menit) 1. Eksplorasi     Siswa menyimak penjelasan guru tentang macam-macam format surat dan konsep surat undangan. Siswa diminta untuk berkelompok (jigsaw). Siswa membuat surat dengan jenis yang sama dengan contoh yang mereka dapat namun dengan topik dan waktu yang berbeda. Pertemuan II a) Kegiatan Awal (20 menit)  Siswa menunjukan sikap religiositasnya dengan menjawab salam dari guru. . Kelompok lain memberi pertanyaan apabila ada yang kurang jelas dengan presentasi kelompok yang maju.  Guru menanyakan keadaan siswa pada hari itu (menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik) untuk mengikuti proses pembelajaran.  Siswa membuka wawasan dan rasa ingin tahunya melalui apersepsi guru yang dikaitkan dengan pelajaran yang lalu.  Siswa menunjukan kedisiplinan dengan mengangkat tangan dan mengucapkan hadir saat dipanggil guru. 3. format dan kegunaan surat tersebut. Memberi kesempatan siswa untuk bertanya jika belum paham. Konfirmasi   Siswa mempresentasikan hasil diskusi masing-masing kelompok. Siswa menunjukan sikap religiositasnya dengan menjawab salam penutup dari guru. Elaborasi Masing-masing perwakilan kelompok mengambil amplop secara acak yang berisi contoh surat sesuai format dan kegunaan surat uandangan sesuai tujuan komunikasinya.

Siswa membuat surat dengan jenis yang sama dengan contoh yang mereka dapat namun dengan topik dan waktu yang berbeda. b) Kegiatan Inti (60 menit) 1. Lap Top. Guru memberi arahan dan konfirmasi terhadap hasil diskusi dan bersama siswa menyimpulkan pembelajaran. 2. c) Kegiatan Akhir (10 menit)    VI. Siswa diminta untuk berkelompok (jigsaw). Kelompok lain memberi pertanyaan apabila ada yang kurang jelas dengan presentasi kelompok yang maju. Alat/Bahan B. papan tulis. Konfirmasi   Siswa mempresentasikan hasil diskusi masing-masing kelompok. Siswa mendiskusikan dan mencatat detail penulisan contoh surat yang telah didapat dengan memperhatikan bahasa. 3. Alat/Bahan dan Sumber Belajar A. spidol. penghapus : Bahasa Indonesia kelas XII (Pemkot) Bahasa Indonesia: Tingkat Unggul (Erlangga) Bahasa Indonesia Untuk SMK dan MAK: Siap Tuntas Ujian Nasional (Erlangga) . format dan kegunaan surat tersebut. Siswa menunjukan sikap religiositasnya dengan menjawab salam dari guru. Siswa diberi tugas individu membuat surat lamaran pekerjaan. Elaborasi Masing-masing perwakilan kelompok mengambil amplop secara acak yang berisi contoh surat lamaran atau surat balasan lamaran pekerjaan.  Siswa menunjukan kedisiplinan dengan mengangkat tangan dan mengucapkan hadir saat dipanggil guru. Eksplorasi       Siswa menyimak penjelasan guru tentang konsep surat lamaran pekerjaan.  Siswa membuka wawasan dan rasa ingin tahunya melalui apersepsi yang diberikan oleh guru. Memberi kesempatan siswa untuk bertanya jika belum paham.Pertemuan III a) Kegiatan Awal (20 menit)  Siswa menunjukan sikap religiositasnya dengan menjawab salam dari guru.  Guru menanyakan keadaan siswa pada hari itu (menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik) untuk mengikuti proses pembelajaran. Sumber Belajar : LCD.

Siwa membuat lamaran pekerjaan.VII. menyebutkan pokok perbedaan surat edaran dan pengumuman  Menulis surat Siswa dapat terlampir 2 terlampir undangan sesuai menjelaskan dengan dan  Menulis lamaran aturan bagan/format tujuan surat resmi indonesia baru dapat terlampir 4 terlampir komunikasi. DASAR 3. .4 Menulis surat dengan memperhatikan jenis surat. setara tingkat NO KOMPETENSI . SOAL 1 KUNCI JAWAB AN terlampir dapat terlampir pemberitahuan/ edaran dengan dan menyebutkan surat sesuai ciri-ciri aturan resmi tujuan Siswa dapat terlampir 2 terlampir komunikasi. INDIKATOR  Menulis INDIKATOR SOAL surat Siswa SOAL NO. 1. dapat terlampir surat 5 terlampir komunikasi. Penilaian KISI-KISI DAN BUTIR SOAL TES FORMATIF Bentuk penilaian : Tes Uraian Nama Sekolah Mata Pelajaran : SMK Swadaya Semarang : Bahasa Indonesia Alokasi Waktu Jumlah Soal : 90 menit : 5 butir soal Standar Kompetensi : Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Unggul. surat Siswa menyebutkan surat sesuai pekerjaan sesuai kalimat dengan dan aturan yang tujuan aturan (baik).

Perbaikilah kalimat surat tidak baku di bawah ini menjadi kalimat yang baku! a.menggunakan nomor surat . Ciri surat resmi adalah . KUNCI JAWABAN 1.stempel perusahaan 2. kami mengucapkan terima kasih. Buatlah surat lamaran pekerjaan sesuai dengan iklan harian Pos Kota tanggal 5 Januari 2010 berikut: Dibutuhkan segera sekretaris untuk perusahaan yang bergerak di bidang ekspor impor dengan kualifikasi sebagai berikut: Wanita Usia 18 – 25 tahun Pendidikan SMK ( SMEA) Lamaran ditujukan ke PO BOX JKB 14234 Paling lambat 2 minggu setelah iklan ini dimuat. Dengan ini saya lampirkan fotokopi surat keterangan dokter. Bersama ini kami beritahukan bahwa … b. Sebutkan 4 ciri-ciri surat resmi! 2. Bagi calon pegawai baru di lembaga penelitian kami wajib mengikuti ujian bahasa Indonesia. c. Atas perhatiannya. Buatlah bagan bentuk surat resmi Indonesia baru! 4. d. Apakah perbedaan pokok antara surat edaran dan surat pengumuman? 3. Surat edaran digunakan untuk intern perusahaan sedangkan pengumuman bisa digunakan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat .menggunakan bahasa resmi . 5.LEMBAR SOAL 1.menggunakan kop surat .

c. Mengetahui. Bersama ini saya lampirkan fotokopi surat keterangan dokter. 8. 5. 3. 4. Inisial 4. Jabatan 12. Atas perhatian Bapak.3. 9. Kepala Sekolah September 2012 Guru Mata Pelajaran Drs. kami mengucapakan terima kasih. 10. Benny Hendro Sunyoto Mohammad Nurofik . 2. d. Calon pegawai baru di lembaga penelitian kami wajib mengikuti ujian bahasa Indonesia. 7. 2. Bagan Surat Resmi Indonesia Baru 1 2 3 4 6 5 7 8 9 10 11 12 1. Jumlah Bobot 4 2 12 4 8 30 Nilai Jumlah jawaban benar X 10 = 100 3 Semarang. 6. Perbaikan kalimat surat. 4. Kop surat Nomor surat Lampiran Hal Tanggal Alamat Isi Salam penutup Nama devisi Nama penandatanganan 11. a. b. Dengan ini kami beritahukan bahwa…. Pedoman penilaian: No 1. 5. 3.

SMK SWADAYA Jl. Dengan menulis siswa dapat membuat/ menentukan urutan kerangka / sistematika laporan sesuai dengan sifat objek yang dilaporkan.  Menyunyusun judul sebagai topik bahasan. Pertemuan II   Dengan merangkum siswa dapat memanfaatkan pendapat. data/fakta dari berbagai sumber dengan cara pengutipan yang benar. II. Pertemuan II  Menyususn sistematika laporan. Kompetensi Dasar : 3. Tujuan Pembelajaran Pertemuan I   : Dengan mencatat dan mengonfirmasikan siswa dapat memilih tema / topik yang tepat dalam membuat laporan. Indikator : Pertemuan I  Menentukan konsep laporan.  Merncanakan rancangan isi laporan. Dengan menulis siswa dapat membuat daftar pustaka dan catatan kaki dengan benar.5 Menulis laporan ilmiah sederhana. . Pertemuan III  Menyusun isi laporan. Taman Progo No 13 SEMARANG RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMK SWADAYA Semarang Kompetensi Keahlian : Akuntansi Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : Bahasa Indonesia : XII / 5 : 6 Jam @ 45’ (3 Pertemuan) setara tingkat Standar Kompetensi : Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Unggul. I.

terdiri atas : a. bab pendahuluan. bab pembahasan. Berdasarkan sifat penyajiannya. Abstak : uraian singkat tentang isi laporan . Laporan dibuat sebagai bukti pertanggungjawaban bawahan/petugas atau tim/panitia kepada atasannya atas pelaksanaan tugas yang diberikan. Halaman persembahan (jika perlu) e. kota penyusunan. Daftar grafik (jika ada) i. Materi Pembelajaran : Pertemuan I Pengertian Laporan Laporan ialah karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seseorang atau sekelompok orang yang berhubungan secara struktural atau kedinasan setelah melaksanakan tugas yang diberikan. Halaman judul: judul. Daftar gambar (jika ada) j. dan tahun b. instansi asal. tujuan penulisan. maksud. Halaman motto/semboyan (jika perlu) d. daftar pustaka) III. f.Pertemuan III   Dengan menulis siswa dapat menerapkan kaidah EYD secara cermat dalam penulisan laporan. laporan dibedakan menjadi laporan formal dan laporan informal. kata pengantar. daftar isi. Laporan harus memuat data yang tepat dan benar serta objektif dan sistematis sehingga dapat dijadikan ukuran untuk membuat pertimbangan dan keputusan. Bagian awal. identitas penulis. Halaman pengesahan (jika perlu) c. Daftar isi. bab landasan teori. Laporan ilmiah atau laporan formal terdiri atas : 1. Sistematika Laporan Ilmiah Laporan ilmiah dapat berbentuk naskah atau buku karena berisi hal-hal yang terperinci berkaitan dengan data-data yang akurat dan lengkap. Dengan menulis siswa dapat membuat laporan dengan format yang benar (halaman judul. Prakata. bab kesimpulan dan saran. g. Daftar tabel (jika ada) h.

Bagian Akhir a. 1. (1) Membuat petunjuk pelaksanaan bagi peneliti yang menjelaskan sasaran dan penyesuaian kegiatan (2) Melakukan wawancara (3) Mengumpulkan dokumen pelaksanaan kegiatan . Bab V : Penutup 3. Bab III : Metode d.2. Daftar Lampiran c. untuk apa laporan dibuat dan siapa yang akan membaca laporan tersebut. Bab II : Kajian Pustaka c. Menetapkan tujuan laporan Pembuat laporan harus tahu. 2. perlu dipersiapkan dengan matang. Menentukan Bahan Laporan Bahan-bahan laporan yang dapat digunakan adalah: (1) surat-surat keputusan (2) notulen hasil rapat (3) buku-buku pedoman (4) hasil kegiatan (5) hasil penelitian (6) hasil diskusi 3. Bab I Pendahuluan berisi tentang (1) Latar belakang (2) Identitas masalah (3) Pembatasan masalah (4) Rumusan masalah (5) Tujuan dan manfaat b. Bab IV : Pembahasan e. Indeks : daftar istilah Pertemuan II Langkah-Langkah Membuat Laporan Agar dapat menyusun laporan yang baik dan efektif. Menentukan cara penngumpulan data Cara pengumpulan data yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut. Bagian Isi a. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah seperti berikut. Daftar Pustaka b.

yaitu kutipan langsung pendek dan kutipan langsung panjang. yaitu kutipan langsung (lengkap) dan kutipan tidak langsung (isi). Kutipan Langsung Panjang Kutipan langsung panjang adalah kutipan yang lebih dari empat baris tulisan.(4) Penyusunan daftar pengecekkan untuk melihat data yang ada dan (5) yang tidak ada 4. 2004:17).. Dalam penulisan karya ilmiah. ………………………………………… ………………………………………………………………………………………. Mengevaluasi Data Data yang telah dikumpulkan dievaluasi untuk dibuat suatu simpulan. Kutipan Langsung Ada dua cara membuat kutipan langsung.……………………………………… ”_________________________________________________”! …………………. Contoh: Amalia (1999:12) menyimpulkan “Ada hubungan yang erat antara kemampuan berbahasa dan lingkungan sosial tempat tinggal pemakai bahasa. jarak baris dengan baris kutipan satu spasi. Kutipan Langsung Pendek Kutipan langsung pendek. Kutipan dipisahkan dari teks. b. dan disertai sumber informasi kutipan. ada dua macam kutipan.” Teks ………………………………………………. kutipan . Jarak antara baris dengan baris kutipan dua spasi. Kutipan tidak langsung adalah pinjaman dari seorang penulis atau tokoh terkenal yang berupa intisari atau ikhtisar dari pendapat tersebut. Kutipan langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata demi kata. 1. Sumber dapat disajikan sebagai berikut. kutipan dipergunakan untuk memperjelas dan menegaskan isi uraian atau untuk membuktikan apa yang dituliskan. tahun. Menurut jenisnya. dan ucapan seorang terkenal. diapit dengan tanda kutip. “_______________ (Rusydi H. dan halaman. Membuat Kerangka Laporan Kerangka laporan dibuat sesuai dengan sistematika laporan. kalimat demi kalimat dari sebuah teks asli. Teknik Pengutipan Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang ahli. Sumber informasi berisi nama. panjangnya tidak lebih dari empat baris tulisan kutipan ini langsung diintegrasikan dengan teks. a. penulis. Dalam kutipan dicantumkan sumber informasi kutipan. 5.

Berkembangnya pengetahuan itu juga membutuhkan alat-alat. Kutipan Tidak Langsung Kutipan tidak langsung adalah kutipan yang dikemukakan dengan bahasa penulis sendiri. makhluk yang membuat alat. terletak pada kemampuan manusia untuk mengambil jalan melingkar dalam mencapai tujuannya. Kutipan tidak langsung ditulis tanpa tanda kutip.” 2. Kutipan disertai sumber informasi kutipan. atau melempar dengan batu. langsung diintegrasikan dengan teks. Kemampuan membuat alat itu dimungkinkan oleh pengetahuan.boleh atau tidak diapit dengan tanda kutip. Kemampuan membuat alat itu dimungkinkan oleh pengetahuan itu juga membutuhkan alat-alat. Contoh: Herawati (1999:31) menyimpulkan bahwa siswa jurusan ekstra memiliki kemampuan menulis karya ilmiah yang lebih baik daripada siswa jurusan sosial. Seluruh pikiran binatang dipenuhi oleh kebutuhan yang menyebabkan mereka secara langsung mencari objek yang diinginkannya atau membuang benda yang menghalanginya. Teks ……………………………………………………………………………………… __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ __________________________________________________________________ ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… “_________________________________________________________________ __________________________________________________________________ _______________________________________________________________” ……………………………………………………………………………………… Kutipan langsung panjang Kutipan langsung pendek . jarak spasi dalam kutipan dua spasi. laso. sedangkan manusia yang paling primitif pun telah tahu mempergunakan bandringan. sering kita melihat seekor monyet yang menjangkau secara sia-sia benda yang dia inginkan. disertai sumber informasi kutipan yang tidak selalu menyebutkan nomor halaman. Contoh: Suriasumantri (1987:165) mengemukakan bahwa : “Perbedaan utama antara manusia dan binatang. Dengan demikian. Manusia sering disebut homo faber.

B.C. Melalui daftar pustaka. pembaca dapat mengetahui keseluruhan sumber yang digunakan dalam tulisan yang dibacanya sehingga dapat merujuk pada sumber asli. dipakai menggantikan nama pengarang. kota tempat penerbitan. dan nama penerbit. . Daftar Pustaka disusun secara alfabet (A. Menuliskan tempat atau kota penerbitan. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak empat ketukan mesin tik. d. hanya satu nama yang dicantumkan dalam daftar pustaka dengan susunan nama terbalik. 5. sumber ditulis dari buku yang lebih dulu terbit diikuti buku yang terbit kemudian. atau bahan lainnya mempunyai pertalian dengan sebuah tulisan atau sebagian dari tulisan yang sedang dibuat. makalah. Jika buku disusun oleh sebuah komisi atau lembaga. Jika tidak ada nama pengarang. tanda hubung. artikel. Menuliskan judul buku.. Penulisan nama pengarang Nama pengarang bagian belakang (nama akhir atau nama keluarga) ditulis lebih dahulu. a. Menuliskan nama penerbit dan diikuti tanda titik 3.. Penulisan daftar pustaka. Untuk nama penulis lainnya disingkat dkk atau dll.. diikuti tanda titik dua. diikuti tanda titik c. tahun penerbitan. Apabila sebuah referensi ditulis oleh lebih dari dua orang penulis. dan semacamnya. diikuti tanda koma baru nama bagian depan kemudian diikuti titik. Apabila digunakan dua sumber pustaka atau lebih yang sama penulisnya. secara umum adalah sebagai berikut.Pertemuan III Teknik Penulisan Daftar Pustaka Daftar pustaka atau bibliografi yang berisi buku. Bila tidak ada nama penulis. e. Menuliskan tahun terbit buku. Unsur-unsur yang ditulis dalam daftar pustaka secara berturut-turut meliputi: nama penulis. 4. diberi garis bawah atau ditulis dengan huruf miring. Jarak antara baris dan baris untuk satu referensi adalah satu spasi tetapi jarak antara pokok dengan pokok adalah dua spasi. Cara penulisan sebuah sumber pustaka berturut-turut adalah sebagai berikut. Baris pertama dimulai dari margin kiri. judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan alfabet.. diikuti tanda titik. 1. b.. judul tulisan. 6. urutannya harus dimulai dengan judul buku. 2. 7.) berturut-turut dari atas ke bawah tanpa menggunakan angka arab.

Menyiasati Krisis Listrik Musim Kering. Contoh: Huda. Kemudian. 2. 5. Nama editor ditulis seperti menulis nama biasa. 13 November. hlm 7. diberi keterangan (ED) atau (eds). Sumber dari artikel dalam majalah atau koran Nama pengarang ditulis paling depan diikuti oleh tahun. hlm. Sumber dari dokumen resmi pemerintah yang diterbitkan oleh suatu penerbit tanpa pengarang dan tanpa lembaga. 36-43). H. PAN dan PAP dalam Penilaian Keberhasilan Belajar Semiotika. Contoh: Sunarti. 1999. dan bulan (jika ada).Z. Bandung: PSBS Cabang Bandung. 1. nama surat kabar ditulis dengan garis bawah atau dengan huruf miring dan diikuti nomor halaman. Judul atau dokumen ditulis di bagian awal dengan diberi garis bawah atau ditulis dengan huruf miring. Sumber dari artikel dalam jumlah Nama judul (majalah ilmiah) ditulis dengan garis bawah atau huruf miring. Judul buku kumpulannya digaris bawahi atau ditulis dengan huruf miring dan nomor halamannya disebutkan dalam kurung.Selain ketentuan di atas. Karakteristik Penilaian Kualitatif. 4. Nomor halaman disebut pada bagian akhir. 1994. ada ketentuan-ketentuan khusus sebagai berikut. N. Tahun. Judul artikel ditulis tanpa garis bawah atau huruf miring. 1998. dalam Kurniasih (ED). 6. 3. dan nama penerbit. Sumber dari artikel dan buku artikel Nama penulis artikel ditulis di depan diikuti dengan tahun penerbitan. (02). . kota penerbit. Contoh: Atikah. dan bulan ditulis sebelah judul. diikuti tahun penerbitan dokumen. Pengembangan Penilaian Kualitatif dalam Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia (hlm. tanggal. Kompas.13. Jawa Pos.22. Sumber dari koran tanpa pengarang Judul ditulis pada bagian awal. Nama majalah diberi garis bawah atau ditulis dengan huruf miring. 21 September. 1991. Contoh : Perkembangan Properti Indonesia. Bagian akhir berturut-turut ditulis jurnal tahun ke berapa dan nomor dari halaman artikel tersebut.

HIV di Kalangan Remaja. Skripsi tidak diterbitkan. 1982. judul makalah. diikuti dengan tahun. namun ada istilah yang masih murni berbentuk bahasa aslinya. Contoh: Ary. dan A. tempat. dan nama penerbit terjemahan. Arif Furchan (pen).Contoh: Undang-Undang Republik Indonesia. KBM. Judul skripsi dan tesis ditulis dengan garis bawah atau huruf miring diikuti dengan pernyataan skripsi. nama penerjemah. diikuti tahun yang tercantum pada sampul. Donald L. lembaga penyelenggara. tesis. Contoh: Solihin. 8. atau disertasi tidak diterbitkan. tahun terjemahan. 7. 1992. Bagian daftar istilah disebut indeks. dan Evaluasi Mahasiswa PPL Universitas Lampung. 6. PT Armas Dutajaya. Contoh: Kuntarto. Sumber berupa karya terjemahan Nama pengarang asli ditulis paling depan. “Tanpa tahun”. nama kota tempat perguruan tinggi. Pemda Kabupaten Lebak. serta nama fakultas dan perguruan tinggi. judul terjemahan. terdapat banyak istilah yang digunakan. 1999. Jacobs. khususnya karya . pernyataan makalah disajikan dalam nama pertemuan yang diikuti ditulis dengan garis bawah atau huruf miring. Istilahistilah tersebut dipergunakan untuk memberi penguatan atau dukungan agar tulisan berbobot dan ilmiah. belum diserap. Bambang. Surabaya: Usaha Nasional. ada beberapa istilah yang memang harus dijelaskan pengertiannya. atau Disertasi Nama penyusun ditulis paling depan. Indeks berguna bagi pembaca untuk mencari kata yang terdapat di dalam tulisan. Tesis. Beberapa istilah memang sudah merupakan unsur serapan bahasa Indonesia. Sumber berupa makalah yang disajikan dalam seminar Nama penyusun ditulis paling depan. diikuti tahun penerbitan karya asli. Pengantar Penelitian Pendidikan. nama tempat penerbitan. Kesesuaian TIK.2 Th. Makalah disajikan dalam Seminar Kesehatan. Rozawick.C. Istilah-istilah yang dipergunakan dalam suatu tulisan biasanya dikumpulkan di bagian akhir. Oleh sebab itu. Lampung: FKIP Universitas Lampung. 10-11 September 1999. dan tanggal penyelenggaraan. Apabila tahun penerbitan buku asli tidak dicantumkan. Teknik Penulisan Istilah (Indeks) Dalam setiap karya ilmiah. Sumber berupa Skripsi. ditulis dengan kata “Tanpa tahun”. Jakarta. No. 1989 tentang sistem Pendidikan Nasional. Lebak.

 Siswa menunjukan kedisiplinan dengan mengangkat tangan dan mengucapkan hadir saat dipanggil guru. juga disertakan nomor halaman tempat istilah tersebut berada agar mudah mencarinya. Siswa diminta untuk berkelompok.  Guru menanyakan keadaan siswa pada hari itu (menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik) untuk mengikuti proses pembelajaran. Memberi kesempatan siswa untuk bertanya jika belum paham. Metode Pembelajaran      Diskusi Ceramah Tanya-jawab Penugasan Inquiry V. Konfirmasi  Perwakilan masing-masing kelompok seacra bergiliran meminta arahan kepada guru apakah kerangka dan catatan mereka sudah tepat/sesuai. b) Kegiatan Inti (60 menit) 1. Selain disusun berdasarkan abjad. 3. 2. cara penulisan indeks harus disusun berdasarkan abjad setelah dibuat daftar istilah atau kata-kata penting yang perlu diindekskan. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan I a) Kegiatan Awal (20 menit)  Siswa menunjukan sikap religiositasnya dengan menjawab salam dari guru. .  Siswa membuka wawasan dan rasa ingin tahunya melalui apersepsi yang diberikan oleh guru. Siswa mencatat dan menentukan sumber data yang diperlukan dalam pembuatan laporan ilmiah sederhana sesuai judul yang diinginkan. IV. Siswa menyusun kerangka laporan sesuai judul yang ditentukan.tulis atau laporan berbentuk buku. Elaborasi Masing-masing berdiskusi menentukan topik laporan ilmiah sederahana. Oleh sebab itu. Eksplorasi       Siswa menyimak penjelasan guru tentang laporan ilmiah sederhana.

membuat daftar pustaka dan catatan kaki. 3. Guru mengarahkan dan merevisi rancangan laporan siswa yang kurang tepat. Eksplorasi     Siswa menyimak penjelasan guru tentang cara mengutip. Siswa diminta untuk berkelompok. Masing-masing kelompok menyusun laporan dengan memperhatikan datadata yang telah diperoleh dari tugas kelompok pada pertemuan sebelumnya.  Siswa membuka wawasan dan rasa ingin tahunya melalui apersepsi guru yang dikaitkan dengan pelajaran yang lalu. Siswa diberi tugas kelompok untuk mencari data yang dibutuhkan dalam pembuatan laporanya melalui sumber-sumber yang telah ditentukan. Konfirmasi. Pertemuan II a) Kegiatan Awal (20 menit)  Siswa menunjukan sikap religiositasnya dengan menjawab salam dari guru. Siswa membuat daftar pustaka sesuai sumber yang digunakan. b) Kegiatan Inti (60 menit) 1. c) Kegiatan Akhir (10 menit)    Guru memberi arahan dan konfirmasi terhadap hasil diskusi dan bersama siswa menyimpulkan pembelajaran. Siswa menunjukan sikap religiositasnya dengan menjawab salam penutup dari guru. Elaborasi    Siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing untuk memperhatiakan kutipan dalam pembuatan laporan.  Siswa menunjukan kedisiplinan dengan mengangkat tangan dan mengucapkan hadir saat dipanggil guru. 2. Guru memberi arahan dan konfirmasi terhadap hasil diskusi masingmasing kelompok dan bersama siswa menyimpulkan pembelajaran .  Guru menanyakan keadaan siswa pada hari itu (menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik) untuk mengikuti proses pembelajaran. Memberi kesempatan siswa untuk bertanya jika belum paham.

Guru memberi arahan siswa untuk memperbaiki kalimat-kalimat yang tidak sesuai dengan EYD. Siswa menunjukan sikap religiositasnya dengan menjawab salam penutup dari guru. Konfirmasi    Siswa mempresentasikan hasil diskusi masing-masing kelompok. Kelompok lain memberi pertanyaan apabila ada yang kurang jelas dengan presentasi kelompok yang maju.  Siswa diminta duduk berkelompok. Guru memberi arahan dan atau penjelasan terhadap hasil diskusi berturutturut setelah kelompok selesai presentasi. Siswa/kelompok yang maju diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan dari kelompok lain. . Pertemuan III a) Kegiatan Awal (10 menit)  Siswa menunjukan sikap religiositasnya dengan menjawab salam dari guru.. Eksplorasi   Perwakilan kelompok mengambil undian urutan maju presentasi laporan ilmiah sederhana. Elaborasi   Guru sebagai moderator memberi kesempatan kepada kelompok lain untuk bertanya atau memberi komentar terhadap presentasi kelompok yang maju.  Guru menanyakan keadaan siswa pada hari itu (menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik) untuk mengikuti proses pembelajaran. Siswa menunjukan sikap religiositasnya dengan menjawab salam dari guru.  Siswa menunjukan kedisiplinan dengan mengangkat tangan dan mengucapkan hadir saat dipanggil guru. 3. b) Kegiatan Inti (60 menit) 1. 2. Masing-masing kelompok mempresentasikan laporan ilmiah yang telah dibuat sesuai urutan nomor undian yang didapat.c) Kegiatan Akhir (10 menit)   Siswa diminta untuk menyempurnakan laporan ilmiahnya dengan bekerja kelompok di rumnah. c) Kegiatan Akhir (20 menit)    Guru memberi penjelasan tentang EYD.

1. Penilaian KISI-KISI DAN BUTIR SOAL TES FORMATIF Bentuk penilaian : Tes Uraian Nama Sekolah Mata Pelajaran : SMK Swadaya Semarang : Bahasa Indonesia Alokasi Waktu Jumlah Soal : 90 menit : 5 butir soal Standar Kompetensi : Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia Unggul. INDIKATOR  Menentukan konsep laporan INDIKATOR SOAL Siswa SOAL NO. Alat/Bahan dan Sumber Belajar A. papan tulis. penghapus B.VI. setara tingkat NO KOMPETENSI . Alat/Bahan : LCD.4 Menulis surat dengan memperhatikan jenis surat. spidol. Sumber Belajar : Bahasa Indonesia kelas XII (Pemkot) Bahasa Indonesia: Tingkat Unggul (Erlangga) Bahasa Indonesia untuk SMK dan MAK: Siap Tuntas Ujian Nasional (Erlangga) VII. Siswa dapat terlampir 3 terlampir menyebutkan sistematika laporan formal dengan tepat.  Menyususn sistematika laporan. Siswa dapat terlampir 2 terlampir menyebutkan bentuk laporan sesuai fungsinya dengan tepat. Lap Top. Siswa dapat terlampir 4 terlampir isi menuliskan kerangka laporan sesuai . DASAR 3.  Merncanakan rancangan laporan. SOAL 1 KUNCI JAWAB AN terlampir dapat terlampir menyebutkan fungsi laporan dengan benar.

wawancara e.urutan akibat tepat. 3. kegiatan c. Marjo Surat-surat Lengkap 2000 Pustaka Utama Setia Kawan Jakarta KUNCI JAWABAN 1.  Menyusun laporan. penelitian d. Sistematika laporan formal (1) Judul laporan . LEMBAR SOAL 1. Lima bentuk laporan a. perjalanan 3. 2. 2. b.identitas pelapor (2) Pendahuluan . Fungsi Laporan a. isi Siwa daftar sebab dengan dapat terlampir 5 terlampir menuliskan pustaka dengan benar. Sebutkan dua fungsi laporan! Sebutkan lima bentuk laporan berdasarkan isi! Tulislah sistematika laporan formal! Buatlah kerangka laporan berdasarkan urutan sebab akibat! Susunlah daftar pustaka berdasarkan data berikut: Nama Umar Kayam Eko Judul Jalan Tahun Penerbit Menikung 2002 Pustaka Grafiti PT Gramedia Jakarta Kota terbit Utama Jakarta (Para Priyayi 2) Tesaurus Bahasa 2007 Endarmoko Indonesia Y. Pertanggungjawaban tertulis dari orang yang diberi tugas.judul . kunjungan b.dasar teori .S. 5. Dokumen untuk bahan studi serta sumber pengalaman bagi orang lain. 4.

4.S.daftar pustaka 4. Benny Hendro Sunyoto Mohammad Nurofik . 2. 3. Kayam. 2002. Jakarta: Setia Kawan. Tesaurus Bahasa Indonesia. Daftar Pustaka Endarmoko. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.tujuan penelitian (3) Isi laporan .topik . Kerangka Laporan berdasarkan urutan sebab akibat (1) lokasi bencana (2) sebab-sebab terjadinya bencana (3) akibat terjadinya bencana 5. 2007. Marjo. Eko. Jakarta: Pustaka Utama Grfiti.hasil penelitian (4) Penutup .pelaksanaan .pembahasan masalah . Mengetahui. 5. Umar. Y. Norma Penilaian No 1.kesimpulan . Surat-surat Lengkap. Kepala Sekolah September 2012 Guru Mata Pelajaran Drs. Jumlah Bobot 2 5 4 3 6 20 Nilai Jumlah jawaban benar X 10 = 100 2 Semarang.. Jalan Menikung (Para Priyayi 2). 2000.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->