Bahan Ajar

DASAR-DASAR HORTIKULTURA

Modul I Pendahuluan

Oleh Roedhy Poerwanto

DEPARTEMEN AGRONOMI & HORTIKULTURA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009

PENGERTIAN HORTIKULTURA Kata Hortikultura (Horticulture) berasal dari Bahasa Latin ‘hortus’ yang artinya kebun dan ‘colere’ yang artinya membudidayakan. Namun. tetapi cara produksi dan pemanfaatan hasilnya sangat berbeda. teknologi. buah ini termasuk hortikultura. yang merupakan membudidayakan tanaman di lapangan. Hortikultura merupakan perpaduan antara ilmu. Jagung tersebut walaupun sama spesiesnya. kalau dipanen muda untuk es kelapa. seni. Komoditas hortikultura berbeda dengan komoditas agronomi. Budaya masyarakat juga mempengaruhi penggolongan tanaman. Jadi hortikultura Konsep ini berbeda dengan Agronomi. tepung maizena. dia menjadi komoditas agronomi. Budidaya di kebun bersifat lebih intensif. dan air merupakan komponen penting dalam kualitas. Jagung yang dipanen muda untuk sayuran (baby corn) atau sebagai jagung manis rebus (sweet corn) adalah komoditas hortikultura. semua itu tidak terlepas dari seni. atau makanan ternak adalah tanaman agronomi. Ubi jalar di Indonesia adalah tanaman agronomi. suatu spesies yang sama bisa tergolong menjadi komoditas hortikultura atau agronomi. Di lain pihak. tetapi jagung yang dipanen tua untuk makanan pokok. Dalam prakteknya. apakah berupa keuntungan ekonomi atau kesenangan pribadi. Yang menarik adalah 1|Page . tetapi kalau dipanen tua untuk santan atau produksi minyak. komoditas agronomi dimanfaatkan sesudah dikeringkan. dan ekonomi. jagung (Zea mays). hortikultura akan akan menghasilkan pengembalian. sehingga tidak hidup lagi. Tergantung pada cara pemanfaatannya. Praktek hortikultura modern berkembang berdasarkan pengembangan ilmu yang menghasilkan teknologi untuk memproduksi dan menangani komoditas hortikultura yang ditujukan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi maupun kesenangan pribadi. tetapi di Amerika Serikat termasuk tanaman agronomi. padat modal dan tenaga kerja. Pada umumnya komoditas hortikultura dimanfaatkan dalam keadaan masih hidup sehingga perisibel (mudah rusak). Demikian pula kelapa. Praktek hortikultura merupakan tradisi yang telah berkembang sejak sangat lama. tetapi di Jepang adalah tanaman hortikultura. Sebagai contoh. adalah membudidayakan tanaman di kebun. yang sesuai dengan usaha yang intensif tersebut. Sebagai contoh. kentang di Indonesia adalah tanaman hortikultura.

-/kg. maka produsen akan menjadi obyek dalam fluktuasi harga yang dapat sangat tajam. Komoditas hortikultura adalah kelompok komoditas yang terdiri dari buahbuahan. dan tanaman obat lain lagi penggunaannya. harus segera dipasarkan dan dikonsumsi. Konsekuensinya adalah Dengan bahwa penyimpanan dalam waktu lama sulit untuk dilakukan. 2. teh di Indonesia digolongkan pada tanaman agronomi. Komoditas ini (sebagian besar) dipasarkan dalam keadaan hidup. Karena itu. nampaknya kelima kelompok anggota hortikultura merupakan komoditas-komoditas yang sangat berbeda satu dengan yang lain. bunga. Ciri-ciri tersebut adalah: 1. demikian. tanaman hias dan tanaman biofarmaka. Siapa target konsumen. Tanpa penanganan pasca panen yang baik. dan pada tahun yang sama bulan Agustus harga di Brebes (pusat produksi utama cabe) turun drastis hingga hanya 2|Page .000. kakao. Juga harus diketahui kapan pesaing memproduksi komoditas yang sama. Tetapi sebenarnya seluruh komoditas hortikultura mempunyai ciri penting yang sama satu dengan yang lain. padahal ini adalah tanaman kebun yang secara Internasional seringkali masuk dalam kelompok tanaman hortikultura. habitus tanamannya maupun fungsinya. Artinya komoditas ini tidak dapat disimpan lama. sedangkan sayuran adalah herba. Ciri-ciri penting inilah yang menyebabkan komoditas tersebut dikelompokkna sebagai hortikultura. Komoditas ini mudah rusak. Tanpa perencanaan yang cermat. maka kerusakan dan penurunan mutu akan berlangsung dengan cepat. Sebagai contoh untuk cabe. Kalau dilihat dari cara penggunaan. Buah-buahan dan sayuran dikonsumsi sebagai pangan manusia.kelompok tanaman industri seperti kopi. setelah diproduksi komoditas ini harus segera dipasarkan. perencanaan produksi harus dilakukan dengan cermat. Artinya suatu saat akan mati/rusak dan tidak ada nilainya. sedangkan bunga dan tanaman hias tidak dimakan. pada bulan Februari 1996 harga cabe di pasar Ciputat Jakarta mencapai Rp 20. Konsekuensinya penanganan pasca penen komoditas ini sangat penting. kapan dan dimana komoditas ini diperlukan oleh konsumen harus diketahui dengan pasti. Pohon buah-buahan sebagian besar habitusnya adalah pohon. sayuran.

mencapai Rp 300. Komoditas ini diperdagangkan dengan kandungan air tinggi dan meruah (voluminous). Sedangkan masyarakat internasional lebih mementingkan penampilan. Sebenarnya komoditas hortikultura berkualitas tinggi dapat kita produksi. Transportasi lewat udara memerlukan biaya yang tinggi karena kandungan air. Artinya untuk pengangkutan dan penggudangan memerlukan ruang yang luas. “Kualitas” adalah kata kunci pada komoditas ini. Untuk itu budaya kualitas pada konsumen harus diubah. Melon yang benihnya dari Indonesia yang lebih manis dan berair dihargai hanya 400 yen di Jepang hanya karena jala pada kulit buahnya tidak teratur. Dalam hal kualitas (dalam arti penampilan) masyarakat kita mempunyai kelemahan. yang penting rasanya enak. Produk hortikultura yang tidak berkualitas tidak ada harganya. Masyarakat kita kurang memperhatikan penampilan. 4.-/kg (harga ini di bawah biaya produksi yang mencapai Rp 400. Kualitas tidak selalu berasosiasi dengan rasa yang manis saja (karena ada perbedaan selera akan rasa pada berbagai bangsa). Sedangkan melon yang jalanya teratur rapi. mineral atau kesenangan. tentu produsen akan berusaha menghasilkan produk berkualitas. Filsafat masyarakat kita (terutama masyarakat Jawa) bahwa “Wajah jelek tidak apa-apa. tetapi sebagai sumber vitamain. Sumber kesenangan ini bukan hanya untuk produk bunga dan tanaman hias. Tetapi kualitas lebih sering berasosiasi dengan penampakan. Perbedaan kualitas menimbulkan perbedaan harga yang menyolok. walaupun rasanya kurang manis dihargai jauh lebih tinggi. tetapi juga 3|Page . Padahal dari rasa (bagi orang Indonesia) pisang Barangan jauh lebih enak daripada pisang Cavendish. yang penting hatinya baik” membawa dampak pada kualitas penampilan produk hortikultura kita. asal masyarakat mau menghargai kualitas. Pisang Cavendish yang mulus kulitnya dan cukup tahan disimpan tanpa perubahan pada kulit dianggap berkualitas dibandingkan dengan pisang Barangan yang berbintik-bintik kulitnya. 3.-/kg). Kalau produk berkualitas dinilai lebih tinggi daripada produk yang tidak berkualitas. 5. Sebagai sumber kesenangan. Komoditas ini tidak dikonsumsi sebagai sumber karbohidrat. maka sekali lagi kualitas merupakan hal yang sangat penting.

7. Karena itu pusat produksi hortikultura menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Pada awalnya pohon buah-buahan hanya tumbuh liar di hutan. Salah satu contoh adalah buah durian. Ini merupakan konsekuensi dari tuntutan terhadap kualitas. mangga. 6. Komoditas hortikultura di Indonesia seringkali diusahakan dalam skala usaha yang sempit. tetapi menjanjikan keuntungan yang tinggi. Namun modal yang diperlukan untuk mengusahakan tanaman hortikultura juga lebih banyak daripada tanaman agronomi. Perkembangan selanjutnya. seperti Candi Mendut dan Candi Sukuh telah menggambarkan pentingnya buah-buahan. Candi Borobudur yang dibangun pada tahun 824 M sudah mengabadikan pohon pisang. Ini berarti pada masa itu dan mungkin masa sebelumnya tanaman hortikultura telah diusahakan di pulau Jawa. komoditas ini (terutama bunga. dan karena komoditas ini mudah rusak. 8. sayuran dan bunga. Komoditas ini diproduksi secara intensif. Lebih banyak orang makan buah dengan pertimbangan karena buah itu enak dan menyenangkan daripada karena buah itu banyak mengandung vitamin dan mineral. Komoditas ini memerlukan penanganan pasca panen yang baik.untuk buah dan sayuran. dan masyarakat memungut buah-buahan dari pohon tersebut. buah4|Page . tetapi memberikan hasil ekonomi yang tinggi. Karena kualitas penting. Komoditas ini biasanya memberikan pemasukan yang baik. durian dan nangka pada relief di dindingnya. Produksi komoditas ini padat modal dan padat tenaga kerja. BUDIDAYA TANAMAN HORTIKULTURA DI INDONESIA Sejarah budidaya buah-buahan telah berlangsung sangat lama. Sayuran dan bunga sering ditanam hanya dalam luasan beberapa ratus atau ribu meter persegi seringkali memberikan penghasilan yang lebih tinggi dari pada pendapatan petani padi. Sampai saat ini masih cukup banyak buah-buahan yang diperdagangkan berasal dari hutan. jagung atau singkong dengan luasan yang jauh lebih luas. tanaman hias dan sayuran) biasanya diproduksi secara intensif. Demikian pula relief ataupun patung di candi-candi lain. Demikian juga tanaman obat telah digunakan oleh bangsa Indonesia sejak jaman dahulu kala.

belimbing. 5|Page Sistem ini berkembang cukup luas di Sumatera dan . Tetapi karena total areal pekarangan di Indonesia yang cukup luas. Jahe. Lengkuas. bunga. Sistem Agroforestry. pohon buah-buahan biasanya tidak diandalkan sebagai sumber penghasilan utama. Sedangkan pada kelompok tanaman hias dan bunga banyak jenis yang sering ditanam di pekarangan. Sistem Pekarangan. cabe. 2. bayam. Karena luas pekarangan yang relatif sempit dan beranekaragamnya tanaman yang ada di pekarangan. Pohon yang dibudidayakan seringkali sudah tua dan berasal dari seedling atau cangkok. masih terdapat di Indonesia. beluntas. banyak pula yang berasal dari bibit sambungan atau tempelan (okulasi). Pada sistem ini. kangkung. dan lain-lain. Lempuyang. nangka. jambu biji. nenas. Temuireng. Kencur. Tanaman sayuran yang sering ditanam di pekarangan antara meliputi katuk. Ketujuh sistem produksi tersebut dari sistem yang hampir tanpa pengelolaan sampai sistem dikelola dengan intensif. Kapulaga. pohon buah-buahan ditanam di ‘kebun’. Kejibeling. Pada sistem ini. Temulawak. maka masingmasing spesies hanya ditanam sedikit. Pohon-pohon muda dipekarangan yang ditanam sesudah era tahun 70 an. rambutan. Tanaman sayuran berupa pohon seperti melinjo dan turi juga banyak ditanam di pekarangan. ialah lahan kering di luar desa secara bersama-sama dengan pohonpohon dan tanaman lain. maupun tanaman biofarmaka. Pada saat ini. pisang. Oleh karena itu seringkali tanaman buah dibudidayakan dengan pengelolaan yang minimal. pohon buah-buahan ditanam hanya beberapa pohon bersama dengan tanaman lain seperti sayuran. kenikir. jambu air. terung. Buah-buahan yang biasanya dibudidayakan di pekarangan antara lain adalah mangga. Tanaman biofarmaka yang banyak ditanam di pekarangan antara lain adalah Dlingo. Kunyit. maka total produksi buah-buahan yang berasal dari pekarangan juga tinggi. Pada sistem ini biasanya ada satu atau dua spesies yang dominan. Sistem produksi tersebut meliputi: 1. kemangi. tomat. pepaya dan durian. Di pekarangan. sistem produksi tanaman hortikultura dapat dikelompokkan atas tujuh sistem produksi.buahan diusahakan pada lahan bekas hutan dan di pekarangan.

lengkeng. buah yang dihasilkan mempunyai keragaman tinggi. Pada sistem ini tanaman hortikultura dibudidayakan di kebun. Sistem ini menghasilkan buah dengan mutu tinggi dan seragam. dengan pengelolaan yang baik. pisang. buahan yang dibudidayakan antara lain meliputi pepaya. dan lain-lain. jeruk. 5. masih ditanami tanaman semusim. Pada kebun mangga di beberapa daerah juga ditumpangsarikan dengan tanaman lain seperti kacang tanah. Produktivitas kebun juga tinggi. antara lain meliputi zingibreaceae. Karena itu. durian. bahkan ada yang hanya dipanen tanpa pengelolaan yang berarti. Sistem ini dikelola oleh perusahaan agribisnis. Pada sistem ini diantara pohon buah-buahan yang ditanam. Tanaman buah yang dibudidayakan dengan sistem ini meliputi antara lain manggis. Sistem Monokultur Buah-buahan Skala Kecil. Karena itu biasanya mutu komoditas yang dihasilkan baik dan produktivitasnya tinggi. sehingga mutu buah yang dihasilkan biasanya rendah. Beberapa sayuran dan tanaman biofarmaka sering tumbuh di bawah atau diantara pohon buah-buahan. Tanaman pada sistem produksi ini juga dikelola secara minimal. Sebagai contoh adalah mangga di Indramayu yang ditanam di sawah. lahan kering. pisang. Di dataran tinggi. sirsak. Sistem Perkebunan Buah. temutemuan. sehingga buahnya relatif seragam. Sistem Tumpangsari antara pohon buah-buahan dengan tanaman lain. Tanaman buah dibudidayakan secara monokultur dengan skala luas dan pengelolaan yang intensif. Tanaman buah yang ditanam biasanya berasal dari biji (seedling) dan berumur tua. seperti wortel dengan kubis dan banyak kombinasi tumpangsari lainnya. jeruk. sehingga diantara tanaman mangga masih ditanami padi. seringkali dilakukan penanaman sayuran secara tumpangsari.Kalimantan serta di desa-desa di Jawa yang jauh dari kota. mangga. 4. markisa. lahan sawah yang dikeringkan (pada musim kemarau) secara intensif. mangga. Buah yang diproduksi dengan sistem ini meliputi: nenas. Pohon buah-buahan yang ditanam berasal dari Buah- hasil perbanyakan vegetatif. jambu biji. nenas. 6|Page . 3. rambutan. singkong. cabe dan tomat pada saat tanaman mangga masih muda. belimbing. rambutan dan apel. duku.

melon dan lain-lain. tidak disemprot pestisida). dan bunga yang berasal dari daerah temperate seperti melon. Sebagian dari sistem produksi ini sudah terakreditasi sebagai kebun sayuran organik. 7. manggis. buncis. paprika. terung banyak ditanaman secara monikultur di dataran rendah. carnation dan lain-lain. tomat. Selain itu buah-buahan tersebut keragamannya tinggi dan tidak ada kepastian citarasa. Namun kebanyakan buah tersebut tidak secara formal diakui sebagai buah organik. tomat. kacang panjang. kubis bunga. ketimun. bawang putih. Pada sistem ini dibudidayakan tanaman semusim seperti berbagai jenis sayuran dan bunga. Sistem Produksi Intensif. Sistem ini juga meliputi sistem produksi hidroponik. bayam. dan sayuran yang berasal dari daerah temperate banyak ditanam di dataran tinggi. wortel. Banyak konsumen yang menghendaki sayuran dan buah organik. Sedangkan buah-buahan yang ada di pasaran dalam negeri sebagian besar berasal dari sistem pekarangan dan sistem Agroforestry. buah semangka. paprika. Minimnya pengelolaan dari dua sistem produksi ini menyebabkan buah yang dihasilkan biasanya berkualitas rendah. Pada saat ini bunga yang dipasarkan di Indonesia sebagian besar berasal dari sistem produksi monokultur yang cukup intensif. petsai. strawberi. kedondong.6. karena sebagian besar diusahakan secara agroforestri dan di pekarangan. 8. jagung muda. labu. lobak. menggunakan benih Pengelolaan tanaman biasanya intensif. Sistem ini dikembangkan untuk mengusahakan buah-buahan. bawang merah. dengan komersial. tomat. Untuk buah-buahan tertentu seperti durian. biasanya organik (tidak dipupuk. sedangkan kangkung. Sedangkan untuk sayuran telah berkembang secara sistematis teknologi produksi sayuran organik. Kubis. Dalam satu koli 7|Page . kentang. Akhir-akhir ini sistem ini menjadi kecendrungan dalam produksi sayuran. sawo. Sistem Produksi Hortikultura Semusim. baik secara semi intensif maupun secara intensif. Sistem Produksi Hortikultura Organik. rambutan. sayuran. bawang daun. cabe. anggur. Sayuran sebagian besar diproduksi dengan sistem produksi monokultur maupun tumpangsari. Sistem produksi ini biasanya produkstivitasnya tinggi dan kualitas yang dihasilkan cukup baik.

masyarakat seringkali ragu-ragu untuk membeli. (d) pengelolaan pasca panen buah yang buruk dan kadang-kadang ada kesengajaan mencampur buah buah bermutu tinggi dengan yang rendah. (b) karena buah berasal dari pekarangan.terdapat buah dengan kualitas tinggi. enak dan menyenangkan. baik buah masih muda maupun buah matang. Pada buku ini akan diuraikan sistem produksi intensif buah-buahan tropika. kemudian buah tersebut diperam agar segera masak. Dengan pengelolaan yang intensif. karena khawatir mendapat mangga Arumanis berkualitas rendah. Sebagai contoh. Kondisi ini berbeda dengan produk buah impor. sehingga menghasilkan buah dengan kualitas yang berbeda. Citarasa buah durian Monthong yang dibayangkan oleh pembeli akan dapat dibuktikan dengan membeli buah tersebut dimanapun. buah seragam dengan kualitas yang baik. sedangkan pengelolaan pohon antar pekarangan bisa sangat berbeda. maka pengembangan buah-buahan di Indonesia pada masa yang akan datang seharusnya mengarah pada sistem produksi monokultur ataupun tumpangsari dengan pengelolaan yang intensif dan bibitnya berasal dari hasil perbanyakan vegetatif. mangga Arumanis sebenarnya mempunyai citarasa yang baik dan berkualitas tinggi. bercampur dengan buah berkualitas rendah. Ketidakpastian citarasa menyulitkan pembuatan citra yang baik atas suatu produk. 8|Page . maka produkstivitas kebun akan tinggi. Tingginya keragaman genetik tanaman buah yang ada pada kedua sistem produksi ini secara ekologi menguntungkan. Keragaman yang tinggi menyulitkan perdagangan. yang karena sudah diseleksi dengan baik. (c) banyak petani atau penebas yang melakukan panen serempak. Ketidakpastian kualitas ini disebabkan karena: (a) pohon yang ditanaman berasal dari hasil perbanyakan generatif (dari biji). ada jaminan terhadap keseragaman citarasa. sehingga kualitas antar pohon bisa berbeda. masam dan tidak enak. tetapi ditinjau dari sisi agribisnis kurang menguntungkan. tetapi karena adanya keragaman yang tinggi. Karena kondisi ini.

Buah-buahan dan sayuran adalah sumber vitamin dan mineral utama. Konsumsi buah pada waktu sore biasanya lebih ditujukan untuk mendapat kesenangan. yang artinya adalah ‘digigit sesudah makan’. Karena sebagai sumber untuk memperoleh kesenangan. semakin besar pula impor buahnya. serat. calsium dan mineral lain dalam pisang juga sudah banyak disadari oleh masyarakat. Buah dan sayur dikonsumsi sebagai sumber vitamin. maka buah harus berkualitas baik. Masyarakat memerlukan ada keragaman jenis buah dan sayur. Setiap negara. sering diartikan sebagai ‘digeget bubar madang’.PERAN BUAH DAN SAYUR DALAM DIET MANUSIA Sayuran biasanya dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia bersama dengan konsumsi makanan utama. Buah maupun sayur yang dimakan hari ini akan berbeda dengan yang dimakan besok. Sebagai pelengkap menu. Sudah menjadi tradisi bangsa Indonesia untuk makan buah sesudah makan makanan pokok. pasti mengimpor buah dan kadang-kadang sayuran. Kandungan vitamin C pada jeruk dan jambu biji tidak diragukan. hortikultura menjadi produk fancy. ada saat tertentu suatu jenis komoditas menjadi populer dan banyak dikonsumsi. Pisang dalam bahasa Jawa adalah ‘Gedang’. buah kadang-kadang juga dikonsumsi sore hari di antara makan siang dan makan malam. Karena buah dikonsumsi sebagai sumber memperoleh kesenangan. Semakin tinggi pendapatan per kapita suatu negara. buah dan sayur mempunyai peran yang penting. Buah 9|Page . terutama sesudah makan siang dan makan malam. mineral. lebih-lebih yang pendapatan per kapitanya tinggi. Konsumsi buah maupun sayur memerlukan adanya variasi. dan pada saat lain berkurang konsumsinya. Masyarakat Jawa hampir selalu makan buah pisang sesudah makan. maka buah dan sayur harus tersedia dalam keragaman dan mutu yang tinggi. Selain diksonsumsi sesudah makan. Dengan logika ini. Sedangkan buah dikonsumsi sebagai pelengkap menu makan dan sebagai sumber memperoleh kesenangan. Konsumsi buah dan sayur berbeda dengan konsumsi beras atau makanan pokok lainnya. Kandungan kalium. atau minggu depan. maka impor buah dan sayur adalah hal yang wajar. dan citarasanya enak. Karena sifat konsumsi komoditas hortikultura seperti itu. zat berkasiat dan sebagai kesenangan. Demikian pula buah pepaya dalam bahasa Sunda adalah ‘Gedang’. memperoleh rasa enak dari buah yang dimakan.

Kebutuhan Vitamin C harian pria dewasa dapat dipenuhi dari sepotong (100 gram) pepaya. Hanya pisang dan apokad yang kandungan niaciminnya rendah. nangka. 2. Peran buah dan sayur dalam diet manusia adalah sebagai: 1.2. Salak adalah sumber besi yang tinggi. anti oksidan dan serat. Sumber vitamin. Kandungan vitamin C jambu biji 17 kali lipat Kadungan vitamin C pada pepaya. atau tiga butir jeruk keprok. Mineral-mineral ini kurang tersedia dalam makanan lain (Salunkhe dan Kadam. Buah-buahan dan sayuran dikenal sebagai sumber vitamin. fosfor dan besi (Tabel 1. Buah-buahan adalah penyedia utama beberapa mineral seperti kalsium. 1995). magnesium. pemenuhan kebutuhan kedua vitamin tersebut akan diperoleh juga dari beras. Kalium diperlukan dalam tubuh untuk mengurangi efek buruk konsumsi garam (NaCl) yang berlebih. srikaya.3). pisang. melon dan belimbing memilki kandungan fosfor yang tinggi. Demikian pula kandungan vitamin A pada jeruk keprok.juga dikenal sebagai sumber zat berkasiat. apel. menunjukkan kebutuhan harian manusia terhadap vitamin. jeruk keprok. salak.1 dapat dilihat kandungan vitamin buah-buahan tropika dan buah apel serta anggur (sebagai pembanding). Kandungan kalsium yang tinggi terdapat pada pepaya. sirsak. Dapat dilihat disini bahwa kandungan vitamin beberapa buahbuahan tropika tidak kalah dibandingkan dengan dengan apel maupun anggur. jeruk besar. Buah-buahan dan sayuran juga mengandung mineral penting yang cukup tinggi. Jambu biji. jeruk besar. Kandungan kalium pada pisang sangat tinggi. Pada Tabel 1. pisang. belimbing dan melon juga sangat tinggi. dua butir belimbing. pepaya dan sawo kandungan besi juga cukup tinggi. kebutuhan pria dewasa juga dapat dipenuhi dari sebagain besar buah-buahan tropika. mangga. terutama vitamin A dan Vitamin C. Untuk pemenuhan kebutuhan Vitamin B1 dan B2 memang memerlukan porsi besar kalau hanya dipenuhi dari buah-buahan. apokad. Tetapi. Untuk Niacin. Pada jambu biji. Kandungan vitamin A pada mangga hampir delapan kali lipat apel. 10 | P a g e . sawo dan nangka. apukad. pepaya dan semangka relatif tinggi. Tabel 1. Mineral. sayuran dan bahan makanan lain. sebutir jambu biji kecil.

00 18.00 1999.60 0.00 700.30 1.90 400. Swadaya 0.00 46.04 0.00 15.00 29.00 RE Semangka 50.04 2.00 RE Belimbing 18.00 8.06 0. Obat-obat Penting.Tabel 1.29 Apel 24.00 RE Manggis (sirup) Melon 640.00 2.04 3.00 40.20 0.00 5.00 RE Duku Durian 890.00 0.00 SI Nenas 20. E.08 0.80 Vitamin C (mg) 30.00 RE Rambutan 1200 SI Salak Sawo 9.09 7.03 0.00 35.00 RE Pepaya 56.04 0.00 RE Mangga 185.00 – 100.00 16.02 34.04 20.04 22.80 1.60 Vitamin B2 (mg) 0.00 44.00 2.03 0.50 1.00 RE Srikaya 0.00 – 25.05 0.00 33.20 – 1.00 RE Jambu Air Jeruk Besar 30.00 – 75.00 13.05 Vitamin C (mg) 5.80 1.02 0. S.00 – 7.10 200.07 0.00 700.1.20 0.00 0.00 80.30 0.60 0.00 1100.50 – 2.60 – 1.70 1.00 0.00 0.00 500.00 0.30 – 1.01 21.05 Vitamin B2 (mg) 0.60 RE Sumber: Wirakusumah.00 – 17.00 90.80 1.08 0.00 0.20 – 1.40 – 0.00 21.04 74.00 – 17.10 – 2.08 58.00 Niasimin (mg) 6.00 300.90 0.00 0.00 70 – 150 75.90 – 2.03 0. Kandungan Vitamin dalam 100 gram Buah-buahan Buah Vitamin A Vitamin B1 (mg) 0.50 – 0. Penebar Tabel 2.03 7.50 0. Dosis Vitamin yang Dianjurkan untuk Dikonsumsi Sehari Vitamin A (U) Bayi Anak-anak (1-12 tahun) Remaja Wanita (13-19 tahun) Remaja Pria Wanita Dewasa Pria Dewasa 1500 2000 – 4500 5000 5000 5000 – 8000 5000 Vitamin B1 (mg) 0.00 SI Apokad 70.07 0.05 0.02 0.00 RE Pisang 45.07 0.00 0. 1978.50 0. Buah dan Sayur untuk Terapi.00 3.00 0.30 0.00 0.00 – 21.00 Sumber: Tan dan Rahardja.00 200.00 RE Jeruk Keprok 160.00 9.00 0.00 RE Anggur 66.30 1.00 800. Khasiat dan Penggunaannya.40 87.05 0.00 RE Nangka 51.00 – 17.00 SI Sisak 1.00 200.50 0.00 800.50 1.00 – 1.02 0.90 Niacin (mg) 0.00 SI Jambu Biji 4.04 0.00 0.70 – 1.04 20.00 200.00 200. 11 | P a g e .05 0.

80 Sumber: Wirakusumah.80 29.00 0.00 9.00 1.3 Anggur 6.1 Jeruk Besar 26. jeruk keprok.00 16.00 0. Energi yang terkandung dalam buah-buahan bervariasi dari yang relatif rendah seperti melon.00 10.20 Sawo 25.50 9.80 10.30 13.00 Srikaya 27.00 10. apokad dan sawo.00 Pisang 8.00 8.00 0. Lemak dalam apokad sebagian besar (50-70%) adalah lemak tidak jenuh yang bermanfaat bagi penderita sakit jantung. Penebar Swadaya dan sumber lain 3.90 Pepaya 34. jambu biji.10 Mangga 10.20 Sisak 14. Peran buah dan sayuran sebagai sumber protein dan lemak sangat rendah.80 Belimbing 8.00 18.60 Manggis 12. rendahnya kandungan lemak berjasa bagi peningkatan kesehatan tubuh.00 0.00 0. walaupun tinggi. hanya buah apokad dan durian yang kandungan lemaknya tinggi.40 Apokad 16. E. tetapi perannya sebagai sumber energi dan serat cukup baik (Tabel 1. S.00 0.00 0.00 393.00 140.00 9.30 1.40 0.00 24.00 0.00 1. pisang.00 0.00 24.00 48. Sumber serat.00 Salak 28. Pada buah-buahan lain. Buah-buahan dengan kandungan energi yang rendah sangat baik untuk diit 12 | P a g e .00 1.00 19. Kandungan Mineral dalam 100 gram Buah-buahan Buah Kalsium Fosfor Besi Magnesium Kalium Apel 6.00 16.00 1. pepaya dan nenas.80 Duku 18. 1999. malahan sangat bermanfaat.00 Semangka 8.00 1.00 (sirup) Melon 15.10 Jambu Biji 14.4).Tabel 1.00 Rambutan 16. srikaya.00 7.90 Durian 21.00 20.00 0.00 0.00 204.20 Nangka 20. sampai yang tinggi seperti nangka.10 44.00 0. Buah dan Sayur untuk Terapi.00 0.00 28. belimbing.00 25.00 19.00 11.00 12. Kandungan lemak pada apokad.00 0.50 Nenas 19.00 10. karbohidrat dan lemak.3.00 22. semangka.10 Jambu Air 7.00 4. tidak berbahaya bagi tubuh.00 0.00 27. Diantara buah-buahan tropika.00 28.70 Jeruk Keprok 18.60 293.

00 2.58 0.70 16.40 0.50 1.00 65.10 7.00 75.00 101.00 1.50 12.00 ? 77. Serat juga merangsang gerakan 13 | P a g e . Karbohidrat kompleks ini terdiri antara lain dari selulose. Dengan kandungan energi yang rendah dan serat yang tinggi. akan menimbulkan rasa kenyang yang lama.20 16.40 0.80 0.4.00 50.10 0.00 Karbohidrat (gram) 14.00 27.00 106.20 0.20 11.10 0.20 Serat (gram) 0.00 1.80 0.50 1.40 0.00 48. maka buah-buahan ini dapat mengisi rongga perut sehingga mengurangi konsumsi makanan lain.41 0.20 1.00 0.70 0.40 0.40 1.00 63.10 26.30 0.00 0.20 3.90 0.20 16.90 ? 1.00 63.90 0.00 99.30 0. Untuk atlet dan pekerja kasar yang banyak memerlukan energi.60 0.10 0.10 1.00 46.70 0.20 0.00 73 21.90 0.bagi yang obesitas maupun penderita diabetes melistus.60 0.80 10.00 28.90 19.00 46.40 7.60 0. substansi pektik dan lignin. buah-buahan yang kandungan energinya tinggi sangat baik untuk dikonsumsi.36 6.10 13.30 35.40 1. Manusia tidak mempunyai enzym yang dapat memetabolisme karbohidrat kompleks tersebut.30 0.20 0.60 ? ? ? 0.00 140. Serat dan Lemak dalam 100 gram Buah-buahan Buah Apel Anggur Apokad Belimbing Duku Durian Jambu Biji Jambu Air Jeruk Besar Jeruk Keprok Mangga Manggis (sirup) Melon Nenas Nangka Pepaya Pisang Rambutan Salak Sawo Semangka Sisak Srikaya Energi (kalori) 58.80 0.60 Serat adalah karbohidrat kompleks yang tidak dapat dicerna dalam usus manusia.60 ? 0.00 93.60 12.30 0.40 17. Manfaat serat terjadi dalam proses sekresi ini.10 0.70 Lemak (gram) 0.70 10.00 28.20 0.10 25. terutama pektin.30 0.20 0.70 1.20 0.70 0.50 0.50 7. Tabel 1.50 49. Karena itu serat di dalam tubuh akan disekresi sebagai tinja. sehingga mencegah makan berlebih. hemiselulose. Kandungan Karbohidrat.10 20.20 0.40 0.70 Protein (gram) 0.91 5.50 0.50 2.30 0.20 0.60 5.90 22.70 1.30 0.00 92. Serat.00 35.40 0.80 18.

sehingga memudahkan proses pembuangan. Demikian pula beta karoten yang banyak terdapat dalam mangga dapat Seretonin banyak terdapat dalam pisang mencegah terjadinya kanker. Dalam proses pembuangan serat juga akan membawa bahan-bahan sisa lainnya dari dalam usus. sisak dan pepaya. Zat ini sangat berguna untuk mengatasi stres. Manfaat bromelain dalam proses pencernaan: a) Membantu mencerna protein dengan lebih baik. lemak dan protein e) Menyembuhkan borok perut (biasa terjadi pada orang yang sering menderita stres) 14 | P a g e Proses pencernakan yang baik berarti . papain pada pepaya. 1989). dan mengembalikan kesegaran tubuh akibat kurang tidur. Buah-buahan yang sangat kaya kandungan seratnya adalah jambu biji. 1995). sehingga mudah dikeluarkan. maka proses pencernakan lebih efisien.peristaltik dalam usus. apokad. (Samson. serta gangguan pencernakan karbohidrat. serta limonin dan nomilin pada jeruk. Dengan usus yang bersih dan tanpa ada parasit. Hal in sangat baik bagi anak-anak yang sedang tumbuh dan orang lanjut usia yang perlu mengganti sel-sel yang rusak. Bromelin yang terdapat dalam nenas mempunyai berbagai manfaat. Sumber zat berkasiat lain. Selain itu serat juga dapat menyerap racun dan bertindak sebagai zat detoksifikasi. 4. Dengan demikian protein yang dikonsumsi akan diserap dan dimanfaatkan dengan lebih baik. menetralkan asam yang terbentuk saat usus mencerna daging dan makanan dengan kandungan energi tinggi. Limonin dan nomilin pada jeruk dapat menghambat perkembangan sel kanker (Smith dan Somerset 1993 dalam Salunkhe dan Kadam. bromelin pada nenas. Sebagai contoh adalah seretonin pada pisang. kesehatan yang baik c) Menyembuhkan dari ketidaknyamanan pencernakan dan mengembalikan nafsu makan yang hilang d) Membantu pencernakan pasien dengan gangguan pankreas. b) Mencuci timbunan protein pada dinding usus. nangka. defesiensi enzim pankreas.

f) Obat cacing gelang Bromelain dari nenas juga berfungsi sebagai anti inflamasi dan antibiotik: a) Mengurangi rasa sakit. sekresi cairan bronkial sehingga memperbaiki fungsi paru-paru penderia infeksi saluran pernapasan atas Bromelain sebagai pelengkap obat anti tumor dapat menghambat pertumbuhan dan invasi sel tumor. terutama tumor payudara. memecah plak pada arteri. Tuntutan Konsumen Hortikultura Perubahan gaya hidup dan cara pandang terhadap pangan masyarakat Indonesia pada masa yang akan datang akan berubah. coli. dengan cara menonaktifkan reseptor pada dinding usus tempat bakteri melekat. cita rasa. karena serangan jantung). memar dan bengkak karena benturan atau luka bekas operasi. h) Obat infeksi saluran pernapasan atas. mempercepat penyembuhan luka b) Menyembuhkan inflamasi dari tendon. Keamanan dan mutu pangan akan 15 | P a g e . Menyembuhkan angina pektoris (rasa nyeri di dada. Kecenderungan karakter konsumen yang akan terjadi pada masa depan dan sudah mulai dapat dirasakan saat ini antara lain adalah tuntutan konsumen terhadap keamanan. Menekan mukus. trombosis. dan semakin banyak makanan instan di rumah. mencegah agregasi butiran darah. nilai gizi. karena robek pada pemain sepak bola dan olah ragawan lainnya c) Mengurangi inflamasi pada sendi karena rematik gangguan sendi lainnya d) Menyembuhkan radang otot akibat olah raga atau kerja berat e) Mengurangi inflamasi karena luka bakar atau terkena panas f) Antidiare yang disebabkan E. Dengan demikian dapat digunakan untuk treatmen terhadap angina. Pada masa depan akan semakin banyak orang yang makan di luar rumah. dan ketersediaan pangan komoditas hortikultutra akan meningkat pesat. Cara kerjanya adalah sebagai imunomodulator dan produksi sitokin dan sebagai antimestastik dan penghambat pertumbuhan sel tumor Bromelain juga dapat mencegah penyakit jantung. varises dan arterosklerosis. g) Memperkuat kerja antibiotik (Amoksilin & Tetrasiklin). serta stroke.

supermarket. 16 | P a g e . walaupun mungkin ketahanan pangan masih menjadi isue yang tidak kalah penting. akan mempengaruhi kecenderungan manajemen produksi tanamanan. Pb dari kangkung dan sebagainya tidak akan terjadi lagi. Karena itu penelitian mengenai manfaat buah dan sayur Indonesia perlu mulai segera dilakukan. racun. Produk hortikultura pangan juga harus bebas dari kandungan zat berbahaya. Pengetahuan indigenous mengenai manfaat produk buah dan sayur perlu dibuktikan secara ilmiah dan diketahui apa fitokimia yang terkandung di dalamnya. minimarket) akan tumbuh dengan laju pertumbuhan yang sangat tinggi. termasuk logam berat dan racun. baik yang berbahaya bagi kesehatan manusia maupun bagi pertanian akan dicegah. Produk hortikultura harus benar-benar aman. pestisida. Konsumen menghendaki informasi mengenai kandungan fitokimia yang berkhasiat untuk meningkatkan kesehatan dalam produk hortikultura. Di Indonesia. Bahan pengawet dan pewarna yang tidak diperuntukkan untuk pangan. Keracunan sianida dari singkong. pasar modern (hypermarket. Sanitary and Phytosanitary Measures akan semakin diperketat di karantina. sehingga keseimbangan kekuatan bergesar dari produsen/petani ke perusahaan multinasional. tetapi yang bertahan makin besar. Kasus pencampuran minyak solar ke CPO seperti yang terjadi pada beberapa waktu yang lalu tidak akan terjadi lagi.menjadi isue penting. sehingga akan mempengaruhi pengelolaan dalam perlindungan tanaman. yang mau tidak mau. 2. tidak akan digunakan sama sekali. Cemaran biologi. bebas dari cemaran. seperti formalin. Walaupun jumlah supermarket chain besar berkurang. & mikroba berbahaya bagi kesehatan. Tuntutan konsumen terhadap produk hortikultura pada masa depan akan semakin meningkat. Kondisi ini akan menyebabkan adanya kompetisi antara produk hortikultura domestik dengan produk impor (yang sering kali lebih berkualitas dengan harga yang lebih murah). Aturan mengenai batas Tuntutan maksimum residu (MRL = maximum reside limit) pestisida akan semakin ketat. Produk hortikultura juga dituntut mempunyai nilai gizi tinggi dan mengandung zat berkhasiat untuk kesehatan. Hg dari ikan. Produk juga harus bebas dari berbagai cemaran. konsumen tersebut antara lain adalah: 1.

kemasan dan label juga menjadi hal yang penting dalam mutu produk. tidak sekedar enak. padahal pada saat yang sama tekanan populasi terhadap sumberdaya lahan semakin kuat.3. mutu merupakan gabungan dari sifat-sifat atau ciri-ciri yang memberikan nilai kepada setiap komoditas yang terkait dengan maksud penggunaan komoditas tersebut. mencegah erosi dan hal-hal lain yang menyebabkan penurunan kualitas lingkungan. ketahanan dalam transportasi dan penanganan. Produk hortikultura harus diproduksi dengan cara yang tidak menurunkan mutu lingkungan. 7. Tuntutan terhadap kelestarian lingkungan akan semakin ketat. Kelas. Cara produksi hortikultura harus dapat dirunut dari pasar sampai kebun. Dengan demikian. hama dan penyakit. Untuk produk hortikultura tertentu kontinyuitas penyediaan menjadi faktor yang sangat penting. Selain persyaratan di atas. keseragaman. 5. Mempunyai traceability. kesegaran. Produk hortikultura harus tersedia dalam waktu yang tepat. Produsen hortikultura perlu melakukan pembenahan dalam sistem produksinya agar dapat memenuhi kepentingan konsumen. tingkat kematangan. mencegah pencemaran tanah dan air. Mutu atau kualitas juga dapat dipahami sebagai kecocokan suatu produk dengan tujuan dari produksi. Karena itu peneliti Indonesia perlu mengembangkan teknologi pertanian yang dapat menjamin produksi pangan yang memenuhi tututan konsumen namun tetap dapat menjaga kelestarian lingkungan. 4. kebersihan. Menurut versi Codex Alimentarius Standar mutu termasuk masalah tampilan produk seperti keutuhan. 6. Produk hortikultura juga harus diproduksi dengan memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan petani dan pekerja. Produk hortikultura juga harus mempunyai mutu tinggi. Karena itu catatan aktivitas di kebun dan rantai pasar harus menjadi perhatian. 17 | P a g e . kebebasan dari cacat. Data-data harus transparan dan jujur. produk hortikultura harus tersedia dan tepat waktu. Mutu adalah segala hal yang menunjukkan keistimewaan atau derajad keunggulan sesuatu produk. kode ukuran. dan kemampuan agar mutu produk bertahan tetap baik sampai tujuan. Secara singkat mutu termasuk semua hal yang dapat memuaskan pelanggan.

Andrews. karena perluasan areal sudah semakin sulit.deptan. T. Seperti diuraikan di atas. Tantangan tersebut meliputi: 1. Harjadi. Poerwanto. Untuk itu efisiensi dalam produksi. 8. R. 6.S. 3..S. Bagaimana meningkatkan hasil per satuan luas (produktivitas). Bagaimana menghasilkan produk hortikultura dengan harga yang wajar bagi bagi populasi yang terus bertambah. Berdasarkan tuntutan konsumen. J. Buah dan Sayur untuk Terapi. McGraw Hill Book Co. kompetitif dalam harga. Penebar Swadaya. 4. Bagaimana cara menjamin ketersediaan yang kontinyu produk hortikultura yang secara alami bersifat musiman. ketepatan delivery. dan adanya traceability (6K+T). 2008. 5. S. Bagaimana menghasilkan produk hortikultura yang lebih aman. Penebar Swadaya 6. Jurusan Budi Daya Pertanian.. Harga jual produk hortikultura harus kompetitif. masalah yang dihadapi dan kondisi pertanian dan lingkungan pertanian di Indonesia. dayasaing produk hortikultura akan ditentukan oleh kuantitas. Horticultural Science. NY 3. J. Bagaimana meningkatkan daya saing global hortikultura Indonesia. Dasar-dasar Hortikultura. 2009. Tantangan ini harus dijawab oleh para ilmuwan hortikultura. 1957. 18 | P a g e . Membangun Pertanian Masa Depan -Meraih Keunggulan Pertanian Indonesia dalam Pemikiran Guru Besar IPB. 1972. Senn.B. bermutu dan bernilai bagi konsumen.8. kualitas. Wirakusumah. Harus dikembangkan supply chain management (SCM) yang berkeadilan dan berorientasi pada nilai produk. dalam delivery harus dilakukan.go. keamanan.L. 1999. http://hortikultura. Fundamental of Horticulture. ada beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh pertanian hortikultura Indonesia. Daftar Bacaan 1. 1989. Edmond. Janick. Fakultas Pertanian. Bagaimana menghasilkan lebih banyak produk hortikultura dengan menggunakan air lebih sedikit. Bagaimana menghasilkan produk hortikultura tanpa menurunkan potensi sumberdaya lahan dan lingkungan. Bagaimana menghasilkan produk hortikultura yang mensejahterakan petani. Direktorat Jenderal Hortikultura. 5.id 2. IPB (Diktat Kuliah) 4. kontinyuitas pasokan. and F. E. 7. 2. S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful