ALOE VERA CENTER Ketika itu tahun 1999 pengembangan lidah buaya pada lahan gambut dipandang sesuatu

yang sulit dilakukan. Bahkan pengembangan lahan gambut lebih diarahkan untuk tanaman padi atau tanaman pangan lainnya. Namun, BIOTEK-BPPT mengambil sikap untuk melakukan introduksi teknologi kultur jaringan dengan berbekal motivasi penelitian. Dengan dukungan program Iptekda, BPPT mulai tahun 2001 dibuat percontohan pada lahan gambut di desa Siantan Hulu, Pontianak Utara dengan melibatkan petani setempat. Varietas yang dikenalkan ada tiga jenis yaitu : lidah buaya lokal Jawa, lokal Pontianak dan Aloe barbadensis Miller yang merupakan jenis varietas yang dibudidayakan secara komersial di Amerika Serikat. Bibit hasil kultur jaringan dikombinasikan dengan input pupuk cair dengan sistem irigasi tetes ternyata produktivitasnya sangat signifikan sehingga mampu memberikan keuntungan pada petani. Melihat hasil yang begitu menggiurkan dan adanya potensi pasar lidah buaya serta produk turunannya yang besar Pemerintah Pontianak akhirnya membangun Pusat Pengkajian dan Pengembangan Lidah Buaya Nasional (National Center for the Assessment and Development of Aloe Vera) di kota Pontianak bekerjasama dengan BIOTEK-BPPT dan didukung oleh Balitbangda Propinsi Kalimantan Barat. Walikota Pontianak Dr. Buchary, yang seorang dokter sangat concern tentang potensi kandungan lidah buaya untuk mendukung kesehatan serta potensi lidah buaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di akhir pembangunan sebelum diresmikan, pemerintah Propinsi Kalimantan Barat menyelenggarakan “ Pertemuan Nasional Pengembangan Agribisnis Lidah Buaya “ pada tanggal 22 Juni 2002 yang dibuka dan dihadiri oleh Menteri Pertanian. Melalui pertemuan ini diharapkan adanya masukan dan dukungan dari berbagai pihak seperti instansi pemerintah, Lembaga penelitian, Perguruan Tinggi, swasta, perbankan dan masyarakat sehingga dapat dirumuskan suatu kebijakan strategis mengenai arah dan visi pengembangan agribisnis lidah buaya ke depan. Kehadiran Menristek/Ka BPPT Ir. M. Hatta Rajasa pada tanggal 6 Juli 2002 untuk meresmikan Aloevera Center sangat membanggakan masyarakat Pontianak. Menristek/kepala BPPT mengharapkan agar sarana ini digunakan sebagai pusat kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D), informasi agribisnis, akses peluang pasar dan investasi, serta agrowisata lidah buaya. Pada kesempatan tersebut Menristek/kepala BPPT me-release situs internet : //www:aloevera center.com// yang memberikan informasi tentang lidah buaya dari berbagai aspek mulai dari pembibitan, budidaya, pasca panen, pengolahan produk, pemasaran maupun peluang investasi agribisnis lidah buaya. Pada acara peresmian diisi penandatanganan MOU antara Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, BPPT dengan Walikota Pontianak dan Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Kalimantan Barat tentang Pengkajian dan Pengembangan Lidah Buaya Nasional. Dalam kerjasama ini, Dr. Wahono Sumaryono, APU selaku Deputi Kepala BPPT Bidang TAB mengungkapkan akan memberikan bantuan teknologi dan SDM yang menjadi kebutuhan untuk pengembangan lidah buaya melalui Aloevera Center. Pemerintah Kota dan Balitbang akan lebih berperan dalam pelaksanaan operasional, pembinaan dan koordinasi di daerah. Implementasi dari MUOKepala Balai Pengkajian Bioteknologi (BIOTEK-BPPT), menandatangani kerjasama teknis dengan Dinas Urusan Pangan Kotamadya Pontianak dan Badan Penelitian dan Pengembangan Propinsi Kalimantan Barat tentang Penerapan Teknologi Kultur Jaringan dan Pupuk Cair menggunakan sistem Irigasi Tetes untuk melanjutkan program Iptekda

Eng. (Yt/humas) http://www. Di negara maju lidah buaya digunakan sebagai nutriceutical. Ungkap Dr. bahan pangan yang berperanan sebagai komponen gizi dan pencegah penyakit. kerjasama teknologi yang dilakukan BIOTEK-BPPT dapat membantu mempercepat proses pembangunan didaerah melalui pengembangan lidah buaya.yang telah dilakukan selama ini. Penerapan hasil-hasil kajian bioteknologi dan peran pemerintah pusat dan daerah dalam memfasilitasi implementasi hasil-hasil kajian bioteknologi tersebut dapat berjalan secara sinergis dan terarah sehingga mampu mengangkat dan mempromosikan lidah buaya sebagai salah satu komoditas unggulan nasional.php?option=com_content&task=view&id=1738&Itemid=30 Melon masih Menjanjikan .go. Pengelolaan dari hasil-hasil Iptekda sendiri telah diserahkan kepada Pemerintah Kota Pontianak oleh BPPT beberapa waktu yang lalu. Ir. M. Koesnandar. selaku Kepala Balai Bioteknologi.bppt.id/index.

Caranya dengan membuat pompa air dan mengalirkannya ke tanaman dengan pipa-pipa yang dibocorkan tiap 15 cm. Penanaman perdana sebanyak 2 ribu pohon. Pekanbaru Padahal potensi Melon (Cucumis Melo L) juga menjanjikan di Riau termasuk Pekanbaru. Buah ini kebanyakan justru didatangkan dari luar. Pada umumnya berbagai jenis melon tak toleran terhadap tanah asam (pH rendah). Kebun Demplot Melon ini semuanya memiliki areal 10 hektare. Proses Tanam Penanaman perdana pohon melon ini dimulai pada 30 Desember 2004 lalu. Penyiraman dilakukan 10 menit dua kali sehari. Adapun jenis tanah yang baik dipakai adalah jenis tanah andosol atau tanah berpasir dengan PH 6-7. Amor mengatakan. dengan sistem irigasi tetes ini. Di hotel-hotel pun. Syaratnya. dengan mencapai hasil panen hingga 15 ton. buah melon juga merupakan salah satu buah-buahan yang cukup favorit untuk berbuka.Minggu. melon digunakan untuk makanan penutup bersama nenas dan semangka. melon-melon ini tumbuh antara 10 hingga 15 buah. Sayangnya. Setelah dilakukan penyeleksian hingga 2 atau 3 buah. . Di areal itu dapat ditanam 8 ribu pohon Melon yang rata-rata memiliki usia 65 hari untuk siap panen. Dinas Pertanian Kota Pekanbaru bahkan pernah membuat kebun percontohan Melon dan berhasil. hasil maksimal pernah diraih. Sepekan kemudian ditanam 2 ribu pohon lagi hingga empat kali masa tanam. selain kurma. Biasanya. melon bahkan sudah menjadi menu sehari-hari untuk ‘cuci mulut’. seperti halnya semangka. Laporan Muhammad Amin. Melon dapat tumbuh dengan baik. namun itu tak masalah untuk cuaca di Pekanbaru. sebanyak 2 ribu pohon. Tidak hanya itu. Adapun sistem irigasi tetes yang dilakukan adalah dengan melakukan penyiraman secara merata ke seluruh pohon melon ini. rata-rata beratnya kurang dan manisnya juga akan berkurang. Tujuannya adalah agar tak diserang hama. Pihak Dinas Pertanian menggunakan sistem irigasi tetes. Kebun percontohan melon itu saat ini belum dikembangkan lagi. Masing-masing pohon ditanam dengan jarak 15 cm. Kendati tanaman Melon biasanya tumbuh di daratan menengah yang suhunya agak dingin. Makanya petani harus melakukan seleksi terhadap pohon melon yang ada dan ditinggalkan hanya yang besar dan baik saja. kondisi tanah yang kering bukanlah masalah. Akan tetapi tak semuanya bagus. Pemki Demplot Budidaya Melon Dinas Pertanian Pekanbaru. Normalnya ketinggian tanah yang cocok untuk melon adalah pada ketinggian 300 hingga 1000 meter dari permukaan laut. Padahal. Namun ini bisa disiasati dengan pengairan yang baik dan itu dilakukan di Pekanbaru. maka dilakukan pensortiran akhir hingga hanya satu buah saja. Bibit didatangkan dari Sakata. merek Glamour Melon F-1 Hybrid asal Jepang. pengairan harus baik. Dengan demikian. Pada kebun percontohan Dinas Pertanian Pekanbaru yang sudah pernah dipanen pada 5 Maret 2005 lalu di wilayah Kelurahan Tebing Tinggi Okura. tanah tak pernah kering.5 hektare saja. terutama lalat buah. Namun yang digunakan hanya sekitar 0. sehingga air bisa dialirkan secara terusmenerus sesuai kebutuhan. Buah itulah yang kemudian dipelihara dengan cara dibungkus plastik sejak kecil.’’ ujar Amor. Di antara tanaman itu dibuat irigasi tetes yang dapat secara otomatis mengalirkan air ke melon setiap pagi dan petang. ‘’Kalau banyak dan kecil. Dengan demikian. total pohon yang ditanam adalah 8 ribu pohon. 23 Oktober 2005 Di saat Ramadan ini. saat dilakukan pemanenan. Riau dan khususnya Pekanbaru belum menghasilkan melon secara maksimal.

riaupos. Dari panen perdana melon percontohan ini saja bisa terjual melon seharga Rp72 juta per 65 hari.*** http://www. Sebenarnya. Sayangnya. Sedangkan pada masa generatif. dan siap panen setelah berumur 65 hari. Untuk menanam hingga memanen satu batang melon. Di antaranya disebutkannya ada lokasi di Rumbai sebanyak 3 ribu pohon. Menurutnya saat ini sudah ada beberapa petani dan pengusaha yang memiliki lokasi pertanian melon sendiri. Dengan demikian. di Pekanbaru masih banyak lahan-lahan kosong yang belum tergarap. jika petani memiliki lahan lain dan juga modal kerja. Untuk mengantisipasinya. maka ditanam pepohonan atau tanaman lain. hama yang masih ada pada tanah dan lokasi itu bisa habis terlebih dahulu setelah ditanam tanaman lain sebagai rotasi. jika ditanam di areal yang sama. Itu tentu dengan asumsi. ‘’Biasanya sampai dua hingga tiga musim panen atau sekitar enam hingga sembilan bulan. ketika kebun percontohan ini dibangun. ‘’Target kita bisa memenuhi kebutuhan pasar untuk Pekanbaru. pihaknya juga melibatkan petani. diberikan sebanyak 350 cc per pohon. Sayangnya. diprediksi akan menghabiskan dana sebesar Rp5 ribu hingga Rp6 ribu. diberikan sebanyak 250 cc perpohon. Untuk fase vegetatif (ketika daun mulai tumbuh). atau sekitar tahun 2008 hingga 2009. Setelah pohon melon ini tumbuh.com/web/content/view/1128/27/ . selain perlu perencanaan yang matang. maka 1 kg bisa dijual Rp7 ribu hingga Rp7500. juga terdapat beberapa petani yang berasal dari Okura sendiri. Dilakukannya rotasi tanam ini adalah untuk memutuskan siklus penyakit dan hama yang memang sering muncul pasca panen. maka diberikan lanjaran berupa kayu yang disilangkan untuk tempat tanaman ini merambat.’’ ujarnya. Pasalnya.’’ ujar Amor. misalnya. juga diperlukan biaya yang tidak sedikit. Keuntungan Keuntungan budi daya melon ini bisa mencapai dua kali lipat. Namun. keuntungannya cukup besar. pihak Dinas Pertanian optimis bahwa melon bisa dikembangkan di Pekanbaru secara lebih baik lagi. Target itu direncanakan bisa tercapai pada tiga hingga empat tahun mendatang. petani di kota ini belum memiliki modal yang memadai untuk membuat kebun melon sendiri. maka akan muncul bibit penyakit. di perbatasan Pekanbaru-Kampar 3 ribu pohon dan beberapa lokasi lainnya. Bayangkan jika ada 8 ribu pohon.’’ ujar Amor. Sedangkan biaya produksi hingga pemasaran mencapai Rp35 juta. Tanaman ini kemudian dibesarkan selama 65 hari. maka bisa didapat Rp15 ribu. maka melon ini bisa dikembangkan secara lebih intensif. Membuat kebun melon. Namun itu harus dikurangi dengan kemungkinan gagal dan ongkos lainnya sebesar 20 persen. Saat ini di areal itu ditanam cabe dan jagung milik petani. rencananya Dinas Pertanian Pekanbaru akan membangun pada Maret hingga April 2006 mendatang. Menurut Amor.Irigasi tetes ini dilakukan dengan cara drip line yang memungkinkan tanah tempat tumbuh melon ini tetap basah. Seandainya satu melon bisa mencapai 2 kg. Masing-masing fase penanaman memiliki jumlah air yang berbeda. di Marpoyan damai 3 ribu pohon. tentu keuntungan akan berlipat ganda. Dengan demikian. Selain petani ahli yang sengaja didatangkan. Pasalnya. belum ada kelanjutan untuk proyek ini. keuntungannya mencapai Rp10 ribu perpohon. Jika sudah berbuah. ‘’Jadi kita harapkan setelah ini mereka bisa sendiri. Untuk proyek di lokasi yang sama.

Menurut Iding.BPPT Membantu Petani Dengan Sistem Hidroponik Jumat. Cipanas. BPPT telah menerapkan system hidroponik untuk membantu meningkatkan pendapatan petani meski lahan sempit. pihaknya telah membangun laboratorium lapangan untuk mengembangkan system ini. sebagai paket teknologi budidaya pertanian non konvensional. .01 Maret 2002 09:55 Baru-baru ini. Direktur Teknologi budidaya Pertanian BBPT kepada pers di Jakarta akhir pekan lalu. Demikian penjelasan yang diberikan Iding Chaidir. Laboratorium tersebut berada di desa Cugenang. kabupaten Cianjur.

paket teknologi ini dikemas sedemikian rupa sehingga lebih sederhana dan paket tingkat pelatihannya disesuaikan dengan tingkat pendidikan peserta http://www. kerawanan pangan akibat kekeringan akan selalu berulang-ulang seperti bahaya banjir di daerah yang bercurah hujan tinggi. baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. BPPT siap memberikan pelatihan bagi petani berlahan kecil untuk menggunakan teknologi tersebut. Menurutnya. termasuk teknologi hidroponik rumah palstik yang terbuat dari kerangka bamboo seluas 1. tanaman ini bisa ditempatkan di dalam rumah karena kebersihannya lebih terjaga.400 kg dengan rata-rata harga jual 5. Sedang biaya produksi mulai dari pupuk hingga tenaga kerja diperkirakan sebesar 22 juta selama periode enam sampai tujuh bulan. Demikian penjelasan Iding. tahun ini kekeringan yang dialami sepuluh kabupaten itu terjadi lebih awal dari biasanya dan sudah mengakibatkan kekurangan makanan. maka program darurat untuk mengatasi kemungkinan kelaparan di NTT sudah sepatutnya diantisipasi oleh pemerintah. Karena NTT daerah yang kering. Untuk mengatasi kerawanan pangan di NTT harus dilakukan program yang sistematis guna menghindarkan terjadinya kemungkinan kelaparan walaupun kekeringan akan selalu datang .200 batang tanaman paprika.200 m2 dengan sistem irigasi tetes dan menggunakan polybag. Karena pada saat ini adalah baru permulaan musim kemarau-tetapi beberapa kabupaten sudah mengalami gagal panen akibat kekeringan-maka patut diduga bahwa keadaan kekeringan yang lebih parah akan terjadi pada bulan Mei.go.ristek.id/index. sepuluh kabupaten di Nusa Tenggara Timur dikabarkan (lagi) gagal panen. Kalau bulan Maret sekarang saja kekeringan sudah mengakibatkan tanaman rusak.000 rupiah. terutama beras yang sangat diperlukan masyarakat. bahkan September dan Oktober. Dari modal sebesar itu akan didapatkan hasil sebanyak 6. Program darurat ini bertujuan hanya untuk mengantisipasi agar tidak terjadi bahaya kelaparan di bulan-bulan mendatang melalui penyediaan dan pengiriman pangan.php?mod=News&conf=v&id=334 Mengatasi Kerawanan Pangan di NTT Naik Sinukaban SEMENTARA hiruk-pikuk politik tentang kenaikan harga bahan bakar minyak belum reda. memang Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah daerah yang beriklim agak kering (semi arid) dengan total curah hujan 800-1. gagal panen. Namun.Iding juga menjelaskan sebagian paket teknologi itu sudah disebarkan ke masyarakat. tanaman hidroponik juga tidak terpengaruh iklim sehingga bisa berbuah terus sepanjang dikehendaki serta terhindar dari erosi dan kekeringan.000 milimeter per tahun.500 per kg. Kalau dilihat secara umum. Mungkin kekeringan yang dialami oleh sebagian provinsi itu sudah berulang dan bahkan ada daerah yang mengalami kekeringan hampir setiap tahun. di Kabupaten Lembata. Daerah yang sekarang sudah mengalami kekeringan termasuk dalam tipe kelas hujan kemarau kering. Menurut Iding.300. SECARA umum. dan bahkan puso.000 rupiah atau pendapatan kotor sebesar 35. di rumah plastik itu – dibuthkan investasi dana sebesar 73 juta. Agustus. Untuk menanam 3. yaitu daerah yang lebih dari enam bulan mempunyai curah hujan kurang dari 60 milimeter per bulan. Misalnya.320. Sehingga bila dihitung-hitung nantinya diperoleh keuntungan bersih 13. Selain itu. hidroponik memiliki beberapa keuntungandibanding menanam di tanah secara langsung. terutama beras. Juni. Juli.

padi gogo. untuk pertanaman buah-buahan yang bernilai tinggi. dan iklim yang kering. Embung tersebut akan sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan air pada musim kemarau. pengadaan modal.057. sorghum. Di daerah pantai yang cocok. Ukuran embung akan sangat bervariasi tergantung pada tempat. Untuk memproduktifkan kembali lahan tersebut harus dilakukan teknik rehabilitasi dengan konsep pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Untuk membangun sistem pertanian berkelanjutan yang bersifat khas setempat (site specific) perlu ada program yang menyeluruh mulai dari perencanaan. yaitu SAF lebih dari 500 meter di atas permukaan laut (dpl) dan SAF kurang dari 500 meter dpl. penyuluhan. kesuburan tanah sudah rendah. sorghum.pada musimnya. Oleh sebab itu. Untuk daerah yang tingginya lebih dari 500 meter dpl. pengadaan sarana produksi (saprodi). maka SAF yang disarankan adalah tanaman hutan/perkebunan seperti lamtoro gung. atau pisang yang ditumpangsarikan dengan tanaman pangan seperti kedelai. Sementara itu. luas daerah tangkapan. Apabila memungkinkan. Untuk itu diperlukan program pembangunan pertanian berkelanjutan untuk daerah kering. pelatihan. kemiringan lereng agak curam sampai curam. sistem irigasi tetes (drip irrigation system) perlu dibangun agar produksi buah-buahan kontinu dan berkualitas tinggi. jambu mete. maka SAF yang disarankan adalah tanaman hutan/perkebunan seperti kemiri. kebutuhan pendidikan dan rekreasi. Semua lahan pertanian tersebut dapat direhabilitasi menjadi lahan pertanian yang produktif kembali dengan teknik rehabilitasi lahan yang harus dapat dilakukan oleh petani setempat.357. padi gogo. kacang-kacangan. SPB yang dibangun harus melibatkan ternak (sapi atau kuda). Untuk daerah yang tingginya kurang dari 500 meter dpl. Agroforestry yang cocok di daerah ini dapat dibagi dua. Untuk daerah kering seperti di NTT.000 hektar sudah terdegradasi fungsinya. ubi kayu. atau pisang ditumpangsarikan dengan tanaman pangan seperti jagung. ubi jalar. dan rumah). iles iles. setiap SPB atau SAF yang disarankan secara konseptual harus dapat memenuhi tiga indikator utama suatu pertanian yang berkelanjutan. maka harus dibangun embung untuk memanen air hujan di setiap usaha tani yang memungkinkan. Tiga indikator itu adalah: (1) pendapatan petani yang cukup tinggi. pakaian.000 hektar lahan hutan. MENURUNNYA fungsi lahan untuk berproduksi pada dasarnya karena tanahnya dangkal. Karena tanah di daerah ini pada umumnya berkadar bahan organik dan kesuburan yang rendah. Lahan tersebut terdiri dari 1. bawang merah atau bawang daun. maka perlu penambahan bahan organik dan pupuk yang cukup tinggi. atau bawang putih dan bawang daun. dan pembangunan sistem monitoring dan evaluasi Sebelum diimplementasikan. pendapatan petani harus dapat memenuhi kebutuhan hidup layak yang terdiri dari kebutuhan fisik minimum (pangan. dan curah hujan setempat. lamtoro gung. Karena iklim yang kering. 000 hektar lahan pertanian dan 300. penanaman rumput laut pun dapat dianjurkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat petani. kebutuhan kesehatan dan kegiatan . sistem pertanian berkelanjutan (SPB) yang paling cocok direkomendasikan adalah Sistem Agroforestry (SAF). di mana hujan hanya turun dalam beberapa bulan saja (2-4 bulan). sumber daya lahan di NTT seluas 1.

(f) frictionloss 2.9 m. Hubungan antara tekanan air dan debit yang keluar dan pipa lateral untuk masing-masing peralatan irigasi menyatakan bahwa mengoperasikan irigasi pancar agar memenuhi debit harapan sebanvak 3 ml/dt hanya dibutuhkan tekanan air kurang dari 0. (3) Agroteknologi yang diterapkan harus dapat diterima dan dikembangkan oleh petani dengan pengetahuan yang mereka miliki atau pengetahuan yang diperkirakan dapat ditambahkan kepada mereka melalui penyuluhan. (b) kecepatan antara 0.htm Rekayasa Peralatan Irigasi Untuk Menunjang Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (Jagung dan Buah-buahan). IGP. Faktor penting yang di evaluasi dalam perancangan sistem irigasi tetes dan pancar adalah kelayakan sistem secara teknis. Total luas lahan yang dipergunakan adalah ± 1 ha.278 – 0.com/kompas-cetak/0503/19/Fokus/1628299.sosial. Tekanan tersebut dapat terpenuhi dari operasional pompa air diameter pipa 3 inci dengan putaran enjin motor 2000 .145 .334 atm. Untuk tanaman kacang tanah dengan jarak tanam 20 cm x 40 cm maka pemasangannya diantara baris tanaman. sehingga pemasangan pipa menunjang diantara tanaman. Untuk itu komoditas yang dipilih harus yang cocok untuk setiap daerah agar produksinya tinggi dan laku di pasar. serta kebutuhan tabungan dan asuransi. Sarasutha Balai Penelitian Tanaman Jagung dan Serealia lainnya Penelitian ini dilaksanakan pada TA.4 . diameter selang dan lubang penetes.32 ml/dt. Jarak lemparan air dari lubang pancar adalah 20 . Prof Dr Ir Naik Sinukaban MSc Guru Besar Konservasi Tanah dan Air. Institut Pertanian Bogor. Jarak tersebut apabila dipergunakan untuk menyiram tanaman jagung berarti pipa pancar diletakkan di dalam barisan tanaman. Panjang optimum pipa lateral 16 meter dipilih karena setelah itu selisih antara debit hitung dan observasi sudah banyak berbeda serta debit minimal yang diinginkan adalah 0.4 kg/cm2. Kelayakan teknis mencakup : panjang jaringan pipa distribusi.0.96 ml/dt. Dengan bantuan analisa dimensi diperoleh panjang optimum pipa lateral untuk irigasi pancar adalah 10 m dengan debit keluaran yang diinginkan sebesar 0. Penelitian Perekayasaan ini terdiri atas : (1) rancang bangun peralatan irigasi tipe pancar untuk penyiraman tanaman kacang tanah dan jagung. Prabowo.825 m/d.kompas. (c) panjang pipa leteral antara 0.4 ml/dt. (d) bilangan Reynold antara 4642 . kerawanan pangan yang mungkin sudah terjadi berulang-ulang di NTT akan dapat teratasi.13758. Panjang optimum pipa lateral untuk irigasi tetes adalah 16 meter dengan debit yang diinginkan 0.3000 rpm.038. Jarak tanam jagung adalah 75 cm (antar baris) dan 20-25 cm dalam baris. dll. . Tahap uji awal rekayasa alat penetes dilakukan di laboratorium dengan karakieristik hidrolik pipa yang diperoleh adalah : (a) tekanan antara 0.0292 . Dengan terbangunnya SPB atau SAF yang disarankan. Abi. 2000.25 cm.cabe dan timun. Firmansyah. (e) faktor gesekan antara 0.0.5 x 10 kg/m2. (2) Agroteknologi yang diterapkan harus dapat meningkatkan kesuburan tanah dan mempertahankan produktivitas tanah tanpa penurunan kualitas lingkungan sepanjang masa. akan berkelanjutan sepanjang masa. 2000 di lnstalasi Sidondo Sulawesi Tengah. Imam Uddin. tekanan pada pipa. Pengamat Pembangunan Pertanian dan Lingkungan Hidup http://www. Bila ketiga indikator utama tersebut dapat disamakan.3. (2) peralatan irigasi tipe tetes untuk penyiraman tanaman semangka.

dan cabai besar 5 t/ha http://mekanisasi.htm .2 t/ha.go. jagung 3.id/abstrak/th_2000/irigasi_tanaman_pangan_hortikult ura.8 t/ha kacang tanah 2.Hasil panen dari beberapa komoditas yang ditanam semangka menghasilkan 7 t/ha.litbang.deptan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful