P. 1
Sejarah Perkembangan Dan Teori Manajemen

Sejarah Perkembangan Dan Teori Manajemen

|Views: 30|Likes:
Published by envievi

More info:

Published by: envievi on Jan 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/29/2013

pdf

text

original

SEJARAH PERKEMBANGAN DAN TEORI MANAJEMEN Teori manajemen sudah ada sejak para pelaku usaha berkecimpung memikirkan

upaya terbaik dalam aktifitas manajemen yang tertuang dalam sejarah perkembangan manajemen dalam kurun waktu tertentu. Manajemen adalah praktik melaksanakan usaha terbaik sehingga dari sejarah pemikiran manajemen kita dapat belajar dari kegagalan dan keberhasilan orangorang terdahulu yang menerapkan konsep manajemen berdasarkan pemikiran pada kurun waktu tertentu dengan kasus tertentu pula. Ilmu manajemen memberikan pemahaman kepada kita tentang pendekatan ataupun tata cara penting dalam meneliti, menganalisis dan memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan manajer. Seseorang manajer hendaklah mempelajari dan memahami secara keseluruhan tentang perkembangan (evolusi) manajemen yang telah rnenghasilkan teori-teori manajemen yang muncul dari berbagai aliran, sehingga manajer dapat menggunakan teori yang paling sesuai untuk menghadapi situasi tertentu. Dengan demikian bila seorang manajer menghadapi situasi bagaimanapun kompleksnya akan dapat mencari solusi atau membuat keputusan yang baik. SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN Ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya piramida di Mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20 tahun. Pembangunan Piramida Giza ini tidak akan terlaksana jika tidak ada seseorang merencanakan, mengorganisasikan dan menggerakkan para pekerja, mengontrol pembangunannya, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana. Praktik-praktik manajemen lainnya dapat disaksikan selama tahun 1400-an di kota Venesia, Italia, yang ketika itu menjadi pusat perekonomian dan perdagangan di sana. Penduduk Venesia mengembangkan bentuk awal perusahaan bisnis dan melakukan banyak kegiatan yang lazim terjadi di organisasi modern saat ini. Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen. Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776 ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor) yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja. Peristiwa penting kedua yang mempengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari rumahrumah menuju tempat khusus yang disebut pabrik. Perpindahan ini mengakibatkan manajermanajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli.

Teknik yang digunakan untuk melaksanakan prinsip tersebut adalah melalui studi gerak dan waktu (time and motion studies). Pengembangan metode ilimah alam manajemen agar suatu perkejaan dapat ditentukan metode pencapaian tujuannya secara maksimal. Teori Manajemen Ilmiah Frederick W Taylor. Perkembangan pemikiran manajemen sebagai praktik yang dilandasi konsep teori (Tim Dosen Administrasi Pendidikan: 2009) adalah sebagai berikut: A. Frank Bunker Gillberth dan Lilian Gillberth adalah tokoh-tokoh dibalik teori manajemen ilimiah. Taylor disebut sebagai “bapak manajemen ilmiah” dengan karyanya “scientific management” yang telah memberikan prinsip-prinsip dasar penerapan pendekatan ilmiah pada manajemen. Dia meyakini akan perlunya pembagian kerja dan perlunya penggunaan matematika dalam efisiensi penggunaan fasilitas dan material produksi (Ernie dan Saefullah: 2005) Apa yang telah dikenalkan oleh Owen dan Babbage pada akhir abad 19 memberikan kontribusi yang berharga bagi para praktisi manajemen bahwa organisasi bisnis perlu dikelola secara benar. Diantara tokoh-tokoh yang mula-mula memperkenalkan manajemen secara keilmuan adalah Robert Owen (1771-1858) dan Charles Babbage (1792-1871). b. Pendidikan dan pengembangan karyawan.PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN Secara keilmuan. Henry L Gantt. Empat prinsip dasar yang dikembangkan Taylor adalah: 1. Seleksi ilmiah untuk karyawan agar para karyawan dapat diberika tugas dan tanggung jawab sesuai keahlian. manajemen baru terumuskan kurang lebih di abad 18 atau awal abad 19 Masehi. terutama jika organisasi tersebut berskala besar dan melibatkan banyak sekali orang dan sumber daya yang harus dikelola. 3. sistem tarif berbeda yaitu karyawan yang lebih produktif dan efisien mendapatkna gaji lebih besar dari yang lainnya. pengawasan fungsional. Sedangkan Babbage seorang ahli matematika dari Inggris orang yang pertama kali berbicara mengenai pentingnya efisiensi dalam proses produksi. dan mengembangkan sejumlah teknik-tekniknya untuk mencapai efisiensi. Kontribusi Owen dan Babbage seolah telah membukakan mata para praktisi bisnis pada saat itu bagaimana seharusnya bisnis dijalankan. Mereka memikirkan suatu cara meningkatkan produktivitas dengan menangani kondisi kekurangan tenaga terampil melalui efisiensi para pekerja. Owen seorang pembaru dan indrustrialisasi dari Inggris adalah di antara tokoh pertama yang menyatakan perlunya sumber daya manusia di dalam organisasi dan kesejahteraan pekerja. Bermunculan pula setelah itu berbagai teori-teori dalam ilmu manajemen. Kontribusi terbesar dari Gantt adalah dengan menghasilkan metode grafik sebagai teknik scheduling produksi untu perencanaan. koordinasi dan pengawasan produksi yang popular dengan sebutan “Bagan Gantt”. 4. Teori Organisasi Klasik . Teori Manajemen Klasik (1890-1930) a. Kerjasama yang harmonis antara manajemen dan para karyawan. 2.

Henry Fayol merupakan tokoh teori organisasi klasik yang dikenal dengan julukan Bapak teori manajemen modern. Frederick Herzberg. akunting dan manajerial. dan prinsip) 2. Pendekatan motivasional yang menghsilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat dibutuhkan. komersial. kepastian. Manajemen tidak dapat dipandang sebagai proses teknik secara ketat (peranan. Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk pengaawasan harus sesuai dengan situasi 4. Diantara tokohnya adalah Abraham Maslow. prosedur. Manajemen harus sistematis. dikembangkan juga aliran perilaku organisasi yang memandang bahwa hubungan manusia dalam manajemen berada dalam konteks organisasi. Edgar Schein. Dalam bukunya yang berjudul Administration Industrielle et Generale (Administrasi Industri dan Umum) Fayol membagi aktifivtasaktivitas industrial dalam enam klompok yaitu teknikal. keamanan. Roethlisberger melakukan studi tentang perilaku manusia dalam bermacam situasi kerja di pabrik Hawthorner milik perusahaan Western Electric dengan temuan bahwa kelompok kerja informal lingkungan sosial karyawan memiliki pengaruh besar terhadap produktivitas. Aliran perilaku organisasi menganut prinsip bahwa: 1. financial. B.J. Aliran Perilaku (1924-1940) Elton Mayo dan F. Aliran Hubungan Modern (Ilmu Pengetahuan) Di samping dilakukan studi yang fokus terhadap perilaku manusia. Ia adalah perumus empat belas prinsip manajemen yaitu: 1) Pembagian kerja 2) Wewenang 3) Disiplin 4) Kesatuan perintah 5) Kesatuan pengarahan 6) Meletakan kepentingan perseorangan di bawah kepentingan umum 7) Balas jasa/imbalan 8) Sentralisasi 9) Rantai scalr/khirarki 10) Order/susunan 11) Keadilan 12) Stabilitas staf organisasi 13) Inisiatif 14) Esprit de corps (semangat korps) Fayol percaya bahwa melalui penguasaan keterampilan dan prinsip dasar manajemen orang yang mendalaminya dapat menjadi manajer yang baik. . pendekatannya harus dengan pertimabangan konservatif 3. C.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->